Manajemen & Audit Energi 2011

BAB I PENDAHULUAN Peralatan pemantauan sangat berguna untuk mengukur berbagai macam parameter aktual operasi peralatan energi dan membandingkannya dengan parameter desain untuk menentukan jika efisiensi energi dapat ditingkatkan. Atau peralatan pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengukuran steam atau kebocoran udara tekan. Parameter yang sering dipantau selama pengkajian energi adalah :  Parameter dasar listrik pada sistem AC & DC : tegangan (V), arus (I), faktor daya, daya aktif (kW), kebutuhan maksimum (kVA), daya reaktif (kVAr), pemakaian energi (kWh), frekuensi (Hz), harmonic, dan lain sebagainya.  Parameter selain listrik : suhu dan aliran panas, radiasi, udara dan aliran gas, aliran cairan, putaran per menit (RPM), kecepatan udara, kebisingan dan getaran, konsentrasi debu, total padatan terlarut (TDS), pH, kadar air, kelembaban, analisa gas buang (CO2, CO, Sox, NOx), pembakaran, dll. Makalah ini memberi informasi untuk peralatan pemantauan temperatur yang sering digunakan selama pengkajian energi di industri yaitu Termometer. Untuk setiap tipe peralatan pemantauan, informasi sebagai berikut diberikan:  Apa yang dikerjakan oleh peralatan pemantauan temperatur.  Dimana peralatan pemantauan temperatur digunakan.  Bagaimana peralatan pemantauan temperatur dioperasikan.  Keselamatan dan keamanan pengukuran yang diperlukan untuk peralatan pemantauan temperatur. Temperatur atau Suhu adalah besaran fisika yang menyatakan derajat panas suatu zat. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Secara efisiensi

1

Manajemen & Audit Energi 2011

mikroskopik, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan mnaupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Ada empat macam besaran dari temperatur yang diukur yaitu Celsius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin.

2

JENIS – JENIS TERMOMETER 1. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk mengukur. air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. ataupun perubahan suhu. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan 3 . Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.Manajemen & Audit Energi 2011 BAB II PEMBAHASAN A. Jenis khusus termometer air raksa. pemuaian dan penyempitan volume air raksa kemudian dilanjutkan ke bagian tabung yang lebih sempit. Untuk meningkatkan ketelitian. disebut termometer maksimun. bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Penggunaan air raksa sebagai bahan utama thermometer karena koefisien muai air raksa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama. Termometer air raksa Termometer air raksa dalam gelas adalah termometer yang dibuat dari air raksa yang ditempatkan pada suatu tabung kaca. Tanda yang dikalibrasi pada tabung membuat temperatur dapat dibaca sesuai panjang air raksa di dalam gelas. Ruangan di antara air raksa dapat diisi atau dibiarkan kosong. biasanya ada bohlam air raksa pada ujung termometer yang berisi sebagian besar air raksa. TERMOMETER Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur). B. bervariasi sesuai suhu. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam. Saat suhu naik.

Cara kerja thermometer air raksa Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunkan material kaca dengan kandungan air raksa di ujung bawah. Pada area di mana suhu maksimum tidak diharapkan naik di atas – 38. Hari ini termometer air raksa masih banyak digunakan dalam bidang meteorologi.1 °C (-78 °F). termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34. Termometer ini mempunyai titik beku of 61.6 °F). indium.89 °F) termometer yang memakai campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai.83 ° C (-37. tidak seperti air. membuatnya sulit diamati ketika membeku. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb: 4 . tetapi pengguanaan pada bidang-bidang lain semakin berkurang. tidak mengembang saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca. Jika termometer mengandung nitrogen.Manajemen & Audit Energi 2011 fungsinya. karena air raksa secara permanen sangat beracunpada sistem yang rapuh dan beberapa negara maju telah mengutuk penggunaannya untuk tujuan medis. Termometer ini mirip desain termometer medis. termometer harus diayunkan dengan keras. gas mungkin mengalir turun ke dalam kolom dan terjebak di sana ketika temperatur naik. pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara.83 °C (-37. dan tin (galinstan) sebagai pengganti air raksa. Air raksa akan membeku pada suhu -38. Air raksa. Untuk tujuan pengukuran. Untuk menghindarinya. merkuri akan mengembang kearah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Beberapa perusahaan menggunakan campuran gallium. Jika temperatur meningkat.89 °F) dan hanya dapat digunakan pada suhu di atasnya. Jika ini terjadi termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal.

2. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keofisien muainya lebih rendah. Pada termometer. keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keoefisien muainya lebih tinggi. apabila suhu berubah menjadi tinggi. Termometer bimetal mekanik Termometer Bimetal Mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari dau buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling (dipelat) menjadi satu. Sebelum terjadinya perubahan suhu. maka keping akan langsung melengkung karena pemuaian panjang pada logam. 5 . 3. keping bimetal dapat difungsikan sebagai penunjuk arah karena jika kepingan menerima rangsanag berupa suhu. Prinsipnya. Logam dengan koefisien muai lebih besar (tinggi) akan lebih cepat memanjang sehingga kepingan akan membengkok (melengkung) sebab logam yang satunya lagi tidak ikut memanjang. 4. sedangkan jika suhu menjadi rendah. volume air raksa berada pada kondisi awal 2. Perubahan suhu lingkungan disekitar thermometer direspon air raksa dengan perubahan volume. Biasanya keping bimetal ini terbuat dari logam yang koefisien muainya jauh berbeda. Skala pada thermometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai kadaan lingkungan. Kata bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua sedangkan kata metal berarti logam. Cara Kerja Keping Bimetal sengaja dibuat memiliki dua buah keping logam karena kepingan ini dapat melengkung jika terjadi perubahan suhu. sehingga bimetal berarti "dua logam". seperti besi dan tembaga.Manajemen & Audit Energi 2011 1.

Gambar 1. termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). dan lain lain. Termokopel Pada dunia elektronika. Hal ini 6 . serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C. termostat.Manajemen & Audit Energi 2011 Aplikasi Selain digunakan sebagai termometer. Termokopel yang sederhana dapat dipasang. keping bimetal juga digunakan pada lampu sein mobil. seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck menemukan bahwa sebuah konduktor (semacam logam) yang diberi perbedaan panas secara gradien akan menghasilkan tegangan listrik. dan memiliki jenis konektor standar yang sama.1 Termometer Termokopel (Reliability Direct. Inc) Cara Kerja Pada tahun 1821. 3. setrika.

titik lebur. kemudahan. yang berguna untuk pengukuran di laboratorium. pada gambar di atas. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap derajad celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. contoh. Menggunakan logam yang berbeda untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda. ketersediaanya. kemampuan kimia. Mereka menambahkan sambungan dingin tiruan ke sirkuit mereka yaitu peralatan lain yang sensitif terhadap suhu (seperti termistor atau dioda) untuk mengukur suhu sambungan input pada peralatan. sehingga suhu pada ujung benda yang diperiksa dapat dihitung. tegangan pada setiap termokopel menjadi naik. salah satu sambungan (sambungan yang dingin) dijaga sebagai temperatur referensi. meninggalkan perbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran. sedang yang lain dihubungkan pada objek pengukuran. dan hasil. Dengan adanya suhu tetapan pada sambungan dingin. Pada banyak aplikasi. dilihat dari biaya. Dengan begitu. hubungan dingin akan ditempatkan pada tembaga pada papan sirkuit. dimana tiap sambungan yang panas diarahkan ke suhu yang lebih tinggi dan semua sambungan dingin ke suhu yang lebih rendah. Sensor suhu yang lain akan mengukur suhu pada titik ini. Untuk mengukur perubahan panas ini gabungan dua macam konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur. Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu. dengan tujuan khusus untuk 7 . Beberapa kombinasi menjadi populer sebagai standar industri.Manajemen & Audit Energi 2011 disebut sebagai efek termoelektrik. yang bertambah sesuai temperatur. secara sederhana termokopel tidak mudah dipakai untuk kebanyakan indikasi sambungan lansung dan instrumen kontrol. bukan temperatur absolut. yang memungkinkan untuk digunakan pada tegangan yang lebih tinggi. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara 2 titik. stabilitas. dan mengalami perubahan tegangan secara berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. Termokopel dapat dihubungkan secara seri satu sama lain untuk membuat termopile.

menggantikan perbedaan suhu antara sambungan panas dan dingin. Hal ini dikenal dengan kompensasi hubungan dingin. Kabel-kabel ini lebih murah daripada kabel termokopel. Pemilihan ini menghasilkan tegangan yang proporsional terhadap beda suhu antara sambungan panas dan dingin. 8 . Di sini. dan kutub harus dihubungkan dengan benar sehingga tegangan tambahan ditambahkan pada tegangan termokopel.umumnya sebagai kawat tertutup fleksibel atau kabel multi inti. tetapi operasi rentang suhu pada kabel kompensasi dibatasi untuk menjaga agar kesalahan yang diperoleh kecil. kurang presisi. dan koreksi yang baik dapat diaplikasikan. Kabel-kabel ini biasanya memiliki spesifikasi untuk rentang suhu yang lebih besar dari kabel termokopel. dan biasanya diproduksi pada bentuk yang tepat untuk pengangkutan jarak jauh . Tujuannya sudah jelas. Kabel kompensasi pada sisi lain. Biasanya termokopel dihubungkan dengan alat indikasi oleh kawat yang disebut kabel ekstensi atau kompensasi. Kabel ekstensi atau kompensasi harus dipilih sesuai kebutuhan termokopel. Kabel ekstensi menggunakan kawat-kawat dengan jumlah yang sama dengan kondoktur yang dipakai pada Termokopel itu sendiri. Kombinasi ini menghasilkan output yang mirip dengan termokopel. tegangan yang berasal dari hubungan dingin yang diketahui dapat disimulasikan. Kabel ini direkomendasikan untuk keakuratan tinggi. Mereka memakai perbedaan kecil. Hubungan Tegangan dan Suhu Hubungan antara perbedaan suhu dengan tegangan yang dihasilkan termokopel bukan merupakan fungsi linier melainkan fungsi interpolasi polynomial. walaupun tidak terlalu murah. tetapi murah. dengan hasil yang tidak seakurat kabel ekstensi. biasanya campuran material konduktor yang murah yang memiliki koefisien termoelektrik yang sama dengan termokopel (bekerja pada rentang suhu terbatas).Manajemen & Audit Energi 2011 mengurangi gradiasi suhu di antara ujung-ujungnya.

2. tetapi karena sensitifitasnya rendah (sekitar 10 9 . sedikit di bawah tipe K. Tipe J (Iron / Constantan) Rentangnya terbatas (−40 hingga +750 °C) membuatnya kurang populer dibanding tipe K. Tersedia untuk rentang suhu −200 °C hingga +1200 °C. Lebih murah. 3. dan S adalah termokopel logam mulia yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Dapat mengukur suhu di atas 1200 °C. Tipe J memiliki sensitivitas sekitar ~52 µV/°C 4. Tipe N (Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy) / Nisil (Ni-Si alloy)) Stabil dan tahanan yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. Properti lainnya tipe E adalah tipe non magnetik. persamaan biasanya diimplementasikan pada kontroler digital atau disimpan dalam sebuah tabel pengamatan. Mereka adalah termokopel yang paling stabil. Tipe K (Chromel (Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy)) Termokopel untuk tujuan umum. Sensitifitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900 °C. Tipe E (Chromel / Constantan (Cu-Ni alloy)) Tipe E memiliki output yang besar (68 µV/°C) membuatnya cocok digunakan pada temperatur rendah. Agar diperoleh hasil pengukuran yang akurat. Beberapa peralatan yang lebih tua menggunakan filter analog.Manajemen & Audit Energi 2011 Koefisienan memiliki n antara 5 dan 9. R. Tipe-Tipe Termokopel Tersedia beberapa jenis termokopel. Termokopel tipe B. Tipe N merupakan perbaikan tipe K. tergantung aplikasi penggunaannya: 1.

sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum. Type T (Copper / Constantan) Cocok untuk pengukuran antara −200 to 350 °C. dan yang negatif terbuat dari constantan. Sebaliknya. Untuk aplikasi 10 . Konduktor positif terbuat dari tembaga. 6. 8. Type S (Platinum /Platinum with 10% Rhodium) Cocok mengukur suhu di atas 1600 °C. Karena stabilitasnya yang tinggi Tipe S digunakan untuk standar pengukuran titik leleh emas (1064. Type T memiliki sensitifitas ~43 µV/°C Penggunaan Termokopel Termokopel paling cocok digunakan untuk mengukur rentangan suhu yang luas. contohnya rentang suhu 0--100 °C dengan keakuratan 0. Sering dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat tembaga.1 °C. 5. kurang cocok untuk pengukuran dimana perbedaan suhu yang kecil harus diukur dengan akurasi tingkat tinggi. Type R (Platinum /Platinum with 7% Rhodium) Cocok mengukur suhu di atas 1600 °C. sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum. Type B (Platinum-Rhodium/Pt-Rh) Cocok mengukur suhu di atas 1800 °C.43 °C).Manajemen & Audit Energi 2011 µV/°C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur tinggi (>300 °C). Tipe B memberi output yang sama pada suhu 0 °C hingga 42 °C sehingga tidak dapat dipakai di bawah suhu 50 °C. 7. hingga 2300°C.

berada di lingkungan yang bahaya. dan disajikan sebagai suhu. Kadang disebut 11 . sangat panas. dan/atau adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek (seperti makanan/alat medis/obat- obatan/produk atau test. Mereka menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh – situasi ideal dimana objek bergerak cepat.). Termistor dan RTD lebih cocok. Contoh Penggunaan Termokopel yang umum antara lain :     Industri besi dan baja Pengaman pada alat-alat pemanas Untuk termopile sensor radiasi Pembangkit listrik tenaga panas radioisotop. Untuk audit energi di industri biasanya digunakan termokopel untuk mengukur suhu dengan ketepatan yang tinggi. Produk pengukur suhu infra merah tersedia di pasaran. Ini adalah citra/gambar dari termometer infra merah khusus industri yang digunakan memonitor suhu material cair untuk tujuan quality control pada proses manufaktur. ditempelkan bersama menjadi satu. 4. yang terdiri dari dua logam yang tidak sama. radiasi energi sinar infra merah diukur. hingga sistem pembaca yang lebih komplek dan kamera pencitraan panas. Mulai dari yang fleksibel hingga fungsi-fungsi khusus/Termometer standar (seperti gambar). Termometer infra merah Termometer Infra Merah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi temperatur secara optik–selama objek diamati.Manajemen & Audit Energi 2011 ini. Termometers Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. dll. jauh letaknya. salah satu aplikasi termopile.

Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor. Penggunaan Termometer Infra Merah Beberapa kondisi umum adalah objek yang akan diukur dalam kondisi bergerak. objek dikelilingi medan elektromagnet. Dengan demikian. atau pada aplikasi di mana dibutuhkan respon yang cepat. Temperatur objek dapat dibedakan. Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. objek berada pada hampa udara atau atmosfir buatan. atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya.Manajemen & Audit Energi 2011 termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran. termometer infra merah berguna mengukur suhu pada keadaan dimana termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan. 12 . seperti pada pemanasan induksi.

antara lain:  Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh. 13 .2 Termometer Inframerah (Nitonuk Ltd. untuk tujuan kontrol dan kalibrasi  Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian listrik  Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran  Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup. termasuk desain konfigurasi untuk penggunaan fleksibel dan portabel. dll  Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material.Manajemen & Audit Energi 2011 Gambar 1. 2003) Termometers Infrared dapat digunakan untuk beberapa fungsi pengamatan temperatur.  Memeriksa suhu pemanas atau oven.  Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran hotspot. seperti manusia. selain desain-desain khusus untuk fungsi tertentu pada posisi tetap dalam jangka waktu yang lama. hewan. untuk penelitian dan pengembangan atau quality control pada manufaktur Ada beberapa jenis alat pengukur temperatur infra merah yang tersedia saat ini. Beberapa contoh.

