P. 1
Makalah Pancasila Andre

Makalah Pancasila Andre

|Views: 113|Likes:
Published by Nicolaus Yos

More info:

Published by: Nicolaus Yos on Apr 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2012

pdf

text

original

MAKALAH

NILAI KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN PADA PILKADA

DISUSUN OLEH NAMA: ANDRE SULISTYO NIM: 4822 NPK: 27

karena atas rahmat dan karunia yang telah diberikan. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar.dan kewajiban yang sama. Semoga bermanfaat.serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.hak.memlih dan sebainya.sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.hak apa saja seperti hak beragama.Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.Oleh sebab itu . Salah satu pancasila yang saya bahas adalah sila ke4. Yogyakarta.dan bernegara.Cukup sekian dan terima kasih.oktober 2011 Penulis .Dari lubuk hati yang paling dalam.saya dapat membuat dan menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.Masyarakat Indonesia juga diberi hak.Yang memiliki nilai kedaulatan negara ada ditangan rakyat.pancasila merupakan pedoman hidup negara kita.berbangsa.pendidikan.hak.Dan pancasila merupakan pelajaran penting untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaran dan perwakilan.dan kewajibanya dalam kehidup bermasyarakat.Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesi mempunyai kedudukan.saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan.

Dengan pedoman inilah pancasila menjadi dasar kesatuan Indonesia.yang dijadikan sebagai pedoman Bangsa Indonesia.supaya kita dapat memilih seorang pemimpin yang layak untuk kita pilih.Karena dari suara rakyat diharapkan pemerintah mengetahui keinginan rakyat-rakyatnya.Menjaga.Menjadikan Negara kita. .marilah kita salurkan hak pilih suara kita.Negara yang demokratis dan maju. Maka dari itu ketika diadakan pemilihan diharapkan semua kalangan masyarakat berpartaisipasi atau ikut serta menyalurkan hak pilihnya dengan kata lain tidak Golput[Golongan putih] tidak memilih sama sekali.sejahtera dan damai.Ini juga merupakan perwujudan sebagai nilai pancasila.Dan susah payah untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah.ikut berpartisipasi demi Negara kita.Dan kita menjadi generasi pelurus bangsa ini yang telah merdeka dari penjajah.Rakyat yang berdaulat akan memilih wakil-wakilnya yang diharapkan dapat memimpin dengan jujur dan adil.memimpin Negara kita yang dulu menjadi perebutan penjajah.GOLPUT [Golongan putih] ABSTRAK Pemilihan merupakan suatu pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara memilih bebas sesuai dengan kehendak kita.dengan musyawarah dan tanpa kekerasan. Pemilu juga dijadikan suatu pemecahan masalah yang dilakukan secara adil.asuapan dan suruhan.Yang nantinya dapat menjadikan Negaraa Indonesia lebih maju.Kita diberi hak sebebas bebasnya untuk memilih.Tanpa paksaan . Dengan ini.

rakyat yang berdaulat memilih wakil-wakilnya yang diharapkandapat memperjuangkan aspisari dan kepentinganya dalam suatu pemerintahan yang berkuasa. isu tentang golput mulai disoroti kembali.Latar Belakang Pada masa reformasi. Tugas para wakil pemerintahan yang berkuasa adalah melakukan kontrol atau pengawasan terhadap pemerintah tersebut. melalui pemilihan umum rakyat akan selalu dapat terlibat dalam proses politik dan secara langsung maupun tidak langsung menyatakan kedaulatan atas kekuasaan negara dan pemerintahan melalui wakil-wakilnya. akan tetapi hingga ditingkat pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pemerintahan yang berkuasa sendiri merupakan hasil dari pilihan maupun bentukan para wakil rakyat tadi untuk menjalankan kekuasaan negara. Melalui pemilihan umum. Hal ini . pemilu juga menjadi mekanisme cara untuk memindahkan konflik kepentingan dari tataran masyarakat ke tataran badan perwakilan agar dapat diselesaikan secara damai dan adil sehingga kesatu didasarkan pada prisip bahwa dalam sistem an masyarakat tetap terjamin. Dalam tatanan demokrasi. Oleh karena itu setiap warga negara sebaiknya ikut berpartisipasi dalam pelaksaan pemilihan umum dengan menyalurkan hak pilihya atau dengan kata lain tidak melakukan tindakan golput (Golongan Putih) yang juga merupakan suatu cara dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila khususnya sila keempat yang merupakan cita-cita bangsa dapat terwujud dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Pemilihan umum di negara yang demokrastis dan berdasarkan pada Pancasila menjadi sebuah kebutuhan yang perlu diwujudkan dalam penyelenggaraan negara.BAB I PENDAHULUAN 1. ancaman golput kini semakin meluas tidak hanya ditingkat nasinal (pemilu). Dengan demikian.

agar dalam penulisan ini memperoleh hasil yang diinginkan. Perumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut. Sejauh manakah pengetahuan mengenai pemilihan umum dalam sistem demokrasi? 3. melainkan melalui musyawarah. kemampuan. Sejauh manakah pengamalan pancasila yang telah direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? 2. . Untuk mendapatkan pengetahuan. 2. segala perbedaan atau pertentangan kepentingan di masyarakat tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara kekerasan atau ancaman kekerasan. ketaatan. kebiasaan. kesadaran. Untuk lebih mensosialisasikan hak pilih sebagai warga negara dalam pemilu yang demokratis dalam pancasia.Tujuan Tujuan dari penyususnan makalah ini antara lain: 1.demokrasi dan berdasarkan nilai dasar dari pancasila terutama sila keempat yaitu nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. maka penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. 2. Apakah faktor-faktor penyebab terjadinya tindakan golongan putih? 3. Perumusan masalah itu adalah: 1. Meningkatkan kesadaran berpartisipasi dalam pemilihan umum(pemilu) 3. mentalitas.watak dan hati nurani yang dijiwai oleh pancasila.

perikemanusiaan.Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (1945) Dalam suatu susunan negara Republik Indonesia.Ketetapan MPR RI NO.untuk mewujudkan kebahagiaan.dan kerakyatan yang dipimpin pleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada:Ketuhanan Yang Maha Esa.berdasarkan pengakuan ke-Tuhan Yang Maha Esa.persatuan Indonesia. Pasal 2: Menugaskan kepada presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk meratifikasi instrumen perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak Asasi Manusia.kebangsaan.berdasarkan pengakuan ke-T uhan Yang M aha Esa.XVI/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.Konstitusi Republik Indonesia Serikat (1949) Maka demi kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara yang berbentuk republik federasi.dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna.kemanusiaan yang adil dan beradab. d.kebangsaan. .kerakyatan. c.kerekyatan.perdamaian. b.dan keadilan sosial.perikemanusiaan.dan keadilan sosial.sepanjang tidak bertentangan dengan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Undang-Undang Dasar Semantera Republik Indonesia (1950) Maka demi ini menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara yang berbentuk Republik kestuan.serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.Pendekatan secara yuridis a.

setiap penguasa dan setiap orang Indonesia. pancasila diharapkan menjadi pedoman bangsaIndonesia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. artinya pelaksanaan dalam bentuk realisasi nilai-nilai pancasila pada setiap aspek penyelengaraan negara. Perilaku yang sesuai dalam melaksanakan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijkasanaan dalam permusyawarata perwakilan diwujudkan dalam bentuk antara lain sebagai berikut: . manusia harus mampu menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam kedudukannya sebagai makhluk individu danmakhluk sosial. Oleh karena itu. sedangkanpelaksanaan pancasila secara objektif sebagai dasar negara membawa implikasiwajibhukum.Pengamalan secara objektif. artinya sanksi yang muncul lebih sebagai sanksi dari hati nurani atau masyarakat. Mewujudkan pengamalan pancasila oleh warga negara yang baik dalam penyelenggaraan negara dapat dilakukan dengan 2 cara. Pelaksanaan pancasila secara subjektif membawa implikasi wajib moral. setiap individu.Pengamalan pancasila Sebagai pandangan hidup bangsa. 2. artinya ketidaktaaan pada pancasila dapat dikenai sanksi yangtegas secara hukum. yaitu: 1. Didalam pancasila terdapat pedoman tingkah laku yang berintikan pada prinsip keselarasan dan keseimbangan dalam kehidupan. berbangsa dan bernegara.BAB II PEMBAHASAN 1. baik dibidang legislatif. artinya pelaksanaan dalam pribadi setiap warga negara.Pengamalan secara subkjetif.eksekutif maupun yudikatif dan semua bidang kenegaraan terutama realisasinyadalam bentuk peraturan perundang-undangan negara Indonesia.

3 tahun 1999 tentang pemilihan umum: a. banyak pengertian mengenai pemilihan umum. negara Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat.Bahwa pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka keikutsertaan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. c.Dalam UU No. . d.Tetapi intinya adalah pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan asaskedaulatan ditangan rakyat sehingga pada akhirnya akan tercipta suatu hubungankekekuasaan dari rakyat. 1.Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama serta melaksanakannya. Pemilu juga dapat dipahami sebagai berikut: 1.Bahwa berdasarkan UUD 1945.Mengikuti pemilihan umum e.a. melainkan jugamerupakan suatu sarana untuk mewujudkan penyusunan tata kehidupan negarayang dijiwai semangat Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia. 2 Pemilihan Umum (Pemilu) Dari berbagai sudut pandang. b.Bahwa pemilihan umum bukan hanya bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk dalam Lembaga Permusyawaratan/Perwakilan.Menerima dan memperlakukan setiap orang Indonesia dengan persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.c.Mengikuti kegiatan dalam kehidupan berpolitik dan pemerintahan negara baik secara langsung maupun tidak langsung atas dasar persamaanhak dan kewajiban terhadap kesejahteraan umum. b.Menghormati perbedaan keyakinan dan pendapat sesama .Dalam BAB I ketentuan umum pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa:”Pemilihan Umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan ini adalah inti kehidupandemokrasi.

fungsi utama bagi rakyat adalah”Untuk memilih dan melakukan pengawasanwakil-wakil mereka”. kehendak ini hendaknya dinyatakan dalam pemilihan-pemilihan sejati(periodik) yang bersifat umum dengan hak pilih yang sama dan hendaknya diadakandenagan pemungutan suara rahasia atau melalui prosedur pemungutan suara bebas.2.Pemilihan umum merupakan manifestasi konkret dari kedaulatan rakyat. Sifat langsung ini dapat terselenggarakarena bersifat sederhana. umum. 3.Pemilihan umum merupakan perwujudan nyata demokrasi dalam praktek bernegara masa kini (modern) karena menjadi sarana utama bagi rakyat untuk menyatakankedaulatannya atas negara dan pemerintah. Karena itu. dalam ayat 3 ditegaskan asas untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang melandasi kewenangan dan tindakan pemeritahsuatu negara. artinya hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yangbertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Pada pemerintahan kota Yunani kunopernah dilakukan demokrasi langsung. waktudan biaya. Dalam pemilihan umum rakyat memilih wakil-wakil dalam parlemen untuk kemudian diharapkan dapat memperjuangkan aspirasinya. yaitu “Kehendak rakyat hendaknya menjadi dasar kewenanganpemerintah.Dalam pernyataan umum hak asasi manusia PBB pasal 21 ayat 1 dinyatakan bahwa “Setiap orang mempunyai hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan negerinya. secara langsung atau melalui wakil-wakilnya yang dipilih secara bebas”. 4. Dan juga merupakan penegasan asas demokrasi yaitu bahwa kedaulatan rakyat harusmenjadi dasar bagi kewenangan pemerintah dan kedaulatan rakyat melalui suatupemilihan umum yang langsung. Maka banyak negara yang menganut paham . Pasca perang dunia II atau dalam negara modern sekarangini akan sulit jika dilakukan pemilihan secara langsung karena masalah ruang. Pernyataan kedaulatan rakyat tersebutdiwujudkan dalam proses pelibatan masyarakat untuk menentukan siapa-siapa sajayang harus menjalankan dan disisi lain mengawasi pemerintahan negara. Selanjutnya untuk mendukung ayat-ayat tersebut. bebas dan rahasia.

Ketika itu. Dalam ilmu politik ada 2 prinsip utama pelaksanaaan sistem pemilihan umum. Pemilu sering dikatakan sebagai ujung tombak pelaksanaan sistem demokrasi. Setiap sistem efektif dandemokratis jika diselengggarakan secara Luber dan Jurdil. Arogansi ini ditunjukan denganmemaksakan dalam bentuk ancaman seluruh jajaran aparatur pemerintahan termasukkeluarga untuk sepenuhnya memberikan pilihan kepada Golkar. Ketika melakukan pencoblosan . Pada sistem distrik jumlah wakil rakyat dalam DPR ditentukan berdasarkan jumlah distrik. Arief Budiman mengajak masyarakat untuk menjadi golput dengan cara tetap mendatangi tempat Pemungutan suara (TPS). Istilahini sengaja dimunculkan oleh Arief Budiman dan kawan-kawannya sebagai bentukperlawanan terhadap arogansi pemerintah dan ABRI (sekarang TNI) yang sepenuhnyamemberikan dukungan politis kepada Golkar. bagian yang dicoblos bukan pada tanda gamabar partai .demokrasi dalam plaksanaan pemilu memilih menggunakan sistem perwakilan. yakni pemilihan umum menggunakan sistem distrik dan proporsional atau sistem perwakilan berimbang. Baik sistem distrik maupun proporsional keduanyamempunyai kelebihan dan kekurangan. Setiap daerah memilih sejumlah wakil sesuai dengan jumlah penduduk yang ada dalam daerah pemilihan tersebut.Sedangkan pada sistem perwakilan berimbang suatu negara dipecah-pecah ke dalam daerah pemilihan. Setiap distrik mempunyai satu wakil dari masing-masing parpol kontestan pemilu. 3 Golongan Putih (Golput) Istilah golongan putih atau golput pertama kali muncul menjelang pemilu 1971. Hal ini karena dalam pemilu setiap warga negara dapat mengapresiasikan hak suaranya untuk memilih wakil yang dipercayai mewakili lembaga legislatif. Jumlah wakil yang dudu di DPR tergantungdari perolehan suara hasil pemilu. Arogansi seperti inidianggap menyimpang dari nilai dan kaidah demokrasi di mana kekuasaan sepenuhnya ada ditangan rakyat yang memilih.

maka pemilih tidak mencoblos pada tempat yang disediakan sehinggga kartu suaradinyatakan tidak sah. Dimasa orde baru. Dan juga dengan cara menolak untuk didaftarkan namanya sebagai calon pemilih. golput adalah fenomena dalam demokrasi. Dalam perkembanganya. artinya jika coblosan tidak tepat pada tanda gambar. makakertas suara tersebut dianggap tidak sah. ajakan golput dimaksudkan sebagai bentuk perlawananpolitik terhadap arogansi pemerintah/ABRI yang dianggap tidak menunjang asas demokrasi. Dari pengertian ini. Maksudnya tidak mencoblos tepat pada tanda gambar yang dipilih. Jika untuk memilih digunakan dengan memberikan coretan atau tanda centang. maka pemilih tidak memberikan tanda centang atau memberikan tandacentang bukan pada tempat yang disediakan sehingga kartu suara menjadi tidak sah. Para pemilih dikatakan mengambil sikap golput tetap hadir danmelakukan proses pemilihan sesuai dengan tata cara yang berlaku. Golongan Putih(Golput) selalu ada pada setiap pesta demokrasi dimanapun terutama yang menggunakansistem pemilihan langsung. keputusan untuk tidak memilih (golput) ternyata semakin rumit. dengan menolak untuk dilakukan pendataan ulang . bahkan di negara yangsudah maju demokrsinya. pengertian golputmerupakan bentuk dari fenomena dalam demokrasi. Para pemilih dikatakan golput apabila keputusan untuk tidak memilih salah satu dari kontestan yang tersedia pada kertas suara ketika dilakukan pemungutan suara. Di negara manapun yang menjalankan sistem demokrasi. Seorang pemilih bersikap tidak memilih dengan cara tidak menghadiri bilik suara atau TPS pada waktu yang telah ditentukan (jadwal pencoblosan) walaupun telah terdaftarsebagai pemilih. Ada perbedaan fenomena golput pada masa politik di orde baru dan masa politi di era reformasi. Sehingga mengakibatkan kertas suara yang tidak digunakan tadidianggap tidak sah. Sedangkan pada masa reformasi yang lebih demokratis.politik akan tetapi pada bagian yang berwarna putih. Apabila cara untuk memilih dilakukan dengan mencoblos logo/foto.

Pancasila yang merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang bersifat tetap itu mengoperasionalkan bentuk norma. Pasal 1 Ketetapan MPR No.atau tidak mengisiformulir calon pemilih. yaitu seluruh warga negara Indonesia. Artinya bahwa tingkah laku yang sesuai dengan ukuran itu berarti baik dan tingkah laku yang tidak sesuai berarti tidak baik. Pancasila mampu bertahan dariberbagai ujian yang datang dari negara lain. yang bersifat tetap. Berdasarkan ketetapan MPR No. menjadi milik dan berkembang bersama dengan bangsa Indonesia sejak dahulu kala. standar.XVIII/MPR/1998. Pancasila merupakan nilai luhur bangsa Indonesia. ukuran petunjuk. kita harus melaksanakan pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga- . Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. merupakan nilai luhur bangsa Indonesia. atau tuntunan yang nyata bagi tingkah laku para pendukungnya. Hal itu disebabkan karena nilai Pancasila sudah menjadikepribadian bangsa Indonesia sehingga menjiwai dan mewarnai segi peri kehidupan bangsa Indonesia.XVIII/MPR/1998 tersebut berbunyi “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republlik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Sehinggga namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih resmi. 4 Golput Pemilu Terhadap Pancasila Pancasila dengan lima silanya. Nilai dasar tersebut khususnya nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Nilai-nilai pancasila memang merupakan cita-cita bangsa yaitu kita meginginkanmasyarakat Indonesia yang adil dan makmur yang selaras dan berdasarkan pada nilai-nilaiPancasila. mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. Pengalamansejarah telah membuktikan bahwa sebagai nilai bangsa.

lembaga perwakilan. Dimana setiap warga negara seharusnya mengikuti pemilihan umum dengan menyalurkan hak pilihnya guna mencapai tujuan bersama yang berasaskan demokrasi dan terciptanya pengamalan penyelenggaraan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila sebagai cita-cita luhur bangsa Indonesia yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila tersebut. . Berdasar nilai ini maka diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. setiap warga negara yang melakukan tindakan golput (Golongan Putih) dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) berarti tindakannya tidak sesuai dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan tidak mengamalkan pancasila secara subjektif yaitu tidak melaksanakan norma-norma moral yang bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila.

Pancasila merupakan moral individu bangsa Indonesia dan karena telah ditetapkan sebagai dasar negara maka Pancasila sekaligus menjadi moral negara. Sebagai cita-cita luhur bangsa.BAB III PENUTUP 1 Kesimpulan Pancasila yang merupakan cita-cita luhur bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. maka sebagai warga negara Indonesia yang taat pada Pancasila dapat ikut serta dalam pemilihan umum dan tidak melakukan tindakan goput (golonganputih). Sehingga terciptanya Pancasila yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. . Sebagai moral individu mengatur sikap dan tingkah lakuorang perorang. begitu pula dalam sila keempat yang mewajibkan untuk ikut serta dalam kehidupan politik serta pemerintahan negara. Pancasila sebagai cita-cita bangsa perlu diamalkan dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Pancasila mengandung nilai-nilai moral yang pada hakikatnya merupakan kesatuan moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara yaitu mengikat negara sekaligus mengandung arti telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukum serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam aspek kehidupan negara. maka sudah sewajarnya cita-cita itu diwujudkan dalam pengamalan penyelengggaran bernegara. Dalam pelaksanaan pemilihan umum yang merupakan sarana untuk mewujudkankedaulatan rakyat dalam rangka keikutsertaan rakyat dalam penyelenggaraanpemerintahan negara.

Saran.Dalam Pelaksanaan pemerintahan yang demokratis harus bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Dimana kerakyatan mengandung arti sistem demokrasi. Dalam pemilu yang akan datang diharapkan semua warga negara ikut berpartisipasi memberikan hak pilihnya. sehinggga dapat mewujudkan pengamalan pancasila yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. .2.

Penerbit Institute of socio Ekonomics and politicals Studies”.”Bunga Rampai Amanat Jilid I”...S.DR.Penerbit Universitas Muhammadiah Malang 2002 .malang.2001 Deden Faturohman dan Wawan Subari.Jakarta.REFERENSI Anwary.”Pengantar Ilmu Politik”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->