Cara Pewarnaan gram Dari sampel langsung, dengan pertumbuhan koloni yang berumur 1 x 24 jam dibuat pewarnaan gram

dengan cara: a) Dibuat sediaan pada kaca obyek, dengan meneteskan 1 tetes NaCl fisiologis dan ditambahkan 1-2 koloni b) Dilebarkan dan difiksasi diatas nyala api bunsen c) Setelah kering, dituangkan gentiaan violet (gram A), dibiarkan selama ±3 menit, lalu dicuci dengan air mengalir. d) Setelah itu dituangkan lugol (gram B), dan dibiarkan 45 sampai 60 detik, lalu dicuci dengan air mengalir. e) Dicelupkan dalam benjana yang berisi alkohol 96% (Gram C), digoyang-goyang selama 30 detik atau sampai warna zat ungu hilang, lalu dicuci dengan air mengalir. f) Diwarnai dengan air fuchsin (gram D), selama 1 sampai 2 menit, lalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan. g) Preparat yang sudah kering diamati dibawah mikroskop, dengan penambahan oil emersi mengunakan lensa pembesaran 100x . Uji reaksi biokimia dan tes gula-gula serta pengamatan pada kuman basil gram negatif 1) TSIA (Tripel Sugar Iron Agar) 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian ditusuk dan digores pada media TSIA. 2) SC (Simon Citrat) 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian digores pada media SC. 3) SIM (Sulfur, Indol, Motil) 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian digores pada media SIM. 4) Urea 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian digores pada media Urea. 5) Mr/Vp (metil red / voges proskauer) 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian digerus, lalu homogenkan pada media Mr/Vp. 6) Tes gula-gula (glukosa,laktosa,Sokrosa) 1 sampai 2 koloni diambil pada media pembiakan, kemudian digores pada media. Setelah semua di tanam pada media uji reaksi biokimia dan tes gula-gula, diinkubasi pada suhu 35 ºC - 37ºC selama 18-24 jam dan diamati dengan perbandingan tabel.

Ditambahkan 0. Tabung 1. bila terbentuk cincin warna merah (pH <4. . Merah=asam = K (simbol) Kuning=basa = A (simbol) 3.2 ml KOH 40%. 2. berarti Vp positif.4) Mr positif. maka terbentuk cincin merah berarti indol positif . terjadi perubahan warna pada media urea positif. Mr/Vp (metil red / voges proskauer) Media Mr/Vp yang telah diinkubasi dibagi menjadi 2 dalam tabung bersih dan steril. sukrosa) Diamati perubahan warna pada media. butt (merah/ kuning. SC (Simon Citrat) Diamati perubahan warna media dari hijau menjadi biru menunjukan citrat positif. pada motil. merah/ merah). pembentukan gas dan H2S.Indol. terjadi perubahan warna pada media urea positif. bila terjadi perubahan warna terbentuk cincin merah (jangan dikocok).6ml alphanaftol 5% dan ditambah 0. 4. TSIA (Tripel Sugar Iron Agar) Diamati bagian slant. 5. persis payung terbalik berarti motil positif dan pada indol ditambahkan 5 tetes reagen kovac. 7. terlihat pergerakan kuman seperti awan. Tes gula-gula (glukosa. Tabung 2. apabila terbentuk warna hitam (sulfur) berarti H2S positif. Urea Diamati perubahan warna pada media.Motil) Diamati warna pada media. SIM (Sulfur.laktosa. Endo agar / Mac Konkey (MC) Diamati makroskopis dan hasil fermentatif pada media Endo agar / MC. 6. kuning/ kuning.Cara Pengamatan Reaksi uji biop kimia dan gula2 : 1. Ditambahkan 1 sampai 2 tetes metil red.

Tes H2S. berati bakteri tidak mampu memanfatkan karbon sebagai sumber metabolisme dalam suasana basa. 5. 2. artinya bakteri tidak mampu mengunakan urea dan perubahan pH menjadi media basa.Prinsip Pengamatan Reaksi uji biokimia dan gula2 : 1. setelah penambahan reagen kovac terbentuk cincin merah (positif) yang berarti bakteri mampu menguraikan protein karena mampu membentuk tryptopan sebagai sumber karbon. artinya bakteri tidak mempunyai enzim sitrat permiase yaitu enzim spesifik yang membawa sitrat kedalam sel. terbentuknya awan seperti payung terbalik pada daerah tusukan yang menandakan bakteri bergerak. Tes Urea. Tes motiliti. tidak terjadi perubahan warna pada media urea (negatif). didapatkan hasil A/A atau kuning/kuning (asam/asam) berati bakteri mampu meragikan glukosa. Tes Indol. TSIA (Tripel Sugar Iron Agar). laktosa dan sukrosa yang di tandai dengan perubahan warna media menjadi kuning dan terbentuknya gas yang ditandai dengan pecah atau terangkatnya media. 4. 3. yang artinya bakteri mampu mempertahankan akhir dari meragi glukosa dan asam campuran. Tes Mr. Tidak terbentuknya warna hitam pada daerah tusukan yang menandai bakteri tidak memiliki kemampuan dalam pembentukan hydrogen sulfit atau H2S. tidak terjadi perubahan warna dari hijau menjadi biru (negatif). . 7. terjadi pembentukan cincin merah pada media Mr setelah penambahan reagen metil red (positif). Tes citrat. 6.

artinya asil akhir dari fermentasi bakteri berasal dari asetil metil carbional. glukosa. Reaksi gula-gula. sukrosa. Tes Vp. 9.8. terjadi perubahan warna pada setiap media (positif) yang artinya bakteri mampu memfermentasikan karbohidrat. lakosa. . tidak terjadi pembentukan cincin merah pada media Vp setelah penambahan reagen barit dan omera (negatif).