P. 1
Asas konkordansi

Asas konkordansi

|Views: 8,187|Likes:
Published by Rusdiyanto Sitorus

More info:

Published by: Rusdiyanto Sitorus on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2014

pdf

text

original

1. Asas konkordansi? Pluralisme hukum perdata?

Asas konkordansi adalah asas keselarasan yakni maksudnya hukum yang ada di indonesia sebelumnya diselaraskan dengan hukum yang ada di belanda hukum perdata bersifat pluralistic yang artinya masih beraneka ragam, belum ada kesatuan hukum. Situasi ini adalah akibat adanya pedoman politil pemerintahan Hindia Belanda terhadap hukum di Indonesia dan adanya penggolongan penduduk di Indonesia. Pluralisme sudah berlaku sejak belanda menjajah INA. Namun sekarang keadaan pluralisme sudah berkurang karena bagian hk perdata dalam KUHP itu sudah berlaku secara UNIFIKASi 2. Kekuasaan kehakiman, kedudukan dan wewenang MA menurut UUD45 amandemen ke 4 Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh ma dan lain lain badan kehakiman menurut uu. Pasal 24a UUD 1945, MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangan di bawah UU terhadap UU, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan UU. 3. Kedudukan DPD lemah dibandingkan DPR kenapa? 4. Pokok pokok agraria, hak kebendaan atas tanah? 5. Pasal 1320 KUHPerdata 1. Menurut pasal 1320 KUHPer, syarat sahnya perjanjian a. Sepakat untuk mengikatkan diri, sepakat maksudnya adalah bahwa para pihak yang mengadakan perjanjian itu harus bersepakat, setuju untuk seia sekata mengenai segala sesuatu yang diperjanjikan. Kata sepakat ini harus diberikan secara bebas, artinya tidak ada pengaruh dipihak ketiga dan tidak ada gangguan. b. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian. Ini berarti mempunyai wewenang untuk membuat perjanjian atau mengadakan hubungan hukum. Pada asasnya setiap orang yang sudah dewasa dan sehat pikirannya adalah cakap menurut hukum c. Suatu hal tertentu merupakan pokok perjanjian. Syarat ini diperlukan untuk dapat menentukan kewajiban debitur jika terjadi perselisihan. Pasal 1338 KUHPer menyatakan bahwa suatu perjanjian harus mempunyai sebagai suatu pokok yang paling sedikit ditetapkan jenisnya d. Sebab yang halal. Sebab adalah tujuan antara dua belah pihak yang mempunyai maksud untuk mencapainya. Menurut Pasal 1337 KUHPer, sebab yang tidak halal ialah jika dilarang oleh UU, bertentangan dengan tat susila atau ketertiban. Menurut pasal 1335 KUHPer perjanjian tanpa sebab yang palsu atau dilarang tidak mempunayi kekuatan atau batal demi hukum 6. 7. 8. 9. 10. Pasal 1 ayat 1 KUHP Delik formal dan materil Hub KUHD dan KUHPer? Dasar hukum Alat dan bukti huk acara perdata dan pidana Hipothek? Macam prestasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->