Consumer Behavior and Pricing Strategy

ISU-ISU KONSEPTUAL DALAM PENETAPAN HARGA Harga biasanya didefinisikan sebagai apa yang diserahkan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa. Namun, sebenarnya pndangan konseptual tentang harga yang lebih dari sekedar jumlah dolar atau beban keuangan bagi konsumen.

Peran Penting Harga Dalam Pertukaran Pemasaran

Uang Adalah sejumlah dolar yang harus dibayar konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa- jumlah dolar yang harus dibayar seorang konsumen untuk membeli suatu produk Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 1

karena sebagian besar konsumen berbelanja pada toko mereka paling tidak untuk sekali-kali. proses pelaksanaannya pun dapat sangat membebani. terlebih jika beberapa barang saja yang dibeli. Ada banyak mini market yang meraup untung banyak. selebaran. menemukan ruang Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 2 . dalam kemasan 3. tergantung pada tingkat pendapatan dan variabel-variable lainnya. Rabat: pengiriman tanda pembelian untuk mendapatkan uang tunai atau barang belanjaan 4.atau jasa. Terkadang proses pencarian informasi produk dan pembelian produk adalah suatu pengalaman yang menyenangkan ketimbang menjadi suatu beban biaya bagi konsumen. Namun demikian. Instalasi atau servis gratis untuk jangka waktu tertentu 6. dapat menjadi biaya yang cukup besar bagi konsumen. sama seperti halnya waktu yang diluangkan di dalam toko. kita tidak boleh memperlakukan waktu semata-mata sebagai biaya dari berbelanja. Tawaran khusus: Beli satu dapat satu gratis 2. Kupon: Kupon toko atau produsen dalam majalah. Aktifitas Kognitif Memikirkan dan memutuskan apa yang akan dibeli dapat menjadi suatu pekerjaan yang berat. Jelas terlihat bahwa konsumen tersebut membuat pertimbangan untuk lebih baik membayar dengan harga lebih tinggi sehingga mereka dapat menghemat waktu. Mengurangi atau meniadakan beban bunga untuk jangka waktu tertentu : “90 hari sama dengan membayar tunai” 7. Sebagian konsumen merasakan betapa sulitnya memilih dan tidak ingin membuat keputusan pembelian (atau jenis keputusan lainnya). Menambah jumlah untuk harga yang sama: ekstra 2 ons kopi gratis 5. Beberapa taktik yang digunakan pemasar untuk menurunkan harga jangka pendek: 1. Bagi sebagian orang. Penjualan spesial: “diskon 25% untuk semua barang yang bertanda merah” Waktu Waktu yang dibutuhkan suatu produk atau jasa dan untuk berkeliling untuk membelinya. Hal tersebut menyimpulkan bahwa jumlah dolar yang sama dapat dipandang berbeda oleh individu dan segmen yang berbeda. Sebagian besar konsumen memahami dengan baik bahwa mini market biasanya menetapkan harga yang lebih tinggi ketimbang supermarket. Semua upaya kognitif yang dibutuhkan pada saat membandingkan alternatif pembelian.

Sebagian mall telah memulai program jalan-jalan pagi di mall untuk para lanjut usia. Mereka dapat menyewa produk serta menikmati manfaatnya namun mengabaikan kepemilikan dan seringkali mengurangi beberapa biaya laian seperti pemeliharaan 3. konsumen dapat secara langsung meniadakan beberapa proses pengambilan keputusan dalam suatu kelas produk. Mereka dapat membeli produk dan menikmati manfaatnya walaupun dengan keharusan mengeluarkan biaya seperti biaya sediaan dan pemeliharaan 2. konsumen dapat meniadakan biaya perakitan sepeda atau mainan anak dengan cara merakitnya sendiri di rumah. Misalnya berjalan di mall dan toko adalah kegiatan olahraga yang baik dan kadang kala dilakukan sebagai sarana untuk bersantai. Penerapan heuristik atau pola pengambilan keputusan sederhana dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang cukup besar. Program ini dapat menciptakan citra positif bagi mall tersebut dan menarik pembeli potensial untuk datang. Mereka dapat merekrut seseorang untuk melakukan apapun bentuk jasa yang seharusnya dilakukan oleh produk dan mengabaikan kepemilikan serta biayabiaya pasca pembelian Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 3 . upaya perilaku juga dapat menjadi manfaat ketimbang biaya. Dengan berulang-ulang membeli merk yang sama.parkir. Dalam pembelian ada beberapa pilihan yang dapat diambil konsumen: 1. dan kemauan mereka untuk saling tukar antara berbagai jenis biaya yang harus dikeluarkan. sehingga dengan demikian dapat menurunkan harga beli dan menghemat uang. Upaya Perilaku Sama halnya dengan waktu dan aktifitas kognitif. dan memperhatikan iklan yang menciptakan kegelisahan dapat menjadi sebuah pengalaman emosional yang kurang menyenangkan. aktifitas kognitif yang dilibatkan dalam pembelian dapat menjadi biaya yang sangat penting. konsumen akan melakukan sebagian dari proses produksi untuk mendapatkan penawaran yang lebih rendah misalnya. menunggu antrian yang panjang di kasir. Biaya yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan seringkali menjadi tujuan yang paling mudah dikurangi atau ditiadakn oleh konsumen. berbelanja di mall dan toko yang padat. Mungkin aspek yang paling menarik dari upaya perilaku adalah kemauan konsumen untuk mengurangi beberapa biaya pemasaran sehingga dpat mengurangi jumlah dolar yang mereka belanjakan. Pada kasus-kasus tertentu. Oleh karena itu.

Sedangkan informasi tentang harga seringkali menjadi perhatian dan dipahami. tidak banyak pengalaman inderawi yang dikaitkan dengan variabel harga. Untuk beberapa pembelian tertentu. dan elemen mana yang dianggap paling tidak penting untuk suatu pembelian tertentu. Dalam pemrosesan informasi harga secara kognitif. Satu pendekatan untuk memahami persepsi harga adalah pemrosesan informasi. tampaknya bahwa apapun yang dibeli harus memberikan value total yang lebih besar bagi konsumen ketimbang hanya sekedar penjumlahan biaya-biaya yang dikeluarkan. kesemua biaya dan upaya tawar menawar di atas mungkin tetap dipertimbangkan oleh konsumen. konsumen dapat melakukan beberapa macam perbandingan harga antara merk-merk yang ada dan mempertimbangkan tawar menawar dari berbagai macam biaya yang harus dikeluarkan dan nilai yang diperoleh. konsumen dapat membuat perbandingan antara harga yang ditetapkan dengan sebuah harga atau rentang harga yang telah terbentuk dalam benak konsumen untuk produk tersebut yang digunakan untuk melakukan perbandingan (harga referensi internal). Afeksi dan Kognisi Harga Seperti yang telah disinggung. Mereka dapat membeli produk dan merekrut seseorang untuk menggunakan dan memeliharanya bagi mereka. Persepsi dan Sikap harga Persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi harga dipahami seluruhnya oleh konsumen dan memberikan makna yang dalam bagi mereka. Namun demikian. terlepas dari tawar menawar biaya mana yang dilakukan. Nilai Pembelian dapat dipandang dari sudut elemen yang dianggap sebagai biaya atau suatu manfaat.4. Referensi harga internal mungkin merupakan harga yang dianggap konsumen sebagai harga yang pantas. dan makna yang dihasilkan dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Pada sebagian pembelian. harga Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 4 . hal terpenting pandangan terhadap harga karena dapat memberikan implikasi langsung pada desain strategi pemasaran. dan elemen yang mana yang dianggap paling penting untuk suatu pembelian atau suatu manfaat. Namun demikian.

referensi harga internal mungkin akan menghambat pembelian karena harga yang ditetapkan dianggap terlalu tinggi. Misalnya konsumen berpikir bahwa 50 sen adalah harga yang paling tepat untuk sebuah permen coklat. Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 5 . Pada akhirnya. harga yang ditetapkan mungkin hanya berdampak sedikit atau tidak berdampak sama sekali pada afeksi dan kognisi atau perilaku konsumen.yang selama ini memang diterapkan untuk suatu produk. serta biaya-biaya konsumen lainnya. Ketika sebuah mesin penjual menawarkan permen coklat seharga 75 sen. Untuk produk dan situasi pembelian yang tingkat keterlibatannya endah. dan selama harga masih masuk ke dalam rentang tersebut. Harga yang ditetapkan suatu merk tertentu dapat dianggap sebagai suatu ciri dari produk. ciri-ciri lain dari merk yang diamati dan dari merkmerk lainnya. akan terbentuk sebuah sikap terhadap berbagai alternatif merk yang ada. harga mungkin tidak akan dianggap sebagai kriteria pembelian. Pada dasarnya referensi harga internal bertindak sebagai penuntun dalam mengevaluasi apakah harga yang ditetapkan dapat diterima konsumen atau tidak. Untuk beberapa macam produk tertentu. Pengetahuan ini kemudian akan dibandingkan dengan hraga dari merk lain dalam satu kelas produk yang sama. konsumen dapat memiliki rentang harga implisit.

kontak produk. Saluran distribusi memiliki dampak yang sangat penting pada afeksi. mall. dan melakukan transaksi. kognisi. 2. Nilai guna kepemilikan (possession utility)  saluran distribusi memfasilitasi pemindahan kepemilikan barang kepada konsumen. seperti kontak toko. dan perilaku konsumen. Electronic Commerce. 3. dan kepemilikan bagi konsumen. Nlai guna waktu (time utility)  saluran distribusi memungkinkan barang dan jasa dibuat tersedia ketika konsumen ingin membelinya. waktu. Nilai guna bentuk (form utility)  saluran distribusi mengubah bahan baku menjadi barang dan jasa jadi dalam bentuk yang diinginkan oleh konsumen untuk dibeli.Consumer Behavior. dan lingkungan disekitar yang mempengaruhi apa yang dipikirkan dan dirasakan konsumen serta perilaku apa yang mereka lakukan. Tindakan konsumen pada tingkat eceran akan menentukan keberhasilan atau kegagalan strategi pemasaran serta pemilihan strategi yang akan digunakan di masa datang oleh marketer. and Channel Strategy Keberadaan saluran distribusi dianggap penting sebagai penyedia nilai guna bentuk. tempat. 4. pusat perbelanjaan. 1. Nilai guna tempat (place utility)  barang dan jasa dibuat tersedia dimana konsumen ingin membelinya. Affect and Cognition Channel strategy Store behavior Store environment Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 6 . Dari segi penempatan lokasi toko.

c) Ciri-ciri yang sama yang ada pada pesaing juga dipelajari untuk membandingkan kekuatan dan kelemahan citra suatu toko. promosi. cenderung tidak menetap. Tujuannya agar dapat mengembangkan citra yang lebih baik. fashion. b) Mengumpulkan pendapat tentang persepsi dan sikap konsumen terhadap dimensi tertentu suatu toko.Store-Related Affect and Cognition Terdapat dua variable utama pada tingkat eceran yaitu : 1. termasuk persepsi dan sikap yang didasarkan pada sensasi dari rangsangan yang berkaitan dengan toko. layanan yang diberikan. dan suasana toko. fasilitas fisik. pilihan yang ada. dan harga. Citra Toko (store image) Merupakan sebagai apa yang dipikirkan konsumen tentang suatu toko. Model dari dampak suasana toko Emotional states Environmental stimuli Pleasure Arousal Dominance Approach or avoidance or responses Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 7 . seperti dalam barang dagangan dapat dipelajari dalam hal kualitas. kenyamanan. seperti barang dagangan. 2. dan mempengaruhi perilaku dalam toko tanpa disadari oleh konsumen. Suasana Toko (store atmosphere) Merupakan melibatkan afeksi dalam bentuk status emosi dalam toko yang mungkin tidak disadari sepenuhnya oleh konsumen ketika sedang berbelanja. Status emosi tersebut sangat sulit dinyatakan konsumen. jumlah pelanggan. Mengukur citra toko biasanya dapat dilakukan dengan : a) Menanyakan konsumen seberapa baik dan penting berbagai aspek dari operasional suatu toko eceran bagi mereka. garansi. Tujuan utama yang ingin dicapai para pengecer yaitu untuk mengembangkan suatu citra toko yang konsisten dengan beradaptasi pada perubahan pasar.

Hal ini terbukti tidak berdampak terlalu banyak pada perilaku konsumen. Rangsangan lingkungan mempengaruhi status emosi konsumen. Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 8 . b) Bergairah (arousal)  mengacu pada sejauh mana konsumen merasa meluapluap. yang mana pada gilirannya akan mempengaruhi perilaku mendekati atau menjauhi konsumen. Keinginan untuk membelanjakan lebih banyak lagi uang dari apa yang telah direncanakan sebelumnya 5. suka cita. termasuk perilaku berbelanja. Kegembiraan berbelanja di dalam toko 2. dikaitkan dengan pencarian dan eksposur dalam toko pada suatu penawaran yang lebar atau sempit. Kegairahan atau perasaan meluap-luap dan kewaspadaan yang bersumber dari toko. dikaitkan pada interaksi dengan tenaga penjual serta karyawan. atau aktif di dalam toko. Rasa senang dan bergairah mempengaruhi status konsumen dalam : 1. Penghindaran dan pendekatan kinerja dan kepuasan. waspada. Penghindaran dan pendekatan fisik. atau puas di dalam toko. Kecenderungan untuk kembali ke toko tersebut Terdapat empat jenis perilaku mendekat atau menjauh berkaitan dengan toko eceran : 1. Afeksi sederhana atau kegembiraan yang bersumber dari toko adalah penentu yang sangat kuat dari perilaku pendekatanpenghindaran di dalam toko. Waktu yang digunakan untuk melihat-lihat dan mendalami apa yang ditawarkan sebuah toko 3. Misalnya pencahayaan yang terang dan music yang mengalun. 2. c) Menguasai (dominance)  mengacu pada sejauh mana konsumen merasa dikontrol atau bebas berbuat sesuatu dalam toko. yang dikaitkan dengan keinginan menjadi pelanggan toko pada tingkat mendasar. Hubungan antara ketiga status emosi : a) Senang (pleasure)  mengacu pada sejauh mana konsumen merasa senang. 4. Penghindaran dan pendekatan eksploratori. dikaitkan dengan frekuensi berbelanja ulang dan perkuatan jumlah waktu dan uang yang dibelanjakan di dalam toko. dapat meningkatkan lamanya waktu yang diluangkan di dalam toko serta keinginan untuk berinteraksi dengan pramuniaga. Keinginan untuk berbicara dengan pramuniaga 4. Penghindaran dan pendekatan komunikasi. 3.

Taktik yang dapat digunakan untuk mengembangkan loyalitas toko yaitu dapat direalisasikan dengan proses pembayaran yang cepat. dan perilaku yang berkaitan dengan toko dari konsumen sangat penting demi keberhasilan pemasaran. dan dapat menarik sejumlah besar konsumen. 2. bergerak ke. Lokasi toko (store location)  aspek penting dalam strategi saluran distribusi. Empat pendekatan umum untuk menentukan lokasi toko : Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 9 . Analisis terhadap lingkungan toko dan afeksi. dan penempatan peta. Taktik yang dapat digunakan seperti mengadakan karnaval di pelataran parkir. atau barang-barang dagangan yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing. dengan kejadian ini cukup dapat merangsang dan dengan kuat mempengaruhi kemungkinan konsumen kembali lagi ke toko yang sama. Store Environment Menyajikan tiga bidang keputusan utama dalam pendesainan lingkungan toko yang efektif : 1. dan cukup kuat untuk mengubah pola berbelanja dan pembelian konsumen. Lokasi yang baik menjamin tersedianya akses yang cepat. suasana toko yang menyenangkan dan menggairahkan. Keputusan pemilihan lokasi toko juga mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam hal keuangan. dan masuk ke suatu toko. Bisa juga seperti kupon toko. Keterlihatan toko dan jaraknya dari konsumen adalah variable yang digunakan untuk memilih lokasi yang dapat meningkatkan kontak toko. kognisi. khususnya prasarana toko yang dapat melakukan perkuatan. Kontak Toko (store contact) Merupakan upaya konsumen untuk mencari. Loyalitas Toko (store loyalty) Merupakan keinginan dan perilaku berbelanja kembali pelanggan yang sangat dipengaruhi oleh penataan lingkungan. Misalnya dengan penawaran khusus yang tidak diiklankan. dan iklan setempat.Store-Related Behavior Jenis perilaku dasar dalam lingkungan pengecer : 1. melakukan pertunjukkan di departemen store. diskon.

Kinerja pengecer telah beberapa kali diteliti sebagai suatu fungsi dari lokasi toko. dan jalur mana dalam toko yang akan dilalui oleh konsumen. Daftar check biasanya berisikan informasi tentang komposisi demografis da sosioekonomis. Tata Letak Toko (store layout) Tata letak mempengaruhi faktor-faktor seperti berapa lama dengan konsumen. Beberapa survey selanjutnya digunakan untuk mengamati kekuatan dari toko analog tersebut dalam menarik konsumen dari zona wilayah yang jaraknya berbeda-beda. c) Model regresi (regression models)  Untuk meneliti faktor-fakor yang mempengaruhi kemampulabaan outlet eceran di suatu lokasi tertentu. Jenis dan variasi dari tata letak toko : Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 10 . ciri-ciri toko. Misalnya promosi dan iklan setempat. dan ketertampakan. harga. Biasanya dilakukan dengan menyeleksi secara serempak beberapa lokasi dan perkiraan besar permintaan dari masing-masing lokasi yang diuji untuk mengoptimalkan beberapa criteria tertentu. Misalnya jumlah kendaraan yang lalu lalang. Kinerja outlet eceran ternyata dipengaruhi oleh ukuran populasi dan ciri-ciri sosioekonomi konsumen di wilayah pasar suatu toko. Metode ini merupakan suatu evaluasi dari berbagai faktor yang cenderung mempengaruhi penjualan dan biaya yang dikeluarkan di suatu tempat tertentu. fasilitas parker. b) Pendekatan analogi (analog approach)  Langkah pertama yaitu mengidentifikasikan sebuah toko yang telah ada yang mirip dengan apa yang sedang direncanakan.a) Metode daftar check (checklist method)  Berupaya mengevaluasi nilai relative dari satu lokasi ke lokasi potensial lainnya dalam wilayah yang sama. dan pola pengeluaran konsumen dari konsumen di wilayah yang diteliti. cirri-ciri pasar. 2. dan persaingan. kemudahan masuk dan keluar. tingkat konsumsi. d) Model aloksi lokasi (location allocation models)  Digunakan untuk mengetahui keseluruhan pasar atau wilayah perdagangan. Dengan kemampuan toko analog tersebut digunakan untuk memperkirakan wilayah dagang dan penjualan yang dapat diharapkan dari berbagai lokasi alternatif yang dipilih.

Tata letak jejaring (grid layout). Tata letak jejaring biasanya ditemukan di lantai utama pertokoan multilantai. toko khusus. biasanya digunakan dalam toko khusus. Manfaat dan Kerugian Tata Letak Jejaring dan Aliran Bebas Manfaat Jejaring Biaya rendah Akrab dengan konsumen Eksposur pada barang dagangan Mudah membersihkan Pengamanan yang sederhana Kemungkinan untuk ber-swalayan Aliran Bebas Memungkinkan memilih-milih dan Mendorong berkeliling dengan bebas Meningkatkan pembelian impuls Daya tarik visual Kefleksibelan Consumer Behavior Chapter 18-19 berputar-putar Mengakibatkan kebingungan Pemborosan ruang Biaya Page 11 konsumen untuk Datar dan tidak menarik Terbatas untuk memilih-milih Merangsang tergesa-gesa Terbatasnya pendekorasian kreativitas dalam perilaku berbelanja Kerugian .1. butik. Disamping itu juga bermanfaat dalam membantu para pramuniaga mengarahkan para konsumen ke berbagai jenis barang dagangan. dan konsumen dapat melakukan kontak pandangan dengan semua bagian dari berbagai titik lokasi dalam toko. tata letak didisain untuk meningkatkan jumlah produk yang berkontak pandang dengan konsumen sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian. Barang dagangan dipisahkan berdasarkan perlengkapan tetap dan tanda-tanda yang ada dalam toko. Tata letak aliran bebas (free-form layout). Umumnya digunakan di berbagai toko bahan pangan. 2. dan toko-toko perhiasan. Bagi sebuah supermarket. Rancangan ini sangat tepat untuk membentuk suasana pembelian yang santai dan pembelian impuls. Tata letak sangat efektif dalam meningkatkan jumlah barang yang dibeli. Semua gerai dan perlengkapan ditata seefisien mungkin agar dapat memperlancar dan mempermudah kontak konsumen terhadap beberapa produk. dan pedagang missal.

baik tanda petunjuk khusus maupun tanda petunjuk manfaat akan meningkatkan penjualan. suhu. 2. kognisi. bau.Sulit membersihkan Contoh gambar store environment 3. sementara harga diskon. dan barang dagangan. dan perilaku konsumen : 1. Tanda petunjuk itu dapat berupa jenis pesan (harga atau pertanyaan manfaat suatu produk) dan dampak dari harga biasa versus harga diskon yang dicantumkan. Tanda petunjuk dan informasi harga Tanda petunjuk bermanfaat dalam mengarahkan konsumen pada barang dagangan tertentu dan untuk menyajikan manfaat produk serta informasi harga. tanda petunjuk manfaat harus menjadi satu-satunya jenis tanda petunjuk yang digunakan. warna. Empat hal dampak dari rangsangan dalam toko terhadap afeksi. suara. tanda-tanda. pencahayaan. Rangsangan dalam toko (in-store stimuli) Toko memiliki beberapa rangsangan yang mempengaruhi konsumen yaitu karakteristik dari konsumen lain yang datang serta para pramuniaga. luas rak dan display barang. Berdasarkan hasil penelitian. Tanda petunjuk mempengaruhi kognisi konsumen (konsumen sebenarnya memproses berbagai informasi dari tanda petunjuk) dan perilaku konsumen (penjualan meningkat dengan penggunaan jenis tanda petunjuk tertentu). Studi menemukan bahwa dampat dari rangsangan dalam toko berbeda-beda. Warna Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 12 . hal ini disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan metodologi yang digunakan.

dan electronic exchanges. Tingkat kecepatan lalu lalang paling lambat terjadi ketika diberikan musik dengan tempo lambat. dan perilaku konsumen. 5. direct sales purchases. Warna dapat memiliki kekuatan untuk mengarahkan konsumen di samping potensi penciptaan-citra. lebih dari 90% pembelian dilakukan melalu toko-toko. 4. catalogs dan vending mechine merupakan cara yang paling banyak dilakukan oleh konsumen. vending machines. Nonstore Consumer Behavior Seperti yang telah diketahui. Musik yang dipilih harus sesuai dengan tujuan perusahaan dan situasi khas pasar. Tingkat kecepatan lalu lalang dalam toko sangat mempengaruhi perilaku konsumen. Meski begitu.Memiliki berbagai dampak fisik maupun psikologis pada manusia maupun binatang. Diantaranya adalah dengan catalogs dan direct mail. Scent Dapat mempengaruhi afeksi. Ruang rak dan display Ruang rak yang besar dan display dalam toko dapat meningkatkan penjualan. Namun begitu. metode lain seperti electronic exchanges diekspektasikan akan tumbuh dengan cepat di masa depan. kognisi. TV home shopping. Musik Musik yang dilantunkan sebagai latar belakang sementara kegiatan lain sedang dilakukan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku. dan lainnya yang dimana dapat menarik konsumen untuk melakukan kontak dan membeli produk. bunga. Scent dapat mewakili store environment yang dapat mempengaruhi evaluasi toko dan produk dan kebutuhan belanja. kopi. coklat. seperti membeli di internet. begitu sebaliknya. Untuk pembelian nonstore ini. Dengan begitu mendukung ide bahwa penyajian barang dagangan dalam toko memiliki dampak penting bagi perilaku konsumen. misalnya parfum. Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 13 . Hal itu terbukti dalam studi kasus yang dimana penjualan dengan menggunakan display khusus secara konsisten melebihi penjualan yang menggunakan ruang rak diperluas. 3. ada beberapa cara lain dalam melakukan pembelian.

Penjualan dengan vending machine mengalami penurunan di beberapa tahun belakangan. Katalog dan direct mail tumbuh pesat di kalangan konsumen karena tidak menyita banyak waktu. maka pembeli harus mengirimkannya kembali dan seringnya menggunakan biaya sendiri. Tidak semua vending machine menerima uang receh. affect dan behaviors yang berbeda-beda. Meskipun katalog dapan menggambarkan produk namun konsumen tidak dapat merasakan langsung produk yang ingin dibeli. yang tentunya akan menambah pengeluaran biaya. ada beberapa kelemahan. Untuk menikmati proses pembelian dari rumah ini. 2. makanan dan permen. 4.Kita menyebutkan metode-metode yang digunakan konsumen untuk berbelanja dan membeli sesuatu dari store atau alternative nonstore sebagai consumer purchase mode. Namun begitu. Pilihan yang dilakukan oleh tiap konsumen dalam pemilihan metode-metode pembelian tersebut dipengaruhi oleh banyak factor. Keuntungan dari vending machine adalah pengoperasiannya yang 24 jam. Meskipun konsumen dapat menyimpan waktunya dengan melihat-lihat melalu catalog namun mereka harus menunggu untuk pengiriman barang. Bisa berasal dari lingkungan. Catalog and Direct Mail Purchases Banyak konsumen yang familiar dengan katalog dan email-email langsung lainnya serta brosur yang dikirimkan ke rumah mereka. 3. Bila barang yang dibeli tidak sesuai/kurang memuaskan. tapi bisa menggunakan kartu kredit atau kartu yang lainnya. Harga produknya lebih mahal dibandingkan dengan produk-produk yang ada di toko dan pembeli harus membayar ongkos pengiriman. Beberapa perusahaan yang menggunakan katalog sudah mencoba untuk memperkecil masalah dengan menyiapkan represntatif untuk mengambil kembali barangbarang tersebut. Namun harga-harga yang ada di vending machine lebih mahal dibandingkan yang ada di toko. banyak konsumen suka melakukan browsing melalui katalog untuk melihat barang-barang unik. Vending Machine Purchases Vending Machine biasanya menjual minuman panas/hangat dan dingin. yaitu : 1. Selain itu bila vending machine Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 14 . cognitive.

Konsumen terkadang merasa tertekan oleh salespeople terlalu bersemangat sehingga konsumen membeli produk mereka tidak benar-benar membutuhkan. Model ini mengijinkan konsumen untuk membeli melalui telpon dari rumah mereka serta dapat menawarkan dan mendemostrasikan produk. bila tidak maka konsumen tidak tahu produk apa yang sedang ditawarkan. Keuntungan yang dapat diraih dari model ini adalah konsumen mendapatkan informasi yang lebih lengkap karena adanya salespeople yang dapat menjelaskan secara langsung tentang produk tersebut. Produk-produk yang biasanya dibeli adalah produk-produk seperti kosmetik. parfum. dan lain-lain. maka konsumen tidak dapat mengembalikannya atau mengambil uangnya kembali. ada beberapa kelemahan. harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan di toko-toko. namun tetap akan lebih baik bila konsumen merasakan langsung produk tersebut. aksesoris dekorasi. perhiasan. Konsumen harus membayar lebih untuk pengiriman barang dan bila terjadi masalah ketidakpuasan seperti pada model catalog. Television Home Shopping Television home shopping termasuk channel tv kabel yang diperuntukkan untuk shopping. Direct Sales Purchases Pembelian yang dilakukan oleh konsumen dengan metode ini juga dapat dilakukan di rumah dan bahkan di tempat kerja dengan perantara salespeople. yaitu : 1. Selain itu juga memungkinkan adanya tampilan yang lebih baik dari catalogs. vacuum cleaners.salah/gagal dalam mengirim produk yang diinginkan konsumen. Konsumen sering harus menghabiskan banyak waktu menonton demonstrasi dan diskusi produk. Meksipun begitu. infomersial dan iklan respon-langsung ditayangkan di networks. 2. Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 15 . Namun begitu. 3. Meskipun penampilan di layarnya lebih bagus karena lebih jelas dibandingkan gambar. dimana ada pertemuan secara langsung dan bisa juga melalui telpon. Konsumen harus menonton ketika ada produk yang dijual.

Manufaktur. A Comparison of Six Consumer Purchase Modes Pengertian E-Commerce Electronic Commerce (E-Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen (Consumers). InternetService Provider (ISP) dan Pedagang Perantara (Intermediateris) dengan menggunakan media elektronik. *Konsep E-Commerce* E-Commerce memiliki 5 (lima) konsep dasar : Automation Otomasi bisnis proses sebagai pengganti proses manual (konsep enterprise resource planning) Streamlining / Integration Proses yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang efisien dan efektif (konsep just in time) Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 16 .Electronic Exchanges Model ini melibatkan konsumen dalam pengumpulan informasi. shopping dan pembelian melalui website di internet. Model ini adalah model pembelian yang pertumbuhannya cepat.

di mana cakupan ebusiness lebih luas. Penggunaan masih jarang. Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. SCM (supply chain management). Kepercayaan - E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran. atau pemasaran online (online marketing). e-pemasaran (emarketing). Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial. lowongan pekerjaan dll. E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business. pertukaran data elektronik. pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI). penjualan. diantaranya yaitu : 1. Masih harus melihat secara fisik atau memegang barang yang akan dijual. yang belum terbiasa dengan berbelanja dengan katalog.- Publishing Kemudahan berkomunikasi dan berpromosi untuk produk dan jasa yang diperdagangkan (konsep just in time) Interaction Pertukaran informasi/data antar pelaku bisnis dengan meminimalisasikan human error (konsep electronic data interchange) Transaction Kesepakatan dua pelaku bisnis institusi lain sebagai fungsi pembayar (konsep electronic payment) - - Perkembangan E-Commerce di Indonesia Didalam perkembangan E-Commerce di Indonesia. Masih senang menawar harga yang dijual Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis. pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi. pembelian. dll. 2. pelayanan nasabah. dan sistem pengumpulan data otomatis. Ecommerce dapat melibatkan transfer dana elektronik. pemrosesan transaksi online (online transaction processing). atau jaringan komputer lainnya. seperti: transfer dana secara elektronik. Selain Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 17 . memiliki tantangan-tantangan. tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis. Kultur Masyarakat Indonesia. sistem manajemen inventori otomatis. www.

Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas. pelayanan yang bagus. database * Akunting dan sistem keuangan * Informasi pengiriman dan pemesanan * Pelaporan informasi dari klien dan enterprise * Sistem pembayaran domestik dan internasional * Newsgroup * On-line Shopping * Conferencing * Online Banking Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 18 . 5. Menurut Riset Forrester. jaringan infrastruktur dan keamanan.teknologi jaringan www. pengiriman yang tepat waktu. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi. e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases). cepat. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu. tapi dengan adanya tim manajemen yang handal. masukan dari pelanggan. perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12. dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. struktur organisasi bisnis yang baik. beberapa faktor yang termasuk: 1. pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011. dan diskon. 7. 4. Menyediakan harga kompetitif 2. Mempermudah kegiatan perdagangan Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah: * E-mail dan Messaging * Content Management Systems * Dokumen. 3. sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja. E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menyediakan jasa pembelian yang tanggap. dan ramah. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian. Menyediakan banyak bonus seperti kupon. dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang. 6. e-surat atau surat elektronik (e-mail). dan lain-lain. Dalam banyak kasus. desain situs web yang bagus. penawaran istimewa. spreadsheet.2 milyar pada 2003.

Amazon. Untuk di Indonesia. Berkut merupakan kekurangan dari penerapan e-commerce : sering terjadinya penipuan seperti fiktif credit card. dll. Menurut Riset Forrester. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu. bhineka. Google.com. atau terkadang penipuan penjual terhadap pelanggan karena hukum yang mengatur tentang e-commerce masih belum terlalu berkembang. Consumer Behavior Chapter 18-19 Page 19 . fastncheap.com. Mempersempit lapangan pekerjaan karena industri e-commerce tidak membutuhkan banyak pegawai untuk melayani transaksi. Lebih sedikitnya pegawai yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi sehingga dapat mengikis anggaran pengeluaran perusahaan penjual. pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011. 2. tidak mengenal adanya batasan tempat karena transaksi bisa terjadi walaupun konsumen dan penjual berada di tempat yangberlainan 2.Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay. KEUNTUNGAN E-COMMERCE Berikut adalah beberapa keunggulan e-commerce : 1.2 milyar pada 2003.com. SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN E-COMMERCE Kemunculan E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman website. bisa dilihat tradeworld. mengefisiensikan waktu karena tidak mengenal batasan atau setiap transaksi ecommerce bisa dilakukan selama 24 jam. KELEMAHAN E-COMMERCE 1.com. Konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi barang yang akan dibeli 3. dan Paypal. 3. Yahoo. perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful