P. 1
Buku Ajar Seni Budaya Kelas 9 SMT 1MGMP Kab. Batang Semester 1

Buku Ajar Seni Budaya Kelas 9 SMT 1MGMP Kab. Batang Semester 1

5.0

|Views: 36,523|Likes:
Published by Aryatmono Siswadi

More info:

Published by: Aryatmono Siswadi on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2015

pdf

text

original

1. Rangkaian Gerak Akor
Sebelum mempelajari gerak akor terlebih dahulu kita akan mempelajari tentang akor dalam
hubungan dengan harmoni. Harmoni adalah hubungan sebuah nada dengan nada yang lain
secara vertical (overtone series) yang berprinsip dari hokum-hukum fisika dan sangat erat
hubungannya dengan peristiwa alam. Dalamk bermain musik kita akan merasakan bahwa
harmoni membangun sebuah karya musik. Harmoni memberikan isi, kekayaan dan warna pada
musik. Harmoni memiliki elemen interval dan akor. Interval merupakan jarak yang terdapat
pada dua nada. Akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang apabila dibunyikan cesara
serempak akan terdengar enak dan harmoni.
a. Akor

Akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang apabila dibunyikan cesara serempak akan
terdengar enak dan harmoni. Akor dengan tiga nada disebut trinada. Trinada dimulai dari
sebuah nada yang dijadikan sebagai dasar nada / dasar akor. Nada ke dua adalah nada
terts ( 2 nada dari nada dasar) dan nada ke tiga adalah nada kwint (4 nada dari nada dasar).
Sebagai contoh : Akor C mayor
G

5 nada kwint

E

3 nada terts besar

C

1 dasar nada
Akor A minor
E

3’ nada kwint

C

1’ nada terts kecil

A

6 dasar nada

Untuk lebih jelasnya trinada dalam tangga nada natural pada sangkar nada di bawah ini :

Trinada tingkat I

: c’ - e’ - g’

C

disebut Tonika

Trinada tingkat II

: d’ – f’ – a’

Dm disebut Supertonika

Trinada tingkat III : e’ – g’ – b’

Em disebut Median

Trinada tingkat IV : f’ – a’ – c”

F

disebut Subdominant

Trinada tingkat V : g’ – b’ – d”

G

disebut Dominant

Trinada tingkat VI : a’ – c” – e”

Am disebut Submedian

Trinada tingkat VII : b’ – d” – f”

Bdim disebut Introduktor / leading not

Akor tingkat I, IV dan V disebut akor mayor karena jarak interval dasar akor dengan nada terts-nya
adalah 2 dan disebut terts besar (mayor). Ini dapat dilihat dari : jarak c’ ke e’ adalah 2. Akor-akor
ini juga disebut sebagai akor pokok, akor yang digunakan dalam gerak akor utama.
Akor tingkat II, III dan VI disebut akor minor karena interval dasar akor dengan nada terts-

nya adalah 1 ½ dan disebut terts kecil (minor). Misalnya jarak dari d’ ke f’ adalah 1 ½ .

Akor trinada VII adalah akor diminished karena jarak dasar akor dan kwint-nya adalah 3
disebut kwint kurang (diminished). Jarak b’ ke f’ adalah 3. Akor minor dan diminished sebagai akor
tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor dalam mengiringi lagu.
Untuk lebih jelasnya, lihatlah table tingkatan-tingkatan akor dalam tangga kromatis :

Akor G

Tanda
Mula

Tingkat Akor

I

II

III

IV

V

VI

VII

1#

G

Am

Bm

C

D

Em

F# dim

2#

D

Em

F#m

G

A

Bm

C# dim

3#

A

Bm

C#m

D

E

F#m

G# dim

4#

E

F#m

G#m

A

B

C#m

D# dim

5#

B

C#m

D#m

E

F#m

G#m

A# dim

6#

F#

G#m

A#m

B

C#m

D#m

E#dim

7#

C#

D#m

E#m

F#m

G#m

A#m

B# dim

1b

F

Gm

Am

Bb

C

Dm

E dim

2b

Bb

Cm

Dm

Eb

F

Gm

A dim

3b

Eb

Fm

Gm

Ab

Bb

Cm

D dim

4b

Ab

Bbm

Cm

Db

Eb

Fm

G dim

5b

Db

Ebm

Fm

Gb

Ab

Bbm

C dim

6b

Gb

Abm

Bbm

Cb

Db

Ebm

F dim

7b

Cb

Dbm

Ebm

Fb

Gb

Abm

Bb dim

Menyusun nada nada akor Mayor :
1. Menyusun tangga nada kromatis :
c - cis - d - dis - e - f - fis - g - gis - a - ais - b -
c’
½ ½ ½

½ ½ ½ ½ ½

½ ½

½ ½

2. Syarat akor mayor :
Dasar nada + Terts Besar + Kwint Murni
Dasar nada : berjarak nol
Terts Besar

: berjarak 2 dari tonika atau 1 ½ dengan kwint murni

Kwint Murni : berjarak 3 ½ daridasar nada
a. menyusun akor mayor dengan dasar nada D

D ? ?
2 1 ½
D Fis A : akor D
b. menyusun akor mayor dengan terts Gis

? Gis ?
2 1 ½
E Gis B : akor E

3. Syarat akor minor :
Dasar nada + Terts Kecilr + Kwint Murni
Dasar nada

: berjarak nol
Terts Besar : berjarak 1 ½ dari tonika atau 2 dengan kwint murni
Kwint Murni : berjarak 3 ½ daridara nada
a. menysun akor minor dengandasar nada D

D ? ?
1 ½ 2
D F A : akor Dm
b. menysun akor mayor dengan terts G

? G ?
1 ½ 2
E G B : akor Em

Contoh akor mayor pada gitar dan keyboard :

Gb. 4.1 Gitar Akord C : C+E+G

Gb. 4.2 Gitar Akord D : D+Fis+A

Gb. 4.3 Gitar Akord E : E +Gis+B

Gb. 4.4 Gitar Akord F : F+A+C

Gb. 4.5 Gitar Akord G : G+B+D

Gb. 4.6 Gitar Akord A : A+Cis+E

Gb. 4.7 Gitar Akord B : B+Dis+Fis

Gb. 4.8 Gitar

Gb. 4.9 Keyboard Akord C

Gb. 4.10 Keyboard Akord Cm

Gb. 4.11 Keyboard Akor D

Gb. 4.12 Keyboard Akor Dm

Gb. 4.11 Keyboard Akor E

Gb. 4.12 Keyboard Akor Em

Gb. 4.11 Keyboard Akor F

Gb. 4.12 Keyboard Akor Fm

Gb. 4.11 Keyboard Akor G

Gb. 4.12 Keyboard Akor Gm

Gb. 4.11 Keyboard Akor A

Gb. 4.12 Keyboard Akor Am

Gb. 4.11 Keyboard Akor B

Gb. 4.12 Keyboard Akor Bm

Contoh akor minor pada gitar :

Gb. 4.1 Gitar Akord Am : A+C+E

Gb. 4.2 Gitar Akord D m: D+F+A

Gb. 4.3 Gitar Akord Em : E +G+B

Gb. 4.4 Gitar Akord Fm : F+Gis+C

Gb 4.5 Gitar Akor B7 : G + Dis + Fis + A

Gb 4.5 Gitar Akor Cm : C + Dis + G

b. Lambang akor

Lambang akor ada dua: angka dan huruf. Akor mayor menggunakan huruf dan romawi
besar sedangkan akor minor menggunakan huruf besar ditambah m dan romawi besar
ditambah m atai romawi kecil. Berikut contoh penulisan akor:

Tingkatan akor

Nama akor Lambang Angka Lambang Huruf

Trinada tingkat I

C mayor

I

C

Trinada tingkat II

D minor

IIm atau ii

Dm

Trinada tingkat III

E minor

IIIm atau iii

Em

Trinada tingkat IV

F mayor

IV

F

Trinada tingkat V

G Mayor

V

G

Trinada tingkat VI

A Minor

VIm atau vi

Am

Trinada tingkat VII B diminished VII dim atau vii

Bdim

.

c. Permainan akor

Permainan akor dalam mengiringi melodi tidak selalu dimainkan secara serempak. Pada
alat-alat musik berdawai seperti piano, harpa, biola, gitar, dan sister dikenal arpeggio,
teknik permaianan akor yang ada-nada akornya dibunyikan secara berurutan. Arpeggio
juga disebut akor pecah.
Dalam permainan akor juga dikenal akor pembalikan. Ketika memainkan akor, kita tidak
harus memainkannya dari dasar akornya. Kita dapat memulainya dari nada terts maupun
kwint. Tetapi harus diingat bahwa nada-nada dalam akor tersebut tidak dapat diubah.

Misalnya untuk akord C dengan nada : c’ – e’ – g’.
Pembalikan pertamanya (I6) adalah : e` - g` - c”
Pembalikan keduanya (I6

4) memiliki susunan : g’ – c” – e”.

d. Akor Septime

Dalam mengiringi lagu, terkadang akor trinada kurang dapat memenuhi tuntutan melodi
lagu. Artinya, melodi lagu tidak terdaftar dalam isi suatu akor, tetapi akan lebih enak bila
menggunakan gerak akor tersebut. Untuk mengatasi hal ini dipakai akor septime. Jenis
akor septime termasuk dalam caturnada, karena terdiri dari paduan empat nada. Prinsip
penyusunannya bermula dari akor berbentuk dasar ditambah nada septime yang berjarak
interval septime kecil (5). Berikut contoh akor septime
G7 : g’ - b’ - d” -

f”

2

11/2 1 1/2

C7 : c’ -

e’ - g”

- bes’

2

11/2 11/2

D7 : d’ - fis’ -

a’

-

c”

2

11/2 11/2

A7 : a’ - cis” - d”

-

g”

2

11/2 11/2

Contoh akord septime pada gitar :

Gb. 4.3 Gitar Akord C7

Gb. 4.4 Gitar Akord G7

Gb. 4.3 Gitar Akord D7

Gb. 4.4 Gitar Akord A7

Fungsi utama akor septime hanya mempermanis gerakan akor atau sebagai jembatan dari suatu akor menuju
akor yang lain. Biasanya gerak tersebut adalah:
I7 menuju IV

Akor C7 menuju Akor F ( I7 IV)

II7 menuju V

Akor D7 menuju Akor G (I I7 V)

III7 menuju VI
IV7 menuju VII dim
V7 menuji I
VI7 menuju II
VII7 menuju III

e.

Gerak Akor

Arah gerak akor dalam musik mengikuti melodi. Perjalanan gerak akor mengikuti satu
patokan tertentu dan merupakan suatu arus yang selalu teratur. Secara garis besar arah
gerak akor mengikuti patokan sebagai berikut:
Akor tonika (I) bebas bergerak menuju akor lainnya
Akor dominant (IV) dapat langsung bergerak menuju akor tonika (I) atau terlebih
dahulu melalui akor dominant (V).
Jika akor dominant (V) bergerak menuju akor sub dominant (IV), alangkah
baiknya jika digerakkan terlebih dahulu ke akor tonika (I) atau ke akor tambahan
(II,III,VI,VII)
Rumusan pergerakan akor :
1. akor sembarang bergerak ke akor dominant (V)
2. akor dominant (V) bergerak menuju akor tonika (I)
3. akor sub dominant (IV) bergerak menuju akor tonika (I)
4. akor dominant (V) bergerak menuju akor sub median (VI)

APRESIASI SENI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->