P. 1
BUKUTEXTKELASXsem1

BUKUTEXTKELASXsem1

1.0

|Views: 21,269|Likes:
Published by Azi Hasan Arif
buku pegangan PAI kelas X semester 3
buku pegangan PAI kelas X semester 3

More info:

Published by: Azi Hasan Arif on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2015

pdf

text

original

1

Kelas X Semester gasal

AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA DAN TUGAS-TUGASNYA
Standar Kompetensi : 1. Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi Kompetensi Dasar : 1.1. Membaca QS Al-Baqarah; 30, Al Mukminun; 12- 14, Az-Zariyat;56 dan An Nahl; 78. 1.2. Menyebutkan arti QS Al-Baqarah; 30, Al Mukminun; 12-14, Az-Zariyat;56 dan An Nahl; 78 1.3. Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS Al-Baqarah; 30, Al Mukminun; 12-14, Az-Zariyat;56 dan An Nahl; 78

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an. • Q. S. Al Baqarah 30-33

Q.S. Al Mukminun : 12-14

Q.S. An Nahl : 78

2

1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid  Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali
ayat-ayatnya dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

membacanya qaala panjang dua harakat lilmalaaaaaikat i panjang 5 harakat jaa’ilun fi dibaca samar

Alasan fathah pada huruf qaf bertemu alif mati setelah mad ada hamzah dalam satu lafal tanwin dhummah bertemu dengan fa

Mad tabi’i Mad jaiz muttasil Ikhfa’ Idgam bigunnah Mad jaiz munfasil

May nun mati bertemu ya nun sukun tidak dibaca Inniiiii a’lamu setelah mad ada panjang 5 harakat hamzah tidak dalam satu lafal


Lafal

Kegiatan Siswa
Pernyataan Fathah mengadap alif yang mati Setelah Mad ada hamzah dalam satu lafal Tanwin fathah menghadap qaf Kasroh menghadap ya sukun Huruf nun disyiddah ( ditasydid)

Hukum bacaan
........ ..... ...... ...... ...

Cara membacanya
......... ......... ...... ...... .....

3

2.

Terjemahan Per-kata

sesungguhnya Aku

kepada para malaikat

Tuhanmu

berfirman

dan tatkala

mereka berkata

khalifah

bumi

di

menjadikan

dan menumpahkan

di dalamnya

orang yang akan merusak

di dalamnya mengapa ( bumi) Engkau akan menjadikan

dan kami mensucikan Engkau

dengan memuji Engkau

kami bertasbih

dan kami

darah

kalian ketahui

apa yang tidak

Aku lebih mengetahui

Sungguhnya Aku

Dia berfirman

3.

Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Al Baqarah, 2: 30. adalah : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirkan kepada para Malaikat, “ Aku hendak menjadikan khalifah*) di bumi “ Mereka berkata, “ Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “ Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
*) Khalifah bermakna pengganti, pemimpin atau penguasa

4.

Kandungan Ayat Kandungan Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 30 adalah : o Allah mengabarkan kepada Malaikat tentang rencananya menciptakan makhluk yang dinamakan manusia menjadi khalifah di bumi. o Para Malaikat ingin mengetahui secara pasti dengan mengajukan pertanyaan “ Apakah Allah akan menciptakan makhluk di bumi yang akan berbuat kerusakan dan pertumpahan darah?” Padahal mereka ( para Malaikat ) merupakan makhluk yang senantiasa bertasbih, menyucikan Allah, mentaati perintah-Nya dan tidak mendurhakai-Nya. o Ketidak tahuan para Malaikat dan kekhawatirannya setelah mendapatkan penjelasan dari Allah, bahwa Allah lebih mengetahui dari apa yang telah di ketahui para Malaikat.

5.

Penjelasan : Qur’an surat Al Baqarah adalah surat yang ke 2 terdiri atas 286 ayat diturunkan di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriyah, kecuali ayat ke 281 diturunkan di Mina pada Hajji Wada’ (Haji Nabi Muhammad yang terakhir). Surat Al Baqarah termasuk golongan ayat-ayat Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang diantara surat-surat yang ada dalam Al Qur’an, dan di dalamnya terdapat pula ayat yang paling panjang yaitu

4

ayat yang ke 282. Dinamakan “Al Baqarah” yang berarti “ sapi betina” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Isra’il (lihat ayat yang ke 67 s/d 74), dimana dijelaskan bagaimana watak orang Yahudi pada umumnya Pada ayat ke 30 dalam surat ini menjelaskan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi yaitu manusia diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam, menggali, mengelola, dan mengolah kekayaan alam untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan segenap manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Untuk mewujudkan tugas yang mulia tersebut, manusia selama hidup di dunia diwajibkan meningkatkan kemampuannya baik fisik maupun rohaninya kearah yang lebih maju baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dalam menjalankan tugas hidupnya manusia diharuskan menjauhi sifat-sifat yang buruk yang menjadi penyebab kerusakan tata hubungan antara manusia seperti pertumpahan darah maupun kerusakan alam. Oleh karena itu senantiasa manusia dianjurkan selalu ingat kepada Allah dengan berzikir, bertasbih, dan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjahui segala laranganlarangan-Nya.

1.

Bacaan dan Penjelasan Tajwid  Bacalah ayat berikut dengan tartil,fasih. Kemudian salin kembali ayatayatnya dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

qalqalah Ikhfa’ gunnah Idgham bigunnah Izhar

Cara membaca walaqadd huruf dal dibaca memantul minssulalatin nun mati dibaca samar Summa mim bertasydid dibaca dengung qaraarimm dibaca terpadu dengan mim

Alasan huruf dal ditanda sukun huruf nun mati bertemu sin mim bersyiddah tanwin kasroh menghadap mim

Khalqan akhara Tanwin fatkhah Tanwin fatkhah menghadap dibaca jelas hamzah

5


Lafal

Kegiatan Siswa
Pernyataan Qaf disukun ( mati) Nun sukun menghadap tha Fathah berdiri pada huruf nun Nun sukun bertemu sin Tanwin kasroh menghadap mim

Hukum bacaan
...... .... .... .... ...

Cara membacanya
...... ..... .... .... ....

2.

Terjemahan Per-kata

Dari tanah

Dari saripati

manusia

Kami telah menciptakan

Dan sungguh

Yang kuat/kokoh

dalam tempat

Air mani

Kami jadikannya

kemudian

segumpal darah itu

lalu Kami ciptakan

segumpal darah

air mani (sperma )

kemudian Kami ciptakan

lalu Kami bungkus

tulang belulang

segumpal daging itu

lalu Kami ciptakan

segumpal daging

Maha suci Allah

makhluk lain

kemudian Kami jadikan

dengan daging

tulang itu

Pencipta

paling baik

3. Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Al Mukminun, 23 : 12-14 adalah : Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal ) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani ( yang disimpan) dalam tempat yang kokoh ( rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

6

Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang Pencipta yang paling baik.

(berbentuk) lain. Maha suci Allah,

4. Kandungan Ayat Kandungan Al-Qur’an Surat Al Mukminun ayat 12 – 14 adalah : o Penegasan Allah bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya dari tanah. o Informasi dari Allah SWT tentang proses kejadian manusia ketika masih ada dalam kandungan. Proses kejadian manusia ketika masih dalam kandungan sebagai berikut : a. Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nutfah ( spermatozoa), yang kemudian ditumpahkan kedalam qarar ( rahim atau kandungan). b. Allah SWT merubah nutfah menjadi alaqah yang berbentuk gumpalan darah menyerupai buah lecis atau lintah. c. Dari alaqah Allah SWT menjadikannya sebagai mudgah yaitu segumpal daging menyerupai daging yang telah hancur berkas dikunyah. d. Dari mudgah Allah SWT menjadikannya sebagai idzam yaitu tulang belulang yang menjadi rangka. e. Kemudian Allah SWT menjadikannya sebagai makhluk lain yaitu manusia dengan segenap anggota-anggotanya. 5. Penjelasan : Qur’an surat Al Mukminun adalah surat yang ke 23 yang terdiri atas 118 ayat, tergolong surat-surat Makkiyah. Dinamai “Al Mukminun” karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang yang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akherat dan ketentraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi pengikut bagi Nabi Muhammad s.a.w. Bagaimana menurut pandangan ilmu kedokteran tentang proses kejadian manusia itu? Allah memberikan anugrah kepada manusia sejak lahir tiga hal, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Dengan tiga hal tersebut manusia akan menjadi makhluk yang paling sempurna. Menurut para ulama bahwa pendengaran merupakan alat untuk mendengar seruan di dunia dan akherat. Dalam perkembangan organ bayi bahwa pendengaran itu lebih dahulu berfungsi dari pada mata. Dalam ilmu Embriologi janin ketika masih ada di rahim ibunya, mereka telah mendengarkan pesan-pesan yang diberikan melalui ibunya. Kemudian barulah mata itu berfungsi ketika bayi itu telah lahir di dunia, sehingga bayi itu dapat melihat apa-apa yang ada di sekelilingnya. Barulah pada perkembangan berikutnya bayi itu bisa berfungsi hati nuraninya yang terdiri dari otak dan hatinya. Berdasarkan penelitian yang ilmiah di bidang kedokteran ditemukan bahwa otak manusia terdiri dari beberapa kepingan, yaitu keping otak bagian depan, dahi, pelipis, dan belakang. Kepingankepingan itu menjadi pusat berbagai macam indra manusia. Kepingankepingan itu mengalami perkembangan menuju kesempurnaan sesuai dengan derap perkembangan manusia sejak lahir sampai tua.

7

Gambar perkembangan janin dalam kandungan

1.

Bacaan dan Penjelasan Tajwid  Bacalah ayat berikut dengan tartil,fasih. Kemudian salin kembali ayatayatnya dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Cara membaca wamaa dibaca panjang 2 harakat khalaqqtu huruf Qaf dibaca memantul aljinna hurul al dibaca jelas walinssi liya’buduun dibaca panjang 2,4 atau 5 harakat

Alasan fathah pada huruf mim berte-mu alif mati qaf bertanda sukun huruf al berha-dapan dengan huruf jim Huruf nun sukun menghadap sin dummah pada huruf dal meng-hadap wau mati dan huruf nun yang diwaqafkan

Mad tabi’i qalqalah al qamariyah Ikhfa’ Mad lissukun arid

2.

Terjemahan Per-kata

supaya mereka menyembahKu

melainkan

dan manusia

jin

Aku menciptakan

dan tidak

3.

Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Az Zariyat, 51 : 56 adalah : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

4. Kandungan ayat o Kandungan Al Qur’an Surah Az-Zariyat, 51 : 56 adalah tentang pemberitahuan dari Allah SWT bahwa maksud dan tujuan diciptakan makhluk berupa jin dan manusia ialah agar mereka beribadah kepada-Nya.

8

o

Menurut pengertian bahasa kata ibadah berarti : taat, patuh, tunduk, dan menurut. Allah SWT menciptakan jin dan manusia agar beribadah kepada-Nya, maksudnya agar taat dan patuh segala perintah-perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya. o Pengertian ibadah dapat dibedakan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdha. Ibadah mahdhah adalah bentuk ibadah yang berhubungan antara manusia dengan Allah, seperti salat, puasa, haji dan lain-lain. Sedangkan ibadah ghoiru mahdhah adalah bentuk ibadah yang berupa aktivitas manusia yang baik dengan niat mencari ridlo Allah, seperti bekerja, belajar, sillaturrahmi dan lain-lain.

5.

Penjelaasan Qur’an surat Al Baqarah adalah surat yang ke 2 terdiri atas 286 ayat diturunkan di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriyah, kecuali ayat ke 281 diturunkan di Mina pada Hajji Wada’ (Haji Nabi Muhammad yang terakhir). Surat Al Baqarah termasuk golongan ayat-ayat Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang diantara surat-surat yang ada dalam Al Qur’an, dan di dalamnya terdapat pula ayat yang paling panjang yaitu ayat yang ke 282. Dinamakan “Al Baqarah” yang berarti “ sapi betina” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Isra’il (lihat ayat yang ke 67 s/d 74), dimana dijelaskan bagaimana watak orang Yahudi pada umumnya Pada ayat ke 30 dalam surat ini menjelaskan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi yaitu manusia diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam, menggali, mengelola, dan mengolah kekayaan alam untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan segenap manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Untuk mewujudkan tugas yang mulia tersebut, manusia selama hidup di dunia diwajibkan meningkatkan kemampuannya baik fisik maupun rohaninya kearah yang lebih maju baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dalam menjalankan tugas hidupnya manusia diharuskan menjauhi sifat-sifat yang buruk yang menjadi penyebab kerusakan tata hubungan antara manusia seperti pertumpahan darah maupun kerusakan alam. Oleh karena itu senantiasa manusia dianjurkan selalu ingat kepada Allah dengan berzikir, bertasbih, dan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjahui segala laranganlarangan-Nya.

1.

Bacaan dan Penjelasan Tajwid
 Bacalah ayat berikut dengan tartil,fasih, perhatikanlah adab dan sopan santun ketika membaca Al Qur’an.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Tafkhim

Cara membaca wallohu

Alasan Lam jalalah

9

Idgham mutamassilain Iqlab Izhar syafawi Al syamsyiyah Mad layyin Kegiatan Siswa
Pernyataan alif lam ( al ) menghadap hamzah Tanwin fathah menghadap wau alif lam menghadap hamzah

huru lam dibaca tebal Akhrajakummin Mimmbutuuni Nun mati berubah suara mim ummahaatikum laa menyuarakan mim dengan jelas Assam’a hurul lam mati tidak dibaca Syai-an

didahului harakat fatkhah Huruf mim mengha-dap mim Nun mati menghadap huruf ba Mim mati bertemu huruf lam Huruf al bertemu dengan sin Mad ya berada setelah fatkhah


Lafal

Hukum Bacaan .... .... .... ....

Cara membaca ...... ...... ...... ......

‫ﺖ‬

Mim sukun menghadap ta’ Mad menghadap nun yang diwakafkan

....

......

2.

Terjemahan Per-kata

tidak

ibu-ibu kalian

dari perutperut

mengeluarkan kalian

dan Allah

pendengaran

bagi kalian

dan Dia jadikan

sesuatu

kalian mengetahui

(kalian) bersyukur

agar kalian

dan hati / akal

dan penglihatan

3.

Terjemahan ayat

10

Terjemahan Q.S. An Nahl, 16 : 78 adalah : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. 4. Kandungan ayat o Allah SWT memberitahukan kepada manusia bahwa setiap manusia itu dilahirkan dari perut ibunya dalam keadaan tidak berilmu pengetahuan. o Kemudian Allah SWT memberi manusia pendengaran, penglihatan, dan hati ( qalbu) sebagai alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. o Agar manusia sadar bahwa kesempurnaan fisik dan panca indera yang dimilikinya itu dapat dipergunakan untuk mengabdi kepada Allah SWT, sehingga mereka mau bersyukur kepada-Nya. 5. Penjelasan Surat An Nahl terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat Makiyyah. Dinamakan “ An Nahl “ yang berarti “ lebah “ seperti dinyatakan dalam surat ini ayat 68 yang artinya “ Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “. Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dan Al Qur’anul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan bisa menjadi obat bermacam-macam penyakit manusia ( lihat ayat 69). Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang pernah diturunkan Allah kepada nabi-nabi terdahulu dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat ( lihat ayat 10 ). Pada Q.S. An Nahl : 78 diterangkan bahwa manusia ketika dilahirkan pertama kali awalnya tidak mengerti apa-apa, dan kondisinya sangat lemah sehingga membutuhkan orang lain untuk menolongnya seperti dokter, bidan, perawat, dan orang tua kita. Pada ayat tersebut Allah menegaskan bahwa sejak manusia lahir telah dibekali tiga kemampuan dasar, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Ketiga bekal tersebut agar manusia dapat mengembangkan sesuai dengan petunjuk Allah dalam Al Qur’an sehingga akan dapat menjadi manusia yang sempurna yang dapat mengemban tugas sebagai khalifah di bumi dengan baik. Manusia akan menjadi beriman dan berilmu ketika mereka bisa belajar melalui tiga bekal tersebut sehingga dapat menangkap informasi-informasi di luar dirinya untuk dapat dikembangkan yaitu, membaca melalui penglihatan, mendengar melalui telinga, dan merasa melalui hati.

KEGIATAN SISWA
 Coba sebutkan contoh-contoh perbuatan manusia yang mengakibatkan pertumpahan darah .  Coba identifikasi fungsi indra pendengaran, penglihatan, akal dan kalbu. Bagaimanakah kamu mensyukurinya?  Coba renungkan perintah-perintah Allah SWT yang sudah dapat kamu kerjakan.

RANGKUMAN

Surah Al Baqarah ayat 30 menjelaskan tentang pemberitahuan Allah kepada malaikat bahwa Allah SWT akan menciptakan Adam ( manusia ) sebagai kholifah di muka bumi. Para malaikat khawatir bahwa dijadikannya manusia

11

sebagai khalifah akan merusak bumi dan mereka saling membunuh. Kekhawatiran malaikat itu hilang setelah ada penjelasan dari Allah.

Surah Al Mukminun ayat 12-14 berisi tentang asal kejadian manusia bahwa dijadikannya manusia itu berasal dari saripati tanah. Kemudian proses perkembangan selanjutnya dijadikannya melalui fase demi fase dalam rahim ibu.

Surah Az-Zariyat ayat 56, bahwa Allah SWT memberitahukan bahwa maksud dan tujuan dijadikan manusia itu adalah untuk beribadah kepada-Nya dengan cara mentaati perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya. ♦ Surat An Nahl ayat 78, bahwa Allah telah memberi karunia kepada manusia yang sangat mahal, yaitu panca indera. Oleh karena itu manusia diharapkan sadar akan nikmat-nikmat itu agar mereka mau bersyukur kepadaNya.

UJI KOMPETENSI
Aspek Afektif Isilah pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan sikapmu sebenarnya dengan cara mencontreng ( √ ) pada kolom yang tersedia a. yang

INTERNALISASI AKHLAK MULIA
No Pernyataan Membaca Al Qur'an hendaknya 1 setuju …… tidak setuju …… tidak tahu ….. alasan ……

2

3

4

5

Memegang teguh adab dan sopan santun membacanya. Kedudukan manusia sebagai khalifah di bumi adalah meman faatkan, dan melestarikannya Kita sebagai seorang muslim harus menyadari bahwa asal kejadian manusia dari saripati tanah Proses kejadian manusia yang diterangkan dalam Al Qur’an sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan Ibadah yang berkualitas dan bermakna adalah ibadah yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan

……

……

…..

……

……

……

…..

……

……

……

…..

……

…….

…….

……

……..

b.
i.

Aspek Kognitif

Soal pilihan ganda Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan cara menyilang (X) pada huruf a,b,c,d, atau e.

1.

Lafal a. izhar

ada nun sukun menghadap ya adalah bacaan… c. ikhfa’ e. qalqalah

12

b. ikhfa’

d. mad

2.

Lafal dalam Q.S. Al Baqarah, 2:30 artinya adalah…. a. di dalam bumi manusia saling membunuhnya b. mengapa Engkau menjadikan (khalifah) di bumi c. orang yang akan membuat kerusakan di bumi d. dia menumpahkan darah di dalamnya e. Sesungguhnya Aku akan menjadikan pemimpin di muka bumi.

3. Hal-hal berikut adalah tugas manusia sebagai khalifah dibumi. Adapun yang tidak termasuk didalamnya adalah…. memelihara alam sebagai anugrah Allah memelihara alam jangan sampai rusak menggali kekayaan alam untuk kesejahteraan manusia memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia e. mengambil kekayaan alam meskipun dengan cara merusak

4.

Sikap dan perilaku yang mencerminkan pengamalan Q.S. Az Zariyat,51:56 adalah sebagai… a. tidak saling bunuh membunuh b. beribad ah dan beramal dengan ikhlas c. menya dari manusia diciptakan dari segumpal darah d. menga kui manusia dilahirkan pada awalnya tidak mengetahui apa-apa e. menjau hkan diri dari durhaka kepada kedua orang tua.

5.

Berikut ini adalah ibadah yang hukumnya fardlu ain, adapun yang tidak termasuk didalamnya adalah… a. salat lima waktu d. puasa b. salat jum’ah e. haji c. salat tarowih

6.

lafal

a.
tozoa

b.

pal darah c. pal daging 7. Makhluk Allah antara malaikat dengan manusia yang menjadi persamaannya adalah… a. asal kejadiannya d. tugas dan tanggung jawabnya b. jenisny a e. kematiannya c. alam kehidupannya

yang terdapat dalam Q.S. Al Mukminun, 23: 14 artinya adalah… sperma d. tulang belulang segum e. janin / bayi segum

13

8.

Lafal

dalam Q.S. An Nahl, 16: 78 artinya adalah … tidak d. perut ibumu dari e. hati / akal kamu Dialah

a. mengetahui apa-apa b. penglihatanmu c. yang menjadikan kamu

9.

Lafal a. syafawi b. mutamassilain c.

terdapat mim sukun bertemu dengan mim, bacaan tajwidnya ikhfa’ d. idgham bigunnah idgham e. izhar syafawi iqlab

adalah …

10.

Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut: (1). Mengucapkan hamdalah ketika memperoleh nikmat (2). Bermalas-malasan, tidak mau berusaha karena sudah kaya (3) Berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya (4). Bersabar ketika mendapat musibah (5). Putus asa ketika cita-citanya tidak tercapai. Perilaku bersyukur kepada Allah sesuai dengan perintah Q.S. An Nahl, 16: 78 adalah… a. (1), (3), (4) d. (2), (4), (5) b. (1), (2), (3) e. (1), (2), (4) c. (3), (4), (5) 2). Soal Uraian Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar 1. Mengapa para malaikat mempertanyakan rencana Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi? 2. Kemukakan fase-fase perkembangan kejadian manusia dalam kandungan menurut Al Qur’an Surat Al Mukminun 12-14 !

3.

Tulislah lafal-lafal hukum bacaan yang berkaitan dengan nun mati dan tanwin, serta bacaan mad thabi’I yang terdapat pada Q.S. Al Baqarah : 30 ! 4. Kemukakan kandungan Q. S An Nahl ayat 78 !

5.

Kecakapan apa saja yang dimiliki manusia ketika ia lahir di bumi sebabagai anugrah Allah SWT?

14

Kelas X semester Gasal

AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG KEIKHLASAN BERIBADAH
Standar Kompetensi : 1. Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. Kompetensi Dasar : Membaca QS Al-An’am 162- 163 dan Al Bayyinah ; 5.. Menyebutkan arti QS Al- An’am 162 – 163 dan Al- Bayyinah; 5. Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam QS Al- An’am 162 – 163 dan Al- Bayyinah; 5.

5.1. 5.2. 5.3.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an. • Q. S. Al An’am 162-163

15

Q.S. Al Mukminun : 1-6

Q.S. Al Hujurat : 39-41

Q.S. Al Bayyinah, 98 : 5

1.

Bacaan dan Penjelasan Tajwid

 Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih.Kemudian salin kembali ayat-ayatnya dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Cara membaca Inna (dengan berdengung ) Salaatii dibaca panjang 2 harakat

Alasan Karena nun bertasdid Karena fatkah pada lam menghadap alif dan kasrah pada ta menghadap ya

Gunnah Mad Tabi’i

16

Lafal jalalah dan mad badal Izhar qamariyah Tarqiq

Lillaahi dibaca panjang 2 harakat Al’alamiina ( al bibaca jelas ) Syariika Ri dibaca ringan berdering Al muslimiin

Karena ada kasrah menghadap lam jalalah Karena alim lam menghadap ‘ain Huruf ra kasrah bertanda

Mad ‘arid lissukun 2. Terjemahan Per-kata

Mad yang bertemu nun sukun yang diwaqafkan

dan matiku

dan hidupku

dan ibadahku

salatku

Sesung guhnya

Katakanlah

bagi-Nya

sekutu

tidak ada

semesta alam

Tuhan pemelihara

Untuk Allah

Orang-orang yang berserah diri

pertamatama

dan aku

aku diperintahkan

dan demikian itulah

3.

Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Al An’am, 6 : 162 – 163 adalah : Katakanlah ( Muhammad ), “ sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri ( muslim)” 4. Kandungan o Suruhan Allah kepada segenap Muslim dan Muslimah untuk berkeyakinan bahwa salatnya, ibadahnya, hidupnya dan matinya adalah semata-mata untuk Tuhan Allah semesta alam o Seorang Muslim dan Muslimah harus berkeyakinan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tiada sekutu baginya yang menentukan hidup dan matinya seseorang, dan yang mengatur segalanya di alam ini. o Allah menyuruh kepada Muslim dan Muslimat untuk berlaku ikhlas dalam beribadah, bermuamalah maupun berkeyakinan kepada-Nya. Penjelasan Surat Al An’am terdiri atas 165 ayat, dinamakan Al An’am berarti “ binatang ternak “ ( seperti : unta, sapi, kambing, dan biri-biri ). Surat ini termasuk golongan ayat-ayat Makiyyah. Surat ini dinamakan “ Al An’am “ karena di dalamnya disebut kata “ An’am” dalam hubungannya dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka.

5.

17

Dalam surat yang ke 162 – 163 Allah swt. memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. agar mengatakan bahwa salatnya, ibadahnya, hidupnya, dan matinya adalah semata-mata untuk Tuhan Allah semesta alam. Perintah itu harus diteruskan kepada umatnya agar mensikapi hidup itu senantiasa seorang muslim itu dalam melaksanakan salatnya, ibadahnya, dilaksanakan dengan khusyuk, tunduk, ikhlas untuk mencari rida Allah. Begitu pula hidupnya, matinya diserahkan seluruhnya kepada Allah swt Tuhan semesta alam, karena Allah adalah zat yang menentukan hidup dan matinya semua makhluk di alam ini.

1.

Bacaan dan Penjelasan Tajwid

 Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali ayatayatnya dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Cara membaca Wama umiruuuu dibaca panjang 2 – 5 harakat Liya’budullooha dibaca panjang 2 harakat Hunafaa’a dibaca panjang 5 harakat Assalaata Panjang 2 harakat

Alasan Mad bertemu hamzah dilain lafal Lam jalalah sebelumnya ada harakat dhommah Mad bertemu dengan hamzah dalam satu lafal Karena wau dibaca sebagai alif

Mad jaiz munfasil Tafkhim ( berdegum ) Mad wajib muttasil Mad badal


Lafal

Kegiatan Siswa
Pernyataan Kasroh bertemu ya disukun Alif lam bertemu dengan dal Wau dibaca sebagai alif Dummah bertemu

Hukum bacaan
...... .... ....

Cara membacanya
...... ..... ....

18

wau disukun Alif lam bertemu qaf

..... ....

..... ....

2.

Terjemahan Per-kata

memurnikan

Allah

supaya mereka menyembah

kecuali

mereka diperintah

Dan tidak

dan mereka menunaikan

salat

dan mereka mendirikan

Ikhlas / lurus

ketaatan/ agama

kepadaNya

betul / lurus

agama

dan demikian itu

zakat

3.

Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Al Bayyinah, 98 : 5 adalah : Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaatiNya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus ( benar )*) *) Lurus berarti jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan 4. Kandungan Suruhan Allah kepada manusia dalam mengamalkan ajaran agama hendaklah yang lurus yaitu jauh dari hal-hal kemusyrikan dan kesesatan. o Dalam beribadah hendaklah dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah yaitu kesadaran diri dalam menjalankannya semata-mata mentaati perintah Allah dengan mengharap ridlo-Nya.

o

5, Penjelasan Surat Al Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan setelah surat At Tholaq. Dinamai “ Al Bayyinah “ berarti “ buku yang nyata” yang diambil dari kata perkataan Bayyinah yang terdapat pada akhir ayat yang pertama. Pada ayat yang ke 5 surat ini, Allah swt menegaskan bahwa manusia tidak diperintahkan, kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Allah dengan lurus. Dilaksanakannya ibadah itu sebagai bukti ketaatannya menyembah dengan memurnikan niat tanpa ada campuran sedikitpun dari perbuatan syirik. Untuk mencapai derajat ibadah yang tinggi manusia diharuskan dalam melaksanakannya secara ikhlas lahir dan batin. Dengan jalan itu manusia akan mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. Orang yang mempunyai sifat ikhlas disebut mukhlis. Niat adalah dorongan yang tumbuh dalam hati manusia untuk melaksanakan suatu amal atau perbuatan tertentu. Sedangkan ikhlas mempunyai arti : murni, suci

19

atau bersih. Dalam menjalankan pengamalan ajaran Islam seorang muslim diharuskan mendasarkan diri dengan niat ikhlas yaitu didasarkan karena Allah semata untuk memperoleh rida-Nya. Pengamalan yang ikhlas itu adalah pengamalan yang jauh dari sifat riya’, dan sum’ah. Karena itu suatu amalan yang tidak didasari dengan niat ikhlas tidak diterima Allah sehingga tidak akan mendapatkan pahala dari-Nya.

KEGIATAN SISWA
 Coba sebutkan contoh-contoh perbuatan/peribadatan manusia yang tergolong sesat.  Coba identifikasi ibadah-ibadah yang benar yang sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Hadis. Bagaimanakah cara melaksanakannya?  Coba renungkan bagaimana ibadah / amaliah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

RANGKUMAN
♦ Surah Al An’am ayat 162-163 berisi suruhan Allah SWT kepada manusia agar setiap Muslim dan Muslimah berkeyakinan bahwa salatnya, ibadahnya, hidup dan matinya semata-mata untuk Allah SWT. Setiap individu muslim hendaklah berserahdiri kepada kekuasaan Allah secara keseluruhan dengan niat ikhlas. ♦ Surah Al Bayyinah ayat 5 berisi perintah Allah SWT bahwa dalam meyakini ajaran Islam dan mengamalkan ajarannya hendaklah dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah dan mengharap ridlo-Nya.

UJI KOMPETENSI
a.
Aspek afektif Isilah pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan sikapmu sebenarnya dengan cara mencontreng ( √ ) pada kolom yang tersedia yang

INTERNALISASI AKHLAK MULIA
No Pernyataan Semua aktivitas manusia dapat 1 2 3 setuju …… …… …… tidak setuju …… …… …… tidak tahu ….. ….. ….. alasan …… …… ……

4

5

diatur berdasarkan Al Qur’an Beribadah dengan ikhlas merupakan perintah Allah Bersesaji dan berkurban yang dipersembahkan kepada makhluk halus termasuk syirik Ibadah wajib dan sunah boleh dilaksanakan dengan riya’ dan sum’ah Menuntut ilmu hendaklah dilaksanakan dengan niat mencari ridlo Allah SWT Aspek kognitif 1). Soal pilihan ganda

……

……

…..

……

…..

….

….

…..

b.

20

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan cara menyilang (X) pada huruf a,b,c,d, atau e.

1. Lafal
bacaan...

pada huruf nun syiddah dibaca dengung yang merupakan izhar gunnah c. Idgham bigunnah d. mad arid bacaan tajwidnya adalah.... mad arid mad thabi’i mad wajib muttasil d. mad wajib munfasil e. mad jaiz artinya adalah... e. iqlab

a.
b. bacaan a. b. c.

2. Ketika ada fatkhah tegak menghadap huruf hamzah dalam satu lafal seperti

3. Dalam Q.S. Al An’am, 6 : 62 ada lafal a. hidupku d. keturunanku b. matiku e. nabiku c. ibadahku

4. perhatikan pernyataan-pernyataan berikut : (1). menyekutukan Allah dengan makhluk (2). berdo’a dibawah lingdungan Ka’bah (3). menyembelih kurban yang dipersembahkan kepada makhluk halus agar selamat (4). mempercayai dukun dengan mantranya dapat membantu kesulitan manusia (5). menyebut- nyebut nama Rosulullah ketika berdo’a Dari pernyataan tersebut di atas perilaku yang tergolong perbuatan syirik adalah.... a. (1), (3), (4) d. ( 3), (4), (5) b. (2), (3), (5) e. ( 2), (3), (4) c. (1), (2), (3) 5. Dalam Q.S. Al Bayyinah ada lafal a. menjadikan b. patuh c. ikut mempunyai arti.... d. taat e. lurus

6. berikut ini termasuk rukun ibadah salat apabila tidak dilaksanakan maka salatnya batal. Adapun yang tidak termasuk di dalamnya adalah.... a. niat dibarengi dengan takbirotul ihram b. membaca surat Al fatehah c. bersujud dengan tumakninah d. membaca do’a iftitah e. berdiri jika berkuasa 7. Perbuatan dosa yang tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT adalah.... a. berbuat jahat dengah tetangga d. bergunjung b. durhaka kepada kedua orangtua e. menyekutukan Allah SWT c. melakukan penipuan dan berdusta

21

8. Berikut ini adalah diantara sikap dan perilaku orang yang mengamalkan firman Allah Q.S. Al Bayyinah ayat : 5. Adapun yang tidak termasuk di dalamnya adalah.... a. beribadah kepada Allah dengan ikhlas b. tolong menolong dalam berbuat kebajikan c. berperilaku sopan kepada siapa saja d. menuntut ilmu dan mengamalkannya untuk kemanusiaan e. tidak mau bekerja sama dengan sesama muslim karena berbeda faham 9. Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan beramal ikhlas. Adapun yang tidak termasuk di dalamnya adalah.... a. menjadi syarat diterimanya amal ibadah seseorang b. menjadikan semangat dalam melakukan amal kebajikan c. menjadi orang yang sabar meskipun diejek dan dihina amal ibadahnya d. mendatangkan ketentraman dan ketenangan hidupnya e. menjadikan besar dirinya karena banyak dipuji orang lain.

10. Berikut ini merupakan lafal Q.S. Al An’am ayat 162 – 163, manakah yang
a. artinya ikhlas / lurus.... c. b. d. e.

1. 2. 3. 4. 5.

2). Soal Uraian Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar! Jelaskan arti ibadah menurut fuqaha ? serta berilah contohnya ! Jelaskan usaha-usaha yang harus ditempuh bagi seorang Muslim dan Muslimah agar dapat beribadah dengan ikhlas ! Kemukakan tiga keutamaan bagi seorang Muslim/Muslimah yang telah beramal secara ikhlas! Bagaimana tanda-tanda seseorang yang beramal tidak ikhlas itu? Identifikasi perilaku-perilaku manusia yang berbuat syirik kepada Allah SWT!

22

IMAM KEPADA ALLAH
Standar Kompetensi : 3. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya dalam Asmaul husna Kompetensi Dasar :

3.1 Menyebutkan 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna.
3.2 Menjelaskan arti 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna 3.3 Menampilkan perilaku yang menceminkan keimanan terhap 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

• Q. S. Al Baqarah 255

• Q.S. Al A’raf : 180 - 181

Q.S. Al Mukminun : 116

23

IFTITAH . 1. Bacalah Al-Qur’an 5-10 menit sebelum memulai pelajaran! 2 Awali pelajaranmu dengan membaca doa belajar! 3. Bersikap baiklah kepada Allah swt. dan sesama makhluk-Nya! 4. Hayatilah keimanan kepada Allah dan terapkan dalam perilaku sehari-hari! Pernahkah kamu memperhatikan diri dan alam sekitarmu? Siapakah pencipta semua itu? Dialah Allah swt. pencipta alam beserta seluruh isinya. Dia menciptakan semua itu dengan kehendak dan kuasa-Nya. Oleh karena itu, kita harus meyakini, memahami, serta meneladani sifat-sifat Allah swt. khususnya yang terkandung dalam Asmaul Husna di dalam kehidupan kita. Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama sekaligus sebagai pondasi dari rukun iman yang lain. Allah swt. adalah Zat yang Mahakuasa, yang menciptakan alam beserta seluruh isinya sekaligus sebagai penjaga dan pengatur alam jagat ini, yang tidak pernah merasa lelah, yang tidak pernah mengantuk, tidak pernah tidur, dan tidak merasa berat menjaga keduanya. Dialah Allah swt. yang memiliki sifat wajib, mustahil, dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan-Nya. A. Sifat-Sifat Allah SWT. Allah swt. adalah Zat Maha Pencipta dan Pengatur seluruh alam beserta isinya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Dia tidak pernah merasa berat menjaga langit dan bumi beserta seluruh isinya. Allah swt. memiliki sifat wajib, mustahil, dan jaiz yang dimiliki-Nya sebagai kesempurnaan-Nya. Sifat wajib artinya sifat yang harus dimiliki oleh Allah sebagai sifat kesempurnaan-Nya karena Dia adalah segala-galanya. Hal ini tercermin pada sifat wajib yang 13 dan bila ditambah dengan sifat maknawiyah yang ada 7 buah akan menjadi 20. Adapun sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Sedangkan sifat jaiz, yaitu sifat wenang (bebas). Artinya, Allah bebas berbuat sesuai dengan kuasa dan kehendakNya atau dengan kata lain, Allah boleh berbuat atau tidak berbuat sesuai dengan keinginan-Nya. Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik bagi Allah yang jumlahnya adalah 99 nama. Sebagai orang yang beriman, kita selalu dianjurkan untuk menyebut-Nya. Hal ini tertera dalam hadis yang menyebutkan tentang Asmaul Husna berbunyi sebagai berikut.

(‫)رواه ابن ماجه‬

َ ْ ِ ْ ‫ِ ّ ّ ِ ْ َ ً َ ِ ْ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ْ ٌ َ ُ ِب‬ ‫ان ل تسعة وتسعين اسمامن حفظهادخل الجنة وان ال وتر ويح ّ الوتر‬ ِ

24

Artinya: Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barang siapa menghapalnya (dengan meyakini kebenarannya) ia masuk surga. Sesungguhnya Allah Maha ganjil (tidak genap) dan senang sekali pada sesuatu yang ganjil." (HR Ibnu Majah). Adapun sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut. No 1 2 3 4 Sifat wajib Wujud Qidam Baqa Mukhalafatuhu lil hawadis 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Qiyamuhu binafsih Wahdaniah Qudrat Iradat I1mu Hayat Sama Basar Kalam Artinya Ada Terdahulu Kekal Berbeda dengan baru Berdiri Sifat mustahil Adam Hudus Fana Mumasalatuhu lil Artinya Tidak ada Baru Lenyap Serupa dengan yang baru Berhajat kepada

yang hawadis dengan Ihtiyaju bigairih Ta’addud Ajzu Karahah Jahlun Maut Summun Umyun Bukmun

sendiri-Nya Esa Berkuasa Berkehendak Mengetahui Hidup Mendengar Melihat Berfirman

yang lain Berbilang/berjumlah Lemah Terpaksa Bodoh Mati Tuli Buta Bisu

Apabila sifat-sifat tersebut ditambah dengan sifat maknawiyah sebanyak tujuh sifat, maka akan menjadi 20, yaitu sebagai berikut. No 1 2 3 4 5 6 7 Sifat Maknawiyah Qadiran Muridan Aliman Hayyan Sami'an Basiran Mutakalliman Artinya Mahakuasa Maha Berkehendak Maha Mengetahui Mahahidup Maha Mendengar Maha Melihat Maha Berfirman

Selain sifat wajib dan mustahil tersebut, Allah juga mempunyai sifat jaiz yang artinya boleh (bebas). Maksudnya, Allah bebas berbuat sesuatu dan bebas pula tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak dan kuasa-Nya. TUGAS Sebutkan cara menghayati sifat Allah dalam kehidupan pribadimu! Buatlah dalam bentuk tabel! B. Sifat Allah dalam Asmaul Husna

25

Selain sifat kesempurnaan Allah swt. sebagaimana telah disebutkan, Allah juga mempunyai nama-nama baik yang jumlahnya 99. Sebagai orang yang beriman, kita dianjurkan untuk selalu menyebut-Nya. Firman Allah swt.

Artinya: Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang agung sesuai dengan sifatsifat Allah), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al A’raf: 180). RISALAH Surah Al lkhlas merupakan sebuah surah dalam Al Quran yang berisi ketegasan dan kesaksian tauhid kepada Allah swt. Di dalamnya sifat keesaan Allah dan beberapa Asmaul Husna-Nya benar-benar menjadi titik sentral. Konsekuensinya adalah bahwa Allah tidak akan menerima dosa yang bernama syirik atau menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Rasulullah Saw bersabda.

(‫)رواه ابن ماجه‬

َ ْ ِ ْ ‫ِ ّ ّ ِ ْ َ ً َ ِ ْ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ْ ٌ َ ُ ِب‬ ‫ان ل تسعة وتسعين اسمامن حفظهادخل الجنة وان ال وتر ويح ّ الوتر‬ ِ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya (dengan meyakini akan kebenarannya), is masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Mahaganjil (tidak genap) dan senang sekali pada sesuatu yang ganjil."(HR Ibnu Majah). Adapun Asmaul Husna sebagaimana difirmankan Allah swt. dalam Al Quran dan disabdakan oleh Rasullullah saw. jumlahnya ada 99, yaitu sebagai berikut. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Asmaul Husna Ar Rahman Ar Rahim Al Malik Al Quddus As Salam Al Mu'min Al Muhaimin Al `Aziz Al Jabbar Al Mutakabbir Al Khaliq Al Bari' Al Musawwir Al Gaffar Al Qahhar Artinya Maha Pemurah Maha Pengasih Maharaja Mahasuci Mahasejahtera Maha Terpercaya Maha Memelihara Mahaperkasa Kehendaknya Tak Dapat Diingkari Memiliki Kebesaran Maha Pencipta Mengadakan dari Tiada Membuat Bentuk Maha Pengampun Mahaperkasa Ayat Rujukan (QS Al Fatihah: 3) (QS Al Fatihah: 3) (QS Al Mu'minun: 116) (QS Al Jumuah: 1) (QS Al Hasyr: 23) (QS Al Hasyr: 23) (QS Al Hasyr: 23) (QS Ali Imran: 62) (QS Al Hasyr: 23) (QS Al Hasyr: 23) (QS Ar Ra'd: 16) (QS Al Hasyr: 24) (QS Al Hasyr: 24) (QS Al Baqarah: 235) (QS Ar Ra'd: 16)

26

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 30 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68

Al Wahhab Ar Razzaq Al Fattah Al 'Alim Al Qabid Al Basit Al Khafid Ar Rafi' Al Mu'iz Al Muzill As Sami' Al Basir Al Hakam Al `Adl Al Latif Al Khabir Al Halim Al `Azim Al Gafur Asy Syakur Al `Aliyy Al Kabir Al Hafiz Al Mugit Al Hasib Al Jalil Al Karim Ar Raqib Al Mujib Al Wasi' Al Hakim Al Wadud AI Majid Al Ba'is Asy Syahid Al Haqq Al Wakil Al Qawiyy Al Matin Al Waliyy Al Hamid Al Muhsi Al Mubdi Al Mu'id Al Muhyi Al Mumit Al Hayy Al Qayyum Al Wajid Al Majid Al Ahad Al Wahid As Samad

Maha Pemberi Maha Pemberi Rezeki Maha membuka (hati) Maha Mengetahui Maha Pengendali Maha Melapangkan Maha Merendahkan Maha Meninggikan Maha Terhormat Maha Menghinakan Maha Mendengar Maha Melihat Maha Memutuskan Hukum Maha adil Maha lembut Maha Mengetahui Maha Penyantun Maha agung Maha Pengampun Maha Menerima Syukur Maha tinggi Maha besar Maha Penjaga Maha Pemelihara
Maha Pembuat Perhitungan

Maha luhur Maha mulia Maha Mengawasi Maha Mengabulkan Maha luas Maha bijaksana Maha Mengasihi Maha mulia Maha Membangkitkan Maha Menyaksikan Maha benar Maha Pemelihara Maha kuat Maha kokoh Maha Melindungi Maha Terpuji Maha Menghitung Maha Memulai Maha Mengembalikan Maha Menghidupkan Maha Mematikan Maha hidup Maha mandiri Maha Menemukan Maha Mulia Maha Esa Maha Tunggal Maha Dibutuhkan

(QS Ali Imran: 8) (QS Az Zariyat: 58) (QS Saba: 26) (QS Al Baqarah: 29) (QS Al Baqarah: 245) (QS Ar Ra'd: 35) (HR At Turmuzi) (QS Al An'am: 83) (QS Ali Imran: 26) (QS Ali Imran: 26) (QS Al Isra: 1) (QS Al Hadid: 4) (QS Al Mu'min: 48) (QS AI An'am: 115) (QS Al Mulk: 14) (QS Al An'am: 18) (QS Al Baqarah: 235) (QS Asy Syura: 4) (QS Ali lmran: 89) (QS Fatir: 30) (QS An Nisa: 34) (QS Ar Ra'd: 9) (QS Hud: 57) (QS An Nisa: 85) (QS An Nisa: 6) (QS Ar Rahman: 27) (QS An Naml: 40) (QS Al Ahzab: 52) (QS Hud: 61) (QS Al Baqarah: 268) (QS Al An'am: 18) (QS Al Buruj: 14) (QS Al Buruj: 15) (QS Yasin: 52) (QS Al Maidah: 117) (QS Taha: 114) (QS Al An'am: 102) (QS Al Anfal: 52) (QS Az Zariyat: 58) (QS An Nisa: 45) (QS An Nisa: 31) (QS Maryam: 94) (QS AI Buruj: 13) (QS Ar Rum: 27) (QS Ar Rum: 50) (QS Al Mu'min: 68) (QS Taha: 111) (QS Taha: 11) (QS Ad Duha: 6-8) (QS hud: 73) (QS Al lkhlas: 1) (QS Al Baqarah: 133) (QS Al Ikhlas: 2)

27

69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 1.

Al Qadir Al Muqtadir Al Mugaddim Al Mu'akhkhir Al Awwal Al Akhir Az Zahir Al Batin Al Wali Al Muta'ali Al Barr At Tawwab AI Muntagim Al 'Afuww Ar Rauf Malik Al Mulk Zul Jalal wa Al Ikram Al Mugsit Al Jami' Al Ganiyy Al Mugni Al Mani' Ad Darr An Nafi' An Nur Al Hadi Al Badi' Al Baqi Al Waris Ar Rasyid As Sabur

Maha kuat Maha Berkuasa Maha Mendahulukan Maha Mengakhirkan Maha Permulaan Maha akhir Maha nyata Maha gaib Maha Memerintah Maha tinggi Maha dermawan Maha Penerima Tobat Maha Penyiksa Maha Pemaaf Maha Pengasih Maha Penguasa Kerajaan Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan Maha adil Maha Pengumpul Maha kaya Maha Mencukupi Maha Mencegah Maha Pemberi Derita
Maha Pemberi Keman-faatan

(QS Al Baqarah: 20) (QS Al Qamar: 42) (QS Qaf: 28) (QS Ibrahim: 42) (QS Al Hadid: 3) (QS Al Hadid: 3) (QS Al Hadid: 3) (QS Al Hadid: 3) (QS Ar Ra'd: 11) (QS Ar Ra'd: 9) (QS At Tur: 28) (QS An Nisa: 16) (QS As Sajadah: 22) (QS An Nisa: 99) (QS Al Baqarah: 207) (QS Ali Imran: 26) (QS Ar Rahman: 27) (QS An Nur: 47) (QS Saba: 26) (QS Al Baqarah: 267) (QS An Najm: 48) (HR At Turmuzi) (QS Al An'am: 17) (QS Al Fath: 11) (QS An Nu 35) (QS Al Hajj: 54) (QS AI Baqarah: 117) (QS Taha: 73) (QS Al Hijr: 23) (QS Al Jin: 10) (HR At Turmuzi)

Maha Bercahaya Maha Pemberi Petunjuk Maha Pencipta Maha kekal Maha Mewarisi Maha pandai Maha sabar

Ar Rahman Sebagaimana dijelaskan dalam buku Menyingkap Tabir Ilahi karya M. Quraish Shihab, semua kata yang terdiri dari huruf ra, ha, dan mim, mengandung makna kelemahlembutan, kasih sayang, dan kehalusan. Akan tetapi, khusus untuk nama dan sifat Ar Rahman yang juga berakar sama dengan huruf-huruf tersebut tidak dapat disandang, kecuali hanya oleh Allah swt. Oleh karena itu, ada ayat Al Quran yang mengajak manusia menyembah-Nya dengan menggunakan kata Ar-Rahman sebagai ganti kata Allah atau menyebut kedua kata tersebut sejajar dan bersamaan, yaitu sebagai berikut:

Artinya: "Katakanlah; Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia memunyai Asmaul Husna nama-nama yang terbaik." (QS Al Isra: 110).

28

Berdasarkan ayat tersebut, Allah adalah satu-satunya yang paling berhak disembah. Dalam sebuah hadis qudsi dinyatakan bahwa Allah swt. berfirman yang artinya: "Aku adalah Ar Rahman, Aku menciptakan rahim, Kuambilkan untuknya nama yang berakar dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya (silaturahim) akan Kusambung (rahmat-Ku) untuknya dan siapa yang memutuskannya, Kuputuskan (rahmat-Ku baginya)." (HR Abu Daud dan At Turmuzi). Muhammad Abduh berpendapat bahwa Ar Rahman adalah rahmat Tuhan yang sempurna, tetapi sifatnya sementara dan yang dicurahkan-Nya kepada semua makhluk, baik mukmin ataupun kafir. Akan tetapi, karena sementaranya itu, maka is hanya berupa rahmat di dunia saja dan tidak bersifat abadi. Rasulullah saw. memberikan sebuah ilustrasi melalui hadisnya menyangkut besarnya rahmat Allah yang artinya: "Allah swt. menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian; yang satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk, (yang tercermin antara lain) pada seekor binatang yang mengangkat kakinya dari anaknya terdorongoleh rahmat kasih sayang, khawatir jangan sampai menyakitinya." (HR Muslim). Al Ghazali berpendapat bahwa buah yang dihasilkan seseorang yang dihasilkan oleh sifat rahman ini pada kehidupan seseorang, antara lain is akan menebarkan kasih sayang kepada sesamanya yang lengah dan lemah serta mengalihkan hal tersebut menuju jalan Allah. Ia pun tidak akan ragu mencurahkan kasih sayang tersebut kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan suku, ras, atau agama bahkan tingkat keimanannya serta memberi pula rahmat dan kasih sayang kepada makhluk-makhluk lain, baik yang hidup maupun yang mati. 2. Ar Rahim Ketika disebutkan kata rahim, pasti yang terlintas adalah ibu yang memiliki anak dan pikiran kita akan melayang pada kasih sayang yang dicurahkan sang Ibu kepada anaknya. Tetapi, jangan diduga bahwa sifat kasih sayang atau rahmat Tuhan akan sama dengan sifat rahmat ibu tersebut. Kita harus meyakini bahwa kasih sayang Tuhan tidak akan pernah sepadan dengan kasih sayang ibu. Allah adalah wujud yang tidak dapat dipersamakan, baik dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya dengan apa pun. Rahmat kasih sayang Allah tidak terhingga (QS Al Araf 156) dan dalam sebuah hadis qudsi dinyatakan bahwa Allah swt. berfirman yang artinya, "Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku." (HR Bukhari dan Muslim). At Rahim artinya adalah Maha Pengasih dan nama ini terdapat dalam Al Quran Surah Al Fatihah Ayat 3 sebagaimana pula nama At Rahman. Sebagai mukmin kita menyebut nama ini beberapa kali, khususnya pada saat salat. Melalui pemahaman akan sifat ini, kita dianjurkan untuk mencontoh sifat Allah tersebut untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja sifat At Rahim Allah sudah tentu dalam kapasitas dan substansi yang jauh lebih sempurna dari sifat manusia. Silaturahim adalah hubungan kasih sayang. Rahim juga berarti peranakan (kandungan) yang melahirkan kasih sayang. Kerabat pun dinamakan rahim karena kasih sayang yang terjalin di antara anggota-anggotanya. Menurut Muhammad Abduh, kata rahim yang polanya menunjukkan kemantapan dan kesinambungan, menunjuk kepada sifat zat Allah atau menunjukkan kepada kesinambungan dan kemantapan nikmat-Nya. Kemantapan dan kesinambungan hanya dapat terwujud di akhirat kelak. Di sisi lain, rahmat ukhrawi hanya diraih oleh orang yang taat dan bertakwa sebagaimana diungkapkan dalam ayat berikut ini.

29

Artinya: "Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang balk? Katakanlah: Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui." (QS Al Araf: 32). 3. As Sahur Arti dari As Sabur adalah Maha Penyabar. Seseorang yang menahan gejolak hatinya dinamakan sabar. Ada yang memahami sifat ini dalam arti melimpahkan kemampuan bersabar ke hati hambahamba-Nya. Kemampuan bersabar bagi manusia memang diakui oleh para pakar ilmu jiwa. Salah seorang di antaranya adalah Freud yang menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan memikul sesuatu yang tidak disenanginya dan mendapat kenikmatan di balik itu. Sifat sabar yang dimiliki Allah swt. harus kita contoh dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Imam Ghazali mengartikan kata As Sabur sebagai sikap yang tidak terdorong oleh ketergesaan sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya, tetapi meletakkan sesuatu dengan kadar tertentu dan memberlakukannya dengan aturan-aturan tertentu pula. Uraian Al Quran tentang sabar adalah kebajikan dan kedudukan tertinggi yang diperoleh seseorang karena kesabarannya. Firman Allah dalam Al Quran.

Artinya: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az Zumar: 10).

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah: 153). Semua ganjaran amal ditetapkan Allah kadarnya, kecuali ganjaran kesabaran sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat tersebut. Oleh karena itu, puasa yang inti pelaksanaannya adalah sabar dinyatakan oleh Allah melalui hadis qudsi "Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang yang akan memberi (menetapkan ganjaran bagi pelakunya." Sabar memang selalu pahit awalnya, namun akan berbuah manis pada akhirnya. Hanya sekali Allah memberi kebebasan manusia untuk bersabar atau tidak, yaitu ketika orang-orang durhaka dipersilakan masuk ke neraka (QS At Tur: 16). Manusia yang meneladani sifat ini, dituntut untuk melaksanakan petunjuk Allah tersebut dalam menjalani kesabaran sambil juga tetap menghayati makna As Sabur sehingga dapat dilakukan sekuat kemampuan.

30

4.

Al Barr Allah bersifat Al. Barr dipahami bahwa Allah memberikan aneka anugerah untuk

kemaslahatan makhluk-Nya. Anugerah Allah sangat luas yang tidak terbilang atau tidak terhingga. Firman Allah swt.

Artinya: "Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." (QS At Tur: 28). Ada pula yang memahami bahwa Allah senantiasa menepati janji dan Dia selalu menghendaki kebaikan untuk hamba-hamba-Nya serta kemudahan buat mereka (QS Al Baqarah: 185). Aneka anugerah diberikan Allah semata-mata atas dasar kasih sayangNya. Adapun manusia kadang memberi kebaikan atau melakukan sesuatu atas dasar pamrih atau ingin mendapatkan manfaat tertentu dari hal tersebut. Seorang hamba yang meneladani sifat ini hendaknya selalu mendasari sesuatu dengan maksud yang balk dan memberikan hal-hal yang bermanfaat kepada manusia atau makhluk Allah yang lainnya. kita pun harus senantiasa ingat bahwa Allah tidak menghendaki kesukaran bagi kita dan pasti akan menepati janji-Nya. 5. Asy Syakur Asy Syakur diartikan sebagai Allah yang mengembangkan dari amalan hambahamba-Nya meskipun sedikit dan melipatgandakan ganjarannya (QS Al Baqarah: 261). Manusia wajib bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah kepada kits. Firman Allah berkaitan dengan syukur ini, antara lain sebagai berikut:

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7). Makna dan kapasitas Syakur Allah dan manusia pasti berbeda. Pada hakikatnya, setiap pekerjaan atau sesuatu yang baik lahir di alam ini adalah atas izin Allah semata. Apa yang balk dari did kita pun berasal dari Allah semata. Oleh karena itu, pujian apa pun yang kita sampaikan kepada siapa pun, akhirnya akan kembali pada Allah juga. Itulah sebabnya kita diajarkan untuk mengucapkan hamdalah apabila kita bersyukur atas nikmat-Nya. 6. tempatnya. Al Adil (Maha adil) Pengertian adil secara umum adalah meletakkan segala sesuatu pada Menurut pengertian Islam, adil adalah menentukan suatu hukum berlandaskan kebenaran. Keadilan Allah adalah keadilan yang hakiki dart berlaku bagi seluruh hamba-Nya. Firman Allah swt.

31

Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-Nya" (QS Fussilat: 46). Berdasarkan ayat tersebut, Allah menentukan hukuman dan pahala sesuai dengan keadilan-Nya. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kezaliman dalam kehidupan hamba-Nya, Allah memerintahkan kepada manusia supaya berbuat adil terhadap sesamanya. Firman Allah swt.

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An Nahl: 90) 7. Al Gaffar (Maha Pengampun) Manusia dalam hidupnya selalu mengalami tarik menarik antara perbuatan dan buruk. Menurut Islam, perbuatan baik adalah perbuatan yang sesuai dengan ketentuan agama. Jika menyimpang, maka perbuatan itu termasuk perbuatan tidak baik dan berdosa. Dosa ada yang kecil dan ada yang besar. Akan tetapi, barang siapa yang berdosa dan selama ia bertobat serta tidak akan mengulangi perbuatan buruknya, maka ia akan diampuni oleh Allah karena Dia Maha Pengampun. Firman Allah SWT.

Artinya : Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Sad : 66) a. Tauhid dalam ibadah dan doa, yaitu dengan hanya menyembah dan memohon kepada Allah SWT. b. Tauhid dalam dakwah dan pendidikan karena hanya Allah yang kuasa membukakan pintu hati dan akal pikiran manusia. c. Tauhid dalam berekonomi, yaitu bahwa hanya Allah yang mampu membukakan pintu rezeki umat manusia. d. Tauhid dalam manfaat, yaitu bahwa Allah kuasa memahami manfaat dan keberhasilan pada diri manusia serta mencabutnya. e. Tauhid dalam mudarat, yaitu hanya Allah yang mampu mendatangkan dan menghilangkan bencana, petaka dan musibah. f. Tauhid dalam ucapan, yaitu bismillah, alhamdulillah, insya Allah, dan lain-lain. 8. Al Hakim (Mahabijaksana) Semua makhluk yang diciptakan Allah tidak ada yang sia-sia karena satu dengan yang lainnya selalu terkait dan Baling membutuhkan. Semuanya itu berdasarkan kebijaksanaan Allah. Demikian pula ketika Allah menentukan suatu perintah kepada

32

manusia. Apabila dalam keadaan yang sulit, Allah memberikan keringanan, tetapi bila keadaan sudah biasa, maka keringanan itu kembali seperti semula. Firman Allah SWT.

Artinya: "Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Maha bijaksana lagi Maha Mengetahui. " (QS Az Zukhruf : 84). 9. Al Maliku (Maha Merajai) Allah-lah yang merajai seluruh alam semesta. Artinya, kekuasaan Allah tidak ada batasnya. Dengan kekuasaan itu, Allah mengatur dan memimpin makhluk-Nya yang dilandasi sifat kesempurnaan-Nya serta tidak ada satu pun yang terlepas dari kemahakuasaan-Nya. Firman Allah SWT.

Artinya: 'Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Dia. Tuhan (yang memunyai) Arsy yang mulia. " (QS Al Mukminun: 116). 10. Al Hasib (Maha Menghitung) Allah menciptakan alam semesta beserta isinya berdasarkan perhitungan yang teliti dan tepat. Artinya, segala sesuatu tercipta sesuai dengan kadarnya masing-masing. Demikian pula dengan perhitungan amal manusia selama hidup di dunia. Baik atau buruknya amal tersebut akan mendapat balasan seadil-adilnya di akhirat kelak karena tidak ada kesulitan bagi Allah untuk menghitungnya. Firman Allah SWT.

Artinya: “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS An Nisa: 86). Beriman kepada Allah swt. dengan sifat dan asma-Nya harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula ketika kita berdoa, hendaknya terlebih dahulu menyebut asma-Nya (lihat QS Al A'raf 180).

TUGAS Sebutkan minimal dua puluh Asmaul Husna selain yang terdapat dalam pembahasan sub bab ini beserta cara menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari! Buatlah dalam bentuk table C. Tanda Penghayatan Iman Kepada Allah Dalam kehidupan sehari-hari, manusia harus mencontoh dan mengamalkan sifat-sifat Allah yang tertera dalam Asmaul Husna sebagaimana sudah disebutkan. Agar manusia dapat melaksanakan hal tersebut, manusia harus menundukkan dan menjinakkan hawa nafsunya. Mengenai hawa nafsu, Allah swt berfirman dalam AlQur’an.

33

Artinya: "Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yusuf: 53). Imam Ghazali juga menyatakan bahwa hawa nafsu lebih berbahaya bagi manusia daripada setan. Jika manusia mampu menundukkan hawa nafsunya, maka is mampu menundukkan setan karena setan menggunakan hawa nafsu manusia untuk menjerumuskan dirinya sendiri. Orang yang benar-benar menghayati terhadap iman kepada Allah, tentu dia memiliki tanda sebagai cermin penghayatannya tersebut. Ada pun tanda-tandanya, antara lain sebagai berikut : 1. Rajin beribadah, baik ibadah mahdah maupun gairu mahdah. 2. Berbudi luhur dan memiliki sopan santun, baik dalam perbuatan maupun perkataannya. Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.

ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ِ ‫َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ ْل‬ ‫عن ابى هريرة قل رسول ال صلعم من كان يؤ من بال واليوم ا َخر فل يؤذ جاره وم ين كييان ي يؤمن‬ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َِ ْ َ (‫بال واْلخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا اوليصمت )رواه البخارى‬ ْ ُ ْ َ ِْ َ ً ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ
Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah maupun hari akhir, janganlah menyakiti tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan bari akhir, hendaklah memuliakan para tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah is berkata baik atau diam saja." (HR Bukhari). 3. Bersifat sabar, tabah, dan tawakal. 4. Bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. 5. Tidak cepat putus asa dalam menghadapi cobaan dan ujian dari Allah SWT. 6. Yakin akan keadilan Allah karena setiap perbuatan pasti akan ada balasannya yang setimpal. DISKUSI Menurut pendapatmu, manakah yang lebih penting, ibadah mahdah atau gairu mahdah? Jelaskanlah beserta alasannya! D. Hikmah Beriman kepada Allah Beriman kepada Allah mengandung banyak hikmah, antara lain sebagai berikut. 1. Akan mengingatkan kita untuk bersikap tawadu atau rendah hati dan tidak sombong. Dirinya akan menyadari bahwa sebagai makhluk yang lemah, is tidak ada artinya di hadapan Allah SWT. 2. Akan melatih istikamah dalam kebenaran. Berani mengatakan benar jika memang itu benar dan berani mengatakan salah jika itu memang salah. 3. Memupuk sifat qanaah atau menerima dengan ikhlas semua pemberian Allah setelah berusaha dan berdoa. 4. Tidak cepat putus asa dalam menghadapi persoalan, dia sadar bahwa putus

34

asa adalah sifat orang yang kafir. 5. Ia akan mampu menerima kritik atau saran yang konstruktif. 6. Bersyukur atas nikmat pemberian Allah dan bersabar apabila ia mendapat cobaan. TUGAS Sebutkan sikap positif yang dapat muncul dari keimanan terhadap Allah! Allah memberi balasan sesuai dengan keadilan-Nya. Barang siapa berdosa dan bertobat serta tidak mengulangi keburukannya, ia akan diampuni oleh Allah karena Dia Maha Pengampun. Demikian pula ketika Allah menentukan suatu perintah kepada manusia. Allah memberi perintah sesuai dengan kondisinya. Allah merajai seluruh alam semesta. Artinya, kekuasaan Allah tidak ada batasnya. Dengan kekuasaan itu, Allah mengatur dan memimpin makhluk-Nya yang dilandasi sifat kesempurnaan-Nya. Tidak ada satu pun yang lepas dari kemahakuasaan-Nya. Allah menciptakan alam semesta beserta isinya berdasarkan perhitungan yang teliti dan tepat. Demikian pula perhitungan aural manusia selama di dunia. Baik atau buruk amal tersebut akan dibalas seadiladilnya di akhirat dan tidak sulit bagi Allah menghitungnya. Beriman kepada Allah swt. dengan sifat dan asma-Nya harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. IMTIHAN A. benar! 1. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang

Orang beriman kepada Allah dan rukun iman lainnya disebut.... a. Muttaqin d. Mukhlis b. Muhsin e. Mukmin c. Muslim Alah SWT. mustahil bersifat hudus karena Allah bersifat.... a. Qidam d. Baqa b. Qudrat e. Iradat c. Wahdaniah Allah SWT. bersifat baqa dan mustahil Dia bersifat.... a. Jahlun d. Ta’addud b. Fana e. Adam c. Ajzu Mustahil Allah bersifat jahlun karena Dia mempunyai sifat.... a. Ilmu d. Basar b. Hayat e. Kalam c. Sama’ Allah SWT. wajib bersifat wahdaniah sehingga mustahil Dia bersifat.... a. Ajzu d. Maut b. Karahah e. Fana c. Ta’addud

2.

3.

4.

5.

35

6. Ihtiyaju bigairih adalah mustahil bagi Allah berhajat kepada yang lain karena Dia mempunyai sifat wajib.... a. Wujud d. Qudrat b. Qidam e. Mukhalafatuhu lilhawadis c. Baqa

7.

َُ َ ُ َ ُ ْ ُ ‫قل هو ال احد‬

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah bersifat …. a. Qudrat d. Hayat b. Wahdaniah e. Sama' c. Ilmu 8. Karahah adalah mustahil bagi Allah karena Dia mempunyai sifat wajib yaitu.... a. Wahdaniah d. Ilmu b. Qudrat e. Hayat c. Iradat Arti ilmu adalah.... a. Kuasa b. Berkehendak c. Mengetahui

9.

d. Hidup e. Melihat

10.

Tidak mungkin Allah swt. bersikap maut karena Dia bersifat.... a. Wahdaniah d. Ilmu b. Qudrat e. Hayat c. Iradat Mustahil Allah bersifat ama karena Dia bersifat.... a. Qudrat d. Hayat b. Iradat e. Basar c. Ilmu Maha Berkehendak adalah salah satu sifat wajib bagi Allah yaitu.... Hayyan d. Mutakalliman Muridan e. Basiran Sami'an Allah disebut juga Al Hakim yang artinya.... Mahabijaksana Maha Menguasai Maha Pengampun Maha Merajai Maha Menghitung Arti dari Asmaul Husna adalah nama-nama yang.... Terkenal d. Baik Gagah e. Indah Suci Al Bari' adalah salah satu Asmaul Husna yang artinya....

11.

12. a. b. c. 13. a. b. c. d. e. 14. a. b. c. 15.

36

a. b. c. d. e. 16.

Maha perkasa Maha Penyantun Maha Pembuat Maha mulia Maha Pemberi

Al Azim artinya.... a. Maha agung b. Mahamulia c. Maha Penyayang

d. Maha Mengetahui e. Maha Pencipta

17. a. b. c. d. e.

QS An Nahl:90 memerintahkan kita untuk berbuat.... Jujur dan ikhlas Makruf nahi munkar Baik dan ramah Kebaikan dan ikhlas Adil dan baik

18. Allah swt. Maha Pengampun dan akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat karena Allah memiliki nama.... a. Al Hasib d. Al Hadi b. Al Malik e. Al Hakim c. Al Gaffar 19. Allah swt. memiliki nama Al Jabbar yang artinya .... a. Maha Mendengar d. Maha Merajai b. Maha Terpercaya e. Maha suci c. Maha kuasa

20.

َ ْ ِ ْ َِ ً َ ْ ِ ‫تسعة وتسعين‬
a. 100 b. 99
c. 999

Artinya.... d. 99,9 e. 9,99

B.

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Apakah yang dimaksud dengan iman? 2. Sebutkanlah sifat wajib bagi Allah beserta artinya! 3. Sebutkanlah sifat mustahil bagi Allah beserta artinya! 4. Jelaskanlah pengertian dari Asmaul Husna! 5. Apabila seseorang ingin memakai nama Asmaul Husna sebagai namanya, hendaknya ia mengawali dengan kata Abdun. Mengapa? Jelaskan! 6. Apakah maksud bahwa Allah swt bersifat jaiz? 7. Tulislah dalil naqli bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan! 8. Jelaskan pendapatmu mengapa tidak ada tuhan lain selain Allah swt.! 9. Apakah yang dimaksud dengan ahkamul hakimin? Jelaskan!

37

10. Jelaskan!

Bagaimana pendapatmu jika Allah swt. tidak bersifat adil?

38

Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyebutkan pengertian perilaku husnudzan 4.2. Menyebutkan contoh-contoh perilaku husnudzan terhadap Allah, diri sendiri, dan sesama manusia 4.3. Membiasakan perilaku husnudzan dalam kehidupan sehari-hari

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. Al Hujarat : 12

Q.S. Al Baqarah : 45

Q.S. Ali Imran 134 – 135

39

MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI
Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lain, bahkan dengan malaikat sekalipun. Kemuliaan manusia nampak ketika Allah SWT berkehendak menciptakan Adam sebagai Khalifah-Nya di muka bumi dengan misi beribadah kepada-Nya. Kehendak Allah tersebut berdasarkan perencanaan yang sangat matang, sehingga ketika para malaikat mempertanyakan rencana Allah tersebut, Allah menjawabnya:

“Sungguh Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 30) Namun kemuliaan itu sangat erat kaitannya dengan komitmen manusia itu sendiri dengan menjaga perilakunya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan Allah, dengan sesama manusia, maupun dengan makhluk Allah yang lain. Karena itu agar kemuliaan tetap terjaga, manusia harus tetap berperilaku yang baik (terpuji) atau ber akhlaqul karimah. Sebagaimana Nabi bersabda

﴾‫اكمل المؤمنين احسنهم خلقا ﴿رواه الترمذى‬
Artinya: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi)
Akhlakul karimah atau akhlaq terpuji adalah perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sang khaliq (Allah SWT), dengan sesama manusia dan dengan makhluk Allah yang lainnya. Dan diantara akhlak yang terpuji adalah : 1. Husnuzzan kepada Allah SWT 2. Husnuzzan terhadap diri sendiri 3. Husnuzzan kepada sesama manusia 1. HUSNUZZAN KEPADA ALLAH a. Pengertian Husnuzzan kepada Allah Husnuzzan artinya berprasangka baik atau biasa disebut positive thingking Husnuzzan kepada Allah artinya berprasangka baik kepada Allah SWT. yaitu selalu meyakini bahwa apa saja yang Allah berikan kepada manusia baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, pasti bermanfaat bagi menusia itu sendiri, Sebagaimana Firman-Nya

Artinya : “ .... Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran ; 191) Dan mengakui bahwa apa saja yang baik itu datangnya dari Allah, sedangkan yang buruk adalah dari diri manusia itu sendiri. Sebagaimana Firman-Nya :

40

Artinya : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri ... “ (QS.An-Nisa ; 79) Lawan dari husnuzzan adalah su’uzzan biasa disebut dengan negative thingking artinya berprasangka buruk. Su’uzzan kepada Allah berarti berprasangka buruk kepada Allah SWT, yaitu menganggap bahwa sumber segala bencana atau melapataka adalah Allah, dan manusia yang bersifat seperti ini tidak akan pernak mensyukuri nikmat Allah apapun bentuknya, sehingga tidak akan bisa hidup qana’ah. Husnuzzan kepada Allah SWT merupakan salah satu dari beberap macam keyakinan. Hal tersebut menurut keadaan manusia yang mengamalkan terbagi menjadi dua golongan, yaitu yang bersifat khusus dan yang bersifat umum. Yang termasuk khusus adalah golongan para ulama, orang-orang yang taat dan dekat kepada Allah SWT. Bagi orang yang khusus mengetahui betapa Allah SWT telah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada manusia dan dan makhluk lain dimuka bumi ini. Mreka telah merasakan kenikmatan dari sifat rahman ddan rahimnya Allah SWT, ia mlihat semuanya adalah anugerah dari Allah SWT juga., berprasangka baik (berhusnuzhan) ekpada Allah. Ia tidak berkeluh kesah terhadap apa saja yang menimpanya, seumpama musibah merenggut harta benda dan nyawa diri dan keluarganya. Ia menerima dengan syukur dan penuh harapan kepada Allah, bahkan mengharap ridha Allah atas kejadian dan peristiwa tersebut. Husnuzhan orang wam kepada Allah SWT, karena mereka telah erasakan dan menikmati pemberian Allah bagi dirinya dan alam semesta. Maka timbullah ras syukur dan terima kasih yang tak terhingga kapada Allah dengan diikuti kedekatan dan ketakwaan dalam ibadah dan amal. Berprasangka baik kepada Allah merupakan salah satu dasar utama manusia membangun hubungan dengan Allah SWT. Karena Allah SWT terhadap hambanya seperti yang hambanya sangkakan kepada-Nya, kalau seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah SWT maka buruklah prasangka Allah kepada orang tersebut, jika baik prasangka hamba kepada-Nya maka baik pulalah prasangka Allah kepada orang tersebut. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh bukhari mempertegas hal ini, Artinya : Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil“. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). Orang yang berbaik sangka kepada Allah tentu meiliki akhlak yang baik (sifat terpuji) karena selalu merasa dimana saja berada diawasi oleh Allah SWT.. Akhlak yang baik merupakan modal yang lebih berharga dibanding dengan modal harta kekayaan. Selain itu akhlak yang baik dapat meninggikan derajat dan martabat di hadapan manusia, sekaligus menyempurnakan iman kepada Allah SWT dan mendekatkan hubungan kita kepada-Nya. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya mengingatkan kepada kita:

﴾‫اكمل المؤمنين احسنهم خلقا ﴿رواه الترمذى‬

41

Artinya: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling
baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi) Dengan demikian husnuzzan kepada Allah SWT dapat tumbuh dan berkembang pada diri seseorang apabila dilandasi oleh aqidah atau keyakinan yang kuiat. Diantara sikap yang harus diwujudkan sebagai dasar dalam berhusnuzzhan kepada Allah adalah seperti berikut : 1). 2). 3). 4). 5). Meyakini bahwa allah itu Maha Esa ( Tauhid ) Bertakwa kepada Allah SWT Beribadah dan berdoa kepada Allah Berserah diri kepada Allah (tawakal) Menerima dengan ihlas semua keputusan Allah

b. Allah SWT.

Contoh-contoh

perilaku

husnuzzan

kepada

Diantara sikap perilaku terpuji yang dilaksanakan oleh orang yang berbaik sangka kepada Allah ialah syukur dan sabar.

1). Syukur
Kata syukur berasal dari bahasa Arab, yang artinya terima kasih. Menurut istilah, syukur ialah berterima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan karunia-Nya, melalui ucapan, sikap, dan perbuatan. Dengan kata lain syukur berarti mempergunakan nikmat Allah menurut yang dikehendaki oleh Allah, dan dalam istilah populernya dinamakan syukur nikmat. Sedangkan mempergunakan nikmat Allah tidak pada tempatnya ; unpama mata untuk melihat hal-hal yang dilarang oleh Allah atau yang haram, mulut untuk berbicara yang kotor, memperoleh rizki untuk berbuat kemaksiatan, bukan dinamakan syukur, tetapi kufur nukmat. Syukur seorang hamba kepada Allah adalah dengan memuji dan menyebut serta mempergunakan nikmat itu. Kebaikan sesuai dengan maksud Allah memberikan nikmat itu. Kebaikan seorang hamba kepada Tuhannya ialah ketundukan dan kepatuhan terhadap perintah Tuhannya. Sedangkan kebaikan Tuhan terhadap hambaNya ialah memberi nikmat itu dan memberikan taufik-Nya. Karena itu dapat dikatakan bahwa syukur hamba yang sebenarnya ialah menuturkan dengan lidahnya, mengakui dengn hatinya akan nikmat Tuhannya, dan mempergunakan nikmat itu sesuai yang dikehendaki Tuhannya. Dalam Al-Quran Allah SWT. menegaskan bahwa apabila manusia mensyukuri nikmat-Nya, maka Ia akan menambah nikmat itu, dan apabila manusia tidak berterima kasih atas nikmat-Nya, Allah akan mengurangi atau mencabut nikmat itu dari manusia sebagai hukuman kekufurannya. Sebagaimana firma-Nya :

Artinys : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” ( QS. Ibrahim ; 7 )

42

Pada umunya manusia itu lalai dan tidak manyadari nilai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, dan apabila nikmat itu telah dicabut oleh Allah dari padanya, maka barulah ia merasakan serta menyadarinya. Seperti nikmat kesehatan, sehat jasmani dan sehat rohani, dll dalam hidup dan kehidupannya. Allah berfirman :

Artinya : “Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS. An-Naml ; 40 ) Cara bersyukur kepad Allah SWT ialah dengan menggunakan segala nikmat karunia Allah SWT utnuk hal-hal yang diridai-Nya yaitu : 1). Bersyukur dengan hati, ialah mengakui dan menyadari bahwa segala nikmat yang diperoleh manusia, merupakan karunia Allah SWT semata. 2). Bersyukur dengan lidah, ialah mengucapkan Alhamdulillah, atau dengan kalimat zikir yang lain 3). Bersyukur dengan amal perbuatan, ialah melaksanakan shalat, beribadah haji, berbakti kepada kedua orang tua. 4). Bersyukur dengan harta benda, ialah membelanjakan hartanya di jalan Allah

2). Sabar
Sabar (ash shabr) dapat diartikan dengan “menahan” (al habs). Dari sini sabar dimaknai sebagai upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu untuk mencapai rida Allah. Perhatikan firman Allah berikut ini :

Artinya : “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), ( QS. Ar-Ra’d ; 22 ) Untuk mengetahui sampai dimana kadar iman seseorang kepada Allah SWT, maka Allah SWT selalu menguji, dan manusia tidak akan lepas dari segala ujian yang menimpanya, baik musibah yang berhubungan dengan pribadi, maupun yang menimpa pada sekelompok manusia atau bangsa. Terhadap semua ujian itu, maka hanya sabarlah yang memancarkan sinar dan memelihara seorang muslim dari jatuh kepada kebinasaan, memberikan hidayah dan menjaga dari putus asa.. Sabar adalah poros sekaligus asas segala macam kemuliaan akhlak. Muhammad Al Khudhairi mengungkapkan bahwa saat kita menelusuri kebaikan serta

43

keutamaan, maka kita akan menemukan bahwa sabar selalu menjadi asas dan landasannya.

• • • • •

‘Iffah [menjaga kesucian diri] misalnya, adalah bentuk kesabaran dalam menahan diri dari memperturutkan syahwat. Syukur adalah bentuk kesabaran untuk tidak mengingkari nikmat yang telah Allah karuniakan. Qana’ah [merasa cukup dengan apa yang ada] adalah sabar dengan menahan diri dari angan-angan dan keserakahan. Hilm [lemah-lembut] adalah kesabaran dalam menahan dan mengendalikan amarah. Pemaaf adalah sabar untuk tidak membalas dendam. Demikian pula akhlakakhlak mulia lainnya. Semuanya saling berkaitan. Faktor-faktor pengukuh agama semuanya bersumbu pada kesabaran, hanya nama dan jenisnya saja yang berbeda.

Melatih kesabaran bisa melalui beberapa cara, antara lain: • Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dengan memperbanyak ibadah; salat, puasa, terutama membaca ayat-ayat suci Alquran. Memperbanyak membaca Alquran bisa meredam nafsu marah/emosi. (Ingat kisah masuk Islamnya Umar bin Khatob karena lantunan bacaan ayat suci Alquran oleh saudara perempuannya) • Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dilarang agama; bersikap kasar, menyebar fitnah, dan perbuatan-perbuatan mungkar lainnya seperti minumminuman keras, berjudi, dan lain-lain. • Memilih lingkungan pergaulan. Memilih bergaul dengan orang-orang yang mempunyai akhlak yang baik, sabar dan senantiasa beribadah kepada Allah tentu akan lebih memberikan peluang besar untuk mengikuti kebiasaankebiasaan baik mereka dibanding bergaul dengan orang-orang yang mempunyai sifat-sifat sebaliknya

c.

Cara mewujudkan Husnuzzan kepada Allah

Husnuzzan kepadaAllah Swt. dapat diwujdkan dengan bersikap dan berperilaku sebagai berikut : • Bila kita melakukan sesuatu bersikap optimis, artinya usaha positif yang sedang dilakukannya dengan cara tawakal kepada Allah akan memperoleh pertolongan Allah sehingga berhasil. • Berdoa kepada Allah atas pengampunan dosa-dosanya, arinya seorang muslim yang telah berbuat salah tidak berputus asa akan tetapi memohon langsung pengampunan kesalahan kepada Allah SWT. • Berserah diri kepada Allah SWT (tawakal) • Tidak berkeluh kesah apalagi berputus asa apabila mendapat musibah, artinya jika telah mendapat musibah, maka kita bersikap menyadari bahwa musibah itu merupakan ujian dari Allah SWT • Bertakwa Kepada Allah SWT.

2. HUSNUZZAN TERHADAP DIRI SENDIRI
Husnuzzan (Berprasangka baik) kepada diri sendiri artinya senantiasa memandang positif (positive thingking) terhadap diri sendiri. Meyakini dan berusaha menggali segala

44

potensi kebaikan yang ada dalam diri kita untuk kemudian memanfaatkan sebesarbesarnya untuk kehidupan. Orang yang husnuzzan atau berbaik sangka terhadap diri sendiri, tetntu akan berperilaku terpuji terhadap dirinya sendiri, seperti percaya diri, gigih, berinisiatif, dan rela berkorban.

a.

Percaya diri

Percaya diri atau biasa disebut dengan istilah PD, harus dimiliki oleh orang-orang yang berakhlakul karimah, karena percaya diri termasuk sikap yang terpuji. Dengan percaya diri seseorang akan merasa yakin bahwa Allah SWT telah membekali kemampuan kepada hamba-Nya agar nantinya menjadi khalifah Allah yang berguna baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, karena dengan percaya diri seseorang akan berani mengeluarkan pendapat dan berani pula melakukan suatu tindakan. Orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi dan ia memiliki percaya diri yang kuat, tentu akan mengamalkan ilmunya dengan baik dan benar, sehingga akan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain, tetapi sebaliknya jika orang berilmu pengetahuan tinggi dan ia tidak mempunyai percaya diri yang kuat, tentu akan memperoleh kerugian dan mungkin malah bencana. Misalnya, seseorang yang memiliki ketrampilam mengemudi mobil, tetapi ia tidak percaya diri (mider) maka bisa terjadi kecelakaan dan mencelakakan orang lain. Orang yang percaya diri, juga akan melaksanakan kewajiban terhadap dirinya sendiri, misalnya akan menjaga kesehatan jasmani dan rokhaninya, dan memelihara dari dari bencana yang akan menimpanya.

b.

Gigih

Dalam kamus bahas Isdonesia, kata gigih berasal dari bahasa Minagkabau yang artinya keras hati, tabah, dan rajin. Menurut istilah gigih ialah usaha sekuat tenaga dan tidak putus asa untuk mencapai sesuatu walau harus menghadapi rintangan. Manusi adalah termasuk makhluk yang diwajibkan berusaha/ikhtiar dalam memenuhi hajat hidupnya, baik yang berhubungan dengan hidup di dunia maupun hidup di akhirat. Sesuatu yang kita harapkan tidak akan datang dengan sendirinya. Namun, hal itu harus diusahakan dengan sungguh-sunggh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan. Uasaha dangan gigih adalah usaha dengan sungguhsungguh, lahir dan batin untuk mencapai hasil yang yang dicita-citakan. Usaha lahir artinya berusaha sesuai dengan kemampuan tenaga, harta dan fikiran. Sedangkan usaha batin adalah berdoa / memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan keberhasilan dari yang sedang diusahakan. Sikap gigih yang disertai rasa optimis termasuk akhlakul karimah, yang hendaknya diterapkan antara lain dalam hal berikut : 1). Menuntut ilmu Menuntut ilmu disamping hukumnya wajib, ilmu juga akan bermanfaat bagi pemiliknya. Dan Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat orang yang memiliki ilmu pengatuah disamping orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman-Nya :

Artinya : “... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat ... . (QS. AlMujaadilah ; 11)

45

Ilmu pengetahuan itu dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu ilmu pengetahuan tentang agama Islam (Ilmu Hal ) dan ilmu pengetahuan umum (Ilmu Ghairu Hal). Ilmu pengetahuan tentang agama Islam memberikan pedoman hidup kepada umat manusia. Dengan pedoman itu diharapkan manusia tidak menempuh jalan yang sesat dan menuju kepada kebinasaan, tetapi sebaliknya dengan pedoman itu manusia akan menempuh jalan yang lurus yang diridai oleh Allah SWT. Ilmu pengetahuan umum bertujuan agar umat manusia dapat menggali, mengolah dan memanfaankan kekayaan alam, baik yang ada di darat dan di laut, maupun yang ada di udara. Kedua macam ilmu pengetahuan tersebut harus dipelajari secara sungguhsungguh dan rajin dengan dilandasi niat yang ikhlas karena Allah SWT, serta untuk memperoleh rida-Nya dan rahmat-Nya. Bila kedua macam ilmu tersebut sudah dikuasai, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan menjadikan pemiliknya memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Rosululloh SAW bersabda :

﴿ ‫َمن سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل ال له بِه طريقا إلى الجنة‬ ِ ّ َ ْ َِ ً ِ َ ِ ُ َ ّ َ ّ َ ً ْ ِ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ً ِ َ َ ََ ْ َ ُ ﴾ ‫رواه مسلم‬
Artinya : “Barang siapa melewati jalan dimana ia menuntut ilmu pada jalan itu, niscaya Allah memudahkan kapdanya jalan menuju sorga” (HR. Muslim) 2). Bekerja mencari rizki yang halal Orang Islam selain berkewajiban menunaikan ibadah kepada Allah (salat), juga berkewajiban mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seseorang yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya hasil usaha sendiri, kedudukannya di sisi Allah lebih baik dari orang minta-minta, yang keberadaannya dalam hidupnya menjadi beban orang lain. Bekerja mencari rezeki yang halal bisa melalui berbagai bidang usaha, misalnya : pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, transportasi, perburuhan, pertukangan dan perindustrian. Bekerja dalam bidang-bidang usaha seperti tersebut hendaknya dilakukan dengan gigih dan sungguh-sungguh dengan dilandasi niat yang ikhlas karena Allah SWT untuk memperoleh rida dan rahmat-Nya. Insya Allah dengan cara seperti ini, akan memperoleh hasil kerja yang optimal. Perhatikan firman Allah berikut ini :

Artinya : “... Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan ...” ( QS. Ar-Ra’du ; 11 )

3). Berinisiatif
Berinisiatif artinya berfikir dan bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah. Hal ini merupakan perilaku yang terpuji karena sifat tersbut mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menghindarkan sikap apriori. Dalam

46

berinisiatif selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi dan mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang bermanfaat baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain. Orang yang berinisiatif disebut inisiator, yaitu mereka yang memiiki gagasan atau prakarsa untuk membangun atau mengerjakan sesuatu yang baru dan positif guna kepentingan bersama. Inisiatif yang positif dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti bidang pendidikan dan pengajaran, bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang politik dan ekonomi, bidang keamanan dan ketertiban, bidang pertanian dan perikanan, serta bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Orang mukmin yang memiliki pengetahuan yang tinggi dalam bidang apapun, hendaknya memiliki banyak inisiatif, untuk kepentingan dan kemajuan umat manusia, agar keadaan umat manusia terus meningkat kearah yang lebih baik dan lebih maju. Misalnya melalui ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat memprodusi alat-alat pertanian dan perikanan yang canggih, yang belum ada, untuk meningkat hasil pertanian dan perikanan. Upaya untuk menumbuhkan jiwa berinisiatif agar mampu bersikap mandiri dapat ditempuh melalui barbagai cara sebagai berikut :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Bekerja sesuai keadaan dan bakat masing-masing (QS. Al-Isra ; 84) Bekerja keras secara sungguh-sungguh ( QS. An-Nisa ; 100) Tidak ikut-ikutan tanpa dasar dan tanpa ilmu pengetahuan (QS. Al-Isra ; 36) Senantiasa menggunakan akal dalam bertindak (QS. Yunus ; 100) Membiasakan perilaku kearah yang lebih baik Mencari ide atau cara baru yang lebih baik

4). Rela berkorban
Rela berkorban maksudnya adalah bersedia dan ikhlas memberikan sesuatu (tenaga, harta, ide/pemikiran) untuk kepentingan orang lain atau masyarakat, meski kadang-kadang hal itu bisa membuat dirinya sendiri menjadi susah atau menderita. Perilaku egois (mementingkan diri sendiri), hedonis (mengutamakan kesenangan duniawi), dan materialistis (mementingkan materi semata) adalah lawan dari sikap rela berkorban yang harus kita hindari. Dalam Alquran dinyatakan bahwa, jika ingin sampai kepada kebaikan yang sempurna salah satunya adalah kita harus rela memberikan sebagian dari harta benda kita untuk perjuangan membela agama, juga kepada fakir miskin.

Artinya : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya“.(QS. Ali Imran ; 92).

3.

HUSNUZZAN TERHADAP SESAMA MANUSIA
Husnuzzan kepada sesama manusia maksudnya, senantiasa memandang dan berprasangka bahwa orang lain tidak mempunyai maksud jahat kepada kita. Selalu mengedepankan dan memilih untuk merespon positif segala sesuatu yang terjadi walau di tengah lingkungan yang paling buruk sekalipun.

a.

Contoh-contoh Perilaku husnuzzan Terhadap Sesama Manusia Tindakan seseorang sangat tergantung pada alam pikirannya. Jika alam pikiran seseorang senantiasa dijejali oleh prasangka buruk, maka dalam pergaulan

47

dan kehidupan bermasyarakatnya akan selalu dipenuhi perasaan curiga pada orang lain, seterusnya akan melahirkan sikap tertutup, tidak mau berbagi informasi dan bekerja sama karena menganggap bahwa orang lain adalah musuh yang sangat berbahaya. Pada akhirnya prasangka buruk (negatif) ini akan berdampak pada diri sendiri juga, yaitu turunnya kinerja, karena tidak ada teman untuk berbagi dan bekerja sama, peluang akan banyak terlewatkan karena orang lainpun akan cenderung menjauh dari kita, bahkan bisa tersingkir dalam pergaulan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perilaku sebagai cerminan ¥usnu§an terhadap sesama manusia antara lain akan terlihat dari sikap seseorang dalam memperlakukan orang lain. Orang yang selalu ber¥usnu§an akan memperlakukan orang lain dengan baik dan menghilangkan sikap curiga. Senang bekerja sama, bertukar pendapat, dan terbuka, juga termasuk perilaku orang yang suka ber¥usnu§an kepada sesama manusia. b. Praktik Perilaku husnuzzan Terhadap Sesama Manusia Agar hidup kita bisa tenang dan damai, orang di sekeliling kita juga merasa tenang, damai, dan bahagia hidup bersama dengan kita maka perilaku husnudzon terhadap sesama manusia amat penting untuk dipraktikkan. Karena prasangka positif (husnudzon) terbukti secara efektif mampu merangsang seseorang untuk menunjukkan sikap/perilaku dan prestasi terbaiknya. Berusahalah untuk senantiasa menjadi motivator bagi orang lain dalam menemukan jati dirinya yang positif lewat prasangka positif (husnudzon) yang senantiasa kita lekatkan kepada mereka. Bantulah temanmu untuk melihat dan menemukan hal-hal positif (mujur) di dalam dirinya. Mungkin tulisannya yang indah, suaranya yang bagus, kepandaiannya melukis, atau yang lainnya. Pada hakikatnya, ketika kita berhasil untuk selalu Husnuzzan kepada Allah SWT, kemudian kepada diri sendiri, maka untuk berhuusnuzan kepada sesama manusia sesungguhnnya akan menjadi lebih mudah dilakukan. Jika masing-masing orang mempraktikkan perilaku husnuzzan, baik husnuzzan kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sesama manusia dalam kehidupan sesari-hari baik secara pribadi, di keluarga, dan di masyarakat, insya Allah ketentraman, kedamaian, dan kehidupan yang penuh rahmat dan kasih sayang akan bisa kita raih, dan pada akhirnya akan mendapat rida dari Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak. Alangkah indah dan damainya jika setiap pribadi bisa menjadikan dirinya seperti air, yang senantiasa mengalir dan memberi kesejukan bagi orang lain.

4. SIKAP TERPUJI TERHADAP MAKHLUK HIDUP SELAIN MANUSIA
Al-Quran dan Al-Hadits mengandung nilai-nilai ajarang Islam yang sangat lengkap, ajaran tersebut menjadi pedoman hidup dan mengatur berbagai segi kehidupan umat manusia. Selain ajaran akhlakul karimah terhadap Pencipta alam semesta ini, terhadap sesama manusia, kita wajib berakhlakul karimah kepada makhluk Allah yang lain. Ruang lingkup akhlakul karimah mengatur juga tentang bagaimana seorang muslim melakukan komunikasi atau bersikap terpuji terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang, lingkungan alam, dan terhadap makhluk ghaib. a. Sikap terpuji terhadap tumbuh-tumbuhan Dengan diciptakan-Nya tumbuh-tumbuhan merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT bagi manusia, karena sebagian besar makanan manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan, demikian pula makanan binatang-binatang ternak, sebagian besar adalah tumbuh-tumbuhan yang bermacam-mcam jenisnya. Perhatikan firman Allah berikut ini :

48

Artinya : “ Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuhtumbuhan yang bermacam-macam.” ( Q.S. Thaha : 53 ) Disamping itu, manusia mendapat tugas dari Allah SWT untuk mengelola dan memakmurkan bumi, sebagaiman dijelaskan dalam firman-Nya :

           
Artinya : “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya” (QS. Hud ; 61) Allah SWT menciptakan segala jenis tumbuh-tumbuhan dengan sengaja untuk kepentingan makhluk-Nya terutama umat manusia, Dan ternyata hampir semua jenis tumbuh-tumbuhan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, ada yang dijadikan bahan bangunan, dibuat obat-obatan, untuk hiasan, untuk bahan makanan, untuk bahan membuat perkakas dan perabotan rumah tangga, dan masih banyak lagi yang lainnya. Disamping itu tumbuh-tumbuhan juga sangat bermanfaat untuk keindahan lingkungan, dan juga sebagian ada yang dijadikan makanan ternak peliharaan seperti kambing, sapi, kerbau dan lain-lain. Mengingat betapa besar manfaat dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan tersebut, maka sudah selayaknya manusia bertanggung jawab dan berkewajiban untuk merawat nya, menyayangi, dan melestarikannya. Terutama tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan bahan makanan seperti padi, jagung, gandum selalu membutuhkan perawatang yang intensif. b. Sikap terpuji terhadap binatang (hewan)

Sebagaimana tumbuh-tumbuhan, binatang juga diciptakan untuk kepentingan hidup umat manusia. Berbagai jenis binatang ciptaan Allah, ada yang jinak, ada yang liar, ada yang buas, ada yang hidupnya di laut, ada yang di darat dan yang terbang di angkasa. Semua jenis binatang itu sengaja diciptakan Allah SWT untuk kemanfaatan makhluk-Nya, terutama umat manusia. Diantara binatang-binatang itu ada yang dipelihara dan diternakkan manusia, karena kemanfaatannya yang langsung dirasakan seperti ayam, itik, kambing, sapi, kerbau, kuda, lebah dsb. Manfaat-manfaat binatang ternak tersebut ada yang dimakan dagingnya, diminum susunya, bulunya untuk pakaian, kulitnya untuk sepatu, tas, jaket. Lebah menghasilkan madu untuk obat, bahkan kotoran binatang masih bisa dimanfaatkan yaitu untuk pupuk tanaman. Cara mnyeyangi binatang-binatang itu antara lain : 1). Hewan-hewan piaraan hendaknya diperlakukan dengan baik, misalnya dibuatkan tempat atau kandang yang layak, diberi makan dan minum yang cukup, diobati kalau sakit, kalau kendak disembelih atau dibunuh hendahlah disenbelih atau dibunih dengan cara yang baik pula.

49

2).

3).

Binatang yang kebetulan membutuhkan pertolongan hendaknya ditolong. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairoh ra yang diriwayatkan oleh Muslim dijelaskan bahwa seseorang yang memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan, memperoleh pahala dan ampunan dosa dari Allah SWT. Jangan melakukan penyiksaan-penyiksaan terhadap binatang. Rosulullah SAW melarang umatnya menyiksa induk burung dengan mengambil anaknya, dan juga melarang menjadikan anak burung sebagai bahan mainan, melarang menjadikan binatang sebagai sasaran dalam latihan memanah, larangan untuk memberi cap atau tanda dengan besi yang dibakar pada binatang dan melarang untuk mengurung kucing tanpa diberi makan sampai mati kelaparan. Binatang ternak yang akan dimakan dagingnya tentu harus disembelih lebih dahulu. Menyembelih hewan pun ada peraturannya agar hewan yang disembelih tidak tersiksa. Diantara peraturan tersebut antara laian, ketika akan menyembilih hendaknya memakai alat yang tajam, dan sebelum disembelih, binatang tersebut hendaknya diberi makan sampai kenyang. Ketika menyembelih jangan lupa menyebut nama Allah agar digingnya halal dimakan. Semua ini menunjukkan sikap perilaku baik kita kepada binatang. Perhatikan sabda Rasulullah SAW.

4).

َ َ ْ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ َ َ َ َ ْ ِْ َ َ َ َ ّ ِ ‫إن ا ّ كتب الحسان على كل شيء فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة‬ ‫ل‬ ﴿ ‫وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح وليحد أحدكم شفرته فليرح ذبيحته‬ ُ ََ َِ ْ ِ َُْ ُ ََ ْ َ ْ ُ ُ َ َ ّ ِ َُْ َ ْ ّ ُ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َِ ﴾ ‫رواه مسلم‬
Artinya : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik atas segala sesuatu, maka apabila kamu membunuh (hewan) hendaklah membunuh dengan baik, dan apabila kamu menyembelih maka sembelihlah dengan baik, dan hendaklah kamu menajamkan pisaumu, dan hendaklah binatang sembelihan itu disenangkan (dengan cara memberimakan sebelum disembelih)” (HR. Muslim) c. Sikap terpuji Terhadap Lingkungan Alam

Agama Islam adalah rahmat Allah untuk semesta alam yang artinya rahmat tersebut bukan hanya untuk manusia saja tetapi juga untuk makhluk hidup selain manusia yaitu alam dan lingkungan hidup. Berakhlak kepada lingkungan hidup adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitar. Alam dan lingkungan yang terkelola dengan baik dapat memberi manfaat yang berlipat-lipat. Sebaliknya, alam yang dibiarkan atau hanya di ambil manfaatnya akan mendatangkan mala petaka bagi manusia. Kita dapat menyeksikan dengan jelas bagaimana akibat yang ditimbulkan oleh akhlak yang buruk terhadap lingkungan seperti hutan yang di eksploitasi tanpa batas sehingga melahirkan mala petaka kebakaran hutan yang menghancutkan tanaman hutan dan habitat hewan-hewannya. Ekploitasi kekayan laut tanpa memperhitunggkan kelestarian ekologi laut telah menimbulkan kerusakan hebat, baik habitat hewan maupun tumbuhtubuhannya. Sayangnya semua itu dilakukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi yang bersifat sementara, namun akibatnya mendatangkan kerusakan alam yang parah dan tidak bisa direhabilitasi dalam waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Kerusakan alam dan ekosistem di lautan dan di daratan terjadi akibat manusia tidak menyadari sifatnya yang sombong, egois, rakus, dan angkuh yang merupakan bentuk akhlak terhadap lingkungan yang sangat buruk dan tidak terpuji. Padahal tujuan diangkatnya manusia sebagai khalifah di muka bumi yaitu sebagai wakil Allah yang seharusnya bertugas mamakmurkan, mengelola, dan melestarikn alam. Perkatikan Firman Allah SWT Q.S. Ar Rum : 41 :

50

Artinya : telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). d. Sikap Terpuji terhadap Makhluk Gaib

Dengan Qudrat dan Iradat-Nya Allah SWT telah menciptakan makhluk yang tampak dilihat dengan mata (syahadah) seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dsb, dan juga telah menciptakan makhluk yang tidak tampak oleh penglihatan mata (gaib) seperti malaikat, jin, setan dan iblis. Jin adalah termasuk makhluk gaib yang keberadaannya wajib kita imani, karena Allah SWT menciptakannya dengan tujuan untuk beribadah. Sebagaimana Firman-Nya :

Artinya : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. “ (QS Az-Zariyat ; 56) Perlu kita ketahui bahwa selain ada jin yang taat dan patuh kepada Allah SWT, ada pula jin yang tidak patuh dan tidak taat kepada Allah SWT, diantaranya adalah iblis atau setan. Keduanya adalah makhluk Allah SWT yang asalnya diciptakan dari api yang sngat panas, jauh sebelum diciptakannya Nabi Adam as. RANGKUMAN  Husnuzzan artinya berbaik sangka, yang keblikannya adalah suuzan. Keduanya merupakan bisikan jiwa yang akan melahirkan sikap, ucapan dan perbuatan nyata. Husnuzzan merupakan sikap mental terpuji, yang mendorong pemiliknya untuk bersikap, bertutur kata, dan berbuat yang baik dan bermanfaat. Sedangkan suuzan termasuk sikap mental tercela yang mendorong pemiliknya untuk bersikap dan berperilaku buruk yang merugikan  Husnuzzan hendaknya diterapkan dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama manusia.

LATIHAN
Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang benar dan tepat ! 1. Sebagian prasngka itu adalah dosa, demikian tercantum dalam QS .... a. Al-Hujurat ; 12 d. Ibrahim ; 34 b. Al-Maidah ; 2 e. Al-Baqarah ; 125 c. At-Tien ; 4 Berikut ini adalah cara-cara bersyukur kepada Allah SWT, kecuali ... a. membaca hamdalah b. mengerjakan salat lim waktu c. mempercayai kebenaran rukun iman d. belajar dan mengajar Al-quran e. berpuasa sepanjang masa

2.

51

3.

Berikut ini termasuk sikap husnuzzan kepada Allah, kecuali ... a. bersyukur bila memperoleh nikmat b. bersabar bila menderita musibah c. berusaha dan berdoa agar kebutuhannya terpenuhi d. Senantiasa bertawakal kepada Allah e. dengan sengaja berbuat dosa karena Allah maha pengampun Larangan berputus asa dari rahmat Allah terdapat dalam QS. ... a. Al-Bayyinah ; 35 b. Yusuf ; 87 c. Al-Baqarah ; 195 d. Al-jumu’ah ; 10 e. Al-Maaidah ; 2 Contoh perilaku dari berburuk sangka pada diri sendiri ialah ... a. berani mengeluarkan pendapat dan berbuat b. benyak brinisiatif yang positif c. tidak mau berkenalan dan bergaul dengan tetangga d. gigih dalam mencari rizki yang halal e. rajin belajar dan giat mencari ilmu Dibawah ini adalah ungkapan-ungkapan orang yang husnuzzan kapada Allah, kecuali .... a. “Alhamdulillah, hujan telah turun” b. “ Allah tidak sia-sia menciptakan sesuatu c. “Alhamdulillah , saya selamat dari kecelakaan” d. “ Untung dia tidak meninggal walaupun dia cacad “ e. “Mengapa hanya saya saja yang brnasib begini” Dibawah ini adalah hikmah husnuzzan, kecuali .... a. hidup menjadi tenang, tenteram, dan damai b. hati menjadi bersih c. senantiasa bersyukur kepada Allah d. bisa menimbulkan rasa pesimis e. jauh dari perselisihan atau perpecahan Berprasangka baik disebut ... a. su’uzzan b. husnuzzan c. curiga d. zalim e. hasud

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Untuk menumbuhkan sikap iisiatif agar dapat mandiri, caranya seperti dibawah ini, kecuali .... a. bekerja tepat waktu b. beramal atau bekerja menurut keadaan bakat dan tabiat c. bekerja keras secara sungguh-sungguh d. senantiasa menggunakan akal e. berusaha jadi pionir dan kreatif Kerusakan alam dan ekosistem di lautan dan di daratan adalah akibat ... a. manusia b. binatang liar c. bencana alam d. rahmat Allah e. perbuatan iblis

10.

52

Jawablah pertanyaan ini dengan jelas dan benar ! 1. 2. 3. 4. 5. Apakah yang kamu ketahui tentang husnuzzan, jelaskan Apa yang kamu ketahui tentang gigih dan optimis, jelaskan Bagaimana sikap yang baik terhadap lingkungan, jelaskan sebutkan cara untuk menumbuhkan sikap inisiatif Jelaskan cara bersikap terpuji terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan.

53

Standar Kompetensi : 5. Memahami sumber hukum Islam, hukum taklifi, dan hikmah ibadah Kompetensi Dasar : 5.1. Menyebutkan pengertian, kedudukan dan fungsi Al Qur’an, Al Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam 5.2. Menjelaskan pengertian, kedudukan, dan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam 5.3. Menerapkan ibadah sesuai petunjuk agama dalam kehidupan sehari-hari 5.4. Menerapkan hukum taklifi dalam kehidupan sehari-hari

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

a.

Q.S. Al Maidah : 8

b.

Q.S. Al A’raf : 1 - 4

c.

Q.S. Al Isra’ : 9

54

GAMBAR

IFTITAH

Secara sederhana hukum artinya seperangkat peraturan tentang tingkah laku manusia yang diakui oleh sekelompok masyarakat, yang disusun oleh orang yang diberi wewenang dan berlaku mengikat bagi anggotanya. Bila dikaitkan dengan Islam, maka hukum Islam berarti seperangkat peraturan yang berdasarkan wahyu Allah SWT; dan sunnah Rasulullah saw; yang mengatur tentang tingkah laku manusia yang dibebankan kepada setiap mukallaf dan mengikat semua orang yang beragama Islam. Orang yang hidupnya dibimbing syari'ah (hukum Islam) akan melahirkan kesadaran untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Allah SWT; dan rasulNya, sebab hukum Islam pasti selaras dengan fitrah manusia sehingga siapapun yang bertahkim kepada hukum Islam pasti manusia akan selamat di dunia dan akherat. Sumber hukum dalam Islam, ada yang disepakati (muttafaq) para ulama dan ada yang masih dipersilisihkan (mukhtalaf). Adapun sumber hukum Islam yang disepakati jumhur ulama adalah Al Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Para Ulama juga sepakat dengan urutan dalil-dalil tersebut di atas (Al Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas). Keempat sumber hukum yang disepakati jumhur ulama yakni Al Qur’an, Hadist, Ijma’ dan Qiyas MATERI POKOK A. SUMBER HUKUM ISLAM 1. Al-Qur'an Menurut bahasa Al-Qur'an berarti "bacaan" (dari asal kata" ‫ .) ”قرأ‬Menurut istilah Al-Qur'an ialah "kumpulan wahyu Allah SWT, yang yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dengan perantaraan malaikat Jibril yang dihimpun dalam sebuah kitab suci untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia dan membacanya termasuk ibadah". Al-Qur'an merupakan sumber hukum Islam yang pertama dan utama. Sebagaimana firman Allah SWT, :

Artinya : " Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasulNya serta ulil amri diantaramu ". ( An-Nisa:59 ) Sebagai sumber hukum Islam Al-Qur'an mengandung 3 pokok pengetahuan hukum yang mengatur tentang kehidupan umat manusia yaitu : a. Hukum yang berkaitan dengan aqidah, yakni ketetapan tentang wajib beriman kepada Allah SWT, Malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul, hari akhir dan takdir.

55

b. Tuntunan yang berkaitan dengan akhlaq (budi pekerti), yaitu ajaran agar
seorang muslim memiliki sifat mulia dan menjauhi sifat tercela.

c. Hukum yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia yang terdiri dari
ucapan, perbuatan, perjanjian dan lain-lain. Hukum yang berkaitan dengan amal perbuatan ini terbagi menjadi dua yaitu :  Yang mengatur tindakan manusia dalam hubungannya dengan Allah SWT, yang disebut ibadah. Seperti sholat, puasa, haji, nadzar, sumpah dan lain-lain.  Yang mengatur tindakan manusia baik individu atau kelompok yang disebut dengan muamalah (amal kemasyarakatan). Seperti perjanjian, hukuman (pidana), ekonomi, pendidikan, pernikahan dan semacamnya. Fungsi dan Kedudukan Al-Qur'an. a. Sebagai mu'jizat Nabi Muhammad saw. b. Sebagai dasar dan sumber hukum Islam yang pertama. c. Sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. d. Sebagai pembawa berita gembira dan kebenaran yang mutlak. e. Sebagai obat penawar hati bagi orang-orang yang beriman. f. Membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab terdahulu. 2. Al-Hadits Hadits menurut bahasa artinya "perkataan". Menurut istilah hadits ialah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan atau ketetapan (taqrir) Nabi. Bersadarkan definisi tersebut, maka hadits dibagi menjadi 3 bagian yaitu hadits qouliyah (perkataan Nabi saw;), hadits fi'liyah (perbuatan Nabi saw;) dan hadits taqriri (katetapan Nabi saw;). Sedangkan menurut kwalitasnya hadits di bagi menjadi 2 bagian : a. Hadits maqbul (dapat diterima sebagai pedoman) yang mencakup hadits shoheh dan hadits hasan. b. Hadits mardud (tidak dapat diterima sebagai pedoman) yang mencakup hadits dhaif (lemah) dan hadits maudlu' (palsu). Usaha seleksi diarahkan kepada 3 unsur hadits yaitu : a. Matan (isi hadits). Suatu isi hadits dapat dinilai baik apabila tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, hadits lain yang lebih kuat, fakta sejarah dan prinsip-prinsip ajaran Islam. b. Sanad (persambungan antara pembawa dan penerima hadits).Sanad dapat dinilai baik apabila antara pembawa dan penerima benar-benar bertemu bahkan berguru. c. Rowi (orang yang meriwatkan hadits). Seorang dapat diterima haditsnya apabila memenuhi syarat-syarat : 1) Adil yaitu orang Islam yang baligh dan jujur, tidak pernah berdusta dan membiasakan berbuat dosa. 2) Afidh yaitu kuat hafalannya atau mempunyai catatan pribadi yang dapat dipertanggung jawabkan. Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah SWT:

56

Artinya : "Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah". (Al-Hasyr : 7) Kedudukan dan Fungsi Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam. a. Memperkuat hukum-hukum yang telah ditentukan oleh Al-Qur'an. Misalnya : Allah SWT, berfirman yang artinya : "Dan jauhilah perkataanperkataan dusta ". (al-Hajj:30). Kemudian firman Allah SWT, tadi dikuatkan oleh hadits yang artinya : "Awas! jauhilah perkataan dusta". (HR. Bukhori Muslim). b. Memberikan rincian dan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang masih bersifat umum. Contoh: Allah SWT, berfirman yang artinya: "Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah dan daging babi". (Al-Maidah:3). Kemudian Rasulullah saw, menjelaskan bahwa ada bangkai yang boleh dimakan yaitu ikan dan belalang. Seperti sabda Nabi saw, yang artinya : "Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah, adapun dua macam bangkai adalah ikan dan belalang, sedang dua macam darah adalah hati dan limpha". (HR. Ibnu Majah). c. Menetapkan hukum atau aturan-aturan yang tidak didapati dalam AlQur'an. Misalnya cara menyucikan bejana yang dijilat anjing. Rasulullah saw, bersabda yang artinya : "Sucikanlah bejanamu yang dijilat anjing, dengan menyucikan sebanyak tujuh kali salah satunya dicampur dengan tanah". (HR. Muslim). 3. Ijtihad Ijtihad ialah berusaha keras atau bersungguh-sungguh untuk memecahkan suatu masalah yang tidak ada ketetapannya baik dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits, serta berpedoman kepada cara-cara menetapkan hukum yang telah ditentukan. Ijtihad dapat dijadikan sebagai sumber hukum Islam yang ketiga. Landasannya berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Shahabat Nabi Saw Muadz ibn Jabal ketika diutus ke Yaman sebagai berikut : “Dari Muadz ibn Jabal ra bahwa Nabi Saw ketika mengutusnya ke Yaman, Nabi bertanya: “Bagaimana kamu jika dihadapkan permasalahan hukum? Ia berkata: “Saya berhukum dengan kitab Allah”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam kitab Allah” ?, ia berkata: “Saya berhukum dengan sunnah Rasulullah Saw”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam sunnah Rasul Saw” ? ia berkata: “Saya akan berijtihad dan tidak berlebih (dalam ijtihad)”. Maka Rasul Saw memukul ke dada Muadz dan berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah sepakat dengan utusannya (Muadz) dengan apa yang diridhai Rasulullah Saw”. (HR.Tirmidzi) Hal yang demikian dilakukan pula oleh Abu Bakar ra apabila terjadi kepada dirinya perselisihan, pertama ia merujuk kepada kitab Allah, jika ia temui hukumnya maka ia berhukum padanya. Jika tidak ditemui dalam kitab Allah dan ia mengetahui masalah itu dari Rasulullah Saw,, ia pun berhukum dengan sunnah Rasul. Jika ia ragu mendapati dalam sunnah Rasul Saw, ia kumpulkan para shahabat dan ia lakukan musyawarah. Kemudian ia sepakat dengan pendapat mereka lalu ia berhukum memutus permasalahan. Bentuk-bentuk Ijtihad. a. Ijma’, yaitu kesepakatan pendapat para ahli mujtahid dalam segala zaman mengenai hukum syari'ah. Misalnya: Kesepakatan para ulama dalam membukukan Al-Qur'an pada waktu kholifah Usman bin Affan.

57

b. Qias, yaitu menetapkan suatu hukum terhadap suatu masalah yang
tidak ada hukumnya dengan kejadian lain yang ada hukumnya karena eduanya terdapat persamaan illat (sebab-sebabnya). Misalnya: Menyamakan hukum minum bir dan wisky adalah haram diqiaskan dengan munum khamr yang sudah jelas hukumnya dalam Al-Qur'an. c. Istikhsan, yaitu menetapkan suatu hukum terhadap masalah ijtihadiyah berdasarkan prinsip-prinsip kebaikan. Misalnya: Dokter lakilaki melihat aurot wanita yang bukan muhrimnya saat wanita tersebut akan melahirkan anaknya. d. Masholihul Mursalah, yaitu menetapkan suatu hukum terhadap suatu masalah ijtihadiyah atas dasar kepentingan umum. Misalnya: pengenaan pajak terhadap orang-orang kaya. A. HUKUM TAQLIFI Pengertian. Hukum taqlifi ialah khitab (titah) Allah SWT atau sabda Nabi Muhammad SAW yang mengandung tuntutan, baik perintah melakukan atau larangan. Hukum taqlifi ada lima bagian yaitu : 1. Ijab, artinya mewajibkan atau khitab (firman Allah) yang meminta mengerjakan dengan tuntutan yang pasti. 2. Nadab (anjuran), artinya menganjurkan atau khitab yang mengandung perintah yang tidak wajib dituruti. 3. Karohah (memakruhkan) yaitu titah/ khitab yang mengandung larangan, tetapi tidak harus dijauhi. 4. Ibahah (membolehkan), yaitu titah/khitab yang membolehkan sesuatu untuk diperbuat atau ditinggalkan. Adapun yang berhubungan dengan hukum taqlifi antara lain : a. Mahkum ‘alaihi (yang dikenai hukum) ialah orang mukallaf yakni orang-orang muslim yang sudah dewasa dan berakal, dengan syarat ia mengerti apa yang dijadikan beban baginya. Orang gila, orang yang sedang tidur nyenyak, anak yang belum dewasa dan orang-orang yang terlupa tidak dikenai taklif (tuntutan). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Artinya: “Pena itu telah diangkat (tidak dipergunakan untuk mencatat) amal perbuatan 3 orang : (1) orang yang tidur hingga ia bangun, (2) anak-anak hingga ia dewasa dan (3) orang gila hingga ia sembuh kembali”. (Hr. Ashabus Sunan dan Hakim) Demikian pula orang yang lupa disamakan dengan orang yang tidur yang tidak mungkin mematuhinya apa yang ditaqlifkan. b. Hakim (yang menetapkan hukum) ialah Allah SWT dan yang memberitahukan hukum-hukum Allah SWT adalah para rasulNya. Dan sesudah seruan sampai kepada yang di tuju maka syariatnya menjadi hukum. c. Mahkum bihi (yang dibuat hukum) yaitu perbuatan mukallaf yang berhubungan (bersangkutan) dengan hukum yang lima yang masing-masing adalah : 1. Yang berhubungan dengan ijab dinamai wajib. 2. Yang berhubungan dengan nadab dinamai mandub/sunah. 3. Yang berhubungan dengan tahrim dinamai haram. 4. Yang berhubungan dengan karohah dinamai haram.

58

5. Yang berhubungan dengan ibahah dinamai mubah. Dari kelima hukum tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Wajib, ialah suatu yang harus dikerjakan dan pelakunya mendapat pahala, bila ditinggalkan maka pelakunya mendapat dosa. Adapun macam-macam wajib adalah sebagai berikut :  Wajib Syar’i yaitu suatu ketentuan yang apabila dikerjakan mendatangkan pahala dan bila tidak dikerjakan berdosa.  Wajib Aqli yaitu suatu ketetapan hukum yang harus diyakini kebenarannya karena masuk akal dan rasional.  Wajib ‘Aini yaitu suatu ketetapan yang harus dikerjakan oleh setiap muslim seperti : sholat 5 waktu, puasa bulan ramadhan, sholat jum’at dan lainnya.  Wajib kifayah yaitu suatu ketetapan apabila telah dikerjakan oleh sebagian muslim maka muslim yang lain terlepas dari kewajiban, seperti mengurus jenazah.  Wajib Mu’ayyanah yaitu suatu keharusan yang telah ditetapkan macam tindakannya seperti wajibnya berdiri dalam sholat bagi yang mampu.  Wajib mutlaq yaitu suatu kewajiban yang tidak ditentukan waktu pelaksanaan-nya, seperti membayar denda sumpah.  Wajib Aqli Nadzari yaitu kewajiban mempercayai suatu kebenaran dengan memahami dalil-dalilnya atau penelitian yang mendalam, seperti mempercayai eksistensi Allah SWT.  Wajib Aqli Dharuri yaitu kewajiban mempercayai suatu kebenaran dengan sendirinya tanpa dibutuhkan dalil-dalil tertentu. 2) Haram, ialah sesuatu yang apabila dilakukan pelakunya mendapat dosa dan bila ditinggalkan pelakunya mendapat pahala. Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bila ditinggalkan perbuatan itu pelakunya akan mendapat pahala dan bila dilaksanakan berdosa. Haram ada dua macam, yaitu: a. Haram li-dzatihi, yaitu perbuatan yang diharamkan oleh Allah, karena bahaya tersebut terdapat pada perbuatan itu sendiri. Sebagai contoh makan bangkai, minum khamr, berzina, dll. b. Haram li-ghairi/aridhi, yaitu perbuatan yang dilarang oleh syariat dimana adanya larangan tersebut bukan terletak pada perbuatan itu sendiri, tetapi perbuatan tersebut dapat menimbulkan haram li-dzatihi. Sebagai contoh jual beli memakai riba, melihat aurat wanita, dll 3) Mubah, ialah sesuatu yang apabila dilakukan dan ditinggalkan tidak berdosa. 4) Sunat atau Mandub, ialah sesuatu yang apabila dikerjakan pelakunya mendapat pahala dan bila ditinggalkan tak berdosa. Adapun macammacam suant adalah sebagai berikut :  Sunat Muakkad yaitu sunat yang sangat dianjurkan, seperti sholat Idhul Fitri dan Idhul Adha.  Sunat Ghoiru Muakkad yaitu suant biasa seperti memberi salam.  Sunat Hae’at yaitu sunat yang sebaiknya dikerjakan seperti mengangkat tangan ketika takbir dalam sholat.  Sunat Ab’at yaitu perkara-perkara yang kalau terlupakan harus mengganti dengan sujud syahwi. 5) Makruh, ialah sesuatu yang apabila dikerjakan pelakunya tidak berdosa tetapi bila ditinggalkan pelakunya mendapat pahala.

59

Kedudukan dan Fungsi Hukum Taqlifi. Kedudukan hukum taqlifi dalam Islam adalah untuk mengetahui hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan amal perbuatan mukallaf, baik yang menyangkut wajib, sunat,haram, mubah, syah dan tidaknya suatu perbuatan. Disamping itu juga untuk memahami kaidah-kaidah yang dipergunakan untuk mengeluarkan hukum dari dalil-dalil hukum yakni kaidah-kaidah yang menetapkan dalil hukum. Hukum-hukum tersebut bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, Ijmak dan Qias. B. PENGERTIAN DAN HIKMAH IBADAH Ibadah berasal dari kata ‘Abdun yang berarti hamba. Sedangkan arti secara harfiah adalah rasa tunduk, melakukan pengadian (penghambaan), merendahkan diri dan istikhanah. Jadi tugas yang paling esensial dari seorang hamba Tuhan adalah mengabdi dan beribadah kepadaNya. Secara terminologi ibadah ialah usaha mengikuti hukumhukum dan aturan-aturan Allah SWT serta menjalankannya dalam kehidupan sesuai dengan perintahNya mulai dari aqil baligh sampai meninggal. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Adz-Dzariat : 56

Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Adz-Dzariat : 56 ) Ibadah merupakan bagian integral dari syariah, apapun yang dilakukan manusia harus bersumber dari syaria’ah Allah SWT dan rasulNya.Ibadah tidak hanya sebatas menjalankan rukun Islam tetapi ibadah juga berlaku pada semua aktifitas duniawi yang didasari rasa ikhlas. Oleh karena itu ibadah terdapat 2 klasifikasi yaitu : 1. Ibadah Khusus (ibadah mahdhah) yaitu ibadah yang langsung berhubungan kepada Allah SWT atau ibadah yang berkaitan dengan arkanul Islam seperti syahadat, sholat, puasa dan haji. 2. Ibadah Amm/umum (ibadah ghoiru mahdhah) yaitu segala aktivitas yang titik tolaknya ikhlas dan ditujukan untuk mencapai ridho Allah SWT berupa amal shaleh. Perbedaan antara ibadah khusus dan umum terletak pada perbedaan sebagaimana dinyatakan dalam ilmu Ushul Fiqh yang berbunyi : Bahwa ibadah dalam arti khusus semuanya dilarang kecuali yang diperintahkan dan di contohkan, sedang ibadah dalam arti umum semuanya dibolehkan kecuali yang dilarang. Ibadah-ibadah lain yang berhubungan dengan rukun Islam antara lain : 1. Ibadah badani (fisik) seperti : bersuci yang meliputi ; wudhu, mandi, tayamum, cara menghilangkan najis, istinjak dan semacamnya, adzan, iqomah, I’tikaf, do’a, membaca sholawat, tasbih, istighfar, khitan dan lain-lain. 2. Ibadah Maliyah (harta) seperti : qurban, aqiqoh, wakaf, fidyah, hibah dan lain-lain. 3. Muamalah, yaitu peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan lainnya, seperti: jual beli, dagang, sewa-menyewa, pinjammeminjam, syirkah, simpanan, pengupahan, utang-piutang, wasiat, warisan dan lainlain. 4. Munakahat, yaitu peraturan yang mengatur seseorang dengan orang laindalam hubunga berkeluarga. Seperti : pernikahan, perceraian, pengaturan nafkah, penyusuan, pemeliharaan anak, pergaulan suami istri, meminang, khulu’, lian, dzihar, walimah, wasiat dan lain-lainnya. 5. Jinayat, yaitu pengaturan yang menyangkut pidana, seperti : qishosh, diyat, kifarat, pembunuhan, zina, minuman keras, murtad, khianat dan lainnya.

60

Siyasah, peraturan yang menyangkut masalah-masalah kemasyarakatan (politik), diantaranya: ukhuwah (persaudaraan), musyawarah, ‘adalah (keadilan), ta’awun (tolong-menolong), hurriyah (kebebasan), tasamuh (toleransi), takaful ijtimak (tanggung jawab social), zi’amah (kepemimpinan), pemerintahan dan lainnya. 7. Akhlak, yaitu yang mengatur sikap hidup pribadi. Seperti : syukur, sabar tawadhu’, pema’af, tawakal, istiqomah, saja’ah, birrul walidain dan lainnya. 8. Peraturan-peraturan lainnya, seperti: makanan, minuman, sembelihan, berburu, nadzar, pemberantasan kemiskinan, pemeliharaan anak yatim, masjid, da’wah dan lainnya. Adapun hikmah ibadah itu antara lain sebagai berikut : 1. Untuk memelihara agama (hifzh ad-din), dengan cara menunaikan arkanul Islam, memelihara agama dari seranga musuh, memelihara jiwa yang fitri sehingga tidak kehilangan esensinya. 2. Untuk memelihara jiwa (hifzh an-nafs) dengan cara memenuhi hak hidup masing-masing anggota masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu perlu adanya hokum pidana (qishosh) terhadap orang yang melanggar ketentuan ini.(Q.S. Al-Maidah : 32, An-Nisa’ : 93, Al-Isra’ : 31, AlAn’am :151, Al-Baqoroh : 178-179). 3. Untuk memelihara akal fikiran (hifzh al-‘aql) dengan cara menggunakan akal yang dimilikinya sebagaimana mestinya, seperti memikirkan kekuasaan Allah SWT tentang penciptaan dirinya, alam maupun yang lainnya serta menghindarkan dari perbuatan yang dapat merusak daya fikirnya seperti minum minuman keras, narkoba dan semacamnya. Uraian ini dapat dilihat pada surat AlMaidah : 90, Yasin : 60-62, Al-Qoshosh : 60, Yusuf : 109 dan masih banyak lagi. 4. Untuk memelihara keturunan (hifzh an-nasl) dengan cara mengatur pernikahan dan pelarangan pelecehan seksual seperti zina, kumpul kebo, homo seks, lesbian yang semuanya dapat merusak keturunan. Uraian ini dapat dilihat pada surat An-Nur : 2-9, Al-Isro’ : 32, Al-Ahzab : 49, At-Thalaq : 1-7, An-Nisa : 3-4. 5. Untuk memelihara kehormatan harta benda (hifzh al-‘ird wal amwal) dengan cara mencari rizki yang halaluntuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengharamkan segala macam bentuk riba, perampokan, penipuan, pencurian, ghosob dan semacamnya. Rizki yang halal dapat berpengaruh terhadap kebersihan hati dan ikhlas menjalankan ibadah sebaliknya harta yang haram dapat mengakibatkan malas beribadah serta kekotoran hati. Hal ini dapat dilihat dalam surat An-Nur : 19-21, 27-29, Al-Hujurot : 11-12. Al-Maidah : 38-39, Ali Imron : 130 dan Al-Baqoroh : 188, 275-284. Adapun yang termasuk ibadah mahdah (ibadah khusus) itu antara lain : a. Sholat Menurut bahasa sholat berarti do'a. Sedang menurut istilah sholat ialah sistem peribadatan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan salam berdasarkan atas syarat dan rukun tertentu. Sholat diwajibkan sebanyak 5 kali dalam sehari semalam. Perintah sholat diturunkan pada waktu isro' dan mi'raj Nabi Muhammad saw., setahun sebelum hijrah ke Madinah. Sholat mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Islam. Adapun kedudukan sholat dalam agama Islam adalah sebagai berikut : - Sholat Sebagai Tiang Agama. Sholat mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi manusia yang bertaqwa kepada Allah swt. Rasulullah saw., bersabda :

6.

61

Artinya : "Sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan sholat berarti mendirikan agama, barang siapa yang meninggalkannya berarti ia telah menghancurkan agama". (HR. Baihaqi) - Sholat Sebagai Amalan Ibadah Yang Pertama dan Utama. Sholat adalah merupakan amalan ibadah yang pertama yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah swt., di hari kiamat . Rasulullah saw, bersabda :

Artinya : "Yang pertama kali dihisab dari amalan-amalan seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika sholatnya rusak maka rusak seluruh amalnya". (HR. Thabrani) Pada hari hisab amal yang pertama dihisab adalah sholat. Bagi orang yang tak pernah sholat ia akan ditempatkan di neraka saqor dan bagi orang yang melalaikan sholat akan ditempatkan di neraka weil. Jika sholatnya seseorang baik maka seluruh amal baiknya akan mengikutinya, tetapi bila jelek sholatnya maka akan jelek amalnya. - Sholat Sebagai Pembeda Mukmin dan Kafir. bersabda : Rasulullah saw.,

Artinya :"Perbedaan antara seorang mukmin dengan seorang kafir adalah meninggalkan sholat". (HR. Muslim) - Sholat Sebagai Rukun Islam Yang Ke Dua. Sholat merupakan 5 sendi diantara kuatnya bangunan Islam. Kelimanya merupakan satu kesatuan yang utuh dan tak bisa dipisahkan. Jika salah satu sendi itu rapuh maka akan mempengaruhi yang lain. Rasulullah saw., bersabda :

Artinya : "Islam dibangun di atas lima sendi yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikaan sholat, mengeluarkan zakat, melaksanakan ibadah haji dan berpuasa di bulan Ramadhan ". (HR. Bukhori Muslim dari ibnu Umar) Sholat dalam Islam juga mempunyai beberapa hikmah. Adapun beberapa hikmah Sholat adalah sebagai berikut : - Membiasakan nidup bersih.

62

Orang yang akan melaksanakan sholat terlebih dahulu harus suci dari hadas dan najis, pakaian dan tempatnya dan lain sebagainya. Dengan demikian sholat melatih seseorang agar cinta kebersihan. Rasulullah saw., bersabda :

Artinya :"Kebersihan itu adalah sebagian dari iman". (HR. Bukhori Muslim) - Terbiasa Hidup sehat. Seseorang diwajibkan berwudhu sebelum sholat. Kalau sholat 5 kali sehari ia berwudhu sebanyak 5 kali, berarti kesehatan seorang muslim akan terpelihara. - Pembinaan Disiplin Waktu. Melalui sholat tepat pada waktunya merupakan pembinaan disiplin waktu. Allah swt., menjelaskan kepada kita bahwa orang yang benar-benar berada dalam kerugian adalah orang yang yang tidak menghargai waktu sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Al-Ashr . - Melatih Kesabaran. Orang yang bisa mendirikan sholat dengan benar akan menjadi kuat tekadnya dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan hidup, ia akan menjadi orang yang sabar. Allah swt., berfirman :

Artinya : " Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat yang mereka tetap mengerjakan sholatnya". (Al-Ma'arij : 19 - 23 ) Mengikat Tali Persaudaraan Sesama Muslim. Sholat berjamaah dapat memupuk persaudaraan Rasulullah saw., bersabda :

sesama

muslim.

Artinya : "Orang mukmin dengan mukmin lainnya itu laksana bangunan, yang sebagian memper-kokoh bagian yang lainnya". ( HR. Bukhori Muslim )

-

Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar. Hikmah sholat yang paling utama adalah dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Orang yang bisa mendirikan sholat dengan baik, akan takut melakukan perbuatan keji dan jahat, dia akan merasa selalu diawasi oleh Allah swt. Firman Allah swt;

Artinya :"Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar". (Al-Ankabaut : 45)

63

b. Puasa Puasa menurut pengertian bahasa berarti menahan diri dari segala sesuatu, seperti : menahan tidur, menahan berbicara, menahan makan, menahan minum dan sebagainya. Menurut istilah puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat melaksanakan perintah Allah swt; serta mengharap keridhoanNya. Allah swt; berfirman:

Artinya :"Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa". (AlBaqarah :183) Jenis puasa ada bermacam-macam. Adapun macam-macam puasa adalah sebagai berikut :  Puasa wajib yaitu puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa kafarat, puasa qodlo' dan puasa fidyah. (lihat Al-Baqoroh : 183 - 185, Al-Maidah: 89, AlBaqoroh: 186).  Puasa sunat/tathowwu' seperti puasa senin kamis, puasa 6 hari bulan syawal, tanggal 9 dzulhijjah, tanggal 10 muharram (Asy-Syura'), tiap tanggal 13, 14, 15 qomariah.  Puasa haram seperti : puasa terus menerus, puasa hari tasyri' ( 11, 12, 13 Dzulhijjah), puasa dua hari raya, puasa wanita yang sedang haid/nifas, puasa sunat seorang istri tanpa izin suaminya ketika suami bersamanya.  Puasa makruh seperti puasa sunat dengan susah payah (sakit, perjalanan dll), menghususkan pada hari jum'at dan sabtu kecuali pada hari disunahkannya puasa. Adapun syarat wajib puasa : Berakal, baligh dan kuat mengerjakannya Sedang syarat syahnya : Islam, mumayyiz (dapat membedakan baik dan tidak baik), suci dari haid dan nifas bagi wanita, dalam waktu yang dibolehhkan puasa. Puasa juga juga harus memenuhi rukun dan rukun puasa: niat sebelum melakukan puasa, menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa (lihat Al-Baqarah : 187). Hikmah Puasa a. Membentuk manusia sabar dan toleran. Puasa bukanlah amal lahir yang dapat dilihat semata tetapi puasa adalah amal rohani yang hanya dilihat oleh Allah swt, oleh karena itu puasa adalah amal batin yang berbentuk kesabaran semata sebagaimana Rasulullah bersabda : Artinya :"Puasa adalalah separuh kesabaran dan sabar itu adalah separuh iman". (HR. Baihaqi) b. Membentuk jiwa amanah dan hanya bertanggung jawab hanya kepada Allah swt.

64

c. Membentuk akhlakul karimah. Dengan puasa dia akan dapat berbuat baik dan mulia karena perbuatanperbuatan jahat dapat menghalangi pahalanya puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: Artinya :"Lima perkara yang dapat menghalangi pahalanya pahalanya puasa yaitu, dusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, melihat lawan jenis dengan syahwat". (HR. At-Tirmidzi) d. Mendidik manusia untuk berlaku jujur.Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kita puasa atau tidak kecuali kita sendiri kepada Allah swt; ini berarti puasa melatih jujur dalam beribadah dan beriman karena Allah swt. e. Mengembangkan kepekaan sosial. Orang yang berpuasa akan bisa mengukur dan merasakan betapa pedihnya orang miskin dan kesusahan karena ketidak tersediaanya makanan dan uang belanja. f. Melatih ketahanan mental. Berpuasa berarti mengistirahatkan anggota badan yang mengolah penceraan makanan, hal ini akan membentuk anggota badan menjadi terbiasa dan kuat . g. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. RANGKUMAN

1.

Sumber hukum Islam yang disepakati jumhur ulama adalah Al Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. 2. Hukum taklifi adalah hukum yang menjelaskan tentang perintah, larangan dan pilihan untuk menjalankan atau meninggalkan suatu kegiatan/pekerjaan. Hukum taklifi terdiri dari 4 macam yaitu ijab, nadb, tahrim dan karohah. 3. tugas yang paling esensial dari seorang hamba Tuhan adalah mengabdi dan beribadah kepadaNya. Ibadah berlaku pada semua aktifitas karena itu ibadah terdapat 2 klasifikasi yaitu : - Ibadah Khusus (ibadah mahdhah) yaitu ibadah yang langsung berhubungan kepada Allah SWT atau ibadah yang berkaitan dengan arkanul Islam seperti syahadat, sholat, puasa dan haji. - Ibadah Amm/umum (ibadah ghoiru mahdhah) yaitu segala aktivitas yang titik tolaknya ikhlas dan ditujukan untuk mencapai ridho Allah SWT berupa amal shaleh. KAMUS ISTILAH - Mukallaf perintah Hukum syara’ Jumhur ulama Muamalah Mukallaf Rowi = muslim yang sudah dikenai kewajiban melaksanakan dan menjauhi larangan = hukum Islam = golongan terbanyak ulama = hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan = orang yang sudah baligh/dewasa yang wajib menjalankan hukum agama = orang yang meriwayatkan hadits

PERNIK-PERNIK Mazhab dalam Islam Berdasarkan aliran dalam Islam yang ada saat ini, secara umum terdapat dua aliran besar yaitu Sunni dan Shiah. Empat aliran besar (madhab) yang tergolong dalam aliran sunni adalah

65

Madhad Hanafi, Maliki, Hambali, dan Shafi’i. Sedangkan satu aliran yang terdapat dalam Shiah adalah Madhab Shiah itu sendiri. Madhad Hanafi dikembangkan oleh seorang ulama dan cendekiawan muslim yaitu Imam Abu Hanifa (80-150 H, atau 702-772M), dan muridnya yang terkenal Abu Yusuf dan Muhammad. Mereka menekankan pada penggunaan alasan-alasan dan shura atau diskusi kelompok daripada semata-mata mengikuti aturan atau tradisi yang telah ada secara turun temurun. Madhab ini paling banyak berkembang dan dikuti di India dan Timur Tengah, serta pernah menjadi mdhab resmi yang digunakan di Turki (dinasti ottoman). Madhab Maliki mengikuti ajaran-ajaran yang dikembangkan oleh ulama dan cendekiawan muslim Imam Malik (lahir 95H atau 717M) yang menitikberatkan pada praktek-prakte yang diterapkan penduduk di Madinah sebagai suatu bentuk contoh kehidupan Islam yang paling otentik. Saat ini, ajaran-ajaran Imam Malik atau madhab Maliki paling banyak ditemui hampir di seluruh bagian wialayah muslim di benua Afrika. Madhab Hambali dikembangkan oleh ulama dan cendekiawan muslim yang bernama Imam Ahmad ibnu Hambali (lahir 164H atau 799M) yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan ketuhanan serta mengadopsi pandangan yang tegas terhadap hukum. Saat ini madhab Hambali secara dominan diterapkan di saudi Arabia. Madhab Shafi’i didirikan oleh seorang ulama dan cendekiawan bernama Imam As-Shafii (lahir 150H atau 772M) adalah merupakan murid dari Imam Malik dan pernah belajar dari beberapa tokoh cendekian muslim yang paling terkemuka pada saat itu. Imam As-Shafii terkenal karena ke-moderat-annya dan penilaiannya yang berimbang, dan walaupun Beliau menghormati tradisi, Imam As-Shafii mengevalusinya secara lebih kritis dibandingkan dengan Imam Malik. Para pengikut madhab Shafii secara dominan diikuti oleh umat muslim yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Madhab Shiah yang dianut oleh sekitar 10% umat muslim saat ini, menurut sebagian cendekiawan lebih diakibatkan sebagai akibat dari pergesekan politik dalam dunia muslim terhadap pendapat bahwa pemimpin umat muslim harus selalu merupakan keturunan dari keluarga Ali, yaitu keponakan dari Rasulullah sekaligus suami dari puteri nabi Fatimah. Madhab yang masih memiliki sub-madhab (katakanlah seperti itu) seperti Ithna’ashaaris dan Isma’ilis saat ini ditemui secara dominan di negara Iran, serta memiliki pengikut yang juga mayoritas di Iraq, India, dan negara-negara kawasan teluk PENILAIAN A. Pilihlah jawaban yang paling tepat !

1. Hukum yang mengatur perbuatan manusia dalam hubungannya dengan khaliqnya disebut dengan : A. Ibadah D. Hudud B. Muamalah E. Taqlifi C. Jinayat 2. Setiap orang muslim wajib mempelajari, memahami dan melaksanakan hukumhukum yang telah ditetapkan oleh Al-Qur’an, sebab …. A. Al-Qur’an merupakan sumber hukum Islam B. Al-Qur’an merupakan pedoman bagi setiap muslim C. Setiap manusia akan dimintai pertanggung jawaban D. Manusia yang bertahkim pada Al-Qur’an pasti selamat di dunia dan akherat E. Al-Qur’an harus dijadikan hukum negara

66

3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut : 1). Sebagai dasar dan sumber hukum Islam yang pertama. 2). Sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. 3). Sebagai pembawa berita gembira dan kebenaran yang mutlak. 4). Memberikan rincian dan penjelasan terhadap ayat-ayat yang bersifat umum. 5). Membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab terdahulu. Yang bukan termasuk fungsi Al-Qur’an adalah …. A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 4. Hukum mempelajari Al-Qur’an adalah fardhu ‘ain artinya ….. A. Kewajiban yang dibebankan kepada setiap orang yang berakal B. Kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslim yang sudah baligh C. Kewajiban yang dibebankan kepada setiap individu muslim D. Kewajiban yang dibebankan kepada anggota masyarakat E. Kewajiban yang harus dilaksanakan 5. Ketetapan tentang wajib beriman kepada Allah swt., Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Nya, hari kiamat dan qoda’ qodar-Nya adalah merupakan pokok pengetahuan hukum yang berkaitan dengan …. A. Aqidah D. Muamalah B. Syari’ah E. Jinayat C. Akhlak 6. Perhatikan kosa kata berikut : 1). Perkataan 2). Berita 3). Kepatuhan 4). Ketetapan 5). Ucapan yang termasuk arti dari kata “Hadits”, ialah …. A. 1, 2, 3, 4 B. 2, 3, 4, 5 C. 3, 4, 5 D. 1, 3, 4, 5 E. 1, 2, 4, 5 7. Menurut kualitasnya hadits dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Hadits shohih dan hasan B. Hadits maqbul dan mardud C. Hadits qudsi dan dhaif D. Hadits mauquf dan maudhu’ E. Hadits mutawatir dan shohih 8. Untuk menyeleksi kebenaran suatu hadits harus memperhatikan 3 unsur yaitu : A. Matan, sanat dan rowi B. Maudhu’, dhoif dan mardud C. Mutawatir, shohih dan hasan D. Mauquf, maudhu’ dan maqbul E. Maqbul, mardud, marfu

67

9. Kesepakatan para mujtahid untuk memutuskan suatu perkara baru yang tidak dijumpai hukumnya dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits dinamakan ..... A. Ijma’ B. Ijtihad C. Qias D. Istihsan E. Mashalihul Mursalah 10.Menurut ilmu fiqih hukum-hukum dalam Islam disebut dengan “Al-Ahkamul Khomsah”, yaitu …. A. wajib, haram, mubah, halal, sunat dan makruh B. wajib, haram, mubah, sunat dan makruh C. fardhu, halal, haram, najis dan suci D. halal, haram, sunat, batal dan syah E. fardhu kifayah, fardhu ‘ain, sunat muakad, sunat haiat dan makruh 11.Shalat dapat mengikat tali persaudaraan dengan sesama muslim terutama dilakukan dengan cara .... A. mendatangi masjid B. shalat mun'farid C. shalat dengan khusuk D. shalat berjama'ah E. bersalam-salaman sesudah shalat 12.Yang dimaksud dengan kedudukan shalat dalam agama Islam adalah .... A. cara-cara duduk dan berdiri dalam pelaksanaan shalat B. hubungan shalat dengan ajaran Islam C. betapa pentingnya shalat itu dalam agama Islam D. dalil-dalil perintah melaksanakan shalat E. pada waktu shalat harus ada gerakan duduk dan berdiri 13.Shalatnya seorang muslim dapat dikatakan sah menurut syara’, apabila shalat itu dapat .... A. dilaksanakan dengan penuh kekhusyu’an B. menghayati bacaan-bacaan shalat C. berdampak positif terhadap pelakunya D. menimbulkan ketenangan jiwa bagi pelakunya E. sesuai dengan kaifiyah tuntunan Rasulullah saw. 14.Tersebut di bawah ini adalah merupakan hikmah shalat yang paling utama, bila dibandingkan dengan hikmah shalat yang lain, yaitu : A. Membiasakan hidup bersih B. Mengikat tali persaudaraan dengan sesama muslim C. Pembinaan disiplin waktu D. Mencegah perbuatan keji dan perbuatan mungkar E. Membiasakan hidup sehat 15.Manfaat yang dapat dirasakan dalam shalat berjamaah adalah …. A. pahalanya lebih besar dari shalat sendirian B. terlihat syiar Islam lebih semarak C. bila imam lupa bisa diingatkan oleh makmum D. akan memupuk persaudaraan sesama muslim E. membuktikan adanya kemajuan dalam menjalankan ibadah

68

16.Perhatikan macam-macam puasa di bawah ini : 1). Puasa Senin Kamis 2). Puasa Asy-Syura 3). Puasa Arafah 4). Puasa Ramadhan 5). Puasa kafarat yang termasuk puasa tathowwu’ adalah …. A. 1, 2, 3 B. 1, 2, 4 C. 2, 3, 4 D. 3, 4, 5 E. 3, 5 17.Perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa adalah …. A. berniat membatalkan puasa B. melihat lawan jenis dengan syahwat C. makan karena lupa D. lupa tidak melakukan niat E. mimpi hingga keluar sperma 18.Dengan berpuasa berarti akan mengistirahatkan anggota badan yang bertugas mencerna makanan, hingga dapat membentuk anggota badan menjadi terlatih dan kuat. Pernyataan tersebut berhubungan dengan hikmah puasa yaitu : A. membentuk manusia sabar dan toleran B. melatih ketahanan mental C. membentuk jiwa amanah D. membentuk akhlakul karimah E. mengembangkan kepekaan sosial 19.Yang membedakan seorang mukmin dengan seorang kafir sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw., adalah dalam hal ….. A. cara ibadahnya B. orang beriman akan masuk surga C. cara menyebut nama Tuhannya D. orang kafir akan masuk neraka selamanya E. meninggalkan shalat 20.Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah : 183, tujuan utama orang berpuasa itu adalah …. A. agar dapat merasakan betapa pedihnya orang miskin dan kelaparan B. untuk melatih jiwa agar menjadi kuat C. untuk mengembangkan kepekaan sosial D. untuk membentuk jiwa amanah dan bertanggung jawab E. untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. 21. Khitab Allah SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW yang mengandung tuntutan baik perintah melakukan atau larangan, disebut dengan ..... Hukum Islam Hukum taqlifi Hukum wadhi Hukum taqriri Hukum qishosh

A. B. C. D. E.

69

22. Khitab Allah SWT yang mengandung tuntutan mengerjakan dengan tutntutan yang pasti, disebut dengan .... A. Ijab B. Nadab C. Karahah D. Tahrim E. Ibahah 23. Tersebut di bawah ini merupakan orang yang tidak dikenai taklif (tuntutan) hukum dalam Islam, kecuali : Orang gila Orang yang tidur Anak yang belum dewasa Orang yang lupa Orang yang sudah khitan 24. Suatu ketetapan yang wajib dikerjakan oleh setiap orang muslim yang sudah terkena taklif disebut .... A. wajib syar’i B. wajib aqli C. wajib ’aini D. wajib kifayah E. wajib muayanah 25. Perkara-perkara yang kalau terlupakan harus mengganti dengan sujud syahwi seperti lupa tidak melakukan tahiyat awal dan semacamnya, disebut dengan .... B. Sunat Mu’akad C. Sunat Ab’at D. Sunat ghoiru muakad E. Sunat ha’eat F. wajib kifayah B. Jodohkan pernyataan yang ada di sebelah kiri dengan jawaban di sebelah kanan ! 1. Sumber hukum Islam 2. Hal yang berkenaan dengan keimanan 1. Hubungan manusia dengan Allah secara langsung 2. Hadits yang dapat diterima sebagai pedoman penetapan hukum 3. Hubungan antara pembawa dan penerima hadits 4. Kesepakatan ahli fiqh dalam menetapkan hukum syari’ah 5. Ketetapan hukum berdasarkan persamaan sebab 6. Hukum ditetapkan untuk kemashlahatan umum 7. Hukum yang bersifat wajib perwakilan 8. Perkara hukum yang A. Ibadah mahdloh B. Mukallaf C. Al-Qur’an D. Saqor E. Ijtihad F. Aqidah G. Maqbul H. Mubah I. Sanad J. Ijma’ K. Wajib L. Sunnah Muakkadah M. Puasa N. Qias O. Haram P. Mashalihul Mursalah Q. Makruh

A. B. C. D. E.

70

sangat dianjurkan untuk dikerjakan 9. Tempat kembalinya orang yang tidak pernah shalat 10. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan 11. Puasa nadzar, puasa qadha’ 12. Puasa tanggal 10 Muharram 13. Puasa hari tasyri’ (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah) 14. Yang wajib dikenai hukum 15. yang berhubungan dengan ibahah C. JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN DI BAWAH INI ! 1. Bedakan definisi hukum dengan definisi syari’at ! Jelaskan ! 2. Berikan harakat ayat tersebut kemudian artikan ke dalam bahasa Indonesia ! 3. Sebutkan 6 fungsi dan kedudukan Al-Qur’an ! 4. Sebut dan jelaskan macam-macam Ijtihad ! 5. Jelaskan pengertian matan, sanad dan rowi ! 6. Apakah yang dimaksud dengan hadits qouliyah, hadits fi’liyah dan hadits taqririyah !

Berikan harokat hadits di atas kemudian artikan kedalam bahasa Indonesia dengan benar ! 7. Mengapa shalat merupakan amalan ibadah yang pertama kali akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah swt., pada yaumul hisab ? Jelaskan ! 8. Tuliskan kembali surat Al-Baqoroh : 183 kemudian artikan ke dalam bahasa Indonesia ! 9. Sebutkan 5 hikmah ibadah ! CARILAH KATA-KATA YANG BERHUBUNGAN DENGAN HUKUM ISLAM DENGAN CARA MEMBERI ARSIRAN PADA KOTAK-KOTAK BERIKUT SEBAGAIMANA CONTOH M T N U W S A M A M I M A T A L F L A Q U H U H P U A A S D 1. Wajib 2. 3.

71

H A B U M Q U

R H J B U R F

K R U H K C N

J R A V A Q Z

Q I F I L I X

D B B V L F C

R A N V A A V

D D F V F Y N

S A S U N A T

D H D G H H M

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

TUGAS INDIVIDU Carilah ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan fungsi dan kedudukan Al-Qur’an! Kemudian diskusikan dengan teman sekelasmu!

TUGAS KELOMPOK Carilah sejarah tokoh-tokoh mujtahid dalam Islam ! baik melalui buku-buku yang ada di perpustakaan maupun kamu membrowser di interner. PORTO FOLIO Sebutkan macam-macam hukum taklifi beserta contohnya dalam kolom berikut ini! IJAB NADB TAHRIM KARAHAH

72

DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW
PERIODE MEKAH

Standar Kompetensi : 6. Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Mekah Kompetensi Dasar : 6.1 Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekah 6.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

a.

Q.S. Quraisy : 1 – 4

b.

Q.S.Al Alaq : 1 – 5

c.

Q.S.Al Baqarah : 216

d.

Q.S. Ibrohim : 4

73

GAMBAR

Peta Saudi Arabia DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MEKAH
A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH 1. Masyarakat Arab Jahiliah Periode Mekah Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab jahiliah, atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Kebodohan masyarakat Arab waktu itu, terdapat dalam bidang agama, moral, dan hukum, Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dan ajaran agama Tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Ibrahim A.S. Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT) yang jumlahnya mencapai 300 lebih. Di antara berhala-berhala yang termashyur bernama: Ma’abi, Hubal, Khuza’ah, Lata, Uzza, dan Manat. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab jahiliah yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in serta menyembah matahari, bulan, dan jin yang diperbuat oleh sebagian masyarakat di luar kota Mekah. Dalam bidang moral, masyarakat Arab jahiliah telah menempuh cara-cara yang sesat, seperti: a. Bila terjadi peperangan antarkabilah, maka kabilah yang kalah perang akan dijadikan budak oleh kabilah yang menang perang. b. Menempatkan perempuan pada kedudukan rendah. Dalam masyarakat Arab jahiliah perempuan tidak berhak mewarisi harta peninggalan suaminya, ayahnya, atau anggota keluarga yang lain. Bahkan seorang wanita (istri) boleh diwarisi oleh anak tirinya atau anggota keluarga lain dan suaminya yang telah mati.

74

c. Memiliki kebiasaan buruk, yakni berjudi dan meminum minuman keras. Kejahiliahan mereka dalam bidang hukum antara lain anggapan mereka bahwa judi, bermabuk-mabukan, berzina, mencuri, merampok, dan membunuh, bukan merupakan perbuatan yang salah. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua perilaku masyarakat Arab jahiliah itu buruk, tetapi ada pula yang baiknya. Seperti: memiliki keberanian dan kepahlawanan, suka menghormati tamu, murah hati, dan mempunyai harga diri. Juga dalam bidang perdagangan, ada sebagian masyarakat Arab jahiliah yang sudah memiliki kemajuan. Misalnya, para pedagang dari kabilah Quraisy, berdagang pada musim panas ke negeri Syam (sekarang Suriah, Libanon, Palestina, dan Yordania) dan pada musim dingin ke Yaman (lihat Q.S. Quraisy, 106: 1—4). Mereka memperdagangkan bulu domba, unta, kulit binatang, dan tali. B. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak membiarkan umat manusia, khususnya masyarakat Arab berada dalam kebodohan sepanjang zaman. Lalu Dia mengutus seorang nabi dan rasul yang terakhir yakni Nabi Muhammad SAW. Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah dan berada di lerengnya (kira-kira berjarak 20 m dari puncaknya). Muhammad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril pada tanggal 17 Ramadan 610 M, untuk menyampaikan wahyu yang pertama yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5 (coba kamu cari dan pelajari). Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul A1Qur’an. Setibanya di rumah, Nabi Muhammad SAW menceritakan kepada istrinya, Khadijah, peristiwa yang dialaminya. Sebenarnya Khadijah mempercayai segala apa yang diceritakan suaminya, tetapi ia ingin mengetahui bagaimana pendapat Waraqah bin Naufal, saudara. Sepupunya terhadap peristiwa yang dialami suaminya. Waraqah adalah seorang pemikir yang telah berusia lanjut, beragama Nasrani, yang telah menyalin kitab Injil dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Setelah Waraqah bin Naufal mengetahui semua peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, ia berkata, “Itu adalah Namus (Jibril) yang pernah datang kepada Nabi Isa. Alangkah baiknya kalau aku masih muda dan masih hidup sewaktu kamu diusir oleh kaummu.” Nabi Muhammad SAW berkata, “Apakah kaumku akan mengusirku?” Jawab Waraqah, “Ya, tidak seorangpun datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa (ajaran Islam), yang tidak dimusuhi. Jika sekiranya aku masih hidup pada masa itu, tentu aku akan menolongmu dengan sekuat tenagaku.” (H.R. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim). Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Muddassir: 1—7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia. Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610—622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa A1-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surahsurah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.

75

Materi dakwah Rasulullah SAW di awal kenabiannya berupa ajaran Islam, yang terkandung dalam 89 Surah Makkiyyah dan hadis yakni wahyu Allah SAW yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi tidak tertulis dalam lembaran AlQur’an. C. Ajaran Islam Periode Mekah Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut : 1. Keesaan Allah SWT Islam mengajarkan bahwa pencipta dan pemelihara alam semesta adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT tempat bergantung segala apa saja dan makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada selain Allah SWT, yang menyamai-Nya (baca dan pelajari QS. A1-Ikhlãs, 112: 1-4). Umat manusia harus beribadah atau menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Beribadah atau menyembah kepada selain Allah SWT, termasuk ke dalam perilaku syirik, yang hukumnya haram, dan merupakan dosa yang paling besar (lihat Q.S An-Nisã’, 4: 48). 2. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan Islam mengajarkan bahwa mati yang dialami oleh setiap manusia, bukanlah akhir kehidupan, tetapi merupakan awal dan kehidupan yang panjang, yakni kehidupan di alam kuhur dan di alam akhirat. Manusia yang ketika di dunianya taat beribadah, giat beramal saleh, dan senantiasa berbudi pekerti yang terpuji, tentu akan memperoleh balasan yang menyenangkan. Di alam kubur akan memperoleh berbagai kenikmatan dan di alam akhirat akan ditempatkan di surga yang penuh dengan hal-hal yang memuaskan. Tetapi manusia yang ketika di dunianya durhaka kepada Allah SWT dan banyak berbuat jahat, tentu setelah matinya akan mendapat siksa kubur dan dicampakkan ke dalam neraka yang penuh dengan berbagai macam siksaan. (Baca dan pelajari Q.S. Al-Qari’ah, 101: 1-11!) 3. Kesucian jiwa Islam menyerukan umat manusia agar senantiasa berusaha menyucikan jiwanya dan melarang keras mengotorinya. Seseorang dianggap suci jiwanya apabila selama hayat di kandung badan senantiasa beriman dan bertakwa atau meninggalkan segala perbuatan dosa, dan dianggap mengotori jiwanya apabila durhaka pada Allah SWT dan banyak berbuat dosa. Sungguh beruntung orang yang senantiasa memelihara kesucian jiwanya, dan alangkah ruginva orang yang mengotori jiwanya (baca Q.S. Asy-Syams, 91: 9-10). 4. Persaudaraan dan Persatuan Persaudaraan mempunyai hubungan yang erat dengan persatuan, bahkan persaudaraan landasan bagi terwujudnya persatuan. Islam mengajarkan bahwa sesama orang beriman adalah bersaudara. Mereka dituntut untuk saling mencintai dan sayang-menyayangi, di bawah naungan rida Ilahi. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak dianggap beriman seorang Muslim di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya, seperti rnencintai dirinya.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i). Selain itu sesama umat Islam, hendaknya saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, jangan sekali-kali tolong-menolong dalam dosa serta permusuhan. Jangan saling menganiaya dan jangan pula membiarkan saudaranya yang

76

teraniaya tanpa diberikan pertolongan. Sedangkan umat Islam yang mampu disuruh untuk memberikan pertolongan kepada saudaranya yang du’afa, yakni para fakir miskin dan anak-anak yatim telantar (baca dan pelajari Q.S. Al-Mã’un, 107: 17). D. STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliahannya di bidang agama, moral, dan hukum. Sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika masyarakat Arab telah mengamalkan seluruh ajaran Islam dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW, tentu mereka akan memperoleh keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut: 1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun Cara ini ditempuh oleh Rasulullah SAW karena beliau begitu yakin, bahwa masyarakat Arab jahiliah, masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan dan tradisi warisan leluhur mereka. Sehingga mereka bersedia berperang dan rela mati dalam mempertahankannya. Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah : Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya, waktu masuk Islam ia baru berusia 10 tahun), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW, wafat tahun 8 H = 625 M), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW, yang hidup dan tahun 573- 634 M), dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil). Sesuai dengan ajaran Islam, bahwa berdakwah bukan hanya kewajiban Rasulullah SAW, tetapi juga kewajiban para pengikutnya (umat Islam), maka Abu Bakar Ash-Shiddiq, seorang saudagar kaya, yang dihormati dan disegani banyak orang. Karena budi bahasanya yang halus, ilmu pengetahuannya yang luas, dan pandai bergaul telah meneladani Rasuliillah SAW, yakni berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Usaha dak’wah Abu Bakar Ash-Shiddiq berhasil karena ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah : - Abdul Amar dan Bani Zuhrah, Abdul Amar berarti hamba milik si Amar. Karena Islam melarang perbudakan, kemudian nama itu diganti oleh Rasulullah SAW menjadi Abdurrahman bin Auf, yang artinya hamba Allah SWT, Yang Maha Pengasih. Abu Ubaidah bin Jarrah dan Bani Hari. Utsman bin Affan. Zubair bin Awam. Sa’ad bin Ahu Waqqas. Thalhah bin Ubaidillah.

77

Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyisembunyi, yang namanya sudah disebutkan di atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal). 2. Dakwah Secara terang-terangan Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26: 214-216 (coba kamu cari dan pelajari). Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebagai berikut : a. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak mereka agar masuk Islam. Tetapi karena cahaya hidayah Allah SWT waktu itu belum menyinari hati mereka, mereka belum menerima Islam sebagai agama mereka. Namun ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sebenarnya sudah masuk Islam, tetapi merahasiakan keislamannya, pada waktu itu dengan tegas menyatakan keislamannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah. b. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul Bukit Shafa, yang letaknya tidak jauh dan Ka’bah. Rasulullah SAW memberi peringatan kepada semua yang hadir agar segera meninggalkan penyembahan terhadap berhala-berhala dan hanya menyembah atau menghambakan diri kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Rasulullah SAW juga menegaskan, jika peringatan yang disampaikannya itu dilaksanakan tentu akan meraih rida Ilahi bahagia di dunia dan di akhirat. Tetapi apabila peringatan itu diabaikan tentu akan mendapat murka Allah SWT, sengsara di dunia dan di akhirat. Menanggapi dakwah Rasulullah SAW tersebut di antara yang hadir ada kelompok yang menolak disertai teriakan dan ejekan, ada kelompok yang diam saja lalu pulang. Bahkan Abu Lahab, bukan hanya mengejek tetapi berteriakteriak bahwa Muhammad orang gila, seraya ia berkata “Celakalah engkau Muhammad, untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Sebagai balasan terhadap kutukan Abu Lahab itu turunlah ayat Al- Qur’an yang berisi kutukan Allah SWT terhadap Abu Lahab, yakni Surat Al-Lahab, 111: 1-5 (coba kamu cari dan pelajari ayat Al-Qur’an tersebut). Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dua orang kuat dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M), tidak lama setelah sebagian kaum Muslimin berhijrah ke Habasyah atau Ethiopia pada tahun 615 M. c. Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain : - Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dan kaum Giffar, yang bertempat tinggal di sebelah barat laut Mekah atau tidak jauh dari laut Merah, menyatakan diri di

78

hadapan Rasulullah SAW masuk Islam. Keislamannya itu kemudian diikuti oleh kaumnya. - Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus yang bertempat tinggal di wilayah barat kota Mekah, menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Keislamannya itu diikuti oleh bapak, istri, keluarganya, serta kaumnya. - Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yatsrib (Madinah), yang datang ke Mekah untuk berziarah nampak berhasil. Berkat cahaya hidayah Allah SWT, para penduduk Yatsrib, secara bergelombang telah masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Pada gelombang ketiga ini telah datang ke Mekah untuk berziarah dan menemui Rasulullah SAW, umat Islam penduduk Yatsrib yang jumlahnya mencapai 73 orang di antaranya 2 orang wanita. Waktu itu ikut pula berziarah ke Mekah, orang-orang Yatsrib yang belum masuk Islam. Di antaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah, yang kemudian menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Walaupun untuk itu mereka harus mengorbankan tenaga, harta, bahkan jiwa. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib. Setelah terjadinya peristiwa Bai’atul Aqabah itu, kemudian Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya yakni orang-orang Islam yang bertempat tinggal di Mekah, untuk segera berhijrah ke Yatsrib. Para sahabat Nabi SAW melaksanakan suruhan Rasulullah SAW tersebut. Mereka berhijrah ke Yatsrib secara diam-diam dan sedikit demi sedikit, sehingga dalam waktu dua bulan sebanyak 150 orang umat Islam penduduk Mekah telah berhijrah ke Yatsrib. Sedangkan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., dan Ali bin. Abu Thalib masih tetap tinggal di Mekah, menunggu perintah dari Allah SWT untuk berhijrah. Setelah datang perintah dari Allah SWT, kemudian Rasulullah SAW berhijrah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., meninggalkan kota Mekah tempat kelahirannya menuju Yatsrib. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW ini terjadi pada awal bulan Rabiul Awal tahun pertama hijrh (622 M). Sedangkan Ali bin Abu Thalib, tidak ikut berhijrah bersama Rasulullah SAW, karena beliau disuruh Rasulullah SAW untuk mengembalikan barang-barang orang lain yang dititipkan kepadanya. Setelah perintah Rasulullah SAW itu dilaksanakan, kemudian Ali bin Abu Thalib menvusul Rasulullah SAW berhijrah ke Yatsrib. 3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Kaum kafir Quraisy menolak dakwah Rasulullah SAW, setelah berdakwah itu dilakukan secara terang-terangan, yakni semenjak tahun ke-4 kenabian. Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum kafir Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni :

79

a. Rasulullah SAW mengajarkan tentang adanya persamaan hak dan kedudukan
antara semua orang. Mulia tidaknya seseorang tergantung ketakwaannya kepada Allah SWT. Orang miskin yang bertakwa, di hadapan Allah SWT Iebih mulia daripada orang kaya yang durhaka (lihat Q.S. Al Hujurãt, 49: 13). Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak ini. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya. b. Islam mengajarkan adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat. Manusia yang ketika di dunianya bertakwa maka di alam kuburnya akan memperoleh kenikmatan dan di alam akhiratnya akan masuk surga. Sedangkan manusia yang ketika di dunianya durhaka dan banyak berbuat jahat, maka di alam kuburnya akan disiksa. Dan di alam akhiratnya akan masuk neraka. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam tersebut, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka. c. Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka. Mereka berkata, “Cukuplah bagi kami apa yang telah kami terima dari nenek moyang kami.” (Q.S. AI-Mã’idah, 5: 104) d. Islam melarang menyembah berhala, memperjualbelikan berhala-berhala, dan melarang penduduk Mekah dan luar Mekah berziarah memuja berhala, padahal itu semua mendatangkan keuntungan di bidang ekonomi terhadap kaum kafir Quraisy. Oleh karena itulah, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW. Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain : - Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleb para pemiliknya atau tuannya di luar batas perikemanusiaan. Bahkan, AzZanirah disiksa hingga mengalami kebutaan dan Ummu Amr binti Yasir, budak milik Bani Makhzum disiksa oleh tuannya sampai mati. Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., tidak tega melihat saudara-saudaranya seiman disiksa seperti itu, lalu beliau memerdekakan beberapa orang dari mereka termasuk Bilal, dengan cara memberikan sejumlah uang tebusan kepada tuannya. - Setiap keluarga dari kalangan kaum kafir Quraisy diharuskan menyiksa anggota keluarganya yang telah masuk Islam, sehingga ia kembali menganut agama keluarganya (agama Watsani). - Nabi Muhammad SAW sendiri dilempari kotoran oleh Ummu Jamil (istri Abu Lahab) dan dilempari isi perut kambing oleh Abu Jahal. Nama asli Abu Jahal adalah Amr Abu al-Hakam yang artinya Amr, bapak juru damai. Umat Islam mengganti nama itu menjadi Abu Jahal yang artinya bapak kebodohan. - Kaum kafir Quraisy meminta Abu Thalib, paman dan pelindung Rasulullah SAW, agar Rasulullah SAW menghentikan dakwahnya. Namun tatkala Abu Thalib menyampaikan keinginan kaum kafir Quraisy tersebut Rasulullah SAW bersabda : “Wahai pamanku demi Allah, biarpun mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan

80

menghentikan dakwah agama Allah ini hingga aku menang, atau aku binasa karenanya.” - Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala. Usul tersebut ditolak oleh Nabi SAW, karena menurut ajaran Islam mencampuradukkan akidah dan ibadah Islam dengan akidah dan ibadah bukan Islam, termasuk perbuatan haram dan merupakan dosa besar (silakan baca dan pahami Q.S. Al-Kafirun 109 : 1-6). Menghadapi tantangan dan kekerasan kaum kafir Quraisy terhadap orangorang Islam, selain Nabi SAW bersabar, bertawakal dan berdoa, beliau menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu suka memberikan jaminan keamanan kepada orang-orang yang meminta perlindungan kepadanya. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M. Suatu saat keenam belas orang yang hijrah ke Habasyah ini kembali ke Mekah, karena mereka menduga Mekah keadaannya sudah normal, dengan masuk Islamnya seorang bangsawan Quraisy yang gagah berani yakni Umar bin Khattab. Namun dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal, pimpinan kaum kafir Quraisy memerintahkan agar setiap keluarga dan kabilah Quraisy meningkatkan tekanan dan siksaannya terhadap anggota keluarganya yang masuk Islam. Menghadapi situasi yang demikian, akhirnya Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya, untuk yang kedua kalinya agar kembali hijrah ke Habasyah. Jumlah para sahabat yang berhijrah pada saat itu sebanyak 83 orang laki-laki dan 18 orang wanita, di bawah pimpinan Ja’far bin Abu Thalib. Di negeri Habasyah ini selain memperoleh jaminan keamanan dan Raja Negus, para sahabat Nabi SAW juga memiliki kebebasan untuk melaksanakan peribadahan sesuai dengan ajaran Islam. Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat dalam usia 87 tahun. Empat hari setelah itu istri tercintanya Khadijah juga wafat dalam usia 65 tahun. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita). Wafatnya Abu Thalib sebagai pemimpin Bani Hasyim, menyebabkan Abu Lahab seorang kafir yang sangat keras dalam memusuhi Nabi SAW, menggantikan kedudukan Abu Thalib sebagai pemimpin. Semenjak itu Rasulullah SAW tidak lagi memperoleh perlindungan dari kaum kerabatnya yakni Bani Hasyim. Allah SWT senantiasa melindungi Nabi Muhammad SAW dari berbagai malapetaka. Tidak lama setelah Bani Hasyim dipimpin Abu Lahab, Mut’im bin Adi pemimpin kaum Naufal menyatakan perlindungannya terhadap Nabi SAW. Bahkan menjelang peristiwa hijrah tahun 622 M, umat Islam Yatsrib telah bersumpah setia akan melindungi Rasulullah SAW beserta para pengikutnya. KISAH TELADAN Dakwah Rasulullah SAW Ke Thaif

81

Setelah Abu Thalib (paman Rasulullah SAW) dan Khadijah (istri Rasulullah SAW) wafat, tepatnya tahun ke-10 dari kenabian (620 M), Rasulullah SAW dengan ditemani anak angkatnya Zaid bin Haritsah pergi ke Thaif yang terletak di sebelah timur kota Mekah. Maksud Rasulullah SAW berkunjung ke Thaif adalah untuk menyeru para pemimpin Bani Sakif dan kaumnya agar masuk Islam dan memberikan perlindungan kepada Nabi SAW dan umat Islam, dari tekanan dan kekerasan kaum kafir Quraisy. Rasulullah SAW menemui tiga orang bersaudara pemimpin Bani Sakif, yakni Abdul Jalil, Mas’ud, dan Habib, yang ketiga-tiganya putra dan ‘Amru bin Umair. Beliau menjelaskan maksud kunjungannya, seperti tersebut di atas kepada tiga pemimpin Bani Sakif itu. Namun mereka bertiga bukan hanya menolak seruan dakwah Rasulullah SAW, tetapi secara diamdiam menyuruh anak-anak dan para budak agar berteriak mengusir Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Haritsah supaya segera meniriggalkan kota Thaif. Selain itu mereka mengejek, mengolok-olok, dan melempari Rasulullah SAW dengan batu sehingga kakinya berdarah. Menanggapi sikap keras pemimpin-pemimpin dan kaum Bani Sakif seperti itu, Rasulullah SAW tidak menaruh rasa dendam sedikit pun. Bahkan beliau berdoa, “Ya Allah berilah mereka petunjuk, karena mereka termasuk orang-orang yang belum paham.” EVALUASI Jawablah Pertanyaan Berikut Dengan Tepat! 1. Apa tujuan Muhammad sering berkontemplasi di gua-gua dan di puncak gunung sebelum memperoleh nubuwah? 2. Mengapa bangsa Arab memiliki sifat dan karakter yang keras? 3. Sebutkan empat orang yang pertama-tama mengikuti dakwah Islam di Mekah! 4. Bagaimana reaksi orang-orang Mekah terhadap dakwah Islam di masa-masa awal Nabi berdakwah? 5. Sebutkan empat ajaran Islam yang diterima Muhammad saw pada periode Mekah!

LATIHAN ULANGAN SEMESTER GASAL
SOAL I. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a,b,c,d, atau e pada lembar jawab yang disediakan

1. Qur’an Surat Al Mukminun ayat 12-14 berisi tentang .....
a. Kejadian manusia dalam alam kandungan d. Suruhan menjaga kelestarian lingkungan b. Keadaan manusia di alam kubur e. Rukum iman c. Keadaan manusia di surga 2. Berdasarkan Al Qur’an Surat Adzariyat 56, maksud Allah SWT menciptakan jin manusia adalah untuk…. a. bersabar b. berilmu c. beribadah d. berprestasi e. beribadah

3.Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf
bacaan tajwid…. a. ikhfa’ b. Izhar c. Iqlab d. Idgham e. Mad Thobi’i

‫ﺇﻫﺡﺥﻉﻍ‬

disebut

4.Lafal
a. izhar b. Ihfa’ 5. Q.S. Al Mukminun 13 :

hukum bacaan tajwidnya adalah… c. iqlab e. Mad Thobi’i d. idgham bigunnah

82

Lafal pada ayat tersebut artinya adalah…. a. tanah c. segumpal darah e. api b. Air mani d. tulang belulang

6.Dalam Q. Surat Al Baqarah ayat 30 ada kalimat
yang artinya…. a. menjadikan b. mengutus c. menugaskan d. memerintah e. mewajibkan

7. ………….
Lanjutan potongan Q.S. Al Baqarah ayat 30 tersebut adalah… a. c. e.

b.

d.

8.Menurut Q.S. Az Zariyat ayat 56 tugas utama jin dan manusia adalah… a. beribadah c. sekolah e. sebagai khalifah b. bermain d. belajar 9. Lafal  a. sholatku b. ibadahku dalam Q.S. Al ‘An’am 162 artinya… c. hidupku e. pekerjaanku d. matiku

10. Bagi muslim dan muslimah yang meyakini bahwa Allah bersifat Bashar tentu dalam
kehidupannya ia akan… a. menggunakan matanya untuk kepentingan akherat b. menggunakan matanya untuk kepentingan dunia c. mendonorkan matanya ketika mati untuk orang yang buta d. mengobati matanya jika sakit e. memanfaatkan matanya untuk hal-hal yang baik dan diridloi Allah

11. Keyakinan bahwa Allah itu Al Hasib hendaknya mendorong seorang muslim/muslimah
untuk…. a. Berserah diri pada nasib b. Selalu berinstropeksi diri c. selalu bermusyawarah berperilaku…. a. Kasih saying b. Pemaaf d. bersikap sederhana dalam hidup e. Selalu bersikap bijaksana

12. Mukmin yang menjadikan nama Allah Al Hakim sebagai penunjuk jalan, tentu akan
c. Bijaksana e. adil d. Berwawasan luas

13. Berikut ini adalah larangan-larangan Allah SWT yang hukumnya haram, yang harus dijauhi
oleh setiap muslim/muslimah, kecuali…. a. durhaka kepada kedua orangtua b. berbuat jahat kepada tetangga c. menipu dan mencuri d. berbuat zalim kepada sesame manusia e. mengingatkan kawan yang bersalah

83

14. Berikut ini cara bersyukur kepada Allah, kecuali….
a. membaca hamdalah b. belajar dan mengajar Al Qur’an c. Berpuasa sepamjang waktu d. mengerjakan salat lima waktu e. mempercayai kebenaran rukun Islam

15. Berikut ini termasuk ke dalam sikap-perilaku orang yang husnudzan kepada Allah, kecuali…
a. bersyukur bila memperoleh nikmat d. bersabar bila menderita musibah b. berusaha dan berdoa agar terpenuhi kebutuhannya e. Bertawakkal kepada Allah c. berbuat dosa, karena Allah maha pengampun SOAL URAIAN

16. Jelaskan bahwa Allah itu bersifat Mukhalafatu lilhawaditsi ! 17. Jelaskan bahwa Allah itu mempunyai asma’ul husna Al GHAFFARU !
18. Terangkan proses kejadian manusia seperti yang diterangkan dalam Q.S. Al Mukminun 1214! 19. Jelaskan usaha-usaha yang harus ditempuh bagi seorang Muslim/Muslimah agar dapat beribadah dengan ihklas ! 20. Tulislah kembali potongan Q.S. Al Baqarah : 30 dengan benar dan baik, dan identifikasi tajwidnya yang berkaitan dengan nun mati dan tanwin

84

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->