CURRENT TRANSFORMER (TRAFO ARUS

)

Current transformer (CT) atau Trafo Arus adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berupa trafo yang digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya hingga ratusan ampere dan arus yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. Di samping untuk pengukuran arus, trafo arus juga digunakan untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh, dan rele proteksi. Kumparan primer trafo dihubungkan seri dengan rangkaian atau jaringan yang akan dikur arusnya sedangkan kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau dengan rele proteksi.

Prinsip kerja trafo arus sama dengan trafo daya satu fasa. Bila pada kumparan primer mengalir arus I1, maka pada kumparan timbul gaya gerak magnet sebesar N1I1. Gaya gerak ini memproduksi fluks pada inti, dan fluks ini membangkitkan gaya gerak listrik pada kumparan sekunder. Bila terminal kumparan sekunder tertutup, maka pada kumparan sekunder mengalir arus I1. Arus ini menimbulkan gaya gerak magnet N2I2 pada kumparan sekunder. Pada trafo arus biasa dipasang burden pada bagian sekunder yang berfungsi sebagai impedansi beban, sehingga trafo tidak benar-benar short circuit. Apabila trafo adalah trafo ideal, maka berlaku persamaan : N1I1 = N2I2

I1/I2 = N2/N1 di mana, N1 : Jumlah belitan kumparan primer N2 : Jumlah belitan kumparan sekunder I1 : Arus kumparan primer I2 : Arus kumparan sekunder Dalam pemakaian sehari-hari, trafo arus dibagi menjadi jenis-jenis tertentu berdasarkan syarat-syarat tertentu pula, adapun pembagian jenis trafo arus adalah sebagai berikut : § Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Kumparan Primer a. Jenis Kumparan (Wound) Biasa digunakan untuk pengukuran pada arus rendah, burden yang besar, atau pengukuran yang membutuhkan ketelitian tinggi. Belitan primer tergantung pada arus primer yang akan diukur, biasanya tidak lebih dari 5 belitan. Penambahan belitan primer akan mengurangi faktor thermal dan dinamis arus hubung singkat. b. Jenis Bar (Bar) Konstruksinya mampu menahan arus hubung singkat yang cukup tinggi sehingga memiliki faktor thermis dan dinamis arus hubung singkat yang tinggi. Keburukannya, ukuran inti yang paling ekonomis diperoleh pada arus pengenal yang cukup tinggi yaitu 1000A.

Jenis Rasio Ganda Rasio ganda diperoleh dengan membagi kumparan primer menjadi beberapa kelompok yang dihubungkan seri atau paralel.§ Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Rasio a. yaitu untuk pengukuran atau proteksi. . Inti Ganda Digunakan apabila sistem membutuhkan arus untuk pengukuran dan proteksi sekaligus. b. Inti Tunggal Digunakan apabila sistem membutuhkan salah satu fungsi saja. Jenis Rasio Tunggal Rasio tunggal adalah trafo arus dengan satu kumparan primer dan satu kumparan sekunder. b. § Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Inti a.

. Terdapat 2 jenis. b. Kelebihannya. penyulang pada sisi primer lebih pendek. dan jenis gardu. Memiliki kekuatan hubung singkat yang cukup tinggi karena semua belitan tertanam pada bahan isolasi. digunakan untuk arus pengenal dan arus hubung singkat yang besar. Merupakan trafo arus untuk tegangan tinggi yang digunakan pada gardu induk dengan pemasangan luar. Isolasi Minyak-Kertas Isolasi minyak kertas ditempatkan pada kerangka porselen. Dibedakan menjadi jenis tangki logam. kerangka isolasi. yaitu jenis bushing dan pendukung. Isolasi Epoksi-Resin Biasa dipakai hingga tegangan 110KV.§ Jenis Trafo Arus Menurut Konstruksi Isolasi a.

CT umumnya selain digunakan sebagai media pembacaan juga digunakan dalam sistem proteksi sistem tenaga listrik. Maka dibutuhkan sebuah CT yang mengubah representasi nilai aktual 2000A di lapangan menjadi 5A sehingga terbaca oleh alat ukur. dengan demikian terbuka jalan untuk membawa lapisan terluar bagian yang di-ground keluar dari trafo arus. Isolasi Koaksial Jenis trafo arus dengan isolasi koaksial biasa ditemui pada kabel. Misal pada sistem saluran tegangan tinggi. Pengujian Trafo Arus (Current Transformer) CT atau Trafo Arus merupakan perantara pengukuran arus. arus yang mengalir adalah 2000A sedangkan alat ukur yang ada hanya sebatas 5A. Sering digunakan inti berbentuk cincin dengan belitan sekunder yang dibelit secara seragam pada cincin dan dimasukkan pada isolasi. Spesifikasi pada CT antara lain: . bushing trafo.c. atau pada rel daya berisolasi gas SF6. Sistem proteksi dalam sistem tenaga listrik sangatlah kompleks sehingga CT itu sendiri dibuat dengan spesifikasi dan kelas yang bervariatif sesuai dengan kebituhan sistem yang ada. dimana keterbatasan kemampuan baca alat ukur.

Kneepoint hanya terdapat pada CT dengan Class X atau PX. Tegangan dapat dihasilkan oleh CT ketika skunder CT diberikan impedansi seperti yang tertera pada Hukum Ohm.) dapat berdampak pada besarnya kesalahan pembacaan di alat ukur. maka relay proteksi tidak akan bekerja untuk mengetripkan CB/PMT apabila terjadi gangguan. namun pada Class X nilai ini ditentukan dan tidak boleh melebihi nilai yang tertera disana. maka impedansi CT pada Class X tidak boleh lebih dari 2. atau impedansi dalam CT. untuk sistem proteksi busbar digunakan Class X atau PX. 5.5. Kesalahan rasio ataupun besarnya presentasi error (%err.2 atau 0. dan tentu saja besarnya kneepoint tergantung dari nilai atau desain yang diinginkan. kelas CT menentukan untuk sistem proteksi jenis apakah core CT tersebut. Berdasarkan kriteria diatas.1. Apabila lebih kecil. Class. kesalahan penghitungan tarif. dimana representasi nilai arus yang ada di lapangan di hitung dari besarnya rasio CT. Umumnya proteksi busbar menggunakan tegangan sebagai penggerak koilnya. maka dapat dilakukan pengujian CT sebagai berikut: . Nilai daya ini harus lebih besar dari nilai yang terukur dari terminal skunder CT sampai dengan koil relay proteksi yang dikerjakan. dan kesalahan operasi sistem proteksi. 3. Ratio CT. untuk kelas tarif metering digunakan kelas 0. 2. 4. Kneepoint. Besarnya tegangan kneepoint bisa mencapai 2000Volt. adalah titik saturasi/jenuh saat CT melakukan excitasi tegangan.5Ohm atau CT tersebut dikembalikan ke pabrik untuk dilakukan penggantian. Impedansi dalam CT pada umumnya sangat kecil.5Ohm. Misal CT dengan rasio 2000/5A. maka nilai aktual arus yang mengalir di penghantar adalah 1000A. Misal: <2. nilai yang terukur di skunder CT adalah 2. Misal untuk proteksi arus lebih digunakan kelas 5P20.5A. Secondary Winding Resistance (Rct). rasio CT merupakan spesifikasi dasar yang harus ada pada CT. Burden atau nilai maksimum daya (dalam satuan VA) yang mampu dipikul oleh CT.

Untuk mendapatkan nilai 2000A maka kita dapat membuat gulungan atau lilitan sebanyak 2000A/500A = 4 kali gulungan. Pada kasus umumnya yang terjadi di lapangan.Contoh-contoh beserta uraian dalam artikel kali ini saya ambil dari pengalamanpengalaman saya melakukan SAT CT dan HV Equipments pada Project: Cikarang Listrindo 4x60MW Gas Power Plant Project. Tentu saja nilainya tidaklah tepat seperti yang tertera pada kalkulator tapi setidaknya nilai tersebut dapat tercapai. ternyata jenis alat test yang mampu menghasilkan arus dalam jumlah yang besar ini cukup susah untuk dicari (karena harganya mahal maka umumnya kami rental dari temen-temen) Di balik itu ternyata banyak CT yang hasil pengukurannya tidak linear / atau tidak berbanding lurus dengan rasio yang tertera. maka disini diperlukan alat injeksi arus yang mampu mengalirkan arus sebesar 2000A. Dengan kata lain nilai presentase error-reading-nya bervariatif dan umumnya semakin kecil arus yang diberikan. Tentu saja alat ini sangat langka dan besar sekali. misal 500A. . dan 2x250MW Muara Karang Gas Power Plant Project. Cara alternatif yang biasa digunakan adalah dengan alat inject yang lebih kecil. Metering ataupun instrument terpasang harus menunjukkan nilai kurang-lebih 2000A. Ratio Test Misal: Ratio CT = 2000/5A Untuk melakukan pengujian bahwa apakah benar nilai skunder CT tersebut apabila line primer diberi arus sebesar 2000A adalah 5A. Inalum 275kV OHL Prot’n Panel Replacement Project.

• Memperpanjang masa pakai. Perawatan dan Pemantauan Kondisi Transformator Dengan melakukan perawatan secara berkala dan pemantauan kondisi transformator pada saat beroperasi akan banyak keuntungan yang didapat.Perawatan Transformator . Padahal untuk beberapa sistem proteksi seperti Distance Relay menggunakan pembacaan parameter arus pada nilai yang rendah. maka secara otomatis akan dapat menghemat biaya penggantian unit transformator. antara lain adalah: • Pemeriksaan berkala kualitas minyak isolasi. Gambar 1.presentase error-reading-nya semakin besar melampaui batas spesifikasi CT yang tertera pada nameplate. antara lain: • Meningkatkan keandalan dari transformator tersebut. Adapun langkah-langkah perawatan dari transformator. • Pemeriksaan/pengamatan berkala secara langsung (Visual Inspection) • Pemeriksaan-pemeriksaan secara teliti (overhauls) yang terjadwal. • Jika masa pakai lebih panjang.

DGA) . – Valves atau katup-katup – relay – Alat-alat ukur dan indikator-indikator Peta Potensi Terjadinya Gangguan didalam Transformator Gambar 2. meliputi: – Tegangan tembus (breakdown voltage) – Analisa gas terlarut (dissolved gas analysis. Pemeriksaan dan analisa minyak isolasi transformator. antara lain: 1.Komponen-Komponen Utama Transformator Komponen-komponen utama transformator yaitu : • On-load tap changer (OLTC) • Bushing • Insulator / penyekat • Gasket • Sistem saringan / filter minyak isolasi • Peralatan proteksi. Peta Potensi Gangguan didalam Transformator Pemeriksaan Kondisi Transformator Saat Beroperasi Pada saat transformator beroperasi ada beberapa pemeriksaan dan analisa yang harus dilakukan.

furfural analysis dan kandungan katalisator negatif (inhibitor content) 2. • Pemeriksaan dan analisa minyak isolasi secara menyeluruh. – Pemeriksaan dengan menggunakan sinar infra-merah (infrared monitoring). kandungan air (water content). setiap 2 tahun. relay. interfacial tension. rentang waktu pemeriksaan minyak isolasi . – Alat-alat ukur. Pengamatan dan Pemeriksaan Langsung (Visual inspections) – Kondisi fisik transformator secara menyeluruh. untuk mencegah terjadinya:(partial) discharges.– Analisa minyak isolasi secara menyeluruh (sekali setiap 10 tahun) • Pemeriksaan dan analisa kandungan gas terlarut (Dissolved gas analysis. saringan/filter dll. Kegagalan thermal (thermal faults). Karakteristik Akibat Kegagalan Gas Tabel 1. Tan δ). Deteriorasi / pemburukan kertas isolasi/laminasi. Karakteristik Akibat Kegagalan Gas Rentang Waktu Pemeriksaan dan Analisa Minyak isolasi Tabel 2. meliputi: power factor (cf. DGA). neutralisation number.

– pembersihan. – power transformer – bushings – Transformator ukur (measurement transformator) – breaker capacitors Pengujian listrik (electrical test) dilakukan setidaknya setiap 6 . Analisa kimia – analisa kertas penyekat/laminasi (sekali setiap 10 tahun) 4. Perawatan dan pemeriksaan ringan (Minor overhaul)..Tindakan yang biasa dilakukan pada saat Pemeriksaan Teliti (Overhaul) 1. 2. – on-load tap changers – oil filtering dan vacuum treatment – relays dan auxiliary devices. Untuk menguji CT 2000A cukup dibutuhkan arus sebesar 10% x 2000A = 200A saja. 3. Doble measurements b. FRA d. Pengujian yang dilakukan meliputi. Frequency Responce Analysis. Perawatan dan pemeriksaan teliti (Major overhaul) – Secara teknis setidaknya 1 kali selama masa pakai. Pengujian listrik (Electrical Test) untuk peralatan. pengencangan kembali dan pengeringan.9 tahun. . voltage tests Kemudian IEC mengeluarkan standarisasi bahwa nilai pengukuran CT harus linear minimal s/d 10% dari nilai rating current atau arus nominal yang tertera. Hmm. a. Tentu saja ini menguntungkan bagi saya selaku tim SAT dan commissioning. PD-measurement c. setiap 3 atau 6 tahun.

maka nilai arus primernya adalah: 2000A dan nilai arus skundernya adalah 5.   Arus terukur pada sisi skunder CT adalah: 501. CT: 0805451 Terminal Tap yang digunakan 3S1~3S3 Class 0. adalah 0. maksimum %err.1 .55 mA Dengan rumus diatas.Kemudian cara pengujian dan kalkulasi presentasi Contoh untuk 2000A:       CT 2.5 Security Factor (FS) < 20. = 0. arus terukur pada sisi primer CT adalah: 199. tentu saja ada losses di kabel dan sambungan pada sisi primer.33% [OK] .96A.0165A  Sehingga %err.5% Ratio 2000/5 A Injeksi Arus sebesar 200A.Core #3 Serial No.

maka harus dilakukan penggantian kabel yang lebih besar atau penggantian relay dengan burden yang lebih kecil. Pengujian ini tidak bisa menentukan nilai burden nominal ataupun maksimal CT. Terminal sekunder CT tidak boleh ikut dialiri arus karena akan berdampak timbulnya arus besar pada sisi primer. mulai dari kabel sampai dengan panel proteksi dan metering. Apabila nilai burden atau impedansi terukur pada arus 1A melebihi rating burden nominal CT (dalam satuan VA). Di dalam pengujian ini pada dasarnya kita hanya ingin mengetahui berapa sih besarnya impedansi loop tertutup pada beban CT (kabel + relay + metering + dst). untuk melakukan hal ini harus menggunakan metode tegangan atau dengan alat uji yang dikenal dengan nama CT Analyzer. Mengetahui nilai burden pada sisi sekunder CT pada dasarnya cukup sederhana. Dimana VA = Arus x Tegangan. Berikut ini adalah skema wiring pada saat dilakukan pengujian Secondary CT Burden: . karena hanya menggunakan perhitungan Hukum Ohm. Apabila CT mengeluarkan arus 1A nominal. maka kita bisa memberikan arus sebesar 1A untuk sisi kabel yang terpasang pada CT.Pengujian Secondary Burden CT (VA) Pengujian secondary burden CT merupakan pengujian untuk mengetahui nilai aktual beban yang terpasang pada sisi sekunder CT.

Berdasarkan pada IEC 60076-1. dimana formulanya sangat mudah diingat (VA = Volt x Ampere): Pengujian Secondary Winding Resistance (Rct) Pengujian Secondary Winding CT umumnya mengacu pada standar IEC 60076-1. Pengujian diluar standar tersebut tidak sah dan tidak memenuhi kriteria pengujian standar CT. biasanya nilai arus yang saya gunakan adalah 5A untuk CT tipe 5A nominal secondary output. Formula dan sistem pengujian harus mengacu pada setandar tersebut. disini saya buat sistem perhitungan otomatis dengan menggunakan Excel.Berikut ini adalah contoh perhitungan nilai Secondary Burden yang didapat. elemen-elemen pengukuran yang harus diambil saat pengujian Secondary Winding CT adalah sebagai berikut:  IDC : Arus DC aktual yang diinjeksikan ke terminal sekunder CT. .  VDC : Tegangan terukur yang dihasilkan oleh injeksi arus DC pada sisi kumparan/winding CT.

metering. R meas : Nilai winding resistance atau tahanan dalam CT. Hasil dinyatakan stabil jika Dev < 0. Alhasil CT bisa rusak.1%. Sehingga formulasi perhitungan Secondary Winding Burden CT dapat dibuat sebagai berikut ini: Pengujian secondary burden ini cukup penting. buspro. apabila terjadi maka arus tidak dapat mengalir dan CT menjadi panas dan overload. pecah. mengingat bahwa test ini sekaligus merupakan pengecekan terhadap rangkaian beban CT seperti panel relay.   Tmeas : ambient temperature atau suhu ruang Tref : operating temperature dari CT. Sebaiknya lihat data FAT pabrikan atau referensi manual dari CT. biasanya nilai yang digunakan umumnya adalah 75°C. ketiganya memiliki nilai kneepoint yang berbeda namun ketiganya . dsb. yang diperoleh dari hasil perhitungan VDC/IDC (Hukum Ohm). logger. atau bahkan meledak. Pengujian Eksitasi CT atau CT Kneepoint Di dalam pengujian titik saturasi CT atau kneepoint ada tiga jenis Standar yang mengatur.   Time : Total waktu yang diperlukan dalam pengujian Dev : Sudut deviasi yang dinyatakan dalam nilai % antara nilai maksimum dan minimum yang terukur dan dievaluasi sekurang-kurangnya 10 detik dari pengukuran. Rangkaian tidak boleh ada impedansi yang besar atau bahkan terpotong. Rangkaian CT harus selalu tertutup (shortcircuit) agar dapat mengasilkan arus. Pengujian ini sekaligus memastikan kondisi rangkain CT layak dioperasikan ataukah belum.

dimana nilai kneepoint-nya bisa mencapai 2000Volts. with a double logarithmic representation.According to IEC 60044-1.Applies to current transformer cores with an air gap. bergantung dari Standar apa yang hendak digunakan setidaknya Produsen CT dan End-User menggunakan Standar yang sama. maka diperlukan sebuah sumber tegangan AC yang mampu digunakan untuk menguji CT Class X. kemudian tegangan dinaikan perlahan sampai mencapai nilai arus nominal CT.  ANSI 30° .According to IEEE C57. the knee point is the point where. Untuk melakukan pengujian CT. Tegangan eksitasi diberikan pada terminal skunder CT di tiap Core-nya. Pengukuran arus bisa dilakukan dengan cara memasang Ampere-meter yang dihubung seri dengan alat injeksi atau penggunakan clamp meter pada kabel output alat injeksi tegangan.Like ANSI 45° but forming a 30° angle. Model pengujian yang umumnya saya gunakan adalah seperti di bawah ini: .13.dianggap sah.Applies to current transformer cores without an air gap. the tangent line to the curve forms a 45° angle. Di Indonesia umumnya mengacu pada Standar IEC.  ANSI 45° .  IEC/BS . sebagai standar intalasi tegangan tinggi dan menengah. the knee point is defined as the point on the curve where a voltage increment of 10% increases the current by 50%.

maka grafik-nya akan berbentuk seperti dibawah ini: .Setiap perubahan arus signifikan atau setiap kelipatan berapa volts dari tegangan. Contoh grafik tersebut adalah seperti berikut ini: Jika dibuat grafik pada Excel. bisa dilakukan pengukuran dan pencatatan secara simultan agar di dapat grafik yang halus dan presisi.

Untuk menentukan apakah CT tersebut layak bertegangan ataukah tidak. tidak semua atau jarang sekali pabrikan CT yang menyebutkan nilai Kneepoint yang didapat saat dilakukan FAT (karena tidak semua orang mudah dan mengerti untuk menentukan nilai dari pengukuran yang didapat). Misal spesifikasi CT adalah Vk > 1.7kV untuk menghasilkan 5A. Maka CT tersebut memiliki spesifikasi yang sesuai dengan yang tertera. Biasanya pabrikan hanya melampirkan data nilai eksitasi beserta nilai arus yang di dapat serta melampirkan grafiknya. Megger yang digunakan adalah 5kV untuk sisi primer dan 1kV untuk sisi skunder.7kV maka tegangan eksitasi CT harus melebihi 1. Titik yang bisa dilakukan pengetesan adalah:    Terminal Primer dengan Ground tidak boleh ada hubungan Terminal Primer dengan Skunder tidak boleh ada hubungan Terminal Skunder dengan Ground tidak boleh ada hubungan . Kunci inti pengujian tegangan eksitasi pada CT ini hanyalah menentukan di nilai berapa Volt.Sayangnya. setidaknya 2kV baru mencapai 5A. maka harus dilakukan pengujian Isolasi atau Megger. Pengujian Isolasi atau Megger Pengujian diatas secara keseluruhan hanyalah untuk menentukan bahwa CT tersebut layak beroperasi sesuai spesifikasi desain sistem dan tidak terjadi kesalahan pengukuran arus sebenarnya dimana CT merupakan elemen metering dan proteksi. CT sudah mencapai titik jenuh dan sudah tidak menghasilkan perubahan arus yang signifikan.

Bila CT dipergunakan untuk . CH4. C2H4 dan C2H2 GALAT PADA TRAFO ARUS Kesalahan pada trafo arus atau yang sering disebut dengan galat trafo arus merupakan perbandingan antara arus primer dan arus sekunder. dapat menimbulkan perbedaan rasio transformasi arus yang sebenarnya dengan kenyatannya. CO. Tidak boleh ada retakan. antara lain: • Gangguan hubung singkat antar lilitan karena rusaknya laminasi. “Mudah-mudahan artikel diatas mampu menambah wawasan dan meningkatkan kualitas kontrol terhadap produk-produk ataupun proyek-proyek pengembangan infrastruktur kelistrikan di Indonesia. Kesalahan arus (current error) : Di mana : Kn = perbandingan trafo = kesalahan arus % Is = Arus sekunder sebenarnya (A) Ip = Arus primer sebenarnya (A) Karena adanya perbedaan arus antara arus yang masuk di sisi primer dengan arus yang terbaca di sisi sekunder.” Penyebab Hubung Singkat didalam Transformator. • Perubahan kandungan gas H2. Listrik yang lebih baik untuk masa depan. atau bahkan rembesan oli trafo. dan mari ber-Hemat Energi.Cek Fisik CT saat datang dan saat dipasang harus diulakukan cek fisik terlebih dahulu sebagai wujud sebuah quality control.

Untuk kerja dari trafo arus pada saat primernya dialiri arus hubung singkat. nilai rms mempunyai perbedaan antara nilai sesaat dari arus primer dengan nilai sesaat dari arus sekunder sebenarnya yang dikalikan dengan rasio CT pengenal.pengukuran energy (kWh meter). Untuk penggunaan pengukuran biasanya dioperasikan pada bagian kurva yang linier. Oleh karena itu. Galat Komposit dari Trafo Arus Galat komposit merupakan pada kondisi di bawah steady state. dimana saat arus primer sama dengan nI1. Sesuai standar sekuriti factor Fs = Fs5. kesalahn arus ini sangat berpengaruh terhadap pengukuran energy.a dalah kebalikan dari Fs-nya. trafo arus ini memiliki factor arus lebih yang rendah yakni n=5. biasanya memiliki factor arus lebih yang tinggi yakni n=10. Securrity Factor (Fs) Faktor security adalah rasio dari sekuriti arus primer pengenal (Ips) dan arus primer pengenal (Ip). Trafo atrus proteksi harus lambat mengalami kejenuhan1. digambarkan dengan faktor arus lebih n. Sekurity dari meter yang dihubungkan ke CT. galat masih dalam batas yang ditentukan. Trafo arus untuk pengukuran arus segera jenuh untuk melindungi peralatan agar tidak kelebihan beban. Perbandingan arus magnetisasi efektif dengan arus sekunder disimbolkan sebagai galat komposit: Galat komposit = Di mana : Ip = arus primer (rms) ip = arus sesaat primer √ ∫ % .

. sehingga alat pengukuran tidak sampai dialiri arus besar.is = arus sesaat sekunder T = satu perioda kn = rasio transformasi nominal 1 Jenuh pada arus gangguan yang besar diperlukan karena output arus di sekunder collapse.

cc/2011/04/pengujian-trafo-arus-current_12. 6. Gilbertson O. 2000 4.REFERENSI 1.blogspot. PT Gramedia Pustaka Utama.. 1998 2. Tobing B. John Willey and Sons Inc.cz. Arismunandar A. Ryan HM.html http://www. 2003 3. Jakarta.. 1984 5. “Teknik Tegangan Tinggi” Paradnya Paramita. “Peralatan Tegangan Tinggi”. http://ariyatheonata..ari-sty..html . “High Voltage Engineering and Testing” Peter Peregrinus Behalf IEE.I.com/2010/06/transformator-arus. “Electrical Cables for Power and Signal Transmission”. Jakarta.