P. 1
MAKALAH KDM

MAKALAH KDM

|Views: 137|Likes:
Published by Rozz Btra

More info:

Published by: Rozz Btra on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Perilaku seks sebelum nikah pada umumnya lebih ditolerir bila dilakukan oleh pria dibandingkan wanita. Hal ini bisa mengakibatkan pria menjadi lebih permisif terhadap hubungan seks sebelum nikah dibanding wanita. Berdasarkan asumsi tersebut, dan didukung oleh beberapa hasil penelitian, penelitian ini menganalisis perbedaan sikap permisif antara pria dan wanita. Berda sarkan hasil pengumpulan data pada remaja di Bali yang berjumlah 327 diperoleh fakta bahwa pria secara signifikan lebih permisif dibanding wanita. Hasil lain menunjukkan bahwa ada standar ganda yang menyatakan bahwa pria lebih ditolerir bila melakukan hubungan seks sebelum nikah dibanding wanita. Standar ganda ini terutama ditemukan pada remaja pria. Hasil pengumpulan data juga menunjukkan bahwa masih sedikit (sekitar 5 persen) remaja yang melakukan hubungan seks sebelum nikah. Rendahnya persentase yang berhubungan seks ini sesuai dengan sikap mereka yang cenderung kurang permisif terhadap hubungan seks sebelum nikah. Hubungan seks sebelum pernikahan makin hari makin menjadi sorotan. Salah satu sebabnya adalah makin banyaknya kasus-kasus hubungan seks sebelum nikah di masyarakat. Sebab yang lebih mendasar lagi adalah masih belum bisa diterimanya perilaku seks sebelum nikah oleh sebagian besar anggota masyarakat. Norma yang berlaku hanya bisa mene rima perilaku seksual dalam wadah perkawinan. Hubungan seks pranikah tidak hanya belum diterima oleh masyarakat tetapi juga menimbulkan masalah lain. Kehamilan di luar nikah adalah salah satu masalah yang muncul akibat hubungan seks sebelum nikah. Kehamilan ini tidak saja menimbulkan masalah sosial, tetapi juga masalah kesehatan bagi yang bersangk utan, terutama bila yang mengalaminya adalah remaja yang masih muda usia. Kehamilan pada usia muda ditinjau dari segi kesehatan mengandung risiko tinggi, baik ketika masa kehamilan maupun saat melahirkan. Risiko tinggi yang dimaksud bukan hanya risiko sakit pada yang mengandung dan dikandung, tetapi juga risiko kematian. Secara psikologis, perilaku seks sebelum nikah juga membawa pelakunya mengalami perubahan- perubahan. Studi Billy dkk. (1988), misalnya, menunjukkan bahwa para pelaku hubungan seks sebelum menikah mengalami semacam penurunan aspirasi. Lebih lanjut lagi aspirasi ini menyebabkan menurunnya motivasi untuk belajar. Oleh karenanya tidak mengherankan bahwa banyak diantara mereka kemudian mengalami penurunan dalam prestasi akademik. Tentu saja masih ada beberapa efek psikologis1ain lagi. Beberapa penelitian yang dilakukan di Amerika (Bankcroft dan Reinisch, 1990; Hofferth dkk., 1987), Brasil (Morris dkk., 1988), Jamaika (Warren, dkk., 1988), dan negara-negara lainnya (lihat Faturochman, 1992) menunjukkan bahwa sikap dan perilaku seks sebelum menikah lebih menonjol pada kelo mpok pria dibanding wanita. Fenomena seperti itu antara lain disebabkan masih berlakunya standar ganda dalam hal hubungan seks sebelum nikah yaitu tuntutan yang berbeda pada laki- laki dan perempuan dalam hal seks (Reis, 1967; Siedlecky, 1979). Wanita dituntut berperilaku lebih hati- hati, sedangkan pria lebih bebas melakukan hubungan seksnya. 1

dan komunitas (Thornton dan Camburn. 1.Untuk mengarahkan remaja agar tidak terjerumus ke dunia seks .Apakah yang di maksud dengan perilaku seksual? . Clayton dan Bokemeier (1980) menyimpulkan bahwa perilaku seks sebelum nikah erat sekali kaitannya dengan sikap permisif terhadap perilaku seks sebelum nikah tersebut.Sebutkan faktor-faktor dari seks bebas? . 1991). 1987. Menurut Ajzen (1988).Agar remaja mengetahui tentang bahaya nya melakukan seks . Dari kajian berbagai literatur baik yang berupa hasil.Apa pengertian dari seks bebas? . kawan. Sikap sebagai predisposisi perilaku memang tidak selamanya akan manifes. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah tempat tinggal (Reschovsky dan Gerner. 1987).2 Rumusan Masalah . Udry dan Billy. Faktor-faktor lainnya dapat diidentif ikasi dari dalam individu. Karena sikap permisif terhadap hubungan seks sebelum nikah dan perilaku seks sebelum nikah spesifik dan relevan satu dengan yang lain.hasil penelitian maupun textbook.Jelaskan dampak dari perilaku seks bebas? 1.3 TUJUAN .Menjadikan remaja berprilaku yang lebih baik lagi .Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku seks sebelum menikah.Menjelaskan karakteristik dari seks bebas 2 .Jelaskan karakteristik seks bebas? .Menjelaskan dampak dari melakukan seksual . keluarga. Fishbein dan Ajzen (1975) serta Worchel dan Cooper (1983) sikap dan perilaku bisa konsisten apabila sikap dan perilaku yang dimaksud adalah spesifik dan ada relevansinya satu dengan yang lain.

Miller (1990) berpendapat bahwa terdapat empat tingkatan hubungan fisik dalam bercumbuan. (c). Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah menjadi suatu hal yang sangat melekat pada diri manusia. orang dalam khayalan. dimana keadaan ini merupakan respon dari bentuk perilaku seksual yang berupa ciuman. Seks untuk kesenangan yaitu hubungan seks dengan menghayati hubungan yang lama dan mampu mengalami kenikmatan tanpa merugikan salah satu pihak. baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis.BAB II PEMBAHASAN 2. 1997).1. Objek seksualnya bisa berupa orang lain. atau diri sendiri (Wirawan. Tipe hubungan seks yang dapat terjadi antara seorang pria dengan pria lain (homoseksual). (b). 2. Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. 1978). ada beberapa tipe hubungan seksual yang dapat terjadi antara dua orang yang bersahabat yaitu : (a). Pendidikan Seksual Pada Remaja Dalam memberikan pendidikan seks pada anak jangan Sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. yaitu seks yang dilakukan berlandaskan cinta dan didukung oleh ikatan cinta. karena dengan seks makhluk hidup dapat terus bertahan menjaga kelestarian keturunannya. dimana hal ini merupakan rencana alamiah untuk meningkatkan gairah seksual bagi persiapan hubungan seksual yaitu : berpegangan tangan. bentuk tingkah laku ini bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku kencan. 3 . Tipe hubungan seks yang dapat terjadi antara seorang wanita dengan wanita lain (lesbian). yaitu untuk memperoleh keturunan. berciuman. Menurut Johan (1993). (b). pelukan. Hubungan seksual adalah suatu keadaan fisiologik yang menimbulkan kepuasan fisik. (c). Seksualitas tidak bisa dihindari oleh makhluk hidup. PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat. Seks untuk pernyataan cinta. 1981) seks mempunyai fungsi : (a). bercumbu dan bersenggama. oleh kerena itu sebagian orang beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang suci. Seks untuk tujuan reproduksi. dan percumbuan (Jersild. saling memeluk (tangan di luar baju). Tipe hubungan seks seorang pria dengan seorang wanita. sesuatu yang tabu dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. saling membelai atau meraba (dengan tangan di dalam baju yang lain).2. Menurut Reuben (Wirawan.

mulai mengalami haid. Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap seksualitas merupakan suatu hal yang alamiah. Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991). agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumbersumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. 4 .Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. yang berlangsung saat ini. terutama yang berkaitan dengan masalah seksual. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan. 2. Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar. dan lain-lain. payudara mulai tumbuh. seorang ahli psikologi perkembangan. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. suara membesar dan lain. Seiring perkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian penerangan dan pengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja ditingkatkan. Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan. such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002).3. nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah. Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang sering terjadi pada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru mengenai seksualitas. kulit menjadi kasar. pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan. dll. membahas dengan teman-teman. Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction. media massa atau internet. buku-buku tentang seks. Karakteristik Seksual Remaja Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. otot bertambah besar dan kuat. Menurut Hurlock. seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut. aborsi. Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent psychology. yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. yang nantinya akan diketahui dengan sendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu untuk dibicarakan secara terbuka. penyakit kelamin. Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa. tumbuh rambut kemaluan. maka remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Memasuki Milenium baru ini sudah selayaknya bila orang tua dan kaum pendidik bersikap lebih tanggap dalam menjaga dan mendidik anak dan remaja agar ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial. 1980). misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi.lain. Remaja yang hamil di luar nikah.

Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan. Disamping itu tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi. pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual. industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undangundang. hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil diluar nikah. infeksi pasca aborsi. orang dalam khayalan atau diri sendiri. baik sejenis maupun lawan jenis. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion). 2. depresi. terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi orang yang bersangkutan atau lingkungan sosial. Sebagian tingkah laku ini memang tidak memiliki dampak. Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan. baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja. Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman.4. Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan. Tetapi sebagian perilaku seksual (yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius. Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan. bercumbu dan senggama. oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut. Obyek seksual dapat berupa orang. sepsis sampai kematian. dan agresi.       5 . muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya.Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna. mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan. resiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam. Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain adalah ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah. marah. Selain itu resiko yang lain adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas. Perilaku Seksual Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Masalah ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks. misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah. Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :  Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi. seperti rasa bersalah. sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.

 Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri.6. apa yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. Untuk remaja yang tidak dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut. menjadikan mereka tidak terbuka pada anak. apa yang dilarang. serta penghinaan terhadap masyarakat. Orangtua sendiri. secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah. baik secara hukum oleh karena adanya undang-undang tentang perkawinan. internet. perasaan takut hamil. baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak. hubungan seksual. menurut Sarlito W. dan aspek-aspek kesehatan. Sarwono (Psikologi Remaja. persiapan mental dan lain-lain) Norma-norma agama yang berlaku. sebagai akibat berkembangnya peran dan pendidikan wanita. yang meliputi proses terjadinya pembuahan. Masalah pendidikan seksual yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan melalui media masa yang dengan teknologi yang canggih (cth: VCD. tingkah laku seksual.5. maupun karena norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan (pendidikan. kehamilan sampai kelahiran. Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaan usia perkawinan.      2. pekerjaan. bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah ini. dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. sehingga kedudukan wanita semakin sejajar dengan pria. Pendidikan Seksual Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Seksual pada Remaja Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja. kejiwaan dan kemasyarakatan. Adanya kecenderungan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat. majalah. perasaan dihantui dosa. 6 .1994) adalah sebagai berikut :  Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja. Photo. akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa. karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya. buku stensilan. 2. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba.

pendidikan tentang hubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam masyarakat. Juga dikatakan bahwa tujuan dari pendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja. Dengan demikian pendidikan seksual ini bermaksud untuk menerangkan segala hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar. Selain itu pendidikan seksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual. remaja dan keluarga. Untuk mengurangi prostitusi. Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual. tetapi ingin menyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum.7. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsurunsur hak asasi manusia. 2. Selain itu tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan yang heterogen di Indonesia menyebabkan ada orang tua yang mau dan mampu memberikan penerangan tentang seks tetapi lebih banyak yang tidak mampu dan tidak memahami permasalahan tersebut. Dalam hal ini pendidikan seksual idealnya diberikan pertama kali oleh orangtua di rumah. 1991). disesuaikan dengan kebutuhan dan umur anak serta daya tangkap anak ( dalam Psikologi praktis. Menurut Kartono Mohamad pendidikan seksual yang baik mempunyai tujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks Bagi Remaja. tuntutan dan tanggungjawab) Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga. Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagai berikut :        Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik. 7 . ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan. Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran. sesuai dengan norma agama. Seksualitet dalam mengenal dunia remaja. agama dan adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang. sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo. anak. 1991). berkesinambungan dan bertahap. Tetapi sayangnya di Indonesia tidak semua orangtua mau terbuka terhadap anak di dalam membicarakan permasalahan seksual. Tujuan Pendidikan Seksual Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. mengingat yang paling tahu keadaan anak adalah orangtuanya sendiri. Gunarsa. Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yang baik harus dilengkapi dengan pendidikan etika. mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja. Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya. Menurut Singgih. 1987). Dalam hal ini maka sebenarnya peran dunia pendidikan sangatlah besar. penyampaian materi pendidikan seksual ini seharusnya diberikan sejak dini ketika anak sudah mulai bertanya tentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga. D.Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual.

sejauh diperhatikan bahwa uraiannya tetap rasional. seperti yang diuraikan oleh Singgih D. kekakuan. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. Akhir kata saya berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi remaja. Sebaiknya pendidikan seks diberikan dengan terencana. Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi. karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak. maupun mentalnya mulai timbul dan berkembang kearah kedewasaan. jangan terlihat ragu-ragu atau malu. Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual. anggota masyarakat. Pada akhirnya perlu diperhatikan bahwa usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak. Gunarsa (1995) berikut ini. sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya. Pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual. Kemudian usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana. mungkin patut anda perhatikan:      Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana. sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak. yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia. juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat (reinforcement) apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin. Sebaiknya pada saat anak menjelang remaja dimana proses kematangan baik fisik. Beberapa Kiat Para ahli berpendapat bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri. Saya yakin pasti masih ada cara-cara lain yang dapat anda gunakan dalam mendidik anak remaja anda. kebingungan danditunggu sampai anak bertanya mengenai seks. karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut. terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi. Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran. Isi uraian yang disampaikan harus obyektif. Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya. misalnya sebagai istri atau suami. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak. Dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab. orang tua dan pendidik dalam 8 . boleh mempergunakan contoh atau simbol seperti misalnya : proses pembuahan pada tumbuh-tumbuhan. orang tua. Tetapi lebih sebagai bawaan manusia. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya. namun jangan menerangkan yang tidak-tidak. dan supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.

1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian.8. dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri. Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. orgy. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. sepsis sampai kematian. Di Amerika. setiap hari terjadi 1. Di Perancis. 75 % gadis mengandung di luar nikah.5 juta hubungan seks dengan pelacuran. penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. 9 . Setiap tahun ada sekitar 2. merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion). Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas. pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan. Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. perasaan takut hamil. Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan.membentuk remaja menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas kehidupan yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan yang lebih berat di masa yang akan datang. 1 dari 2 anak hasil perzinahan.3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah. bistiability. infeksi pasca aborsi. 2. 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi. perasaan dihantui dosa. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. serta penghinaan terhadap masyarakat. homoseksual/ lesbian. Di negara liberal. incest.

kesenangan dan kesengsaraan. terutama para remaja agar mereka tidak terjerumus kedalam hal yang tidak baik. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas. dengan cara melalui pendekatan kepada mereka dan memperhatikan pergaulan mereka. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan di kalangan remaja sehingga masa ini disebut oleh orang barat sebagai periode strum und drang. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikisnya dan fisiknya. dimana berkecambuk harapan dan tantangan. dan b) negative dalam sosial. Pada umumnya banyak sekali remaja yang prusrasi. karena ia tak mampu menghadapi atau memecahkan masalah yang ia hadapi. Remaja dan permasalahanya sangat berpengaruh pesat terhadap hubugan social masyarakat. Seperti para orang tua harus memberikan pengarahan tentang bahaya nya melakukan seks bebas. baik prestasi jasmani maupun prestasi mental. yaitu a) negative dalam prestasi. pesimisitik. cemas dan bimbang. Sebabnya mereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat. Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. stres. semuanya harus dilalui dengan perjuangan yang berat. Sehingga ketika ia mendapat musibah atau kegagalan ia menjadi linglung. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang. KRITIK DAN SARAN Para orang tua sebaiknya memperhatikan anak-anak nya dari sejak dini. tidak mampu mengenal siapa dirinnya sendiri. kurang suka bekerja.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Semakin umur bertambah maka semakin kompleks masalah yang di hadapi. dimana masa remaja merupakan masa dimana timbulnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fakir menjadi matang. dan sebagainya. Namun masa remaja penuh dengan berbagai perasaan yang tidak menentu. besar atau kecil masalah yang kita hadapi. menuju hari depan dan dewasa yang matang. 10 . putus asa. baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif). Bahkan ada yang terjerusuh ke lorong hitam yang menyesatkan.

Executive Summary and Recommendation Program. F. Kollman (ed). Meiwita B. Status Kesehatan Remaja Propinsi Jawa Barat dan Bali: Laporan Penelitian 1995/1996. Rosdiana. LDFEUI dan NFPCB. D. diselenggarakan oleh PKBI. LDFEUI dan NFPCB. Surabaya. Jakarta. Juli 1999a. Kristanti. "Hasil Uji Coba Modul Reproduksi Sehata Anak & Remaja untuk Orang Tua. Juli 1999b. dan HAPP/Family Health International. Dalam N. Saifuddin. Haryanto B. Moran Mills. Baseline Survey of Young Adult Reproductive Welfare in Indonesia 1998/1999. Jakarta: Depkes-Binkesmas-Binkesga." Makalah pada Lokakarya Penyusunan Rencana Pengembangan Media. Jakarta: LDFEUI dan NFPCB. D. 1997. Jakarta: LDFEUI dan NFPCB. dkk. Dharmaputra. 1998. Kesehatan Reproduksi Remaja. A. Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. R. the Ministry of Health RI. 1996. 1998:9-20. 20-21 Mei 1997. Perilaku Seksual Remaja di Kota dan di Desa: Kasus Kalimantan Selatan. and Manado. Baseline Survey of Young Adult Reproductive Welfare in Indonesia 1998/1999 Book I. M dan Depkes. Jakarta: Center for Health Research University of Indonesia. Utomo.DAFTAR PUSTAKA Iskandar. Depok: Laboratorium Antropologi. Baseline STD/HIV/Risk Behavioral Surveillance 1996: Result from the Cities of North Jakarta. 11 . Ch. Pokok-Pokok Pikiran Pendidikan Seks untuk Remaja. Hartono. B. Makalew.. FISIP-UI.. dan J.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->