Teknologi ini umumnya membutuhkan banyak prosesor dan software daripada sistem sebelumnya. apabila luas permukaan objek anda satu cm persegi dan anda tidak dapat lebih dekat daripada 12 cm ke objek.  Sistem Pencitraan Garis Infra Merah. pabrik dan kertas. memonitor banyak titik pada saat yang sama. Jenis Sensor Variasi sensor yang umum termasuk:  Termometers Infra Merah Titik. Fungsi yang lain ialah ada sensor yang memakai emisivitas konstan ada pula yang harus diatur. plus beberapa derajad dibawahnya untuk pengukuran umum. Contoh. anda membutuhkan sensor dengan D:S 12:1 atau lebih. atau tumpukan material yang terus menerus sepanjang sabuk konveyer. hasilnya berupa gambar 2 dimensi. Alat ini banyak digunakan pada manufaktur yang melibatkan konveyer atau proses jaring-jaring. digunakan memindai area yang luas. didesain untuk memonitor luasan sempit atau titik tertentu. untuk secara terusmenerus memindai permukaan yang luas pada ruang. disebut juga Pyrometer Infra Merah. 14 . Termometer infra merah yang didesain khusus sebagai kamera.Manajemen & Audit Energi 2011 Beberapa spesifikasi sensor portabel tersedia untuk pengguna rumahan termasuk tingkat keakuratannya (biasanya kurang lebih satu-dua derajad). anda tidak dapat mengatur keakuratan pembacaan pada permukaan yang terang (sebagian besar sensor dirancang untuk permukaan gelap). Untuk yang konstan. Rasio Jarak:Titika Api (D:S) menunjukkan perbandingan diameter luas pengukuran panas dengan jarak alat terhadap permukaan objek. Sensor emitivitas konstan dapat dipakai pada permukaan terang hanya dengan menambahkan pita gelap pada permukaan benda atau mengecatnya. di mana tiap pixel menunjukkan temperatur.  Kamera Infra Merah. biasanya membantu menentukan titik api yang penting pada pencerminan putar. seperti lembaran kaca besar atau logam yang keluar dari tungku.

seperti pengukuran pada benda yang bergerak (contoh: rol. Pengukuran suhu diambil pada audit unit pendingin udara. Termometer infra merah dapat digunakan untuk mengukur suhu dimana sensor konvensional tidak dapat digunakan atau tidak dapat menunjukkan pembacaan yang akurat. penukar panas dan lain sebagainya. tungku. mesin bergerak atau belt conveyor).  Bilamana pengukuran non kontak dibutuhkan karena adanya bahan pencemaran atau berbahaya (seperti: tegangan tinggi). 15 .  Air pendingin masuk dan keluar pada menara pendingin.Manajemen & Audit Energi 2011 Aplikasi yang umum termasuk untuk memonitor batas negara bagi militer.  Jarak yang terlalu jauh atau tinggi.  Suhu yang terlalu tinggi untuk termokopel atau kontak sensor lainnya. seperti sebagai berikut:  Bila dibutuhkan pengukuran pada respon yang cepat. boiler. suhu merupakan salah satu parameter yang penting untuk diukur dalam rangka menentukan kehilangan atau membuat keseimbangan energi panas.  Permukaan jalur pemipa an steam.  Udara masuk kedalam unit handling udara pada plant pendingin udara. suhu dapat diukur dari:  Udara ambien  Air pendingin/ chilled water di plant pendingin. pemanfaatan kembali panas. pengawasan kualitas pada proses manufaktur.  Gas buang. dan pengawasan peralatan atau ruang kerja yang panas/dingin untuk tujuan keselamatan dan pemeliharaan. Selama audit.  Obyek dalam keadaan vakum atau pada kondisi atmosfir terkontrol lainnya  Obyek dikekelingi oleh medan listri (seperti induksi panas) Pada audit energi. sistim steam. kiln.  Air masuk boiler. boiler.

