BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, informasi semakin meluas dan pengetahuan pun semakin bertambah. Setiap orang memerlukan informasi yang berkembang dengan sangat cepat tersebut dan juga pengetahuan yang tidak dapat lepas dari diri setiap orang. Salah satu sarana yang menunjang perkembangan informasi dan pengetahuan ialah Perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Karena perpustakaan menyediakan dan memberikan informasi serta pengetahuan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Oleh karena itu pustakawan harus dengan cermat mengelola perpustakaannya agar dapat selalu memberikan informasi kepada pengguna secara efektif dan efisien. Pengelolaan perpustakaan yang menjadi syarat wajib bagi pelayanan suatu perpustakaan ialah meliputi pengadaan bahan pustaka, layanan sirkulasi yang baik, tata ruang yang nyaman, fasilitas yang memadai, sistem temu kembali yang mudah dimengerti oleh pengguna, serta pustakawan yg berkompeten. Penyusun sebagai mahasiswa di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi telah melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk mempelajari lebih dalam mengenai hal-hal dalam pengelolaan perpustakaan, khususnya bahan pustaka dan berusaha untuk menerapkan ilmu yang telah penyusun peroleh di perkuliahan. Dan sebagai calon ahli informasi, penyusun sangat bangga dengan yang kami lakukan dalam PKL tersebut karena membantu banyak orang dalam penyampaian informasi yang mereka butuhkan.

1

1.2

Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan dengan tujuan untuk

memperoleh pengetahuan serta pengalaman

yang nyata dalam mengelola

perpustakaan. Selain itu, PKL ini juga bertujuan untuk: 1. Menerapkan di dunia kerja ilmu perpustakaan dan informasi yang telah di dapat di perkuliahan 2. Mengetahui strategi peningkatan pelayanan dalam pengelolaan perpustakaan 3. Mengetahui keterampilan serta pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dimana mahasiswa melakukan PKL 4. Memenuhi persyaratan mata kuliah Seminar Laporan Praktek Kerja Lapangan

1.3

Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di Perpustakaan Riset Bank

Indonesia yang beralamat di Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B), Jl. MH. Thamrin No. 2 Jakarta 10350. Penyusun melakukan PKL di tempat tersebut selama ± 3 bulan hari kerja (+ 459 jam), terhitung dari tanggal 15 Juni 2011 s.d. 2 September 2011, dengan jumlah waktu sekitar ---- jam. Jam kerja di Perpustakaan Bank Indonesia ialah: Hari : Senin – Jum‟at 07.00 – 16.15 WIB

Pukul :

1.4

Metodologi Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini menggunakan metode praktek

langsung dalam melaksanakan berbagai kegiatan di bawah pengawasan pembimbing lapangan. Pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun laporan praktek kerja lapangan ini antara lain: 1. Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung dengan pencatatan 2. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dengan staf perpustakaan 3. Studi Pustaka, yaitu memilih, membaca, dan menggunakan acuan bahan pustaka yang berkaitan dengan perpustakaan

2

1.5

Sistematika Penyusunan Laporan Sistematikan penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan di Perpustakaan

Riset Bank Indonesia ini terdiri dari: BAB I – Pendahuluan Memberikan gambaran umum dan singkat mengenai latar belakang, tujuan, lokasi dan waktu, metodologi, dan sistematika penulisan laporan yang digunakan dalam penulisan laporan praktek kerja lapangan. BAB II – Keadaan Umum Berisi mengenai pembahasan umum mengenai Bank Indonesia selaku tempat dimana Perpustakaan Riset Bank Indonesia didirikan dan Perpustakaan Riset Bank Indonesia itu sendiri. BAB III – Pembahasan Berisi mengenai uraian kegiatan selama PKL di Perpustakaan Riset Bank Indonesia. BAB IV – Kesimpulan dan Saran Berisi mengenai kesimpulan dari laporan yang telah dibuat oleh penyusun dan saran-saran yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi Perpustakaan Riset Bank Indonesia.

3

BAB II KEADAAN UMUM

2.1

Bank Indonesia Sejarah Bank Indonesia tak lepas dari sejarah pendahulunya, yaitu De

Javasche Bank pada zaman kolonial. Bank Indonesia sebagai bank sentral yang didirikan pada tanggal 1 Juli 1953, berdasarkan dengan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia atau UU No.11 Tahun 1953. Kelahiran Bank Indonesia merupakan hasuk proses nasionalisasi De Javasche Bank N. V., sebuah bank Belanda yang pada masa kolonial diberi tugas oleh Pemerintah Belanda sebagai bank sirkulasi Hindia Belanda dan berdasarkan keputusan Konferensi Meja Bundar 1949 ditunjuk lagi sebagai bank sentral. Proses nasionalisasi secara de facto sebenarnya sudah berlangsung sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 123 pada tanggal 12 Juli 1951, dengan diangkatnya putera Indonesia, Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Presiden De Javasche Bank. Ia menggantikan pejabat Belanda Dr. A. Houwink yang karena merasa tidak dipercaya lagi oleh Pemerintah dan atas permintaan sendiri mengundurkan diri. Nasionalisasi De Javasche Bank tidak hanya dimaksudkan sebagai pengambilalihan kepemilikan dan manajemen, melainkan juga untuk mengubah dan mengisinya dengan tujuan dan misi yang sejalan dengan aspirasi pembangunan nasional yang tentu berbeda tujuan dan misinya dengan De Javasche Bank yang merupakan bank kolonial. Menurut Booklet Perbankan Indonesia 2006, pengertian Bank Indonesia (BI) adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah atau bank lain, kecuali untuk hal-hal lain yang secara tegas diatur dalam Undang-Undang tentang Bank Indonesia.

4

2. dan sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyak-banyaknya 7 orang Deputi Gubernur yang diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Secara garis besar.3 Struktur Organisasi Bank Indonesia Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri dari seorang Gubernur. 4 Unit Khusus dan 1 Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan di Kantor Pusat. Tokyo. tugas BI dilaksanakan melalui 4 sektor satuan kerja.2 Misi Bank Indonesia Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan. 2. dan 4 Kantor Perwakilan (KPW) masing-masing di New York. London.1. Struktur organisasi BI terdiri dari 21 direktorat.1. KBI dan KPW yang kesemuanya bertanggung jawab 5 .2 Tujuan dan Tugas Pokok Bank Indonesia Sebagai bank sentral. 2 Biro yang berdiri sendiri dan 5 Biro dalam koorniasi Direktorat.1.1. dan Singapura.1 Visi Bank Indonesia Menjadi lembaga bank sentral yang dapat dipercaya (kredibel) secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.1.1. seorang Deputi Gubernur Senior.1. yaitu: Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia 2. 2. 37 Kantor Bank Indonesia (KBI). Bank Indonesia memiliki satu tujuan tunggalm yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.1 Visi dan Misi Bank Indonesia 2. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugas pokoknya.

kepada Dewan Gubernur. Struktur organisasi lengkap Bank Indonesia dapat dilihat di LAMPIRAN 1. yaitu Perpustakaan Umum (PU) dan Perpustakaan Riset (PR). tujuan awal Perpustakaan Riset adalah mengelola koleksi yang mendukung kegiatan riset di sektor moneter dengan pengguna yang dibatasi hanya untuk intern BI. yang dimaksud dengan Perpustakaan Bank Indonesia adalah Perpustakaan Kantor Pusat yang dikelola oleh Satuan Kerja yang membidangi riset ekonomi dna kebijakan moneter yang berada di Kantor Pusat dan Perpustakaan Kantor Bank Indnoesia (KBI) dna selanjutnya disebut dengan perpustakaan. Setelah melakukan evaluasi. 5/46/INTERN pada tanggal 31 Oktober 2003. dan banyak pihak luar yang sedang mengadakan riset sangat memerlukan koleksi yang berada di PR.2 Perpustakaan Bank Indonesia Sebelum dijadikan 2 bagian. Untuk menguatkan landasan hukum. mulai tahun 1999 konsep operasional pengelilaan perpustakaan berubah. sedangkan untuk PU mengelola koleksi yang lebih bersifat umum dan menerima pengunjung dari luar atau eksternal. maka pada tahun 2003 Bank Indonesia mengeluarkan surat edaran No. 2. 6 . dan PR bertugas untuk mengelola perpustakaan kategori periodikal dan publikasi BI serta lembaga lainnya dengan tugas tambahan menangani hal yang terkait teknologi informasi. Kendala yang ditemukan dalam operasional kerja antara lain. terjadi duplikasi antara PU dan PR yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. Perpustakaan Umum bertugas mengelola koleksi dengan kategori buku dengan tugas tambahan membina dan membantu pengembangan perpustakaan mini yang berada di KBI (Kantor Bank Indonesia yang berada di dareah). hanya ada satu perpustakaan yang dikenal dengan Perpustakaan Umum sebagai bagian dari satuan kerja sektor moneter yaitu URES yang termasuk dalam bagian laporan dan dokumentasi. Pada saat itulah Perpustakaan Riset terbentuk. pada tahun 1996 terjadi reorganisasi sektor menter di Bim perpustakaan berada di satuan kerja DKM dibawah pimpinan PRAd.

1. dan Kepala Seksi Perpustakaan Riset). dan sistem pembayaran serta bidang lain terkait peningkatan kompetensi SDM.2 Tanggung Jawab dan Kewajiban Perpustakaan Bank Indonesia. Bagian PRAd dipimpin oleh seorang kepala bagian. khusus bagian Perpustakaan Bank Indonesia terdiri dari 4 staf tetap.1. termasuk yang bersifat mendukung kualitas sumber daya manusia (SDM). perbankan. Selain itu 7 .2. 2. Kepala Seksi Kepegawaian dan Kesekretariatan. dan sistem pembayaran serta bidang lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas BI. menurut Surat Edaran Bank Indonesia No. Literatur dan bahan referensi ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas BI di bidang moneter. 2 orang deputi kepala bagian.2. Dari 20 orang staf tetap bagian PRAd. Kepala Seksi Perpustakaan Umum. mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk menyediakan serta mengelola literatur dan bahan referensi bagi Satuan Kerja (Satker) dan pegawai BI.10/83/INTERN tanggal 23 Desember 2008.2. Kepala Seksi Pengembangan Koleksi.1 Visi Perpustakaan Bank Indonesia Mendukung kebijakan BI yang efektif dan peningkatan kualitas SDM melalui pengelolaan perpustakaan yang profesional.3 Struktur Organisasi Bagian Perpustakaan Riset dan Administrasi Perpustakaan Bank Indonesia dibawahi oleh Bagian Perpustakaan Riset dan Administrasi (PRAd) yang merupakan salah satu bagian dari Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (DKM). 2. 5 orang kepala seksi (Kepala Seksi Anggaran dan Logistik.2 Misi Perpustakaan Bank Indonesia Mengelola referensi dan literatur untuk kegiatan riset dan penelitian dalam mendukung pelaksanaan tugas BI di bidang moneter. 2.1 Visi dan Misi Perpustakaan Bank Indonesia 2. kelengkapan koleksi sesuai dengan kebutuhan riset dan pelayanan prima. serta 20 orang staf.2.2.2. perbankan.

dan tamatan SMA. dan satu orang massanger. Di Pusriset BI pegawai perpustakaannya yang ada saat ini tidak ada yang berlatar belakang sarjana perpustakaan. 2.ditambah dengan 7 staf honorer. S1 Komputer. Latar belakang pegawai perpustakaan yang ada saat ini berpendidikan S1 Ekonomi. yang terdiri dari satu orang kepala seksi perpustakaan riset. 7. S1 Psikologi. Struktur organisasi bagian Perpustakaan Riset dan Administras (PRAd) dapat dilihat di LAMPIRAN 2.4 Pemakai Pemakai Perpustakaan Riset Bank Indonesia terdiri dari: 1. satu orang staf perpustakaan. 5. Dedy Veriansyah Nama Jabatan Kepala Seksi Perpustakaan Riset Staff Perpustakaan Data Entry Operator Data Entry Operator Data Entry Operator Honorer Massanger 2. Suparti Made Suatmaja Yance Nauli Tobing Hendra Binekas Slamet Hariyanto Neri Aristance H. 3. Berikut tabel sumber daya manusia yang dimiliki Perpustakaan Riset Bank Indonesia: No. 1. D3 Perbankan. Pengguna Potensial Target : Pegawai Bank Indonesia ( + 5520 orang) 8 . satu orang honorer. 4. tiga orang staf data entry operator. 6. D3 Administrasi Perkantoran. 2.3 Sumber Daya Manusia Perpustakaan Riset Bank Indonesia (Pusriset BI) memiliki sumber daya manusia sekitar 7 orang. Hal ini menyebabkan sumber daya manusia dirasa masih kurang untuk Pusriset BI karena tidak ada yang benar-benar ahli dalam perpustakaan.

2. Koleksi pelengkap. dan lainnya) 2. b. dan sistem pembayaran. yaitu bahan pustaka yang tidak terkait langsung dengan pelaksanaan tugas BI namun dinilai perlu untuk mendukung pelaksanaan tugas Satker dan peningkatan kualitas SDM. Pengguna Aktual : Pengunjung yang datang ke Perpustakaan Riset Bank Indonesia terdiri dari intern (pegawai Bank Indonesia) dan ekstern (masyarakat di luar Bank Indonesia) Pengunjung yang datang ke Perpustakaan Riset Bank Indonesia rata-rata sekitar 10 orang per hari. diolah. dan Disertasi. perbankan. Skripsi. Koleksi Buku. Jurnal. Format atau Bentuk a. Keterkaitannya dengan tugas BI a.5 Koleksi Koleksi perpustakaan adalah bahan pustaka dalam bentuk karya tulis. Statistik. 9 . dan dilayankan: 1. yang dihimpun. serta Publikasi BI (Laporan. Koleksi inti harus merupakan bagian terbesar dari koleksi perpustakaan b. yaitu semua jenis bahan pustaka berupa karya cetak seperti Buku. Koleksi inti. Kliping Berita.- Non Target : Masyarakat Umum (Pelajar. karya cetak. Mahasiswa. Peneliti. Koleksi Periodikal. yaitu koleksi perpustakaan yang terkait dengan bidang-bidang yang menjadi tugas BI yaitu bidang moneter. 2. dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan. Paper/Makalah. Thesis. yaitu semua jenis bahan pustaka berupa karya cetak yang merupakan terbitan berkala/serial serperti Majalah. dan Jurnal. Jumlah pengunjung Perpustakaan Riset Bank Indonesia dapat dilihat di LAMPIRAN 3.

Jumlah koleksi yang ada di Perpustakaan Riset Bank Indonesia terhitung sampai tanggal 11 Januari 2012 ialah: Lebih dari 19. Contoh kliping koran dapat dilihat di LAMPIRAN 4. dan sistem pembayaran. Tesis.477 eksemplar. Koleksi yang ada di Perpustakaan Riset Bank Indonesia mencakup bidang tugas BI. dan Disertasi Laporan koleksi buku yang terdapat di Perpustakaan Riset Bank Indonesia dapat dilihat di LAMPIRAN 5.869 judul buku yang terdiri dari 23.793 eksemplar Jurnal Tercetak Jurnal Online yang terdiri dari:     JSTOR ProQuest Emerald SpingerLink - Koleksi digital sejumlah + 2500 CD / DVD Kliping Surat Kabar mengenai berita yang terkait. microfilm. yang terdiri dari:    Publikasi Bank Indonesia Publikasi Lembaga Pemerintah Publikasi Lembaga Keuangan Internasional Koleksi Periodikal terdiri dari 305 judul buku dan 19. yaitu bidang moneter. dan bentuk lain sesuai dengan perkembangan teknologi. Compact Disck (CD). dan untuk laporan koleksi periodikan di Perpustakaan Riset Bank Indonesia dapat dilihat di LAMPIRAN 6. seperti kaset. - Majalah Surat Kabar Karya Ilmiah yang terdiri dari Skripsi. dan video (VCD/VHS). terhitung dari tahun 1998 sampai terkini.c. 10 . yaitu semua jenis bahan pustaka berupa karya rekam dalam bentuk pita. disket. Koleksi Digital. piringan. perbankan.

peserta pendidikan calon Pegawai Bank Indonesia. Yang dapat meminjam koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan Riset Bank Indonesia hanyalah pegawai Bank Indonesia saja. Anggota Non Pegawai adalah Dewan Gubernur. Anggota Pegawai b. 5. Pegawai Bank Indonesia pun hanya dapat meminjam maksimal 3 judul buku per orangnya dan tidak ada syarat untuk keanggotaan perpustakaan.Untuk Peminjaman koleksi rata-rata peminjaman sekitar 25 judul buku perbulannya. dan pegawai non organik. Setiap anggota Perpustakaan mempunyai hak sebagai berikut: 1. Anggota Pegawai adalah Pegawai Bank Indonesia yang keanggotaannya terdaftar secacra otomatis berdasarkan data dari satuan kerja yang membidangi sumbre daya manusia 4. Hak dan Kewajiban anggota a. Anggota Perpustakaan terdiri dari: a.6 Keanggotaan Berdasarkan SE No.10/83/INTERN tanggal 23 Desember 2008 keanggotaan perpustakaan ditetapkan sebagai berikut: 1. Untuk menjadi anggota Perpustakaan pendaftaran dilakukan dengan menunjukkan kartu identitas yang berlaku di Bank Indonesia. hanya untuk pegawai dan pihakpihak yang terafiliasi dengan Bank Indonesia 2. Sedangkan pengunjung ekstern (pengunjung selain pegawai Bank Indonesia) hanya dapat membaca di tempat saja dan dapat mem-foto copy bahan koleksi (kecuali karya ilmiah) maksimal 10 lembar per orangnya. Keanggotaan Perpustakaan bersifat terbatas. pensiunan. memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan semua fasilitas yang tersedia di Perpustakaan 2. memberikan usulan informasi bahan pustaka dalam rangka memperkaya Koleksi Perpustakaan 11 . Anggota Non Pegawai 3. 2.

yaitu sistem pelayanan terbuka (opened access) dan sistem pelayanan tertutup (closed access). 1.7 Pelayanan Berdasarkan dengan SE No.10/83/INTERN tanggal 23 Desember 2008.7. memberikan saran dan evaluasi dalam rangka meningkatkan kinerja Perpustakaan b. syarat utama yang harus dipenuhi adalah: Koleksi harus disusun secara sistematis. Pelayanan Tertutup (closed access) Sementara pada sistem pelayanan tertutup. Pelayanan Terbuka (opened access) Pada perpustakaan yang menerapkan sistem pelayanan terbuka seperti Perpustakaan Bank Indonesia. Maka Pustakawan harus siap membanti untuk mencarikan bahan pustaka yang diperlukannya.1 Sistem Pelayanan Sistem pelayanan perpustakaan yang ada di Bank Indonesia dapat dibedakan menjadi dua cara. Untuk kitu perlu disediakan suatu tempat (meja khusus) untuk meletakkan bahan pustaka setelah dibaca 2. sehingga mudah dalam pencarian 12 . Mematuhi aturan Perpustakaan yang berlaku 2.3. maka pemustaka dapat masuk ke ruang penyimpanan koleksi untuk mencari dan menemukan sendiri bahan pustaka yang diperlukannya ke rak. Setiap anggota Perpustakaan mempunyai kewajiban sebagai berikut: 1. 2. Namun kepada Pemustaka tidak diperbolehkan untuk mengembalikan sendiri bahan pustaka yang telah dibacanya ke rak penyimpanan. Untuk dapat melaksanakan pelayanan dengan baik pada kedua sistem tersebut. Pemustaka tidak diperkenankan masuk ke ruang penyimpanan koleksi. Menjaga dan memelihara kelestarian Koleksi Perpustakaan 2. pelayanan perpustakaan mencakup sistem pelayanan perpustakaan berikut fasilitas yang tersedia untuk Pemustaka.

maka anggota tersebut akan masuk dalam daftar antrian peminjaman Pemesanan untuk buku yang dalam status sedang “dipinjam”. Perpanjangan berikutnya masih dapat dilakukan selama tidak dipesan anggota lain. namun buku yang dipinjam tersebut harus dikembalikan terlebih dahulu dan diperlihatkan kepada pustakawan Penambahan jumlah peminjaman buku dapat meminta persetujuan pustakawan dan diperbolehkan hanya untuk keperluan tertentu seperti tugas Satker atau tugas pendidikan lanjutan. mengingat pemesanan peminjaman buku juga dapat dilakukan melalui Aplikasi Cyber Library.- Proses temu kembali (searching) koleksi harus dapat dilakukan dengan mudah dan cepat 2. dengan ketentuan buku yang dipinjam tersebut tidak sedang dipesan oleh Anggota lain. maka Anggota tersebut akan masuk dalam daftar antrian peminjaman 13 . namun jumlahnya dibatasi sebanyak 5 eksemplar Pemesanan peminjaman buku (booking) oleh anggota dapat dilakukan melalui Aplikasi Cyber Library dengan ketentuan buku yang akan dipinjam dalam status “tersedia”.1 Layanan Sirkulasi Layanan sirkulasi adalah layanan peminjaman dan pengembalian buku yang dipinjam oleh Anggota Perpustakaan.7. Tata aturan layanan Sirkulasi.2.7. Lalu secara otomatis sistem akan mengirim ke alamat email yang bersangkutan berupa surat pemberitahuan bahwa buku telah tersedia dengan jangka waktu pengambilan selama 2 hari Bila dalam jangka waktu tersebut buku tidak diambil oleh anggota. sebagai berikut: Jumlah bahan pustaka yang dipinjam paling banyak 3 (tiga) eksemplar dengan jangka waktu peminjaman selama 2 (dua) minggu Perpanjangan dapat dilakukan paling banyak 2 (dua) kali.2 Jenis Pelayanan Jenis pelayanan yang terdapat di Perpustakaan Riset Bank Indonesia ialah: 2. termasuk pula layanan perpanjangan dan pemesanan pengembalian buku.

7. Pemustaka juga harus siap menjawab pertanyaan yang mudah sampai dengan penelusuran yang agak rumit untuk mendapatkan informasi yang dicari Pemustaka.2. serta siap membantu Pengetahuan yang luas terutama terkait dengan tugas Bank Indonesia Pengetahuan secara umum tentang isi koleksi Perpustakaan dan mempunyai semangat belajar untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuannya Ketrampilan menggunakan komputer untuk melakukan penelusuran baik melalui intranet maupun internet Layanan informasi meliputi: Bantuan/bimbingan langsung Instruksi penggunaan fasilitas perpustakaan Silang layan (peminjaman antar Perpustakaan) Jasa penyebaran informasi terpilih atau berjejaring 14 . 2. ketelitian.7. direktori. karena sebagai koleksi rujukan harus tetap berada di tempatnya sehingga apabila ada Pemustaka yang membutuhkannya koleksi tersebut selalu tersedia.- Apabila peminjam telah melakukan pengembalian buku. antara lain yaitu: Sikap ramah dan sabar.2.3 Layanan Informasi Perpustakaan sebagai pusat informasi harus memiliki Pustakawan yang dapat memberikan pelayanan kepada Pemustaka yang mencari berbagai informasi di Perpustakaan. Beberapa syarat utama yang harus dimiliki Pustakawan. Namun koleksi referensi ini tidak dapat dipinjamkan. maka secara otomatis sistem akan mengirim ke alamat email yang bersangkutan dengan jangka waktu pengambilan selama 2 hari 2.2 Layanan Referensi Layanan referensi ini merupakan penyediaan koleksi rujukan (referensi) seperti kamus. dan handbook.

Saat ini Perpustakaan dapat memanfaatkan akses data terpasang (online) dan internet untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan Pemustaka.8 Sistem Perpustakaan Bank Indonesia Sistem Perpustakaan Bank Indonesia merupakan sistem berbasis teknologi informasi untuk membantu kegiatan administrasi dan pengelolaan Perpustakaan Bank Indonesia. Penyediaan layanan ini sifatnya tidak wajib atau optional. yang bersangkutan diminta untuk membawa sendiri kertas fotokopinya (namun jumlahnya juga dibatasi sebagaimana tersebut di atas) 2. Sistem Perpustakaan Bank Indonesia ini terdiri dari dua aplikasi yaitu : 1. Tata aturan untuk Perpustakaan yang memberikan layanan fotokopi kepada pengunjung eksternal.2. Aplikasi Cyber Library (CL) Aplikasi ini dikembangkan dengan basis website yang bisa diakses melalui intranet. sebagai berikut: Penggunaan mesin fotokopi diharapkan dilakukan sendiri oleh pemustaka dengan diberikan bimbingan oleh pustakawan bagaimana cara penggunaannya Jumlah halaman yang difotokopi sebaiknya dibatasi. paling banyak 10-20 lembar dan bahan/data yang akan difotokopi adalah informasi yang penting-penting saja Untuk keperluan fotokopi untuk kunjungan berikutnya.4 Layanan Fotokopi Layanan fotokopi merupakan salah satu layanan yang sangat dibutuhkan oleh Pemustaka. maka Perpustakaan perlu menyediakan berbagai sumber informasi yang cukup memadai dan fasilitas informasi yang muda diakses. 2. dengan mempunyai dua fungsi utama yaitu : 15 .Untuk dapat memberikan layanan informasi yang baik dan berkualitas sebagai ukuran keberhasilan dalam melayani para Pemustaka. dan diserahkan kepada kebijaksanaan masing-masing Perpustakaan.7. sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pemustaka untuk memperoleh informasi koleksi yang dimiliki seluruh perpustakaan yang ada di Bank Indonesia.

dan pelaporan. Halaman Perpustakaan di Website Bank Indonesia (www. Data yang ditampilkan melalui website BI ini bersifat off-line. Bagan jaringan dari Sistem Perpustakaan Bank Indonesia dapat dilihat di LAMPIRAN 7.8. dimana melalui aplikasi Content Management System (CMS) yang dikembangkan oleh UKMI dilakukan copy data setiap hari secara otomatis dari server library ke server bi. FTTI (Forum Teknis Teknologi Informasi) melakukan penilaian kelayakan pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud diatas untuk selanjutnya hasil penilaian dimaksud disampaikan kepada FMTI (Forum Manajemen Teknologi Informasi) untuk mendapatkan persetujuan atau penolakan. yaitu sebagai sarana bagi pemustaka (anggota / non-anggota) untuk mengakses informasi seluruh koleksi perpustakaan. c) Datanya dapat dijamin kesinambungan dan pengkiniannya. 16 . Evaluasi yang dilakukan FMTI berdasarkan kriteria sebagai berikut : 1.go. dan berinteraksi dengan pengelola perpustakaan. Kriteria bisnis. sirkulasi (proses peminjaman dan pengembalian buku). b) Koleksi yang mendukung dan sesuai dengan business process guna mendukung pencapaian misi dan visi Satker / Bank Indonesia.a) Fungsi back-office. antara lain karena adanya perubahan spesifikasi kebutuhan (change request) atau penyempurnaan fitur-fitur yang telah ada. yang meliputi : a) Adanya jenis koleksi baru yang spesifik yang digunakan oleh user internal maupun eksternal dalam jumlah banyak. yaitu untuk membantu kegiatan operasional yang dilakukan oleh pustakawan seperti pendataan koleksi.id.bi. 2. b) Fungsi front-office. akuisisi koleksi (proses pengadaan buku). 2.go.id) Merupakan bagian dari website Bank Indonesia (yang dapat diakses melalui internet dengan menyediakan informasi mengenai koleksi perpustakaan BI. memanfaatkan fasilitas yang disediakan.1 Pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia Pengembangan Aplikasi/Sistem Perpustakaan Bank Indonesia meliputi kegiatan penambahan dan/atau penyempurnaan Aplikasi/Sistem Perpustakaan Bank Indonesia.

Melakukan pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bersama anggota Tim Pengembang Aplikasi / Sistem Perputakaan Bank Indonesia lainnya menyusun Petunjuk Teknis bagi pengelolaan operasional dan penggunaan Sistem Perputakaan Bank Indonesia. Bagian PRAd) atau Satker lain (berkoordinasi dengan Bagian PRAd) a. Bersama anggota Tim Pengembang Aplikasi / Sistem Perpustakaan BI lainnya menyusun Petunjuk Teknis bagi pengelolaan operasional dan penggunaan Sistem Perputakaan Bank Indonesia. dengan spesifikasi tugas sebagai berikut : 1. Melakukan penilaian secara teknis terhadap kesesuaian infrastruktur teknologi informasi terkait dan tingkat pengamanan yang memadai sesuai dengan ketentuan Pengamanan Teknologi Informasi yang berlaku. 17 . Satuan Kerja Pemilik Aplikasi (DKM cq. c. b) Kualitas data koleksi terjamin dari sisi availability dan integrity. Kriteria teknis yang meliputi : a) Sesuai standar pengelolaan perpustakaan. b. Dalam pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia akan melibatkan beberapa Satker terkait. 2. Menetapkan standar infrastruktur Teknologi Informasi dalam pengembangan Aplikasi / Sistem Perputakaan Bank Indonesia. Mengajukan permohonan pengelolaan koleksi yang akan diintegrasikan ke dalam Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia sesuai dengan kriteria bisnis dan kriteria teknis (melalui memo dengan melampirkan User Requirement yang mengacu pada Prosedur Pedoman Pengembangan Sistem Aplikasi /P3SA).2. c) Skala koleksi yang cukup besar. d. b. Satuan Kerja yang membidangi Teknologi Informasi a.

Sementara user pegawai yang tidak mempunyai account di Bank Indonesia.8. b. Satuan Kerja yang membidangi Manajemen Informasi a. sehingga user pegawai yang mempunyai account di Bank Indonesia sudah langsung dikenali oleh aplikasi sesuai dengan login yang dilakukannya ketika menghidupkan komputer untuk bergabung dengan intranet Bank Indonesia. link untuk menuju halaman informasi koleksi kliping berita suratkabar yang dikelola setiap hari oleh petugas perpustakaan. resensi buku/paper. Website ini telah dikembangkan untuk bergabung dengan sistem single signon Bank Indonesia.Tampilan halaman perpustakaan dapat dilihat di LAMPIRAN 8. informasi kegiatan yang diselenggarakan oleh perpustakaan. koleksi buku yang paling sering dipinjam. dan lainnya. harus melakukan login terlebih dahulu.8.2. link untuk menuju halaman utama (homepage) dari website (gambar). 2. Mengkordinasikan pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia. (2) Menu Kliping Berita. 18 . Pada halaman utama ini akan ditampilkan link menu sebagai berikut : (1) Menu Home.3.1 Halaman Utama Website (Homepage) Halaman utama (homepage) website adalah halaman yang pertama kali ditampilkan ketika alamat http://library dipanggil melalui browser dalam lingkungan intranet Bank Indonesia. Bagi pengunjung umum di perpustakaan (menggunakan komputer OPAC) juga tidak perlu lagi melakukan login untuk mengakses koleksi. Melakukan penilaian dan kajian atas usulan pengembangan Aplikasi / Sistem Perpustakaan Bank Indonesia. Pada halaman ini akan ditampilkan dalam susunan yang menarik berbagai informasi antara lain koleksi terbaru.2 Aplikasi Cyber Library 2.

dengan demikian yang bisa mengakses halaman ini hanyalah pengguna yang telah diberikan akses oleh Administrator/Superadmin (dibahas di butir C). link untuk menuju halaman penelusuran koleksi Perpustakaan BI secara lebih detail. publikasi BI. link untuk menuju halaman yang berisi informasi artikel ringan. periodikal.2 Halaman Webmaster Halaman Ruang Webmaster ini merupakan halaman yang disediakan bagi pengelola aplikasi untuk melakukan kegiatan operasional perpustakaan. link untuk menuju halaman yang berisi informasi pertanyaan-pertanyaan standar yang muncul seputar penggunaan website. link untuk menuju halaman yang disediakan untuk melakukan penelusuran terhadap koleksi Perpustakaan KBI.8. Selain itu ada beberapa link untuk menuju halaman-halaman (pages) penting yaitu : (1) Tentang Perpustakaan. E-journal. link untuk menuju halaman fasilitas bagi anggota perpustakaan untuk melakukan upload tulisan ke CL. link untuk menuju halaman back-office yang hanya dapat diakses oleh pengelola aplikasi perpustakaan (dibahas di butir B). link untuk menuju informasi katalog koleksi Perpustakaan yang dibagi dalam kategori buku. (4) Menu Fasilitas. Halaman ini bersifat sementara. personal page dan mengubah personal profile. berlangganan layanan informasi melalui email. karena bila semua semua perpustakaan KBI telah terintegrasi maka penelusuran terhadap koleksi bisa menggunakan fasilitas search yang telah ada. (2) FAQ. (4) Advanced search. link untuk menuju halaman informasi profile Perpustakaan Bank Indonesia. (5) Menu Perpustakaan KBI. (3) Ruang Webmaster. dan multimedia.(3) Menu Katalog.2. kontak pustakawan. pemesanan peminjaman buku. memberi masukan untuk pengadaan koleksi. 19 . Tampilan Menu Katalog dapat dilihat di LAMPIRAN 9. 2. (6) Menu Pojok Rileks.

2.8. dan Lainlain.IV yang membawahi perpustakaan dengan backup minimal G. Selanjutnya dapat dilihat mengenai data Data Akses Cyber Library dan Website BI dalam LAMPIRAN 11.Ketika pertama kali masuk maka akan ditampilkan tulisan ”Selamat datang di Webmaster”. Wewenang khusus yang dimiliki Administrator adalah:   Memberikan hak akses kepada pegawai yang ditunjuk sebagai Data Entry oleh pimpinan KBI/Satker yang membawahi perpustakaan. Monitoring data perpustakaan (lokal). Pegawai yang ditunjuk sebagai Super Administrator adalah dari Bagian PRAd yaitu minimal G. Halaman Webmaster dapat dilihat di LAMPIRAN 10. Administrator Mempunyai wewenang/hak akses terhadap modul-modul yang telah ditentukan (lihat bagan menu di atas). Di samping itu seorang Super Admin juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap kinerja aplikasi secara keseluruhan berkoordinasi dengan DTI.III. dan identitas satker yang bersangkutan di posisi kanan atas. 2. Super Administrator Mempunyai wewenang/hak akses penuh ke semua modul atau menu yang ada di Ruang Webmaster.IV yang membawahi Perpustakaan dengan backup pegawai minimal G.III. Mempunyai akses terhadap menu Frontpage Item. 2.4 Pengaturan Hak Akses Pengelola Aplikasi Pembagian hak akses / wewenang pengelola aplikasi diatur sebagai berikut : 1. Pegawai yang ditunjuk sebagai Admin adalah minimal G. dengan informasi nama user. Monitoring data seluruh perpustakaan. hak akses. User Admin. Setting. 20 . Wewenang khusus yang dimiliki Super Administrator adalah:    Memberikan hak akses kepada pegawai yang ditunjuk sebagai Admin oleh pimpinan KBI/Satker yang membawahi perpustakaan.

Pada beberapa fungsi kritikal di aplikasi telah dikunci penggunaan-nya agar hanya dapat diakses oleh Super Administrator / Admin. Sedangkan bila terkait dengan prosedur penggunaan aplikasi maka akan ditindaklanjuti oleh Super Administrator. Pemindahan data hasil backup dari server ke PC backup dilakukan secara otomatis seminggu sekali menggunakan fasilitas O/S Windows. 1.8. Super Administrator dan Admin mendaftarkan akses user dalam kewenangannya sesuai kebutuhan. 2. 3.2. Administrator wajib melaporkan kepada Super Administrator apabila terjadi masalah dengan aplikasi. 21 . Pengamanan Aplikasi Super Administrator dan Admin wajib menjaga kerahasiaan password miliknya. maka akan di teruskan kepada DTI cq. dan jaringan. Pengamanan Database Perangkat backup data menggunakan fasilitas backup data yang disediakan dan di setting secara otomatis oleh Microsoft SQL Server 2000.4 Pengamanan Aplikasi Pengamanan yang dilakukan terhadap sistem perpustakaan terdiri dari pengamanan aplikasi. Tim PPA-Moneter. Bila terkait dengan hardware. software. Pengawasan terhadap proses backup secara rutin di lakukan oleh DTI cq.Disamping itu pegawai yang ditunjuk sebagai Admin mempunyai tanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap kinerja aplikasi. yang selanjutnya akan dipilah permasalahannya. database dan fisik dengan mengacu kepada Ketentuan Pengamanan Teknologi Informasi Bank Indonesia yang berlaku. Pegawai yang ditunjuk sebagai Data Entry adalah pegawai yang menjalankan operasional perpustakaan atau pegawai honorer yang khusus diperbantukan di perpustakaan. 2. Tim PPA-Moneter untuk ditindaklajuti. Data Entry Mempunyai wewenang/hak akses terhadap modul-modul yang telah ditentukan (lihat bagan menu di atas).

dan berdasarkan assessment yang dilakukan oleh DTI termasuk dalam kategori kritikal level 2. Pengamanan Fisik Server Perpustakaan diletakkan di ruang server yang berada dalam pengawasan DTI. dan sebelumnya pihak pengguna tidak diperbolehkan melakukan tindakan apapun terhadap PC server. baik intern BI atau luar BI dengan jumlah 10 lembar per orang. Fotokopi yang dapat digunakan oleh semua pengguna. Perpustakaan Riset memiliki fasilitas dan perabot. Proses restore data akan dilakukan oleh petugas dari DTI. Perpustakaan Riset memiliki luas 2.5 m2 dengan perincian.86 m2 dan Perpustakaan Umum memiliki luas 5. 3. Tim PPA-Moneter. 2.784. Ruang baca.707. OPAC (Online Public Access Catalog) untuk menelusur koleksi yang ditempatkan dalam 6 unit PC (personal Computer) iii. Selain itu masing-masing perpustakaan tersebut dilengkapi dengan fasilitas dan perabot yang mendukung kegiatan perpustakaan maupun menambah kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna. Komputer yang terdiri dari 7 unit dengan menggunakan jaringan intranet v. Loker dan kunci untuk menyimpan barang bawaan pengguna perpustakaan terutama yang bearasal dari luar BI (tamu) iv. Fasilitas i.Bidang Moneter dengan pemberitahuan kepada Bagian PRAd.922. ruang rapat. dan ruang tamu yang nyaman ii. 1. antara lain a. Bagian PRAd agar segera melaporkan kepada pihak DTI cq. Bila perlu dilakukan proses maintenance hardware akan dikoordinasikan oleh DTI cq.64 m2. Luas seluruhannya adalah 8.9 Keadaan Fisik Seperti yang telah disebutkan sebelurnnya bahwa Perpustakaan Bank Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu Perpustakaan Riset dan Perpustakaan Umum. 22 . Tim PPA .- Apabila terjadi kerusakan pada database.

meja sirkulasi iii.vi. Pantry 23 . Kursi: kursi kerja. kursi baca. Troli : troli buku dan barang vi. viii. Buku + CD Publikasi BI yang diberikan secara cuma-Cuma kepada pengunjung perpustakaan b. meja kerja. Perabot i. WiFi ix. meja baca perorangan. Lemari buku besar vii. rak majalah dan jumal lama. peminjaman dan pengembalian koleksi. rak koleksi ii. rak surat kabar. Sofa kecil v. Tempat study carrels yaitu berupa meja dan kursi baca untuk perorangan vii. Meja: meja baca (berbentuk persegi panjang dan bundar). rak pameran jumal. Pendingin ruangan (AC atauAir Conditioner) dan Air Clean vii. Bagian sirkulasi sebagai temp at pendaftaran anggota perpustakaan baru (intern BI). kursi tamu iv. Rak : rak majalah dan jurnal baru.

24 . publikasi BI.BAB III PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai deskripsi proses kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Sebagai mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Maintenance dan pengembangan aplikasi perpustakaan di Kantor Pusat dan di KBI PKL ini wajib untuk dilakukan oleh setiap mahasiswa. penyusun diberi pelatihan oleh Pak Slamet dan Pak Hendra untuk melakukan kliping koran yang rutin dikerjakan setiap harinya. dan pengembangan koleksi Pelayanan dan promosi perpustakaan 2. pemeliharaan. penyusun memilih tempat PKL di Perpustakaan Riset Bank Indonesia. yakni pada tanggal 15 Juni 2011 penyusun diberi gambaran umum Perpustakaan Riset Bank Indonesia oleh Ibu Parti dan langsung mendapat pelatihan oleh petugas perpustakaan mengenai apa yang harus dikerjakan di tempat tersebut. hal yang harus dilakukan ialah kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tempat-tempat yang mendukung program studi. Pada laporan ini. Melakukan kegiatan Perpustakaan dengan koleksi utama berupa periodikal. Perpustakaan Riset Bank Indonesia merupakan perpustakaan khusus yang memiliki tugas pokok: 1. Selain untuk memenuhi mata kuliah Seminar Laporan Praktik Kerja Lapangan. Hari pertama penyusun dapat melaksanakan PKL di Perpustakaan Riset Bank Indonesia. dengan lingkup pekerjaan: Pemrosesan. Pada hari pertama tersebut. yaitu perpustakaan dan kearsipan. lembaga intemasional dan lembaga riset. mahasiswa juga men-simulasi-kan secara nyata dengan terjun langsung ke tempat kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

edisi dan tahun terbit. Kegiatan pengadaan dan pengembangan koleksi untuk Pusriset BI ditangani oleh bagian yang bemama Pengembangan Koleksi. terutama pemilihan judul buku yang akan dijadikan koleksi perpustakaan dapat diperoleh antara lain melalui: 1. harus mengajukannya ke Bagian Pengembangan Koleksi. meliputi: 3.1 Pengadaan dan Pengembangan Umumnya kegiatan pengadaan dan pengembangan koleksi di sebuah perpustakaan ditangani oleh bagian yang terpisah. 10/83/INTERN tanggal 23 Desember 2008 tentang Manajemen Perpustakaan Bank Indonesia: 3. Namun tidak begitu halnya dengan Pusriset BI.Selama + 3 bulan penyusun melakukan praktik kerja di Perpustakaan Riset Bank Indonesia. dan bermanfaat. terutama buku. karena selain untuk menambah koleksi perpustakaan juga untuk dapat memenuhi kebutuhan para Pemustaka. Kegiatan pengadaan koleksi. efisien. penerbit.1. selain melalui memorandum dapat pula memanfaatkan sarana e-mail 25 . Kegiatan yang ada di Perpustakaan Riset Bank Indonesia (Pusriset BI) antara lain: 3. Survei Kebutuhan Pengguna Survei sebaiknya dilakukan awal tahun dengan pro-aktif menyebarkan kuesioner mengenai bahan pustaka kepada pengguna Perpustakaan dengan format antara lain berisi judul buku. Berikut ini adalah ketentuan dalam pengadaan dan pengembangan koleksi bahan pustaka menurut SE No.1. pengarang.1 Seleksi Bahan Pustaka Sumber seleksi bahan pustaka. Hanya bagian tersebut yang berhak membeli atau menerima bahan pustaka untuk menunjang kegiatan Satuan Kerja (Satker). Penyebaran kuesioner. penyusun melakukan semua kegiatan yang ada di perpustakaan tersebut. Sehingga setiap staf atau Satker yang ingin membeli bahan pustaka.1 Pengadaan Pengadaan bahan pustaka harus dilakukan dengan efektif.1.

Permintaan/Usulan Pustakawan Pustakawan dapat pula aktif memberikan usulan untuk pengadaan bahan pustaka berdasarkan pengalaman dan pengamatannya dari hasil evaluasi perkembangan koleksi yang ada di Perpustakaan (terutama pengkinian edisi buku yang banyak dibaca atau sering dipinjam). atau menggunakan fasilitas Pemesanan yang tersedia di Website Cyber Library (CL). 3. Permintaan/Usulan Pemustaka Apabila pengunjung (Pemustaka) tidak menemukan buku yang dibutuhkan di Perpustakaan. mengenai resensi buku-buku berkualitas Pencarian buku-buku terkini melalui jaringan internet. 3. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Sumber seleksi lainnya dapat melalui: Pemilihan judul buku pada Katalog yang ditawarkan oleh penerbit/toko buku Informasi dari surat kabat atau majalah. selanjutnya dilakukan pengecekan ketersediaannya buku-buku di database Aplikasi CL untuk menghindari adanya duplikasi bahan koleksi. 2. Tata cara pelaksanaan pengadaan mengikuti ketentuan Manajemen Logistik Bank Indonesia 26 .1.1. maka Pemustaka dapat melakukan usulan pengadaan bahan pustaka yang dibutuhkannya tersebut dengan mengisi formulir yang telah disediakan Perpustakaan serta saran-saran untuk pengembangan koleksi. kemudian dapat melakukan pemesanan (secara online atau pembelian langsung) kepada agen penerbit atau toko buku.2 Pemesanan Pengajuan bahan pustaka yang akan dipilih sebagai koleksi Perpustakaan Riset Bank Indonesia (Pusriset BI) dilakukan dengan membuat catatan persetujuan kepada pimpinan.sebagai sarana pengirimannya. Apabila disetujui. dan sebagainya Setelah melakukan penyeleksian.

Mencatat di Buku Induk Pengadaan mengenai informasi tanggal penerimaan dan keterangan lainnya bila ada 4. selanjutnya buku dapat didistribusikan ke Perpustakaan untuk dilakukan proses pengolahannya dan pustakawan diminta paraf serta tanggal terima buku tersebut pada buku pengantar 3.3 Penerimaan Setelah buku yang dipesan diterima. Setiap pemesanan (online atau pembelian langsung) harus dicatat di dalam Buku Induk Pengadaan. Periksa faktur (invoice) dengan daftar pesanan. tahun.pembelian.2. tanggal terima buku dan keterangan pemberi usulan 3. maka sebaiknya: 1. Pengembangan Pengembangan koleksi Pusriset BI mengacu pada hasil survei terakhir terhadap kebutuhan literatur dan referensi. antara lain yang berisi informasi: judul buku. nama agen/toko. Pengembangan koleksi Perpustakaan KBI disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di KBI. tanggal pemesanan.1. catatan hasil pesanan biasanya dilengkapi dengan harga buku dan pada waktu pengiriman akan dikonfirmasikan oleh toko buku tersebut tidak lama setelah transaksi dilakukan 3. bila sudah sesuai maka dapat dilakukan pembayaran 2. 27 . Bila tidak sesuai atau cacat maka dapat dilakukan pemberitahuan dan pengembalian kepada agen/toko buku untuk ditukarkan sesuai pesanan 3.2 1. yang dilakukan secara periodik atau didasarkan pada kebutuhan ad hoc dengan persetujuan Pejabat yang berwenang. V.1. penerbit. pengarang. Setelah dicatat. Setiap pengembangan koleksi perpustakaan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan sekurang-kurangnya pegawai golongan G. Jika pembelian melalui toko buku online. pastikan bahwa buku telah sesuai dengan pemesanan. 2. 3.1. harga.

4. Tidak termasuk dalam bahan pustaka yang tidak diterbitkan lagi. Cara untuk mengetahui bahan pustaka apa saja yang sedang diperlukan harus dilakukan survei. Pembelian Pembelian bahan pustaka dapat dilakuakan secara langsung dengan mengunjuungi toko buku atau penerbit buku atau dapat juga dengan melalui fasilitas internet dengan mengunjungi situs seperti Amazon serta cara lain yang digunakan adalah dengan melihat dari katalog penerbit. Tukar Menukar Tukar menukar merupakan salah satu sarana agar perpustakaan dapat memiliki bahan pustaka yang tidak dapat dibeli di toko buku dan hanya dapat diperoleh melalui pertukaran. 28 . Tahun penerbitan lebih dari lima belas tahun b. Terbitan-terbitan Bank Indonesia Bank Indonesia menghasilkan terbitan sendiri yang menunjang kegiatan misi induknya. Terbitan ini disebarkan keseluruh kantor cabang dan kantor perwakilan di luar negeri. Hibah Perpustakaan Bank Indonesia dapat menghibahkan koleksinya dengan kriteria sebagai berikut: a. Bank Indonesia tidak melarang adanya tukar-menukar bahan pustaka dengan pihak manapun. Hadiah Buku atau majalah dapat diperoleh secara cuma-cuma sebagai hadiah dari pihak mana pun. Alur kerja bagian Pengembangan Koleksi Perpustakaan BI dapat dilihat di LAMPIRAN 12 . tetapi sejauh ini hal tersebut belum dilakukan.Adapun metode pengadaan bahan pustaka Perpustakaan BI antara lain: 1. Terdapat duplikasi pada koleksi sejumlah lebih dari dua eksemplar c. Sebelum melakukan pembelian bahan pustaka maka perlu diketahui bahan pustaka apa saja yang sedang diperlukan oleh Satker atau pegawai BI. 3. 2. 5.

apakah bahan pustaka yang diminta sudah tersedia atau belum. Bagian Pengembangan Koleksi tidak memiliki daftar desiderata yaitu daftar yang memuat bahan pustaka-bahan pustaka yang ditangguhkan pembeliannya karena ada beberapa ketidaksesuaian. Jika permintaan berasal dari staf maka ia harus membuat memo resmi yang berisi permintaan pembelian bahan pustaka yang diajukan ke Bagian Pengambangan Koleksi. (Deputi Kepala Bagian) atau lebih tinggi. Memo. Sehingga jika sebuah bahan pustaka sudah ditolak maka tidak akan diperhitungkan lagi. Ada dua cara yaitu: a. Cyber. Cara ini biasa dilakukan oleh staf dengan tingkat jabatan yang telah tinggi yang disebabkan staf Bagian Pengambangan Koleksi telah mengenal staf dengan tingkat jabatan yang telah tinggi tersebut. Manual. Bila belum atau tidak tersedia maka perlu memeriksa anggaran yang disediakan. Email.V. 29 . Semua permintaan yang diperoleh dari cara-cara di atas kemudian dikumpulkan dan di catat di daftar permintaan. 4. dengan mengisi form yang ada di http://cyberlib/library 3. dengan mengisi form yang ada di perpustakaan b. dengan mengirim emaillangsung ke Bagian Pengambangan Koleksi atau jika mengirim ke perpustakaan maka akan diteruskan ke Bagian Pengambangan Koleksi. yaitu menyebarkan kuesioner ke setiap Satker 2. Jika bahan pustaka sudah tersedia di perpustakaan maka akan di beri keterangan 'Tersedia' pada daftar permintaan dan selesai (tidak dilanjutkan ke kegiatan berikutnya).Selain survei ada beberapa cara lain yaitu: 1. Kemudian diseleksi dengan cara mengecek di Perpustakaan BI. Jika anggaran tidak mencukupi maka akan diberi keterangan 'Ditolak' yang berarti selesai dan tidak dilanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Survei. Email yang dikirim akan diprint sebagai bukti. Kemudian Bagian Pengembangan Koleksi akan membuat lembar disposisi untuk disetujui oleh staf dengan tingkat jabatan minimal G. Kotak saran. baik Umum dam Riset.

Sedangkan untuk bahan pustaka dalam negeri adalah Gramedia.Tahap selanjutnya adalah melakukan proses persetujuan dengan ketentuan yang telah dijelaskan yaitu Ketentuan Pengembangan Koleksi nomor 3. Setelah proses persetujuan maka dilakukan pemesanan (dibeli). koran. Namun dilakukan oleh AKDV (Akunting Devisa) yaitu Bagian Pengembangan Koleksi mengirimkan daftar bahan pustaka-bahan pustaka yang dipesan beserta jumlah nominal keseluruhan ke AKDV. yaitu buku (baik dalam maupun luar negeri) dan periodikal (majalah. atau penerbit. Online book shop untuk bahan pustaka luar negeri yang biasa digunakan adalah Amazon dan Barne & Noble. Cara pembayaran dilakukan dengan beberapa cara. Kegiatan yang kami lakukan hanya mencatat permintaan yang telah dikumpulkan dalam daftar permintaan dan mengecek atau memeriksa apakah buku yang diminta sudah tersedia atau belum di perpustakaan melalui Cyber Library. email. buletin. Saat kegiatan PKL berlangsung kami tidak melakukan semua alur kerja pengembangan koleksi tersebut. Bahan pustaka yang dipesan akan dicatat dalam daftar pemesanan. Pembayaran bahan pustaka yang dipesan tidak dilakukan sendiri oleh Bagian Pengembangan Koleksi. baik dalam negeri maupun luar negeri. Tunai. atau beli langsung ke taka buku. jurnal tercetak dan online baik dalam maupun luar negeri). biasa dipesan melalui online book shop. Daftar tersebut merupakan konfirmasi asli dari tempat dimana bahan pustaka tersebut dipesan. Selain itu juga terdapat kenaikan anggaran sebesar sepuluh persen setiap tahunnya. Telah dijelaskan dalam ketentuan Pengadaan pada nomor 4. 2. 3. Banking transfer. Bahan pustaka. agen. Jika tidak disetujui maka selesai. yaitu: 1. telepon. 30 . Setiap tahun tersedia anggaran khusus untuk mengadakan bahan pustakabahan pustaka tersebut dengan pembagian anggaran yang seimbang. Kartu kredit.

10/83/INTERN tanggal 23 Desember 2008.1 Pengolahan Buku Alur kerja pengolahan buku dapat dilihat di LAMPIRAN 13. nomor barcode.2 Pengolahan Bahan Pustaka Bahan pustaka yang baru tidak langsung begitu saja dapat digunakan (dipinjam) melainkan harus melalui beberapa kegiatan pemrosesan dan administrasi.Bagian Pengembangan Koleksi tidak memiliki kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis yang menjelaskan secara rinci bagamana kegiatan pengadaan dan pengembangan koleksi dilakukan. Setelah pemberian tanda kepemilikan kemudian dilakukan katalogisasi yaitu proses penelaahan dan pengolahan keterangan dari hal-hal penting yang perIu diketahui dari sebuah bahan pustaka untuk dijadikan katalog. dan akurat. Mereka hanya memiliki ketentuan pengadaan dan pengembangan koleksi singkat yang tertulis dalam SE No. Kegiatan pemrosesan dan administrasi bahan pustaka dalam format buku meliputi kegiatan registrasi yaitu setiap buku-buku yang menjadi koleksi perpustakaan harus segera di cap atau distempel pada halaman judul. nomor punggung. Namun untuk perpustakaan yang telah terotomasi seperti Perpustakaan Riset Bank Indonesia tidak wajib dilakukan karena program atau software perpustakaan sudah secara otomatis menyediakan fasilitas penelusuran. Data buku (baik berupa karya cetak maupun karya rekam) yang dimasukkan dalam database bahan pustaka perpustakaan adalah: 1. Maka kegiatan katalogisasi ini dilakukan dengan memasukkan data-data buku ke dalam database bahan pustaka perpustakaan menggunakan aplikasi Cyber Library. Nomor punggung dan nomor barcode tersebut dicetak secara otomatis oleh program. Dengan kata lain tidak menggunakan work sheet terIebih dahulu kemudian membuat katalog. Katalog berfungsi sebagai alat temu kembali secara cepat. diberi tape pengaman untuk menghindari pencurian dilengkapi dengan kertas kosong untuk mencatat tanggal harus kembaIi. 3. Tanggal pemasukan atau penerimaan (dicatat pada bagian stempel perpustakaan) 31 . 3. dan tape pengaman. tepat.2.

Notasi-notasi atau angka-angka yang tersusun dalam bagan UDC dijadikan nomor pengenal buku yang disebut Nomor Kelas (Call Number) dan digunakan sebagai acuan penjajaran atau penyusunan koleksi di rak buku. Judul buku danjudul seri (apabila ada) 3. Kolasi (jumlah halaman. table. UDC terdiri atas tabel-tabel yang sistematis. Nama pengarang 4. Kegiatan selanjutnya adalah pencetakan nomor punggung buku dan barcode. Sebagai pegangan bagi para pengelola Perpustakaan Riset Bank Indonesia digunakan buku UDC yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional. Perpustakaan Riset Bank Indonesia juga mengklasifikasikan koleksinya berdasarkan subjek dengan mengunakan Universal Decimal Classification (UDC) yang umumnya digunakan oleh perpustakaan khusus. Nomor register (khusus bagi Perpustakaan yang selama ini telah menggunakan nomor register) 11. Penerbit. Gambar cover sampul buku (bila memungkinkan) Sama halnya dengan perpustakaan khusus lain. Nomor klasifikasi 6. dimasukkan ke dalam database bahan pustaka perpustakaan. reference.2. panjang bahan pustaka) 9. Untuk menggunakan UDC harus diketahui dulu struktur UDC dan cara menggunakannya. Notasi (bibliografi. Kegiatan klasifikasi ini dilakukan sebelum data-data bahan pustaka. Abstraksi (bila memungkinkan) 12. Nomor punggung buku dan barcode dibuat dengan menggunakan aplikasi Cyber 32 . ilustrasi) 10. yang menggunakan notasi (angka) desimal dalarn mengelompokkan semua jenis dokumen dari semua disiplin ilmu. khususnya buku. Subyek 8. Klas (kelompok besar dari klasifikasi yang tujuannya untuk pembuatan laporan inventaris) 7. kota penerbitan 5. tahun penerbitan.

Nomor barcode ini terdri dari sepuluh digit angka. dan barcode karena tidak dipinjamkan. Setelah semua proses di atas selesai. Shelving buku dilakukan dengan mengurutkan berdasarkan nomor klasifikasi.2. Data-data buku yang telah dimasukkan ke dalam database akan ditampilkan melalui website yaitu Cyber Library agar dapat digunakan oleh pengguna. Kegiatan pemrosesan dan administrasi bahan pustaka dalam format periodikal hampir sarna dengan buku yaitu registrasi dengan memberi cap atau distempel pada sampul di bagian yang berwarna terang dan pemberian tape pengaman. yang kami kerjakan saat PKL adalah katalogisasi. Dari semua kegiatan di atas.2 Pengolahan Periodikal Alur kerja pengolahan periodical akan dilampirkan di LAMPIRAN 16. Nomor punggung buku secara otomatis tertera pada tampilan komputer setelah memasukkan nomor kIas. Namun tidak perIu dilengkapi dengan kertas kosong untuk mencatat tanggal hams kembali. Pengeditan data buku (menghapus dan mengubah) dan monitoring dilakukan oleh Kepala Seksi Perpustakaan Riset Bank Indonesia. 3. dan dari atas ke bawah. agar bahan pustaka tetap terpelihara. dari kiri ke atas. Apabila terdapat nomor klasifikasi yang sarna maka diurutkan berdasarkan abjad pertama kode nama pengarang yang telah dibalik. Sedangkan untuk nomor barcode akan bertambah satu dari nomor barcode terbesar yang pemah digunakan secara otomatis pula. dan pengerakkan. Setelah pemberian tanda kepemilikan kemudian dilakukan katalogisasi yaitu proses penelaahan dan pengolahan keterangan dari hal-hal penting yang perlu 33 . Nomor barcode ini akan menjadi identitas setiap eksemplar buku yang akan digunakan dalam proses dirkulasi dan fungsi-fungsi lainnya. Jika kode nama pengarang yang telah dibalik juga sama maka diurutkan berdasarkan abjad pertama judul. abstraksi. nomor punggung. Contoh label punggung dan barcode dapat dilihat di LAMPIRAN 14 dan LAMPIRAN 15.Library (CL). klasifikasi. tidak cepat rusak dan kotor maka perlu di sampul plastik sebelum ditempatkan di rak koleksi (Shelving).

disusun menurut abjad judul dan kelompoknya (contoh: majalah luar negeri. alamat penerbit) 5. Namun untuk perpustakaan yang telah terotomasi seperti Perpustakaan Riset Bank Indonesia tidak wajib dilakukan karena program atau software perpustakaan sudah secara otomatis menyediakan fasilitas penelusuran. Kala terbit (harian/mingguanlbulanan/tri wulanan/ semester/tahunan) 4. Maka kegiatan katalogisasi ini dilakukan dengan memasukkan data bahan pustaka yang terbit secara berkala (periodikal) ke dalam database bahan pustaka perpustakaan menggunakan aplikasi Cyber Library (CL). tukar menukar atau hibah) 6. volume. Judul 2. agar koleksi periodikal baru dapat diketahui dan digunakan oleh pengguna maka perlu dilakukan display. tepat. tanggal terbit.surnbanganihadian. Pengeditan data periodikal (menghapus dan mengubah) dan monitoring dilakukan oleh Kepala Seksi Perpustakaan Riset Bank Indonesia. Data bahan pustaka yang terbit secara berkala atau periodikal baik berupa karya cetak maupun karya rekam yang dimasukkan dalam database bahan pustaka perpustakaan adalah: 1. atau 34 . Nomor penerbitan yang diterima (tahun. Katalog berfungsi sebagai alat temu kembali secara cepat. Nomor ISSN (apabila tersedia) 7. Setelah semua proses di atas selesai. Penerbit (nama. Kategori (jumal ilmiah/laporan/data statistik) 3. Keterangan (beIi. dan keterangan lainnya) 8. majalah dalam negeri. Dengan kata lain tidak menggunakan work sheet terlebih dahulu kemudian membuat katalog. jumal ilmiah. Jumlah eksemplar Data-data periodikal yang telah dimasukkan ke dalam database akan ditarnpilkan melalui website yaitu Cyber Library agar dapat digunakan oleh pengguna. nomor. Bahan pustaka berupa periokal disimpan terpisah dari koleksi buku.diketahui dari sebuah bahan pustaka untuk dijadikan katalog. dan akurat.

publikasi BI) dalam satu kelompok penempatan yang ditentuka berdasarkan nomor urut penerbitannya. perbankan. namun kegiatan yang dilakukan adalah memasukkan data bibliogarafi CD-ROM ke dalam sistem otomasi perpustakaan (hampir sarna seperti memasukkan data buku dan periodikal). Dari semua kegiatan di atas. Namun tidak semua artikel dikliping.3 Pengolahan AudioVisual Bahan audiovisual yang dimiliki Perpustakaan BI adalah CD-ROM. Pemilihan berita di surat kabar dilakukan oleh administrator 35 . Agar semua pegawai maupun pengguna perpustakaan dapat memperoleh informasi tebaru dari surat kabar tersebut maka dilakukan kliping artikel. CD-ROM disimpan dalam lemari khusus (terlihat lebih seperti laci-Iaci kecil). menempelkan sampul kertas yang terdapat tern pada bagian atas CD-ROM. Judul surat kabar yang dilanggan ada lebih dari sepuluh judul. pemberian tape pengaman. 3. 3. Kegiatan pengolahan audiovisual ini dikerjakan oleh pegawai perpustakaan. dan sistem pembayaran serta bidang lain terkait peningkatan kompetensi SDM. entri data periodikal. hanya yang berhubungan dengan bidang moneter. Pengolahan CD-ROM tidak ada alur kerja resminya. Perpustakaan Riset Bank Indonesia juga mengadakan atau melanggan bacaan pegawai BI berupa surat kabar. Karena jumlah komputer yang hanya sebuah maka seringkali pengguna hams bergantian mengunakannya.4 Pengolahan Artikel Kliping Surat Kabar Selain pengadaan buku dan periodikal.2. dan menempelkan barcode. disediakan sebuah komputer. Agar pengguna dapat menggunakannya. dan display. Koleksi ini cukup banyak dan berada di Perpustakaan Riset. Berikut adalah mekanisme kerja dalam mengolah artikel surat kabar: 1. yang kami kerjakan saat PKL adalah pemberian tanda kepemilikan.2. Surat kabar-surat kabar ini dibagikan ke seluruh direktorat yang yang ada dengan jumlah yang telah ditentukan. Data bibliografi tersebut akan masuk ke dalam databse bahan pustaka perpustakaan secara otomastis kemudian dapat dilihat oleh penguna melalui Cyber Library.

Masuk ke Ruang Webmaster. ditempel. 36 . klik link Kliping Berita kemudian akan muncul kategori-kategori (subjek) b. Artikel yang telah dipilih diproses secara fisik (digunting. penulis. Deskripsi lengkap diisi 'artikel dalam betuk PDF' jika artikel yang dimasukkan terbit pada hari itu sedangkan 'hubungi perpustakaan untuk mendapatkan copy' jika artikel yang dimasukkan terbit pada tahun tertentu yaitu sebelum tahun 2000. Langkahlangkah melakukan entri data kliping berita yaitu: a. kata kunci. Setelah masuk ke subkategori yang sesuai maka akan muncul daftar artikel yang sudah ada d. Sedangkan penentuan kata kunci dan scanning artikel berita dilakukan oleh pegawai perpustakaan. c. penulis. dan dekripsi lengkap. Pilih salah satu kategori atau sumber berita mana artikel terse but akan dimasukkan. informasi tersebut dikirimkan kepada subscriber layanan informasi Berita Hari Ini yang ada di CL melalui email. Petugas pelaksana melakukan entri data melalui ruang webmaster CL. Setiap kategori memiliki subkategori dan harus dilipih salah satu yang sesuai. Setelah kegiatan entri data selesai.2. Masukkan informasi detil artikel berita yang lain seperti sumber berita (judul surat kabar). dan diberi stempel tanggal) 3. Kegiatan pengolahan artikel berita surat kabar kami lakukan setiap hari khususnya entri data seperti judul surat kabar. Semua artikel dari tahun 2000 ke atas dimasukkan dalam format PDF (semua artikel di-scan) sedangkan artikel di bawah tahun 2000 dalam proses ke format PDF. Masukkan judul artikel berita barn yang akan ditambahkan e. Untuk pengguna yang tidak berlangganan dapat memilih langsung artikel yang diinginkan dengan membuka CL. dan dekripsi lengkap. 4. Administrator memonitor kagiatan entri data dan menentukan berita yang akan dijadikan headline news 5.

referensi. statistik ekonomi. 37 .5 Pengolahan Publikasi BI BI memiliki terbitan sendiri yang disebut publikasi BI. makalah-makalah yang dikeluarkan BI.3 Pelayanan Pada Bab II telah disebutkan mengenai sistem pelayanan dan jenis-jenis pelayanan. Proses pengolahan khususnya registrasi dan katalogisasi sarna seperti pengolahan buku.3 ini akan dijelaskan lebih detail. laporan bulanan BI. kami hanya sekali mengolah publikasi BI. Sebelum pengguna perpustakaan mencari bahan pustaka yang mereka butuhkan.3.2. katalogisasi. dan peminjaman serta pengembalian buku. 07. 3. Penyusun melakukan pelayanan tersebut kepada pengguna perpustakaan.16. laporan kantor cabang BI (KBI). Yang berbeda hanya di klasifikasi dan penyusunannya di rak.00 . 07.3. Perinciannya sebagai berikut: • Senin . Hal ini berkaitan dengan kala terbit dari publikasi BI tersebut. Maka untuk kIasifikasi digunakan sistem (nomor panggil) yang dibuat khusus (sendiri) dan penyusunannya di rak menggunakan nomor panggil tersebut. Pengguna perpustakaan dapat melakukan peminjaman setiap hari kerja termasuk jam istirahat. Publikasi BI ini antara lain laporan tahunan BI.11.00 WIB Telah disebutkan dalam Bab II tentang pelayanan yang disediakan oleh Perpustakaan Riset Bank Indonesia yang diantaranya layanan fotokopi.16. dengan perkecualian hari Jumat. Klasifikasi publikasi BI tidak menggunakan UDC karena sifatnya yang seperti periodikal yaitu diterbitkan secara rutin. Agar lebih jelas apa dan bagaimana kami melakukan kegiatan tersebut saat PKL maka pada Bab III. Selama PKL berlangsung. 3.00 . 13.00 .Kamis : Pkl. poin 3. Pengolahan publikasi BI yang kami lakukan adalah registrasi.30 .1 Sistem Pelayanan Pepustakaan Riset Bank Indonesia menerapkan sistem pelayanan terbuka kecuali untuk koleksi AudioVisual. dan lainnya. dan pengerakan. biasanya mereka telah mencarinya melalui CL yaitu halaman penelusuran koleksi (basic and advanced search).00 WIB • Jumat : Pkl.

2 Jenis Pelayanan 3. SBP yang telah dicetak hams ditandatangani oleh peminjam buku kemudian disimpan oleh petugas. Jika ia tidak melakukan peminjaman sebelumnya maka tidak akan tampil data-data buku yang dipinjam. Alur kerja peminjaman dapat dilihat di LAMPIRAN 17. Masukan nomor barcode buku yang akan dipinjam. Hal ini untuk menjaga apabila ada peminjaman yang dilakukan dalam waktu berbeda sehingga hams mencetak SBP yang berbeda isi item datanya.3. Pencetakan SBP.3.2. 4. Jika mereka tidak datang langsung ke perpustakaan. Setelah data buku yang akan dipinjam masuk ke dalam Modul Data Anggota dan Sirkulasi. Pemasukkan nomor barcode ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu scanning menggunakan barcode reader atau mengetik pada kotak isian nomor barcode yang telah disediakan. Berikut adalah langkah-langkah melakukan peminjaman: 1. terjadi peminjaman dan pengembalian maupun perpanjangan bahan koleksi. Namun saat kegiatan PKL berlangsung barcode reader dalam keadaan rusak sehingga kami hams mengetik nomor barcode. Setelah pengguna perpustakaan menemukan buku yang diperlukan maka mereka akan menghubungi perpustakaan untuk melakukan peminjaman. SBP dapat dilihat di LAMPIRAN 18. 38 . Namun sebelum mencetak SBP hams dipilih item data yang akan dimasukkan dalam SBP. Pastikan bahwa tab yang diaktifkan adalah 'Pinjam'. 5. mereka akan mengirim messenger yang telah diserahi data buku yang akan dipinjam beserta nomor induk pegawai BI tersebut. Atau mereka akan menelepon perpustakaan kemudian mengirim messenger untuk mengambil buku yang telah dipinjam. 3.3. Masukkan nomor induk pegawai BI yang akan melakukan peminjaman dan akan tampil data pegawai BI tersebut seperti nama dan batas jumlah peminjaman.1 Layanan Sirkulasi Pada layanan sirkulasi. proses selanjutnya adalah pencetakan surat bukti peminjaman (SBP). Buka aplikasi Cyber Library Webmaster dan pilih Sirkulasi 2.

2. Perpanjangan mulai dapat dilakukan sejak tiga hari menjelang tanggal jatuh tempo. kadang kala tidak langsung dikembalikan. pilih Sirkulasi. Masukkan nomor induk pegawai BI yang akan melakukan perpanjangan dan akan tampil data pegawai BI tersebut seperti nama dan batas jumlah peminjaman. Pastikan bahwa tab yang diaktifkan adalah 'Pinjam' 3. Karena ia telah melakukan peminjaman sebelumnya maka akan tampil data-data buku yang dipinjam. Perpanjangan masa peminjaman dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1. Pilih buku-buku mana saja yang akan diperpanjang. dan Peminjaman/Pengembalian 2. Anggota perpustakaan bisa melakukan perpanjangan sebanyak tiga kali batas maksimal peminjaman buku (3 x 14 hari = 42 hari). cukup dengan mengubah masajatuh tempo pada SBP yang telah dicetak sebelumnya (yang disimpan oleh petugas). Klik tombol Perpanjangan. 39 .Setiap buku yang dipinjam dan telah jatuh tempo untuk dikembalikan. SBP ini tetap disimpan oleh petugas sampai buku dikembalikan. Satu kali perpanjangan akan ditambahkan 14 hari. Secara otomatis sistem akan memperpanjang masa peminjaman 5. Perpanjangan tidak dapat dilakukan bila telah melampaui lebih dari 42 hari dari tanggal jatuh tempo semula. Perpanjangan tidak dapat dilakukan bila telah ada anggota lain yang antri untuk meminjam yang dilakukan melalui CL. Peminjam sering memperpanjang masa peminjaman. Buka aplikasi Cyber Library. Ada pun langkah-Iangkah memperpanjang masa pinjaman yaitu: 1. 4. Tidak perlu mencetak SBP baru. 4. 3. Alur kerja perpanjangan peminjaman buku dapat dilihat di LAMPIRAN 19.

3. Karena telah melakukan peminjaman sebelumnya maka akan tampil data-data buku yang dipinjam.2 Layanan Referensi Pada Perpustakaan Riset Bank Indonesia. Pemustaka banyak yang memerlukan direktori maupun handbook. SBP untuk bukubukutelah di kembalikan tadi disimpan terpisah dari SBP yang bukubukunya belum dikembalikan.3 Layanan Informasi Perpustakaan Riset Bank Indonesia merupakan perpustakaan khusus Bank Indonesia dimana koleksinya menunjang badan induknya. Pastikan bahwa tab yang diaktitkan adalah 'Kembali'. Pilih buku-buku mana saja yang akan dikembalikan 4. Masukkan nomor induk pegawai BI yang akan mengembalikan buku dan akan tampil data pegawai BI tersebut seperti nama dan batas jumlah peminjaman.Alur kerja pengembalian buku yang telah di pinjam dapat dilihat di LAMPIRAN 20. lalu Peminjaman/Pengembalian 2. Layanan informasi yang diberikan petugas kepada pemustaka sangat baik. Bila masa pengembalian buku tersebut sudah melebihi tanggal jatuh tempo. Akan muncul konfirmasi 'Buku ini dikembalikan'. Petugas perpustakaan selalu siap dan cepat dalam melayanani pemustaka ketika pemustaka memerlukan bantuan pustakawan. feedback pemustaka atas pertanyaan-pertanyaan dari pustakawan juga sangat baik. Pada SBP yang disimpan petugas diberi keterangan tang gal kapan buku tersebut dikembalikan oleh peminjam kemudian di paraf oleh petugas. yaitu Bank Indonesia. Begitu pun sebaliknya.2.3. Langkah-Iangkah melakukan transaksi pengembalian: 1. Data buku yang dikembalikan tersebut akan hilang dari list data buku yang dipinjam 7. maka akan ditampilkan jumlah keterlambatan hari 6. Buka aplikasi Cyber Library Webmaster dan pilih Sirkulasi. bila benar jawab dengan 'Ya' 5. 3. 40 . 3.2. 3.

Selanjutnya pengunjung diminta untuk mengisi kuesioner kepuasan 41 .2. pengunjung akan diminta untuk menukar kembali ID Perpustakaan Riset Bank Indonesia dengan ID Tamu. maka petugas akan memberikan solusi atau pilihan kepada pengunjung mengenai buku yang lain. Namun perpustakaan pun juga memberikan aturan dalam „keleluasaan‟ pemustaka dalam memfotokopi bahan koleksi. Perpustakaan Bank Indonesia sangat memperhatikan pelayanan terhadap pengguna. seperti Skripsi. Bila pengunjung memerlukan bantuan petugas untuk mencari buku yang dicari.4 Layanan Fotokopi Perpustakaan Riset Bank Indonesia memberikan keleluasaan kepada pemustaka yang memerlukan informasi dari bahan koleksi yang ada di Perpustakaan Riset Bank Indonesia dapat di fotokopi.3. lalu meminta kembali kunci loker yang dipegang oleh pengunjung. Namun apabila buku yang pengunjung cari tidak ditemukan. Sementara tata cara apabila pengunjung telah selesai berkunjung ialah. pemustaka dapat meminta bantuan kepada petugas perpustakaan untuk mengajari bagaimana cara menggunakan mesin fotokopi. Tesis. Setelah itu petugas akan meminta pengunjung untuk mengisi daftar hadir di buku daftar hadir ekstern (apabila pengunjung bukan pegawai Bank Indonesia) atau intern (apabila pengunjung adalah pegawai Bank Indonesia) dan menukar ID Tamu pengunjung dengan ID Perpustakaan Riset Bank Indonesia. maka petugas akan sigap melayani pengunjung hingga buku yang dicari ditemukan. dan kunci di simpan sendiri oleh pengunjung sampai pengunjung selesai. dan Disertasi 2. Lalu Petugas akan meminta pengunjung untuk meletakkan tas di dalam loker. maka petugas perpustakaan akan memberikan salam kepada pengunjung dan tidak lupa senyum. Tata cara apabila ada pengunjung yang baru datang. Petugas pun dengan senang hati membantu pemustaka yang memerlukan bantuan tersebut.3. yaitu: 1. Pemustaka dapat memfotokopi maksimal 10 lembar Tidak sedikit pemustaka yang belum mengerti bagaimana cara menggunakan mesin fotokopi. Pemustaka tidak diperbolehkan memfotokopi informasi sedikitpun pada koleksi Karya Ilmiah. Oleh karena itu.

perpustakaan (tampilan terdapat di LAMPIRAN 21). 42 . Petugas pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pengunjung.

Selain itu tidak rnemadainya alat bantu pengklasifikasian yaitu UDC yang berupa fotocopy-an dan halamannya tidak lengkap atau tidak terbaca. 43 . Pengklasifikasian yang dilakukan oleh perpustakaan BI belum cukup memadai hal ini disebabkan karena tidak adanya seorang pustakawan yang mengerti tentang pengklasifikasian secara khusus. terdapat beberapa hal yang dapat kami simpulkan antara lain Perpustakaan BI telah memiliki sistem pelayanan yang baik bagi para penggunanya. Tetapi pencarian bahan pustaka ke rak memrnbutuhkan waktu yang cukup lama karena proses pengrakkan hanya dilakukan oleh satu orang dan hanya orang terse but yang mengerti dimana letak bahan pustaka yang diinginkan oleh pengguna.BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Setelah kami menyelesaikan PKL kami di Perustakaan BI. sistem pelayanan perpustakaan yang telah terotomasi telah dapat rnengakses bahan pustaka yang dibutuhkan oleh pengguna dengan cepat dan tepat. Pengguna sering menggunakan jasa pegawai untuk mencari buku ke rak. dalam hal ini termasuk pengguna potensial dan pengguna aktual. hal ini tidak menjadi masalah bila pengguna yang datang sedikit tetapi akan mengalami kesulitan apabila pengguna yang datang banyak. mereka hanya melakukannya berdasar modul yang ada. Yang melakukan pengklasifikasian di perpustakaan BI adalah pegawai yang tidak berlatar pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

44 . Berikut adalah beberapa saran yang kami anjurkan: Bila ingin perpustakaan lebih berkembang lagi maka lebih baik memasukkan SDM dengan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi yaitu pustakawan Mernperbaiki sistem pengklasifikasian karena dapat membingungkan pengguna dalam hal temu kembali informasi yang diperlukan Memberikan workshop informasi kepada seluruh pegawai perpustakaan agar dapat meningkatkan kinerja dan menambah wawasan dalam mengelola dan bekerja di perpustakaan.2 Saran Ada beberapa saran yang kami anjurkan dengan harapan Perpustakaan BI dapat rnenjadi lebih baik dalam hal pengelolaan perpustakaan.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful