SENI BUDAYA

KELAS VII
SEMESTER 1
MGMP Seni Budaya Batang

KATA PENGANTAR
KOORDINATOR SUROSO, S.Pd PENYUSUN TEAM MGMP SENI BUDAYA BATANG KETUA : SUKISNO SEKRETARIS: ARYATMONO SISWADI, S.Pd BENDAHARA : SRI PUJIATI, S.Pd ANGGOTA 1. M. ISONO 2. SUNINGSIH, S.Pd 3. BAGUS ADHY HERMAWAN, S.Pd 4. INDAH KURNIATI 5. Drs. MUGIYONO 6. TITIK SUMARNI, S.Pd 7. MUJI RAHARJO, S.Pd

EDITOR :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Sigit Yulianto, S.Pd Rina Murwani P, S.Pd Daryoto, S.Pd Heru Supriyanto Chucik Ubaidah, S.Pd Drs. Moh Arifin Jaya Rudi H, S.Pd Dwi Saroso F. Suwarso Asri Tri W Muh. Al Amin, S.Pd Rohmad Purwanto Fc. Hariati MS Aksi Mandala, S.Pd Sodikin, S.Pd Thoriqotussalamah, S.Pd Pujo Tri Widodo. SH Arif Triyono B, S.Pd Sri Rejeki, S.Pd Sasongko, S.Pd RY. Basuki Harjono Herwanto Asis Susbaniyah Ngatimin Muhayin, S.Pd Sukiyanto, S.Pd Sri Wartini, S.Pd Teguh Pepeg, S.Pd Suharti, S.Pd Dra. Sri Wahyuni Dra. Indah Tri W Sri Diana, S.Pd 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Budi Surojo, S.Pd Dite Nurhayati, S.Pd Suhdi Teguh Wiyanto Tri Siswanti, S.Pd Aly Bisri, S.Pd Solikhin, S.Pd Endang PH, S.Pd Supriyo, S.Pd Titi Sulastri, S.Pd Amirul M, S.Pd Yuli Setyaningsih, S.Pd Andri Ari Susanti, S.Pd Anita Permana Sari, S.Pd Pratama Imanda F , .Pd Murdani Retnoningsih, S.Pd Novianingsih, S.Si Retty Vriscalisna Rina Dyah Sukesi, S.Pd Sinta Kusumawati, .Pd Catur Yuliani Eko Setyono, S.Pd Albert Rizal, S.Sn Titi Sulastri , S.Pd Rika Deni Rahmawati, S.Pd Agus Ismahadi, S.Pd Vista Rianda Sakti, S.Pd Santya Noviasari Nurvita Dasim Ayu Setyorini, S.Pd

Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan limpahanNya kepada kita semua. Semester 1 ini MGMP Seni Budaya Kabupaten Batang menerbitkan kembali buku penunjang berupa Lembar Kerja Siswa yang sesuai dengan KTSP 2006. Dengan diterbitkannya buku ini diharapkan siswa dapat lebih mudah menguasai materi yang diberikan oleh guru sesuai dengan Kurikulum yang berlaku. Selain itu diharapkan pula agar siswa dapat mencapai kompetensi dalam proses pembelajarannya. Dengan buku ini guru dibantu dalam menentukan indikator-indikator hasil belajar yang diperlukan dalam menguasai kompetensi-kompetensinya. Semoga buku ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan diri dan mampu menyerap informasi dalam mencapai prestasi belajar secara maksimal.

Tim Redaksi

Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang mengutip, menjiplak, memfotokopi sebagian atau seluruh isi serta menjualbelikan tanpa seijin tertulis dari MGMP Seni Budaya Batang

Toko Buku dan Percetakan

Jl. Kresna 2 Perum KORPRI E.3 No. 5-6 Pasekaran Batang Telp. (0285) 4494183

1

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 1

APRESIASI SENI RUPA
Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasikan karya seni rupa 2. Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasikan jenis karya seni rupa terapan daerah setempat 1.2. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan tehnik karya seni rupa daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. Konsep Seni Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berkata , “wah..itu indah !!! seni baget, ya !!! Misalnya melihat pegunungan dengan jalan yang berliku-liku, pantai dengan airnya yang tampak biru, kebun bunga yang berwarna –warni, lukisan seorang pelukis terkenal, dekorasi yang indah, suara seorang penyanyi yang merdu, dan gerakan penari yang luwes. Diantara keindahan di atas, apakah semuanya disebut seni ? Begitu melekatnya seni ini sampai kita seringkali tidak dapat membedakan mana yang seni dan mana yang bukan seni. Untuk memperoleh rumusan yang tepat dari pengertian seni, kita harus mengingat bahwa lahirnya seni selalu bersamaan dengan kebutuhan manusia. Karenanya , gerak seni selalu dinamis dan berkembang mengikuti laju perkembangan manusia dan zaman. Hal inilah yang menjadikan salah satu masalah utama yang menyulitkan para ahli untuk menentukan pengertian seni yang tepat dan dapat berlaku sepanjang masa. Berikut ini kalian dapat menyimak berbagai batasan seni : a. Everyman Encyklopedia Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual. b. Ensiklopedia Indonesia Seni adalah merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya. c. Ki Hajar Dewantara Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia d. Prof. Drs. Suwaji Bastomi Seni adalah aktifitas batin dengan pengalaman estetik yang dinyatakan dalam bentuk agung (pengejawantahan pribadi kreatif) yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub (getaran emosional yang terjadi karena adanya rangsangan yang kuat) dan haru ( rasa yang dimiliki atau dimulai dari simpati dan empati yang kemudian dilebarkan menjadi terpesona) e. Drs. Sudarmadji Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume dan gelap terang. f. Akhdiat Karta Mihaja Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani. 2
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

B. Cabang Seni Bila dilihat dari keanekaragaman seni, maka seni dapat dibagi menjadi beberapa cabang sebagai berikut : 1. Seni Musik Seni musik atau seni suara adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara (manusia maupun alat musik) yang ditata dengan prinsipprinsip tertentu.

Gb.1.1.Orang sedang main Gitar (Sumber geogle, 02032011)

Gb.1.2. Paduan Suara SMA (Sumber geogle, 02032011)

Gb.1.3. Pentas Gitar Klasik (Sumber geogle, 02032011)

2. Seni Rupa Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media : titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

Gb.1.4. Lukisan gaya pontilis (Sumber geogle,02032011)

Gb.1.5. Kaligrafi (Sumber geogle,02032011)

Gb.1.6.Lukisan Membatik (Sumber geogle,02032011)

3. Seni Tari Seni tari adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

Gb.1.7. Tari Jaipong (Sumber geogle. 02032011)

Gb.1.8.Reog Ponorogo (Sumber geogle, 02032011)

Gb.1.9.Tari Saman (Sumber geogle, 02032011)

4. Seni Drama Seni drama adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media bahasa ( suara ) ,gerak (action) dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. karya seni yang disampaikan dengan media

Gb.1.10.Pertunjukan Drama (Sumber geogle,02032011)

Gb.1.11. Seni Drama (Sumber geogle,02032011)

Gb.1.12.Seni Drama (Sumber geogle,02032011) MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

3

C. Fungsi Seni Dalam kehidupan manusia, seni memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : 1. Seni Untuk Memenuhi Kebutuhan Individu a. Kebutuhan Fisik Karya seni dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diciptakan dengan mempertimbangkan nilai seni. Semuanya dibuat mulai dari alat transportasi, alat rumah tangga dan lain-lain semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia dengan memperhatikan segi keindahan. b. Kebutuhan Emosional Manusia juga mempunyai kebutuhan emosional yang harus dipenuhi . Emosi seseorang muncul karena adanya hubungan atau interaksi dengan orang lain atau sesuatu hal yang akhirnya menimbulkan perasaan sedih, susah, gembira dan sebagainya. 2. Seni Untuk Memenuhi Kebutuhan Sosial a. Fungsi Sosial Bidang Agama Fungsi bidang agama berkaitan dengan peribadatan. Faktor artistik pada tempat-tempat ibadah sangat diperlukan untuk memberikan suasana yang sejuk dan damai dalam beribadah sehingga menimbulkan rasa sejuk, berwibawa, agung, suci dan membuat umat betah untuk menggunakan tempat tersebut. b. Fungsi Sosial Bidang Pendidikan Fungsi bidang pendidikan bertujuan antara lain untuk membentuk manusia yang berbudi luhur dan bersikap sopan santun dan memberi manfaat untuk membimbing serta mendidik mental dan tingkah laku seseorang supaya berubah menjadi kondisi yang lebih baik. c. Fungsi Sosial Bidang Komunikasi Berkomunikasi artinya mengadakan interaksi antara dua pihak sehingga terjadi suatu pengertian timbal balik keduanya. Seorang seniman musik dapat berkomunikasi melalui rangkaian nada-nada yang indah kepada semua orang di dunia ini. Seorang Affandi dapat berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia dengan “plototan,” coretan cat dalam kanvas. d. Fungsi Sosial Bidang Rekreasi Seni untuk mendukung rekreasi; ini banyak kita lihat dengan adanya sentuhan-sentuhan seni pada bangunan-bangunan ditempat wisata dan juga pembangunan taman rekreasi bagi masyarakat. D. Seni Rupa Terapan 1. Konsep Seni Rupa Terapan Seni Rupa adalah seni yang ada rupa wujudnya yang dapat dihayati dengan indra penglihatan. Berdasarkan kegunaannya seni rupa dapat dibedakan menjadi : a. Seni Terapan ( Applied Art/Usevul Art) Seni terapan dikatakan juga sebagai seni pakai karena hasil karya seni tersebut selain dapat dinikmati mutu seni/keindahannya dapat digunakan untuk keperluan/alat dalam kehidupan sehari-hari. Contoh seni terapan/pakai : meja kursi ukir, anyaman tempat buah, keramik, alatalat rumah tangga

Gb. 1.13. Kursi Ukir Jepara

Sumber Google, 02032011

Gb.1.14. Keramik Sumber Google, 02032011

Gb.1.15. Anyaman Sumber Google, 02032011

4

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

b. Seni Murni ( Fine Art) Karya seni murni adalah suatu jenis karya yang diciptakan tanpa adanya hubungan atau kaitan dengan kegunaan, melainkan hanya untuk dinikmati keindahannya. Disebut karya seni murni karena karya seni ini fungsinya betul-betul hanya dinikmati nilai atau mutu seninya. Contoh seni murni : Lukisan, gambar, monumen, patung.

Gb. 1.16 Lukisan
Sumber Google, 02032011

Gb.1.17. Patung
Sumber Google, 02032011

Gb.1.18. Monas
Sumber Google, 02032011

2. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur seni rupa antara lain : a. Titik Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana

.................
b. Garis Garis merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari titik yang memenjang. Bermacam-macam garis : garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, , garis spiral.

c. Bidang Bidang merupakan unsur seni rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Bidang dibedakan menjadi dua yakni : 1. Bidang geometris 2. Bidang nongeometris

d. Bentuk Bentuk adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena perpaduan antara bidang –bidang yang memiliki ruang atau volume

e. Warna Warna merupaakan unsur seni rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). Warna dapat dibedakan menjadi tiga , sebagai berikut : 1. Warna primer Warna yang tidak dihasilkan karena percampuran warna (pigmen asli). Termasuk warna primer : merah, kuning dan biru

5

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

2. Warna sekunder Warna yang dihasilkan karena percampuran antara warna primer. Termasuk warna sekunder : merah + kuning : orange; merah + biru : ungu ; kuning + biru : hijau

+

=

+

=

+

=

3. Warna Tertier Warna yang dihasilakan karena percamuran warna sekunder. Termasuk warna tertier adalah warna coklat.

f. Tekstur Tekstur merupakan nilai raba suatu benda (halus/kasar). Secara visual tekstur dibedakan menjadi dua yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah antara keadaan di gambar dan keadaan di kenyataan bila diraba dengan tangan sama kasarnya atau halusnya. Sedangkan tekstur semu adalah tekstur yang nampak pada gambar namun tidak sesuai dengan kenyataannya.

g. Gelap terang Dunia akan tampak oleh mata bila terdapat cahaya, baik cahaya yang bersumber dari matahari atau lampu. Benda yang terkena cahaya akan tampak terang, sedang yang tidak terkena warna cahaya akan tampak gelap. Dengan kata lain keadaan gelap dan terang dipengaruhi oleh cahaya.

Gb. 1.20. Gambar gelap terang

3. Bentuk Seni Rupa a. Seni Rupa Dua Dimensi Seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Karya seni yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang mata. Contohnya : seni gambar, seni lukis, seni illustrasi, seni dekorasi, seni batik, seni grafis dan seni sketsa. 1. Gambar Menggambar merupakan proses perekaman obyek pada bidang dua dimensi melalui media dengan ceritera. Contoh karya : gambar bentuk, gambar model, gambar illustrasi, gambar ragam hias.

6

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Gb.1.21. Gambar illustrasi

2. Lukisan Dibandingkan menggambar , melukis lebih bersifat subyektif. Pelukis bebas menafsirkan obyek, lalu mengekspresikan gagasannya lewat media ungkap dan menggarap berdasarkan prinsip seni rupa. Corak lukisan : representative (nyata), dekoratif, ekspresif, dan abstrak.

Gb. 1.22 Lukisan Realis ( Sumber Google, 02032011)

Gb. 1.23. Lukisan Realis ( Sumber Google, 02032011)

Gb. 1.24. Lukisan Corak Ekspresif karya Affandi (Sumber Google, 02032011)

7

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

3. Grafis Karya grafis diproduksi dengan tehnik cetak. Karya grafis : iklan, logo, poster, sampul kaset, kartu undangan.

Gb.1.25. Logo MTV

b. Seni Rupa Tiga Dimensi Seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi. Karya seni yang dapat dilihat dari berbagai arah pandang mata. Contohnya : seni kriya, seni patung, seni bangun, seni taman.

Gb. 1.26. (Patung Nelayan di Weleri dan Patung Durien di Plelen Lor Gringsing)

E. Prinsip Seni Rupa Prinsip-prinsip seni rupa disebut juga kaidah-kaidah yang menjadi pedoman dalam berkarya seni rupa. Prinsip seni rupa yaitu: kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, dan keselarasan. 1. Kesatuan (unity), nsure-unsur dalam sebuah karya seni rupa saling bertautan. Tidak ada lagi bagian yang berdiri sendiri. 2. Keseimbangan berarti kesamaan bobot dari nsure-unsur karya. Secara wujud dan jumlahnya mungkin tak sama, tapi nilainya dapat seimbang. Macam keseimbangan yakni kesimbangan : terpusat/ sentral, diagonal, simetris, dan asimetris. 3. Irama dalam seni rupa diusahakan lewat prnyusunan unsure-unsur yang ada atau pengulangan dari unsure-unsur yang diatur. 4. Keselarasan dipakai untuk menyatukan unsur-unsur seni rupa yang berbeda, baik bentuk maupun warna

8

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume dan gelap terang pendapat dari … a. Ki Hajar Dewantara c. Drs.Sudarmadji b. Plato d. Prof. Drs. Suwaji Bastomi 2. Ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media : titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. Disebut… a. Seni rupa c. Seni tari b. seni musik d. seni drama 3. Karya seni dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diciptakan dengan mempertimbangkan nilai seni merupakan fungsi seni… a. kebutuhaan fisik c. kebutuhan emosi b. bidang agama d. bidang pendidikan 4. Fungsi seni yang dapat membentuk manusia yang berbudi luhur dan bersikap sopan santun merupakan fungsi seni… a. bidang agama c. bidang pendidikan b. bidang komunikasi d. bidang rekreasi 5. Seni yang mengutamakan fungsi disebut… a. seni terapan c. Seni desain b. seni murni d. seni kerajinan 6. Estetis berarti… a. keindahan c. Ketrampilan b. kesukaran d. kemauan 7. Seni rupa murni dapat disebut dengan… a. free art c. visual art b. appliet art d. fine art 8. Unsur yang paling sederhana adalah… a. titik c. bidang b. garis d. warna 9. Unsur seni rupa yang terbuat dari titik yang terjalin memanjang disebut… a. bidang c. garis b. titik d. tekstur 10. Terjadinya warna hijau adalah percampuran antara warna biru dan… a. merah c. kuning b. ungu d. orange 11. Warna kuning dan warna merah bila dicampur akan menghasilkan warna… a. hijau c. ungu b. orange d. coklat 12. Tekstur antara keadaan di gambar dan keadaan di kenyataan bila diraba dengan tangan sama kasarnya atau halusnya disebut tekstur… a. semu c. nyata b. bayangan d. halus 13. Seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar disebut karya seni … a. tiga dimensi c. Murni b. dua dimensi d. terapan 14. Di bawah ini adalah kelompok karya seni dua dimensi… a. lukisan, patung, keramik c. lukisan, poster, patung b. gambar, vas bunga, reklame d. poster, lukisan, gambar 9
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

15. Karya seni yang dapat dinikmati dari segala arah pandang disebut karya seni … a. dua dimensi c. fine art b. appliet art d. tiga dimensi 16. Merupakan proses perekaman obyek pada bidang dua dimensi melalui media dengan ceritera di sebut… a. lukisan c. Grafis b. gambar d. dekorasi 17. Termasuk karya seni grafis … a. patung c. lukisan b. logo perusahaan d. hiasan 18. Unsur seni rupa merupakan nilai raba suatu benda (halus/kasar) disebut… a. titik c. bentuk b. tekstur d. bidang 19. Prinsip seni rupa yang saling bertautan dan tidak ada lagi bagian yang berdiri sendiri disebut… a. kesatuan c. Keseimbangan b. irama d. keselarasan 20. Dibawah ini termasuk karya seni tiga dimensi… a. gambar iklan c. grafis c. lukisan d. gerabah II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Tuliskan pengertian seni menurut : a. Ki Hajar Dewantara ! ………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………….. b. Drs. Sudarmadji ! ………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………….. 10. Ensiklopedia Indonesia ! ………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………….. 2. Sebutkan 2 cabang seni dan penjelasannya ! a. …………………………………………………………………………………………… b. …………………………………………………………………………………………… 3. Jelaskan pernyataan-pernyataan di bawah ini : a. Fungsi seni kebutuhan emosional ! ……………………………………………………………………………………………. b. Fungsi seni bidang agama ! ……………………………………………………………………………………………. 10. Tulisakan pengertian tentang seni terapan dan seni murni serta contoh karya seninya masing-masing ( 3 buah karya)! ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. 5. Jelaskan pengertian unsure seni rupa di bawah ini : a. Titik : ………………………………………………………………………. b. Garis : ………………………………………………………………………. c. Bidang : ………………………………………………………………………. d. Bentuk : ………………………………………………………………………. 6. Sebutkan prinsip- prinsip seni rupa ? ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. 10
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

10. Apa perbedaan antara seni murni dan seni terapan? ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. 10. Apa perbedaan karya seni rupa dua dimensi antara gambar dengan lukisan? ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. 10. Jelaskan tentang sentuhan akhir dalam menyelesaikan sebuah karya seni ! ……………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………….. 10. Bagaimanakah tehnik gambar dengan menggunakan tehnik pontilisme? ……………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………..

Gb.1.27. Pekan Seni 2010 Kabupaten Batang

Tanda Tangan Guru Orangtua

Nilai

11

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 2

GAMBAR BENTUK
Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasikan karya seni rupa 2. Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar : Menggambar bentuk dengan obyek karya seni tiga dimensi menjadi seni dua dimensi dari daerah setempat Merancang seni kriya dengan memanfaatkan tehnik dan corak daerah setempat Membuat karya seni kriya dengan memanfaatkan tehnik dan corak daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. GAMBAR BENTUK 1. Menggambar Bentuk Mengambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar. Misalnya, seorang desainer ingin membuat guci, tertentu ia akan membuat rancangan dalam bentuk guci yang sesungguhnya. Untuk dapat membuat gambar yang baik, seseorang harus menguasai kemampuan menggambar terutama menggambar bentuk. Menggambar bentuk adalah cara mengambr dengan meniru obyek dan mengutamakan kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Obyek gambar bentuk bisa dari benda-benda mati, flora, fauba, manusia atau alam benda. 2. Menggambar Bentuk Tiga Dimensi Menggambar bentuk atau alam benda berarti menggambar berdasarkan garis dan bentuk dasar geometris. Macam-macam bentuk : a. Bentuk Kubistis Bentuk kubistis adalah bentuk-bentuk yang menyerupai kubus atau benda yang bentuk dasarnya kubus. Contohnya : TV, meja, kursi, kulkas, lemari.

Almari

Kulkas

Televise

Kursi

Gambar 2.1. Gambar bentuk benda kubistis

12

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

b. Bentuk Silindris Bentuk silindris adalah benda yang bentuk dasarnya menyerupai silindris atau bulat . Contohnya : gelas, botol, bolam lampu, bola, kendi, teko, ember, guci, cangkir , kaleng dan piring

Gambar 2.2. Gambar bentuk benda silindris

c. Bentuk Bebas Bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan atau yang tidak termasuk kubistis dan silindris. Contohnya : kain, buah-buahan, bunga, busana.

Gambar 2.3. Gambar bentuk benda bebas

3. Media Untuk Menggambar Bentuk Dalam seni rupa yang dimaksud dengan media adalah bahan , alat dan tehnik yang digunakan untuk membuat karya seni rupa . Adapun media untuk menggambar bentuk adalah sebagai berikut : a. Media Kering Peralatan ini digunakan pada bidang gambar denan media warna dalam keadaan kering. Praktik penggunaannya digoreskan langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut . 1. Pensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (obyek). Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), misalnya HB. Coretan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sket awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya mengunakan pencil lunak(2B, 3B, 4B,5b dan 6B. Pens lenis B ini memiliki sifat lunak dan hasilnya pekat sehingga cocok untuk tehnik blok, arsir atau dussel. 2. Krayon, memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan gradasi( kesan semburan warna). 3. Spidol, terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik arsir atau blok. 4. Konte, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus. 5. Drawing pen, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok. b. Media Basah Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Cat air, dapat digunakan menggambar dengan campuran atau tanpa air. 13
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Cat poster (cat plakat), memiliki kemiripan dengan cat air, tetapi lebih padat dan lebih pekat sehingga sangat cocok untuk tehnik blok. 3. Tinta bak, biasa juga dinamakan tinta Cina, terbuat dari baan cair pekat. Sangat cocok untuk menggambar teknik blok atau siluet. 4. Cat minyak (acrylic), untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain. 5. Ecolin, terbuat dari bahan cair dengan berbagai warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna. 4. Teknik Menggambar Bentuk Tehnik adalah cara-cara yang lazim dipergunakan untuk menggambar bentuk. a. Linier Tehnik linear merupakan cara menggambar obyek gambar dengan garis sebagai unsure yang paling menentukan, baik garis lurus atau garis lengkung. Gambar 2.4. Teknik Linier b. Blok Tehnik blok merupakan cara menggambar dengan menutup obyek gambar satu warna, sehingga tampak bentuk globalnya (siluet)
Gambar 2.5 Tehnik Blok

2.

c.

d.

e.

Arsir Tehnik arsir merupakan cara menggambar dengan garis-garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap terang obyek gambar sehingga tampak seperti tiga Gambar 2.6 Tehnik Arsir dimensi. Dusel Tehnik dusel merupakan cara menggambar yang penentuan gelap terang obyek gambar , menggunakan pensil gambar yang digoreskan dalam posisi miring ( rebah) Gambar 2.7 Teknik Dusel Aquarel Tehnik aquarel merupakan cara menggambar dengan menggunakan cat air dengan sapuan warna yang tipis, sehingga hasilnya tampak transparan atau tembus pandang.
Gambar 2.8 teknik Aquarel

f.

Pointilis Tehnik pointilis merupakan cara menggambar yang dalam menentukan gelap terang obyek gambar menggunakan pensil atau pena gambar dengan titik-titikkan.
Gambar 2.9 Tehnik Pointilis

14

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

5. Prinsip-Prinsip Dalam Menggambar Bentuk Prinsip-prinsip seni rupa yang perlu diperhatikan dalam menggambar bentuk adalah sebagi berikut : a. Model Model adalah obyek yang dijadikan acuan untuk mengambar. Menggambarkan model berarti menggamar bentuk terfokus pada obyek yang digambar, bukan sekedar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung atau tidak langsung. Menggambar secara langsung yaitu dengan menatap model yang ada di depan mata. Menggamabar secara tidak langsung yaitu megambar model dari foto (reproduksi).

Gb. 2.10 Menggambar secara langsung

Gb. 2.11 Menggambar secara tidak langsung

b. Perspektif Perspektif merupakan prinsip atau kaidah yang penting dalam menggambar bentuk. Gambar yang hendaknya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, yaitu gambar yang dekat kelihatan besar dan sebaliknya. Gambar dengan hukum perspektif berarti menggambar dengan pandangan satu arah atau dua titik lenyap.

Gb. 2.12. Perspektif

b. Proporsi Yang diamaksud dengan prinsip proporsi dalam menggambar bentuk adalah kesebaningan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan kuran suatu benda antara bagian yang satu dengan yang lain. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dbuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal.

Gb. 2.13 Proporsi

c. Komposisi Prinsip komposisi adalah taa susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. 1). Keseimbangan (balance) Penggambaran obyek benda yang memberikan adanya kesan keseimbangan antarbagianbaiannya, artinya tida teresan berat sebelah. sebagai susunan atau letak obyek gambar, gambar yang satu dengan yang lain hendaknya tidak terlalu jauh.
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

15

Gb.2.14. Keseimbangan

2). Kesatuan (Unity)adalah suatu penggambaran obyek yang memberikan ksan adanya kesatuan unsure-unsur yang terpadu. Ksatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah. 3). Irama (rhythm) adalah suatu pengambaran obyek yang memberikan kesan pergerakan denganalur yang teratur.

Gb. 2.15. Irama ( Rhythm)

4). Keselarasan ( harmony) adalah suatu penggambaran obyek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda.

Gb. 2.16. Keselarasan (harmony)

d. Gelap-terang ( Half-Tone) Benda akan terlihat oleh mata kita bila terkena cahaya. Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang, sedang bagian benda yang tidak kena cahaya akan tampak gelap.

Gambar 2.17 Gelap terang

16

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar 1 1. Benda-benda di rumah antara lain rak buku, almari, meja , kursi merupakan bentuk… a. silindris c. bebas b. geometris d. kubistis 2. Gambar bentuk disebut juga sebagai gambar… a. model c. alam benda b. benda-benda d. pemandangan alam 3. Salah satu contoh bentuk silindris yaitu… a. meja c. kursi b. botol d. almari 4. Macam-macam bentuk di bawah ini, kecuali… a. geometris c. silindris b. kubistis d. bebas 5. Gambar bentuk bebas misalnya… a. kulkas c. guci b. busana d. bola 6. Menggambar bentuk dengan cara menutup obyek disebut tehnik… a. linier c. blok b. arsir d. dusel 7. Menggambar bentuk dengan garis sebagai unsure yang paling menentukan menggunakan tehnik… a. arsir c. dusel b. pointilis d. linier 8. Sifat cat poster adalah… a. transparan c. menutup b. tampak terang d. gelap terang 9. Perbandingan bagian dengahn keseluruhan merupakan prinsip menggambar bentuk… a. komposisi c. gelap terang b. proporsi d. perspektif 10. Bidang gambar yang cocok menggunakan bahan pensil jenis lunak adalah . . . a. kertas karton c. kanvas b. papan tulis d. kertas gambar 11. Bila kita menggambar bentuk dengan bahan cat air, maka peralatan yang digunakan adalah… a. kertas gambar c. pisau pallet b. kuas cat air d. meja gambar 12. Cara menggambar bentuk dengan membuat garis-garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap teranganya…. a. dusel c. pointilisme b. linier d. arsir 13. Cara menggambar yang dalam menentukan gelap teranganya dengan pensil gambar disebut…. a. dusel c. linear b. arsir d. blok 14. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar bentuk yang berikaitan dengan perbandingan objek gambar satu dengan objek gambar lainnya adalah….. a. perspektif c. komposisi b. proporsi d. gelap terang 15. Langkah paling awal menggambar bentuk dengan pendekatan model adalah….. a. pengamatan c. menentukan gelap terang b. sketsa d. menentukan tekniknya

17

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

16. Membuat gelap terang yang diwujudkan dengan titik-titik disebut… a. pointilis c. pontik b. ponitik d. pontik 17. Benda dekat tampak terang, benda jauh samara-samar menggunakan hukum… a. perbandingan c. kontras b. persamaan d. perspektif 18. Susuanan suatu benda di sebut… a. durasi c. komposisi b. penataan d. proporsi 19. Penyelesaian hasil karya di sebut… a. selesai c. vanishing b. sempurna d. akhir 20. Kegiatan untuk mengenali obyek yang akan digambar merupakan langkah menggambar bentuk di sebut… a. pengamatan c. sketsa b. menentukan tehnik d. sentuhan akhir 21. Karya seni yang diwujudkan lewat keterampilan tangan disebut… a. seni lukis c. seni patung b. seni kriya d. seni relief 22. Bahan yang tidak termasuk tehnik cor adalah… a. kayu c. semen b. kuningan d. logam 23. Yang bukan merupakan bahan anyaman adalah… a. pandan c. bamboo b. logam d. rotan 24. Karya tenun trasional yang terenal dari daerah… a. Jepara c. Jakarta c. Batak Sumatera Barat d. Jogyakarta 25. Bahan alat untuk membatik adalah… a. kain, canting, cat c. cat, kuas, kanvas b. kain. Canting, malam d. kayu, tatah, palu 26. Karya ukir terkenal dari kota… a. Solo c. Kalimantan b. Irian d. Jepara 27. Hasil karya seni kriya… a. interior c. eksterior b. keramik d. estetis 28. Ukiran yang sengaja dibuat hanya untuk hiasan belaka termasuk karya seni… a. murni c. terapan b. ganda d. makna 29. Yang bukan termasuk karya seni terapan adalah… a. lukisan c. alat rumah tangga b. kursi ukir d. batik 30. Yang bukan termasuk jenis-jenis ukiran… a. ukiran rendah c. ukiran tinggi b. ukiran tembua d. ukiran sedang

18

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Sebutkan 3 jenis benda kubistis! Jawab :…………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………….. 2. Sebutkan 4 kemudahan menggambar bentuk dengan model! Jawab : …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………. 3. Memindahkan hasil pengamatan disebut… Jawab : …………………………………………………………………………………… 4. Bagaiamanakah cara menggamabar bentuik dengan tehnik linier? Jawab : …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………. 5. Bagaimana perbedaan tehnik aquarel dengan tehnik plakat ? Jawab : ………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 6. Sebutkan 2 jenis benda tak beraturan ! Jawab : ………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………... 7. Prinsip komposisi dalam menggambar bentuk adalah… Jawab : …………………………………………………………………………………... …………………………………………………………………………………… 8. Sebututkan 5 benda bentuk silindris ! Jawab : ………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 9. Apa kekurangannnta menggambar bentuk dengan pendeketan tanpa model? Jawab : …………………………………………………………………………………... …………………………………………………………………………………… 10. Jelaskan tentang sentuhan akhir dalam menggambar bentuk! Jawab : ………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 11. Jelaskan pengertian tentang kriya keramik? Jawab : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………….. 12. Tehnik apa saja yang digunakan untuk mengerjakan bahan-bahan keramik dari tanah liat? Jawab : …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. 13. Bahan apa saja yang dapat digunakan untuk membuat gerabah? Jawab : …………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………….. 14. Sebutkan macam-macam peralatan yang dipakai untuk pembuatan benda pakai dari tanah liat? Jawab : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………….. 15. Sebutkan tahap-tahap pembeuatan benda pakai dari tanah liat ! Jawab : ………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………..

19

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

EKSPRESI SENI
Amatilah berbagai benda dan alam sekitarmu. Pilihlah bentuk yang kamu ingin gambar. Tentukan bahan, alat dan tehnik yang akan kau pergunakan. Buatlah sketsanya dahulu. Sempurnakanlah gambar sesuai langkah-langkah yang telah diajarkan. Selanjutnya gambar dengan kertas A3 dengan tehnik : (buatlah contoh di ruang yang sudah disediakan) 1. Tehnik arsir

Tanda Tangan Guru Orangtua

Nilai

20

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 3

MUSIK DAERAH
Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasikan karya seni musik 2. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik Kompetensi Dasar : 1.2. Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat 1.1. Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan lagu daerah setempat 1.2. Menagaransir secara sederhana karya lagu daerah setempat 1.3. Menampilkan hasul aransemen karya lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. Ragam Musik Tradisi Daerah Seni musik daerah merupakan bagian dari adat dan upacara-upacara tradisi setempat. Menurut sifat dan keberasalannya musik trasidi daerah dibagi menjadi dua yaitu musik rakyat dan musik klasik. 1. Musik Rakyat Musik rakyat merupakan musik daerah yag lahir dan diolah oleh masyarakat pedesaan, hidup dan berkembang ditengah-tengah rakyat, disukai rakyat biasa, dan tersebar sampai ke rakyat jelata. Ciri utama dari musik rakyat yaitu memiliki bentuk dan tehnik yang sederhana serta tidak dikenal penciptanya (NN) = no name). Tema musik rakyat diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang mudah ditemui. Contoh musik rakyat misalnya musik untuk pernikahan, kematian, berladang, berlayar, menenun dan sebagainya. 2. Musik Klasik Musik trasidional klasik merupakan musik rakyat pilihan yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan masyarakat lama seperti ibukota kerajaan atau kesultanan.Musik klasik ini merupakan musik ciptaan komponis serta telah tertata dengan aturan yang baku. Seperti pemakaian notasi, syair, penggayaan vokal, ritme,dan instrumen yang didasarkan pada konsep tertentu menurut gaya suatu daerah. Gaya inilah yang membedakan musik daerah satu dengan daerah lain. Misalnya musik gamelan jawa berbeda dengan gamelan Sunda maupun gamelan Bali. Begitu pula musik daerah Batak karo dengan Mandailing.

Gb. 3.1. Sumber : geogle.com 15032011

21

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Gb. 3.2. Sumber : geogle.com 15032011

B.

Fungsi Musik Secara umum musik memang berfungsi sebagai media rekreatif/hiburan untuk menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam fungsi sosial budayanya, musik daerah memiliki fungsi sebagai berikut. Musik daerah bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kegiatan lain. Bunyibunyian seringkali dianggap punya kekuatan gaib sehingga digunakan sebagai sarana upacara adat. Contohnya sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu di Sumba dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda. Irama musik juga berpengaruh pada perasaan seseorang dalam melakukan gerakan indah, sehingga musik menjadi pengiring tari dan pertunjukan. Tari dan pertunjukan daerah itu pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Misalnya musik gamelan pengiring tari pertunjukkan wayang di Jawa dan Bali, musik melayu pengiring tari melayu dan pertunjukan mak yong di Riau. Lagu-lagu rakyat (folksongs) yang tumbuh subur di pedesaan juga banyak dipakai sebagai media bermain. Contohnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah . Bunyi-bunyian, termasuk musik, sudah lama menjadi media komunikasi bagi bangsa Indonesia. Irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana dipakai sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus ke masyarakat akan bencana alam, pencurian, atau pertemuan desa. Tiap pesan memiliki irama khas yang berbeda-beda. Selain itu, kini lagu-lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu popular dipakai sebagai media penerangan. Lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernapaskan agama menjalankan fungsi ini.

Gb.3.3. Sumber : geogle.com 15032011

C.

Aktivitas Musik Dalam aktivitas musik terdapat tiga peranan penting yang tidak dapat diabaikan dan tidak dapat dipisahkan, yaitu komponis, pemain, dan pendengar. Tiga peranan tersebut terbentuk oleh lingkungan masyarakat yang berbeda sehingga aktivitas musiknya pun bisa berbeda. 1. Komponis Dalam tradisi musik daerah, banyak sekali karya musik yang dibuat oleh beberapa orang komponis yang biasanya merupakan pemain musik senior. Komponis biasanya menyampaikan lagunya secara lisan.Para pemain menghapalkannya untuk latihan dan pertunjukan. Maka tak heran jika pemusik daerah (termasuk para pembuat alat musiknya) memiliki kepekaan pendengaran dan rasa musik yang tinggi. Puluhan bahkan ratusan lagu dapat dikuasai tanpa partitur (naskah notasi) 2. Hubungan Antar Pemain Musik Dalam permainan musik daerah perlu disiplin dan kerjasama yang baik antar pemain agar pertunjukkan indah dapat disajikan.Para pemainpun perlu saling mendengarkan dan menjaga agar bunyi instrument lain, sesuai komposisi. Hal ini merupakan lambang dari kehidupan masyarakat yang saling menjaga perasaan dan mengedepankan sikap tenggang rasa. Seorang pemula akan belajar dari alat musik yang paling sederhana lalu yang lebih sulit dan lebih 22
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

D.

E.

rumit.Pemain senior menguasai seluruh alat musik dan dia aka memimpin pertunjukan serta memberi kode tempo dan ekspresi sekaligus menjadi perantara komunikasi antar pemain. 4. Penikmat musik Dalam musik trasidi klasik, pendengar bersifat pasif. Mereka hanya mendengarkan , lalu apresiasi dan kritik seni setelah selesai pertunjukan. Dalam musik rakyat penikmat lebih aktif. Mereka bisa ikut bernyanyi bertepuk trangan, bahkan menari dan menimpali peran pemain sandiwara rakyat. Pendengar bisa menghidupkan suasana pertunjukan. Apresiasi dan kritik seni dapat dilakukan saat pertunjukan berlangsung. Tokoh Musik dan Komposisi Daerah Berikut ini beberpa tokoh musik daerah dan sumbangannya bagi seni kedaerahan. 1. Musik gamelan Sunda yang dikembangkan dengan sistem notasi da, mi, na, ti, la oleh Raden Mahyar Angga Koesoemadinata, juga Mengkoko ( Koko Koeswoyo) 2. Angklung Sunda dikembaangkan dengan sistem tangga nada diatonis (do re mi fa sol la si ) oleh Daeng Soetikna dan Imam Sukayat. Demikian pula Udjo Ngalagena yang banyak memberikan perhatian pendidikan angklung generasi muda. 3. Gamelan Jawa sengan sistem sariswara oleh K.H. Dewantara dan Ki Nartosabdo sebagai tokoh pembaharu dalam lagu-lagu gamelan yang dikenal dengan sistem wandali (Jawa, Sunda dan Bali) Bentuk Instrumen 1. Bentuk tabung Bentuk umum dari alat musik ini adalah memakai bahan dasar bamboo, dapat pula menggunakan kayu atau logam. Misalnya calung, angklung, kentongan, suling dan guntang. 2. Bentuk Bilah Kekuatan bentuk bilah ini didukung oleh wadah gema sebagai ruang resonator. Contoh alat musik ini adalah gambang, kolintang, saron dan gender. 3. Bentuk Pencon Memiliki pencu (tumpuan pukulan) , yaitu bagian yang menonjol dari suatu bidang datar atau yang dianggap datar. Alat ini terbuat dari logam. Misalnya bonang (Jawa dan Sunda) trompong ( Bali) kromong (Betawi) telepong ( Minang) totobuang ( Ambon) kangkanong ( Banjar) 4. Bentuk lain Bentuk lain yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok diatas karena memang tidak memiliki ciri kesamaan bentuk. Misalnya siter, tarawangsa, rebab. Lagu Daerah Beberapa lagu daerah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Judul Lagu Manuk dadali Praon Cing Cangkeling Soleram Ande-Ande Lumut Dago Inang Sarge Gelang Sipaku Gelang Lir Ilir Sinanggar Tullo Lengang Kangkung Apuse Ayo Mama Es Lilin Cublak-Cublak Suweng 23 Asal Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Barat Riau Jawa Tengah Tapanuli Sumatera Barat Jawa Tengah Tapanuli Jakarta Papua Maluku Jawa Barat Jawa Tengah
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

F.

G.

Irama Irama musik suatu daerah ditentukan oleh panjang pendek dan tinggi rendah nada serta polapola dalam birama. Untuk itu kita akan mempelajari nada,tangga nada,birama, dan pola irama. 1 Sifat Nada Nada merupakan suara terpilih yang terdengar enak. Dalam kegiatan musik, nada memiliki peran besar. Sebab, nada bisa disusun, dipadukan, atau divariasikan. Nada adalah unsur utama terbentuknya musik yang indah.Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut : a. Tinggi Nada (Pitch) Tinggi nada berkaitan dengan frekuensi atau banyaknya getaran tiap detik. Makin besar frekuensi, makin tinggi nadanya. Setiap nada mempunyai frekuensi tertentu. Bila banyaknya getaran/besarnya frekuensi berkurang sedikit saja, nada akan terdengar sumbang. Jadi, pitch yang dibunyikan harus tepat. b. Panjang Nada (Durasi) Panjang nada merupakan lama suatu nada dibunyikan. Panjang nada dihitung dengan satuan ketuk yang sifatnya relatif,bias panjang bias pendek. Dalam musik, waktu diam/nada tidak berbunyi pun memiliki durasi agar dapat diatur kapan dan sebesar apa nada harus berbunyi.

c. Intensitas Nada Intensitas nada berearti keras lembutnya bunyi suatu nada. Hal ini tergantung pada lebarnya getaran dan sifatnya relative. Nada yang terdengar keras didalam ruangan belum tentu keras bila terdengar di stadion. Beberapa lambang tanda dinamik dalam musik yang menunjukkan keras lemahnya nada. f = forte = keras ff = fortissimo = sangat keras mf = mezzo forte = agak keras p = piano = lembut pp = pianissimo = sangat lembut mp = mezzo piano = agak lembut = crescendo = makin lama makin keras < = decrescendo = makin lama makin lembut >

2.

Tangga Nada Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat-tingkat tingginya. antara nada-nada tersebut terdapat jarak tertentu. Ada yang jaraknya ½, 1, dan 2. Jarak inilah nantinya menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga nada. MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I 24

a. Tangga nada Diatonis Tangga nada yang terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah. Ada dua tangga nada diatonis yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada diatonis mayor

Tangga nada Diatonis

c 1

d 2

e 3

f 4

g 5

a 6

b 7

c’ 1’

Tangga nada diatonis minor

a 6

b 7

c 1

d 2

e 3

f 4

g 5

a’ 6’

2. Tangga Nada Pentatonis Tangga nada yang hanya memiliki lima buah nada. (penta=lima, tone=nada) Musik nusantara memiliki istilah sendiri untuk nada dan tangga nada pentatonic ini terutama seni karawitan Jawa dan Sunda. Indonesia Sunda Jawa Barat nada genta titi laras tone tangga nada bantayan nada laras scale Tangga nada pentatonic terdiri dari dua tangga nada yakni : pelog dan slendro
Pelog

bes 1 Slendro

d 3

es 4

f 5

a 7

bes 1’

bes 1

c 2

d 3

f 5

g 6

bes 1’

25

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

3.

I.

Pulsa dan Pola Irama Pulsa adalah ketukan dasar lagu dengan panjang durasi yang tetap , sedangkan Irama adalah ketukan dengan durasi tak sama panjang tetapi konsisten dan berulang-ulang dengan pola tertentu. 4. Birama Birama merupakan pengelompokan ketukan menjadi beberapa unit hitungan. Pengelompokan ini menggunakan tanda birama. Kita mengenal tanda birama 2/4, ¾, 4/4, 6/8, dan sebagainya.Angka pembilang menunjukkan jumlah ketukan dalam setiap unit atau satu ruas birama. Angka penyebut menunjukkan nilai nada yang mendapat satu ketukan. Misalnya tanda birama ¾, artinya dalam satu ruas birama terdapat tiga ketuk not seperempat. Dalam penulisannya, tiap kelompok diberi garis pembatas yang disebut garis birama (bar line). untuk mempermudah, kita bias menyebut hanya jumlah ketuk dalam tiap ruas, misalnya birama 2, 3, atau 4. Dalam satu birama terdapat ketukan bertekanan (tesis) dan tak bertekanan (arsis). H. Syair/lirik Syair merupakan symbol bahasa yang digunakan komponis dalam mengekspresikan perasaan untuk mempermudah pendengar dalam mencerna karya musiknya. Lagu daerah biasanya memakai bahasa daerah tersebut dalam menurturkan isi lagunya. Sajak Syair Dalam susunan vertikal pada akhir baris/frase musik, syair lagu pada musik daerah dapat bervariasi. Kita bisa membuat syair bersajak sama (aaaa.bbbb), bersajak berselang (abab), bersajak berpasang (aabbcc) atau bersajak patah (abcd,aaba) Berikut salah satu contoh sajak syair : Es Lilin- Jawa Barat Es lilin mah euceu kalapa muda (a) Dibantu mah euceu ka Majalaya (a) Hapunteun mah euceu abdi hapunteun (b) Bilih aya kalepatan (a) 1. Syair Terikat, syair lagu daerah terikat oleh aturan tertentu. Bentuk pantun masing-masing daerah berbeda-beda contohya, pantun (Aceh), umpama(batak Toba), ende-ende (Mandailing), rejong (Bengkulu), parikan dan ludruk (Jawa). 2. Syair Bebas, syair ini tidak memiliki pedoaman dalam penyusunannya. Namun syair melodi tetap memiliki bentuk dan ciri khas daerah tersebut. Instrumen Musik Daerah 1. Instrumen melodis merupakan alat musik yang digunakan untuk memainkan rangkaian nada-nada atau melodi sebuah lagu. Contohnya : rebab, angklung, kolintang, seruling, gambang, kecapi siter, serunai, sasando.

Gb.3.4.Kolintang (Sulawesi)

Gb.3.5.Angklung (Jawa Barat)

Gb.3.6.Rebab (Jawa,Sunda)

Gb.3.7. Sasando (Timor)

Gb.3.8.Siter (Jawa/Sunda)

Gb.3.9. Serunai

Gb.3.10. Gambang (Jawa)

26

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

2. Instrumen ritmis merupakan alat musik yang dalam permainannya memberikan irama (ritme) tertentu dalam pergelaran musik. Contohnya : gong, kethuk, kenong, kendang, tifa.

Gb 3.11.Gong, Kendang

Gb 3.12.Kethuk, Kenong

Gb 3.13. Gong

Gb 3.14.Tifa (Maluku,Papua)

Rangkuman *
* * * * * * * * * * * * * Musik Daerah biasanya diwariskan secara lisan dan berkemabang sesuai kondisi social budaya dan alam didaerah tersebut, sehingga tiap daerah berbeda dari daerah lain. Musik rakyat berkembang di daerah pedesaan, lebih ringan dan riang dan banyak menceritakan kegiatan seharihari Musik trasisional klasik berkembang di pusat pemerintahan, lebih bersifat agung san sacral, serta banyak digunakan dalam upaca adapt kerajaan Musik tradisional memiliki fungsi social budaya sebagai sarana upacara adat, pengiring tari, media komunikasi, media bermain, media penerangan da iringan pertunjukan. Menurut bentuknya instrument musik trasidional dapat dibedakan menjadi bentuk tabung, bilah dan pencon serta bentuk lain. Komponis musik daerah merupakan orang yang mencipta musik berdasarkan konsep dan gaya suatu daerah Musik daerah dibangun dari irama, syair dan instrumen Sifat nada terdiri dari: tinggi nada (pitch), panjang nada (durasi), intensitas nada dan warna nada (timbre) Musik daerah menggunakan tangga nada diatonis mayor dan minor serta tangga nada pentatonic slendro dan pelog Pulsa merupakan ketukan dasar dalam musik dengan durasi yang tetap sedangkan irama musik merupakan pergantian dusari bunyi yang tidak teratur tetapi konstan dan berulang-ulang terjalin selama musik berlangsung Ciri-ciri syair lagu daerah adalah memakai bahasa daerah serta mengisahkan budaya setempat, tata cara kehidupan sehari-hari dan adapt istiadat daerah. Syair lagu daerah berdasarkan perulangan syair diakhir frase ada lima ragam, yaitu bersajak sama (aaaa), bersajak selang (abab), bersajak peluk (abba), bersajak pasang (aabbcc), dan bersajak patah (abcb, aaba) Syair daerah ada dua syair terikat dan syair bebas Instrumen musik ada dua instrument melodis dan ritmis

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Musik berkembang di daerah pedesaan, lebih ringan dan riang dan banyak menceritakan
kegiatan sehari-hari di sebut musik…

2.

3.

4.

5.

6.

a. klasik c. modern b. rakyat d. tradisional Ciri utama dari musik rakyat adalah … a. dikenal penciptanya c. musiknya sedih b. tidak di kenal penciptanya d. temanya sulit dijumpai dipedesaan Musik rakyat biasanya dipergunaklan untuk, kecuali… a. pernikahan c. menenun b. berlayar d. berpesta Musik sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu berada di … a. Papua c. Sumba b. Bali d. Sunda Upacara adat musik angklung di Sunda sebagai sarana untuk upacara… a. Seren Taun c. pertunjukan wayang b. pertunjukan mak yong d. pernikahan Musik sebagai pemeberitahuan pada masyarakat akan adanya bencana, pencurian dan sebagainaya adalah fungsi musik… a. sarana upacara adapt c. media penerangan b. media bermain d. media komunikasi 27
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

7. Musik lesung berasal dari daerah… a. Jawa c. Sumatera b. Kalimantan d. Sulawesi 8. Tokoh musik rakyat Mengkoko (Koko Koeswoyo) berasal dari … a. Bali c. Jawa b. Betawi d. Sunda 9. Sistem notasi musik gamelan Sunda menggunakan… a. sariswara c. nada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, si, do) b. wandali d. da, ma, na, ti, la 10. Instrumen musik kromong berasal dari… a. Jawa c. Sunda b. Bali d. Betawi 11. Contoh bentuk instrumen bilah.. a. angklung c. suling b. gambang d. rebab 12. Lagu Mariam Tomong adalah lagu daerah… a. Tapanuli c. Sumatera Barat b. Maluku d. Jakarta 13. Lagu Manuk Dadali berasal dari… a. Jawa Tengah c. Bali b. Jawa Barat d. Jawa Timur 14. Tinggi nada berkaitan dengan frekwensi getaran tiap detik di sebut pula… a. nada c. pitch b. durasi d. intensitas 15. Not penuh memiliki … a. 2 ketuk c. 3 ketukj b. 4 ketuk d. ½ ketuk 16. f adalah lambang dinamik berarti… a. lembut c. agak keras b. keras d. agak lembut 17. Tangga nada yang memiliki jarak nada satu dan setengah disebut… a. tangga nada pentatonic c. tangga nada diatonis b. tangga nada kromatis d. tangga nada 18. Nada dalam tangga nada pentatonic Jawa disebut… a. nada c. genta b. tone d. titi laras 19. Susunan tangga nada pentatonic di bawah ini adalah tangga nada…
bes 1 d 3 es 4 f 5 a 7 bes 1’

a. slendro c. mayor b. pelog d. minir 20. Lagu Gundul-gundul pacul berasal dari… a. Irian Jaya c. Jawa Timur b. Jawa Tengah d. Jawa Barat 21. Ketukan dasar lagu dengan panjang nada yang tetap disebut… a. irama c. pulsa b. durasi d. timbre 22. Contoh instrument melodis musik daerah seperti di bawah ini , kecuali… a. rebab c. gambang b. gong d. suling 23. Syair lagu daerah (abab) adalah bersajak… a. pasang c. sama b. selang d. patah 28
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

24. Syair lagu daerah bersajak patah adalah… a. aaaa c. abba b. abab d. abcd 25. Not ini dinamakan not… a. penuh c. setengah b. bulat d. seperempat 26. Musik daerah juga bisa digunakan untuk upacara sakral misalnya… a. upacara kematian c. akan pergi jauh b. akan membuat jembatan d. membuat jalan 27. Contoh lagu daerah Jawa adalah… a. Manuk Dadali c. Bubuy Bulan c. Ilir-Ilir d. Apuse 28. Salah satu lagu daerah dari Jawa Barat adalah… a. Bubuy Bulan c. Apuse b. Suwe Ora jamu d. Gambang Suling 29. Komponis musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah adalah… a. Daeng Sutikno c. Mang Udjo b. Koko Koeswoyo d. Ki Narto Sabdo 30. Lagu “Ande-Ande Lumut” memiliki bentuk syair bersajak… a. AA’ c. AA’B b. AAB d. ABB

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Sebutkan ragam musik tradisi daerah! Jawab : ragam musik daerah ada 2 yaitu musik rakyat dan musik klasik. 2. Apa yang dimaksud dengan musik tradisional klasik ? Jawab : musik yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan ibu kota, kerajaan atau kesultanan. 3. Sebutkan 2 contoh musik sebagai sarana upacara adat! Jawab : a. sebagai pengiring roh dalam upacara merapu, b. Seren taun atau panen padi 4. Apa maksud fungsi musik sebagai media komunikasi ? Jawab : sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus kepada masyarakat tentang informasi. 5. Susunlah tangga nada pentatonis slendro musik gamelan dari Jawa Barat! Jawab :
bes 1 c 2 d 3 f 5 g 6 bes 1’

6. Sebutkan 3 alat musik daerah berbentuk bilah… Jawab : gambang, kolintang, piano. 7. Apa fungsi instrument ritmis dalam musik daerah? Jawab : untuk pengatur ketukan dalam sebuah pertunjukan musik 8. Sebutkan ciri-ciri syair lagu daerah! Jawab : berbahasa daerah dalam menuturkan isi lagunya 9. Sebutkan bentuk syair lagu daerah! Jawab : berselang, berselang, bersajak 10. Nada dalam bahasa sunda disebut Jawab : Genta Bantayan Nada

29

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

EKSPRESI SENI
Nyanyikanlah salah satu lagu-lagu daerah dibawah ini! 1 2 3 4 5 Manuk Dadali Dago Inang Sarge Apuse Ayo Mama Es Lilin

30

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

LAGU-LAGU DAERAH

31

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

32

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

33

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

34

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

35

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

36

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

37

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 4

PRAKTIK MUSIK

Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasikan karya seni musik 2. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik Kompetensi Dasar : Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat 1.1. Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan lagu daerah setempat 1.2 Menagaransir secara sederhana karya lagu daerah setempat 1.3 Menampilkan hasil aransemen karya lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. Tehnik Vokal Ada beberapa hal yang diperlu diperhatikan dalam tehnik vocal yaitu intonasi, artikulasi, pernapasan dan pembawaan 1. Intonasi Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih serta enak didengar. Untuk membentuk intonasi yang baik diperlukan : a. pendengaran yang baik b. control pernapasan c. memiliki rasa musical yang baik Cobalah nyanyikan nada-nada dibawah ini dengan baik : # satu nada
0 1 3 5 1’ 7 1’ . 0 5 4 3 3 4 5 3

# dua nada
0 13 34 45 1’7 54 35 . 0 54 53 34 34 45 53 54

2. Artikulasi Artikulasi merupakan tehnik memproduksi suara yang baik dan mengucapkannya dengan jelas, nyaring dan merdu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memndapatkan artikulasi yang baik adalah sebagai berikut : a. Sikap badan 1. duduk atau berdiri dengan sikap badan selalu tegak, bahu agak ditarik ke belakang 2. badan dalam keadaan tidak tegang (rileks) 3. bila berdiri, kaki sedikit direnggangkan dengan kepala sedikit diangkat b. Posisi mulut 1. mulut dibuka selebar tiga jari secara vertical 38
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

2. gigi seri atas tertrutup setengah bagian oleh bibir atas 3. bibir bawah menekan gigi seri bawah 4. aliran udara diarahkan ke langit-langit keras 5. lidah jangan terlalu ditarik kebelakang untuk menghindari suara kerongkongan 6. bibir jangan melebar agar tidak bersuara sember 7. turunkan rahang serendah mungkin dalam membuka mulut 3. Pernapasan Ada tiga macam pernapasan yaitu pernapasan dada, pernapasan, perut dan pernapasan diafragma. a. Pernapasan dada , bagian tubuh yang mengembang adalah dada, pernapasan ini jarang dipergunakan oleh seorang penyanyi. b. Pernapasan perut, bagian yang mengembang sudah tentu bagian perut, pernapasan ini juga kurang dipergunakan oleh seorang penyanyi c. Pernapasan diafragma, menghasilkan suara murni dengan napas yang panjang, pernapasan ini dapat memperkecil ketegangan pada dada, bahu dan leher sehingga dapat mengurangi resiko cedera. 4. Pembawaan Pembawaan seorang penyanyi harus dapat menyampaiakan jiwa dan maksud dari lagu yang dinyanyikan B. Berkreasi Musik Daerah Membuat lagu daerah itu tidak sesulit yang kamu kira, para pengamen jalanan yang tidak mengerti teori musikpun mampu menciptakan sebauah lagu. Lagu tersebut mengalir begitu saja sebagai ekspresi mereka. Langkah-langkah membuat lagu : a. Menentukan tema Tema merupakan watak tertentu yang tergambar dalam lagu. Sedangkan judul lagu merupakan titik perhatian dari karya itu. Ada banyak hala yang bias dijadikan tema lagu, keindahan alam, pujian kepada Tuhan atau pahlawan, karakter binatang, pengalamanberkesan dan kegiatan sehari-hari serta cerita-cerita tradisi. Dibawah ini contoh lagu “Ande-Ande Lumut” b. Mendahulukan Syair Bagi yang belum terbiasa dan tidak begitu tahu dasar-dasar teori musik, lebih baik membuat syair dulu untuk membuat lagu. Untuk memmmpertoleh melodi yang selaras dengan syair, kamu perlu mengetahui letak tesis (tekanan keras) dan arsis (tekanan lemah). Misalnya seperti ini : Ka lau na - ngis na ngis bi kin bi o rang ter - pa ter - na pa - na

Ka - lau

- kin o - rang

Buatlah melodi bebas sesuai dengan aksentuasi syair dan jumlah suku katanya. c. Membuat Motif dan Frase Musik Untuk membuat melodi yang dapat terdengar manis, dapat diusahakan dengan cara motif dan frase. Motif merupakan rangkaian dari tiga buah nada atau lebih yang telah mampu mengekspresikan suatu perasaan musical, sedangkan frase diartikan sebagai rangkaian dari beberapa motif melodi yang membentuk hubungan secara gungsional. 0 5 4 3 Motif 3 . . 5 4 3 3 4 5 . . .

motif Frase musik Beberapa frase yang menjadi satu kesatuan makna disebut klausa

39

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

d. Mengubah Melodi Tiap suku kata biasanya memperoleh satu not, tapi kenyataannya banyak suku kata yang memilki banyak not. Contoh :
0 0 3 Pan 3 Pan 4 tai 4 5 in 5 tai 3 . dah 3 . nya . . 1 Di 1 Di 1 Si 1 Si 5 gan 5 4 du 4 gan 3 Ba 3 1 . tang 1 . du . . . .

e. Membentuk Lagu Bentuk keseluruhan lagu ditentukan oleh pengulangan atau pengolahan klausanya. Klausa sama (AA). Klausa sedikit berbeda (AA’). Klausa sama sekali berbeda (AB). Lagu AndeAnde Lumut menggunakan klausa AA’B. f. Melodi Selingan Saat mengaransemen lagu kita dapat memvariasikan tampilan lagu tersebut, melodi selingan antaranya prelude (melodi selingan sebelum memasuki lagu), interlude ( melodi selingan sesudah bait terakhir menuju ulangan lagu) dan poslude (melodi selingan untuk mengakhiri sebuah lagu)

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Pilih salah satu yang salah, yang diperlukan untuk membentuk intonasi yang baik
diperlukan…

a. pendengaran yang baik c. controlpernapasan b. penampilan yang baik d. rasa musical 2. Tehnik memproduksi suara yang baik dan mengucapkannya dengan jelas, nyaring, dan merdu, disebut… a. pembawaan c. artikulasi b. pernapasan d. intonasi 3. Pernapasan yang baik untuk menyanyi adalah… a. pernapasan dalam c. pernapasan diafragma b. pernapasan perut d. pernapasan dada 4. Lagu Bubuy Bulan berasal dari… a. Jawa Timur c. Jawa Barat b. Jawa Tengah d. Jakarta 5. Lagu daerah dari Sumatera Timur adalah… a. Bubuy Bulan c. Ande-Ande Lumut b. Timang-timang Anakku Sayang d. Anging Mamiri 6. Kata ansemen berasal dari bahasa… a. Perancis c. Inggris b. Swis d. Italia 7. Penata musik disebut… a. arranger c. dirigen b. mayoret d. wiyaga 8. Suara rendah wanita adalah… a. motif c. alto b. tesis d. arsis 9. Ambitus suara tinggi anak-anak adalah… a. c’-f” c. c-c” b. d’-d’ d. g-a” 10. Membentuk lagu dengan klausa sama seperti di bawah ini… a. AA’ c. AAB c. AAB d. AAB’ 40
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

EKSPRESI SENI
1. Buatlah sebuah lagu dengan langkah-langkah seperti yang telah diajarkan. Sedapat mungkin gunakan rangkaian nada pelog ataupun slendro, sehingga lagu tersebut terdengar lagu daerah. a. Pilihlah tema, lalu buatlah syairnya.Usahakan jumlah suku katanya sudah kamu atur sedemikian rupa agar nantinya tidak kesulitan ketika diberi melodi. b. Buatlah motif dan kembangkan menjadi frase c. Gabungkan frase menjadi klausa d. Selaraskan syair dengan melodi, bila perlu lakukan penyempitan dan pengembangan melodi. Contoh :

12 32 12 32

3 1 3 1

5 . 5 .

65 23 65 23

43 45 43 23

2 3 2 1

. . . .

54 . 54 .

41

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 5

TARI DAERAH NUSANTARA

StandarKompetensi : 1. Mengapresiasikan karya seni tari Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasikan jenis karya seni tari tunggal daerah setempat 1.2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan seni tari daerah setempat

LEMBARINFORMASI
A. PengertianSeniTari Seni tari adalah gerak terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga, wirama, wirasa dan wirupa. Berikut ini kalian dapat menyimak berbagai batasan seni tari : a. B.P.H.Soeryodiningrat Tari adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi-bunyi musik (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari b. Drs. Soedarsono Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak ritmis yang indah c. Raden Mas WisnoeWardhana Tari adalah ekspresi gerak dengan media tubuh manusia d. Drs. SudharsoPringgoBroto Tari adalah keteraturan bentuk-bentuk gerak tubuh dalam ruang e. Drs. S.Humardhani Tari adalah ungkapan bentuk-bentuk gerak ekspresif yang indah dan ritmis f. Corrie Hartong (Belanda) Tari adalah keteraturan bentuk gerak tubuh yang ritmis di dalam suatu ruang g. KamaladeviChattopadhaya (India) Tari adalah gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama-kelamaan mengarah kepada bentu-bentuk tertentu h. SusanneK.Langer Tari adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif untuk dapat dinikmati dengan rasa. Seni tari memiliki empat unsur keindahan yaitu: 1. Wiraga (raga atau tubuh) adalah gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari. 2. Wirama (ritme/tempo) adalah seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhya irama. 3. Wirasa (penghayatan) adalah perasaan yang diekspresikan lewat raut muka dan gerak keeluruhan gerak tersebut harus dapat menjelaskan jiwa dan emosi tarian seperti sedih, gembira, tegar atau marah. 4. Wirupa (wujud) adalah gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana dan ria yang disesuaikan dengan peranannya.
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

42

B. SejarahSeniTari Sejarah seni tari berkembang mulai zaman prasejarah, zaman sejarah dan zaman modern. a. Zaman prasejarah. Betul-betul berbentuk ungkapan ekspresi, rasa senang diungkapkan dengan gerak hentakan kaki, tepukan tangan, jeritan, bahkan berguling-guling. b. Zaman sejarah. Bentuk-bentuk gerak tari sudah mengarah pada maksud atau tujuan keguanaan menari. Tari selain sebagai ungkapan perasaan juga sebagai sarana hiburan dan persembahan. c. Zaman modern. Betul-betul digarap dengan gaya baru yang lebih bebas. Misal manusia terbang, hewan bernyanyi dan lain-lain. C. JenisTariDaerah Tari daerah nusantara adalah tarian yang tumbuh dan berkembang sasuai kelompok msayarakat pendukungnya. 1. BerdasarkanSifat dan Sejarah Berdasarkan sifat dan sejarah pembentukannya, tari daerah terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu tari tradisi dan kreasi. Tari tradisi merupakan tari yang ada sejak nenek moyang dan diwariskan secara turun temurun. Tari tradisi dibagi menjadi tari tradisi kerakyatan dan klasik. a. Tari tradisional kerakyatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum atau rakyat. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan sebagai wujud rasa syukur.Cirinya adalah bentuk gerak, irama,ekspresi . Contohnya: Tari Jaran Kepang atau Kuda Lumping (Jawa), Tari Jaipongan (Jabar),Tari Tari Janger (Bali), Tari Payung, Tari Lilin (Sumbar), Tari Saman (Aceh), Tari Tayuban (Jateng).

Gb.5.1Tari Janger

Gb.5.2Tari Jaipong

Gb.5.3 Tari Saman

b. Tari tradisional Klasik dikembangkan oleh bangsawan diistana, bentuk gerakannya baku tak boleh diubah terkesan estetis dan mewah. Contohnya : Tari Topeng Klana (Jabar, Tari Bedhaya , Tari Srimpi, Tari Lawung (Jogja), Tari NGremo, Tari Beskalan (Jatim), Tari Syang Hyang (Bali) c. Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional dengan bentuk klasik. Contoh : Tari Oleg Tambulilingan, Tari Tenun, Tari Panji (Bali, Tari Kijang, Tari Angsa (Jawa),

Gb.5.4Tari Tenun

Gb.5.5Tari Angsa

43

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Gb.5.6. Tari Kecak

Gb.5.7. Tari Panji

Gb.5.8. Tari Kuda Lumping

2. BerdasarkanBentukPenyajian b. Tari berpasangan adalah bentuk tarian yang dilakukan secara berpasangan oleh laki-laki, perempuan, laki-laki dengan perempuan ataupun sabaliknya. Contohnya : Tari Gale-gale (Irja), Tari Payung (Sumbar), Tari Piso Surit (BatakKaro) c. TariKelompok adalah bentuk tarian yang ditarikan oleh tiga orang atau lebih. Tari ini memerlukan kerjasama yang lebih baik. Contoh : Tari Bedhaya Semang (9 orang,Yogyakarta), Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta, 9 orang), Tari Lawung (Jogja, 4 orang), Tari Serimpi (Jateng 4 orang), Tari Kecak (Bali), Tari Janger (Bali).

Gb.5.9. Tari Gale-gale

a. TariTunggal adalah bentuk tarian yang ditarikan secara individu /sendiri, baik laki-laki atau perempuan. Alur cerita tari tunggal dengan tema kepahlawanan atau percintaa. Contoh : Tari Panji Semirang (Bali), Tari Golek (Jateng), Tari Topeng (Jabar

44

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

D. FungsiSeniTari Seni tari memiliki fungsi sebagai : 1. Sarana upacara adat dan religi. Berbagai upacara yang berkaitan dengan perburuan, peperangan, kenaikan tahta, pergantian musim, panen dan tanam, kelahiran, bahkan kematian. Tari ini bersifat sacral dengan unsur pemujaan kepada alam dan penguasanya. Contoh : Tari Pattudu (persembahan Sulsel), Tari Seblang (panen padi Jatim), Tari Ratep (minta hujan Madura) 2. Sarana pertunjukan. Tarian ini berguna untuk menghibur masyarakat. Contoh : Tari Serampang 12 (Sumbar), Tari Jaipongan (Jabar), Tari Janger (Bali), 3. Sarana pendidikan. Tari ini dapat membentuk keseimbangan emosi, keterampilan, dan budi pekerti seperti membina kerja kelompok, berpenampilan santun, dan toleransi. Fungsi inilah kemudian melahirkan sanggar-sanggar tari. Pribadinya juga dapat terbentuk dalam menjaga dan menghormati budaya suku bangsa dan bangsa lain. 4. Peran tari bagi masyarakatdiantaranya sebagai pemersatu dalam acara perayaan, warga berkumpul, menari dan bergembira bersama dengan gerak-gerak yang selaras.Lewat tarian ini warga masyarakat berinteraksi, bergaul dan berkomunikasi menciptakan hubungan yang lebih baik.

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Gerak terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga, wirama, wirasa dan wirupa disebut… a. seni rupa c. seni drama b. seni tari d. musik 2. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak ritmis yang indah adalah pendapat dari… a. B.P.H.Soeryodiningrat c. Drs.Soedarsono b. Corrie Hartog d. Drs.S.Humardhani 3. Pengertian seni tari yang diungkapkan oleh SusanneK.Langer. Tari adalah… a. gerak yang ritmis dan ekspresif b. perwujudan suatu tekanan emosi dalam bentuk gerak tubuh c. gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif untuk dapat dinikmati dengan rasa d. gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi-bunyi musik (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari 4. Tari adalah keteraturan bentuk-bentuk gerak tubuh dalam ruang,merupakan pendapat...... a. Drs. Sudharso Pringgo Broto c. Drs. Soedarsono b. Raden Mas Wisnoe Wardhana d. Corrie Harting 5. Gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari disebut… a. wiraga c. wirasa b. wirama d. Wirupa 6. Gerakan tari yang betul-betul digarap dengan gaya bebas adalah gerakan tari pada zaman… a. prasejarah c. sejarah b. modern d. purba 7. Termasuk tari tradisional kerakyatan adalah… a. tari JaranKepang c. tari Kijang b. tari Ngremo d. tari Merak 8. TariKupu-Kupu termasuk tari… a. tradisional kerakyatan c. tradisional klasik b. modern d. kreasi 45
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

9. Jenis tari bentuk yang ditarikan oleh seorang penari, boleh laki-laki atau perempuan disebut… a. tari berpasangan c. tari tunggal b. tari berkelompok d. tari tradisional 10. Tari Panji Semirang berasal dari… a. Jawa Barat c. Kalimantan b. Maluku d. Bali 11. Tari Panji Semirang termasuk tari… a. berpasangan c. tunggal b. berkelompok d. klasik 12. Tari Bedhaya Semang dariYogyakarta terdiri dari… a. 3 orang c. 6 orang b. 5 orang d. 9 orang 13. Tari berpasangan dari Batak Karo adalah… a. tari Oleg c. tari Cokek b. tari Payung d. tari Piso Surit 14. Tari Ngremo berasal dari… a. Jateng c. Jatim b. Jabar d. Jakarta 15. Fungsi tari yang dapat membentuk keseimbangan emosi adalah… a. sarana upacara adat dan religi c. media komunikasi b. media pendidikan d. peran bagi masyarakat

II.Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Tuliskan pengertian seni tari menurut Drs. Soedarsono! Jawab:............................................................................................................................. ........................................................................................................................................ 2. Apa yang menjadi ciri utama dalam tari berpasangan! Jawab:............................................................................................................................. ....................................................................................................................................... 3. Sebutkan 3 contoh,tari yang berfungsi sebagai upacara adat dan religi! Jawab:............................................................................................................................. ........................................................................................................................................ 4. Sebutkan 3 koreografer dari Indonesia! Jawab:............................................................................................................................ ....................................................................................................................................... 5. Jelaskan pengertian tari klasik! Jawab:............................................................................................................................ ........................................................................................................................................

46

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

BAB 6

UNSUR TARI

Standar Kompetensi : 1.Mengapresiasikan karya seni tari Kompetensi Dasar : 1.1. Mengeksplorasi pola lantai gerak tari tunggal daerah setempat 1.2.Memperagakan tari tunggal daerah setempat

A. Unsur Pendukung Tarian a. Tata rias dan busana Tata rias dan busana tari tradisional klasik lebih rumit dan estetis, ciri utamanya adalah melambangkan karakter tokoh dan memiliki aturan yang ketat. Sedangkan tata rias tari kreasi lebih luwes atau fleksibel karena dapat dikreasikan sendiri sesuai dengan gerak, sifat, dan tema tari. Busana yang dikenakan disesuaikandengan kebutuhan. Tata rias tari tradisional kerakyatan atau tari daerah rias untuk pemain putri hanya ada satu macam yakni rias cantik.Rias putra terdiri dari rias gagah, tampan dan lucu. Tata rias tari tradisional klasik, riasan putri terdiri dari rias cantik dan rias lincah. Untuk pria rias tampan dan rias gagah Fungsi busana tari antara lain :  Membedakan masing-masing peran atau tokoh  Membantu menghidupkan perwatakan penari didalam perananya  Memberi fasilitas dan membantu gerak  Menambah keindahan penampilan

Gb.6.1. Rias b. Properti seni tari Properti seni tari adalah segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan menari. Contoh –contoh properti : Properti dari kain : selendang, sapu tangan, topi dan pita Properti dari kayu : tongkat, tombak, bambu runcing Properti dari besi : pedang, tameng Properti dari plastik : payung, tali Properti dari tembaga : kalung, cunduk mentul, tusuk konde, kelat bahu 47
MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Properti dari kulit Properti dari kertas

: sepatu, ikat pinggang, topi, jaket : kipas, payung

Gb 6.2.Properti selendang

Gb 6.3.Properti tameng dan topi

Gb 6.4.Properti payung dan pedang

c.

Irama musik untuk tari Waktu dalam gerak tari terbagi menjadi dua. Tempo gerak yaitu waktu sepanjang gerak dilakukan, sejak memulai sampai mengakhiri gerak. Irama gerak adalah waktu yang dipakai untuk menyelesaikan rangkaian gerak sehubungan dengan tempo dan dinamika. Dalam seni tari irama dan tempo dikaitkan dengan jenis gerak dan tema tarian. Gerak yang lembut menggunakan irama yang lambat dengan tempo lama. Gerakan keras irama dan tempo yang tegas. d. Bentuk musik pengiring Bentuk musik pengiring tari disesuaikan dengan dari mana tarian tersebut tumbuh dan berkembang. Musik pengiring tari mempunyai perbedaan sesuai dengan proses penciptaannya. Contohnya : TariTarawangsa diiringi musik tarawangsa, siter dam kecapi. TariLenong diiringi musik gambang kromong.Tari klasik Jawa dan Bali diiringi gamelan lengkap pelog dan slendro Musik pengiring tari kreasi merupakan perpaduan aneka ragam alat musik yang disesuaikan dengan bentuk gerak tari. B. Berkarya Seni Tari Gerak adalah bahan baku utama seni tari. Untuk itu sebelum membuat sebuah karya tari, kita akan mempelajari seluk beluk gerak. a. Ragam gerak tari daerah 1. Ragam gerak tari tradisional bersifat imitative dan ekspresif, gerakannya meniru kegiatan emosi manusia. 2. Ragam gerak tari klasik banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatifyang sudah diperhalus. 3. Ragam gerak tari kreasi baru merupakan paduan beberapa ragam gerak tari tradisional, sehingga menjadi bentuk baru. Tokoh tari kreasi baru diantaranya sebagai berikut :  Bagong Kusudiharjo : Yogyakarta  Guruh Soekarnoputra : Jakarta  Didik Nini Thowok : Yogyakarta  Sardono W Kusumo : Surakarta  Denny Malik : Jakarta  Retno Maruti : Surakarta

48

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Berikut ini adalah tokoh-tokoh kreasi baru

Gb 6.5.Bagong Kusudiarjo

Gb 6.6.Retno Maruti

Gb 6.7. Deni Malik

Gb 6.8.Guruh Soekarnoputri

Gb 6.9.Didik Nini Thowok

Gb 6.10Sardono W Kusumah

Berikut ini adalah contoh-contoh gerak tari :

Gb 6.11.

Gb 6.12.

49

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Gb.6.13.

Gb 6.14

Gb 6.15

Gb 6.16

Gb 6.17

Gb 6.18

50

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Gb 6.19 b. Asal gerak Gerak dapat diperoleh melalui eksplorasi/penjelajahan. Eksplorasi merupakan proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu obyek yang diperoleh melalui panca indera. Kita akan mudah mencari serta merespon gerak bila telah mempunyai tema/ide dasar. Tema merupakan gambaran awal gerak-gerak yang diperagakan. Contohnya sebagai berikut : Kepahlawanan . Gerak yang muncul : gerak pencak silat, gerak perang, gerak bela diri/olah kanuragan.  Kesedihan. Gerak yang muncul: gerak permohonan, gerak penyesalan, gerak prestasi  Kegembiraan. Gerak yang muncul : gerak sukacita, meloncat-loncat, melambai-lambai, melenggang , bergoyang.  Binatang. Gerak yang muncul : menirukan tingkah laku binatang tersebut. c. Menyusun gerak Macam-macam gerakan tari. 1. Gerak maknawi adalah gerak-gerak yang memiliki maksud/arti dan melambangkan suatu hal. Misal gerak melambangkan kijang sedang berjalan atau pohon tertiup angin. 2. Gerak murni adalah gerak yang mengutamakan keindahan. Gerak ini tidak menimbulkan sesuatu tapi dibuat agar tarian tampak lebih estetis. Misal gerakan memutar pergelangan tangan atau menggoyang pinggul. 3. Arah hadap menunjukan kemana para penari menghadap; kekanan, kekiri, kedepan, seronga, menengadah, atau menunduk. 4. Arah gerak menunjukan kemana penari harus bergerak; membuat lingkaran zigzag, maju mundur, serong diagonal, spiral, dan sebagainya. Untuk menunjukkan arah dalam menari diberikan panduan garis lurus dan lengkung. 5. Level adalah tingkatan jangkauan gerak (tinggi rendah geraknya). Ada gerak dengan jangkauan/level tinggi, rendah, sedang/medium. Level berfungsi utuk menambah daya tarik dan kedinamisan. Contohnya loncat-level tinggi, membungkuk-level sedang/medium, duduklevel rendah.

51

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

6. Kepadatan/density adalah penguasaan ruang oleh penari. Ini penting terutama untuk tari berkelompok. Penempatan/formasi penari diatas harus sedemikian rupa sehingga indah dan tak tampak penuh. 7. Desain garis yang dapat dilihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui dilantai oleh para penari disebut Desain bawah. Misalnya; garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral dan lain-lain. Garis yang dilihat penonton sebagai gerakan penari diatas pentas disebut desain atas. Contohnya loncat, gerak playing, pita dan lain-lain. 8. Merangkai gerak agar indah dan menarik perlu ada harmoni. Harmoni dapat dicapai bila koreografer memperhatikan atau memadukan gerak dengan hal-hal berikut ini: a. Irama sebagai pengiring dan pempertegas gerak b. Penguasaan ruang dengan desain atas, bawah, dan medium. c. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan, sesuai dengan jumlah penari. d. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema. Contoh merangkai gerak Misalnya, kita memilih tema nelayan. Gerakannya dimulai dari nelayan berangkat, dilanjutkan gerakan mendayung sampan, menebar jala, kelelahan da seterusnya.

Gb 6.20

52

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

APRESIASISENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Gabungan latihan-latihan seluruh badan disebut… a. latihan gerakan seluruh badan c. Latihan gerak pundak b. latihan gerak kaki d. Latihan gerak sempurna 2. Pengungkapan gerak dalam ruang yang terkendali, pengaturan waktunya disebut.... a. gerak berirama c. pola lantai b. pola irama d. gerak dasar 3. Latihan gerak tangan yang sangat terbatas gerakannya adalah… a. latihan gerak pundak b. latihan gerak siku c. latihan gerak lengan d. latihan gerak jari 4. Selendang, sapu tangan, topi dan pita termasuk property… a. kayu c. tembaga b. kulit d. kain 5. Properti seni tari dari plastik adalah… a. sapu tangan c. payung b. tombak d. sepatu 6. Tokoh tari kreasi baru Bagong Kusumodiharjo berasal dari… a. Yogyakarta c. Jakarta b. Jateng d. Bali 7. Unsur pokok tari adalah… a. irama c. gerak b. suara d. rupa 8. Gerak-gerak yang memiliki maksud/arti dan melambangkan suatu hal adalah gerak… a. murni c. modern b. maknawi d. kreasi 9. Gerak tari yang mengutamakan keindahan tanpa memikirkan maksud tertentu adalah gerak tari.. a. maknawi c. kreasi b. murni d. modern 10. Penari bergerak ke depan, melingkar lalu membentuk gerak horizontal, artinya penari menggunakan arah… a. hadap c. gerak b. bawah d. garapan

53

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

DAFTAR PUSTAKA

Sapari, - , Irama Langgam dan Kroncong, Solo : Amigo M. Siagian, 1974, Indonesia Tercinta, Jakarta : CV. Rajawali. Kayam Umar, 1981, Seni Tradisi Masyarakat. Jakarta : PT Djaya Pirusa ---, 1981. Pelukis dan Pematung. Jakartra : Aries Lima Sunarko, Hadi, 1991, Seni Musik Kelas 1, Jakarta : Intan Pariwara Hardjo M Seno, 1991, 10 Tokoh Show Biz musik Indonesia, Jakarta : PT Gramedia Utama Muchlis dan Azmy. 1995. Lagu Rakyat. Jakarta : Mustika T Tim Abdi Guru, 2000, Kerajinan Tangan untuk SLTP Kelas 1,Jakarta ; Penerbit Erlangga Yoyok , Siswandi,2007,Pendidikan Seni Budaya Kelas VII SMP, Jakarta : Yudistira Undang –Undang No 20, 2003, Sistem Pendidikan Nasional : Depdikbud Thursana , Hakim, Drs, 2004.Tehnik-tehnik terscepat belajar bermain keyboard, Jakarta : Penerbit PT Kawan Pustaka. BSNP, 2006. STANDAR ISI 2006. Standar Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Seni Budaya untuk SMP dan MTs. Jakarta Tim Abdi Guru,2007, SENI BUDAYA Untuk SMP Kelas VII, Jakarta : Penerbit Erlangga Bastomi, Suwaji,1981,Landasan Beroperasi Seni Rupa, Semarang : Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi IKIP Soeharto,M,1993,Belajar Notasi Balok, Jakarta : Gramedia Yayasan Harapan Kita,1997,Indonesia Indah”Tari Tradisional Indonesia”,Jakarta Margono, Tri 2010, Mari Belajar Seni Rupa Untuk smp Kelas VII, VIII dan IX, Jakarta : CV. Putra Nugraha Surakarta Purnomo , Wahyu, 2010, Terampil Bermusik Untuk SMP dan MTs, Jakarta : CV. Putra Nugraha Suakarta Supriatna, Atang, 2010, Pendidikan Seni Tari Untuk SMP dan MTs, Jakarta : CV. Putra Nugraha Surakarta Internet : www.google.co.id (2011)

54

MGMP Seni Budaya Batang SMP Kelas VII, Smt I

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful