P. 1
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

|Views: 1,375|Likes:
Published by KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on Apr 27, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/12/2015

Sections

EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN

PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Disusun Oleh : Nama Nrp : : Nia Erdian Sari 207.415.049

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN S-1 TEKNIK INDUSTRI

 

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul : EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

Yang dibuat untuk melengkapi persyaratan menjadi Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapat gelar sarjana di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta maupun di perguruan tinggi atau instansi manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya.

Jakarta, Mahasiswa

2011

Nia Erdian Sari NRP. 207.415.049

       

PERNYATAAN PENGESAHAN

EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

Skripsi ini dibuat untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta guna memperoleh gelar Sarjana Teknik, dan dapat disetujui serta diterima setelah melalui ujian sidang dan perbaikan yang diperlukan.

Jakarta, Pembimbing

2011

Ir. SUGENG PRAYITNO

Ka Program Pendidikan,

Ir. SUGENG PRAYITNO

     

LEMBAR PENGESAHAN Skripsi dengan judul : EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

Skripsi ini dibuat untuk melengkapi persyaratan kurikulum Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta guna memperoleh gelar Sarjana Teknik, dan dapat disetujui serta diterima setelah melalui ujian sidang dan perbaikan yang diperlukan.

Persetujuan Komisi penguji No. 1. 2. 3. Jabatan Ketua Anggota Anggota Nama Ir. Sugeng Prayitno Dr. Ir. Reda Rizal, M.Si Catur Kurniawan, S.Pd, MT Tanda Tangan ……………….. ……………….. ………………..

Jakarta,

2011

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Ketua Program Studi

Ir. Sugeng Prayitno

KATA PENGANTAR
 

Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan judul “ Evaluasi Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (Simak BMN) di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan” Tugas Akhir ini disusun guna melengkapi dan memenuhi syarat guna

memperoleh gelar kesarjanaan jenjang stara satu Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. Didalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bimbingan, petunjuk maupun saran-saran dari berbagai pihak penulis tidak dapat dengan mudah menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini, sehingga penulis pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Sulistiono, MSc, selaku Dekan Fakultas Teknik UPN ”Veteran” Jakarta. 2. Ibu Ir. Lilik Zulaihah, M.Si, selaku Wadek Fakultas Teknik UPN ”Veteran” Jakarta. 3. Bapak Ir. Sugeng Prayitno selaku Dosen Pembimbing I dan Ketua Program Studi yang telah banyak memberikan arahan, bimbingan serta saran untuk penyempurnaan penulisan skripsi ini. 4. Para Dosen Pengajar Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta yang telah memberikan dorongan moril dalam rangka menyelesaikan gelar kesarjanaan jenjang stara satu Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. 5. Kepada kedua orang tua, adik-adik, anak-anak saya tercinta dan cowok spesial yang memberikan semanggat, dorongan moril serta doa untuk menyelesaikan skripsi ini. 6. Sahabat saya tercinta Aries Herawati “Thank for your suport”.

i

7. Rekan-rekan

mahasiswa

Fakultas

Teknologi

Industri

Universitas

Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. 8. Staf Sekretariat Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. 9. Pimpinan beserta Staf Balitbang Kemhan yang telah membantu penulisan selama dalam proses kuliah sampai pembuatan skripsi ini selesai. Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini masih dijumpai adanya kekurangan ataupun kesalahan karena terbatasnya pengalaman dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu penulis

sangat mengharapkan adanya kritik maupun saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan laporan ini.

Jakarta, Mahasiswa

2011

Nia Erdian Sari NRP. 207.415.049

ii

ABSTRAK EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA (SIMAK BMN) DI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN (Studi kasus di Balitbang Kemhan)

SIMAK BMN adalah suatu sistem inventarisasi, penata usahaan atau serangkaian prosedur yang mengatur tentang tata cara pelaporan barang milik negara guna menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi aset atau kekayaan negara merupakan suatu pendukung bagi peningkatan kinerja dalam suatu organisasi. Penulis menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambar dan data yang berhubungan dengan SIMAK BMN dalam rangka untuk mengevaluasi sehingga saya dapat memproses dan menyajikan data dalam sebuah kebenaran yang sistematis, akurat dan dapat diandalkan. Penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dan Akutansi Barang Milik Negara (Simak BMN) di Balitbang Kemhan dengan tujuan agar penyelenggaraan pelaporan nilai barang milik negara dapat terselenggara secara tertib, teratur dan berlanjut sesuai target yang diharapakan pemerintah.
 

Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara ( Simak BMN )
           

iii

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI LEMBAR PERSETUJUAN DAFTAR PENGESAHAN KATA PENGATAR …………………………………………………………… i

ABSTRAK………………………………………………………………………. iii DAFTAR ISI……………………………………………………………………. iv DAFTAR TABEL………………………………………………………………. v

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………. vi DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian … … … … … … … … … … … . . . . . . . . . 1
1.2 Pembatasan dan Perumusan Masalah………………………………… 4

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian.................................................... 5 1.4 Sistematika Penulisan................................................................. 5

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Manajemen……………. ................................ 7 2.1.1Tujuan Umum………..................................................... 8 2.1.2Proses Manajemen........................................................ 8 2.1.3Bagian SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi. 9 2.1.4Faktor-faktor serta Indikator yang menunjukkan gagalnya SIM dalam Organisasi/Perusahaan................................ 16 2.2 Executive Information System (EIS)............................................ 22 2.2.1Pengertian Executive Information System (EIS)............ 22 2.2.2 Sejarah........................................................................... 23 2.2.3 Komponen dari sebuah EIS dapat tergolong seperti…. 24 2.2.4 Pengguna Interface ……............................................... 26 2.2.5 Telekomunikasi ............................................................ 26 2.2.6 Aplikasi ........................................................................ 26 2.2.7 Keuntungan dan Kerugian ……….…….……………… 27 2.2.8 Kecenderungan masa depan…………………..………. 28

iv

2.3 Human Machine Interface (HMI) ................................................. 29 2.4 Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN)............................................................................... 30 2.5 Evaluasi Sistem Informasi ……………......................................... 47 2.3.1 Technology Acceptance Model (TAM)..………………… 47 2.3.2 Theory of Reasoned Action (TRA)……………………… 50 2.3.3 End User Computing (EUC) Satisfaction……………… 50 2.3.4 Task Technology Fit (TTF) Analysis…………………… 51 2.3.5 Human-Organization-Technology (HOT)……………… 51

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1Tempat dan Waktu Penelitian ……………………........................ 54 3.2 Sumber Dan Jenis Data.............................................................. 54 3.2.1 Sumber Data ..................................................................... 54 3.2.2 Jenis Data ..................................................................... 55 3.3 Populasi Dan Sampel .................................................................. 55 3.4 Metode Pengumpulan Data ............................................................ 57 3.4.1 Wawancara..................................................................... 57 3.4.2 Kuesioner........................................................................ 57 3.4.3 Metode Pustaka.............................................................. 58 3.4.4 Metode Dokumentasi………........................................... 58 3.5 Metode Analisis Data ………………………………………………. 58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Deskripsi Obyek Penelitian........................................................... 59 4.1.1 Sejarah Balitbang Kemhan …………………..….……… 59 4.1.2 Tugas dan Fungsi Balitbang Kemhan............................. 61 4.1.3 Visi dan Misi Balitbang Kemhan ……............................. 62 4.1.4 Struktur Organisasi Balitbang Kemhan …………….…… 64 4.2 Deskripsi Hasil Penelitian …………………..……......................... 68 4.2.1 Karakteristik Responden …………………………..……. 68 4.2.2 Uji Instrumen Penelitian ……………..…………..………. 72 4.3 Hasil Analisis data dan Pengujian ............................................... 79 4.3.1 Input SIMAK BMN …..…………………..…………….…... 79 4.3.2 Proses SIMAK BMN .......................................................... 81

4.3.3 Output SIMAK BMN .......................................................... 82 4.4 Pembahasan................................................................................ 83 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ................................................................................. 86 5.2 Saran .......................................................................................... 87

DAFTAR PUSTAKA

   

DAFTAR TABEL

2.4.3 Jadwal Pelaporan SIMAK BMN……………………………........ 44 3.3 Tabel Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian (orang)............. 56 4.2.1Tabel Karakteristik Responden dilihat dari Jenis Kelamin......... 69 4.2.2 Tabel Karakteristik Responden dilihat dari Usia........................ 70 4.2.3 Tabel Karakteristik Responden dilihat dari Pendidikan............. 71 4.2.4 Tabel r hitung uji validitas variabel Input SIMAK BMN……… 73

4.2.5Tabel r hitung uji validitas variabel Proses SIMAK BMN .......... 74 4.2.6 Tabel r hitung uji validitas variabel Output SIMAK BMN......... 74 4.2.7 Tabel Uji Reliabilitas ………..…………………………………. 75 4.2.8 Tabel Variabel Input SIMAK BMN............................................. 76 4.2.9 Tabel Variabel Proses SIMAK BMN……………………………. 77 4.2.10 Tabel Variabel Output SIMAK BMN…………………………… 78 4.3.1 Tabel Ringkasan Perhitungan Indikator Input SIMAK BMN........ 79 4.3.2Tabel Ringkasan Perhitungan Indikator Proses SIMAK BMN..... 81 4.3.3Tabel Ringkasan Perhitungan Indikator Output SIMAK BMN... 82

v

   

DAFTAR GAMBAR

2.1 Gambar Diagram Alur SIMAK BMN.… … … … … … … … . . . . . . . . 34 2.2 Gambar Mekanisme pelaporan barang SIMAK BMN…………… 38 2.3 Gambar Sistem TAM................................................................... 49 4.1 Gambar Struktur Organisasi Balitbang ....................................... 64 4.2 Gambar Diagram Grafik Jenis Kelamin Responden (%)………. 69 4.3 Gambar Diagram Grafik jumlah responden dilihat dari usia (%).. 70 4.4 Gambar Diagram Grafik jumlah responden dilihat dari pendidikan (%)………………………………………………………. 72

vi

   

DAFTAR LAMPIRAN

1. 2. 3. 4.

LEMBAR KUESIONER HASIL RESPONDEN UJI COBA VARIABLE INPUT HASIL RESPONDEN UJI COBA VARIABLE PROSES HASIL RESPONDEN UJI COBA VARIABLE OUTPUT

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah landasan bagi pembuatan dan penerapan kebijakan negara yang demokratis dalam era globalisasi. Fenomena demokrasi ditandai dengan menguatnya kontrol masyarakat terhadap

penyelenggaraan pemerintahan, sementara fenomena globalisasi ditandai dengan saling ketergantungan antarbangsa, terutama dalam pengelolaan sumber-sumber ekonomi dan aktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, tata pemerintahan yang baik perlu segera dilakukan agar segala permasalahan yang timbul dapat segera dipecahkan dan juga proses pemulihan ekonomi dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik membutuhkan waktu yang tidak singkat dan juga upaya yang terus menerus. Disamping itu, perlu juga dibangun kesepakatan serta rasa optimis yang tinggi dari seluruh komponen bangsa yang melibatkan tiga pilar berbangsa dan bernegara, yaitu para aparatur negara, pihak swasta dan masyarakat madani untuk menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dalam rangka mencapai tata pemerintahan yang baik. Dengan adanya Undang-Undang No.17/2003, No.1/2004 dan Peraturan

Pemerintah No.24/2005, No.06/2006 yang mengharuskan lembaga pemerintah agar melaporkan kekayaan negara berupa uang dan barang sesuai standar akuntansi

1

dalam rangka menunjukkan tertib administrasi dan kredibilitas negara dengan prinsip-prinsip utama yang melandasi Tata Pemerintah yang baik. Akuntabilitas, profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan barang milik Negara di lingkungan Kemhan dan TNI menuntut pimpinan Kemhan dan TNI dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya untuk bekerja lebih baik, efektif dan efisien khususnya dalam menginventarisasi kekayaan milik Negara. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat pesat dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan. Peranan TI dalam berbagai aspek kegiatan dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan,dan akurat. Dengan semakin meningkatnya variasi dan volume kegiatan pengelolaan barang milik Negara dari waktu ke waktu Kementerian Pertahanan dan TNI telah membangun Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (Simak BMN). Kekayaan negara yang berada dilingkungan Kemhan dan TNI terutama kekayaan berupa barang tak bergerak dan barang bergerak sering kali tidak terpelihara dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh tidak lengkap atau tidak akuratnya data-data kekayaan negara tersebut, yang mengakibatkan tidak dapat diajukannya suatu anggaran untuk pemeliharaan atau perbaikan kekayaan tersebut. Dengan dibangunnya sistem Informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (Simak BMN) ini diharapkan kekayaan-kekayaan negara itu dapat dipelihara

2

dengan baik dan juga diharapkan sistem ini dapat memfasilitasi upaya untuk memenuhi tuntutan peningkatan kinerja personel dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam penyusunan anggaran. Keluaran Simak BMN berupa berbagai daftar dan laporan yang dapat memenuhi dua keperluan informasi sekaligus. Pertama, laporan dan daftar barang untuk memenuhi pengelolaan kepentingan barang. manajemen laporan dalam dan menentukan daftar barang kebijakan sebagai dalam bentuk

Kedua,

pertanggungjawaban dalam memenuhi fungsi akuntabilitas dan transparansi. Keberhasilan Simak BMN di lingkungan Kemhan dan TNI tergantung dari kesungguhan semua organisasi pengelola Simak BMN, terutama ditingkat Satker karena Satker merupakan satuan pelapor dimana pekerjaan pengelolaan Simak BMN dimulai. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan merupakan unsur pelaksana tugas teknis Kementerian Pertahanan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri dipimpin oleh Kepala Badan (Kabadan). Tugas pokok Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan sesuai Bab X Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor: PER/16/M/IX/2010 tanggal 27 September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertahanan adalah melaksanakan penelitian, pengkajian dan pengembangan bidang strategi dan sistem pertahanan, peningkatan sumber daya manusia, penerapan iptek pertahanan dan pemberdayaan industri nasional dalam rangka pertahanan negara. Berdasarkan uraian di atas, diperlukan adanya penelitian untuk mengetahui evaluasi penggunaan Simak BMN di lingkungan Balitbang Kemhan.

3

1.2. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah SIMAK BMN adalah suatu sistem inventarisasi, penata usahaan atau serangkaian prosedur yang mengatur tentang tata cara pelaporan barang milik negara guna menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi aset atau kekayaan negara merupakan suatu pendukung bagi peningkatan kinerja dalam suatu organisasi. Dalam skripsi ini permasalahan akan diidentifikasi sebagai berikut : a. Apakah SIMAK BMN yang dilaksanakan di Balitbang Kemhan telah sesuai yang diharapkan ? b. Apakah kinerja yang diharapkan di Balitbang Kemhan bisa dicapai sebagaimana yang diharapkan ? c Apakah peningkatan kinerja bisa ditingkatkan melalui penggunaan berjalan

SIMAK BMN ? d. Bagaimana evaluasi penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan ? 1.2.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan Identifikasi masalah tersebut di atas, batasan masalah dalam skripsi ini adalah pada Balitbang Kemhan yang secara khusus mengamati Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (Simak BMN) . 1.2.3 Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah tersebut di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

4

Bagaimanakah Evaluasi Penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penyusunan Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan

SIMAK BMN di Balitbang Kemhan ? Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut: 1.3.1 Bagi penulis, memperoleh manfaat sebagai bahan masukan dalam pembuatan analisis skripsi, sebagai perbandingan antara teori dan praktek serta menambah wawasan dan pengetahuan. 1.3.2 Bagi organisasi, sebagai bahan masukan dan evaluasi ke depan penggunaan SIMAK BMN. 1.3.3 Sebagai masukan bagi perguruan tinggi khususnya untuk melakukan studi ulang terhadap penelitian selanjutnya. 1.3.4 Sebagai salah satu yarat untuk memperoleh gelar Sarjana Tekni Jurusan Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dalam

1.4 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Berisi mengenai latar belakang masalah, identifikas, perumusan dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, serta sistematika penelitian.

5

BAB II

LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi teori yang digunakan untuk melandasi penelitian antara lain Penerapan SIMAK BMN dan Peningkatan Laporan Keuangan di Balitbang Kemhan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini berisi obyek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data dan kerangka pemecahan masalah.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini berisi hasil pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, hasil analisis serta pembahasannya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari serangkaian pembahasan serta saran-saran yang perlu untuk disampaikan.

6

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi Manajemen Untuk dapat memahami dengan jelas mengenai konsep sistem informasi manajeman (SIM), penting untuk mengetahui konsep dasar dari sistem informasi berikut hubungannya dengan aktifitas manajemen yang menyertainya. Dalam sistem informasi diperlukan klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. Bahasan sistem informasi tidak selalu melibatkan komputer. Persoalannya bukan mengenai dipakai atau tidaknya komputer, tetapi dititikberatkan pada bagaimana berbagai proses yang berlangsung akan dikomputerisasikan. Sehingga timbulah sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer adalah sistem informasi yang alat bantunya menggunakan komputer untuk efektivitas sistem atau organisasi. Pada sistem informasi berbasis komputer, subyek utama dari sistem tetaplah manusia yang mengetahui dengan tepat kebutuhan informasi, dan mengambil keputusan, bukanlah komputernya, yang hanya sebagai subsistemnya saja. Sistem informasi manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan

7

sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomatisasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif. 2.1.1 Tujuan Umum a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen. b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,

pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya

perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan). 2.1.2 Proses Manajemen Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas: a. Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya,

8

perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut. b. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari proses pencapaian tujuan. Setelah suatu dan rencana manajer dibuat, serta rencana pekerja tersebut harus harus

diimplementasikan,

memonitor

pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut pengendalian. c. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternativ disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian. Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa.

2.1.3 Bagian SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
a. Sistem informasi akuntansi menyediakan informasi dan transaksi keuangan. Sistem informasi pemasaran menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran. b. Sistem informasi manajemen persediaan. c. Sistem informasi personalia

9

d. Sistem informasi distribusi e. Sistem informasi pembelian f. Sistem informasi kekayaan g. Sistem informasi analisis kredit h. Sistem informasi penelitian dan pengembangan i. Sistem informasi analisis software j. Sistem informasi teknik

Beberapa fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi. b. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis. c. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif. d. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. e. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. f. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. g. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

10

h. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksitransaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. i. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. j. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan

persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. k. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dimana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap: 1) Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing. 2) Memiliki metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan membuat urutan kepentingan semua alternatif. 3) Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan. Konsep sebuah sistem keputusan tertutup jelas menganggap orang rasional yang secara logis menguji semua alternatif, mengurutkan

berdasarkan kepentingan hasilnya, dan memilih alternatif yang membawa

11

kepada hasil yang terbaik/maksimal. Model kuantitatif pengambilan keputusan biasanya adalah model sistem keputusan tertutup. Sebuah sistem keputusan terbuka memandang keputusan berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan tersebut kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambilan keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan, dan sebagainya. m. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan. Pendukung pemprosesan untuk pengendalian operasi terdiri dari : 1) Proses transaksi 2) Proses laporan 3) Proses pemeriksaan Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan jenis dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional : 1) Suatu transaksi penarikan kembali persediaan menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat menyelidiki

12

persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian persediaan harus diadakan. 2) Suatu pemeriksaan terhadap file anggota menjelaskan keperluan untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file anggota menggunakan program untuk memilih kandidat secara kasar. 3) Laporan rutin dihasilkan secara periodik. Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur pengolahan laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah. Contoh : suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari. n. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dan mengalokasi sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut : 1) Pekerjaan yang telah direncanakan (standar, ekspektasi, anggaran, dll) 2) Penyimpangan dari pekerjaan yang telah direncanakan 3) Sebab penyimpangan 4) Analisis keputusan atau arah tindakan yang mungkin Database untuk pengendalian manajemen terdiri dari dua elemen utama : (1) database dari operasional, dan (2) rencana, anggaran, standar, dan lain-lain yang mendefinisikan perkiraan tentang pelaksanaan, juga beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya.

13

Proses untuk mendukung keputusan kegiatan pengendalian manajemen adalah sebagai berikut : 1) Model perencanaan dan anggaran 2) Program-program laporan penyimpangan 3) Model-model analisis masalah 4) Model-model keputusan 5) Model-model pemeriksaan/pertanyaan Keluaran dari sistem informasi pengendalian manajemen adalah : rencana dan anggaran, laporan yang terjadwal, laporan khusus, analisis situasi masalah, keputusan untuk penelaahan, dan jawaban atas pertanyaan. o. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Rentang waktu untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi bisa diadakan, sebagai contoh : 1) Suatu rantai pertokoan dapat memutuskan untuk mengubah menjadi usaha melalui pesanan 2) Suatu toko serba ada dengan toko di pusat kota dapat memutuskan untuk mengubah menjadi suatu toko obral di luar kota. Aktivitas perencanaan strategis tidak harus terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian manajemen. Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa perencanaan strategis bisa dijadwalkan ke dalam

14

perencanaan tahunan dan siklus penganggaran. Beberapa jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis menunjukkan ciri data : 1) Prospek ekonomi bagi bidang kegiatan perusahaan dewasa ini. 2) Lingkungan politik dewasa ini dan perkiraan masa mendatang 3) Kemampuan dan prestasi organisasi menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini). 4) Proyeksi kemampuan dan prestasi masa mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini). 5) Prospek bagi industri di daerah lain. 6) Kemampuan saingan dan saham pasar mereka. 7) Peluang bagi karya usaha baru. 8) Alternatif strategi 9) Proyeksi kebutuhan sumber daya bagi alternatif beberapa strategi. Dukungan sistem informasi untuk perencanaan strategis tidak bisa selengkap seperti pengendalian manajemen dan pengendalian operasional. Namun demikian sistem informasi manajemen dapat memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan strategis, misalnya: 1) Evaluasi kemampuan yang ada didasarkan atas data internal yang ditimbulkan kebutuhan pengolahan operasional. 2) Proyeksi kemampuan mendatang dapat dikembangkan oleh data masa lampau dan diproyeksikan ke masa mendatang 3) Data pasar dan persaingan yang mungkin bisa direkam dalam database komputer.

15

p. SIM Berdasarkan Fungsi Organisasi Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu kesatuan subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi untuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan menyangkut data base, model base dan beberapa program yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.

2.1.4 Faktor-faktor serta Indikator yang menunjukkan gagalnya SIM dalam Organisasi/Perusahaan. Semakin meningkatnya teknologi, maka meningkat pula kebutuhan suatu perusahaan akan suatu sistem informasi di dalam suatu organisasi. Berbagai perusahaan berusaha mengembangkan sistem informasi untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. Selain itu, sistem informasi juga dapat membuat suatu sistem menjadi efisien dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan perusahaan itu. Sistem informasi tidak selalu membawa keuntungan pada perusahaan yang menerapkannya. Sistem informasi dapat dikategorikan gagal jika dalam prakteknya terjadi beberapa kelemahan atau kekurangan. Suatu sistem informasi dikatakan gagal jika sistem tersebut tidak mampu menunjang kebutuhan perusahaan. Kegagalan penerapan sistem informasi pada

16

perusahaan jika sistem informasi tersebut tidak mencapai sasaran atau tujuan. Selain itu, sistem informasi juga dikatakan sia-sia jika tidak bermanfaat bagi perusahaan dan perusahaan telah mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk sistem informasi namun sistem informasi tersebut tidak dapat digunakan. Menurut pendapat Rosemary Cafasaro dalam O’Brien (1999) bahwa terdapat beberapa alasan yang menyebabkan kesuksesan atau kegagalan penerapan sistem informasi di dalam suatu perusahaan. Faktor-faktor yang dapat menjadi sebab kegagalan dalam penerapan sistem informasi yaitu kurangnya dukungan dari manajemen eksekutif dan input dari end-user, penyataan kebutuhan dan spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubah serta inkompetensi secara teknologi. SIM yang baik akan mampu menyediakan data dan kemampuan analisis perhitungan data-data. Dalam suatu organisasi, setiap tingkatan manajemen mempunyai kebutuhan-kebutuhan rencana sendiri yang berbeda. SIM yang dikembangkan harus mampu mendukung setiap kebutuhan tersebut. Dengan demikian suatu SIM manajemen yang baik harus mampu memberikan dukungan pada proses-proses berikut: a. Proses perencanaan b. Proses pengendalian c. Proses pengambilan keputusan Pengembangan sistem informasi memerlukan sumber daya yang tepat untuk membuat, mengelola atau melaksanakannya. Sistem informasi sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dan permintaan perusahaan. Selain itu, sistem informasi

17

sebaiknya memberikan manfaat secara nyata baik dalam hal efisiensi maupun efektivitas dari perusahaan. Kegagalan dari sistem ini tidak terlepas dari beberapa identifikasi faktor berikut, antara lain : a. Perencanaan sistem informasi tidak matang atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Sistem informasi sebaiknya harus ditentukan maksud dan tujuannya. Setelah itu, menambahkan komponen-komponen yang sesuai dengan tujuan utama dari sistem informasi tersebut. Perencanaan sistem informasi sebaiknya sejalan dengan tujuan dan komponen-komponen yang telah ditentukan sehingga tidak keluar dari jalur utama yang telah ditetapkan. Sistem informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan menghambat tujuan dari perusahaan tersebut. Sistem informasi yang menghambat, lambat laun akan ditinggalkan sehingga sistem informasi tersebut tidak memiliki manfaat. Sistem informasi tersebut dapat dikatakan mengalami kegagalan karena tidak mampu mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar dalam merencanakan dan merancang sistem informasi. b. Dukungan dari petinggi perusahaan Perencanaan dan pengembangan sistem informasi harus didukung oleh para manajer yang berkepentingan. Manajer sebaiknya aktif dan membantu pengembangan sistem informasi. Hal ini dikarenakan sistem informasi ini akan diterapkan pada perusahaan secara keseluruhan sehingga alangkah baiknya jika manajer ikut berperan dalam pengembangan dan penerapan sistem

18

informasi. Jika manajer tidak mengetahui sistem informasi, tentu akan menyulitkan manajer tersebut dalam membuat keputusan. Hal ini akan menghambat kinerja perusahaan dan pencapaian sasaran menjadi lebih lama dari yang seharusnya. c. Karyawan yang tidak mengetahui sistem informasi Sistem informasi yang tidak disosialisasikan akan menyebabkan karyawan tidak dapat menggunakan sistem informasi tersebut. Hal ini akan berdampak pada menurunnya kinerja perusahaan dan kegagalan sistem informasi sehingga sistem informasi yang telah dirancang akan sia-sia serta menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Selain itu, waktu sosialisasi yang singkat dapat menjadi kendala dalam hal penerapan sistem informasi. Karyawan hanya mempelajari sedikit mengenai sistem informasi yang mereka gunakan sehingga kemampuan mereka terbatas. Menurut Pambudi (2003), harus ada penyesuaian tertentu dalam menerapkan sistem informasi. Penyesuaian terhadap strategi penerapan sistem yang baru harus

disosialisasikan dengan jelas kepada karyawan. Dengan adanya SIM, perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Namun karena beberapa faktor tertentu, terkadang malah perusahaan mengalami kegagalan. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan

19

partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :

1) Pengorganisasian perusahaan yang kurang wajar 2) Kurangnya perencanaan yang memadai 3) Kurang personil yang handal. 4) Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat. Untuk meraih keberhasilan dalam pengembangan SIM, perlu

diperbaikinya sistem lama, terutama jika disebabkan beberapa hal berikut ini, a. Adanya permasalahan yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa : 1) Ketidakberesan sistem yang lama Ketidak beresan. dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. 2) Pertumbuhan organisasi. Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.

20

b. Untuk meraih kesempatan-kesempatan Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan dan peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen. c. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah. Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah d. Indikator Diperlukannya Pengembangan SIM 1) Keluhan penguna 2) Pengiriman barang yang sering tertunda 3) Pembayaran gaji yang terlambat 4) Laporan yang tidak tepat waktu 5) Isi laporan yang sering salah 6) Tanggung jawab yang tidak jelas 7) Waktu kerja yang berlebihan

8) Produktivitas tenaga kerja yang rendah 9) Banyaknya pekerja yang menganggur 10) Kegiatan yang tumpang tindih

21

11) Tanggapan yang lambat terhadap pengguna 12) Biaya operasi yang tinggi 13) File-file yang kurang teratur 14) Keluhan dari pengguna karena tertundanya permasalahan yang ada. 15) Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan 16) Investasi yang tidak efisien 17) Pekerjaan manajer yang terlalu teknis 18) Dll. SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

2.2 Executive Information System (EIS) 2.2.1 PengertianExecutive Information System (EIS) adalah sistem computer based yang membantu executive dalam mengakses data dan informasi untuk mengetahui suatu permasalahan, meneliti solusi yang akan diberikan, dan menunjukkan proses strategic planning. Data yang dibutuhkan dalam EIS a. Data terintegrasi dari berbagai database, student, finance, personnel, dibutuhkan untuk menganalisa dari berbagai sudut pandang b. Kadang-kadang, executive membutuhkan data dari database on-line c. Data lengkap yang berisi rangkuman data secara keseluruhan

22

d. Data eksternal (informasi umum) e. Record data sebelumnya EIS adalah inti dari Executive Support System (ESS). ESS dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu : a. Mental Modelling => Proses perancangan EIS, untuk mengidentifikasi factor critical succes, data dan informasi. b. EIS => Orang atau teknologi yang memberikan data kepada executive dan mengubahnya sebagai informasi c. Office Automation Support => Semacam alat komunikasi executive dengan staff untuk berinteraksi dalam pengambilan keputusan 2.2.2 Sejarah Secara umum, sistem informasi eksekutif dikembangkan seperti mainframe program berbasis komputer. Tujuannya adalah untuk melindungi sekumpulan data dan untuk kinerja penjualan atau statistik riset pemasaran untuk membuat keputusan, seperti halnya petugas keuangan, direktur pemasaran, dan petugas eksekutif pemimpin. Secara umum adalah untuk mengembangkan aplikasi komputer untuk kebutuhan eksekutif senior. EIS juga menyediakan data untuk mendukung keputusan level eksekutif seluruh perusahaan. Aplikasi dari EIS tidak hanya pada hirarki perusahaan, tetapi juga di komputer pribadi pada satu daerah jaringan lokal. EIS sekarang menggunakan platform perangkat keras komputer dan mengintegrasikan pada mainframe, mesin komputer pribadi, dan minicomputers. Sebagai beberapa perusahaan jasa klien mengadopsi sistem informasi perusahaan yang terakhir, karyawan dapat

23

mempergunakan komputer pribadi mereka untuk memperoleh akses ke data perusahaan dan memutuskan data yang adalah relevan untuk pembuatan keputusan mereka. Pengguna mampu untuk menyesuaikan akses mereka ke perusahaan sesuai data dan menyediakan keterangan relevan terhadap keduanya bagian atas dan tingkat yang lebih rendah di perusahaan. 2.2.3 Komponen dari sebuah EIS dapat tergolong seperti: a. Perangkat keras (Hardware) Ketika membicarakan tentang perangkat keras untuk satu lingkungan EIS, kita harus memfokuskan pada perangkat keras yang dibutuhkan esekutif. Eksekutif harus diletakkan yang pertama dan kebuthan eksekutif harus didefinisikan sebelum perangkat keras dapat terpilih. Perangkat keras komputer dasar diperlukan untuk suatu EIS meliputi empat komponen: (1 ) Input data - masukkan alat. Alat ini mengijinkan eksekutif untuk memasuki, verifikasi, dan perbaharui data dengan seketika; (2 ) unit pusat proses(CPU), yaitu daging buah karena ini mengontrol komponen mesin komputer yang lain; (3 ) file penyimpanan Data. Eksekutif dapat mempergunakan ini terpisah untuk menyimpan keterangan bisnis berguna, dan bagian ini juga membantu eksekutif mencari keterangan informasi bisnis historis dengan mudah; (4 ) output device, sediakan yang satu rekaman visual atau permanen untuk eksekutif menyimpan atau membaca. Alat ini terhubungkan ke visual output device atau printer. Sebagai tambahan, dengan jaringan lokal(LAN), beberapa produk EIS terhubung jaringan antara stasiunkerja jadi siap. Sistem ini memerlukan dukungan dan hardware komputer tidak

24

begitu mahal. Mereka juga meningkat akses dari keterangan EIS untuk banyak pengguna yang lain dengan suatu perusahaan. b. Perangkat lunak (Software) Memilih perangkat lunak penting untuk mendisain satu `EIS` yang efektif. Oleh sebab itu, komponen perangkat lunak dan bagaimana mereka mengintegrasikan data ke dalam suatu sistem sangatlah penting. Perangkat lunak dasar diperlukan untuk sutau `EIS` meliputi empat komponen: 1) Teks mendasari perangkat lunak. Bentuk paling umum dari teks mungkin mendokumentasikan; 2) Database. Database heterogen bercokol pada satu jangkauan spesifik Vendor dan platform komputer buka akses eksekutif pertolongan keduanya internal dan eksternal data; 3) Dasar grafis. Grafis dapat mengarahkan volume dari teks dan statistik ke dalam keterangan visuil untuk eksekutif. Jenis grafis yang khas adalah: bagan gugus berkala, sebar diagram, peta, grafis gerak, bagan urutan, dan perbandingan mengorientasi graf (yaitu., bagan balok); 4) Dasar model. `EIS` memodelkan mengandung data statistik rutin dan khusus, keuangan, dan analisa kuantitatif lain. Masalah lain untuk eksekutif adalah `chosing` dari satu jangkauan dari sangat tinggi paket software teknis. Kemudahan dari penggunaan,

kemampuan reaksi ke eksekutif permintaan, dan harga adalah semua bahan pertimbangan layak. Selanjutnya, ini harus dipertimbangkan apakah paket dapat berlari pada perangkat keras yang sudah ada.

25

2.2.4 Pengguna Interface ’EIS` membutuhkan efisiensi untuk mendapatkan kembali data elevan untuk pembuat keputusan, sehingga interface pemakai adalah sangat penting. Beberapa jenis pertemuan dapat tersedia di struktur `EIS`, seperti laporan terjadwal, soal atau jawab, pandu menu, bahasa perintah, bahasa alami, dan input atau output. Kalau eksekutif tidak nyaman dengan keterangan bertanya atau menjawab corak mode, `EIS` sepenuhnya dimanfaatkan. Alat penghubung ideal untuk satu `EIS` akan sederhana untuk mempergunakan dan sangat tinggi lentur, menyediakan kinerja konsisten, mencerminkan eksekutif dunia, dan mengandung keterangan pertolongan. 2.2.5 Telekomunikasi Sebagai desentralisas sedang menjadi kecenderungan saat ini di perusahaan, telekomunikasi akan bermain satu peran sangat penting di dalam terhubung jaringan sistem informasi. Mengirimkan data dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai tambahan, telekomunikasi di daklam suatu EIS dapat mempercepat kebutuhan akan akses ke distribusi data. 2.2.6 Aplikasi ’EIS` perbolehkan eksekutif untuk menemukan suatu data sesuai dengan kriteria didefinisikan pengguna dan meningkatkan keterangan mendasari pengertian yang mendalam dan pemahaman. Tidak sama dengan satu presentasi management information sistem tradisional, `EIS` dapat mencirikan di antara penting dan jarang data terpakai, dan jejaki aktivitas berbeda kritis kunci

26

untuk eksekutif, keduanya yang sangat menolong di dalam mengevaluasi kalau perusahaan sedang menjumpai obyektif perusahaannya. Setelah menyadari keuntungannya, orang-orang telah menerapkan `EIS` pada beberapa area, terutama, di pabrikasi, pemasaran, dan biayai area. 2.2.7 Keuntungan dan Kerugian Keuntungan : a. Mudah bagi eksekutif taraf bagian atas untuk pergunakan, pengalaman komputer luas bukan diperlukan di operasi. b. Sediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan. c. Keterangan yang disediakan makin baik mengerti. d. Saring data untuk manajemen. e. Tingkatkan untuk menjejaki keterangan. f. Tawarkan efisiensi untuk pembuat keputusan Kerugian. g. Fungsi adalah terbatas, tidak dapat melaksanakan hitungan kompleks. h. Susah untuk mengukur bermanfaat bagi dan untuk membenarkan implementasi dari satu EIS. i. Eksekutif mungkin menghadapi beban terlalu berat keterangan. j. Sistem mungkin menjadi alon-alon, besar, dan susah untuk mengatur k. Sulit ke data arus biaya hidup l. Bolehkan memimpin ke kurang data yang dapat dipercaya dan tidak kuat m. Perusahaan kecil mungkin menghadapi biaya berlebihan untuk implementasi

27

2.2.8 Kecenderungan masa depan Perdagangan berjangka dari sistem info eksekutif tidak akan diikat oleh mesin komputer mainframe. Kecenderungan ini mengijinkan belajar melepaskan dari eksekutif sistem operasi komputer berbeda dan pada hakekatnya menyusut biaya implementasi untuk perusahaan. Sistem informasi eksekutif masa depan akan tidak hanya menyediakan satu sistem dukungan itu eksekutif senior, tetapi kebutuhan manajer pertengahan. Eksekutif masa depan sistem informasi akan menjadi berbeda karena akibat integrasi aplikasi baru yang potensial dan teknologi ke dalam sistem, seperti itu menggabungkan kecerdasan buatan, kecerdasan buatan dan integrasi multimedia karakteristik dan ISDN teknologi ke dalam satu EIS. Karena beberapa alasan dukungan yang diberikan DSS kepada eksekutif hanyalah sedikit, maka dalam pengembangannya muncullah Sistem Informasi Eksekutif (EIS) atau Sistem Penunjang Eksekutif (ESS). Konsep dasar tersebut terbagi atas 3 hal, yaitu : a. Faktor penentu keberhasilan (critcal success factor)adalah hal- hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan. b. Management By Exception (MBE) merupakan perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja dilapangan. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.

28

c. Model Mental Peran utama EIS adalah membuat sari dari data dan informasi yang volumenya besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut penempatan informasi (information compression). Dimana menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan. Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan

perkiraaan untuk memahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengembalikan pelaksanaannya.

2.3 Human Machine Interface (HMI) Human Factor Engineering kata lainnya adalah Man Machine Interface atau yang lebih singkat lagi adalah Ergonomics. Adalah ilmu yang mempelajari segala faktor-faktor yang terkait antara manusia sebagai pengguna atau pengoperasi mesin dengan mesinnya, sebagai pelaku kerja dengan pekerjaan yang dilakukannya. Mulai dari aspek manusianya seperti a.l. kemampuan fisik ataupun mental manusia dalam melakukan suatu pekerjaan, keterbatasan ukuran tubuh manusia, keterbatasan tenaga atau daya manusia, kelemahan fungsi fungsi organ tubuh manusia dlsb nya. Dari aspek mesinnya, misalnya antara lain ukuran dan bentuk tombol, handle pengendali, tempat duduknya, bentuk/ukuran mesinnya sendiri, getaran/kebisingan mesin,

kekerasan/kekuatan/tenaga untuk kendali mesin dlsb nya. Dari aspek lingkungan kerja misalnya terang/gelap, sirkulasi udara, panas/dingin, luas/sempit, tenang/bising dlsb. Dari aspek metode kerja misalnya postur kerja, posisi kerja, teknik/tata cara melakukan kerja dlsbnya.

29

Dengan memiliki pemahaman mengenai aspek aspek tersebut, diharapkan interface antara manusia dengan mesin atau dengan pekerjaannya dapat dirancang dengan sebaik baiknya sehingga produktivitasnya optimal tinggi dan pekerjaan berlangsung secara aman dan selamat. interface tsb bisa berupa metode kerja, bentuk khusus dari alat, bentuk khusus dari kursi kerja/meja kerja, rancangan khusus mengenai ruang kerja dlsb nya. Ilmu ini sangat berkaitan erat antara lain dengan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), biomekanik, teknik tata cata (time and motion), produktivitas/quality improvement, perancangan alat/mesin. Demikian sekedarnya, mudah mudahan membantu dan silahkan yang mau menambahkan.

2.4 Sistem

Informasi

Manajemen

dan

Akuntansi

Barang

Milik

Negara

(SIMAKBMN). SIMAK BMN adalah suatu inventarisasi, penatausahaan atau serangkaian prosedur yang mengatur tentang tata cara pelaporan barang milik negara guna menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi negar atau kekayaan negara yang dikuasai oleh Kemhan TNI. Alasan SIMAKBMN dilaksanakan karena : 2.4.1 Adanya undang-undang no.17/2003, no.1/2004 dan peraturan pemerintah no.24/2005, no.06/2006 yang mengharuskan lembaga pemerintah agar melaporkan kekayaan negara berupa uang dan barang sesuai standar akuntansi dalam rangka menunjukkan tertib administrasi dan kredibilitas negara.

30

2.4.2 Adanya opini wajar dengan pengecualian yang dikeluarkan oleh BPK terhadap hasil laporan keuangan Kemhan & TNI, antara lain disebabkan oleh laporan barang milik negara yang belum mencerminkan jumlah dan nilai aset yang sebenarnya. 2.4.3 Pengelolaan akuntansi barang belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga belum bisa menunjukkan nilai terhadap aset tetap, barang persediaan, konstruksi dalam pengerjaan, neraca barang dan catatan atas laporan barang. Pada dasarnya penatausahaan atau inventarisasi barang milik negara telah dilaksanakan sejak dulu sesuai dengan kepentingan manajemen para pembina komoditi/ materiil dari masing-masing Angkatan sebagai berikut :
-

IKMN, pada tahun 1989, mulai dibangun sistem inventarisasi kekayaan milik negara secara terpadu di lingkungan Kemhan TNI.

-

IKN, pada tahun 2003 berkaitan dengan reorganisasi Kemhan TNI, maka sistem IKMN dirubah menjadi IKN dan pengelola di tingkat pusat dipisah, dimana untuk barang tak bergerak (BTB) oleh Ditjen Ranahan sedangkan untuk barang bergerak (BB) oleh Ditjen Kuathan.

-

SAAT, pada tahun 2004 muncul lagi Sistem Akuntansi Aset Tetap, namun sistem ini hanya berlangsung singkat bahkan belum terlaksana, sehingga sistem kembali lagi ke IKN.

-

SABMN, pada akhir tahun 2006 muncul lagi Sistem Akuntansi Barang Milik Negara dengan lahirnya Permenhan no.13/2006, namun karena sistem ini

31

kurang memenuhi kebutuhan intern di lingkungan Kemhan dan TNI maka sistem ini tidak jalan dan masih tetap menggunakan versi IKN.
-

SIMAK BMN, pada tahun 2008, karena mendesaknya kebutuhan laporan keuangan terhadap nilai aset barang, maka dikembangkanlah SIMAK BMN yang memiliki nilai tambah. Kelebihan dari sistem ini selain dapat memenuhi kebutuhan Depkeu berkaitan dengan akuntansi barang, juga dapat memenuhi kebutuhan intern Kemhan TNI berkaitan dengan pembinaan materiil maupun perencanaan.

-

SAI, Pada tahun 2009 ini mulai dilaksanakan SAI (Sistem Akuntansi Instansi), yaitu merupakan penggabungan antara laporan SIMAK BMN dan SAK (Sistem Akuntansi Keuangan).

Yang melaksanakan SIMAK BMN adalah Satuan Kerja, Satuan Pelapor atau Satuan pengguna barang mulai dari satuan setingkat Batalyon atau Kodim sampai tingkat Unit Organisasi. a. Satuan Pelapor (Satpor) ; Melaporkan barang milik negara yang menjadi tanggung jawabnya sesuai aturan atau format yang telah ditetapkan dalam SIMAK BMN, secara periodik atau sewaktu waktu kepada Satuan atasnya (Satker). b. Satuan Kerja (Satker) ; 1) Selaku Satpor melaporkan barang milik negara yang menjadi tanggung jawabnya. 2) Menghimpun laporan dari Satuan bawahannya (Sub Satker) bila memiliki Sub Satker.

32

3) Melaporkan secara periodik atau sewaktu waktu kepada Satuan atasnya. 4) Melaksanakan rekonsiliasi atas laporan barang kepada pekas (Baku-IV) yang melayani Satker yang bersangkutan setiap ada transaksi perubahan data. c. Komando Utama (Kotama) ; 1) Menghimpun laporan dari Satuan bawahannya (Satker) bila memiliki beberapa Satker, 2) Melaporkan secara periodik atau sewaktu waktu kepada Satuan atasnya (Unit Organisasi). 3) Melaksanakan rekonsiliasi atas laporan barang kepada Ku Kotama (Baku III) setiap triwulan atau setiap ada transaksi perubahan data. d. Unit Organisasi ; 1) Menghimpun laporan barang dari Kotama atau dari Satker Balakpus. 2) Melaporkan secara periodik atau sewaktu waktu kepada Satuan atasnya (Kementerian dalam hal ini Ditjen Kuathan). 3) Melaksanakan rekonsiliasi atas laporan barang kepada Pusku atau Ditku/Disku Angkatan (Baku-II) setiap triwulan atau setiap ada transaksi perubahan data. e. Kementerian 1) Menghimpun laporan barang dari Unit Organisasi. 2) Melaporkan secara periodik atau sewaktu waktu kepada Kemkeu.

33

3) Melaksanakan rekonsiliasi atas laporan barang kepada Baku I (Pusku Kemhan) setiap triwulan, semester, tahunan atau setiap ada transaksi perubahan data. Diagram Alur SIMAK BMN sebagai berikut :

Gambar 2.1 Diagram Alur SIMAK BMN. a. Input, meliputi : 1) File lama, yaitu file yang berasal dari data IKN yang sudah dimiliki Satker atau Satpor, file tersebut telah divalidasi sebelumnya oleh Satker, sehingga Satker tidak perlu merekam ulang, tetapi oleh sistem langsung dikonversi menjadi saldo awal untuk kebutuhan akuntansi.

34

2) Tabel mapping, merupakan penyetaraan atau konversi tabel atau meliputi : - kode barang berdasarkan komoditi. - kode barang konversi ke kode SIMAKBMN. - kode barang konversi ke kode Akun. - kode barang konversi ke kode Mata Anggaran Keluaran (MAK). - kode Satker materiel ke kode Satker Garku 3) Barang baru harus disertai dengan dokumen pengadaan.

kode

Untuk menghindari kesalahan atau kesulitan bagi operator ketika memasukkan data kedalam sistem, maka bagian pengadaan terlebih dahulu memasukkan data secara manual ke formulir sesuai komoditi berdasarkan dokumen pengadan atau dokumen kontrak, sehingga operator tinggal merekam dan tidak dibebani lagi untuk berfikir. 4) Barang Lama pengadaan sebelum tahun 2008 dan belum masuk IKN, dilaporkan berdasarkan dokumen yang ada dan akan menjadi koreksi saldo awal pada tahun berikutnya serta perubahan neraca dan catatan atas laporan barang. 5) File Otorisasi, file dari Otorisasi Anggaran (SKOP/P3) sebagai kontrol anggaran yang diterima oleh satker terutama belanja modal dan barang yang akan menjadi aset.

35

b. Proses. 1) Barang yang sudah terdata dalam struktur data base IKN dan barang pengadaan baru digabung dalam satu file data base selanjutnya diproses dengan cara mengkonversi. 2) File data elektronik dari Satker secara kumulatif akan tergabung secara otomatis kedalam Satuan diatasnya secara berjenjang. 3) Hak akses informasi hanya untuk Satuan sendiri dan Satuan dibawahnya. 4) Hasil proses dan konversi data base akan menghasilkan ; a. file baru untuk memenuhi kebutuhan laporan keuangan ke Kemkeu. b. file baru untuk rekonsiliasi dengan Baku IV s/d Baku I. c. file baru untuk memenuhi kebutuhan Satker versi Kemkeu. d. file baru untuk memenuhi kebutuhan Intern Kemhan dan TNI. c. Output (File Baru). 1) Kebutuhan Kemkeu dan Baku IV s/d I meliputi : a. Aset Tetap b. Barang Persediaan c. KDP (Konstruksi Dalam Pengerjaan) d. Neraca Barang e. CALB (Catatan Atas Laporan Barang) 2) Kebutuhan Satker versi Kemkeu a. Buku Barang b. Buku Barang Bersejarah c. Buku Persediaan

36

d. KIB (Kartu Inventaris Barang) e. DIR (Daftar Inventaris Ruangan) f. DIL (Daftar Inventaris Lainnya) 3) Kebutuhan Internal Kemhan dan TNI a. Fungsi Binmat : - Nominatif Barang / Buku Inventaris (BI) - Rekapitulasi Barang per Komoditi Rekapitulasi Alut Sista Nominatif Fasilitas Penerbangan Nominatif Fasilitas Labuh Sandar Laporan Mutasi Barang Semester Informasi lain sesuai permintaan pembina fungsi materiil.

b. Fungsi Perencanaan ( Kekuatan Materiil untuk penentuan belanja pemeliharaan RKA/KL) c. Fungsi Operasi (kesiapan dan kondisi materiil) d. Fungsi Hukum (tanah dan bangunan yang bersengketa) e. Informasi lain sesuai kebutuhan pembina komoditi. 4) Kebutuhan Informasi Eksekutif, memuat tampilan informasi untuk kebutuhan para eksekutif di masing-masing Unit Organisasi sesuai strata organisasi.

37

Mekanisme pelaporan barang SIMAK BMN dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.2 Mekanisme pelaporan barang SIMAK BMN 1) Satker/Sub Satker/Satpor selaku UAKPB : a. Terhadap barang baru (data baru) hasil pengadaan sendiri atau hibah dari luar Kemhan/TNI : (1) Menyiapkan dokumen barang yang diperlukan; (2) Bagian pengadaan memasukkan data kedalam formulir isian barang sesuai komoditinya selanjutnya untuk diotentikasi oleh Ka

Satker/Satpor. Dokumen ini memang diperlukan selain sebagai alat kendali juga sebagai dasar otentik terhadap data yang dimasukkan ke

38

dalam sistem, sehingga akan memudahkan penelusuran data bila terjadi kesalahan rekam data. (3) Operator BMN merekam data yang telah diotentikasi oleh Ka Satker/Satpor. b. Terhadap barang lama : (1) Barang lama yang sudah terrekam dalam data IKN secara otomatis telah dikonversi oleh sistem sebagai aset tetap atau saldo awal tahun 2008; (2) Barang lama yang belum terrekam dalam data IKN, diperlakukan seperti barang baru pengadaan sendiri. c. Terhadap barang mutasi/transfer (dalam Kementerian), pemutakhiran data atau barang yang dihapus : (1) Transfer keluar. Satker pemberi barang menyampaikan dokumen penyerahan barang kepada Satker penerima, selanjutnya

melaksanakan transfer ke luar sesuai data yang ada dalam sistem. (2) Transfer masuk. Satker penerima barang, setelah menerima

dokumen penyerahan barang, selanjutnya Satker tersebut memeriksa dan melaksanakan transfer masuk sesuai data yang ada dalam sistem. (3) Pemutakhiran. Satker setelah mengetahui adanya perubahan kondisi barang atau perubahan harga, selanjutnya melaksanakan mutasi perubahan.

39

(4) Penghapusan.

Satker

setelah

menerima

surat

keputusan

penghapusan, selanjutnya melaksanakan mutasi hapus yang ada dalam sistem. d. Rekonsiliasi, Satker Kotama atau Satker Balakpus mengirim laporan akuntansi barang ke Baku-IV (Pekas) untuk rekonsiliasi setiap bulan atau setiap ada transaksi barang meliputi: (1) Aset Tetap (2) Barang Persediaan (BP) (3) Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) (4) Neraca Barang (5) Catatan atas laporan barang (CALB) e. Satker atau Satuan Pelapor yang berdiri sendiri (BS) wajib mengirim laporan akuntansi barang dan laporan kekuatan barang dalam bentuk hardcopy kepada satuan atas dan softcopy kepada badan Infolahta. f. Satker menghimpun laporan kekuatan barang dari Sub Satker atau Satuan Pelapor yang menjadi bawahannya dan mengirimkan kepada Kotama (UAPPB-W) disertai data elektronik (DE). 2) Kotama selaku UAPPB-W : a) menerima laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Satker; b) menerima data elektronik (DE) dari Satker; c) menghimpun laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Satker; d) menghimpun data elektronik (DE) dari satker; e) membuat laporan akuntansi barang;

40

f) membuat laporan kekuatan barang; g) mengirim laporan akuntansi barang kepada Baku-III (KU Kotama / Kupus) dalam rangka rekonsiliasi; h) mengirim laporan kekuatan barang kepada Unit Organisasi (UAPPB-E1); i) mengirimkan data elektonik (DE) kepada Badan Infolahta Kotama. 3) Unit Organisasi selaku UAPPB-E1 : a) Menerima laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Kotama dan Balakpus TNI sebagai Satker; b) Untuk unit organisasi (UO) Kemhan menerima laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Satker-Satker Kemhan; c) Menerima data elektronik (DE) dari Kotama dan Balakpus TNI sebagai Satker d) Untuk unit organisasi (UO) Kemhan menerima data elektronik (DE) dari Satker-Satker Kemhan; e) Menghimpun laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Kotama dan Balakpus TNI sebagai Satker; f) Untuk unit organisasi (UO) Kemhan menghimpun laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari Satker-Satker Kemhan; g) Menghimpun data elektronik (DE) dari Kotama dan Balakpus TNI sebagai Satker; h) Untuk unit organisasi (UO) Kemhan menghimpun data elektronik (DE) dari Satker-Satker Kemhan; i) Membuat laporan akuntansi barang;

41

j) Membuat laporan kekuatan barang; k) Mengirim laporan akuntansi barang kepada Baku-II (KU UO) dalam rangka rekonsiliasi; l) Untuk UO TNI mengirim laporan kekuatan barang kpd Mabes TNI selaku KUAPB. m) Untuk UO Kemhan mengirim laporan kekuatan barang kepada

Kementerian (Ditjen Kuathan) selaku UAPB n) Untuk UO TNI mengirim data elektronik (DE) kpd badan Infolahta UO TNI. o) Untuk UO Kemhan mengirim data elektronik (DE) kepada Pusdatin Kemhan. 4) Mabes TNI selaku KUAPB : a) menerima laporan kekuatan barang dari UO TNI dalam bentuk data elektronis (DE); b) menghimpun data elektronik (DE) dari UO TNI; c) membuat laporan kekuatan barang seluruh UO TNI; d) mengirim laporan kekuatan barang kepada Kementerian (Ditjen Kuathan) selaku UAPB; e) mengirim data elektronis (DE) kepada Badan infolahta KUAPB; f) mengirim data elektronis (DE) kepada UAPB. 5) Kementerian selaku UAPB : a) b) menerima laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari KUAPB menerima data elektronis (DE) dari KUAPB;

42

c)

menerima laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari UO Kemhan;

d) menerima data elektronis (DE) dari UO Kemhan; e) menghimpun laporan akuntansi barang dan kekuatan barang dari KUAPB dan UO Kemhan; f) menghimpun data elektronis (DE) dari KUAPB dan UO Kemhan;

g) membuat laporan akuntansi barang; h) membuat laporan kekuatan barang; i) mengirim laporan akuntansi barang kepada Baku-I (Pusku Kemhan) dalam rangka rekonsiliasi; j) mengirim laporan kekuatan barang kepada Pemerintah Cq. Kementerian Keuangan; k) mengirim data elektronis (DE) kepada Pusdatin Kemhan. 6) Badan Infolahta : a) Infolahta Kotama : (1) (2) (3) (4) menerima file dalam bentuk softcopy dari Satker; mengolah dan melaporkan data elektronis ke Infolahta UO; mengadakan koordinasi dgn pembina fungsi Kotama dan Ka Satker; memberikan supervisi teknis.

b) Infolahta Angkatan : (1) menerima file softcopy dari Infolahta Kotama dan Balakpus sebagai Satker;

43

(2) mengolah dan melaporkan data elektronis UO Angkatan ke Pusinfolahta TNI; (3) mengadakan koordinasi dengan pembina fungsi UO Angkatan; (4) memberikan supervisi teknis. c) Pusinfolahta TNI : (1) menerima file softcopy dari Disinfolahta Angkatan dan Balakpus TNI; (2) mengolah dan melaporkan data elektronis UO Angkatan dan UO Mabes TNI ke Pusdatin Kemhan; (3) mengadakan koordinasi dengan pembina fungsi TNI; (4) memberikan supervisi teknis. d) Pusdatin Kemhan : (1) menerima file softcopy dari Pusinfolahta TNI dan Satker Kemhan; (2) mengolah dan melaporkan data dalam bentuk softcopy dan hardcopy ke Ditjen Kuathan Kemhan; (3) mengadakan koordinasi dengan pembina fungsi; (4) memberikan supervisi teknis. Tabel 2.4.3 Jadwal Pelaporan SIMAK BMN

NO 1.

2.

3. 4.

LAPORAN Dari Satker ke KPKN Lokal Dari Satker ke UO Kemhan Dari Satker ke Kotama Dari Kotama ke DJKN Wil

SEMESTER-1 07 Juli

SEMESTER-2 07 Januari

TAHUNAN 10 Januari

KET

10 Juli

10 Januari

15 Januari

Kemhan

10 Juli 15 Juli

10 Januari 15 Januari

15 Januari 20 Januari

44

Dari Kotama ke UO 6. Dari UO TNI ke TNI 7. Dari UO Kemhan ke Kemhan 8. Dari TNI ke Kementerian 9. Dari Kemen terian ke DJKN Kemkeu 10. Rekonsiliasi ke Baku Sumber : Web Kemhan

5.

20 Juli 25 Juli 28 Juli

20 Januari 25 Januari 28 Januari

25 Januari 28 Januari 02 Februari Kemhan

28 Juli 04 Agustus

28 Januari 04 Februari

02 Februari 09 Februari Kemhan

TW. 1 dan 2

TW. 3 dan 4

20 Desember

Setiap Strata

Sanksi bagi yang tidak melaksanakan : Dalam UU no.1/2003 Tentang Perbendaharaan Negara mengatakan antara lain bahwa pengguna barang/uang harus bertanggung jawab terhadap pengurusan keuangan Negara. Apabila terjadi kesalahan pengurusan barang/uang termasuk laporan yang salah, maka pengguna barang/uang dapat dikenakan tuntutan

perbendaharaan atau tuntutan pidana. Sebagai implikasi dari laporan yang salah, maka dukungan anggaran terhadap perhitungan biaya pemeliharaan, akan disesuaikan dengan data yang masuk apakah data tersebut valid atau tidak. Beberapa Pengertian
a. Barang Milik Negara, yang selanjutnya disingkat BMN, adalah semua

barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

45

b. Aset tetap, adalah aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua

belas)

bulan

untuk

digunakan

dalam

kegiatan

pemerintah

atau

dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap yang dimaksud dalam pengertian BMN adalah barang bergerak dan barang tak bergerak yang dibeli at
c. Barang Persediaan (BP), adalah aset lancar dalam bentuk barang habis

pakai untuk mendukung kegiatan operasional, meliputi barang perbekalan, ATK, dan suku cadang yang dibeli dengan menggunakan jenis belanja barang.
d. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), adalah aset tetap yang sedang dalam

proses pembangunan atau belum selesai perolehannya pada tanggal pelaporan. Konstruksi Dalam Pengerjaan mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya

membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai.
e. Neraca Barang. Adalah, Laporan yang menyajikan informasi posisi

keuangan

yang

bersumber

dari

nilai

aset

barang

pada

tanggal

tertentu.iadakan
f.

Catatan Atas Laporang Barang (CALB), adalah catatan atas kondisi atau kekuatan barang yang mengalami perubahan karena renovasi, perbaikan, nilai tambah/susut atau belum pernah dilaporkan sebelumnya. Deng

46

g. Harga Barang, adalah semua komponen harga yang termasuk dalam

kontrak pengadaan barang, meliputi antara lain harga barang, PPN, biaya distribusi, biaya instalasi, biaya pelatihan dan biaya lainnya.
h. Satuan Kerja, adalah kesatuan yang merupakan bagian dari unit

organisasi

pada

kementerian/lembaga

yang

menerima

otorisasi

pengelolaan anggaran.an menggunakan jenis belanja modal atau belanja barang. 2.5. Evaluasi Sistem Informasi Tujuan utama dari evaluasi sistem informasi adalah untuk mengkaji nilai dari sistem informasi bagi suatu organisasi dan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tersebut. Dimana dapat membantu organisasi untuk

menggunakan dan mengatur sumberdaya sistem informasi yang ada dan meningkatkan efektivitasnya secara keseluruhan. Ada beberapa model yang biasa dan sering digunakan dalam evaluasi sistem informasi, di antaranya adalah: 2.3.1 Technology Acceptance Model (TAM) Model ini telah banyak digunakan dalam evaluasi sistem informasi untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap sistem informasi. Metode TAM ini pertama sekali dikenalkan oleh Davis pada tahun 1989. TAM merupakan hasil pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA), yang lebih dahulu dikembangkan oleh Fishbein dan Ajzen pada 1980. Davis mendefinisikan persepsi atas kemanfaatan sebagai “suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dalam bekerja”. Sedangkan Marvine Hamner et al.

47

(2008) menambahkan Persepsi atas manfaat untuk diri sendiri, dimana lebih mengacu pada manfaat yang diperoleh untuk pribadi dan manfaat untuk organisasi. Persepsi atas kemudahan penggunaan secara kontras, mengacu pada “suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut tak perlu bersusah payah. Ini mengikuti definisi dari “mudah”: ““tidak memiliki kesulitan atau atau upaya keras. Dalam TAM dikonsepkan sebagai sikap terhadap penggunaan sistem yang berbentuk penerimaan atau penolakan sebagai dampak bila seseorang menggunakan suatu teknologi dalam pekerjaannya. Peneliti lain menyatakan bahwa faktor sikap sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi perilaku individual. Sikap seseorang terdiri atas unsur kognitif/cara pandang, afektif, dan komponen komponen yang berkaitan dengan perilaku serta kecenderungan perilaku untuk menggunakan suatu teknologi. TAM adalah teori sistem informasi yang membuat model tentang bagaimana pengguna mau menerima dan menggunakan teknologi. Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna ditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru, sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut, khususnya dalam hal pengguna yakin bahwa dengan menggunakan sistem ini akan meningkatkan kinerjanya, di mana pengguna yakin bahwa menggunakan sistem ini akan membebaskannya dari kesulitan, dalam artian bahwa sistem ini mudah dalam penggunaannya.

48

Meningkatkan Kinerja Kebiasaan Dalam penggunaan Mempermudah KEGUNAAN Penggunaan Penggunaan System Terkini

Sumber: Davis et.al.(1989), Venkatesh et.al. (2003)

Gambar 2.3 Sistem TAM TAM yang memiliki elemen yang kuat tentang perilaku, mengasumsikan bahwa ketika seseorang membentuk suatu bagian untuk bertindak, mereka akan bebas untuk bertindak tanpa batasan (gambar 1). Beberapa penelitian telah mereplikasi studi Davis untuk memberi bukti empiris terhadap hubungan yang ada antara kegunaan, kemudahan pengguna dan penggunaan system. Model TAM sebenarnya diadopsi dari model TRA (Theory of Reasoned Action) yaitu teori tindakan yang beralasan dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, akan menentukan sikap dan perilaku orang tersebut. Reaksi dan persepsi pengguna Teknologi Informasi (TI) akan mempengaruhi sikapnya dalam penerimaan terhadap teknologi tersebut. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya adalah persepsi pengguna terhadap kemanfaatan dan kemudahan penggunaan TI sebagai suatu tindakan yang beralasan dalam konteks pengguna teknologi, sehingga alasan seseorang dalam melihat manfaat dan kemudahan penggunaan TI menjadikan tindakan/perilaku orang tersebut sebagai tolok ukur dalam penerimaan sebuah teknologi.

49

2.3.2 Theory of Reasoned Action (TRA) Model TAM yang dikembangkan dari teori psikologis, menjelaskan perilaku pengguna komputer yaitu berlandaskan pada kepercayaan, sikap, keinginan, dan hubungan perilaku pengguna. Tujuan model ini untuk menjelaskan faktor faktor utama dari perilaku pengguna terhadap

penerimaan pengguna teknologi. Secara lebih terinci menjelaskan tentang penerimaan sistem informasi dengan dimensi dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi diterimanya sistem informasi oleh pengguna. Model ini menempatkan penggunaan sebagai dependent variabel, serta kegunaan dan kemudahan penggunaan sebagai independen variabel. Kedua variabel independen ini dianggap dapat menjelaskan perilaku penggunaan. 2.3.3 End User Computing (EUC) Satisfaction Pengukuran terhadap kepuasan telah mempunyai sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Dalam lingkup end-user computing, sejumlah studi telah dilakukan untuk menggambarkan keseluruhan evaluasi di mana pengguna akhir telah menganggap penggunaan dari suatu sistem informasi (misalnya kepuasan) dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepuasan pengguna akhir terhadap aspek teknologi, dengan menilai isi, keakuratan, format, waktu dan kemudahan penggunaan dari sistem. Model ini telah banyak diujicobakan oleh peneliti lain untuk menguji reliabilitasnya dan hasilnya menunjukkan

50

tidak ada perbedaan bermakna meskipun instrumen ini diterjemahkan dalam berbagai bahasa yang berbeda. 2.3.4 Task Technology Fit (TTF) Analysis Inti dari Model Task Technology Fit adalah sebuah konstruk formal yang dikenal sebagai Task-Technology Fit (TTF), yang merupakan kesesuaian dari kapabilitas teknologi untuk kebutuhan tugas dalam pekerjaan yaitu kemampuan teknologi informasi untuk memberikan dukungan terhadap pekerjaan. Model TTF memiliki 4 konstruk kunci yaitu tugas dan teknologi , yang bersama-sama mempengaruhi konstruk ketiga TTF yang balik mempengaruhi hasil yaitu kinerja atau manfaat. Model TTF menempatkan bahwa teknologi informasi hanya akan digunakan jika fungsi dan manfaatnya tersedia untuk mendukung aktivitas pengguna. Model evaluasi ini pertama kali dikembangkan oleh Goodhue dan Thompson pada tahun 1995. Teori ini berpegang bahwa teknologi informasi memiliki dampak positif terhadap kinerja individu dan dapat digunakan jika kemampuan teknologi informasi cocok dengan tugas-tugas yang harus dihasilkan oleh pengguna. 2.3.5 Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model Yusof et al. (2006) memberikan suatu kerangka baru yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi sistem informasi yang disebut HumanOrganization-Technology (HOT) Fit Model. Model ini menempatkan

komponen penting dalam sistem informasi yakni Manusia, Organisasi dan Teknologi dan kesesuaian hubungan di antaranya.

51

Komponen Manusia menilai sistem informasi dari sisi penggunaan sistem pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi. penggunaan sistem juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan, tingkat penggunanya, pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap menerima atau menolak sistem. Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari

pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi. Kepuasan pengguna dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat dan sikap pengguna terhadap sistem informasi yang dipengaruhi oleh karakteristik personal. Komponen organisasi menilai sistem dari aspek struktur organisasi dan lingkungan organisasi. Struktur organisasi terdiri dari tipe, kultur, politik, hierarki, perencanaan dan pengendalian sistem, strategi , manajemen dan komunikasi. Kepemimpinan, dukungan dari top manajemen dan dukungan staf merupakan bagian yang penting dalam mengukur keberhasilan sistem. Sedangkan lingkungan politik, organisasi kompetisi, terdiri dari sumber pembiayaan, dan

pemerintahan, komunikasi.

hubungan

interorganisasional

Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan. Kualitas sistem dalam sistem informasi di institusi pelayanan menyangkut keterkaitan fitur dalam sistem termasuk kinerja sistem. Kemudahan penggunaan, kemudahan untuk dipelajari, waktu respon, kegunaan, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas merupakan variabel atau

52

faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem. Kualitas informasi berfokus pada informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi termasuk rekam data, dan laporan. Kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas informasi antara lain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan pemasukan data. Sedangkan kualitas layanan berfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh penyedia layanan sistem atau teknologi. Kualitas pelayanan dapat dinilai dengan kecepatan respon, jaminan, dan tindak lanjut layanan.

53

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penilitian ini dilaksanakan di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan yang beralamat di Jl. Jati No. 1 Pangkalan Jati Pondok Labu, Jakarta Selatan (jadwal terlampir)

3.2. Sumber Dan Jenis Data Menurut Webster’s New World Dictionary, data adalah things known

or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui, artinya sesuatu yang sudah terjadi merupakan fakta (Supranto, 2003:15). Selain itu, data juga dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. 3.2.1 Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 1998:114). Agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan penulis, maka diperlukan data yang bersifat obyektif dan data harus relevan dengan judul yang diajukan penulis karena data ini sangat penting. Sumber data yang diperoleh penulis dari Balitbang Kemhan.

54

3.2.2 Jenis Data a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer yang diperoleh penulis adalah data mengenai SIMAK BMN. Penulis memperoleh data dari Anggota Negeri Balitbang Kemhan. b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri

pengumpulannya oleh peneliti. Data sekunder ini berasal dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya, artinya satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Data sekunder ini dapat diperoleh melalui pustaka atau keterangan-

keterangan. Data sekunder yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah mengenai Sejarah Balitbang Kemhan, Struktur Organisasi serta Penjabaran Tugas Dan Fungsi Balitbang Kemhan.

3.3. Populasi Dan Sampel Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh Anggota Balitbang Kemhan berjumlah 206 anggota. Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dari

penelitian. Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dari penelitian. Dalam penelitian ini, sampel ditentukan dengan cara acak proporsional (proportional random sampling) sejumlah orang yang ditentukan

55

dengan rumus Slovin (Azhari, 1992 : 53). menggunakan e = 10% sehingga : N n = -------------------1 + N (e)2 206 = ------------------1 + 206 (0,1)2 = 67,32 dimana : n N e 67 orang = Jumlah sampel = Jumlah populasi

Pada

penelitian

ini,

penulis

n

= Error (% yang dapat ditoleransi terhadap ketidaktepatan sampel sebagai pengganti populasi).

Tabel 3.3 Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian (orang) Sampel (orang) Populasi No Golongan Rumus Jumlah PNS 1 Gol IV 11 11/206 X 67 4 2 Gol III 85 85/206 X 67 27 3 Gol II 44 44/206 X 67 14 4 Capeg 10 10/206 X 67 3 Total 150 48 TNI 1 Pati 4 4/206 X 67 1 2 Pamen 36 36/206 X 67 12 3 Pama 2 2/206 X 67 1 4 Bintara 14 14/206 X 67 5 Total 56 19 Total 206 67 Sumber : Balitbang Kemhan

56

3.4. Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan Tugas Akhir, penulis melakukan pengumpulan data dengan 3 metode yaitu : 3.4.1 Wawancara Metode wawancara adalah metode pengumpulan data

dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Pada metode

ini penulis mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Kasubbag Rumga Balitbang Kemhan yang berkaitan langsung dengan SIMAK BMN. 3.4.2 Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui. Kuesioner yang digunakan oleh penulis dalam memperoleh data adalah kuesioner dalam bentuk checklist, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check ( ) pada tempat yang telah disediakan.

Dalam penelitian ini, penulis menyebar 67 kuesioner dengan scoring model Likert yang diisi oleh responden pada kuisioner yang dibagikan. Skala Likert terdiri dari 5 (lima) skala yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Setiap soal disediakan 5 (lima) jawaban dengan skor masing-masing :
-

Jawaban Sangat Setuju (SS) dengan skor 5 Jawaban Setuju (S) dengan skor 4 Jawaban Ragu-ragu (R) dengan skor 3
57

-

Jawaban Tidak Setuju (TS) dengan skor 2 Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) dengan skor 1 Semakin sesuai antara jawaban yang diberikan responden dengan jawaban yang diharapkan maka semakin tinggi skor/bobot yang diperoleh.

3.4.3 Metode Pustaka Metode pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan

mencari informasi melalui buku-buku, literatur dan lainnya. Metode ini penulis lakukan dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan 3.4.4 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan

menggunakan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian tersebut atau mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, buku, surat kabar, notulen, rapat agenda dan lain sebagainya.

Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan SIMAKBMN yang diperoleh dari Kasubbag Rumga Balitbang Kemhan.

3.5. Metode Analisis Data Dalam penulisan laporan ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif yaitu mengumpulkan data yang berisi uraian, paparan tentang suatu obyek sesuai dengan kriteria serta hal-hal yang diperlukan dalam pendataan dan penyajian. Metode analisis deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas.
58

Menurut Supranto (2003:403), metode ini dapat digunakan dengan menggunakan rumus : n %= N Keterangan : n = skor yang diperoleh N = skor ideal % = prosentase Menurut Arikunto (1998:246), data yang sudah sampai ke prosentase lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagai berikut : 1. 76% - 100% 2. 56% - 75% 3. 40% - 55% 4. < 40% Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik x 100%

Penulis menggunakan metode analisis deskriptif ini dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan data secara sistematis yang berkaitan dengan SIMAK BMN dalam rangka evaluasi sehingga penulis dapat mengolah dan menyajikan data yang sistematis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Obyek Penelitian 4.1.1 Sejarah Balitbang Kemhan. Berdasarkan Keputusan Menhankam Nomor: KEP/05/M/X/1983 tanggal 5 Oktober 1983 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan Keamanan, antara lain pembentukan Badan Pengkajian dan Pengembangan Industri dan Teknologi, Departemen Pertahanan Keamanan disingkat BPPIT Dephankam. Pejabat Kepala BPPIT Dephankam periode pertama adalah Brigjen TNI Hardijono masa bakti 01 Oktober 1983 s/d 31 Maret 1988. Kemudian periode kedua BPPIT Dephankam dipimpin oleh Brigjen TNI Ir. Suratman, MBA masa bakti 1 April 1988 s/d 30 Nopember 1992. Periode ketiga BPPIT Dephankam dipimpin oleh Brigjen TNI Ir. Gunadi masa bakti 01 Desember 1992 s/d 31 Januari 1997. Periode

keempat BPPIT Dephankam dipimpin oleh Mayjen TNI I.G.N. Arsana, SE, MM. masa bakti 01 Pebruari 1997 s/d 31 Desember 1998. Periode kelima BPPIT Dephankam dipimpin oleh Mayjen TNI Soemarno,SIP masa bakti 01 Januari 1999 s/d 13 Pebruari 2001. Sehubungan dengan pemisahan Polri dari TNI, maka Dephankam diubah namanya menjadi Dephan dan BPPIT Dephankam menjadi BPPIT Dephan. Selanjutnya periode keenam di era reformasi dan sebagai pelaksanaan Keppres RI Nomor 147 Tahun 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana diubah dengan Keppres RI Nomor 165 Tahun 2000, tentang Organisasi dan Tata Kerja
60   

Departemen Pertahanan, maka Dephan melakukan penataan kembali organisasi (reorganisasi) berdasarkan Kepmen Nomor: Kep/19/M/XII/ 2000 tanggal 29 Desember 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan. Maka BPPIT Dephan diganti namanya menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan (Balitbang Dephan). Organisasi baru Balitbang Dephan dipimpin oleh DR. H. Soefjan Tsauri, MSc, mulai menjabat pada tanggal 13 Pebruari 2001. Balitbang Dephan dengan susunan organisasi, tugas pokok dan fungsi yang baru dan dengan semangat untuk mengubah anekdot bahwa "litbang adalah sulit berkembang" menjadi "litbang adalah elit yang patut dibanggakan". Periode ketujuh Balitbang Dephan dipimpin oleh Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, MSc, PhD. Periode saat ini Balitbang Kemhan dipimpin oleh Dr. Ir. Pos M Hutabarat. M.A. 4.1.2 Tugas dan Fungsi Balitbang Kemhan Tugas Pokok Balitbang Kemhan yaitu menyelenggarakan penelitian,

pengkajian dan pengembangan strategi dan sistem pertahanan, sumber daya manusia, kemampuan dan pendayagunaan industri nasional serta penguasaan dan penerapan Iptek untuk pertahanan negara. Sedangkan Fungsi Balitbang Kemhan adalah sebagai berikut : a. Penelitian, pengkajian dan pengembangan strategi dan sistem pertahanan serta pendayagunaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara. b. Penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM untuk pertahanan negara

61   

c. Penelitian, pengkajian dan pengembangan industri nasional dalam rangka mendukung pertahanan negara untuk mencapai kemandirian dalam

penyediaan alat pertahanan. d. Penelitian, pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan & teknologi (Iptek) pertahanan, guna mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara e. Pengkoordinasian dan pengelolaan administrasi Dephan dalam fora nasional dan internasional bidang Iptek. f. Pemberian bimbingan, perijinan dan supervisi sesuai bidang tugas. g. Pengkoordinasian staf dukungan teknis, administrasi dan rumah tangga Badan. h. Pengawasan, pengendalian dan pelaksanaan kegiatan sesuai lingkup tugas berdasarkan peraturan perundang undangan yg berlaku 4.1.3 Visi dan Misi Balitbang Kemhan Visi Balitbang Kemhan adalah Menjadi Badan yang efektif dalam mewujudkan penelitian, pengkajian dan pengembangan sebagai tumpuan, pilar keunggulan dan kemandirian pertahanan negara. Sedangkan Misinya sebagai berikut : a. Menciptakan dan membangun sistem penelitian, pengkajian dan

pengembangan yang mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri pertahanan.

62   

b. Menyiapkan SDM yang profesional di bidangnya untuk mendapatkan hasil penelitian, pengkajian dan pengembangan yang bermanfaat bagi

kepentingan pertahanan negara. c. Memberikan saran dan masukan dalam perumusan kebijakan strategi pertahanan dalam bentuk pertimbangan ilmiah yang tepat waktu dan aplikatif. d. Menyediakan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta Industri pertahanan guna membangun kekuatan dan kemampuan pertahanan. e. Memberikan konstribusi nyata dan berkesinambungan, dalam

penyelenggaraan pertahanan negara yang handal, melalui penelitian, pengkajian dan pengembangan sistem dan metoda di bidang strategi dan sistem pertahanan, peningkatan sumber daya manusia, serta penerapan Iptek pertahanan dan pemberdayaan industri nasional, melalui optimalisasi pengelolaan sumberdaya nasional secara proporsional dan profesional, serta ikut serta dalam fora nasional dan internasional secara proporsional dan profesional.

63   

4.1.4 Struktur Organisasi B O Balitbang Ke emhan

Puslitbang Alpahan

Pus slitbang Ipt tekhan

Gambar 4.1 Struktur Organisasi B G Balitbang Balitbang Ke B emhan terdiri dari: a. Sekretar Badan Penelitian d Pengem riat dan mbangan; Tugas Pokok P Member rikan pelaya anan teknis dan admin s nistratif Bad dan Fungsi 1) Penyiapan per rencanaan dan pengendalian pro ogram kerja dan angg a garan serta pelaporan Badan. a n 2) Peny yiapan penataan kelem mbagaan d ketatala dan aksanaan B Badan. 3) Pela aksanaan administras kepegaw si waian dan pengelola n aan keuan ngan, mate eriil, ketatausahaan da kerumah an htanggaan Badan. 4) Peng gelolaan d data dan in nformasi se erta dokum mentasi da kepustakaan an Badan. 5) Peng gelolaan for nasional dan interna ra asional bida Iptek d industry ang dan y.

64   

6) Koordinasi dan supervisi staf b. Puslitbang Strahan; Tugas Pokok Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang strategi dan sistem pertahanan serta pendayagunaan sumber daya nasional Fungsi 1) Penyiapan rumusan kebijakan dan standarisasi teknis penelitian dan pengembangan di bidang strategi dan sistem pertahanan 2) Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang strategi dan sistem pertahanan 3) Perencanaan program penelitian dan pengembangan strategi dan sistem pertahanan 4) Pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan di bidang strategi dan sistem pertahanan 5) Pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah di bidang strategi dan sistem pertahanan 6) Koordinasi dan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang strategi dan sistem pertahanan 7) Pengelolaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Pusat c. Puslitbang Sumdahan; Tugas Pokok Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya manusia.

65   

Fungsi 1) Penyiapan rumusan kebijakan dan standarisasi teknis penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya manusia. 2) Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang sumber daya manusia. 3) Perencanaan program penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. 4) Pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya manusia. 5) Pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah di bidang sumber daya manusia. 6) Koordinasi dan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya manusia 7) Pengelolaan ketatausahaan dan kerumah tanggaan Pusat.

d. Puslitbang Alpalhan; Tugas Pokok Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang industri pertahanan Fungsi 1) Penyiapan rumusan kebijakan dan standarisasi teknis penelitian dan pengembangan di bidang industri pertahanan. 2) Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang industri pertahanan.

66   

3) Perencanaan program penelitian dan pengembangan industri pertahanan 4) Pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan di bidang industri pertahanan. 5) Pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah di bidang industri pertahanan. 6) Koordinasi dan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang industri pertahanan. 7) Pengelolaan ketatausahaan dan kerumah tanggaan Pusat

e. Puslitbang Iptekhan; Tugas Pokok Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan Fungsi 1) Penyiapan rumusan kebijakan dan standarisasi teknis penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan 2) Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan. 3) Perencanaan program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan. 4) Pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan.

67   

5) Pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan 6) Koordinasi dan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan 7) Pengelolaan ketatausahaan dan kerumah tanggaan Pusat

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian Pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam kuisioner disusun

sedemikian rupa sehingga dianggap mampu memberikan masukan data bagi penulis. Butir-butir pertanyaan disusun dan diukur dalam skala Likert yaitu dengan pertanyaan-pertanyaan (data yang bersifat kualitatif) ditampilkan dalam bentuk angka dengan menggunakan skala Likert (bobot nilai 1-5) yaitu dengan pertanyaan-pertanyaan mulai dari sangat tidak setuju, tidak setuju , ragu-ragu , setuju dan sangat setuju dengan nilai pembobotan 1 sampai dengan 5.

Deskripsi hasil penelitian disajikan berdasarkan : 4.2.1 Karakteristik Responden Dilihat dari Karakteristik responden dari pengolahan data 67 responden yang dijadikan sample. Analisis deskriptif karakteristik responden terdiri dari diagram dan tabel yang berisi tentang jenis kelamin dan usia. Karakteristik data diolah berdasarkan data-data kuesioner, secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :

68   

Jenis Kelam min Sebaran re S esponden d dilihat dar jenis ke ri elamin ang ggota Balit tbang Kem mhan se ebagai beri ikut : Ta abel 4.2.1 Karakterist Respond dilihat d Jenis K tik den dari Kelamin Prosentas se No Jen Kelamin nis n Freku uensi (%) 1 Lak ki-laki 51 76 2 Per rempuan 16 24 Ju umlah 67 100 Sumbe : Balitban Kemhan er ng n Ju umlah resp ponden terb banyak ada alah pria yaitu sebanya 51 orang sebesar 7 % ak g 76 dan jumlah responden perempua adalah s an sebanyak 16 responden atau 24 %. 4 Dari data in menunju D ni ukan bahwa jumlah a a anggota Ba alitbang Ke emhan ber rjenis ke elamin pria lebih bany a yak. Lebih jelas digambarka melalui g d an grafik sebag berikut : gai

Karakteristik Responden  di ilihat dari Jenis Kelamin n
Laki‐laki Perempuan

24 4% 76% %

ambar 4.2 Diagram Gr D rafik Jenis K Kelamin Re esponden (% %) Ga

69   

Usia U Sebaran res S sponden dilihat dari us anggota Balitbang Kemhan sebagai beri sia a ikut : Tabel 4.2.2 Karakte eristik Resp ponden dilih dari Usia hat No Usia a Frek kuensi Prosentase (%) P 1 < 30 th 9 14 2 31 th – 40 th 0 31 46 3 > 40 th 27 40 Jumlah 67 100 Sum mber : Balitb bang Kemh han Ju umlah resp ponden terb banyak ada alah yang berusia an ntara 31 – 40 tahun yaitu se ebanyak 31 orang se ebesar 46 % dan jum mlah respon nden yang berusia ku urang dari 30 tahun adalah s sebanyak 9 orang ata 14 %, se au edangkan responden y yang berusia diata 40 tahun sebanyak 27 orang a as n k atau 40 %. Dari data ini menunjukan bahwa jumla anggota Balitbang Kemhan m ah a mayoritas b berumur antara 31 sampai dengan 40 ta ahun. Lebi jelas diga ih ambarkan m melalui graf sebagai berikut : fik

Kara akteristik k Respond den diliha at  dari Usia
< 30 th 31 th – 40 th 14% 40 0% 46% > 40 th

Gamba 4.3 Diagr ar ram Grafik jumlah resp ponden dilihat dari usi (%) ia

70   

c. Pendidikan Umum Sebaran responden dilihat dari pendidikan umum anggota Balitbang Kemhan sebagai berikut : Tabel 4.2.3 Karakteristik Responden dilihat dari Pendidikan No Pendidikan Frekuensi Prosentase (%) 1 S3 2 3 2 S2 8 13 3 S1 16 26 4 D3 3 4 5 SLTA 33 49 6 SLTP 5 7 Jumlah 67 100 Sumber : Balitbang Kemhan Jumlah responden terbanyak adalah berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 33 orang sebesar 49 % , jumlah responden yang berpendidikan S3 adalah sebanyak 2 orang atau 3 %, jumlah responden yang berpendidikan S2 adalah sebanyak 8 orang atau 13 %, jumlah responden yang berpendidikan S1 sebanyak 16 orang atau 26 % dan jumlah responden yang berpendidikan D3 sebanyak 3 orang atau 4 % sedangkan responden yang berpendidikan SLTP sebanyak 5 orang atau 7 %. Dari data ini menunjukan bahwa jumlah anggota Lebih jelas digambarkan

Balitbang Kemhan mayoritas berpendidikan SLTA. melalui grafik sebagai berikut :

71   

Karak kteristik Responden dilihat dari  endidikan Pe
S3 S2 S1 S D3 SL LTA 12% % 24% SLTP 7% 3%

49%

5%

am ponden dilih dari pen hat ndidikan (% %) Gambar 4.4 Diagra Grafik jumlah resp 4.2.2 Uji Instrum Penelit men tian Pengujia validita dan re an as eliabilitas a adalah pr roses men nguji butir-butir pertanyaan yang ada dalam s a sebuah kue esioner, apakah isi dari butir-butir pertanyaan yang ada d dalam suda valid dan reliabel. Jika butir-b ah n butir pertany yaan te ersebut sud dah valid d dan reliabe berarti butir-butir pe el ertanyaan tersebut su udah bisa untuk mengukur fa m aktor-faktor rnya. Validitas V n lisis validit tas dilakukan terhad dap instru umen Dalam penelitian ini anal penelitian va ariabel inpu proses dan output S ut, SIMAK BMN adalah se N ebagai berikut : Dengan ban D ntuan sofwa SPSS 1 yang dap dilihat p are 17 pat pada lampiran 2, Dasar penga D ambilan kep putusan ad dalah : - Jika r hasil > r tabel, maka pern nyataan valid - Jika r hasil < r tabel, maka perny yataan tida valid ak r tabel = 0,374, sedangkan r hasil dilih dari ko hat olom Corre ected item-Total Correlation. C

72   

Dalam penelitian ini analisis validitas dilakukan terhadap instrumen penelitian variabel Kepemimpinan, Disiplin, Motivasi kerja, dan kinerja pegawai adalah sebagai berikut : 1) Variabel Input SIMAK BMN Dengan masukan responden 30 orang, taraf signifikansi = 5% maka diperoleh hasil seperti perolehan r hitung sebagai berikut : Tabel. 4.2.4 r hitung uji validitas variabel Input SIMAK BMN Butir -butir Nomor r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan 0,374 1 1 Valid 0.638 0,374 2 2 Valid 0.793 0,374 3 3 Valid 0.776 0,374 4 4 Valid 0.849 0,374 5 5 Valid 0.755 0,374 6 6 Valid 0.856 0,374 7 7 Valid 0.688 0,374 8 8 Valid 0.741 0,374 9 9 Valid 0.746 0,374 10 10 Valid 0.754 0,374 11 11 Valid 0.793 0,374 12 12 Valid 0.638 Sumber : Hasil pengolahan SPSS Dari 12 pernyataan ternyata r hitung > dari r tabel. Dengan demikian dari 12 pertanyaan semuanya valid. 2) Variabel Proses SIMAK BMN Dengan masukan responden 30 orang, taraf signifikansi = 5% maka diperoleh hasil seperti perolehan r hitung sebagai berikut :

73   

Tabel. 4.2.5 r hitung uji validitas variabel Proses SIMAK BMN Butir -butir Nomor r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 .592 .685 .751 .741 .851 .785 .771 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

8 8 .719 Sumber : Hasil pengolahan SPSS

Dari 8 pernyataan ternyata r hitung > dari r tabel. Dengan demikian dari 8 pertanyaan semuanya valid. 3) Variabel Output SIMAK BMN Dengan masukan responden 30 orang, taraf signifikansi = 5% maka diperoleh hasil seperti perolehan r hitung sebagai berikut : Tabel. 4.2.6 r hitung uji validitas variabel Output SIMAK BMN Butir -butir Nomor r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan 0,374 1 1 Valid .850 0,374 2 2 Valid .797 3 4 5 6 7 8 9 10 3 4 5 6 7 8 9 10 .481 .588 .588 .686 .704 .700 .589 .681 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 0,374 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

11 11 .476 Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17

74   

Dari 11 pernyataan ternyata r hitung > dari r tabel. Dengan demikian dari 11 pertanyaan semuanya valid. b. Reliabilitas Pengujian Reliabilitas adalah proses menguji keseluruhan pertanyaan yang ada dalam sebuah kuesioner, apakah isi dari pertanyaan yang ada dalam sudah reliabel. Burhan Nurgiantoro (2002 : 332) mengatakan bahwa pengambilan keputusan untuk uji reliabilitas adalah : - Jika Cronbach’s Alpha > 0,6, maka pernyataan reliabel - Jika Cronbach’s Alpha < 0,6, maka pernyataan tidak reliabel Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan terhadap instrumen penelitian variabel Input, Proses dan Proses SIMAK BMN adalah sebagai berikut : Tabel. 4.2.7 Uji Reliabilitas Alpha Variabel Cronbach Input SIMAK BMN Proses SIMAK BMN Output SIMAK BMN 0,945 0,920 0,883 dasar

Nomor 1 2 3

Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel

Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17 c. Hasil Pengolahan Data Primer Pada bagian ini akan membahas hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan dari lapangan. Sebelum dilakukan penghitungan sampai ke prosentase terlebih dahulu peneliti uraikan mengenai deskripsi dari variabel – variabel terkait. Deskripsi bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta sampel tertentu secara faktual dan cermat. Dari hasil jawaban responden variabel – variabel terkait yaitu variabel input, output dan proses SIMAK BMN
75   

dapat dilihat presentase jawaban tertinggi dengan perincian masing-masing adalah sebagai berikut : Variabel Input SIMAK BMN Tabel. 4.2.8 Hasil analisis deskriptif melalui pertanyaan 1 s/d 12 variabel input SIMAK BMN dari 67 responden VARIABEL INPUT NILAI PROSENTASI

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 1 2 10 20 34 1.5 3.0 14.9 29.9 50.7 2 1 9 11 27 19 1.5 13.4 16.4 40.3 28.4 3 1 0 8 10 48 1.5 0.0 11.9 14.9 71.6 4 1 5 23 27 11 1.5 7.5 34.3 40.3 16.4 5 1 1 1 12 52 1.5 1.5 1.5 17.9 77.6 6 1 1 1 20 44 1.5 1.5 1.5 29.9 65.7 7 1 0 1 51 14 1.5 0.0 1.5 76.1 20.9 8 1 0 0 26 37 1.5 0.0 0.0 38.8 55.2 9 1 1 11 31 23 1.5 1.5 16.4 46.3 34.3 10 1 0 0 25 41 1.5 0.0 0.0 37.3 61.2 11 1 14 29 1 22 1.5 20.9 43.3 1.5 32.8 12 1 8 21 17 20 1.5 11.9 31.3 25.4 29.9 Rata-rata 1 3.4 9.7 22.3 30.4 1.5 5.1 14.4 33.2 45.4 Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17 Seperti yang digambarkan dalam tabel diatas bahwa nilai pernyataan dari variabel Input SIMAK BMN, responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 45,4 % , setuju berjumlah 33,2 %, ragu-ragu berjumlah 14,4 %, tidak setuju berjumlah 5,1 % dan sangat tidak setuju berjumlah 1,5 %. Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 78,6 % menjawab sangat setuju dan setuju, sehingga disimpulkan bahwa apabila input SIMAK BMN dapat digunakan dengan baik sehingga akan menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan.

76   

Variabel Proses SIMAK BMN Tabel. 4.2.9 Hasil analisis deskriptif melalui pertanyaan 1 s/d 8 variabel Proses SIMAK BMN dari 67 responden VARIABEL INPUT 1 2 3 4 5 6 7 8 Rata-rata 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0.9 2 0 1 2 3 5 1 1 23 4.5 NILAI 3 1 15 10 0 21 9 1 4 7.6 4 51 29 20 26 15 48 12 10 26.4 5 14 22 34 37 25 10 52 29 27.9 1 1.5 0.0 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.3 PROSENTASI 2 0.0 1.5 3.0 4.5 7.5 1.5 1.5 34.3 6.7 3 1.5 22.4 14.9 0.0 31.3 13.4 1.5 6.0 11.4 4 76.1 43.3 29.9 38.8 22.4 71.6 17.9 14.9 39.4 5 20.9 32.8 50.7 55.2 37.3 14.9 77.6 43.3 41.6

Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17 Seperti yang digambarkan dalam tabel diatas bahwa nilai pernyataan dari variabel Proses SIMAK BMN, responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 41,6 % , setuju berjumlah 39,4 %, ragu-ragu berjumlah 11,4 %, tidak setuju berjumlah 6,7 % dan sangat tidak setuju berjumlah 1,3 %. Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 81 % menjawab sangat setuju dan setuju, sehingga disimpulkan bahwa apabila proses SIMAK BMN dilaksanakan sesuai dengan prosedur akan menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan.

77   

Variabel Output SIMAK BMN Tabel. 4.2.10 Hasil analisis deskriptif melalui pertanyaan 1 s/d 11 variabel Output SIMAK BMN dari 67 responden VARIABEL NILAI PROSENTASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 1 1 1 20 44 1.5 1.5 1.5 29.9 65.7 2 1 9 11 27 19 1.5 13.4 16.4 40.3 28.4 3 1 2 10 20 34 1.5 3 14.9 29.9 50.7 4 1 5 23 27 11 1.5 7.5 34.3 40.3 16.4 5 1 1 1 12 52 1.5 1.5 1.5 17.9 77.6 6 1 14 29 1 22 1.5 20.9 43.3 1.5 32.8 7 1 0 1 51 14 1.5 0 1.5 76.1 20.9 8 1 0 0 26 37 1.5 0 0 38.8 55.2 9 1 1 11 31 23 1.5 1.5 16.4 46.3 34.3 10 1 0 0 25 41 1.5 0 0 37.3 61.2 11 1 0 8 10 48 1.5 0 11.9 14.9 71.6 Rata-rata 1.0 3.0 8.6 22.7 31.4 1.5 4.5 12.9 33.9 46.8 Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17 Seperti yang digambarkan dalam tabel diatas bahwa nilai pernyataan dari variabel Proses SIMAK BMN, responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 46,8 % , setuju berjumlah 33,9 %, ragu-ragu berjumlah 12,9 %, tidak setuju berjumlah 4,5 % dan sangat tidak setuju berjumlah 1,5 %. Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 80,7 % menjawab sangat setuju dan setuju, sehingga disimpulkan bahwa apabila Output SIMAK BMN yang dapat dihasilkan sudah sesuai maka akan menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan.

78   

4.3. Hasil Analisis data dan Pengujian 4.3.1.Input SIMAK BMN Tabel. 4.3.1 Ringkasan Perhitungan Indikator Input SIMAK BMN SKOR TERBANYA K 285 255 SKOR IDEA L 335 335 76.1 305 335 91.0 243 314 335 335 93.7 306 278 290 275 306 230 248 335 91.3 335 83.0 335 86.6 335 82.1 335 91.3 335 335 74.0 Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17 68.7 Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik 72.5 Cukup Baik Baik Baik

NO 1. 2.

INDIKATOR Pengisian formulir input mudah dilaksanakan Pengisian kode pemilik barang sudah sesuai dengan table kepemilikan barang Pengisian pengkodean barang sudah sesuai dengan pengelompokannya Pengisian registrasi barang harus unik Pengisian harga barang sudah sesuai dengan dokumen pengadaan barang Pengisian kondisi barang sudah sesuai Pengisian tahun pembuatan barang sudah sesuai Pengisian tahun perolehan barang sudah sesuai Pengisian tanggal pembukuan barang sudah sesuai Perekaman data mudah dilaksanakan Perekaman data sudah sesuai jadwal Input sudah memenuhi kebutuhan

%

KRITERIA Baik

85.1 Baik

3.

4. 5.

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Berdasarkan hasil

penelitian

yang

dilakukan

oleh

penulis kepada 67

anggota Balitbang Kemhan menyatakan bahwa 85,1% pengisian formulir input

79   

mudah

dilaksanakan

dengan

tujuan

untuk

memudahkan penggunaan SIMAK BMN untuk meningkatkan kualitas tata cara pelaporan barang milik negara sehingga menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi aset atau kekayaan negara. Tabel di atas menunjukan bahwa 76,1% pengisian kode pemilik barang sudah sesuai karena dengan itu, dapat tabel dikatakan kepemilikan bahwa input barang. yang Oleh benar

sangat berperan dalam membantu penggunaan SIMAK BMN sesuai yang diharapkan. 91% responden menyatakan pengisian pengkodean barang sudah sesuai dengan pengelompokannya. SDM yang menangani pengisian

pengkodean barang memahami pengkodean barang yang ada sehingga tidak ada kesalahan yang akan berakibat dalam pemrosesan SIMAK BMN. Pengisian registrasi barang harus unik sebesar 72.5 % dimana diharapkan tidak ada nomor registrasi barang ganda, Pengisian harga barang sudah sesuai dengan dokumen pengadaan barang sebesar 93.7 %, Pengisian kondisi barang sudah sesuai 91.3 %, Pengisian tahun pembuatan barang sudah sesuai 83 %, Pengisian tahun perolehan barang sudah sesuai 86.6 %, Pengisian tanggal pembukuan barang sudah sesuai 82.1 %, Perekaman data mudah dilaksanakan 91.3 %, Perekaman data sudah sesuai jadwal 68.7 % dan Input sudah memenuhi kebutuhan sebesar 74 %. Dari 12 indikator untuk variable input SIMAK BMN ada 9 (75 %) indikator yang menyatakan baik dan 3 (25 %) indikator menyatakan cukup baik. Indikator di atas sudah cukup menjadi input SIMAK BMN dalam penggunaan

80   

SIMAK BMN dengan baik. Karena sebaik apapun suatu system tanpa didukung oleh input yang baik hasil yang didapat tidak maksimal. Oleh karena itu, indikator tersebut sangat penting keberadaannya bagi penggunaan SIMAK BMN.

4.3.2 Proses SIMAK BMN Tabel. 4.3.2 Ringkasan Perhitungan Indikator Proses SIMAK BMN NO 1. 2. 3. 4. 5. INDIKATOR Sistem mudah dioperasikan Sistem mudah dipahamikan user Sistem dapat memenuhi kebutuhan user Proses konversi sudah selesai Penggabungan file data elektronik dari satker sudah tergabung secara otomatis Hak akses informasi sesuai satker Proses rekonsiliasi sudah sesuai Proses otentifikasi dapat dilaksanakan SKOR SKOR TERBANYAK IDEAL 278 273 285 296 259 335 335 335 85.1 335 335 88.4 77.3 Baik Baik % 83.0 81.5 KRITERIA Baik Baik Baik

6. 7. 8.

272 314 244

335 335 335

81.2 93.7 72.8

Baik Baik Cukup Baik

Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17

Berdasarkan hasil anggota Balitbang

penelitian Kemhan

yang

dilakukan bahwa

oleh 83

penulis kepada 67 % Sistem mudah

menyatakan

dioperasikan oleh SDM atau operator komputer dengan tujuan untuk meminimalkan kesalahan pengoperasian SIMAK BMN sehingga dapat

meningkatkan kualitas tata cara pelaporan barang milik negara yang menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi aset atau kekayaan negara.
81   

Tabel di atas menunjukan bahwa Sistem mudah dioperasikan 83 %, Sistem mudah dipahamikan user 81.5 %, Sistem dapat memenuhi kebutuhan user 85.1 %, Proses konversi sudah sesuai selesai 88.4 %, Penggabungan file data elektronik dari satker sudah tergabung secara otomatis 77.3 %, Hak akses informasi sesuai satker 81.2 %, Proses rekonsiliasi sudah sesuai 93.7 %, Proses otentifikasi dapat dilaksanakan 72.8 %. 4.3.3 Output SIMAK BMN Tabel. 4.3.3 Ringkasan Perhitungan Indikator Output SIMAK BMN NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. INDIKATOR Output dapat ditampilkan di layer monitor Output dapat di cetak menjadi hardcopy Output dapat memenuhi kebutuhan Kemkeu Output dapat memenuhi kebutuhan Satker versi Kemkeu Output dapat memenuhi kebutuhan internal Kemhan dan TNI Output dapat memenuhi kebutuhan fungsi perencanaan Output dapat memenuhi kebutuhan fungsi operasi Output dapat memenuhi kebutuhan fungsi hukum Output dapat memenuhi kebutuhan Pembina komoditi Output dapat memenuhi kebutuhan informasi eksekutif SKOR SKOR TERBANYAK IDEAL 285 259 267 273 314 234 278 296 253 243 225 335 85.1 335 77.3 335 79.7 335 81.5 335 93.7 335 69.9 335 83.0 335 88.4 335 75.5 335 72.5 335 67.2 Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik % KRITERIA Baik

Pencetakan output data sudah sesuai jadwal Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17

82   

Berdasarkan hasil

penelitian

yang

dilakukan

oleh

penulis kepada 67

anggota Balitbang Kemhan menyatakan bahwa Output dapat ditampilkan di layer monitor untuk mengetahui laporan barang milik negara yang

mencerminkan jumlah dan nilai aset yang sebenarnya sebesar 85.1 %, Output dapat di cetak menjadi hardcopy 77.3 % digunakan sebagai laporan kepada pengembil keputusan, Output dapat memenuhi kebutuhan Kemkeu sebesar 79.7 % sebagai acuan penggunaan SIMAK BMN di lingkungan Kemhan, Output dapat memenuhi kebutuhan Satker versi Kemkeu 81.5 %, Output dapat memenuhi kebutuhan internal Kemhan dan TNI 93.7 %, Output dapat memenuhi kebutuhan fungsi perencanaan 69.9 %, output dapat memenuhi kebutuhan fungsi operasi 83 %, output dapat memenuhi kebutuhan fungsi hukum 88.4 %, output dapat memenuhi kebutuhan Pembina komoditi sebesar 75.5 % , output dapat memenuhi kebutuhan informasi eksekutif 72.5 % dan pencetakan output data sudah sesuai jadwal sebesar 67.2 %. Dari 11 indikator untuk variable output SIMAK BMN ada 7 (63,6 %) indikator yang menyatakan baik dan 4 (36,4%) indikator menyatakan cukup baik. Indikator di atas sudah cukup menjadi output SIMAK BMN dalam penggunaan SIMAK BMN dengan baik.

4.4. Pembahasan SIMAK BMN merupakan suatu sistem inventarisasi, penatausahaan atau serangkaian prosedur yang mengatur tentang tata cara pelaporan barang milik negara guna menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi

83   

aset atau kekayaan negara yang dikuasai oleh Kemhan TNI. Dari hasil penelitian di atas menyatakan bahwa SIMAK BMN sangat diperlukan untuk diadakan dalam meningkatkan kualitas tata cara pelaporan barang milik negara guna menghasilkan informasi untuk keperluan manajemen dan akuntansi aset atau kekayaan negara. Suatu sistem dapat didefenisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya, sistem komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari input, proses, out dan store. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated). Apabila komponen tersebut baik maka secara keseluruhan system aplikasi tersebut dapat dikatakan baik pula. Berdasarkan kuesioner dan olah data mengunakan SPSS 17 didapat hasil untuk variable input SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu pengisian harga barang sudah sesuai dengan dokumentasi pengadaan barang dan prosesntase terendah adalah 72,5 % untuk pengisian registrasi barang harus unik, dimana prosestase rata-rata sebesar 82,95 % masuk dalam kelompok 76% - 100% : Baik. Variable proses SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu

84   

proses rekonsilasi sudah selesai atau sudah diproses dan prosentase terendah adalah 72,8 % untuk proses ototifikasi dapat dilaksanakan, dimana prosestase ratarata sebesar 82,88 % masuk dalam kelompok 76% - 100% : Baik. Sedangkan untuk variable output SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu output dapat memenuhi kebutuhan internal Kemhan dan TNI dan prosentase terendah adalah 67,2 % untuk pencetakan output sudah sesuai jadwal, dimana prosestase rata-rata sebesar 79,44 % masuk dalam kelompok 76% 100% : Baik.

85   

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan Dari hasil pengujian hipotesa dan analisa pada bab terdahulu dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 5.1.1 Variabel input SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu pengisian harga barang sudah sesuai dengan dokumentasi pengadaan barang dan prosesntase terendah adalah 72,5 % untuk pengisian registrasi barang harus unik, dimana prosestase rata-rata sebesar 82,95 % masuk dalam kelompok Baik.

5.1.2 Variable proses SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu proses rekonsilasi sudah selesai atau sudah diproses dan prosentase terendah adalah 72,8 % untuk proses ototifikasi dapat dilaksanakan, dimana prosestase rata-rata sebesar 82,88 % masuk dalam kelompok Baik.

5.1.3 Variable output SIMAK BMN prosentase tertinggi adalah sebesar 93,7 % yaitu output dapat memenuhi kebutuhan internal Kemhan dan TNI dan prosentase terendah adalah 67,2 % untuk pencetakan output sudah sesuai jadwal, dimana prosestase rata-rata sebesar 79,44 % masuk dalam kelompok Baik.

86   

5.2. Saran Dari kesimpulan diatas, untuk mengantisipasi hal-hal tersebut dan untuk mencapai maksud dan tujuan penggunaan SIMAK BMN di Balitbang Kemhan , maka disarankan sebagai berikut : 5.2.1 Agar hasil penelitian terlihat signifikansinya maka disarankan bila ada peserta lain yang akan menggunakan objek penelitian untuk meneliti faktor-faktor lain diluar input, proses dan output yang terkait dengan SIMAK BMN. 5.2.2 Untuk regenerasi dalam penggunaan SIMAK BMN disarankan sosialisasi kepada anggota Balitbang Kemhan. 5.2.3. Agar hasil penelitian ini lebih bermanfaat secara umum, dalam inventarisasi dan publikasinya perlu ditekankan semacam buletin secara periodik.

87   

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->