P. 1
BUKUTEKSKELASXIIsem6

BUKUTEKSKELASXIIsem6

|Views: 43,728|Likes:
Published by Azi Hasan Arif
buku dan materi PAI kelas xii sem 6
buku dan materi PAI kelas xii sem 6

More info:

Published by: Azi Hasan Arif on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

pdf

text

original

Sections

Standar Kompetensi :

10.Menghindari perilaku tercela.

Kompetensi Dasar :

10.1.Menjelaskan pengertian pengertian Isrof, Tabzir, Ghibah dan Fitnah
10.2.Menjelaskan contoh perilaku Isrof, Tabzir, Ghibah dan Fitnah
10.3.Menghindari perilaku Isrof, Tabzir, Ghibah dan Fitnah

TARTILAN

Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab
dan sopan santun membaca Al Qur’an.

Q.S. Al Qashos : 55- 57

Q. S. Al Qashas : 58 - 59

IFTITAH

Akhlak adalah situasi hati yang mantap, yang muncul ke permukaan dari individu
muslim dengan reflek tanpa dipertimbangkan. Apabila situasi hati itu menimbulkan amal
perbuatan yang baik dan terpuji menurut akal dan agama, ia disebut akhlak yang baik.

31

Dan jika yang timbul darinya adalah amal perbuatan yang buruk, berarti situasi yang
menjadi sumbernya adalah situasi hati atau akhlak yang buruk. Termasuk akhlak yang
buruk adalah : israf, tabzir, gibah dan fitnah

I.ISRAF

Kata israf berasal dari bahasa arab yang artinya melampaui batas. Orang yang
berbuat isrof disebut musrif. Bentuk jamaknya adalah musrifin atau musrifun. Yang
dimaksud dengan israf di sini ialah mempergunakan sesuatu yang melewati batas-batas
yang patut menurut ajaran Allah SWT Israf termasuk perbuatan tercela, yang
mendatangkan kerugian dan tidak disenangi oleh Allah.
Allah swt berfirman: (AI-An'am : 141)

Artinya : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak
berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya,
zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya).
Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan
tunaikanlah haknya di had memetik hasilnya (dengan disedekahkan
kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
( QS. Al An’am : 141 )

Israf yang harus dijauhi oleh setiap muslim dan muslimat terdapat dalam

berbagai perbuatan seperti :

1.Makan, minum dan berpakaian

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf : 31

Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki)
mesjid[534], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535].
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al-
A’raf : 31)

Makan dan minum adalah kebutuhan dan naluri manusia sebagai makhluk
biologis, dengan makan dan minum yang seimbang ( halalah toyiban ) kita
mendapat asupan energi baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan beraktifitas
serta menjalankan rutinitas kodratnya sebagai makhluk Allah. Allah swt menciptakan
alam semesta ini dengan disain yang sangat sempurna semuanya diperuntukkan
bagi kebutuhan hidup manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah
Alam akan selalu menyediakan kebutuhan makan dan minum manusia asal manusia

32

tidak berbuat aniaya (zalim) dengan cara melampaui batas. Islam mensyaratkan 2
hal kepada manusia dalam memenuhi kebutuhan makan dan minumnya, yaitu :

1)Halalan : aksudnya makanan tersebut harus sesuai dengan rekomendasi syara’

2)Toyiban :artinya makanan tersebut memenuhi standar kebutuhan gizi yang
seimbang bagi kehidupan biologis manusia, bukan sekedar memenuhi
nafsu dan tidak mengeksploitasi alam secara membabi buta

Seseorang dianggap berlebihan dalam makan dan minum apabila melampaui
batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan melampaui batas makanan dan minuman yang
dihalalkan serta didapat dengan cara yang tidak diridloi oleh Allah. Berlebihan dalam
makan dan minum termasuk perilaku tercela dan dapat mendatangkan kerugian pada
pelakunya dan orang lain. Kerugian itu misalnya, malas bekerja, malas belajar, terjangkit
suatu penyakit dan mudah membuang-buang waktu serta dapat merusak sumber-sumber
bahan makanan dan alam yang merugikan orang lain.

Seseorang dianggap berlebihan dalam berpakaian apabila melampaui batas-
batas yang dihalalkan syara'. Misalnya berpakaian serba mewah tatkala berkumpul dengan
orang-orang miskin sehingga menimbulkan rasa sombong bagi pemakainya dan
menimbulkan rasa iri bagi yang memandangnya, berpakaian melampaui batas
kewajaran dan kesopanan dengan membuka aurat atau mempertontonkan keindahan
tubuh bagi wanita, pergi ke masjid dengan pakaian warna-warni dan bergambar yang
indah sehingga orang tidak khusyu beribadah ketika memandangnya. Namun ketika
memakai pakaian yang bagus ke masjid bahkan dianjurkan namun tetap tidak berlebihan
seperti pada ayat Al-A'raf 31.

2.Membelanjakan harta

Israf dalam membelanjakan harta maksudnya sikap menghambur-hamburkan
harta benda (boros) untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah dan tidak bermanfaat serta
membelanjakan melebihi kebutuhan dan penghasilannya atau berfoya-foya dalam hidup.
Israf dalam membelanjakan harta seperti itu dilarang karena akan mendatangkan kerugian.

Allah berfirman dalam Q.S. AI-Isra' : 26-27.

Artinya:” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada
orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-
pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat
ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 26-27)

Pemboros-pemboros itu dianggap saudaranya setan, karena mereka itu selalu
mengikuti kemauan setan untuk melakukan perbuatan yang merugikan bagi diri mereka
sendiri dan mungkin bagi orang lain. Perbuatan itu misalnya seperti :

33

1).Menghambur-hamburkan uang untuk perjudian, bermabuk-mabukan, prostitusi dan

lain-lain.

2).Membelanjakan harta di luar kebutuhan dan kemampuannya

3).Menghalalkan cara untuk mendapatkan harta seperti suap dan korupsi.

Setiap muslim dilarang boros sebaliknya disuruh untuk hidup sederhana. Sikap
boros dan kikir merupakan hal yang tercela sedangkan hidup hemat, sederhana, dan bersahaja
merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki oleh setiap muslim muslimat. Seperti pada
Surat Al-Furqan 67

Artinya : dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan,
dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara
yang demikian. (QS Al Furqan :67)

Islam tidak melarang umtnya untuk memiliki harta yang banyak, bahkan Islam
menyuruh umatnya untuk kaya. Hanya saja dianjurkan untuk hidup tetap sederhana.
Selain hartanya yang banyak itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan diri dan
keluarganya, juga diinfakkan ke jalan Allah dengan memajukan Islam di bidang ekonomi, sosial,
pendidikan dan dakwah serta membantu orang fakir dan miskin.

Hal-hal yang menjadi sebab timbulnya israf dalah sebagai berikut :
1).Keluarga. Bisa jadi karena pada saat kecil dulu ia dalam kekurangan, maka saat
sudah berkeluarga dan mapan maka ia tidak ingin anaknya seperti ia dulu, sehingga
akan memanjakan anak dengan berlebihan. Bisa juga karena kompensasi anak
ditinggal seharian dirumah sehingga apa saja maunya dituruti. Itu yang berasal dari
anak, mungkin pula suami, saudara, kakak, adik, dll yang mendorong kita berbuat
israf.

2).Kelapangan rezeki setelah ditimpa kesulitan ekonomi. Dengan adanya kelapangan
rezeki membuat kita mengarah pada israf. Nabi bersabda, "Demi Allah, bukanlah
kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Melainkan yang aku takutkan atas kalian
adalah ketika dilapangkan atas kalian dunia seperti pernah dilapangkan atas kaum
sebelum kalian. Lalu kalian berlomba-lomba dalam urusan dunia itu dan dunia itupun
akhirnya membinasakan kalian sebagaimana ia membinasakan mereka" (HR
Bukahari dan Muslim).
3).Berteman dengan orang-orang yang biasa israf
4). Lalai terhadap kedahsyatan keadaan hari kiamat
5). Lupa terhadap realitas kehidupan manusia umumnya dan kaum muslimin
khususnya.

Hal-hal yang harus kita lakukan untuk menghindari israf ialah :
1).Merenungkan dampak negatif dari israf, sehingga ada semangat untuk
menghindarinya
2).Berjanji pada diri sendiri dengan tekad membara untuk melawan israf dengan
memparbanyak amal shalih
3).Merenungkan secara mendalam sabda Nabi yang mengancam pelaku israf
4).Membaca dengan seksama sejarah hidup salafus shalih dan kesederhanaan mereka

34

5).Selalu memikirkan kematian dan peristiwa setelah kematia
6).Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari penyakit israf

II.TABZIR

Yang dimaksud dengan tabzir ialah menggunakan/ membelanjakan harta kepada
hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros. Allah SWT. menganggap orang tersebut
sebagai temannya syetan. Sebagaimana firman Allah berfirman.

Artinya:” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada
orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-
pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat
ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 26-27)

Berlebihan atau boros adalah menghamburkan harta dalam hal yang tidak
diperintahkan Allah dan tidak ada manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,
bahkan terkadang merusak. Adapun mubazir adalah orang yang melakukan perbuatan
boros tersebut. Hal ini hukumnya haram berdasarkan firman Allah swt.

Artinya :” dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”(QS. Al Isra Ayat : 26)

Pemboros cenderung cepat menjadi miskin atau fakir dan kemudian menjadi
kafir. Oleh karena itu, seorang mukmin yang baik tidak bersikap boros dan tidak pula
kikir dalam membelnjakan hartanya. Harus ada keseimbangan di antara kedua macam
sifat tersebut yang senantias di pelihara dan dijaga. Sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya : dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan,
dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara
yang demikian. (QS Al Furqan :67)

Harta yang merupkan karunia Allah, hendaknya tidak dihambur-hmburkan untuk
hal-hal yang tidak bermnfaat atau tidak ada perintahnya karena hal itu termasuk
pemborosan. Sabda Nabi Muhammad saw.
Artinya : “Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Rasulallah saw bertemu
dengan Sa’ad pada saat berwudu, lalu Rasulallah menegur ”Alangkah
borosnya wudumu itu wahai Sa’ad!” Sa’ad berkata, “Apakah didalam berwudu
ada pemborosan? ”Rasulallah saw.bersabda,”Ya, meskipun kamu berada ditepi
sungai yang mengalir.”(HR Ahmad dan Ibnu Mjah)

35

Kiat-kiat untuk menjauhi perilaku berlebihan adalah sebagai berikut :
1).Hemat dan tepat dalam menggunakan harta (efektif dan efisien).
2).Menabung untuk masa depan.
3).Bersedekah dan menunaikan zakat bila sudah sampai nisabnya.
4).Memberikan bantuan kepada musafir (orang yang dalam perjalanan) untuk tujuan
yang diridai Allah, yaitu berupa bantuan dan pertolongan agar tujuannya tercapai.
5).Mempererat tali persaudaraan dan hubungan kasih sayang, bersikap sopan, dan
membantu meringankan penderitaan kaum duafa.
6).Mengadakan kegiatan amal saleh seperti membiayai anak asuh, lanjut usia, dan
prasejahtera.

Pola hidup sederhana memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya sebagai berikut:
1).Terhindar dari sifat-sifat buruk,seperti rakus, iri hati, kikir, dan sombong.
2).Bersikap konomis dan membiasakan diri menabung demi kepentingan yang lebih
besar dan bermanfaat di masa depan.
3).Terhindar dari kemiskinan karena pola hidup sederhana dapat menghindari
kekurangan dan terbiasa merasa cukup sehingga bisa berbagi dengan orang lain
atau kaum duafa.
4).Disukai banyak orang karena ia tidak akan menyakiti atau menyinggung perasaan
orang lain dengan gaya dan sikap hidupnya. Orang kaya yang rendah hati dan
bersikap sederhana akan dipandang sebagai orang yang mulia di dalam masyarakat,
sebaliknya orang yang kaya,tetapi kikir dn sombong pasti akan dijauhi karena
sikapnya terhadp orang lain akan menjadi negative.

III.GHIBAH

Seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang melepas lelah
dari kesibukannya, sementara beristirahat berkumpul bersama teman-teman tanpa
disadari terlepaslah pembicaraan-pembicaraan yang menyangkut aib atau kelemahan
orang lain, yang apabila orang yang dibicarakan itu mendengar, maka ia akan
tersinggung atau marah. Perbuatan ini dalam istilah akhlak disebut ghibah. Perbuatan
seperti ini tampaknya memberi kenikmatan tersendiri bagi si pelakunya, ia tidak
menyadari bahwa ghibah sangat dilarang oleh syariat Islam. Karena ghibah dapat
menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan orang lain atau orang banyak.
Pengertian ghibah adalah mengumpat atau menggunjing. Yakni, suatu perbuatan
atau tindakan yang membicarakan aib seseorang di hadapan orang lain. Perbuatan
seperti ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan seseorang yang memperhatikan dirinya
sendiri karena merasa dirinya lebih baik daripada orang lain Dapat juga disebabkan
oleh kebiasaan orang yang sedang dibicarakan. Tapi tidak melihat akibat dari gunjingan,
dan umpatan yang dilakukannya. Karena, akibat dan gunjingan dan umpatan itu orang
akan merasa terhina, tercela, dan nama baiknya telah ternodai oleh gunjingan tersebut.
Hal ini dilarang oleh ajaran agama Islam, karena perbuatan dan perilaku seperti ini
termasuk perbuatan tercela bahkan dosa besar
Pengertian ghibbah pernah diungkapkan secara tegas, oleh Rasulullah SAW. :
Bersabdalah Nabi SAW :”Tahukah engkau apakah ghibah itu? para sahabat menjawab
Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Bersabdalah Rasulullah SAW. .`Engkau
menyebut-nyebut saudaramu dengan kata-kata yang tidak disenanginya. Para sahabat
bertanya : Bagaimana pendapatmu Rasulullah jika memang terdapat pada saudaraku itu
apa-apa yang saya katakan?' Nabi menjawab: 'Jika memang ada padamu apa yang kamu

36

katakan itu berarti kamu telah mengumpat/menggunjing. Jika tidak ada berarti
kamu telah membuat kebohongan yang keji terhadap dirimu. (HR. Muslim).
Allah SWT telah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Hujurat ayat 12
mengenai perbuatan yang membicarakan aib seseorang di hadapan orang lain. Dan
janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan),
karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah
seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ”
( QS. Al Hujurat : 12)

Dari kandungan ayat dan hadits di atas, tampak jelas bahwa ghihah adalah
salah satu perbuatan yang dilarang Allah SWT. walaupun yang dikatakannya itu benar
adanya. Dan jika perkataannya itu hanya suatu rekaan belaka, maka ia termasuk orang-
orang yang suka berbohong atau berdusta

Perbuatan lain yang semacam dengan ghibah adalah naminiah. Naminiah
artinya fitnah atau adu domba, dengan tujuan agar terjadi perpecahan di antara kedua
pihak. Allah SWT berfirman :

Artinya : Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, (QS Al-Qalam ; 10
– 11)

Nabi Muhammad saw.
Artinya : “ Dari Abu Darda’ r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “ Barang
siapa mencemarkan kehormatan saudaranya, maka Allah akan mencampakkan
kehormatan dirinya, maka Allah akan encampakkan api neraka melalui
mukanya nanti pada hari kiamat.” (HR Turmuzi).

Kiat untuk menjuhi sifat ghibah diantaranya adalah sebagai berikut :
1).Menyelenggarakan kegiatan sosil agar terhindar dri permusuhan.
2).Memupuk kerjasama atas dasar kebajikan dan taqwa sehingga dapat tercipta
ketahanan sosial.
3).Memelihara hubungan persaudaraan, persatuan, dan kesatuan sesame umat dan
bangsa (lihat QS Al Hujurat : 10)

37

4).Persoalan yang timbul dipecahkan dengan cara musyawarah (lihat QS As Syura :

13)

5).Memberikan maaf atas kesalahan orang lain tanpa harus menunggu lebih dulu dan
mampu menahan amarah sebagai latihan untuk menungkatkan kualitas ketaqwaan
(lihat QS Al Imran : 133-134)

IV.FITNAH

Dalam bahasa sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan
suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak
melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah..

Fitnah merupakan sifat yang tercela, karena usaha seseorang untuk
mencemarkan nama baik orang lain, sehingga orang yang tidak mengerti persoalan
menganggap bahwa fitnah itu benar. Sehingga opini masyarakat akan negative kepada
kelompok atau seseorang yang kena fitnah tersebut. Fitnah itu lebih kejam dari
pembunuhan. Sebagaimana firman Allah : . .

Artinya : Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka
dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar
bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil
haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka
memerangi kamu (di tempat itu), Maka bunuhlah mereka. Demikianlah Balasan
bagi orang-orang kafir.Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan
perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu
hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang
zalim. .”( QS Al Baqarah : 190-193 )

Nabi Muhammad SAW. bersabda
Artinya : ‘Dari Huzaifah r.a, ia berkata, Rasulallah saw.bersabda tidak akan masuk surga
orang yang suka menyebar fitnah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Nabi bersabda :
Artinya :"Sejahat jahat hamba Allah ialah orang yang berjalan ke sana ke mari
menyebarkan fitnah yang memecah belah antara yang berkasih-kasihan, dan
suka mencela yang baik-baik"(hadits)

38

Dalam upaya mencegah perbuatan menyebarkan fitnah, lebih dulu perlu diketahui
sumber fitnah itu sendiri. Fitnah itu dapat terjadi diantaranya karena hal-hal sebagai berikut
:
1).Penyakit hati seperti syirik, angkuh, dengki, dan kikir.
2).Ucapan yang salah atau menyimpang dari yang sebenarnya.
3).Kebodohan, sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw. Yang artinya,”Bahwa finah itu
juga dapat timbul karena kebodohan merajalela, ilmu telah tercabut, dan banyak
kekacuan serta pembunuhan.”(Hr Bukhari dan Muslim)

Terhadap orang yang suka menyebar fitnah kita sebaiknya melakukan hal-hal berikut :
1.Jangan cepat-cepat percaya pada ucapan orang itu sebaiknya ucapan itu di cek
kebenaranya (Al Hujurat 6) :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa
suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al Hujurat 6)
2.Memberi nasehat dengan bijaksana bahwa menyebar fitnah itu termasuk dosa besar
dan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Fitnah itu termasuk dosa yang besar yang
akan mendatangkan bencana, baik bagi yang memfitnah maupun yang difitnah
3.Jangan menyiarkan berita (fitnah) yang telah kita terima dari orang lain. Karena kalau
dilakukan berarti kita ikut melakukan fitnah yang dilarang olehAllah dan berdosa
4.Jangan berprasangka buruk terhadap orang yang difitnah. Allah SWT berfirman :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan),
karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah
seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al
Hujurat : 12)

Mengadu domba adalah menyebarkan sesuatu yang tidak disukai pihak lain
atau menyampaikan berita-berita buruk kepada orang lain sehingga timbul kebencian dan
dendam sehingga hubungan antar teman mnjadi retak atau putus akibat berita atau cerita
yang belum tentu kebenarannya. Allah swt.berfirman ;

39

Artinya : Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, (QS Al-Qalam ; 10
– 11)

Hadits Nabi Muhammd saw.
Artinya : “Dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya suatu kali Rasuallah saw. Melewati dua
kuburan, bersabda, “Penghuni dua kubur ini mendapatkan siksa karena dosa
besar. Benar dosa itu besar. Yang seorang, dulu kesana kemari mengadu
domba, sedangkan yang seorang lagi tidak membuat penutup ( tidak berhati-hati
dari kencingnya).” (HR Bukhari Muslim)

Oleh karena itu upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran fitnah atau menangkal
fitnah, setiap manusia, terutama muslim,.
1).Gemar untuk mengadakan aksi sosial (beramal saleh) secara terus-menerus.
2).Jangan kikir (pelit), artinya harus memiliki hati pemurah (dermawan) dengan
merealisasikannya dengan memberi sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, dan
lain-lain.
3).Memupuk silaturahmi atau membina persaudaraan. Ikut aktif melaksanakan amar
makruf nahi munkar, yaitu mengjak kepada kebaikan dan mencegah dari
kemungkaran.
4).Amanah (terpercaya), artinya segala perkataan dan prbuatannya sangat dipercaya
mengandung kebenran, tidak berbohong dan memegang teguh amanah yang
dipercayakan kepadanya.

Perilaku menunjukkan sikap membenci perbuatan mengadu domba, diantaranya adalah
sebagai berikut ;
1).Mempertebal iman karena akan semakin mempertinggi pribadinya dan dapat
mengikis nafsu jahat yang hendak mencengkeram dirinya.
2).Meningkatkan ketaqwaannya dengan patuh melaksanakan perintah Allah, menjauhi
larangan Allah swt.dan takut terhadap siksa (azab) Allah. Ketaqwaan inilah yang
dapat membebaskan manusia dari cengkeraman kekuasaan karena akan
meninggikan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
3).Menyadari dirinya sebagai hamba Allah yang mempunyai kedudukan sama dan tidak
saling menguasai.
4).Beramal saleh, yaitu berbuat baik dengan senantiasa memberikn apa saja yang
bermanfaat kepada sesame, khususnya kaum dhuafa.

LATIHAN

A. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang benar dan tepat !

1.Yang bukan termasuk penyakit hati dibawah ini adalah ...
a.ujub

d.hasad

b.ria

e.kikir

c.ikhlas

2.

Sifat israf adalah merupakan dari ajakan ...
a.teman

d.hati

b.jina

c.malaikat

c.setan

40

3.Perilaku suka makan terlalu kenyang termasuk perbuatan ...
a.ghibah

d.israf

b.fitnah

e.tabzir

c.ria

4.

Contoh israf dapat dilihat dari aktivitas manusia, seperti ...
a.menyembah patung

d.Mengaku dirinya sebagai nabi

b.menyembah Allah

e.Berpakaian mewah ketika pergi ke pasar

c.meramal cuaca

5.

Pemboros-pemboros itu adalah saudaranya ...
a.jin

d.setan

b.penipu

e.munafik

c.orang jahil

6.

Orang yang suka menghambur-hamburkan harta disebut ...
a.ghibah

d.amanah

b.qana’ah

e.mubazir

c.ikhtiat

7.

Untuk membantu kesejahteraan fakir miskin, Islam mengajarkan umatnya untuk ...
a.beribadah haji

d.Melaksanakan salat

b.mengeluarkan zakat

c.wakaf

c.puasa

8.

Membicarakan aib orang lain disebut ...
a.amil

d.ghibah

b.hasad

e.fitrah

c.garim

9.

Jauhilah prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah ...
a.dosa

d.zann

b.menggunjing

e.syak

c.kazab

10.Perumpamaan orang yang suka mengumpat adalah seperti ...
a.orang yang makan harta anak yatim
b.orang yang durhaka
c.orang yang memakan daging busuk
d.mencemarkan keluarga
e.mencampakkan api neraka

11.Pebuatan ghibah temasuk ...
a.dosa kecil

d.boleh

b.sunnah

e.Dosa besar

c.mubah
12.Hindarilah adu domba karena hukumnya ....
a.wajib

d.makruh

b.haram

e.mubah

c.sunah

41

13.Berita bohong atau desas desus tentang seseorang karena ada maksud tidak baik disebut ...

a.ria

d.ghibah

b.hasad

e.fitnah

c.nifak

14.Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, dijelaskan dalam Al-Quran Surah ...
a.Al-Maidah : 3

d.Ali Imran : 100

b.Al-Baqarah : 183

e.An-Nisa : 160

c.Al-Baqarah : 191

15.Fitnah tidak akan terjadi bila manusia berperilaku ...
a.syirik

d.dengki

b.angkuh

e.Iri hati

c.santun

B.Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar !

1.Jelaskan akibat perilaku israf
2.Jelaskan yang dimaksud dengan hibah
3.Jelaskan yang dimaksud dengan perbuatan mengadu domba
4.Jelaskan yang dimaksud dengan fitnah
5.Jelaskan akibat yang ditimbullkan dari fitnah dalam masyarakat

42

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->