3 Termometer Alkohol Satu setengah dari gelas yang mengandung kaplier biasanya diberi label yang berlatar belakang bewarna putih dan kuning untuk membaca skala. Dengan meningkatnya suhu maka volumenya naik. Thermometer alkohol ini adalah yang paling banyak digunakan karena bahaya yang ditimbulkan sangat kecil ketika terjadi kasus kerusakan pada termometer.  Pemanasan awal pasokan udara untuk pembakaran. Termometer alkohol Termometer alkohol adalah termometer yang menggunkan alkohol sebagai media pengukur. Batas dari termometer etanol ini adalah 78° C. dan bermanfaat untuk mengukur suhu di siang hari. Tetapi tidak sama seperti air raksa dalam termometer kaca. Isi termometer alkohol tidak beracun dan akan menguap dengan cukup cepat. Cairan yang digunakan dapat berupa etanol murni atau asetat isoamyl. Ruang di bagian atas cairan merupakan campuran dari nitrogen dan uap dari cairan. 5. yang merupakan alternatif dari termometer air raksa dengan fungsi yang sama. 16 . Thermometer ini hanya bisa mengukur suhu badan makhluk hidup (manusia dan hewan). Karena termometer ini adalah transparan. Dalam penggunaan termometer alkohol ini diatur oleh titik didih cairan yang digunakan.  Suhu dari bahan bakar minyak. Thermometer ini tidak bisa mengukur yang tinggi suhunya di atas 78 °C. maka cairan yang dibuat harus terlihat dengan penambahan pewarna merah atau biru. malam hari dan mengukur suhu tubuh. tergantung pada produsen dan pekerjaan yang berhubungan dengan suhu. Gambar 1.Manajemen & Audit Energi 2011  Kondensat yang kembali.

Termometer Galileo Termometer Galileo (atau termometer Galilea).Manajemen & Audit Energi 2011 6. Biasanya sebuah celah memisahkan bola kaca atas dengan bola kaca bawah. Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah. berarti nilai label baca mendekati suhu lingkungan. hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu. toleransi beban harus dibuat kurang dari 1/1000 per satu gram (1 miligram). Untuk mencapai keakuratan yang sesuai. Galileo Galilei. Ciri desain Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. adalah termometer yang terbuat dari gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan serangkaian benda yang kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun sesuai perubahan suhu. Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika. Saat suhu berubah. Suhu dibaca dari ukiran piringan logam di setiap bola kaca. 17 . berarti nilai suhu berada di antara kedua nilai label baca di setiap sisi celah. kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya. dinamai fisikawan Italia. Bila bola kaca melayang-layang di celah.

7. Prinsip dasar dari 18 .Manajemen & Audit Energi 2011 Gambar 1. objek tersebut akan tenggelam. Termistor Termistor (bahasa Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. berkaitan dengan kerapatan objek terhadap kerapatan cairan di mana ia ditempatkan. Satu-satunya faktor yang menentukan apakah suatu objek besar naik atau turun dalam suatu cairan tertentu. Jika massa benda kurang dari massa cairan pengisi. Jika massa benda lebih besar dari massa cairan pengisi. Daya apung sendiri menentukan apakah suatu benda mengapung atau tenggelam dalam cairan. objek tersebut akan mengapung.4 Termometer Galileo Cara Kerja Termometer Galilea bekerja dengan prinsip daya apung. serta memberi penjelasan mengapa perahu yang terbuat dari baja bisa mengapung (sementara batangan baja padat dengan sendirinya akan tenggelam).

Nilai tahanan pada PTC akan naik jika suhunya naik. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).5 Termistor Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930. dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient). sementara NTC justru kebalikannya. 19 . dan NTC (Negative Temperature Coefficien).491.021.Manajemen & Audit Energi 2011 termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Gambar 1.

Manajemen & Audit Energi 2011 BAB III KESIMPULAN 1. 2. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur). Jenis – Jenis Termometer: a) Termometer air raksa b) Termometer bimetal mekanik c) Termokopel d) Termometer infra merah e) Termometer alcohol f) Termometer Galileo g) Termistor 20 . ataupun perubahan suhu.

id/ http://army-as.uns.com/energy_audit_instruments/new_energy_audit_e quipment.id/2009/04/jenis-jenis-termometer/ 21 .Manajemen & Audit Energi 2011 DAFTAR PUSTAKA www.htm Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www.web.wikipedia.org/wiki/Termometer http://iniputri.energymanagertraining.ac.blog.org http://id.energyefficiencyasia.