P. 1
Perbedaan Usia Awal Menopause antara Perokok Pasif dan Non Perokok Pasif

Perbedaan Usia Awal Menopause antara Perokok Pasif dan Non Perokok Pasif

|Views: 535|Likes:
Published by Gabriel Arnie

More info:

Published by: Gabriel Arnie on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Tinjauan Pustaka
  • B. Kerangka Pemikiran
  • E. Ukuran Sampel
  • F. Rancangan Penelitian
  • G. Identifikasi Variabel Penelitian
  • H. Definisi Operasional Variabel
  • I. Data Pribadi Responden
  • II. Kuesioner Perokok Pasif
  • III. Kuesioner Status Reproduksi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Rokok diidentifikasi sebagai penyebab berbagai penyakit seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), penyakit kardiovaskular, dan kanker paru (Syahdrajat, 2007). Jumlah perokok di dunia saat ini telah melebihi 1 milyar penduduk, dan lebih dari 80 % berasal dari negara berkembang. Sekitar 5,4 juta orang meninggal setiap tahunnya, atau rata-rata satu orang meninggal tiap detiknya karena konsumsi rokok. Secara nasional, konsumsi rokok di Indonesia pada tahun 2002 berjumlah 182 milyar batang yang merupakan urutan ke-5 dari 10 negara di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi pemakaian tembakau di Indonesia pada tahun 2005 ialah sebesar 4,5% pada wanita dan 65,9 % pada pria (WHO, 2004). Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia di mana 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik. Asap rokok terbagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap sampingan (side stream smoke). Asap utama merupakan asap yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap sampingan merupakan asap yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif (Syahdrajat, 2007). Perokok pasif, atau disebut juga sebagai involuntary smoker atau second hand smoker, merupakan orang-orang bukan perokok yang menghirup 1

2

asap rokok dan emisi dari pembakaran tembakau oleh karena berada di sekitar perokok. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2001, prevalensi perokok pasif domestik adalah sebesar 48,9 % dari jumlah penduduk, atau 97.560.002 penduduk, di mana prevalensi perokok pasif perempuan (66,0 %) dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (31,8 %) (Pradono, 2002). Toksin yang berasal dari side stream smoke memiliki konsentrasi lebih tinggi dibandingkan main stream smoke, hal ini antara lain karena tembakau yang terbakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang tidak dihisap membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia. Dengan demikian, pengisap asap sampingan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok (Syahdrajat, 2007; Jaya, 2009). Efek rokok bagi kesehatan reproduksi wanita salah satunya adalah mempercepat menopause 2 atau 3 tahun lebih awal. Wanita yang merokok juga mendapat lebih banyak siklus menstruasi tanpa pengeluaran ovum dibandingkan dengan wanita tanpa rokok. Dilaporkan 59 % wanita perokok
berisiko lebih tinggi untuk mengalami menopause dini (Sukma, 2007). Perbandingannya, wanita perokok sembilan kali lebih cepat mendapati masa menopausenya dibanding wanita yang tidak merokok (Takasihaeng, 2000).

Menopause adalah masa berhentinya haid yang permanen akibat dari hilangnya aktivitas folikuler ovarium. Menopause terjadi sesudah 12 bulan berturut-turut tidak mendapat haid dan tidak ada penyebab patologi atau

3

fisiologi lain yang nyata (Bélisle, 2006). Menurut Elisabet (2005), rokok dapat
mempengaruhi produksi hormon estrogen. Nikotin yang terdapat dalam rokok menghambat produksi hormon estrogen sehingga siklus hormonal pada wanita tersebut tidak berjalan efektif. Hilangnya estrogen seringkali menyebabkan

terjadinya perubahan fisiologis yang bermakna pada fungsi tubuh, termasuk hot flushes dengan kemerahan kulit yang ekstrem, sensasi psikis dispnea, gelisah, letih, ansietas, keadaan psikotik yang bermacam-macam, serta penurunan kekuatan dan kalsifikasi tulang di seluruh tubuh. Risiko penyakit jantung dengan cepat meningkat pada perempuan setelah memasuki periode menopause. Kira-kira pada 15% wanita, gejala-gejala tersebut cukup berat sehingga membutuhkan perawatan (Guyton et al., 2007; Suryoprajogo, 2009). Everson et al. dalam Mikkelsen (2007), membuktikan bahwa baik perokok aktif maupun pasif berhubungan dengan usia menopause. Menurut Fleming et al. (2008) second hand smoker merupakan salah satu faktor risiko menopause dini. Sedangkan menurut Cooper (2000), hanya perokok aktif yang berhubungan dengan usia menopause. Berdasarkan kontradiksi hasil penelitian tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif.

B. Rumusan Masalah Apakah terdapat perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif?

2. D. Aspek Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pengembangan ilmu kesehatan dan penelitian selanjutnya mengenai perokok pasif dengan usia awal menopause. Pada nantinya diharapkan pula upaya preventif mengenai terjadinya menopause dini yang akan membawa beberapa konsekuensi berupa perubahan fisik dan psikologis yang lebih awal pula. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain: 1. .4 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif. Aspek Aplikatif Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi wanita agar meningkatkan kesadarannya terhadap risiko menjadi perokok pasif.

5 . Tinjauan Pustaka 1. kretek. Produk tembakau khususnya rokok dapat berbentuk sigaret. produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar rokok. atau disedot. tembakau yang disedot. Menurut WHO. dan tembakau tanpa asap (Syahdrajat. Rokok Tembakau atau rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok. dikunyah. cerutu.BAB II LANDASAN TEORI A. Rokok dikonsumsi dengan cara dihisap. 2004). lintingan. 2010). 2007). Konsumsi rokok di Indonesia mencapai 240 miliar batang pertahun atau setara dengan 658 juta batang rokok perharinya. pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang (Depkes. Jika hal ini berlanjut terus. Indonesia sebagai negara terbesar ketiga sebagai pengguna rokok di bawah Cina dan India. menggunakan pipa. Kematian akibat konsumsi rokok tercatat lebih dari 400 ribu orang pertahun di Asia Tenggara (WHO. Data epidemi tembakau di dunia menunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya.

hal ini antara lain karena tembakau yang terbakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang tidak dihisap membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia (Aru et al. 2006. Menurut Jaya (2009). serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. 2009). Selain sebagai karsinogen dan kokarsinogen. asap rokok mengandung beberapa zat yang berbahaya. Asap dari ujung filter yang dihisap ke dalam mulut dan paru perokok disebut asap utama (main stream smoke). banyak zat kimia yang terbentuk pada akhir pembakaran. Asap ruangan 85 % berasal dari side stream smoke. . yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif disebut asap sampingan (side stream smoke). Syahdrajat.1. Toksin yang berasal dari side stream smoke memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada main stream smoke. 2007). kanker laring. tekanan darah tinggi. Pasien perokok juga berisiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedahan (Jaya. kanker paru-paru. bronkitis. kanker rongga mulut.. Sedangkan asap yang tanpa dihisap perokok namun disebarkan ke udara bebas. Saat sebatang rokok dihisap.6 Rokok meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Kandungan asap rokok selengkapnya akan disajikan dalam tabel 2. impotensi. 40 % kandungan rokok merupakan bahan beracun yang berefek candu.

Efek .1 Unsur Asap Rokok Senyawa Fase Partikel Tar Hidrokarbon aromatik polinuklear Nikotin Karsinogen Karsinogen Stimulator. kokarsinogen Fenol Kresol β-Naftilamin N-Nitrosonor nikotin Benzo(a)piren Logam (nikel.7 Tabel 2. arsen. 2006) Sitotoksin dan iritan Sitotoksin dan iritan Sitotoksin dan iritan Sitotoksin dan iritan Sitotoksin dan iritan Sitotoksin dan iritan Karsinogen Karsinogen Karsinogen Kokarsinogen dan iritan Kokarsinogen dan iritan Karsinogen Karsinogen Karsinogen Karsinogen Akselator tumor Akselator tumor Kokarsinogen depressor ganglion. polonium210) Indol Karbazol Katekol Fase Gas Karbon monoksida Pengurangan transpor dan pemakaian O2 Asam hidrosianat Asetaldehid Akrolein Amonia Formaldehid Oksida dari nitrogen Nitrosamin Hidrazin Vinil Klorida (Sumber: Purnamasari.

nitrosiamin. nikotin. Sedang komponen padat atau partikel terdiri dari tar. gangguan kromosom.8 Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik. karbazol. kresol. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida. akrolein. β-naftilamin. indol. hidrazin. 2007). Dari satu batang rokok yang dibakar dihasilkan sekitar 500 mg gas (92 %) dan 8 % bahan partikel padat. amonia. Penelitian yang dilakukan oleh Tjandra (2006) pada binatang percobaan menemukan bahwa asap rokok menyebabkan perubahan genetik. dan karbon monoksida. formaldehid. asetaldehid. benzo(a)piren. eksitabilitas miokardium dan vasokonstriksi perifer. Nikotin juga meningkatkan konsentrasi serum . Menurut Jaya (2009). Sedangkan nikotin berpengaruh terhadap respon kardiovaskular. logam (nikel. nikotin. dan katekol (Purnamasari. Syahdrajat. arsen. aliran arteri koronaria. asam hidrosianat. N-nitrosonor nikotin. antara lain adanya peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. fenol. oksida dari nitrogen. polonium-210). serta mengganggu sistem enzimatik. Tar kini dikaitkan dengan kerusakan kromosom pada manusia. dan vinil klorida. hidrokarbon aromatik polinuklear. racun utama pada rokok adalah tar. serta mengandung bahan karsinogen. kekuatan kontraksi miokardium. menghambat perbaikan DNA yang rusak. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. frekuensi denyut jantung. 2006.

kortisol. Dengan demikian. Nikotin dosis rendah cukup untuk mempengaruhi pelepasan neurotransmiter dan sifat elektrofisiologi neuron (Picciotto et al. nikotin sebenarnya menekan kemampuan otak untuk mengalami kenikmatan. Absorpsi nikotin dari inhalasi asap rokok berlangsung cepat.9 glukosa. hanya ditemukan di alam pada tembakau. para perokok membutuhkan jumlah zat yang lebih banyak untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama (Djuartina. hormon antidiuretik. Sebuah bolus nikotin mencapai otak dalam waktu 10-16 detik. 2007). serta meningkatkan trombosit. Tiga hingga empat batang rokok sudah merupakan dosis fatal bila diminum sekaligus (WHO. 2007).. Karbon monoksida (CO) dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah sebesar 15 %. Dosis fatal nikotin pada manusia dewasa diperkirakan sekitar 60 mg. Satu batang rokok putih mengandung 15-20 mg nikotin. 2000). 2006). Tekanan darah yang meningkat ini akan berpengaruh pada sistem pertukaran . asam lemak bebas. Nikotin merupakan alkaloid beracun. Meskipun persentase CO dalam darah rendah. Namun penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang. tetapi dapat menaikkan tekanan darah secara bermakna. 2004. et al. Dopamin adalah suatu zat kimia di dalam otak yang berperan sebagai neurotransmiter serta neuromodulator penting yang mendasari efek ketergantungan nikotin. Nikotin mengaktivasi reseptor asetilkolin nikotinik yang memicu pelepasan dopamin (Syahdrajat. Setyawati..

. sehingga mempermudah penggumpalan darah (Syahdrajat. COHb pada individu yang bukan perokok mendekati 1 % sedangkan pada perokok rata-rata 5 %. Merokok meningkatkan jumlah sirkulasi fagosit. 2007). kemudian reaksi kimia akan berlanjut membentuk hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal bebas hidroksil (OHˉ). CO menurunkan kapasitas latihan fisik. CO menimbulkan desaturasi hemoglobin. Fagosit yang muncul dapat menstimulasi timbulnya Reactive Oxygen Species (ROS). kanker. abnormalitas . ROS juga terbentuk karena pada fase gas terkandung bahan campuran yang dapat mengubah oksigen menjadi radikal bebas superoksida (O2ˉ). sehingga pada perokok terjadi peningkatan kadar karboksihemoglobin (COHb). Menurut Guidotti Tee dalam Purnamasari (2006). Peningkatan COHb ringan menahun akibat merokok merupakan sebab lazim polisitemia ringan dan penurunan fungsi susunan saraf pusat yang tersamar. mengganggu pelepasan oksigen. Berbagai kelainan tersebut telah dibuktikan seperti aterosklerosis. dan mempercepat aterosklerosis. Peningkatan radikal bebas yang mengandung komponen kimia toksik pada akhirnya menyebabkan berbagai penyakit. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin. meningkatkan viskositas darah. asap rokok mengandung 2-6 % CO yang akan terikat pada hemoglobin. 2001). Ketiga unsur ini termasuk dalam ROS (Boby et al.10 hemoglobin. menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk otot jantung.

2. 2009). 2006). Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruangan setelah rokok berhenti. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal . benzopiren tiga kali lipat. dan metabolisme. Walaupun masih sedikit bukti bahwa stres oksidatif merupakan penyebab utama penyakit akibat asap rokok dan terjadinya peningkatan kebutuhan nutrisi antioksidan.11 pemberian isyarat sel (cellular signaling). Dengan demikian pengisap asap sampingan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok (Jaya. proliferasi sel yang abnormal. 2009). Perokok Pasif Menurut Syahdrajat (2007). Perokok pasif dikategorikan sebagai bukan perokok yang menghisap asap rokok para perokok aktif paling tidak 15 menit dalam satu hari selama satu minggu (Wang et al. Karbon monoksida lima kali lipat.. Asap sampingan memiliki konsentrasi lebih tinggi karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup. dan amoniak lima puluh kali lipat lebih banyak ditemukan pada perokok pasif. zat toksin rokok lebih banyak didapatkan pada asap samping (side stream smoke) yang akan dihirup oleh perokok pasif. tetapi pada perokok biasanya mempunyai tingkat sirkulasi nutrisi antioksidan yang rendah (Purnamasari.

ETS dikenali sebagai penyebab langsung penyakit paru pada dewasa dan anak-anak. Bahkan paparan singkat yang diterima oleh perokok pasif dapat menyebabkan efek buruk akut terhadap sistem kardiovaskular sehingga meningkatkan risiko serangan jantung. Paparan yang lama terhadap lingkungan asap rokok akan meningkatkan risiko kematian 20 sampai 30 persen pada perokok pasif. Bayi dan anak-anak yang secara terusmenerus terpapar ETS banyak menderita bronkitis dan pneumonia. dan penyakit jantung iskemik. 2006). ETS juga menyebabkan eksaserbasi asma dan angina yang lebih parah. yakni yang disebut sebagai asap utama. terhambat pertumbuhan organ parunya. ETS menyebabkan sekitar 3000 kematian per tahun akibat kanker paru (Syahdrajat. 2007). Laporan dokter bedah umum di Amerika Serikat yang dikutip WHO (2007) lebih lanjut menyatakan bahwa: a. 2001). asap rokok sampingan mengandung karsinogen dan zat toksik dalam persentase yang lebih tinggi. Perokok pasif memiliki risiko untuk berkembangnya kanker. Dibandingkan dengan asap rokok yang dihirup oleh perokok. penyakit paru. . Paparan asap rokok yang diterima perokok pasif disebut juga sebagai Environmental Tobacco Smoke (ETS). b. dan kehilangan fungsi paru (Lam. sementara 75 persen lainnya dihisap oleh perokok pasif dalam bentuk asap sampingan (Pradono.12 dari ujung yang terbakar.

penghentian. Men berarti menstruasi.13 c. Menopause bisa didefinisikan sebagai menstruasi paling akhir sampai tidak mendapat menstruasi selama 12 bulan. atau datang bulan. Jadi. haid. Menopause a. sedangkan pausis berarti berhenti. Definisi Menopause berasal dari bahasa Yunani. namun terpapar oleh asap rokok sampingan di rumah atau tempat bekerja. 2007). 3. menopause diartikan sebagai periode ketika siklus terhenti dan hormon-hormon kelamin wanita menghilang dengan cepat sampai hampir tidak ada. memiliki risiko lebih tinggi 25% sampai 30% terhadap penyakit jantung dan penyakit paru-paru. Menurut Guyton et al. atau stop. Prawirohardjo. . (2007). Individu bukan perokok. tentunya semua fungsi organ tubuh juga mulai menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang sangat signifikan (Gultom. perjalanan normal seorang wanita. yaitu dari kata men dan pausis. 2003). 2003). Diagnosis menopause dibuat setelah terdapat amenorea sekurang-kurangnya satu tahun (Wirakusumah. 2003. Menopause merupakan suatu proses alamiah. menopause dapat diartikan sebagai berhentinya haid (Gultom. di mana sesuai dengan pertambahan umur.

. Selanjutnya produksi estrogen dari ovarium berkurang sewaktu folikel primordial mencapai nol (Guyton et al. 2007). et al. yang dapat menjadi tanda bahwa menopause alami akan terjadi (Lamcke. misalnya pengangkatan kedua ovarium karena abnormalitas dalam struktur . Sepanjang kehidupan seksual seorang wanita. Aksi peristiwa ini mengakibatkan peningkatan FSH menjadi menetap. Etiologi Menopause Menurut etiologinya ada dua macam menopause yaitu: 1) Menopause fisiologi Penyebab menopause fisiologi adalah burning out ovarium. hanya tinggal beberapa folikel primordial yang akan dirangsang oleh Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Hilangnya negative feedback dari estrogen ovarium menyebabkan peningkatan sekresi FSH dan LH.14 b. Jumlah sel telur menurun dan ovarium menjadi lebih resisten terhadap aksi FSH sehingga terjadi penurunan jumlah estrogen. dan beratus-ratus dari ribuan ovum mengalami degenerasi. progesteron. dan androgen. kira-kira 400 folikel primordial tumbuh menjadi folikel matang dan berovulasi.. 2007). Pada usia sekitar 45 tahun. 2) Menopause artifisial atau buatan Menopause disebabkan artifisial ialah berhentinya haid yang bedah intervensi medis tertentu.

2001). 2002). . menyebutkan hasil studinya bahwa rata-rata seorang wanita memasuki masa menopause berbeda pada setiap ras. Wanita ras Asia mengalami menopause pada usia 44 tahun. Yatim (2001). 2009). sedangkan menopause dini didefinisikan sebagai menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Menurut Spencer (2007). sedangkan pada tahun 2000 pada umur yang mendekati 49 tahun (Supari. khususnya kanker) dapat menyebabkan berhentinya haid. Biasanya. Dewasa ini terdapat kecenderungan bahwa menopause terjadi pada umur yang lebih tua. radiasi dan kemoterapi (penggunaan agen kimiawi untuk merawat berbagai penyakit. menopause yang terjadi sebelum usia 45 tahun dianggap sebagai menopause yang cepat. terjadi sekitar usia 45-50 tahun (Leman. tetapi tidak sama pada setiap orang. Kondisi ini merupakan kejadian mendadak dan karena itu gejala yang timbul biasanya lebih merepotkan (Suryoprajogo. Pada tahun 1980-an menopause terjadi pada sekitar umur 46 tahun. 2005). sementara wanita Eropa sekitar usia 47 tahun.15 dan fungsinya sebelum usia menopause alami. Meskipun dalam satu ras. Demikian pula obat-obatan tertentu. Usia Menopause Usia menopause tiap orang bervariasi. Statistik menunjukkan bahwa wanita perokok cenderung mendapat menopause lebih awal dan wanita yang kelebihan berat badan cenderung mendapat menopause lebih lambat (Kasdu. c.

Diduga perubahan estrogen menyebabkan pembuluh darah melebar secara mendadak sehingga terjadi arus dan hilang secara cepat sehingga tubuh merasakan panas. 1) Dampak menopause jangka pendek a) Gejala vasomotorik Gejala dari defisiensi estrogen menyebabkan ketidakseimbangan sentral otonom dari sistem vasomotor. Manifestasi yang ditirnbulkan adalah muka memerah terasa panas (hot flushes). Gejala atau gangguan tersebut dapat berupa dampak menopause jangka pendek dan dampak menopause jangka panjang yang cukup membahayakan. . Selain itu. hot flushes dapat disebabkan oleh perubahan fungsi hipotalamus yang mengatur suhu tubuh (Wirakusumah. Gejala ini sering timbul pada malam hari menyebabkan yang bersangkutan sulit tidur (Kasdu. dan dada. Dampak Menopause Penurunan hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium dapat menimbulkan gejala-gejala atau gangguan-gangguan yang berbeda bagi setiap wanita. akan muncul rasa hangat atau sangat panas tiba-tiba yang menyebar pada berbagai bagian tubuh. terjadi berfluktuasinya kadar hormon. 2003). Terkadang disertai 2009). khususnya wajah. kepala.16 d. keringat Hot dan flushes rasa menggigil karena (Suryoprajogo. Ketika terjadi hot flushes ini.

2009). Terdapat hubungan yang kompleks antara faktor regulasi. sulit berkonsentrasi.. wanita menopause akan mengalami gangguan psikis yang tidak khas berupa mudah tersinggung atau marah. rasa takut atau cemas. seksual. . kurangnya gairah seksual. hilangnya memori atau mudah lupa. kurang percaya diri. dan mengalami kesulitan tidur atau insomnia. c) Gangguan muskuloskeletal Estrogen menunjukkan hambatan degradasi dari kolagen. 2003). Dapat berlangsung beberapa detik sampai beberapa menit. depresi.17 2002). akan tetapi sangat jarang mencapai 1 jam (Gultom. perhatian. dan tingkah laku (Gultom. perasaan tidak dihormati atau dicintai lagi. stimulasi. Penurunan kolagen dalam dermis merupakan faktor yang berperan dalam patogenesis atropi kulit (Sawitri et al. kelelahan. 2003). gangguan perilaku. dan enzim dalam mengatur keseimbangan kolagen. Gangguan psikis ini diduga terjadi karena perubahan homeostasis psikologik yang berhubungan dengan hormon neurohipofisa yang mengatur motivasi. suasana hati. agresi. reseptor. b) Gangguan psikis Menurut Gultom (2003).

serta mudah terjadinya inkontinensia urin (Kasdu. d) Gangguan urogenital Defisiensi estrogen akan menyebabkan vagina menjadi menyempit.18 Menurut Kasdu (2002). biasanya setelah 5-10 tahun. rambut terbelah-belah dan rontok. 2) Dampak menopause jangka panjang Dampak menopause jangka panjang akan tampak beberapa tahun setelah haid berhenti. Dinding vagina menjadi tipis dan kering yang menyebabkan rasa sakit selama melakukan hubungan seksual. Osteoporosis Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan . hilangnya kolagen menyebabkan kulit kering dan keriput. Defisiensi estrogen juga menyebabkan terjadinya gangguan penutupan uretra dan perubahan pada aliran urin menjadi abnormal sehingga mudah terjadi infeksi pada saluran kemih bagian bawah. gigi mudah goyang dan gigi berdarah. serta mata terasa kering dan gatal. dan kehilangan elastisitas. kuku tampak pucat dan rapuh. timbulnya rasa sakit dan ngilu pada persendian. sariawan. 1. 2003). Hal inilah yang menyebabkan perasaan tertekan dalam hubungan seksual (Wirakusumah. menyusut. 2002).

Penyakit kardiovaskular Risiko aterosklerosis koroner lebih besar pada laki-laki daripada perempuan.. 2006)..19 mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah (Setiyohadi et al. 2. Estrogen mempunyai efek menurunkan kolesterol dalam darah. 2003). Perempuan relatif kebal terhadap penyakit ini sampai usia setelah menopause. 2005). Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan . Dengan penurunan estrogen pada masa menopause. dan kemudian menjadi sama rentannya seperti pada laki-laki. serta menjaga kadar mineral tulang dan keutuhan kolagen tulang. Hormon estrogen berfungsi untuk menjaga kcseimbangan antara pembentukan tulang oleh osteoblast dan resorbsi tulang oleh osteoklast. Aterosklerosis merupakan penimbunan lipid dan jaringan fibrosa dalam arteri koronaria. tetapi frekuensi aterosklerosis koroner menjadi setara pada kedua jenis kelamin dalam usia dekade ke-6 atau ke-7 (Brown et al. sehingga terjadilah osteoporosis (Gultom. Efek perlindungan estrogen dianggap menjelaskan adanya imunitas wanita pada usia sebelum menopause. sehingga secara progresif mempersempit lumen pembuluh darah. maka aktivitas osteoklast meningkat sedangkan aktivitas osteoblast menurun.

seperti sulit tidur. Demensia tipe Alzheimer merupakan bentuk kelainan yang berat dan berlangsung lama (Kasdu.20 darah menjadi kental dan meningkatkan risiko penggumpalan darah. 2002). dan beberapa kondisi yang berhubungan dengan kelainan psikologis. Pada keadaan ini terjadi proses degeneratif sel neuron (kesatuan saraf) pada hampir seluruh bagian otak. Penurunan ini menyebabkan beberapa perubahan neuroendokrin sistem susunan saraf pusat. dan depresi. 2007). . terutama di daerah yang berkaitan dengan fungsi ingatan. (2001). Menopause mempengaruhi kadar kolesterol dengan adanya peningkatan LDL (low density protein). berupa sulit berkonsentrasi. demensia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan sehingga menyebabkan disfungsi hidup seharihari. sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung (Spencer et al. hilangnya fungsi memori jangka pendek. Demensia tipe Alzheimer Menurut Darmojo et al. Selama periode pramenopause dan pascamenopause terjadi penurunan kadar hormon seks steroid. rasa gelisah. maupun kondisi biokimiawi otak.. 3. Sistem susunan saraf pusat merupakan target organ yang penting bagi hormon seks steroid seperti estrogen. Bentuk kelainan tersebut.

3) Status gizi Wanita dengan status gizi yang buruk rentan mengalami menopause dini (Suryoprajogo. cenderung lebih lambat memasuki masa menopause (Wirakusumah. Karena itulah wanita kurus mengalami menopause lebih awal dibandingkan wanita yang kegemukan (Suryoprajogo. 4) Lemak tubuh Produksi estrogen dipengaruhi oleh lemak tubuh. 2009). Sedangkan wanita yang cepat mendapat menstruasi. 2002). 2003).21 e. akan mengalami menopause lebih awal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi menopause 1) Usia saat haid pertama kali (menarche) Terdapat hubungan antara usia pertama kali mendapat haid dengan usia seorang wanita memasuki menopause (Kasdu. misalnya pada usia 10 atau 13 tahun. misalnya pada usia 16 atau 17 tahun. 2) Faktor keturunan Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu dan anak perempuannya cenderung mengalami menopause pada usia yang sama. 2009). 2009). Wanita yang terlambat mendapat menstruasi. Tetapi diperlukan beberapa penelitian untuk mengetahui apakah genetika menjadi faktor kunci dalam menentukan usia menopause (Suryoprajogo. .

6) Pernikahan Wanita yang telah menikah umumnya mendapat menopause satu tahun lebih lambat daripada mereka yang tidak menikah (Wirakusumah. 2005). 2009). 2002). Hal ini terjadi karena kehamilan dan persalinan akan memperlambat sistem kerja organ reproduksi dan akan memperlambat proses penuaan tubuh (Kasdu. 7) Usia melahirkan Semakin tua seorang wanita melahirkan anak. semakin tua ia mulai memasuki usia menopause. 2002). 2003). 8) Pemakaian kontrasepsi Wanita yang menggunakan kontrasepsi jenis hormonal akan lebih lama memasuki masa menopause karena cara kerja kontrasepsi yang menekan fungsi indung telur sehingga tidak memproduksi sel telur (Kasdu.22 5) Merokok Nikotin yang terdapat di rokok diasumsikan menghambat produksi hormon estrogen sehingga siklus hormonal pada wanita tersebut tidak berjalan efektif (Elisabet. . Wanita yang merokok atau pernah menjadi perokok kemungkinan mengalami menopause sekitar satu setengah hingga dua tahun lebih awal (Suryoprajogo.

. maka ovarium akan masih berfungsi normal dan akan menjadi tidak berfungsi menjelang usia 51 tahun. 10) Radioterapi atau kemoterapi Pengobatan yang ditujukan untuk membunuh sel kanker ini dapat merusak ovarium. 2006).. sehingga menimbulkan menopause (Spencer et al. Tetapi pada kasus lainnya.. bisa juga perubahan itu bersifat permanen. mempercepat menopause 2 atau 3 tahun lebih awal. menstruasi akan berhenti untuk sementara waktu dan akan kembali normal ketika pengobatan dihentikan.23 9) Pengangkatan rahim Jika pengangkatan rahim (histerektomi) pada wanita tidak disertai pengangkatan ovarium. dan mendapat lebih banyak siklus menstruasi tanpa pengeluaran ovum dibandingkan dengan wanita tanpa rokok (Dalono. 2007). Hubungan Perokok Pasif terhadap Usia Awal Menopause Wanita yang merokok membutuhkan dosis gonadotropin lebih tinggi untuk stimulasi ovarium. Namun demikian. 2007). terdapat peningkatan terjadinya premature ovarian failure (POF) pada tahun-tahun pertama setelah histerektomi dilakukan (Spencer et al. mempercepat hilangnya kemampuan sel telur (ovum) untuk membuat estrogen. Hal ini adalah salah satu penyebab POF. Pada beberapa kasus. 4.

Kondisi ini memungkinkan terhentinya menstruasi secara permanen yang lebih cepat. Nikotin juga menjadi penyebab timbulnya gangguan haid pada wanita karena mempengaruhi metabolisme hormon estrogen yang tugasnya mengatur proses haid (Dalono. Hal ini karena berkurangnya produksi hormon estrogen yang mengurangi kemampuan observasi tubuh terhadap kalsium juga berkurang. Gangguan pada proses pelepasan sel telur meningkatkan risiko wanita perokok untuk mengalami kehamilan di luar kandungan sekitar 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita bukan perokok. Menurut Elisabet (2005). 2006). Stres oksidatif yang terjadi juga dapat mengganggu biosintesis hormon steroid di mitokondria sel teka ovarium. rokok dapat mempengaruhi produksi hormon estrogen. Menurut Noor (2010). Diketahui bahwa 20 % wanita merokok mengalami masa . nikotin merupakan senyawa oksidan yang dapat berdifusi ke dalam cairan folikel dan mempengaruhi folikulogenesis. Kondisi menopause dini ini nantinya akan berpengaruh juga pada penyakit osteoporosis yang lebih awal. nikotin dapat menyebabkan gangguan pematangan pada sel telur sehingga sulit terjadi kehamilan. Nikotin yang terdapat di rokok diasumsikan menghambat produksi hormon estrogen sehingga siklus hormonal pada wanita tersebut tidak berjalan efektif.24 Selain berpengaruh terhadap usia menopause. Seringkali wanita perokok mengeluhkan siklus menstruasinya tidak teratur dan jarak persiklusnya sangat panjang.

akan berpotensi terkena dampak kerugian asap rokok terhadap kesehatan reproduksi (Li et al. Peningkatan prevalensi perokok aktif yang tidak didukung dengan fasilitas regulasi yang keras tentang etika merokok di ruang publik.25 menopause pada usia dini..7 % saja terhadap wanita yang tidak merokok. Wanita yang terpapar asap sampingan atau side stream smoke dalam pola dan jumlah paparan berbeda dari asap utama atau main stream smoke. angka tersebut hanya sebesar 1. 2007). maka dikhawatirkan jumlah perokok pasif meningkat pula. .

Menarche 4. Status pernikahan 6. Kerangka Pemikiran Perokok pasif Terpapar nikotin Mempengaruhi biosintesis hormon steroid di mitokondria sel teka ovarium Nikotin berdifusi ke cairan folikel dan mempengaruhi folikulogenesis Produksi estrogen terganggu Estrogen rendah 1. Lemak tubuh 8.26 B. Pengangkatan rahim 7. Radiasi dan kemoterapi Menopause lebih cepat Keterangan : -------------.1.Mempengaruhi tapi tidak diteliti Gambar 2. Genetik 2. Kerangka Pemikiran Perbedaan Usia Awal Menopause antara Perokok Pasif dan Non Perokok Pasif . Usia melahirkan 5. Kontrasepsi hormonal 3.

Hipotesis Terdapat perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif. .27 C.

Dipilihnya lokasi ini dikarenakan berdasarkan pengamatan penulis banyak wanita yang menopause dan populasi perokok aktif. 2. b. C. Kota Surakarta. a. Subjek Penelitian 1. c. c. B. b.BAB III METODE PENELITIAN A. Kriteria inklusi: Wanita menopause dengan rentang usia 40 sampai 60 tahun Wanita bukan perokok aktif (perokok pasif dan non perokok pasif) Bersedia menjadi responden penelitian dengan sukarela Menikah Kriteria eksklusi: Menggunakan kontrasepsi hormonal Riwayat operasi pengangkatan rahim IMT berlebih ( ≥ 25 kg/m2) 28 . d. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Kelurahan Jebres. a. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngoresan.

Sampel tersebut telah memenuhi syarat karena setiap penelitian yang datanya akan dianalisis secara statistik dengan analisis bivariat membutuhkan sampel minimal 30 subjek penelitian. Daftar penduduk setempat dengan rentang usia 40 sampai 60 tahun yang potensial untuk menjadi subjek peneliti (sampling frame) diperoleh dari kelurahan. e. E. kanker payudara. 2010). . Perkiraan tersebut merupakan “rule of thumb” (Murti.29 d. Teknik Sampling Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara simple random sampling di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian (Murti. kanker ovarium Riwayat terapi radiasi atau kemoterapi Belum menopause D. 2010). Sampel yang dibutuhkan sebanyak 60. Riwayat kanker rahim. f. Ukuran Sampel Penelitian ini menggunakan analisis bivariat yang merupakan analisis penelitian dengan sebuah variabel dependen dan sebuah variabel independen.

Variabel bebas : Perokok pasif dan non perokok pasif 2. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel luar a. Variabel terikat : Usia awal menopause 3.1 Rancangan Penelitian Perbedaan Usia Awal Menopause antara Perokok Pasif dan Non Perokok Pasif G.30 F. Terkontrol 1) Pemakaian KB hormonal 2) Riwayat operasi pengangkatan rahim : . Rancangan Penelitian 60 wanita usia menopause (40-60 tahun) Kuesioner Tahap pengumpulan data Tahap analisis data Perokok pasif Bukan perokok pasif Usia awal menopause Usia awal menopause Uji t independen Gambar 3.

Skala pengukuran variabel adalah nominal. Skala pengukuran variabel usia awal menopause adalah kontinu. Variabel bebas : Perokok pasif dan non perokok pasif Perokok pasif didefinisikan sebagai seseorang yang tidak merokok secara aktif. ovarium 5) Riwayat terapi radiasi dan kemoterapi b. Status perokok pasif dipastikan dari hasil survei yang menyatakan bahwa subjek yang bersangkutan terpapar asap rokok sekurang-kurangnya 15 menit dalam 1 hari selama 1 minggu. . Definisi Operasional Variabel 1. Variabel ini diukur dalam satuan tahun. namun memiliki anggota keluarga serumah yang merokok atau bekerja di tempat dengan paparan asap rokok tinggi. 2. Yang dimaksud dengan non perokok pasif adalah seseorang yang bukan perokok pasif maupun bukan perokok aktif. Variabel terikat : Usia awal menopause Usia awal menopause didefinisikan sebagai waktu ketika seorang wanita telah berhenti mendapatkan haid sekurang-kurangnya dalam jangka waktu satu tahun. Tidak di kontrol 1) Genetik 2) Psikologi H. payudara.31 3) IMT berlebih 4) Riwayat kanker rahim.

for Windows. . Data disajikan dalam teks dan ditabulasi dalam bentuk gambar atau tabel. Analisis data dilakukan dengan SPSS 17. Analisis Data Uji analisis yang digunakan adalah uji t independen maupun dengan uji Kolmogorov-Smirnov. 3. peneliti memandu responden dalam pengisian kuesioner. 2010). Responden mengisi formulir persetujuan menjadi responden penelitian. Kuesioner ini telah divalidasi terhadap 15-20 responden di Kelurahan Laweyan (Amini. 4. Bila diperlukan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis data yang telah dipilih. Cara Kerja dan Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang diisi sendiri oleh responden dan dipandu seperlunya oleh peneliti. Bila syarat normalitas data tidak terpenuhi maka dilakukan analisis alternatif dengan uji non parametrik yang sebanding yaitu uji Mann-Whitney. 2. K. J. Data diuji dengan normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.32 I. Responden mengisi kuesioner. Bila memenuhi syarat normalitas data maka selanjutnya dianalisis dengan uji t independen.

1 dan Tabel 4. 2011) 34 26 60 56. Kota Surakarta. Tabel 4. Kelurahan Jebres. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari 34 responden dari kelompok perokok pasif dan 26 responden dari kelompok non perokok pasif.1 Karakteristik Sampel Penelitian (Data Kategorikal) Variabel Status Perokok 1. Perokok Pasif 2. Karakteristik Sampel Penelitian Penelitian dilakukan di Dusun Ngoresan. Dari data yang diperoleh melalui kuesioner yang dipandu dengan wawancara pada penelitian didapatkan hasil sebagai berikut (Tabel 4.3 100 N Persen (%) 33 .7 43. pada bulan Juni hingga Juli 2011. Non Perokok Pasif Total (Data Primer.2).BAB IV HASIL PENELITIAN A.

0% Persentase (%) 80.1 dapat diketahui karakteristik sampel penelitian menurut status perokok.3 %). Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Status Perokok Berdasarkan Tabel 4.0% 0 Perokok Pasif Non Perokok Pasif 43. 2011) N 60 60 Rentang 48-60 45-59 Rerata 56.02 51.1 dan Gambar 4.0% 20 0.23 3.0% 60 40.20 Simpangan Baku 3.43 .0% 60.3% Total 100% Status Perokok 56.0% 40 20.7% Gambar 4.0% 120 100 80 100.7 %) dibanding responden non perokok pasif (43.2 Karakteristik Sampel Penelitian (Data Kontinu) Variabel Usia Sampel (tahun) Usia Awal Menopause (tahun) (Data Primer. Responden dalam penelitian ini yang berstatus sebagai perokok pasif lebih banyak (56.34 Status Perokok 120.

0 53.3 Gambar 4.2 Rerata Usia Sampel Menurut Status Perokok .0 56.0 55.35 Tabel 4.0 Rerata Usia Sampel (tahun) 57. Usia termuda sampel adalah 48 tahun dan usia tertua 60 tahun. Rerata Usia Sampel 58.0 Rerata Usia Sampel Perokok Pasif 55.1 Non Perokok Pasif 57.0 54.2 menunjukkan karakteristik sampel penelitian berdasarkan usia sampel dan usia awal menopause. Hal ini sesuai dengan kriteria pengambilan sampel yaitu wanita menopause usia 45 sampai dengan 60 tahun.

Hasil uji normalitas disajikan pada Tabel 4.36 Rerata Usia Awal Menopause Usia Awal Menopause (tahun) 53.0 52. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan Uji KolmogorovSmirnov.8 Rerata Usia Awal Menopause Gambar 4.0 Non Perokok Pasif 52.0 49.3 Rerata Usia Awal Menopause Menurut Status Perokok Gambar 4.0 50. Perokok pasif memiliki rerata usia awal menopause yang lebih rendah 2.3. Rerata usia sampel kelompok non perokok pasif lebih tinggi daripada rerata usia kelompok perokok pasif.8 tahun daripada non perokok pasif. .2 tahun. Sedangkan Gambar 4.0 48. B.3 menunjukkan rerata usia awal menopause menurut status perokok.2 menunjukkan rerata usia sampel menurut status perokok.0 Perokok Pasif 50. Selisih usia sampel antara kelompok non perokok pasif dengan perokok pasif sebesar 2.0 51. Uji ini bertujuan menguji apakah sebaran data usia awal menopause berdistribusi normal.

37 Tabel 4. 2011) 0. Uji ini menganut pada asumsi normalitas data dan pencuplikan sampel yang acak.120 untuk kelompok non perokok pasif. Uji ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rerata antara dua kelompok yang tidak saling berhubungan.3 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Uji Kolmogorov-Smirnov Usia Awal Menopause (tahun) Sig. Taraf signifikansi tersebut menunjukkan sebaran data kelompok perokok pasif dan non perokok pasif terdistribusi normal. Non Perokok Pasif 0. Hasil analisis data menggunakan uji t independen disajikan pada Tabel 4.4.200 Berdasarkan Tabel 4.120 Perokok Pasif (Data Primer.200 untuk sebaran data kelompok perokok pasif dan 0. Uji t Independen Analisis data yang digunakan adalah uji t independen. . C.3 taraf signifikansi normalitas dari data yaitu sebesar 0.

4. .260 homogen 0.354. yaitu terdapat perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif.12. Dari Tabel 4.05).8 Interval Keyakinan 95 % (1. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima. 4. di mana nilai p yang diperoleh adalah 0. (2ekor) 0.38 Tabel 4.001 Selisih rerata 2.06.42) (1.4 Uji t Independen Usia Awal Menopause (tahun) t Asumsi varians homogen Asumsi varians tidak 3.4 dapat juga diketahui bahwa rerata perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif sebesar 2.002 2.8 3.001 (p < 0.8 tahun.354 Sig.48) Hasil uji t berdasarkan asumsi bahwa varians data homogen dapat diketahui dari nilai t hitung sebesar 3.

8 tahun. mempercepat hilangnya kemampuan sel telur (ovum) untuk membuat estrogen.BAB V PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif.354 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0. Jadi perbedaan rerata usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif adalah 2. sampel dikelompokkan menjadi kelompok perokok pasif dan non perokok pasif. Dari hasil analisis data didapatkan nilai t hitung sebesar 3.4. yaitu terdapat perbedaan usia awal menopause antara wanita perokok pasif dan non perokok pasif. sedangkan pada wanita perokok pasif 50 tahun (Gambar 4. Menurut Dalono (2006).8 tahun. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa penelitian ini sesuai dengan hipotesis.3 dan Tabel 4. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolomogorov-Smirnov maupun uji t independen dengan penghitungan menggunakan SPSS 17-for Windows seperti yang tersaji dalam Tabel 4. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rerata usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif. Rerata usia awal menopause pada wanita non perokok pasif adalah 52.05). dan mempercepat 39 .3). Dari 60 wanita menopause yang diberi kuesioner. wanita yang merokok membutuhkan dosis gonadotropin lebih tinggi untuk stimulasi ovarium.

2010). 2005. Sampel yang dipergunakan lebih dari 2000 wanita menopause. Nikotin merupakan senyawa oksidan yang dapat berdifusi ke dalam cairan folikel dan mempengaruhi folikulogenesis. Stres oksidatif yang terjadi juga dapat mengganggu biosintesis hormon steroid di mitokondria sel teka ovarium (Elisabet.40 menopause 2 atau 3 tahun lebih awal. risiko penyakit jantung dengan cepat meningkat pada perempuan setelah memasuki periode menopause. Kira-kira pada 15 % wanita. Mikkelsen (2007) membuktikan bahwa baik perokok aktif maupun pasif berhubungan dengan usia menopause. serta konsumsi alkohol dan kopi. Penelitian yang dilakukan Mikkelsen et al. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik untuk memeriksa hubungan antara menopause cepat dengan faktor-faktor yang berkaitan dengan gaya hidup populasi sampel. Metode penelitan yang . Teori yang mendasari adanya perbedaan usia awal menopause antara wanita perokok pasif dan non perokok pasif telah dijelaskan pada penelitianpenelitian sebelumnya. gejala-gejala tersebut cukup berat sehingga membutuhkan perawatan. (2008). Kondisi menopause yang lebih cepat ini nantinya akan berpengaruh juga pada penyakit osteoporosis yang lebih awal. Noor. second hand smoker (perokok pasif) merupakan salah satu faktor risiko menopause dini. Rokok mengandung nikotin yang dapat menghambat produksi hormon estrogen sehingga siklus hormonal wanita tersebut tidak berjalan efektif. perokok pasif. tahun 2007 bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menopause cepat dengan perokok aktif. Menurut Flemming et al. Bahkan menurut Suryoprajogo (2009).

Menurut Cooper et al. yaitu 0. pendidikan. Penelitian oleh Mikkelsen et al. memiliki hasil yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Cooper et al. dan pekerjaan. BMI. warna kulit. Penelitian yang lebih baru oleh Fleming et al. Hasil dari penelitian tersebut adalah adanya hubungan antara secondhand smokers dengan terjadinya menopause cepat. Sedangkan untuk perokok pasif yang mendapatkan paparan . (2008) merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dengan menggunakan sampel representatif yang dipilih dari seluruh wilayah Amerika Serikat. Jumlah sampel yang mencapai lebih dari 7000 orang merupakan hasil perhitungan dari rumus pengambilan sampel berdasarkan model analisis regresi logistik. hanya wanita perokok aktif yang mempunyai usia menopause lebih cepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara menopause cepat dengan perilaku merokok aktif maupun non perokok yang mendapatkan paparan dosis tinggi dari asap rokok atau disebut juga perokok pasif. Variabel yang dimasukkan dalam perhitungan analisis regresi logistik adalah umur. dan Fleming et al. Wanita dari kalangan kulit hitam yang terkena paparan asap rokok mengalami percepatan usia awal menopause yang lebih besar daripada wanita berkulit putih.8 tahun. Penelitian tersebut mewakili seluruh populasi wanita di Amerika yang dibagi lagi berdasarkan warna kulit dan ras. Sedangkan untuk variabel berupa kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan kopi tidak ada hubungan yang bermakna secara signifikan dalam penelitian ini..41 digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. (2000).

. kriteria restriksi dapat dibuat lebih longgar dan variabel perancu dikendalikan dengan analisis regresi. Jumlah sampel dalam penelitian penulis adalah 60 subjek. Untuk penelitian yang selanjutnya. Variabel perancu dikendalikan dengan menggunakan kriteria restriksi. sehingga dapat diketahui hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas maupun variabel perancu (Murti. Yang membedakan adalah jumlah sampel serta metode analisis statistik yang digunakan. Sampel tersebut telah memenuhi syarat karena setiap penelitian yang datanya akan dianalisis secara statistik dengan analisis bivariat membutuhkan sampel minimal 30 subjek penelitian (Murti. Kriteria restriksi yang terlalu ketat mengakibatkan sampel yang terpilih menjadi spesifik. yaitu penelitian Mikkelsen et al. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan yang sama yaitu cross sectional. tidak mengalami menopause yang lebih cepat. Dalam penelitian ini. Sehingga hasil penelitian tidak bisa digeneralisasikan ke populasi yang luas.42 asap rokok di rumah. 1997). sesuai dengan rule of thumb. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 543 wanita menopause. dan Fleming et al. Penelitian yang dilakukan penulis mengacu pada kedua penelitian sebelumnya. Analisis ini menggunakan variabel-variabel yang penting untuk dimasukkan dalam model regresi secara serentak. penulis menggunakan analisis statistik berupa uji t independen untuk membandingkan rerata usia awal menopause antara kelompok perokok pasif dan non perokok pasif. 2010).

3.8 tahun lebih awal dibandingkan non perokok pasif. B. Pemberian informasi mengenai bahaya merokok juga dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. 43 . Saran 1.BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. 2. Perlu penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan faktor perancu lain yang tidak dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan metode analisis regresi logistik. sehingga diharapkan jumlah perokok pasif dapat ditekan. Terdapat perbedaan usia awal menopause antara perokok pasif dan non perokok pasif yang bermakna secara statistik (p = 0. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan: 1. Sebaiknya para wanita lebih berhati-hati terhadap paparan asap rokok sampingan atau sidestream smoke agar kesehatan reproduksi tidak terganggu. Wanita perokok pasif dalam penelitian ini memiliki selisih rerata usia awal menopause 2. Perlunya regulasi yang tegas mengenai etika merokok di ruang publik oleh instansi terkait. Pemilihan metode analisis statistik ini diikuti dengan penyesuaian jumlah sampel. 2.001).

. Y. 1. Skripsi. 1. T. No. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. D. Jakarta: PT Prestasi Pustaka Raya. 44 . D. E. Martono. Jakarta: FK UI RSUP Persahabatan. pp: 7-31. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Vol. J. Brown. The Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. P. (eds).go. PubMed Central Journal.. Cooper. Jakarta: EGC. Faisal. Y.. S.. B. 2001. S.. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.Edisi II. L.. M. 2006. Active and passive smoking and the occurrence of natural menopause. 1. LeBlanc.. Arheart. Bobby. et al. Pengaruh Merokok Pasif terhadap Kejadian Dismenorea Primer.. 2010. Panduan Kesehatan bagi Wanita. 2006. Tjandra. Dalono. p: 580. work. Surakarta: Bagian SMF Obstetri dan Ginekologi FK UNS RSUD Dr. Belisle.. 2006. Levis. Kecanduan merokok peranan dan mekanisme kerja nikotin.. G. S. Fleming. 4. R. Aru. A. Fluker. G. 2006. 2005. 10(6): 771-773. Rokok Membunuh Lima Juta Orang Setiap Tahun. p: 160. PubMed Central Journal. Tinjauan Medis Efek Rokok terhadap Fertilitas (Kesuburan). Bohlig. Jilid II Edisi IV. Sandler. Y.. Earlier age ate menopause. C. Hendrick. A. Clark. J. 2000. S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. pp: 1041-1042. No. R. 2008. R. N. Jurnal Respirologi Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi. T. 2010. W. p: 1. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut).. Moewardi. Aterosklerotik koroner dalam Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.id/index. K. Pengaruh Asap Rokok Terhadap Saluran Napas. 15(6): 1103-1108. Djuartina. and tobacco smoke exposure. G. U.DAFTAR PUSTAKA Amini.. Vol. Departemen Kesehatan RI. H. B. M. Darmojo. L. Majalah Kedokteran Damianus. pp: 1-5. Alih bahasa: Pandit. http://depkes. Dietz. Wilkinson. O. Introduction. H. The Journalist’s Menopause Handbook. 2005.html. (21 Januari 2011).php/berita/press-release/458-rokokmembunuh-lima-juta-orang-setiap-tahun. pp: 11-23 Elisabet.

A. Efek Nikotin terhadap Folikulogenesis dan Kadar Estrogen Darah pada Mencit (Mus Musculus). 2001. Alih bahasa: Irawati et al. p: 3. Jogjakarta: Rizma. W. Connecticut: Academic Press. K. B. Mikkelsen. et al.. Noor. S. coffee consumption. B. D. Musyawarah Obstetri Ginekologi Indonesia. Jakarta: EGC. Jakarta: Puspa Swara.C.. E.iadetil. pp: 63-161. Chen. G. 2007. T. Iversen. Pemberian Terapi Sulih Hormon pada Wanita Menopause. B. and other lifestyle factors: a cross-sectional study. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.. Early menopause association with tobacco smoking. 2003. Pattinson. N. Bjertness. S. Leman.. Jaya. 7: 149. http://cyberwomen. Menopause and Hormone Replacement Therapy. 2010.asp?kategori=health&newsno=754 (21 Januari 2011). Biomed Central Public Health. Li. Kiat Sehat Menjalani Menopause dengan Bijak. Guyton. Sundby. 27th Asian Medical Student Conference Booklet. Thesis.. 2007. Surabaya: Universitas Airlangga. . 2010. Ann Epidemiol. pp: 9-12. Liu.45 Gultom. pp: 1298-1299. 2009. M. P. 27: 152-157. 17(11): 882-8. Hidayati. Menopause and Hormone Replacement Therapy. 2002. 2003. Jakarta: Warta Medika. A. net.. L. pp: 23-69 Kasdu. J. J. Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok. Penerapan Metode Statistik Non-Parametrik Dalam Ilmu-Ilmu Kesehatan. Hongkong: AMSA. 2006. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Lam. F. J. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.E. H. dan Hall. Fisiologi wanita sebelum kehamilan dan hormon-hormon wanita dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Marshal. Murti. M. M. CYP1A1 gene polymorphism in modifying association between passive and primary dysmenorrhea. Murti. 2007. Edisi XI. 2007. pp: 42-65. 1997. Smoking and health. 20: 3. C. D.cbn. Lamcke.

Cara Indah Menghadapi Menopause. Perokok Pasif Bencana yang Terlupakan. Purnamasari. E. Supari. 2007. 4. Jakarta: Erlangga. Y. pp: 184-187. Dexa Media... S. 2007. S. 22: 65-451. S. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FK UI. Jogjakarta: Locus./media/. Setyawati.. P./ch.go.. Widyani. Nafrialdi. King. I..mar04. Ilmu Kandungan. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Prawirohardjo.php?option=new&task=viewarticle&sid=9 36. pp: 12-41. Pengaruh Peraturan Sekolah terhadap Kebiasaan Merokok pada Personalia Sekolah Menengah Pertama di Surakarta. Thesis. Wanita Merokok. et al. M. (ed). Osteoporosis. T. R. Pradono. J. (21 Januari 2011). B. 2000. 2005.. 2009. (24 Januari 2011) Suryoprajogo.F. G. Elysabeth (eds).. pp: 115-121. Waspadai Menopause Dini. Syahdrajat. . Sawitri. S.. Soetomo.21.id/index.46 Picciotto. F. Merokok dan masalahnya. (21 Januari 2011). Farmakologi dan Terapi. Surabaya: Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. 2002. R..No. Jilid II Edisi IV. R. L. Spencer.litbang. 2009.1.go. p: 1259. N. 2006. 2006. Kristanti. 20.id/. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Obat ganglion dalam: Gunawan.ino_SB1. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. R. www. S. B. Jurnal Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. pp: 43-85.. Simple Guides Menopause.pdf. http://www.dechacare. M. A. Edisi V. S.Vol. Setiyohadi.com/Wanita-Merokok-Waspadai-Menopause-DiniI270.depkes. Edisi II.. J. 2007. 2007. N.1-march.... R. C. Wiknjosatro. I. Jakarta: Universitas Indonesia. Caldarone.html. Sukma.. Vol. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan. H. Fauzi. Brown. Kulit dan Menopause Manifestasi dan Pelaksanaan. www.depkes. Terjadi Pergeseran Umur Menopause. No. pp: 33-66. Neuropsycho Pharmacology. Alih bahasa: Surapsari. Nicotine receptors in the brain: links between molecular biology and behavior. J. Gan.

WHO. Hidup Sehat di Usia Lanjut. Jakarta: Penerbit Kompas. Wirakusumah E. 2007b. pp: 2-7. 18(2): 121-6. 2009. Tjandra. WHO. The prevalence of household secondhand smoke exposure and its correlated factors in six countries of China.S. P. dan Bahagia di Masa Menopause dengan Terapi Estrogen Alami. F. 2000. 2004a. World Health Organization. et al. PubMed Central Journal. China tobacco control report.. Y. Tetap Sehat...47 Takasihaeng. J. Wang. Departemen Kesehatan. pp: 515. Ma. 2006. 8: 556-559. . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. F. Xu. 2003. A. Rokok dan kesehatan. Yatim. C. p: 12. Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia. S. Konsumsi rokok dan prevalensi merokok. Haid Tidak Wajar dan Menopause. Jakarta: Pustaka Populer Obor. World Health Organization. Cantik. pp: 1-13. 2001. X.

48

LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Primer Hasil Penelitian
No ID. Umur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 60 59 58 60 59 60 58 55 59 59 58 60 59 53 60 55 52 50 56 60 59 55 54 60 54 57 55 57 59 55 60 55 54 Usia Awal Menopause 51 51 51 55 54 50 52 51 51 55 53 59 52 45 54 50 49 59 54 58 57 53 49 59 50 50 50 45 56 51 55 47 50 BB 57 45 63 67 47 53 50 45 45 49 64 53 48 61 42 57 62 46 59 63 47 49 47 61 48 55 53 48 62 50 59 43 50 TB 157 143 160 166 149 166 142 149 146 149 172 149 140 161 152 160 164 153 165 159 142 152 163 158 151 164 155 161 158 142 154 148 150 IMT 23.12 22.00 24.60 24.31 21.17 19.23 24.80 20.27 21.11 22.07 21.63 23.87 24.49 23.53 18.17 22.26 23.05 19.65 21.67 24.92 23.31 21.21 17.69 24.43 21.05 20.45 22.06 18.52 24.84 24.80 24.88 19.63 22.22 Status Perokok BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP BP PP PP PP PP PP PP PP

49

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

59 52 53 50 53 56 57 56 56 60 57 54 59 55 57 59 51 53 55 52 56 48 50 49 59 55 56

50 49 52 45 50 54 49 51 51 47 50 52 53 52 48 54 49 50 53 46 48 46 52 47 50 46 52

51 56 45 57 61 43 45 65 59 56 45 52 52 55 65 46 59 43 61 50 51 49 47 47 51 49 64

161 166 154 159 164 145 151 162 164 156 164 146 155 152 162 145 158 141 165 156 146 152 158 150 157 163 171

19.67 20.32 18.98 22.55 22.68 20.45 19.74 24.77 21.94 23.01 16.73 25.44 21.64 23.80 24.77 21.88 23.63 21.63 22.41 20.55 23.93 21.20 18.83 20.89 20.70 18.44 21.89

PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP

Keterangan: BB TB IMT PP BP : Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (cm) : Indeks Massa Tubuh (kg/m²) : Perokok Pasif : Bukan Perokok Pasif

50

Lampiran 2. Lembar Persetujuan dan Kuesioner Penelitian

PERSETUJUAN
Untuk menjadi responden penelitian dengan judul “Perbedaan Usia Awal Menopause antara Perokok Pasif dan Non Perokok Pasif” dan menjawab kuesioner yang diajukan dengan sungguh-sungguh. Data yang diperoleh akan dijaga kerahasiaannya. Tujuan, sifat, kepentingan, serta konsekuensi dari penelitian ini telah cukup dijelaskan oleh peneliti dan saya telah mengerti sepenuhnya. Demikian pernyataan persetujuan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Surakarta, Yang membuat pernyataan

Peneliti

(

)

(

)

. 2 YA..... II. Jika jawaban No... Apakah Ibu bekerja di tempat dengan paparan asap rokok tinggi?? a..tahun……………bulan Berat badan : ………………………. Ya b. Status Perkawinan :……………………………………………… Pekerjaan :……………………………………………… Pendidikan terakhir :…………………………………………….kg Tinggi badan : …………………………………. Kuesioner Perokok Pasif 1.. tuliskan jawaban Anda sesuai dengan pertanyaan  Kerahasiaan data dijamin peneliti I.. Apakah dalam satu bulan terakhir ini Ibu terpapar asap rokok di tempat umum (kendaraan umum. 7.. Ya b.. lingkari atau berilah tanda silang jawaban yang sesuai dengan pertanyaan  Untuk pertanyaan dengan jawaban isian. café... restaurant. Tidak ...... 8. Ya b. 2.. sudah berapa lama ibu bekerja di tempat tersebut? ……………. Nama :…………………………………………….. 3.. 6.cm Alamat : ……………………………………………. Data Pribadi Responden 1. 4.tahun…………………bulan 4.. mall.51 KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNS PERBEDAAN USIA AWAL MENOPAUSE ANTARA PEROKOK PASIF DAN NON PEROKOK PASIF Petunjuk  Mohon semua pertanyaan dijawab dengan jujur apa adanya  Untuk pertanyaan dengan jawaban pilihan... Umur :……………………. 5. Tidak 2. Apakah dalam satu bulan terakhir ini Ibu merokok ? a. Tidak 3. dan lain-lain) a.

Kontrasepsi hormonal (pil atau oral.. Jika jawaban No. 6. berapa hari dalam satu minggu Ibu terpapar asap rokok di tempat umum tersebut? …………………………………. Jika jawaban No.. Tidak 13. berapa hari dalam satu minggu ibu terpapar asap rokok yang ibu hirup dari lingkungan rumah ibu? …………………….bulan 2. sebutkan……………. suntik. 7 YA. Pada umur berapa Ibu saat berhenti haid (menopause) ? …………………. Jika jawaban No. berapa hari dalam satu minggu Ibu terpapar asap rokok di lingkungan rumah Ibu? ……………………………………….tahun 9. 7 YA. Tidak 8.tahun………………………. rata-rata berapa batang yang perokok tersebut konsumsi dalam sehari? ………………………………………batang 10. Ya b. 7 YA. Pada usia berapakah Ibu mengalami menstruasi untuk pertama kalinya? ………………………………………tahun 3. apakah lamanya Ibu terpapar asap rokok lebih dari 15 menit tiap harinya ? a. Kontrasepsi non hormonal (IUD atau AKDR atau spiral) d..Kuesioner Status Reproduksi 1. 4 YA. berapa jam rata-rata perokok tersebut merokok di dalam rumah? ………………………………………. Lainnya. 4 YA.. dalam sehari. Jika jawaban No.jam 11. implan atau susuk) c. Belum pernah b. Jika jawaban No. 7 YA. 7 YA. apakah lamanya Ibu terpapar asap rokok di tempat umum tersebut lebih dari 15 menit tiap harinya? a.hari (Sumber: Amini. Apakah di tempat tinggal yang Ibu tempati (serumah) ada yang memiliki kebiasaan merokok ? a.hari. . Jika jawaban No. Jika jawaban No. sudah berapa lama orang tersebut memiliki kebiasaan merokok? ……………………………………. Tidak 7. Ya b.hari 12. Jika jawaban No.52 5. Apakah kontrasepsi (alat KB) terakhir yang digunakan ? a. 2010) III. Ya b. 7 YA.

Tidak 8. Ya b. Apakah Ibu pernah menjalani operasi pengangkatan rahim ? a. Apakah Ibu pernah atau sedang mengalami kanker rahim ? a. Tidak 6. Ya b. Tidak 7. Ya b. Tidak 10. Ya b. Ya b. Apakah Ibu pernah atau sedang mengalami kanker payudara ? a. Apakah Ibu pernah atau sedang mendapatkan pengobatan dengan sinar atau radiasi ? a. Apakah ibu pernah mengalami riwayat kelainan kehamilan ? a. Berapa lama Ibu menggunakan kontrasepsi tersebut ? …………………tahun…………………………. Ya b. Tidak 9.bulan 5. Tidak (Terimakasih atas partisipasi Ibu dalam rangka kemajuan pendidikan) .53 4. Apakah Ibu pernah atau sedang mengalami kanker ovarium ? a.

120 0. 0.200 .153 0.54 Lampiran 3.118 df 26 34 Sig. Perhitungan Statistik Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Kategori Usia awal menopause Non perokok pasif Perokok pasif Statistic 0.

55 .

56 Lampiran 4. Error Mean .53619 Std. Perhitungan Statistik Uji t Independen Group Statistics Kategori Usia awal menopause Non perokok pasif Perokok pasif N Mean 26 52.49055 .0000 2.69350 34 50. Deviation 3.86039 .7692 Std.

76923 .260 47.82571 1.354 . t df 58 Mean Std.11640 4.468 Sig.231 3.76923 .06062 4.57 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Sig.42206 .84946 1.002 2.47784 1.305 . (2F Usia awal Equal menopause variances assumed Equal variances not assumed 3. Error Upper tailed) Difference Difference Lower .001 2.

Contoh Lembar Informed Consent .58 Lampiran 5.

59 Lampiran 6. Contoh Hasil Pengisian Kuesioner .

60 Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian I .

61 Lampiran 8. Surat Ijin Penelitian II .

62 Lampiran 9. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .

63 Lampiran 10. Ethical Clearance .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->