P. 1
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG

PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG

|Views: 3,778|Likes:
Published by Aryatmono Siswadi
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG
TESIS Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister

Aryatmono Siswadi 092711210017

PROGRAM MAGISTER ILMU ADMINISTRASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK SEMARANG 2011

HALAMAN PENGESAHAN

Berdasarkan laporan Panitia Ujian Tesis Program Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG
TESIS Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister

Aryatmono Siswadi 092711210017

PROGRAM MAGISTER ILMU ADMINISTRASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK SEMARANG 2011

HALAMAN PENGESAHAN

Berdasarkan laporan Panitia Ujian Tesis Program Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

More info:

Published by: Aryatmono Siswadi on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2015

pdf

text

original

PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL

KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU
SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING
KABUPATEN BATANG


TESIS
Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Magister









Aryatmono Siswadi
092711210017





PROGRAM MAGISTER ILMU ADMINISTRASI
ADMINISTRASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
SEMARANG
2011


ii


HALAMAN PENGESAHAN

Berdasarkan laporan Panitia Ujian Tesis Program Magister Ilmu Administrasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang,
menyatakan bahwa tesis yang berjudul “PENGARUH KETERAMPILAN
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP
NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG ”.
Diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi
Magister Ilmu Administrasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik konsentrasi
Administrasi Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Semarang, September 2011
Ketua Program S2 Dekan
Magister Ilmu administrasi



Dr. Karmanis, M.Si. Drs. H. Suparno, M.Si.
Nrp. 111277 Nrp. 111237






iii

TESIS
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL
KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU
SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING
KABUPATEN BATANG


Oleh:
Aryatmono Siswadi
092711210017

Telah dipertahankan di depan penguji
Pada tanggal 13 September 2011 dinyatakan telah memenuhi syarat.
Susunan Dewan Penguji
Ketua Penguji


Dr. Karmanis, M.Si
KomisiPembimbing
Pembimbing I / Penguji Pembimbing II / Penguji


Dr. Ir. Nana Storada, SE, MM Dra. Christine Diah W, M.Si.

Ketua Program Magister Ilmu Administrasi


Dr. Karmanis, M.Si
Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
FISIP UNTAG




Drs. H. Suparno, M.Si

iv

PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS


Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang
pengetahuan saya, di dalam Naskah Tesis ini tidak terdapat karya ilmiah yang
pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu
Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau
diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan
disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.
Apabila di dalam Naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur
jiplakan, saya bersedia Tesis ini digugurkan dan gelar akademik saya peroleh
(MAGISTER) dibatalkan, serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku ( UU No. 20 Tahun 2003, pasal 25 ayat 2 dan pasal 70).


Semarang, September 2011
Mahasiswa



Aryatmono Siswadi
092711210017




v


PERSEMBAHAN


Karya ilmiah ini kupersembahkan kepada :
 Istri tercinta Yuli Sri Hastuti
 Anak-anakku Ardiant Yosa Hastaka dan Arbida Nila Hastika




























vi

RIWAYAT HIDUP

Aryatmono Siswadi, lahir di Wonogri tanggal 22 September 1965 anak dari
Ayah Kasino dan Ibu Sri Wiji. SD di Eromoko lulus tahun 1977, SMP di Eromoko
lulus tahun 1982, SMA di Surakarta lulus tahun 1985, Studi di fakultas keguruan dan
Ilmu pendidikan UNS Surakarta Jurusan Seni Rupa D2 lulus tahun 1988, Studi strata
1 di IKIP PGRI Semarang Jurusan PPKn lulus tahun 2003. Kemudian melanjutkan
Program Magister Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Pendidikan Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) pada tahun 2009.

Semarang, September 2011
Penulis



Aryatmono Siswadi
092711210017
















vii

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang Bapak
Wijaya.SH.M.Hum
2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNTAG Bapak Drs. H.
Soeparno, M.Si
3. Ketua Program Magister Ilmu Administrasi Ibu Dr. Karmanis, M.Si
4. Pembimbing I Bapak Dr. Ir. Nana Storada, SE, MM
5. Pembimbing II Ibu Dra. Christine Diah W, M.Si.
6. Civitas Akademika UNTAG Semarang
7. Kepala Disdikpora Kabupaten Batang
8. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(UPTD Dikpora) Kecamatan Gringsing
9. Teman-temanku : Kamsin, Suharyono FX, Miyono, Rahmad Raharjo.
10. Istri dan anak-anakku tercinta.

Semarang, September 2011
Penulis


Aryatmono Siswadi
092711210017















viii


RINGKASAN

Aryatmono Siswadi, Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah
Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang
.Tesis. Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas
17 Agustus 1945 Pembimbing I : Nana Storada , Pembimbing II : Christine Diah W.
Manajemen pendidikan merupakan salah satu pokok masalah yang
menimbulkan krisis dalam dunia pendidikan dewasa ini. Manajemen pendidikan
merupakan faktor yang penting, artinya untuk mengelola organisasi pendidikan
diperlukan kinerja berhasil guna dan kepala sekolah sebagai pemegang otoritas di
satuan pendidikan memiliki peran penting untuk meningkatkan kinerja bawahannya.
Rumusan masalah dalam penelitian akan meneliti pengaruh keterampilan
manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang. Dimana ada tiga aspek keterampilan manajerial yang
menjadi fokus , yaitu keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia dan
keterampilan teknis.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis ada pengaruh
keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru baik secara parsial
maupun simultan di SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
Obyek penelitian ini adalah guru SMP Negeri di wilayah Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang . Dari sejumlah 4 SMP Negeri dengan jumlah guru
sebanyak 134 guru diambil 57 guru sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatory Dalam penelitian ini ada
(4) empat variabel, yang terdiri dari (3) tiga variabel bebas dan (1) satu variabel
terikat. Variabel bebas yang dimaksud adalah: keterampilan Konseptual Kepala
Sekolah (X1), Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah (X2), dan
Keterampilan Teknis Kepala Sekolah (X3). Sedangkan variabel terikatnya adalah :
Kinerja Guru (Y). Data yang didapat kemudian diolah menggunakan SPSS 17.00 for
windows.
Hasil perhitungan analisis SPSS pada uji hipotesis menunjukkan
keterampilan konseptual kepala sekolah (X1), keterampilan hubungan manusia
kepala sekolah (X2) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sekolah
sedangkan keterampilan teknis kepala sekolah (X3) tidak mempunyai pengaruh
positif terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang. Keterampilan konseptual kepala sekolah berkontribusi sebesar 1,139,
keteramplan hubungan manusia kepala sekolah berkontribusi sebesar 0,476,
keterampilan teknik kepala sekolah berkontribusi sebesar 0,081 terhadap kinerja
guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3 % koefisien
kinerja guru dipengaruhi variabel bebas yaitu keterampilan konseptual, keterampilan
hubungan manusia dan keterampilan teknik kepala sekolah, sedangkan 16,7 %
dipengaruhi variabel lain diluar penelitian antara lain sarana dan prasarana yang
memadai, media pembelajaran, kelengkapan buku penunjang pembelajaran, serta
keterlibatan pemerintah. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengadakan
penelitian lanjut untuk variabel keterampilan teknik kepala sekolah.

Kata Kunci : Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Kinerja Guru.


ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat,
rahmat, dan karunia-Nya, Tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulisan Tesis
ini sebagai salah satu syarat akademik, untuk memperoleh gelar Magister
Manajemen Pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945
Semarang (UNTAG).
Proses penulisan Tesis tidak lepas masukan dan dorongan dari berbagai
pihak yang tidak dapat disebut satu per satu dalam bagian ini. Oleh karena itu
secara khusus pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terima kasih tak
terhingga kepada yang terhormat:
1. Wijaya SH, M.Hum selaku Rektor Uniersitas 17 Agustus 1945 Semarang
(UNTAG) yang telah memberi berbagai sarana dan fasilitas dalam
menyelesaikan studi di UNTAG.
2. Drs. H. Suparno, M.Si. sebagai Dekan Pascasarjana UNTAG yang telah
mendorong dan memberikan kesempatan belajar
3. Dr Karmanis, M.Si. sebagai Pengelola Program S2 Magister Ilmu Administrasi
beserta staff baik sebagai dosen maupun tenaga administrasi yang telah
memberi berbagai fasilitas dan kemudahan terhadap penulis
4. Dr. Ir.Nana Storada, SE, MM. selaku pembimbing I yang penuh ketekunan dan
kesabaran dalam meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran sehingga Tesis ini
bisa terselesaikan dengan baik.
5. Dra. Christine Diah W, M.Si. selaku pembimbing II yang penuh ketekunan dan
kesabaran dalam meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran sehingga Tesis ini
bisa terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, baik segi teoritis,
metodologis, maupun redaksional, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan
kritik membangun untuk penyempurnaan tesis ini. Terima kasih.

Semarang, September 2011
Penulis


Aryatmono Siswadi

x

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
HALAMAN PENGUJI ................................................................................... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ................................................................... iv
PERSEMBAHAN ......................................................................................... v
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ vi
UCAPAN TERIMA KASIH ............................................................................ vii
RINGKASAN ............................................................................................... viiii
SUMMARY .................................................................................................. ix
KATA PENGANTAR .................................................................................... x
DAFTAR ISI ................................................................................................ xii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvii
BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................ 9
1.3. Tujuan Penelitian .............................................................. 10
1.4. Manfaat Penelitian ............................................................ 11
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 12
2.1. Penelitian Terdahulu ......................................................... 12
2.2. Kerangka Dasar Teoritk ..................................................... 14
2.2.1. Kepala Sekolah .................................................... 14
2.2.2. Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah …………. 17
2.2.3. Kinerja Guru ........................................................ 25
2.2.3.1. Pengertian Kinerja Guru ......................... 25
2.2.3.2. Penilaian Kinerja Guru ........................... 33
2.2.3.3. Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru 35
2.3 Kerangka Pemikiran .......................................................... 37
2.3.1 Pengaruh Keterampilan Konseptual Kepala ............ 37
2.3.2 Pengaruh Keterampilan Hubungan manusia ........... 37
2.3.3 Pengaruh Keteramplan Teknis Kepala .................... 38
2.3.4 Pengaruh Keterampilan Managerial Kepala ............ 38
2.4 Hipotesis Penelitian .............................................................. 40
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 41
3.1 Jenis Penelitian ..................................................................... 41
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................. 42
3.3 Populasi dan Sampel ............................................................ 43
3.3.1 Populasi ................................................................... 43
3.3.2 Sampel .................................................................... 43
3.4 Jenis Data dan Tehnik Pengumulan Data ............................ 45
3.4.1 Jenis Data ................................................................ 45
3.4.2 Metode Pengumpulan Data ..................................... 46
3.4.2.1 Teknik Interview ....................................... 46
3.4.2.2 Teknik Kuesioner ..................................... 47
3.5 Variabel Penelitian ................................................................ 48
3.6 Definisi Operasional Variabel ................................................ 48
xi

3.6.1. Variabel Independen ............................................... 49
3.6.2. Variabel Dependen .................................................. 50
3.7. Skala Pengukuran ................................................................. 51
3.8. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ………… 52
3.8.1. Uji Validitas Instrumen ........................................... 52
3.8.2. Uji Reliabilitas ........................................................ 56
3.9. Uji Asumsi Klasik .................................................................. 57
3.9,1. Uji Normalitas ......................................................... 57
3.9.2. Uji Heteroskedastisitas ........................................... 57
3.9.3. Uji Autokorelasi ...................................................... 57
3.9.4. Uji Multikolinieritas .................................................. 58
3.10. Metode Analisis Data ............................................................ 58
3.10.1. Regresi Linear Berganda ....................................... 58
3.10.2. Uji t ......................................................................... 59
3.10.3. Koefisien Determinasi (R
2
) ………………………… 60
3.10.4. Sumbangan Prediktor ............................................. 60
3.10.5. Uji F ........................................................................ 61
BAB IV HASIL PENELITIAN DAM PEMBAHASAN ...................................... 62
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian ..................................... 62
4.1.1 Profil Disdikrora Kabupaten Batang ....................... 62
4.1.2 Dasar dan Kedudukan ........................................... 62
4.1.3 Tugas Pokok dan fungsi Disdikpora ...................... 65
4.1.4 Visi dan Misi ........................................................... 66
4.1.5 Alur Organisasi ....................................................... 66
4.1.6 Kondisi Wilayah UPT SMP ..................................... 71
4.1.7 Keadaan Jumlah Guru ........................................ 71
4.1.8 Kualifikasi Pendidikan Guru ................................. 72
4.1.9 Sertifikasi Guru.................................................... 73
4.2 Deskripsi Variabel Penelitian ................................................ 73
4.2.1 Keterampilan Konseptual Kepala sekolah ............. 73
4.2.2 Keterampilan Hubungan Manusia .......................... 81
4.2.3 Ketrerampilan Teknik ............................................. 91
4.2.4 Kinerja Guru ........................................................... 96
4.3 Uji Asumsi Klasik .................................................................. 111
4.3.1 Uji Normalitas ......................................................... 111
4.3.2 Uji Heteroskedastisitas …………………………...... 112
4.3.3 Uji Multikolinieritas ………………………………….. 113
4.3.4 Analisa Regresi Berganda ...................................... 114
4.3.5 Pengujian Hipotesis ………………………………… 116
4.3.6 Koeffisien Determinasi ........................................... 118
4.4 Pembahasan ........................................................................ 119
4.5 Keterbatasan Penelitian ……………………………………….. 123
BAB V PENUTUP......................................................................................... 125
5.1 Simpulan ............................................................................... 125
5.2 Saran .................................................................................... 126
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 127
LAMPIRAN ................................................................................................... 130


xii

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Hal

Tabel 1.1 Beberapa Faktor Untuk mengetahui Tingkat Kinerja.................... 8
Tabel 2.1 Pemetaan Hasil Penelitian Terdahulu .......................................... 13
Tabel 2.2 Kompetensi Profesonal Guru ....................................................... 32
Tabel 3.1 Penentuan Jumlah Sampel .......................................................... 46
Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas Keteramplan Konseptual Kepala Sekolah ….. 52
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Keteramplan Hubungan Manusia Kepala
Sekolah …………………………………………………………
53
Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Keteramplan Teknik Kepala Sekolah ….. 54
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Kinerja Guru ……………………………… 55
Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas …………………………………………… 56
Tabel 4.1 Rekapitulasi Jumlah Guru PNS UPT SMP N Kec. Gingsing ....... 72
Tabel 4.2 Tingkat Pendidikan Guru SMP N Gringsing ................................. 72
Tabel 4.3 Data Guru Sertifikasi di UPTD Dikpora Kec. Gringsing ............... 73
Tabel 4.4 Mampu membuat gagasan yang dapat diterima untuk kemajuan
sekolah .........................................................................................
74
Tabel 4.5 Gagasan dan ide-idenya selalau diterima oleh pejabat ditingkat
atas ...............................................................................................
74
Tabel 4.6 Senang mencoba konsep-konsep dan prosedur yang baru ....... 75
Tabel 4.7 Gagasan dan ide-idenya kreatif dan inovatif ................................ 75
Tabel 4.8 Mempunyai pengaruh terhadap pembuatan keputusan ditingkat
atas ...............................................................................................
76
Tabel 4.9 Mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi
tingkatannya di kantor ..................................................................
76
Tabel 4.10 Mampu memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan
cerdik ............................................................................................
77
Tabel 4.11 Mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat pada
waktunya ......................................................................................
78
Tabel 4.12 Selalu mengkoordinasikan dan melibatkan pegawai dalam
pelaksanaan evaluasi ...................................................................
78
Tabel 4.13 Mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme pegawai
dalam menghadapi masa-masa mendatang ................................
79
Tabel 4.14 Berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang potensial
untuk mengembangkan kurikulu ..................................................
80
Tabel 4.15 Mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inisiatif
pegawai ........................................................................................
81
Tabel 4.16 Mampu menciptakan kerja sama yang bak dengan guru ............ 82
Tabel 4.17 Kerja sama sengan guru berjalan lancar ...................................... 82
Tabel 4.18 Mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain .............. 83
Tabel 4.19 Mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi ........................... 84
Tabel 4.20 Selalu berkomunikasi dengan guru mengenai kegiatan sekolah . 84
Tabel 4.21 Mempunyai kemampuan meyakinkan pegawai dan mampu
mengatasi segala keadaan ...........................................................
85
Tabel 4.22 Mampu menciptakan kerja yang kooperatif dengan staf guru .... 86
Tabel 4.23 Mampu menciptakan kerja sama yang efektif dengan staf guru . 86
Tabel 4.24 Mengikutsertakan guru dalam merumuskan pengambilan
keputusan .....................................................................................
87
xiii

Tabel 4.25 Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sehat ..... 88
Tabel 4.26 Mampu mengatasi permasalahan yang timbul antar pegawai .... 88
Tabel 4.27 Memberi hadiah kepada para pegawai yang beprestasi ............. 89
Tabel 4.28 Mampu untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai ............ 90
Tabel 4.29 Mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai .... 90
Tabel 4.30 Selalu membimbing guru dalam perencanaan program sekolah . 91
Tabel 4.31 Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan progam sekolah ... 92
Tabel 4.32 Selalu membimbing guru dalam evaluasi program sekolah ......... 92
Tabel 4.33 Selalu membantu guru dalam perencanaan program sekolah .... 93
Tabel 4.34 Selalu membantu guru dalam pelaksanaan program sekolah .... 93
Tabel 4.35 Selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah ............ 94
Tabel 4.36 Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi
sekolah .........................................................................................
95
Tabel 4.37 Selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi sekolah ..... 95
Tabel 4.38 Guru menyusun silabus dalam program pengajaran ................... 96
Tabel 4.39 Guru menyusun program semester .............................................. 97
Tabel 4.40 Guru menyusun program tahunan ................................................ 97
Tabel 4.41 Guru menyusun RPP sebelum melaksanakan prses belajar
mengajar .......................................................................................
98
Tabel 4.42 Guru aktif memberi catatan dalam agenda mengajar .................. 98
Tabel 4.43 Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
program pengajaran .....................................................................
99
Tabel 4.44 Guru mempersiapkan materi sebelum melaksanakan proses
belajar mengajar ...........................................................................
100
Tabel 4.45 Guru menggunakan metode dan strategi pembelajarn dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar ....................................
100
Tabel 4.46 guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar ...........................................................................
101
Tabel 4.47 Guru menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar
mengajar .......................................................................................
102
Tabel 4.48 Guru memberikan tugas kepada peserta didik ............................. 102
Tabel 4.49 Guru selalu datang tepat waktu .................................................... 103
Tabel 4.50 Guru selalu mengisi dan meniliti daftar hadir peserta didik
sebelum memlai pelajaran ............................................................
104
Tabel 4.51 Guru melakukan post test sebelum memulai proses belajar
mengajar .......................................................................................
104
Tabel 4.52 Guru melaksanakan kegiatan penilaian : Ulangan harian, mid
semester, ulangan semester dan ujian akhir ................................
105
Tabel 4.53 Guru melaksanakan evaluasi hasil ulangan harian ..................... 106
Tabel 4.54 Guru melaksankan program perbaikan dan pengayaan ............. 106
Tabel 4.55 Guru selalu mendokumentasikan program perbakan dan
pengayaan yang telah dievaluasi .................................................
107
Tabel 4.56 Guru selalu melaporkan program perbaikan dan pengayaan
yang telah dievaluasi ....................................................................
107
Tabel 4.57 Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler . 108
Tabel 4.58 Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan lomba mapel ... 108
Tabel 4.59 Guru selalu aktif dalam kegiatan MGMP ...................................... 109
Tabel 4.60 Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan dengan
tugas guru .....................................................................................
110

xiv

Tabel 4.61 Guru berdiskusi dengan kepala sekolah dalam negatasi
permasalahan yang ada ..............................................................
110
Tabel 4.62 Uji Multikolinieritas ........................................................................ 113
Tabel 4.63 Hasil Perhitungan Regresi............................................................. 114
Tabel 4.64 Hasil Perhitungan Uji F ................................................................. 118
Tabel 4.65 Hasil Perhitungan Uji Determinasi ................................................ 119






























xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Hal

Gambar 2.1 Tiga Keterampilan Managerial sesuai tingkat kedudukan
manager dalam organisasi ........................................................
20
Gambar 2.2 Skema Kerangka Pemikiran ...................................................... 41
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dikpora Kabupaten Batang Tahun ............ 45
Gambar 4.2 Output hasil Uji Nomalisasi dengan Nrmal P-Plot...................... 111
Gambar 4.3 Sebaran Data Varian Residual .................................................. 112


xvi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Judul Hal

Lampiran 1 Kuesioner ................................................................................. 130
Lampiran 2 Frekuansi Setiap Variabel ........................................................ 135
Lampiran 3 Pengujian Validitas Setiap Variabel ......................................... 147
Lampiran 4 Pengujian Reliabilitas Setiap Variabel ..................................... 154
Lampiran 5 Analisis Regresi berganda ....................................................... 158
Lampiran 6 Chart ........................................................................................ 162
Lampiran 7 Tabel_F .................................................................................... 165
Lampiran 8 Tabel_t ..................................................................................... 168
Lampiran 9 Tabel _r Product Moment......................................................... 171
Lampiran 10 Hasil Data Penelitian ……………………………………………. 172



17

17

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian
Berbagai fakta empirik membuktikan bahwa kemajuan yang dicapai
oleh suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya.
Dengan kualitas sumber daya manusia kemajuan dapat dicapai. Dalam
perspektif berpikir, rasanya tidak mungkin suatu organisasi pendidikan dapat
mencapai kemajuan tanpa mempersoalkan kesiapan sumber daya manusia
yang diyakini sebagai faktor determinan keberhasilan pendidikan.
Keberhasilan suatu organisasi termasuk organisasi sekolah dalam mencapai
tujuannya sangat dipengaruhi oleh aspek manajemen. Hal ini berarti
organisasi sekolah sangat memerlukan manajemen untuk mencapai tujuan
sekolah.
Manajemen pendidikan merupakan salah satu pokok masalah yang
menimbulkan krisis dalam dunia pendidikan dewasa ini. Beberapa
pernyataan menunjukkan bahwa manajemen pendidikan merupakan faktor
yang penting, artinya untuk mengelola organisasi pendidikan diperlukan
kinerja berhasil guna dan memberikan hasil yang baik tetapi tidak
menghamburkan dari segi waktu dan tenaga. Kepala sekolah sebagai
pemegang otoritas di satuan pendidikan memiliki peran penting untuk
meningkatkan kinerja bawahannya.
Stoner dalam Wahjosumidjo (2007: 95), mengatakan bahwa seorang
manajer atau seorang kepala sekolah pada hakikatnya adalah seorang
perencana, organisator, pemimpin, dan seorang pengendali. Menurut Stoner
18

18

ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam
suatu organisasi, yaitu bahwa para manajer:
(a). Bekerja dengan, dan melalui orang lain;
(b). Bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan;
(c). Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai
persoalan;
(d). Berpikir secara realistik dan konseptual;
(e). Adalah juru penengah;
(f). Adalah seorang politisi;
(g). Adalah seorang diplomat; dan
(h). Pengambil keputusan yang sulit.
Kedelapan fungsi manajer yang dikemukakan oleh Stoner tersebut
tentu saja berlaku pada setiap manajer dari organisasi apapun termasuk
kepala sekolah, sehingga kepala sekolah yang berperan mengelola kegiatan
sekolah harus mampu mewujudkan kedelapan fungsi dalam perilaku sehari-
hari. Walaupun pada pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
sumber daya manusia seperti para guru, staf, siswa, orang tua siswa, dana,
sarana, suasana, dan faktor lingkungan di mana sekolah itu berada.
Sagala (2007: 88), menyatakan bahwa kepala sekolah adalah orang
yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah, menghimpun,
memanfaatkan, dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal
untuk mencapai tujuan. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan
pengajaran di sekolah tidak terlepas dari peranan kepala sekolah dalam
meningkatkan produktifitas dan prestasi guru . Kepala sekolah sebagai
manajer diharapkan memiliki kemampuan merencanakan,
19

19

mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan usaha anggota
organisasi, serta mendayagunakan seluruh sumber daya organisasi dalam
rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Yukl (2007: 232), menyatakan bahwa dalam rangka pelaksanaan
tugas-tugas manajerial paling tidak dibutuhkan tiga hal keterampilan, yaitu:
technical skill, human skill, and conceptual skill. Menurut Yukl (2007: 232),
keterampilan teknikal merupakan kecakapan dan keahlian yang harus dimiliki
oleh manajer meliputi pengetahuan tentang metode, proses, dan
perlengkapan untuk melakukan aktifitas khusus dari unit organisatoris
manajer itu. Keterampilan teknis juga meliputi pengetahuan faktual tentang
organisasi (peraturan, struktur, sistem manajemen, dan karakteristik
karyawan), pengetahuan tentang produk, dan jasa organisasi (spesifikasi
teknis, kekuatan, dan keterbatasan). Keterampilan hubungan manusia
meliputi pengetahuan mengenai perilaku manusia, proses kelompok,
kemampuan untuk mengerti perasaan, sikap, dan motivasi dari orang lain,
serta kemampuan untuk mengkomunikasikan dengan jelas dan persuasif.
Keterampilan hubungan manusia seperti empati, wawasan sosial, daya tarik,
kebijaksanaan, diplomasi, sifat persuasif, dan kemampuan komunikasi lisan
penting untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan kerja sama
dengan para bawahan, atasan, rekan sejawat, dan orang luar. Keterampilan
konseptual meliputi kemampuan analitis, berpikir logis, membentuk konsep,
pemikiran yang induktif, dan pemikiran deduktif. Dalam arti umumnya,
keterampilan konseptual termasuk penilaian yang baik, dapat melihat ke
depan, intuisi, kreativitas, kemampuan untuk menemukan arti dan
keteraturan dalam peristiwa yang tidak pasti, serta ambigu.
20

20

Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam semua bidang
kehidupan. Dengan manajemen, kinerja sebuah organisasi dapat berjalan
secara maksimal. Demikian juga dengan lembaga pendidikan. Dengan
manajemen yang baik, maka sebuah institusi pendidikan akan dapat
berkembang secara optimal sebagaimana diharapkan. Manajemen
pendidikan di Indonesia merupakan titik sentral dalam mewujudkan tujuan
pembangunan Sumber Daya Manusia. Dalam pengamatannya, manajemen
pendidikan di Indonesia masih belum menampakkan kemampuan profesional
sebagaimana yang diinginkan, masalah manajemen pendidikan merupakan
salah satu masalah pokok yang menimbulkan krisis dalam dunia pendidikan
Indonesia. Kondisi ini disebabkan karena tidak adanya tenaga-tenaga
administrator pendidikan yang profesional. Oleh karena itu, hal penting yang
harus dipertimbangkan bagi sebuah institusi pendidikan adalah adanya
tenaga administrator pendidikan yang profesional. Dalam pengelolaan
administrasi pendidikan, diperlukan kualitas personil yang memadai, dalam
arti penempatan orang yang tepat sesuai dengan kompetensi yang
diperlukan untuk kinerja yang efektif dan efisien. Faktor manajemen
merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan efek terhadap prestasi
belajar siswa.
Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka telah terjadi
perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan yang antara lain telah
memunculkan suatu model dalam manajemen pendidikan, yaitu school
based management. Model manajemen ini pada dasarnya memberikan
peluang yang sangat besar (otonomi) kepada sekolah untuk mengelola
dirinya sesuai dengan kondisi yang ada serta memberikan kesempatan
21

21

kepada masyarakat (stakeholders) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam
penyelenggaraan pendidikan. Konsekuensi dari pelaksanaan manajemen
berbasis sekolah dalam setiap satuan, jenis, dan jenjang pendidikan antara
lain sangat diperlukan adanya kemampuan manajerial yang cukup memadai
dari kepala sekolah dan didukung oleh adanya kinerja guru yang profesional.
Mulyasa, (2004:4) rendahnya kualitas sumber daya manusia
merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan
perkembangan ekonomi nasional. Penataan sumber daya manusia perlu
diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem
pendidikan yang berkualitas baik pada jalur pendidikan formal, informal,
maupun non formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.
Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa tentang pentingnya pengembangan
sistem pendidikan yang berkualitas perlu lebih ditekankan, karena berbagai
indikator menunjukkan bahwa pendidikan yang ada belum mampu
menghasilkan sumber daya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan
kebutuhan pembangunan.
Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh
keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang
tersedia di sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen
pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala
sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan,
administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan
pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal tersebut
menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas
22

22

kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif
dan efisien.
Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh
dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi,
memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya.
Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan
peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemampuan tenaga
kependidikan. Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian
atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk
memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam perannya sebagai seorang
pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan
perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga.
Sardiman (2005:125) mengemukakan bahwa guru adalah salah satu
komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan
dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang
pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di
bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan
kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan
masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru tidak semata-
mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, tetapi
juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai
pembimbing yang memberikan pengarahkan dan menuntun siswa dalam
belajar.
Dengan kemampuan profesional manajemen pendidikan, kepala
sekolah diharapkan dapat menyusun program sekolah yang efektif,
23

23

menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan membangun unjuk kerja
personel sekolah serta dapat membimbing guru melaksanakan proses
pembelajaran. Di sekolah, kepala sekolah senantiasa berinteraksi dengan
guru bawahannya, memonitor dan menilai kegiatan mereka sehari-hari.
Rendahnya kinerja guru akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas
yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan
pendidikan. Rendahnya kinerja guru harus diidentifikasi penyebabnya.
Kinerja Guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan
komponen sekolah baik kepala sekolah, iklim sekolah, guru, karyawan,
maupun anak didik. Pidarta (1995) dalam Saerozi (2005: 2) mengemukakan
ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam
melaksanakan tugasnya yaitu : (1) Kepemimpinan kepala sekolah; (2) Iklim
sekolah; (3) Harapan-harapan, dan (4) Kepercayaan personalia sekolah.
Dengan demikian nampaklah bahwa kepemimpinan kepala sekolah
dan iklim sekolah akan ikut menentukan baik buruknya kinerja guru. Pada
kondisi semacam ini, kepala sekolah memegang peranan penting, karena
dapat memberikan iklim yang memungkinkan bagi guru berkarya dengan
penuh semangat. Dengan keterampilan manajerial yang dimiliki, kepala
sekolah membangun dan mempertahankan kinerja guru yang positif.
Dalam pelaksanaan tugasnya mendidik, guru memiliki sifat dan
perilaku yang berbeda, ada yang bersemangat dan penuh tanggung jawab,
juga ada guru yang dalam melakukan pekerjaan itu tanpa dilandasi rasa
tanggung jawab, selain itu juga ada guru yang sering membolos, datang tidak
tepat pada waktunya dan tidak mematuhi perintah. Kondisi guru seperti itulah
yang menjadi permasalahan di setiap lembaga pendidikan formal. Dengan
24

24

adanya guru yang mempunyai kinerja rendah, sekolah akan sulit untuk
mencapai hasil seperti yang diharapkan.
Dalam organisasi, termasuk organisasi sebuah sekolah terdapat
faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakefektifan kinerja guru. William
B. Castetter dalam Sedarmayanti (2001:53-54) menyatakan bahwa beberapa
organisasi untuk mengetahui tingkat kinerja (personil yang tidak efektif dan
sumber utama kinerja yang tidak efektif adalah dengan
memperhatikan/menilai beberapa faktor, diantaranya seperti tabel 1 berikut:
Tabel 1.1
Beberapa Faktor Untuk Mengetahui Tingkat Kinerja
Faktor Organisasi Faktor Individu Faktor Sosial

A. SELAMA BEKERJA
- Keterlambatan
- Kehadiran
- Pelatihan
- Penurunan produktivitas
- Perombakan rencan /jadwal
- Peningkatan tanggung
jawab kepengawasan
- Kekeliruan dan ketidak
efisienan
B. DI LUAR PEKERJAAN
- Kehilangan Investasi
- Semangat
- Rekruitmen
- Seleksi dan penempatan
- Kekurangan biaya
- Perombakan rencana /jadwal
- Kompensasi sebenarnya
Pengaruh karier


Pengaruh kemampuan


Pengaruh sosial


Pengaruh keluarga


Pengaruh psikologis

- Ketidakpuasan klien

- Hubungan masyarakat

- Kredibilitas & abilitas

sistem untuk memberikan
pelayanan

- Kekurangan dalam hal
mutu pelayanan
pendidikan

- Hasil gagal diperoleh
sesuai dengan standar

(Sumber: Sedarmayanti, Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja, Bandung: Mandar Maju, 2001 )
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja
atau prestasi kerja guru adalah keberhasilan guru dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar yang bermutu. Tugas mengajar merupakan tugas
utama guru dalam sehari-hari di sekolah. Kita tidak bisa menyamakan kinerja
guru dengan kinerja pegawai/karyawan, walaupun sama-sama
berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil.
25

25

Berdasarkan kajian teoretis sebagaimana terdeskripsi diatas, ada
beberapa alasan yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini.
Pertama, kemajuan dibidang pendidikan membutuhkan administrator
pendidikan yang mampu mengelola satuan pendidikan dan mampu
meningkatkan kinerja guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Kedua,
persepsi masyarakat selama ini memposisikan guru sebagai kunci utama
keberhasilan atau kegagalan pendidikan. Padahal, seorang guru hanyalah
salah satu komponen dalam satuan pendidikan di sekolah. Di samping guru,
kepala sekolah adalah pihak yang memegang peranan tidak kalah penting.
Ketiga, kajian empiris dengan tema ini menarik untuk dilakukan mengingat
perkembangan ilmu dan teori manajemen, khususnya manajemen
pendidikan, yang berjalan dengan pesat.
Berdasarkan uraian di atas peneliti akan meneliti pengaruh
keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Dimana ada tiga aspek
keterampilan manajerial yang menjadi fokus , yaitu keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan teknis.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang penelitian serta hasil
identifikasi masalah di atas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
(1). Apakah ada pengaruh yang signifikan keterampilan konseptual kepala
sekolah , terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing
Kabupaten Batang?
26

26

(2). Apakah ada pengaruh yang signifikan , keterampilan hubungan manusia
kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang?
(3). Apakah ada pengaruh yang signifikan keterampilan teknis kepala
sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing
Kabupaten Batang?
(4). Apakah ada pengaruh keterampilan konseptual, keterampilan hubungan
manusia, dan keterampilan teknis secara bersama-sama terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian itu, tujuan yang hendak
dicapai melalui penelitian ini adalah :
(1). Untuk menganalisis pengaruh keterampilan konseptual kepala sekolah ,
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang.
(2). Untuk menganalisis pengaruh keterampilan hubungan manusia kepala
sekolah , terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing
Kabupaten Batang.
(3). Untuk menganalisis pengaruh keterampilan teknis kepala sekolah
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang.
(4). Untuk menganalisis pengaruh keterampilan konseptual, keterampilan
hubungan manusia, dan keterampilan teknis secara bersama-sama
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang.
27

27

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang bisa dihasilkan dalam penelitian ini adalah:
1.4.1. Manfaat Teoritis
(a). Bagi perkembangan ilmu pengetahuan, dapat menambah
khasanah pengembangan ilmu administrasi pendidikan,
khususnya tentang keterampilan manajerial kepala sekolah dan
kinerja guru; dan
(b). Membantu mengembangkan pengetahuan tentang kinerja guru
yang ada di SMP Negeri Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang.
1.4.2. Manfaat Praktis
(a). Bagi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Batang, dapat menjadi bahan pertimbangan dalam
pembinaan kepala sekolah dan guru di SMP Negeri
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang; dan
(a). Bagi kepala sekolah dan guru, dapat menambah wawasan
dalam rangka meningkatkan keterampilan manajerial kepala
sekolah dan kinerja guru.














28

28


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terdahulu
Peneliti menemukan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan
penelitian ini setelah mengadakan studi kepustakaan, di antaranya penelitian
yang dilakukan oleh :
Indiyono (2003), Hubungan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah
dengan Guru Pembimbing pada SMA Negeri di Kabupaten Kendal. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keterampilan
manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru pembimbing. Di dalam
temuan tersebut keterampilan hubungan manusia paling banyak
kontribusinya dalam meningkatkan kinerja guru dibandingkan keterampilan
konseptual dan keterampilan teknikal.

Wiharjadi (2000), Hubungan Pembinaan oleh Kepala Sekolah dengan
Kinerja Guru Pembimbing, Studi Deskriptif-Analitik pada Sekolah Menengah
Kejuruan Negeri se Jawa Barat. Penelitian ini menemukan bahwa kinerja
guru sangat bergantung dari pembinaan yang dilakukan kepala sekolah.
Dapat pula dikatakan bahwa semakin baik pembinaan yang dilakukan kepala
sekolah kepada guru SMK, kecenderungannya akan semakin baik pula
kinerja yang ditunjukkan guru.

Setiadi (2002), Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah dan
Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru pembimbing
pada SMU Negeri di Kabupaten Pati. Dari hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah (keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia, dan keterampilan teknikal) memiliki
hubungan yang signifikan terhadap kinerja guru.

Presthus (2006), A Successful School and its’ Principal Enabling
Leadership within the Organization. Penelitian ini menemukan bahwa
kemampuan kepala sekolah adalah pondasi dasar untuk keberhasilan sekolah.

Stokking (2003), Developing Performance Standarts of Teacher
Assessment by policy Capturing. Penelitian ini mengungkapkan bahwa untuk
meningkatkan kinerja guru diperlukan dukungan dari beberapa faktor seperti
kepemimpinan kepala sekolah, kebijakan dinas terkait, serta faktor pendukung
lainnya.



29

29

Hasil-hasil penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini, akan tetapi
penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya. Hal ini
dikarenakan dalam penelitian ini lebih menekankan pengaruh keterampilan
manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang.
Tabel 2.1
Pemetaan Hasil Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Tahun Kesimpulan
1 Indiyono
Hubungan Keterampilan
Manajerial Kepala Sekolah
dengan Guru Pembimbing
pada SMA Negeri di
Kabupaten Kendal
2003
Di dalam temuan tersebut
keterampilan hubungan manusia
paling banyak kontribusinya
dalam meningkatkan kinerja
guru dibandingkan keterampilan
konseptual dan keterampilan
teknikal
2 Wiharjadi
Hubungan Pembinaan oleh
Kepala Sekolah dengan
Kinerja Guru Pembimbing,
Studi Deskriptif-Analitik pada
Sekolah Menengah Kejuruan
Negeri se Jawa Barat.
2000
Penelitian ini menemukan bahwa
kinerja guru sangat bergantung
dari pembinaan yang dilakukan
kepala sekolah. Dapat pula
dikatakan bahwa semakin baik
pembinaan yang dilakukan
kepala sekolah kepada guru
SMK, kecenderungannya akan
semakin baik pula kinerja yang
ditunjukkan guru.

3 Setiadi
Hubungan Antara Supervisi
Kepala Sekolah dan
Keterampilan Manajerial
Kepala Sekolah dengan
Kinerja Guru pembimbing
pada SMU Negeri di
Kabupaten Pati..

2002
Dari hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa
keterampilan manajerial kepala
sekolah (keterampilan
konseptual, keterampilan
hubungan manusia, dan
keterampilan teknikal) memiliki
hubungan yang signifikan
terhadap kinerja guru
4 Presthus
A Successful School and its’
Principal Enabling Leadership
within the Organization.
2006
Penelitian ini menemukan bahwa
kemampuan kepala sekolah
adalah pondasi dasar untuk
keberhasilan sekolah.

5 Stokking
Developing Performance
Standarts of Teacher
Assessment by policy
Capturing.
2003
Penelitian ini mengungkapkan
bahwa untuk meningkatkan
kinerja guru diperlukan
dukungan dari beberapa faktor
seperti kepemimpinan kepala
sekolah, kebijakan dinas terkait,
serta faktor pendukung lainnya.


30

30

2.2. Kerangka Dasar Teoritik
2.2.1 Kepala Sekolah
Kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu “Kepala” dan
“Sekolah” kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu
organisasi atau sebuah lembaga. Sedang sekolah adalah sebuah
lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran.
Jadi secara umum kepala sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah
atau suatu lembaga di mana temapat menerima dan memberi
pelajaran. Wahjosumidjo (2007:83) mengartikan bahwa: “Kepala
sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk
memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar
mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang
memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Sementara
Rahman dkk (2006:106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah
adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat untuk
menduduki jabatan struktural (kepala sekolah) di sekolah”.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 Tahun
2010 BAB I pasal 1 menyatakan bahwa :
Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas
tambahan untuk memimpin Taman Kanak-Kanak/Raudhotul Athfal
(TK/RA), Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB),
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs),
Sekolah Menengah Pertama Luar biasa (SMPLB), sekolah menengah
atas/madrasah aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah
31

31

Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), atau Sekolah
Menengah atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf
Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah
Bertaraf Internasional (SBI).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan
bahwa kepala sekolah adalah sorang guru yang mempunyai
kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada
suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk
mencapai tujuan bersama.
Jadi profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah berarti
suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu
meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan
agar kualitas keprofesionalannya dalam menjalankan dan memimpin
segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah untuk mau bekerja
sama dalam mencapai tujuan bersama.
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang
paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu
kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksankan.
Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan
Wahjosumidjo (2007:97) adalah:
(1). Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain.
Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di leingkungan
sekolah.
(2). Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan
32

32

yang dilakukan oleh bawahan. Perbuatan yang dilakukan oleh para
guru, siswa, staf, dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari
tanggung jawab kepala sekolah
(3). Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah
harus mampu menghadapi berbagai persoalan. Dengan segala
keterbatasan, seorang kepala sekolah harus dapat mengatur
pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi
konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah.
(4). Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. Kepala
sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis,
kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible.
Serta harus dapat melihat setiap tugas sebagai satu keseluruhan yang
saling berkaitan.
(5). Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah. Dalam
lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari
manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa
menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah
dalam konflik tersebut.
(6). Kepala sekolah adalah seorang politisi. Kepala sekolah harus dapat
membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan
kesepakatan (compromise). Peran politis kepala sekolah dapat
berkembang secara efektif, apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip
jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing, (2)
terbentuknya aliasi atau koalisi, seperti organisasi profesi, OSIS,
Komite Sekolah , dan sebagainya; (3) terciptanya kerjasama
33

33

(cooperation) dengan berbagai pihak, sehingga aneka macam aktivitas
dapat dilaksanakan.
(7). Kepala sekolah adalah seorang diplomat. Dalam berbagai macam
pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang
dipimpinnya.
(8). Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit. Tidak ada satu
organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem. Demikian pula
sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dan
kesulitan-kesulitan. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala
sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan
persoalan yang sulit tersebut.
2.2.2 Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah
Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan
memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan
merupakan proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan
kualitas sumber daya manusia itu sendiri, agar mutu tetap terjaga dan
agar proses peningkatan kualitas tetap terkontrol, maka harus ada
standar yang diatur dan disepakati secara nasional untuk dijadikan
indikator evaluasi keberhasilan. Pemikiran ini mendorong munculnya
pendekatan baru, yaitu pengelolaan peningkatan mutu pendidikan
masa mendatang harus berbasis sekolah sebagai institusi paling depan
dalam kegiatan pendidikan atau sering disebut school based
management. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah
merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan yang lebih
34

34

menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah yang dipimpin
oleh manajer yang disebut kepala sekolah.
Seorang manajer dituntut mempunyai keterampilan agar dapat
meyakinkan fungsi-fungsi manajemen yang diperlukan untuk mencapai
tujuan organisasi. Menurut Yukl (2007: 8), kepemimpinan manajerial
dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk mempengaruhi orang
lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan, dan
bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk
memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan
bersama.
Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen,
tetapi tidak sama dengan manajemen. Kepemimpinan merupakan
kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain
agar bekerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam
memimpin kelompoknya seorang pemimpin mempunyai kewajiban
menolong kelompok itu dengan sepenuh kemampuannya dalam
mencapai tujuan secara efektif. Pemimpin dalam hal ini bukan hanya
berada di belakang kelompoknya tetapi harus mampu mendorong dan
memberi semangat untuk membangkitkan gairah kerja dalam mencapai
tujuan. Pemimpin di depan harus mampu mempermudah mencapai
tujuan organisasi.
Menurut Hersey dalam Wahjosumidjo (2007: 101), agar seorang
kepala sekolah secara efektif dapat melaksanakan fungsinya sebagai
manajer, kepala sekolah harus memahami dan mampu mewujudkan
35

35

nilai-nilai yang terkandung dalam keterampilan manajerial ke dalam
tindakan atau perilakunya, yaitu:
(1) Technical Skills
(a). Menguasai pengetahuan tentang metode, proses, prosedur,
dan teknik untuk melaksanakan kegiatan khusus; dan
(b). Kemampuan untuk memanfaatkan serta mendayagunakan
sarana dan peralatan yang diperlukan dalam mendukung
kegiatan yang bersifat khusus tersebut.
(2) Human Skills
(a) Kemampuan untuk memahami perilaku manusia dan proses
kerja sama;
(b) Kemampuan untuk memahami isi hati, sikap, dan motif orang
lain, mengapa mereka berkata dan berperilaku;
(c) Kemampuan untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif;
(d) Kemampuan menciptakan kerja sama yang efektif, kooperatif,
praktis, dan diplomatis; serta
(e) Mampu berperilaku yang dapat diterima.
(3) Conceptual Skills
(a) Kemampuan analisis;
(b) Kemampuan berpikir rasional;
(c) Ahli atau cakap dalam berbagai macam konsepsi;
(d) Mampu menganalisis berbagai kejadian serta mampu
memahami berbagai kecenderungan;
(e) Mampu mengantisipasikan perintah; dan
36

36

(f) Mampu mengenali macam-macam kesempatan dan problem-
problem sosial.
Wahjosumidjo (2007: 100), menyatakan bahwa setiap organisasi pada
umumnya terdapat tiga tingkatan dalam manajemen, yaitu manajemen tingkat
atas (top management), manajemen tingkat menengah (middle management),
dan manajemen tingkat bawah (low management). Untuk manajer tingkat
bawah dituntut adanya penguasaan keterampilan teknis yang dominan
sedangkan pada tingkatan yang semakin tinggi pemimpin makin banyak
memerlukan keterampilan konseptualnya. Walaupun begitu seorang pemimpin
harus mempunyai keterampilan dalam hubungannya dengan manusia lain
(human skills). Keadaan tersebut digambarkan dalam bentuk sebagai berikut:
Gambar 2. 1.
Tiga keterampilan manajerial sesuai dengan tingkat kedudukan manajer dalam
organisasi (Wahjosumidjo, 2007: 100)

ConceptualSkills
Human Skills
Technical Skills


Pendapat lain yang dikemukakan oleh Winardi (2000: 39), ketiga
keterampilan diperlukan di dalam manajemen. Keterampilan teknis sangat
penting artinya pada tingkatan manajemen lebih rendah, tetapi hal tersebut
makin berkurang artinya sewaktu kita bergerak ke atas pada peringkat-
peringkat manajemen yang lebih tinggi. Keterampilan konseptual lebih penting
sewaktu orang meningkat pada peringkat manajemen. Makin tinggi orang
dalam hierarki, makin terlibat orang dalam keputusan-keputusan jangka
Top Manager

Middle Manager

Low Manager
37

37

panjang, yang dapat mempengaruhi bagian terbesar dari organisasi yang
bersangkutan atau seluruh organisasi. Keterampilan hubungan manusia
secara sama diperlukan untuk semua tingkatan. Manajer puncak, manajer
menengah, dan manajer tingkat bawah berhadapan dan bekerjasama dengan
manusia dalam mencapai tujuan. Maka penghargaan terhadap manusia
penting untuk semua tingkatan.
Keterampilan manajerial kepala sekolah dalam organisasi sekolah
berarti kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas berdasarkan
kompetensi pekerjaan dengan mendorong, mempengaruhi, membimbing,
mengarahkan, menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan
pelaksanaan dan pengembangan pendidikan, serta pengajaran. Sedangkan
kepala sekolah yang kompeten berarti menguasai kecakapan kerja atau
keahlian sesuai dengan bidang kerja yang bersangkutan.
(a) Keterampilan Konseptual
Keterampilan konseptual dalam organisasi pendidikan adalah
kemampuan yang dimiliki oleh administrator sekolah untuk melihat
lingkungan sekolah dan program sekolah sebagai suatu keseluruhan,
kemampuan menjalankan secara efektif setiap komponen sekolah, program
pendidikan sebagai suatu sistem pengajaran dan berfungsi
mengorganisasikan manusia. Yukl (2007: 233), mengatakan bahwa
keterampilan konseptual meliputi kemampuan analitis, berpikir logis,
membentuk konsep, pemikiran yang induktif, dan pemikiran deduktif.
Pendapat lain dikemukakan oleh Winardi (2000: 39), bahwa
keterampilan konseptual adalah kemampuan untuk memahami dan
38

38

merangkum semua aktivitas dan kepentingan-kepentingan organisasi yang
bersangkutan.
Keterampilan konseptual dalam bidang pendidikan adalah
kemampuan yang dimiliki sekolah untuk melihat kemampuan yang dimiliki
oleh administrator sekolah meliputi kemampuan mendiagnosa
permasalahan sekolah, memecahkan masalah, merencanakan perilaku,
mengkoordinasi kegiatan sekolah, mengevaluasi kegiatan,
mengembangkan kurikulum, dan mengembangkan staf untuk mencapai
tujuan sekolah.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
keterampilan konseptual merupakan keterampilan untuk merencanakan,
menentukan strategi, mendiagnosa permasalahan sekolah, mengkoordinasi
kegiatan, mengevaluasi kegiatan, mengembangkan kurikulum, dan
mengembangkan staf untuk mencapai tujuan sekolah yang semuanya itu
harus menguatkan fungsi pengorganisasian.
Pengorganisasian di lembaga pendidikan, kepala sekolah yang
harus bertanggungjawab untuk mengorganisasikan stafnya, tugas-tugas,
dan memberi bantuan dalam menentukan cara yang akan memudahkan
pencapaian tujuan sekolah, termasuk pengorganisasian program yang ada
di sekolah. Untuk mengetahui sejauh mana pengorganisasian oleh kepala
sekolah dapat dilaksanakan atau tujuan dapat dicapai maka kepala sekolah
secara periode tertentu hendaknya mengadakan evaluasi.
(b) Keterampilan Hubungan Manusia
Keterampilan hubungan manusia diperlukan pada semua tingkatan
manajer dalam organisasi, baik manajer perusahaan maupun administrator
39

39

pendidikan. Winardi (2000: 39), mengartikan keterampilan hubungan
manusia sebagai kemampuan untuk bekerja dengan dan memahami orang-
orang. Untuk dapat memanajemen orang-orang secara efektif, maka para
manajer perlu berpartisipasi secara efektif dengan pihak lain. Pendapat lain
dikemukakan oleh Yukl (2007: 235), bahwa kecerdasan antar pribadi
meliputi pengetahuan mengenai perilaku manusia dan proses kelompok,
kemampuan untuk mengerti perasaan, sikap, dan motivasi dari orang lain,
serta kemampuan untuk mengkomunikasikan dengan jelas dan persuasif.
Yukl (2007: 62) mengemukakan profil perilaku kepemimpinan antara
lain: (1) pertimbangan dan (2) struktur memprakarsai.
(1) Pertimbangan. Pemimpin bertindak dalam cara yang bersahabat dan
mendukung, memperlihatkan perhatian terhadap bawahan, dan
memperhatikan kesejahteraan mereka. Contohnya meliputi melakukan
kebaikan kepada bawahan, meluangkan waktu untuk mendengarkan
permasalahan bawahan, mendukung atau berjuang bagi bawahan,
berkonsultasi dengan bawahan mengenai hal penting sebelum
dilaksanakan, bersedia menerima saran dari bawahan, dan
memperlakukan bawahan sebagai sesamanya; dan
(2) Strutur memprakarsai (initiating structure). Pemimpin menentukan dan
membuat struktur perannya sendiri dan peran bawahan ke arah
pencapaian tujuan formal. Contohnya meliputi mengkritik pekerjaan
yang buruk, menekankan pentingnya memenuhi tepat waktu,
menugaskan bawahan, mempertahankan standar kinerja tertentu,
meminta bawahan untuk mengikuti prosedur standar, dan
40

40

menawarkan pendekatan baru terhadap masalah, dan
mengkoordinasikan aktivitas para bawahan yang berbeda-beda.
Kesimpulan yang dapat diambil dari jabaran di atas bahwa
keterampilan hubungan manusia merupakan kemampuan untuk
memahami manusia secara individu dan kelompok, kemampuan
bekerja sama, berkomunikasi, memberikan inovasi kepada bawahan,
serta membangun keputusan agar dapat meningkatkan kinerja dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Kaitannya dengan dunia pendidikan
dapat disimpulkan bahwa keterampilan hubungan manusia dalam
bidang pendidikan adalah kemampuan administrator sekolah untuk
menciptakan komunikasi yang harmonis dengan personil sekolah,
memotivasi, mengembangkan sikap, moral dan menyelesaikan konflik,
mengetahui kebutuhan manusia, serta mengembangkan sumber daya
manusia agar dapat meningkatkan unjuk kerja guru untuk mencapai
tujuan sekolah.
Perilaku hubungan manusia yang dilakukan oleh kepala sekolah
berdasarkan pendapat di atas meliputi: (1) Menjalin hubungan kerja
sama dengan para guru agar tujuan sekolah dicapai dengan mudah; (2)
Membangun semangat atau memotivasi kerja guru agar dapat berhasil
dalam menyelesaikan tugas; (3) Menjalin komunikasi dengan para
guru, agar program sekolah dipahami secara baik oleh guru; (4)
Menciptakan kerja sama yang efektif dan kooperatif dengan para guru
sebagai upaya untuk memperlancar pelaksanan tugas guru; (5)
Mengikutsertakan para guru dalam merumuskan pengambilan
keputusan; (6) Menyelesaikan konflik di sekolah; (7) Memberikan
41

41

bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan tugas guru, sebagai
upaya untuk memperlancar pelaksanaan tugas guru dalam proses
belajar mengajar; dan (8) Memperhatikan kesejahteraan guru.

(c) Keterampilan Teknis
Yukl (2007: 232), menyatakan bahwa keterampilan teknis
meliputi pengetahuan tentang metode, proses, dan perlengkapan untuk
melakukan aktivitas khusus dari unit organisatoris manajer itu.
Keterampilan teknis juga meliputi pengetahuan faktual tentang
organisasi (peraturan, struktur, sistem manajemen, dan karakteristik
karyawan), pengetahuan tentang produk, dan jasa organisasi
(spesifikasi teknis, kekuatan, dan keterbatasan). Menurut Winardi
(2000: 39), keterampilan teknis merupakan kemampuan untuk
menggunakan alat-alat, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik bidang
khusus yang terspesialisasi.
Teknik ini pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi dua
yaitu teknik yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dan teknik
yang berkaitan dengan teknik ketatausahaan.
2.2.3 Kinerja Guru
2.2.3.1 Pengertian Kinerja Guru
Orang bekerja pada hakikatnya untuk memenuhi
kebutuhan atas dorongan tertentu. Kebutuhan manusia
dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku,
sedangkan tujuan berfungsi mengarahkan perilaku. Kegiatan
bekerja seseorang dalam sebuah institusi kemudian terwujud ke
42

42

dalam sebuah rumusan yang disebut kinerja. Termasuk dalam
pengertian ini adalah kinerja guru di satuan pendidikan.
Ada berbagai definisi kinerja yang telah diuraikan oleh
beberapa pakar. Sebagai contoh Laeham dan Wexley dalam
Mulyasa (2007: 135), mendefinisikan kinerja sebagai berikut
“performance appraisals are crucial to the efectivity management
of an organization’s human resources, and the proper
management of human resources is a critical variable affecting an
organization’s productivity”.
Pendapat lain dikemukakan oleh Smith dalam Mulyasa
(2007: 136), bahwa kinerja adalah ”…output drive from
processes, human or otherwise”. Jadi kinerja merupakan hasil
atau keluaran dari suatu proses. Keterkaitan psikologis akan
tampak jelas dari dan di dalam kesungguhan kerja serta
tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan
yang dipercayakan. Hal ini juga tidak lepas dengan persoalan
kinerja guru.
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara , (2000:67) Istilah
kinerja guru berasal dari kata job performance/actual permance
(prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh
seseorang). Jadi menurut bahasa kinerja bisa diartikan sebagai
prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada
diri seseorang. Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan
pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut.
Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan
43

43

Kinerja guru akan tercapai dengan baik jika guru tersebut
memiliki kompetensi sebagai seorang guru. Kompetensi dasar
guru dilihat dari kinerja dalam kegiatan belajar mengajar, ini
mengandung makna keterkaitan psikologis dari seseorang
terhadap pekerjaannya yang menjadi tanggungjawabnya.
Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pengertian
kinerja bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari
serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang
berprofesi guru. Kemampuan yang harus dimiliki guru telah
disebutkan dalam Undang-Udang Guru dan Dosen Nmor 14
Tahun 2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi
kepribdian, padagogik, professional dan social.
Farida Sarimaya dalam Martinis (2010:15) menjelaskan
keempat jenis kompetensi guru beserta sub-kompetensi dan
indicator esensi, sebagai berikut :
(a) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampan personal
yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif,
dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak
ulia. Secara rinci sub-kompetensi tersebut dapt dijabarkan sebagai
berkut :
(1) Sub-kompetensi kepribadian yang mantap dan stabil memiliki
indikator esensial; bertindak sesuai dengan nor hokum;
bertindak sesuai dengan norma social; bangga sebagai guru;
dan memliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
44

44

(2) Sub – kompetensi kepribadian yang deasa memiliki indikator
esensial; menampilakan kemandirian dalam bertindak sebagai
pendidikan dan memiliki etos kerja sebagai guru
(3) Sub – kompetnsi kepribadian yang arif memliki indikator
esensial; menapilkan tindakan yang didasarkan pada
pemanfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat serta
menunjukan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak.
(4) Sub-kompetensi keprbadian yang berwibawa memiliki indikator
esensial; memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap
peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
(5) Sub-kompetensi akhlak mulia dan dapat mejadi teladan
memiliki indikator esensial; bertindak sesuai dengan norma
religious (iman dan taqwa, jujur dan ikhlas, suka menolong)
dan memilii perilaku yang diteladani peserta didik.
(6) Sub-kompetensi evaluasi diri dan pengembangan diri memiliki
indikator esensial; memiliki kemampuan untuk berintrospeksi,
dan mampu mengembangkn potensi diri secara optimal.
(b) Kompetensi Paedagogik
Kompetensi paedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta
didik, perencanaan dan pelaksanan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci
setiap Sub-kompetensi djabarkan menjadi indicator esensial;
sebagai berikut:
45

45

(1) Sub-kompetensi memahami peserta didik secara mendalam
memiliki indicator esensial; memahami peserta didik dengan
memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif;
memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsp
kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
(2) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan
pendidikan untuk kepentingan pembelajaran. Sub-kompetensi
ini memiliki indicator esensial; memahami landasan
kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran;
menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik
peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar;
serta menyusun rangcangan pembelajaran berdasarkan
strategi yang dipilih.
(3) Sub-kompetensi melaksanakan pembelajaran memiliki indicator
esensial; menara latar (setting) pembelajaran; dan
melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
(4) Sub-kompetensi merancang dan melaksanakan evaluasi
pembelajaran memiliki indicator esensial; merancang dan
melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar
secara berkesinambungan dengan berbagai metode;
menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk
menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan
memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan
kualitas prigram pembelajaran secara umum.
46

46

(5) Sub-kompetensi mengembangkan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensinya memiliki indicator
esensial; memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan
bergabai potensi akademik; dan memfasilitasi pesera didik
untuk mengembangan berbagai potensi non akademik.
(c) Kompetensi professional
Kompetensi professional merupakan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup
penguasaan materi kurikulum ata pelajaran di sekolah dan
substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan
terhadap struktur dan methodology keilmuan. Setiap Sub-
kompetensi tersebuat memliki indicator esensial sebagai berikut:
(1) Sub-kompetensi menguasai substansi keilmuan yang terkait
dengan bidang studi memiliki indicator esensial; memahami
materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami
struktur, konsep, dan metode keilman yang menaungi atau
koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar
mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep
keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
(2)Sub-kompetensi meguasai struktur dan metode keilmuan
memiliki indkator esensial; menguasai langkah-langkah
peneliatian dan kaian kritis untuk memperdalam pegetahuan/
materi bidang studi professional dalam konteks global.


47

47

(d) Kompetensi social
Kompetensi social merupakan kemampuan guru untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta
didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki Sub-
kompetensi dengan indicator esensial segabai berikut:
(1) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan
peserta didik. Sub-kompetensi ini memiliki indicator esensial;
berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
(2) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efetif dengan
sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
(3) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang
tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
Empat kompetensi tersebut kemudian dijabarkan
dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun
2007 Tentang Standar Kompetensi Akademik dan Kompetensi
Guru. Standar kompetensi guru mata pelajaran terdiri dari
kompetensi inti guru dan kompetensi guru mata pelajaran.
Pada penelitian ini hanya menjelaskan tentang kompetensi
profesional guru mata pelajaran.
Jadi yang dimaksud kompetensi profesional guru dalam
penelitian ini adalah kemampuan dan wewenang guru dalam
melaksanakan profesinya sebagai guru mata pelajaran.
Secara rinci kompetensi profesional guru mata pelajaran dapat
dijelaskan pada tabel berikut :
48

48

Tabel 2. 2
Kompetensi Profesional Guru
No ASPEK SUB ASPEK
1 Menguasai materi, struktur,
konsep dan pola pikir yang
mendukung mata pelajaran
yang diampu
1.1 Menguasai materi
1.2 Memahami struktur
1.3 Memahami konsep
1.4 Memahami pola pikir yang mendukung
mata pelajaran
2 Menguasai Standar
Kompetensi dasar mata
pelajaran yang diampu
2.1 Menguasai standar kompetensi
mata pelajaran yang diampu
2.2 Memahami kompetensi dasar mata
pelajaran yang diampu
2.3 Memahami tujuan pembelajaran
mata pelajaran yang diampu
3 Mengembangkan materi
pelajaran yang diampu
secara kreatif
3.1 Memilih materi mata pelajaran
yang diampu sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik
3.2 Mengolah materi mata pelajaran
yang diampu secara kreatif sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta
didik
4 Mengembangkan
keprofesionalan secara
berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif
4.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja
sendiri secara terus menerus
4.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam
rangka peningkatan keprofesionalan
4.3 Melakukan penelitian tindakan kelas
untuk meningkatkan keprofesionalan
4.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan
belajar dari berbagai sumber
5 Memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi
untuk pengembangan diri
5.1 Memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi dalam berkomunikasi
5.2 Memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi untuk pengembangan
diri


Menurut Permen 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dalam
Pedoman Administrasi Pendidikan (SMP/SMA/SMK), guru
bertanggungjawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas
melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan
efisien. Guru merupakan satu komponen manusia dalam proses
49

49

belajar mengajar, sangat berperan dalam usaha mentransfer ilmu
pengetahuan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia
yang berkualitas. Guru juga merupakan salah satu unsur di bidang
pendidikan yang berperan aktif dan dapat menempatkan
kedudukannya secara proporsional sesuai dengan tuntutan
masyarakat yang semakin berkembang. Khususnya setiap guru
memikul tanggung jawab membawa siswanya menuju kedewasaan
pada taraf tertentu.
Guru juga harus mempunyai jiwa pengabdian, dituntut
untuk bersifat programatis dan filosofis, memiliki pandangan yang
mendasar, mematuhi norma dan nilai-nilai yang berlaku, serta
memiliki semangat membangun. Selain syarat tersebut di atas
seorang guru harus memiliki badan yang sehat, tidak mempunyai
penyakit menular, dan tidak cacat tubuh yang mengganggu
pekerjaannya. Selain itu guru juga harus memiliki kemampuan
profesional, memiliki kepribadian kapasitas intelektual, dan
memiliki sifat edukatif sosial.
2.2.3.2. Penilaian Kinerja Guru
Penilaian kinerja merupakan proses organisasi dalam
mengevaluasi kerja dari suatu tugas yang telah dikerjakan. Menilai
bukan untuk mencari yang pandai dan yang bodoh, melainkan
bersifat sebagai evaluasi dari keseluruhan proses kerja. Penilaian
kinerja yang baik mengutamakan pada hubungan kerjasama
pimpinan dan bawahan, menjelaskan apa yang telah dikerjakan
dan menghargai prestasi kerjanya. Salah satu tujuan pegukuran
50

50

atau penilaian adalah memberikan informasi pokok tentang
evaluasi hasil kerja, yang selanjutnya akan bermanfaat bagi
perkembangan organisasi. Menurut Timpe (2002: 234), penilaian
kinerja harus dilakukan secara adil, tidak memihak, dan harus
menggambarkan kinerja kerja aktual yang akurat. Karena itu untuk
memastikan penilaian yang adil dan akurat, harus ada kepastian
bahwa penyebab-penyebab kinerja sebenarnya dapat dikenali.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
penilaian dapat berguna bagi kepala sekolah dan guru. Bagi kepala
sekolah dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan
menindaklanjuti hasil penilaian, menjalin kerja sama dengan guru
dalam rangka meninjau perilaku yang berkaitan dengan guru,
kinerja guru, dan menyusun suatu rencana untuk memperbaiki
setiap deviasi agar sesuai dengan patokan atau standar yang
ditetapkan.
Penilaian kinerja yang telah dicapai dapat dijadikan
motivasi dalam meningkatkan kinerja di waktu mendatang
sekaligus memperbaiki kekurangan. Penilaian kinerja guru pada
umumnya dilakukan oleh atasan dalam hal ini kepala sekolah
terhadap bawahannya yaitu guru. Dalam pelaksanaan penilaian
tentunya kepala sekolah tidak bisa mengadakan penilaian menurut
keinginannya sendiri, tetapi proses penilaian harus mengacu pada
unsur-unsur yang dinilai dan ditentukan sebelumnya. Salah satu
bentuk yang digunakan yaitu mengukur atau mengadakan
penilaian terhadap perilaku guru, tugas, dan tanggung jawab guru,
51

51

sehingga para guru tentunya sudah memahami tugas, tanggung
jawab apa yang harus diselesaikan, dan mengetahui ukuran
keberhasilannya. Artinya guru juga bisa mengukur kinerjanya
berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Dale Yoder dalam Hasibuan (2005:25) mendefinisikan
penilaian kinerja sebagai prosedur yang formal dilakukan di dalam
organisasi untuk mengevaluasi pegawai dan sumbangan serta
kepentingan bagi pegawai (Has. Sedangkan menurut Siswanto
(2003: 231) penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan
manajemen atau penyelia. Penilai untuk menilai kinerja tenaga
kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan
uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu
biasanya setiap akhir tahun.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2008
pasal 52 menyatakan bahwa beban kerja guru mencakup kegiatan
pokok: (a.) merencanakan pembelajaran; (b.) melaksanakan
pembelajaran; (c) menilai hasil pembelajaran; (d) membimbing
dan melatih peserta didik; dan (e) melaksanakan tugas tambahan
yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan
beban kerja guru.
Menurut Danim, (2002) kinerja guru sangat penting untuk
diperhatikan dan dievaluasi karena guru mengemban tugas
profesional artinya tugas-tugas hanya dapat dikerjakan dengan
kompetensi khusus yang diperoleh melalui program pendidikan.
Guru memiliki tanggung jawab yang secara garis besar dapat
52

52

dikelompokkan yaitu: (1). Guru sebagai pengajar, (2). Guru
sebagai pembimbing dan (3). Guru sebagai administrator kelas.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan indikator kinerja
guru antara lain :
(a) Kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar.
(b) Penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa
(c) Penguasaan metode dan strategi mengajar
(d) Pemberian tugas-tugas kepada siswa
(e) Kemampuan mengelola kelas
(f) Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi.
(g) Membimbing dan melatih peserta didik
(h) Melaksanakan tugas tambahan
Tujuan Penilaian kinerja sangat bermanfaat bagi dinamika
pertumbuhan organisasi secara keseluruhan. Melalui penilaian
tersebut, maka dapat diketahui bagaimana kondisi riil pegawai
dilihat dari kinerja dan dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.



2.2.3.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2004:67) faktor
yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor kemampuan
(ability) dan faktor motivasi (motivision).
53

53

(a) Faktor kemampuan
Secara psikologi, kemampuan guru terdiri dari kemampuan
potensi IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill).
Artinya seorang guruyang memiliki latar belakang pendidikan
yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam
mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah
mencapai kinerja yang diharapkan.
Oleh karena itu, pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang
sesuai dengan keahliannya. Dengan penempatan guru yang
sesuai dengan bidangnya aka dapat membantu dalam efetivitas
suatu pembelajaran.
(b) Faktor motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam
menghadapi situsi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang
menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan
pendidikan.
C. Meclelland dalam Anwar Prabu (2000:68) berpendapat
bahwa .ada hubungan yang fositif antara motif berprestasi
dengan pencapaian kinerja..
Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung
jawab yang berat. Guru harus menyadari bahwa ia harus
mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh,
bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan, sehingga
siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang
54

54

disampaikan oleh gurunya. Jika ini tercapainya maka guru akan
memiiki tingkat kinerja yang tinggi.
Selanjutnya MeClelland mengemukakan 6 krakteristik
dari guru yang memiliki motif berprestasi tinggi Yaitu:
(1) Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi
(2) Berani mengambil resiko
(3) Memiliki tujuan yang realistis
(4) Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang
untuk merealisasi tujuannya.
(5) Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh
kegiatan kerja yang dilakukannya.
(6) Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang
telah diprogramkan.

2.3. Kerangka Pemikiran

2.3.1 Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah terhadap
Kinerja Guru
Keterampilan manajerial kepala sekolah adalah kemampuan
dan keahlian yang dimiliki kepala sekolah dalam tugas-tugasnya di
sekolah meliputi keterampilan konseptual, keterampilan hubungan
manusia, dan keterampilan teknis. Dalam organisasi sekolah
keterampilan manajerial kepala sekolah berarti kemampuan kepala
sekolah dalam melaksanakan tugas berdasarkan kompetensi
pekerjaan dengan mendorong, mempengaruhi, membimbing,
mengarahkan, menggerakkan orang lain yang ada hubungannya
55

55

dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan, serta
pengajaran, sedangkan kepala sekolah yang kompeten berarti
menguasai kecakapan kerja atau keahlian sesuai dengan bidang
kerja yang bersangkutan. Keterampilan managerial ini diharapkan
memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja guru .
2.3.2 Pengaruh Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah terhadap
kinerja guru
Dalam organisasi pendidikan keterampilan konseptual adalah
kemampuan yang dimiliki oleh administrator sekolah untuk melihat
lingkungan sekolah dan program sekolah sebagai suatu keseluruhan,
kemampuan menjalankan secara efektif setiap komponen sekolah,
program pendidikan sebagai suatu sistem pengajaran, dan berfungsi
mengorganisasikan manusia. Keterampilan konseptual ini diharapkan
dapat mempengaruhi kinerja guru,
2.3.2 Pengaruh Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
terhadap Kinerja Guru
Keterampilan hubungan manusia dalam bidang pendidikan
adalah kemampuan administrator sekolah untuk menciptakan
komunikasi yang harmonis dengan personil sekolah, memotivasi,
mengembangkan sikap, moral dan menyelesaikan konflik,
mengetahui kebutuhan manusia, serta mengembangkan sumber
daya manusia agar dapat meningkatkan unjuk kerja guru untuk
mencapai tujuan sekolah.

56

56

2.3.3 Pengaruh Keterampilan Teknis Kepala Sekolah terhadap Kinerja
Guru
Keterampilan teknis adalah kemampuan kepala sekolah
dalam memahami serta cakap dalam menggunakan metode, proses,
prosedur, dan teknik dalam bidang pendidikan. Sebagai kepala
sekolah tentunya berkewajiban membina dan membimbing para guru
agar mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik.
Kemudian kepala sekolah berkewajiban mengontrol cara mengajar
yang dilakukan oleh para guru.
2.3.4 Pengaruh Keterampilan Managerial Kepala Sekolah terhadap
Kinerja guru
Keterampilan manajerial kepala sekolah dalam organisasi
sekolah berarti kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan
tugas berdasarkan kompetensi pekerjaan dengan mendorong,
mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, menggerakkan orang
lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan
pendidikan, serta pengajaran. Sedangkan kepala sekolah yang
kompeten berarti menguasai kecakapan kerja atau keahlian sesuai
dengan bidang kerja yang bersangkutan.
Kinerja guru adalah perilaku nyata guru SMP Negeri di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang yang dapat diamati tugas-
tugasnya dalam melaksanakan tugas profesionalnya sehingga dapat
meningkatkan prestasi kerja dan produktifitas kerja yang lebih baik
secara efektif dan efisien. Indikator kinerja guru meliputi :
57

57

Keterkaitan antara keterampilan manajerial kepala sekolah
sebagai variabel bebas (X) yang meliputi keterampilan konseptual
(X
1
), keterampilan hubungan manusia (X
2
), dan keterampilan teknis
(X
3
), sedangkan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat. Adapun
hubungan variabel penelitian digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.2
Skema Kerangka Pemikiran
H1

H2 H4 4

H3



2.4 Hipotesis Penelitian
(1) Ada pengaruh positif keterampilan konseptual Kepala Sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsng Kabupaten Batang
(2) Ada pengaruh positif keterampilan hubungan manusia kepala sekolah
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsng Kabupaten
Batang ;
(3) Ada pengaruh positif keterampilan teknis kepala sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsng Kabupaten Batang
(4) Ada pengaruh positf keterampilan konseptual kepala sekolah ,
keterampilan hubungan manusia kepala sekolah , dan keterampilan
teknis kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP
Negeri di Kecamatan Gringsng Kabupaten Batang
Keterampilan
Konseptual KS (X
1
)

Kinerja Guru
(Y)
Keterampilan Hub.
Manusia KS (X
2
)
Keterampilan Teknis
KS (X
3
)
58

58

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian dapat digolongkan ke dalam 3 (tiga) jenis atau tipe, yaitu
penelitian penjajakan (eksploratif), penelitian penjelasan (eksplanatori) dan
penelitian deskripsi ( Singarimbun dan Efendi, 2001: 44).
Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian eksplanatori
yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausalitas ( sebab
akibat) antara dua variabel atau lebih.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tata pikir dalam
penelitian ini adalah aksiomatis kausalitas , tiada akibat tanpa sebab dan tiada
sebab tanpa akibat, dalam pelaksanaannya peneliti melakukan manipulasi
terhadap variabel-variabel yang ada. Penelitian termasuk jenis expost facto
yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peristiwa yangt telah terjadi
dan kemudian menarik ke belakang melalui data untuk menentukan faktor-faktor
yang mendahului natau menemukan sebab-sebab.
Desain penelitian ini ingin menjawab pernyataan melalui analisis terhadap
hubungan antar variabel , faktor-faktor apakah yang secara sistematis
berhubungan dengan kejadian , kondisi atau bentuk-bentuk tingkah laku
tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah kinerja guru, sedangkan tingkah laku
yang dimaksud adalah keterampilan managerial kepala sekolah.
Penelitian ini termasuk penelitian survey, karena subjek yang diteliti
berkaitan dengan sikap atau pendapat seseorang atau sekelompok orang


dalam merespon suatu peristiwa atau keadaan yang sedang atau telah
berlangsung, melalui sampel dari populasi yang telah ditentukan.
Pendekatan ini dipilih karena penelitian ini ingin mengumpulkan
informasi yang berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik
tertentu, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh keterampilan
manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan
Gringsin Kabupaten Batang.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Kecamatan Gringsing
Kabupaten Batang. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang adalah: pertama, kinerja guru SMP
Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang ini cenderung rendah.
Kedua, kepala sekolah SMP Negeri di Kecamatan Gingsing Kabupaten
Batang ini memiliki keterampilan yang cukup beragam, baik keterampilan
konseptual, keterampilan hubungan manusia, maupun keterampilan teknis.
Oleh karena itu lokasi ini menarik untuk dilakukan penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan dalam rentan waktu tiga bulan. Penelitian
diawali dari bulan Januri dan berakhir bulan maret tahun 2011. Dua bulan
pertama digunakan untuk menyusun proposal penelitian beserta
pengumpulan data, sedang satu bulan terakhir digunakan untuk analisis data
serta penyusunan laporan penelitian.






3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Sugiyono (2010: 117), berpendapat bahwa populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini
adalah seluruh guru yang berjumlah 134 orang dan tersebar di 4 SMP
Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang yang didasarkan
pada data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten
Batang tahun 2011.

3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118). Dengan menggunakan
rumus Taro Yamane seperti saduran dari Rahmat dan Ridwan (2000:65)
apabila populasi penelitian sudah dketahui, maka dasar penentuan
jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus berikut :


Keterangan :
n : Jumlah Sampel
N : Jumlah Populasi
: Presisi yang ditetapkan
Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode convenience
sampling atau kemudahan, yaitu elmen populasi (orang atau kejadian)


yang datanya mudah dperoleh peneliti dengan tidak terbatas, sehingga
peneliti memiliki kebebasan untuk memlih sampel yang paling cepat dan
murah (Indriantoro 2002:130). Besarnya populasi diketahui sebanyak
161. Jadi besarnya sampel yang digunakan adalah:






n = 56,5
Berdasarkan perhitungan diatas, maka jumlah sampel yang diambil
dalam penelitan ini adalah guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing
Kabupaten Batang sebenarnya 56,5 tetapi dibulatkan, sehingga menjadi
57 orang.
Penetapan sampel dengan cara proporsional random sampling atau
sampling acakan yang sederhana ( Nasution, 2002:92) seperti terlihat
pada tabel berikut.
Tabel 3.1
Penentuan jumlah Sampel
No Sekolah Populasi Uraian
Penghitungan
Sampel
1 SMP Negeri 1 Gringsng 32 32/130x57 = 14,03 14
2 SMP Negeri 2 Gringsing 31 31/130x57 = 13,59 14
3 SMP Negeri 3 Gringsing 32 32/130x57 = 14,03 14
4 SMP Negeri 4 Grngsing 35 35/130x57 = 15,34 15
Jumlah 130 57
Keterangan : - angka dua digit di belakang koma ≤ 0,49 dibulatkan ke bawah
≥ 0,50 dibulatkan ke atas.
- Kepala sekolah walaupun guru tidak termasuk dalam sampel



3.4 Jenis Data dan Tehnik Pengumulan Data
3.4.1 Jenis Data
Ada dua (2) data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data
sekunder.
3.4.1.1 Data Primer
Dalam penelitian ini sebagai sumber data primer adalah para
responden atau masyarakat yang menjadi bagian/warga sekolah (Kepala
Sekolah dan para guru) yang memberikan persepsi tentang kinerja guru di
SMP yang menjadi obyek-obyek sekolah dalam penelitian.
3.4.1.2 Data Sekunder
Yang dimaksud dengan sumber data sekunder adalah sumber di
mana data tersebut diambil secara tidak langsung. Untuk memperoleh data
sekunder akan diambil dari buku-buku, data guru yang mengikuti penataran,
data guru yang telah bersertifikasi, catatan supervisi guru dari Kepala SMP
Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan menggunakan metode
survei berdasarkan pada metode penelitian kuantitatif (Sukmadinata, 2005:
53). Penelitian survei dimaksud merupakan upaya pengumpulan informasi dari
sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Dalam
penelitian ini survei digunakan untuk meneliti pengaruh keterampilan
manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang.






3.4.2 Metode Pengumpulan Data
3.4.2.1 Teknik Interview ( wawancara)
Sugiyono ( 2010:194) Wawancara digunakan
sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin
melakukan studi pendahuluan untuk menemukan
permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti
ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih
mendalam dan jumlah renpodennya sedkit/kecil. Sutrisno
dalam Sugoyono (2010:194) mengemukakan bahwa
aggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam
menggunakan metode interview dan juga kuesioner
(angket) adalah sebagai berkut :
(1) Bahwa subyek (responden) adalah orang yang paling
tahu tentang dirinya sendiri.
(2) Bahwa apa yang dinyatakan oleh subek kepada peneliti
adalah benar dan dapat dipercaya.
(3) Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah
sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun
tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka
(tace to face) maupun dengan menggunakan telepon.





4.4.2.2.Teknik Kuesioner ( Angket)
Menurut Sugiyono ( 2010:199) Kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertuls
kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dapat
berupa pertanyaan-pertanyaan tertutup atau terbuka dapat
diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim
melalui pos, atau internet.
Menurut Uma Sekaran dalam Sugiyono ( 2010:200)
mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket
sebagai teknik pengumpulan data yaitu : prinsip penulisan,
pengukuran dan penamplan fisk.
(1) Prinsip penulisan angket
Faktor-faktor yang meyangkut mengenai prinsip
penulisan angket yaitu : isi dan tujuan pertanyaan,
bahasa yang digunakan mudah , pertanyaan tertutup-
negatif positif, pertanyaan tidak mendua, tidak
menanyakan yang sudah lupa, pertanyaan tidak
mengarahkan, panjang pertanyaan dan urutan
pertanyaan.
(2) Prinsip pengukuran
Angket yang diberikan kepada responden adalah
merupakan instrumen penelitian yang digunakan untk
mengukur variable yang akan diteliti. Oleh sebab itu
instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk


mendapatkan data yang valid dan reliable tentang
varibel yang diukur.
(3) Prinsip penampilan fisik angket
Angket sebagai alat pengumpul data akan
mempengaruhi responden atau keseriusan responden
dalam mengisi angket. Angket yang dibuat dikertas
buram, akan mendapat respon kurang menarik bagi
responden, dibandingkan angket yang dicetak dalam
kertas yang bagus dan berwarna.

3.5 Variabel Penelitian
Penelitian ini menempatkan keterampilan konseptual (X
1
),
keterampilan hubungan manusia (X
2
), dan keterampilan teknis (X
3
) sebagai
variabel bebas, sedangkan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat.
3.6. Definisi operasional variabel
Definisi operasional variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel
yang sedang diteliti. Singarimbun (2004: 46-47) memberikan pengertian
tentang definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan
bagaimana cara mengukur suatu variabel, dengan kata lain definisi
operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya
mengukur suatu variabel. Defininisi operasional adalah suatu informasi ilmiah
yang amat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang
sama. Lebih lanjut beliau mengatakan : “dari informasi tersebut akan
mengetahui bagaimana caranya pengukuran atas variabel itu dilakukan”.
Dengan demikian peneliti dapat menentukan apakah prosedur pengukuran
yang sama akan dilakukan (diperlukan) prosedur pengukuran baru.


Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa definisi
operasional itu harus bisa diukur dan spesifik serta bisa dipahami oleh orang
lain, adapun definisi operasional adalah sebagai berikut :
3.6.1 Variabel Independen.
Variabel independen dalam penelitian ini ada tiga (3) yakni
Keterampilan konseptual Kepala Sekolah( X1) Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah (X2) dan Keterampilan Teknis Kepala sekolah
(X3)
3.6.1.1 Keterampilan Konseptual
Keterampilan konseptual adalah kemampuan yang dimiliki
oleh administrator sekolah untuk melihat lingkungan sekolah dan
program sekolah sebagai suatu keseluruhan, kemampuan
menjalankan secara efektif setiap komponen sekolah, program
pendidikan sebagai suatu sistem pengajaran, dan berfungsi
mengorganisasikan manusia.
Indikator keterampilan konseptual meliputi: (a) Kemampuan
mendiagnosis permasalahan sekolah; (b) Memecahkan
permasalahan sekolah; (c) Merencanakan perilaku; (d)
Mengkoordinasi kegiatan sekolah; (e) Mengevaluasi kegiatan; (f)
Mengembangkan kurikulum, dan (g) Mengembangkan staf untuk
mencapai tujuan sekolah.
3.6.1.2. Keterampilan Hubungan Manusia
Keterampilan hubungan manusia dalam bidang pendidikan
adalah kemampuan administrator sekolah untuk menciptakan
komunikasi yang harmonis dengan personil sekolah, memotivasi,


mengembangkan sikap, moral dan menyelesaikan konflik,
mengetahui kebutuhan manusia, serta mengembangkan sumber
daya manusia agar dapat meningkatkan unjuk kerja guru untuk
mencapai tujuan sekolah.
Indikator keterampilan hubungan manusia meliputi: (a)
Menjalin hubungan kerja sama dengan para guru agar tujuan sekolah
dicapai dengan mudah; (b) Membangun semangat atau memotivasi
kerja guru agar dapat berhasil dalam menyelesaikan tugas; (c)
Menjalin komunikasi dengan para guru, agar program sekolah
dipahami secara baik oleh guru; (d) Menciptakan kerja sama yang
efektif dan kooperatif dengan para guru sebagai upaya untuk
memperlancar pelaksanaan tugas guru; (e) Mengikutsertakan para
guru dalam merumuskan pengambilan keputusan; (f) Menyelesaikan
konflik di sekolah; (g) Memberikan bimbingan dan bantuan dalam
menyelesaikan tugas guru, sebagai upaya untuk memperlancar
pelaksanaan tugas guru dalam proses belajar mengajar; dan (h)
Memperhatikan kesejahteraan guru.
3.6.1.3 Keterampilan Teknis
Keterampilan teknis adalah kemampuan kepala sekolah
dalam memahami serta cakap dalam menggunakan metode, proses,
prosedur, dan teknik dalam bidang pendidikan.
Indikator keterampilan teknis meliputi: (a) Membimbing guru
dalam melaksanakan tugas proses belajar mengajar; (b) Membimbing
guru dalam proses bimbingan ; dan (c) Pelaksanaan administrasi
sekolah dan pengajaran.


3.6.2. Variabel Dependen
Yang disebut variabel dependen dalam penelitian ini adalah
kiner4ja guru (Y).
Kinerja Guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk
melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan
program pengajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi
hasil pembelajaran.
2.3.5 Kinerja guru
Kinerja guru adalah perilaku nyata guru SMP Negeri di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang yang dapat diamati tugas-
tugasnya dalam melaksanakan tugas profesionalnya sehingga dapat
meningkatkan prestasi kerja dan produktifitas kerja yang lebih baik
secara efektif dan efisien. Indikator kinerja guru meliputi :
(a) Kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar;
(b) Penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa; (c)
Penguasaan metode dan strategi mengajar ; (d) Pemberian tugas-
tugas kepada siswa; (e) Kemampuan mengelola kelas; (f)
Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi; ( g)
Membimbing dan melatih peserta didik; (h) Melaksanakan
tugas tambahan
Untuk menyamakan persepsi dan kesamaan konsep dalam mengartikan
istilah, maka perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai berikut:





4.7. Skala Pengukuran
Dalam penelitian ini menggunakan skala pengukuran rating scale
yaitu data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam
pengertian kualitatif (Sugiyono, 2010: 141).
Dalam hal ini responden diberikan alternatif pilihan dalam kategori
jawaban:
5 = sangat baik
4 = baik
3 = netral
2 = tidak baik
1 = sangat tidak baik
4.8. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
4.8.1. Uji Validitas Instrumen
Sebelum dilakukan analisis data maka dalam penelitian ini
perlu dilakukan pengujian instrumen yaitu pengujian validitas dan
reliabilitas. Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen
untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok
pengukuran yang dilakukan dengan instrumen tersebut. Suatu
instrumen dikatakan valid jika instrumen ini mampu mengukur apa
saja yang hendak diukurnya, mampu mengungkapkan apa yang
ingin diungkapkan. Untuk mengetahui validitas item dapat
menggunakan rumus t-test sebagai berikut:




2
1
1
1
2 1
t
n n
sgab
X X
+
÷
=
( ) ( )
( ) 2
1 1
2 1
2
2 2
2
1 1
÷ +
÷ + ÷
=
n n
s n s n
sgab
Bila t hitung lebih besar dari t tabel, maka perbedaan itu
signifikan, sehingga instrumen dinyatakan valid (Sugiyono, 2010:
181). Besarnya setiap butir pernyataan dapat dilihat dari hasil
analisis SPSS pada kolom (corrected items - total correlation).
4.8.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas digunakan untuk melihat sejauh mana suatu
pengukuran dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda bila
dilakukan kembali terhadap subyek yang sama. Suatu alat ukur
dikatakan reliabel apabila nilai yang diperoleh menunjukkan
ketepatan meskipun dilakukan pada waktu yang berbeda. Menurut
Setiaji (2006: 87), suatu quesioner disebut reliabel/handal jika
jawaban seseorang konsisten.
Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha
Cronbach berikut:
|
.
|

\
|
¿
÷ |
.
|

\
|
÷
=
2
2
11
1
1
t
b
r
k
k
o
o

Keterangan:
r
11
= Reliabilitas Instrumen
K = Banyaknya Butir Pertanyaan
∑ob
2
= Jumlah Varian Butir
ot
2
= Jumlah Varian Total


4.9. Metode Analisis Data
4.9.1. Regresi Linear Berganda
Teknik analisis penelitian menggunakan analisis regresi linear
berganda (multiple regression analysis). Berdasarkan permasalahan dan
hipotesis yang telah dikemukakan, maka penelitian ini diarahkan untuk
mengetahui pengaruh dari beberapa variabel independen terhadap
variabel dependen. Dengan demikian model analisis dalam penelitian ini
dapat diformulasikan sebagai berikut:
Y = α + ß
1
X
1
+ ß
2
X
2
+ ß
3
X
3
+ e
(Setiaji, 2006: 8)
Keterangan:
α = Konstanta
ß
1
ß
2
ß
3
= Koefisien Regresi
Y = Kinerja Guru
X
1
= Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
X
2
= Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
X
3
= Keterampilan Teknis Kepala Sekolah
e = disturbance error
Berdasarkan model regresi tersebut dapat dilakukan beberapa
pengujian statistik, yaitu:
4.9.2. Uji t
Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh dari
variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel
terikat (Kuncoro, 2007: 81). Dalam penelitian ini Uji t statistik digunakan
untuk menguji apakah keterampilan konseptual Kepala Sekolah (X
1
),
keterampilan hubungan manusia Kepala Sekolah (X
2
), dan keterampilan
teknis Kepala Sekolah (X
3
) secara parsial berpengaruh terhadap variabel


dependen kinerja guru (Y). Pengujian ini dilakukan dengan asumsi bahwa
variabel-variabel lain adalah nol. Perhitungan nilai t dengan rumus sebagai
berikut:

Sb
b
t =
b = koefisien regresi
Sb = standar error
4.9.3. Koefisien Determinasi (R
2
)
Menurut Kuncoro (2007: 84), koefisien determinasi pada intinya
mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi
variabel terikat, dalam menentukan besarnya sumbangan prediktor terhadap
kriterium atau peran variabel bebas terhadap variabel terikat. R
2
adalah
perbandingan antara variasi dependen (terikat) yang dijelaskan oleh variasi
independen (bebas). Semua variabel di luar model diwadahi dalam e, jika
variabel dalam model hanya menjelaskan 0,2 maka berarti sebesar 0,8
ditentukan oleh variabel di luar model. Semakin besar ukuran sampel maka
nilai R
2
cenderung makin kecil (Setiaji, 2006: 28).
Rumus R
2
:

( )
¿
¿
÷
|
.
|

\
|
÷
=
÷ A
2
2
2
Y Y
Y Y
R

4.9.4. Sumbangan Prediktor
Sumbangan prediktor digunakan untuk mengetahui berapa
sumbangan (peran) masing-masing variabel bebas. Ada dua jenis
sumbangan, yaitu sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Jumlah
sumbangan efektif untuk semua variabel sama dengan koefisien determinasi,


sedangkan jumlah sumbangan relatif untuk semua variabel bebasnya sama
dengan 1 atau 100% (Budiono, 2004: 293). Sumbangan efektif disajikan
dengan SE, dan sumbangan relatif disajikan SR, terhadap terjadinya regresi
linear disajikan dalam bentuk formula sebagai berikut:
SE (X)% = β
x1..n
∙ r
yx1…n

SR (X)% =
( )
2
%
R
X SE

Keterangan:
β
x1..n
= standar koefisien beta;
r
yx1…n
= koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor;
R
2
= nilai R square.
4.9.5. Uji F
Uji F adalah untuk menguji ketepatan model regresi (Setiaji, 2006:
31). Menurut Kuncoro (2007: 82), Uji F statistik digunakan untuk mengetahui
apakah variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh
secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel
bebas yaitu keterampilan konseptual Kepala Sekolah (X
1
), dan keterampilan
hubungan manusia Kepala Sekolah (X
2
), dan keterampilan teknis Kepala
Sekolah (X
3
) secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen
kinerja guru (Y).
Rumus Uji F yang digunakan seperti yang dikemukakan oleh Setiaji
(2006: 31) sebagai berikut:

( )
( ) k n R l
l k R
F
reg
÷ ÷
÷
=
/
2
2

k = konstanta.


Jika F hitung sudah lebih besar dari 4, maka model di atas sudah
tepat (fit) (Setiaji, 2006: 32).
4.10. Uji Asumsi Klasik
4.10.1. Uji Normalitas
Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui normal
tidaknya distribusi data penelitian. Uji normalitas data penelitian ini
menggunakan uji normalitas “Goodness of Fit” dari Kolmogorov-Smirnof.
Suatu model regresi memiliki distribusi data normal apabila nilai Asym.
Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05.
4.10.2. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas adalah kondisi di mana sebaran atau varian
faktor gangguan (disturbance) tidak konstan sepanjang observasi. Jika
harga X makin besar maka sebaran Y makin lebar atau makin sempit.
Menurut Hanke dan Ritsch dalam Kuncoro (2007: 96),
heteroskedastisitas muncul apabila kesalahan atau residu dari model
yang diamati tidak memiliki varian yang konstan dari satu observasi ke
observasi lain. Permasalahan heteroskedastisitas menyebabkan bias
pada variasi dari standar error, hal ini akan mengakibatkan uji t menjadi
bias (tidak dapat dipercaya), sehingga penaksiran regresi tidak dapat
dipakai untuk mengambil keputusan.
4.10.3. Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah hubungan antar data pada suatu waktu
dengan data pada waktu sebelumnya. Istilah autokorelasi dapat
didefinisikan sebagai korelasi antara serangkaian observasi yang
diurutkan waktu (data deretan waktu) atau ruang (cross- sectional data)


(Setiaji, 2006: 51). Untuk menghitung ada tidaknya autokorelasi dalam
suatu model regresi digunakan uji Durbin Watson.
4.10.4. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah korelasi linier yang perfect (100 %) atau
eksak di antara variabel penjelas yang dimasukkan ke dalam model
(Setiaji, 2006: 61). Jika di antara variabel penjelas ada yang memiliki
korelasi tinggi maka hal ini mengindikasikan adanya problem
multikolinieritas. Dalam uji multikolinieritas melalui print out komputer,
terlihat adanya hasil collinierity diagnosis dan coefficient correlation.
Apabila nilai koefisien korelasi variabel bebas mendekati angka 1,
menunjukkan adanya multikolinieritas. Demikian juga nilai toleransi
mendekati nol, atau nilai inflasi variance (VIF) cenderung
besar/mendekati 10.

























BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1 Profil Disdikpora Kabupaten Batang
Dinas Pendidikan Kabupaten Batang merupakan salah satu perangkat
pemerintah Kabupaten Batang yang memiliki tugas pokok dalam melaksanakan
urusan rumah tangga daerah dan tugas pembantuan yang diberikan Pemerintah
Pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan. Namun
sejak awal tahun 2009, tugas pokok dan pembantuan tersebut tidak hanya pada
bidang pendidikan saja namun juga pada bidang pemuda dan olahraga. Hal ini
ditandai dengan peningkatan beban kerja dan perubahan nama Dinas
Pendidikan menjadi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)
Kabupaten Batang berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Batang
Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Dinas Daerah Kabupaten Batang (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Nomor
3 Seri : D No: 2) serta Peraturan Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pendidikan, Pemuda
dan Olahraga Kabupaten Batang (Berita Daerah Kabupaten Batang Tahun 2008
Nomor : 26 Seri D No: 5).
4.1.2. Dasar dan Kedudukan
(a) Dasar Pembentukan
Dasar pembentukan kelembagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Batang adalah:


(1) Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah
Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965
Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
2757);
(2) Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839 );
(3) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas
Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan, Kabupaten Daerah
Tingkat II Pekalongan dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang (
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3381 );
(4) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonomi;
(5) Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah;
(6) Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan
Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Peraturan
Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 70);
(7) Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun
2000 tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat
Daerah Kabupaten/Kota;
(8) Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2008 tentang
Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah


Kabupaten Batang (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2008
Nomor 1 Seri : E Nomor:1);
(9) Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
Kabupaten Batang (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Seri :
D Nomor: 2);
(10) Peraturan Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok,
Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Batang (Berita Daerah Kabupaten Batang Tahun
2008 Nomor : 26 Seri D Nomor :5);
(b) Kedudukan
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang mempunyai
kedudukan sebagai Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah di bidang pendidikan,
pemuda dan olahraga yang dipimpin oleh seorang Kepala yang dalam
melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati
melalui Sekretaris DaerahDalam menjalankan tugas pokok dan pembantuan
tersebut, Disdikpora Kabupaten Batang memiliki programkerja sebagai
rangkaian kegiatan untuk mewujudkan langkah-langkah pokok organisasi yang
bertanggungjawab, sesuai urutan waktu dalam setiap kegiatan yang diperlukan
untuk mengukur capaian kinerja serta mengetahui permasalahan-permasalahan
yang dapat dipakai untuk perencanaan selanjutnya dan menentukan tindakan-
tindakan korektif dalam pelaksanaanya.





4.1..3. Tugas Pokok Dan Fungsi Disdikpora
(a) Tugas Pokok
Tugas pokok dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batang adalah melaksanakan
urusan rumah tangga Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan
Pemerintah Pusat atau Provinsi Jawa Tengah dibidang Pendidikan sesuai
dengan kebijakan Bupati
(b) Fungsi
Dinas Pendidikan Kabupaten Batang mempunyai fungsi :
(1) Perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan dan pembinaan
dibidang pendidikan sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku ;
(2) Perencanaan teknis operasional dan pengembangan unsur-unsur
pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Bupati Batang
berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang berlaku ;
(3) Pemberian perijinan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh
Bupati berdasarkan peraturan
Perundang-undangan yang berlaku ;
(4) Pengawasan dan pengendalian teknis atas pelaksanaan tugas pokoknya
sesuai dengan kebijakan yang
ditetapkan oleh Bupati berdasarkan peraturan perundang - undangan
yang berlaku ;
(5) Menyusun rencana daya tampung TK, SD, SLB, SMP, SMA dan SMK
berdasarkan proyeksi data persekolahan dan


rencana kebutuhan guru serta tenaga kependidikan lainnya dan sarana
pendidikan ;
(6) Menyusun rencana kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan
masyarakat, pembinaan generasi muda dan
keolahragaan dan kebudayaan berdasarkan data dan informasi ;
(7) Pengurusan Tata Usaha Dinas Pendidikan.

4.1.4. Visi Dan Misi Disdikpora Kaupaten Batang
Visi
Terwujudnya Masyarakat Batang Yang Terdidik, Berbudaya, Berkualitas,
Beriman Dan Berakhlak Mulia
Misi
1. Meningkatkan kemampuan akademik, memberdayakan lembaga
pendidikan sekolah dan luar sekolah;
2. Meningkatkan kreatifitas kepemudaan, keolahragaan dan pengembangan
budaya daerah;
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif,mandiri,
berdaya saing, berwawasan lingkungan
4.1.1 Alur Organisasi
Lembaga-lembaga pendidikan yang menjadi kajian penelitian ini berada di
wilayah UPTD Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang. Secara
kelembagaan sistem kerja UPTD Dikpora Kabupaten Batang mengacu pada fungsi
bidang masing-masing seperti pada struktur organisasi berikut ini :




Gambar 4.1
STRUKTUR ORGANISASI DIKPORA KABUPATEN BATANG
TAHUN 2010/2011


Sumber : Disdikpora Kabupaten Batang Tahun 2011
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang dalam
penyelenggaraan operasionalnya mengacu regulasi dari Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Tengah sedangkan di bawah Dikpora salah satunya terdapat UPT SMP, SMA,
SMK yang berfungsi sebagai tangan panjang Dikpora Kabupaten dalam bidang
pelayanan teknis pendidikan di tingkat Sekolah Menengah yang dipimpin oleh
seorang Kepala Sekolah dengan tenaga teknis dilaksanakan oleh para Pengawas
Sekolah yang langsung terjun ke Sekolah Mengenah sebagai pendamping,
pembina sekaligus sebagai supervisor kinerja Sekolah yang tentunya dengan
melibatkan komite sekolah sebagai mitra dalam penyelenggaraan operasional
sekolah agar tujuan dapat tercapai, sedangkan bidang yang menangani yakni
bidang SMP/Dikmen.
(1) Tugas Bidang SMP/Dikmen ( SMP / Pendidikan Menengah )
Mengelola kegiatan pemberian fasilitas bagi SMP, SMA dan SMK untuk
menunjang kelancaran proses pembelajaran secara optimal;


Mengelola kegiatan pengembangan Kurikulum, Kesiswaan, Sarana dan
Prasarana pendidikan, pengendalian tugas-tugas kepengawasan, pemberian ijin
operasional sekolah dan membimbing lembaga pengelola sekolah swasta, serta
melaksanakan evaluasi dan monitoring untuk memperlancar proses
pembelajaran di lingkungan SMP, SMA dan SMK sebagai upaya peningkatan
mutu pendidikan.
(2) Tanggungjawab :
Menyusun program kerja tahunan Subdin;
Menyiapkan bahan untuk pengembangan bidang Kurikulum, Kesiswaan dan
Sarana Prasarana SMP, SMA dan SMK;
Menyiapkan bahan utnuk pelaksanaan dan pelayanan administrasi SMP, SMA
dan SMK di bidang Kurikulum, Kesiswaan dan Sarana Prasarana;
Menyiapkan bahan petunjuk teknis operasional penyelenggaraan SMP, SMA
dan SMK di bidang Kurikulum, Kesiswaan dan Sarana Prasarana;
Penyediaan bahan pengendalian, pembimbingan dan evaluasi kerja SMP, SMA
dan SMK tentang pelaksanaan Kurikulum, Kesiswaan dan Sarana Prasarana;
Mengkoordinasikan, membimbing dan mengendalikan tugas-tugas
kepengawasan bagi Pengawas SMP, SMA dan SMK;
Menyiapkan bahan dan petunjuk operasional pelaksanaan evaluasi
pembelajaran SMP, SMA dan SMK;
Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum, Pembinaan
Kesiswaan dan pengelolaan Sarana Prasarana;
Menyiapkan bahan dan petunjuk teknis operasional Penerimaan Peserta Didik;
Menyiapkan bahan pemberian ijin operasional, pendirian dan penutupan SMP,
SMA dan SMK;


Menyusun laporan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Kepala Bidang SMP/Dikmen ( SMP / Pendidikan Menengah ) membawahi :
(a) Seksi Kurikulum SMP / Dikmen
(1) Menyusun program kerja tahunan seksi;
(2) Menyusun dan melaksanakan program pengembangan Kurikulum
SMP, SMA dan SMK;
(3) Mengendalikan pelaksanaan dan pelayanan administrasi SMP, SMA
dan SMK dibidang Kurikulum;
(4) Memberikan petunjuk teknis operasional penyelenggaraan SMP, SMA
dan SMK dibidang Kurikulum;
(5) Melaksanakan pengendalian, bimbingan dan evaluasi kinerja SMP,
SMA dan SMK tentang pelaksanaan Kurikulum;
(6) Mengkoordinasi tugas-tugas kepengawasan bagi pengawas SMP, SMA
dan SMK tentang pelaksanaan Kurikulum;
(7) Memberikan petunjuk teknis operasional pelaksanaan evaluasi
pembelajaran SMP, SMA dan SMK;
(8) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kurikulum;
(9) Menyusun laporan kegiatan seksi;
(10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(b) Seksi Kesiswaan SMP / Dikmen
(1) Menyususn program kerja tahunan seksi;
(2) Menyusun dan melaksanakan program pengembangan pembinaan
Kesiswaan SMP, SMA dan SMK;
(3) Mengendalikan pelaksanaan dan pelayanan administrasi Kesiswaan
SMP, SMA dan SMK;


(4) Memeberikan petunjuk teknis operasional penyelenggaraan pembinaan
Kesiswaan SMP, SMA dan SMK;
(5) Melaksanakan pengendalian bimbingan dan evaluasi kinerja SMP,
SMA dan SMK tentang pelaksanaan pembinaan Kesiswaan;
(5) Mengkoordinasi tugas-tugas pembinaan Kesiswaan dengan lembaga
terkait;
(6) Memberikan petunjuk teknis operasional tentang pelaksanaan
penerimaan peserta didik;
(7) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan
Kesiswaan;
(8) Menyusun laporan kegiatan seksi;
(9) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(c) Seksi Sarana dan Prasarana SMP / Dikmen
(1) Menyusun program kerja tahunan Seksi;
(2) Menyusun dan melaksanakan program pengembangan pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan SMP, SMA dan SMK;
(3) Mengendalikan pelaksanaan dan pelayanan administrasi pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan SMP, SMA dan SMK;
(4) Memberikan petunjuk teknis operasional pengelolaan sarana dan
prasarana pendidikan SMP, SMA dan SMK;
(5) Melaksanakan pengendalian, bimbingan dan evaluasi kinerja SMP,
SMA dan SMK tentang pelaksanaan pengelolaan sarana dan
prasarana pendidikan;
(6) Mengkoordinasi tugas-tugas pengelolaan sarana dan prasarana
pendidikan dengan lembaga terkait;


(7) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan prasarana
pendidikan;
(8) Menyusun laporan kegiatan seksi;
4.1.2 Kondisi wilayah UPT SMP di Kecamatan Gringsing.
Secara geografis UPT SMP di Kecamatan Gringsing terletak di daerah
pegunungan, daratan pantai pantai yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal .
Dari 4 SMP Negeri masing-masing memiliki ciri khas, SMP Negeri 1 Gringsing
berada di Kota Kecamatan Gringsing terletak dekat dengan Kecamatan Weleri
Kabupaten Kendal, siswanya sebagian dari wilayah Weleri, SMP Negeri 2
Gringsing di atas gunung sering di sebut SMP Alas Roban karena terletak di tengah
hutan jati di pegunungan Kecamatan Gringsing, siswanya dari sekitar Alas Roban,
SMP Negeri 3 Gringsing dan SMP Negeri 4 Gringsing terletak terletak kurang lebih 5
km dari pantai utara Pulau Jawa sehingga banyak siswa-siswinya berasal dari
pesisir pantai Utara

4.1.3 Keadaan Jumlah Guru
Sekolah yang dinamis dan efektif sangat ditentukan pada keseimbangan jumlah
guru yang mengajar . Banyaknya jumlah guru yang memadai di kelas sangat
menunjang keberhasilan proses pembelajaran aktif di sekolah . dan guru adalah
salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Jumlah guru di Kecamatan Gringsing yang terdiri dari 4 SMP Negeri sejumah 134
orang.





Tabel 4.1
Rekapitulasi jumlah guru PNS UPT SMP Negeri Kecamatan Gringsing Tahun
2011
NO NAMA SEKOLAH
JUMLAH
ROMBEL
KEPALA
SEKOLAH
GURU PNS JUMLAH
1 SMP N 1 Gringsing 17 1
32
33
2 SMP N 2 Gringsing 12 1
31
32
3 SMP N 3 Gringsing 18 1
32
33
4 SMP N 4 Gringsing 15 1
35
36
JUMLAH 62 4 130 134
Sumber Data : Disdikpora Kabupaten Batang Tahun 2011
4.1.4 Kualifikasi Pendidikan Guru
Dari 134 orang guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang ,
masih terdapat guru yang berpendidikan Diploma berjumlah 9 orang atau 6,7%.
Guru yang berpendidikan S1, berjumlah 123 atau 91,7% dan berpendidikan S2
berjumlah 2 orang atau 1,4 %. Berikut ini data tingkat pendidikan guru SMP Negeri
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang

Tabel 4.2
Tingkat Pendidikan Guru SMP Negeri Kecamatan Gringsing Tahun 2011
Pendidikan
D1 D2 D3 S1 S2 Jumlah
1 - 8 118 2 134
Sumber Data : UPT SMP Negeri Kecamatan Gringsing
Dari data tersebut di atas bahwa mayoritas guru SMP di wilayah UPTD
Gringsing berpendidikan S1 dan saat ini ada sebagian yang masih berpendidikan
Diploma akan melanjutkan studi S1 dan S2 baik di perguruan tinggi negeri maupun
swasta.



4.1.5 Sertifikasi Guru
Guru SMP Negeri Kecamatan Gringsing yang telah bersertifikat pendidik
sebanyak 28 orang guru atau 21,5 %. Sertifikat pendidik diperoleh melalui penilaian
portofolio dan PLPG. Para guru yang belum bersertifikat pendidik karena belum
memiliki kualifikasi pendidikan S1 atau belum berusia 50 tahun. Berikut ini data guru
sertifikasi di UPT SMP Negeri Kecamatan Gringsing Tahun 2011.
Tabel 4.3
Data Guru Sertifikasi di UPTD Dikpora Kecamatan GringsingTahun 2011
Jumlah
Guru
Sertifikasi
Jumlah
Guru
Setifikasi
Tahun
2006
Tahun
2007
Tahun
2008
Tahun
2009
Tahun
2010
134 orang 2 orang 4 orang 17 orang 5 orang 15 orang 28 orang
Sumber Data : UPT SMP Negeri Kecamatan Gringsing
4.2 Deskripsi Variabel Penelitian
4.2.1 Deskripsi Data Variabel Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
Dari tanggapan 57 responden terhadap 12 item pertanyaan tentang variabel
Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah yang terbagi menjadi tujuh indikator
dengan alternatif lima pilihan jawaban yang meliputi: 5 (sangat baik), 4 (baik), 3
(netral), 2 (tidak baik), dan 1 (sangat tidak baik), didapat hasil sebagai berikut.
1. Kemampuan mendiagnosis permasalahan sekolah;
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah mengenai Kemampuan mendiagnosis permasalahan sekolah
yang dibagi menjadi enam item :







a. Mampu membuat gagasan yang dapat diterima untuk kemajuan sekolah
Tabel 4.4
Mampu membuat gagasan yang dapat diterima untuk kemajuan
sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 6 10.5 % 10.5 %
Baik 26 45.6 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 26
responden atau 45,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan bahwa
responden secara umum menyatakan baik bahwa kepala sekolah mampu
membuat gagasan yang dapat diterima untuk kemajuan sekolah
b. Gagasan dan ide-idenya diterima oleh pejabat di tingkat atas
Tabel 4.5
Gagasan dan ide-idenya selalu diterima oleh pejabat di tingkat atas
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 3 5.3 % 5.3 %
Netral 14 24.6 % 29.8 %
Baik 21 36.8 % 66.7 %
Sangat Baik 19 33.3 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 21
responden atau 36,8 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik bahwa gagasan dan ide-
idenya diterima oleh pejabat di tingkat atas




c. Senang mencoba konsep-konsep dan prosedur yang baru
Tabel 4.6
Senang mencoba konsep-konsep dan prosedur yang baru
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 9 15.8 % 15.8 %
Baik 23 40.4 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 25
responden atau 43,9 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah sangat senang mencoba konsep-konsep dan prosedur
yang baru
d. Gagasan dan ide-idenya kreatif dan inovatif

Tabel 4.7
Gagasan dan ide-idenya kreatif dan inovatif
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 3 5.3 % 5.3 %
Netral 10 17.5 % 22.8 %
Baik 22 38.6 % 61.4 %
Sangat Baik 22 38.6 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 22
responden atau 38,6 % menyatakan baik dan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik dan sangat
baik hal ini berarti kepala sekolah memiliki gagasan dan ide-idenya kreatif dan
inovatif



e. Mempunyai pengaruh terhadap pembuatan keputusan ditingkat atas
Tabel 4.8
Mempunyai pengaruh terhadap pembuatan keputusan di tingkat atas
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 7 12.3 % 12.3 %
Netral 10 17.5 % 29.8 %
Baik 16 28.1 % 57.9 %
Sangat Baik 24 42.1 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 24
responden atau 42,1 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah mempunyai pengaruh terhadap pembuatan
keputusan di tingkat atas
f. Mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi tingkatnya di kantor
Tabel 4.9
Mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi tingkatnya di kantor
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 4 7.0 % 7.0 %
Netral 6 10.5 % 17.5 %
Baik 24 42.1 % 59.6 %
Sangat Baik 23 40.4 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 24
responden atau 42,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi tingkatnya di
kantor


2. Memecahkan permasalahan sekolah;

Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah mengenai memecahkan permasalahan sekolah yang dibagi
menjadi satu item :
a. Mampu memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan cerdik
Tabel 4.10
Mampu memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan cerdik
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0.0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 24 42.1 % 42.1 %
Sangat Baik 33 57.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 33
responden atau 57,9 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih
tinggi tingkatnya di kantor
3. Merencanakan perilaku

Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah mengenai merencanakan perilaku yang dibagi menjadi satu
item :
a. Mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat pada waktunya
Tabel 4.11
Mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat pada waktunya
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 1 1.8 % 3.5 %


Baik 29 50.9 % 54.4 %
Sangat Baik 26 45.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 29
responden atau 50,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat pada
waktunya
4. Mengkoordinasi kegiatan sekolah
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah tentang mengkoordinasi kegiatan sekolah yang dibagi menjadi
satu item :
a. Selalu mengkoordinasikan dan melibatkan pegawai dalam pelaksanaan
evaluasi
Tabel 4.12
Selalu mengkoordinasikan dan melibatkan pegawai dalam pelaksanaan
evaluasi
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 0,0 %
Netral 0 0,0 0,0 %
Baik 32 56.1% 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 32
responden atau 51,6 % menyatakan baik dan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik dan sangat


baik hal ini berarti kepala sekolah selalu mengkoordinasikan dan
melibatkan pegawai dalam pelaksanaan evaluasi

5. Mengevaluasi kegiatan
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah tentang mengevaluasi kegiatan sekolah yang dibagi menjadi
satu item :
a. Mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme pegawai dalam
menghadapai masa-masa mendatang
Tabel 4.13
Mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme pegawai dalam
menghadapai masa-masa mendatang
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 35 61.4 % 61.4 %
Sangat Baik 22 38.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 35
responden atau 61,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme
pegawai dalam menghadapai masa-masa mendatang
6. Mengembangkan kurikulum

Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah tentang mengembangkan kurikulum sekolah yang dibagi
menjadi satu item :


a. Berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang potensial untuk
mengembangkan kurikulum
Tabel 4.14
Berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang potensial untuk
mengembangkan kurikulum
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 6 10.5 % 10.5 %
Baik 35 61.4 % 71.9 %
Sangat Baik 16 28.1 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 35
responden atau 61,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah suka berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang potensial
untuk mengembangkan kurikulum
7. Mengembangkan staf untuk mencapai tujuan sekolah
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan konseptual
kepala sekolah tentang mengembangkan staf untuk mencapai tujuan
sekolah yang dibagi menjadi satu item :
a. Mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inisiatif pegawai
Tabel 4.15
Mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inisiatif pegawai
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 3 5.3 % 5.3 %
Netral 10 17.5 % 22.8 %
Baik 27 47.4 % 70.2 %
Sangat Baik 17 29.8 % 100.0 %
Total 57 100.0 %


Sumber : Data primer yang diolah
a. Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
27 responden atau 47,4 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti kepala sekolah mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas
dan inisiatif pegawai
4.2.2 Deskripsi Data Variabel Keterampilan Hubungan Manusia Kepala
Sekolah
Dari tanggapan 57 responden terhadap 14 item pertanyaan tentang variabel
Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah yang terbagi menjadi delapan
indikator dengan alternatif lima pilihan jawaban yang meliputi: 5 (sangat baik), 4
(baik), 3 (netral), 2 (tidak baik), dan 1 (sangat tidak baik), didapat hasil sebagai
berikut.
1. Menjalin hubungan kerja sama dengan para guru agar tujuan sekolah dicapai
dengan mudah;
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang menjalin hubungan kerja sama dengan
para guru agar tujuan sekolah dicapai dengan mudah yang dibagi menjadi
tiga item :
a. Mampu menciptakan kerja sama yang baik dengan guru
Tabel 4.16
Mampu menciptakan kerja sama yang baik dengan guru
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 4 7.0 % 7.0 %
Baik 19 33.3 % 40.4 %
Sangat Baik 34 59.6 % 100 %
Total 57 100 %


Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
34 responden atau 59,6 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik
hal ini berarti kepala sekolah mampu menciptakan kerja sama yang baik
dengan guru
b. Kerja sama dengan guru berjalan lancar
Tabel 4.17
Kerja sama dengan guru berjalan lancar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 6 10.5 % 10.5 %
Baik 26 45.6 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 26
responden atau 45,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah bekerja sama dengan guru berjalan lancar
c. Mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain
Tabel 4.18
Mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 3 5.3 % 5.3 %
Baik 29 50.9 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100 %
Total 57 100 5
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 29
responden atau 50,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain
2. Membangun semangat atau memotivasi kerja guru agar dapat berhasil
dalam menyelesaikan tugas
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang membangun semangat atau memotivasi
kerja guru agar dapat berhasil dalam menyelesaikan tugas
yang dibagi menjadi satu item :
a. Mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi
Tabel 4.19
Mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 4 7.0 5 7.0 %
Baik 26 45.6 % 52.6 %
Sangat Baik 27 47.4 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 27
responden atau 47,4 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi

3. Menjalin komunikasi dengan para guru, agar program sekolah dipahami
secara baik oleh guru


Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang menjalin komunikasi dengan para guru,
agar program sekolah dipahami secara baik oleh guru
yang dibagi menjadi dua item :
a. Selalu berkomunikasi dengan guru mengenai kegiatan sekolah
Tabel 4.20
Selalu berkomunikasi dengan guru mengenai kegiatan sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 4 7.0 5 7.0 %
Baik 22 38.6 % 45.6 %
Sangat Baik 31 54.4 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 31
responden atau 54,4 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah mampu selalu berkomunikasi dengan guru
mengenai kegiatan sekolah
b. Mempunyai kemampuan meyakinkan pegawai dan mampu mengatasi
segala keadaan

Tabel 4.21
Mempunyai kemampuan meyakinkan pegawai dan mampu
mengatasi segala keadaan
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 3 5.3 % 5.3 %
Tidak Baik 3 5.3 % 10.5 5
Netral 23 40.4 % 50.9 %
Baik 23 40.4 % 91.2 %
Sangat Baik 5 8.8 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
23 responden atau 40,4 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik
hal ini berarti kepala sekolah masih mempunyai kemampuan
meyakinkan pegawai dan mampu mengatasi segala keadaan
4. Menciptakan kerja sama yang efektif dan kooperatif dengan para guru
sebagai upaya untuk memperlancar pelaksanaan tugas guru
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang menciptakan kerja sama yang efektif dan
kooperatif dengan para guru sebagai upaya untuk memperlancar
pelaksanaan tugas guru yang dibagi menjadi dua item :
a. Mampu menciptakan kerja sama yang kooperatif dengan staf guru
Tabel 4.22
Mampu menciptakan kerja sama yang kooperatif dengan staf guru
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Tidak Baik 5 8.8 % 10.5 %
Netral 14 24.6 % 35.1 %
Baik 28 49.1 % 84.2 %
Sangat Baik 9 15.8 % 100 %
Total 57 100 5
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 28
responden atau 49,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu menciptakan kerja sama yang kooperatif dengan staf guru





b. Mampu menciptakan kerja sama yang efektif dengan staf guru

Tabel 4.23
Mampu menciptakan kerja sama yang efektif dengan staf guru
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 2 3.5 3.5
Tidak Baik 2 3.5 7.0
Netral 11 19.3 26.3
Baik 28 49.1 75.4
Sangat Baik 14 24.6 100.0
Total 57 100.0
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 28
responden atau 49,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu menciptakan kerja sama yang efektif dengan staf guru
5. Mengikutsertakan para guru dalam merumuskan pengambilan keputusan
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang mengikutsertakan para guru dalam
merumuskan pengambilan keputusan yang dibagi menjadi satu item :
a. Mengikutsertakan guru dalam merumuskan pengambilan keputusan
Tabel 4.24
Mengikutsertakan guru dalam merumuskan pengambilan keputusan
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 3 5.3 % 5.3 %
Baik 38 66.7 % 71.9 %
Sangat Baik 16 28.1 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 38
responden atau 66,7 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan


bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mengikutsertakan guru dalam merumuskan pengambilan keputusan
6. Menyelesaikan konflik di sekolah
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang menyelesaikan konflik di sekolah
yang dibagi menjadi dua item :
a. Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sehat
Tabel 4. 25
Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sehat
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 1 1.8 % 1.8 %
Baik 39 68.4 % 70.2 %
Sangat Baik 17 29.8 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 39
responden atau 68,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sehat
b. Mampu mengatasi permasalahan yang timbul antar pegawai
Tabel 4.26
Mampu mengatasi permasalahan yang timbul antar pegawai
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 7 12.3 % 12.3 %
Baik 31 54.4 % 66.7 %
Sangat Baik 19 33.3 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 31
responden atau 54,4 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah sangat mampu mengatasi permasalahan yang
timbul antar pegawai
7. Memberikan bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan tugas guru,
sebagai upaya untuk memperlancar pelaksanaan tugas guru dalam proses
belajar mengajar
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang memberikan bimbingan dan bantuan
dalam menyelesaikan tugas guru, sebagai upaya untuk memperlancar
pelaksanaan tugas guru dalam proses belajar mengajar yang dibagi menjadi
satu item :
a. Memberi hadiah kepada para pegawai yang berprestasi
Tabel 4.27
Memberi hadiah kepada para pegawai yang berprestasi
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 5 8.8 % 10.5 %
Baik 31 54.4 % 64.9 %
Sangat Baik 20 35.1 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 31
responden atau 54,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah akan memberikan hadiah kepada para pegawai yang berprestasi



8. Memperhatikan kesejahteraan guru.

Berikut ini adalah padangan responden terhadap keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah tentang memperhatikan kesejahteraan guru yang
dibagi menjadi dua item :
a. Mampu untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai
Tabel 4.28
Mampu untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 1 1.8 % 1.8 %
Baik 41 71.9 % 73.7 %
Sangat Baik 15 26.3 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 41
responden atau 71,9 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik hal
ini berarti kepala sekolah memiliki emampuan untuk memperjuangkan
kesejahteraan pegawai
b. Mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai
Tabel 4.29
Mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 9 15.8 % 17.5 %
Baik 38 66.7 % 84.2 %
Sangat Baik 9 15.8 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 38
responden atau 66,7 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai
4.2.3 Deskripsi Data Variabel Keterampilan Teknik Kepala Sekolah
Dari tanggapan 57 responden terhadap 8 item pertanyaan tentang variabel
Keterampilan Teknik Kepala Sekolah yang terbagi menjadi tiga indikator
dengan alternatif lima pilihan jawaban yang meliputi: 5 (sangat baik), 4 (baik), 3
(netral), 2 (tidak baik), dan 1 (sangat tidak baik), didapat hasil sebagai berikut:
1. Membimbing guru dalam melaksanakan tugas proses belajar mengajar
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan teknik
kepala sekolah tentang memperhatikan kesejahteraan guru yang dibagi
menjadi tiga item :
a. Selalu membimbing guru dalam perencanaan program sekolah
Tabel 4.30
Selalu membimbing guru dalam perencanaan program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 4 7.0 % 8.8 %
Baik 23 40.4 % 49.1 %
Sangat Baik 29 50.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 29
responden atau 50,9 % menyatakan sangat baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan sangat baik
hal ini berarti kepala sekolah selalu membimbing guru dalam
perencanaan program sekolah


b. Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan program sekolah
Tabel 4.31
Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 4 7.0 % 7.0 %
Baik 36 63.2 % 70.2 %
Sangat Baik 17 29.8 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
36 responden atau 63,2 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti kepala sekolah selalu membimbing guru dalam pelaksanaan
program sekolah
c. Selalu membimbing guru dalam evaluasi program sekolah
Tabel 4.32
Selalu membimbing guru dalam evaluasi program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 7 12.3 % 12.3 %
Baik 36 63.2 % 75.4 %
Sangat Baik 14 24.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
36 responden atau 63,2 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti kepala sekolah selalu membimbing guru dalam evaluasi program
sekolah


2. Membimbing guru dalam merencanakan program
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan teknik
kepala sekolah tentang membimbing guru dalam merencanakan
program yang dibagi menjadi tiga item :
a. Selalu membantu guru dalam perencanaan program sekolah
Tabel 4.33
Selalu membantu guru dalam perencanaan program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 11 19.3 % 19.3 %
Baik 30 52.6 % 71.9 %
Sangat Baik 16 28.1 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 30
responden atau 52,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah selalu membantu guru dalam perencanaan program sekolah
b. Selalu membantu guru dalam pelaksanaan program sekolah
Tabel 4.34
Selalu membantu guru dalam pelaksanaan program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 6 10.5 % 12.3 %
Baik 25 43.9 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah




Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
25 responden atau 43,9 % menyatakan baik dan 25 menyatakan sangat
baik 43,9 % , sehingga dapat digambarkan bahwa responden secara
umum menyatakan baik dan sangat baik hal ini berarti kepala sekolah
selalu membantu guru dalam pelaksanaan program sekolah
c. Selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah
Tabel 4.35
Selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Tidak Baik 2 3.5 % 5.3 %
Netral 11 19.3 % 24.6 %
Baik 28 49.1 % 73.7 %
Sangat Baik 15 26.3 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 28
responden atau 49,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah
3. Pelaksanaan administrasi sekolah dan pengajaran.
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap keterampilan teknik
kepala sekolah tentang pelaksanaan administrasi sekolah dan
pengajaran yang dibagi menjadi dua item :







a. Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi sekolah
Tabel 4.36
Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 2 3.5 % 3.5 %
Netral 18 31.6 % 35.1 %
Baik 27 47.4 % 82.5 %
Sangat Baik 10 17.5 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 27
responden atau 47,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi sekolah
b. Selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi sekolah
Tabel 4.37
Selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi sekolah
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 7 12.3 % 12.3 %
Netral 8 14.0 % 26.3 %
Baik 39 68.4 % 94.7 %
Sangat Baik 3 5.3 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 39
responden atau 68,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti kepala
sekolah selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi sekolah




4.2.4 Deskripsi Data Variabel Kinerja Guru
Dari tanggapan 57 responden terhadap 24 item pertanyaan tentang variabel
Kinerja Guru yang terbagi menjadi delapan indikator dengan alternatif lima
pilihan jawaban yang meliputi: 5 (sangat baik), 4 (baik), 3 (netral), 2 (tidak baik),
dan 1 (sangat tidak baik), didapat hasil sebagai berikut:
1. Kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar
yang dibagi menjadi empat item :
a. Guru menyusun silabus dalam program pengajaran
Tabel 4.38
Guru menyusun silabus dalam program pengajaran
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 33 57.9 % 57.9 %
Sangat Baik 24 42.1 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
33 responden atau 57,9 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti bahwa guru sebelum melaksanakan proses belajar mengajar
terlebih dahulu menyusun silabus dalam program pengajaran.






b. Guru menyusun program semester
Tabel 4.39
Guru menyusun program semester
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 52 91.2 % 91.2 %
Sangat Baik 5 8.8 % 100 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
52 responden atau 91,2 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti bahwa guru sebelum melaksanakan proses belajar selalu
menyusun program semester
c. Guru menyusun program tahunan
Tabel 4.40
Guru menyusun program tahunan,
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 35 61.4 % 61.4 %
Sangat Baik 22 38.6 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
35 responden atau 61,4 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti bahwa guru sebelum melaksanakan proses belajar selalu
menyusun program tahunan


d. Guru menyusun RPP sebelum melaksanakan proses belajar mengajar
Tabel 4.41
Guru menyusun RPP sebelum melaksanakan proses belajar mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 2 3.5 % 3.5 %
Baik 34 59.6 % 63.2 %
Sangat Baik 21 36.8 % 100 %
Total 57 100 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 34
responden atau 59,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
guru selalu menyusun RPP sebelum melaksanakan proses belajar
mengajar
2. Penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa yang dibagi
menjadi tiga item :
a. Guru aktif memberi catatan dalam agenda mengajar
Tabel 4.42
Guru aktif memberi catatan dalam agenda mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 3 5.3 % 5.3 %
Baik 44 77.2 % 82.5 %
Sangat Baik 10 17.5 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 44
responden atau 77,2 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
guru sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan program
pengajaran
b. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan program
pengajaran
Tabel 4.43
Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan program
pengajaran
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 3 5.3 % 5.3 %
Baik 49 86.0 % 91.2 %
Sangat Baik 5 8.8 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 49
responden atau 86 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
guru sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan program
pengajaran
c. Guru mempersiapkan materi sebelum melakanakan proses belajar
mengajar





Tabel 4.44
Guru mempersiapkan materi sebelum melakanakan proses belajar mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 24 42.1 % 43.9 %
Baik 31 54.4 % 98.2 %
Sangat Baik 1 1.8 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
31 responden atau 54,4 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti bahwa guru sudah mempersiapkan materi sebelum melakanakan
proses belajar mengajar
3. Penguasaan metode dan strategi mengajar
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
penguasaan metode dan strategi mengajar yang dibagi menjadi tiga
item :
a. Guru menggunakan metode dan strategi pembelajaan dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar
Tabel 4.45
Guru menggunakan metode dan strategi pembelajaan dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 3 5.3 % 5.3 %
Tidak Baik 13 22.8 % 28.1 %
Netral 13 22.8 % 50.9 %
Baik 22 38.6 % 89.5 %
Sangat Baik 6 10.5 % 100.0 %
Total 57 100.0 %

Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 22
responden atau 38,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
guru sebagian sudah menggunakan metode dan strategi pembelajaan
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar
b. Guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar
Tabel 4.46
Guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Tidak Baik 7 12.3 % 14.0 %
Netral 9 15.8 % 29.8 %
Baik 28 49.1 % 78.9 %
Sangat Baik 12 21.1 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 28
responden atau 49,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar ajar
c. Guru menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar
mengajar





Tabel 4. 47
Guru menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 42 73.7 % 73.7 %
Sangat Baik 15 26.3 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 42
responden atau 73,7 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar guru sudah menggunakan media dalam melaksanakan
proses belajar mengajar
4. Pemberian tugas-tugas kepada siswa
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
pemberian tugas-tugas kepada siswayang dibagi menjadi dua item :
a. Guru memberikan tugas kepada peserta didik
Tabel 4.48
Guru memberikan tugas kepada peserta didik
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 5 8.8 % 8.8 %
Netral 17 29.8 % 38.6 %
Baik 25 43.9 % 82.5 %
Sangat Baik 10 17.5 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 25
responden atau 43,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa


sebagian guru selalu membrikan tugas setelah proses belajar
mengajar berakhir
b. Guru selalu datang tepat waktu
Tabel 4.49
Guru selalu datang tepat waktu
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 2 3.5% 3.5 %
Tidak Baik 4 7.0 % 10.5 %
Netral 10 17.5 % 28.1 %
Baik 33 57.9 % 86.0 %
Sangat Baik 8 14.0 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 33
responden atau 57,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian guru selalu datang tepat waktu dalam proses belajar
mengajar
5. Kemampuan pngelolaan kelas
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
kemampuan pengelolaan kelas yang dibagi menjadi satu item :

a. Guru selalu mengisi dan meneliti daftar hadir peserta didik sebelum
memulai pelajaran




Tabel 4.50
Guru selalu mengisi dan meneliti daftar hadir peserta didik sebelum memulai
pelajaran
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 30 52.6 52.6
Sangat Baik 27 47.4 100.0
Total 57 100.0
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 30
responden atau 52,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar Guru selalu mengisi dan meneliti daftar hadir peserta didik
sebelum memulai pelajaran
6. Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi yang dibagi menjadi enam
item :
a. Guru melakukan post tes sebeum memulai proses belajar mengajar
Tabel 4.51
Guru melakukan post tes sebelum memulai proses belajar mengajar
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 32 56.1 % 56.1 %
Sangat Baik 25 43.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 32
responden atau 56,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar guru sudah melakukan post tes sebeum memulai
proses belajar mengajar
b. Guru melaksanakan kegatan penilaian : ulangan harian, mid semester,
ulangan semester dan ujian akhir
Tabel 4.52
Guru melaksanakan kegatan penilaian : ulangan harian, mid semester,
ulangan semester dan ujian akhir
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 41 71.9 % 71.9 %
Sangat Baik 16 28.1 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 41
responden atau 71,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
semua guru telah melaksanakan kegatan penilaian : ulangan harian,
mid semester, ulangan semester dan ujian akhir







c. Guru melaksanakan analisis hasil ulangan harian
Tabel 4.53
Guru melaksanakan analisis hasil ulangan harian
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 24 42.1 % 42.1 %
Sangat Baik 33 57.9 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 33
responden atau 57,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar Guru sudah melaksanakan analisis hasil ulangan harian

d. Guru melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
Tabel 4.54
Guru melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 1 1.8 % 1.8 %
Netral 1 1.8 % 3.5 %
Baik 29 50.9 % 54.4 %
Sangat Baik 26 45.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 29
responden atau 50,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa


sebagian besar guru sudah melaksanakan program perbaikan dan
pengayaan
e. Guru selalu mendokumentasikan progam perbakan dan pengayaan yang
telah dievaluasi
Tabel 4.55
Guru selalu mendokumentasikan progam perbakan dan
pengayaan yang telah dievaluasi
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 32 56.1 56.1
Sangat Baik 25 43.9 100.0
Total 57 100.0
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 32
responden atau 56,1 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar guru sudah mendokumentasikan progam perbakan dan
pengayaan yang telah dievaluasi
f. Guru selalu melaporkan program perbaikn an pengayaan yang telah
dievaluasi
Tabel 4.56
Guru selalu melaporkan program perbaikn an pengayaan yang telah dievaluasi
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 35 61.4 % 61.4 %
Sangat Baik 22 38.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu
35 responden atau 61,4 % menyatakan baik , sehingga dapat
digambarkan bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini
berarti bahwa sebagain guru selalau melaporkan program perbaikan dan
pengayaan yang telah dievaluasi
7. Membimbing dan melatih peserta didik
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
membimbing dan melatih peserta didik yang dibagi menjadi dua item :
a. Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler
Tabel 4.57
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 6 10.5 10.5
Baik 35 61.4 71.9
Sangat Baik 16 28.1 100.0
Total 57 100.0
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 35
responden atau 61,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagain guru membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler







b. Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan lomba Mapel
Tabel 4.58
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan lomba Mapel
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 9 15.8 % 15.8 %
Baik 30 52.6 % 68.4 %
Sangat Baik 18 31.6 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 30
responden atau 52,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar guru membimbing peserta didik dalam kegiatan lomba
Mapel
8. Melaksanakan tugas tambahan
Berikut ini adalah pandangan responden terhadap kinerja guru tentang
melaksanakan tugas tambahan yang dibagi menjadi tiga item :
a. Guru selalu aktif dalam kegiatan MGMP
Tabel 4.59
Guru selalu aktif dalam kegiatan MGMP
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 0 0,0 % 0,0 %
Baik 30 52.6 52.6
Sangat Baik 27 47.4 100.0
Total 57 100.0
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 30
responden atau 52,6 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan


bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
semua guru aktif mengkuti kegiatan MGMP
b. Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan dengan tugas guru
Tabel 4.60
Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan dengan tugas guru
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 11 19.3 % 19.3 %
Baik 31 54.4 % 73.7 %
Sangat Baik 15 26.3 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 31
responden atau 54,4 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan dengan tugas
guru
c. Guru berdiskusi dengan kepala sekolah dalam mengatasi
permasalahan yang ada
Tabel 4.61
Guru berdiskusi dengan kepala sekolah dalam mengatasi
permasalahan yang ada
Kategori Frequency Percent Cumulative Percent
Sangat Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Tidak Baik 0 0,0 % 0,0 %
Netral 11 19.3 % 19.3 %
Baik 29 50.9 % 70.2 %
Sangat Baik 17 29.8 % 100.0 %
Total 57 100.0 %
Sumber : Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar yaitu 29
responden atau 50,9 % menyatakan baik , sehingga dapat digambarkan
bahwa responden secara umum menyatakan baik hal ini berarti bahwa
sebagian besar guru telah berdiskusi dengan kepala sekolah dalam
mengatasi permasalahan yang ada
4.3 Uji Asumsi Klasik
4.3.1 Uji Normalitas
Uji normalitas menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan
variabel dependen, keduanya terdistribusikan secara normal atau tidak. Normalitas
data dalam penelitian dilihat dengan cara memperhatikan penyebaran data (titik)
pada Normal P-Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat.
Persyaratan dari uji normalitas data adalah jika data menyebar di sekitar garis
diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi
norrnalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikikuti
garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.3
Output Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-Plot




Berdasarkan hasil pengolahan data maka didapatkan hasil bahwa semua data
berdistribusi secara normal dan tidak terjadi penyimpangan, sehingga data yang
dikumpulkan dapat diproses dengan metode-metode selanjutnya. Hal ini dapat
dibuktikan dengan memperhatikan sebaran data yang menyebar disekitar garis
diagonal pada Normal P-Plot of Regresion Standardized Residual sesuai gambar di
atas.
4.3.2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah menguji apakah dalam sebuah model regresi,
terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain
tetap, maka disebut Homoskedasitas. Dan jika varians berbeda, disebut
Heteroskedasitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedasitas.

Gambar 4.3. Sebaran Data Varian Residual


Dari grafik di atas, terlihat titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk
sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupiun di bawah
angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi Heteroskedasitas pada model
regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk prediksi Pendapatan berdasar
masukan variable independennya.
4.3.3. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan
adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak
terjadi korelasi diantara variabel bebas (Ghozali, 2002). Berikut dapat dilihat hasil
pengujian multikolinieritas.
Tabel 4.62

Uji Multikolinieritas

Coefficients
a

Model
Unstandardized
Coefficients
Standardiz
ed
Coefficient
s
t Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error Beta
Toleranc
e VIF
1 (Constant) 39.148 7.167

5.463 .000

Keterampilan
Konseptual Kepala
Sekolah
.533 .193 .335 2.757 .008 .513 1.95
1
Keterampilan
Hubungan Manusia
Kepala Sekolah
.472 .162 .423 2.910 .005 .358 2.79
2
Keterampilan Teknik
Kepala Sekolah
.181 .251 .099 .721 .474 .398 2.51
0
a. Dependent Variable: Kinerja Guru




Dari tabel di atas dapat dilihat nilai tolerance dan nilai VIF dari masing
masing variabel, dimana Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah tolerance =
0,513 dan VIF = 1.951. Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah toleransi :
0,358 dan VIF : 2.792 dan Keterampilan Teknik Kepala Sekolah toleransi : 0,398
dan VIF : 2.510
Pada bagian coeficient terlihat untuk kedua variabel independen, angka VIF
ada di bawah angka 10 (misal 1.951). Demikian juga nilai tolerance dibawah angka 1
(seperti untuk variabel X
1
adalah 0,513). Dengan demikian dapat disimpulkan tidak
ada korelasi sempurna antar variabel bebas.
Hal ini berarti antara ketiga variabel tidak terjadi multikolinieritas. Dengan
demikian model regresi dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan.

4.3.4. Analisis Regresi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel-variabel
bebas yaitu supervisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap
variabel terikat yaitu kompetensi profesional guru.
Untuk mengetahui tingkat pengaruh dan arah hubungan variabel bebas
terhadap variabel terikat dilakukan analisis regresi berganda. Dari hasil perhitungan
SPSS diperoleh hasil sebagaimana pada tabel berikut.








Tabel 4.63
Coefficients
a

Model
Unstandardized
Coefficients
Standardiz
ed
Coefficient
s
t Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 39.148 7.167

5.463 .000

Keterampilan Konseptual
Kepala Sekolah
.533 .193 .335 2.757 .008 .513 1.95
1
Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
.472 .162 .423 2.910 .005 .358 2.79
2
Keterampilan Teknik
Kepala Sekolah
.181 .251 .099 .721 .474 .398 2.51
0
a. Dependent Variable: Kinerja Guru

Besarnya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara bersama-
sama dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda. Berdasarkan
perhitungan di atas maka secara matematis persamaan hasil regresi dalam
penelitian ini adalah : Y = 39.148 + 0,533 X1

+ 0,472 X2.+ 0, 181 X3

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. KeterampilanKonseptual Kepala Sekolah mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja guru. Hal ini dapat diartikan jika Keterampilan Konseptual Kepala
sekolah meningkat atau ditingkatkan sebesar 1 maka kinerja guru akan
mengalami peningkatan sebesar 0,533. Hal ini menunjukkan bahwa
Keterampilan Konseptual Kepala sekolah yang meliputi kemampuan
mendiagnosis permasalahan sekolah, memecahkan permasalahan sekolah,
merencanakan perilaku, mengkoordinasi kegiatan sekolah, mengevaluasi
kegiatan , mengembangkan kurikulum, mengembangkan staf untuk mencapai
tujuan sekolah. merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
mengevaluasi pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, dan bantuan
mengelola kelas mempengaruhi kinerja guru.


2. Keterampilan Hubungan Manusia kepala sekolah mempunyai pengaruh positif
terhadap kinerja guru. Hal ini dapat diartikan jika keterampilan Hubungan
Manusia kepala sekolah meningkat atau ditingkatkan sebesar 1 maka kinerja
guru akan mengalami peningkatan sebesar 0,472. Hal ini menunjukkan bahwa
keterampilan Hubungan Manusia kepala sekolah yang meliputi menjalin
hubungan kerja sama dengan para guru agar tujuan sekolah dicapai dengan
mudah, membangun semangat atau memotivasi kerja guru agar dapat berhasil
dalam menyelesaikan tugas, menjalin komunikasi dengan para guru, agar
program sekolah dipahami secara baik oleh guru, menciptakan kerja sama yang
efektif dan kooperatif dengan para guru sebagai upaya untuk memperlancar
pelaksanaan tugas guru, mengikutsertakan para guru dalam merumuskan
pengambilan keputusan, menyelesaikan konflik di sekolah, memberikan
bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan tugas guru, sebagai upaya untuk
memperlancar pelaksanaan tugas guru dalam proses belajar mengajar; dan
memperhatikan kesejahteraan guru mempengaruhi kinerja guru.
3. Keterampilan Teknik kepala sekolah mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja guru. Hal ini dapat diartikan jika keterampilan Teknik kepala sekolah
meningkat atau ditingkatkan sebesar 1 maka kinerja guru akan mengalami
peningkatan sebesar 0,181. Hal ini menunjukkan bahwa keterampila Teknik
kepala sekolah yang meliputi membimbing guru dalam melaksanakan tugas
proses belajar mengajar, membimbing guru dalam merencanakan program,
pelaksanaan administrasi sekolah dan pengajaran mempengaruhi kinerja guru.





4.3.5. Pengujian Hipotesis
4.3.5.1. Uji Pengaruh Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah Terhadap
Kinerja Guru
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel keterampilan
konseptual kepala sekolah terhadap kinerja guru secara individual. Berdasarkan dari
hasil perhitungan (pada tabel 4.49) diperoleh t hitung X1 (keterampilan konseptual)
sebesar 2.757 dan t tabel sebesar 1.672, jadi t hitung lebih besar dari t tabel, dan
jatuh atau terletak di daerah penolakan Ho dan penerimaan Ha sehingga dapat
disimpulkan bahwa variabel keterampilan konseptual pengaruh positif terhadap
kinerja guru.
4.3.5.2. Uji Pengaruh Keterampilan Hubungan Manusia KepalaSekolah
terhadap Kinerja Guru
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah terhadap kinerja guru secara individual. Berdasarkan dari
hasil perhitungan (pada tabel 4.49) diperoleh t hitung X2 (keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah) sebesar 2.910 dan t tabel sebesar 1.672, jadi t hitung
lebih besar dari t tabel, dan jatuh atau terletak di daerah penolakan Ho dan
penerimaan Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru.
4.3.5.3. Uji Pengaruh Keterampilan Teknik Kepala Sekolah terhadap Kinerja
Guru
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel keterampilan teknik
kepala sekolah terhadap kinerja guru secara individual. Berdasarkan dari
hasil perhitungan (pada tabel 4.49) diperoleh t hitung X2 (keterampilan
teknik kepala sekolah) sebesar 0,721 dan t tabel sebesar 1.672, jadi t


hitung lebih kecil dari t tabel, dan jatuh atau terletak di daerah penerimaan
Ho dan penolakan Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel
keterampilan teknik kepala sekolah memiliki pengaruh negatif terhadap
kinerja guru
4.3.5.4. Uji Pengaruh Keterampilan Konseptual, Ketrampilan Hubungan
Manusia dan Keerampilan Teknik Kepala sekolah terhadapa Kinerja
Guru
Untuk mengetahui apakah variabel bebas (Keterampilan Konseptual,
Ketrampilan Hubungan Manusia dan Keerampilan Teknik kepala sekolah) secara
simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat
(kinerja guru). Hasil perhitungan Uji F melalui program SPSS selengkapnya nampak
pada tabel 4.64.
Tabel 4.64
Hasil Perhitungan Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1051.728 3 350.576 26.335 .000
a

Residual 705.535 53 13.312

Total 1757.263 56

a. Predictors: (Constant), Keterampilan Teknik Kepala Sekolah, Keterampilan Konseptual Kepala
Sekolah, Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
b. Dependent Variable: Kinerja Guru

Hasil perhitungan diperoleh F hitung sebesar 26.335 dan F tabel sebesar 3,16.
Berdasarkan pengujian di atas, terlihat F hitung > F tabel dan siginifikansi F 0,000
lebih kecil dari 0,05. Ini berarti secara bersama-sama terdapat pengaruh signifikan
antara variabel Keterampilan Konseptual, Ketrampilan Hubungan Manusia dan
Keerampilan Teknik kepala sekolah terhadap Y (kinerja guru). Sehingga hipotesis


yang menyatakan ada pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap
variabel terikat adalah terbukti.

4.3.6. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase nilai Y yang
dapat dijelaskan oleh garis regresi atau seberapa besar persentase perubahan
kinerja guru yang dapat dipengaruhi oleh variabel Keterampilan Konseptual,
Ketrampilan Hubungan Manusia dan Keerampilan Teknik kepala sekolah.
Tabel 4.65
Hasil Perhitungan Uji Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Change Statistics
R Square
Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 .774
a
.599 .576 3.64856 .599 26.335 3 53 .000
a. Predictors: (Constant), Keterampilan Teknik Kepala Sekolah, Keterampilan Konseptual Kepala
Sekolah, Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
b. Dependent Variable: Kinerja Guru
Hasil perhitungan program SPSS diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square
= 0,599) berarti sebesar 59,9 % koefisien variabel kinerja guru dipengaruhi variabel
bebas yaitu keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia dan
keterampilan teknik kepala sekolah, sedang sisanya 40,1 % dipengaruhi variabel
lain diluar penelitian atau diluar kedua variabel bebas (keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan ieknik kepala sekolah).






4.4. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa variabel keterampilan konseptual
kepala sekolah secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
guru yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel (2.757 > 1,672). hal ini dapat
dijelaskan bahwa kinerja guru dipengaruhi keterampilan konseptual kepala sekolah
yang meliputi kemampuan mendiagnosis permasalahan sekolah, memecahkan
permasalahan sekolah, merencanakan perilaku, mengkoordinasi kegiatan sekolah,
mengevaluasi kegiatan , mengembangkan kurikulum, mengembangkan staf untuk
mencapai tujuan sekolah. merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, dan
bantuan mengelola kelas. Hasil pengujian hipotesis 1 konsisten dengan pendapat
(Benton dalam Wahyudi, 2009: 69). Keterampilan konseptual kepala sekolah
diartikan sebagai kemampuan yang berkaitan dengan menggunakan gagasan dan
menjabarkannya untuk mendapatkan pendekatan baru dalam menjalankan
departemen-departemen atau perusahaan Keterampilan konseptual merupakan
kemampuan mengembangkan gagasan untuk merencanakan, mengkoordinasi,
melakukan pengawasan dan memecahkan masalah (Wahyudi, 2009: 70). Dalam
organisasi pendidikan keterampilan konseptual adalah kemampuan kepala sekolah
untuk melihat sekolah sebagai suatu keseluruhan, merencanakan perubahan,
merancang tujuan sekolah, membuat penilaian secara tepat tentang efektivitas
kegiatan sekolah dan mengkoordinasikan program secara harmonis (Otto dan
Sanderr dalam Wahyudi, 2009: 70). Dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa
pentingnya keterampilan konseptual bagi kepala sekolah sebagai manajer
pendidikan dalam melaksanakan tanggung jawab manajerialnya terutama dalam


perencanaan, pengorganisasian, menentukan kebijaksanaan, pemecahan masalah
dan dalam pengembangan program secara efektif.
Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa variabel keterampilan
hubungan manusia kepala sekolah secara parsial mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja guru yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel
(2.910 > 1,672), Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keterampilan hubungan
manusia kepala sekolah yang diterima oleh para guru akan mampu mendorong
kinerjanya, khususnya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa keterampilan hubungn manusia kepala sekolah yang baik
akan mampu meningkatkan kinerja guru. Keterampilan hubungan manusia harus
dimiliki oleh seorang kepala sekolah karena aktivitas sekolah merupakan aktivitas
antar manusia (kepala sekolah dengan guru, kepala sekolah dengan siswa, guru
dengan guru, guru dengan murid dan murid dengan murid) untuk mencapai tujuan
pendidikan kelembagaan. Keterampilan hubungan manusia merupakan kemampuan
untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan memahami orang.orang dalam organisasi
(Winardi dalam Wahyudi: 2009, 72). Lebih lanjut Winardi menjelaskan bahwa
kemampuan ini harus dikuasai karena dengan komunikasi dan hubungan secara
baik dapat memotivasi kerja bawahan. Keterampilan hubungan manusia di sekolah
adalah kemampuan kepala sekolah untuk membangun komunikasi dua arah antar
personel sekolah dan anggota masyarakat lainnya untuk menciptakan kepercayaan
pada sekolah dan meningkatkan kinerja guru. Perilaku hubungan manusia yang
dilakukan kepala sekolah meliputi : (1) menjalin hubungan kerjasama dengan guru;
(2) menjalin komunikasi dengan guru; (3) memberikan bimbingan dan bantuan
dalam menyelesaikan tugas guru; (4) membangun semangat/ moral kerja guru; (5)
memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi ; (6) menyelesaikan segala


permasalahan di sekolah; (7) mengikut sertakan guru dalam merumuskan
pengambilan keputusan; (8) menyelesaikan konflik disekolah; (9) menghormati
peraturan sekolah dan (10) menciptakan iklim kompetitif yang sehat antar guru.
Untuk variabel keterampilan teknik kepala sekolah dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel keterampilan teknik kepala sekolah secara parsial
tidak mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru yang ditunjukkan dengan
diperoleh t hitung 0,721< t tabel sebesar 1,672. Keterampilan teknik kepala sekolah
yang dilakukan pada guru SMP Negeri Gringding bertujuan untuk mengetahui
kondisi yang terjadi dan mengetahui kesulitan-kesulitannya sehingga dapat dicari
jalan pemecahannya serta antisipasi terhadap kesalahan berikutnya. Seharusnya
dengan adanya manajerial keteramplan kepala sekolah ada peningkatan positif
terhadap kinerja guru. Tetapi hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan
ada pengaruh negatif keterampilan teknik kepala sekolah terhadap kinerja guru.
Oleh sebab itu manajerial keterampila Teknik kepala sekolah yang meliputi
membimbing guru dalam melaksanakan tugas proses belajar mengajar,
membimbing guru dalam merencanakan program, pelaksanaan administrasi
sekolah dan pengajaran baik struktural maupun fungsional hendaknya dilaksanakan
secara kontinyu dan memperhatikan nilai –nilai yang terkandung dalam keterampilan
teknik yang baik dan benar. Jika nilai-nlai keterampila teknik diabaikan atau tidak
dipenuhi bisa mengakibatkan kinerja guru tidak berjalan semestinya dan tujuan
manajerial kepala sekolah tidak tercapai.
Secara simultan dapat diketahui bahwa variable keterampaln konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keteramplan teknik kepala sekolah
mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap kierja guru hal ini dilihat dari
nilai F hitung > F tabel yaitu 26,336 > 3,131, hal ini dapat dijelaskan bahwa


keterampaln konseptual, keterampilan hubungan manusia dan keteramplan teknik
kepala sekolah secara bersama-sama memberikan pengaruh positif yang cukup
signifikan. Hal ini sesuai dengan Sergiovanni (1987) mengatakan bahwa sekolah
yang efektif dapat mempengaruhi kepuasan kerja yang secara eksplisit muncul
sebagai performansi dan kinerja kepala kepala serta personal sekolah lainnya
dalam bentuk kehadiran, kehadiran fisik, dan kesehatan mental. Penilaian kinerja
kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidkan dilihat dari kemampuannya
menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk mencapai tujuan yang
maksimal dan mampu menentukan pilihan pekerjaan yang tepat untuk dilaksanakan.
Sedangkan berdasarkan koefisien determinan menunjukkan bahwa
59,9 % koefisien kinerja guru dipengaruhi variabel bebas yaitu keterampilan
konseptual, keterampilan hubungan manusia dan keteramplan teknik kepala
sekolah, sedangkan 40,1 % dipengaruhi variabel lain diluar penelitian atau
diluar ketiga variabel bebas (keterampaln konseptual, keterampilan hubungan
manusia dan keteramplan teknik kepala sekolah ).
4.5. Keterbatasan Penelitian
1. Penelitian ini hanya meneliti masalah pengaruh keterampaln konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keteramplan teknik kepala
sekolah terhadap kinerja guru. Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil
yang baik, namun tidak berarti bahwa kinerja guru hanya dipengaruhi oleh ke
tiga faktor tersebut saja, namun masih banyak faktor lain yang
mempengaruhinya. Baik faktor internal, maupun ekternal, dan faktor lain.
2. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner atau angket, dan responden dalam
memberikan jawaban hanya berdasarkan beberapa altematif yang
disediakan peneliti saja. Hal tersebut akan berdampak pada kebebasan


responden dalam memberikan tanggapannya terhadap hal-hal yang mungkin
tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi atau yang dialami
responden di lingkungan kerjanya.
3. Pengambilan data menggunakan angket dengan tenggang waktu cukup lama
memungkinkan responden untuk memikirkannya lebih cermat, hal ini dapat
berdampak negatif, sebab adanya tenggang waktu yang cukup lama
membuat responden bersikap hati-hati dan ada kecenderungan memilih
alternatif jawaban yang baik-baik saja atau jawaban yang tidak beresiko,
tidak spontan sesuai dengan keadaan sebenarnya atau sebaliknya.


















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1) Terdapat pengaruh positif keterampilan konseptual kepala sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
2) Terdapat pengaruh positif keterampilan hubungan manusia kepala sekolah
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang
3) Tidak terdapat pengaruh positif keterampilan teknik kepala sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
4) Terdapat pengaruh signifikan antara variabel keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan teknik kepala sekolah
secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja guru SMP Negeri di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
5) Berdasarkan koefisien determinasi disimpulkan bahwa sebesar 59,9 %
koefisien variabel kinerja sekolah dipengaruhi variabel bebas yaitu
keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia dan keterampilan
teknik kepala sekolah , sedang sisanya 44,4 % dipengaruhi variabel lain
diluar penelitian atau diluar ketiga variabel bebas (keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan teknik kepala sekolah ).
Variabel lain diluar penelitian yang ikut mempengaruhi kinerja guru antara
lain sarana dan prasarana yang memadai, media pembelajaran, kelengkapan


buku penunjang pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam meningkatkan
kemajuan sekolah.
5.2. Saran
Untuk meningkatkan kinerja guru kepala sekolah disarankan untuk
menggunakan berbagai cara dan teknik untuk mempimpin dan berkomunikasi
dengan guru, mengingat berbagai macam karakter yang dimiliki oleh guru,
agar kepala sekolah dapat diterima oleh guru, maka kepala sekolah perlu
mempelajari perilaku guru yang satu dengan guru lainnya, sehingga dalam
memimpin kepala sekolah mendapatkan dukungan dari guru.
Selain ketiga keterampilan manajerial kepala sekolah, suasana kerja, seperti
ruangan guru, lingkungan sekolah yang berupa tempat parkir, taman, selasar
sekolah perlu diperhatikan kebersihannya, kerjasama antar guru dan
kerukunan guru perlu diperhatikan agar guru merasa nyaman berada di tempat
kerja.













BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.3. Simpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1) Terdapat pengaruh positif keterampilan konseptual kepala sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
2) Terdapat pengaruh positif keterampilan hubungan manusia kepala sekolah
terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang
3) Tidak terdapat pengaruh positif keterampilan teknik kepala sekolah terhadap
kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
4) Terdapat pengaruh signifikan antara variabel keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan teknik kepala sekolah
secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja guru SMP Negeri di
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
5) Berdasarkan koefisien determinasi disimpulkan bahwa sebesar 59,9 %
koefisien variabel kinerja sekolah dipengaruhi variabel bebas yaitu
keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia dan keterampilan
teknik kepala sekolah , sedang sisanya 44,4 % dipengaruhi variabel lain
diluar penelitian atau diluar ketiga variabel bebas (keterampilan konseptual,
keterampilan hubungan manusia dan keterampilan teknik kepala sekolah ).
Variabel lain diluar penelitian yang ikut mempengaruhi kinerja guru antara
lain sarana dan prasarana yang memadai, media pembelajaran, kelengkapan


buku penunjang pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam meningkatkan
kemajuan sekolah.
5.4. Saran
Untuk meningkatkan kinerja guru kepala sekolah disarankan untuk
menggunakan berbagai cara dan teknik untuk mempimpin dan berkomunikasi
dengan guru, mengingat berbagai macam karakter yang dimiliki oleh guru,
agar kepala sekolah dapat diterima oleh guru, maka kepala sekolah perlu
mempelajari perilaku guru yang satu dengan guru lainnya, sehingga dalam
memimpin kepala sekolah mendapatkan dukungan dari guru.
Selain ketiga keterampilan manajerial kepala sekolah, suasana kerja, seperti
ruangan guru, lingkungan sekolah yang berupa tempat parkir, taman, selasar
sekolah perlu diperhatikan kebersihannya, kerjasama antar guru dan
kerukunan guru perlu diperhatikan agar guru merasa nyaman berada di tempat
kerja.


130


DAFTAR PUSTAKA

Budiono. 2004. Statistik Dasar Untuk Penelitian. Surakarta : UNS Press. Burden
Ghozali, Imam .2002. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Semarang:
Badan Penerbit Undip
Hasibuan, H. Malayu S. P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi
Aksara
Indiantoro, 2002. Metodologi Penelitian . Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Indiyono, 2003, Hubungan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dengan Guru
Pembimbing pada SMA Negeri di Kabupaten Kendal, Surakarta : Universitas
Muhamadiyah Surakarta . Tesis
Dale A. Timpe (2002), Kinerja, Seri Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Elex
Media Komputindo;
Danim S., 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Kuncoro, Mudrajat. 2007. Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan
Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Lamatenggo, 2001. Kinerja Guru: Korelasi antara Persepsi Guru terhadap Perilaku
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Kinerja Guru SD di
Gorontalo” . Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. ” Tesis
Mangkunegara,AA Anwar, 2000.Evaluasi Kinerja SDM, Bandung : PT Refika Aditema
Mulyasa, E. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan
MBS dan KBK. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Nasution. 2002. Metode Research. Jakarta : PT Ikrar Mandiriabadi
Presthus ,2006, A Successful School and its’ Principal Enabling Leadership within the
Organization. Tesis
Rakhmat, Jalaluddin. 2000. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Rahman dkk ,2006, Peran Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu
Pendidikan, Sumedang :Alqaprint Jatinangor
Sagala, Syaiful. 2007. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada


131



Sedarmayanti,.2001. Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja, Bandung:
Mandar Maju
Setiaji, Bambang. 2006. Panduan Riset Dengan Pendekatan Kuantitatif .Surakarta:
Muhammadiyah University Press.
Setiadi ,2002, Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah dan Keterampilan Manajerial
Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru pembimbing pada SMU Negeri di
Kabupaten Pati. Tesis
Singarimbun, 2001, Metode Penelitian Survai, Penerbit: Pustaka LP3ES,
Siswanto. 2003. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan
Operasional. Jakarta: Bumi Aksara
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Remaja
Rosda Karya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Stokking ,2003, Developing Performance Standarts of Teacher Assessment by policy
Capturing. Tesis
Wiharjadi , 2000, Hubungan Pembinaan oleh Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru
Pembimbing, Studi Deskriptif-Analitik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
se Jawa Barat. Tesis

Winardi. 2000. Asas-Asas Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
Wahjosumidjo. 2007. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan
Permasalahannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Wahyudi. 2009 Kepemimpinan Kepala Sekolah; dalam organisasi pembelajar (learning
organization). Bandung: Alfabeta

Yukl, Gary. 2007. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta: PT. Indeks.
Yamin, Martinis. 2010. Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta :Gaung Persada
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia.
Jakarta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Jakarta
Permen DIKNAS No 16. 2006. Standar Kompetensi Akademik dan Kompetensi Guru.
Jakarta: Laksana Mandiri.
Permen DIKNAS No 22. 2006. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Beserta
Kerangka Dasar dan Standar Kurikulum Untuk Satuan Pendidikan. Jakarta:
Laksana Mandiri.


132


Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2008 Tentang Guru. Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional
Permen Diknas. No 28 tahun 2010 Tentang. Penugasan Guru Sebagai Kepala
Sekolah/Madrasah. Jakarta: Laksana Mandiri.
Saerozi, 2005 . faktor-faktor-yang-mempengaruhi kinerja/ www.id.shvoong.com/social-
sciences/education/2113806- download at Februari, 20, 2011

























133


Lampiran 1
KISI-KISI INSTRUMEN
PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP
KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN GRINGSING
KABUPATEN BATANG
ariabel
Penelitian
Indikator No. item
instrumen
Keterampila
n
Konseptual
8. Kemampuan mendiagnosis permasalahan
sekolah;
9. Memecahkan permasalahan sekolah;
10. Merencanakan perilaku;
11. Mengkoordinasi kegiatan sekolah;
12. Mengevaluasi kegiatan;
13. Mengembangkan kurikulum,
14. Mengembangkan staf untuk mencapai tujuan
sekolah.
1, 2, 3, 4, 5, 6,

7
8
9
10
11
12
Keterampila
n Hubungan
Manusia
1. Menjalin hubungan kerja sama dengan para
guru agar tujuan sekolah dicapai dengan
mudah;
2. Membangun semangat atau memotivasi
kerja guru agar dapat berhasil dalam
menyelesaikan tugas;
3. Menjalin komunikasi dengan para guru,
agar program sekolah dipahami secara baik
oleh guru;
4. Menciptakan kerja sama yang efektif dan
kooperatif dengan para guru sebagai upaya
untuk memperlancar pelaksanaan tugas
guru;
5. Mengikutsertakan para guru dalam
merumuskan pengambilan keputusan;
6. Menyelesaikan konflik di sekolah;
7. Memberikan bimbingan dan bantuan dalam
menyelesaikan tugas guru, sebagai upaya
untuk memperlancar pelaksanaan tugas
guru dalam proses belajar mengajar; dan
8. Memperhatikan kesejahteraan guru.
1,2,3


4


5,6


7,8


9

10,11
12



13, 14
Keterampila
n Teknik
1. Membimbing guru dalam melaksanakan
tugas proses belajar mengajar;
2. Membimbing guru dalam merencanakan
program ;
3. Pelaksanaan administrasi sekolah dan
pengajaran.
1, 2, 3

4, 5, 6

7, 8
Kinerja
Guru
1. Kemampuan membuat perencanaan dan
persiapan mengajar;
2. Penguasaan materi yang akan diajarkan
kepada siswa;
1,2,3,4,

5, 6, 7



134


3. Penguasaan metode dan strategi mengajar
;
4. Pemberian tugas-tugas kepada siswa ;
5. Kemampuan mengelola kelas;
6. Kemampuan melakukan penilaian dan
evaluasi;
7. Membimbing dan melatih peserta didik;
8. Melaksanakan tugas tambahan
8,9, 10
11,12
13
14,15,16,17,18,1
9,20,21
22,23 24
KUESIONER PENELITIAN
A. IDENTITAS RESPONDEN
Nama : …………………………………………………..
Unt Kerja : …………………………………………………..
Jenis Kelamin : 1). Pria 2). Wanita
Umur : ……………….. tahun
Masa Kerja : ……………….. tahun
Sertifikasi : Tahun ......................
Pendidikan : 1). SMA 2). D1 s/d/ D3 3). D4/S1 4). S2
A. Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
Bapak/Ibu responden dimohon untuk memberikan penilaian skala yang sesuai
untuk setiap pertanyaan dengan cara memberikan tanda (X).
5 : Sangat Baik 2 : Tidak Baik
4 : Baik 1 : Sangat Tidak Baik
3 : Netral
No. Pertanyaan tentang Keterampilan Konseptual Kepala
Sekolah
Tingkat
persetujuan
1 2 3
1. Mampu membuat gagasan yang dapat diterima untuk
kemajuan sekolah
5 4 3 2 1
2. Gagasan dan ide-idenya selalu diterima oleh pejabat di
tingkat atas
5 4 3 2 1
3. Senang mencoba konsep-konsep dan prosedur yang
baru
5 4 3 2 1
4. Gagasan dan ide-idenya kreatif dan inovatif 5 4 3 2 1
5. Mempunyai pengaruh terhadap pembuatan keputusan
di tingkat atas
5 4 3 2 1
6. Mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi
tingkatnya di kantor
5 4 3 2 1
7. Mampu memecahkan masalah dengan cara yang
kreatif dan cerdik
5 4 3 2 1
8. Mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat
pada waktunya
5 4 3 2 1
9. Selalu mengkoordinasikan dan melibatkan pegawai 5 4 3 2 1


135


dalam pelaksanaan evaluasi
10. Mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme
pegawai dalam menghadapai masa-masa mendatang
5 4 3 2 1
11. Berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang
potensial untuk mengembangkan kurikulum
5 4 3 2 1
12 Mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan
inisiatif pegawai
5 4 3 2 1
B.



B. Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah

Bapak/Ibu responden dimohon untuk memberikan penilaian skala yang
sesuai untuk setiap pertanyaan dengan cara memberikan tanda (X).
5 : Sangat Baik 2 : Tidak Baik
4 : Baik 1 : Sangat Tidak Baik
3 : Netral
No. Pertanyaan tentang Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
Tingkat
persetujuan
1 2 3
1. Mampu menciptakan kerja sama yang baik dengan
guru
5 4 3 2 1
2. Kerja sama dengan guru berjalan lancar 5 4 3 2 1
3. Mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang
lain
5 4 3 2 1
4. Mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi 5 4 3 2 1
5. Selalu berkomunikasi dengan guru mengenai
kegiatan sekolah
5 4 3 2 1
6. Mempunyai kemampuan meyakinkan pegawai dan
mampu mengatasi segala keadaan
5 4 3 2 1
7. Mampu menciptakan kerja sama yang kooperatif
dengan staf guru
5 4 3 2 1
8. Mampu menciptakan kerja sama yang efektif
dengan staf guru
5 4 3 2 1
9. Mengikutsertakan guru dalam merumuskan 5 4 3 2 1


136


pengambilan keputusan
10. Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif
dan sehat
5 4 3 2 1
11. Mampu mengatasi permasalahan yang timbul antar
pegawai
5 4 3 2 1
12. Memberi hadiah kepada para pegawai yang
berprestasi
5 4 3 2 1
13 Mampu untuk memperjuangkan kesejahteraan
pegawai
5 4 3 2 1
14. Mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan
pegawai
5 4 3 2 1


C. Keterampilan Teknikal Kepala Sekolah

Bapak/Ibu responden dimohon untuk memberikan penilaian skala yang sesuai
untuk setiap pertanyaan dengan cara memberikan tanda (X)
5 : Sangat Baik 2 : Tidak Baik
4 : Baik 1 : Sangat Tidak Baik
3 : Netral
No. Pertanyaan tentang Keterampilan Teknikal Kepala Sekolah Tingkat
persetujuan
1 2 3
1. Selalu membimbing guru dalam perencanaan program
sekolah
5 4 3 2 1
2. Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan program
sekolah
5 4 3 2 1
3. Selalu membimbing guru dalam evaluasi program sekolah 5 4 3 2 1
4. Selalu membantu guru dalam perencanaan program
sekolah
5 4 3 2 1
5. Selalu membantu guru dalam pelaksanaan program 5 4 3 2 1


137


sekolah
6. Selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah 5 4 3 2 1
7. Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi
sekolah
5 4 3 2 1
8. Selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi
sekolah
5 4 3 2 1













D. Kinerja Guru

Bapak/Ibu responden dimohon untuk memberikan penilaian skala yang sesuai untuk
setiap pertanyaan dengan cara menberikan tanda (X).
5 : Sangat Baik 2 : Tidak Baik
4 : Baik 1 : Sangat Tidak Baik
3 : Netral
No. Pertanyaan tentang Kinerja Guru Tingkat
persetujuan
1 2 3
1. Guru menyusun silabus dalam program pengajaran 5 4 3 2 1
2 Guru menyusun program semester 5 4 3 2 1
3 Guru menyusun program tahunan, 5 4 3 2 1
4 Guru menyusun RPP sebelum melaksanakan proses
belajar mengajar
5 4 3 2 1


138


5 Guru aktif memberi catatan dalam agenda mengajar 5 4 3 2 1
6 Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
program pengajaran
5 4 3 2 1
7 Guru mempersiapkan materi sebelum melakanakan proses
belajar mengajar
5 4 3 2 1
8 Guru menggunakan metode dan strategi pembelajaan
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar
5 4 3 2 1
9 Guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar
5 4 3 2 1
10 Guru menggunakan media dalam melaksanakan proses
belajar mengajar
5 4 3 2 1
11 Guru memberikan tugas kepada peserta didik 5 4 3 2 1
12 Guru selalu datang tepat waktu 5 4 3 2 1
13 Guru selalu mengisi dan meneliti daftar hadir peserta didik
sebelum memulai pelajaran
5 4 3 2 1
14 Guru melakukan post tes sebeum memulai proses belajar
mengajar
5 4 3 2 1
15 Guru melaksanakan kegatan penilaian : ulangan harian,
mid semester, ulangan semester dan ujian akhir
5 4 3 2 1
16 Guru melaksanakan analisis hasil ulangan harian 5 4 3 2 1
17 Guru melaksanakan program perbaikan dan pengayaan 5 4 3 2 1
18 Guru selalu mendokumentasikan progam perbakan dan
pengayaan yang telah dievaluasi
5 4 3 2 1
19 Guru selalu melaporkan program perbaikn an pengayaan
yang telah dievaluasi
5 4 3 2 1


139


20 Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler
5 4 3 2 1
21 Guru membimbng peserta didik dalam kegiatan lomba
Mapel
5 4 3 2 1
22 Guru selalu aktif dalam kegiatan MGMP 5 4 3 2 1
23 Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan
dengan tugas guru
5 4 3 2 1
24 Guru berdiskusi dengan kepala sekolah dalam mengatasi
permasalahan yang ada
5 4 3 2 1
Lampiran 2
Frekuansi Setiap Variabel

1. Frequency Variabel Keterampilan Konseptual Kepala sekolah

X1.1
Mampu membuat gagasan yang dapat diterima untuk kemajuan sekolah

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 32 57.1 57.1 64.3
Sangat Baik 20 35.7 35.7 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1.2
Gagasan dan ide-idenya selalu diterima oleh pejabat di tingkat atas

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 0 0 0 0
Netral 5 8.9 8.9 8.9
Baik 37 66.1 66.1 75.0
Sangat Baik 14 25.0 25.0 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1.3
Senang mencoba konsep-konsep dan prosedur yang baru

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 3 5.4 5.4 5.4
Baik 42 75.0 75.0 80.4
Sangat Baik 11 19.6 19.6 100.0
Total 56 100.0 100.0



140



X1.4
Gagasan dan ide-idenya kreatif dan inovatif

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 8 14.3 14.3 14.3
Baik 42 75.0 75.0 89.3
Sangat Baik 6 10.7 10.7 100.0
Total 56 100.0 100.0










X1.5
Mempunyai pengaruh terhadap pembuatan keputusan di tingkat atas

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 13 23.2 23.2 23.2
Baik 38 67.9 67.9 91.1
Sangat Baik 5 8.9 8.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1.6
Mempunyai pengaruh terhadap orang yang lebih tinggi tingkatnya di kantor

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8
Netral 5 8.9 8.9 10.7
Baik 28 50.0 50.0 60.7
Sangat Baik 22 39.3 39.3 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1-7
Mampu memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan cerdik

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 24 42.9 42.9 42.9
Sangat Baik 32 57.1 57.1 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1-8
Mampu mengendalikan program sehingga selesai tepat pada waktunya

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8


141


Netral 1 1.8 1.8 3.6
Baik 28 50.0 50.0 53.6
Sangat Baik 26 46.4 46.4 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1-9
Selalu mengkoordinasikan dan melibatkan pegawai dalam pelaksanaan evaluasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 31 55.4 55.4 55.4
Sangat Baik 25 44.6 44.6 100.0
Total 56 100.0 100.0






X1-10
Mengevaluasi kegiatan dan mempengaruhi optimisme pegawai dalam menghadapai
masa-masa mendatang
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 34 60.7 60.7 60.7
Sangat Baik 22 39.3 39.3 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1-11
Berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang potensial untuk mengembangkan
kurikulum
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 5 8.9 8.9 8.9
Baik 35 62.5 62.5 71.4
Sangat Baik 16 28.6 28.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


X1-12
Mampu untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inisiatif pegawai

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 2 3.6 3.6 3.6
Netral 10 17.9 17.9 21.4
Baik 27 48.2 48.2 69.6
Sangat Baik 17 30.4 30.4 100.0
Total 56 100.0 100.0



2. Frequency Variabel KeterampilanHubungan Manusia Kepala sekolah



142


X2.1
Mampu menciptakan kerja sama yang baik dengan guru

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 18 32.1 32.1 39.3
Sangat Baik 34 60.7 60.7 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.2
Kerja sama dengan guru berjalan lancar
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral
Baik 27 48.2 48.2 48.2
Sangat Baik 29 51.8 51.8 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.3
Mampu untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 3 5.4 5.4 5.4
Baik 28 50.0 50.0 55.4
Sangat Baik 25 44.6 44.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.4
Mampu memotivasi guru agar lebih berprestasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 25 44.6 44.6 51.8
Sangat Baik 27 48.2 48.2 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.5
Selalu berkomunikasi dengan guru mengenai kegiatan sekolah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 22 39.3 39.3 46.4
Sangat Baik 30 53.6 53.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.6
Mempunyai kemampuan meyakinkan pegawai dan mampu mengatasi segala keadaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Baik 2 3.6 3.6 3.6
Tidak Baik 3 5.4 5.4 8.9
Netral 23 41.1 41.1 50.0


143


Baik 23 41.1 41.1 91.1
Sangat Baik 5 8.9 8.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.7
Mampu menciptakan kerja sama yang kooperatif dengan staf guru

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8
Tidak Baik 4 7.1 7.1 8.9
Netral 14 25.0 25.0 33.9
Baik 28 50.0 50.0 83.9
Sangat Baik 9 16.1 16.1 100.0
Total 56 100.0 100.0



X2.8
Mampu menciptakan kerja sama yang efektif dengan staf guru
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Baik 2 3.6 3.6 3.6
Tidak Baik 2 3.6 3.6 7.1
Netral 10 17.9 17.9 25.0
Baik 28 50.0 50.0 75.0
Sangat Baik 14 25.0 25.0 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.9
Mengikutsertakan guru dalam merumuskan pengambilan keputusan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 3 5.4 5.4 5.4
Baik 37 66.1 66.1 71.4
Sangat Baik 16 28.6 28.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.10
Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sehat

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 1 1.8 1.8 1.8
Baik 38 67.9 67.9 69.6
Sangat Baik 17 30.4 30.4 100.0
Total 56 100.0 100.0


X2.11
Mampu mengatasi permasalahan yang timbul antar pegawai

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 32 57.1 57.1 64.3


144


Sangat Baik 20 35.7 35.7 100.0
Total 56 100.0 100.0



X2.12
Memberi hadiah kepada para pegawai yang berprestasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 6 10.7 10.7 10.7
Baik 41 73.2 73.2 83.9
Sangat Baik 9 16.1 16.1 100.0
Total 56 100.0 100.0





X2.13
Mampu untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 5 8.9 8.9 8.9
Baik 36 64.3 64.3 73.2
Sangat Baik 15 26.8 26.8 100.0
Total 56 100.0 100.0



X2.14
Mampu untuk selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1
Baik 32 57.1 57.1 64.3
Sangat Baik 20 35.7 35.7 100.0
Total 56 100.0 100.0


3. Frequency Variabel Keterampilan Teknik Kepala sekolah

X3-1
Selalu membimbing guru dalam perencanaan program sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
alid Baik 45 80.4 80.4 80.4
Sangat Baik 11 19.6 19.6 100.0
Total 56 100.0 100.0



X3-2
Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan program sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 4 7.1 7.1 7.1


145


Baik 35 62.5 62.5 69.6
Sangat Baik 17 30.4 30.4 100.0
Total 56 100.0 100.0



X3-3
Selalu membimbing guru dalam evaluasi program sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 7 12.5 12.5 12.5
Baik 35 62.5 62.5 75.0
Sangat Baik 14 25.0 25.0 100.0
Total 56 100.0 100.0



X3-4
Selalu membantu guru dalam perencanaan program sekolah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 1 1.8 1.8 1.8
Baik 33 58.9 58.9 60.7
Sangat Baik 22 39.3 39.3 100.0
Total 56 100.0 100.0


X3-5
Selalu membantu guru dalam pelaksanaan program sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8
Netral 6 10.7 10.7 12.5
Baik 24 42.9 42.9 55.4
Sangat Baik 25 44.6 44.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


X3-6
Selalu membantu guru dalam evaluasi program sekolah

Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid Sangat Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8
Tidak Baik 2 3.6 3.6 5.4
Netral 10 17.9 17.9 23.2
Baik 28 50.0 50.0 73.2
Sangat Baik 15 26.8 26.8 100.0
Total 56 100.0 100.0


X3-7
Selalu membimbing guru dalam pelaksanaan administrasi sekolah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 2 3.6 3.6 3.6


146


Netral 17 30.4 30.4 33.9
Baik 27 48.2 48.2 82.1
Sangat Baik 10 17.9 17.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


X3.8
Selalu membantu guru dalam evaluasi administrasi sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 6 10.7 10.7 10.7
Baik 36 64.3 64.3 75.0
Sangat Baik 14 25.0 25.0 100.0
Total 56 100.0 100.0




4. Frequency Variabel Kinerja Guru
Y.1
Guru menyusun silabus dalam program pengajaran

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Netral 2 3.6 3.6 3.6
Valid Baik 48 85.7 85.7 89.3
Sangat Baik 6 10.7 10.7 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y.2
Guru menyusun program semester
Kategori Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 35 62.5 62.5 62.5
Sangat Baik 21 37.5 37.5 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y.3
Guru menyusun program tahunan,

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8

Netral 1 1.8 1.8 3.6
Valid Baik 36 64.3 64.3 67.9
Sangat Baik 18 32.1 32.1 100.0
Total 56 100.0 100.0



Y.4
Guru menyusun RPP sebelum melaksanakan proses belajar mengajar

Kategori
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8


147


Valid Netral 1 1.8 1.8 3.6
Baik 39 69.6 69.6 73.2
Sangat Baik 15 26.8 26.8 100.0
Total 56 100.0 100.0



Y-5
Guru aktif memberi catatan dalam agenda mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 1 1.8 1.8 1.8
Baik 42 75.0 75.0 76.8
Sangat Baik 13 23.2 23.2 100.0
Total 56 100.0 100.0



Y-6
Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan program pengajaran

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 5 8.9 8.9 8.9
Baik 46 82.1 82.1 91.1
Sangat Baik 5 8.9 8.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-7
Guru mempersiapkan materi sebelum melakanakan proses belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 0 0 0 0
Netral 3 5.4 5.4 5.4
Baik 40 71.4 71.4 76.8
Sangat Baik 13 23.2 23.2 100.0
Total 56 100.0 100.0


y-8
Guru menggunakan metode dan strategi pembelajaan dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 1 1.8 1.8 1.8
Baik 32 57.1 57.1 58.9
Sangat Baik 23 41.1 41.1 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-9
Guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Baik 35 62.5 62.5 62.5
Sangat Baik 21 37.5 37.5 100.0


148


Y-9
Guru membuat alat peraga dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Baik 35 62.5 62.5 62.5
Sangat Baik 21 37.5 37.5 100.0
Total 56 100.0 100.0



Y-10
Guru menggunakan media dalam melaksanakan proses belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 32 57.1 57.1 57.1
Sangat Baik 24 42.9 42.9 100.0
Total 56 100.0 100.0






Y-11
Guru memberikan tugas kepada peserta didik

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 1 1.8 1.8 1.8
Baik 36 64.3 64.3 66.1
Sangat Baik 19 33.9 33.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-12
Guru selalu datang tepat waktu

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 2 3.6 3.6 3.6
Baik 38 67.9 67.9 71.4
Sangat Baik 16 28.6 28.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-13
Guru selalu mengisi dan meneliti daftar hadir peserta didik sebelum memulai pelajaran
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 30 53.6 53.6 53.6
Sangat Baik 26 46.4 46.4 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-14
Guru melakukan post tes sebeum memulai proses belajar mengajar

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent


149


Valid Baik 32 57.1 57.1 57.1
Sangat Baik 24 42.9 42.9 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-15
Guru melaksanakan kegatan penilaian : ulangan harian, mid semester, ulangan
semester dan ujian akhir
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 40 71.4 71.4 71.4
Sangat Baik 16 28.6 28.6 100.0
Total 56 100.0 100.0









Y-16
Guru melaksanakan analisis hasil ulangan harian
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 24 42.9 42.9 42.9
Sangat Baik 32 57.1 57.1 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-17
Guru melaksanakan program perbaikan dan pengayaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Baik 1 1.8 1.8 1.8
Netral 1 1.8 1.8 3.6
Baik 28 50.0 50.0 53.6
Sangat Baik 26 46.4 46.4 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-18
Guru selalu mendokumentasikan progam perbakan dan pengayaan yang telah
dievaluasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 31 55.4 55.4 55.4
Sangat Baik 25 44.6 44.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-19
Guru selalu melaporkan program perbaikn an pengayaan yang telah dievaluasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent


150


Valid Baik 34 60.7 60.7 60.7
Sangat Baik 22 39.3 39.3 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-20
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 5 8.9 8.9 8.9
Baik 35 62.5 62.5 71.4
Sangat Baik 16 28.6 28.6 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-21
Guru membimbng peserta didik dalam kegiatan lomba Mapel

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 9 16.1 16.1 16.1
Baik 29 51.8 51.8 67.9
Sangat Baik 18 32.1 32.1 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-22
Guru selalu aktif dalam kegiatan MGMP

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Baik 29 51.8 51.8 51.8
Sangat Baik 27 48.2 48.2 100.0
Total 56 100.0 100.0


Y-23
Guru membantu tugas kepala sekolah yang relevan dengan tugas guru

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 11 19.6 19.6 19.6
Baik 30 53.6 53.6 73.2
Sangat Baik 15 26.8 26.8 100.0
Total 56 100.0 100.0



Y-24
Guru berdiskusi dengan kepala sekolah dalam mengatasi permasalahan yang ada

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Netral 10 17.9 17.9 17.9
Baik 29 51.8 51.8 69.6
Sangat Baik 17 30.4 30.4 100.0
Total 56 100.0 100.0





151
















Lampiran 3
1. Pengujian Validasi Variabel Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
(X1)
Correlations

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 X1.9 X1.10 X1.11 X1.12
X1.1 Pearson Correlation
1 .294
*
.235 .278
*
.292
*
.119 .604
**
.412
**
.418
**
.293
*
.254 .275
*

Sig. (2-tailed)

.028 .081 .038 .029 .384 .000 .002 .001 .029 .059 .041
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.2 Pearson Correlation
.294
*
1 .181 .212 .133 .119 .571
**
.324
*
.384
**
.422
**
.178 .142
Sig. (2-tailed)
.028

.183 .116 .329 .382 .000 .015 .003 .001 .190 .296
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.3 Pearson Correlation
.235 .181 1 .096 .078 .207 .484
**
.283
*
.257 .142 .028 .074
Sig. (2-tailed)
.081 .183

.481 .570 .126 .000 .034 .056 .297 .840 .587
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.4 Pearson Correlation
.278
*
.212 .096 1 .373
**
.079 .372
**
.221 .280
*
.278
*
.580
**
.459
**

Sig. (2-tailed)
.038 .116 .481

.005 .562 .005 .102 .036 .038 .000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.5 Pearson Correlation
.292
*
.133 .078 .373
**
1 .007 .301
*
.225 .299
*
.343
**
.649
**
.802
**

Sig. (2-tailed)
.029 .329 .570 .005

.961 .024 .096 .025 .010 .000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.6 Pearson Correlation
.119 .119 .207 .079 .007 1 .386
**
.284
*
.378
**
.322
*
.091 .072
Sig. (2-tailed)
.384 .382 .126 .562 .961

.003 .034 .004 .016 .504 .600
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.7 Pearson Correlation
.604
**
.571
**
.484
**
.372
**
.301
*
.386
**
1 .631
**
.633
**
.549
**
.418
**
.379
**

Sig. (2-tailed)
.000 .000 .000 .005 .024 .003

.000 .000 .000 .001 .004
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.8 Pearson Correlation
.412
**
.324
*
.283
*
.221 .225 .284
*
.631
**
1 .853
**
.764
**
.520
**
.429
**

Sig. (2-tailed)
.002 .015 .034 .102 .096 .034 .000

.000 .000 .000 .001


152


N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.9 Pearson Correlation
.418
**
.384
**
.257 .280
*
.299
*
.378
**
.633
**
.853
**
1 .896
**
.625
**
.531
**

Sig. (2-tailed)
.001 .003 .056 .036 .025 .004 .000 .000

.000 .000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.10 Pearson Correlation
.293
*
.422
**
.142 .278
*
.343
**
.322
*
.549
**
.764
**
.896
**
1 .673
**
.548
**

Sig. (2-tailed)
.029 .001 .297 .038 .010 .016 .000 .000 .000

.000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.11 Pearson Correlation
.254 .178 .028 .580
**
.649
**
.091 .418
**
.520
**
.625
**
.673
**
1 .836
**

Sig. (2-tailed)
.059 .190 .840 .000 .000 .504 .001 .000 .000 .000

.000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.12 Pearson Correlation
.275
*
.142 .074 .459
**
.802
**
.072 .379
**
.429
**
.531
**
.548
**
.836
**
1
Sig. (2-tailed)
.041 .296 .587 .000 .000 .600 .004 .001 .000 .000 .000

N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56












2. Pengujian Validasi Variabel Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah (X2)

Correlations

X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 X2.9 X2.10 X2.11 X2.12 X2.13 X2.14
X2.1 Pearson Correlation
1 .198 .544
**
.491
**
.550
**
.299
*
.148 .280
*
.162 .316
*
.166 .354
**
.382
**
.457
**

Sig. (2-tailed)

.144 .000 .000 .000 .025 .276 .037 .232 .018 .221 .007 .004 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.2 Pearson Correlation
.198 1 .280
*
.351
**
.259 .105 .093 .347
**
.352
**
.198 .529
**
.170 .302
*
.225
Sig. (2-tailed)
.144

.037 .008 .054 .442 .497 .009 .008 .143 .000 .211 .024 .095
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.3 Pearson Correlation
.544
**
.280
*
1 .439
**
.329
*
.238 .217 .270
*
.108 .106 .243 .166 .270
*
.295
*

Sig. (2-tailed)
.000 .037

.001 .013 .077 .109 .044 .430 .435 .071 .220 .044 .027
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.4 Pearson Correlation
.491
**
.351
**
.439
**
1 .613
**
.343
**
.313
*
.321
*
.305
*
.319
*
.314
*
.602
**
.752
**
.510
**

Sig. (2-tailed)
.000 .008 .001

.000 .010 .019 .016 .022 .017 .018 .000 .000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.5 Pearson Correlation
.550
**
.259 .329
*
.613
**
1 .294
*
.208 .267
*
.265
*
.325
*
.270
*
.477
**
.568
**
.803
**

Sig. (2-tailed)
.000 .054 .013 .000

.028 .123 .047 .048 .015 .044 .000 .000 .000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.6 Pearson Correlation
.299
*
.105 .238 .343
**
.294
*
1 .713
**
.303
*
.153 .319
*
.195 .225 .302
*
.090
Sig. (2-tailed)
.025 .442 .077 .010 .028

.000 .023 .260 .017 .149 .096 .023 .509
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.7 Pearson Correlation
.148 .093 .217 .313
*
.208 .713
**
1 .287
*
.255 .231 -.015 .034 .173 .089
Sig. (2-tailed)
.276 .497 .109 .019 .123 .000

.032 .058 .087 .914 .805 .203 .516
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.8 Pearson Correlation
.280
*
.347
**
.270
*
.321
*
.267
*
.303
*
.287
*
1 .156 .144 .120 .234 .336
*
.152
Sig. (2-tailed)
.037 .009 .044 .016 .047 .023 .032

.250 .289 .379 .083 .011 .263
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.9 Pearson Correlation
.162 .352
**
.108 .305
*
.265
*
.153 .255 .156 1 .293
*
.243 .150 .274
*
.243


153


Sig. (2-tailed)
.232 .008 .430 .022 .048 .260 .058 .250

.029 .071 .271 .041 .071
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.10 Pearson Correlation
.316
*
.198 .106 .319
*
.325
*
.319
*
.231 .144 .293
*
1 .150 .293
*
.329
*
.212
Sig. (2-tailed)
.018 .143 .435 .017 .015 .017 .087 .289 .029

.269 .028 .013 .116
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.11 Pearson Correlation
.166 .529
**
.243 .314
*
.270
*
.195 -.015 .120 .243 .150 1 .303
*
.273
*
.279
*

Sig. (2-tailed)
.221 .000 .071 .018 .044 .149 .914 .379 .071 .269

.023 .041 .037
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.12 Pearson Correlation
.354
**
.170 .166 .602
**
.477
**
.225 .034 .234 .150 .293
*
.303
*
1 .819
**
.362
**

Sig. (2-tailed)
.007 .211 .220 .000 .000 .096 .805 .083 .271 .028 .023

.000 .006
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.13 Pearson Correlation
.382
**
.302
*
.270
*
.752
**
.568
**
.302
*
.173 .336
*
.274
*
.329
*
.273
*
.819
**
1 .486
**

Sig. (2-tailed)
.004 .024 .044 .000 .000 .023 .203 .011 .041 .013 .041 .000

.000
N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X2.14 Pearson Correlation
.457
**
.225 .295
*
.510
**
.803
**
.090 .089 .152 .243 .212 .279
*
.362
**
.486
**
1
Sig. (2-tailed)
.000 .095 .027 .000 .000 .509 .516 .263 .071 .116 .037 .006 .000

N
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56










3. Pengujian validasi Variabel Keterampilan Teknik Kepala Sekolah
(X3)
Correlations

X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3.6 X3.7 X3.8
X3.1 Pearson
Correlation
1 .115 .422
**
.595
**
.287
*
.228 .186 .111
Sig. (2-tailed)

.400 .001 .000 .032 .091 .171 .417
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.2 Pearson
Correlation
.115 1 .072 .129 .132 .126 .352
**
.334
*

Sig. (2-tailed) .400

.597 .344 .333 .354 .008 .012
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.3 Pearson
Correlation
.422
**
.072 1 .423
**
.321
*
.284
*
.209 .308
*

Sig. (2-tailed) .001 .597

.001 .016 .034 .122 .021
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.4 Pearson
Correlation
.595
**
.129 .423
**
1 .359
**
.268
*
.275
*
.355
**

Sig. (2-tailed) .000 .344 .001

.007 .046 .040 .007
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.5 Pearson
Correlation
.287
*
.132 .321
*
.359
**
1 .470
**
.330
*
.024
Sig. (2-tailed) .032 .333 .016 .007

.000 .013 .860
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.6 Pearson
Correlation
.228 .126 .284
*
.268
*
.470
**
1 .340
*
.117


154


Sig. (2-tailed) .091 .354 .034 .046 .000

.010 .391
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.7 Pearson
Correlation
.186 .352
**
.209 .275
*
.330
*
.340
*
1 .184
Sig. (2-tailed) .171 .008 .122 .040 .013 .010

.175
N 56 56 56 56 56 56 56 56
X3.8 Pearson
Correlation
.111 .334
*
.308
*
.355
**
.024 .117 .184 1
Sig. (2-tailed) .417 .012 .021 .007 .860 .391 .175

N 56 56 56 56 56 56 56 56










4.1 .Pengujian Validasi Variabel Kinerja Guru (Y)

Corelasi

Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10
Y.1 Pearson Correlation 1 .348
**
.407
**
.530
**
.228 .797
**
.314
*
-.052 .248 .222
Sig. (2-tailed)

.009 .002 .000 .091 .000 .019 .701 .065 .100
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.2 Pearson Correlation .348
**
1 .214 .099 .204 .262 -.055 .194 .848
**
.373
**

Sig. (2-tailed) .009

.114 .467 .131 .051 .688 .153 .000 .005
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.3 Pearson Correlation .407
**
.214 1 .703
**
.732
**
.218 .567
**
.475
**
.214 .469
**

Sig. (2-tailed) .002 .114

.000 .000 .107 .000 .000 .114 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.4 Pearson Correlation .530
**
.099 .703
**
1 .455
**
.379
**
.880
**
.323
*
.033 .314
*

Sig. (2-tailed) .000 .467 .000

.000 .004 .000 .015 .809 .018
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.5 Pearson Correlation .228 .204 .732
**
.455
**
1 .094 .538
**
.474
**
.204 .468
**

Sig. (2-tailed) .091 .131 .000 .000

.493 .000 .000 .131 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.6 Pearson Correlation .797
**
.262 .218 .379
**
.094 1 .252 -.081 .175 .171


155


Sig. (2-tailed) .000 .051 .107 .004 .493

.061 .554 .198 .208
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.7 Pearson Correlation .314
*
-.055 .567
**
.880
**
.538
**
.252 1 .343
**
-.055 .338
*

Sig. (2-tailed) .019 .688 .000 .000 .000 .061

.010 .688 .011
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.8 Pearson Correlation -.052 .194 .475
**
.323
*
.474
**
-.081 .343
**
1 .123 .453
**

Sig. (2-tailed) .701 .153 .000 .015 .000 .554 .010

.365 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.9 Pearson Correlation .248 .848
**
.214 .033 .204 .175 -.055 .123 1 .373
**

Sig. (2-tailed) .065 .000 .114 .809 .131 .198 .688 .365

.005
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.10 Pearson Correlation .222 .373
**
.469
**
.314
*
.468
**
.171 .338
*
.453
**
.373
**
1
Sig. (2-tailed) .100 .005 .000 .018 .000 .208 .011 .000 .005

N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.11 Pearson Correlation .259 .311
*
.376
**
.263
*
.325
*
.252 .266
*
.266
*
.238 .808
**

Sig. (2-tailed) .054 .020 .004 .050 .015 .061 .047 .048 .077 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.12 Pearson Correlation .095 .707
**
.256 .063 .233 .000 -.035 .168 .779
**
.284
*

Sig. (2-tailed) .488 .000 .057 .645 .084 1.000 .799 .217 .000 .034
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56


Y.13 Pearson Correlation .303
*
.832
**
.125 .028 .113 .254 -.117 .122 .832
**
.279
*

Sig. (2-tailed) .023 .000 .358 .841 .406 .059 .391 .370 .000 .037
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.14 Pearson Correlation .319
*
.894
**
.159 .055 .148 .256 -.092 .108 .894
**
.344
**

Sig. (2-tailed) .016 .000 .241 .685 .275 .057 .500 .427 .000 .009
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.15 Pearson Correlation .091 .735
**
.184 .040 .312
*
.094 .090 .356
**
.653
**
.411
**

Sig. (2-tailed) .503 .000 .174 .767 .019 .493 .511 .007 .000 .002
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.16 Pearson Correlation .264
*
.447
**
.584
**
.462
**
.491
**
.171 .450
**
.719
**
.447
**
.531
**

Sig. (2-tailed) .049 .001 .000 .000 .000 .208 .000 .000 .001 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.17 Pearson Correlation .571
**
.320
*
.833
**
.778
**
.578
**
.409
**
.622
**
.438
**
.260 .532
**

Sig. (2-tailed) .000 .016 .000 .000 .000 .002 .000 .001 .053 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.18 Pearson Correlation .408
**
.269
*
.636
**
.621
**
.528
**
.255 .537
**
.424
**
.195 .529
**

Sig. (2-tailed) .002 .045 .000 .000 .000 .058 .000 .001 .150 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.19 Pearson Correlation .436
**
.132 .572
**
.609
**
.428
**
.260 .513
**
.304
*
.057 .486
**



156


Sig. (2-tailed) .001 .332 .000 .000 .001 .053 .000 .023 .678 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.20 Pearson Correlation .350
**
.183 .320
*
.367
**
.248 .219 .308
*
.275
*
.119 .578
**

Sig. (2-tailed) .008 .177 .016 .005 .065 .106 .021 .040 .381 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.21 Pearson Correlation .310
*
.253 .208 .193 .180 .188 .126 .124 .143 .595
**

Sig. (2-tailed) .020 .060 .123 .154 .185 .166 .357 .361 .292 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.22 Pearson Correlation .199 .360
**
.415
**
.270
*
.412
**
.169 .296
*
.436
**
.360
**
.898
**

Sig. (2-tailed) .141 .006 .001 .044 .002 .213 .027 .001 .006 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.23 Pearson Correlation .335
*
.354
**
.359
**
.290
*
.300
*
.249 .276
*
.374
**
.299
*
.707
**

Sig. (2-tailed) .012 .007 .007 .030 .025 .064 .039 .005 .025 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.24 Pearson Correlation .317
*
.236 .365
**
.305
*
.203 .247 .298
*
.262 .290
*
.634
**

Sig. (2-tailed) .017 .080 .006 .022 .134 .066 .026 .051 .030 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56






Correlations

Y.11 Y.12 Y.13 Y.14 Y.15 Y.16 Y.17 Y.18 Y.19 Y.20 Y.21 Y.22 Y.23 Y.24
Y.1 .259 .095 .303
*
.319
*
.091 .264
*
.571
**
.408
**
.436
**
.350
**
.310
*
.199 .335
*
.317
*

.054 .488 .023 .016 .503 .049 .000 .002 .001 .008 .020 .141 .012 .017
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.2 .311
*
.707
**
.832
**
.894
**
.735
**
.447
**
.320
*
.269
*
.132 .183 .253 .360
**
.354
**
.236
.020 .000 .000 .000 .000 .001 .016 .045 .332 .177 .060 .006 .007 .080
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.3 .376
**
.256 .125 .159 .184 .584
**
.833
**
.636
**
.572
**
.320
*
.208 .415
**
.359
**
.365
**

.004 .057 .358 .241 .174 .000 .000 .000 .000 .016 .123 .001 .007 .006
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.4 .263
*
.063 .028 .055 .040 .462
**
.778
**
.621
**
.609
**
.367
**
.193 .270
*
.290
*
.305
*

.050 .645 .841 .685 .767 .000 .000 .000 .000 .005 .154 .044 .030 .022
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.5 .325
*
.233 .113 .148 .312
*
.491
**
.578
**
.528
**
.428
**
.248 .180 .412
**
.300
*
.203
.015 .084 .406 .275 .019 .000 .000 .000 .001 .065 .185 .002 .025 .134
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56


157


Y.6 .252 .000 .254 .256 .094 .171 .409
**
.255 .260 .219 .188 .169 .249 .247
.061 1.000 .059 .057 .493 .208 .002 .058 .053 .106 .166 .213 .064 .066
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.7 .266
*
-.035 -.117 -.092 .090 .450
**
.622
**
.537
**
.513
**
.308
*
.126 .296
*
.276
*
.298
*

.047 .799 .391 .500 .511 .000 .000 .000 .000 .021 .357 .027 .039 .026
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.8 .266
*
.168 .122 .108 .356
**
.719
**
.438
**
.424
**
.304
*
.275
*
.124 .436
**
.374
**
.262
.048 .217 .370 .427 .007 .000 .001 .001 .023 .040 .361 .001 .005 .051
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.9 .238 .779
**
.832
**
.894
**
.653
**
.447
**
.260 .195 .057 .119 .143 .360
**
.299
*
.290
*

.077 .000 .000 .000 .000 .001 .053 .150 .678 .381 .292 .006 .025 .030
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.10 .808
**
.284
*
.279
*
.344
**
.411
**
.531
**
.532
**
.529
**
.486
**
.578
**
.595
**
.898
**
.707
**
.634
**

.000 .034 .037 .009 .002 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.11 1 .174 .117 .235 .224 .409
**
.435
**
.425
**
.430
**
.517
**
.530
**
.732
**
.613
**
.558
**


.199 .391 .081 .097 .002 .001 .001 .001 .000 .000 .000 .000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.12 .174 1 .668
**
.709
**
.544
**
.425
**
.240 .194 .036 .076 .143 .298
*
.259 .270
*

.199

.000 .000 .000 .001 .074 .152 .793 .580 .294 .025 .054 .044
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.13 .117 .668
**
1 .930
**
.679
**
.372
**
.249 .172 .058 .117 .150 .320
*
.219 .197
.391 .000

.000 .000 .005 .064 .204 .673 .391 .271 .016 .105 .146
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.14 .235 .709
**
.930
**
1 .650
**
.385
**
.299
*
.238 .116 .204 .221 .392
**
.281
*
.211
.081 .000 .000

.000 .003 .025 .077 .394 .131 .101 .003 .036 .118
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.15 .224 .544
**
.679
**
.650
**
1 .468
**
.218 .148 -.023 .058 .142 .339
*
.283
*
.174
.097 .000 .000 .000

.000 .106 .277 .866 .669 .296 .011 .034 .201
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.16 .409
**
.425
**
.372
**
.385
**
.468
**
1 .631
**
.633
**
.549
**
.418
**
.259 .475
**
.517
**
.423
**

.002 .001 .005 .003 .000

.000 .000 .000 .001 .053 .000 .000 .001
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.17 .435
**
.240 .249 .299
*
.218 .631
**
1 .853
**
.764
**
.520
**
.396
**
.513
**
.525
**
.469
**

.001 .074 .064 .025 .106 .000

.000 .000 .000 .002 .000 .000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.18 .425
**
.194 .172 .238 .148 .633
**
.853
**
1 .896
**
.625
**
.478
**
.499
**
.594
**
.414
**

.001 .152 .204 .077 .277 .000 .000

.000 .000 .000 .000 .000 .002
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.19 .430
**
.036 .058 .116 -.023 .549
**
.764
**
.896
**
1 .673
**
.512
**
.468
**
.563
**
.388
**

.001 .793 .673 .394 .866 .000 .000 .000

.000 .000 .000 .000 .003
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56


158


Y.20 .517
**
.076 .117 .204 .058 .418
**
.520
**
.625
**
.673
**
1 .785
**
.597
**
.691
**
.569
**

.000 .580 .391 .131 .669 .001 .000 .000 .000

.000 .000 .000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.21 .530
**
.143 .150 .221 .142 .259 .396
**
.478
**
.512
**
.785
**
1 .617
**
.794
**
.653
**

.000 .294 .271 .101 .296 .053 .002 .000 .000 .000

.000 .000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.22 .732
**
.298
*
.320
*
.392
**
.339
*
.475
**
.513
**
.499
**
.468
**
.597
**
.617
**
1 .689
**
.661
**

.000 .025 .016 .003 .011 .000 .000 .000 .000 .000 .000

.000 .000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.23 .613
**
.259 .219 .281
*
.283
*
.517
**
.525
**
.594
**
.563
**
.691
**
.794
**
.689
**
1 .791
**

.000 .054 .105 .036 .034 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000

.000
56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56
Y.24 .558
**
.270
*
.197 .211 .174 .423
**
.469
**
.414
**
.388
**
.569
**
.653
**
.661
**
.791
**
1
.000 .044 .146 .118 .201 .001 .000 .002 .003 .000 .000 .000 .000

56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56








Lampiran 4
1. Pengujian Reliabilitas Variabel Keterampilan Konsptual Kepala Sekolah
(X1)

Item-Total Statistics

Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance if
Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Squared Multiple
Correlation
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
X1.1 46.4643 16.981 .472 .462 .859
X1.2 46.5893 17.483 .390 .462 .864
X1.3 46.6071 18.279 .274 .322 .869
X1.4 46.7857 17.481 .454 .440 .860
X1.5 46.8929 17.006 .511 .694 .857
X1.6 46.4821 17.600 .269 .303 .876
X1.7 46.1786 16.331 .759 .759 .843
X1.8 46.3393 15.792 .696 .760 .844
X1.9 46.3036 16.143 .807 .892 .840


159


X1.10 46.3571 16.379 .758 .853 .843
X1.11 46.5536 15.997 .706 .832 .844
X1.12 46.6964 15.052 .641 .824 .849




Case Processing Summary

N %
Cases Valid 56 100.0
Excluded
a
0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.865 .872 12



2. Pengujian Reliabilitas Variabel Keterampilan Hubungan Manusia
Kepala Sekolah (X2)

Item-Total Statistics

Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance
if Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Squared Multiple
Correlation
Cronbach's Alpha
if Item Deleted
X2.1 54.1786 24.368 .558 .523 .830
X2.2 54.1964 25.797 .428 .456 .838
X2.3 54.3214 25.168 .458 .409 .836
X2.4 54.3036 23.379 .739 .687 .819
X2.5 54.2500 23.718 .671 .747 .824
X2.6 55.2500 23.282 .498 .652 .836
X2.7 55.0000 24.073 .388 .630 .845
X2.8 54.8214 23.495 .419 .272 .844
X2.9 54.4821 25.927 .369 .260 .841


160


X2.10 54.4286 25.922 .413 .248 .839
X2.11 54.4286 25.704 .363 .455 .842
X2.12 54.6607 25.246 .523 .727 .834
X2.13 54.5357 24.108 .673 .807 .825
X2.14 54.4286 24.831 .517 .700 .833

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 56 100.0
Excluded
a
0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.


Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.845 .857 14









3. Pengujian Reliabilitas Variabel Keterampilan Teknik Kepala Sekolah
(X3)

Item-Total Statistics

Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance
if Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Squared Multiple
Correlation
Cronbach's Alpha if
Item Deleted
X3.1 28.9464 8.088 .440 .418 .703
X3.2 28.9107 7.974 .295 .220 .721
X3.3 29.0179 7.363 .464 .312 .690
X3.4 28.7679 7.418 .546 .491 .679
X3.5 28.8393 6.865 .478 .336 .686
X3.6 29.1786 6.477 .453 .276 .696
X3.7 29.3393 6.810 .457 .257 .691
X3.8 29.0000 7.891 .310 .301 .719


161



Case Processing Summary

N %
Cases Valid 56 100.0
Excluded
a
0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.726 .740 8


















4. Pengujian Reliabilitas Variabel Konerja Guru (Y)

Item-Total Statistics

Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance
if Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Squared Multiple
Correlation
Cronbach's Alpha
if Item Deleted
Y.1 99.0536 61.797 .499 . .932
Y.2 98.7500 60.336 .567 . .931
Y.3 98.8571 58.706 .647 . .930
Y.4 98.9107 59.756 .552 . .932
Y.5 98.9107 60.810 .543 . .932
Y.6 99.1250 62.330 .351 . .934
Y.7 98.9464 60.961 .461 . .933
Y.8 98.7321 60.818 .458 . .933
Y.9 98.7500 60.736 .512 . .932


162


Y.10 98.6964 58.761 .766 . .928
Y.11 98.8036 59.761 .618 . .931
Y.12 98.8750 61.093 .438 . .933
Y.13 98.6607 61.028 .457 . .933
Y.14 98.6964 60.543 .525 . .932
Y.15 98.8393 61.410 .456 . .933
Y.16 98.5536 59.015 .731 . .929
Y.17 98.7143 56.935 .799 . .927
Y.18 98.6786 58.877 .747 . .929
Y.19 98.7321 59.654 .654 . .930
Y.20 98.9286 58.868 .631 . .930
Y.21 98.9643 58.471 .570 . .932
Y.22 98.6429 58.888 .741 . .929
Y.23 99.0536 56.779 .740 . .928
Y.24 99.0000 57.745 .635 . .930

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 56 100.0
Excluded
a
0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.934 .934 24



Lampiran 5
Analisis Regresi berganda Data Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah
terhadap Kineja Guru


Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N
Kinerja Guru 103.1429 8.04629 56
Keterampilan Konseptual
Kepala Sekolah
50.7500 4.43232 56
Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
58.7500 5.32319 56
Keterampilan Teknik Kepala
Sekolah
33.1786 3.03978 56


163




Correlations

Kinerja
Guru
Keterampilan
Konseptual
Kepala
Sekolah
Keterampilan
Hubungan
Manusia Kepala
Sekolah
Keterampilan
Teknik Kepala
Sekolah
Pearson
Correlation
Kinerja Guru 1.000 .885 .790 .733
Keterampilan Konseptual
Kepala Sekolah
.885 1.000 .710 .751
Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
.790 .710 1.000 .716
Keterampilan Teknik
Kepala Sekolah
.733 .751 .716 1.000
Sig. (1-tailed) Kinerja Guru . .000 .000 .000
Keterampilan Konseptual
Kepala Sekolah
.000 . .000 .000
Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
.000 .000 . .000
Keterampilan Teknik
Kepala Sekolah
.000 .000 .000 .
N Kinerja Guru 56 56 56 56
Keterampilan Konseptual
Kepala Sekolah
56 56 56 56
Keterampilan Hubungan
Manusia Kepala Sekolah
56 56 56 56
Keterampilan Teknik
Kepala Sekolah
56 56 56 56






Variables Entered/Removed
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Keterampilan Teknik Kepala Sekolah, Keterampilan
Konseptual Kepala Sekolah, Keterampilan
Hubungan Manusia Kepala Sekolah
a

. Enter
a. All requested variables entered.





Model Summary
b



164


Model R R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
Change Statistics
R Square
Change F Change df1 df2
Sig. F
Change
1 .914
a
.836 .827 3.34990 .836 88.438 3 52 .000
a. Predictors: (Constant), Keterampilan Teknik Kepala Sekolah, Keterampilan Hubungan Manusia Kepala
Sekolah, Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
b. Dependent Variable: Kinerja Guru




ANOVA
b

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2977.322 3 992.441 88.438 .000
a

Residual 583.535 52 11.222

Total 3560.857 55

a. Predictors: (Constant), Keterampilan Teknik Kepala Sekolah, Keterampilan Hubungan Manusia
Kepala Sekolah, Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
b. Dependent Variable: Kinerja Guru










Coefficients
a

Model
Unstandardized
Coefficients
Standar
dized
Coeffici
ents
t Sig.
Correlations
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error Beta
Zero-
order Partial Part
Toler
ance VIF
1 (Constant) 13.740 5.593

2.457 .017

Keterampilan
Konseptual
Kepala Sekolah
1.165 .166 .642 7.000 .000 .885 .697 .393 .375 2.666
Keterampilan
Hubungan
Manusia Kepala
Sekolah
.479 .131 .317 3.651 .001 .790 .452 .205 .419 2.387


165


Keterampilan
Teknik Kepala
Sekolah
.065 .245 .025 .267 .790 .733 .037 .015 .368 2.714
a. Dependent Variable: Kinerja Guru







Collinearity Diagnostics
a

Model
Dimensi
on Eigenvalue
Condition
Index
Variance Proportions
(Constant)
Keterampilan
Konseptual
Kepala Sekolah
Keterampilan
Hubungan
Manusia Kepala
Sekolah
Keterampilan
Teknik
Kepala
Sekolah
1 1 3.991 1.000 .00 .00 .00 .00
2 .005 28.688 .99 .03 .06 .07
3 .002 40.987 .00 .15 .94 .26
4 .002 45.447 .01 .82 .00 .67
a. Dependent Variable: Kinerja Guru














Residuals Statistics
a


Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 88.5009 115.0347 103.1429 7.35752 56
Std. Predicted Value -1.990 1.616 .000 1.000 56
Standard Error of Predicted
Value
.486 1.695 .865 .232 56
Adjusted Predicted Value 88.0046 115.2161 103.1161 7.40832 56
Residual -11.65281 5.66539 .00000 3.25726 56
Std. Residual -3.479 1.691 .000 .972 56
Stud. Residual -3.594 1.735 .004 1.007 56
Deleted Residual -12.44132 5.96176 .02674 3.49633 56
Stud. Deleted Residual -4.106 1.770 -.008 1.058 56


166


Mahal. Distance .174 13.093 2.946 2.233 56
Cook's Distance .000 .219 .019 .035 56
Centered Leverage Value .003 .238 .054 .041 56
a. Dependent Variable: Kinerja Guru




























Lampiran 6

Charts



167










168







169














Lampiran 7
Tabel_F
Tabel Vb. Value of F = 0.05
Degrees of Freedom for Numerator

df 1 2 3 4 5 6 7
1 161.45 199.50 215.71 224.58 230.16 233.99 236.77
2 18.51 19.00 19.16 19.25 19.30 19.33 19.35


170


3 10.13 9.55 9.28 9.12 9.01 8.94 8.89
4 7.71 6.94 6.59 6.39 6.26 6.16 6.09
5 6.61 5.79 5.41 5.19 5.05 4.95 4.88
6 5.99 5.14 4.76 4.53 4.39 4.28 4.21
7 5.59 4.74 4.35 4.12 3.97 3.87 3.79
8 5.32 4.46 4.07 3.84 3.69 3.58 3.50
9 5.12 4.26 3.86 3.63 3.48 3.37 3.29
10 4.96 4.10 3.71 3.48 3.33 3.22 3.14
11 4.84 3.98 3.59 3.36 3.20 3.09 3.01
12 4.75 3.89 3.49 3.26 3.11 3.00 2.91
13 4.67 3.81 3.41 3.18 3.03 2.92 2.83
14 4.60 3.74 3.34 3.11 2.96 2.85 2.76
15 4.54 3.68 3.29 3.08 2.90 2.79 2.71
16 4.49 3.63 3.24 3.01 2.85 2.74 2.66
17 4.45 3.59 3.20 2.96 2.81 2.70 2.61
18 4.41 3.55 3.16 2.93 2.77 2.66 2.58
19 4.38 3.52 3.13 2.90 2.74 2.63 2.54
20 4.35 3.49 3.10 2.87 2.71 2.60 2.51
21 4.32 3.47 3.07 2.84 2.68 2.57 2.49
22 4.30 3.44 3.05 2.82 2.66 2.55 2.46
23 4.28 3.42 3.03 2.80 2.64 2.53 2.44
24 4.26 3.40 3.01 2.78 2.62 2.51 2.42
25 4.24 3.39 2.99 2.76 2.60 2.49 2.40
26 4.23 3.37 2.98 2.74 2.59 2.47 2.39
27 4.21 3.35 2.96 2.73 2.57 2.46 2.37
28 4.20 3.34 2.95 2.71 2.56 2.45 2.36
29 4.18 3.33 2.93 2.70 2.55 2.43 2.35
30 4.17 3.32 2.92 2.69 2.53 2.42 2.33
31 4.16 3.30 2.91 2.68 2.52 2.41 2.32
32 4.15 3.29 2.90 2.67 2.51 2.40 2.31
33 4.14 3.28 2.89 2.66 2.50 2.39 2.30
34 4.13 3.28 2.88 2.65 2.49 2.38 2.29
35 4.12 3.27 2.87 2.64 2.49 2.37 2.29
36 4.11 3.26 2.87 2.63 2.48 2.36 2.28
37 4.11 3.25 2.86 2.63 2.47 2.36 2.27


171


38 4.10 3.24 2.85 2.62 2.46 2.35 2.26
39 4.09 3.24 2.85 2.61 2.46 2.34 2.26
40 4.08 3.23 2.84 2.61 2.45 2.34 2.25
41 4.08 3.23 2.83 2.60 2.44 2.33 2.24
42 4.07 3.22 2.83 2.59 2.44 2.32 2.24
43 4.07 3.21 2.82 2.59 2.43 2.32 2.23
44 4.06 3.21 2.82 2.58 2.43 2.31 2.23
45 4.06 3.20 2.81 2.58 2.42 2.31 2.22
46 4.05 3.20 2.81 2.57 2.42 2.30 2.22
47 4.05 3.20 2.80 2.57 2.41 2.30 2.21
48 4.04 3.19 2.80 2.57 2.41 2.29 2.21
49 4.04 3.19 2.79 2.56 2.40 2.29 2.20
50 4.03 3.18 2.79 2.56 2.40 2.29 2.20
51 4.03 3.18 2.79 2.55 2.40 2.28 2.20
52 4.03 3.18 2.78 2.55 2.39 2.28 2.19
53 4.02 3.17 2.78 2.55 2.39 2.28 2.19
54 4.02 3.17 2.78 2.54 2.39 2.27 2.18
55 4.02 3.16 2.77 2.54 2.38 2.27 2.18
56 4.01 3.16 2.77 2.54 2.38 2.27 2.18
57 4.01 3.16 2.77 2.53 2.38 2.26 2.18
58 4.01 3.16 2.76 2.53 2.37 2.26 2.17
59 4.00 3.15 2.76 2.53 2.37 2.26 2.17
60 4.00 3.15 2.76 2.53 2.37 2.25 2.17
61 4.00 3.15 2.76 2.52 2.37 2.25 2.16
62 4.00 3.15 2.75 2.52 2.36 2.25 2.16
63 3.99 3.14 2.75 2.52 2.36 2.25 2.16
64 3.99 3.14 2.75 2.52 2.36 2.24 2.16
65 3.99 3.14 2.75 2.51 2.36 2.24 2.15
66 3.99 3.14 2.74 2.51 2.35 2.24 2.15
67 3.98 3.13 2.74 2.51 2.35 2.24 2.15
68 3.98 3.13 2.74 2.51 2.35 2.24 2.15
69 3.98 3.13 2.74 2.50 2.35 2.23 2.15
70 3.98 3.13 2.74 2.50 2.35 2.23 2.14
71 3.98 3.13 2.73 2.50 2.34 2.23 2.14
72 3.97 3.12 2.73 2.50 2.34 2.23 2.14


172


73 3.97 3.12 2.73 2.50 2.34 2.23 2.14
74 3.97 3.12 2.73 2.50 2.34 2.22 2.14
75 3.97 3.12 2.73 2.49 2.34 2.22 2.13
76 3.97 3.12 2.72 2.49 2.33 2.22 2.13
77 3.97 3.12 2.72 2.49 2.33 2.22 2.13
78 3.96 3.11 2.72 2.49 2.33 2.22 2.13
79 3.96 3.11 2.72 2.49 2.33 2.22 2.13
80 3.96 3.11 2.72 2.49 2.33 2.21 2.13
81 3.96 3.11 2.72 2.48 2.33 2.21 2.12
82 3.96 3.11 2.72 2.48 2.33 2.21 2.12
83 3.96 3.11 2.71 2.48 2.32 2.21 2.12
84 3.95 3.11 2.71 2.48 2.32 2.21 2.12
85 3.95 3.10 2.71 2.48 2.32 2.21 2.12
86 3.95 3.10 2.71 2.48 2.32 2.21 2.12
87 3.95 3.10 2.71 2.48 2.32 2.20 2.12
88 3.95 3.10 2.71 2.48 2.32 2.20 2.12
89 3.95 3.10 2.71 2.47 2.32 2.20 2.11
90 3.95 3.10 2.71 2.47 2.32 2.20 2.11
91 3.95 3.10 2.70 2.47 2.31 2.20 2.11
92 3.94 3.10 2.70 2.47 2.31 2.20 2.11
93 3.94 3.09 2.70 2.47 2.31 2.20 2.11
94 3.94 3.09 2.70 2.47 2.31 2.20 2.11
95 3.94 3.09 2.70 2.47 2.31 2.20 2.11
96 3.94 3.09 2.70 2.47 2.31 2.19 2.11
97 3.94 3.09 2.70 2.47 2.31 2.19 2.11
98 3.94 3.09 2.70 2.46 2.31 2.19 2.10
99 3.94 3.09 2.70 2.46 2.31 2.19 2.10
100 3.94 3.09 2.70 2.46 2.31 2.19 2.10



173


Lampiran 8
Tabel_t

d.f t_0.1 t_0.05 t_0.025 t_0.01 t_0.005 d.f
1 3.078 6.314 12.706 31.821 63.657 1
2 1.886 2.920 4.303 6.965 9.925 2
3 1.638 2.353 3.182 4.541 5.841 3
4 1.533 2.132 2.776 3.747 4.604 4
5 1.476 2.015 2.571 3.365 4.032 5
6 1.440 1.943 2.447 3.143 3.707 6
7 1.415 1.895 2.365 2.998 3.499 7
8 1.397 1.860 2.306 2.896 3.355 8
9 1.383 1.833 2.262 2.821 3.250 9
10 1.372 1.812 2.228 2.764 3.169 10
11 1.363 1.796 2.201 2.718 3.106 11
12 1.356 1.782 2.179 2.681 3.055 12
13 1.350 1.771 2.160 2.650 3.012 13
14 1.345 1.761 2.145 2.624 2.977 14
15 1.341 1.753 2.131 2.602 2.947 15
16 1.337 1.746 2.120 2.583 2.921 16
17 1.333 1.740 2.110 2.567 2.898 17
18 1.330 1.734 2.101 2.552 2.878 18
19 1.328 1.729 2.093 2.539 2.861 19
20 1.325 1.725 2.086 2.528 2.845 20
21 1.323 1.721 2.080 2.518 2.831 21
22 1.321 1.717 2.074 2.508 2.819 22
23 1.319 1.714 2.069 2.500 2.807 23
24 1.318 1.711 2.064 2.492 2.797 24
25 1.316 1.708 2.060 2.485 2.787 25
26 1.315 1.706 2.056 2.479 2.779 26
27 1.314 1.703 2.052 2.473 2.771 27
28 1.313 1.701 2.048 2.467 2.763 28
29 1.311 1.699 2.045 2.462 2.756 29
30 1.310 1.697 2.042 2.457 2.750 30


174


31 1.309 1.696 2.040 2.453 2.744 31
32 1.309 1.694 2.037 2.449 2.738 32
33 1.308 1.692 2.035 2.445 2.733 33
34 1.307 1.691 2.032 2.441 2.728 34
35 1.306 1.690 2.030 2.438 2.724 35
36 1.306 1.688 2.028 2.434 2.719 36
37 1.305 1.687 2.026 2.431 2.715 37
38 1.304 1.686 2.024 2.429 2.712 38
39 1.304 1.685 2.023 2.426 2.708 39
40 1.303 1.684 2.021 2.423 2.704 40
41 1.303 1.683 2.020 2.421 2.701 41
42 1.302 1.682 2.018 2.418 2.698 42
43 1.302 1.681 2.017 2.416 2.695 43
44 1.301 1.680 2.015 2.414 2.692 44
45 1.301 1.679 2.014 2.412 2.690 45
46 1.300 1.679 2.013 2.410 2.687 46
47 1.300 1.678 2.012 2.408 2.685 47
48 1.299 1.677 2.011 2.407 2.682 48
49 1.299 1.677 2.010 2.405 2.680 49
50 1.299 1.676 2.009 2.403 2.678 50
51 1.298 1.675 2.008 2.402 2.676 51
52 1.298 1.675 2.007 2.400 2.674 52
53 1.298 1.674 2.006 2.399 2.672 53
54 1.297 1.674 2.005 2.397 2.670 54
55 1.297 1.673 2.004 2.396 2.668 55
56 1.297 1.673 2.003 2.395 2.667 56
57 1.297 1.672 2.002 2.394 2.665 57
58 1.296 1.672 2.002 2.392 2.663 58
59 1.296 1.671 2.001 2.391 2.662 59
60 1.296 1.671 2.000 2.390 2.660 60
61 1.296 1.670 2.000 2.389 2.659 61
62 1.295 1.670 1.999 2.388 2.657 62
63 1.295 1.669 1.998 2.387 2.656 63


175


64 1.295 1.669 1.998 2.386 2.655 64
65 1.295 1.669 1.997 2.385 2.654 65
66 1.295 1.668 1.997 2.384 2.652 66
67 1.294 1.668 1.996 2.383 2.651 67
68 1.294 1.668 1.995 2.382 2.650 68
69 1.294 1.667 1.995 2.382 2.649 69
70 1.294 1.667 1.994 2.381 2.648 70
71 1.294 1.667 1.994 2.380 2.647 71
72 1.293 1.666 1.993 2.379 2.646 72
73 1.293 1.666 1.993 2.379 2.645 73
74 1.293 1.666 1.993 2.378 2.644 74
75 1.293 1.665 1.992 2.377 2.643 75
76 1.293 1.665 1.992 2.376 2.642 76
77 1.293 1.665 1.991 2.376 2.641 77
78 1.292 1.665 1.991 2.375 2.640 78
79 1.292 1.664 1.990 2.374 2.640 79
80 1.292 1.664 1.990 2.374 2.639 80
81 1.292 1.664 1.990 2.373 2.638 81
82 1.292 1.664 1.989 2.373 2.637 82
83 1.292 1.663 1.989 2.372 2.636 83
84 1.292 1.663 1.989 2.372 2.636 84
85 1.292 1.663 1.988 2.371 2.635 85
86 1.291 1.663 1.988 2.370 2.634 86
87 1.291 1.663 1.988 2.370 2.634 87
88 1.291 1.662 1.987 2.369 2.633 88
89 1.291 1.662 1.987 2.369 2.632 89
90 1.291 1.662 1.987 2.368 2.632 90
91 1.291 1.662 1.986 2.368 2.631 91
92 1.291 1.662 1.986 2.368 2.630 92
93 1.291 1.661 1.986 2.367 2.630 93
94 1.291 1.661 1.986 2.367 2.629 94
95 1.291 1.661 1.985 2.366 2.629 95
96 1.290 1.661 1.985 2.366 2.628 96


176


97 1.290 1.661 1.985 2.365 2.627 97
98 1.290 1.661 1.984 2.365 2.627 98
99 1.290 1.660 1.984 2.365 2.626 99
100 1.290 1.660 1.984 2.364 2.626 100




177





TABEL NILAI r PRODUCT MOMENT
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 38 0,320 0,413
4 0,950 0,990 39 0,316 0,408
5 0,878 0,959 40 0,312 0,403
6 0,811 0,917 41 0,308 0,398
7 0,754 0,874 42 0,304 0,393
8 0,707 0,834 43 0,301 0,389
9 0,666 0,798 44 0,297 0,384
10 0,632 0,765 45 0,294 0,380
11 0,602 0,735 46 0,291 0,376
12 0,576 0,708 47 0,288 0,372
13 0,553 0,684 48 0,284 0,368
14 0,532 0,661 49 0,281 0,364
15 0,514 0,641 50 0,279 0,361
16 0,497 0,623 55 0,266 0,345
17 0,482 0,606 60 0,254 0,330
18 0,468 0,590 65 0,244 0,317
19 0,456 0,575 70 0,235 0,306
20 0,444 0,561 75 0,227 0,296
21 0,433 0,549 80 0,220 0,286
22 0,423 0,537 85 0,213 0,278
23 0,413 0,526 90 0,207 0,270
24 0,404 0,515 95 0,202 0,263
25 0,396 0,505 100 0,195 0,256
26 0,388 0,496 125 0,176 0,230
27 0,381 0,487 150 0,159 0,210
28 0,374 0,478 175 0,148 0,194
29 0,367 0,470 200 0,138 0,181
30 0,361 0,463 300 0,113 0,148
31 0,355 0,456 400 0,098 0,128
32 0,349 0,449 500 0,088 0,115
33 0,344 0,442 600 0,080 0,105
34 0,339 0,436 700 0,074 0,097
35 0,334 0,430 800 0,070 0,091
36 0,329 0,424 900 0,065 0,086
37 0,325 0,418 1000 0,062 0,081





Lampiran 10
Hasil Data Penelitian Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah
Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah JML
Lampiran 9


178


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 54
2 4 4 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 56
3 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 58
4 4 4 5 4 2 5 5 5 5 5 5 5 54
5 5 4 4 4 3 5 5 5 5 5 5 5 55
6 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 57
7 5 4 4 5 4 3 5 5 5 5 5 5 55
8 4 4 4 3 5 4 4 2 4 4 4 4 46
9 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 55
10 4 4 4 5 3 2 4 4 4 4 4 4 46
11 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 51
12 4 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 47
13 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 46
14 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 46
15 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 52
16 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 57
17 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 47
18 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 47
19 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 58
20 4 4 4 5 2 3 4 4 4 4 4 3 45
21 3 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 3 49
22 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 48
23 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 50
24 5 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 50
25 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 51
26 5 4 4 3 5 4 5 5 5 4 5 5 54
27 4 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 49
28 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 47
29 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 55
30 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 49
31 4 3 4 5 4 5 4 4 4 4 3 3 47
32 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 56
33 4 5 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 55
34 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 53
35 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 47
36 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 49
37 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 49
Keterampilan Konseptual Kepala Sekolah

38 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 56
39 5 4 4 3 3 4 5 5 5 5 5 5 53
40 5 4 5 4 4 3 5 5 4 4 4 4 51


179


41 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 55
42 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 3 3 53
43 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 49
44 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 57
45 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 47
46 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 56
47 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 2 43
48 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 3 53
49 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 44
50 5 5 4 5 2 5 5 4 4 4 4 4 51
51 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 3 55
52 5 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 3 54
53 4 4 4 2 4 5 4 4 4 4 3 3 45
54 5 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 4 55
55 3 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 53
56 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 50














Hasil Data Penelitian Ket. Hubungan Manusia Kepala Sekolah
Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
JML No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 5 5 4 5 5 4 4 3 4 5 4 4 5 4 61
2 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 67
3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 66
4 5 4 5 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 57
5 4 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 65
6 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 61
7 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 63
8 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 3 2 4 1 53
9 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 3 66
10 5 3 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 55
11 4 5 5 4 4 3 3 4 5 4 4 4 4 4 57


180


12 5 5 5 5 5 3 4 4 4 4 3 4 4 3 58
13 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 52
14 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 5 4 3 54
15 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 65
16 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 63
17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 57
18 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 61
19 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 64
20 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 52
21 5 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 58
22 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 54
23 4 4 4 4 5 4 3 5 3 4 4 4 4 4 56
24 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 61
25 5 5 4 4 5 3 4 4 4 5 4 4 4 4 59
26 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 63
27 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 5 4 5 5 56
28 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 54
29 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 68
30 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 4 52
31 3 3 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 3 3 51
32 5 5 5 5 5 3 4 4 4 4 5 4 4 5 62
33 5 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 61
34 5 5 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 60
35 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 3 3 4 3 49
36 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 4 3 50
37 5 5 4 5 5 3 3 2 5 5 5 5 4 4 60
38 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 62
39 5 5 4 5 5 4 3 4 5 5 5 4 4 4 62
Keterampilan Hubungan Manusia Kepala Sekolah
40 5 5 5 5 5 3 4 4 5 5 5 5 4 4 64
41 5 5 5 4 5 4 3 3 5 5 5 4 4 5 62
42 4 4 4 4 4 3 3 3 5 5 5 5 4 5 58
43 5 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 55
44 5 5 5 4 5 3 3 5 4 4 5 5 5 5 63
45 5 4 4 4 5 1 2 3 5 4 4 5 4 4 54
46 5 4 5 5 5 3 3 5 4 4 4 5 5 4 61
47 4 3 4 4 4 2 1 4 4 4 4 4 4 4 50
48 5 5 4 4 4 2 2 3 4 3 4 4 5 4 53
49 3 3 4 4 4 1 2 3 4 4 5 4 5 4 50
50 5 5 5 5 4 3 2 3 3 5 5 5 5 4 59
51 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 5 5 5 5 52
52 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 5 3 4 4 53


181


53 5 4 4 5 5 3 3 4 4 4 4 4 4 3 56
54 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 61
55 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 3 4 5 4 63
56 4 5 5 5 4 3 4 5 5 4 4 3 4 4 59















Hasil Data Penelitian Ket. Teknik Kepala Sekolah
Ket. Teknik Kepala Sekolah JML
No 1 2 3 4 5 6 7 8

1 5 4 4 5 4 5 4 5 36
2 4 4 5 5 5 5 4 4 36
3 5 5 4 5 5 5 4 4 37
4 4 4 5 5 5 5 4 4 36
5 5 4 4 5 5 4 5 4 36
6 5 5 5 5 5 4 3 4 36
7 5 4 5 4 5 4 3 4 34
8 4 3 4 4 5 4 4 4 32
9 5 5 5 5 5 5 4 3 37
10 5 4 4 5 3 2 3 4 30
11 5 5 4 3 3 3 3 4 30
12 5 4 4 4 4 4 3 4 32
13 4 4 3 3 4 3 3 2 26
14 3 4 3 3 4 4 4 4 29
15 4 5 4 4 5 5 4 4 35
16 5 5 4 5 5 3 4 5 36
17 5 5 4 4 5 3 3 2 31
18 5 3 4 4 4 4 3 4 31
19 5 4 4 4 4 4 4 4 33
20 3 4 4 4 4 4 3 2 28
21 5 5 3 3 5 5 5 4 35
22 4 4 3 5 4 5 2 4 31


182


23 4 4 5 5 3 5 4 4 34
24 5 5 4 4 3 4 4 4 33
25 4 4 5 4 4 4 3 3 31
26 5 4 5 4 5 5 4 4 36
27 5 4 4 4 4 5 4 4 34
28 4 4 3 4 4 4 4 4 31
29 5 4 5 4 5 4 4 4 35
30 4 3 4 3 4 3 3 2 26
31 2 3 4 4 4 3 3 4 27
32 5 5 4 5 5 4 4 3 35
33 4 4 5 4 5 5 5 4 36
34 4 5 4 3 4 4 5 3 32
35 4 4 4 3 5 4 3 4 31
36 4 4 4 4 5 3 4 2 30
37 5 5 5 4 5 4 5 4 37
38 5 4 4 4 5 4 5 4 35
39 5 4 5 4 5 4 4 3 34
Ket. Teknik Kepala Sekolah
40 4 4 4 4 5 4 4 4 33
41 5 4 4 5 4 4 4 4 34
42 4 4 4 4 4 4 4 4 32
43 4 4 4 4 5 5 5 5 36
44 5 5 4 4 4 5 4 3 34
45 3 4 4 4 3 3 3 4 28
46 4 5 4 3 4 4 5 4 33
47 4 4 4 3 5 4 3 2 29
48 4 4 4 3 4 4 3 2 28
49 5 4 4 4 2 1 3 4 27
50 4 4 4 4 4 4 4 4 32
51 5 4 3 4 3 2 4 4 29
52 4 5 5 4 5 3 5 4 35
53 5 4 3 5 4 3 2 4 30
54 5 4 5 5 4 5 4 3 35
55 5 5 4 5 4 4 4 4 35
56 4 5 4 3 4 4 5 3 32










183









Hasil Data Penelitian Kinerja Guru :
Kinerja Guru
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5
2 4 5 5 4 5 3 4 5 5 4 4 2 5
3 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5
4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4
5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5
6 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 4
7 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 2 2 4
8 3 4 2 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4
9 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 5
10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
11 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 2 4
12 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5
13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
14 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
15 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5
16 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 5
17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4
18 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5
19 4 5 5 4 4 4 3 5 5 5 5 5 5
20 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4
21 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 2 2 5
22 3 4 3 3 3 3 3 4 4 5 4 5 4
23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
24 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5
25 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 2 3 5
26 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5
27 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
28 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4
29 4 5 4 5 4 4 5 4 5 4 3 4 5
30 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 3 4 4
31 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
32 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 3 4 5
33 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 4


184


34 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5
35 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 3 4 4
36 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 3 4
37 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 5
38 4 4 5 5 5 3 5 5 4 4 4 3 4
39 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4
40 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5
41 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 2 1 5
42 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 3 5
43 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
44 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4
45 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4
46 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4
47 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4
48 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 3 4
49 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 1 4
50 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 5
51 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 3 3 4
52 4 4 5 5 4 4 5 4 4 4 3 4 4
53 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5
54 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 3 4 5
55 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 3 3 5
56 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 5
















Kinerja Guru JML
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 105
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 110
5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 111


185


4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 108
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 117
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 109
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 104
4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 86
5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 110
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 98
5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 100
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 105
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 111
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 102
5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 113
4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 95
5 4 5 4 4 4 4 3 4 3 4 94
4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 89
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 104
5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 101
5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 116
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 95
4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 94
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 111
4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 93
4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 95
5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 107
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 109
5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 102
4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 95
4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 94
5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 101
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 108
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 109
5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 107
5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 103
5 5 5 5 5 4 3 3 4 4 4 103
4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 97
4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 111
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 97


186


4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 108
4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 96
4 4 5 5 5 5 4 3 4 3 3 101
4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 87
5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 102
4 4 5 5 5 5 4 3 4 3 3 100
4 4 5 5 5 5 4 3 4 4 4 101
4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 94
5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 110
5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 3 104
4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 99
































You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->