MAKALAH HUKUM INVESTASI INVESTASI OBLIGASI DAN REKSADANA

Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas Hukum Investasi Dosen pengampu : Bu Waspiah

Di susun oleh Yudha Setyo Nugroho 8111409009

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

Di Indonesia. di samping melakukan jual beli efek. Salah satu upaya bank konvensional dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara adalah berupa investasiinvestasi yang dilakukannya. mereka dapat meminta pendapat kepada lembaga penunjang pasar modal. pengalaman. yang mana yang akan dijual. Pasar modal di Indonesia. obligasi dan sertifikat PT. Danareksa. serta naluri bisnis untuk menganalisis efek atau surat berharga mana yang akan dibeli. dan efek mana yang tetap dipegang (hold). sementara ini mempunyai obyek investasi yang diperdagangkan berupa surat-surat berharga seperti saham. Bahkan posisinya amat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian. diperlukan pengetahuan yang cukup. untuk melakukan investasi di pasar modal selain diperlukan dana. seperti pedagang efek (dealer) atau perantara perdagangan efek (broker). B. Latar Belakang Selama berabad-abad lamanya kita mengenal bahwa Bank Umum atau Bank Konvensional telah memegang peranan yang amat penting dalam membantu dan mendorong kemajuan ekonomi suatu negara. Bagaimanakah bentuk dari investasi obligasi ? 3. Perumusan Masalah Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini. antara lain : 1. Sama halnya dengan investasi di bidang lain.BAB I PENDAHULUAN A. juga melakukan investasi yang baik dan akan menunjukkan efek-efek yang dapat dipilih untuk dibeli. Apakah yang dimaksud dengan investasi ? 2. Bagi calon investor yang tidak mempunyai keterampilan untuk melakukan hal itu. Bank telah memainkan peranan yang amat menentukan bagi pengaturan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat termasuk produksi dan perdagangan di semua sektor ekonomi. baik di pasar modal maupun di segala bentuk usaha yang dianggap berkompeten di bidangnya. sejak awal kemerdekaannya. Bagaimanakah bentuk dari investasi reksadana ? . Kedua lembaga ini.

Tingkat bunga Pilihan penempatan dana dalam investasi akan sangat banyak dipengaruhi oleh tingkat bunga yang menarik. Jika penerbit obligasi adalah pemerintah pusat atau BI maka obligasi itu “risk free”.BAB II PEMBAHASAN Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. terutama perpaduan antara aspek profitability dan safety (aspek keuntungan dan keamanan). Kualitas surat berharga (baik saham maupun obligasi) akan lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan keuangan (financial standing) dan tentu saja kepercayaan masyarakat seperti halnya terhadap BI. Namun resiko harus minimum. b. banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Aktiva riil adalah aktiva berwujud seperti emas. Sedangkan aktiva finansial adalah surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh suatu entitas. di saat seperti ini banyak Bank yang mencari saham atau obligasi yang mendekati jatuh tempo dan masih menawarkan bunga tinggi dengan harga (per value) yang relatif turun. barangbarang seni dan real estate. Banyak contoh yang terjadi. Pertimbangan ini dilakukan melalui analisa yang mendalam tentang beberapa hal. Safety and quality (keamanan dan kualitas)Credit standing dari penerbit saham dan obligasi akan sangat berperan disini. Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh individu atau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana. yaitu : investasi dalam bentuk aktiva riil (real assets) dan investasi dalam bentuk surat-surat berharga atau sekuritas (marketable securities atau financial assets). Investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama. intan. Faktor – factor pertimbngan investasi Sebelum Bank melaksanakan program investasi. perak. Faktor-faktor pertimbangan tersebut antara lain : a. .

