Oleh

:

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2011

0

dipilah-pilah sebagai berikut: 1. Dalam tata cara pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya. dan sistem ekspedisi sebelum dapat menyelidiki atau melakukan audit investigasi pada bidang logistik tersebut. PENDAHULUAN Audit Investigasi merupakan bagian dari manajemen kontrol yang dilaksanakan dalam kegiatan internal audit. sistem finansial. fakta dan proses kejadian. seperti audit keuangan dan audit kepatuhan atau complience audit. audit investigasi lebih dikenal dengan istilah fraud audit atau pemeriksaan kecurangan. Perencanaan Pemeriksaan Investigatif Pada tahapan perencanaan dilakukan: pengujian hipotesa awal. pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum yang terjadi. dengan isi laporan hasil Pemeriksaan Investigatif kurang lebih memuat: unsurunsur melawan hukum. ada kemungkinan hasil investigasi tidak akan maksimal dan kemungkinan dia akan goyah dan akhirnya “dibeli” oleh orang yang diaudit (auditee). yang fasenya sbb: penyusunan konsep awal laporan. aturan pelaksanaan tender. 3. Garis besar proses Pemeriksaan Investigatif secara keseluruhan. pengujian fisik. dan penyusunan hipotesa awal. dan bentuk kerja sama pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum Khusus untuk lembaga BPK di Indonesia. melengkapi bukti-bukti terakhir. analisa dan pengujian dokumen. penyusunan fakta & proses kejadian. seorang fraud auditor harus memiliki pengetahuan tentang kelogistikan. Pelaksanaan Pada tahapan pelaksanaan dilakukan: pengumpulan bukti-bukti. penetapan dan penghitungan tentative kerugian keuangan. termasuk teori penunjang. Bila tidak punya pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Fraud audit adalah kombinasi aspek audit forensik/investigasi forensik/uji menyeluruh semua materi pemeriksaan dengan teknik internal kontrol dalam tata cara internal audit. penetapan tentative penyimpangan. sebab-sebab terjadinya tindakan melawan hukum. termasuk lalu lintas barang. finalisasi laporan. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi. peraturan normatif. konfirmasi. seorang fraud auditor haruslah sangat cakap di bidangnya. dan penggandaan laporan 5. proses sudah diserahkan dari tim audit kepada pimpinan organisasi dan secara formal selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum. sang auditor lebih baik mundur dalam menerima tugas itu. penyempurnaan hipotesa. TEKNIK INVESTIGASI Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal. Penelaahan Informasi Awal Pada proses ini pemeriksa melakukan: pengumpulan informasi tambahan. 1 . di samping audit lainnya. dari awal sampai dengan akhir. tim Audit Investigatif dapat ditunjuk oleh organisasi untuk memberikan keterangan ahli jika diperlukan. observasi. identifikasi bukti-bukti. Fraud Auditor dalam melakukan Audit Investigasi berkaitan dengan beberapa hal. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan. 4. METODOLOGI Menurut metodologi internal audit. Penyampaian laporan hasil Audit Investigatif kepada pengguna laporan diharapkan sudah memasuki pada tahap penyidikan. wawancara. proses penyusunan laporan ini terdiri dari beberapa kegiatan sampai disetujui oleh BPK untuk disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau kepada Kejaksaan Agung. interview. Tindak Lanjut Pada tahapan tindak lanjut ini. Pelaporan Fase terakhir. dan penyusunan program pemeriksaan investigatif. karena bila ia memaksa untuk menerimanya. pengujian materi atau bahan bukti. aturan main. B. C. analisa hubungan bukti dengan pihak terkait. 2. dampak kerugian keuangan akibat penyimpangan/tindakan melawan hukum. Berkaitan dengan kesaksian dalam proses lanjutan dalam peradilan. menentukan tempat/sumber bukti.AUDIT INVESTIGASI (1) A. dan review kertas kerja. Apabila terjadi dugaan fraud atau kejahatan di bidang logistik. presentasi hasil pemeriksaan investigatif di BPK.

Cawang. Menurut Sofyan Djalil. hasil wawancara. Fraud auditor dapat melakukan pembacaan data atau penyitaan berkas yang diduga mempunyai kaitan dengan fraud yang sedang diselidiki atau dengan memotret ruangan atau benda yang diduga memiliki kaitan dengan peristiwa. KASUS JAKARTA – Pasca meledaknya travo dalam gardu induk atau Gas Insulated Switchgear (GIS) PT PLN (Persero) di Cawang. PLN hanya mengindikasikan adanya kesalahan teknis sebagai penyebab kejadian tersebut.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. meliputi Gambir. 2  . orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee.Teknik wawancara. foto. Menneg BUMN Sofyan Djalil menginstruksikan agar PLN melakukan audit investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab ledakan travo tersebut.  Mengerti bahasa tubuh. Jakarta Timur ini terbakar. seperti CAAT (computer assisted audit tools). Masing-masing travo memiliki kapasitas 500. Timur dan Selatan. lengkap dengan semua berkas. Kuningan. Tapi. Manggarai. Pulomas. Hasil audit investigasi dapat dianggap dan digunakan sebagai bukti awal untuk menunjang suatu pembuatan BAP oleh kepolisian atau kejaksaan atau bukti pendahuluan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi bila memang suatu fraud diduga terjadi yang mengarah kepada suatu peristiwa kriminal atau crime acts. Gardu induk PLN yang terletak di Cawang yang merupakan pusat pengaturan dan penyaluran beban wilayah listrik Jawa-Bali Region Jakarta dan Banten. dan Jatinegara. Audit investigasi adalah sebuah pekerjaan profesional atau expert works. Hasil atau kesimpulan sementara ini akan disikusikan dengan bos sang auditor sebelum dibuatkan keputusan final dan keputusan final hasil audit yang disebut executive summary akan dibuat oleh kepala audit kepada siapa sang auditor bertanggung jawab. misalnya.” terangnya. Ledakan menyebabkan dua dari enam trafo terbakar yang berdampak pada padamnya listrik di wilayah Jakarta Pusat. atau opini. di mana hasil ini biasanya telah diklarifikasi dan dibacakan ulang kepada si auditee. Disebut keperluan internal karena sang auditor terikat dengan audit metodologi dengan melaporkan apa adanya suatu hasil investigasi dan auditor free to comment kepada atasannya dalam mengemukakan pendapatnya sebagai seorang auditor berdasarkan temuan dan dikategorikan preliminary summary (hasil sementara).  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi. sesuai dengan maksud audit forensik tersebut. agar auditee mengerti sejauh mana investigasi dan eksaminasi dilakukan dan hasil yang didapatkan. sedangkan fraud audit investigasi digunakan untuk keperluan internal. seorang fraud auditor harus mempunyai pengetahuan yang cukup. Apabila seorang audit BPK. apabila akan menghadapi sang auditee. dalam membaca posisi si auditee. bukti material. dalam hal ini adalah korupsi. E. sebaliknya jika teknical force sebaiknya dijadikan pelajaran. ia harus melaporkan hasil audit investigasi kepada Ketua BPK dalam bentuk laporan rahasia yang memuat kesimpulan hasil audit. Di sarankan oleh Sofyan Djalil unuk melakukan audit investigasi secara menyeluruh biar diketahui pasti penyebabnya. dan lain sebagainya. HASIL INVESTIGASI Hasil audit investigasi tidak boleh dibocorkan kepada pihak yang tidak berhak mengetahuinya. Menurutnya. Oleh karena itu. dalam laporan awalnya. D. Pekerjaan fraud auditor mirip dengan pekerjaan penyelidikan atau penyidikan kepolisian. apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain. Cililitan. Cikini. secara teori gardu induk meledak bisa saja terjadi kapan pun. di mana penyidikan kepolisian dipakai untuk suatu projustisia. jika nanti ditemukan human error maka akan diambil tindakan berupa disiplin bagi karyawan atau bisa diberi tindakan kepada yang bertanggung jawab. “Untuk sementara hanya masalah teknikal saja. Selasa (29/9) dan tidak jauh dari pusat grosir Cililitan (PGC).000 volt. bukti. bohong atau jujur. dan selayaknya seorang fraud auditor adalah seorang auditor yang telah diakui kecakapannya dengan mengantongi CFE (Certified Fraud Examiner) yang dikeluarkan Instute of Internal Auditor (IIA) melalui tahapan penguasaan beberapa modul yang telah dipersyaratakan secara internasional. Mampang. lanjutnya.

seperti CAAT (computer assisted audit tools). orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee.  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi.F. Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. apabila akan menghadapi sang auditee. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan. dalam membaca posisi si auditee. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi.  Mengerti bahasa tubuh. bohong atau jujur. 3 . KESIMPULAN Menurut saya audit investigasi sangat perlu dilakukan karena suatu masalah bisa diselesaikan dengan audit investigasi dan tahu apa penyebab permasalahan yang terjadi. apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain.  Teknik wawancara.

efektifitas pengungkapan kecurangan yang terjadi pada perusahaan akan memberikan nilai tambah terutama untuk recovery kerugian yang terjadi. Pada gilirannya. Jamsostek. memperkecil kerugian akibat kecurangan dan memperbaiki sistem pengendalian maka jika ada indikasi kuat terjadi suatu kecurangan. Oleh karena itu. Proses Fraud. penyempurnaan sistem pengendalian dan menjadikan pelaku potensial lainnya urung melakukan kecurangan. Konsep Dasar Kecurangan (Fraud)   Definisi dan Unsur-Unsur Fraud. 4 . Mengacu ke berbagai kasus baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa kecurangan dapat terjadi di mana saja dan termasuk yang cukup besar ada di sektor usaha.AUDIT INVESTIGASI (2) Seiring dengan berkembangnya kompleksitas bisnis dan semakin terbukanya peluang usaha dan investasi menyebabkan risiko terjadinya kecurangan pada perusahaan semakin tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terkait. Misalnya kasus yang terjadi pada PT Sarijaya Sekuritas di sektor swasta dan juga di BUMN seperti PLN. effisiennya proses bisnis dan efektifitasnya program kerja perusahaan. Kategori Fraud (Fraud Tree): Corruption. perusahaan yang memiliki risiko kerugian keuangan karena tindakan kecurangan yang terjadi dapat mengungkapkan siapa pihak yang melakukan kecurangan tersebut yang selanjutnya akan dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti kerugian perusahaan. Mengacu pada uraian di atas maka pelatihan “Audit Investigasi: Kecurangan (Fraud) dan Aspek Legal Tindak Lanjut Temuannya Pada Korporasi” akan memberikan pemahaman tentang kecurangan. Dalam rangka memberikan suatu efek jera. Audit Investigatif di satu sisi adalah untuk mencegah dan mengungkap indikasi kecurangan pada internal perusahaan. ternyata juga terlibat. Terkait dengan tindaklanjut secara hukum atas kecurangan yang ditemukan. Berbagai Perusahaan Swasta. Asset Misappropriation. tindakan ini akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan karena akan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki management dengan peningkatan kinerja perusahaan baik dari aspek ekonomisnya pengadaan. mulai dari pegawai. pejabat teras dan direksi bahkan Dewan Komisaris juga pemilik rentan terhadap konsekwensi hukum sebagai dampak dari kecurangan ini. pengelola perusahaan dan pegawai untuk meningkatkan kinerja tidak akan pernah tercapai jika dalam perusahaan masih bercokol tindakan-tindakan kecurangan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. Selanjutnya agar memiliki dampak efek jera maka perlu diambil tindakan baik administratif maupun hukum terhadap pelaku kecurangan. maka perusahaan harus memiliki pertimbangan yang menyeluruh mencakup aspek keuangan perusahaan dan aspek legal terkait dengan regulasi terhadap karyawan maupun terhadap perusahaan. dan Resiko Fraud. Fraudulent Financial Statement. perusahaan diharapkan mengambil action yang tepat dengan melakukan audit investigatif. bagaimana mengungkapkannya dengan Audit Investigatif serta memahami konsekwensi hukum atas kecurangan yang terjadi pada perusahaan secara internal. dalam rangka mengungkapkan berbagai indikasi kecurangan yang merugikan perusahaan maka Audit Investigatif yang diinisiasi oleh perusahaan merupakan salah upaya efektif menuju peningkatan nilai perusahaan dari sisi kinerja. di sisi lain adalah untuk memahami pihak-pihak yang melakukan audit investigatif yang berkaitan dengan perusahaan dalam konteks penegakan hukum. ketika terungkap ada kasus Tindak Pidana Korupsi. Dengan audit investigasi. Fraud Triangle. Dengan demikian.

Konsep Keuangan Negara pada BUMN serta Kerugian Negara. Pengujian Fisik. Penerapan Peraturan Perundang-Undangan dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi      Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.Konsep Dasar Audit Investigatif    Perspektif dan Definisi Audit Investigatif. Menyusun Program Audit Investigatif. Aksioma dalam Audit Investigatif. Interview. Entrapment. Menyusun Telaah Kasus dalam Bentuk Hypotesa Awal atas Kecurangan. Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi. Metodologi Audit Investigatif. Investigatif Auditor sebagai Saksi dalam Proses Hukum. Covert Operation: Surveillance. Penguatan Pengendalian Internal. 5 . Observasi. Struktur Laporan Hasil Audit Investigatif. Evaluasi Aspek Legal Laporan dan Bukti Pendukung. Teknik-Teknik Audit Investigatif      Pengujian Dokumen. Menyiapkan Prediksi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif      Identifikasi Bentuk Kecurangan dan Indikasi Kerugian. Distribusi Laporan Hasil Audit Investigatif. Resiko dan Aspek Hukum yang Melekat pada Jabatan. Recovery Kerugian Keuangan. Penyusunan Laporan Hasil Audit Investigatif dan Tindak Lanjut Temuannya        Karakteristik Kualitatif Laporan Hasil Audit Investigatif. Pengujian Bukti. Penanganan Tindak Pidana/Kecurangan pada BUMN. Identifikasi Bukti dan Pihak-Pihak yang Terkait.

Pendekatan Audit Investigasi Sebagaimana halnya penyelidikan dan penyidikan. Karena sifatnya yang reaktif maka auditor tidak akan melaksanakan audit jika tidak tersedia informasi tentang adanya dugaan atau indikasi kecurangan dan kejahatan. dari pengaduan masyarakat. 1. REAKTIF. Secara khusus. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit keuangan. audit kinerja atau audit dengan tujuan tertentu lainnya. audit investigatif bisa dilaksanakan secara REAKTIF atau PROAKTIF. auditor yang akan melaksanakan audit investigatif juga harus mempunyai pemahaman yang cukup tentang ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit maupun ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan pengungkapan kejahatan misalnya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP. Sementara itu. di Indonesia misalnya Institut Akuntan Publik Indonesia atau standar pemeriksaan yang lain tergantung kepada keterikatan antara auditor dengan pemberi mandat audit. Dalam audit investigatif. atau karena adanya permintaan dari aparat penegak hukum. misalnya. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit investigatif relatif berbeda dengan pendekatan. 6 . Kondisi tersebut. Audit investigatif dikatakan bersifat reaktif apabila auditor melaksanakan audit setelah menerima atau mendapatkan informasi dari pihak lain mengenai kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan. auditor dapat menggunakan prosedur dan teknik yang umumnya digunakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kejahatan. akan mempengaruhi siapa yang akan diwawancarai terlebih dahulu atau dokumen apa yang harus dikumpulkan terlebih dahulu. jika memiliki kewenangan. Auditor yang belum memiliki pengalaman dan keahlian harus mendapat bimbingan dari auditor lain yang memiliki pengalaman dan keahlian audit investigatif. maka pendekatan.AUDIT INVESTIGATIF (3) Audit investigatif merupakan suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan dengan menggunakan pendekatan. Audit investigatif yang bersifat reaktif umumnya dilaksanakan setelah auditor menerima atau mendapatkan informasi dari berbagai sumber informasi misalnya dari auditor lain yang melaksanakan audit reguler. pelaksanaan audit investigatif oleh auditor di lembaga non-pemerintah dapat mengacu kepada standar pemeriksaan yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan standar seperti itu. dalam audit investigatif. Kualifikasi Auditor Audit investigatif seharusnya dilaksanakan oleh orang-orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam melaksanakan audit investigatif. Auditor investigatif juga perlu mempunyai pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang akan diaudit terutama menyangkut peraturan yang berlaku serta proses bisnis yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit. Pelaksanaan audit investigatif di lembaga negara dan lembaga pemerintah terikat kepada ketentuan yang terdapat di dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau SPKN. Karena tujuan audit investigasi adalah untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan. prosedur dan teknik-teknik yang umumnya digunakan dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan. seperti pengintaian dan penggeledahan Auditor sebagai pelaksana Audit Investigasi Audit investigatif terhadap indikasi korupsi bisa dilaksanakan oleh auditor di lembaga negara dan lembaga pemerintah serta auditor di lembaga non-pemerintah. seorang auditor memulai suatu audit dengan praduga/ indikasi akan adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan yang akan diidentifikasi dan diungkap melalui audit yang akan dilaksanakan. Selain itu.

PROAKTIF. auditor dapat mewawancarai orangorang yang diduga melakukan kecurangan atau kejahatan terutama untuk membuktikan adanya unsur niat atau kesengajaan.  Auditor menggunakan bukti tidak langsung yang tersedia untuk meyakinkan saksi-saksi agar bisa mendapatkan bukti-bukti yang secara langsung menunjukkan terjadinya kecurangan atau kejahatan. dll 3.  Jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang cukup. Melaksanakan audit untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung hipotesis Dalam melaksanakan audit investigatif maka auditor harus menerapkan pendekatan yang relatif berbeda dengan pendekatan yang dilaksanakan dalam audit non investigative. Terdapat sejumlah besar data dan informasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi adanya indikasi kecurangan dan kejahatan. penyidikan dan penuntutan kejahatan tersebut lebih mudah dilaksanakan. Selanjutnya berbagai data dan informasi tersebut dianalisis sesuai dengan tujuan dari audit investigatif yang akan dilaksanakan. data kekayaan orangorang yang menjadi key person di perusahaan. informasi dari media massa. aparat penegak hukum akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku untuk kepentingan penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. Audit yang bersifat proaktif dapat menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan secara lebih dini sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kecurangan atau kejahatan yang lebih besar. Auditor juga harus mampu mengidentifikasi dan mengungkap adanya indikasi/ keberadaan fraud dengan pengungkapkan mengenai:  What/ Apa yang menjadi masalah indikasi fraud dalam perusahaan?  Who/ Siapa yang diduga/ terindikasi melakukan fraud?  Where/ Dimana indikasi suatu fraud terjadi?  When/ Kapan pelaku melakukan fraud tersebut?  Why/ Mengapa fraud bisa terjadi di perusahaan?  How(how much)/ Bagaimana fraud bisa terjadi? dan berapa besar kerugian akibat fraud tersebut? 7 . Audit investigatif yang bersifat proaktif perlu dilakukan pada area atau bidang-bidang yang memiliki potensi kecurangan atau kejahatan yang tinggi. yaitu: 1. mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi-informasi yang diperoleh untuk menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan. diantaranya: Lakukan analisis terhadap perkembangan produk perusahaan di pasaran. diantaranya adalah:  Auditor melaksanakan wawancara terhadap saksi yang mendukung audit dan menganalisa dokumen yang tersedia. bandingkan dengan perusahaan sejenis. Mekanisme Audit Mekanisme dalam melakukan Audit Investigasi. (misalnya data aliran dana keluar perusahaan. baik yang bersifat reaktif maupun proaktif dapat digunakan sebagai dasar penyelidikan dan penyidikan kejahatan oleh aparat penegak hukum.2. Mengumpulkan data dan informasi serta menganalisis adanya indikasi korupsi Audit investigatif yang bersifat proaktif dimulai dengan pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diaudit. analisis rugi karena apa? Dapatkan informasi mengenai siapa yang berwenang/ melakukan otorisasi uang keluar dengan nominal yang signifikan. dsb). Auditor secara aktif mencari. Selain itu Audit investigatif yang bersifat proaktif juga dapat menemukan kejahatan yang sedang atau masih berlangsung sehingga pengumpulan bukti untuk penyelidikan. audit investigatif dikatakan bersifat proaktif apabila auditor secara aktif mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan sebelum melaksanakan audit investigatif. 2. Mengembangkan hipotesis kejahatan dan merencanakan audit. Berdasarkan hasil audit tersebut. Hasil dari suatu audit investigatif.

Relevan dalam arti bahwa laporan hanya mengungkap informasi yang berkaitan langsung dengan kecurangan atau kejahatan yang terjadi. Tepat waktu dalam arti bahwa laporan harus disusun segera setelah pekerjaan lapangan selesai dilaksanakan dan segera disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. termasuk penyebutan nama. iii. Jelas dalam arti bahwa laporan harus disampaikan secara sistematik dan setiap informasi yang disampaikan mempunyai hubungan yang logis.Dokumentasi Audit. Akurat dalam arti bahwa seluruh materi laporan misalnya menyangkut kecurangan atau kejahatan yang terjadi serta informasi penting lainnya. istilah-istilah yang bersifat teknis harus dihindari dan kalau tidak bisa dihindari harus dijelaskan secara memadai. Laporan hanya memuat fakta-fakta dan tidak memuat opini atau pendapat pribadi auditor iv. Sementara itu. v. 8 . auditor harus mendokumentasikan hasil auditnya dalam kertas kerja audit. tempat atau tanggal adalah benar sesuai dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan. yang disusun dengan memperhatikan ketentuan penyusunan laporan audit investigatif sebagai berikut: i. ii. Penyusunan Laporan Hasil Audit Setelah selesai melaksanakan audit maka Ketua Tim Audit menyusun laporan audit investigatif. Jika auditor telah melaksanakan program kerja pemeriksaan yang diperlukan dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjawab pertanyaan 5W+H yang ada maka auditor dapat menghentikan audit dan menyusun Laporan Hasil Audit Investigatif 4. kertas kerja akan direview team leader dan manajer audit (Partner in Charge) dan dikumpulkan serta disusun secara sistematis di dalam suatu tempat penyimpanan dokumen Penyelesaian Pelaksanan Audit. Berimbang dalam arti bahwa laporan tidak mengandung bias atau prasangka dari auditor yang menyusun laporan atau pihak-pihak lain yang dapat mempengaruhi auditor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful