P. 1
Audit Investigasi

Audit Investigasi

|Views: 385|Likes:
Published by Uki Putra

More info:

Published by: Uki Putra on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2014

pdf

text

original

Oleh

:

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2011

0

Pelaksanaan Pada tahapan pelaksanaan dilakukan: pengumpulan bukti-bukti. pengujian fisik. penetapan dan penghitungan tentative kerugian keuangan. Perencanaan Pemeriksaan Investigatif Pada tahapan perencanaan dilakukan: pengujian hipotesa awal. menentukan tempat/sumber bukti. Penelaahan Informasi Awal Pada proses ini pemeriksa melakukan: pengumpulan informasi tambahan. penyusunan fakta & proses kejadian. Tindak Lanjut Pada tahapan tindak lanjut ini.AUDIT INVESTIGASI (1) A. dan bentuk kerja sama pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum Khusus untuk lembaga BPK di Indonesia. proses sudah diserahkan dari tim audit kepada pimpinan organisasi dan secara formal selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum. seorang fraud auditor harus memiliki pengetahuan tentang kelogistikan. pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum yang terjadi. dampak kerugian keuangan akibat penyimpangan/tindakan melawan hukum. sang auditor lebih baik mundur dalam menerima tugas itu. wawancara. tim Audit Investigatif dapat ditunjuk oleh organisasi untuk memberikan keterangan ahli jika diperlukan. Pelaporan Fase terakhir. karena bila ia memaksa untuk menerimanya. dan review kertas kerja. aturan pelaksanaan tender. seperti audit keuangan dan audit kepatuhan atau complience audit. pengujian materi atau bahan bukti. identifikasi bukti-bukti. METODOLOGI Menurut metodologi internal audit. Fraud Auditor dalam melakukan Audit Investigasi berkaitan dengan beberapa hal. sistem finansial. presentasi hasil pemeriksaan investigatif di BPK. di samping audit lainnya. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan. 1 . Apabila terjadi dugaan fraud atau kejahatan di bidang logistik. C. termasuk lalu lintas barang. dan sistem ekspedisi sebelum dapat menyelidiki atau melakukan audit investigasi pada bidang logistik tersebut. sebab-sebab terjadinya tindakan melawan hukum. dengan isi laporan hasil Pemeriksaan Investigatif kurang lebih memuat: unsurunsur melawan hukum. dan penggandaan laporan 5. analisa hubungan bukti dengan pihak terkait. ada kemungkinan hasil investigasi tidak akan maksimal dan kemungkinan dia akan goyah dan akhirnya “dibeli” oleh orang yang diaudit (auditee). dipilah-pilah sebagai berikut: 1. penetapan tentative penyimpangan. konfirmasi. audit investigasi lebih dikenal dengan istilah fraud audit atau pemeriksaan kecurangan. aturan main. seorang fraud auditor haruslah sangat cakap di bidangnya. penyempurnaan hipotesa. dari awal sampai dengan akhir. observasi. TEKNIK INVESTIGASI Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal. 4. Penyampaian laporan hasil Audit Investigatif kepada pengguna laporan diharapkan sudah memasuki pada tahap penyidikan. Bila tidak punya pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Dalam tata cara pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya. fakta dan proses kejadian. analisa dan pengujian dokumen. B. 2. PENDAHULUAN Audit Investigasi merupakan bagian dari manajemen kontrol yang dilaksanakan dalam kegiatan internal audit. dan penyusunan hipotesa awal. Fraud audit adalah kombinasi aspek audit forensik/investigasi forensik/uji menyeluruh semua materi pemeriksaan dengan teknik internal kontrol dalam tata cara internal audit. interview. termasuk teori penunjang. finalisasi laporan. yang fasenya sbb: penyusunan konsep awal laporan. peraturan normatif. melengkapi bukti-bukti terakhir. proses penyusunan laporan ini terdiri dari beberapa kegiatan sampai disetujui oleh BPK untuk disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau kepada Kejaksaan Agung. Berkaitan dengan kesaksian dalam proses lanjutan dalam peradilan. dan penyusunan program pemeriksaan investigatif. Garis besar proses Pemeriksaan Investigatif secara keseluruhan. 3.

KASUS JAKARTA – Pasca meledaknya travo dalam gardu induk atau Gas Insulated Switchgear (GIS) PT PLN (Persero) di Cawang. bukti material. Oleh karena itu. seperti CAAT (computer assisted audit tools). Audit investigasi adalah sebuah pekerjaan profesional atau expert works. Di sarankan oleh Sofyan Djalil unuk melakukan audit investigasi secara menyeluruh biar diketahui pasti penyebabnya. Disebut keperluan internal karena sang auditor terikat dengan audit metodologi dengan melaporkan apa adanya suatu hasil investigasi dan auditor free to comment kepada atasannya dalam mengemukakan pendapatnya sebagai seorang auditor berdasarkan temuan dan dikategorikan preliminary summary (hasil sementara). Masing-masing travo memiliki kapasitas 500. D.” terangnya. Menurut Sofyan Djalil. HASIL INVESTIGASI Hasil audit investigasi tidak boleh dibocorkan kepada pihak yang tidak berhak mengetahuinya. foto. Fraud auditor dapat melakukan pembacaan data atau penyitaan berkas yang diduga mempunyai kaitan dengan fraud yang sedang diselidiki atau dengan memotret ruangan atau benda yang diduga memiliki kaitan dengan peristiwa. misalnya. Mampang. dan Jatinegara. sesuai dengan maksud audit forensik tersebut. Hasil atau kesimpulan sementara ini akan disikusikan dengan bos sang auditor sebelum dibuatkan keputusan final dan keputusan final hasil audit yang disebut executive summary akan dibuat oleh kepala audit kepada siapa sang auditor bertanggung jawab.000 volt. Cililitan. secara teori gardu induk meledak bisa saja terjadi kapan pun. lanjutnya. agar auditee mengerti sejauh mana investigasi dan eksaminasi dilakukan dan hasil yang didapatkan. apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain. orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee. Menneg BUMN Sofyan Djalil menginstruksikan agar PLN melakukan audit investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab ledakan travo tersebut. Kuningan. Apabila seorang audit BPK. PLN hanya mengindikasikan adanya kesalahan teknis sebagai penyebab kejadian tersebut. Timur dan Selatan. Tapi. seorang fraud auditor harus mempunyai pengetahuan yang cukup. dalam hal ini adalah korupsi. Jakarta Timur ini terbakar. sebaliknya jika teknical force sebaiknya dijadikan pelajaran. dan lain sebagainya. 2  . Pulomas.  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi. dalam membaca posisi si auditee. meliputi Gambir. Cikini. ia harus melaporkan hasil audit investigasi kepada Ketua BPK dalam bentuk laporan rahasia yang memuat kesimpulan hasil audit.  Mengerti bahasa tubuh. bukti.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. lengkap dengan semua berkas. di mana hasil ini biasanya telah diklarifikasi dan dibacakan ulang kepada si auditee. Pekerjaan fraud auditor mirip dengan pekerjaan penyelidikan atau penyidikan kepolisian. di mana penyidikan kepolisian dipakai untuk suatu projustisia. Ledakan menyebabkan dua dari enam trafo terbakar yang berdampak pada padamnya listrik di wilayah Jakarta Pusat. E. atau opini. “Untuk sementara hanya masalah teknikal saja. apabila akan menghadapi sang auditee. Selasa (29/9) dan tidak jauh dari pusat grosir Cililitan (PGC). dan selayaknya seorang fraud auditor adalah seorang auditor yang telah diakui kecakapannya dengan mengantongi CFE (Certified Fraud Examiner) yang dikeluarkan Instute of Internal Auditor (IIA) melalui tahapan penguasaan beberapa modul yang telah dipersyaratakan secara internasional. hasil wawancara. sedangkan fraud audit investigasi digunakan untuk keperluan internal. Menurutnya. Manggarai. dalam laporan awalnya. Cawang. Gardu induk PLN yang terletak di Cawang yang merupakan pusat pengaturan dan penyaluran beban wilayah listrik Jawa-Bali Region Jakarta dan Banten.Teknik wawancara. Hasil audit investigasi dapat dianggap dan digunakan sebagai bukti awal untuk menunjang suatu pembuatan BAP oleh kepolisian atau kejaksaan atau bukti pendahuluan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi bila memang suatu fraud diduga terjadi yang mengarah kepada suatu peristiwa kriminal atau crime acts. bohong atau jujur. jika nanti ditemukan human error maka akan diambil tindakan berupa disiplin bagi karyawan atau bisa diberi tindakan kepada yang bertanggung jawab.

apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain. orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. seperti CAAT (computer assisted audit tools). 3 . bohong atau jujur.  Teknik wawancara. Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan.F.  Mengerti bahasa tubuh. apabila akan menghadapi sang auditee. KESIMPULAN Menurut saya audit investigasi sangat perlu dilakukan karena suatu masalah bisa diselesaikan dengan audit investigasi dan tahu apa penyebab permasalahan yang terjadi.  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi. dalam membaca posisi si auditee.

Selanjutnya agar memiliki dampak efek jera maka perlu diambil tindakan baik administratif maupun hukum terhadap pelaku kecurangan. Pada gilirannya. Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terkait. Audit Investigatif di satu sisi adalah untuk mencegah dan mengungkap indikasi kecurangan pada internal perusahaan. Berbagai Perusahaan Swasta. memperkecil kerugian akibat kecurangan dan memperbaiki sistem pengendalian maka jika ada indikasi kuat terjadi suatu kecurangan. dalam rangka mengungkapkan berbagai indikasi kecurangan yang merugikan perusahaan maka Audit Investigatif yang diinisiasi oleh perusahaan merupakan salah upaya efektif menuju peningkatan nilai perusahaan dari sisi kinerja. Mengacu ke berbagai kasus baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa kecurangan dapat terjadi di mana saja dan termasuk yang cukup besar ada di sektor usaha. Proses Fraud. perusahaan yang memiliki risiko kerugian keuangan karena tindakan kecurangan yang terjadi dapat mengungkapkan siapa pihak yang melakukan kecurangan tersebut yang selanjutnya akan dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti kerugian perusahaan. pejabat teras dan direksi bahkan Dewan Komisaris juga pemilik rentan terhadap konsekwensi hukum sebagai dampak dari kecurangan ini. Oleh karena itu. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. Dengan demikian. Konsep Dasar Kecurangan (Fraud)   Definisi dan Unsur-Unsur Fraud. Dengan audit investigasi.AUDIT INVESTIGASI (2) Seiring dengan berkembangnya kompleksitas bisnis dan semakin terbukanya peluang usaha dan investasi menyebabkan risiko terjadinya kecurangan pada perusahaan semakin tinggi. tindakan ini akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan karena akan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki management dengan peningkatan kinerja perusahaan baik dari aspek ekonomisnya pengadaan. Fraudulent Financial Statement. dan Resiko Fraud. effisiennya proses bisnis dan efektifitasnya program kerja perusahaan. maka perusahaan harus memiliki pertimbangan yang menyeluruh mencakup aspek keuangan perusahaan dan aspek legal terkait dengan regulasi terhadap karyawan maupun terhadap perusahaan. Dalam rangka memberikan suatu efek jera. di sisi lain adalah untuk memahami pihak-pihak yang melakukan audit investigatif yang berkaitan dengan perusahaan dalam konteks penegakan hukum. bagaimana mengungkapkannya dengan Audit Investigatif serta memahami konsekwensi hukum atas kecurangan yang terjadi pada perusahaan secara internal. perusahaan diharapkan mengambil action yang tepat dengan melakukan audit investigatif. penyempurnaan sistem pengendalian dan menjadikan pelaku potensial lainnya urung melakukan kecurangan. ketika terungkap ada kasus Tindak Pidana Korupsi. Kategori Fraud (Fraud Tree): Corruption. Mengacu pada uraian di atas maka pelatihan “Audit Investigasi: Kecurangan (Fraud) dan Aspek Legal Tindak Lanjut Temuannya Pada Korporasi” akan memberikan pemahaman tentang kecurangan. Fraud Triangle. pengelola perusahaan dan pegawai untuk meningkatkan kinerja tidak akan pernah tercapai jika dalam perusahaan masih bercokol tindakan-tindakan kecurangan. mulai dari pegawai. Misalnya kasus yang terjadi pada PT Sarijaya Sekuritas di sektor swasta dan juga di BUMN seperti PLN. ternyata juga terlibat. Terkait dengan tindaklanjut secara hukum atas kecurangan yang ditemukan. Asset Misappropriation. Jamsostek. efektifitas pengungkapan kecurangan yang terjadi pada perusahaan akan memberikan nilai tambah terutama untuk recovery kerugian yang terjadi. 4 .

Resiko dan Aspek Hukum yang Melekat pada Jabatan. Teknik-Teknik Audit Investigatif      Pengujian Dokumen. Menyiapkan Prediksi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif      Identifikasi Bentuk Kecurangan dan Indikasi Kerugian. Pengujian Fisik. Evaluasi Aspek Legal Laporan dan Bukti Pendukung. Interview. Penerapan Peraturan Perundang-Undangan dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi      Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi. Menyusun Telaah Kasus dalam Bentuk Hypotesa Awal atas Kecurangan. Struktur Laporan Hasil Audit Investigatif. Konsep Keuangan Negara pada BUMN serta Kerugian Negara.Konsep Dasar Audit Investigatif    Perspektif dan Definisi Audit Investigatif. Distribusi Laporan Hasil Audit Investigatif. Penanganan Tindak Pidana/Kecurangan pada BUMN. Observasi. Metodologi Audit Investigatif. Entrapment. Penguatan Pengendalian Internal. Aksioma dalam Audit Investigatif. Investigatif Auditor sebagai Saksi dalam Proses Hukum. Recovery Kerugian Keuangan. Covert Operation: Surveillance. Identifikasi Bukti dan Pihak-Pihak yang Terkait. Penyusunan Laporan Hasil Audit Investigatif dan Tindak Lanjut Temuannya        Karakteristik Kualitatif Laporan Hasil Audit Investigatif. Menyusun Program Audit Investigatif. Pengujian Bukti. 5 .

Karena tujuan audit investigasi adalah untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan. audit investigatif bisa dilaksanakan secara REAKTIF atau PROAKTIF. auditor dapat menggunakan prosedur dan teknik yang umumnya digunakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kejahatan. audit kinerja atau audit dengan tujuan tertentu lainnya. Pendekatan Audit Investigasi Sebagaimana halnya penyelidikan dan penyidikan. Audit investigatif dikatakan bersifat reaktif apabila auditor melaksanakan audit setelah menerima atau mendapatkan informasi dari pihak lain mengenai kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan. atau karena adanya permintaan dari aparat penegak hukum. REAKTIF. pelaksanaan audit investigatif oleh auditor di lembaga non-pemerintah dapat mengacu kepada standar pemeriksaan yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan standar seperti itu. maka pendekatan. Secara khusus. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit keuangan. akan mempengaruhi siapa yang akan diwawancarai terlebih dahulu atau dokumen apa yang harus dikumpulkan terlebih dahulu. 1. Auditor investigatif juga perlu mempunyai pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang akan diaudit terutama menyangkut peraturan yang berlaku serta proses bisnis yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit investigatif relatif berbeda dengan pendekatan. Karena sifatnya yang reaktif maka auditor tidak akan melaksanakan audit jika tidak tersedia informasi tentang adanya dugaan atau indikasi kecurangan dan kejahatan. di Indonesia misalnya Institut Akuntan Publik Indonesia atau standar pemeriksaan yang lain tergantung kepada keterikatan antara auditor dengan pemberi mandat audit. seperti pengintaian dan penggeledahan Auditor sebagai pelaksana Audit Investigasi Audit investigatif terhadap indikasi korupsi bisa dilaksanakan oleh auditor di lembaga negara dan lembaga pemerintah serta auditor di lembaga non-pemerintah. seorang auditor memulai suatu audit dengan praduga/ indikasi akan adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan yang akan diidentifikasi dan diungkap melalui audit yang akan dilaksanakan. misalnya. jika memiliki kewenangan. Pelaksanaan audit investigatif di lembaga negara dan lembaga pemerintah terikat kepada ketentuan yang terdapat di dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau SPKN. Kondisi tersebut. auditor yang akan melaksanakan audit investigatif juga harus mempunyai pemahaman yang cukup tentang ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit maupun ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan pengungkapan kejahatan misalnya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP. dari pengaduan masyarakat.AUDIT INVESTIGATIF (3) Audit investigatif merupakan suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan dengan menggunakan pendekatan. prosedur dan teknik-teknik yang umumnya digunakan dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan. dalam audit investigatif. Auditor yang belum memiliki pengalaman dan keahlian harus mendapat bimbingan dari auditor lain yang memiliki pengalaman dan keahlian audit investigatif. Dalam audit investigatif. Audit investigatif yang bersifat reaktif umumnya dilaksanakan setelah auditor menerima atau mendapatkan informasi dari berbagai sumber informasi misalnya dari auditor lain yang melaksanakan audit reguler. 6 . Selain itu. Sementara itu. Kualifikasi Auditor Audit investigatif seharusnya dilaksanakan oleh orang-orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam melaksanakan audit investigatif.

2. diantaranya: Lakukan analisis terhadap perkembangan produk perusahaan di pasaran. diantaranya adalah:  Auditor melaksanakan wawancara terhadap saksi yang mendukung audit dan menganalisa dokumen yang tersedia.2. Auditor juga harus mampu mengidentifikasi dan mengungkap adanya indikasi/ keberadaan fraud dengan pengungkapkan mengenai:  What/ Apa yang menjadi masalah indikasi fraud dalam perusahaan?  Who/ Siapa yang diduga/ terindikasi melakukan fraud?  Where/ Dimana indikasi suatu fraud terjadi?  When/ Kapan pelaku melakukan fraud tersebut?  Why/ Mengapa fraud bisa terjadi di perusahaan?  How(how much)/ Bagaimana fraud bisa terjadi? dan berapa besar kerugian akibat fraud tersebut? 7 . Berdasarkan hasil audit tersebut. Melaksanakan audit untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung hipotesis Dalam melaksanakan audit investigatif maka auditor harus menerapkan pendekatan yang relatif berbeda dengan pendekatan yang dilaksanakan dalam audit non investigative. Selain itu Audit investigatif yang bersifat proaktif juga dapat menemukan kejahatan yang sedang atau masih berlangsung sehingga pengumpulan bukti untuk penyelidikan. data kekayaan orangorang yang menjadi key person di perusahaan. Audit yang bersifat proaktif dapat menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan secara lebih dini sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kecurangan atau kejahatan yang lebih besar. dsb). penyidikan dan penuntutan kejahatan tersebut lebih mudah dilaksanakan. dll 3. Mekanisme Audit Mekanisme dalam melakukan Audit Investigasi. informasi dari media massa. baik yang bersifat reaktif maupun proaktif dapat digunakan sebagai dasar penyelidikan dan penyidikan kejahatan oleh aparat penegak hukum. aparat penegak hukum akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku untuk kepentingan penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi-informasi yang diperoleh untuk menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan. yaitu: 1. bandingkan dengan perusahaan sejenis. (misalnya data aliran dana keluar perusahaan. Selanjutnya berbagai data dan informasi tersebut dianalisis sesuai dengan tujuan dari audit investigatif yang akan dilaksanakan.  Jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang cukup. Mengembangkan hipotesis kejahatan dan merencanakan audit. Audit investigatif yang bersifat proaktif perlu dilakukan pada area atau bidang-bidang yang memiliki potensi kecurangan atau kejahatan yang tinggi. Terdapat sejumlah besar data dan informasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi adanya indikasi kecurangan dan kejahatan. auditor dapat mewawancarai orangorang yang diduga melakukan kecurangan atau kejahatan terutama untuk membuktikan adanya unsur niat atau kesengajaan. analisis rugi karena apa? Dapatkan informasi mengenai siapa yang berwenang/ melakukan otorisasi uang keluar dengan nominal yang signifikan.  Auditor menggunakan bukti tidak langsung yang tersedia untuk meyakinkan saksi-saksi agar bisa mendapatkan bukti-bukti yang secara langsung menunjukkan terjadinya kecurangan atau kejahatan. Hasil dari suatu audit investigatif. audit investigatif dikatakan bersifat proaktif apabila auditor secara aktif mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan sebelum melaksanakan audit investigatif. PROAKTIF. Auditor secara aktif mencari. Mengumpulkan data dan informasi serta menganalisis adanya indikasi korupsi Audit investigatif yang bersifat proaktif dimulai dengan pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diaudit.

Berimbang dalam arti bahwa laporan tidak mengandung bias atau prasangka dari auditor yang menyusun laporan atau pihak-pihak lain yang dapat mempengaruhi auditor. yang disusun dengan memperhatikan ketentuan penyusunan laporan audit investigatif sebagai berikut: i. Penyusunan Laporan Hasil Audit Setelah selesai melaksanakan audit maka Ketua Tim Audit menyusun laporan audit investigatif. istilah-istilah yang bersifat teknis harus dihindari dan kalau tidak bisa dihindari harus dijelaskan secara memadai. Jelas dalam arti bahwa laporan harus disampaikan secara sistematik dan setiap informasi yang disampaikan mempunyai hubungan yang logis. kertas kerja akan direview team leader dan manajer audit (Partner in Charge) dan dikumpulkan serta disusun secara sistematis di dalam suatu tempat penyimpanan dokumen Penyelesaian Pelaksanan Audit. Relevan dalam arti bahwa laporan hanya mengungkap informasi yang berkaitan langsung dengan kecurangan atau kejahatan yang terjadi. auditor harus mendokumentasikan hasil auditnya dalam kertas kerja audit.Dokumentasi Audit. tempat atau tanggal adalah benar sesuai dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan. Jika auditor telah melaksanakan program kerja pemeriksaan yang diperlukan dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjawab pertanyaan 5W+H yang ada maka auditor dapat menghentikan audit dan menyusun Laporan Hasil Audit Investigatif 4. Laporan hanya memuat fakta-fakta dan tidak memuat opini atau pendapat pribadi auditor iv. v. ii. Akurat dalam arti bahwa seluruh materi laporan misalnya menyangkut kecurangan atau kejahatan yang terjadi serta informasi penting lainnya. Tepat waktu dalam arti bahwa laporan harus disusun segera setelah pekerjaan lapangan selesai dilaksanakan dan segera disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. iii. termasuk penyebutan nama. 8 . Sementara itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->