P. 1
BUKUTEKSKELASXIIsem6

BUKUTEKSKELASXIIsem6

|Views: 43,847|Likes:
Published by Azi Hasan Arif
buku dan materi PAI kelas xii sem 6
buku dan materi PAI kelas xii sem 6

More info:

Published by: Azi Hasan Arif on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

pdf

text

original

Standar Kompetensi :

9.Membiasakan perilaku terpuji.

Kompetensi Dasar :

9.1.Menjelaskan pengertian dan maksud persatuan dan kerukunan
9.2.Menampilkan . contoh perilaku persatuan dan kerukunan
9.3.Membiasakan perilaku persatuan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari

TARTILAN

Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab
dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q.S. Al Baqarah 201 – 203

Q.S. Al Baqarah 204 -205

Q.S. Shaad 82 - 86

22

MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI
1.PERSATUAN
a.

Pengertian Persatuan

Persatuan dalam ajaran Islam secara umum disebut ikhwan , yaitu prsudraan,
secar umum disebut ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaran dalam Islam (saudara
sesama manusia dan saudra seagama)
Ditegskan dalam firman Allah :

Artinya : dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang
hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar
Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu
perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut,
damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil;
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil. (QS. AL-Hujarat ; 9)

Jelas bahwa persaudaraan menyebabkan orang dapat berbuat damai dan
perdamaian maka persatuan dak kesatuan umat akan bisa juga kita wujudkan. Tanpa
persatuan orang akan mudah bertindak semena-mena trhadap sesama dan bahkan
terhadp yng seagama sekalipun. Bagaimana seseorang atau bangsa berbuat kesetuan
sementara kedamaian dan persaudaraan tidakbisa diciptakan.

b.

Peranan Umat islam dalam Pembangunan dan mempertahankan

Negara Indonesia

1). Nilai Persatuan bagi Kepentingan Bangsa dan Agama dalam Rangka
Menuju Masyarakat Adil dan Makmur

Dalam kehidupan berbangsa kesatuan merupakan sendi yang paling ampuh. Bagi
umat Islam, persatuan harus digalam melalui jalur intern terlebih dahulu, untuk
memperkuat Islam. Sedangkan sebagai wrga negara harus menggalang persatuan utnuk
memperkuat bangsa dan negara.
Apabila persatuan benar-banar terwujud dalam suatu bangsa yang berada dalam
suatu negara, uapaya menciptakan pengembangan dlam bidang ekonomi, pendidikan,
sosial, ketahanan, dan bidang lainnya akan mudah direalisasikan.
Dalam pengembangan ekonomi bagi bangsa dan negara, upaya yang pertam yang
dilakukan adalah persatuan terlebih dahulu. Suatu bangsa yang tidak berstu akan sulit
mengembangkan ekonominya. Tetapi, apabila perstuan itu ada, akan mudah dlam
mengembangkan ekonomi, sebab, dalam kondisis bangsa yang brsatu, mka akan
mudah diajak kompromi, bermusyawarah untuk saling membantu, saling mengisi dan
kerja sama.

Demikian pula dalam pengembangan pendidikan, unsur pertama yang mendukung
addalah prsatuan. Dalam bidang ekonomi dan pendidikan perstuan merupakan unsur

23

yang dominan, dalam bidang ketahanan, persatuan adalah unsur yang lebih dominan..
Tidak mungkin suatu prceraian akan menjadi landasan kekuatan dalam pertahanan.
Pasti persatuan itulah yang dijadikan dasar dari pada ketahanan. Negara akan kuat
apabil persatuan bangsanya terjamin. Ketahanan negara akan lebih lestari jika persatuan
rakyatnya terus berjalan.

Demikian Betapa pentinganya persatuan dalam suatu bangsa dalam rangka
melestarikan kehidupan ekonomi, pendidikan, sosial, agama, ketahanan dan lain
sebgainya, sehingga wujud persatuan dalam segala aspek kehidupan akan menuju
masyarakat yang adil makmur yang diridai oleh Allah, juga merupakan langkah menuju
terciptanya Baldatuin Thoyyibatun Warabbun Ghafuur

2). Nilai Persatuan Bagi Kepentingan Dunia Islam Secara Keseluruhan.

Dalam ajaran Islam sebenanya konsep ajaran persatuan telah ada, yaitu setiap
orang yang beriman adalah bersaudara, semua muslim yang ada didunia, baik di afrika,
asia, amerika, ataupun australia adalah saudara.
Memang persaudaraan kadang tidak akan mesti mewujudkan persatuan,
tetapimaksud dan hakekat prsaudaraan didlam Islam adalah sebagai ujung tombak di
dalam pesatuan. Hal ini dapat dilihat dalam sebuah hadits yang artinya : “ Bahwa umat
Islam adalah bagikan sebuah bangunan, antara sebagian yang satu denga sebagian
yang lainnya saling menguatkan “.
Demikian pula dalam hadits yang lain, yang artinya : “ Dan barang siapa
memberikan jalan keluar bagi saudranya sesama muslim, Allah akan memberikan jalan
kelusr baginya dari kesulitan, dimana pertolongan itu sangat diperlukan pada hari
kiamat” .

Penerapan ajaran-ajaran itu akan memberikan dampak positif. Sebagai
konsekwansi logis dari ajaran itu memberikan dampak persatuan bagi kehidupan umat
Islam. Apabila satu umat Islam disakiti, maka umat Islam yang leinnya akan merasa sakit
pula. Persaudaraan yang demikian akan sangat besar andilnya untuk mewujudkan
persatuan dlam dunia Islam.
Apabila prsatuan sudah dapat diwujudkan, umat Islam di berbagai negara akan
merasa terpanggil untuk kepentingan bersama.Demi kemajuan umat secara
keseluruhan, maka negara-negara Islam dan negara-negara yang msyoritas
penduduknya beragala Islam, akan saling menolong, saling embantu, dan kerja sama
antara satu dengan yang lainnya,baik dlam bidang ekonomi, pendidikan, politik, sosial,
pertahanan dan lain sebagainya.
Dengan modal persatuan itulah upaya menuju kekuatan dan ketahanan umat akan
mudah direalisasakan. Karena antara yang satu dengan yang lainnya merasa
bertanggung jawab atas terwujudnya kekuatan dan ketahanan itu. Lebih dari itu adalah
bertanggung jawab dalam segala aspek kehidupan umat Islam di seluruh dunia.

c.

Macam dan cara meningkatkan Persatuan atau ukhuwah Islamiyah

1). Dalam segi bahasa, yakni menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia
dengan baik dan benar di setiap acara resmi dimana saja kita berada.
2).Dalam segi ucapan salam, yakni menggunakan ucapan salam Selam Pagi, atau
yang sesama muslim dengan ucapan Assalaamu’alaikum disetiap pertemuan.
3). Dalam segi tanah air, yakni diman saja kita berada di tanah air ini, kita membangun
dan membantu saudara-saudar yang mengalami kesulitan dan ditimpa musibah
dimana kita tempati secara adil dan manusiawi.
4).Dalam segi toleransi aqidah, yakni tetap paling menghormati dan
menghargaiperbedaan aqidah, dan tidak memaksakan suatu agama kepada orang

24

lain, karena urusan agama adalah urusan pribadi dalam Islam.” Lakum diinukum
Waliadiin “

d. Hikmah persatuan atau ukhuwah Islamiyah adalah :
1).Terciptanya persatian dan kesatuan, sehingga suasana kebrsamaan tercrmin
tenteram, damai penuh kekeluargaan, karena adanya saling membantu dan saling
menghormati.
2).Memperkukuh aqidah dan keyaqinan kepada Allah
3).Menumbuhkan ukhuwah Islamiyan yang kaut.
4). Menjalin rasa kesetia kawanan soaial

2.PENGERTIAN DAN MAKSUD KERUKUNAN.

a.Kerukunan Intern Umat Beragama

Sikap hidup muslim dan pribadi seorang muslim adalah manifestasi dari imannya.
Oleh sebab itu, seorang yang benar-benar beriman kepada Allah, serta melakukan
segala perintah-Nya, sudah barang tentu pribadinya akan dihiasi dengan cahaya iman,
perbuatan dan tata hidupnya sangat baik dan terpuji.
Salah satu ciri orang beriman adalah adanya rasa kasih sayang ssesama hamba
Allah, sebagai man sabda Nabi SAW :

Arinya : “Tidak beriman seseorang diantar kamu sehingga ia mencintai saudaranya
sebagaiman ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut keteranganhadits diatas, kasih sayang sesama hamba Allah atau lebih
tegasnya sesama muslim merupakan ukuran iman Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa penyakit yang sangat berbahaya dalam kehidupan bermasyarakat ialah hilangnya
rasa kasih sayang dan persaudaraan. Itulah salah satu sebab diangkatnya para rasul
Allah dan itu pulalah sebabnya pentingnya manusia beragama.

Islam sebagai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan
nasehat bagi orang-orang yang berada dalam kesesatan, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW :

ÄkfBirãp<Å Ö2~neão}9eã

Artinya : “Agama adalah nasehat” (HR. Muslim)

Islam memberikan nasehat kepada umatnay bahwa ssungguhnya kehidupan dunia
hanya sementara dan merupakan permainan yang memperdayakan, sebagaimana
Firman Allah :

Artinya ; . tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan

25

dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran ; 185 )

Kerukunan intern umat beragama sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW.
Sebagaimana Firman Allah :

Artinya : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia
adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,
tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406].
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu
seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman
itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu
menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan
hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan
kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara
mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. AL-Fath ; 29 )

Jadi jelas bahwa cara melakukan kerukunan terhadap seagama yang dipraktekkan oleh
Rasulullah SAW, dan para sahabat serta orang mukmin, yaitu :
1). Kasih sayng sesama muslim
2)Senada dalam berfikir
3)Seiram dalam langkah untuk mencari karunia dan keridhaan Allah

Sering kita menyeksikan kemunduran umat Islam, karena umatnya tidak berani
menegakkan kebenaran, dan tidak tegas terhadap orang kafir. Orang muslim justru
mempertajam perselisihan paham antara sesama muslim yang bersifat, khilafiyah dan
ibadah sunnah, sementara yang durhaka terhadap Allah, dibiarkan begitu saja.
Padahal yang terpenting dan terutama disisi Allah adalah kwalitas taqwanya,
sebagaimana Firman Allah :

Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-
suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al- Hujurat; 13)

26

b.Kerukunan Antar Umat Beragama

Dinegera kita tidak dibenarkan sikap dan perbuatan melawan atau anti agama,
atau tidak dibenarkan Paham yang meniadakan Tuhan Yang Maha Esa, Setiap warga
negara Republik Indonesia harus Prcaya dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
manusia Indonesia wajib saling menyayangi dan tidak berbuat dengki dan dendam,
kerusuhan dan memaksakan keyakinan kepada umat lainnya. Itulah yang menandai
bahwa kita hidup beragama dan prcay kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hidup rukun dan bertoleransi tidak berarti bahwa ajaran agama yang satu dan yang
lainnya dicampur adukkan. Dengan toleransi tersebut diharapkan terwujudnya
ketenangan, saling menghormati dan saling menghargai hal itu akan terwujud
perikehidupan yang rukun, tertib dan damai,sehingga dengan keadaan yang demikian itu
dapat terlaksana pembangunan bangsa.
Berdasarkan uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa manusia Indonesia wajib
menjunjung tinggi perasaan dan sikap toleransi antar umat beragama. Dalam kehidupan
bangsa Indonesia yang merdeka dan berpancasila, usaha memaksakan suatu agama
tidak dibenarkan. Setiap warga negara Indonesia bebas memeluk agama dan beribadah
menurut agama dan kepercayaannya masingmasing.Peri kehidupan yang rukun dan
penuh toleransi merupakan cermin pengakuan hak-hak asasi manusia.
Hal tesebut pernah diklakukan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika ditawarkan oleh
umat non muslim untuk saling bergantian beribadah, seminggu beliau diajak beribadah
bersama mereka orang kafir, seminggu berikutnya mereka akan beribadah sesuai
dengan ajran beliau, yutiu Islam. Tapi Nabi tidak langsung menerima atau menolak, tidak
mungkun karena hubungan beliau dengan mereka dalam kemasyarakatan
( muamalah/sosial) sudh terjalin intim. Jika menerima lebih tidak mungkun, maka
turunlah wahyu untuk menjawab permasalahan tersebut, yaitu :

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
( QS. Al-Kaafirun 1-6 )

Kesimpulan surah tersebut adalah masalah muamalah kita tetap bergaul akrab,
tetapi masalah ibadah dan aqidak tidak boleh dicampur aduk. Dengan beribadah
masing-masing itulah kerukunan antar umat beragama tetap utuh dengan menumbuhkan
rasa tenggang rasa.

c.Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah

Kerukunan umat beragama dengan pemerintah dijelaskan dalam firman Allah,

sebagai berikut :

27

Artinya. : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu,
Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika
kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An- Nisa ; 59)

Kerukunan umat beragama dengan pemerintah terealisasikan dengan mentaati
segala peraturan yang dikeluarkan pemerintah, selama peraturan itu tidak bertentangan
dngan syari’at Islam. Jalinan kerja sama antara umat dengan umarah dalam membina
untuk mentaati perintah Allah, Rasul dan umara (pemimpin).
Dengan demikian kerukunan antr umat beragama dengan pemerintah dapat
tumbuh baik jika dapat saling mengisi, Pemerintah menyediakan sarana, ulama yang
mengelola, artinya pemerintah membengun fisik, ulama membangun mental spiritualnya.

RANGKUMAN

Jelas bahwa persaudaraan menyebabkan orang dapat berbuat dmai, dan dengan
perdamaian maka persatuan dan kesatuan umat akan bisa juga kita wujudkan.
Cara meningkatkan atau ukhuwah Islamiyah antar lain :
.
1. Dalam segi bahasa, yakni menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia
dengan baik dan benar di setiap acara resmi dimana saja kita berada.
2.Dalam segi ucapan salam, yakni menggunakan ucapan salam Selam Pagi, atau yang
sesama muslim dengan ucapan Assalaamu’alaikum disetiap pertemuan.
3. Dalam segi tanah air, yakni diman saja kita berada di tanah air ini, kita membangun dan
membantu saudara-saudar yang mengalami kesulitan dan ditimpa musibah dimana kita
tempati secara adil dan manusiawi.
4.Dalam segi toleransi aqidah, yakni tetap paling menghormati dan menghargaiperbedaan
aqidah, dan tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, karena urusan agama
adalah urusan pribadi dalam Islam.” Lakum diinukum Waliadiin “

Kerukunan terhadap seagama yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW, dan para
sahabatnyaserta orang mukmin, Yaitu :
1. Kasih sayang sesama muslim
2. Senada dalam berfikir
3.seirama dalam langkah utnuk mencari karunia dan ridha-Nya
Masalah muamalah kita tetap bergaul akrab, tetapi masalah ibadah dan aqidah tidak boleh
dicampur adukkan. Dengan beribadah masing-masing itulah kerukunan antar umat
beeragama tetap utuh.
Kerukunan umat beragama dengan pemrintah dapat tumbuh dnegan baik jika dapat saling
engisi. Pemerintah menyediakan sarana, ulama yang mengelola, artinya pemerintah
membengun fisik, ulama membangun mental spiritualnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->