P. 1
macam - macam teknik penilaian

macam - macam teknik penilaian

|Views: 653|Likes:
Published by NonaNonik Knocknock

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: NonaNonik Knocknock on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2015

pdf

text

original

Penilaian Teknik penilaian yang dapat dipergunakan dalam penilaian pada satuan pendidikan ada 3 macam dengan pembagian

sub bab seperti berikut ini : tes tertulis, observasi, tes praktek, penilaian portofolio, penilaian diri, dan lain sebagainya . Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan di sekolah, diuraikan sebagai berikut :

A. Teknik Nontes Dalam teknik non tes terbagi menjadi beberapa golongan : a. Skala Bertingkat ( rating scale ) Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Seperti yang dikatakan oleh Oppenheim : Rating gives a numerical value to some kind of judgement, maka suatu skala selalu disajikan dalam bentuk angka. b. Kuesioner ( questionair ) Kuesioner ( questionair ) juga sering dikenal sebagai angket. Pada dasarnya, kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur ( responden ). Dengan kuesioner ini orang dapat diketahui tentang keadaan/data diri, pengalaman, pengetahuan sikap atau pendapatnya, dan lain – lain. c. Wawancara ( inteview ) Wawancara atau interviu ( interview ) adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dan responden dengan jalan tanya – jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara iniresponden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk

mengajukan persyaratan. Pertanyaan hanya diajukan oleh subyek evaluasi. d. Pengamatan ( observation ) Pengamatan atau observasi ( observation) adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasil pengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenis perilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi, misalnya dalam kelas, waktu bekerja dalam bengkel/laboratorium. Metode pencatatan, berapa lama dan berapa kali observasi dilakukan disesuaikan dengan tujuan observasi. Metode ini digunakan juga untuk memeriksa proses melalui analisis tugas tentang beroperasinya suatu

kegiatan/pekerjaan tertentu maupun produk yang dihasilkannya. Penilaia atau guru dapat secara langsung mengamati dan mencatat perilaku yang muncul, dan dapat juga menggunakan lembar observasi/daftar ceklis mengenai aspek-aspek tugas/pekerjaan tertentu yang akan diamati.

e. Riwayat Hidup Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subyek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kebiasaan, kepribadian, dan sikap dari obyek yang dinilai. f. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik.Portofolio adalah kumpulan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitas peserta didik. Portofolio, untuk memperoleh data dengan cara mengumpulan bukti-bukti fisik yang bersifat pribadi, atau hasil karya dan pencapaian dijadikan sebagai dasar untuk menilai kinerja seseorang sebelum, dan setelah mengikuti pendidikan.

B. Teknik Tes Apakah sebenarnya tes itu ? adabermacam – macam rumusan tentang tes. Di dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Pendidikan, Drs. Amir Daien Indrakusuma mengatakan demikian : “Tes adalah suatu alat prosedur yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data – data atau keterangan – keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat”. Selanjutnya, di dalam bukunya : Teknik – Teknik Evaluasi, Muchtar Bukhori mengatakan : “Tes ialah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil – hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok murid”. Definisi yang terakhir dikemukakan disini adalah definisi yang dikutipkan dari Webster’s Collegiate. Test = any series of questions or exercises or other means of measuring the skill, knoledge, intelligence, capacities of aptitudes or an individual or group. Yang lebih kurang artinya demikian : Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Kutipan ini disajikan dalam buku : Encyclopedia of Educational Evaluation yang didalam buku trsebut diterangkan pula bahwa pengertiannya dipersempit dengan menyederhanakan definisi menjadi demikian:

Test is comprehensive assessment of an individual or to an entire program evaluation effort. Artinya : Tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program. Ada beberapa macam tes yang dapat dilakukan untuk melakukan penilaian hasil belajar pada peserta didik, diantaranya : a. Tes Tulis Tes tertulis adalah teknik penilaian yang mengharuskan diberikan secara tertulis, baik berupa tes objektif dan uraian pada peserta didik di lembaga penyelenggara pendidikan keterampilan. Untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan peserta didik berkenaan dengan tugas/pekerjaan dengan cara merespon secara tertulis tentang aspek-aspek yang diujikan, guru harus mempersiapkan sejumlah pertanyaan/tugas yang harus dijawab oleh peserta didik sesuai dengan materi yang sudah dipelajarinya. b. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didik dengan seorang penguji atau beberapa penguji. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan dan spontan. Ujian lisan, untuk memperoleh data tentang performansi tertentu, dengan cara berkomunikasi dua arah antara penilai atau guru dengan peserta didik melalui tanya jawab atau wawancara langsung, berkaitan dengan pemahaman, perilaku, kinerja, dan tugas tertentu yang berkaitan dengan materi pelajaran yang telah dipelajari. c. Tes praktek Tes praktek adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan kemahirannya dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan atau praktek dibidang tertentu, misalnya kemahiran mengidentifikasi kerusakan pada alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kinerja tertentu, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya. Penilai mengajukan sejumlah tugas atau pekerjaan untuk dilakukan oleh peserta didik dengan cara mempraktekan secara psikomotor.

Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, maka di bedakan atas 3 macam tes yaitu : a. Tes Diagnostik Tes Diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan – kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan – kelemahan tersebut dapat dilkukan pemberian perlakuan yang tepat. Dengan mengingat bahwa sekolah sebagai sebuah transformasi, maka letak tes diagnostik dapat dilihat pada diagram dibawah ini:

b. Tes Formatif Dari kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif maka evaluasi formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti suatu program tertentu. Dalam kedudukannya seperti ini tes formatif dapat juga dipandang sebagai tes diagnostik pada akhir pelajaran. c. Tes Sumatif Evaluasi sumatif atau tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar. Dalam pengalaman di sekolah, tes formatif dapat disamakan dengan ulangan harian, sedangkan tes sumatif ini dapat disamakan dengan ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada tiap akhir caturwulan atau akhir semester Secara dragmatis maka hubungan antara tes formatif dengan tes sumatif ini tergambar sebagai berikut : Keterangan : F = Tes formatif S = Tes sumatif C. Penugasan Penugasan adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik menyelesaikan tugas di luar kegiatan pembelajaran di kelas/laboratorium/bengkel. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok dan dapat berupa tugas rumah atau projek. Tugas rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik di luar kegiatan kelas. Tugas projek adalah tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Proyek, untuk memperoleh data tentang kinerja atas suatu tugas/pekerjaan tertentu yang dikerjakan dalam jangka waktu tertentu, baik melalui pengawasan maupun tanpa pengawasan. Misalnya penilai mempersiapkan dan merancang suatu tugas/pekerjaan tertentu untuk dikerjakaan

peserta didik kemudian hasil dari pekerjaannya dinilai. Menurut macam – macamya, penugasan dibagi menjadi dua yaitu : a. Perorangan Dalam hal ini pengajar atau guru memberikan tugas baik itu tertulis ataupun tidak yang sifatnya individu. Jadi peserta didik diwajibkan mengerjakan tuganya secara sendiri dan tidak ada kerja sama atau contekan. b. Kelompok Penugasan yang diberikan oleh pendidik ataupun guru adalah tugas yang dapat dikerjakan oleh beberapa anak dan bersama – sama. Dalam teknik penilaian ini yang dimaksud bukanlah seorang peserta didik dapat menjiplak kerjaan dari teman lainnya namun seorang peserta didik dituntut mampu berbagi bertukar fikiran terhadap teman – temannaya.

Daftar Pustaka Amir Daien Indrakusuma:Evaluasi Pendidikan.Jilid I terbitan sendiri.1975 Scarvia B.Anderson, Samuel Ball. Richard T. Murphy and Associates: Encyclopedia of Educational Evaluation. Yessey Bass, Inc Publishers, San Fransisco.1975 Suharsini Arikunto:Dasar-dasar evaluasi pendidikan,terbitan sendiri.2011 _____.http://www.google.co.id:Penilaian_hasil_belajar_KTSP (diakses 4 Pebruari 2012)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->