TUGAS PANCASILA NAMA : RESY NORMA ANNISA NIM : 11/316892/PA/14011

Pancasila sebagai pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai pandangan hidup bangsa,Pancasila berperan sebagai pedoman dan penuntun dalam kehidupan masyarakat,berbangsa dan bernegara. Dengan demikian,pancasila menjadi sebuah ukuran/kriteria umum yang di terima dan berlaku untuk semua pihak. Namun pada zaman sekarang Pancasila hanya di jadikan bahan hafalan saja. Dikalangan pelajar dan masyarakat,tanpa mengetahuai apa makna yang terkandung dan bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan untuk mencapai kemerdekaan dan membangun bangsa ini. Faktanya ,banyak penyimpangan-penyimpangan oleh beberapa pejabat Negara,terbukti dengan di temukannya beberapa korupsi di beberapa bidang yang sangat merugikan bangsa ini,para remaja yg melakukan penyimpangan, seperti sex di luar nikah,narkoba,gangster yang semata-mata mereka melakukan itu hanya untuk eksistensi mereka agar di anggap dan ada beberapa dari mereka yang melakukan penyimpangan tetapi mereka merasa bangga atas penyimpangan yang telah di lakukan. Oleh sebab itu penanaman nilai-nilai luhur pancasila dan semangat pancasila harus di lakukan di lingkungan remaja agar dapat memotivasi remaja untuk berfikir positif,baik,dan lebih arif dalam bertindak.
Pancasila mulai dibicarakan sebagai dasar negara mulai tanggal 1 Juni 1945dalam sidang BPPK oleh Ir. Soekarno dan pada tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila resmi dan sah menurut hukum menjadi dasar negara Republik Indonesia. Kemudian mulai Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 berhubungan dengan Ketetapan No. I/MPR/1988 No. I/MPR/1993, Pancasila tetap menjadi dasar falsafah Negara Indonesia hingga sekarang. Akibat hukum dari disahkannya Pancasila sebagai dasar negara, maka seluruh kehidupan bernegara dan bermasyarakat haruslah didasari oleh Pancasila. Landasan hukum Pancasila sebagai dasar negara memberi akibat hukum dan filosofis; yaitu kehidupan negara dari bangsa ini haruslah berpedoman kepada Pancasila. Bagaimana sebetulnya implementasi Pancasila dalam sejarah Indonesia selama ini dan pentingnya upaya untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang setelah reformasi mulai ditinggalkan demi tegaknya persatuan dan kesatuan NKRI.Penetapan Pancasila sebagai dasar negara dapat dikatakan mulai pada masa ordelama, tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah Indonesia baru memproklamirkan diri kemerdekaannya. Apalagi Soekarno akhirnya menjadi presiden yang pertama Republik Indonesia.Walaupun baru ditetapkan pada tahun 1945, sesungguhnya nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila disarikan dan digali dari nilai-nilai budaya yang telah ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pencetus dan penggali Pancasila yang pertama adalah Soekarno sendiri. Sebagai tokoh nasional yang paling berpengaruh pada saat itu, memilih sila-sila yang berjumlah 5 (lima) yang kemudian dinamakan Pancasila dengan pertimbangan utama demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesiadari Sabang sampai Merauke.Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi negara dan bangsa wajib diimplementasikan dalam seluruh aspek kehidupan bernegara. Dalam mewujudkan Pancasila melalui kebijakan ternyata tidaklah mulus, karena sangat dipengaruhi oleh pimpinan yang menguasai negara, sehingga pengisian kemerdekaan dengan nilai-nilai Pancasila menampilkan bentuk dan diri tertentu.

beliau menekankan pentingnyamemegang teguh UUD 45. yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan Dekrit Presiden 1959 untuk membubarkan Konstituante. persatuan mulai mendapat tantangan. Pancasila diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa orde lama. ekonomi. Untuk memberi arah perjalanan bangsa.Pada periode 1945-1950.Terjadilah berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila dalam konstitusi. Sistem pemerintahannya yang liberal sehingga lebih menekankan hak-hak individual. Tetapi anggota Konstituante hasil pemilu tidak dapat menyusun UUD seperti yang diharapkan. namun dalam praktek kenegaraan system presidensiil tak dapatdiwujudkan. Hasilnya terjadi kudeta PKI dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Pada periode ini. diangkat menjadi presiden seumur hidup. dan keamanan. demokrasi terpimpin. Pada periode 1956-1965. ekonomi terpimpin dan kepribadian nasional.UUD 1950 tidak berlaku. dan berusaha untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi lain. sila keempatyang mengutamakan musyawarah dan mufakat tidak dapat dilaksanakan. Bung Karno melakukan pemahaman Pancasila dengan paradigma yang disebut USDEK. Terdapat3 periode implementasi Pancasila yang berbeda. tetapi rumusansila keempat bukan berjiwakan musyawarah mufakat. Hal ini menimbulkan krisis politik. setelah itu kita harus mengetahui fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan. yang ternyata tidak cocok bagi NKRI. nilai persatuan dan kesatuan masih tinggi ketika menghadapi Belanda yang masih ingin mempertahankan penjajahannya di bumi Indonesia. sebab demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi parlementer. Namun setelah penjajah dapat diusir. dan Komunis. Dalam kehidupan politik. Dalam bidang politik. Terbukti adanya kemerosotan moral di sebagian masyarakatyang tidak lagi hidup bersendikan nilai-nilai Pancasila. demokrasi berjalan lebih baik dengan terlaksananya pemilu 1955 yang dianggap paling demokratis. Demokrasi bukan berada pada kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-nilai Pancasila tetapi berada pada kekuasaan pribadi presiden Soekarno. PRRI. politik konfrontasi. menggabungkan Nasionalis. Agama. Padasaat itu kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana transisional dari masyarakat terjajah(inlander) menjadi masyarakat merdeka. Walaupun posisi Indonesia tetap dihormati di dunia internasional dan integritas wilayah . Pancasila pada masa orde lama Pada masa Orde lama.tetapi lebih dari itu ada upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara dengan faham komunis oleh PKI melalui pemberontakan di Madiun tahun 1948 danoleh DI/TII yang akan mendirikan negara dengan dasar islam.Pada periode 1950-1959. dan Permesta yang ingin melepaskandiri dari NKRI.Untuk perbedaan dan persamaan setelah reformasi dan pra reformasi yang pertama kita harus mengetahui kebradaan pancasila setelah reformasi. sosialisme ala Indonesia. Sistem ini menyebabkan tidak adanya stabilitas pemerintahan. periode1950-1959. dan kembali kepada UUD 1945. Dalam mengimplentasikan Pancasila. Kesimpulan yang ditarik dari penerapan Pancasila selama periode ini adalah Pancasila diarahkan sebagai ideology liberal yang ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintahan.Akibatnya Soekarno menjadi otoriter. sedang kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri. melainkan suara terbanyak (voting). yaitu periode 1945-1950. dan periode 1959-1966. dimana presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara. dikenal sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada periode ini persatuan dan kesatuan mendapat tantangan yang beratdengan munculnya pemberontakan RMS. Kesimpulannya walaupun konstitusi yang digunakan adalah Pancasila dan UUD 1945yang presidensiil. implementasi Pancasila bukan saja menjadi masalah. Pancasila dipahami berdasarkan paradigma yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh tajamnya konflik ideologi. walaupun dasar negara tetap Pancasila.

Pada awalnya memang memberi angin segar dalam pengamalan Pancasila. berbangsa dan bernegara. jika boleh dikatakan demikian. yaitu loyalitas tunggal pada pemerintah dan demi persatuan dan kesatuan hak-hak demokrasi dikekang. Kesimpulan yang ditarik adalah Pancasila telah diarahkan sebagai ideology otoriter. Situasi politik dan keamanan dalam negeri kacau dan ekonomi hampir bangkrut.Dilihat dari konteks zaman. Kesimpulan. Pancasila ditafsirkan sesuai kepentingan kekuasaan pemerintah dan tertutup bagi tafsiran lain. Pancasila selama Orde Baru diarahkanmenjadi ideology yang hanya menguntungkan satu golongan.serasi dan seimbang. merupakan tuntutan hakiki agar setiap warga negara Indonesia memiliki pemahaman yang sama dan akhirnya memiliki persepsi dan sikap yang sama terhadap kedudukan. Soeharto melakukan ijtihad politik dengan melakukan pemahaman Pancasila melalui apa yang disebut dengan P4 (Pedoman Penghayatandan Pengamalan Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarsa. karena pemerintahan sentralistik dan otoritarian. konfrotatif dan tidak member ruang pada demokrasi bagi rakyat. Seperti juga Orde Baru yang muncul dari koreksi terhadap Orde Lama. Namun. bersikap. Tapi kondisi politik dan keamanan dalam negeri tetap rentan. Rakyat bebasuntuk berserikat dan berkumpul dengan mendirikan partai politik. upaya Soeharto tentang Pancasila. sangat disayangkan para elit politik yang mengendalikan pemerintahan dan kebijakan kurang konsisten dalam penegakan hukum. kini Orde Reformasi. Istilah terkenal pada saat itu adalah stabilitas politik yang dinamis diikuti dengan trilogi pembangunan. diliputi oleh paradigma yang esensinya adalah bagaimana menegakkan stabilitas guna mendukung rehabilitasi dan pembangunan ekonomi. Ia dikeramatkan sebagai alasanuntuk stabilitas nasional daripada sebagai ideologi yang memberikan ruang kebebasan untuk berkreasi. diperdebatkan. Apalagi manakala dikaji perkembangannya secara konstitusional terakhir ini dihadapkan pada situasi yang tidak kondusif sehingga kridibilitasnya menjadi diragukan. merupakan orde yang juga berupaya mengoreksi penyelewengan yang dilakukan oleh Orde Baru. peranan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Keberadaan Pancasila setelah Reformasi Memahami peran Pancasila di era reformasi. Indonesia dihadapkan pada pilihan yang sulit. disatu sisikebebasan berbicara. Perincian pemahaman Pancasila itu sebagaimana yang kita lihat dalam konsep P4 dengan esensi selaras.Demokratisasi akhirnya tidak berjalan. khususnya dalam konteks sebagai dasar negara dan ideologi nasional.serta semangat kebangsaan dapat ditegakkan. Situasi internasional kala itu masih diliputi konflik perang dingin. Hak-hak rakyat mulai dikembangkan dalam tataran elit maupun dalam tataran rakyat bawah. LSM. dan lainlain. baik dalam wacana politis maupun akademis. dan pelanggaran HAM terjadi dimana-manayang dilakukan oleh aparat pemerintah atau negara. Itu tentu saja didasarkan pada pengalaman era sebelumnya dan situasi baru yang dihadapi bangsa. memberikan sandang dan pangan kepada rakyat atau mengedepankan kepentingan strategi dan politik di arena internasional sepertiyang dilakukan oleh Soekarno. dan bertindak amat memacu .Penegakan hukum sudah mulai lebih baik daripada masa Orba. Dalam bidang sosial budaya.namun beberapa tahun kemudian kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan ternyatatidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Walaupun terjadi peningkatan kesejahteraanrakyat dan penghormatan dari dunia internasional. Pancasila pada masa orde baru Orde baru berkehendak ingin melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai kritik terhadap orde lama yang telah menyimpang dari Pancasila. Pancasila seringkali digunakansebagai legimitator tindakan yang menyimpang.

Hasilnya NKRI mendapat tantangan yang berat. dan antar daerah terjadi dimana-mana. Abdurrahman Wahid. Ditambah lagi arus globalisasi dan arus demokratisasi sedemikian kerasnya. agama dan budaya yang bersumpah menjadisatu bangsa. satu tanah air dan satu bahasa persatuan. sehingga aktivis-aktivis prodemokrasi tidak tertarik meresponsajakan dari siapapun yang berusaha mengutamakan pentingnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Kriminalitas meningkat dan pengerahan masa menjadi cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berpotensi tindakan kekerasan. Kondisi nyata saat ini yang dihadapi adalah munculnya ego kedaerahan dan primordialisme sempit. atau lebih dikenal sebagai Dasar Negara (Philosofische groundslag).Orde Reformasi yang baru berjalan beberapa tahun telah memiliki empatPresiden.kreativitas masyarakat.Ideologi negara yang seharusnya menjadi acuan dan landasan seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya para negarawan dan para politisi serta pelaku ekonomi dalam berpartisipasi membangun negara. Bahkan Soekarno menyatakan : Maaf. yakni kita saling menghancurkan negara sendiri karena campur tangan secara halus pihak asing. Timor-Timur yang telah lama bergabung dalam NKRI melalui perjuangan dan pengorbanan lepas dengan sekejap pada masa reformasi tersebut. Pergantian presiden sebelum waktunya karena berbagai masalah. Pada era Habibie. paham negara.Dalam bahasa intelijen kita mengalami apa yang dikenal dengan ´subversiasing´. pembicaraan-pembicaraan terdahulu belum menyampaikan dasar Indonesia Merdeka. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Sejak kelahirannya (1 Juni 1945) Pancasila adalah Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.sebagian masyarakat menerima aliran dana asing dan rela mengorbankan kepentingan bangsanya sebagai imbalan dolar. justru menjadi kabur dan terpinggirkan. Tidak segan-segan. Menurut Soekarno. yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka.Menurut anggapan saya yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah bahasa Belanda “philosofische groundslag” dari pada Indonesia merdeka. beribu maaf !Banyak anggota telah berpidato. Daerah-daerah lain juga mengancam akan berdirisendiri bila tuntutannya tidak dipenuhi oleh pemerintah pusat. Benturan antar suku. seperti halnya yang masih terjadi diPapua. Padahal seperti diketahui Pancasila sebagai sistem yangterdiri dari lima sila (sikap/ prinsip/pandangan hidup) dan merupakan suatu keutuhan yang saling menjiwai dan dijiwai itu digali dari kepribadian bangsa Indonesia yang majemuk bermacam etnis/suku bangsa. di sisi lain justru menimbulkan semangat primordialisme.Menurunnya rasa persatuan dan kesatuan diantara sesama warga bangsa saat iniadalah yang ditandai dengan adanya konflik dibeberapa daerah. baik konflik horizontal maupun konflik vertikal. dan dalam pidato mereka itu diutarakan halhal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. seolah-olah wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila yang lebih mengutamakan kerukunan telah hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. munculnya indikasi tersebut sebagai salah satu gambaran menurunnya pemahaman tentang Pancasila sebagai suatu ideologi. menegaskan bahwa beliau akan memaparkan dasar negara merdeka. sesuai dengan permintaan ketua.Maluku. antar kelompok. Philosofische groundslag . dasar filsafat negara. antar umat beragama. tapi hanya sebatas padaretorika pernyataan politik. Pancasila secaraformal tetap dianggap sebagai dasar dan ideologi negara. dan Megawati Soekarno Putri. Namun. Berbagai konflik yang terjadi dan telah banyak menelan korban jiwaantar sesama warga bangsa dalam kehidupan masyarakat. azas. sesuai dengan sesanti Bhineka Tunggal Ika. dapat diketahui pada saat Soekarno diminta ketua Dokuritsu zyunbi Tyoosakai untuk berbicara di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 1 Juni 1945. Hal ini.

Pada kesempatan itu. (Tepuk tangan sebagai hadirin). Demikian berikutnya untuk prinsip dasar yang keempat Soekarno mengusulkan prinsip kesejahteraan ialah prinsip tidak akan ada kemiskinan didalam Indonesia merdeka. bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. ialah : dasar pertama. Soekarno menyatakan. bukan saja didalam beberapa hari didalam sidang Dokuritsu zyunbi Tyoosakai ini. jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa negara Indonesia Merdeka berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa ! Disinilah. Hatiku akan berpesta raya. untuk memberi kekuasaan pada satu golongan yang kaya. 1995 : 63) Pada bagian pidato berikutnya. Ke-Tuhanan yang berbudi pekerti yang luhur. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan. beliau menegaskan my nasionalisme is humanity.itulah pundamen. pemikiran yang sedalam-dalamnya untuk diaasnya didirikan gedung Indoensia Merdeka yang kekal dan abadi (sekretariat negara. dalam pengakuan asas yang kelima inilah. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini. filsafat. kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Bahkan Soekarno lebih menegaskan lagi Waltanschauung yang kita harapkan tidak lain adalah persatuan philosofische graoundslag. baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya. Pada saat menegaskan pengertian internasionalisme. orang Budha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia. untuk sesuatu golongan ? Mendirikan negara Indonesia Merdeka yang namanya saya Indonesia Merdeka. saya bertanya : apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka untuk sesuatu orang. maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam. Prinsip dasar kelima adalah prinsip Indonesia merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan hendaknya Negara Indonesia satu negara yang ber-Tuhan ! Marilah kita amalkan. Yang Kristen menyembah Tuhan yang menurut petunjuk Isa al Masih. semuanya telah mufakat. bahwa Philosofische Groundslag diatas mana kita mendirikan negara Indonesia. menyatakan : bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah ketuhanan yang berkebudayaan. Soekarno menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara “Semua buat semua. “Seraya mengutip ucapan Gandhi.Tuhannya sendiri. (sekretariat negara. saudara-saudara. oleh karenanya saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan perwakilan. Inilah salah satu dasar pikiran yang akan saya kupas lagi. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan. tetapi hanya untuk mengagungkan satu orang. akan tetapi sejak tahun 1981. Apakah cara yang berkeadaban itu ? Ialah hormat-menghormati satu sama lain. tetapi “semau buat semua”. yang menolak adanya kebangsaan. jalankan agama. Maka. untuk memberi pada satu golongan bangsawan ? Apakah maksud kita begitu ? Sudah tentu !Baik saudara –saudara yang bernama kaum kebangsaan yang disini. Hendaknya Negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhan-nya dengan cara yang leluasa. 1995 : 71) Paparan berikut Soekarno menyatakan filosofische principeyang kedua adalah internasionalisme. yang Islam ber-Tuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad saw. Soekarno menjelaskan Prinsip ketuhanan !Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. ke-Tuhanan yang hormat menghormati satu sama lain. Tetapi marilah kita semua ber-Tuhan. bahkan beliau menegaskan : “Internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar didalam buminya nasionalisme. sesuai dengan itu. 25 tahun lebih.Kita hendak mendidikan suatu negara “semua buat semua” Bukan buat satu orang. baik Islam maupun Kristen dengan cara yang berkeadaban. Nabi Muhammad saw telah memberi bukti yang cukup tentang verdragzaamheid. semua buat satu”. Nasionalisme tidak dapat hidup subur. Untuk itu Soekarno menegaskan sebagai berikut : Apakah itu ? Pertama-tama. bukan buat satu golongan. tentang menghormati agama-agama lain. yakni dengan tiada “egoisme-agama”. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdragzaamheid itu. yang selalu mendengung di salam saya punya jiwa. Soekarno menyatakan bahwa internasionalisme bukanlah berarti kosmopolitisme. . saudara-saudara. ialah dasar kebangsaan”. Pada saat menjelaskan prinsip dasar ketiga. satu buat semua. tidak lain adalah Waltanschauung.

Dan engara kita akan ber-Tuhan pula ! (sekretariat negara. Oleh karena itu para tokoh menyatakan bahwa Pembukaan Undang-Undang 1945 merupakan sebuah dokumen kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah kontemporer setelah American Declaration of Independent 1976. Inikah Panca Dharma ?Nama Panca Dharma tidak tepat disini. tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Pancasila. Hal ini sebagai perwujudan keinginan bangsa Indonesia untuk survival dari berbagai tantangan yang muncul baik dalam maupun luar negeri. dengan nilai-nilai luhur yang bersifat universal. (3) 1950 – 1959 masa UUDS 1950 . kesejahteraan dan ke-Tuhanan. (4) 1959 – 1965 masa orde lama . sila artinya asas atau dasar. dan (3) tahap 1995 – 2020 sebagai tahap repositioning Pancasila. (5) 1966 – 1998 masa orde baru dan (6) 1998 – sekarang masa reformasi. (2) tahap 1969 – 1994 sebagai tahap pembangunan ekonomi. oleh karenanya Pancasila merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa Indonesia.” (Sekretariat Negara 1995 : 81) Prinsip-prinsip filsafati Pancasila sejak awal kelahirannya diusulkan sebagai dasar negara (philosofische grondslag. Berbicara tentang nama dasar negara. Kedua ilmuwan tersebut menyatakan bahwa Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan bahkan Pancasila merupakan suatu paham atau aliran filsafat Indonesia. sehingga atmosfir politik sebagai panglima sangat dominan. Weltanschauung) Republik Indonesia. 2001) memberikan tahapan perkembangan Pancasila sebagai dasar negara dalam tiga tahap yaitu : (1) tahap 1945 – 1968 sebagai tahap politis. Penahapan ini memang tampak berbeda lazimnya para pakar hukum ketatanegaraan melakukan penahapan perkembangan Pancasila Dasar Negara yaitu : (1) 1945 – 1949 masa Undang-Undang Dasar 1945 yang pertama . Soekarno menyatakan sebagai berikut : Saudara-saudara ! “Dasar-dasar negara “ telah saya usulkan. dan dengan ketajaman intelektualnya telah berhasil merumuskan gagasan-gagasan vital sebagaimana dicantumkan didalam pembukaan UUD 1945. sekarang banyak prinsip : kebangsaan. Lima bilangannya. Hal ini patut dipahami.segenap agama yang ada di Indonesia sekarang ini akan mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Pandawa limapun orangnya. yaitu dari segi politik dan dari segi hukum. Apalagi yang lima bilangannya ? (Seorang yang hadir : pandawa lima).Dharma berarti kewajiban. dan ditegaskan bahwa Pancasila merupakan rumusan ilmiah filsafati tentang manusia dan realitas. Disisi lain pada masa ini muncul gerakan pengkajian ilmiah terhadap Pancasila sebagai Dasar Negara misalnya oleh Notonagoro dan Driarkara. Pancasila telah mengalami perkembangan sesuai dengan pasang naiknya sejarah bangsa Indonesia (Koento Wibisono. saya senang kepada simbolik. Perkembangan Pancasila Sebagai Dasar Negara Generasi Soekarno – Hatta telah mampu menunjukkan keluasan dan kedalaman wawasannya. lima pula bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma. 1.Kita mempunyai Panca Indra. yang kemudian diberi status (kedudukan) yang tegas dan jelas dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). dimana Pancasila sebagai dasar negara ditegaskan dalam satu kesatuan integral dan integratif. mufakat. (2) 1949 – 1950 masa konstitusi RIS . 1995 : 81) Prinsip-prinsip filsafati yang jelas oleh Soekarno tersebut diatas merupakan dasar negara. karena adanya perbedaan pendekatan. Semenjak ditetapkan sebagai dasar negara (oleh PPKI 18 Agustus 1945). internasionalisme. Pembukaan UndangUndang Dasar 1945 nyaris sempurna. sedangkan kita membicarakan dasar. sehingga Pancasila tidak lagi dijadikan alternatif melainkan menjadi suatu imperatif dan suatu philosophical concensus dengan . dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia.1945 – 1968 merupakan tahap politis dimana orientasi pengembangan Pancasila diarahkan kepada Nation and Character Building. kekal dan abadi.

setelah hancurnya negara-negara komunis. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat “sein im sollen dan sollen im sein” -Idealitasnya bahwa idelisme yang terkandung didalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna. -Fleksibilitasnya dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan mendeg dalam kebekuan dogmatis dan normatif. lebih-lebih kehidupan perpolitikan nasional yang tidak menentu di era reformasi ini. sebagai implikasi arus globalisasi yang melanda seluruh penjuru dunia. masa ini ditandai oleh kebijakan nasional yaitu menempatkan Pancasila sebagai asas tunggal. 3. disamping menhadapi tantangan baru yaitu KKN dan kroniisme. melainkan diobyektifitasikan sebagai akta kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan secara prospektif menuju hari esok yang lebih baik. Bahkan Notonagoro menyatakan bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan staatfundamental Norm yang tidak dapat diubah secara hukum oleh siapapun. spektakuler.Moralitas Pancasila harus disertai penegakkan (supremasi) hukum.keadaan ini semakin memprihatinkan setelah terjadinya gejala KKN dan Kroniisme yang nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.Pada tahap ini pembangunan ekonomi menunjukkan keberhasilan secara spektakuler.1995 – 2020 merupakan repositioning Pancasila. . dieksplorasikan pada dimensi-dimensi yang melekat padanya yaitu : -Realitasnya bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonkritisasikan sebagai ceminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Eropa dan Jepang.Kesenjangan sosial merupakan fenomena yang dilematis dengan program penataran P4 yang selama itu dilaksanakan oleh pemerintah. walaupun bersamaan dengan itu muncul gejala ketidakmerataan dalam pembagian hasil pembangunan. Karena dunia masa kini sedang dihadapi kepada gelombang perubahan secara cepat.komitmen transenden sebagai tali pengikat kesatuan dan persatuan dalam menyongsong kehidupan masa depan bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika.1969 – 1994 sebagai tahap pembangunan ekonomi yaitu upaya mengisi kemerdekaan melalui program-program ekonomi. akibatnya cenderung menjadikan ekonomi sebagai ideologi. Bersamaan dengan itu perkembangan perpolitikan dunia. relevan serta fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa semangat Bhinneka Tunggal Ika. 2. Reposisi Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan dan pengembangan moral. khususnya di adab XXI sekarang ini.Oleh karena itu Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya dihantui oleh supersifnya komunisme melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang aneksasinya kapitalisme.Sebagai akibat dari keberhasilan mengatasi berbagai tantangan baik dari dalam maupun dari luar negeri. sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah untuk mengatasi krisis dan disintegrasi. dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya Pancasila menjadi tetap aktual. melainkan terbuka bagi tafsi-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang. bersamaan arus reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia. lahirnya tiga raksasa kapitalisme dunia yaitu Amerika Serikat. Reformasi telah merombak semua segi kehidupan secara mendasar. Orientasi pengembangan Pancasila diarahkan pada bidang ekonomi. Berdasarkan hal tersebut diatas perlunya reposisi Pancasila yaitu reposisi Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung makna Pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD 1945. maka semakin terasa orgensinya untuk menjadi Pancasila sebagai dasar negara dalam kerangka mempertahankan jatidiri bangsa dan persatuan dan kesatuan nasional. mendasar.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang hankam Dengan berakhirnya peran sosial politik. budaya. -Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan kesatuan .Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang ekonomi Pancasila sebagai paradigma nasional bidang ekonomi mengandung pengertian bagaimana suatu falsafah itu diimplementasikan secara riil dan sistematis dalam kehidupan nyata. . kejujuran (yang menghasilkan) dan toleransi bersumber pada nilai ke Tuhanan Yang Maha Esa. 3.Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang kebudayaan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang kebudayaan mengandung pengertian bahwa Pancasila adalah etos budaya persatuan. bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia harus selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. agama. Dalam hal ini bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. dimana pembangunan kebudayaan sebagai sarana pengikat persatuan dalam masyarakat majemuk. -Mementingkan kepentingan rakyat / demokrasi dalam pemgambilan keputusan . 4. -Tidak dapat tidak. bahwa TNI telah meninggalkan peran sosial politiknya atau mengakhiri dwifungsinya dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari sistem nasional. Pancasila harus menjadi landasannya.Sebagai negara hukum setiap perbuatan. substansi produk hukumnya tidak bertentangan dengan sila-sila Pancasila.Dalam kaitannya dalam pengembangan hukum. dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. 2. khususnya sebagai dasar negara ia sebagai landasa kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekurang-kurangnya. 5. Oleh karena itu smeboyan Bhinneka Tunggal Ika dan pelaksanaan UUD 1945 yang menyangkut pembangunan kebudayaan bangsa hendaknya menjadi prioritas.Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan artinya pancasila menjadi kerangka berpikir atau pola berpikir bangsa Indonesia. yaitu: 1. nilai-nilai keadilan.Adapun Peranan Pancasila Di Era Reformasi.Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang sosial politik Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang sosial politik mengandung arti bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai wujud cita-cita Indonesia merdeka di implementasikan sbb : -Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik. karena kebudayaan nasional sangat diperlukan sebagai landasan media sosial yang memperkuat persatuan. -Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab . maka paradigma baru TNI terus diaktualisasikan untuk menegaskan. Artinya hukum yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila Pancasila. Ini berarti. baik dari warga masyarakat maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum.

6. Membantu orang lain yang kesusahan sesuai dengan kemampuan sendiri . Krisis karakter ini seperti penyakit akut yang terus menerus melemahkan jiwa bangsa. yaitu pada aspek ontologis. Tidak membeda-bedakan teman 5. Membiasakan musyawarah untuk mufakat 6. mengamalkan Pancasila merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia. yaitu bahwa hakikat ilmu pengetahuan aktivitas manusia yang tidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. pemanfaatan dan efek pengemabgnan ilmu pengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan Pancasila dan secara positif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila.Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. dan aksiologisnya. Oleh karena itu . epistomologis. sebagai proses. yang parameter kebenaran serta kemanfaatan hasil-hasil yang dicapainya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Menghormati orang yang lebih tua 3. yaitu bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dijadikan metode berpikir. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta aplikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik.Untuk itu. dan sebagai produk. komparasi dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Menghormati anggota keluarga 2. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing 7.Nilai-nilai Pancasila telah diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. Berdasarkan informasi yang saya ketahui Pancasila itu seharusnya: Pancasila sebagai dasar Negara tidaklah salah karena di dalam pancasila tidak terkandung unsure negatif didalamnya hanya saja pancasila dalam pengamalannya kurang di resapi dan di hayati dalam kasus pengamalan pancasila.Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan Dengan memasukai kawasan filsafat ilmu (philosophy of science) ilmu pengetahuan yang diletakkan diatas pancasila sebagai paradigmanya perlu difahami dasar dan arah penerapannya.Ontologis. upaya mengembalikan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara perlu terus dilakukan karena jika tidak. refleksi. imajinasi. mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan kemampuan untuk mengerahkan potensi masyarakat guna mencapai cita-cita bersama. eksperimentasi. Sebagai produk. Epistimologi. observasi. Lebih dari itu. karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila kita jadikan asumsi-asumsi dasar bagi pemahaman di bidang otologis. krisis karakter. Sebagai masyarakat menunjukan adanya suatu academic community yang akan dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concerm untuk terus menerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. epistemologis. sehingga bangsa kita kehilangan kekuatan untuk itu nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bermasyarakat dinilai sudah menjadi kabur.Sikap positif dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila: 1. dalam arti dijadikan dasar dan arah didalam pengembangan ilmu pengetahuan . adanya hasil yang diperoleh melalui proses. dalam dimensinya sebagai masyarakat. dan aksiologis. Pancasila itu cenderung untuk dilupakan. dengan penggunaan Pancasila sebagai paradigma. Aksilogi yaitu bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut diatas. spekulasi. Membiasakan hidup hemat 4.

bahwa selama masih ada bangsa Indonesia. Pancasila mutlak diperlukan oleh seluruh generasi bangsa indonesia.oleh sebab itu dari pendidikan pancasila ini kita lebih dekat dan mengenal apa itu PANCASILA dan apa makna yang terkandung di dalamnya. selama itu pula Pancasila sebagai pemersatu Bangsa masih tetap kita perlukan. Jika sikap itu hilang dari bumi pertiwi ini tentu saja para pahlawan bangsa yang telah bersusah payah mempertahankan bangsa ini dari para komunis/penjajah tentu saja kita sebagai kaula muda telah menyia2kan pengorbanan mreka. selama itu pula masih kita perlukan alat pemersatu bangsa. selama masih ada bangsa Indonesia. baik selaku dasar Negara. tidak berarti Pancasila tidak diperlukan lagi.Dari 7 pengamalan diatas jelas Kita harus sadar bawa kita sebagi generasi muda bangsa Indonesia harus terus belajar bagaimana menanamkan sifat/sikap positif serta tengang rasa dalam berbangsa dan bermasyarakat. tetapi juga yang nanti akan ada. Ini sekaligus membuktikan kebenaran Pancasila. Sebagai pemersatu bangsa. Jadi Kesimpulannya.Ini berarti. maupun sebagai kepentingan lain. Itu berarti. Karena yang disebut bangsa Indonesia bukan hanya yang sekarang ini ada. Selama masih terjadi proses regenerasi. maka Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kita butuhkan. . Sekalipun bangsa Indonesia yang sekarang sudah bersatu. Sehingga Pancasila memiliki banyak peran dalam pemersatu bangsa.