P. 1
manajemen mutu

manajemen mutu

|Views: 63|Likes:
Published by Josep Sinaga

More info:

Published by: Josep Sinaga on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Manajemen mutu merupakan sebuah filsafat dan budaya organisasi yang menekankan kepada upaya menciptakan mutu yang

konstan melalui setiap aspek dalam kegiatan organisasi. Manajemen mutu membutuhkan pemahaman mengenai sifat mutu dan sifat sistem mutu serta komitmen manajemen untuk bekerja dalm berbagai cara. Manajemen mutu sangat memerlukan figure pemimpin yang mampu memotivasi agar seluruh anggota dalam organisai dapat memberikan konstribusi semaksimal mungkin kepada organisasi. Hal tersebut dapat dibangkitkan melalui pemahaman dan penjiwaan secara sadar bahwa mutu suatu produk atau jasa tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota dalam organisasi. Pengertian Mutu Dugaan dan penafsiran yang sering timbul bahwa "mutu" diartikan sebagai sesuatu yang : - Unggul dan bermutu tinggi - Mahal harganya - Kelas, tingkat atau bernilai tinggi Dugaan dan penafsiran tersebut di atas kurang tepat untuk dijadikan dasar dalam menganalisa dan menilai mutu suatu produk atau pelayanan. Tidak jauh berbeda dengan kebiasan mendefinisikan "mutu" dengan cara membandingkan satu produk dengan produklainnya. Misalnya jam tangan Seiko lebih baik dari jam tangan Alba. Kedua pengertian mutu tersebut pada dasarnya mengartikan tingkat keseragaman yang dapat diramalkan dan diandalkan, disesuaikan dengan kebutuhan serta dapat diterima oleh pelanggan (custumer). Secara singkat mutu dapat diartikan: kesesuaian penggunaan atau kesesuaian tujuan atau kepuasan pelanggan atau pemenuhan terhadap persyaratan. Mutu Harus Berfokus pada Kebutuhan Pelanggan Prinsip mutu, yaitu memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dalam manajemen mutu, pelanggan dibedakan menjadi dua, yaitu: - Pelanggan internal (di dalam organisasi) - Pelanggan eksternak (di luar organisasi) Pada pengertian manajemen tradisional, yang dimaksud pelanggan adalah pelanggan eksternal (di luar organisasi). Mengapa pelanggan internal menjadi perhatian manajemen mutu? Jawabnya, adalah apabila pribadi yang ada di dalam organisasi tersebut dilayani dengan baik, otomatis mereka akan melayani pelanggan eksternal secara baik pula.

sebagai berikut: 1. missal guru. selalu mendapat pelayanan yang memuaskan dari petugas TU. 3. Setiap orang memiliki pelanggan Setiap orang bekerja dalam sebuah sistem Semua sistem menunjukkan variasi Mutu bukan pengeluaran biaya tetapi investasi Peningkatan mutu harus dilakukan sesuai perencanaan Peningkatan mutu harus menjadi pandangan hidup Manajemen berdasarkan fakta dan data Fokus pengendalian (control) pada proses. 5. 8. diperlukan prinsip-prinsip dasar yang kuat. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN MUTU Manajemen mutu adalah aspek dari seluruh fungsi manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan mutu. 2. Kepala Sekolah selalu puas terhadap hasil kerja guru dan guru selalu menanggapi keinginan siswa. Untuk melaksanakan manajemen mutu dengan baik dan menuju keberhasilan. 4. Prinsip dasar manajemen mutu terdiri dari 8 butir.Organisasi dikatakan bermutu apabila kebutuhan pelanggan bisa dipenuhi dengan baik. 6. bukan hanya pada hasil out put . Dalam arti bahwa pelanggan internal. Pencapaian mutu yang diinginkan memerlukan kesepakatan dan partisipasi seluruh anggota organisasi. sedangkan tanggung jawab manajemen mutu ada pada pimpinan puncak. 7.

dan pelanggan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :  Pelanggan Eksternal. Pelanggan Semua orang yang menerima produk dari suatu proses.Dalam Penerapan Quality Management System (QMS) pastinya tidak akan pernah lepas dengan istilah “Mutu”. sebelum kita akan bicara lebih lanjut tentang QMS sebaiknya perlu pemahaman dahulu terhadap Konsep Mutu. memenuhi dan melebihi harapan pelanggan secara terus menerus Apa saja yang menjadi Konsep Mutu? Konsep mutu yang dimaksudkan adalah meliputi : #1. Produk Output suatu proses yang meliputi :    Barang : Produk yang memiliki karakteristik fisik Informasi : Produk yang bersifat laporan. Segara garis besar yang dikatakan eksternal adalah semua orang diluar perusahaan termasuk pembeli. Saran. Definisi Mutu : Mutu Berarti kita mengerti. Instruksi Jasa : Pekerjaan yang dilakukan #3. menerima. adanya perubahan yang akan memberikan nilai tambah #2. pemerintah dan masyarakat disebut pelanggan eksternal dan dalam lingkup yang lebih kecil Rekan kerja yang menerima produk dari . Proses Urutan aktivitas yang tegabung untuk menghasilkan suatu Produk yang mempunyai nilai kepada pelanggan.

Factory. Pelanggan Internal. Dept. Factory memiliki Div. Sedangkan Dept. #4. Semua orang di dalam perusahaan yang menerima produk dari rekan kerja yang lain di perusahaan atau dari pelanggan eksternal (keterkaitan dengan Bagian). Pemasok Semua orang yang memasok produk dalam suatu proses :  Pemasok Eksternal. Purchasing. hasil kerja kita dalam satu lingkup organisasi juga bisa dikatakan dengan pelanggan eksternal (Contoh : Dept. semua orang diluar perusahaan. pemerintah dan masyarakat yang memasok produk  2  Pemasok Internal. termasuk supplier. R&D adalah Ekternal dari Dept. PPIC. Factory). #5. semua orang di daln perusahaan yang menghasilkan produk untuk rekan kerja yang lain di perusahaan (keterkaitan antar bagian). Warehouse danProduksi adalah salah satu kesatuan internal Dept. Karakteristik mutu Berikut artikel selanjutnya Keberhasilan Implementasi QMS .

barang yang sesuai.sesuai dengan spesifikasi produk/jasa . mutu biasanya diartikan sebagai: .kesesuaian dengan permintaan yang spesifik .Tentang Penulis : Lebih dari 8 (delapan) tahun bekerja di berbagai perusahaan scoope Food Industry di bagian Quality System / Assurance / Produksi.sesuai harapan .dapat diandalkan Untuk konsumen (baik sebagai individu atau perusahaan).kecocokan dengan pemakaian/tujuan pelanggan .aman .nilai uang . Kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan dapat diterjemahkan sebagai kesesuaian dengan spesifikasi.lebih baik dari kompetitor Mutu yang terdapat diatas secara formal didefinisikan oleh ISO 8402: 1994 sebagai: "Keseluruhan gambaran dan karakteristik dari sesuatu yang mempunyai kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat".kecocokan dalam penggunaan . ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman… Definisi Mutu Kata „Mutu‟ selalu berhubungan dengan pikiran seseorang. Secara umum. Kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat dapat diterjemahkan sebagai kecocokan dengan tujuan.pengiriman yang tepat waktu . secara konsisten diartikan sebagai: . Kata ini sepertinya merupakan pengertian secara universal. tapi ketika diminta untuk mendefinisikan „apa itu mutu?' tiap definisinya bervariasi tergantung posisi seseorang (apakah ia pembeli atau penjual) dan pengertian orang tersebut tentang barang atau jasa dipertanyakan. mutu bisa berarti: . tempat yang tepat.. Penerimaan akan mutu yang semakin meningkat oleh produsen barang atau jasa sebagai suatu kepentingan untuk tetap bersaing di pasaran.kredibilitas/kepercayaan diri . baik dalam prosesnya membeli atau menjual barang atau jasa.kepuasan pelanggan .konsisten . Terlihat dibawah ini adalah beberapa dari garis besar tapi sama dengan definisi yang benar tentang mutu dari pandangan yang berbeda. harga yang pantas dan waktu yang tepat. Pengertian Mutu .

mutu adalah mengerti dan menterjemahkan permintaan pelanggan kepada suatu definisi tingkatan mutu dan untuk memproduksi barang/produk atau menyediakan jasa yang sesuai dengan permintaan pelanggan. audit mutu internal dan tindakan perbaikan. . sebuah organisasi harus menempatkan sistem manajemen mutu pada tempatnya agar dipastikan bahwa setiap aktivitas dijalankan secara sistematis dan sesuai rencana. Untuk menyediakan jaminan mutu.Ketika pihak manajemen suatu organisasi mengerti definisi mutu dari konsumen dan berniat untuk dimengerti sebagai produsen barang atau jasa yang bermutu. kalibrasi. semua karyawan harus mengerti dan mengimplementasikan konsep bahwa: . dan didemonstrasikan bila diperlukan. untuk mutu harus datang dari pihak manajemen puncak. tidak hanya staf mutu dan pimpinan. . "In process QC (Pemeriksaan selama proses)" dan "outgoing QC (Pemeriksaan Akhir)". proses. . training. "jaminan mutu" dan "sistem mutu".hanya dapat dijamin melalui perencanaan yang matang dan kerja keras dari seluruh staf di dalam organisasi. inspeksi. Untuk itu jaminan mutu membutuhkan evaluasi yang berkelanjutan terhadap faktor-faktor yang . istilah-istilah yang biasanya berhubungan dengan atau berkaitan dengan mutu adalah "pengendalian mutu". kontrol terhadap ketidaksesuaian.mutu adalah mengenai pencegahan bukan mendeteksi kesalahan.mutu harus direncanakan. Pencegahan akan melibatkan perencanaan. Aktivitas pengendalian mutu yang umum dikenal adalah "Incoming QC (Pemeriksaan Awal)". Istilah-istilah yang Berhubungan dengan Mutu Dalam perindustrian. dirancang dan dibangun ke dalam suatu produk atau jasa yang mana mutu tidak dapat diinspeksi di dalam produk atau jasa.mutu adalah mengenai peningkatan yang berkelanjutan dan organisasi harus secara konstan menyadari adanya perubahan/ perkembangan baru dan peningkatan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan yang selalu berubah.adalah tanggung jawab dari semua karyawan. oleh karena itu harus memulai dengan benar sejak tahapan awal dari suatu operasi bisnis untuk menjamin bahwa proses akan menambah nilai bukan biaya. Syarat "pengendalian mutu" didefinisikan sebagai: "Teknik-teknik dan aktivitas operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan untuk mutu. pengukuran dan pengujian yang bertujuan untuk pengendalian bahan. produk dan menghilangkan sebab-sebab dari hasil kerja yang tidak memuaskan pada tahap awal yang paling memungkinkan dari operasi bisnis. Syarat umum lainnya yang bisa dipertukarkan atau pada tempat "pengendalian mutu" yang sering dipakai adalah "jaminan mutu". . untuk memberikan kepercayaan yang cukup bahwa sesuatu dapat memenuhi persyaratan akan mutu”." ISO 8402: 94." Di dalam sebuah organisasi pengendalian mutu berarti kegiatan verifikasi. . ISO 8402 : 1994 mendefinisikan "jaminan mutu sebagai: "Semua aktivitas yang terencana dan sistematis yang diterapkan di dalam sistem mutu. inspeksi/uji.

Sebenarnya. dan pemberdayaan pegawai. pelatihan dn pendidikan terus menerus. TQM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an dan sekarang cukup populer di sektor swasta khususnya dengan adanya program ISO 9000. Pendekatan ini berusaha untuk melibatkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa pengalaman dan ide-ide mereka memiliki sumbangan dalam pengembangan mutu. penugasan. . pengorganisasian. 22 1999 (mencakup kepemerintahan daerah) memiliki potensi untuk mentransformasi cara pemberian pelayanan oleh pemerintah secara dramatis.com/business-management/technology-operationsmanagement/2058326-konsep-mutu/#ixzz1onDFOTuG Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Menyeluruh adalah suatu konsep manajemen yang telah dikembangkan sejak lima puluh tahun lalu dari berbagai praktek manajemen serta usaha peningkatan dan pengembangan produktivitas. Namun kini keadaan sudah berubah. seperti mempromosikan lingkungan yang berfokus pada mutu. Dalam konteks inilah terdapat peluang yang berharga untuk memperkenalkan dan melaksanakan TQM. Masa transisi ini berlangsung dalam masa krisis ekonomi dan restrukturasi yang memaksa pemerintah untuk mengeksplorasi modelmodel pengadaan pelayanan alternatif. Indonesia kini berada dalam periode transisi. begitu pula dengan verifikasi bahan. TQM memperkenalkan pengembangan proses.mempengaruhi kesesuaian rancangan atau spesifikasi dengan tujuan-tujuan yang terencana. ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk. namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen. Ada beberapa prinsip-prinsip fundamental yang mendasari pendekatan semacam itu. baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba. strukturisasi dan penyusunan anggaran. perekrutan staf.dimana terdapat komunikasi terbuka dan rasa kepemilikan pegawai . Tetapi TQM kurang begitu dikenal di sektor publik. UU No. Di masa lampau. menguatkan masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. inovasi dan peningkatan mutu pelayanan secara berkesinambungan.sistem penghargaan dan pengakuan. produk dan pelayanan sebuah organisasi secara sistematik dan berkesinambungan. Sumber: http://id. termasuk perencanaan. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya "perubahan paradigma" adalah menajamnya persaingan. . pemotongan anggaran serta krisis ekonomi.shvoong. Meskipun akar TQM berasal dari modelmodel perusahaan dan industri. faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini. Di Indonesia. proses dan audit sistem untuk memberikan jaminan mutu. dimana pemerintah daerah berada dalam proses menerima otonomi daerah. juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan. UU ini bertujuan untuk memberdayakan pemerintah daerah. Konsep manajemen ini membuka jalan menuju paradigma berpikir baru yang memberi penekanan pada kepuasan pelanggan. literatur manajemen berfokus pada fungsi-fungsi kontrol kelembagaan. Banyak perusahaan terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi TQM sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. dari gaya pemerintahan otoriter yang sangat sentralistik menuju ke gaya pemerintahan bottom-up yang desentralistik. pemberian arahan.

Namun demikian. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat. . sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan TQM. seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan. beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan TQM. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi.lembaga publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Evaluasi terhadap pelaksanaan TQM mengidentifikasi peningkatan tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan pada program inseminasi buatan di Kabupaten Bulukumba dan Barru. peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik. tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. proses kerja.Free Download Engineering. sistem pendidikan. Juru Kesehatan Hewan Masyarakat memenuhi kebutuhan para petani terhadap perawatan kesehatan hewan dengan biaya terjangkau. Sebagai contoh. penerapan TQM adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus. khususnya masyarakat bisnis. Computer. tidak jelasnya visi dan misi. April 6. Business. personalia. Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen lembaga. TQM telah memainkan peran penting dalam merubah perilaku dari tingkat petani hingga tingkat manajemen senior. karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besar dapat dikemukakan berikut ini. kepemimpinan. 2007 4 Comments Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system perkembangan di Amerika Serikat. predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan.Dalam pengalaman DELIVERI di sektor peternakan. Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan. Medicine and Pharmacy Book Anda mungkin juga meminati:  Tugas I Pengendalian kualitas (Quality Control)  Life Cycle Blog  Info Scholarship MTI UII Yogyakarta LinkWithin article engineer Friday. Potensi keberhasilan TQM sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan. Science. sistem administrasi. Namun. terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi. Di Minahasa. Erch .

Edward Deming Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran. D. . . Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemen mutu terpadu. untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dan tidak. Shewart (1891-1967) Seorang ahli statistik yang bekerja pada “Bell Labs” selama periode 1920-1930.Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken by workers. F. .W.Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya. pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikan pelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada para manajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan.Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chart untuk memudahkan para pemeriksa mutu. Prof.1. select the equipment and tools that worekers use. Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual memperoleh gelar “Bapak Manajemen Ilmiah” (The Father of Scientific Management). .The system of work that determines how work is performed and only managers cancreate system.Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product or service will be solved. yaitu kedua sarjana ahli dalam bidang statistik. Dengan demikian.Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telah ditentukan (personal loss). 2. diperoleh suatu kontribusi yang menonjol dalam usaha untuk memperbaiki mutu barang hasil pengolahan. dia memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja. 3. . Katanya “Quality is not determined on theshop floor but in the executive suite”. Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja. provide training to workers.Only manager can allocate resources. Pendekatan Deming dapat disimpulkan sebagai berikut. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam . Pada 1950 beliau diundang oleh “The Union to Japanese Scientists and Engineers (JUSE)” untuk memberikan ceramah tentang mutu. Taylor (1856-1915) Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja (devision of work).Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal. . and provide the plant and environment necessary to achieve quality.Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari . . Dalam bukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen. 4. Juran Ia mengunjungi Jepang pada tahun 1945. yaitu sebagai berikut. Dalam bukunya The Economic Control of Quality Manufactured Products. Dia mengatakan bahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaan alat statistik yang sederhana.

Durabilitas: seberapa lama produk dapat digunakan sampai benar benar tidak dapat dipakai lagi 6. Performa: seberapa cocok produk itu digunakan sesuai dengan fungsi pemenuhan kebutuhannya 2. maka diperlukan suatu produk untuk dapat memenuhi dimensi-dimensi berikut ini. Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari “America Society for Quality Control” yang mengatakan Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994). Reliabilitas: seberapa lama produk itu dapat bertahan dari kerusakan 4. yaitu suatu proses di mana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi. financial control. yaitu suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan enyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan. Masih banyak sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini.Quality control. ease to repair: ada tidaknya servis center dan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan konsumen untuk itu.Quality planning. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut. cost. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan. misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki. yaitu finance planning. financial improvement. Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekadar menggambarkan secara singkat saja. Adapun perincian trilogi itu sebagai berikut. Esthetic: nilai keindahan dari produk. yaitu suatu proses di mana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya. Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Conformance: sejauh mana produk dapat dikembangkan oleh konsumen itu sendiri. dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu. . 7. . 1. . Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber. Ia membantu Jepang untuk mempraktikkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu “management process” yang terpadu.Quality improvement. Percieved quality: kesan yang membekas dari produk pada pemikiran konsumen . termasuk dalam definisi ini adalah tampilan fisik produk 8. DELAPAN DIMENSI MUTU Dalam hal kualitas dianggap layak.menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep “pentingnya perbaikan mutu secara terus-menerus bagi setiap produk walaupun teknik yang diajarkan berbedabeda”. 5. Serviceability. menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu. Features: konten dari produk yang membedakannya dari produk lain 3. speed.

dan measurable (dapat diukur). kebutuhan. albeit usually operating in Japan. Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan. Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terusmenerus.DEFINISI MANAJEMEN MUTU TERPADU ISO: TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi. . Di Jepang. Penerapan Total Quality Management dipermudah oleh beberapa piranti. TQM dirangkum menjadi empat langkah. diklaim sebagai orang pertama yang mempopulerkan TQM. yang sering disebut “alat TQM”. mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output). under the guidance of Japanese Union of Scientists and Engineers (JUSE) to where it is now also available to non-Japanese companies.) Banyak perusahaan Jepang yang memperoleh sukses global karena memasarkan produk yang sangat bermutu. yaitu sebagai berikut. .Atarimae Hinshitsu: berfokus pada efek intangible pada proses dan optimisasi dari efek tersebut. established in December 1950 in honor of W. yang dia lakukan pada saat memberikan pidato pada pemberian penghargaan Deming prize di tahun 1974 (Deming prize.Kaizen: difokuskan pada improvisasi proses berkelanjutan (continuous Improvement) sehingga proses yang terjadi pada organisasi menjadi visible (dapat dilihat). Over the years it has grown. Perusahaan/organisasi yang ingin mengikuti perlombaan/ bersaing untuk meraih laba/manfaat tidak ada jalan lain kecuali harus menerapkan Total Quality Management. dan pelayanan suatu organisasi. Delapan alat TQM yang diuraikan adalah . repeatable (dapat dilakukan secara berulang-ulang). . berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat TQM juga diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses. .Kansei: meneliti cara penggunaan produk oleh konsumen untuk peningkatan kualitas produk itu sendiri. juga Quality Management sendiri yang harus dilaksanakan secara terus-menerus. was originally designed to reward Japanese companies for major advances in quality improvement. and also to individuals recognised as having made major contributions to the advancement of quality. Dengan demikian. Edwards Deming. dan harapan pelanggan). salah satu CEO of NEC.Miryokuteki Hinshitsu: manajemen taktis yang digunakan dalam produk yang siap untuk diperdagangkan. produk. Philip Kolter (1994) mengatakan “Quality is our best assurance of custemer allegiance. Sejak tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji Kobayashi. Alat-alat ini membantu kita menganalisis dan mengerti masalahmasalah serta membantu membuat perencanaan. our strongest defence against foreign competition and the only path to sustair growth and earnings”.

7. 2. Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan. antara lain untuk menentukan sebabsebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek. . Memberikan kepuasan kepada pemilik. Benchmarking Benchmarking adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. Ranking preferensi Alat ini merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik. Weaknesses (kelemahan). 2.sebagai berikut. atau jasa. Curah pendapat dipakai. Analisis tulang ikan Analisis tulang ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis. 4. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. dan Threats (ancaman). pemasok. karyawan. 6. 1. 3. Penilaian kritis Penilaian kritis adalah alat Bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur. tepat. 5. atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses. Curah pendapat (sumbang saran) -Brainstorming Curah pendapat adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok. Diagram analisa medan daya (bidang kekuatan) Diagram medan daya merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan. dan para pemegang saham. 1. Opportunities (peluang). antara lain untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis. Syarat syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut. perakitan. Diagram alur (bagan arus proses) Bagan arus proses adalah satu alat perencanaan dan analisis yang digunakan. Analisis SWOT Analisis SWOT adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan). antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses. 8. dan apakah ada alternatif yang lebih baik. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan. antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mungkin serta pemecahan dari suatu masalah atau peluang. diskusi.

8. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu . Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru. Memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan. 4. 6. Rela memberikan ganjaran. baru berdasarkan pengalaman/ pendapat. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu. 5. Setiap keputusan harus berdasarkan pada data. 7. baru menyusul hasil. Fokus utama ditujukan pada proses. 9.3. 10. Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah. pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->