P. 1
BUKUTEXTKELASXsem2

BUKUTEXTKELASXsem2

|Views: 18,222|Likes:
Published by Azi Hasan Arif
buku materi pai kelas x sem 2
buku materi pai kelas x sem 2

More info:

Published by: Azi Hasan Arif on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2015

pdf

text

original

1

Kelas X semester genap

AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG DEMOKRASI
Standar Kompetensi : Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang demokrasi. Kompetensi Dasar : 4.1. Membaca Q. S Ali Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38. 4.2. Menyebutkan arti Q. S Ali Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38 4.3. Menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam Q. S Ali Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38 dalam kehidupan sehari-hari.

4.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. Ali Imran ayat 159 – 160

Q.S. Al Baqarah, 2 : 30

Q>S> Asy Syura, 42 : 38

2

1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
 Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan benar dan baik.


Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Cara membaca Rahmatimmina dibaca terpadu berdengung Langfaddu Nun mati dibaca samar berdengung Min haulika ( dibaca jelas ) Wasyaawirhum fi (mim mati dibaca jelas) ‘alalloohi

Alasan Tanwin kasrah bertemu dengan mim Nun mati bertemu fa’ Nun mati ha bertemu

Idgam bigunna h Ikhfa’

izhar Izhar syafawi Tafkhim Gunnah

Mim mati bertemu dengan fa’ Lam jalalah sebelumnya fathah Nun dalam keadaan bertsydid

inna


Lafal

Kegiatan Siswa
Pernyataan Mim Fathah mengadap alif yang mati Lam jalalah sebelumnya fathah Tanwin fathah menghadap gain Nun sukun bertemu ha Mad bertemu nun yang

Hukum bacaan
........ ..... ...... ......

Cara membacanya
......... ......... ...... ......

3

diwaqofkan

...

.....

1.

Terjemahan Per-kata

bagi mereka

kamu lembut

Allah

dari

rahmat

Maka dengan

tentu mereka akan menjauhkan

hati

kasar

bersikap keras

kamu adalah

dan sekiranya

bagi mereka

dan mohonkan ampun

dari mereka

maka maafkanlah

sekeliling kamu

dari

Maka bertawakallah

kamu membulatkan tekad

maka apabila

urusan itu

dalam

dan bermusyawarahlah dengan mereka

orang-orang yang bertawakal

Dia menyukai

Allah

sesungguhn ya

Allah

kepada

Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Ali Imran, 3 : 159 adalah : Maka berkat rahmat Allah engkau ( Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. *) Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. *) Urusan peperangan dan hal-hal duniawi lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan
dan lain-lain.

2.

3.

Kandungan

 Pen jelasan bahwa berkat adanya rahmat Allah SWT, Nabi Muhammad menjadi pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia dapat bersikap lemah lembut terhadap kaum muslimin di sekitarnya. Beliau tidak bersikap dan berperilaku keras dan berhati kasar, akan tetapi sebaliknya senantiasa memberi maaf kepada orang yang berbuat salah, khususnya terhadap para sahabatnya yang telah melakukan pelanggaran. Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin agar melakukan musyawarah untuk memecahkan permasalahan yang mereka hadapi.

4

Apabila musyawarah itu telah mencapai mufakat, dianjurkan untuk bertawakal kepada Allah, karena Allah menyukai orang-orang yang bertawakal. 4. Penjelasan Surat Ali Imran terdiri dari 200 ayat, termasuk golongan ayat Madaniyah. Dinamakan Ali Imram karena memuat kisah keluarga “ Imran “ yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa a.s. , ada persaman kejadiannya dengan Nabi Adam a.s., meliputi kenabian dan beberapa Mu’jizatnya serta disebut pula kelahiran Maryam putri dari Imran, yaitu ibu dari Nabi Isa, a.s. Pada ayat yang ke 159 pada surat Ali Imran, bahwasannya berkat adanya rahmat Allah yang maha besar, bahwasannya Nabi Muhammad menjadi insan yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Apabila beliau bersifat kasar dan berkeras. hati, niscaya orang-orang itu akan pergi menjauh meninggalkan Nabi Muhammad saw. Begitu pula selanjutnya bagi umat Islam dalam berdakwah senantiasa menjadi pribadi yang lembut dan berakhlak mulia sehingga mendapat simpati dan manusia tidak akan lari dari sekelilingnya. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memaafkan dan memohonkan ampunan bagi para sahabatnya. Setelah itu beliau diperintahkan untuk bermusyawarah dalam berbagai hal dengan mereka untuk menyelesaikan persoalanpersoalan yang mereka hadapi. Perintah itu bukan hanya terbatas kepada beliau Nabi Muhammad saja, akan tetapi berlaku untuk semua sahabatnya dan seluruh pengikutnya yakni umat Islam. Apabila musyawarah itu telah mencapai mufakat, maka dianjurkan untuk bertawakkal kepada Allah, yakni bersandar diri keberhasilan selanjutnya kepada ketetapan Allah swt.

1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
b. Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan benar dan baik.

c.
Lafal

Penjelasan Tajwid
Hukum Bacaan

Cara membaca Walladziina Panjang 2 harakat Ashsholaata Waamruhum ( dibaca jelas ) wamimma (mim dibaca dengung) Yunfiquun

Alasan Mad ya berada setelah kasrah Alif lam shad bertemu

Mad thabi’i Idgham syamsiyah Izhar syafawi Gunnah Mad arid

Mim mati bertemu ra Mim bertasydid Mad wau sukun

5

lissukun

bertemu nun yang diwakafkan

1.

Terjemahan Per-kata

dan urusan mereka

salat

dan mereka mendirikan

kepada Tuhan mereka

mereka memperkenankan

Dan orangorang yang

Mereka menafkahkan

Kami beri rizki mereka

dan sebagian apa

diantara mereka

musyawarah

2. Terjemahan ayat Terjemahan Q.S. Asy Syura, 42 : 38 adalah : Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Kandungan Q.S. Asy- Syura, 42 : 38 adalah menjelaskan tentang orang-orang yang menyambut baik seruan Allah itu adalah :  Sen antiasa mereka selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi laranganlarangan-Nya. Mereka selalu melaksanakan salat apabila telah dating waktunya. Mereka selalu melaksanakan musyawarah pada hal-hal yang perlu dipecahkan bersama. Mereka selalu menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah kepadanya pada hal-hal yang diridloi-Nya. 4. Penjelasan Surat Asy Syuura termasuk surat yang ke 42 terdiri atas 53 ayat, termasuk suratsurat Makiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai surat Asy Syuura yang berati “musyawarah” yang diambil dari perkataan “syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Didalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah. Tauladan Rosulullah yang dapat dipetik dalam kehidupannya adalah ketika “Perang Badar” Perang tersebut adalah perang antara umat Islam dengan kaum Kafir Quraisy yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijrah. Semula Rosulullah dan para sahabatnya mengambil posisi di dekat mata air Badar. Namun salah seorang sahabat yang bernama “ Hubab bin Munzir “ tidak setuju dengan posisi tersebut. Lantas ia bertanya” Wahai Rosulullah : apakah posisi ini berdasarkan wahyu dari Allah SWT atau pendapat Rosul sendirari ?” Rosulullah menjawab : “ ini semua adalah pendapatku, bukan dari wahyu”. Lalu Hubab bin Munzir mengajukan usul : “ kalau menurutku posisi yang kita lakukan adalah mengambil tempat di dekat mata air yang berdekatan dengan musuh, lalu kita gali sumur-sumur yang cukup dalam kemudian kita 3.

6

isi dengan air”. Kemudian Rosulullah menyetujuinya dan semua sahabat melaksanakannya sehingga peperangan akhirnya di menangkan kaum muslimin.

KEGIATAN SISWA
 Diskusikan dengan teman-temanmu bagaimana bermusyawarah yang baik .  Coba identifikasi ciri-ciri masyarakat demokrasi.  Coba renungkan apa manfaat dan hikmah yang dapat diperoleh dalam bermusyawarah itu.

RANGKUMAN

Surah Ali Imran, 3 : 159 berisi bahwa Allah SWT telah memberikan rahmat yang amat besar kepada Nabi Muhammad SAW, bahwasanya beliau merupakan sosok manusia yang memiliki akhlak mulia, berhati lembut, penuh kasih sayang, suka memberi maaf dan berbuat pada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Disamping itu beliau suka bermusyawarah pada hal-hal yang perlu dimusyawarahkan. Apabila telah mufakat maka bertawakkal kepada Allah.

Kandungan Q.S. Asy-Syura, 42 : 38 adalah menerangkan tentang tanda-tanda orang yang beriman adalah mau menerima seruan Allah SWT berupa : menjalankan salat lima waktu, suka bermusyawarah, serta mau berinfak dijalan Allah apabila mendapat rezeki untuk dibelanjakan kepada hal-hal yang diridoi-Nya.

UJI KOMPETENSI
a. Aspek afektif Isilah pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan sikapmu sebenarnya dengan cara mencontreng ( √ ) pada kolom yang tersedia yang

INTERNALISASI AKHLAK MULIA
No Pernyataan Sikap santun dalam pergaulan 1 setuju …… tidak setuju …… tidak tahu ….. alasan ……

2

3 4

5

hidup akan membawa situasi senang dan menyenangkan Sikap keras dan berhati kasar akan menjauhkan manusia dari pergaulan hidup Bermusyawarah harus berpedo man pada prinsip mufakat Disiplin mengerjakan ibadah salat merupakan kegiatan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Setiap kali mendapatkan rezeki ada kewajiban sedekah atau zakat

……

……

…..

……

…… ……

…… ……

….. …..

…… ……

…..

….

….

…..

b.

Aspek kognitif 1). Soal pilihan ganda Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan cara menyilang (X) pada huruf a,b,c,d, atau e.

7

1. Lafal
disebut a. b. c.

ada tanwin fathah bertemu dengan huruf mim dalam ilmu tajwid bacaan.... idgham bigunnah d. Mad ‘arid ikhfa’ e. Izhar syafawi gunnah ada mim mati bertemu dengan huruf fa’ adalah bacaan d. gunnah e. Idgham bilagunnah

2.lafal
tajwid.... a. ikhfak syafawi b. izhar syafawi c. tafkhim 3.

Lafal dalam Q.S. Ali Imran, 3 : 159 artinya adalah... a. kamu bersikap lemah lembut d. Bermusyawarahlah kamu b. berhati kasar e. Memaafkan kepadanya c.mereka menjauhkan darimu

(1) (2) (3) (4) (5)

4. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut : Dapat memuaskan semua anggota musyawarah Dapat mengakomodasikan perbedaan-perbedaan pendapat Dapat mempertajam perbedaan pendapat dalam musyawarah. Menumbuhkan kerukunan dan persatuan anggota musyawarah Dapat mendorong anggota untuk memunculkan konflik Dari pernyataan di atas yang dapat dihasilkan dalam bermusyawarah adalah... a. (1), (3), (4). d. (2), (4), (5) b. (1), (2), (4). E. ( 3), (4), (5) c. (2), (3), (5). 5. Kriteria orang yang memenuhi seruhan Allah sehingga dapat masuk surga, sebagaimana dijelaskan Q.S. Asy Syura 38 adalah seperti dibawah ini. Adapun yang tidak masuk didalamnya adalah.... a. orang yang patuh dan taat kepada Allah b. orang yang disiplin mengerjakan salat c.orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah d. orang yang gemar bermusyawarah dalam segala urusan e. orang yang sangat patuh pada adat istiadat dimasyarakatnya. 6. Dalam Q.S. Asy Syura, 42 : 38 ada lafal a. berdisiplin mengerjakan salat b. mematuhi seruhan Tuhannya c.mematuhi berzakat d. bermusyawarah dengan segala urusannya e. berbuat baik kepada Tuhannya artinya adalah....

7. Pada akhir Q.S. Asy-Syura 38 ada lafal ilmu tajwid disebut bacaan.... a. Ikhfak hakiki d. Mad wajib muttasil b. Ikhfak syafawi e. Izhar syafawi c.Mad arid lissukun

dibaca waqof. Dalam

8. Perilaku orang yang bertaqwa adalah sebagaimana pernyataan di bawah ini. Adapun yang tidak termasuk di dalamnya adalah... a. mengimani kepada masalah ghaib

8

b. melaksanakan salat c.mengumbar nafsu untuk kesenangan hidup d. mau mengeluarkan sedekah /zakat e. percaya kepada kitab Al Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya 9. Tauladan Nabi Muhammad SAW dalam hal pelaksanaan musyawarah adalah dikala beliau mengatur strayegi perang.... a. perang badar d. Perang jamal b. perang uhud e. Perang shiffin c.perang khandaq 10. Berikut ini adalah perilaku yang sesuai dengan kandungan Q.S. Ali Imran 159 dan Q.S. Asy Syura 38. Adapun yang tidak masuk di dalamnya adalah... a. bersikap lemah lembut ketika mengajak beiman kepada seseorang b. bersikap keras dan melawan kepada orang kafir yang memusuhi Islam c.mentaati perintah Allah dengan melaksanakan ibadah d. bersedia bermusyawarah apabila dilakukan dengan orang-orang yang seiman saja e. gemar bermusyawarah untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan hidup 2). Soal Uraian Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar! 1. Jelaskan pengertian musyawarah menurut bahasa dan istilah, serta manfaat yang akan diperoleh! 2. Jelaskan dampak yang akan terjadi bila suatu masalah yang sulit mengabaikan musyawarah! 3. Bagimana adab dan etika ketika bermusyawarah itu? 4. Jelaskan contoh musyawarah yang dilakukan oleh Rosulullah SAW! 5. Jelaskan prinsip-prinsip yang harus berdasarkan Q.S. Ali Imran, 3 : 159 ! diterapkan dalam bermusyawarah

9

IMAN KEPADA MALAIKAT
Standar Kompetensi : Meningkatkan keimanan kepada Malaikat. Kompetensi Dasar : 5.1. Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat 5.2.Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat 5.3.Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam kehidupan sehari-hari

5.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. Al Baqarah : 30

Q.S. Ali Imran : 18

Q.S. Al Baqarah : 97 - 98

10

BERIMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH IFTITAH 1. Bacalah Al Quran 5-10 menit sebelum memulai pembahasan! 2. Awali pelajaran dengan membaca doa belajar! 3. Berhati-hatilah dalam setiap perbuatan dan perkataan karena semua itu dicatat oleh para malaikat! 4. Jalinlah hubungan yang baik dengan malaikat karena mereka senantiasa mendoakanmu! 5. Teladanilah sifat-sifat ketaatan para malaikat! Memiliki keimanan berarti memiliki nikmat yang paling tinggi nilainya. Banyak orang dapat mengucapkannya, tetapi tidak semua orang mampu menghayati ungkapan tersebut. Iman merupakan sesuatu yang paling pokok dari seluruh aspek kehidupan. Iman yang sempurna memiliki 3 unsur, yaitu meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan atau bersyahadat, dan mengamalkan sesuai dengan Al Quran dan hadis. Iman yang terangkum dalam rukun iman sebagaimana sabda Rasulullah saw.

(‫اليمان ان تؤمن بال وملئكته وكتبه ورسله واليوم الخر وتؤمن بالقدر خيروشره )رواه مسلم‬ ِ ّ َ َ ِ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ُِ ُ َ ِ ِ ُ ُ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ُ َ ْ ِْ َ
Artinya: "Iman ialah engkau percaya kepada Allah swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta percaya pada takdir yang baik dan yang buruk. " (HR Muslim). Apabila mengingkari salah satu rukun iman, maka batallah keimanan seseorang. Pada bab ini, kita mempelajari dan memahami serta menghayati rukun iman yang kedua yaitu iman kepada malaikat dengan berpedoman pada ayat-ayat Al Quran dan hadis. A. Pengertian Iman kepada Malaikat Menurut bahasa, malaikat berarti risalah, misi, atau utusan. Adapun iman kepada malaikat menurut istilah yaitu percaya atau yakin bahwa malaikat itu makhluk gaib ciptaan Allah yang senantiasa patuh menjalankan tugas dan tidak pernah durhaka sedikit pun. Firman Allah swt. َ ‫ل‬ Artinya: “Malaikat-malaikatyangtidakpernah mendurhakai Allah swt. terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6). Para malaikat senantiasa melaksanakan perintah Allah swt. untuk beribadah. Mereka menunjukkan jalan yang benar dan mendoakan agar dosa-dosa orang mukmin diampuni serta dilindungi dari berbagai macam kejahatan. Menurut pendapatmu, apakah malaikat merupakan makhluk yang paling sempurna? Jelaskanlah alasannya! B. Penciptaan Malaikat dan Tugasnya Allah swt. telah menciptakan malaikat dari cahaya (nur) sebagaimana Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan jin dari api. Rasulullah saw. bersabda.

(‫خلقت الملئكة من نور وخلق الجن من مارج من نار وخلق ادم مماوصف لكم )رواه مسلم‬ ْ ُ َ َ ِ َ ّ ِ َ َ َ َ ََ َ ٍ ّ ْ ِ ٍ ِ َ ْ ِ ّ ِ ْ َ ََ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ َ ْ ُ ْ ََ

11

Artinya: Malaikat Aku (Allah) ciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua." (HR Muslim). Berdasarkan hadis qudsi tersebut, malaikat diciptakan dari cahaya yang karakternya memantulkan cahaya pada hati manusia dan kedamaian di bumi. Manusia diciptakan dari tanah yang karakternya tenang, diam, stabil, sedangkan jin diciptakan dari api yang sifatnya selalu bergerak, bergejolak, dan tidak pernah tenang. Para malaikat mempunyai karakter patuh hanya pada Allah swt. Mereka melaksanakan tugas mengatur dan menertibkan alam semesta serta tidak pernah mengeluh. Malaikat senantiasa melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak pernah melakukan perbuatan di luar kehendak Allah swt. memantulkan cahaya clan kedamaian pada manusia. Firman Allah swt.

Artinya: “Malaikat itu takut pada Tuhannya yang berkuasa di atas mereka dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan.” (QS An Nahl: 50). RISALAH Ruh setiap saat ada pada diri kita, tetapi tidak pernah kejahatan sebagaimana malaikat yang senantiasa ada di kanan dan kiri kita. Tiap ucapan dan gerak-gerik di tempat sunyi sekalipun, tidak akan lepas dan catatan malaikat. Ruh manusia dan malaikat dapat menembus keluar maupun masuk dengan leluasa, bahkan pada dinding kaca yang rapat atau lebih dari itu. Para malaikat bukanlah laki-laki, bukan perempuan, tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur sehingga tidak mempunyai nafsu. Oleh karena itu, malaikat semuanya bersifat baik. Lain halnya dengan manusia, untuk melaksanakan ibadah dan meninggalkan larangan-Nya harus berjuang melawan hawa nafsunya. Oleh karena itu, apabila manusia mampu mengalahkan dan menguasai hawa nafsunya, maka is lebih mulia derajatnya di atas malaikat. Akan tetapi, apabila tidak mampu, maka derajatnya berada di bawah malaikat. Jadi, jelas bahwa tidak seluruh manusia lebih mulia dari malaikat. Malaikat taat tanpa diperintahkan dan meninggalkan perbuatan maksiat sebelum dilarang. Oleh karena itu, perintah beribadah hanya ditujukan pada manusia dan jin. Firman Allah swt.

Artinya : “"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu”. ( Q.S. Az Zariyat 56) Malaikat diciptakan lebih dulu dari manusia. Allah swt. memberitahukan pada malaikat bahwa Allah akan menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi ini. Adam a.s. ditugaskan menjadi khalifah sebagai wakil Allah untuk mengatur, memakmurkan, dan memanfaatkan segala yang ada di bumi. Pada awalnya, malaikat menolaknya karena mengetahui bahwa penduduk bumi sebelum Adam, yaitu jin telah berbuat kerusakan. Akan tetapi, akhirnya Malaikat diberitahu bahwa Allah menciptakan manusia malaikat man tunduk dan sujud kepada Nabi Adam a.s. Firman Allah swt.

12

Artinya: "Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah, kecuali iblis. Ia enggan dan takabur dan is termasuk orangorang kafir." (QS Al Baqarah: 34). Sujud malaikat tersebut kepada Adam adalah sujud sebagai penghormatan semata-mata atau sebagai pengakuan malaikat terhadap kelebihan dan keistimewaan Adam a.s. Juga sebagai pernyataan tobat kepada Allah swt. serta pernyataan maaf pada Adam a.s. karena para malaikat pernah mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi khalifah dari pada Adam. Peristiwa itu menandakan bahwa penciptaan malaikat lebih dahulu daripada manusia (Adam a.s.). Malaikat jumlahnya sangat banyak dan yang tahu hanyalah Allah swt. Kita hanya dapat mengetahui beberapa nama saja. Adapun tugas malaikat yang tercantum dalam Al Quran dan hadis adalah sebagai berikut. 1. Jibril bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada nabi dan rasul. 2. Mikail bertugas membagi rezeki dari Allah kepada seluruh makhluk. 3. Israfil bertugas meniup sangkakala sebagai pertanda datangnya hari kiamat 4. Izrail bertugas mencabut nyawa. 5. Raqib bertugas mencatat setiap aural (baik dan buruk). 6. Atid bertugas mencatat setiap amal (baik dan buruk). Mereka selalu berada di kanan dan kiri kita. 7. Munkar bertugas menanyakan amal manusia di alam kubur. 8. Nakir bertugas menanyakan amal manusia di alam kubur. 9. Malik bertugas menjaga neraka. 10. Ridwan bertugas menjaga surga. Tugas dari kesepuluh nama malaikat, buatlah hikmah keimanan terhadap mereka dalam kehidupan pribadimu! Buatlah dalam bentuk tabel! C. Fungsi Iman kepada Malaikat Dengan memahami dalil naqli dan aqlinya, kita akan memahami pula manfaat beriman pada malaikat dalam kehidupan. Hal tersebut niscaya akan membuahkan bermacam manfaat yang penting dan tidak ternilai harganya. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut. 1. Iman Kita akan Menjadi Bertambah Kuat Allah swt. telah memerintahkan malaikat untuk mengatur peredaran matahari, bulan, bintang, mengatur jalannya angin, hujan, membagikan rezeki, mencatat aural, mencabut nyawa, dan lain sebagianya. Semua itu dikerjakan malaikat dengan patuh dan tak kenal lelah. Dengan demikian, kita akan terhindar dari kepercayaan tentang dewa yang dianggap berkuasa di balik kekuatan alam ini. Malaikat hanya makhluk Allah belaka yang tidak boleh disembah. Para malaikat mengatur alam semesta yang begitu besar atas Allah juga menciptakan malaikat sebagai pengatur perintah Allah swt. Tentu Zat yang memberi berjalannya alam raya. perintah memiliki sifat yang Mahabesar dan Mahakuasa. Firman Allah swt.

13

Artinya: "Dan kepunyaan Allah tentara langit dan bumi dan Allah Maha perkasa dan Maha bijaksana." (QS Al Fath: 7). 2. Selalu Berhati-hati dalam Setiap Perbuatan, Perkataan, maupun Niat Baik di tempat ramai atau sunyi, ada yang melihat atau tidak kita harus senantiasa waspada. Dalam kehidupan sehari-hari sepanjang hayat, tidak ada satu pun perbuatan atau perkataan yang lolos dari catatan malaikat. Kita tidak mungkin dapat mengelak dari hat tersebut. Firman Allah swt.

Artinya: “Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikat yang mulia sebagai pencatat." (QS Al Infitar: 10-11). 3. Menambah Ketaatan Beribadah Malaikat yang senantiasa taat beribadah, menggugah hati kita untuk mencontoh ketaatannya kepada Allah swt. Selain itu, kita akan terhindar dari sifat ujub (sombong) dalam beribadah. Kita menyadari bahwa ibadah yang kita ikukan belum seberapa jika dibandingkan dengan ibadah para malaikat. Allah berfirman.

Artinya: "Sesungguhnya semua malaikat yang ada di sisi Tuhanmu itu tidak menyombongkan diri dan tidak enngan beribadah kepada-Nya. Mereka memahasucikan dan bersujud kepada-Nya." (QS Al Araf 206). 4. Tidak Takut Menghadapi Mati Setiap yang hidup pasti mengalami kematian. Hanya saja, waktu dan cara kematian itu berbeda-beda. Firman Allah swt.

Artinya: "Tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (QS Ali Imran: 185). Kematian tidak harus menunggu usia tua, tidak harus didahului sakit, tetapi kematian dapat menjemput setiap saat. Malaikat Izrail melaksanakan tugas mencabut nyawa tepat atau sesuai dengan jadwal kematian yang tercantum di Lauhul Mahfuz. Maut tidak dapat diajukan ataupun diundur walaupun sesaat saja. 5. Memperteguh Pendirian dalam Menegakkan Kebenaran Dengan beriman kepada malaikat, orang tidak akan ragu-ragu menegakkan keadilan atau kebenaran dan tidak takut pada atasan, takut dipecat, atau dikecam oleh masyarakat. Malaikat senantiasa berpihak pada orang-orang yang menegakkan kebenaran. DISKUSI Dapatkah kamu menganalisis fungsi keimanan dalam. kehidupan masyarakat saat ini? Jelaskanlah!

14

D.

Hikmah Penghayatan terhadap Malaikat Penghayatan terhadap iman kepada malaikat tentu memiliki efek yang positif dalam kehidupan manusia. Contohnya, orang yang beriman kepada Allah pasti memiliki keyakinan bahwa setiap gerak-gerik atau aural perbuatannya akan dicatat oleh malaikat. Firman Allah swt.

Artinya: "Tiada satu ucapan pun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid)." (QS Qaf: 18). Dalam ayat yang lain, Allah swt, juga berfirman.

Artinya: Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikatyang mulia sebagai pencatat" (QS Al Infitar: 10-11) Beberapa hal yang merupakan bentuk hikmah penghayatan terhadap iman kepada Allah adalah sebagai berikut. 1. Berusaha untuk selalu bertakwa kepada Allah di mana pun berada. Pesan Rasulullah saw dalam sabdanya.

(‫اتقوا ال اين ماتكو نوا )رواه احمدوالتمذي‬ ْ ُ ْ ُ َ َ َ َْ َ ُ ِّ
Artinya: "Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada." At Turmuzi). (HR Ahmad dan

2.

Berupaya untuk selalu berbuat kebaikan karena dia yakin akan mendapat imbalan pahala dari Allah swt. sebagaimana firman-Nya.

Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberatzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS Az Zalzalah: 7) 3. Mampu menghindari diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang

mengakibatkan dosa. Firman Allah swt. Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun niscaya dia melihat balasannya." (QS Az Zalzalah: 8). TUGAS Apakah hikmah penghayatan terhadap malaikat yang dapat kamu peroleh dalam upaya mencapai suatu cita-cita atau tujuan? Jelaskanlah! E. Hikmah Beriman terhadap Malaikat Iman yang sempurna harus memiliki perwujudan dalam kehidupan pada setiap pribadi muslim. Beberapa contoh penghayatan terhadap iman kepada malaikat adalah sebagai berikut. 1. Seorang mukmin harus senantiasa merasa gembira dan bersyukur karena didoakan supaya diampuni dosanya, dipelihara dari kesalahan, dan dimasukkan surga oleh para malaikat. Oleh karena itu, Seorang mukmin tidak boleh berputus asa

15

untuk mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang terlanjur dilakukan. Rahmat dan ampunan Allah lebih besar, asalkan orang itu belum terlambat untuk meninggalkan perbuatan dosa. Mulailah berbuat baik sehingga perbuatan dosa yang sudah dilakukan akan mendapatkan ampunan dari Allah swt.! Firman Allah swt.

Artinya: “Malaikat-malaikat yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepadaNya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman seraya mengucapkan, Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilab ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala. " (QS Al Mukmin: 7). 2. Rajin melakukan ibadah, khususnya salat. Dengan iman kepada malaikat, salat yang tadinya terasa berat akan menjadi ringan. Ada malaikat yang bertugas menjaga di waktu malam dan di waktu siang. Firman Allah swt.

Artinya: “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula salat subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan oleh malaikat" (QS Al Isra: 78). 3. Rajin salat berjemaah. Para malaikat ikut serta membaca tamin (amin) bersama-sama dengan orang yang salat berjemaah. Rasulullah saw bersabda.

‫اذاقال المام غير المغضوب عليهم ول الضالين فقيو ليوا اميين فيان الملئكية يقوليون اميين وان‬ ّ َِ ُ ْ ِ َ َ ْ ُْ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ ّ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ َ َ ْ ِ ْ ََ ِ ُ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ ِ ‫المييا َ يقوليون اميين فمين وافيق تيأمينه تيأمينه تيأمين المل ئكية غفرليه ماتقيدم مين ذنبيه )رواه‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ُ ََ ِ ُ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ْ ُْ ُ َ ‫ْ ِ َ م‬ (‫البخارى‬
Artinya: “Jika imam mengucapkan gairil magdubi `alaihim waladdallin," maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya para malaikat pun mengucapkan dmin. Maka barang siapa yang bacaan amin-nya bersamaan dengan bacaan amin-nya malaikat, maka diampunilah untuknya dosa-dosa yang telah lalu." (HR Bukhari).

4.

Rajin membaca AI Quran. Dalam sebuah hadis dikisahkan bahwa pada suatu ketika Usaid bin Hudair membaca Al Quran di ruangan yang jaraknya dekat dengan kandang kudanya dan kuda tersebut melompat-lompat. Setelah ditengok, ada pelitapelita seperti awan yang terang cahayanya di dalam kandang tersebut. Ternyata itu adalah para malaikat yang sedang mendengarkan bacaan Al Quran. ketika Usaid melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah saw., beliau bersabda:

(‫)رواه البخارى و مسلم‬

ْ ُ ْ ِ ُ ِ َ ْ َ َ ُ ّ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ََ َ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ْ ِ ‫تلك الملئكة كانت تستمع لك ولو قرأت يراها الناس ماتستترمنهم‬

16

Artinya: “Itu adalah malaikat yang mendengarkan bacaanmu, andai kata engkau terus membacanya sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu yang hingga hari ini masih terselubung." (HR Bukhari Muslim). 5. Selalu berupaya menyucikan jiwa. Kita berusaha membersihkan diri dari akhlak yang tercela, takabur, rakus, pemarah, dan sebagainya. Bahkan syarat untuk memperoleh ilmu dan hati yang tergerak untuk mengamalkan ilmu tersebut yaitu hati harus suci dari akhlak yang tercela. Malaikat tidak akan menurunkan ilmu pada orang yang di dalam hatinya terdapat sifat, tabiat, atau akhlak yang rusak. Maka satusatunya jalan agar seseorang mendapat ilmu yang bermanfaat (diamaikan), terlebih dulu is harus membersihkan hatinya dari sifat-sifat tercela. IMTISAL Di sebuah warung, seorang nenek melayanimu ketika membeli alat tulis. Kamu membeli barang seharga Rp.5000 dan kamu memberi uang sebesar Rp.10.000 untuk membayarnya. Ternyata uangmu dikembalikan Rp.45.000. Setelah memberikan uang itu, nenek tersebut kembali sibuk melayani para pembeli yang lainnya. Apa yang seharusnya kamu lakukan ketika mengalami hal tersebut?

6.

Malaikat menjadi pelajaran bagi manusia. Manusia harus menyadari bahwa kemampuannya sangat terbatas. Hal ini patut direnungkan sebagaimana malaikat yang diberi tugas sesuai dengan keahliannya. Hal tersebut berlaku dalam setiap aspek kehidupan, seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, keamanan, dan peradilan. 7. Memperbanyak bacaan salawat nabi. Firman Allah swt.

Artinya: "SesungguhnyaAllah dan malaikat-malaikatnya bersalawat untuk nabi. Hai orangorang yang beriman, bersalawatlah kamu dan ucapkan salam penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab: 56). Masih banyak aspek kehidupan lainnya yang mendapat pengaruh positif dari beriman pada malaikat. Dengan penghayatan akan iman kepada para malaikat Allah, kita akan mampu menjadi insan yang senantiasa terlindung dan mendapatkan rahmat serta ampunan dari Allah swt. TUGAS Sebutkan minimal sepuluh contoh penerapan iman kepada malaikat yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat! Buatlah dalam bentuk tabel! IJTIMA Menurut bahasa, malaikat berarti risalah, misi, atau utusan. Adapun iman kepada malaikat menurut istilah, yaitu percaya atau yakin bahwa malaikat itu makhluk gaib ciptaan Allah yang senantiasa patuh menjalankan tugas dan tidak pernah durhaka sedikit pun. Allah swt. telah menciptakan malaikat dari cahaya (nur) sebagaimana Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan jin dari api.

17

IMTIHAN A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar! 1. Percaya dan yakin adanya malaikat sebagai makhluk Allah adalah rukun iman yang ke.... a. satu d. empat b. dua e. lima c. tiga ... kepada Nabi. 2. Keimanan pada para malaikat dipelajari melalui dalil.... fikri d. naqli b. aqli e. sufi c. syar'i

a.

3.

Jumlah malaikat yang tercantum dalam Al Quran sebanyak.... a. 10 d. 25 b. 15 e. 70 c. 20 Malaikat menurut bahasa berarti.... d. dewa b. kerajaan e. cahaya c. risalah

4.

a. taat

5.

Malaikat diciptakan dari.... a. udara b. tanah c. api

d. air e. cahaya

6.

Di alam ruh, para malaikat membaca .... a. Al Quran d. takbir b. tasbih e. ta'min c. tahlil Salat yang disaksikan dua malaikat yaitu salat.... a. subuh d. tahajud b. zuhur e. magrib c. Jumat Malaikat pencatat amal baik yaitu.... a. Nakir d. Raqib b. Malik e. Atid c. Ridwan a. b. c. Allah swt. dan para malaikat membacakan …. Kepada nabi Tahlil d. Takbir Salawat e. tahmid Al-Qur'an Malaikat yang datang pada Maryam disebut …. Ruhul Qudus d. Marut Namus e. Izrail Harut

7.

8.

9.

10. a. b. c.

18

11. a. b. c. d. e. 12. a. b. c. 13. a. b. c. d. e.

Malaikat yang datang pada Nabi Ibrahim membawa kabar …. Pembangunan Kakbah Menyembelih anak Menunaikan haji Akan punya anak Supaya beristri lagi Tabiat para malaikat yang paling menonjol adalah …. Mengalah d. Taat Suka menolong e. Dermawan Sabar Jenis malaikat adalah …. Ada yang laki-laki dan perempuan Laki-laki Perempuan Banci Tidak laki, perempuan ataupun banci

14. Malaikat menjelma dengan rupa yang menakutkan ketika mencabut nyawa orang yang.... a. Zalim d. Mukmin b. Qanaah e. Tawadu c. Sabar 15. Malaikat menjelma dengan rupa yang bagus ketika mencabut nyawa orang yang.... a. Takabur d. Mukmin b. Ujub e. Munafik c. Tamak

16.

Rasulullah saw bersabda

َ َ ُ ِ َْ َ ْ َ َ ُ َ َِ َ ْ َ ِْ ‫تلك الملئكة كانت تستمع لك‬
Yang dimaksud malaikat pada hadis tersebut adalah .... a. Pembagi rezeki d. Penjaga neraka b. Penjaga surga e. Pencatat amal c. Pembawa ilmu 17. Tugas Malaikat Jibril saat ini adalah .... Menganggur d. Beribadah b. Mengatasi malaikat e. Berkeliling c. Membantu mencatat amal

a.

18.

Yang mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing yaitu Malaikat …. Mikail d. Ridwan b. Munkar dan Nakir e. Jibril c. Raqib dan Atid a. a. b. c. Malaikat Jibril dinamai Namus ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi …. Musa a.s. d. Ibrahim a.s. Isa a.s. e. Muhammad saw Sulaiman a.s.

19.

19

20.

Malaikat yang menjaga surga adalah Malikat …. a. Israfil d. Mikail b. Jibril e. Ridwan c. Malik

B.

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Tulislah hadis nabi mengenai rukun iman! 2. Jelaskan arti iman kepada malaikat! 3. Apakah arti malaikat menurut bahasa? 4. Apakah arti dalil naqli dan agli? 5. Jelaskan mengenai empat jenis makhluk (malaikat, manusia, jin, dan setan) beserta sifatnya masing-masing! 6. Sebutkan tempat-tempat yang dikunjungi oleh malaikat! 7. Sebutkan 10 malaikat dan tugasnya masing-masing! 8. Sebutkan fungsi iman kepada malaikat! 9. Mengapa malaikat tidak mempunyai nafsu? 10. Apakah manusia lebih mulia daripada malaikat? Jelaskan!

20

PERILAKU TERPUJI
Standar Kompetensi : Membiasakan perilaku terpuji. Kompetensi Dasar : 6.1. Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu 6.2. Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu atau menerima tamu 6.3. Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari.

6.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. Al A’raf : 26

Q.S. Yusuf : 58 - 60

Q.S.An Nisa’ 83

21

I.

ADAB BERPAKAIAN Pakaian merupakan salah satu nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada para hambanya, Islam mengajarkan agar seorang muslim berpakain dengan pakaian islami dengan tuntunan yang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Pakaian yang Islami adalah pakaian yang dapat menutup aurat, bagi laki-laki harus dapat menutup bagian tubuhnya antara pusar dan lutut, sedangkan bagi wanita harus dapat menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. 1. Adab berpakaian bagi seorang laki-laki Tentang adab berpakaian bagi seorang laki-laki menurut Islam terlihat dari sabda Nabi berikut ini:

‫نهاتى رسول ال ص.م.عن التختم با الذهب وعن لباس القسىء وعن لبصصاس المعص صفر )رواه‬ ِ َ ْ َ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ َ ّ ِ ِ َّ ّ ِ َ ِ ُ ْ ُ َ ِ ََ ‫الطبرانى‬
“Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan asfar.” (HR. °abran³) Adab berpakaian bagi seorang laki-laki dengan demikian, adalah: Pertama, tidak boleh memakai pakaian sutra. Hal ini mengandung sebuah didikan moral yang tinggi. Cincin dan sutra dua benda yang identik dengan ”kehalusan dan keindahan” yang menjadi ciri khasnya seorang perempuan. Cincin dan pakaian sutra mengisyaratkan kemewahan dan kelemahgemulaian. Padahal seorang laki-laki diharapkan untuk menjadi pelindung bagi keluarganya, masyarakatnya, dan negaranya. Untuk menjadi seorang pelindung yang baik tentulah harus mempunyai kondisi fisik dan penampilan yang menggambarkan sebuah kekuatan sehingga orang yakin terhadap kemampuannya untuk memberikan perlindungan. Disisi lain, pelarangan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk pencegahan terhadap sikap hidup bermewah-mewahan dan pamer (riya), padahal masih banyak rakyat yang menderita dan hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan kata lain untuk mengasah kepekaan sosial. Kedua, mengenai model pakaian tidak ada aturan yang jelas asalkan menutup aurat, memenuhi unsur tuntutan kesehatan. Akan lebih baik lagi jika unsur estetikanya juga turut diperhatikan. Ajaran Islam sangat menganjurkan kepada kaum laki-laki untuk mengenakan pakaian yang baik, barsih, sopan, dan menutup aurat. Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :

Artinya : Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. AlA’raf : 26). Di ayat lain Allah Berfirman :

22

Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, (QS. Al-‘Araf ; 31) Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa tata cara berpakaian bagi pria adalah sebagai berikut : 1). Ketika mengenakan pakaian hendaklah niat untuk beribadah kepada Allah SWT, dan ber doa. Do’a Berpakaian dan Membuka Pakaian : “Allahumma innii asaluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrohi wa syarro maa huwa lahu ”

(wahai Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya.”) (HR. Ibnu Sunni)
2). Pakaian yang dipakai wajib menutup aurat, bagi laki-laki minimal menutup pusar dan lutut. 3). Mendahulukan anggota badan yang kanan ketika hendak memakai pakaian, dan anggota badan yang kiri ketika hendak melepas. Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dan Muslim) 4). Apabila hendak pergi ke Masjid, pakailah pakaian yang baik, bersih, dan rapi. Sebagaimana firman Allah : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, (QS. Al-‘Araf ; 31) 5). Warna pakaian yang akan dipakai hendaklah berwarna putih. Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih) Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas, oleh karena itu, dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan barang-barang diatas, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutra) haram atas lakilaki umatku. (HR. Abu Daud) Dan dalam Islam tidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita dan sebaliknya wanita tidak diperkenankan memakai pakaian laki-laki Artinya :

2.

Tata Cara Barpakaian Bagi Wanita 1. Adab berpakaian bagi seorang perempuan Adab berpakaian bagi seorang perempuan dalam Islam tergambar dalam firman Allah QS. an-Nur (24): 31,

23

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Kemudian diperkuat lagi dengan firman Allah QS. al-Ahzab (33): 59,

Artinya :. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab ; 59) Di dalam sebuah hadis Nabi bersabda yang artinya : “ Sesungguhnya seorang wanita apabila sudah sampai masa baligh (puber) tidaklah boleh memperlihatkan tubuhnya, kecualimuka dan dua tapak tangannya” ( HR. Abu Daud) Dari kedua ayat dan hadis Nabi di atas dapat disimpulkan bahwa adab berpakaian bagi seorang perempuan menurut Islam adalah: Pertama, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Kedua, tidak menampakkan (memamerkan) perhiasannya, kecuali yang biasa nampak seperti cincin atau gelang. Ketiga, menampakkan perhiasaan hanya dibolehkan bagi mahram dan suaminya. Keempat memanjangkan kerudung sehingga menutupi dada. Kelima, tidak boleh memakai pakaian yang terlalu tipis sehingga membuat bagian-bagian tubuhnya terlihat membayang. Keenam, tidak boleh memakai pakaian yang terlalu ketat yang membuat lekukan-lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas. Ketujuh, dilarang memakai pakaian yang seronok, karena akan membuat mata orang lain terus-menerus tertuju kepadanya, karena dikhawatirkan hal itu akan menimbulkan fitnah dan niat jahat orang lain. Banyak fakta menunjukkan bahwa kejahatan seksual terjadi selain faktor pelaku yang memang mempunyai tabiat jahat bisa juga dipicu oleh pihak korban yang dengan sengaja atau tidak memakai pakaian yang memperlihatkan aurat sehingga memancing perlakuan tak senonoh dari orang lain.

24

Dari dasar dalil diatas dapat dipahami bahwa Allah SWT menyuruh wanitawanita beriman agar berpakaian, dengan pakaian yang dapat menutup seluruh auratnya, terutama sekali wanita yang sudah baligh (dwasa) Dengan demikian tata cara berpakaian bagi wanita adalah : 1). Ketika mengenakan pakaian hendaklah berniat yang ikhlas, hanya untuk beribadah kepada Allah SWT dan mencari rido-Nya.. 2). Berdoalah sebelum berpakaian, agar pakaian berfungsi untuk ibadah. Do’a Berpakaian dan Membuka Pakaian : “Allahumma innii asaluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrohi wa syarro maa huwa lahu ”

(wahai Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya.”) (HR. Ibnu Sunni)
3). 4). 5). 6). Bagian anggota badan hendaklah ditutup seluruhnya kecuali muka dan telapak tangan Memanjangkan kerudungnya sampai menutup dada Mendahulukan anggota badan yang kanan ketika hendak memakai pakaian, dan anggota badan yang kiri ketika hendak melepas. Warna pakaian yang akan dipakai hendaklah berwarna putih

Tentang Mendahulukan yang Kanan
Di antara sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam redaksi muslim dikatakan, “Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci.” Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini mengandung kaidah baku dalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal memakai baju, celana panjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundul kepala, mengucapkan salam sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan sisi kiri semisal masuk WC, keluar dari masjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju, celana panjang dan sepatu. Ini semua dikarenakan sisi kanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.” (Syarah Muslim, 3/131)

Adab Memakai Sandal
Yang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandal adalah memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memilih Pakaian Warna Putih
Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian

25

dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih) Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kenakanlah pakaian berwarna putih karena itu lebih bersih dan lebih baik dan gunakanlah sebagai kain kafan kalian.” (HR . Ahmad, Nasa’I dan Ibnu Majah, shahih) Tentang hadits di atas Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkomentar, “Benarlah apa yang Nabi katakan karena pakaian yang berwarna putih lebih baik dari warna selainnya dari dua aspek. Yang pertama warna putih lebih terang dan nampak bercahaya. Sedangkan aspek yang kedua jika kain tersebut terkena sedikit kotoran saja maka orang yang mengenakannya akan segera mencucinya. Sedangkan pakaian yang berwarna selain putih maka boleh jadi menjadi sarang berbagai kotoran dan orang yang memakainya tidak menyadarinya sehingga tidak segera mencucinya. Andai jika sudah dicuci orang tersebut belum tahu secara pasti apakah kain tersebut telah benar-benar bersih ataukah tidak. Dengan pertimbangan ini Nabi memerintahkan kita, kaum laki-laki untuk memakai kain berwarna putih. Kain putih disini mencakup kemeja, sarung ataupun celana. Seluruhnya dianjurkan berwarna putih karena itulah yang lebih utama. Meskipun mengenakan warna yang lainnya juga tidak dilarang. Asalkan warna tersebut bukan warna khas pakaian perempuan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan. Demikian pula dengan syarat bukan berwarna merah polos karena nabi melarang warna merah polos sebagai warna pakaian laki-laki.Namun jika warana merah tersebut bercampur warna putih maka tidaklah mengapa.” (Syarah Riyadus Shalihin, 7/287, Darul Wathon)

Pakaian Berwarna Merah
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, Rasulullah pernah melihatku mengenakan pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur maka Nabi menegurku dengan mengatakan, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir jangan dikenakan”. Dalam lafazh yang lain, Nabi melihatku mengenakan kain yang dicelup dengan ‘usfur maka Nabi bersabda, “Apakah ibumu memerintahkanmu memakai ini?” Aku berkata, “Apakah kucuci saja?” Nabipun bersabda, “Bahkan bakar saja.” (HR Muslim) Dalam hadits di atas Nabi mengatakan “Apakah ibumu memerintahkanmu untuk memakai ini” hal ini menunjukkan pakain berwarna merah adalah pakaian khas perempuan sehingga tidak boleh dipakai laki-laki. Sedangkan maksud dari perintah Nabi untuk membakarnya maka menurut Imam Nawawi adalah sebagai bentuk hukuman dan pelarangan keras terhadap palaku dan yang lainnya agar tidak melakukan hal yang sama. Dari hadits di atas juga bisa kita simpulkan bahwa maksud pelarangan Nabi karena warna pakaian merah adalah ciri khas warna pakaian orang kafir. Dalam hadits di atas Nabi mengatakan “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang-orang kafir. Jangan dikenakan”. Jawaban untuk permasalahan ini adalah dengan kita tegaskan bahwa yang terlarang adalah kain yang berwarna merah polos tanpa campuran warna selainnya. Sehingga jika kain berwarna merah tersebut bercampur dengan garis-garis yang tidak berwarna merah maka diperbolehkan. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan adanya tujuh pendapat ulama tentang hukum memakai kain berwarna merah. Pendapat ketujuh, kain yang terlarang adalah berlaku khusus untuk kain yang seluruhnya dicelup hanya dengan ‘ushfur. Sedangkan kain yang mengandung warna yang selain merah semisal putih dan hitam adalah tidak mengapa. Inilah makna yang tepat untuk hadits-hadits yang nampaknya membolehkan kain berwarna merah karena tenunan yaman yang biasa Nabi kenakan itu umumnya memiliki garis-garis berwarna merah dan selain merah. Hadis-hadis Nabi SAW banyak menjelaskan tatakrama berhias diri, yaitu :

26

1). Anjuran untuk mmotong kuku, memendekkan kumis, menyisir rambut, dan merapikan jenggot 2). Anjuran untuk berharum-haruman dengan wewangian yang menyenangkan kati, melegakan dada, menyegarkan jiwa, serta membangkitkan tenaga dan gairah kerja. 3). Larangan mencukur botak sebagian kepala, dan sebagian lainnya tidak dicukur/dibiarkan tumbuh 4). Larangan berhias diri dengan mengubah apa yang telah diciptakan Allah SWT, misalnya mengeriting rambut, memakai cemara (menyambung rambut), mencukur alis mata, membuat tahi lalat palsu, dan larangan bertato 5). Laki-laki dilarang berhias diri hingga menyerupai perempuan dan sebaliknya.

II. Adab dalam Berhias
1. Pengertian Adab dalam Berhias Adab dalam berhias hampir sejalan dengan adab dalam berpakaian. Berhias, asal dilakukan dengan wajar dan tidak berlebihan pada dasarnya dibolehkan dalam ajaran Islam, bahkan dianjurkan asal menaati aturan-aturan yang telah digariskan. Karena, seperti kata Rasulullah dalam sabdanya yang juga telah disebutkan sebelumnya, Allah sendiri adalah penyuka keindahan,

‫ان ال جميل يحب الجمال و يحب معالى الخلق ويكره سفاسفها‬ َ َ ِ َ َ ُ َ ْ ََ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ ْ ّ ِ ُ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ ُ (‫)رواه التبرانى فى كتابه معجم الوساط‬
“Sesungguhnya Allah itu Indah dan Dia mencintai keindahan, Dia mencintai akhlak yang mulia dan membenci perilaku yang tercela.” (HR. at-°abran³ dalam kitabnya Mu’jam al-Aus±¯ dengan sanad dari Jabir r.a.) 2. Contoh-contoh Adab dalam Berhias Islam memberikan aturan-aturan dalam hal berhias, antara lain sebagai berikut: 1). Laki-laki dilarang memakai cincin emas, sebagaimana sabda Nabi yang telah dijelaskan sebelumnya. 2). Dilarang bertato dan mengikir gigi. Pada zaman Jahiliah, bertato banyak dilakukan oleh wanita-wanita Arab dalam bentuk ukiran-ukiran dengan warna biru di hampir semua bagian tubuhnya, termasuk muka dan tangan. Zaman sekarang, bertato lebih banyak dilakukan oleh laki-laki. Bagi sebagian besar laki-laki dan dalam pandangan masyarakat pada umumnya tato adalah perlambang ke-”macho”-an. Pertanda kehebatan bahkan kepremanan seorang laki-laki. Sedangkan mengikir gigi maksudnya memendekkan dan merapikan gigi, dengan maksud agar kelihatan cantik dan rapi. Rasulullah bersabda:

(‫لعن ر ُول ال ص.م.الواشمة والمستوشمة والواشرة والمستوشرة.)رواه الطبرانى‬ َ َ ِ ْ َْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َْ ِ ُ ْ ‫َ َ َ َس‬
”Rasulullah SAW melaknat perempauan yang menato dan minta ditato,yang mengikir gigi dan yang meminta dikikir.” (HR. °habran³) 3). Dilarang menyambung rambut Selain hadi£ tentang larangan menyambung rambut yang telah disebutkan sebelumnya, dalam riwayat lain juga Rasulullah bersabda:

‫سألت أمرأة النبي ص.م. فقالت يا رسول ال أن ابنتي أصابتها الحصصية فصأمر َ شصعرها وأنصي‬ ّ َِ َ ُ ْ َ ‫َ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ِ ّ ْ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ ْ َق‬ َ ِ ّ ٌ ََ ْ ِ ُ ْ َ َ (‫زوجتها أفأصل فيه؟ فقال:لعن ال الواصلة والمصتوصلة. )رواه البخارى‬ َ َِ ْ َ ْ ُ ْ َ َ َِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ْ ِ ُ ِ َ َ َ َ ُ ْ ّ َ

27

“Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?’ Jawab Nabi SAW: ‘Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan meminta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhori)

4). Jangan berhias secara berlebihan Islam membolehkan berhias, tapi kalau dilakukan dengan berlebihan dan tidak wajar, itu adalah perbuatan yang melampau batas (tabzir). Perbuatan melampaui batas akan menyeret kepada sikap sombong dan suka bermegah-megahan. Padahal sikap seperti itu adalah sikap setan la’natullah. Allah berfirman:

Artinya : “… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar terhadap Rabb-nya.” (QS. al-Isra’ [17]: 26 – 27) Akan lebih berbahaya lagi jika berhias secara mencolok dan berlebihan tersebut ditujukan untuk menarik perhatian laki-laki lain (selain suami sendiri). Hal itu bisa menimbulkan fitnah dan bahaya besar dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun berhias (secara wajar) yang ditujukan untuk menarik perhatian dan kasih sayang suami adalah hal yang baik untuk dilakukan, dan para suami pantas untuk mendapatkannya. Nabi SAW bersabda :

(‫الدنيا متاع و خير متاعها المرأة الصالحة )رواه التبرانى‬ ُ َ ِ ّ ُ َْ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ّ َ
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang ¡ali¥ah.” (HR. At Thabroni dari Salman r.a.) III. ADAB DALAM PERJALANAN 1. Tata Krama di Jalan Raya. Orang yang beriman hendaknya mentaati perintah Allah dan peirntah Rasul-Nya, serta mentaati perintah dari pemerintah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana firman-Nya :

Artinya : “... Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa’ ; 59) Termasuk taat kepada pemerintah adalah mentaati aturan lalulintas jalan raya. Karena jalan raya adalah milik umum/orang banyak maka dalam menggunakan jalan harus memperhatika keselamatan orang lain sesama pengguna jalan. Demi keselamatan bersama maka pemerintah membuat peraturan untuk pengguna jalan raya yang harus ditaati, yaitu : Bagi pejalan kaki hendaknya :

28

1). berjalan disebelah kiri jalan dan di trotoar 2). menyeberang di jembatan penyeberangan atau di zebracross 3). menunggu lampu hijau bagi penyeberang atau saat yang aman untuk menyeberang 4). menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum Bagi pengemudi kendaraan bermotor hendaknya : 1). memerhatikan dan mentaati rambu-rambu lalu lintas 2). melengkapi perlengkapan berkendaraan, seperti SIM, STNK, dan helm (bagi pengendara sepeda motor) 3). mengemudi dalam batas kecepatan yang sesuai dengan keadaan jalan raya, 4). tidak membuang sampah sembarangan. 2. Tata Krama bagi Para Penumpang Kendaraan Umum Bagi para penumpang kendaraan umum seperti Bus dan atau kereta api, hendaknya memperhatikan dan melaksanakan tata krama antara lain : 1). bermanis muka dan bertutur kata yang baik terhadap para penumpang yang lainnya. 2). bersikap hotmat kepada penumpang yang lain, terutama kepada yang lebih tua. 3). saling tolong menolong dengan sesama penumpang yang lain. 4). jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengganggu dan merugikan para pemunpang lain IV. ADAB BERTAMU DAN MENERIMA TAMU
1. Adab Bertamu

Dalam kehidupan sehari-hari atau bermasyarakat sudah barang tentu orang yang satu dengan yang lainnya terjadi saling mengunjungngi. Berkunjung ke rumah orang baik karena ada kepentingan yang sangat perlu maupun sekedar silaturrahmi ini dinamakan “bertamu”. Bertamu dengan maksud yang baik dilandasi dengan niat karena Allah SWT, bersilaturrahmi untuk mempererat tali persaudaraan antra sesama muslim sangat dianjurkn oleh ajaran Islam, Rosulullah SAW bersabda : Artinya : Dari Abu Hurairah ra. bahwa ia berkata : “ saya mendengar Rosulullah SAW bersabda : Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia melakukan silaturrahmi”. (HR. Bukhari dan Muslim); dan diriwayatkan oleh Timidzi dengan kalimat : “sesungguhnya silaturrahmi itu menimbulkan cinta kasih di kalangan famili, merupakan sumber kekayaan dan menyebabkan umur panjang”. Dalam ajaran Islam orang yang bertamu itu harus memperhatikan dan melaksanakan tatakrama, sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Adapun adab bertamu itu antara lain : !). Dalam bertamu didahului dengan niat untuk melaksanakan sunnah Rasul dan beribadah kepada Allah. Apabila ada keperluan sampaikan dengan cara yang baik. Sebaik-baiknya tamu adalah yang membawa kabar gembira dan menyenangkan tuan rumah yang didatangi. 2) Sebelum berkunjung sebaiknya memberitahu dahulu bahwa kita mau bersilaturrahmi, baik melalui tepoh, SMS, surat maupun yang lainnya. 3). Menggunakan pakaian yang sopan, rapi, dan menutup aurat dan berpenampilan yang Islami. 4). Usahakan dalam bertamu itu ketika orang yang ditamuni dalam keadaan tenggang waktu. Jangan bertamu apabila orang yang ditamuni itu dalam keadaan sibuk, sedang tidur, dan waktu makan, karena apabila bertamu dan orang yang ditamuni

29

itu sedang dalam keadaan tidak memungkinkan akan dapat mengganggu yang di tamuni. 5). Ketika bertamu terlebih dahulu sebelum masuk memberi isyarat dengan salam, mengetuk pintu atau membunyikan bel, atau yang lainnya. Nabi bersabda : Artinya : Apabila seseorang bertamu lalu minta izin (mengetuk pintu atau mengucap salam) sampai tiga kalidan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu), maka hendaklah dia pulang. (HR. Bukhari dan Muslim) 6). Dalam bertamu, kalau memeang harus menginap,usahakan jangan sampai lebih dari tiga hari. Karena hal itu dapat mengganggu atau memberatkan tuan rumah. Rasulullah SAW bersabda : Artinya : “ Bertamu itu selama tiga hari” (HR. Bukhari dan Muslim) 7) Hendaknya bersikap dan bertuturkata yang sopan, sehingga orang yang dikunjungi merasa senang serta menaruh hormat kepada tamunya. 8). Jangan bertamu kepada orang wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah, karena dapat menimbulkan fitnah. 2. Adab Menerima Tamu.

Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang pernah bertamu dan pernah pula menerima tamu. Dalam menerima tamu hendaknya sesuai dengan tatakrama yang sudah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda : Artinya : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah memulikan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim ) Adab dalam menerima tamu adalah sebagai berikut : 1). Segaralah membukakan pintu bila ada tamu datang, menjawab salam serta segera mempersilahkan masuk. Dengan sikap yang baik dan muka yang menyenagkan 2). Tuan rumah menyambut tamu dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat Karena kedatangan tamu akan membawa manfaat tersendiri. Rasulullah SAW bersabda : Artinya : “apabila tamu telah masuk ke rumah seseorang maka ia masuk dengan membawa rizkinya dan jika ia keluar membawa pengampunan bagi tuan rumah dan keluarganya”.(HR. Ad-Dailami dari Annas) 3). Tamu hendaklah dijamu, paling tidak disuguhi minuman atau makanan ringan. Rasulullah SAW bersabda Artinya : “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan bertamu itu tiga hari, adapun selebihnya adalah termasuk sedekah “. 4). Tamu hendaklah diterima dengan rasa syukur dan rasa senang serta dengan wajah yang ceria 5). Bila tamu yang datang itu tidak kita inginkan, jangan sekali-kali menunjukkan sikap yang membuatnya tersinggung. Jika ingin menolaknya, maka tolaklah denga cara yang bijaksana. 6). Jika tamu telah berpamitan akan pulang, antarkanlah tamu sampai pintu rumah atau (pagar), karena hal tersebut termasuk sunnah. Rangkuman : • Sebagai seorang muslim dalam bergaul dan bermasyarakat dituntut untuk bersikap dan berperilaku yang Islami, misalnya : dalam cara berpakaian dan berhias diri, juga dalam cara bertamu dan menerima tamu • Pakaian yang sesuai dengan tatakrama islam adalah yang dapat memenuhi fungsinya yaitu dapat menutup aurat, menambah keindahan fisik pemakaianya, dan menunjukkan identitas pemakainya adalah orang Islam

30

• Berhias diri yang sesuai dengan tatacara islam adalah yang berpedoman kepada Al-Quran dan hadits. • Diantara ciri orang yang beriman adalah menghormatu tamu, maka menghormati tamu hukumnya wajib bagi orang Islam • Bertamu yang baik adalah yang sesuai dengan tata cara Islami, yaitu diniati beribadah kepada Allah SWT, dan berpakaian yang sopan (menutup aurat) • Dalam bertamu jangan sampai merepotkan tuan rumah, sehingga jika akan bermalam jangan sampai melebihi tiga hari. • Sebagai orang Islam yang baik jika bepergian hendaklah mentaati aturan jalan raya atau aturan lalu lintas dengan disiplin. Baik bagi pejalan kaki ataupun sebagai pengendara kendaraan bermotor.

LATIHAN :
I. Berilah tanda silang( X ) pada jawaban yang benar ! 1. Pakaian yang baik berdasarkan QS. Al-A’raf 26 adalah : a. berwarna putih b. tidak tembus pandang c. indah di pandang d. menyenangkan bagi pemakaianya e. pakaian takwa 2. Berikut ini adalah hal-hal yang hukumnya haram, kecuali ... a. mempertontonkan aurat b. memakai wangi-wangian c. mencukur rambut kepala sampai botak d. membiarkan rambut sampai gondrong e. tidak menyisir dan meminyaki rambut 3. Ayat yang mengandung perintah untuk berpakaian baik ketika hendak ke masjid adalah ... a. QS. Al-Ahzab ; 59 b. QS. Al-A’raf ; 31 c. QS. Al-Anbiya 41 d. QS. Ali Imran ; 37 QS. An-Nahl ; 123 4. QS. Al-Ahzab ; 59, menjelaskan fungsi berpakaian bagi wanita adalah menutup aurat , agar ... a. tampak lebih cantik b. berpanampilan menarik c. melindungi udara panas atau dingin d. tidak diganggu kaum laki-laki e. disenangi oleh orang banyak. 5. Pernyataan berikut ini yang mempunyai hukum wajib adalah ... a. bertamu b. menjamu tamu dengan makanan yang lezat c. menghormati tamu d. mengucapkan salam e. memenuhi semua keinginan tamu

31

6. Sopan santun dalam ajaran Islam disebut ... a. tatakrama b. budi pekerti c. adab d. perilaku e. moral 7. Aurat wanita adalah seluruh anggota badan kecuali .... a. muak b. tangan c. muka dan tangan d. muka dan bagian kaki e. muka dan telapak tangan 8. Tujuan dan fungsi wanita berbusana adalah .... a. menjadi terkenal b. membuat indah c. menambah cantik d. menutuo aurat e. mendapat pujian 9. Pegangan utama yang perlu diperhatikan dalam berpakaian a. sesuai selera pribadi b. keindahan c. harga pakaian d. sesuai dengan zaman e. tidak berlebih-lebihan 10. Dalam adab bertamu, kita dibolehkan mengetuk pintu sebanyak ... a. satu kali b. dua kali c. tiga kali d. empat kali e. lima kali II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar ! 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan cara berpakaian yang sesuai dengan Islam ! Sebutkan manfaat-manfaat berpakaian yang menutupi aurat bagi kaum wanita ! Jelaskan adab menerima tamu! Jelaskan tatakrama bertamu! Tuliskan dengan benar dalil yang memerintahkan bagi wanita harus berjilbab, dan tuliskan artinya!

32

MENGHINDARI SIFAT TERCELA
Standar Kompetensi : Menghindari perilaku tercela. Kompetensi Dasar : 7.1. Menjelaskan pengertian hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi 7.2. Menyebutkan contoh perilaku hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi 7.3. Menghindari hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi

7.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. Albaqarah : 109

Q.S.Al Baqarah : 264

Q.S.Al Baqarah : 229

33

MENGHINDARI SIFAT TERCELA
Sifat-sifat akhlak yang baik (akhlakul karimah) banyak dijelaskan Al Quran terutama yang menyangkut perilaku keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Siti Aisyah (istri Rasulullah) mengenai bagaimana akhlak Rasulullah itu, Siti Aisyah menngembalikan pertanyaan kepada sahabat nabi tersebut,” Bukankah anda telah membaca Al Quran?” Aisyah kemudian mengatakan bahwa Al Qur’an itu mengandung contoh-contoh tentang akhlak Rasulullah yang sepatutnya dijadikan suri tauladan oleh seluruh umat manusia.Sifatsifat akhlak yang buruk atau tercela (akhlakul mahmudah) juga telah diungkapkan Al Qur’an agar menjkadi peringatan untuk dapat dijauhi, karena perilaku butuk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah selalu ditunjukan oleh kaum Quraisy dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh Quraisy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah, Akhnas bin Syariq, Aswas bin Abdi Yaqutus, dan lail-lain. Oleh karena itu iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran yang harus dipelihara, dan ditingkatkan kualitasnya melalui sikapnya dan perilaku terpuji. Rasulullsah SAW bersabda: Artinya:”Iman itu ialah melihat dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengerjakan dengan anggota (perbuatan).” (HR.Bukhari Muslim) Imam Turmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda “Malu adalah sebagian dari iman dan iman itu di surga. Sedangkan sikap tidak sopan adalah bagian dari buruknya peringai dan perangai yang buruk adalah di neraka” Keimanan seseorang akan rusak atau tidak manfaat apabila seseorang malukukan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak keimanannya. Diantara perbuatan yang tercela dan menyebabkan rusaknya keimanan adalah hasud,riya’ dan aniaya.

I. HASUD
1. Pengerian Hasud Hasud ialah rasa atau sikap tidak senang terhadap kenikmatan atau kebahagiaan yang di peroleh oleh orang lain dan berusaha untuk melenyapkan atau mencelakaka orang lain tersebut Sifat tercela ini harus dihindari oleh semua orang, khususnya dikalangan generasi muda muslim karena jika sifat hasud ini terus menerus menjadi kebiasaan, tentu akan membawa akibat hncurnya kebaikan dalam diri seseorang akibat bertambahnya sifat rakus, tamak, dendam, serta rasa permusuhan di dalm diri. Rasulallah Muhammad SAW bersabda : Artinya : “ Telah masuk kedalam tubuhnya penyakit-penyakit umat dahulu ( yaitu ) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut.” (HR. Ahmad dan Tarmudzi) Dari hadits tersbut diatas, dapat dipahami bahwa hancurnya tau terpecahnya agama menjdi bercerai berai saling membenci, bermusuhan, dan saling merusak disebabkan sifat hasud dan dengki yang berkepanjangan diantara pemeluknya. Dalam hdist lain Rasullulah Muhammd SAW bersabda Artinya : “Janganlah kami saling mendengki,saling memutuskan hubungan, saling membenci dan saling membelakangi, jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. “(HR. Bukhari dan Muslim)

34

Apabila kita perhatikan dan kita kaji dalil-dalil naqli yang terungkap dalam hadits-hadits Rasulallah SAW bahwa hasud sering terjadi akibat adanya iri hati. Iri hati artinya : ‘ merasa ingin menguasai sesuatu yang dimiliki orang lain karena dirinya belum memiliki dan tidak mau ketinggalan.” Iri hati tidak diikuti dengan perbuatan mencelakakan orang lain tersebut. Iri hati itu ada yang termasuk sifat tercela dan ada yang tidak. Berdasarkan hadits riwayat Nukhari-Muslim ada dua macam iri hati yang dibolehkan islam, yaitu iri hati kpada orang yang dianugerahi harta yang banyak kemudian harta itu digunakannya untuk hal-hal yang diridhoi Allah dan iri hati kepada orang yang dibri ilmu pngetahuan oleh Allah SWT, kemudian ilmu itu diamalkannya serta diajarkn pada orang lain. Seseorang yang beriman kepada qada’ dan qadar tentu tidak akan bersikap dengki kepada orang lain yang mempunyai kelebihan karena ia menyadari bahwa hal itu merupakan kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Allah SWT berfirman : Artinya : “ Adakah (patut) mereka iri hati (dengki) kepda manusia (Muhammad) atas karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka.” (Qs. An-Nisaa, 4:54) Setiap muslim atau muslimah wajib hukumnya menjauhi sifat hasud / dengki karena hasud termasuk sifat tercela dan merupakan perbuatan dosa. Allah SWT berfirman : Artinya : “ Dan jnganlah kami iri hati terhadap apa yng dikaruniakn Allah kepada sebagian kami lebih banyak dari sebagian yang lain.” (Qs. An-Nisa, 4 : 32) Iri hati merupakan penyakit rohani atau jiwa. Apabila seseorang telah terkena penyakit hati, ia akan jatuh dari ajaran agama, bersikap takabur, suka merendahkan dan meremehkan orang lain.Dia tidak mempunyai rasa malu lagi untuk menjatuhkan orang lain, datang kesana kemari dengan berbagai cara supaya orang yang dihasudnya itu kebahagiaannya lenyap dari mereka bahkan berpindah kepadanya. Orang yang mempunyai sikap ini, sebenarnya merugikan dirinya sendiri, karena sikap demikian akan selalu merasa tidak puas terhadap berbagai hal, tidak akan dihargai oleh orang lain, takabur, dan membanggakan diri. Makin lama sikap ini melekat pada diri seseorang, akan semakin sakit rohaninya atau jiwanya. Ibarat besi kena karat, semakin lama karat merusak besi semakin hancur besi itu, atau laksana orang minum air laut, semakin bnyk orang tersebut minum akan semakin haus. Semkin lama sifat hasud itu melekat pada diri seseorang, semakin rusk dan semakin tidak puas jiwanya. 2, Bahaya atau Kerugian yang ditimbulkan oleh Perbuatan Hasud antara lain : 1). Dapat memutuskan hubungan persaudaraan dan menghapus segala kebaikan yang pernah dilaksanakan. Rasulallah SAW bersabda : Artinya : “ Juhkanlah dirimu dari hasud karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan – kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud) 2). Dapat merusak iman Rasulallah SAW bersabda : Artinya : “Dengki (hasud) merusak iman sebagaimana Jadam merusak madu.” (HR. Daelami) 3). Dapat merusak mental (hati) pendngki itu sendiri, sehingg kehidupan merasa gelisah dan tidak memperoleh ketentraman. 4). Dapat menimbulkan kerugian atau bencana baik bagi penghsud maupun orang yang dihasud.

35

3. Usaha-usaha Preventif Perbuatan Hasud Agar terhindar dri penyakit hasud orang- orng yng beriman diperinthkan untuk : 1). Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan pendengki apabila ia mndengki atau menghasud, sebagaimana telah dijelaskan Allah SWT dalam Al-Quran : Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai subuh dari kejahatan mkhluk-Nya, dari kejahatan orang yang dengki (penghasud) apabila ia dengki (menghasud).” (Qs. Al-Falaq ayat 1, 2 & 5) 2). Menyadari bahwa perbuatan hasud itu termasuk perbuatan tercela dan sangat berbahaya karena sifat tercela itu dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. 3). Menyadari bahwa sifat hasud itu merusak amal kebaikan dan dapat menghilangkan pahalanya. 4). Menumbuhkan sikap jiwa kasih sayang terhadap sesama umat manusia, karena mereka itu mempunyai hak-hak yang harus dihormati oleh setiap orang. • Imam muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari jarir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulallah SAW bersabda : Orang yang tidak mempunyai sikap lemah lembut tidaklah mempunyai kebaikan sama sekali.” • Abu Daud meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mughaffal r.a. bahwa Rasulallah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut dan menyukai sikap lemah lembut. Dia memberi kepada sikap ini sesuatu yang tidak Dia berikan kepada kekerasan.” • Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Aisyah r.a. berkata, “Suatu hari Rasulallah SAW datang ketempat aliran air ini dengan membawa unta dari sedekah yang terikat dilehernya. Lalu beliau bersabda : “Wahai Aisyah, bertaqwalah kepada Allah dan bersikap lemah lembutlah kepada unta ini. Sesungguhnya sikap lemah lembut jika masuk kedalam sesuatu maka ia akan memperindahnya dan jika ia meninggalkannya maka sesuatunitu akan menjadi buruk.” II. RIYA’ 1. Pengertian Riya’ Riya berasal dari kata “ru’yah” yang artinya melihat. Menurut istilah riya’ adalah ibadah seseorang yang bukan karena Allah, tetapi ia ingin dilihat oleh orang lain. Dalam kata lain, riya’ adalah orang yang bermal atau bekerja dengan mengharapkan pujian orang lain. Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dalan kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa riya’ ialah ibadah yang dilakukan dengan tujuan atau maksud agar dapat dilihat orang lain sehingga memuja pelakunya (ia ingin memperoleh kemasyhuran dan keuntungan dunia). Adapun orang yang berusah untuk memperdengarkan ucapan ibadah dan amal saleh kepada orang lain dengan maksud seperti pada riya’ dinamakan sum’ah (ingin didengar). Riya’ dan sum’ah termasuk sifat tercela, merupakan syirik kecil yang hukumnya haram dan harus dijauhi oleh setiap muslim atau muslimah. Rosulullah bersabda : (‫أَخوف ما أخاف عليكم الشرك الصغر فسئل عنه فقال الريآء )رواخ احمد‬ ُ َ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ ُ ِ ُ ُ ََ ُ َ َ َ َ َ Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil, sahabat bertanya “apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah ?” Rasul menjawab “, Riya’ (HR. Ahmad)

36

Pada Hadis lain Rasulullah SAW Bersabda Artinya : Rasulullah SAW bersabda, “Allah Azza Wajalla berfirman pada hari kiamat, yaitu diwaktu sekalian hamba melihat hasil-hasil amalannya : Pergilah kamu kepada semua apa yang kamu jadikan bahan pamer (riya’) di dunia. Lihatlah apakah kamu semua memperoleh balasan dari mereka? (HR. Ahmad dan Baihaki) 2. Macam-macam Riya’ Menurut Imam Ghazali, sifat riya’ itu dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagia, yaitu : 1). Riya’ yang berhubungan dengan keduniaan (ibadah ghoeru mahdah) 2). Riya’ yang berhubungan dengan ibadah mahdah Ria yang berhubungan dengan keduniaan adalah segala jenis usaha seseorang dengan niat di dalam hatinya mengharapkan kedudukan atau pujian dari orang lain, contohnya : kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan sosial kemsyarakat. Sedangkan riya’ yang berhubungan dengan ibadah, yaitu ibadah yang dilakukan oleh seseorang, selain mengharapkan keridoan Allah SWT, ia juga mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain. Ditinjau dari brntuknya riya’ ada 2 (dua) 1). Riya’ dalam hal niat 2) Riya’ dalam hal perbuatan atau tindakan Seorang yang mengatakan bahwa ia ikhlas taat kepada Allah SWT, padahal dalam hati yang sebnarnya tidak demikian, maka yang demikian itu tergolong riya’ dalam niat, sdang riya’ dalam perbuatan seperti orang yang berpakaian mewah dengan maksud agar orang lain memujinya. Riya’ dalam ucapan seperti seringnya memberi nasehat kepada orang lain, mengucapkan kata-kata hikmah, sering bertasbih jika dihadapan orang banyak tapi jika sendirian hanya melamun saja dan hal yang dilakukan itu hanya ingin dilihat orang lain bahwa dia itu seorang yang alim, taat beragama, padahal sesunggunya tidak demikian. Ukuran riya’ atau tidaknya pekerjaan seseorang itu niat atau getaran hati (qalbu) seseorang, sikap ini hanya dia sendiri yang dapat mengukur dan merasakannya, orang lain tidak dapat mengetahui. Sedang ukuran riya’yang kedua pengaruhnya terlihat dalam kegiatan sehari-hari. Riya dlam hal urusan dunia (ibadah ghaer mahdah) atau riya’ dalam ibadah (mahdah) banyak diungkapkan dalam Al-Quran, diantaranya : 1). Riya’ dalam perbuatan Seperti ketika akan mengerjakan shalat, seseorang tampak memperlihatkan kesungguhan dan kerajinan, namun alasannya karena takut dinilai rendah dihadapan guru atau orang lain. Dia melaksanakan shalat dengan khusyuk dan takut disertai harapan mendapat perhatian dalam QS. Al-Ma’un ayat 4 -7

Artinya : (1). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (2). (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

37

(3). orang-orang yang berbuat riya (4). dan enggan (menolong dengan) barang berguna 2). Riya dalam prilaku Firman Allah dalan QS. An-Nisa 142

Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali (QS. An-Nisa 142) Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani Para mukmin. dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu. Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat. Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang. 3). Riya’ dalam tindakan Firman Allah dalan QS. Al-Baqarah ayat 264

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqarah ayat 264) 3. Ciri-ciri orang yang berbuat riya’ atau sum’ah 1) Tidak akan melakukan perbuatan baik apabila tidak dilihat orang 2) Amal atau perbuatan baik yang telah ia lakukan sering diungkit-ungkit atau disebut-sebut 3) Beramal atau beribadah hanya sekedar ikut-ikutan, itupun dilakukan apabila sedang berada di tengah-tengah orang banyak 4) Amal (perbuatan baiknya) selalu ingin dilihat, diperhatikan ingin mendapat pujian dan ingin didengar orang lain

38

5). Terlihat tekun dan bertambah motifasinya dalam beribadah apabila mendapat pujian dan sanjungan, sebaliknya semangatnya akan menurun bahkan menyerah apabila dicela orang 4. Bahaya atau kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan riya” dan sum’ah 1) Muncul rasa ketidakpuasan terhadap apa yang telah dikerjakannya 2) Muncul rasa hampa dan gelisah di saat berbuat sesuatu 3) Mrusak nilai kebaikan dan pahala ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali. 4) Mengurangi kepercayaan dan rasa simpati dari orang lain. 5) Menyesal melakukan sesuatu apabila orang lain tidak melihat dan memperhatikannya. III. ANIAYA 1. Pengertian Aniaya Aniaya dalam bahasa arab disebut “zalim” yang berarti melampaui batas, melanggar ketentuan, keterlalun atau menempatkan sesuatu permasalahan tidak pada proporsinya. Aniaya (kezaliman) dapat diartikan sebagai perbuatan yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan menentang atau menyimpangdari ketentuanketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT. Allah SWT berfirman : Artinya : “Barang siapa yang melanggar hukum- hukum Allah, merka itulah orangorang yang zalim.” (Qs. Al-Baqarah,2 : 229) Aniaya atau zalim termasuk sifat tercela yang dikutuk Allah, dilaknat para malaikat dan dibenci sesama. Aniaya atau zalim termasuk perbuatan dosa yang dapat menjatuhkan martabat pelakunya dan merugikan pihak lain. 2. Macam-macam Aniaya Sikap dan perilaku aniaya atau kezaliman, dapat terjadi terhadap Allah SWT, terhadap diri sendiri, terhadap orang lin dan terhadap alam sekitar atau lingkungan. 1). Aniaya (zalim) terhadap Allah SWT. Kezaliman terhadap Allah SWT, yaitu tidak adanya pengakuan yang jujur, keimanan yang benar, bahwasanya kita manusia telah diciptakan Allah SWT untuk menjadi “Abdullah” (hamba Allah) dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan sebagai “Kholifatullah” (Khalifah Allah) yakni pengatur, pengelola dan pemakmur alam jagadraya ini dengan segala ktentuan dan aturan yang telah Allah SWT tetapkan dalam Al-Quran dan Sunnah-Nya. Apabila kita tidak mengikuti ketentuan tersebut berarti kita telah tergolong kepada orang yang telah berbuat aniaya (zalim) terhadap Allah SWT. Allah SWT berfirman : Artinya : “Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Qs. AlMaidah, 5 : 45) 2). Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri Aniay terhadap diri sendiri misalnya mmbiarkan diri sendiri dalam keadaan bodoh dn miskin, karena malas, meminum minuman keras, menyalah gunakan obat-obatan terlarang (narkoba), menyiksa diri sendiri dan bunuh diri (sebagai akibat dari tidak mensyukuri nikmat pemberian Allah SWT) Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dengan tanganmu kepada kecelakaan, dan berbuat baiklah karena swesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al-Baqarah, 2 :195) 3). Aniaya (zalim) terhadap sesama manusia

39

Aniaya terhadap sesama manusia seperti ghibah (mengumpat), naminah (mengadu domba), fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan dn melakukan pembunuhan, berbuat korupsi dan manipulasi. Allah SWT berfirman : Artinya :’......Dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (Qs. Hud, 11 : 85) Rasulallah SAW dalam haditsnya bersabda : Artinya : “Barang siapa yang merampas hak orang muslim lainnya, dengan sumpahnya Allah mewajibkan neraka dan mengharamkan surga baginya. Salah seorang sahabat bertanya, “Walaupun hanya merampas sesuatu yang sederhana, ya Rasulallah?” Nabi bersabda: “Walaupun hanya sepotong kayu urok.” (HR. Bukhari) 4). Aniaya (zalim) terhadap alam (lingkungan) Berbuat zalim terhadap alam adalah merusak kelestarian alam, mencemari lingkungan, menebang pepohonan secara liar, menangkap dan membunuh binatang tanpa mengindahkan aturan, sehingga akibat dari perbuatan itu dapat mrugikan alam dan merugikan masyarakat. Allah SWT berfirman : Artinya : “Janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi.”(Qs. AlBaqarah,2 :11) Artinya : “Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut, karena usaha tangan manusia supaya merasakan kepada mereka sebagai akibat kerja mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Rum, 30 : 41) 3. Bahaya dan Keburukan Perbuatan Aniaya Adapun bahaya dan keburukan sebagai dampak dari perbuatan aniaya (zalim) dapat menimpa pelaku (penganiaya), orang yang dianiaya, dan masyarakat. 1). Bahaya / Keburukan yang akan dialami oleh Penganiaya antara lain : 2). Hidupnya tidak akan disenangi, melainkan dijauhi bahkan dibenci masyarakat. Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Mu’minun :18 ! 3). Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut. 4). Mencemarkan nama baik dirinya, dan keluarganya 5). Mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan aniaya yang dilakukannya. 6). Mendapat siksa dengan dicampakkan kedalam api neraka (lihat Qs. AlMaidah, 5 : 39) 7). Dalam kehidupannya tidak akan mendapat pelindung atau penolong. Allah SWT dalam Qs. As-Syura ayat 8! Artinya : “Tiadalah bagi orang zalim itu pelindung atau penolong.” (Qs. AsySyura ayat 8) 4. Bahaya / Keburukan yang akan dialami oleh yang dianiaya dan masyarakat, diantaranya : 1). Ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya terganggu. 2). Menumbuhkan keresahan dan kekerasan di masyarakat. 3). Mengalami kerugian dan bencana, baik berupa kehilangan harta benda, penganiayaan terhadap fisik mental bahkan sampai kehilangan jiwa. 4). Semangat dan gairah kerja bik prindi maupun masyarakat akan menurun, karena dibayangi rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim. 5). Allah SWT akan menurunkan azabNya, apabila kezaliman di suatu negri atau suatu kelompok msyarakat sudah meraja lela. Allah SWT berfirman dalam Qs. Yunus ayat 13 : Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman.” (Qs. Yunus,10 :13)

40

5. Upaya Prefentif untuk Menghindari diri dari perbuatan Aniaya Setiap insan wajib berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi perbuatan aniaya (zalim). Diantara usaha tersebut antara lain : 1). Kesadaran akan eksistensi diri untuk selalu berbuat baik, ramah, dan sopan santun terhadap semua makhluk Allah ! Rasulallah Saw bersabda : Artinya : “ Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu. Bila kamu membunuh, baik-baiklah cara membunuhnya. Bila kamu menymbelih binatang, baik-baiklah cara menyembelihnya. Hendaklah salah seorang diantara kamu menajamkan pisaunya, dan hendaklah ia mempercepat mati binatang sembelihnnya.” (HR. Muslim). 2). Berusaha menegakan keadilan dan kebaikan terhadap diri sendiri, orang lain dan masyarakat. Allah SWT berfirman : Artinya : “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya berlaku adil dan berbuat kebaikan.” (Qs. An-Nahl, 16 : 90) 3). Meningkatkan kehati-hatian bahwa segala bentuk perselisihan, permusuhan, kedengkian dan peruskn trhadp sesama manusia dan alam semesta pad akhirnya dpat merugikan diri sendiri. 4). Meningkatkan kesadaran bahwa manusia itu tidak dapat berdiri sendiri, memerlukan bantuan dari orang lain dan bantuan dari alam. Apabila mereka dirugikan akibat perbuatan zalim yang pernah dilakukan kita, mereka pun akan menjauhi dan tidak menutup kemungkinan mereka balik menzalimi. 5). Meningkatkan kesadaran bahwa sebenarnya manusia telah banyak melakukan kezaliman, kurang patuh pada orang tua, salatpun terkadang tidak tept waktu dn lainnya. Hal ini jangan sampai ditambah lagi dengan kezaliman yang lainnya. Oleh karena itu kita senantiasa memohn kepada Allah SWT supaya dijauhkan dari sifat-sifat demikian. Allah SWT dalam firmannya : Artinya : “ Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri dn jika Engkau tidak mengampuni kami dan membri rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Araf, 7 : 23) Rangkuman  Hasud berbeda pengertiannya dengan iri hati, iri hati adalah merasa ingin menguasi sesuatu yang dimiliki orang lain, karena dirinya belum memiliki dan tidak mau ketinggalan. Iri hati tidak di ikuti oleh perbuatan mencelakakan dan iri hati itu ada yang dilarang dan ada yang dibolehkan. Hasud ialah rasa sikap tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha menghilangkannya atau mencelakakan orangnya. Dengki (hasud) termasuk sifat tercela perbuatan dosa yang wajib di jauhi oleh setiap muslim/ muslimah.  Riya’ adalah memperlihatkan suatu ibadah dan amal saleh kepada orang lain bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu selain Allah. Sedangkan memperdengarkan ucapan ibadah dan amal seleh kepada orang lain dengan maksud seperti riya disebut sum’ah. Riya’ dan sum’ah termasuk sifat tercela, syirik kecil yang hukumnya haram dan harus dijauhi oleh setiap muslim/ muslimah. Riya’ bisa terdapat dalam urusan keagamaan dan dalam urusan keduniaan. Riya’ akan mendatangkan kerugian dan bencana.  Aniaya (zalim) ialah sikap dan berperilaku tidak adil aniaya atau bengis yaitu suatu tindakan yang tidak menusiawi yang bertentangan dengan hak sesama manusia. Aniaya (zalim)termasuk sifat tercela yang hukumnya haram dan akan mendatangkat kerugian (bencana) di dunia maupun akhirat. A. Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang paling benar dan tepat! 1. Di bawah ini termasuk perbuatan tercala, kecuali ....... a. su’uzan d. riya’ b. hasud e. husnuzhan

41

c. zalim 2. Keinginan supaya kebahagiaan yang diperoleh orang lain lenyap dan berpindah kepada dirinya, disebut.. a. iri hati d. hasud b. riya’ e. buruk sangka c. zalim 3. Seseorang apabila pekerjaannya ingin didengar oleh orang lain disebut.... a. iri hati d. riya’ b. su’ul khatimah e. hasud c. sum’ah 4. Dalil Naqli Al-quran yang menerangkan orang yang celaka salatnya karena lalai dan riya” adalah a. QS. Al-Ashr ayat 1-3 d. QS. Al-Maun 1-4 b. QS. Al-Falaq ayat 1-3 e. QS. Al-Fil 1-3 c. QS. Al-Maun ayat 4-6 5. Yang termasuk perilaku aniaya terhadap diri sendiri ..... a. Tidak mentaati peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat b. Melakukan pencuria dan perampokan c. Membiarkan diri sendiri berada dalam kebodohan d. Lalai dalam melaksanakan kewajiban sosial e. Berkenalan dan bergau dengan orang yang tidak seiman 6. Zalim berarti......... a. Hormat b. Sayang c. Melampaui batas d. Murah hati e. Amal baik

7. Seseorang yang melakukan amal prbuatan agar mendapat pujian dari orang lain berarti orang tersebut a. Takabut d. Syirik b. Hasud e. Munafik c. Riya’ 8. Yang termasuk ciri-ciri orang yang mempunyai sifat riya’ ialah .. a. Salat dengan husuk dan senantiasa berbuat baik walaupun tidak ad orang lain yang melihat b. tidak akan melakukan prbuatan baik bila tidak dilihat orang c. Beribadah hanya ikut-ikutan d. Terlihat bertambah tekun beribadah, bils mendapat pujian. e. Senantiasa berupaya menampakkan segala perbuatan baiknya agardiketahui orang banyak. 9. Menggangggu ketenangan dan ketenteraman orsng lsin termasuk perbuatan a. Kufur d. Zalim b. Hasud e. Nifak c. Ria 10. Zalim berarti ... a. Hormat b. Sayang c . Menlampaui batas d Murah hati e. Amat baik

42

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas 1. 2. 3. 4. Tuliskan dalil nakli tentang hasud Sebutkan 3 contoh riya dalam beribadah Kemukakan akibat-akibat buruk sifat riya’ Kemukakan usaha-usaha yang harus ditempuh agat kezaliman yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bisa berkurang atu hilang 5. Jelaskan tiga madcam kezaliman

43

ZAKAT, HAJI, DAN WAKAF
Standar Kompetensi : Memahami hokum Islam tentang zakat, haji dan wakaf. Kompetensi Dasar :

8.

8.1. Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan waqaf. 8.2. Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan zakat, haji dan wakaf
8.3. Menerapkan ketentuan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan wakaf.

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q. S. At Taubah : 103

Q. S. Al Baqarah 110

Q.S. Ali Imran : 93

Q.S. Al Baqarah : 158

Q.S. Ali Imran 96

44

GAMBAR

45

IFTITAH Memahami Islam tidak akan lengkap bila kita tidak mengetahui hukum-hukumnya. Melalui hukumlah aturan yang berasal dari nilai-nilai Islam dapat dilaksanakan. Allah SWT menerapkan syari’at bukan untuk memberatkan manusia , akan tetapi dibalik itu, orangorang yang mampu melaksanakan syariat dengan baik pasti akan mendapatkan kebahagiaan dan kemulyaan hidup. Dalam bab ini akan dibahas ibadah-ibadah yang menggunakan unsur harta yaitu : zakat, haji dan wakaf. Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk menjamin keterlaksanaan ibadah zakat, haji dan wakaf. Untuk itulah pemerintah mengeluarkan undang-undang yang mengatur zakat, haji dam wakaf dengan tujuan agar ibadah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, mensejahterkan masyarakat dan dapat memberdayakan potensi umat Islam untuk kemaslahatan umat. A. ZAKAT Pengertian Zakat Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara syari'ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu menurut ketentuan-ketentuan Al-Qur’an. Zakat secara bahasa dapat berarti ”kesucian”, ”tumbuh atau berkembang”,dan dapat berarti ”keberkatan”. Menurut istilah zakat ialah kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seseorang kepada yang berhak menerima (mustahik) dengan ketentuan dan syarat syarat tertentu. Zakat mengandung arti kesucian, maksudnya jika harta itu dikeluarkan zakatnya, maka harta yang dimiliki orang tersebut menjadi suci. Begitu pula orangnya juga menjadi suci atau lepas dari dosa. Zakat mengandung arti tumbuh atau berkembang, maksudnya jika zakat itu dilaksanakan dapat menjadikan suburnya harta yang dimilliki, maupun suburnya bagi orang yang menerima. Zakat mengandung arti keberkatan, maksudnya jika zakat itu dilaksanakan dapat memberi berkah terhadap harta itu sendiri, orang yang zakat (muzakki) maupun orang yang menerima zakat (mustahik). Zakat berbeda dengan pajak, menurut ahli fiqih pajak sama dengan jizyah yang berari pajak pungut, membalas jasa. Menurut istilah, pajak ialah kewajiban yang ditetapkan terhadap wajib pajak yang harus disetorkan kepada negara sesuai dengan ketentuan. Selain zakat dan pajak ada dana yang bersifat kesosialan yaitu : a. Infaq ialah memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada fihak lain yang membutuhkan untuk membantu meringankan beban. b. Hibbah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain atas dasar cinta kasih dan tidak mengharap balasan. c. Sedekah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain dengan dasar mencari keridhaan Allah swt. d. Hadiah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain atas dasar prestasi. Dasar Kewajiba Zakat. Zakat merupakan salah satu[rukun Islam], dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya [syariat Islam]. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah, seperti:shalat,haji,dan puasa yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah,sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia. Adapun dasar kewajiban zakat ialah firman Allah swt :

46

 Artinya: "Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan harta dan mendo'akan untuk mereka. Sesungguh-nya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui". ( At-Taubah : 103). Dari ayat diatas ada beberapa masalah yang perlu dicatat yaitu : a. Kata khudz (ambilah) menunjukkan kata perintah yang maksudnya wajib. b. Zakat yang diambil itu dalam bentuk harta yang penjabarannya bisa bermacam-macam seperti : emas, perak, dagangan, buah-buahan dan lain sebagainya. c. Zakat akan membawa keberuntungan bagi orang yang mengeluarkannya berupa kebersihan mereka dari kekikiran, menimbulkan ketentraman dan ketenangan jiwa bahkan akan mendapatkan do'a dari mereka yang diberi zakat. Adapun kewajiban melaksanakan pajak didasarkan kepada kemaslahatan umum yaitu sebagai dasar untuk mewujudkan keadaan masyarakat yang sejahtera lahir batin.Kesejahteraan lahir batin antara lain didukung oleh tersedianya kesejahteraan lahir dalam bentuk perlengkapan hidup untuk dapat melaksanakan perintah Allah swt. Macam-macam Zakat a. Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat pribadi yang wajib dikeluarkan setiap bulan ramadhan atau sebelum idhul fitri berupa makanan pokok atau uang sebesar kadar yang diwajibkan. Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal ramadhan dan sunahnya dibayarkan sesudah sholat subuh sebelum sholat Ied. Bila dibayarkan sesudah sholat Iedul fitri sebelum matahari tenggelam, hukumnya makruh sedang bila dibayar sesudah matahari tenggelam hukumnya haram. Yang wajib dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah berupa makanan pokok seperti beras, jagung dan gandum sebesar 3,1 liter. Zakat fitrah adalah wajib atas setiap muslim dan muslimah. Berdasar hadits berikut, Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. telah memfardhukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha’ tamar atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslimin; dan beliau menyuruh agar dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat ‘Idul Fitri.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III : 367 no:1503, Muslim II: 277 no:279/984 dan 986, Tirmidzi II : 92 dan 93 no: 670 dan 672, ‘Aunul Ma’bud V:4-5 no: 1595 dan 1596, Nasa’i V:45, Ibnu Majah I: 584 no:1826) Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat ‘id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat ‘id, maka itu adalah shadaqah biasa, (bukan zakat fitrah).” (Hasan : Shahihul Ibnu Majah no: 1480, Ibnu Majah I: 585 no: 1827 dan ‘Aunul Ma’bud V: 3 no:1594). Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah ialah orang muslim yang merdeka yang sudah memiliki makanan pokok melebihi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarganya untuk sehari semalam. Di samping itu, ia juga wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti isterinya,

47

anak-anaknya, pembantunya, (dan budaknya), bila mereka itu muslim. Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. pernah memerintah (kita) agar mengeluarkan zakat untuk anak kecil dan orang dewasa, untuk orang merdeka dan hamba sahaya dari kalangan orang-orang yang kamu tanggung kebutuhan pokoknya.” (Shahih : Irwa-ul Ghalil no: 835, Daruquthni II:141 no: 12 dan Baihaqi IV: 161). b. Zakat Maal Zakat Maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara). Maal berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti 'harta'. Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: • Milik penuh, yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat. • Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan. • Mencapai nisab, yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah. • Lebih dari kebutuhan pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu • Bebas dari hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat. • Berlalu satu tahun (Al-Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz(barang temuan) tidak memiliki syarat haul. Adapun harta (mal) yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah:  Emas, perak dan mata uang  Harta perniagaan  Hewan ternak  Buah-buhan dan biji-bijan  Barang tambang dan rikaz (harta terpendam) Daftar nisob jenis harta dan besarnya zakat : N Jenis Harta Nisonya Besarn o ya Zakat 1. Emas 2,5 % 20 Dinar (∀ 93,6 2. Perak 2,5 % gram) 3. Uang kontan 2,5 % 200 Dirham (∀ 624 4. Harta 2,5 % gram) perniagaan senilai dengan harga emas senilai dengan harga emas Keterang an Zakatnya dikeluark an setelah semua sarat terpenuhi

Adapun binatang ternak yang wajib dizakati adalah kambing, domba, kerbau, sapi dan unta. Penghitungannya adalah sebagai berikut :  Kambing atau domba; 1) 40 – 120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing berumur 1 tahun.

48

2) 121 – 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing berumur 2 tahun. 3) 201 – 300 ekor, zakatnya 3 ekor kambing berumur 2 tahun. 4) 301ke atas, setiap bertambah 100 zakatnya bertambah 1 ekor kambing berumur 2 tahun.  Sapi atu kerbau; 1) 30 – 39 ekor, zakatnya 1 ekor berumur 1 – 2 tahun. 2) 40 – 59 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 1 – 2 tahun. 3) 60 – 69 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 1 – 2 tahun. 4) 70 – 79 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 2 – 3 tahun. 5) 80 – 89 ekor, zakatnya 3 ekor berumur 1 – 2 tahun. 6) 89 ke atas,setiap bertambah 30 zakatnya bertambah 1 ekor.  Hasil pertanian; Hasil pertanian seperti makanan pokok beras, jagung dan gandum, hasil perkebunan seperti kurma, anggur dan semacamnya syarat zakatnya seperti wajib zakat emas dan perak. Waktunya setelah selesai panen. Nisobnya kurang lebih 930 liter. Biaya hasil pertanian yang ditanam dengan biaya yang cukup banyak, zakatnya 5 % , sedang bila ditanami tanpa biaya zakatnya 10 %.  Rikaz (harta tependam); Harta rikaz (harta terpendam seperti emas, perak dan semacamnya zakatnya 20 %. Yang berhak menerima zakat. Firman Allah swt ;

Artinya : "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana ". (At-Taubah : 60) Delapan asnaf yang berhak menerima zakat (mustahik) itu ialah : 1) Fakir yaitu orang yang tidak mempunyai harta atau usaha, atau mempunyai harta dan usaha tetapi kurang dari ½ kecukupannya dan tidak ada orang memberi belanja kepadanya. 2) Miskin yaitu orang yang mempunyai harta atau usaha sebanyak ½ kecukupan-nya atau lebih tetapi tidak mencukupinya. 3) Amil yaitu semua orang yang bekerja mengurus zakat, sedang dia tidak mendapatkan upah selain zakat itu. 4) Muallaf yaitu orang yang masih lemah imannya sehingga masih memerlukan bimbingan dan pembinaan iman. 5) Riqob yaitu hamba sahaya yang ingin merdeka. Dalam hal ini zakat dipergu nakan untuk menebus kepada majikannya. 6) Ghorim yaitu orang yang terlilit hutang sehingga berat sekali untuk membayar padahal hutang bukan untuk maksiat. 7) Sabilillah yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah swt., atau menegakkan agama Islam, seperti membangun Rumah Sakit, Masjid dan lainnya.

49

8) Ibnu Sabil yaitu orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh bukan untuk maksiat seperti belajar, haji dan lain sebagainya Yang tidak berhak menerima zakat • Orang kaya. Rasulullah bersabda, "Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan tenaga." (HR Bukhari). • Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya. • Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat)." (HR Muslim). • Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri. • Orang kafir.

Beberapa Faedah Zakat. Faedah Diniyah (segi agama) • Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. • Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan. • Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang muttafaq "alaih Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam" juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda. • Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah Muhammad SAW. Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak) • Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat. • Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya. • Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya. • Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak. Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan) • Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia. • Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah. • Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan

50

mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin. • Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah. • Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat. Hikmah Zakat Hikmah dari zakat antara lain: • Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin. • Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT. • Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk • Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat. • Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan • Untuk pengembangan potensi ummat • Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam • Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat. Zakat dalam Al Qur'an • QS (2:43) ("Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orangorang yang ruku'".) • QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.") • QS (6: 141) (Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan). Pengelolaan Zakat di Indonesia. Sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masalah zakat ini, pemerintah mendirikan BAZIS (Badan Amil Zakat dan Sedekah). Lembaga ini diharapkan mampu mendorong profesinalisme dalam pengelolaan ZIS. Bagi umat Islam pengeloaan ZIS yang profesional akan memberikan beberapa manfaat antara lain : o Pendistribusian ZIS lebih terorganisir dan benar-benar akan sampai kepada yang berhak. o Pemerintah dapat melihat potensi masyarakat pembayar ZIS dan para penerimanya. o Masyarakat yang tidak mampu akan terbantu ekonominya Selain itu pemerintah juga mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat, Keputusan Menteri Agama RI no. 373 tahun 2003 dan Keputusan Dirjen Bimas Islam Urusan Haji no : D/291 tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.

51

Adapun isi dari UU Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat tersebut adalah : BAB I Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimkasud dengan : 1) Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. 2) Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang musli atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. 3) Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang berkewajiban menunaikan zakat. 4) Mustahiq adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat. 5) Agama adalah agama Islam. 6) Menteri adalah Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang agama. Pasal 2 Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. Pasal 3 Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada muzakki, mustahiq dan amil zakat. BAB II Pasal 5 Pengelolaan zakat bertujuan : 1) meningkatnya pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama; 2) meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. 3) meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat. BAB III Pasal 6 (1) Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. (2) Pembentukan badan amil zakat : a. nasional oleh Presiden atas usul Menteri; b. daerah propinsi oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah departemen agama propinsi; c. daerah kabupaten atau daerah kota oleh bupati atau wali kota atas usul kepala kantor departemen agama kabupaten atau kota; d. kecamatan oleh camat atas usul kepala kantor urusan agama kecamatan. BAB IV Pasal 11 (1) Zakat terdiri atas zakat mal dan zakat fitrah. (2) Harta yang dikenai zakat adalah : a. emas, perak dan uang; b. perdagangan dan perusahaan; c. Hasil pertanian, perkebunan dan perikanan; d. Hasil pertambangan; e. Hasil peternakan; f. Hasil pendapatan dan jasa; g. tikaz

52

(3) Penghitungan zakat mal menurut nishab, kadar dan waktunya ditetapkan berdasarkan hukum agama. Pasal 13 Badan amil zakat dapat menerima harta selain zakat seperti infaq, shadaqah, wasiat waris dan kafarat. BAB V Pasal 16 (1) Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan ketentuan agama. (2) Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan skala prioritas kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif. (3) Persyaratan dan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri. Gerakan zakat di Indonesia telah diberlakukan sebagai komponen pengurang penghasilan sebelum dikenakan pajak. Pendirian Badan Amil Zakat Nasional dan tumbuhnya lembaga-lembaga amil zakat sejak berdirinya Dompet Dhuafa pada tahun 1993 merupakan gerakan masyarakat walau sebelumnya sudah ada lebih dulu Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI yang dikelola Pemda DKI. Kelahiran lembaga-lembaga amil zakat profesional dan kiprahnya yang semakin masif di masyarakat selanjutnya mendorong lahirnya FOZ (forum zakat)yang merupakan asosiasi lembaga-lembaga zakat di Indonesia. Saat ini muncul namanama lembaga yang dikenal di masyarakat seperti Dompet Dhuafa, PKPU, Rumah Zakat Indonesia, DPU Daarut Tauhiid, YDSF, Al Azhar, dan lainnya. Paralel dengan gerakan mewujudkan terbentuknya Dewan Zakat Internasional yang akan mempelopori pembentukan Baitul Mal Internasional ini berawal melalui diselenggarakannya Konferensi Zakat Asia Tenggara di Kuala Lumpur tahun 2006 yang didukung oleh lembaga-lembaga zakat dari 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam mengeluarkan Deklarasi Zakat mengenai berdirinya Dewan Zakat MABIMS dengan Indonesia sebagai sekretariatnya kemudian disusul dengan Konferensi Zakat Internasional pertama tahun 2007 di Kuala Lumpur dan selanjutnya Konferensi Zakat Internasional kedua tahun 2008 yang diselenggarakan di Padang. http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat B. HAJI DAN UMROH Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu. Haji menurut bahasa artinya menyengaja (‫ .)القصصصد‬Menurut istilah haji ialah ُ ْ َ َْ menyengaja berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melakukan beberapa perbuatan antara lain wukuf, thowaf, sa'i dan amalan-amalan lain pada waktu tertentu dengan syarat dan rukun tertentu demi memenuhi panggilan Allah swt, dan mengharap ridhoNya. Allah swt, berfirman : [97 - ‫ول على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيل ] سورة أل عمران‬ ً ْ ِ َ ِ ْ َِ َ َ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ ّ ِ ِ ّ ََ ِ ِ َ Artinya : "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah ". (Ali Imron : 97) Syarat Haji Haji diwajibkan atas orang yang kuasa dan mampu, satu kali dalam seumur hidupnya. Adapun syarat wajib haji adalah :

53

a. Islam b. Baligh (dewasa), anak-anak tidak wajib. c. Berakal sehat. d. Merdeka (bebas, sedang tidak dalam tahanan). e. Mampu (istitho'ah) Yang dimaksud dengan mampu disini adalah : - Mempunyai bekal yang cukup untuk perjalanan pergi dan pulang serta bekal bagi keluarga yang ditinggalkan. - Aman dalam perjalanan. - Bagi perempuan hendaklah dengan muhrimnya, suami atau wanita lain yang dapat dipercaya. Rasulullah saw, bersabda :

(‫لتسافر المرأة إل مع ذى محرم )رواه البخاري‬ ٍ َ ْ َ ِ َ َ ّ ِ ِ َْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ
Artinya : "Janganlah seorang wanita bepergian kecuali beserta muhrimnya". (HR. Bukhori) - Sehat badan. Orang yang sakit atau sudah tua kewajiban haji boleh digantikan orang lain dengan biaya orang tersebut.

2.

Rukun Haji. Di dalam haji rukun dibedakan dengan wajib. Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang apabila tidak dikerjakan maka batal ibadah hajinya dan harus diulang. Sedang wajib haji adalah suatu perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi syahnya haji tidak tergantung kepadanya, dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam (denda). Adapun yang termasuk rukun haji adalah sebagai berikut : a. Ihrom, yaitu niat mulai mengerjakan ibadah haji/umroh dengan berpakaian ihrom. b. Wukuf, yaitu berdiam dipadang Arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu mulai tergelincirnya matahari pada tanggal 9 dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah. c. Thawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Adapun syarat-syarat thawaf adalah sebagai berikut: 1). Suci dari hadats dan najis. 2). Menutup aurot 3). Hendaklah sempurna 7 kali putaran. 4). Dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad. 5). Hendaklah Ka'bah selalu disebelah kiri orang yang thowaf. 6). Hendaklah thawaf itu diluar Ka'bah tetapi masih di dalam Masjid. Macam-macam Thawaf :  Thawaf Qudum, yaitu thawaf yang dilakukan ketika baru datang. (sebagai tahiyatul masjid).  Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf yang merupakan rukun haji.  Thawaf Wada', yaitu thawaf ketika akan pulang ke tanah air.  Thawaf Tahallul, yaitu thawaf yang dilakukan untuk melepaskan diri dari yang diharamkan karena ihrom.  Thawaf Nadzar, yaitu thowaf karena nazdar.  Thawaf Sunat. Adapun bacaan ketika thawaf adalah sebagai berikut :

(‫سبحا َ ال والحم ِل ولإله إلال وال أكبر, لحول ول قوة إل باال )رواه إبن ماجه‬ ِ ِ ّ ِ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ ِ ِ ‫ُ ْ َ ن ِ َ ْ َ ْد‬ ُ
Artinya : "Maha Suci Allah, segala Puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah". (HR. Ibnu Majah)

54

d. 

e.

Sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah. Syarat-syarat sa'i adalah sebagai berikut : Dimulai dari bukit Shofa dan di akhiri dibukit Marwah.  Dilakukan sebanyak 7 kali. Dari Shofa ke Marwah dihitung sekali dan sebaliknya dari Marwah keShofa juga dihitung sekali.  Dilakukan sesudah thawaf. Mencukur/Menggunting rambut. Mencukur rambut berfungsi sebagai tahallul (penghalalan) terhadap beberapa hal yang diharamkan selama ihrom. Mencukur rambut sekurang-kurangnya 3 helai. 3. Wajib Haji. Wajib haji adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam mengerjakan haji dan bila ditinggalkan tetap syah hajinya tetapi wajib membayar dam (denda). Hal-hal yang termasuk wajib haji adalah : a. Ihrom dari miqot. Miqot adalah batas tempat dan waktu untuk melakukan ihrom ( niat haji ). Miqot dibagi menjadi dua macam : o Miqot Zamani yaitu batas atau ketentuan waktu mulai mengerjakan ibadah haji. Miqot zamani mulai awal bulan syawal sampai terbit fajar tanggal 10 dzulhijjah. o Miqot Makani yaitu tempat memulai ihrom bagi yang akan mengerjakan haji/ umroh.Untuk jamaah haji dari Indonesia mulai ihromnya dari Bandara King Abdul Azis Jeddah bagi yang langsung menuju Makkah, dan mulai dari Bir Ali bagi yang menuju Madinah lebih dahulu. b. Bermalam di Musdalifah. Yaitu sesudah terbenam matahari tanggal 9 dzulhijjah (setelah wukuf). Kemudian sholat maghrib dan isak dijamak qosor. Disini bisa mengambil kerikil sebanyak 49 buah atau 70 buah. c. Bemalam di Mina. Pada tanggal 11, 12, atau 13 wajib bermalam di Mina. d. Melontar Jumrah Aqobah. Dilakukan sebanyak 7 kali pada tanggal 10 dzulhijjah kemudian melakukan tahallul awal dengan mencukur rambut, sehingga seluruh larangan ihrom menjadi gugur kecuali menggauli istri. e. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqobah. Dilakukan pada tanggal 11, 12, 13 dzulhijjah (masing-masing 7 kali). Boleh melontar pada tanggal 11,12 saja kemudian kembali ke- Makkah dan ini dinamakan nafar awal. Bagi yang pada tanggal 13 masih di Mina diharuskan melontar jumrah lagi dan ini dinamakan nafar tsani. f. Menjauhkan dari hal-hal yang diharamkan selama ihrom. g. Thawaf Wada'. Adapun larangan-larangan ihrom haji dan umroh adalah : 1). Bagi laki-laki dilarang berpakaian berjahit. 2). Bagi laki-laki dilarang menutup kepala. 3). Bagi wanita dilarang menutup muka dan telapak tangan. 4). Bagi laki-laki maupun perempuan dilarang memakai harum-haruman selama ihrom baik badan atau pakaian kecuali sebelum ihrom malah dianjurkan. 5). Dilarang memotong rambut atau bulu badan lain, dan juga dilarang memakai minyak rambut. 6). Dilarang meminang, menikah, menikahkan, atau menjadi wali.

55

7). Dilarang bersetubuh atau pendahulunya. 8). Dilarang membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan. ad. g. Thawaf Wada' ( thawaf pamitan ). 4. Sunat Haji a. Membaca Talbiyah. Bagi laki-laki dengan suara nyaring dan bagi perempuan cukup di dengar sendiri. Waktunya sejak mulai ihrom sampai melontar jumrah aqobah. Adapun lafal talbiyah adalah sebagai berikut :

َ َ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ْ َ ْ ّ ِ َ ْ َّ َ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َّ َ ْ َّ ّ ُ ّ َ ْ َّ ‫لبيك اللهم لبيك, لبيك ل شريك ل صك لبي صك, إن الحم صد والنعم صة لصك والمل صك ل شصريك ل صك‬ (‫)رواه البخارى و مسلم‬
Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi-Mu, bagi-Mulah segala kekuasaan, tiada sekutu bagi-Mu". (HR. Bukhori dan Muslim) b. Membaca sholawat dan berdo'a sesudah membaca talbiyah. c. Membaca dzikir sewaktu thawaf. Lafal dzikirnya adalah :

ِ ّ َ َ َ َِ َ ً ََ َ ِ َ ِ ‫ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الخرة حسنة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً ََ َ َْ ّ ِ َ ِ َ َّ
d. Sholat dua rokaat sesudah thawaf. e. Masuk ke Ka'bah. 5. Cara Mengerjakan Haji. Ada 3 cara mengerjakan haji yaitu : (1). Ifrod, yaitu mengerjakan haji dan umroh dengan cara mendahulukan haji dari pada umroh. Yakni ihrom diteruskan haji, kemudian ihrom lagi untuk umroh. Cara ini yang terbaik dan bebas dari dam (denda). (2). Tamatuk, yaitu mengerjakan haji dan umroh dengan cara mendahulukan umroh dari pada haji. Yakni ihrom dulu diteruskan umroh kemudian ihrom lagi untuk haji. Cara ini terkena dam (denda). (3). Qiron, yaitu mengerjakan haji dan umroh secara bersama. Jadi sekali ihrom dalam waktu haji untuk menunaikan haji dan umroh sekaligus. Cara ini juga terkena dam. 6. Dam (denda) Dalam Haji. Dam adalah denda yang wajib dilaksanakan oleh orang yang selama menunaikan haji dan umroh, melanggar larangan haji atau meninggalkan wajib haji. a. Dam karena bersenggama dalam keadaan ihrom sebelum tahallul pertama : Menyembelih seekor unta atau lembu, atau 7 ekor kambing. o Bila tidak menyembelih, ia wajib bersedekah kepada fakir miskin berupa makan seharga unta/lembu. o Bila tidak sanggup, ia harus berpuasa sebanyak harga unta dengan perhitungan setiap satu mud (+ 0,8 kg.) daging tersebut ia harus berpuasa satu hari. b. Dam karena melanggar salah satu larangan haji sebagai berikut : mencukur rambut, memotong kuku, memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), memakai minyak rambut, memakai wangi-wangian, bersenggama sesudah tahalul pertama, maka dendanya memilih salah satu diantara 3 hal yaitu: Menyembelih seekor kambing. Puasa 3 hari.

o

56

fakir miskin.

Bersedekah 3 gantang (9,3 liter) makanan kepada 6 orang

c. Dam karena melaksanakan haji Tamatuk atau Qiron. Dendanya adalah sebagai
berikut: • Menyembelih seekor kambing. • Jika tidak mampu ia wajib puasa 10 hari, 3 hari dikerjakan di tanah suci dan 7 hari dikerjakan di tanah air. d. Dam karena meninggalkan salah satu wajib haji. Dendanya sama dengan melakukan haji Tamatuk atau Qiron e. Dam karena berburu atau membunuh binatang buruan. Dendanya memilih salah satu diantara 3 hal : (1) Menyembelih binatang yang sebanding dengan binatang yang dibunuh. (2) Bersedekah kepada fakir miskin seharga binatang tersebut. (3) Puasa sebanyak harga binatang tersebut, setiap satu mud wajib berpuasa 1 7. Umroh a. Pengertian Umroh. Menurut bahasa umroh berarti ziarah. Menurut istilah umroh ialah ziarah ke Ka'bah untuk melakukan thawaf, sa'i dan memotong rambut. Hukum mengerjakan umroh adalah wajib sekali seumur hidup. Allah swt, berfirman :

[196 - ‫وأتموا الحج والعمر ِل ] سورة البقرة‬ ِ ِ ‫َ َ ِ ّ ْ ْ َ ّ َ ْ ُ ْ َة‬ َ
Artinya : "Dan sempurnakan ibadah haji dan umroh karena Allah.... ". (AlBaqoroh : 196) b. Tata Cara Umroh. o sunat ihrom. Ihrom dari miqot, lalu sholat Menuju Makkah dan membaca

talbiyah. o Thawaf, setelah thawaf disunatkan sholat dua rokaat dimakam Ibrahim. o Sa'i. o Tahallul dengan menggunting rambut. c. Perbedaan Haji dan Umroh. o Haji dilakukan pada waktu tertentu ( mulai bulan syawal sampai dengan tanggal 10 dzulhjjah ), sedangkan umroh waktunya sepanjang tahun. o Rukun haji ada wukuf Arafah sedangkan umroh tidak ada. o Bemalam di Musdalifah, Mina, melempar jumroh, thawaf wada' menjadi wajib haji, sedangkan umroh tidak. o Bebeda dalam niat. 8. Hikmah Haji Dan Umroh  Dapat menambah dan memperkuat iman dan taqwa kepada Allah swt, sebab haji dan umroh memerlukan fisik yang kuat.

o

57

Dapat memberi pelajaran dan pendorong kaum muslimin untuk berkorban.  Memperkuat ukhuwah islamiyah antara sesama umat Islam dari berbagai penjuru dunia.  Dapat menjadi forum muktamar umat Islam seluruh dunia untuk membahas dan memecahkan permasalahan kaum muslimin.  Dapat mengenal tempat-tempat bersejarah seperti Ka'bah, Sofa, Marwa, Sumur Zam- zam Mekah, Arofah, Madinah, Makam Nabi saw, dan lain-lain.

9. Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Indonesia. Penyelenggaraan ibadah Haji di Indonesia diatur oleh Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji BAB I. KETENTUAN UMUM Pasal 1 Ayat 1. Ibadah Haji adalah rukun Islam kelima yang merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya. Ayat 2. Penyelenggaraan Ibadah Haji adalah rangkaian kegiatan pengelolaan pelaksanaan Ibadah Haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan Jemaah Haji. Ayat 3. Jemaah Haji adalah Warga Negara Indonesia yang beragama Islam dan telah mendaftarkan diri untuk menunaikan Ibadah Haji sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Ayat 7. Komisi Pengawas Haji Indonesia, yang selanjutnya disebut KPHI, adalah lembaga mandiri yang dibentuk untuk melakukan pengawasan terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji. Ayat 8. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, yang selanjutnya disebut BPIH, adalah sejumlah dana yang harus dibayar oleh Warga Negara yang akan menunaikan Ibadah Haji. Ayat 11. Paspor Haji adalah dokumen perjalanan resmi yang diberikan kepada Jemaah Haji untuk menunaikan Ibadah Haji. Ayat 16. Ibadah Umrah adalah umrah yang dilaksanakan di luar musim haji. Ayat 17. Dana Abadi Umat, yang selanjutnya disebut DAU, adalah sejumlah dana yang diperoleh dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat dan/atau sisa biaya operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat. Ayat 18. Badan Pengelola Dana Abadi Umat, yang selanjutnya disebut BP DAU, adalah badan untuk menghimpun, mengelola, dan mengembangkan Dana Abadi Umat. BAB II. ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 Penyelenggaraan Ibadah Haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, profesionalitas, dan akuntabilitas dengan prinsip nirlaba. Pasal 3 Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaikbaiknya bagi Jemaah Haji sehingga Jemaah Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. BAB III. HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 4 (1) Setiap Warga Negara yang beragama Islam berhak untuk menunaikan Ibadah Haji dengan syarat: a. berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun atau sudah menikah; dan b. mampu membayar BPIH.

58

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri. Pasal 5 Setiap Warga Negara yang akan menunaikan Ibadah Haji berkewajiban sebagai berikut: a. mendaftarkan diri kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji kantor Departemen Agama kabupaten/kota setempat; b. membayar BPIH yang disetorkan melalui bank penerima setoran; dan c. memenuhi dan mematuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pasal 6 Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan Ibadah Haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan Kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh Jemaah Haji. Pasal 7 Jemaah Haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan Ibadah Haji, yang meliputi: a. pembimbingan manasik haji dan/atau materi lainnya, baik di tanah air, di perjalanan, maupun di Arab Saudi; b. pelayanan Akomodasi, konsumsi, Transportasi, dan Pelayanan Kesehatan yang memadai, baik di tanah air, selama di perjalanan, maupun di Arab Saudi; c. perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia; d. penggunaan Paspor Haji dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan Ibadah Haji; dan e. pemberian kenyamanan Transportasi dan pemondokan selama di tanah air, di Arab Saudi, dan saat kepulangan ke tanah air. BAB IV. PENGORGANISASIAN Pasal 11 (1) Menteri membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di tingkat pusat, di daerah yang memiliki embarkasi, dan di Arab Saudi. (2) Dalam rangka Penyelenggaraan Ibadah Haji, Menteri menunjuk petugas yang menyertai Jemaah Haji, yang terdiri atas: a. Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI); b. Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI); dan BAB XIII PENYELENGGARAAN PERJALANAN IBADAH UMRAH Pasal 43 (1) Perjalanan Ibadah Umrah dapat dilakukan secara perseorangan atau rombongan melalui penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah. (2) Penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah dilakukan oleh Pemerintah dan/atau biro perjalanan wisata yang ditetapkan oleh Menteri.

C. WAKAF 1. Ketentuan Wakaf a. Pengertian wakaf Wakaf berasal dari bahasa arab "‫ "وقف‬yang berarti berhenti, menahan. Menurut istilah َ ََ wakaf ialah menahan suatu benda yang kekal dzatnya yang dapat diambil manfaatnya guna diberikan di jalan kebaikan (di jalan Allah swt). Dasar wakaf adalah firman Allah swt., :

59

Artinya : "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian yang (sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui ". (Ali Imron : 92) b. Rukun Wakaf  Wakif (fihak yang menyerahkan wakaf), yaitu orang atau badan hukum yang mewakafkan benda miliknya.  Mauquf 'Alaihi (fihak yang menerima wakaf/nadzir), yaitu kelompok atau badan hukum yang diserahi tugas memelihara dan mengurus benda wakaf.  Mauquf (harta yang diwakafkan) yaitu benda yang bergerak/ tidak bergerak yang memilki daya tahan lama dan bernilai seperti tanah, mobil dan lain-lain.  Sighot (ikrar serah terima wakaf), yaitu pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan benda miliknya. c. Syarat Wakaf  Orang yang berwakaf hendaklah mukallaf (tidak syah wakafnya anak-anak).  Harta yang diwakafkan hendaklah tahan lama, dapat diambil manfaatnya, milik sendiri dan tidak dibatasi waktu.  Tujuan wakaf, hendaklah semata-mata karena beribadah kepada Allah swt, dan bukan untuk maksiat.  Sighat (ijab qobul) harus jelas dan mengandung kata-kata wakaf.  Orang yang diserahi wakaf hendaklah dapat dipercaya. Hukum wakaf adalah sunat dan dilaksanakan pada waktu seseorang masih hidup sampai tak terbatas waktunya, sebab ia sendiri yang akan mendapatkan pahala dari Allah swt. Dengan telah dilaksakannya wakaf maka hak wakif terputus dan beralih menjadi hak Allah swt., yang pengurusannya dilaksanakan oleh nadzir. Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan sesuai dengan ikrar wakaf. Tetapi misalnya bangunan Masjid/Madrasah telah ditinggal penduduk sekitar, dengan alasan maslahah dan manfaat maka mengganti bangunan itu boleh dengan alasan :  Karena tidak sesuai lagi dengan tujuan wakaf yang di ikrarkan oleh wakif.  Karena untuk kepentingan umum. 2. Harta Yang Di Wakafkan Jenis barang/benda yang boleh di wakafkan adalah barang yang dapat di ambil manfaatnya dan tidak merusak dzatnya, misalnya : a. sebidang tanah b. Bangunan Masjid, Madrasah, Jembatan dan lain-lain. c. Pepohonan yang dapat di ambil manfaatnya/hasilnya. 3. Wakaf Di Indonesia a. Dasar Hukum Wakaf.  PP Nomor. 28 tahun 1977  Peraturan Mendagri Nomor. 6 tahun 1997  Peraturan MENAG Nomor 1 tahun 1978  Peraturan Dirjen Bimas Islam No. Kep/P/75/1978. b. Tata Cara Wakaf. ♦ Calon wakif menghadap Nadzir di hadapan Pejabat Pembuat AktA Ikrar Wakaf (PPAIW) yaitu Kepala KUA setempat dengan membawa sertifikat

60

tanah atau surat bukti kepemiikan tanah yang syah yang diperkuat dengan keterangan Kepala desa dan camat bahwa tanah tersebut tidak dalam keadaan sengketa. ♦ Ikrar Wakaf disaksikan sedikitnya 2 orang saksi dan dilakukan secara tertib. ♦ Ikrar wakaf ditulis dengan persetujuan Kepala Kantor Depag Kab./Kota setempat. ♦ PPAIW membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) setelah ikrar wakaf selesai dilaksanakan. AIW dibuat rangkap tiga dan salinannya rangkap empat. Lembar ke 1 disimpan PPAIW, lembar ke 2 dilampirkan pada surat permohonan Bupati/Walikota c.g. Kepala Sub Derektorat Agraria setempat, lembar ke 3 dikirim ke Pengadilan Agama setempat, sedang salinan AIW yang empat diberikan kepada wakif, nadzif, Kandepag dan kepala desa setempat. ♦ PPAIW atas nama nadzir mengajukan permohonan pendaftaran tanah wakaf kepada Bupati/Wakilota c.g. Kepala Sub Direktorat Agraria setempat. ♦ Dengan telah didaftarkannya tanah wakaf tersebut Kepala Sub Direktorat Agraria atas nama Bupat/Walikota menerbitkan Sertifikat Tanah Wakaf. c. Hak dan Kewajiban Nadzir. 1) Hak Nadzir  Berhak menerima penghasilan tanah wakaf yang ditentukan oleh Kepala Kantor Depag Kab./Kota dan menggunakan untuk kepentinngan umum.  Menggunakan fasilitas dengan persetujuan Kepala Kantor Depag Kab./Kota setempat. 2) Kewajiban Nadzir • Menggunakan harta wakaf, surat-surat wakaf dan hasil wakaf. 4. Keutamaan Wakaf Wakaf termasuk sodaqoh jariyah yang pahalanya mengalir terus kepada yang berwakaf. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw sebagai berikut :

ٍ ِ َ ٍ ََ ْ َ ِ ِ ُ َ َ ْ ُ ٍ ْ ِ ْ َ ٍ َ ِ َ ٍ َ َ َ ‫إِذا مات ابن أدم إنقطع عمله إل من ثلث : صدقة جارية, أو علم ينتفع به, أو ول صد صصصالح‬ ٍ َ َ ْ ِ ّ ِ ُ َُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ َ (‫يدعول ُ )رواه مسلم‬ ‫َ ْ ُ ْ َه‬
Artinya : “Apabila seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya keculi tiga perkara : Sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mau mendoakan kepadanya”. (HR. Muslim) 5. Undang-Undang Wakaf Di Indonesia Untuk mengatur perwakafan, Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf BAB I Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. 2. Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya. 3. Ikrar Wakaf adalah pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya. 4. Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untukdikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

61

5. Harta Benda Wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan/atau manfaat jangka panjang serta mempunyai nilai ekonomi menurut syariah yang diwakafkan oleh Wakif. 6. Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, selanjutnya disingkat PPAIW, adalah pejabat berwenang yang ditetapkan oleh Menteri untuk membuat akta ikrar wakaf. 7. Badan Wakaf Indonesia adalah lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia. 8. Pemerintah adalah perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas Presiden beserta para menteri. 9. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang agama. BAB II Pasal 4 Wakaf bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya. Pasal 5 Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Pasal 7 Wakif meliputi: a. perseorangan; b. organisasi; c. badan hukum. Pasal 9 Nazhir meliputi: a. perseorangan; b. organisasi; atau c. badan hukum. PENDAFTARAN DAN PENGUMUMAN HARTA BENDA WAKAF Pasal 32 PPAIW atas nama Nazhir mendaftarkan harta benda wakaf kepada Instansi yang berwenang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak akta ikrar wakaf ditandatangani. Pasal 33 Dalam pendaftaran harta benda wakaf sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32, PPAIW menyerahkan: a. salinan akta ikrar wakaf; b. surat-surat dan/atau bukti-bukti kepemilikan dan dokumen terkait lainnya. Pasal 34 Instansi yang berwenang menerbitkan bukti pendaftaran harta benda wakaf. Pasal 35 Bukti pendaftaran harta benda wakaf sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 disampaikan oleh PPAIW kepada Nazhir. Pasal 36 Dalam hal harta benda wakaf ditukar atau diubah peruntukannya Nazhir melalui PPAIW mendaftarkan kembali kepada Instansi yang berwenang dan Badan Wakaf Indonesia atas harta benda wakaf yang ditukar atau diubah peruntukannya itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam tata cara pendaftaran harta benda wakaf. BAB IV PERUBAHAN STATUS HARTA BENDA WAKAF Pasal 40 Harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang: a. dijadikan jaminan; b. disita; c. dihibahkan; d. dijual; e. diwariskan; f. ditukar; atau g. dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya. Pasal 41

62

(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf f dikecualikan apabila hartabenda wakaf yang telah diwakafkan digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin tertulis dari Menteri atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia. (3) Harta benda wakaf yang sudah diubah statusnya karena ketentuan pengecualian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib ditukar dengan harta benda yang manfaat dan nilai tukar sekurang. kurangnya sama dengan harta benda wakaf semula. BAB V PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN HARTA BENDA WAKAF Pasal 42 Nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Pasal 43 (1) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf oleh Nazhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah. (2) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara produktif. (3) Dalam hal pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang dimaksud pada ayat (1) diperlukan penjamin, maka digunakan lembaga penjamin syariah. Pasal 44 (1) Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, Nazhir dilarang melakukan perubahan peruntukan harta benda wakaf kecuali atas dasar izin tertulis dari Badan Wakaf Indonesia. Pasal 45 (1) Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, Nazhir diberhentikan dan diganti dengan Nazhir lain apabila Nazhir yang bersangkutan: a. meninggal dunia bagi Nazhir perseorangan; b. bubar atau dibubarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undangan yang berlaku untuk Nazhir organisasi atau Nazhir badan hukum; c. atas permintaan sendiri; d. tidak melaksanakan tugasnya sebagai Nazhir dan/atau melanggar ketentuan larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undanganyang berlaku; e. dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hokum tetap. BAB VI Pasal 47 (1) Dalam rangka memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional, dibentuk Badan Wakaf Indonesia. (2) Badan Wakaf Indonesia merupakan lembaga independen dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 48 Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota sesuai dengan kebutuhan. RANGKUMAN Salah satu wujud pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya umat Islam adalah dengan adanya Undang-undang yang mengatur kepentingan umat Islam dalam

63

melaksanakan zakat, haji dan wakaf. Pemerintah telah menetapkan perundang-undangan yang menyangkut masalah adalah : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat. 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf KAMUS ISTILAH/KATA-KATA PENTING 1. muzakki = orang yang zakat 2. mustahik = orang yang menerima zakat. 3. jizyah = pajak 4. Zakat Maal = zakat harta 5. Rukun haji = perbuatanperbuatan yang apabila tidak dikerjakan maka batal ibadah hajinya dan harus diulang. 6. wajib haji = perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi syahnya haji tidak tergantung kepadanya, dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam (denda). 7. Wakif = fihak yang menyerahkan wakaf. 8. nadzir = fihak yang menerima wakaf 9. Mauquf = harta yang diwakafkan PERNIK-PERNIK

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik* dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”.(An-Nahl : 97) * Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

NASEHAT KEJUJURAN
Kejujuran Tak Pernah Hilang Bersiaplah selalu untuk menghadapi situasi yang menuntut kejujuran kita. Nasehat agar kita senantiasa berlaku jujur lebih mudah diucapkan daripada kenyataan. Bayangkan seseorang dalam keadaan "terjepit"; bila ia berkata jujur, ia akan kehilangan keuntungan besar yang sudah ada dalam genggamannya. Sebaliknya, bila ia mau sedikit berdusta bukan hanya keuntungan namun juga kebanggaan yang akan diraihnya. Sebenarnya, kejujuran tidak berkaitan dengan untung-rugi. Kejujuran adalah sebuah sikap yang tidak perlu dihitung dengan nilai uang. Kejujuran bukanlah sebuah pilihan. Seseorang melakukan dusta karena ia memilih untuk berdusta. Mengapa dusta adalah pilihan? Karena kita tak bisa menipu diri sendiri.

64

Hati nurani tak bisa dibungkam meski ia hanya berbisik lirik. Kejujuran tak akan pernah hilang dimakan zaman!

PENILAIAN

UJI KOMPETNSI
Pilihlah jawaban yang paling tepat A, B, C, D atau E dengan memberi tanda silang (X) A. B. C. D. E. 1. Zakat dapat mengandung arti keberkatan yang maksudnya adalah ..... bila zakat itu dilaksanakan hartanya menjadi suci bila zakat itu dilaksanakan orang yang berzakat menjadi bersih bila zakat itu dilaksanakan hartanya menjadi subur bila zakat itu dilaksanakan orangnya terlepas dari dosa bila zakat itu dilaksanakan dapat memberikan manfaat terhadap harta itu sendiri 2. Cara yang paling sederhana untuk menentukan seseorang berhak atau tidaknya menerima zakat fitrah adalah. . . . A. latar belakang pendidikannya B. ketaatan menjalankan syari'at agama C. jumlah anggota keluarganya D. banyaknya harta benda yang dimiliki E. tercukupi atau tidaknya kebutuhan sehari-hari Di dalam Al-Qur'an Allah swt., memerintahkan orang muslim untuk mengeluarkan zakat. Perintah zakat ini dalam Al-Qur'an biasanya diawali dengan perintah . . . . B. Puasa C. haji D. sholat E. sedekah F. syahadad Waktu yang paling tepat untuk memberikan zakat fitrah menurut tuntunan Rasulullah saw., adalah.... A. pada awal Ramadhan B. Sebelum berangkat sholat Ied C. pada pertengahan Ramadhan D. pada akhir Ramadhan E. sebelum berbuka pada hari terakhir bulan Ramadhan Q.S./ At Taubah 103 : Kata “khudz” dalam ayat tersebut menunjuk kalimat perintah yang berarti ..... A. Wajib B. Sunat C. Mubah

3.

4.

5.

65

D.

E.
6.

Makruh Haram

Tersebut di bawah ini yang merupakan peran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah..... A. membersihkan diri dari sifat kikir B. menjauhkan diri dari sifat sombong dan akhlak tercela C. mendidik manusia agar selalu bersyukur atas semua pemberian Allah SWT D. memperat hubungan antara si kaya dan si miskin E. betul semua Zakat harta benda (zakat mal) menurut aturan agama sebaiknya diberikan pada waktu .... A. hari raya idhul fitri B. ketika pembelian barang C. hari raya idhul adha D. ketika menjual barang E. setahun setelah memiliki barang tersebut Zakat untuk keperluan konsumtif sebaiknya diberikan kepada mereka yang ..... A. kuat fisik lemah harta B. lemah kemampuan produksinya C. kuat harta lemah fisik D. lemah harta E. lemah fisik lemah harta Tersebut di bawah ini merupakan peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kecuali .... A. membersihkan diri dari sifat kikir, sombong dan akhlak tercela B. mendidik manusia agar selalu bersyukur dengan semua pemberian Allah SWT. C. mempererat hubungan antara si kaya dan si miskin D. mengentaskan manusia dari kemiskinan dan kehinaan E. meningkatkan harga diri orang yang memberi zakat

7.

8.

9.

10. Pelaksanaan pajak dalam sejarah umat Islam telah telah dimulai sejak zaman .... A. Rasulullah SAW B. Umar bin Khattab C. Utsman bin ‘Affan D. Abu Bakar Ash-Shiddiq E. Ali bin Abi Thalib 11. Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk pengertian istitha'ah (mampu) dalam ibadah haji, ialah: A. mempunyai bekal untuk pergi dan pulang serta bagi keluarga yang ditinggalkan B. aman dalam perjalanan C. bagi perempuan hendahklah dengan mukhrimnya D. sehat badannya E. merdeka (tidak sedang dalam tahanan) 12.a

66

(‫لتسافر المرأة إل مع ذى محرم )رواه البخاري‬ ٍ َ ْ َ ِ َ َ ّ ِ ِ َْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ
Arti yang benar dari hadits tersebut ialah .... A. tidak sah seseorang menikah dengan mukhrimnya B. anganlah seorang wanita bepergian kecuali beserta mukhrimnya C. tidak sah haji seorang wanita kecuali dengan muhrimnya D. tidak sah seorang wanita melakukan haji kecuali atas izin suaminya E. wanita yang bersuami adalah haram dinikahi 13. Suatu perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi sahnya haji tidak tergantung kepadanya dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam ( denda ) dinamakan . . . . A. rukun haji B. wajib haji C. syarat haji D. sunat haji E. larangan haji 14. Berdiam diri di padang Arafah sejak mulai tergelincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah, disebut .... A. ihram B. wukuf C. thawaf D. sa'i E. tahallul Thawaf yang dilakukan dan merupakan thawaf rukun haji adalah .... A. thawaf qudum B. thawaf ifadhah C. thawaf wada' D. thawaf tahallul E. thawaf sunat 16. Orang yang sudah terkena kewajiban haji tetapi tidak dapat melaksanakanya karena sakit/terlalu tua, maka .... A. ia gugur kewajibannya B. digantikan orang lain, sedang biaya dari orang tersebut C. sunat hukumnya bila ia haji D. kewajiban haji dilimpahkan kepada ahli warisnya E. tidak perlu haji 17. Miqat zamani atau batas waktu untuk adalah . . . . A. awal bulan Syawal Dzulhijjah B. awal bulan Syawal Dzulhijjah C. awal bulan Syawal Dzulhijjah D. awal bulan Syawal Dzulhijjah memulai mengerjakan ibadah haji sampai terbit fajar tanggal 10 sampai terbit fajar tanggal 11 sampai terbit fajar tanggal 12 sampai terbit fajar tanggal 13

67

E. Dzulhijjah 18.

awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 14

Melontar 3 jumrah boleh dilakukan hanya pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah saja kemudian kembali ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah. Hal semacam ini dalam haji disebut .... A. nafar awal B. nafat tsani C. nafar tsalits D. tahallul tsani E. tahallul awal Tersebut di bawah ini merupakan larangan haji yang berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan, yaitu .... A. dilarang berpakaian berjahit B. dilarang menutup muka C. dilarang memakai kaos tangan D. dilarang memakai harum-haruman E. dilarang menutup kepala Tersebut di bawah ini adalah cara mengerjakan haji yang terkena denda (dam), yaitu .... A. ifrad, tamatu' B. tamatu', qiran C. ifrad, qiran D. ifrad. Wada’ E. qiran, wada' Allah swt., berfirman : "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu . . . ". ( Ali Imron : 92 ) A. memberikan hartamu kepada orang lain. B. memberikan rizki yang halal C. menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai D. memberikan rizkimu kepada kerabat. E. memberikan hasil usahamu kepada orang lain.

19.

20.

21.

22. Arti yang paling tepat dari ayat tersebut ialah . . . . A. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka akan diberi pahala. B. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka malaikat mendo'akanmu. C. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah Maha Mengetahui. D. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka pahalanya sisisi Allah swt. E. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka balasannya adalah surga. 23. A. B. C. D. E. Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk rukun wakaf adalah . . . . Yang berwakaf yang di wakafkan Yang menerima wakaf Milik sendiri Sighat

24.

Dengan telah dilaksanakannya wakaf, maka hak wakif terputus dan beralih menjadi . . . yang pengurusannya dilaksanakan oleh nadzir. A. hak warist B. hak orang lain

68

C. D. E. 25.

hak pengurus wakif hak Allah swt hak badan hukum

A. B. C. D. E. 26.

Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan sesuai dengan ikrar wakaf. Akan tetapi misalnya bangunan Masjid/Madrasah telah di tinggal penduduk sekitar dan dengan alasan maslahah serta manfaat maka mengganti bangunan itu diperbolehkan dengan alasan . . . . Karena tidak sesuai dengan tujuan wakaf yang diikrarkan oleh wakif Karena tidak sejalan dengan kepentingan penguasa Karena tidak sesuai dengan keinginan pengurus wakaf Karena tidak sesuai lagi dengan budaya masyarakat sekitar Karena digunakan untuk kepentingan pribadi Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk harta/ benda yang memenuhi syarat untuk di wakafkan adalah : A. Kekal dzatnya B. Dapat diambil manfaatnya C. Miliknya sendiri D. Barangnya tidak mudah rusak E. Dalam jangka waktu tertentu Syarat harta/benda yang diwakafkan antara lain harus kekal dzatnya, yang artinya ; Barangnya tidak dapat diambil manfaatnya Barangnya milik pribadi Kepemilikannya tidak dibatasi waktu Barang tersebut milik masyarakat Barangnya tidak mudah rusak dan dapat diambil manfaatnya Dalam tata cara perwakafan antara lain calon wakif harus menghadap Nadzir di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Sedangkan yang dimaksud PPAIW itu ialah : A. Kepala Kandepag. Kabupaten B. Camat setempat C. Kepala Kadepdikbud. Kabupaten D. Kepala KUA setempat E. Kepala Kadepdikbud. Kecamatan Menerima penghasilan tanah wakaf yang ditentukan oleh Kepala Kandepag Kab/Kota dan menggunakan untuk kepentingan umum, adalah meruapakan .... A. hak wakif B. haka nadzir C. kewajiban nadzir D. syarat wakif E. kewajiban wakif Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk tata cara wakaf ialah . . . . Calon wakif menghadap Nadzir dihadapan Pejabat Pembuat Akata Ikrar Wakaf (PPAIW ) yaitu Kepala KUA setempat. B. Ikrar Wakaf disaksikan sedikitnya 2 orang saksi dan dilakukan secara tertib. C. Ikrar wakaf ditulis dengan persetujuan Kepala Kantor Depag Kab./Kota setempat. A.

27. A. B. C. D. E. 28.

29.

30.

69

D. E.

Tanah wakaf dalam keadaan tuntas. Orang yang diserahi wakaf hendaklah dapat dipercaya.

Diskusikan dengan temanmu kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Mengapa zakat itu diwajibkan dalam agama Islam ? Jelaskan. 2. Sebutkan dan terangkan 4 dari 8 golongan orang yang berhak menerima zakat ! 3. Tuliskan kembali surat At-Taubah ayat: 60 lengkap dengan harokat kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ! 4. Harta yang dimiliki oleh seseorang adalah amanah Allah swt. Bagaimana sikap kita sebagai manusia terhadap harta tersebut ? Jelaskan ! 5. Apa yang dimaksud dengan pajak menurut pengertian Islam ? Jelaskan ! 6. Sebutkan hal-hal yang menjadi dasar seseorang wajib membayar pajak ! 7. Mengapa pajak dikatakan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat? 8. Jelaskanlah pelaksanaan pajak dalam sejarah Islam ! 9. Apakah yang dimaksud dengan syarat dan rukun haji ? serta jelaskan perbedaan antara keduanya ! 10. Apakah yang dimaksud dengan ihrom dalam ibadah haji ? Jelaskan. 11. Jelaskan perbedaan antara haji tamatu' dan haji ifrod dan dalam tata cara mengerjakan-nya! 12. Sempurnakan hadits tersebut dengan harokat kemudian terjemahkan kedalam bahasa Indonesia! Tuliskan dengan baik bacaan talbiyah ketika seseorang memulai ibadah haji ! Jelaskan perbedaan antara haji dan umroh ! Jelaskan pengertia umroh menurut bahasa dan istilah! Kemudian tuliskan dalil naqlinya. Sebutkan dan jelaskan istilah-istilah di bawah ini ! a. Wakif ialah b. Nadzir ialah c. Mauquf 'alaihi ialah Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan. Bagaimana apabila dalam keadaan dhorurot ? terangkan. Jelakan bagaimana tata cara perwakafan di Indonesia ! Sebutkan hak dan kewajiban nadzir menurut UndangUndang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 ! Siapakah yang dimaksud TPHI dan TPIHI menurut UU Nomor 13 Tahun 2008

13. 14. 15. 16.

17. 18.

19. 20.

LENGKAPILAH HURUF BERIKUT HINGGA SESUAI DENGAN KOLOM SEBELAH KANAN M G M 1. Orang yang berzakat 2. Salah satu asnaf penerima zakat 3. Zakat harta

70

B I T T M W N

4. Badan Amil Zakat dan Sedekah 5. Salah satu rukun haji 6. Cara mengerjakan haji 7. Mengelilingi Ka’bah 8. Batas mulai mengerjakan haji 9. Orang yang berwakaf 10. Badan Pengelola wakaf

KEUTAMAAN ILMU
Sayyidina Ali bin Abi Thalib -Seorang sahabat Rasulullah SAW yang sangat terkenal kebijakanya- berkata “Barang siapa sedang mencari ilmu, maka sebenarnya ia sedang mencari surga. Dan barang siapa mencari kemaksiatan, maka sebenarnya dia sedang mencari neraka” Sayidina Ali bin Abi Thalib yang oleh Rasululah SAW, dijuluki sebagai pintu gerbangnya ilmu mengatakan “Tiada kekayaan lebih utama daripada akal, tiada kepapaan lebih menyedihkan dari pada kebodohan, tiada warisan lebih baik dari pada pendidikan” Inilah jawaban-jawaban dari Imam Ali bin Abi Thalib ketika ditanya tentang kelebihan ilmu: 1.Ilmu lebih utama dari pada Harta, ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah pusaka Karun, Fir’aun, dan para pengumbar nafsu 2.Ilmu akan menjagamu sedang harta memintamu untuk menjagannya 3.Harta yang engkau berikan kepada orang akan mengurangi hartamu, sedangkan ilmu akan bertambah jika engkau berikan 4.Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temanya banyak 5.Diakhirat nanti pemilik harta akan dihisab sedangkan pemilik ilmu memperoleh safaat 6.Harta membuat hati seseorang menjadi keras sedang ilmu membuat hati bercahaya

DAKWAH NABI MUHAMMAD S.A.W. PERIODE MADINAH
Standar Kompetensi : 9. Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Madinah 9.1. Kompetensi Dasar : Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah Mendeskripsikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah.

9.2.

71

TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q.S. At Taubat 117

Q. S. An Nahl 41

Q.S. Ali Imran : 121

Q.S. Al Hujurat : 9 – 10

:

Masjid nabawi di Madinah A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH

72

1. Arti Hijrah dan Tujuan Rasulullah SAW dan Umat Islam Berhijrah Setidaknya ada dua macam arti hijrah yang harus diketahui umat Islam. Pertama, hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan dimurkai Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yang disuruh Allah SWT dan diridai-Nya. Contohnya, semula siswa itu malas mengerjakan salat 5 waktu dan malas belajar. Kemudian dia membuang jauh sifat malasnya itu, sehingga ia menjadi siswa yang berdisiplin dalam salat lima waktu dan rajin dalam menuntut ilmu. Arti hijrah dalam pengertian pertama ini wajib dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Rasuluilah SAW bersabda :

Artinya : “Orang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah SWT” (H. R. Bukhari) Arti kedua dari hijrah ialah berpindah dari suatu negeri kafir (non-Islam), karena di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan, sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. Kemudian umat Islam di negeri kafir itu, berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. Arti kedua dari hijrah ini pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan umat Islam, yakni berhijrah dari Mekah ke Yatsrib pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah, bertepatan dengan tanggal 28 Juni 622 M. Tujuan hijrahnya Rasulullah SAW dan umat Islam dari Mekah (negeri kafir) ke Yatsrib (negeri Islam) adalah : - Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum kafir Quraisy. Bahkan pada waktu Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di Mekah untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah), rumah beliau sudah dikepung oleh kaum kafir Quraisy dengan maksud untuk membunuhnya. - Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah, sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanva dalam berjihad di jalan Allah SWT, untuk menegakkan dan meninggikan agama-Nya (Islam) (lihat dan pelajari Q.S. An-Nahl, 16: 41-42) 2. Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai dengan wafatnva Rasulullah SAW tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijrah. Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surah Makkiyah dan Hadis periode Mekah, juga ajaran Islam yang rerkandung dalam 25 surah Madaniyah dan hadis periode Madinah. Adapun ajaran Islam periode Mekah sudah dikemukakan dalam Bab 6 semester pertama buku ini. Sedangkan ajaran Islam yang rerkandung pada 25 surah Madaniyah dan hadis periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan. Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orangorang yang sudah masuk Islam dan kalangan Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di

73

luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab, dan yang tidak termasuk bangsa Arab. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman :

Artinya: “Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta.” (QS. Al-Anbiyã’, 21: 107) Dakwah Rasulullab SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakar madani di Madinah. Usaha-usaha nyata Rasulullah SAW seperti tersebur akan dibahas pada sub pokok bahasan tentang strategi Rasulullah dalam membentuk masyarakat madani di Madinah. Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat. Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan kemauan dan kesadaran sendiri. Namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalanghalangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Islam dan umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka. Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hajj, 22 : 39 dan Al-Baqarah, 2 : 90, maka kemudian Rasulullah SAW dan para sahabatnya menyusun kekuatan untuk menghadapi peperangan dengan orang kafir yang tidak dapat dihindarkan lagi. Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para pengikutnya itu tidaklah bertujuan untuk melakukan penjajahan atau meraih harta rampasan perang, tetapi bertujuan untuk : - Membela diri kehormatan, dan harta. - Menjamin kelancaran dakwah, dan memberi kesempatan kepada mereka yang hendak menganutnya. - Untuk memelihara umat Islam agar tidak dihancurkan oleh bala tentara Persia dan Romawi. Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu negara yang merdeka dan berdaulat, yang berpusat di Madinah, mereka berusaha menyiarkan dan memasyhurkan agama Islam, bukan saja terhadap para penduduk Jazirah Arabia, tetapi juga ke luar Jazirah Arabia, maka bangsa Romawi dan Persia menjadi cemas dan khawatir kekuasaan mereka akan tersaingi. Oleh karena itu, bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan

74

umat Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi dan Persia tersebut, Rasulullah dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi, yaitu pertama Perang Mut’ah pada tahun 8 H, di dekat desa Mut’ah, bagian utara Jazirah Arabia dan kedua Perang Tabuk pada tahun 9 H di kota Tabuk, bagian utara Jazirah Arabia. Sedangkan bangsa Persia selalu mengadakan penyerangan kepada wilayah kekuasaan umat Islam. Peperangan lainnya yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW seperti : (1) Perang Badar Al-Kubra, terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 H di sebuah tempat dekat Perigi Badar, yang letaknya antara Mekah dan Madinah. Peperangan ini terjadi antara Rasulullah SAW dan para pengikutnya dengan kaum kafir Quraisy yang telah mengusir kaum Muslimin penduduk Mekah untuk pindah ke Madinah dengan meninggalkan rumah dan harta benda. Mereka masih tetap bertekad untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin di Madinah. Dalam Perang Badar ini kaum Muslimin memperoleh kemenangan yang gilanggemilang. (2) Perang Ubud, terjadi pada pertengahan Sya’ban tahun 3 H. Pada peperangan ini kaum Muslimin mengalami kekalahan. (3) PerangAhzab (Khandaq), terjadi pada bulan Syawal tahun 5 H. Ahzab artinya golongan-golongan, yaitu gabungan kaum kafir Quraisy, kaum Yahudi, Bani Salim, Bani Asad, Gathfan, Bani Murrah, dan Bani Asyja, sehingga berjumlah 10.000 lebih. Pasukan Azhab ini menyerbu Madinah untuk menumpas Islam dan umat Islam. Atas inisiatif dari Salman Al-Farisi, untuk mempertahankan kota Madinah dibuat parit yang dalam dan lebar. Berkat inisiatif itu, kekompakan umat Islam dan pertolongan Allah SWT, dalam perang Ahzab ini umat Islam memperoleh kemenangan. Pada tahun keenam hijriah Rasulullah SAW dan para pengikutnya umat Islam penduduk Madinah yang berjumlah 1000 orang berangkat menuju Mekah untuk melakukan umrah. Agar kaum kafir Quraisy tidak menduga bahwa kedatangan kaum Muslimin ke Mekah itu untuk memerangi mereka maka jauh sebelum mendekati kota Mekah umat Islam sudah mengenakan pakaian ihram, tidak membawa alat-alat perang, kecuali pedang dalam sarungnya, sekadar untuk menjaga diri di perjalanan. Rombongan kaum Muslimin tiba di suatu tempat yang bernama ”Al Hudaibiyah”, yang letaknya beberapa kilometer dari kota Mekah, dengan maksud selain untuk beristirahat, juga untuk melihat situasi. Sebenarnya saat itu termasuk bulan yang disucikan oleh bangsa Arab sebelum Islam. Mereka dilarang melakukan peperangan di dalamnya. Namun dalam kenyataannya, kaum kafir Quraisy telah menempatkan sejumlah bala tentara yang cukup besar di perbatasan kota Mekah, siap untuk melakukan peperangan. Membaca situasi yang demikian, kemudian Rasulullah SAW mengutus sahabat Utsman bin Affan memasuki kota Mekah untuk menemui pimpinan kaum kafir Quraisy dan menjelaskan kepadanya, bahwa kedatangan mereka ke Mekah bukan untuk berperang, tetapi semata-mata untuk melakukan ibadah umrah. Namun kaum kafir Quraisy bersikeras tidak mengizinkan kaum Muslimin memasuki kota Mekah, dengan alasan akan menjatuhkan kewibawaan kaum kaflr Quraisy pada pandangan bangsa Arab. Sahabat Utsman ditahan oleh kaum kafir Quraisy, bahkan tersiar kabar bahwa beliau telah dibunuh. Menyikapi kabar tersebut kaum Muslimin telah bersepakat

75

mengadakan “sumpah setia” (baiat), untuk berperang melawan kafir Quraisy, sampai meraih kemenangan. Sumpah setia itu disebut “Baiatur Ridwan”. Untunglab di saat-saat genting seperti itu sahabat Utsman bin Affan muncul, membawa berita akan diadakannya perundingan antara kaum kafir Quraisy dengan kaum Muslimin. Maka terjadilah perundingan antara delegasi kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Suhail Ibnu Umar dan delegasi umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Perundingan tersebut melahirkan kesepakatan antara dua belah pihak, dan melahirkan sebuah perjanjian, yang dikenal dalam sejarah sebagai perjanjian Hudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah). Isi perjanjian itu sebagai berikut : (1) Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara kaum Quraisy penduduk Mekah dan umat Islam penduduk Madinah. (2) Orang Islam dari kaum Quraisy yang datang kepada umat Islam, tanpa seizin walinya hendaklah ditolak oleh umat Islam. (3) Kaum Quraisy tidak akan menolak orang-orang Islam yang kembali dan bergabung dengan mereka. (4) Tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy, atau dengan kaum Muslimin dibolehkan dan tidak akan mendapat rintangan. (5) Kaum Muslimin tidak jadi mengerjakan umrah saat itu, mereka harus kembali ke Madinah, dan boleh mengerjakan umrah di tahun berikutnya, dengan persyaratan : • Kaum Muslimin memasuki kota Mekah setelah penduduknya untuk sementara keluar dari kota Mekah. • Kaum Muslimin memasuki kota Mekah, tidak boleh membawa senjata. • Kaum Muslimin tidak boleh berada di dalam kota Mekah lebih dari tiga haritiga malam. Kaum kafir Quraisy mengetahui, bahwa perjanjian Hudaibiyah itu sangat menguntungkan kaum Muslimin. Umat Islam semakin kuat, karena hampir seluruh semenanjung Arab, termasuk suku-suku bangsa Arab yang paling selatan telah menggabungkan diri kepada Islam. Kaum kafir Quraisy merasa terpojok, dan mereka secara sepihak berniat membatalkan perjanjian Hudaibiyah itu, dengan cara menyerang Bani Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan Islam. Sejumlah orang dari Bani Khuza’ah mereka bunuh dan selebihnya mereka cerai-beraikan. Bani Khuza’ah segera mengadu kepada Rasulullah SAW dan mohon keadilan. Mendapat pengaduan seperti itu kemudian Nabi Muhammad SAW dengan sepuluh ribu bala tentaranya berangkat menuju kota Mekah untuk membebaskan kota Mekah dari para penguasa kafir yang zalim, yang telah melakukan pembunuhan secara kejam terhadap umat Islam dan Bani Khuza’ah. Rasulullah SAW sebenarnya tidak menginginkan terjadinya peperangan, yang sudah tentu akan menelan banyak korban jiwa. Untuk itu Rasulullah SAW dan bala tentaranya berkemah di pinggiran kota Mekah dengan maksud agar kaum kafir Quraisy melihat sendiri, kekuatan besar dan bala tentara kaum Muslimin. Taktik Rasulullah SAW seperti itu ternyara berhasil, sehingga dua orang pemimpin Quraisy yaitu Abbas (paman Nabi SAW) dan Abu Sufyan (seorang bangsawan Quraisy yang lahir tahun 567 M dan wafar tahun 652 M) datang menemui Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk Islam. Dengan masuk Islamnya kedua orang pemimpin kaum kafir Quraisy itu, Rasulullah SAW dan bala tentaranya dapat memasuki kota Mckah dengan aman dan

76

membebaskan koba itu dari para penguasa kaum kafir Quraisy yang zalim. Pembebasan kota Mekah ini terjadi pada tahun 8 H secara damai tanpa adanya pertumpahan darah. Bahkan setelah itu, kaum Quraisy berbondong-bondong menyatakan diri masuk Islam, menerima ajakan Rasulullah dengan kerelaan hati. Kernudian bersama-sama bala tentara Islam mereka membersihkan Ka’bah dan berhalaberhala dan menghancurkan berhala-berhala itu. Kaum Muslimin masih menghadapi kaum musyrikin, yang semula bersekutu dengan kaum kafir Quraisy yang telah masuk Islam itu, yaitu ; Bani Saqif, Bani Hawazin, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Kaum musyrikin tersebut bersatu di bawah pimpinan Malik bin Auf (Bani Nasr) berangkat menuju Mekah untuk menyerbu kaum Muslimin, yang telah menghancurkan berhala-berhala yang mereka sembah. Mendengar berita bahwa kaum musyrikin itu akan menyerang umat Islam di Mekah, maka Rasulullah SAW memimpin bala tentaranya sebanyak 12000 orang menuju ke lembah Hunain tempat kaum musyrikin berkemah. Maka terjadilah pertempuran sengit antara pasukan Islam dan pasukan musyrikin, yang berakhir dengan kemenangan di pihak Islam. Perang Hunain ini terjadi dua minggu setelah peristiwa pembebasan kota Mekah. Sisa pasukan musyrikin melarikan diri ke Thaif. Rasulullab SAW dan bala tentaranya mengejar mereka sampai ke Thaif, lalu mengadakan pengepungan selama beberapa hari lamanya sehingga pemimpin mereka Malik bin Auf dengan seluruh pasukan gabungannya, yaitu: Bani Saqif, Bani Hawazim, Bani Nasr, dan Bani Jusyam menyatakan masuk Islam. Pada tabun ke-9 dan 10 H berbagai kabilah bangsa Arab seperti Bani Tamim, Bani Amr, Bani Sa’ad Ibnu Bakr, dan Bani Abdul Haris datang ke Madinah menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan dukungannya. Dengan demikian seluruh Jazirah Arabia telah masuk Islam, dan masuk wilayah pemerintahan Islam yang berpusat di Madinah. Rasulullab SAW dan umat Islam memperoleh kemenangan yang gilang-gemilang (lihat dan pelajari Q.S. An Nasr, 110: 1-3). 3. Dakwah Islamiah Keluar Jazirah Arabia Rasulullah SAW menyeru umat manusia di luar Jazirah Arabia agar memeluk agama Islam, dengan jalan mengirim utusan untuk menyampaikan surat dakwah Rasulullah SAW kepada para penguasa atau para pembesar mereka. Para penguasa atau para pembesar negara yang dikirimi surat dakwah Rasulullab SAW itu seperti : 1. Heraclius, Kaisar Romawi Timur Yang menenima surat dakwah Rasulullah, melalui utusannya Dihijah bin Khalifah. Heraclius tidak menenima seruan dakwah Rasulullab SAW karena tidak mendapat persetujuan dari para pembesar negara dan pendeta. Namun surat dakwah itu dibalasnya dengan tutur kata sopan,disamping mengirimkan hadiah untuk Rasulullab SAW 2. Muqauqis, Gubernur Romawi di Mesir Rasulullah SAW mengirim surat dakwah kepada Muqauqis melalui utusannya yang bernama Hatib. Setelah surat itu dibaca Muqauqis belum bisa menerima seruan untuk masuk Islam, namun dia menyampaikan surat balasan kepada

77

Rasulullah SAW dan mengirim hadiah-hadiah berupa seorang budak wanita, kuda, keledai, dan pakaian-pakaian. 3. Syahinsyah, Kaisar Persia Syahinsyah adalah penguasa yang lalim dan sombong. Karena kesombongannya surat dakwah Rasulullah SAW itu dirobek-robeknya. Merigetahui surat dakwah itu dirobek-robek, Rasulullah menjelaskan bahwa Syahin yang sombong itu akan dibunuh oleh anaknya sendiri pada malam Selasa tanggal 10 Jumadil Awal tahun ke-7 hijrah. Apa yang diucapkan Rasulullah SAW ternyata sesuai dengan kenyataan. Syahinsyah dibunuh oleh anaknya sendiri Asv-Syirwaih karena kelalimannya. Kemudian surat dakwah Rasulullah SAW dikirimkan pula kepada An-Najasyi (Raja Ethiopia), Al-Munzir bin Sawi (Raja Bahrain), Hudzah bin Ali (Raja Yamanah), dan Al-Haris (Gubernur Romawi di Syam). Di antara penguasapenguasa tersebut yang menerima seruan dakwah Rasulullah, hanyalah AlMunzir bin Sawi penguasa Bahrain yang menyatakan masuk Islam dan mengajak para pembesar negara dan rakyatnya agar masuk Islam. B. STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH Pokok-pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah adalah : 1. Berdakwah dimulai dan diri sendiri, maksudnya sebelum mengajak orang lain meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya, maka terlebih dahulu orang yang berdakwah itu harus meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya. 2. Cara (metode) melaksanakan dakwah sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam Surah An-Nahl, 16: 125. (Coba kalian cari dan pelajari!) 3. Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah SAW dan umatnya. Dalil wajibnya: Al-Qur’an Surah Ali ‘Imrãn, 3: 104, dan Hadis Rasulullah SAW:

Artinya: “Sampaikanlah, apa yang berasal dariku (tentang Islam), walaupun hanya satu ayat.“ (H.R. Bukhari) 4. Berdakwah dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata, bukan dengan niat untuk memperoleh popularitas dan keuntungan yang bersifat materi. Umat Islam dalam melaksanakan tugas dakwahnya, selain harus menerapkan pokok-pokok pikiran yang dijadikan sebagai strategi dakwah Rasulullah SAW, juga hendaknya meneladani strategi Rasulullah SAW dalam membentuk masyarakat Islam atau masyarakat madani di Madinah. Masyarakat Islam atau masyarakat madani adalah masyarakat yang menerapkan ajaran Islam pada seluruh aspek kehidupan sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur, yakni masyarakat yang baik, aman, tenteram, damai, adil, dan makmur di bawah naungan rida Allah SWT dan ampunan-Nya. Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam seperti tersebut adalah : a. Membangun Masjid Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW di Madinah ialah Masjid Quba, yang berjarak ± 5 km, sebelah barat daya Madinah. Masjid Quba ini dibangun pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah (20 September 622 M).

78

Setelah Rasulullah SAW menetap di Madinah, pada setiap hari Sabtu, beliau mengunjungi Masjid Quba untuk salat berjamaah dan menyampaikan dakwah Islam. Masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ada Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini dibangun secara gotong royong oleh kaum: Muhajirin dan Anshor, yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan peletakan batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima dilaksanakan oleh para sahabat terkemuka yakni : Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib k.w. Mengenai fungsi atau peranan masjid pada masa Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :  Masjid sebagai sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah, dan akhlak.

 Masjid merupakan sarana ibadah, khususnya salat lima waktu, salat Jumat
Tarawih, salat Idul Fitri, dan Idul Adha. (Lihat Q.S. Al-Jinn, 72 : 18 !).  Masjid merupakan tempat belajar dan mengajar tentang agama Islam bersumber kepada A1-Qur’an dan Hadis.  Menjadikan masjid sebagai sarana kegiatan sosial. Misalnya sebagai tempat penampungan zakat, infak, dan sedekah dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, terutama para fakir miskin dan anak-anak yatim terlantar.  Masjid sebagai tempat pertemuan untuk menjalin hubungan persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiah) demi terwujudnya persatuan.  Menjadikan halaman masjid dengan memasang tenda, sebagai tempat pengobatan para penderita sakit, terutama para pejuang Islam yang menderita luka ikibat perang melawan orang-orang kafir. Sejarah mencatat adanya seorang perawat wanita terkenal pada masa Rasulullah SAW yang bernama “Rafidah”.  Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai tempat bermusyawarah dengan para sahahatnya. Masalah-masalah yang dimusyawarahkan antara lain ; usaha usaha untuk mengatasi kesulitan, usaha-usaha untuk memajukan umat Islam, dan strategi peperangan melawan musuh-musuh Islam agar memperoleh kemenangan, b. Mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Ansar Muhajirin adalah para sahahat Rasulullah SAW penduduk Mekah yang berhijrah ke Madinah. Ansar adalah para sahabat Rasulullah SAW penduduk asli Madinah yang memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin. Rasulullah SAW bermusyawarah dengan Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab r.a. mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, sehingga terwujud persatuan yang tangguh. Hasil musyawarah memutuskan agar setiap orang Muhajirin mencari dan mengangkat seorang dari kalangan Ansar menjadi saudaranya senasab (seketurunan), dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Demikian juga sebaliknya orang Ansar. Rasulullah SAW memberi contoh dengan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai saudaranya. Apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dicontoh oleh seluruh sahahatnya misalnya :  Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasuluhlah SAW, pahlawan Islam yang pemberani bersaudara dengan Zaid bin Haritsah, mantan hamba sahaya, yang kemudian dijadikan anak angkat Rasulullah SAW.  Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersaudara dengan Kharizah bin Zaid.

79

 Umar bin Khattab bersaudara dengan Itban bin Malik Al Khazraji (Ansar).  Utsman bin Affan bersaudara dengan Aus bin Tsabit.  Abdurrahman bin Auf bersaudara dengan Sa’ad bin Rabi (Ansar). Demikianlah seterusnya setiap orang Muhajirin dan orang Ansar, termasuk Muhajirin setelah hijrahnya Rasulullah SAW dipersaudarakan secara sepasangsepasang, layaknya seperti saudara senasab. Persaudaraan secara sepasang-sepasangseperti rersebut, ternyata membuahkan hasil sesama Muhajirin dan Ansar terjalin hubungan persaudaraan yang lebih baik. Mereka saling mencintai, saling menyayangi, hormat-menghormati, dan tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Kaum Ansar dengan ikhlas memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin berupa tempat tinggal, sandang pangan, dan lain-lain yang diperlukan. Namun kaum Muhajirin juga tidak diam berpangku tangan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkah agar dapat hidup mandiri. Misalnya Abdurrahman bin Auf menjadi pedagang, Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abu Thalib menjadi petani kurma. Kaum Muhajirin yang belum mempunyai tempat tinggal dan mata pencaharian oleh Rasulullah SAW ditempatkan di bagian Masjid Nabawi yang beratap yang disebut Suffa dan mereka dinamakan Ahlus Suffa (penghuni Suffa). Kebutuhankebutuhan mereka dicukupi oleh kaum Muhajirin dan Ansar secara bergotongroyong. Kegiatan Ahlus Suffa itu antara lain mempelajari dan menghafal Al-Qur’an dan Hadis, kemudian diajarkannya kepada yang lain. Sedangkan apabila terjadi perang antara kaum Muslimin dengan kaum kafir, mereka ikut berperang. c. Perjanjian Bantu-Membantu antara Umat Islam dan Umat Non-Islam Pada waktu Rasulullah SAW menetap di Madinah, penduduknya terdiri dari tiga golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir dan Bani Quraizah), dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam. Rasulullah SAW membuat perjanjian dengan penduduk Madinah non-Islam dan tertuang dalam Piagam Madinah. Isi Piagam Madinah itu antara lain: (1) Setiap golongan dari ketiga golongan penduduk Madinah memiliki hak pribadi, keagamaan dan politik. Sehubungan dengan itu setiap golongan penduduk Madinah berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang membuat kerusakan dan memberi keamanan kepada orang yang mematuhi peraturan. (2) Setiap individu penduduk Madinah mendapat jaminan kebebebasan beragama. (3) Seluruh penduduk Madinah yang terdiri dan kaum Muslimin, kaum Yahudi, dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam sesama mereka hendaknya saling membantu dalam bidang moril dan materil. Apabila madinah diserang musuh, maka seluruh penduduk Madinah harus bantu-membantu dalam mempertahankan kota Madinah. (4) Rasulullah SAW adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah. Segala perkara dan perselisihan besar yang terjadi di Madinah harus diajukan kepada Rasulullah SAW untuk diadili sebagaimana mestinya. d. Meletakkan Dasar-dasar Politik, Ekonomi, dan Sosial yan Islami demi Terwujudnya Masyarakat Madani

80

Islam tidak hanya mengajarkan bidang akidah dan ibadah, tetapi mengajarkan juga bidang politik, ekonomi, dan sosial, yang kesemuanya bersumber pada Al Qur’an dan Hadis. Pada masa Rasulullah, penduduk Madinah mayoritas sudah beragama Islam, sehingga masyarakat Islam sudah terbentuk, maka adanya pemerintahan Islam merupakan keharusan. Rasulullah SAW selain sebagai seorang nabi dan rasul, juga tampil sebagai seorang kepala negara (khalifah). Sebagai kepala negara, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bagi sistem politik islam, yakni musyawarah. Melalui musyawarah, umat Islam dapat mengangkat wakil-wakil rakyat dan kepala pemerintahan, serta membuat peraturan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh rakyatnya. Dengan syarat, peraturan peraturan itu tidak menyimpang dan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis (dalil naqlinya lihat QS. AnNisã’, 4: 59). Dalam bidang ekonomi Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bahwa system ekonomi Islam itu harus dapat menjamin terwujudnya keadilan sosial. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar antara lain adanya persamaan derajat di antara semua individu, semua golongan, dan semua bangsa. Sesuatu yang membedakan derajat manusia ialah amal salehnya atau hidupnya yang bermanfaat (lihat Q.S. Al-Hujurat, 49: 13).

EVALUASI Jawablah Pertanyaan Berikut Dengan Tepat!
1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan isi perjanjian Hudaibiyah! Jelaskan inti pokok strategi dakwah Rasulullah saw pada periode Madinah! Ceritakan tentang peristiwa Isro’ MI’raj Nabi dan jelaskan hikmahnya! Siapakah yang dimaksud dengan golongan Muhajirin dan Anshor? Jelaskan fungsi Masjid (lima saja) bagi umat Islam, khususnya pada masa Rasulullah!

81

LATIHAN SOAL SEMESTER GENAP 1.Q.S. Ali Imran 159 Bacaan ayat tersebut yang tidak ada bacaan tajwidnya adalah Ikhfa’ haqiqi c. idgham bigunnah e. Tafkhim Matd thobi’i d. izhar safawi 2.Q.S. Ali Imran 159 Bacaan ayat tersebut terdapat bacaan tajwid yaitu... a. Ikhfa’ haqiqi c. gunnah e. Mad Arid lissukun b. Izhar halqi d. izhar qomariyah c. 3.Q.S. Ali Imran 159 : Dari ayat tersebut yang tidak ada artinya pada isian di bawah ini adalah.... didalam perkara itu c. Dan mohonlah ampun e. dan bermusyawarahlah Apabila telah membulatkan tekad d. maka maafkanlah 4. Pada akhir ayat Q.S. Ali Imrab 159 : Arti ayat di atas adalah... a. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal b. Sesungguhnya bertawakkal adalah usaha yang paling baik c. Allah mencintai orang-orang yang bersabar d. Sesungguhnya syaetan itu menjadi musuh nyata bagi orang beriman e. Bermusyawarah pangkal akhirnya adalah bertawakkal 5.Q.S. Syura 38 terdapat ayat Ayat di atas terdapat hukum bacaan seperti berikut, yaitu... a. izhar halqi c. idgham bigunnah e. ikhfa’ haqiqi b. izhar syafawi d. idgham bila gunnah 6.Q.S Asy Syura 38 berisi tentang.... a. Ajaran bertawakkal b. Ajaran berdemokrasi c. Ajaran keimanan d. ajaran perkawinan e. ajaran berakhlak mulia

. b.

. b.

7.Buah dari senang berinfak dan bersedekah adalah.... a. dimudahkan dalam belajar d. dimudahkan jadi siswa teladan b. dimudahkan dalam membantu saudara e. dimudahkan dalam mendapat rizki c. dimudahkan dalam membantu saudara 8.Dalam demokrasi sekuler persoalan apapun dapat dibahas, sedang dalam musyawarah Islami tidak boleh bagi seseorang untuk membahas sesuatu yang telah... a. disepakati bersama d. ditetapkan sebelumnya b. dimusyawarahkan sebelumnya e. dipersoalkan bersama c. dijelaskan oleh Al Qur’an dan Al Hadits

9.Untuk menjadi muslim yang baik, beriman dan beramal saleh, taat, dan bertakwa maka
senantiasa ia harus memiliki sikap “ As Shidqu “ Yang artinya ... a. Menyayangi anak yatim b. Meninggalkan khianat c. Berhati jujur d. memenuhi janji e. Meraih cita-cita

82

10. Menyamakan malaikat dengan Allah swt, baik dalam zat, sifat maupun af’alnya termasuk perbuatan... a. perbuatan yang buruk d. kemaksiatan b. kefasikan dan kemunafikan e, kemungkaran c. syirik dan dosa besar 11. Beriman kepada malaikat mampu mendorong manusia agar senantiasa mengingat mati dan hidup, serta mempersiapkan bekal untuk... a. hidup selamanya d. hidup setelah mati b. hidup di dunia e. mempersiapkan mati c. masa depan anak dan cucunya 12. Berikut ini termasuk ciri-ciri orang yang betul-betul beriman kepada malaikat, kecuali... a. Senantiasa melaksanakan perintah Allah, terutama yang wajib-wajin b. Usaha sekuat tenaga agar selalu meninggalkan perbuatan haram c. Berusaha agar tatkala meninggal dunia dalam kusnul khatimah d. Menyadari bahwa malaikat itu makhluk Allah yang paling tinggi drajatnya e. Membiasakan diri dengan akhlak terpuji 13. Setiap mukmin dan mukminat hendaknya menyadari bahwa dimanapun berada, disitulah ada malaikat yang senantiasa.... a. mengawasi semua sikap dan tingkah laku manusia b. mengontrol ibadah yang dilakukan manusia c. mencari kesalahan perbuatan manusia d. membantu kesusahan manusia e. menyiksa umat manusia 14. Malaikat IZRAIL adalah malaikat yang bertugas untuk... a. Mencatat perbuatan baik dan buruk manusia b. Menanyai keimanan manusia di alam barzah c. Membagi rizqi kepada semua makhluk di alam ini d. Mencabut nyawa makhluk hidup e. Menyiksa manusia yang masuk di neraka 15. Selain Malaikat terdapat juga makhluk Jin yang senantiasa terkena kwajiban seperti halnya manusia untuk menjalankan syari’ah Islam. Sedangkan Rosul yang diikutinya adalah... a. Para Malaikat karena sama-sama makhluk gaib b. Para Ulama Jin c. Para Rosul sebagaimana rosul-rosul manusia d. Para Jin yang beriman ydan beramal soleh e. Para raja-raja jin yang berkuasa f. 16. Menurut Hadits Nabi bersilaturrahmi itu selain mempererat tali persaudaraan juga menimbulkan hasil seperti berikut, yaitu... a. menjadikan pandai d. menjadikan pejabat b. mengurangi kebaikan e. memanjangkan umur c. menambah masalah hidup 17. Petunjuk Nabi yang berkaitan dengan bertamu, apabila bertamu itu kalau memang harus menginap maksimal sebaiknya selama... a. satu hari b. dua hari c. tiga hari d. lima hari e. tidak ada ketentuan 18. Menurut Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa memakai perhiyasan emas bagi kaum laki-laki merupakan...

83

a. dipakai b. memakainya c.

kebanggaan yang baik untuk dilakukan larangan yang harus dihindari boleh memakai asal tidak berlebihan

d. keindahan yang boleh e. dibolehkan bila

19. Aurat bagi wanita adalah seluruh bagian tubuhnya harus ditutupi supaya tetap indah dan nyaman, kecuali... a. muka dan telapak kakinya d. muka dan tapak tangannya b. muka dan kedua lengannya e. mata dan kedua tangannya c. kedua matanya saja 20. Islam melalui kedua sumber Al Qur’an dan Hadits memberikan batasan dan aturan yang jelas mengenai tatacara berpakaian. Pada prinsipnya Islam mewajibkan setiap muslim dalam berpakaian untuk... a. melaksanakan ibadah sebaik-baiknya d. menghiyasi diri dg pakaian bagus dan mahal b. menjaga dan memelihara jiwanya e. melaksanakan berpakaian yang model c. menghiyasi diri dg pakaian indah dan iman 21. Riya’ adalah termasuk akhlak tercela yang harus dihindari. Tanda bagi orang yang suka bersikap riya’ adalah... a. suka disanjung c. suka berhutang e. suka beramal b. suka membantu d. suka bekerja

22. Sikap Hasad bila masih tersimpan di dalam hati manusia, maka akan muncul sikap seperti
berikut, kecuali.... a. marah b.dengki c. benci d. permusuhan e. sabar

23. Iri hati yang dibolehkan berdasarkan hadis Nabi, seperti... a. ingin menguasai istri orang lain, karena merasa istrinya tidak secantik dia b. ingin memiliki ketampanan/kecantikan yang dimiliki orang lain c. terhadap orang yang berilmu pengetahuan tinggi, dan ilmunya itu berguna untuk dirinya dan orang lain d. kepada seseorang yang kaya raya, dan kekayaannya diperoleh dengan cara haram e. ingin memiliki kedudukan tinggi, yang diraih oleh seseorang dengan cara tidak halal. 24. Berikut ini yang termasuk perilaku aniaya terhadap diri sendiri ialah... a. melakukan pencurian dan perampokan b. membiarkan diri sendiri berada dalam kebodohan c. lali dalam melaksanakan kegiatan sosial d. bergaul dan beerkenalan dengan orang yang tidak beriman e. tidak mentaati peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat

25. Menurut hadits Nabi HR Abu Daud dan Ibnu Majah, akibat dari perbuatan hasad akan
mengurangi amal baik bagi pelakunya, diibaratkan seperti.... a. tanah yang tersiram air hujan bakar b. panas yang tersiram air hujan c. minyak diatas air a. mengamalkan apa yang telah diketahui d. api yang menhabiskan kayu e. anai-anai yang beterbangan

26. Sikap riya bisa hilang dari diri manusia, bila manusia mampu....
d. menafsiri diri sendiri

84

b. dianutnya c. a. b. yang kosong c.

memahami apa yang ia ketahui memahami agama dengan baik. Ibadah dengan khusyu dan ikhlas Menghiyasi diri dengan iman dan amal saleh Belajar keras dan menghilangkan kemalasan

e. mengenal agama yang

27. Pelajar yang memiliki sifat tidak adil pada dirinya sendiri, maka ia akan melakukan...
d. berlaku riya’dan hasad e. memanfaatkan waktu

28. Orang yang memiliki sikap aniaya dan zalim, biasanya terhadap harta berlaku.... a. Tamak c. Penimbun e. penyayang b. Perusak d. Pemboros

29. Berikut ini yang tidak termasuk perilaku aniaya terhadap sesama manusia adalah....
a. gibah b. namimah c. fitnah d. membunuh e. mengingatkan pelaku zalim

30. Seorang muslim mempunyai saldo uang setiap bulannya, kemudian ditabung di bank pada tanggal 1 januari 2006 setiap bulannya sebesar Rp 10.000.000,- harga emas setiap gramnya Rp 200.000,- Jika tanggal 1 Januari 2007 jumlah uang tabungannya sebesar Rp 121.000.000,- maka besar zakat yang harus dibayarkan adalah... a. Rp 5.000.000,c. Rp 4.050.000,e. Rp 1.250.000,b. Rp 2.500.000,d. Rp 3.025.000,31. Infak bagi seorang muslim hukumnya.... a. wajib b. mubah c. sunah d. makruh e. fardlu kifayah

32. Imam Malik dan Imam Syafi’i menyatakan bahwa mengapa kurma, gandum dan kismis itu dizakati, karena.... a. makanan yang disukai para nabi dan rasul d. menjadi tanaman andalan b. hanya dimilki orang Timur Tengah e. hanya hidup dipadang pasir c. kesemuanya sebagai makanan pokok 33. Zakat harta disebut dengan istilah.... a. zakat fitrah b. zakat mal c. zakat infak d. zakat profesi e. zakat tjaroh

34. Pajak dan zakat sama-sama memilki tujuan seperti berikut, kecuali... a. ekonomi c. keungan e. kemasyarakatan b. pendidikan d. politik 35. Harta benda yang dimiliki seorang muslim tidak dikeluarkan zakatnya apabila belum memenuhi syarat genap satu tahun yang disebut... a. haul c. nisab e. qoul b. mustahiq d. muzaqqi 36. Pak Husen memiliki penghasilan banyak karena pekerjaannya sebagai seorang pedagang yang barang dagangannya sudah mencapai nisab, maka cara membayar zakatnya adalah... a. dibayar seperti zakatnya unta b. dibayar seperti zakatnya sapi c. dibayar seperti zakatnya kambing d. dibayar seperti ukuran zakat tanaman padi e. e. dibayar seperti zakatnya pemilikan emas 37. Salah satu persamaan antara haji dan umrah adalah....

85

a.
waktunya. b. Muzdalifah c.

Persamaan syarat, wajib dan hukumnya Keharusan wuquf di Arafah Persamaannya Melontar jumrah

d. persamaan miqat e. Mabit di Mina dan

38. Kegiatan yang harus dilakukan oleh jamaah haji adalah Wukuf di Padang Arafah secara serentak bersama-sama yang dilaksankannya pada .... a. tanggal 7 Dulhijjah c. tanggal 9 Dulhijjah e. tanggal 11-12-13 Dulhijjah b. tanggal 8 Dulhijjah d. tanggal 10 Dulhijjah 39. Pada hari Tasyrik para jama’ah haji melaksankan kegiatan.... a. Mabit di Muzdalifah c. wukuf di padang Arafah Melontar jumrah b. Salat arbain di masjid nabawi d. Bertahallul e.

40. Sa’i merupakan kegiatan haji dengan berlari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak tujuh kali, yang keberadaannya bertempat di.... a. Padang Arafah c. Masjid Madinah e. Muzdalifah b. Masjidil Haram d. Mina 41. Hikmah dan fungsi ibadah haji dapat disebutkan sebagai berikut, adapun yang tidak termasuk didalamnya adalah... a. Merupakan sarana untuk menunjukkan kebesaran Allah Merupakan konggres besar bagi umat Islam sedunia Merupakan jaminan ampunan dari Allah yang sangat besar Meningkatkan harta kekayaan yang luar biasa Memerteguh iman dan taqwa kepada Allah swt. 42. Berwakaf diajarkan oleh Islam yaitu menafkahkan harta untuk kepentingan umum bagi keperluan umat Islam, makna wakaf sendiri secara etimologis adalah... a. memberikan sesuatu c. membangun sesuatu e. mengabadikan sesuatu b. menahan sesuatu d. menafkahkan sesuatu 43. Harta yang dapat diwakafkan harus memenuhi syarat dan ketentuan wakaf, berikut ini adalah harta yang tidak memenuhi syarat kecuali.... a. Barang yang mudah dikonsumsi oleh penerimanya b. Kebun yang belum jelas kepemilikannya c. Harta itu masih tanggungan orang lain d. Harta itu harus jelas wujudnya dan batas-batasnya e. Dapat dimanfaatkan dalam waktu singkat

b. . d. .

44. Nadzir adalah orang yang memelihara harta wakaf, adapun tugas dan hak nadzir menurut UU
RI N0 41 pasal 11 tahun 2004 sebagai berikut, kecuali... a. melakukan pengadministrasian harta benda wakaf b. mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan dan fungsinya c. mengawasi dan ,melindungi harta benda wakaf d. Berhak menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan harta wakaf e. Mewariskan harta wakaf kepada pewarisnya.

45. Petugas pemerintah yang berwenang mencatat dan mengurusi serah terima harta wakaf serta
menerbitkan akta wakaf adalah.... a. Wakif c. Maukuf b. NAZDIR d. PPAIW e. Pengadilan Agama

86

46. Hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah memiliki arti.... a. Pelarian c. perpindahan e. persatuan b. Perlindungan d. pengasingan 47. Setelah Nabi dapat hijrah di Madinah diantara suku ada yang kurang senang dengan kehadiran Nabi Muhammad saw, suku tersebut adalah... a. Suku Aus b. Suku Kinanah c. Suku Yamani d. Suku khazraj e. suku Yahudi 48. Perang antara kaum muslimin dengan orang kafir Quraisy selalu dimenangkan oleh kaum muslimin, adapun yang tidak bisa menang adalah dikala perang... a. Perang Badar c. Perang Uhud e. Perang Khandak b. Perang Muktah d. Perang Siffin 49. Sewaktu orang Islam di madinah hendak menunaikan haji besar-besaran di kota Makah, orang Kafir Quraisy menyangka perbuatan itu merupakan strategi akan menyerang dirinya, maka timbul kebulatan tekad kaum muslimin untuk berikrar mempertahankan Agama Islam sampai titik darah penghabisan. Sumpah setia itu dikenal dengan istilah... a. Baiatur Ridwan c. Hudzaibiyah e. Fathu Makkah b. Hijriyah d. Assalaamah 50. Sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah adalah seperti berikut, yaitu.... a. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu nadzir b. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Quraizhah c. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Kinanah d. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Bakar e. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Hasyim Soal Uraian 51. Jelaskan potongan ayat Q.S. Ali Imran Ayat 159 berikut : 52. Seorang muslim ketika menggali sumur menemukan bongkahan emas seberat 200 gram, sedangkan harga emas 1gram Rp 200.000,- Berapakah membayar zakatnya? 53. Jelaskan mustahiq zakat ( 8 orang )sesuai dengan petunjuk Al Qur’an Surat At Taubah ayat 60 ! 54. Sebutkan 10 Malaikat yang wajib kita ketahui beserta tugasnya ! 55. Jelaskan tiga cara menunaikan ibadah haji bagi kaum muslimin !

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->