PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM PERSPEKTIF DAKWAH 1.

Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat (Konsep Dasar) Manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah di atas makhluk yang lain, yang dititahkan sebagai khalifah Allah dalam kehidupan di muka bumi ini. Pengertian khalifah atau pengganti berfungsi penugasan dan pembebanan (taklif) kepada manusia untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan di dunia. Dalam hal ini manusia dibekali potensi, kekuatan, fisik dan kemampuan berpikir. Sementara dalam kehidupan sosial, manusia dituntut untuk bertanggung jawab dalam mengajak, mengerjakan makruf sekaligus meninggalkan kemungkaran. Ini berarti manusia tidak bisa terlepas dari fungsi dakwah yang mempunyai relevansi sepanjang masa. Efektivitas mempengaruhi dakwah mempunyai dua strategi yang saling kualitas

keberhasilannya.

Pertama,

peningkatan

keberagamaan dengan berbagai cakupannya, dan kedua, sekalipun mendorong perubahan sosial, ini berarti memerlukan pendekatan partisipatif disamping pendekatan kebutuhan. Dakwah bukan lagi menggunakan pendekatan yang hanya direncanakan secara sepihak oleh pelaku dakwah dan bukan pula hanya pendekatan pada tradisional

mengutamakan masyarakat.

besarnya

masa,

tetapi

lebih

pemberdayaan

Pemberdayaan masyarakat sendiri adalah suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat untuk meningkatkan kualitas atau kemampuan manusia dalam rangka mencapai suatu tujuan. Proses pemberdayaan ini mencakup perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia. Dalam perspektif Islam, pemberdayaan masyarakat merupakan suatu keharusan. Artinya, Islam sangat peduli terhadap peningkatan harkat dan martabat manusia, karena dalam Islam manusia berada pada posisi

190 . Munir dan Wahyu Ilaihi. (Jakarta: PRENADA MEDIA. (Jakarta: Prisma. pada intinya upaya-upaya pengembangan masyarakat dapat dinilai sebagai peletakan sebuah tatanan 1 M. peningkatan kualitas pikir. hlm. kelima. Munir dan Wahyu Ilaihi. Dimana ada beberapa parameter yang harus diperhatikan sebagai sebuah rumusan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang produktif. dampak dari strategi pembangunan yang mengutamakan pembangunan ekonomi dengan mengejar pendapatan per-kapita belaka dan yang mengarah pada pemerataan hasil pembangunan serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. keempat. 2006). Masyarakat tidak saja menjadi objek tetapi menjadi subjek pembangunan yang pada sisi lain akan mengembangkan keswadayaan dan sumber daya yang ada disekitar mereka. ketiga. 189 2 3 Ismed Haddad. Manajemen Dakwah. (Jakarta: PRENADA MEDIA. 2Selain itu pemberdayaan juga harus beroirentasi pada pendekatan diri kepada Allah SWT. Pembangunan Swadaya Masyarakat. Pertama. 5-7. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Isra’: 70 “Sesungguhnya Kami telah memuliakan manusia.” Secara umum pemberdayaan masyarakat lebih banyak dikaitkan dengan industrialisasi dan prospek perkembangan ekonomi. peningkatan kualitas kerja. kami angkut mereka didaratan dan di lautan.1 Sementara itu. 2006). peningkatan kualitas iman dan takwa. Manajemen Dakwah. yaitu: pertama. kedua. 1983). hal. M. peningkatan kualitas karya. lebih tepat dilakukan pendekatan yang mengajak peran serta (partisipasi) masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan demikian semua proses kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada dimasyarakat.3 Beberapa asumsi yang dapat digunakan dalam rangka mewujudkan semua ini adalah sebagai berikut. peningkatan kualitas hidup. Kami beri mereka rizki berupa hal-hal yang baik dan kami kembalikan (beri keunggulan) mereka dengan keunggulan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah kami ciptakan.yang terhormat. hlm.

