Sejarah Riau

1

Sejarah Riau
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pembentukan Provinsi Riau ditetapkan dengan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957. Kemudian diundangkan dalam Undang-undang Nomor 61 tahun 1958. Sama halnya dengan provinsi lain yang ada di Indonesia, untuk berdirinya Provinsi Riau memakan waktu dan perjuangan yang cukup panjang, yaitu hampir 6 tahun (17 Nopember 1952 s/d 5 Maret1958).

Periode 5 Maret 1958 – 6 Januari 1960
Dalam Undang-undang pembentukan daerah swatantra tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, Jo Lembaran Negara No 75 tahun 1957, daerah swatantra Tingkat I Riau meliputi wilayah daerah swatantra tingkat II ; 1. 2. 3. 4. Bengkalis Kampar Indragiri Kepulauan Riau, termaktub dalam UU No. 12 tahun 1956 (L. Negara tahun 1956 No.25) 5. Kotaparaja Pekanbaru, termaktub dalam Undang-undang No. 8 tahun 1956 No. 19 Dengan surat keputusan Presiden tertanggal 27 Februari 1958 No. 258/M/1958 telah diangkat Mr. S.M. Amin, Gubernur KDH Provinsi Riau di lakukan pada tanggal 5 Maret 1958 diTanjungpinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Pelantikan tersebut dilakukan ditengah-tengah klimaksnya gerakan koreksi dari daerah melalui PRRIdi Sumatera Tengah yang melibatkan secara langsung daerah Riau. Dengan demikian, Pemerintah Daerah Riau yang baru terbentuk harus mencurahkan perhatian dan kegiatannya untuk memulihkan keamanan di daerahnya sendiri. Seiring dengan terjadinya gerakan koreksi dari daerah melalui PRRI, telah menyebabkan kondisi perekonomian di Provinsi Riau yang baru terbentuk semakin tidak menentu. Untuk mengatasi kekurangan akan makanan, maka diambil tindakan darurat, para pedagang yang mampu dikerahkan untuk mengadakan persediaan bahan makanan yang luas. Dengan demikian dalam waktu singkat arus lalu lintas barang yang diperlukan rakyat berangsur-angsur dapat dipulihkan kembali. Di Riau Daratan yang baru dibebaskan dari pengaruh PRRI, pemerintahan di Kabupaten mulai ditertibkan. Sebagai Bupati Inderagiri di Rengat ditunjuk Tengku Bay, di Bengkalis Abdullah Syafei. Di Pekanbaru dibentuk filial Kantor Gubernur yang pimpinannya didatangkan dari kantor Gubernur Tanjungpinang, yaitu Bupati Dt. Wan Abdurrachman dibantu oleh Wedana T. Kamaruzzaman.

penguasa Perang Riau Daratan dan Penguasa Perang Riau Kepulauan. Des. maka dipakailah gedung sekolah Pei Ing untuk tempat upacara. Sementara persiapan pemindahan secara simultan terus dilaksanakan.M. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri telah mengirim kawat kepada Gubernur Riau tanggal 30 Agustus 1958No.52/1/44-25 yang menetapkan Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. 15/15/6. bahwa sebagai ibukota terpilih Kota Pekanbaru. Untuk menanggapi maksud kawat tersebut secara sungguh-sungguh dan penuh pertimbangan yang cukup dapat dipertanggung jawabkan.21/0/3-D/58 dibentuk panitia Penyelidik Penetapan Ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Riau. Kaharuddin Nasution. Pendapatan ini langsung disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. dibentuklah dipusat suatu panitia interdepartemental. S. Panitia ini telah berkeliling ke seluruh Daerah Riau untuk mendengar pendapat-pendapat pemukapemuka masyarakat. Karena Kota Pekanbaru belum mempunyai gedung yang representatif. karena pemindahan ibukota dari Tanjungpinang ke Pekanbaru menyangkut kepentingan semua Departemen. Untuk merealisir ketetapan tersebut. Aparatur pemerintahan daerah.6/1959 sekaligus direalisir. karena penetapan Tanjung Pinang sebagai ibukota provinsi hanya bersifat sementara. Sebagai pelaksana di daerah dibentuk pula suatu badan di Pekanbaru yang diketuai oleh Penguasa Perang Riau Daratan Letkol. Badan Penasehat Gubernur Kepala Daerah dibubarkan dan pelaksanaan pemindahan ibukota dimulai. maka Badan Penasehat meminta kepada Gubernur supaya membentuk suatu Panitia khusus. maka diambillah ketetapan. Dari angket langsung yang diadakan panitia tersebut.6 tahun 1959 mulai dilengkapi dan sebagai langkah pertama dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 14 April 1960 No. maka oleh pemerintah (Menteri Dalam Negeri) telah mulai dipikirkan untuk menetapkan ibukota Provinsi Riau secara sungguh-sungguh. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Swatantra tingkat I Riau tanggal 22 September 1958 No. perubahan struktur pemerintahan daerah berdasarkan Penpres No. Sekr. PD6/2/12-10 . Gubernur Mr. Amin digantikan oleh Letkol Kaharuddin Nasution yang dilantik digedung Sekolah Pei Ing Pekanbaru tanggal 6 Januari 1960. maka struktur Pemerintahan Daerah Tingkat I Riau dengan sendirinya mengalami pula perubahan. Rombongan pemindahan pertama dari Tanjungpinang ke Pekanbaru dimulai pada awal Januari 1960 dan mulai saat itu resmilah Pekanbaru menjadi ibukota. Akhirnya tanggal 20 Januari 1959 dikeluarkan Surat Keputusan dengan No. Sejak itulah mulai dibangun Kota Pekanbaru dan untuk tahap pertama mempersiapkan bangunanbangunan yang dalam waktu singkat dapat menampung pemindahan kantor-kantor dan pegawai-pegawai dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. sesuai dengan Penpres No.2 Pemindahan Ibukota Karena situasi daerah telah mulai aman. Periode 6 Januari 1960 – 15 Nopember 1966 Dengan dilantiknya Letkol Kaharuddin Nasution sebagai Gubernur.

yang dititik beratkan pada : 1. jabatan Walikota dipegang oleh Tengku Bay. Muin Sadjoko Anggota-anggota Badan Pemerintahan Harian tersebut merupakan pembantu-pembantu Gubernur Kepala Daerah untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. mulai berisi. Masuknya unsur-unsur Nasional dan Komunis dalam tubuh BPH disebabkan saat itu sudah merupakan ketentuan yang tidak tertulis. disusunlah DPRD-GR. Kemudian Penpres No. 2. diantaranya pembangunan pelabuhan baru beserta gudangnya. 3. bahwa semua aparat pemerintahan harus berintikan “NASAKOM”. Mangkuto Ameh untuk mengadakan hearing dengan partai-partai politik dan organisasi-organisasi massa dalam menyusun komposisi. Nasakomisasi diterapkan tidak melalui ketentuan perundangundangan tetapi tekanan-tekanan dari atas. gedung Universitas Riau. Di dalam rapat Gubernur. Program tersebut dilaksanakan secara konsekwen sehingga dalam waktu singkat jalan raya antara Pekanbaru sampai batas Sumatera Barat siap dikerjakan. Sesuai dengan itu diajukan sebanyak 38 calon anggota yang disampaikan kepada menteri dalam negeri Ipik Gandamana. 6 tahun 1959 diganti dan disempurnakan dengan Undang-undang No. Pemulihan perhubungan lalu lintas untuk kemakmuran rakyat. disamping Gubernur Kepala Daerah. Disamping itu atas prakarsa Gubernur Kaharuddin Nasution diusahakan pula pengumpulan dana disamping keuangan daerah yang sifatnya inkonvensional. Untuk penyempurnaan pemerintahan daerah. Dana ini diperdapat dari sumber-sumber di luar anggaran daerah. Pemasukan keuangan daerah mulai kelihatan nyata. 3. pada tanggal 25 April 1962 diangkat seorang Wakil Gubernur kepala Daerah.3 telah dilantik Badan Pemerintah Harian bertempat di gedung Pei Ing Pekanbaru dengan anggota-anggota terdiri dari : 1. disusunlah program kerje Pemerintah Daerah. dan hasilnya dimanfaatkan untuk pembangunan. yaitu Dt. Untuk itu ditugaskan anggota BPH Wan Ghalib dengan dibantu Bupati Dt. Wan Ghalib Soeman Hs A. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah. . Asrama Pelajar Riau untuk Putera dan Putri di Yogyakarta dan lain-lain. Menggali sumber-sumber penghasilan daerah Menyempurnakan aparatur. Usaha untuk menyempurnakan Pemerintah Daerah terus ditingkatkan. Wan Abdurrahman yang semula menjabat Walikota Pekanbaru. Jalan tersebut merupakan kebanggaan Provinsi Riau. gedung pertemuan umum (Gedung Trikora). 2. Anggaran Belanja yang diperbuat kemudian tidak lagi merupakan anggaran khayalan tetapi betul-betul dapat dipenuhi dengan sumber-sumber penghasilan sendiri sebagai suatu daerah otonom. Sis Tjakraningrat. Wisma Riau Mesjid Agung. sehingga Kas Daerah yang pada mulanya kosong sama sekali. Badan Pemerintah Harian dan Staff Residen Mr.

karena mereka menguasai massa rakyat.       Kotamadya Pekanbaru : Walikota KDH Kotamadya Tengku Bay. Rokan. telah dibahas situasi yang gawat tersebut serta dicarikan jalan keluar untuk bisa mengatasi keadaan. dengan diberi waktu satu malam. Kepada salah seorang anggota BPH ditugaskan untuk menyusun suatu konsep program yang meliputi semua bidang kecuali bidang pertanahan. Atas dasar Nasakomisasi ini. Untuk itu maka oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau pada tanggal 15 Desember 1962 dengan SK. maka yang paling dahulu menampung konsekwensi-konsekwensinya adalah daerah Riau. sehingga sering menimbulkan stagnasi dalam kelancaran jalannya roda pemerintahan. Dengan sendirinya di dalam Front Nasional ini bertarung ideologi yang bertentangan. Subrantas Kabupaten Indragiri Hulu : Bupati KDH. maka golongan komunis telah dapat merebut posisi yang kuat.615 tahun 1962 di bentuklah suatu panitia. oleh Pemerintah Daerah dirasakan pula bahwa luasnya daerah-daerah kabupaten yang ada dan batas-batasnya kurang sempurna. Karena itu pulalah Pimpinanan Harian tersebut didudukkan di samping Gubernur Kepala Daerah. Kedudukan pimpinan harian Front Nasional ini merupakan kedudukan penting. Daerah ini yang berbatasan langsung dengan kedua negara tetangga tersebut dan orientasi ekonominya sejak berabadabad tergantung dari Malaysia dan Singapura sekaligus menjadi kacau. Kabupaten Kampar : Bupati KDH R. Masnoer Kabupaten Indragiri Hilir : Bupati KDH Drs. Bagan Siapi-api dan lain-lain yang menginginkan supaya daerah-daerah tersebut dijadikan Kabupaten. Hasil kerja dari pantia tersebut menjadikan Provinsi Riau 5 (lima) buah daerah tingkat II dan satu buah Kotamadya. H. . Untuk menghadapi keadaan yang sangat mengacaukan kehidupan rakyat tersebut. serta ditingkatkan dengan konfrontasi fisik dengan keputusan Presiden Republik Indonesia tahun 1963. yang merupakan anggota Panca Tunggal. Front Nasional ini mengkoordinir semua potensi partapartai politik dan organisasi-organisasi massa. Ditambah lagi adanya hasrat rakyat dari beberapa daerah seperti Indragiri Hilir. Catur Tunggal dan Instansi-instansi yang bertanggung jawab. yang menurut cita-cita haruslah dipersatukan. No. Zalik Aris Sewaktu pemerintah pusat memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Ditambah pula dengan tekanan-tekanan pihak yang berkuasa. Di samping penyempurnaan aparatur pemerintahan. Baharuddin Yusuf Kabupaten Kepulauan Riau : Bupati KDH Adnan Kasim Kabupaten Bengkalis : Bupati KDH H. yang pimpinan hariannya terdiri dari unsur Nasakom. Dalam rapat yang diadakan besok paginya konsep yang telah disusun tersebut diterima secara mutatis mutandis. dalam rapat kilat yang diadakan Gubernur beserta anggota-anggota BPH.4 Sejalan dengan itu dibentuk pula pula apa yang dinamakan Front Nasional Daerah Tingkat I Riau. maka peranan komunis dalam Front Nasional tersebut sangat menonjol.

Pada tahun–tahun terakhir masa jabatan Gubernur Kaharuddin Nasution terjadi ketegangan dengan pemuka-pemuka masyarakat Riau. Barangbarang produksi rakyat. Oleh Kotoe di tunjuk PT. terutama karet menjadi menumpuk dan tak dapat di alirkan. diberikan tugas kepada Team Task Force II dibawah pimpinan Mr. terutama di bidang ekonomi dan keamanan. fitnahan ini dilansir oleh PKI. di pusat dibentuk Komando Tertinggi Urusan Ekonomi (Kotoe) yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri I Dr. Untuk melaksanakan pengrupiahan Kepualauan Riau tersebut. barang-barang kebutuhan rakyat tidak masuk kecuali yang didatangkan oleh pemerintah sendiri yang tebatas hanya di kota-kota pelabuhan. Dalam bidang moneter diambil pula tindakan-tindakan drastis dengan menghapuskan berlakunya mata uang dollar Singapura/Malaysia di Kepulauan Riau. Kebangkitan Angkatan 66 dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran di Riau bukanlah suatu gerakan spontanitas tanpa sadar.5 Tetapi nyatanya pemerintah pusat waktu itu tidak dapat melaksanakan program tersebut sebagaimana yang diharapkan terutama tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi langsung oleh rakyat. Kondisi ini justru semakin memperburuk perekonomian rakyat. Perekonomian jadi tidak menentu. malahan menambah kesengsarahan rakyat. baik keluar maupun masuk. seperti pengiriman bahan pokok untuk daerah-daerah Kepulauan dan penyaluran hasil produksi rakyat. Wan Abdurrachman diberhentikan dari jabatannya dengan hak pensiun. Subandrio. Karkam dengan hak monopoli untuk menampung seluruh karet rakyat dan mengekspor keluar negeri. Akibatnya Dt. Kebangkitan Angkatan 66 timbul dari suatu embrio proses sejarah yang melanda Tanah Air. Untuk menanggulangi bidang ekonomi. Penetrasi proses Nasakomisasi ke dalam masyarakat Pancasilais menimbulkan keretakan sosial dan menggoncangkan sistem-sistem nilai yang menimbulkan situasi konflik. Lembaga-lembaga Negara tidak berfungsi sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945. serta menggantinya dengan KRRP (Rupiah Kepualaun Riau) yang berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1963. Djuana dari Bank Indonesia. Di Riau di tunjuk Gubernur Kaharuddin Nasution sebagai pembantu Kotoe tersebut. Di tambah lagi adanya konfrontasi dengan Malaysia yang menyebabkan rakyat Riau sangat menderita karena kehidupan perekonomian antara Riau dengan Malaysia menjadi terputus. Dengan perubahan-perubahan pola ekonomi secara mendadak dan menyeluruh dengan sendirinya terjadi stagnasi. akhirnya menjadi kekeringan. Pemuka-pemuka daerah berpendapat bahwa Gubernur Kaharuddin Nasution terlalu banyak memberikan kedudukan-kedudukan kunci kepada orang-orang yang dianggap tidak mempunyai iktikad baik terhadap daerah Riau. Kebijaksanaan yang diambil pemerintah kemudian tidak meredakan keadaan. ketegangan dengan tokoh-tokoh masyarakat Riau telah berjalan beberapa tahun yang berpangkal pada politik kepegawaian. Konsep Nasakom Orde Lama menimbulkan penyelewengan-penyelewengan dalam segala aspek kehidupan nasional. Arus barang terhenti. Hal ini ditambah pula dengan ditangkapnya Wakil Gubernur Dt. Daerah Riau yang pada dasarnya adalah penghasil barang ekspor. Wan Abdul Rachman yang difitnah ikut dalam gerakan membentuk negara RPI (Republik Persatuan Indonesia). . Dari segi politis.

1. Mereka dengan berani secara langsung menyerang lawan-lawan politiknya. Ternyata kegiatan dan pergerakan PKI beserta ormas-ormasnya adalah untuk merebut pemerintahan yang syah. Tindakan selanjutnya. UP/4/43-1506. Tokoh-tokoh PKI Riau Alihami Cs mempergunakan kesempatan dalam berbagai forum untuk menghantam lawan-lawannya dan menonjolkan diri sebagai pihak yang revolusioner. Surat Keputusan tersebut diperbaharui dengan Surat Keputusan Presiden Repbulik Indonesia Nomor : 146/M/1969 tertanggal17 Nopember 1969. Begitu juga masyarakat Tionghoa yang berkewargaan negara RRT memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang luar biasa. Malam tanggal 30 September 1965 mereka yang tergabung dalam Baperki bersama-sama dengan PKI Riau mengadakan konsolidasi dan Show of force dalam memperingati Hari Angkatan Perang Republik Indonesia. terhitung mulai tanggal 1 Juli 2004 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi ke-32 di Indonesia. PKI beserta ormas-ormasnya memboikot sidang pleno lengkap Front Nasional Riau yang langsung dipimpin oleh Gubernur Kaharuddin Nasution pada tanggal 30 September 1965. 3. Kemudian pada tanggal 16 Februari 1967 DPRD-GR Provinsi Riau mengukuhkan Kolonel Arifin Achmad sebagai Gubernur Riau dengan Surat Keputusan Nomor 002/Kpts/67. Kotamadya Pekanbaru ibukotanya Pekanbaru Kotamadya Dumai ibukotanya Dumai Kabupaten Indragiri Hulu ibukotanya Rengat .6 Demikianlah penderitaan. Maka Menteri Dalam Negeri mengesyahkan pengangkatan Kolonel Arifin Achmad sebagai Gubernur Kepala Derah Provinsi Riau untuk masa jabatan 5 tahun. Kondisi ini akhirnya bisa di akhiri. Pascareformasi Seiring dengan berhembusnya “angin reformasi’ telah memberikan perubahan yang drastis terhadap negeri ini. Dengan diangkatnya Kolonel Arifin Achmat sebagai care taker Gubernur Kepala Daerah Provinsi Riau terhitung mulai tanggal 16 Oktober 1966 dengan surat keputusan Menteri Dalam Negeri No. perjuangan generasi muda Riau tidak sia-sia. jadi sehari mendahului waktu peringatan yang sebenarnya. Menjelang meletusnya G 30 S/PKI kegiatan tokoh-tokoh PKI di Riau makin meningkat. itu berarti Provinsi Riau yang dulunya terdiri dari 16 Kabupaten/Kota sekarang hanya menjadi 12 Kabupaten/Kota. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah. dengan Surat Keputusan No. pelantikannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Letnan Jenderal Basuki rachmad dalam suatu sidang pleno DPR-GR Provinsi Riau pada tanggal 15 Nopember 1966. tertanggal 24 Februari 1967. tidak terkecuali di Provinsi Riau sendiri. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya daerah-daerah baru di Indonesia. 2. Tidak terkecuali Provinsi Riau. konfrontasi dan kemelut berlangsung terus dan suasana semakin panas di Riau. Mulai saat itu tertancaplah tonggak kemenangan Orde Baru di Riau. rezim Orde Lama di Riau tamat sejarahnya dan Kolonel Arifin Achmad diangkat sebagai care taker Gubernur/KDH Riau pada tanggal 16 Nopember 1966. UP/6/1/36-260. Salah satu perwujudannya adalah dengan diberlakukannya pelaksanaan otonomi daerah yang mulai di laksanakan pada tanggal 1 Januari 2001. dari 27 Provinsi pada awalnya sekarang sudah menjadi 32 Provinsi.

2013) 13. 7. 12. karena Gubernur incumbent mengundurkan diri mengikuti Pilkada Gubernur Riau periode 2008 . Rusli Zainal Periode 2003 . H. 4. 8. Amin Periode 1958 – 1960 H. 3. Subrantas. H. Kabupaten Kepulauan Meranti ibukotanya Selat Panjang (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) Daftar Gubernur Riau Hingga sekarang pejabat Gubernur Riau sudah mengalami beberapa kali pergantian. Kabupaten Rokan Hulu ibukotanya Pasir Pengaraian (pemekaran dari Kabupaten Kampar) 9. Kabupaten Siak ibukotanya Siak Sri Indrapura (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) 11. Mr. yaitu : 1.M.7 4. H. Kabupaten Rokan Hilir ibukotanya Bagan Siapi-api (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis) 12. Kabupaten Bengkalis ibukotanya Bengkalis 10. 5. Gubernur. Wan Abubakar MSi Periode September 2008 .September 2008 dan periode November 2008 . H. Arifin Ahmad Periode 1966 – 1978 Hr. S.Nopember 2008 (Plt. 2. Rusli Zainal Periode 2008 . Kabupaten Kuantang Singingi ibukotanya Teluk Kuantan (pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu) 5. Imam Munandar Periode 1980 – 1988 H.sekarang .sekarang.S Periode 1978 – 1980 H. 6. 6. Prapto Prayitno (Plt) 1980 H. Soeripto Periode 1988 – 1998 10. Kaharuddin Nasution Periode 1960 – 1966 H. 7. 9. Baharuddin Yusuf (Plh) 1988 Atar Sibero (Plt) 1988 H.M. Saleh Djasit Periode 1998 – 2003 11.M. Kabupaten Indragiri Hilir ibukotanya Tembilahan Kabupaten Kampar ibukotanya Bangkinang Kabupaten Pelalawan ibukotanya Pangkalan Kerinci (pemekaran dari Kabupaten Kampar) 8.

Jawa. Dengan keterbukaannya. Bugis. asimilasi. Batak. yaitu “Biar Mati Anak. Betawi. bahkan mereka dapat mengetahui asal si pembicara dengan mendengarkan ucapan atau logat bahasa Melayunya. Keanekaragaman suku ini membawa kekayaan khazanah budaya Melayu. Mereka umumnya menyadari adanya variasi bahasa Melayu ini. dan Cina. Hal ini menandakan bahwa sebuah kelompok masyarakat Melayu mempunyai suatu tradisi dan bahasa Melayu yang relatif berbeda dengan kelompok masyarakat Melayu lainnya. Malaysia. provinsi ini kini dihuni setidaknya 17 suku bangsa. Begitu pentingnya adat-istiadat bagi orang Melayu. Selain itu. Bali. yang dilandasi oleh prinsip hidup bersama dalam perbedaan. kebudayaan Melayu KepRi dapat mengakomodasi perbedaan yang terdapat dalam unsur-unsurnya dan secara bersamasama hidup dalam kehidupan yang penuh dengan keterbukaan. Hal ini menyiratkan bahwa. dan perpaduan budaya. kebudayaan Melayu di KepRi mempunyai kemampuan mengambil alih unsur-unsur kebudayaan non-Melayu dan menjadikannya sebagai bagian dari kebudayaan Melayu KepRi. bahwa “Tak kan Melayu Hilang di Bumi”. Oleh karena itu. Riau Sebagai provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga. Di sisi lain. Melayu Sumatera (di luar Riau). Ambon. Jangan Mati Adat” atau . Nias. di KepRi sejak zaman dahulu telah berlangsung arus migrasi. Variasi kebudayaan Melayu di KepRi juga menghasilkan variasi identitas khusus orang Melayu yang penuh dengan keterbukaan. Singapura. ada semacam ungkapan “Adat Bersendikan Syarak. Namun. yang pada hakikatnya merupakan akar bahasa Indonesia. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan masyarakat Melayu KepRi ini menyebabkan terbentuknya tradisi yang majemuk. Minang. Aceh. dan Syarak Bersendikan Kitabullah”. dan Vietnam. Madura. Selain bersifat terbuka. antara lain Melayu Riau. Berbagai dialek bahasa Melayu yang digunakan mengikuti perbedaan lokalitas dari kelompok masyarakat Melayu di masing-masing daerah di Provinsi KepRi. namun setelah ditelusuri secara mendalam ternyata adalah simbol-simbol yang berasal dari kebudayaan non-Melayu. Tidak mengherankan bila ada unsur-unsur atau simbol-simbol yang dianggap sebagai simbol Melayu. Dayak. bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduk Provinsi KepRi adalah bahasa Melayu. Contohnya musik Melayu ghazal yang berasal dari Semenanjung Arab. tradisi kebudayaan Melayu di KepRi tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. terutama bahasanya. juga terdapat variasi dalam hal tradisi atau adat-istiadat yang berlaku dalam kebudayaan Melayu di KepRi. Papua. Tak heran. Ciri-ciri kebudayaan Melayu Provinsi KepRi yang bersifat terbuka dan mempunyai kemampuan mengakomodasi perbedaan tersebut muncul sebagai hasil dari pengalaman sejarah kebudayaan Melayu yang selama berabad-abad telah berhubungan dengan kebudayaan asing (non-Melayu). Prinsip ini memiliki kemiripan dengan Bhinneka Tunggal Ika. secara langsung atau tidak. Dalam tradisi Melayu sendiri. sehingga timbul ungkapan lain. Raja Ali Haji pernah berujar dalam Gurindam Dua Belas (1847). Flores.8 Adat Istiadat dan Budaya Kep. masyarakat Melayu juga tetap memegang teguh identitas kemelayuannya. Melayu Kalimantan. Sunda. Kalimat itu digunakan untuk menunjukkan keyakinan masyarakat Melayu akan adat-istiadat dan budayanya.

74%).543.031 63.051.31%). Riau — Provinsi — Negara Hari jadi Indonesia 9 Agustus 1957 (hari jadi) Ibu kota Koordinat Pekanbaru 1º 100º 03' .66 km2 Populasi (2010)[3] .27%).500.Suku bangsa Melayu (37.109º 19' BT 15' LS 4º 45' LU Pemerintahan .. 380. baik yang menetap di KepRi maupun di perantauan.Banjar (3.87%) [4] 5. Jangan Mati Adat”.123. Jawa(25.Total 87. 72%).Kepadatan Demografi .78%). ensiklopedia bebas Untuk provinsi Kepulauan Riau. lihat Kepulauan Riau.9 “Biar Mati Istri. Tionghoa(3. Bugis (2.26%). Riau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Semua ungkapan itu diucapkan secara turun-temurun dan telah mendarah-daging bagi orang Melayu.05%).Total . Minangkabau(11.7/km² . Untuk kegunaan lain dari Riau. Lain-lain (8.023. lihat Riau (disambiguasi).(2011)[1] Luas [2] .Gubernur . Batak (7.DAU Rusli Zainal Rp.

Zapin Laksmana Raja di Laut. Sehingga wilayah administrasi Provinsi Riau selanjutnya adalah dikurangi dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau sekarang. Provinsi Riau juga dimekarkan lagi atas 2 provinsi yaitu Riau danKepulauan Riau.[8] . Provinsi Sumatera Tengah kembali dimekarkan atas 3 provinsi yaitu Riau. Provinsi ini termasuk salah satu provinsi terkaya di Indonesia dengan mengandalkan hasil dari minyak bumi dan gas. Kemudian berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25. kawasan ini disebut dengan Riouw. asal kata Riau terdapat bermacam pendapat. Bahasa Indonesia Zona waktu WIB Kabupaten Kota 10 2 Lagu daerah Lancang Kuning.id Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. sementara masyarakat setempat mengejanya menjadi Riau.go. ada sebuah ekspedisi militer Portugis dikirim menelusuri sungai Siak dengan tujuan mencari lokasi dari sebuah kerajaan yang diyakini mereka ada pada kawasan sungai tersebut. Gulai Kokek Asam Durian.2%) Bahasa Melayu. yakni Sumatera Utara. Satelit Zapin. Tuanku Tambusai. Rio dalam bahasa Portugis dapat bermaksud sungai. dengan kawasan terletak pada bagian tengah pulau Sumatera dengan ibu kota Pekanbaru. Soleram. Kemudian Provinsi Sumatera dimekarkan menjadi tiga provinsi.[6] dan tercatat pada tahun 1514. wilayah Riau tergabung dalam Provinsi Sumatera yang berpusat di Kota Bukittinggi. berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2002. berdasarkan Undangundang Darurat Nomor 19 tahun 1957.riau. Protestan (1%). Pada awal kemerdekaan Indonesia.Katolik (5%).[7] Pada masa kolonial Belanda.Kota Pekanbaru resmi menjadi ibu kota provinsi Riau mengantikan Kota Tanjung Pinang. Zapin Pantai Solop. Pada tahun 2002. Lenggang Kangkung.Agama . Ayam Putih Pungguk. Hymne Melayu. Situs web http://www.10 . dan Sumatera Selatan.[5] Sejarah Secara etimologi. Jambi dan Sumatera Barat.Bahasa Islam (88%). Langgam Melayu.Hindu (0. Buddha (6%). pada tanggal 20 Januari 1959. Selanjutnya pada tahun 1957. Sumatera Tengah. Kutang Barendo.

Aceh. Adapun etnis-etnis yang terdapat di provinsi Riau antara lain Melayu. Bugis. Minangkabau. Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka.Mandailing.66 km². berupa minyak bumi dan gas. Suku Bugis umumnya banyak terdapat di kabupaten Indragiri Hilir. Kependudukan Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.023. dan Suku Laut. suku Jawa dan Sunda pada umumnya banyak berada pada kawasan transmigran.031 jiwa. Sementara etnis Minangkabau umumnya menjadi pedagang dan banyak bermukim pada kawasan perkotaan seperti Pekanbaru. Tionghoa. Begitu juga orang Tionghoa pada umumnya sama dengan etnis Minangkabau yaitu menjadi pedagang dan bermukim pada kawasan perkotaan serta banyak juga terdapat pada kawasan pesisir timur seperti di Bagansiapiapi. Mereka bermukim di wilayah perkotaan dan di pedesaan di seluruh pelosok provinsi Riau. pemanfaatan sumber daya dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar. memberi batasan dan aturan tegas mengenai kewajiban penanam modal. sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.11 Kondisi dan sumber daya alam Geografi Luas wilayah provinsi Riau adalah 87. Kuantan Singingi. dan Flores. Seiring otonomi daerah. Jawa.902 jiwa. Dumai. Suku Akit. Sumber daya alam Provinsi ini memiliki sumber daya alam. Suku Bangsa Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsanya. Batak. Selain itu di provinsi ini masih terdapat sekumpulan masyarakat terasing di kawasan pedalaman dan bantaran sungai seperti Orang Sakai. . Aturan baru dari pemerintahan reformasi. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.371 jiwa. Suku Talang Mamak. secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan. serta terdapat juga di Kampar. Selatpanjang. dan Rokan Hulu. Suku Melayu merupakan suku mayoritas di provinsi ini dan terdapat pada setiap kabupaten dan kota. terutama di Tembilahan. Pulau Rupat dan Bengkalis. baik kekayaan yang terkandung di perut bumi. Rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari. maupun kekayaan hasil hutan dan perkebunannya. Banjar. dengan iklim tropis basah dan rata-rata curah hujan berkisar antara 20003000 milimeter per tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. serta emas.543. Sunda. belum lagi kekayaan sungai dan lautnya.

Universitas Islam Riau. S.Universitas Abdurrab. Bagi umat Katolik/Protestan diantaranya terdapat Gereja Santa Maria A Fatima. Buddha. Kelenteng Ing Hok Kiong di Bagansiapiapi. seperti Mesjid Agung An-nur. Universitas Muhammadiyah Riau.M. Gereja HKBP di Pekanbaru. terutama yang bermukim di daerah seperti Selatpanjang. Untuk luas lahan perkebunan kelapa sawit saat ini propinsi Riau telah memiliki lahan seluas 1. dan Bagansiapiapi. PEREKONOMIAN Pertanian & perkebunan Perkebunan yang berkembang adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. pada dasarnya merupakan aset bagi daerah Riau sendiri. Bengkalis. Bagi Umat Hindu adalah Pura Agung Jagatnatha di Pekanbaru. dan Konghucu. Bagi umat Buddha/Tridarma adalah Vihara Dharma Loka dan Vihara Cetia Tri Ratna di Pekanbaru. Vihara Sejahtera Sakti di Selatpanjang. Gereja Kalam Kudus di Selatpanjang. Universitas Lancang Kuning. Pendidikan Riau mempunyai beberapa perguruan tinggi.386. Agama-agama yang dianut penduduk provinsi ini sangat beragam. Selain itu telah terdapat sekitar 116 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi dengan produksi coconut palm oil (CPO) 3. Penggunaan Bahasa Minang secara luas juga digunakan oleh penduduk di provinsi ini.34 juta hektar. Pemerintahan Berdasarkan surat keputusan Presiden tertanggal 27 Februari 1958 nomor 258/M/1958 diangkat Mr. Hindu. dan Masjid Raya Rengat bagi umat muslim. Kristen Protestan. Amin. GBI Dumai.12 Bahasa Bahasa pengantar masyarakat provinsi Riau pada umumnya menggunakan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Universitas Pasir Pengaraian. sebagai Gubernur pertama provinsi Riau yang dilantik pada tanggal 5 Maret 1958 di Tanjung Pinang yang sebelum menjadi ibukota dari provinsi Riau. baik itu yang dikelola oleh negara ataupun oleh rakyat.800 ton per tahun. Universitas Islam Negri SUSKA (Sultan Syarif Kasim). bahasa dan agama yang berbeda. . Mesjid Raya di Pekanbaru. di antaranya Universitas Riau. diantaranya Islam. Berbagai sarana dan prasarana peribadatan bagi masyarakat Riau sudah terdapat di provinsi ini. Agama Dilihat dari komposisi penduduk provinsi Riau yang penuh kemajemukan dengan latar belakang sosial budaya. Selain itu juga terdapat perkebunan jerukdan kelapa. Selain itu bahasa Hokkien juga masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Tionghoa. Kristen Katolik. Selain itu juga terdapat Politeknik Caltex Riau dan Lembaga pendidikan dan pelatihan.

adalah masalah ilegal logging yang menyebabkan berkurangnya kawasan hutan serta masalah Industri Pada provinsi ini terdapat beberapa perusahaan berskala internasional yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas serta pengolahan hasil hutan dan sawit. Beberapa perusahaan besar tersebut diantaranya Chevron Pacific Indonesia anak perusahaan Chevron Corporation. Riau Air. Gas. Efek selanjutnya adalah semakin menurunnya produksi kayu hutan non HPH. Namun dalam realitanya tiga fungsi utamanya sudah hilang. yang bertujuan untuk melayani daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalan darat maupun laut. Hilangnya ketiga fungsi diatas mengakibatkan semakin luasnya lahan kritis yang diakibatkan oleh pengusahaan hutan yang mengabaikan aspek kelestarian. Masalah lain yang sangat merugikan tidak saja provinsi Riau pada khususnya tapi Indonesia pada umumnya. Riau Andalan Pulp & Paper di Pangkalan Kerinci Pertambangan Hasil pertambangan provinsi Riau adalah Minyak bumi. Keuangan & Perbankan Untuk bidang perbankkan di propinsi sangat berkembang pesat. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk di Perawang. Riau Air mengoperasikan Fokker-50 buatan Belanda sebanyak 5 armada.13 Hutan & ikan Pembangunan kehutanan pada hakekatnya mencakup semua upaya memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya alam hayati lain serta ekosistemnya. dan tahun 2008 perusahaan ini menambah 2 armada lagi dengan jenis Avro-RJ 100. sementara upaya reboisasi dan penghijauan belum optimal dilaksanakan. selain bank milik pemerintah daerah seperti Bank Riau Kepri. ini ditandai banyaknya bank swasta dan BPR. Selain itu terdapat juga industri pengolahan kopra dan karet. yaitu fungsi ekonomi jangka panjang. fungsi lindung dan estetika sebagai dampak kebijakan pemerintah yang lalu. baik sebagai pelindung dan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. Transportasi Provinsi Riau merupakan satu-satunya propinsi yang mempunyai BUMD di bidang transportasi udara yakni PT. dan Batu Bara. . dan PT.

Kancil. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih yang memungkinkan pengunjung untuk mandi. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain. Seni dan Budaya Wisata Alam Provinsi Riau sebenarnya memiliki bermacam-macam kawasan pariwisata alam diantaranya yaitu : Pulau Jemur Terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir. Kuaw. Beruang Madu. batu Panglima Layar. Beberapa jenis fauna yang dapat dijumpai di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh antara lain : Harimau Sumatera. Kawasan Pantai Pasir Panjang terdiri atas Tanjung Medang. pulau Tekong Simbang. pulau Tekong Emas. Burung Rangkong. dengan mudah dapat dicapai karena dari Dumai tersedia transportasi laut untuk penumpang umum.223 Ha. rekreasi keluarga dan bersantai menikmati kejernihan air lautnya dengan ombak yang sedang. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah. dan berbagai jenis satwa lainnya.14 Pariwisata. kawasan TNBT juga merupakan tempat hidup dan Pantai Rupat Utara Tanjung Medang Berlokasi di Kecamatan Rupat. Mercusuar. . Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali. daerah ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) sehingga membentuk sungai-sungai kecil dan merupakan hulu dari sungaisungai besar di daerah sekitarnya. karena air laut pada kawasan tersebut tenang. gelombang laut di Selat Malaka sangat besar. Bagansiapiapi. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) TNBT memiliki luas 144. kawasan ini merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan dengan ekosistem yang unik dan berbeda dibandingkan dengan kawasan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia. Pulau-pulau yang terdapat di pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. sisasisa pertahanan Jepang. Selain itu pada pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang. Bukit Tiga Puluh merupakan hamparan perbukitan yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan dan berbatasan dengan provinsi Jambi. Pada musim angin barat laut tiba. Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai. Siamang. sedangkan provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya. Sedangkan jenis flora langka yang diduga endemik di kawasan tersebut adalah Cendawan Muka Rimau (Rafflesia haseltii). serta pulau ini dimanfaatkan oleh penyu untuk menyimpan telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai. dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia. taman laut dan pantai berpasir kuning emas. berjemur. dan biasanya nelayan-nelayan setempat berlindung di bagian tengah pulau Jemur. Babi Hutan. dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest). selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya. Pulau Rupat. Selain merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna langka dan dilindungi. berolahraga air. Tapir.

dan kegiatan lainnya. ikan arwana dan ikan Balido yang termasuk dilindungi. Upacara Bakar Tongkang adalah upacara tradisional masyarakat Tionghoa di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir yakni Bagansiapiapi. Peristiwa ini terjadi setiap hari. Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Hal yang menarik turis ke objek wisata ini adalah kegiatan berenang. dengan luas sekitar 28. gelombang sungai Kampar bisa mencapai 46 meter.15 Air Terjun Aek Martua Terletak di kecamatan Bangun Purba. Kondisi danau maupun hutan di sekitar danau berstatus Suaka Marga Satwa yang luasnya mencapai 2. Objek Wisata Bono Terletak di Desa Teluk Meranti. Sumber daya hayati yang terdapat di danau ini seperti pinang merah. Kecamatan Siak Sri Indrapura. naik sampan. Wisata Budaya Provinsi Riau memiliki berbagai wisata budaya maupun keagamaan. Di sekitar danau masih ditemukan hutan yang masih asli. dimana panglimanya disebut Taisun Ong Ya. Upacara Bakar Tongkang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional. Keanekaragaman jenis satwa liar di Suaka Marga Satwa danau Pulau Besar dan danau Bawah merupakan kekayaan tersendiri sebagai objek wisata tirta di Riau Daratan.500 hektar. membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai. Kecamatan Siak. dan Danau Naga di Sungai Apit. Patung - .000 Ha. siang maupun malam hari. Didalam kapal yang di pimpin Ang Mie Kui. Beberapa contoh wisata budaya yang terkenal dari daerah ini yaitu : Upacara Bakar Tongkang Upacara Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Wisata Bahari di Kabupaten Siak yaitu Danau Pulau Besar terletak di Desa Zamrud. memiliki panorama indah yang mengagumkan dan menarik. memancing. Kabupaten Rokan Hulu merupakan air terjun bertingkat-tingkat. sepanjang Sungai Kampar dan Sungai Rokan. terdapat patung Dewa Kie Ong Ya dan lima dewa. Danau Bawah dan Danau Pulau Besar terletak dekat lapangan minyak Zamrud. dapat ditempuh melalui jalan darat. Ritual Bakar Tongkang merupakan kisah pelayaran masyarakat keturunan Tionghoa yang melarikan diri dari si penguasa Siam di daratan Indo China pada abad ke-19. dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi. kira-kira 2/3 dari bawah terdapat kuburan pertapa Cipogas dengan air terjun yang bertingkat-tingkat dan sungguh mengagumkan untuk dinikmati. sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu. Pada musim pasang tinggi. dimana masih terdapat berbagai aneka jenis satwa dan tumbuhan langka.

Pada moment ini warga Tionghoa menyakinkan bahwa sang Dewa tersebut sedang turun ke bumi dengan maksud untuk mengusir unsur unsur kejahatan dan memberikan kemakmuran dan ketentraman bagi warga kota Selatpanjang. Untuk itu diadakan penyambutan khusus dengan menggotong tandu patung Dewa dan dipawai berkeliling kota melewati beberapa kelenteng lain disertai menggelar atraksi tarian .(Bahasa Mandarin)/Ching Cui Co Su (Bahasa Hokkian)(nama dewa).Acara Perayaan Imlek memang sudah menjadi bagian dari tradisi di Kota Selatpanjang.China.yang paling unik didaerah ini adalah warga yang merayakan juga berkeliling kota pada waktu sore hari dengan mengunakan Bentor ( Becak Motor ) biasanya berlansung selama 6 hari. dan menurut keyakinan mereka bahwa dewa tersebut akan memberikan keselamatan dalam pelayaran.Australia akan membanjiri Kota Selatpanjang untuk turut serta memeriahkan perayaan Imlek.Malaysia. Apalagi pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti juga sudah menjadikan ivent perayaan Imlek sebagai salah satu asset wisata tahunan yang masuk kedalam Kalender Wisata Riau.Hongkong.Taiwan. maka mereka membakar wangkang (tongkang) yang dilakukan setiap tahun. Walaupun puncak acara Perayaan Tahun Baru Imlek di Selatpanjang berlangsung pada hari ke-6 bulan pertama Tahun Baru Imlek yang biasanya disebut Cue Lak (Bahasa Hokkian). Namun bagi umat lain yang beraliran sama juga bisa merayakan Hari Raya Imlek. ini sudah berlangsung lama bahkan mereka anggap sebagai momentum penting untuk mudik ke tanah kelahiran.Imlek bagi sejumlah warga Tionghoa Selatpanjang yang berada di luar daerah maupun diluar negeri dijadikan ajang Tradisi Mudik. Untuk menghormati dan mensyukuri kemakmuran dan keselamatan yang mereka peroleh dari hasil laut sebagai mata pencaharian utama masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi.16 patung dewa ini mereka bawa dari tanah Tiongkok.tetapi kemeriahannya mulai terasa dihari H-7 yaitu seminggu sebelum jatuhnya perayaan Imlek. Mengawali penyambutan tahun baru imlek di selatpanjang di pusatkan di Vihara Sejahtera Sakti. Perayaan Imlek di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Perayaan Hari Raya Imlek adalah tradisi pergantian tahun baru. Selain mengelarkan sembahyang. Hampir setiap tahun perayaan Imlek di kota ini dirayakan sangat meriah bahkan juga termasuk Perayaan Imlek yang paling meriah di kawasan Provinsi Riau. Sedangkan prosesi sembahyang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 bulan 5 tahun Imlek / penanggalan China.karena itu imlek secara tidak langsung menjadi ajang promosi spektakuler wisata budaya unggulan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti Pada puncak perayaan imlek merupakan hari dimana bertepatan dilangsungkan perayaan untuk ulang tahun Dewa 清水祖師 Qing Shui Zu Shi[9]. hingga akhirnya mereka menetap di Bagansiapiapi. durasi kembang api biasa berlangsung cukup lama. Imlek adalah Tahun Baru Cina.Puluhan ribu orang baik dari dalam maupun luar Selatpanjang bahkan wisatawan dari luar negeri seperti Singapore.Imlek tak ubahnya seperti tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat islam.kurang lebih (±)sampai 3 jam lamanya.hal itu yang membuat ketertarikan wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan. Sebelum puncak acara imlek biasa diawali Festival Kembang Api pada hari Ke 5.

Di samping Istana kerajaan terdapat pula istana peraduan.dan atraksi barongsai(singa) dan diiringi seni budaya jawa reog ponorogo yang berasal dari Jawa Timur. Konon. Komet sebagai barang langka dan menurut cerita hanya ada dua di dunia dan lain-lain. Duplikat Mahkota Kerajaan. Brankas Kerajaan. dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. hal itu ada kesamaan di kota singkawang ( kalimantan Barat ) yang biasa dikenal Tatung. Tombak Kerajaan. Kini. Mesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru.17 liong(naga). sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780. mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20. Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya.Perayaan pada Cue Lak tersebut juga diiringi oleh para tetua atau orang yang terpilih dan dirasuki oleh roh para dewa yang biasa disebut Thangkie yaitu dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara roh dewa tersebut. Dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Mesjid ini dibangun pada abad 18 dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Kota ini juga merupakan salah satu kota di kawasan riau yang mempunyai jumlah Kelenteng yang cukup Mesjid Raya Pekanbaru Mesjid Raya dan Makan Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain : Kursi Singgasana kerajaan yang berbalut (sepuh) emas. Payung Kerajaan. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766 – 1780. Istana Siak Sri Indrapura Istana Kerajaan Siak adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau. sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila masyarakat yang non etnis Tionghoa biasanya juga turut ikut meramaikan perayaan Imlek dengan iring-iringan reog ponorogo (bagi masyarakat Jawa) dan atraksi-atraksi kesenian lain yang merupakan tradisi dari daerah setempat. . perayaan Imlek di Selatpanjang dapat juga diartikan sebagai sebuah rezeki bagi seluruh masyarakat yang tinggal di daerah ini.

sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi.5 x 1. di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter.5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan. abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada zaman penjajahan Belanda atas petuah Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah ditanam bambu atau aur berduri. Ada yang mengatakan abad kesebelas. diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Bekas benteng tersebut ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.Selain dari candi Tua. Kecamatan Tambusai. Untuk membawa batu bata ke tempat candi. Kabupaten Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Benteng Tujuh Lapis Terletak di daerah Dalu-dalu. candi Bungsu.Bangunannya kian megah dan indah serta berbagai perubahan terus dilakukan setelah direnovasi total kecuali bagian depan pintu gerbang utama. Menurut sumber tempatan. Mahligai Stupa dan Palangka. Kompleks candi Muara Takus. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata. Kecamatan XIII Koto Kampar. ada yang mengatakan abad keempat.Sejarawan memprediksi kelenteng ini berumur lebih dari 150 tahun setelah dilihat dari Relief Arsitektur bangunannya.5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan.Kelenteng ini sangat dikenal luas oleh masyarakat Selatpanjang maupun masyarakat luar negeri terutama bagi wisatawan Singapore dan Malaysia sebagai tempat ibadah umat Buddha. para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. batu sungai dan batu bata. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2.18 Candi Muara Takus Terletak di desa Muara Takus. batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai. maupun Konghucu. Kelenteng Hok An Kiong/Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang Kelenteng Hok An Kiong (lebih dikenal luas sebagai Vihara Sejahtera Sakti/Tua Pek Kong Bio (Bahasa Hokkian)) adalah kelenteng tertua yang ada di kota Selatpanjang juga merupakan Kelenteng Tertua di Provinsi Riau. candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua. abad ketujuh. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir. Kendatipun demikian. satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Kabupaten Rokan Hulu. Disekitar daerah dalu-dalu ini juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut Kubu . Kelenteng ini didirikan masa kolonial Belanda dan sampai hari ini belum diketahui dengan pasti tahun kapan berdirinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful