P. 1
Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Oranye

Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Oranye

|Views: 90|Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI SMK MELALUI PEMANFAATAN BENGKEL SEKOLAH

Diusulkan oleh: Ketua Kelompok Anggota : Bhakti Primafindiga.H. : Dwi Novitasari Ahmad Fadoli 081024208 (2008) 091024011 (2009) 091024222 (2009)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN SURABAYA 2010

HALAMAN PENGESAHAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA / LOMBA KARYA INOVATIF MAHASISWA
1. Judul : Peningkatan Kemampuan Berwirausaha Di Smk Melalui Pemanfaatan Bengkel Sekolah 2. Kategori : ( ) LKTIM ( ) LKIM ( √ ) Bidang Pendidikan 3. Bidang Ilmu : ( ) IPA ( √ ) IPS 4. Ketua pelaksana kegiatan a. Nama lengkap : Bhakti Primafindiga.H. b. NIM : 081024208 c. Jurusan/ Fakultas : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan / FIP d. Universitas/Institut/politeknik : Universitas Negeri Surabaya e. Alamat, Telp/Fx/HP : Perum Griya Husada Blok C5/28 Lawang, Malang/ 085230026044 f. Alamat email : primabhakti@gmail.com 5. Anggota Pelaksana : 2 Orang 6. Dosen Pendamping a. Nama lengkap daan gelar : Mochamad Syaichudin, S.Ag., MPd. b. NIP : 19730713 200501 1 002 c. Jurusan / Fakultas : Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan/FIP d. Universitas : Universitas Negeri Surabaya e. Alamat, Telp/Fax/HP : Jl. Kartini III/18 Sidoarjo, Telp HP 0818326929

Surabaya, 29 September 2010 Menyetujui, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Ketua Jurusan Teknologi Pendidikan

Drs. I Nyoman Sudarka, M.S. NIP. 19520102 198003 1 001 Pembantu Rektor III Universitas neferi surabya

Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. NIP. 19610211 198601 1 001

Dosen Pembimbing,

Prof. Dr. I Nyoman Adika, M.S. NIP. 19460815 196710 1 001

Mochamad Syaichudin, S.Ag., MPd. NIP. 19730713 200501 1 002

KATA PENGANTAR
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan proposal karya tulis ilmiah yang berjudul PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI SMK

MELALUI PEMANFAATAN BENGKEL SEKOLAH. Dengan penulisan proposal ini akan membuat gebrakan /terobosa tentang inovasi pembelajaran Entrepreneur guna melakukan peningkatan kemampuan lulusan SMK sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Serta meningkatkan kualitas belajar mengajar di kelas supaya tercipta manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas, berahlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara sesuai dengan tujuan pendidikan yang tertulis dalam UU SISDIKNAS No 20 tahun 2003. Dengan pengembangan kemampuan secara utuh meliputi aspek kognitif,afektif dan psikomotor sesuai dengan taksonomi Bloom. Serta tujuan utama Pendidikan kejuruan yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.Ucapan terimakasih yang sebesar besarnya tak lupa saya ucapkan pada : 1. Dekan fakultas ilmu pendidikan yang memberikan motivasi dan dorongan pada kami untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. 2. Bapak Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. yang telah memberikesempatan kami selaku mahasiswa untuk menulis dan berkembang.

3. Mochamad Syaichudin, S.Ag., MPd. selaku dosen pendamping yang telah memberi
bimbingan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

4. Kepada teman-teman yang telah memberi dukungan moral sehingga dapat
terciptanya karya tulis ilmiah yang mungkin belum bisa dikatakan lengkap/sempurna.

5. Kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan nasehat dan motivasi kepada
saya supaya natinya saya menjadi orang yang berguna ‘AMIN ‘.

Dalam penulisan proposal ini mungkin banyak kata atau kalimat yang mungkin kurang berkenan, penulis mengucapkan maaf yang sebesar besarnya. Apabila ada pihak yang ingin memberi pencerahan atau kritik tentang isi proposal ini maka dengan lapang hati akan

saya terima guna kemajuan bersama, terutama untuk saya sendiri guna menambah referensi tentang pendalaman pengembangan pembelajaran di SMK sehingga nantinya lulusan SMK menang betul betul siap untuk terjun sebagai anggota masyarakat yang berguna tanpa harus bergantung pada orang lain. Surabaya, 28 September 2010

Penulis

ABSTRACT Program pemerintah tentang penggalakan SMK mendapat respon yang cukup besar dari masyarakat karena nantinya mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan berwirausaha sebagai tenaga yang mandiri. Dengan semboyan SMK bisa serta ditambah iklan dimedia masa oleh tantowi yahnya yang megaku luluasan SMK membuat masyarkat antusias untuk berpindah ke SMK. Peningkatan pembelajaran pun harus ditingkatkan terutama dalam berwirauasaha sehingga peraguru wirausaha di SMK sangat strategis dalam menanamkan sikap kewirausahaan bagi siswa. Terutama dalam penerapan pembelajaran itu nantinya, sehingga mindset siswa SMK berubah dari “lulus dan mencari pekerjaan” menjadi “ lulus SMK menciptakan lapangan pekerjaan” atau menjadi wirausaha. Karena kecenderungan siswa SMK saat ini mencari kerja bukan menciptakan lapangan kerja akan menambang jumlah angka pengangguran karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMK ditiap tahunnya. Sikap Kewirausahaan merupakan respon evaluatif terhadap aspek wirausaha, utamanya bisnis. Sikap wirausaha ditandai oleh: kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidup, memiliki keyakinan kuat atas kekuatan diri, jujur dan tanggung jawab, ketahanan fisik dan mental, ketekunan dan keuletan dalam bekerja dan berusaha, pemikiran kreatif dan konstruktif, berorientasi ke masa depan, dan berani mengambil resiko, serta dengan latihan nyata. Pengembangan sikap kewirausahaan tidak bisa dibentuk hanya melalui teori-teori melainkan juga aplikasi secara langsung. Pemanfaatan bengkel sekolah merupakan sebuah solusi untuk prakte berwirausah pemanfaatan yang nantinya akan memberikan sebuah umpan balik terhadap kemampun menjadi wirausaha dan penguasaan kompetensi kejuruan. Penerapan bengkel sekolah akan membuat peserta didik menerapkan semua teori-teori wirausaha dan teori kejuruan. Pemanfaatan bengkel juga akan membuat menal peserta didik tertata untuk siap menjadi wirausaha karena mereka telah menerapkan secara langasung sehingga nantinya pada saat lulus mereka sudah siap dan tahu akan kendala dan kekuatan berwirausaha sehingga bekal mereka sudah cukup untuk berwirausaha. Keywords: pembentukan wirausaha, pemanfaatan bengkel sekolah

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program pemerintah tentang penggalakan SMK dengan motto SMK bisa cukup mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat terutama di jawa timur. Ditambah lagi sebuah iklan dibintang oleh artis tantowi yahya yang mengaku lulusan SMK dan kini telah sukses memberikan penguatan pada masyarakat tentang menjanjikannya lulusan SMK sebab mereka bisa bekerja atau melanjutkan ke pendidika tinggi. Iklan itu ternyata dapat mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap bahwa SMK identik dengan siswa dari kalangan kurang mampu. Atau ada juga anggapan bahwa orang tua menyekolahkan anaknya di SMK karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah. terbukti dengan tingginya antusias masyarakat yang menyekolahkan anak anaknya setelah lulus dari SMP untuk melanjutkan ke SMA ketimbang ke SMK. Dengan suksenya program sosialisasi pemerintah tentang SMK mengakibatkan tingginya permintaan masyarakat di Jawa Timur tentang SMK. Hal itu terbukti dengan berlaih fungsinya sebuah SMA negeri 12 malang menjadi SMKN 7 malang. hal itu tidak terjadi di malang saja hal serupa juga terjadi di kabupaten pasuruan tepatnya di sukorejo telah berdiri SMKN 2 sukorejo yang baru menerima angkatan pertama tahun 2010 ini. Padahal baru 3 tahun lalu SMKN 1 sukorejo berdiri itu merupakan indikasi tingginya minat masyarakat tentang SMK. Dengan keberhasilan yang telah diraih oleh pemerintah untuk mengarahkan kependidikan kejuruan tentunya harus menjadikan sebuah tantangan untuk pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK. Terutama pada segi kewirausahaan supaya nantinya lulusan SMK tidak terpacu pada pencari kerja yang sedang berlangsung seperti sekarang banyak lulusan SMK yang cenderung mencari kerja ketimbang berusaha untuk menciptakan lapangan usaha padahal dilihat dari skill kemampuan bidang jurusan yang ditekuni mereka cukup mempunyai peluang untuk melakukan wirausaha. Hal itu disebabkan oleh kurangnya kemampuan praktik pada mata pelajaran wirausaha karena kecenderungan hanya berupa teori. Karena untuk menjadi wirausaha tak cukup hanya dengan beberapa teori. Permasalahan diatas dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan bengkel sekolah sebagai ajang berwirausaha bagi siswa SMK. Seperti diketahui, menurut Peraturan

Pemerintah No 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap satuan pendidikan di SMK harus menyiapkan kurikulum operasional. Entrepreneurship termasuk unsur yang harus ditambahkan itu, selain pelajaran normatif dan produktif lainnya. Kewirausahaan sendiri, sejatinya ilmu yang tidak cukup disampaikan di bangku sekolah. Tetapi harus diaplikasikan melalui praktik lapangan. Jadi peserta didik dituntut untuk bisa menerapkan apa yang telah didapat dari teori dan dipraktekkan langsung dengan penerapan melalui pemanfaatan bengkel sekolah. selain siswa dapat menguasai kompetensi secara utuh dari teori. Peserta didik dapat mempraktekan secara langsung bagaimana menghadapi konsumen dan berkomunikasi dengan pelanggan serta mengelola secara penuh mengkel sekolah sehingga nantinya pada saat mereka berwirausaha tidak perlu takut akan kendala yang nantinya dihadapi. Sesuai dengan teori belajar konstruktivis bahwa peserta didik akan belajar lebih baik melalui pengalaman yang telah dilaksanakan dengan menekankan pada proses asimilasi dan akomodasi secara langsung.

B. Isu-isu terkini tentang SMK dan pembelajaran wirausaha di SMK
1. Mengingat pentingnya pendidikan SMK dan seiring dengan program pengentasan

kemiskinan dan pengangguran maka dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur ditetapkan 5 (prioritas) pembangunan pendidikan, salah satu diantaranya adalah pembinaan pendidikan SMK, dengan target kinerja meningkatkan rasio jumlah siswa SMK dibanding siswa SMA dari 45 % : 55 % pada tahun 2009 menjadi 60 % : 40 % pada tahun 2014. http://pusatdata.dindikjatim.net/?p=smkpt/ 2. Masih belum idealnya kondisi SMK yang ada sehingga mutu penyelenggaraan pendidikan SMK masih belum mampu menghasilkan tamatan sesuai kebutuhan dan tuntutan dunia kerja/industri dan masyarakat http://pusatdata.dindikjatim.net/?p=smkpt/ 3. SMK masih belum dapat menampilkan citranya sebagai jenis pendidikan yang diandalkan. http://pusatdata.dindikjatim.net/?p=smkpt/ 4. Pengembangan UMKM mengalami hambatan dalam segi meliputi permodalan, teknik produksi, akses pasar, manajemen usaha serta kendala dan hambatan yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). 5. Angka pengangguran di Indonesia pada 2010 diperkirakan masih akan berada di kisaran10persen. http://tangerangonline.com/berita/metro/2009/11/12/tahun_2010_angka_penganggura n_di_indonesia_masih_10_persen

C. Manfaat
1. Meningkatkan daya saing lulusan SMK terutama dalam segi kompetensi kejuruan dan berwirausaha. 2. Mengasah kemampuan berwirausaha. Serta melatih untuk melakukan pengambilan keputusan secara langsung bukan hanya melalui teori. 3. Menerapkan teori wirausaha kedalam dunia nyata sehingga nanti peserta didik siap untuk berwirausaha. 4. Meningkatkan kemampuan bernegosiasi serta berkomunikasi dengan pelanggan sehingga nantinya peserta didik dalam melakukan komunikasi dengan pelanggan tidak hanya dengan teori belakang. 5. Meningkatkan kemampuan menejerial pengelolaan sebuah usaha, sehingga tanggung jawab akan sebuah usaha sudah tertanam sejak muda serta kemampuan mengambil resiko akan terasah. 6. Menerapkan kompetensi kejuruan kedalam dunia kerja. 7. Melatih kedisiplinan dalam melakukan usaha sebagai bekal nanti menghadapi dunia kerja. 8. Pembentukan karakter (kejujuran, organisasi, gotong-royong dan berbagi terhadap teman) 9. Terjadinya hubugan yang sinergi antara guru siswa sekolah dan masyarakat. 10. Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat memanfaatkan peluang untuk mandiri serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan

D. Batasan Sebelum kita membahas lebih dalam tentang permasalahan tersebut pengembangan pendidikan dalam hal ini nantinya hanya untuk siswa SMK terutama jurusan teknik elektro dan mesin. Karena pengembangan dalam bidang wirausaha pertama memang cocok untuk kedua bidang ilmu tersebut. Bukan berarti bidang lainnya tidak bisa tapi diutamakan untuk awal. Serta program ini nantinya akan ditekankan pada kemampuan siswa dalam berwirausaha sekaligus mengelola usaha. Sehingga nantinya para lulusan SMK dapat bersaing didunia kerja atau menjadi seorang wirausaha.

E. Kerangka Berpikir 1. Pembentukan karakter 2. Kemampuan berwirausaha 3. Kemampuan bernegosiasi 4. Mengasah kompetensi kejuruan

1. Kecenderungan pencari kerja 2. Ketergantungan pada perusahaan 3. Hilangnya sikap inovatif

1. Wirausaha 2. Lulusan SMK yang berkualitas

Kurangnya rasa mendiri sebagai wirausaha membuat pemerintah melakukan berbagai program mulai dari pinjaman modal lunak bagi wirausaha dan PNPM mandiri serta beberapa program pemerintah yang lain. Tapi program itu belum mendapat respon secara terbuka oleh para masyarakat terutama para lulusan SMK. Sebab rasa ketergantungan untuk mencari kerja para lulusan SMK sangat tinggi serta hilangnya sifat inovasi. Sebab mereka sebelum menempuh pendidikan kejuruan mereka beranggapan bahwa setelah lulus mencari kerja dan kerja bukan menjadi seorang pengusaha. Ditambah kurangnya stimulus pembelajaran di SMK tentang pembelajaran wirausaha sehingga kemampun mereka dalam

berinovasi,decision making dan teori wirausaha hanya sebatas angan-angan teori bukan penerapan. Seperti diketahui, menurut Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap satuan pendidikan di SMK harus menyiapkan kurikulum operasional. Entrepreneurship termasuk unsur yang harus ditambahkan itu, selain pelajaran normatif dan produktif lainnya. Kewirausahaan sendiri, sejatinya ilmu yang tidak cukup disampaikan di bangku sekolah. Tetapi harus diaplikasikan melalui praktik lapangan. Maka berdasarkan peraturan pemerintah diatas maka perlua diadakannya sebuah inovasi pembelajaran tentang mata pelajaran wirausaha sehingga peserta didik nantinya bisa mengaplikasikan teori secara langsung dilapangan bukan hanya sebuah teori belakang sebab pengembangan pendidikan ini meliputi 3 aspek penting dalam pendidikan menurut taksonomi bloom yaitu kognitif, afektif dan psikootor yang saling berhubungan dan menjadi satu yang integral dalam pembelajaran. Pengembangan kemampuan peserta didik bukan hanya menyangkut aspek kognitif atau psikomotor tapi juga menyangkut aspek afektif sebab nantinya peserta didik diberi

kepercayaan secara penuh untuk mengelola dan bertanggung jawab akan sebuah usaha dalam tempo waktu yang telah ditentukan. Disini semua aspek yang telah didapat di kelas akan dipraktekkan dilapangan. Sehingga secara tidak langsung dapat mengetahui lebih dini tentang kualitas lulusan SMK sebelum selesai menempuh studi.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Wirausaha Wirausaha adalah kemampuan untuk mandiri dengan didukung skill yang cukup untuk memulai usaha, dengan berbagai pertimbangan pengambilan keputusan demi pencapaian keuntungan hal ini sesuai dengan Definisi Entrepreneur. Zimmerer & Scarborough (2002) mengemukakan bahwa wirausaha (entrepreneur) adalah seorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan berbagai sumberdaya. Penekanan wirausaha disini menekankan pada kemampuan pengambilan keputusan dengan diiringi identifikasi peluang untuk mendapatkan keuntungan. Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Maka dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan

melembagakan perusahaan miliknya sendiri. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Kemampuan seorang dalam berwirausaha dapat terasah dengan baik apabila ada rangsanga dari luar serta lingkungan yang kondusif karena Meredith(2000) yang menyatakan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki karakter utama sebagai wirausaha, yaitu inovatif dan kreatif. Tetapi tidak setiap orang yang inovatif dan kreatif dapat disebut sebagai

wirausaha. Lalu yang bagaimana? Inovatif dan kreatif memang merupakan ciri utama wirausaha, namun cirri ini harus diikuti dengan semangat dan kemauan yang membawa hasil/memiliki nilai tambah, bukan sekedar pengulangan dari apa yang telah diciptakan orang sebelumnya. Jadi dalam hal ini ada seperangkat potensi yang menjadi dasar seseorang untuk bisa disebut sebagai wirausaha/ entrepreneur. Untuk itu Meredith (2000) mengemukakan bahwa karakteristik wirausaha dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu kepribadian (personal), cara berpikir (mind) dan perilaku (behavior). Kepribadian seorang wirausaha selalu dilandasi oleh rasa percaya diri yang tinggi, otonomi individualistic, selalu ingin mencapai prestasi tinggi, dan suka mencari reward (tidak sekedar imbalan keuntungan tetapi juga kepuasan, kebebasan dan kebanggaan). Pola pikirnya selalu realistic (tidak mengada-ada), independent, asli, optimis, tajam intuisinya, inovatif, konstruktif dan berorientasi pada tujuan/hasil, reward, kesempurnaan dan masa depan. Perilaku wirausaha adalah suka bekerja (sedikit bicara banyak bekerja), bersedia menempuh risiko yang sudah diperhitungkan, pekerja keras, berperan sebagai organisator, berani mengambil keputusan, sebagai pemimpin yang mumpuni, sebagai agen pembaruan, bersedia memikul tanggungjawab dan mengutamakan kualitas. Kekurangan dan Keunggulan Profesi Wirausaha (Entrepreneur). Sebagaimana dikemukakan oleh Zimmerer & Scarborough (2002) bahwa profesi wirausaha memiliki kelemahan sekaligus keunggulan. Berikut adalah beberapa kelemahan dari profesi wirausaha yaitu : (1) Pendapatan tidak pasti, (2) Resiko kehilangan seluruh investasi, (3) Bekerja keras dalam waktu lama, (4) Mutu hidup rendah sampai bisnis mapan, (5) Ketegangan mental yang tinggi (6)Bertanggung jawab penuh. Kelebihan profesi wirausaha yaitu : (1) Peluang mengendalikan nasib sendiri (2) Kesempatan melakukan perubahan, (3) Peluang untuk menggunakan potensi sepenuhnya, (4) Peluang untuk meraih keuntungan tanpa batas, (5) Peluang untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat dan (6) Peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai.

Sikap dan Wawasan Wirausaha. Witjaksono (1995) mengemukakan bahwa sikap dan wawasan wirausaha digambarkan dalam TRILOGI yaitu kesatuan antara cipta, rasa dan karsa, hingga melahirkan suatu karya. Cipta yaitu ide, nalar, visi yang dimiliki seseorang untuk menghasilkan suatu karya. Dalam dunia bisnis cipta ini lebih dikenal dengan nama ’daya khayal’, yaitu gambaran positip sebagai akibat dari pengambilan keputusan, yang menjadi suatu harapan dan akhirnya melahirkan gagasan. Dari definisi tersebut terdapat 3 unsur penting yaitu (1) Gambaran positip, (2) Menjadi harapan, (3) Melahirkan gagasan. Disebut gambaran positip oleh karena yang dikehendaki dalam berwirausaha adalah perasaan optimis dan penuh rasa percaya diri. Bila seseorang memiliki keyakinan yang kuat akan keberhasilan usahanya, maka harapan demi harapan akan muncul dengan sendirinya. Perasaan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik ini wajar muncul pada diri manusia, yang pada dasarnya memang tidak mudah merasa puas. Harapan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan gagasan guna menciptakan suatu karya yang inovatif dan kreatif. Pada kenyataannya daya khayal yang muncul pada diri manusia dapat dibedakan atas (1) Daya khayal positip, dan (2) Daya khayal negatip. Daya khayal positip berhubungan dengan perasaan optimis dalam menghadapi masa depan, sehingga muncul keinginan untuk melakukan perubahan memuju sesuatu yang lebih baik. Sedangkan daya khayal negatip adalah berhubungan dengan perasaan takut dan khawatir yang berlebihan, yang menyebabkan manusia tidak berani melangkah. Dalam kehidupan wirausaha, daya khayal negatip ini harus dikalahkan atau ditekan sampai porsi terkecil yang kita bisa lakukan. Total daya khayal pada diri manusia adalah 100%. Sehingga batas minimal daya khayal positip adalah 51% sedangkan yang negatip maksimal 49%. Perasaan takut dan kahwatir tersebut sudah jelas tidak bisa dihilangkan sama sekali, tetapi tidak berarti tidak bisa dikurangi/ ditekan. Di samping cipta, dalam berwirausaha juga diperlukan adanya rasa yaitu insting atau feeling yang dimiliki seseorang berkaitan dengan harapan yang ingin dicapai. Dalam dunia bisnis, rasa ini lebih dikenal dengan istilah ’naluri bisnis’. Peranan naluri bisnis dalam dunia usaha sangat penting, sebab berhubungan dengan kepekaan seseorang terhadap peluang dan tantangan yang akan dihadapi. Menurut aliran konvensional, naluri bisnis ini dapat dimiliki seseorang karena faktor keturunan. Tetapi menurut aliran modern, naluri bisnis itu bisa dipelajari dan dibentuk berdasarkan lingkungan dan pengalaman. Karsa dapat diartikan sebagai kehendak atau kemauan yang dimiliki seseorang dalam berwirausaha. Namun sebenarnya bukan hanya kemauan saja yang diperlukan seseorang untuk berwirausaha, tetapi juga rasa pencaya diri,

jujur, ulet (tidak mudah menyerah), dll. Oleh sebab itu, karsa ini lebih dikenal dengan istilah sikap mental. yaitu ketahanan fisik dan mental yang dimiliki seseorang dalam menghadapi risiko berwirausaha. Untuk menjadikan seorang wirausaha yang tangguh, tidak cukup hanya dengan memiliki cipta dan rasa saja. Karena jika demikian maka hanya berperan sebagai inisiator. Sedangkan bila hanya memiliki cipta dan karsa saja, maka yang terbentuk hanyalah pengatur. Demikian pula, jika hanya rasa dan karsa saja, maka yang terbentuk adalah greget. Dengan demikian jelas bahwa untuk menghasilkan suatu karya, diperlukan perpaduan antara cipta, rasa dan karsa. Karya yang dimaksudkan dalam tulisan ini bisa berbentuk barang atau jasa. Bisa berbentuk produkbaru sama sekali atau kreativitas dari produk yang sudah ada. Apa pun bentuk karya itu, yang jelas harus ada konsumennya. Dengan kata lain, suatu karya (baca: produk) akan diciptakan berdasarkan kebutuhan konsumen. Jangan sampai karyanya sudah terbentuk, tetapi segmen pasarnya tidak ada. Bila kondisinya demikian, maka risiko kegagalan sudah ada di depan mata, tinggal tunggu waktu.

B. Pembelajaran Wirausaha Entrepreneurship adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada era persaingan global yang melanda dunia saat ini, eksistensi mata pelajaran ini menjadi sangat penting. Sebab banyaknya pesaing dalam dunia kerja mengakibatkan tingginya /semakin ketatnya persaingan mendapatkan kerja. Ditambah lagi animo masyarakat untuk menjadi PNS sangat membludak karena mereka mempunyai persepsi bahwa orang yang hidup menjadi PNS pasti hidupnya akan makmur sehingga mereka rela mengeuarkan uang berjuta-juta untuk menjadi PNS. Seakan pekerjaan menjadi wirausaha menjadi dikesampingkan dengan berbagia alasan. Sehingga bangsa kita belum bisa mandiri secara utuh karena rasa ketergantungan yang tinggi. Karena menurunnya minat menjadi wirausaha. Sesuai dengan peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan di SMK harus menyiapkan kurikulum operasional. Entrepreneurship termasuk unsur yang harus ditambahkan itu, selain pelajaran normatif dan produktif lainnya. Maka dengan begitu pemerintah bermaksud untuk membina para generasi muda untuk menjadi wirausaha muda yang professional melalu SMK sebab kompetensi siswa SMK dalam olah ketrampilan sudah sangat cukup sesuai dengan tujuan SMK itu sendiri. Sehingga nantinya lulusan SMK bisa siap bersaing.

Karena Negara dikatakan pertumbuhannya maju kalau wirausahanya mencapai dua persen. Indonesia baru mencapai 0,18 persen dari jumlah penduduk. Maka pembelajaran wirausaha di SMK sangat penting untuk kesiapan peserta didik untuk berwirausaha sesuai dengan kompetensi yang telah di pelajari di SMK sehingga akan memutus rantai ketergantungan untuk menjadi pekerja dari pada menjadi boss. Pembelajaran Entrepreneurship di SMK mempunyai tujuan yaitu untuk membekali siswa agar mampu hidup mandiri dan dapat menciptakan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan. Dengan melihat sdeskripsi tujuan umum pembelajaran Entrepreneurship tersebut jelas bahwa metode pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran sudah tentu tidak sekedar ceramah di mana guru terlalu aktif mendominasi pembicaraan di kelas. Disamping itu, untuk membekali siswa agar mampu mengelola usaha mandiri tidak hanya dibutuhkan penguasaan terhadap pengetahuan, tetapi juga perubahan sikap dan keterampilan wirausaha yang memadai. Mata pelajaran Entrepreneurship disajikan di SMK dengan maksud agar siswa memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola usaha mandiri dengan manajemen bisnis yang professional. Untuk itu setelah mengikuti mata pelajaran Entrepreneurship diharapkan siswa mampu menguasai teori Entrepreneurship, merubah sikap konsumtif menjadi produktif dan memiliki sejumlah ketrampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha mandiri. Agar memperoleh gambaran yang jelas, bagaimana mengelola bisnis dan menejemennya serta pegambilan keputusan sebagai langkah yang fital dalam menentukan arah sebuah usaha nantinya. Sehinga mereka dapat mengaplikasikan penerapa teori secara langsung guna menunjang kompetensi yang telah dimiliki. Karena tidak mudah mengajari orang untuk berani ambil risiko, siap jujur, punya leadership yang kuat, kreatif dan inovatif, pintar mengintip peluang usaha, berpandangan jauh ke depan, dan siap berkorban. Tapi hal itu merupakan sebuah dasar apabila orang ingin menjadi seorang wirausaha. Dengan pemanfaatan bengkel sekolah sebagai rencanabelajar berwirausaha

memberikan peluang tentang penerapan wirausaha disekolah nantinya karena disinimereka diberi kepercayaan secara penuh untuk mengelola usaha mandiri dengan berkelompok dalam beberapa saat kira-kira 3 bulan. Sehingga peserta didik dapat mengasah kemampuan berwira usaha dan melatih kompetensi kejuruan sebagai bekal nantinya bersaing di era globalisasi. Dengan pengembangan pembelajaran ini secara tidak langsung pesrta didik telah belajar untuk belajar bermasyarakat, belajar untuk bisa, belajar untuk tahu, belajar menjadi. Sesuai dengan empat pilar pembelajaran yang ditentukan oleh UNESCO. Sehingga nantinya lulusan SMK benar benar siap sesuai dengan semboyan SMK bisa.

C. Penerapan bengkel sekolah sebagai ajang berwirausaha Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan di SMK harus menyiapkan kurikulum operasional. Entrepreneurship termasuk unsur yang harus ditambahkan itu, selain pelajaran normatif dan produktif lainnya. Pembelajaran wirausaha memerlukan sebuah aplikasi dilapangan. Dengan pemanfaatan bengkel sekolah sebagai tempat berwirausaha memberikan peluang kepada peserta didik untuk melakukan pengembangan diri. Pengembangan diri ini dilakukan diluar jam pelajaran sehingga waktu yang digunakan untuk pembelajaran tidak perlu terbuang. Pemebalajaran ini dilakukan 3 hari berturut turut dengan metode bergantian. Sistematika pelaksanaan nantinya : 1. Guru menjelaskan tentang tujuan diadakan ekstra wirausaha dengan pemanfaatan bengkel sekolah. 2. Guru mendata semua peserta didik dan membagi kedalam kelompok-kelompok besar. 3. Kelompok kelompok itu diberi kewenangan penuh untuk mengelola bengkel dengan dampingan guru. 4. Mereka diberi kewenangan penuh untuk melakukan inovasi dengan membuat catatan atau alasan tentang analisi SWOT dari sebuah inovasi dan itu harus dilakukan oleh tiap-tiap kelompok. 5. Guru melakukan seleksi dari beberapa analisis SWOT yang telah dibuat peserta didik lalu memilih salah satu untuk diaplikasikan dengan masukan dariguru dan teman-teman dari kel lain. 6. Bengkel buka pukul 13.30-16.30 nantinya hasil dari bengkel itu dibagi 70% siswa dan 30% murid. Dengan begitu mereka akan lebih tertarik dan termotivasi membuat terobosan.

KESIMPULAN Dari beberapa penjabaran diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik mata pelajaran Kewirausahaan mempunyai perbedaan dengan mata pelajaran lainnya. Dimana materi ini membutuhkan pengusaan baik dalam segi kognitif, afektif dan psikomotor. Mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran operasional sesuai dengan peraturan

pemerintah tentang System Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan SMK harus menyiapkan kurikulum operasional. Kebijakan tentang kurikulum berbasis kompetensi yang diturunkan lagi ke satuan pendidikan menjadi KTSP. menuntut adanya penyesuaiana antara kompetensi yang nantinya dikuasai peserta didik dengan lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Supaya nantiya dapat mengembangakan apa yang menjadi potensi didaerah tepat mereka tinggal agar nantinya mereka sebagai putra-putra daerah dapat mengangkat potensi daerah keluar. Guru harus jeli untuk melihat peluang potensi tiap daerah sebelum melakukan pembelajaran atau penyusunan RPP. Penyusunan RPP itu sendiri sangat penting karena itu merupakan panduan guru untuk melakukan proses pembelajaran yang didalamya menyangkut kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi standar, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi. Penyusunan RPP yang falid akan membuat pembelajaran dapat berlangsung secara sistematis sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan karakteristik mata pelajaran kewirausahaan yang merupakan mata pelajaran operasional dimana pengembangan mata pelajaran ini meliputi semua aspek pembelajaran. Pembelajaran yang berorientasi pada dunia nyata sangatlah cocok untuk menyampaikan materi kewirausahaan ini. Karena pembelajaran ini memmerlukan ide kreatif, inovatif dan kemampauan dalam pengambilan keputusan serta kematangan dalam sebuah teori-teori kewirausahaan. Pelaksanaan pembelajaran ini sangat mempunyai banyak manfaat terutama dalam mengasah kemampuan bewirausaha dan kemampuan kejuruan. Sehingga nantinya mereka sudah siap terjun menjadi wirausaha karena mereka memengbenar-benar tahu akan seluk beluk wirausaha dengan berbagai keuntungannya. Apabila pengelolaan dalam bengkel ini pen mereka gagal akan memberikan nilai lebih pada mereka karena mereka akan dilatih untuk mencari sebuah terobosan baru ketika nanti menjadi wirausaha.

DAFTAR PUSTAKA
http://putracenter.net/2008/12/23/definisi-kewirausahaan-entrepreneurship-menurut-paraahli/ 21-09-2010 http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/ 21-09-2010 www.puskur.net...45_Kajian%20Kebijakan%20Kurikulum%20SMK 21-09-2010 httpfe.um.ac.idwp-contentuploads200910sudarmiatin3 21-09-2010 http://pusatdata.dindikjatim.net/?p=smkpt 21-09-2010 http://sumarsonoyappi.wordpress.com/wirausaha/22-09-2010 http://getskripsi.com/2008/12/karakteristik-kepribadian-wirausahawan-studi-pada-pengusahadistribution-store-di-semarang/27-09-2010 http://pusatdata.dindikjatim.net/?p=smkpt/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->