Pengembangan masyarakat pada dasarnya merencanakan dan menyiapkan suatu perubahan sosial yang berarti bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Masyarakat harus diberi suatu kepercayaan bahwa tanpa ada keterlibatan mereka secara penuh. Kerangka pemahaman ini akan menjerumuskan kepada usaha-usaha yang sekedar memberikan kesenangan sesaat dan bersifat tambal sulam. Keempat.. 7 4 . perbaikan kualitas kehidupan mereka tidak akan membawa hasil yang berarti.4 Kedua.. pengembangan masyarakat tidak mungkin dilaksanakan tanpa keterlibatan secara penuh oleh masyarakat itu sendiri. 2005). hlm. oleh karena itu. Pengembangan masyarakat.. adanya suatu mekanisme dan sistem untuk memberdayakan masyarakat. pengembangan masyarakat tidak dilihat sebagai suatu proses pemberian dari pihak yang memiliki sesuatu kepada pihak yaang tidak memiliki.5 2. tidak berwujud sebuah tawaran proyek usaha kepada masyarakat. 6 5 Ibid. (Yogyakarta: PT LkiS. Strategi Pengembangan Masyarakat Soetandjo Wignyosoebroto. tetapi sebuah pembenahan struktur sosial yang mengedepankan keadilan.sosial dimana manusia secara adil dan terbuka dapat melakukan usahanya sebagai perwujudan atas kemampuan dan potensi yang dimilikinya sehingga kebutuhannya (material dan spritual) dapat terpenuhi. hlm. Kelima. Ketiga. Partisispasi bukan sekedar diartikan sebagai kehadiran mereka untuk mengikutu suatu kegiatan. Pemberdayaan masyarakat diawali dengan mengubah cara pandang masyarakat dari nrimo ing pandum menjadi aktif-partisipatif. melainkan dipahami sebagai kontribusi mereka dalam setiap tahapan yang mesti dilalui oleh suatu program kerja pengembangan masyarakat.. Dakwah Pemberdayaan Masyarakat. pengembangan masyarakat mesti dilihat sebagai sebuah proses pembelajaran kepada masyarakat agar mereka dapat secara mandiri melakukan upaya perbaikan kualitas kehidupan.

The Welfare Strategy Strategi kesejahteraan ini pada dasarnya dimaksudkan untuk memperbaiki kesehateraan masyarakat. The Growth Strategy Penerapan strategi pertumbuhan ini pada umumnya dimaksukan untuk mencapai peningkatan yang cepat dalam nilai ekonomis. Akan tetapi. Pada awalnya strategi ini dianggap efektif. karena tidak dibarengi dengan pembangunan kultur dan budaya mandiri dalam masyarakat maka yang terjadi adalah sikap ketegantungan masyarakat kepada pemerintah.6 yaitu: a. b. 8 6 . 2005). salah satu aspek yang harus diperhatikan penanganannya adalah masalah kultur dan budaya masyarakat.Secara umum. semakin melebarnya pemisah kaya miskin. akan tetapi. hlm. dalam setiap usaha pemberdayaan masyarakat. pertanian. terutama di pedesaan. c. produktivitas. (Yogyakarta: PT LkiS. karena economic oriented sementara kaidah hukum-hukum sosial dan moral terabaikan maka yang terjadi sebaliknya. The Responsitive Strategy Strategi ini merupakan reaksi terhadap strategi kesejahteraan yang dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan yang dirumuskan masyarakat sendiri dengan bantuan pihak luar (self needed and Soetandjo Wignyosoebroto. Oleh karena itu. begitu terjadi krisis ekonomi maka konflik dan kerawanan sosial terjadi di mana-mana. terutama di daerah pedasaan. pembangunan budaya jangan sampai kontraproduktif dengan pembangunan ekonomi. ada empat strategi pengembangan masyarakat. dan kesempayan kerja yang dibarengi dengan kemampuan masyarakat. permodalan. Dakwah Pemberdayaan Masyarakat. Akibatnya. Dalam konteks yang demikian inilah dakwah dengan model pengembangan masyarakat menjadi sangat relevan karena salah satu tujuannya adalah mengupayakan budaya mandiri masyarakat. melalui peningkatan pendapatan per kapita penduduk.

3. pembahasan mengenai asumsi dakwah pelu diketengahkan terlebih dahulu. baik dalam formulasi. Dakwah dalam pemahaman ini berwujud sebagai upaya membawa seperangkat ajaran yang baru sama sekali yang sangat asing bagi masyarakat. Akan tetapi karena pemberdayaan masyarakat sendiri belum dilakukan maka strategi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat ini terlalu idealistik dan sulit ditransformasikan kepada masyarakat. d. padahal Rasulullah saw sendiri jelas melaksanakan dakwah dengan kontekstual sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. persamaan. perlu dikaji beberapa kesalahan konsepsi mengenai dakwah itu sendiri. Rekonstruksi Konsep Dakwah Sebelum membahas lebih jauh mengenai konsep dakwah. yakni ingin mencapai secara simultan tujuan-tujuan yang menyangkut kelangsungan pertumbuhan. maupun formulasi pesan dakwahnya. kesalahan atau setidaknya pemahaman yang menyadarkan dakwah pada dasarnya berkembang didasarkan atas asumsi-asumsi yang dibangun. pemahaman itu akan membawa konsekuensi kesalah langkahan dakwah. Para dai mendudukan diri sebagai orang asing. The integrated or Holistic Strategy Strategi ini secara sistematis mengintegrasikan seluruh komponen dan unsur yang diperlukan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Dakwah a. dakwah diartikan sebagai suatu penyampaian pesan dari luar. kesejahteraan dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan masyarakat. tidak terkait dengan apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh masyarakat. Asumsi pertama. pendekatan atau metodologis. Oleh karena itu. Karena dakwah dianggap datang dari luar maka langkah pendekatan lebih diwarnai dengan pendekatan intervensif. .assistance) untuk memperlancar usaha mandiri melalui pengadaan teknologi serta sumber-sumber yang sesuai bagi kebutuhan proses pembangunan.

masalah hasil akhir dari kegiatan dakwah sepenuhnya diserahkan kepada Allah. dan masyarakat yang terbuka. masyarakat tekhnologis.” Akan tetapi. masyarakat yang serba nilai dan mejemuk dalam tata kehidupannya. dengan berbagai persoalannya. dakwah sekarang ini berhadapan dengan suatu setting masyarakat dengan berbagai corak dengan keadaan. harus memenuhi prinsip manajerial yang terarah dan terpadu. Asumsi keempat. jika ingin berhasil. Padahal. memang benar bahwa kita hanya ditugaskan menyampaikan saja. Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad saw. Dakwah. pelaksanaan. memang benar Allah SWT akan menjamin kemenangan al-haqq yang kita dakwahkan karena yang hak jelas akan mengalahkan yang bathil. “katakanlah. yang mengarah pada fungsional. masyarakat saintifik. sebagaimana dinyatakan Allah dalam firmanNya. yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. “Sesungguhnya Allah sangat mencintai jika salah seorang diantara kamu beramal maka amalnya dituntaskan (HR atThabrani)”. “bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran. mereka menjaga . yang vakum. sikap itu bukan berarti menafikan perencanaan. Firman Allah. masyarakat yang berubah dengan cepatnya. ataupun steril. namun dalam pelaksanaanya tetap saja terjadi penciutan makna sehingga orientasi dakwah pada hal-hal yang bersifat ruhaniah saja.Asumsi kedua. masyarakat yang dijadikan sasaran dakwah sering dianggap masyarakat yang statis. dan evaluasi dari kegiatan dakwah yang dilakukan. Akan tetapi. Asumsi kelima. mengartikan secara kaku bahwa dakwah adalah kegiatan ceramah dalam arti sempit. yaitu kesungguhan. Asumsi ketiga. Sesungguhnya yang batil itu yang pasti lenyap (QS al-Isra’ 81). Kesalahan itu sebenarnya telah sering diungkapkan. kita sering lupa bahwa berlakunya sunnatullah tersebut membutuhkan sunnatullah yang lain. di muka dan di belakangnya.

Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya. profesi. Ia harus sadar bahwa rasa pahit obat akan membawa dampak kesembuhan pada dirinya. As-Shaf:4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berpegang teguh di jalan-Nya dalam barisan teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. yang menghimpun berbagai keahlian. dakwah sering kali dilakukan dengan berbagai sikap kehati-hatian yang berlebih-lebihan oleh dai itu sendiri. Pelaksanaan dakwah yang wujudnya tabligh dan sejenisnya sedapat mungkin tidak dilaksanakan dalam rangka untuk mengubah suatu apapun dalam masyarakat. Akibatnya. Menyampaikan suatu kebenaran dan memperjuangkannya memang bisa jadi akan merasakan suatu dampak yang kurang menguntungkan. Prinsip Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan kajian konsep dasar pemberdayaan masyarakat yang dilanjutkan dengan merekonstruksi konsep dakwah maka dakwah . b. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. sampaikan kebenaran walaupun itu pahit akibatnya. Dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS ar-Ra’d 11) Asumsi keenam. Oleh karena itu. Persoalanya adalah kita mesti melihat dalam kerangka obat yang harus ditelan oleh penderita. tanpa terkait dengan dai lainya atau dengan lembaga dakwah lainya untuk melakukanya bersama-sama. sudah waktunya dakwah dilakukan dalam sebuah organisasi yang teratur. dakwah yang dilakukan hanyalah terbatas pada dakwah bi al-aqwal. Asumsi ketujuh. sebagaimana sabda Rasululloh saw. itu tentu saja pandangan yang sangat keliru. ada kecenderungan pada sementara kalangan dai untuk melaksankan kegiatan dakwah secara individu. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.atas perintah Allah. dan kekuatan.

ketidakadilan. Landasan berfikir para dai dalam melihat problem yang dihadapi masyarakat adalah sebuah permasalahan sosial. pemecahan mesti dilaksanakan dalam skala kehidupan sosial. materi dan media dakwahnya. baru kemudian dirumuskan metode. Dakwah pengembangan masyarakat merupakan suatu proses perencanaan perubahan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Konsep dakwah yang demikian Soetandjo Wignyosoebroto. program dakwah perlu disusun bersama. Oleh karena itu. oleh karena itu. seorang dai tidak lagi terasing dedngan masyarakat sasaran dakwahnya. kebutuhan di sini tidak hanya dipahami sebagai kebutuhan fisik material. Kedua. tetapi juga non material. 2005). ada beberapa prinsip yang lain yang harus terpenuhi dalam dakwah pemberdayaan masyarakat. hlm. Dakwah tidak dilaksanakn sekadar merumuskan keinginan sebagaian masyarakat saja. yaitu: Pertama. tetapi direncanakan sebagai usaha membenahikehidupan sosial bersama masyarakat agar penindasan. Dengan demikian. Disamping kedua prinsip dasar tersebut. 16 7 . orientasi pada kesejahteraan lahir dan bathin masyarakat luas. Sasaran utama dakwah pemberdayaan masyarakat lebih pada setting sosial kehidupan masyarakat daripada individu per-individu. Dakwah Pemberdayaan Masyarakat. dakwah pemberdayaan masyarakat pada dasarnya adalah upaya melakukan sosial engineering (rekayasa sosial) untuk mendapatkan suatu perubahan tatanan kehidupan sosial yang lebih baik. dan kesewenang-wenangan tidak lagi hidup ditengahtengah mereka. yaitu7: 1) Prinsip Kebutuhan Artinya program dakwah harus didasarkan atas dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.pemberdayaan masyarakat harus mengikuti beberapa prinsip dasar. (Yogyakarta: PT LkiS.

b) Meningkatkan kualitas partisipatif masyarakat. dalam konteks inilah dakwah pemberdayaan masyarakat itu bukan monopoli sekelompok orang dan ahli. dan pengembangannya. mulai dari perencanaan. dari sekedar mendukung. menjadi konstributor program dakwah. atau organisasi. 3) Prinsip Keterpaduan Mencerminkan adanya upaya untuk memadukan seluruh potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat. pada saatnya para dai adalah anggota masyarakat itu sendiri. melainkan lebih dari itu. pergerakan. 4) Prinsip Berkelanjutan Prinsi ini menekankan bahwa dakwah itu harus sustainable. c) Menyegerakan dan meningkatkan efektivitas fungsi dan peran pemimpin lokal. Prinsi berkelanjutan inilah yang oleh al-Qur’an disebut . dakwah pemberdayaan masyarakat itu bersifat lintas budaya dan lintas sektoral. Dimungkinkan. Artinya. pengorganisasian. dakwah harus berkelanjutan yang tidak dibatasi oleh waktu. oleh karena itu.inilah yang ditawarkan sebagai jawaban dan tuntutan kontekstualisasi dakwah. 2) Prinsip Partisipasi Prinsip dakwah ini menekankan pada keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses dakwah. penilaian. Prinsip ini antara lain bertujuan untuk: a) Mendorong tumbuhnya perubahan sikap dan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kemajuan. menghadiri. yaitu siapa yang mau mempunyai komitmen community development yang berpijak pada universalitas nilai-nilai Islam adalah bagian dari dai pemberdayaan masyarakat. Untuk itulah pendekatan integrated or holistic strategy merupakan pilihan yang tepat dalam proses dakwah model ini.

baik perorangan (dai) maupun organisasi (lembaga dakwah) hanyalah bersifat sementara yang berfungsi sebagai fasilitator dan transformasi nilai keagamaan. Untuk itulah TOT (training of the Trainer) atau TOF (Training of Fasilitator) juru dakwah yang direkrut dari elemen masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah model ini. 5) Prinsip Keserasian Mengandung makna bahwa program dakwah pemberdayaan masyarakat harus mempertimbangkan keserasian kebutuhan jasmaniah dan ruhaniah masyarakat. 6) Prinsip Kemampuan Sendiri Menegaskan bahwa kegiatan dakwah pemberdayaan masyarakat disusun dan dilaksanakan berdasarkan kemampuan dan sumber-sumber (potensi) yang dimiliki masyarakat. Dari sinilah kader-kader dakwah yang bertindak sebagai agent of change dan agent of development masyarakat yang mencerminkan sikap dan perilaku antisipatif dan partisipatif bagi kemajuan masyarakat di masa mendatang. . Artinya.dengan istiqamah yang mampu menciptakan kesejahteraan dan kedamaian lahir dan bathin (QS Fushilat 30). apabila kebutuhan masyarakat itu menyangkut kebutuhan jasmaniah maka dakwah pemberdayaan masyarakat hendaknya diarahkan pada upaya-upaya pencapaian kearah itu. keterlibatan pihak lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful