BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemberian penghormatan dan perlakuan sesuai kedudukan jabatannya itu adalah sikap perlakuan yang bersifat protokol yang harus diberikan kepada seseorang dalam acara kenegaraan atau acara resmi sesuai dengan jabatannya. Dengan adanya sikap dan perlakuan yang bersifat protokol dimaksud, maka diharapkan pejabat negara atau pejabat pemerintah dapat melaksanakan tugasnya secara lebih berhasilguna dan berdayaguna.(Penjelasan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 1987). Pemberian penghormatan dan perlakuan itu meliputi

pemberian perlindungan, ketertiban dan keamanan dalam menjalankan tugas. Hal ini bersifat pengakuan tentang status dan kedudukan protokol seseorang. (Penjelasan UU Nomor 8 Tahun 1987).

Penghormatan dimaksud, meliputi juga pemberian tata tempat, pemberian bantuan sarana yang diperlukan untuk melaksanakan acara dan pemberian penghormatan dengan menggunakan Bendera

Kebangsaan Sang Merah Putih dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bagi Pejabat Negara tertentu. (Pasal 24 PP No. 62 Tahun 1990). Tata tempat pada hakekatnya mengandung unsur-unsur siapa yang berhak lebih didahulukan, siapa yang mendapat hak menerima prioritas dalam urutan. Orang yang memperoleh urutan untuk didahulukan adalah seseorang karena jabatan, pangkat dan derajatnya di dalam pemerintahan atau masyarakat. Pemberian penghormatan dengan menggunakan Bendera kebangsaan Sang Merah Putih dan Lgu kebangsaan Indonesia Raya hanya diberikan terhadap Presiden dan Wakil Preside, jika melakukan kunjungan ke suatu daerah. (Pasal 24 ayat (2) PP No. 62 Tahun 1990), dengan pengaturannya yaitu sebagai berikut Bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, bentuk daripadanya ialah melalui pemberian 1

Deskripsi Singkat Tata Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia adalah bagian dari materi keprotokolan. pemerintah dan masyarakat. Untuk mengatur pemberian penghormatan dan perlakuan terhadap seseorang yang berkedudukan sebagai Pejabat Negara. tata penghormatan. tata pakaian dan tata lambang kehormatan negara yang kesemuanya itu bertumpu dalam suatu permasalahan pokok “subject matter” yakni menyangkut segi-segi “dignity” atau harga diri/martabat/gengsi. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Glosari P-4 (1997) ialah “Serangkaian hak dasar yang secara kodrati melekat dalam hakikat manusia yang pada prinsipnya adalah pemberian Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh dirampas oleh siapapun.penghormatan dan perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan dan/atau jabatannya di dalam negara. Pejabat Pemerintah dan Tokoh Masyarakat tertentu serta pengaturan terhadap penggunaan Lambang-Lambang Kehormatan Negara Kesatuan Repoublik Indonesia dalam suatu kegiatan acara. B. karena sebagai bekal utama untuk pengembangan diri”. maka Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menertibkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat. Penghormatan dan perlakuakn terhadap seseorang sebagaimana mestinya adalah merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia. Peraturan Perundang-Undangan itu disebut Undang-undang Protokol karea pengaturannya menyeluruh yang sifatnya lebih mendalam dan lebih luas mencakup beberapa aspek yaitu aspek tata tempat. tata upacara. Tata Upacara dan Tata Penghorrnatan. Materi ini menjadi sangat penting bukan hanya karena kedudukan Lambang Negara Republik Indonesia tetapi terdapat makna tersendiri dalam penggunaan lambang-lambang 2 .

Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti materi diklat ini diharapkan peserta dapat: a. Dari situlah maka menjadi perihal penting untuk mengetahui secara konsepsional Indonesia. Tujuan Pembelajaran 1. 2. 2. d. Tata Penggunaan Bendera Kebangsaan. 4. Mendeskripsikan Tata Penggunaan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia. b. setidaknya lambang negara memberikan filosofi bahwa perjuangan para pahlawan yang gigih dalam menegakkan simbol negara tersebut sehingga wajib hukumnya untuk dapat dilestarikan. Kedudukan dan Perlakuan Terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Menjelaskan pengertian Tata Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia. tentang penggunaan Lambang Negara Republik D. Menjelaskan Kedudukan dan Perlakuan Terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti materi diklat ini diharapkan peserta mampu memahami filosofi dan Tata Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia. 3. Materi Pokok Dalam modul ini diuraikan materi pelajaran sebagai berikut: 1. Susunan Lambang Kehormatan NKRI.negara. c. Menguraikan makna Tata Penggunaan Bendera Kebangsaan. Tata Penggunaan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia. 3 . dan tentunya haruslah ada mekanisme tertentu dalam penggunaannya. C.

Bendera Kebangsaan. (Pasal 4. Penggunaan terhadap lambang-lambang kehormatan negara harus seleras dengan kedudukannya sebagai lambang-lambang kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia. Urutan tersebut sudah mencerminkan kedudukan dari masing-masing yang harus diekpresikan dalam setiap penggunaan atau pemasangannya didalam setiap ruangan dimana upacara akan dilangsungkan. Tata Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia 1. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pasal 35. Lambang Negara Republik Indonesia “Garuda Pancasila” dengan semboyan Bhineka Tungga Ika (Bahasa Jawa Kuno = berbedabeda tetap satu jua). bendera kebangsaan. Pasal 36A dan Pasal 36B Undang Undang Dasar 1945).BAB II SUSUNAN LAMBANG KEHORMATAN NKRI Indikator Keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan dapat: menguraikan susunan lambang kehormatan NKRI. Adalah merupakan lambang kedaulatan NKRI 4 . Uraian di bawah ini meliputi tata penggunaan lambang kehormatan Republik Indonesia. Kegiatan upacara yang bersifat resmi diselenggarakan didalam ruangan tertutup atau beratap dapat dipasang lambang-lambang kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan urutannya ialah lambang negara. gambar resmi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Susunan lambang Kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Lambang Negara. yaitu : A.

6. (Penjelasan Pasal 4 ayat (1) PP Nomor 43 Tahun 1958). pada gapura dan bangunan-bangunan yang pantas. perunggu. dan kuning Emas. Putih. Jika lambang negara diselenggarakan dalam lebih daripada satu warna. maka harus diindahkan warna-warna dimaksud dalam Pasal 2 PP No. kuningan yang harus dihindari ialah menggunakan warna hijau.(Pasal 3 ayat (3) UUDS RI. Pasal 36A UUD 1945. Warna emas dipakai untuk seluruh burung Garuda dan Merah Putih didapat pada ruangan perisai di tengah-tengah jika hanya digunakan satu warna. (Penjelasan Pasal 3 PP No. 5. perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan ditulis di atas pita yang dicengkram oleh Garuda (Pasal 1 PP No. maka hanya ditetapkan supaya ukuran itu pantas mengingat besar kecilnya ruangan. yaitu Burung Garuda yang menengok dengan kepalanya ke sebelah kanannya. Lambang negara terbagi atas tiga bagian. 40 Tahun 1951). 2. Burung Garuda yang gantungi perisai itu ialah lambang tenaga pembangunan “creatif vermogen”. Menetapkan ukuran pokok bagi lambang negara yang akan dipasang padamacam-macam gedung atau ruangan. 4. 3. pertemuan-pertemuan. merah dan sebagainya (Pasal 4 ayat (2) PP No. tempat diadakan peristiwa-peristiwa pameran resmi dan (upacara-upacara. 66 Tahun 1951 yakni Warna terutama yang dipakai adalah tiga yaitu Merah. 43 Tahun 1958). maka warna itu harus layak dan pantas yaitu warna sawo matang. 5 . sebagainya yang diselenggarakan oleh pemerintah). sedangkan dipakai pula warna hitam dan warna yang sebenarnya pada alam. Pada umumnya lambang negara dapat digunakan di dalam semua gedung negeri. dan Pasal 5 PP Nomor 66 Tahun 1951). 66 Tahun 1951). (Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958).

lebar dua pertiga dari panjangnya. Dalam acara kenegaraan atau acara resmi bukan upacara bendera. kedua bagian tersebut sama lebarnya (Pasal 1 PP No. 2. (Pasal 4 PP No. 6. (Pasal 5 PP No. 7. lambang negara ditempatkan bersama-sama dengan gambar diberi tempat yang paling sedikit sama utamanya. 40 Tahun 1958). Tata Penggunaan Bendera Kebangsaan 1.7. Kedudukan Bendera Kebangsaan adalah Lambang Kedaulatan dan Tanda Kehormatan NKRI (Pasal 1 PP No. 3. 40 Tahun 1958). 43 Tahun 1958). Apabila dalam suatu ruangan. (Pasal 35 UUD 1945 dan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958). Bendera Puska ialah Bendera Kebangsaan yang digunakan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Bendera Pusaka hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus. Bendera Kebangsaan berbetuk segi empat panjang. (Pasal 5 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958). (Pasal 7 ayat (1) dan (2) PP No. Bendera Kebangsaan dikibarkan pada waktu peringatan nasional. 40 Tahun 1958). 5. Tahun 1958). kunjungan Presiden dan Wakil Presiden RI dan Tamu Negara atau jika Daerah merayakan sesuatu hal yang penting. bagian atas berwarna merah dan bagian bawah warna putih. Sebutan bagi Bendera Negara Indonesia adalah “Sang Merah Putih” atau bendera Kebangsaan Sang Merah Putih atau Bendera Kebangsaan. Bendera Kebangsaan tidak boleh dipergunakan untuk memberi hormat kepada seseorang dengan menundukkannya. Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih dipasang pada 6 . B. 4.

Pada waktu pengibaran/penurunan Bendera Kebangsaan segenap hadirin memberikan penghormatan dengan berdiri tegak. 62 Tahun 1990). 8. sorban dan kudung atau topi wanita yang dipakai menurut agama atau adat kebiasaan. Pada waktu dibawa atau dikibarkan. kecuali kopiah. bagi mereka yang tidak berpakaian seragam.sebuah tiang bendera dan diletakkan disebelah kanan mimbar. sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka. 40 Tahun 1958). 10. memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan meletakkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha. (Pasal 20 ayat (2) PP No. Tiang bendera didirikan di atas tanah di lapangan atau di halaman gedung (Pasal 20 ayat (1) a dan b PP No. (Pasal 20 huruf d PP Nomor 62 Tahun 1990). berdiam diri sambil menghadapkan muka kepada Bendera Kebangsaan. (Pasal 29 PP Nomor 62 Tahun 1990). 7 . Pengibaran/Penurunan Bendera Kebangsaan dalam suatu upacara diiringi dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya untuk menghormati Bendera Kebangsaan itu. ikat kepala. dimana Bendera Kebangsaan dikibarkan setengah tiang. 12. air atau benda-benda lain (Pasal 21 ayat (1) PP No. 40 Tahun 1958). 11. maka pengibaran bendera tetap dilaksanakan satu tiang penuh. Bendera Kebangsaan dikibarkan sampai saat matahari terbenam. Bendera Kebangsaan tidak boleh menyinggung tanah. (Pasal 4 ayat (1) huruf b PP Nomor 44 Tahun 1958). Apabila upacara pengibaran Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih bersamaan waktunya dengan penetapan hari berkabung nasional. 9. Mereka yang berpakaian seragam memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan.

40 Tahun 1958). Penggunaan Bendera Kebangsaan Republik Indonesia harus selaras Lambang Kedaulatan dan Tanda Kehormatan Negara. (Pasal 23 ayat (1) dan (2) PP No. maka Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih diletakkan disebelah kananya. Kedudukan dan Perlakuan Terhadap Presiden dan Wakil Presiden 1. 3. b. (Pasal 4 UUD 1945). Jika hanya ada sebuah Bendera Kebangsaan Asing. dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Jika ada beberapa Bendera Kebangsaan Negara Asing. (Pasal 10 UUD 1945). maka semua dipasang pada suatu baris.13. Angkatan Laut dan Angkatan Udara. yaitu : a. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah lambang kedaulatan dan lambang kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. C. Urutan pemasangan Bendera kebangsaan Asing dengan menggunakan rumus “alphabetic order”. atau dipasang ditengah sebelah kanan (dalam) jika jumlahnya genap. Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat. c. 8 . 40 Tahun 1958). (Pasal 5 ayat (1) PP No. Bendera Kebangsaan dikibarkan pada tiang-tiang tersendiri yang sama tinggi dan sama besarnya. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. 14. 2. Penggunaan Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih bersama Bendera Kebangsaan Negara Asing. Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih diletakkan ditengah jika jumlahnya ganjil.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan oleh Korp musik. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berhak Bendera memperoleh penghormatan dengan pengibaran Kebangsaan dalam acara kunjunganna ke daerah. D. Tata Penggunaan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia 1. pertemuan dan kunjungan ke daerah. (Pasal 4 PP No. dinyanyikan oleh paduan suara atau oleh segenap peserta 9 . (Pasal 4 ayat (1) PP Nomor 44 Tahun 1958). 3. 2. 5. gambar Presiden dan Wakil Presiden ditempatkan bersama-sama Lambang Negara dan Bendera Kebangsaan. menghormati Negara Asing serta dalam rangkaian pendidikan/pengajaran. 44 Tahun 1958). (Pasal 7 ayat (3) PP Nomor 40 Tahun 1958). 43 Tahun 1958).4. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan/dinyanyikan untuk menghormati Kepala Negara/Wakil Kepala Negara Republik Indonesia. 44 Tahun 1958). (Pasal 5 PP No. Penaikan dan penurunan Bendera Kebangsaan yang diadakan dalam upacara untuk menghormati Bendera Kebangsaan. 6. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya digunakan sesuai dengan kedudukannya sebagai Lagu Kebangsaan dan Lambang Kehormatan Negara RI. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berhak memperoleh penghormatan dengan diperdengarkan/ dinyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada kesempatan yang diadakan Pemerintah atau umum yakni upacara peringatan. (Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 3 PP No. Lagu Kebangsaan Republik Indonesia selanjutnya disebut Lagu Kebangsaan ialah Lagu Indonesia Raya. Apabila dalam suatu ruangan. maka terhadap lambang negara dan Bendera Kebangsaan diberi tempat paling sedikit sama utamanya.

Pada upacara pengibaran Bendera Kebangsaan yang diiringi dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. bagian atas berwarna merah dan bagian bawah warna putih. Pada saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan. kedua bagian tersebut sama lebarnya.c PP No.upacara. (Pasal 16 ayat (2) dan (3). Pasal 21 huruf e Peraturan Pemerintah No. Sebutan bagi Bendera Negara Indonesia adalah “Sang Merah Putih” atau bendera Kebangsaan Sang Merah Putih Bendera Kebangsaan berbetuk segi empat panjang. (Pasal 21 huruf d PP Nomor 62 Tahun 1990). (Pasal 21. Urutan tersebut sudah mencerminkan kedudukan dari masing-masing yang harus diekpresikan dalam setiap penggunaan atau pemasangannya didalam setiap ruangan serta tempat upacara akan dilangsungkan. 4. 62 Tahun 1990). Rangkuman Susunan lambang Kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Lambang Negara. perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan ditulis di atas pita yang dicengkram oleh Garuda. 62 Tahun 1990). 5. E. maka seluruh peserta upacara mengambil sikap sempurna dan memberikan penghormatan menurut keadaan setempat. tidak dibenarkan menggunakan musik dari tape recorder atau piringan. Lambang negara terbagi atas tiga bagian. yaitu Burung Garuda yang menengok dengan kepalanya ke sebelah kanannya. Bendera Kebangsaan. 10 . lebar dua pertiga dari panjangnya. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

11 . sesuai dengan kedudukannya sebagai Lagu Kebangsaan dan Lambang Kehormatan Negara RI. Lagu Kebangsaan Republik Indonesia selanjutnya disebut Lagu Kebangsaan ialah Lagu Indonesia Raya.Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah lambang kedaulatan dan lambang kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lagu Kebangsaan Republik Indonesia selanjutnya disebut Lagu Kebangsaan ialah Lagu Indonesia Raya. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kesimpulan Susunan lambang Kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Lambang Negara. bagian atas berwarna merah dan bagian bawah warna putih. kedua bagian tersebut sama lebarnya. sesuai dengan kedudukannya sebagai Lagu Kebangsaan dan Lambang Kehormatan Negara RI. Urutan tersebut sudah mencerminkan kedudukan dari masing-masing yang harus diekpresikan dalam setiap penggunaan atau pemasangannya didalam setiap ruangan serta tempat upacara akan dilangsungkan.BAB III PENUTUP A. Sebutan bagi Bendera Negara Indonesia adalah “Sang Merah Putih” atau bendera Kebangsaan Sang Merah Putih Bendera Kebangsaan berbetuk segi empat panjang. Lambang negara terbagi atas tiga bagian. Bendera Kebangsaan. lebar dua pertiga dari panjangnya. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah lambang kedaulatan dan lambang kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 12 . perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan ditulis di atas pita yang dicengkram oleh Garuda. yaitu Burung Garuda yang menengok dengan kepalanya ke sebelah kanannya.

tentu perlu kajian dan pemahaman referensi yang lebih banyak lagi. dalam hal ini lambang penghormatan bukan hanya sekedar simbol tetapi lebih dari itu lambang tersebut memiliki filosofi luhur bagi rakyat Indonesia. lebih dari itu harus ada upaya melihat dan mengamati secara langsung mekanisme tersebut sehingga pada akhirnya dapat menjadi pelaku dalam sistem tata aturan keprotokalan yang tepat dan konsisten. Tindaklanjut Tata penggunaan lambang kehormatan NKRI merupakan suatu dinamisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 13 . modul ini belumnya cukup apalagi kalau hanya sekedar dibaca.B. Oleh karenanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful