LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA I

UJI ASAM AMINO    UJI MILLON UJI HOPKINS-COLE UJI NINHIDRIN

Oleh LUCIANA MENTARI 06091010033

PROGRAM PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

Uji Kualitatif Protein dan Asam Amino ditulis oleh rismaka pada June 23. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Nomor Percobaan Nama Percobaan Tujuan Percobaan :I : Reaksi Uji Terhadap Asam Amino : Untuk mengetahui dan mempelajari beberapa reaksi uji terhadap asam amino yaitu. H.. senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya.  Uji Millon  Uji Hopkins-Cole  Uji Ninhidrin IV. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut. Struktur molekul asam amino Dari struktur umumnya. Landasan Teori : Asam amino merupakan unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. Protein tersusun dari atom C. yaitu gugus amino dan gugus karboksil. Asam amino juga bersifat amfoter. yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Berikut ulasan tentang Uji Kualitatif Protein dan Asam Amino selengkapnya. dan N. Gambar 1. serta kadang-kadang P dan S. dan N. serta kadangkadang P dan S. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi.8 Asam amino merupakan unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya.I. 2009. Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein. O. Protein tersusun dari atom C. O. H. III. yaitu dapat bersifat sebagai asam dan .4. II.

muatan listrik. Valin. Prolin. Asam Amino dengan gugus R-nya mengandung S yaitu sistein. Threonin. Asam Amino dengan gugus R-nya mengandung gugus karboksil (-COOH) yaitu asam aspartat dan asam glutamat. Asam Amino dengan gugus R-nya membentuk ikatan siklik dengan gugus amin yaitu prolin Kedua puluh asam amino tersebut terbagi menjadi 2 bagian berdasarkan kepolarannya yaitu asam amino bersifat polar dan nonpolar. Histidin. Lysin.memberikan proton kepada basa kuat. Serin. arginin. Alinin. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya. isoleusin dan fenilalanin 2. Tirosin. treonin. dan Phenilalanin. Asam aspartat. leusin. Leusin. Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama. histidin dan triptofan 5. dan Sistein. Isoleusin. 2) Asam aminao bersifat polar yaitu Asparagin. Berdasarkan gugus R-nya asam amino terdiri dari: 1. alanin. ukuran. dan tirosin 3. Triptofan. metionin 6. yang bervariasi dalam struktur. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya. 1) Asam amino bersifat nonpolar yaitu Glisin. Asam Amino dengan gugus R-nya berupa hidrogen atau rantai karbon yaitu glisin. Asam Amino dengan gugus R-nya mengandung gugus hidroksil (-OH) yaitu Serin. dan kelarutan dalam air. Asam Glutamat. gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. glutamin. . Arginin. lisin. atau dapat bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat. Asam Amino dengan gugus R-nya mengandung N yaitu asparagin. 4. Metionin. Melalui reaksi hidrolisis protein terdapat 20 macam asam amino yang ditemukan dalam protein. valin.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Glisin Alanin Valin Leusin Isoleusin Serin Threonin Fenilalanin Metionin Sistein Asparagin Tirosin Triptofan Prolin Glutamin As. Glutamat Lisin Arginin Histidin Sifat Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Netral Asam Asam Basa Basa Basa Jenis Non esensial Non esensial Esensial Esensial Esensial Non esensial Esensial Esensial Esensial Non esensial Non esensial Non esensial Esensial Non esensial Non esensial Non esensial Non esensial Esensial Esensial Esensial . Aspartat As.

Contoh nya adalah tripeptida yang terdiri atas 3 macam asam amino yaitu glisin. Pereaksi Nitroprusida Digunakan untuk protein yang asam aminonya mempunyai gugus –SH misalnya sistein.Asam amino yang berpolimerisasi melalui ikatan peptida membentuk protein. Peristiwa yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. . dan triptofan. alanin dan serin. 5. fenilaalanin. Khususnya yang mengandung gugus indol. Pereaksi Xantoprotein Larutan asam nitrat pekat ditambahkan ke dalam larutan protein secara hati-hati. Maka rumus struturnya adalah: O ║ │ NH2 │ CH2OH O ║ H2C – C– NH – CH– C – OH Beberapa penguji reaksi asam amino adalah: 1. Pereaksi Hopkins-Cole Digunakan untuk menguji adanya asam amino triptofan. Jadi uji ini positif untuk protein yang mengandung asam amino tirosin. 4. Setelah dicampurkan akan terbentuk endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning bila dipanaskan. Pereaksi Sakaguchi Untuk uji protein yang asam aminonya mengandung gugus guanidine seperti arginin yang memberikan warna merah. Pereaksi Millon Digunakan untuk menguji adanya gugus fenol pada protein misalnya tirosin. 3. 2.

C. Tabung reaksi 2. Prosedur A. Uji Millon Tambahkan 5 tetes reagen Millon ke dalam 3 ml larutan protein. Bekker glass 7. Jika perlu putar perlahan-lahan tabung tersebut. Penjepit tabung 4. Pipet tetes 6. Larutan Ninhidrin 2% 11. Amati warna yang terbentuk pada pertemuan kedua cairan.1% ke dalam 3 ml larutan protein. . Jika reagen yang digunakan terlalu banyak. Bunsen 5. maka warna akan hilang pada pemanasan B. Reagen Millon 8. Tambahkan sedikit demi seikit kira-kira sebanyak 5 ml H2SO4 pekat melalui sisi tabung.V. Alat & Bahan 1. Panaskan hingga mendidih. Uji Hopkins-Cole Ke dalam 2 ml larutan protein tambahkan 2 ml reagen Hopkins-Cole. panaskan campuran baik-baik. sampai terbentuk cincin berwarna. Ulangi percobaan dengan menggunakan glisin. Larutan Protein :  Albumin  Alanin  Valin  Isoleusin  Leusin  Fenilalanin  metionin VI.5 ml larutan ninhidrin 0. Larutan H2SO4 10. Reagen Hopkins-Cole 9. Uji Ninhidrin Tambahkan 0. Rak tabung raksi 3.

Prolin Prolin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 5. Glisin Glisin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 4. Alanin Pengamatan Alanin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 2. Glutamin Glutamin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 10. Hasil Pengamatan A. Tirosin Tirosin (bening) + Reagen Millon (bening)  larutan berwarna merrah dan ada endapan merah bata 7. Albumin Albumin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan putih susu  larutan bening dan ada endapan berwarna merah 8. Triptofan Triptofan (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 6. Arginin Arginin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening  Pemanasan . Valin Valin (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 3.VII. Uji Millon No Asam Amino 1. Asam Glutamat Asam Glutamat (bening) + Reagen Millon (bening)  Larutan bening 9.

Asam Amino Alanin Hasil Pengamatan Alanin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 2. Tirosin Tirosin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  larutan berwarna merrah dan ada endapan merah bata 7. Prolin Prolin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 5. Arginin Arginin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan keruh . Albumin Albumin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  terdapat cincin berwarna coklat dalam larutan 8. Asam Glutamat Asam Glutamat (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 9. Glisin Glisin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 4. Triptofan Triptofan (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  larutan membentuk cincin warna ungu di tengah 6. Uji Hopkins-Cole No 1. Valin Valin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 3.B. Glutamin Glutamin (bening) + Reagen Hopkins-Cole (bening) + 5 ml H2SO4  Larutan bening 10.

Valin Valin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan berwarna ungu 3. Uji Ninhidrin No 1. Asam Amino Alanin Hasil Pengamatan Alanin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan berwarna ungu 2. Arginin Arginin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan bening  Pemanasan  . Asam Glutamat Asam Glutamat (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan berwarna ungu 9. Glisin Glisin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan berwarna ungu 4. Tirosin Tirosin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  larutan berwarna ungu 7. Glutamin Glutamin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening) Larutan berwarna ungu 10. Triptofan Triptofan (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  larutan berwarna ungu 6.C. Albumin Albumin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  larutan berwarna ungu 8. Prolin Prolin (bening) + Larutan Ninhidrin (bening)  Larutan berwarna kuning 5.

VIII. Reaksi A. Uji Millon  Tirosin + Hg(NO3)2 + 2HNO3  Albumin + Hg(NO3)2 + 2HNO3 .

B. Uji Hopkins-Cole  Triptofan O OH NH tryptofan OH NH2 + COOI COO- NH2 CH3 cicin ungu .

C. Uji Ninhidrin + Ninhidrin Alanin + + NH3 + CO2 hidridantin + NH3 + Ninhidrin hidridantin Diketodihidrindilendiketodihidrindamin warna biru ungu .

+ Glysin Ninhidrin + + NH3 + CO2 hidridantin + NH3 + hidridantin Ninhidrin Diketodihidrindilendiketodihidrindamin warna biru ungu .

Hal ini menunjukkan bahwa di dalam larutan albumin positif mengandung triptofan. flisin. Hal ini terjadi karena asam nitrat yang semula berfungsi sebagai pelarut mengoksidasi Hg + menjadi Hg2+. larutan albumin ditambahkan dengan reagen Hopkins-Cole dan asam sulfat. asam glutamate. Hal ini membuktikan dalam larutan albumin tersebut positif mengandung tirosin. Pada uji Millon.Yang positif pada uji Millon adal albumin dan tirosin Pada pengujian asam amino dengan uji Millon. Endapan putih yang terbentuk setelah penambahan reagen Millon pada larutan protein tersebut berasal dari endapan merkuri.t riptofan. Pada percobaan ini sampel yang digunakan ditambahkan pereaksi Millon dan dipanaskan agar reaksi berjalan lebih cepat. valin. asam amino tirosin ternitrasi. Bersamaan dengan hal tersebut. Pembahasan Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. glutamine dan arginin. Pada pengujian dengan larutan protein tirosin. beberapa larutan protein yang di ujikan adalah negative yakni alanin.IX. larutan berubah warna menjadi warna merah dan ada endapan merah bata yang menunjukkan tirosin itu positif terhadap uji millon seperti halnya pada albumin . Kemudian terjadi reaksi pembentukan HgO yang berwarna merah. Jika reagen tersebut ditambahkan dengan senyawa yang mengandung cincin indol dan ditambahkan dengan asam sulfat maka akan membentuk cincin ungu pada interfase kedua cairan tersebut. Ion Hg + ini selanjutnya membentuk garam dengan gugus karboksil dari tirosin. Reagen Hopkins-Cole mengandung asam glioksilat (HOO-CHO). karena triptofan merupakan satu-satunya asam amino yang mengandung gugus indol. larutan protein (albumi telur) ditambahkan dengan reagen Millon. dimana pada awalnya Hg yang terlarut di dalam HNO3 teroksidasi menjadi Hg+. Penambahan reagen Millon ini menyebabkan terbentuknya endapan putih yang kemudian berubah menjadi endapan merah. Pada pengujian ini hanya triptofan dan albumin yang menujukkan positif. Hal ini disebabkan karena pada keempat asam amino tersebut tidak mengandung gugus fenol. prolin.Pada pengujian asam amino dengan uji Hopkins-Cole. Dapat disimpulkan bahwa albumin dan tirosin bereaksi positif karena keduanya mengandung gugus hidroksi fenil. bila direaksikan dengan senyawa yang mengandung gugus fenol akan membentuk endapan merah dengan pemanasan. Ketika dipanaskan endapan putih tersebut berubah menjadi endapan merah. Penambahan tersebut menyebabkan terbentuknya dua lapisan dan terbentuk cincin ungu pada bidang batas antara kedua lapisan tersebut. Cincin ungu yang terbentuk merupakan hasil kondensasi triptofan dengan gugus aldehida .

Hal tersebut terjadi karena kekempat asam amino tersebut tidak mengandung gugus indol. Hal ini membuktikan bahwa di dalam larutan albumin terdapat asam amino triptofan. Uji ninhidrin dipergunakan untuk identifikasi asam α-amino dan peptida yang memiliki gugus α-amino bebas. Ninhidrin jika ditambahkan dengan asam amino dan dipanaskan akan membentuk kompleks berwarna ungu.triptofan. kecuali pada prolin dan arginin.glutamine dan arginin tidak terjadi perubahan dan tidak terbentuk cincin ungu setelah asam-asam amino tersebut ditambahkan dengan reagen Hopkins-Cole dan asam sulfat. memberikan hasil berwarna kuning yang menandakan juga bahwa prolin dan arginin tidak memiliki gugus asam amino bebas. Pada pengujian dengan alanin. ketika ditambahkan dengan ninhidrin dan kemudian dipanaskan.asam glutamate dan glutamin.valin.asam glutamate. Hal ini ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna ungu ketika larutan tersebut ditambahkan dengan ninhidrin dan dipanaskan.tirosin. Hal serupa juga terjadi pada pengujian alanin. . asam-asam amino tersebut membentuk larutan berwarna ungu. Hal ini menunjukkan bahwa pada asam-asam amino tersebut terdapat α-amino bebas.dari asam glioksilat dalam suasana asam sulfat.flisin. Pada pengujian larutan albumin. terbentuk dua lapisan dan terbentuk cincin ungu di tengah-tengahnya setelah penambahan reagen Hopkins-Cole dan asan sulfat. menunjukkan uji positif terhadap uji ninhidrin. Pada pengujian dengan triptofan.valin.triptofan.glisin. hidroksi prolin dan arginin yang gugus aminanya tersubstitusi.prolin.

riptofan. Pada reaksi Millon larutan protein albumin dan tirosin bereaksi positif dengan pereaksi Million membentuk endapan merah bata yang menunjukkan adanya gugushidroksifenil spesifik pada albumin. Ninhidrin jika ditambahkan dengan asam amino dan dipanaskan akan membentuk kompleks berwarna biru. Sedangkan yang bereaksi positif yakni alanin. Reagen Hopkins-Cole mengandung asam glioksilat (HOO-CHO). Pada reaksi Hopkins-cole larutan protein triptofan dan albumin bereaksi positif dengan pereaksi Hopkins-cole yang menandakan bahwa albumin dan triptofan mengandung cincin indol yang ditandai dengan terbentuknya dua lapisan dan terbentuk cincin ungu pada bidang batas antara kedua lapisan tersebut. . Kesimpulan 1. asam glutamate dan glutamine yang memiliki gugus αamino bebas dengan terbentuknya larutan berwarna ungu ketika larutan tersebut ditambahkan dengan ninhidrin dan dipanaskan. albumin. tirosin. Uji ninhidrin dipergunakan untuk identifikasi asam α-amino dan peptida yang memiliki gugus α-amino bebas. 5. Pada reaksi ninhidrin prolin dan arginin bereaksi positif terhadap larutan ninhidrin yang menunjukkan bahwa prolin dan arginin tidak mengandung atau mempunyai gugus α-amino bebas. Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat 2. 3.X. 6. valin. 4. glisin. Jika reagen tersebut ditambahkan dengan senyawa yang mengandung cincin indol dan ditambahkan dengan asam sulfat maka akan membentuk cincin ungu pada interfase kedua cairan tersebut.

XI. 1994. Erlangga. Erlangga. Poedjiadi. UI-Press.scribd.J. Jakarta Lehninger. 1997.html februari 2012) http://www.com/2007/10/pengetahuan-protein. Dasar-dasar Biokimia.L. R.com/doc/42012098/Asam-Amino-n-Protein februari 2012) (diakses pada 28 (diakses pada 28 .. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta http://jlcome. dan Fessenden.. A.blogspot. A. 1994.S.. Kimia Organik . Daftar Pustaka Fessenden. J. Jakarta.

asam glutamate.XII. triptofan. Hal tersebut terjadi karena kekempat asam amino tersebut tidak mengandung gugus indol. flisin.flisin. Uji Millon 1) Apa yang terjadi jika garam merkuri ditambahkan ke dalam protein? Jawab. Hal ini disebabkan karena pada keempat asam amino tersebut tidak mengandung gugus fenol. prolin. beberapa larutan protein yang di ujikan adalah negative yakni alanin. .glutamine dan arginin.prolin.triptofan. B.valin. glutamine dan arginin tidak terjadi perubahan dan tidak terbentuk cincin ungu setelah asam-asam amino tersebut ditambahkan dengan reagen Hopkins-Cole dan asam sulfat. Pertanyaan & Jawaban A. Garam merkuri bila direaksikan dengan senyawa atau larutan protein yang mengandung gugus fenol akan membentuk endapan merah dengan pemanasan. valin.asam glutamate. albumin terkoagulasi dikarenakan adanya panas. 2) Mengapa larutan albumin terkoagulasi ? Jawab. 3) Larutan protein yang mana yang memberikan uji negative? Mengapa ? Jawab Pada uji Millon. Uji Hopkins-Cole 1) Protein manakah yang tidak memberikan uji positif ? Jawab Pada pengujian dengan alanin.

C. Uji Ninhidrin 1) Warna apa yang terbentuk ? Jawab Warna Ungu 2) Gugus apa yang memberikan uji positif ? Jawab Gugus α-amino bebas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful