1

Sejarah Riau
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pembentukan Provinsi Riau ditetapkan dengan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957. Kemudian diundangkan dalam Undang-undang Nomor 61 tahun 1958. Sama halnya dengan provinsi lain yang ada di Indonesia, untuk berdirinya Provinsi Riau memakan waktu dan perjuangan yang cukup panjang, yaitu hampir 6 tahun (17 Nopember 1952 s/d 5 Maret1958).

Periode 5 Maret 1958 – 6 Januari 1960
Dalam Undang-undang pembentukan daerah swatantra tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, Jo Lembaran Negara No 75 tahun 1957, daerah swatantra Tingkat I Riau meliputi wilayah daerah swatantra tingkat II ; 1. 2. 3. 4. Bengkalis Kampar Indragiri Kepulauan Riau, termaktub dalam UU No. 12 tahun 1956 (L. Negara tahun 1956 No.25) 5. Kotaparaja Pekanbaru, termaktub dalam Undang-undang No. 8 tahun 1956 No. 19 Dengan surat keputusan Presiden tertanggal 27 Februari 1958 No. 258/M/1958 telah diangkat Mr. S.M. Amin, Gubernur KDH Provinsi Riau di lakukan pada tanggal 5 Maret 1958 diTanjungpinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Pelantikan tersebut dilakukan ditengah-tengah klimaksnya gerakan koreksi dari daerah melalui PRRIdi Sumatera Tengah yang melibatkan secara langsung daerah Riau. Dengan demikian, Pemerintah Daerah Riau yang baru terbentuk harus mencurahkan perhatian dan kegiatannya untuk memulihkan keamanan di daerahnya sendiri. Seiring dengan terjadinya gerakan koreksi dari daerah melalui PRRI, telah menyebabkan kondisi perekonomian di Provinsi Riau yang baru terbentuk semakin tidak menentu. Untuk mengatasi kekurangan akan makanan, maka diambil tindakan darurat, para pedagang yang mampu dikerahkan untuk mengadakan persediaan bahan makanan yang luas. Dengan demikian dalam waktu singkat arus lalu lintas barang yang diperlukan rakyat berangsur-angsur dapat dipulihkan kembali. Di Riau Daratan yang baru dibebaskan dari pengaruh PRRI, pemerintahan di Kabupaten mulai ditertibkan. Sebagai Bupati Inderagiri di Rengat ditunjuk Tengku Bay, di Bengkalis Abdullah Syafei. Di Pekanbaru dibentuk filial Kantor Gubernur yang pimpinannya didatangkan dari kantor Gubernur Tanjungpinang, yaitu Bupati Dt. Wan Abdurrachman dibantu oleh Wedana T. Kamaruzzaman.

maka struktur Pemerintahan Daerah Tingkat I Riau dengan sendirinya mengalami pula perubahan. perubahan struktur pemerintahan daerah berdasarkan Penpres No. Sejak itulah mulai dibangun Kota Pekanbaru dan untuk tahap pertama mempersiapkan bangunanbangunan yang dalam waktu singkat dapat menampung pemindahan kantor-kantor dan pegawai-pegawai dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Sekr. maka Badan Penasehat meminta kepada Gubernur supaya membentuk suatu Panitia khusus. PD6/2/12-10 . Dari angket langsung yang diadakan panitia tersebut. dibentuklah dipusat suatu panitia interdepartemental. Des. sesuai dengan Penpres No. Sementara persiapan pemindahan secara simultan terus dilaksanakan. Badan Penasehat Gubernur Kepala Daerah dibubarkan dan pelaksanaan pemindahan ibukota dimulai. maka dipakailah gedung sekolah Pei Ing untuk tempat upacara. karena pemindahan ibukota dari Tanjungpinang ke Pekanbaru menyangkut kepentingan semua Departemen. bahwa sebagai ibukota terpilih Kota Pekanbaru. Panitia ini telah berkeliling ke seluruh Daerah Riau untuk mendengar pendapat-pendapat pemukapemuka masyarakat.6 tahun 1959 mulai dilengkapi dan sebagai langkah pertama dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 14 April 1960 No. Sebagai pelaksana di daerah dibentuk pula suatu badan di Pekanbaru yang diketuai oleh Penguasa Perang Riau Daratan Letkol. Akhirnya tanggal 20 Januari 1959 dikeluarkan Surat Keputusan dengan No. Untuk menanggapi maksud kawat tersebut secara sungguh-sungguh dan penuh pertimbangan yang cukup dapat dipertanggung jawabkan. Periode 6 Januari 1960 – 15 Nopember 1966 Dengan dilantiknya Letkol Kaharuddin Nasution sebagai Gubernur. penguasa Perang Riau Daratan dan Penguasa Perang Riau Kepulauan. maka diambillah ketetapan. Amin digantikan oleh Letkol Kaharuddin Nasution yang dilantik digedung Sekolah Pei Ing Pekanbaru tanggal 6 Januari 1960.6/1959 sekaligus direalisir.2 Pemindahan Ibukota Karena situasi daerah telah mulai aman. Karena Kota Pekanbaru belum mempunyai gedung yang representatif. Pendapatan ini langsung disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. Untuk merealisir ketetapan tersebut. 15/15/6. S. maka oleh pemerintah (Menteri Dalam Negeri) telah mulai dipikirkan untuk menetapkan ibukota Provinsi Riau secara sungguh-sungguh. Rombongan pemindahan pertama dari Tanjungpinang ke Pekanbaru dimulai pada awal Januari 1960 dan mulai saat itu resmilah Pekanbaru menjadi ibukota. Gubernur Mr. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Swatantra tingkat I Riau tanggal 22 September 1958 No. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri telah mengirim kawat kepada Gubernur Riau tanggal 30 Agustus 1958No.52/1/44-25 yang menetapkan Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau.M. karena penetapan Tanjung Pinang sebagai ibukota provinsi hanya bersifat sementara. Aparatur pemerintahan daerah. Kaharuddin Nasution.21/0/3-D/58 dibentuk panitia Penyelidik Penetapan Ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Riau.

Nasakomisasi diterapkan tidak melalui ketentuan perundangundangan tetapi tekanan-tekanan dari atas. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Badan Pemerintah Harian dan Staff Residen Mr. disusunlah DPRD-GR.3 telah dilantik Badan Pemerintah Harian bertempat di gedung Pei Ing Pekanbaru dengan anggota-anggota terdiri dari : 1. Pemulihan perhubungan lalu lintas untuk kemakmuran rakyat. mulai berisi. Asrama Pelajar Riau untuk Putera dan Putri di Yogyakarta dan lain-lain. pada tanggal 25 April 1962 diangkat seorang Wakil Gubernur kepala Daerah. Muin Sadjoko Anggota-anggota Badan Pemerintahan Harian tersebut merupakan pembantu-pembantu Gubernur Kepala Daerah untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. bahwa semua aparat pemerintahan harus berintikan “NASAKOM”. . Kemudian Penpres No. diantaranya pembangunan pelabuhan baru beserta gudangnya. jabatan Walikota dipegang oleh Tengku Bay. Usaha untuk menyempurnakan Pemerintah Daerah terus ditingkatkan. Program tersebut dilaksanakan secara konsekwen sehingga dalam waktu singkat jalan raya antara Pekanbaru sampai batas Sumatera Barat siap dikerjakan. Wisma Riau Mesjid Agung. Anggaran Belanja yang diperbuat kemudian tidak lagi merupakan anggaran khayalan tetapi betul-betul dapat dipenuhi dengan sumber-sumber penghasilan sendiri sebagai suatu daerah otonom. Untuk penyempurnaan pemerintahan daerah. 2. 6 tahun 1959 diganti dan disempurnakan dengan Undang-undang No. Dana ini diperdapat dari sumber-sumber di luar anggaran daerah. disamping Gubernur Kepala Daerah. Menggali sumber-sumber penghasilan daerah Menyempurnakan aparatur. sehingga Kas Daerah yang pada mulanya kosong sama sekali. disusunlah program kerje Pemerintah Daerah. Sesuai dengan itu diajukan sebanyak 38 calon anggota yang disampaikan kepada menteri dalam negeri Ipik Gandamana. Wan Abdurrahman yang semula menjabat Walikota Pekanbaru. Masuknya unsur-unsur Nasional dan Komunis dalam tubuh BPH disebabkan saat itu sudah merupakan ketentuan yang tidak tertulis. Mangkuto Ameh untuk mengadakan hearing dengan partai-partai politik dan organisasi-organisasi massa dalam menyusun komposisi. Di dalam rapat Gubernur. dan hasilnya dimanfaatkan untuk pembangunan. 2. gedung pertemuan umum (Gedung Trikora). yang dititik beratkan pada : 1. yaitu Dt. Sis Tjakraningrat. 3. 3. gedung Universitas Riau. Pemasukan keuangan daerah mulai kelihatan nyata. Wan Ghalib Soeman Hs A. Untuk itu ditugaskan anggota BPH Wan Ghalib dengan dibantu Bupati Dt. Disamping itu atas prakarsa Gubernur Kaharuddin Nasution diusahakan pula pengumpulan dana disamping keuangan daerah yang sifatnya inkonvensional. Jalan tersebut merupakan kebanggaan Provinsi Riau.

dengan diberi waktu satu malam. maka yang paling dahulu menampung konsekwensi-konsekwensinya adalah daerah Riau. Atas dasar Nasakomisasi ini. Kabupaten Kampar : Bupati KDH R. oleh Pemerintah Daerah dirasakan pula bahwa luasnya daerah-daerah kabupaten yang ada dan batas-batasnya kurang sempurna.4 Sejalan dengan itu dibentuk pula pula apa yang dinamakan Front Nasional Daerah Tingkat I Riau.615 tahun 1962 di bentuklah suatu panitia. telah dibahas situasi yang gawat tersebut serta dicarikan jalan keluar untuk bisa mengatasi keadaan. maka peranan komunis dalam Front Nasional tersebut sangat menonjol. dalam rapat kilat yang diadakan Gubernur beserta anggota-anggota BPH. maka golongan komunis telah dapat merebut posisi yang kuat. H. Untuk itu maka oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau pada tanggal 15 Desember 1962 dengan SK. Kedudukan pimpinan harian Front Nasional ini merupakan kedudukan penting. Hasil kerja dari pantia tersebut menjadikan Provinsi Riau 5 (lima) buah daerah tingkat II dan satu buah Kotamadya. Catur Tunggal dan Instansi-instansi yang bertanggung jawab. Zalik Aris Sewaktu pemerintah pusat memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Front Nasional ini mengkoordinir semua potensi partapartai politik dan organisasi-organisasi massa. Bagan Siapi-api dan lain-lain yang menginginkan supaya daerah-daerah tersebut dijadikan Kabupaten. Di samping penyempurnaan aparatur pemerintahan. Dalam rapat yang diadakan besok paginya konsep yang telah disusun tersebut diterima secara mutatis mutandis. sehingga sering menimbulkan stagnasi dalam kelancaran jalannya roda pemerintahan. Karena itu pulalah Pimpinanan Harian tersebut didudukkan di samping Gubernur Kepala Daerah. Ditambah pula dengan tekanan-tekanan pihak yang berkuasa. yang menurut cita-cita haruslah dipersatukan. Untuk menghadapi keadaan yang sangat mengacaukan kehidupan rakyat tersebut. Kepada salah seorang anggota BPH ditugaskan untuk menyusun suatu konsep program yang meliputi semua bidang kecuali bidang pertanahan. Baharuddin Yusuf Kabupaten Kepulauan Riau : Bupati KDH Adnan Kasim Kabupaten Bengkalis : Bupati KDH H. Rokan. Subrantas Kabupaten Indragiri Hulu : Bupati KDH. Daerah ini yang berbatasan langsung dengan kedua negara tetangga tersebut dan orientasi ekonominya sejak berabadabad tergantung dari Malaysia dan Singapura sekaligus menjadi kacau. karena mereka menguasai massa rakyat. Dengan sendirinya di dalam Front Nasional ini bertarung ideologi yang bertentangan. serta ditingkatkan dengan konfrontasi fisik dengan keputusan Presiden Republik Indonesia tahun 1963.       Kotamadya Pekanbaru : Walikota KDH Kotamadya Tengku Bay. . yang merupakan anggota Panca Tunggal. Ditambah lagi adanya hasrat rakyat dari beberapa daerah seperti Indragiri Hilir. No. Masnoer Kabupaten Indragiri Hilir : Bupati KDH Drs. yang pimpinan hariannya terdiri dari unsur Nasakom.

Barangbarang produksi rakyat. Wan Abdul Rachman yang difitnah ikut dalam gerakan membentuk negara RPI (Republik Persatuan Indonesia). . Oleh Kotoe di tunjuk PT. Wan Abdurrachman diberhentikan dari jabatannya dengan hak pensiun. Hal ini ditambah pula dengan ditangkapnya Wakil Gubernur Dt. Kebangkitan Angkatan 66 dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran di Riau bukanlah suatu gerakan spontanitas tanpa sadar. seperti pengiriman bahan pokok untuk daerah-daerah Kepulauan dan penyaluran hasil produksi rakyat. Di tambah lagi adanya konfrontasi dengan Malaysia yang menyebabkan rakyat Riau sangat menderita karena kehidupan perekonomian antara Riau dengan Malaysia menjadi terputus. Pada tahun–tahun terakhir masa jabatan Gubernur Kaharuddin Nasution terjadi ketegangan dengan pemuka-pemuka masyarakat Riau. Dari segi politis. barang-barang kebutuhan rakyat tidak masuk kecuali yang didatangkan oleh pemerintah sendiri yang tebatas hanya di kota-kota pelabuhan. Arus barang terhenti. Kebangkitan Angkatan 66 timbul dari suatu embrio proses sejarah yang melanda Tanah Air. Konsep Nasakom Orde Lama menimbulkan penyelewengan-penyelewengan dalam segala aspek kehidupan nasional. Perekonomian jadi tidak menentu. serta menggantinya dengan KRRP (Rupiah Kepualaun Riau) yang berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1963. Pemuka-pemuka daerah berpendapat bahwa Gubernur Kaharuddin Nasution terlalu banyak memberikan kedudukan-kedudukan kunci kepada orang-orang yang dianggap tidak mempunyai iktikad baik terhadap daerah Riau. ketegangan dengan tokoh-tokoh masyarakat Riau telah berjalan beberapa tahun yang berpangkal pada politik kepegawaian. Dengan perubahan-perubahan pola ekonomi secara mendadak dan menyeluruh dengan sendirinya terjadi stagnasi. Akibatnya Dt. Lembaga-lembaga Negara tidak berfungsi sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945. diberikan tugas kepada Team Task Force II dibawah pimpinan Mr. Penetrasi proses Nasakomisasi ke dalam masyarakat Pancasilais menimbulkan keretakan sosial dan menggoncangkan sistem-sistem nilai yang menimbulkan situasi konflik. Djuana dari Bank Indonesia. Untuk melaksanakan pengrupiahan Kepualauan Riau tersebut. Untuk menanggulangi bidang ekonomi. Kondisi ini justru semakin memperburuk perekonomian rakyat. akhirnya menjadi kekeringan. fitnahan ini dilansir oleh PKI. Di Riau di tunjuk Gubernur Kaharuddin Nasution sebagai pembantu Kotoe tersebut. Daerah Riau yang pada dasarnya adalah penghasil barang ekspor. baik keluar maupun masuk.5 Tetapi nyatanya pemerintah pusat waktu itu tidak dapat melaksanakan program tersebut sebagaimana yang diharapkan terutama tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung oleh rakyat. Kebijaksanaan yang diambil pemerintah kemudian tidak meredakan keadaan. di pusat dibentuk Komando Tertinggi Urusan Ekonomi (Kotoe) yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri I Dr. terutama karet menjadi menumpuk dan tak dapat di alirkan. Dalam bidang moneter diambil pula tindakan-tindakan drastis dengan menghapuskan berlakunya mata uang dollar Singapura/Malaysia di Kepulauan Riau. malahan menambah kesengsarahan rakyat. Karkam dengan hak monopoli untuk menampung seluruh karet rakyat dan mengekspor keluar negeri. Subandrio. terutama di bidang ekonomi dan keamanan.

Kotamadya Pekanbaru ibukotanya Pekanbaru Kotamadya Dumai ibukotanya Dumai Kabupaten Indragiri Hulu ibukotanya Rengat . Tindakan selanjutnya. PKI beserta ormas-ormasnya memboikot sidang pleno lengkap Front Nasional Riau yang langsung dipimpin oleh Gubernur Kaharuddin Nasution pada tanggal 30 September 1965. Malam tanggal 30 September 1965 mereka yang tergabung dalam Baperki bersama-sama dengan PKI Riau mengadakan konsolidasi dan Show of force dalam memperingati Hari Angkatan Perang Republik Indonesia. tertanggal 24 Februari 1967. UP/4/43-1506. jadi sehari mendahului waktu peringatan yang sebenarnya. 1. dari 27 Provinsi pada awalnya sekarang sudah menjadi 32 Provinsi. Dengan diangkatnya Kolonel Arifin Achmat sebagai care taker Gubernur Kepala Daerah Provinsi Riau terhitung mulai tanggal 16 Oktober 1966 dengan surat keputusan Menteri Dalam Negeri No. Kondisi ini akhirnya bisa di akhiri.6 Demikianlah penderitaan. Ternyata kegiatan dan pergerakan PKI beserta ormas-ormasnya adalah untuk merebut pemerintahan yang syah. rezim Orde Lama di Riau tamat sejarahnya dan Kolonel Arifin Achmad diangkat sebagai care taker Gubernur/KDH Riau pada tanggal 16 Nopember 1966. Menjelang meletusnya G 30 S/PKI kegiatan tokoh-tokoh PKI di Riau makin meningkat. Kemudian pada tanggal 16 Februari 1967 DPRD-GR Provinsi Riau mengukuhkan Kolonel Arifin Achmad sebagai Gubernur Riau dengan Surat Keputusan Nomor 002/Kpts/67. Tokoh-tokoh PKI Riau Alihami Cs mempergunakan kesempatan dalam berbagai forum untuk menghantam lawan-lawannya dan menonjolkan diri sebagai pihak yang revolusioner. tidak terkecuali di Provinsi Riau sendiri. Mulai saat itu tertancaplah tonggak kemenangan Orde Baru di Riau. 2. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah. Mereka dengan berani secara langsung menyerang lawan-lawan politiknya. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya daerah-daerah baru di Indonesia. Pascareformasi Seiring dengan berhembusnya “angin reformasi’ telah memberikan perubahan yang drastis terhadap negeri ini. 3. Tidak terkecuali Provinsi Riau. perjuangan generasi muda Riau tidak sia-sia. dengan Surat Keputusan No. Salah satu perwujudannya adalah dengan diberlakukannya pelaksanaan otonomi daerah yang mulai di laksanakan pada tanggal 1 Januari 2001. pelantikannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Letnan Jenderal Basuki rachmad dalam suatu sidang pleno DPR-GR Provinsi Riau pada tanggal 15 Nopember 1966. UP/6/1/36-260. itu berarti Provinsi Riau yang dulunya terdiri dari 16 Kabupaten/Kota sekarang hanya menjadi 12 Kabupaten/Kota. Begitu juga masyarakat Tionghoa yang berkewargaan negara RRT memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang luar biasa. terhitung mulai tanggal 1 Juli 2004 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi ke-32 di Indonesia. Maka Menteri Dalam Negeri mengesyahkan pengangkatan Kolonel Arifin Achmad sebagai Gubernur Kepala Derah Provinsi Riau untuk masa jabatan 5 tahun. Surat Keputusan tersebut diperbaharui dengan Surat Keputusan Presiden Repbulik Indonesia Nomor : 146/M/1969 tertanggal17 Nopember 1969. konfrontasi dan kemelut berlangsung terus dan suasana semakin panas di Riau.

H.sekarang .M.sekarang. 7. Kabupaten Rokan Hilir ibukotanya Bagan Siapi-api (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) 12.7 4.Nopember 2008 (Plt. yaitu : 1. H. Gubernur. S. 7.S Periode 1978 – 1980 H. 6. H. Rusli Zainal Periode 2008 . 4.2013) 13. Amin Periode 1958 – 1960 H. Rusli Zainal Periode 2003 . Kabupaten Bengkalis ibukotanya Bengkalis 10. Subrantas. Wan Abubakar MSi Periode September 2008 .September 2008 dan periode November 2008 . 3. Kabupaten Rokan Hulu ibukotanya Pasir Pengaraian (pemekaran dari Kabupaten Kampar) 9. Imam Munandar Periode 1980 – 1988 H. Soeripto Periode 1988 – 1998 10.M.M. Baharuddin Yusuf (Plh) 1988 Atar Sibero (Plt) 1988 H. Kabupaten Kuantang Singingi ibukotanya Teluk Kuantan (pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu) 5. 2. 8. Kabupaten Kepulauan Meranti ibukotanya Selat Panjang (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) Daftar Gubernur Riau Hingga sekarang pejabat Gubernur Riau sudah mengalami beberapa kali pergantian. Saleh Djasit Periode 1998 – 2003 11. Prapto Prayitno (Plt) 1980 H. Kabupaten Siak ibukotanya Siak Sri Indrapura (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) 11. 5. 12. 6. H. Mr. Arifin Ahmad Periode 1966 – 1978 Hr. karena Gubernur incumbent mengundurkan diri mengikuti Pilkada Gubernur Riau periode 2008 . Kaharuddin Nasution Periode 1960 – 1966 H. 9. Kabupaten Indragiri Hilir ibukotanya Tembilahan Kabupaten Kampar ibukotanya Bangkinang Kabupaten Pelalawan ibukotanya Pangkalan Kerinci (pemekaran dari Kabupaten Kampar) 8.

Berbagai dialek bahasa Melayu yang digunakan mengikuti perbedaan lokalitas dari kelompok masyarakat Melayu di masing-masing daerah di Provinsi KepRi. terutama bahasanya.8 Adat Istiadat dan Budaya Kep. masyarakat Melayu juga tetap memegang teguh identitas kemelayuannya. dan Cina. Minang. Kalimat itu digunakan untuk menunjukkan keyakinan masyarakat Melayu akan adat-istiadat dan budayanya. Riau Sebagai provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga. kebudayaan Melayu di KepRi mempunyai kemampuan mengambil alih unsur-unsur kebudayaan non-Melayu dan menjadikannya sebagai bagian dari kebudayaan Melayu KepRi. Dalam tradisi Melayu sendiri. Prinsip ini memiliki kemiripan dengan Bhinneka Tunggal Ika. Batak. yaitu “Biar Mati Anak. Bugis. di KepRi sejak zaman dahulu telah berlangsung arus migrasi. Nias. Jawa. provinsi ini kini dihuni setidaknya 17 suku bangsa. Betawi. dan Vietnam. Hal ini menyiratkan bahwa. Melayu Kalimantan. Bali. Begitu pentingnya adat-istiadat bagi orang Melayu. Namun. bahwa “Tak kan Melayu Hilang di Bumi”. Variasi kebudayaan Melayu di KepRi juga menghasilkan variasi identitas khusus orang Melayu yang penuh dengan keterbukaan. bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduk Provinsi KepRi adalah bahasa Melayu. Mereka umumnya menyadari adanya variasi bahasa Melayu ini. bahkan mereka dapat mengetahui asal si pembicara dengan mendengarkan ucapan atau logat bahasa Melayunya. Malaysia. Sunda. yang pada hakikatnya merupakan akar bahasa Indonesia. Tak heran. namun setelah ditelusuri secara mendalam ternyata adalah simbol-simbol yang berasal dari kebudayaan non-Melayu. Melayu Sumatera (di luar Riau). asimilasi. Selain itu. dan perpaduan budaya. Oleh karena itu. secara langsung atau tidak. dan Syarak Bersendikan Kitabullah”. Ambon. ada semacam ungkapan “Adat Bersendikan Syarak. antara lain Melayu Riau. juga terdapat variasi dalam hal tradisi atau adat-istiadat yang berlaku dalam kebudayaan Melayu di KepRi. sehingga timbul ungkapan lain. yang dilandasi oleh prinsip hidup bersama dalam perbedaan. Flores. Ciri-ciri kebudayaan Melayu Provinsi KepRi yang bersifat terbuka dan mempunyai kemampuan mengakomodasi perbedaan tersebut muncul sebagai hasil dari pengalaman sejarah kebudayaan Melayu yang selama berabad-abad telah berhubungan dengan kebudayaan asing (non-Melayu). Di sisi lain. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan masyarakat Melayu KepRi ini menyebabkan terbentuknya tradisi yang majemuk. Contohnya musik Melayu ghazal yang berasal dari Semenanjung Arab. tradisi kebudayaan Melayu di KepRi tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Dengan keterbukaannya. Tidak mengherankan bila ada unsur-unsur atau simbol-simbol yang dianggap sebagai simbol Melayu. Raja Ali Haji pernah berujar dalam Gurindam Dua Belas (1847). Selain bersifat terbuka. Hal ini menandakan bahwa sebuah kelompok masyarakat Melayu mempunyai suatu tradisi dan bahasa Melayu yang relatif berbeda dengan kelompok masyarakat Melayu lainnya. Papua. Keanekaragaman suku ini membawa kekayaan khazanah budaya Melayu. Aceh. kebudayaan Melayu KepRi dapat mengakomodasi perbedaan yang terdapat dalam unsur-unsurnya dan secara bersamasama hidup dalam kehidupan yang penuh dengan keterbukaan. Dayak. Madura. Singapura. Jangan Mati Adat” atau .

Riau — Provinsi — Negara Hari jadi Indonesia 9 Agustus 1957 (hari jadi) Ibu kota Koordinat Pekanbaru 1º 100º 03' .051.Total .31%).DAU Rusli Zainal Rp. Tionghoa(3.66 km2 Populasi (2010)[3] . lihat Kepulauan Riau. Semua ungkapan itu diucapkan secara turun-temurun dan telah mendarah-daging bagi orang Melayu.27%).Gubernur .031 63. baik yang menetap di KepRi maupun di perantauan.543.26%). ensiklopedia bebas Untuk provinsi Kepulauan Riau. Batak (7.123.023.109º 19' BT 15' LS 4º 45' LU Pemerintahan . Bugis (2.05%).500.Kepadatan Demografi .78%).Total 87. 380. Jawa(25. Jangan Mati Adat”..9 “Biar Mati Istri. Minangkabau(11. Riau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. lihat Riau (disambiguasi).7/km² . Lain-lain (8. 72%).(2011)[1] Luas [2] .74%). Untuk kegunaan lain dari Riau.Suku bangsa Melayu (37.87%) [4] 5.Banjar (3.

Hymne Melayu.Kota Pekanbaru resmi menjadi ibu kota provinsi Riau mengantikan Kota Tanjung Pinang.10 . Zapin Pantai Solop. Sumatera Tengah. Lenggang Kangkung. Ayam Putih Pungguk.2%) Bahasa Melayu. Selanjutnya pada tahun 1957.Agama .[5] Sejarah Secara etimologi.Katolik (5%). asal kata Riau terdapat bermacam pendapat.Bahasa Islam (88%).riau.id Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Kemudian berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25. dan Sumatera Selatan. Situs web http://www. Rio dalam bahasa Portugis dapat bermaksud sungai. Zapin Laksmana Raja di Laut. Pada tahun 2002. Provinsi Sumatera Tengah kembali dimekarkan atas 3 provinsi yaitu Riau. Jambi dan Sumatera Barat. Langgam Melayu. Kutang Barendo. sementara masyarakat setempat mengejanya menjadi Riau. berdasarkan Undangundang Darurat Nomor 19 tahun 1957. Pada awal kemerdekaan Indonesia. Kemudian Provinsi Sumatera dimekarkan menjadi tiga provinsi.[8] . Tuanku Tambusai. ada sebuah ekspedisi militer Portugis dikirim menelusuri sungai Siak dengan tujuan mencari lokasi dari sebuah kerajaan yang diyakini mereka ada pada kawasan sungai tersebut. wilayah Riau tergabung dalam Provinsi Sumatera yang berpusat di Kota Bukittinggi. Protestan (1%).[6] dan tercatat pada tahun 1514. Gulai Kokek Asam Durian. Provinsi Riau juga dimekarkan lagi atas 2 provinsi yaitu Riau danKepulauan Riau. Satelit Zapin. dengan kawasan terletak pada bagian tengah pulau Sumatera dengan ibu kota Pekanbaru.[7] Pada masa kolonial Belanda. pada tanggal 20 Januari 1959. berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2002. yakni Sumatera Utara. Sehingga wilayah administrasi Provinsi Riau selanjutnya adalah dikurangi dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau sekarang. Provinsi ini termasuk salah satu provinsi terkaya di Indonesia dengan mengandalkan hasil dari minyak bumi dan gas.Hindu (0. Soleram. kawasan ini disebut dengan Riouw. Bahasa Indonesia Zona waktu WIB Kabupaten Kota 10 2 Lagu daerah Lancang Kuning.go. Buddha (6%).

pemanfaatan sumber daya dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar. Selain itu di provinsi ini masih terdapat sekumpulan masyarakat terasing di kawasan pedalaman dan bantaran sungai seperti Orang Sakai. serta terdapat juga di Kampar.371 jiwa. Suku Akit.66 km². Suku Bangsa Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsanya. .11 Kondisi dan sumber daya alam Geografi Luas wilayah provinsi Riau adalah 87. dan Suku Laut. secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan. maupun kekayaan hasil hutan dan perkebunannya. Adapun etnis-etnis yang terdapat di provinsi Riau antara lain Melayu. Kependudukan Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5. sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.543. belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka. Sementara etnis Minangkabau umumnya menjadi pedagang dan banyak bermukim pada kawasan perkotaan seperti Pekanbaru. Selatpanjang. Aturan baru dari pemerintahan reformasi. Rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari. suku Jawa dan Sunda pada umumnya banyak berada pada kawasan transmigran. Bugis. Suku Bugis umumnya banyak terdapat di kabupaten Indragiri Hilir. Banjar. Aceh. Tionghoa. Seiring otonomi daerah.023. Sumber daya alam Provinsi ini memiliki sumber daya alam.902 jiwa.031 jiwa. Minangkabau. Suku Melayu merupakan suku mayoritas di provinsi ini dan terdapat pada setiap kabupaten dan kota. baik kekayaan yang terkandung di perut bumi.Mandailing. terutama di Tembilahan. dan Flores. Sunda. Batak. Kuantan Singingi. serta emas. dengan iklim tropis basah dan rata-rata curah hujan berkisar antara 20003000 milimeter per tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. memberi batasan dan aturan tegas mengenai kewajiban penanam modal. Dumai. Jawa. Suku Talang Mamak. dan Rokan Hulu. Pulau Rupat dan Bengkalis. Begitu juga orang Tionghoa pada umumnya sama dengan etnis Minangkabau yaitu menjadi pedagang dan bermukim pada kawasan perkotaan serta banyak juga terdapat pada kawasan pesisir timur seperti di Bagansiapiapi. Mereka bermukim di wilayah perkotaan dan di pedesaan di seluruh pelosok provinsi Riau. berupa minyak bumi dan gas. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.

Universitas Lancang Kuning. PEREKONOMIAN Pertanian & perkebunan Perkebunan yang berkembang adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. terutama yang bermukim di daerah seperti Selatpanjang. GBI Dumai. baik itu yang dikelola oleh negara ataupun oleh rakyat. Selain itu bahasa Hokkien juga masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Tionghoa. Buddha. Selain itu juga terdapat Politeknik Caltex Riau dan Lembaga pendidikan dan pelatihan. Universitas Muhammadiyah Riau. dan Bagansiapiapi. dan Konghucu. Pendidikan Riau mempunyai beberapa perguruan tinggi. pada dasarnya merupakan aset bagi daerah Riau sendiri. Amin.Universitas Abdurrab. sebagai Gubernur pertama provinsi Riau yang dilantik pada tanggal 5 Maret 1958 di Tanjung Pinang yang sebelum menjadi ibukota dari provinsi Riau. Penggunaan Bahasa Minang secara luas juga digunakan oleh penduduk di provinsi ini. Hindu. . Bagi umat Katolik/Protestan diantaranya terdapat Gereja Santa Maria A Fatima. Mesjid Raya di Pekanbaru. Kristen Katolik. Gereja Kalam Kudus di Selatpanjang. Agama-agama yang dianut penduduk provinsi ini sangat beragam. diantaranya Islam. Bagi Umat Hindu adalah Pura Agung Jagatnatha di Pekanbaru. Berbagai sarana dan prasarana peribadatan bagi masyarakat Riau sudah terdapat di provinsi ini.12 Bahasa Bahasa pengantar masyarakat provinsi Riau pada umumnya menggunakan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Universitas Islam Negri SUSKA (Sultan Syarif Kasim). Universitas Pasir Pengaraian.386. Pemerintahan Berdasarkan surat keputusan Presiden tertanggal 27 Februari 1958 nomor 258/M/1958 diangkat Mr. Selain itu juga terdapat perkebunan jerukdan kelapa.M.800 ton per tahun. Agama Dilihat dari komposisi penduduk provinsi Riau yang penuh kemajemukan dengan latar belakang sosial budaya. bahasa dan agama yang berbeda. Gereja HKBP di Pekanbaru. Selain itu telah terdapat sekitar 116 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi dengan produksi coconut palm oil (CPO) 3. S. di antaranya Universitas Riau. Vihara Sejahtera Sakti di Selatpanjang. Kristen Protestan. Bagi umat Buddha/Tridarma adalah Vihara Dharma Loka dan Vihara Cetia Tri Ratna di Pekanbaru. Bengkalis. dan Masjid Raya Rengat bagi umat muslim. Universitas Islam Riau. Untuk luas lahan perkebunan kelapa sawit saat ini propinsi Riau telah memiliki lahan seluas 1.34 juta hektar. Kelenteng Ing Hok Kiong di Bagansiapiapi. seperti Mesjid Agung An-nur.

ini ditandai banyaknya bank swasta dan BPR. Beberapa perusahaan besar tersebut diantaranya Chevron Pacific Indonesia anak perusahaan Chevron Corporation. selain bank milik pemerintah daerah seperti Bank Riau Kepri. Transportasi Provinsi Riau merupakan satu-satunya propinsi yang mempunyai BUMD di bidang transportasi udara yakni PT. yaitu fungsi ekonomi jangka panjang. dan tahun 2008 perusahaan ini menambah 2 armada lagi dengan jenis Avro-RJ 100. baik sebagai pelindung dan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. fungsi lindung dan estetika sebagai dampak kebijakan pemerintah yang lalu. yang bertujuan untuk melayani daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalan darat maupun laut. Riau Air mengoperasikan Fokker-50 buatan Belanda sebanyak 5 armada. sementara upaya reboisasi dan penghijauan belum optimal dilaksanakan. Namun dalam realitanya tiga fungsi utamanya sudah hilang. Gas. PT. Hilangnya ketiga fungsi diatas mengakibatkan semakin luasnya lahan kritis yang diakibatkan oleh pengusahaan hutan yang mengabaikan aspek kelestarian. Riau Andalan Pulp & Paper di Pangkalan Kerinci Pertambangan Hasil pertambangan provinsi Riau adalah Minyak bumi. Selain itu terdapat juga industri pengolahan kopra dan karet. Keuangan & Perbankan Untuk bidang perbankkan di propinsi sangat berkembang pesat. dan Batu Bara. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk di Perawang. dan PT.13 Hutan & ikan Pembangunan kehutanan pada hakekatnya mencakup semua upaya memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya alam hayati lain serta ekosistemnya. adalah masalah ilegal logging yang menyebabkan berkurangnya kawasan hutan serta masalah Industri Pada provinsi ini terdapat beberapa perusahaan berskala internasional yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas serta pengolahan hasil hutan dan sawit. Riau Air. Masalah lain yang sangat merugikan tidak saja provinsi Riau pada khususnya tapi Indonesia pada umumnya. . Efek selanjutnya adalah semakin menurunnya produksi kayu hutan non HPH.

batu Panglima Layar. Mercusuar. gelombang laut di Selat Malaka sangat besar. Beruang Madu. dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia. karena air laut pada kawasan tersebut tenang. . dan berbagai jenis satwa lainnya. pulau Tekong Simbang. Pada musim angin barat laut tiba. Beberapa jenis fauna yang dapat dijumpai di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh antara lain : Harimau Sumatera. kawasan ini merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan dengan ekosistem yang unik dan berbeda dibandingkan dengan kawasan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia. Pulau Rupat. dan biasanya nelayan-nelayan setempat berlindung di bagian tengah pulau Jemur. Selain itu pada pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang. selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya. Kancil. Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai. dengan mudah dapat dicapai karena dari Dumai tersedia transportasi laut untuk penumpang umum. Babi Hutan. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain.223 Ha.14 Pariwisata. Kuaw. rekreasi keluarga dan bersantai menikmati kejernihan air lautnya dengan ombak yang sedang. Pulau-pulau yang terdapat di pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Burung Rangkong. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali. berjemur. pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya. Bagansiapiapi. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih yang memungkinkan pengunjung untuk mandi. berolahraga air. serta pulau ini dimanfaatkan oleh penyu untuk menyimpan telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai. Sedangkan jenis flora langka yang diduga endemik di kawasan tersebut adalah Cendawan Muka Rimau (Rafflesia haseltii). Siamang. daerah ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) sehingga membentuk sungai-sungai kecil dan merupakan hulu dari sungaisungai besar di daerah sekitarnya. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) TNBT memiliki luas 144. dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest). sedangkan provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Seni dan Budaya Wisata Alam Provinsi Riau sebenarnya memiliki bermacam-macam kawasan pariwisata alam diantaranya yaitu : Pulau Jemur Terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir. Selain merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna langka dan dilindungi. Tapir. sisasisa pertahanan Jepang. Bukit Tiga Puluh merupakan hamparan perbukitan yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan dan berbatasan dengan provinsi Jambi. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah. kawasan TNBT juga merupakan tempat hidup dan Pantai Rupat Utara Tanjung Medang Berlokasi di Kecamatan Rupat. pulau Tekong Emas. Kawasan Pantai Pasir Panjang terdiri atas Tanjung Medang. taman laut dan pantai berpasir kuning emas.

Peristiwa ini terjadi setiap hari. kira-kira 2/3 dari bawah terdapat kuburan pertapa Cipogas dengan air terjun yang bertingkat-tingkat dan sungguh mengagumkan untuk dinikmati. Upacara Bakar Tongkang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional.500 hektar. sepanjang Sungai Kampar dan Sungai Rokan. ikan arwana dan ikan Balido yang termasuk dilindungi. dimana masih terdapat berbagai aneka jenis satwa dan tumbuhan langka. Pada musim pasang tinggi. gelombang sungai Kampar bisa mencapai 46 meter. sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu. dan Danau Naga di Sungai Apit. Di sekitar danau masih ditemukan hutan yang masih asli. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi. dengan luas sekitar 28. memiliki panorama indah yang mengagumkan dan menarik. Danau Bawah dan Danau Pulau Besar terletak dekat lapangan minyak Zamrud.000 Ha. Upacara Bakar Tongkang adalah upacara tradisional masyarakat Tionghoa di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir yakni Bagansiapiapi. Ritual Bakar Tongkang merupakan kisah pelayaran masyarakat keturunan Tionghoa yang melarikan diri dari si penguasa Siam di daratan Indo China pada abad ke-19. dan kegiatan lainnya. naik sampan. Kondisi danau maupun hutan di sekitar danau berstatus Suaka Marga Satwa yang luasnya mencapai 2. Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Objek Wisata Bono Terletak di Desa Teluk Meranti. Wisata Budaya Provinsi Riau memiliki berbagai wisata budaya maupun keagamaan. Beberapa contoh wisata budaya yang terkenal dari daerah ini yaitu : Upacara Bakar Tongkang Upacara Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). memancing. dapat ditempuh melalui jalan darat. Keanekaragaman jenis satwa liar di Suaka Marga Satwa danau Pulau Besar dan danau Bawah merupakan kekayaan tersendiri sebagai objek wisata tirta di Riau Daratan. Wisata Bahari di Kabupaten Siak yaitu Danau Pulau Besar terletak di Desa Zamrud. siang maupun malam hari. Didalam kapal yang di pimpin Ang Mie Kui. Kecamatan Siak. Kabupaten Rokan Hulu merupakan air terjun bertingkat-tingkat. dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Kecamatan Siak Sri Indrapura. Hal yang menarik turis ke objek wisata ini adalah kegiatan berenang. dimana panglimanya disebut Taisun Ong Ya. Sumber daya hayati yang terdapat di danau ini seperti pinang merah. Patung - . membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai.15 Air Terjun Aek Martua Terletak di kecamatan Bangun Purba. terdapat patung Dewa Kie Ong Ya dan lima dewa.

Selain mengelarkan sembahyang.Pada moment ini warga Tionghoa menyakinkan bahwa sang Dewa tersebut sedang turun ke bumi dengan maksud untuk mengusir unsur unsur kejahatan dan memberikan kemakmuran dan ketentraman bagi warga kota Selatpanjang.Taiwan.16 patung dewa ini mereka bawa dari tanah Tiongkok.Australia akan membanjiri Kota Selatpanjang untuk turut serta memeriahkan perayaan Imlek. Namun bagi umat lain yang beraliran sama juga bisa merayakan Hari Raya Imlek. Sebelum puncak acara imlek biasa diawali Festival Kembang Api pada hari Ke 5. hingga akhirnya mereka menetap di Bagansiapiapi.Imlek bagi sejumlah warga Tionghoa Selatpanjang yang berada di luar daerah maupun diluar negeri dijadikan ajang Tradisi Mudik. Mengawali penyambutan tahun baru imlek di selatpanjang di pusatkan di Vihara Sejahtera Sakti.yang paling unik didaerah ini adalah warga yang merayakan juga berkeliling kota pada waktu sore hari dengan mengunakan Bentor ( Becak Motor ) biasanya berlansung selama 6 hari. durasi kembang api biasa berlangsung cukup lama. dan menurut keyakinan mereka bahwa dewa tersebut akan memberikan keselamatan dalam pelayaran.Malaysia. Hampir setiap tahun perayaan Imlek di kota ini dirayakan sangat meriah bahkan juga termasuk Perayaan Imlek yang paling meriah di kawasan Provinsi Riau. maka mereka membakar wangkang (tongkang) yang dilakukan setiap tahun.Acara Perayaan Imlek memang sudah menjadi bagian dari tradisi di Kota Selatpanjang. Untuk itu diadakan penyambutan khusus dengan menggotong tandu patung Dewa dan dipawai berkeliling kota melewati beberapa kelenteng lain disertai menggelar atraksi tarian .hal itu yang membuat ketertarikan wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan. Perayaan Imlek di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Perayaan Hari Raya Imlek adalah tradisi pergantian tahun baru.Imlek tak ubahnya seperti tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat islam. ini sudah berlangsung lama bahkan mereka anggap sebagai momentum penting untuk mudik ke tanah kelahiran.Puluhan ribu orang baik dari dalam maupun luar Selatpanjang bahkan wisatawan dari luar negeri seperti Singapore. Sedangkan prosesi sembahyang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 bulan 5 tahun Imlek / penanggalan China.tetapi kemeriahannya mulai terasa dihari H-7 yaitu seminggu sebelum jatuhnya perayaan Imlek. Walaupun puncak acara Perayaan Tahun Baru Imlek di Selatpanjang berlangsung pada hari ke-6 bulan pertama Tahun Baru Imlek yang biasanya disebut Cue Lak (Bahasa Hokkian).karena itu imlek secara tidak langsung menjadi ajang promosi spektakuler wisata budaya unggulan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti Pada puncak perayaan imlek merupakan hari dimana bertepatan dilangsungkan perayaan untuk ulang tahun Dewa 清水祖師 Qing Shui Zu Shi[9].China. Imlek adalah Tahun Baru Cina. Untuk menghormati dan mensyukuri kemakmuran dan keselamatan yang mereka peroleh dari hasil laut sebagai mata pencaharian utama masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi.kurang lebih (±)sampai 3 jam lamanya.Hongkong.(Bahasa Mandarin)/Ching Cui Co Su (Bahasa Hokkian)(nama dewa). Apalagi pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti juga sudah menjadikan ivent perayaan Imlek sebagai salah satu asset wisata tahunan yang masuk kedalam Kalender Wisata Riau.

Duplikat Mahkota Kerajaan.17 liong(naga). Konon. mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20. Payung Kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain : Kursi Singgasana kerajaan yang berbalut (sepuh) emas. Tombak Kerajaan. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766 – 1780. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila masyarakat yang non etnis Tionghoa biasanya juga turut ikut meramaikan perayaan Imlek dengan iring-iringan reog ponorogo (bagi masyarakat Jawa) dan atraksi-atraksi kesenian lain yang merupakan tradisi dari daerah setempat. Mesjid ini dibangun pada abad 18 dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Brankas Kerajaan. sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780. Mesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru. Kota ini juga merupakan salah satu kota di kawasan riau yang mempunyai jumlah Kelenteng yang cukup Mesjid Raya Pekanbaru Mesjid Raya dan Makan Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan. Kini. hal itu ada kesamaan di kota singkawang ( kalimantan Barat ) yang biasa dikenal Tatung. Istana Siak Sri Indrapura Istana Kerajaan Siak adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau. Komet sebagai barang langka dan menurut cerita hanya ada dua di dunia dan lain-lain. perayaan Imlek di Selatpanjang dapat juga diartikan sebagai sebuah rezeki bagi seluruh masyarakat yang tinggal di daerah ini. Dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 dengan 12 sultan yang pernah bertahta. . Di samping Istana kerajaan terdapat pula istana peraduan.Perayaan pada Cue Lak tersebut juga diiringi oleh para tetua atau orang yang terpilih dan dirasuki oleh roh para dewa yang biasa disebut Thangkie yaitu dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara roh dewa tersebut.dan atraksi barongsai(singa) dan diiringi seni budaya jawa reog ponorogo yang berasal dari Jawa Timur. Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau. dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan.

Benteng Tujuh Lapis Terletak di daerah Dalu-dalu. di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Kendatipun demikian. batu sungai dan batu bata.Bangunannya kian megah dan indah serta berbagai perubahan terus dilakukan setelah direnovasi total kecuali bagian depan pintu gerbang utama. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada zaman penjajahan Belanda atas petuah Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah ditanam bambu atau aur berduri. Menurut sumber tempatan. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam. Untuk membawa batu bata ke tempat candi.5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan. dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. maupun Konghucu. Ada yang mengatakan abad kesebelas. Kecamatan XIII Koto Kampar.18 Candi Muara Takus Terletak di desa Muara Takus. Kecamatan Tambusai. Kelenteng ini didirikan masa kolonial Belanda dan sampai hari ini belum diketahui dengan pasti tahun kapan berdirinya. abad ketujuh. Kelenteng Hok An Kiong/Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang Kelenteng Hok An Kiong (lebih dikenal luas sebagai Vihara Sejahtera Sakti/Tua Pek Kong Bio (Bahasa Hokkian)) adalah kelenteng tertua yang ada di kota Selatpanjang juga merupakan Kelenteng Tertua di Provinsi Riau. candi Bungsu. Kompleks candi Muara Takus.Selain dari candi Tua. satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua.5 x 1.Sejarawan memprediksi kelenteng ini berumur lebih dari 150 tahun setelah dilihat dari Relief Arsitektur bangunannya. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2. abad kesembilan dan sebagainya.Kelenteng ini sangat dikenal luas oleh masyarakat Selatpanjang maupun masyarakat luar negeri terutama bagi wisatawan Singapore dan Malaysia sebagai tempat ibadah umat Buddha. ada yang mengatakan abad keempat. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir. Kabupaten Rokan Hulu. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter. para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai. candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata. Mahligai Stupa dan Palangka. diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1. Disekitar daerah dalu-dalu ini juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut Kubu . Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai. Kabupaten Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam.5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan. Bekas benteng tersebut ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.