Uraian Materi

A. Besaran Vektor Dan Skalar Ada beberapa besaran fisis yang cukup hanya dinyatakan dengan suatu angka dan satuan yang menyatakan besarnya saja. Ada juga besaran fisis yang tidak cukup hanya dinyatakan dengan besarnya saja, tetapi harus juga diberikan penjelasan tentang arahnya. 1. Besaran vektor : Besaran yang dicirikan oleh besar dan arah. Contoh dari besaran vektor didalam fisika adalah: kecepatan, percepatan, gaya, perpindahan, momentum dan lain-lain. (Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat). 2. Besaran skalar : Besaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besarnya dinyatakan oleh bilangan dan satuan). Contoh dari besaran skalar : waktu, suhu, volume, laju, energi, usaha dll. Tidak diperlukan sistem koordinat dalam besaran skalar B. Penggambaran, penulisan (Notasi) vektor Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah yang terdiri dari pangkal (titik tangkap), ujung (titik terminal) dan panjang anak panah. Panjang anak panah menyatakan nilai dari vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor. Pada gambar (2.1) digambar vektor dengan titik pangkalnya A, titik ujungnya B serta sesuai arah panah dan nilai vektornya sebesar panjang AB. A B

Gambar sebuah vektor AB

Titik A : Titik Pangkal (titik tangkap) Titik B : Ujung (titik terminal) Panjang AB : Nilai (besarnya) vektor tersebut = AB

Gambar beberapa buah vektor : C A D B E Besar (nilai) vektor A. Kedua vektor mempunyai nilai yang berbeda dan arah yang berbeda. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa: A = C artinya: nilai dan arah kedua vektor sama. . C. Vektor D tidak sama dengan vektor E (Nilai dan arahnya berbeda). 1. 2.Notasi (simbol) sebuah vektor dapat juga berupa huruf besar atau huruf kecil.B artinya: nilainya sama tetapi arahnya berlawanan. A = . Dua buah vektor dikatakan tidak sama jika : a. c. Contoh : Vektor A (Berhuruf tebal) Vektor ⃗ (Huruf dengan tanda panah di atasnya) Vektor A (Huruf miring) Untuk penulisan harga (nilai) dari vektor dituliskan dengan huruf biasa atau dengan memberi tanda mutlak dari vektor tersebut. Kedua vektor mempunyai nilai yang berbeda tetapi arah sama. Vektor A tidak sama dengan vektor D (Nilainya sama tetapi arahnya berbeda). Nilai vektor A ditulis dengan A atau | |. Contoh : Vektor A. Ada beberapa hal yang perlu diingat mengenai besaran vektor. b. Dua buah vektor dikatakan sama jika mempunyai bila besar dan arah sama. atau berupa huruf yang diberi tanda panah di atasnya atau huruf miring. B. dan D sama besarnya. biasanya berupa huruf tebal. Nilai vektor C lebih kecil dari vektor D. Kedua vektor mempunyai nilai yang sama tetapi berlainan arah.

Catatan : 1. berarti mencari sebuah vektor baru yang dapat menggantikan vektor-vektor yang dijumlahkan/dikurangkan. ada beberapa metode. Jika vektor A dan B searah. Lukis vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit b. Metode jajaran genjang 2. B A B A R = A+B Langkah-langkah : a. Penjumlahan dan pengurangan vektor Mencari resultan dari beberapa buah vektor. hanya vektor B digambarkan berlawanan arah dengan yang diketahui. berarti = 0° : R = A + B = 180° : R = A .Untuk penjumlahan atau pengurangan vektor. Lukis sebuah jajaran genjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisi-sisinya c. berarti 3.C. maka caranya sama. Besarnya vektor : R = R =| |=√ adalah sudut yang dibentuk oleh vektor A dan B. Jika vektor A dan B saling tegak lurus. . Metode segitiga 3. yaitu: 1. Resultannya adalah sebuah vektor. berarti Untuk pengurangan (selisih) vektor R = A – B. Metode uraian 1. Jika vektor A dan B berlawanan arah. yang merupakan diagonal dari jajaran genjang sepanjang titik pangkal sampai dengan titik ujung kedua vektor tersebut.B = 90° : R = 0 2. Metode poligon (segi banyak) 4.Metode Jajaran Genjang Cara menggambarkan vektor resultan dengan metode jajaran genjang adalah sebagai berikut.

Metode poligon Pada metode ini. 3.2. 3. Gambarkan vektor A. Jika ditanyakan R = A – B. maka caranya sama. hanya vektor B digambarkan berlawanan arah dengan yang diketahui. B.Metode Segitiga Bila ada dua buah vektor A dan B akan dijumlahkan dengan cara segitiga maka tahap-tahap yang harus dilakukan adalah: B A B A R = A+B Langkah-langkah : 1. hanya saja metode ini untuk menjumlahkan lebih dari dua vektor. 2. Gambarkan vektor B dengan cara meletakkan pangkal vektor B pada ujung vektor A. 4. Vektor resultan merupakan vektor yang mempunyai pangkal di vektor A dan mempunyai ujung di vektor B. Contoh : Jumlahkan ketiga buah vektor A. tahapannya sama dengan metode segitiga. Tariklah garis dari pangkal vektor A ke ujung vektor B. dan C dengan metoda Poligon A B C C R A Resultan ketiga vektor R adalah R = A + B + C B .

Komponen – komponen sebuah vektor Komponen vektor A terhadap sumbu X : Ax = A cos Komponen vektor A terhadap sumbu Y : Ay = A sin Besar vektor R : | |=√ Arah vektor R terhadadap sunbu X positif : Catatan : Jika vektor A dinyatakan dengan vektor-vektor satuan i dan j maka.4.5.Metode Uraian Setiap vektor yang akan dijumlahkan (dikurangkan diuraikan terhadap komponenkomponennya (sumbu x dan sumbu y ) Gambar 2. secara matematis vektor A dapat ditulis dengan : A = i A x + j Ay Nilai vektor A : | |=√ .

A. didefinisikan secara matematis sebagai berikut: A A•B=C B A dan B vektor . Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut: C=kA 2. B cos A = | | = besar vektor A B = | | = besar vektor B = sudut antara vektor A dan B . Perkalian silang (cross product) 1. maka arah C berlawanan dengan arah A. A. dapat dikalikan dengan sebuah vektor A yang hasilnya sebuah vektor baru C yang nilainya sama dengan nilai k dikali nilai A.Perkalian skalar dengan vektor Sebuah besaran skalar dengan nilai sebesar k. maka arah C searah dengan A dan jika nilai k bertanda negatif. Perkalian skalar dengan vektor 2.Perkalian titik (dot Product) Perkalian titik (dot product) antara dua buah vektor A dan B menghasilkan C.Perkalian vektor dengan vektor Ada dua jenis perkalian antara vektor dengan vektor. Perkalian titik (dot product) B. Pertama disebut perkalian titik (dot product) yang menghsilkan besaran skalar dan kedua disebut perkalian silang (cross product) yang menghasilkan besaran vektor.D.C besaran skalar Besar C didefinisikan sebagai : C = A . Perkalian Vektor Untuk operasi perkalian dua buah vektor. ada dua macam operasi yaitu : 1. Jika nilai k positif. Perkalian vektor dengan vektor.

Sifat-sifat perkalian titik(dot product). Nilai C didefinisikan sebagai : C = A . Sifat-sifat perkalian silang (cross Product). 1. B. jika A dan B saling tegak lurus maka : A x B = A.B B.B x A 2. jika A dan B berlawanan arah maka : A • B = . jika A dan B searah : A • B = A.B 3. jika A dan B searah atau berlawanan arah : A x B = 0 dan arah C sama dengan gerak arah sekrup atau aturan tangan . dan C vektor.Perkalian silang (cross product) Perkalian silang (cross product) antara dua buah vektor A dan B akan menghasilkan C. jika A dan B saling tegak lurus maka : A • B = 0 4. bersifat anti komutatif : A x B = .A. bersifat komutatif : A • B = B • A 2. bersifat distributif : A • (B+C) = A • B + A • C 3.B 5. B sin A = | | = besar vektor A B = | | = besar vektor B = sudut antara vektor A dan B Arah vektor C dapat diperoleh dengan cara membuat putaran dari vektor A ke B melalui sudut kanan. didefinisikan sebagai berikut: A×B=C C B A A. 1.

B = (Ax i + Ay j + Az k) . vektor satuan pada sumbu x adalah i.i=j. vektor satuan pada sumbu y adalah j dan pada sumbu z adalah k. Nilai dari satuan vektorvektor tersebut besarnya adalah satu satuan. Jika digunakan sistem koordinat Cartesian (koordinat tegak) tiga dimensi. yaitu sumbu x dan sumbu y dan sumbu Z. i x k = .k=0 Sifat-sifat perkalian silang vektor satuan ixi=jxj=kxk=0 i x j = k.i Penulisan suatu vektor A dalam koordinat katesian bedasarkan komponenkomponennya adalah : A = Ax i + Ay j + Az k Dimana Ax .j + AxBz i. 1. Sifat-sifat perkalian titik vektor satuan i.k k x i = j. Perkalian titik. Vektor Satuan Vektor satuan adalah sebuah vektor yang didefinisikan sebagai satu satuan vektor.k=i.j j x k = i. A . ( Ax i + Ay j + Az k ) = AxBx i.k A .k + AzBx k. Y dan Z.k=1 i. Contoh perkalian titik dan perkalian silang dua buah vektor A dan B . B = AxBx + AyBy + AzBz .j=k.j=j.j + AyBz j. j x i = . Ay dan Az adalah komponen A arah sumbu X.i + AyBy j.E.k + AyBx j.i + AzBy k.i + AxBy i. k x j = .j + AzBz k.

2.AxBz j AyBx k + AyBz i + AzBx j . A x B = (Ax i + Ay j + Az k) x ( Ax i + Ay j + Az k ) = AxBx ixi + AxBy ixj + AxBz ixk + AyBx jxi + AyBy jxj + AyBzjxk + AzBx kxi + AzBy kxj + AzBz kxk = AxBy k .AzBy i A x B = (AyBz – AzBy) i – (AxBz – AzBx )j + (AxBy – AyBx)k Salah satu cara untuk menyelesaikan perkalian silang adalah dengan metode determinan : Untuk menentukan determinan matriks. Perkalian silang.dapat menggunakan metode Sarrus : Atau dengan cara mereduksi determinan matriks 3x3 menjadi determinan 2x2 : .

Peta Konsep Momentum Perkalian vektor Terdiri dari Diaplikasikan menggunakan BESARAN VEKTOR Contoh Gaya Kecepatan Perpindahan Poligon Segitiga Jajar genjang Uraian Penjumlahan dan pengurangan vektor Dengan metode Perkalian skalar dengan vektor Perkalian vektor dengan vektor Perkalian titik(dot product) Perkalian silang(cross product) Dengan metode Materi Aspek No. 1 2 Materi Kognitif Afektif Mengetahui sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan vektor Mengetahui sifat-sifat perkalian vektor Psikomotor Mengambar vektor dengan menggunakan sifet penjumlahan dan pengurangan vektor - Mengelola Vektor Menjelaskan metode-metode dalam penjumlahan dan pengurangan vektor Menjelaskan metode-metode dalam perkalian vektor V V 3 V .

3. . 2. 2. Pengoperasian aljabar. Vektor. 3. Trigonometri. Menjelaskan metode-metode dalam penjumlahan dan pengurangan vektor. Perkalian vektor. Mengelola Vektor.2 melakukan penjumlahan vektor. Konsep esensial 1.BESARAN DAN SATUAN Penjumlahan dan pengurangan vektor Vektor Perkalian vektor Skalar Standar kompetensi : 1. Konsep prasyarat 1. Penjumlahan dan pengurangan vektor. 2. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya. Menjelaskan metode-metode dalam perkalian vektor. Kompetensi dasar : 1. Indikator 1.