d. risiko dan tujuan. Artinya bila suatu saat Bank sangat membutuhkan uang dan pimpinan Bank memutuskan untuk menjual sebagian atau seluruh surat berharga yang dimiliki. Pajak atas dividend memang salah satu bagian dari sistem pajak progresif yang terus-menerus dikembangkan di Indonesia. Obligasi adalah efek utang pendapatan tetap di mana penerbit (emiten) setuju untuk membayar sejumlah bunga tetap untuk jangka waktu tertentu dan akan membayar kembali jumlah pokoknya pada saat jatuh tempo. misalnya pembelian saham perusahaan industri. . pemodal harus mempertimbangkan return. baik dikaitkan dengan keamanan maupun dengan capital gain (keuntungan dari modal yang ditanam) atau dividend yang tinggi. Diversifikasi Pertimbangan terakhir adalah usaha dari Manager Bank untuk diversifikasi dari investasinya pada berbagai bidang. Maturity date (jangka waktu efek-efek) Pertimbangan terhadap jangka waktu dikaitkan dengan resiko yang mungkin timbul sehubungan dengan credit rating dari penerbit. pemodal diberi kesempatan untuk memilih di antara berbagai sekuritas tersebut. maka baik saham maupun obligasi akan mudah ditawarkan atau dibeli. Obligasi pada dasarnya merupakan surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit obligasi dari masyarakat pemodal. Perkembangan nilai efek-efek dalam pasar modal akan memberikan harapan yang cerah bagi penanaman dana Bank.c. Obligasi Di dalam pasar modal ada berbagai macam sekuritas. e. Sebelum membuat keputusan investasi. usaha perdagangan. Bila jangka waktu melebihi 10 tahun dan lembaga penerbit kurang bonafide. Tax (pajak) Bank akan cenderung untuk membeli surat-surat berharga jangka menengah – panjang yang pajaknya minimum. tentu resiko akan tinggi. g. Jadi. Marketability Adalah kemampuan efek-efek untuk dijual kembali. lembaga keuangan bukan bank atau pembelian saham/obligasi bank-bank lain yang beredar di pasar modal. Usaha diversifikasi ini dihubungkan dengan sistem konversi atas kemungkinan timbulnya kerugian pada sektor usaha yang satu yang akan ditutup oleh keuntungan pada sektor usaha lainnya. f. Expectation Harapan masa depan memegang peranan yang sangat penting dalam penilaian Bank.

lembaga pemeringkat efek dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT PEFINDO) yang bekerja sama dengan Standards & Poor’s. tetapi tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti risiko pasar. PEFINDO mengukur tingkat risiko wanprestasi (default) dari suatu emisi obligasi. . Beberapa ini adalah kelemahan obligasi : a) Tingkat bunga. Lembaga pemeringkat (rating agency) di dunia yang terbesar adalah Moody’s dan Standards & Poor’s. sesuai dengan penilaian rating agency.Suatu obligasi sebelum ditawarkan kepada masyarakat pemodal. terlebih dahulu diperingkat (rating) oleh lembaga pemeringkat (rating agency). dan sebaliknya. misalnya. Tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi mempunyai hubungan negatif. c) Investasi obligasi dapat pula melindungi resiko pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi. b) Pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima. apabila harga obligasi naik maka tingkat bunga akan turun. Proses pemeringkatan berguna untuk menilai kinerja perusahaan dari berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan keuangan perusahaan. Pemeringkatan suatu obligasi ini sangat berguna bagi para investor obligasi karena dengan adanya rating maka para investor tidak perlu lagi melakukan proses evaluasi terhadap kinerja suatu emiten obligasi. Karena obligasi merupakan surat utang sehingga rating sangat diperlukan untuk menilai apakah penerbit nantinya dapat membayar kembali seluruh utangnya atau tidak. b) Obligasi merupakan instrumen keuangan yang sangat konservatif. tergantung pada stabilitas suatu perekonomian negara. Di Indonesia. Kelemahan Obligasi Berbagai bentuk kelemahan obligasi sangat bervariasi. dalam arti tidak dipengaruhi harga pasar obligasi. sehingga menghasilkan yield yang cukup baik. sebab dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima pemegang obligasi. diantaranya : a) Tingkat bunga obligasi bersifat konsisten. PT. d) Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank dan untuk membeli instrumen aktiva lain. dengan resiko rendah. Manfaat Obligasi Obligasi memiliki beberapa manfaat.

Jadi. pada prinsipnya ketiga istilah tersebut adalah sama. Apabila perusahaan penerbit mempunyai masalah likuiditas dan tidak mampu melunasi kewajibannya ataupun mengalami kebangkrutan maka pemegang obligasi akan menderita kerugian. Apabila dalam kontrak perjanjian obligasi ada persyaratan penarikan obligasi. e) Resiko kecurangan. Kegiatan investasi reksadana dapat ditempatkan pada berbagai instrumen efek. d) Resiko penarikan. karena reksadana saat ini sedang didukung oleh pemerintah untuk diperkenalkan ke masyarakat luas. unit trust dan reksadana. Kelebihan inilah yang membuatnya mempunyai rate of return yang tinggi (khusus reksadana terbuka). Reksadana Mutual fund. pemerintah membebaskan biaya pajak bagi reksadana yang menanamkan modalnya di obligasi. hanya sumbernya berlainan. baik di pasar uang maupun di pasar modal. Definisi reksadana menurut UUPM No. 8/1995 adalah : “Reksadana (mutual fund) adalah institusi jasa keuangan yang menerima uang dari para pemodal yang kemudian menginvestasikan dana tersebut dalam portofolio yang terdiversifikasi pada efek/sekuritas”. mutual fund berasal dari istilah Amerika Serikat. unit trust berasal dari istilah Inggris. Hal ini dikarenakan pergerakan harga obligasi. Misalnya. Karenanya. Berinvestasi di reksadana juga terjamin karena pemerintah melalui Bank Kustodian melindungi dana masyarakat yang berhasil dihimpun dalam reksadana Jenis-jenis Reksadana Berdasarkan bentuk hukumnya di Indonesia reksadana dapat dibagi atas dua bentuk yaitu : a) Reksadana berbentuk Perseroan b) Reksadana Kontrak Investasi Kolektif . perusahaan dapat menarik obligasi sebelum jatuh tempo dengan membayar sejumlah premi. Reksadana menjadi pilihan investasi yang sangat menarik. sedangkan reksadana lahir di Indonesia (tahun 1996).c) Tingkat likuiditas obligasi rendah. reksadana merupakan suatu wadah investasi secara kolektif untuk ditempatkan dalam portofolio efek berdasarkan kebijakan investasi yang ditetapkan oleh institusi jasa keuangan. khususnya apabila harga obligasi menurun.

Dengan kata lain. investasi mereka diurus oleh pengelolaan reksadana (manajer investasi). Biaya transaksi akan menjadi rendah dibandingkan apabila investor individu melakukan transaksi sendiri pada suatu bursa. maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi. Harga reksadana tidak begitu tergantung dengan harga saham di bursa. Beberapa keuntungan lain yang didapat dari investasi reksadana adalah sebagai berikut : 1. Biaya rendah. Diversifikasi portofolio suatu reksadana akan mengurangi risiko karena kekayaan reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. . 6. 2. Reksadana terbuka wajib membeli kembali saham/unit penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid. 4. untuk menjaga agar investasi pemodal senantiasa menguntungkan. Likuiditas terjamin. Karena reksadana merupakan kumpulan dari banyak pemodal dan dikelola secara profesional. 5. Mendapat dividen dan bunga. Distribusi laba kapital (capital gain distribution). Merupakan keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang reksadana untuk tiap lembar saham reksadana yang dimiliki. misalnya pasar uang. Diversifikasi investasi dan penyebaran risiko. 3. Pemodal dapat mencairkan kembali saham atau unit penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. risikonya tidak sebesar risiko bila seseorang membeli dua jenis saham atau efek secara individual. Investasi pada saham kemungkinan memberikan pendapatan berupa dividen. sedangkan bunga hasil investasi seperti deposito dan obligasi. Para pemodal/pemegang reksadana tanpa harus memonitor aktivitas perdagangan saham.Manfaat Reksadana Reksadana memberikan keuntungan bagi investor. Apabila harga saham di bursa mengalami penurunan secara umum maka pengelola dana (manajer investasi) akan mengalihkan ke instrumen investasi lain.

Perlindungan terhadap aset reksadana dari risiko pencurian. Hai tersebut jelas akan mempengaruhi harga efek yang termasuk dalam portofolio reksadana. Risiko Likuiditas. Nilai aset perusahaan tidak bisa ditetapkan secara tepat sehingga NAV dari suatu saham reksadana tidak bisa dihitung dengan akurat. Berkurangnya nilai unit penyertaan. Pengelolaan portofolio yang profesional. tidak memiliki wujud fisik sekalipun pemilikan bisa dibuktikan oleh surat-surat berharga yang disimpan pada kustodian. Semakin tinggi return yang diharapkan semakin tinggi pula risikonya. Risiko yang terkandung dalam setiap tipe reksadana besarnya berbeda-beda. 3. reksadana disamping mempunyai beberapa keuntungan juga mempunyai beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Hak yang bersifat intangible. Perubahan kebijakan di bidang politik dan ekonomi dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. 4. Peran manajer investasi sangat penting mengingat pemodal individual pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu. 5. tidak terkecuali perusahaan yang telah listing di bursa efek. penyalahgunaan adalah sangat penting. 2. Risiko Politik dan Ekonomi.7. Pengelolaan portofolio suatu reksadana dilaksanakan oleh manajer investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. kehilangan. Aset perusahaan reksadana sebagian besar adalah sekuritas yang terdiri dari hak dan klaim hukum terhadap perusahaan yang menerbitkan. . Penjualan kembali (redemption) sebagian besar unit penyertaan oleh pemilik kepada manajer investasi secara bersamaan dapat menyulitkan manajer investasi dalam menyediakan uang tunai bagi pembayaran tersebut. Aset perusahaan tidak dilindungi. Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek yang menjadi bagian portofolio reksadana yang mengakibatkan menurunnya nilai unit penyertaan. Risiko tersebut antara lain : 1. Risiko yang terkandung dalam reksadana perlu mendapat pertimbangan para pemodal. Resiko Reksadana Seperti halnya pada investasi lainnya. sehingga mungkin tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisis harga efek serta mengakses informasi di pasar modal.

bukan untuk kepentingan pemegang saham tertentu/kelompok. Perusahaan reksadana dikelola menurut kepentingan dari pemegang saham tertentu/kelompok. Kejujuran dalam pengelolaan perusahaan reksadana. Manajemen perusahaan melibatkan orang-orang yang tidak jujur. terutama kejujuran dalam hal informasi yang diberikan perusahaan investasi kepada masyarakat. . 7. Tujuan utama didirikannya perusahaan reksadana adalah untuk kepentingan para pemodal reksadana.6. Para calon pemodal reksadana harus diberikan informasi yang sejujurnya tentang kebijakan-kebijakan dan risiko-risiko investasi reksadana. Dalam rangka menghilangkan adanya risiko tersebut maka dibuat peraturan reksadana untuk memberikan sepenuhnya kepada para investor.

Reksadana dapat diartikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Jika dilihat dari sifatnya reksadana dibagi menjadi dua yaitu : (1) reksadana terbuka dan (2) reksadana tertutup. di mana manajer investasi diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. Hal itu bisa dihubungkan dengan kematangan hasil (yield to maturity) atau holding periode. Hal tersebut merupakan tantangan bagi pemodal. Untuk melakukan investasi yang baik dalam obligasi. para pemodal harus melakukan seleksi portofolio secara optimal dengan melakukan analisis obligasi. bisa dikatakan bahwa obligasi mempunyai risiko yang relatif rendah. dan persyaratan perlindungan. Dilihat dari bentuknya reksadana dapat dibagi menjadi dua yaitu : (1) reksadana berbentuk perseroan dan (2) reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. selanjutnya dana dari penjualan saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun pasar uang. Reksadana terbuka yaitu reksadana yang menawarkan dan membeli kembali saham-sahamnya dari pemodal sampai sejumlah modal yang telah dikeluarkan. Meskipun demikian. pemodal perlu memahami sifat-sifat atau karakteristik obligasi. manajer. oleh karena itu harus dipahami bab sebelumnya untuk dapat menganalisis obligasi dengan baik. dan pemerintah. Apakah hal tersebut benar atau tidak. Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif merupakan kontrak antara manajer investasi dengan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan. Apabila pemilik hendak menjual sahamnya dilaksanakan melalui bursa efek setempat. selain tingkat bunga dan nilai nominal obligasi. Reksadana berbentuk perseroan. perusahaan penerbit reksadana menghimpun dana dengan menjual saham. misalnya pajak. Dibandingkan dengan saham. Akan tetapi. ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi return obligasi. tergantung kepada stabilitas sistem perekonomian negara.BAB III PENUTUP a) Kesimpulan Obligasi merupakan salah satu alternatif bagi pemodal untuk menanam modalnya dalam pasar modal. Reksadana tertutup adalah reksadana yang tidak dapat membeli kembali sahamnya kepada manajer investasi. .

Sehingga mereka terlindungi dalam pekerjaannya. Indonesia harus bisa membenahi terlebih dahulu sistem politik dan hukum agar para investor akan lebih banyak yang tertarik untuk menginvestasi di Indonesia.b) Saran 1. 2. 4. Memperbaiki infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bagi para investor maupun para pekerjanya. Perusahaan memberikan asuransi jiwa pada para pekerjanya. Tidak mempersulit para investor dengan peraturan – peraturan yang menyebabkan mereka tidak mau berinvestasi. 3. 6. Jangan selalu menjadi pekerjanya saja tapi cobalah untuk menjadi seseorang yang mengendalikan para pekerja dari luar. . 5. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya dengan memberikan pelatihan – pelatihan tentang industrilialisasi.