P. 1
Pembelajaran Membaca Cepat Pada Siswa Kelas 3 Sd

Pembelajaran Membaca Cepat Pada Siswa Kelas 3 Sd

|Views: 1,374|Likes:
Published by Aryatmono Siswadi

More info:

Published by: Aryatmono Siswadi on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

Materi bacaan yang memiliki daan dengan sungguh-sungguh. Materi

bacaan yag memiliki daya tarik dan memiliki tingkat kesukaran yang

sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa dapat memotivasi siswa

untuk membaca suatu bacaan dengan sugguh-sungguh. Materi bacaan

yang memilikibdaya tarik bagi siswa akan memotivasi siswa untuk

membacanya dengan sungguh-sugguh. Hal itu selanjutnya akan

menunjang pemahaman pembaca terhadap isi bacaan. Seeperti hasil

penelitian Garner dan Gillingham (1991) juga menunjukkan bahwa

pembaca mengetahui sesuatu lebih banyak dari bacaan yang menarik

daripada bacaan yang tidak menarik.

Singh (1979) menyarankan kepada guru untuk mencari materi

bacaan di luar buku pelajaran apabila bacaan dalam buku pelajaran siswa

25

tidak memenuhi kriteria. Materi dalam bacaan diusahakan yang mudah

karena dengan materi yang mudah, siswa akan mendapatkan kecepatan

membaca yang lebih baik dibanding dengan materi yang sulit. Penggunaan

materi tambahan yang mudah sangat membantu siswa dan dapat

merangsang siswa untuk meningkatkan kemampuan membacanya.

Pemilihan materi bacaan hendaknya medalam menentukan materi

bacaan libatkan siswa. Pelibatan siswa dapat lebih menjamin bahwa materi

bacaan yang dipakai sesuai dengan minat siswa. Siswa merasa

diperhatikan dalam proses perencanaan kegiatan belajar-mengajar. Hal itu

selanjutnya dapat menumbuhkan sikap postif terhadap pengajaran

membaca.

Di samping dari segi isi, pemilihan materi bacaan juga perlu

dipertimbangkan dari segi tingkat kesukaran. Tingkat kesukaran perlu

diperatikan agar materi bacaan tidak terlalu sukar dan juga tidak terlalu

mudah. Materi bacaan yang terlalu sukar dapat menyebabkan siswa

mengalami frustasi. Sebaliknya, materi bacaan yang terlalu mudah kurang

dapat menggugah semangat siswa untuk membacanya.

Untuk mengukur keterbacaan suatu materi bacaan dapat digunakan

teknik close. Dengan teknik ini, presentase pengisian secara benar dapat

dipakai sebagai dasar untuk menentukan tingkat kesulitan bacaan. Burn

dan Roe (1980) menetapkan kriteria tingkat keterbacaan sebagai berikut.

Pertama, apabila siswa dapat mengisi jawaban dengan benar kurang dari

40%, bacaan tersebut termasuk tingkat frustasi, atau terlalu sulit. Kedua,

26

apabila siswa dapat menjawab benar 40% sampai dengan 50%, bacaan

tersebbut termasuk tingkat instruksional sehingga apabila digunakan masih

perlu bimbingan guru. Ketiga, apabila siswa dapat menjawab benar lebih

dari 50%, bacaan tersebut termasuk tingkat independen dan siswa dapat

membaca ssecara mandiri.

Selain menggunakan teknik close, tingkat keterbacaan dapat diukur

dengan formula keterbacaan Fry. Fry menggunakan dua kriteria untuk

menemukan tingkat kesukaran, yaitu kesukaran kata dan kerumitan

gramatikal (Fry, 1965). Selanjutnya, Fry mengemukakan dua cara untuk

menentukan kesukaran kata. Pertama, menghitung jumlah kata yang tidak

terdapat dalam 3000 daftar kata yang lazim. Kedua, menghitung jumlah

suku kata dalam 100 kata.

Selain faktor-faktor diatas, Konstant (2003) dalam bukunya yang

berjudul Speed Reading menyampaikan bahwa ada lima faktor yang dapat

mempengaruhi kecepatan membaca seseorang, yaitu kejelasan maksud

atau tujuan, perasaan pembaca, ketidakasingan terhadap terminologi

subjek, tingkat kesulitan bacaan,dan ketegangan. Faktor pertama kejelasan

maksud/ tujuan, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan

membaca seseorang. Makin jelas tujuan seseorang membaca, makin cepat

seseorang dapat menyelesaikan bacaannya. Kedua, faktor perasaan.

Apabla seorang pembaca merasa capek, kurang istirahat , tidak sabar, dat

enggan tentunya tidak akan dapat membaca secepat pembaca yang segar,

senang, sadar tentang pentingnya bahan yang dibaca. Untuk itu, untuk

27

membaca cepat, seseorang mempersiapkan dirinya, baik secarafisik

maupun psikis sebaik mungkin.

Ketiga, faktor ketidakasingan terhadap terminologi subjek. Artinya,

pembaca yang banyak memahami kata-kata atau istilah yang ada dalam

bacaan, dia akan lebih cepat untuk menyelesaikan bacaannya. Berbeda

dengan pembaca yang banyak menemui kata-kata yang sulit atau tidak

dimengerti artinya, dia akan sering berhenti ketika membacanya.

Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bacaannya relatif

lama.

Keempat, faktor kesulitan teks/ bacaan. Bacaan yang sulit dipahami

isinya karena beberapa faktor, misalnya topik yang tidak sesuai dengan

kemampuanya, teknik penguraian yang kurang baik, banyaknya kalimat

yang sulit dipahami, serta struktur bacaan yang tidak jelas membuat

tingkat pemahaman pembaca terhadap isi bacaan relatif rendah.

Akibatnya, pembaca sering berhenti ketika sedang membaca.

Pemberhentian tersebut membut waktu yang dibutuhkan untuk

menyelesaikan pembacaan relatif lama. Faktor yang ke lima yaitu

ketegangan. Pembaca yang sedang stres atau tegang karena harus segera

menyelesaikan pembacaan justru dapat memperlambat membacanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->