Oleh

:

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2011

0

Fraud audit adalah kombinasi aspek audit forensik/investigasi forensik/uji menyeluruh semua materi pemeriksaan dengan teknik internal kontrol dalam tata cara internal audit.AUDIT INVESTIGASI (1) A. penetapan tentative penyimpangan. tim Audit Investigatif dapat ditunjuk oleh organisasi untuk memberikan keterangan ahli jika diperlukan. interview. Berkaitan dengan kesaksian dalam proses lanjutan dalam peradilan. proses sudah diserahkan dari tim audit kepada pimpinan organisasi dan secara formal selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum. seperti audit keuangan dan audit kepatuhan atau complience audit. B. dan review kertas kerja. Bila tidak punya pengetahuan dan pengalaman yang cukup. PENDAHULUAN Audit Investigasi merupakan bagian dari manajemen kontrol yang dilaksanakan dalam kegiatan internal audit. sang auditor lebih baik mundur dalam menerima tugas itu. dan bentuk kerja sama pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum Khusus untuk lembaga BPK di Indonesia. fakta dan proses kejadian. menentukan tempat/sumber bukti. wawancara. termasuk teori penunjang. melengkapi bukti-bukti terakhir. termasuk lalu lintas barang. Pelaksanaan Pada tahapan pelaksanaan dilakukan: pengumpulan bukti-bukti. dari awal sampai dengan akhir. dan penggandaan laporan 5. finalisasi laporan. di samping audit lainnya. Garis besar proses Pemeriksaan Investigatif secara keseluruhan. dan sistem ekspedisi sebelum dapat menyelidiki atau melakukan audit investigasi pada bidang logistik tersebut. Tindak Lanjut Pada tahapan tindak lanjut ini. Perencanaan Pemeriksaan Investigatif Pada tahapan perencanaan dilakukan: pengujian hipotesa awal. audit investigasi lebih dikenal dengan istilah fraud audit atau pemeriksaan kecurangan. Penyampaian laporan hasil Audit Investigatif kepada pengguna laporan diharapkan sudah memasuki pada tahap penyidikan. aturan pelaksanaan tender. 4. seorang fraud auditor haruslah sangat cakap di bidangnya. pengujian materi atau bahan bukti. C. observasi. analisa dan pengujian dokumen. identifikasi bukti-bukti. Penelaahan Informasi Awal Pada proses ini pemeriksa melakukan: pengumpulan informasi tambahan. yang fasenya sbb: penyusunan konsep awal laporan. pengujian fisik. METODOLOGI Menurut metodologi internal audit. Dalam tata cara pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya. seorang fraud auditor harus memiliki pengetahuan tentang kelogistikan. dengan isi laporan hasil Pemeriksaan Investigatif kurang lebih memuat: unsurunsur melawan hukum. dan penyusunan hipotesa awal. ada kemungkinan hasil investigasi tidak akan maksimal dan kemungkinan dia akan goyah dan akhirnya “dibeli” oleh orang yang diaudit (auditee). dan penyusunan program pemeriksaan investigatif. pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum yang terjadi. Fraud Auditor dalam melakukan Audit Investigasi berkaitan dengan beberapa hal. karena bila ia memaksa untuk menerimanya. konfirmasi. penyusunan fakta & proses kejadian. proses penyusunan laporan ini terdiri dari beberapa kegiatan sampai disetujui oleh BPK untuk disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau kepada Kejaksaan Agung. Apabila terjadi dugaan fraud atau kejahatan di bidang logistik. 3. analisa hubungan bukti dengan pihak terkait. sistem finansial. presentasi hasil pemeriksaan investigatif di BPK. penyempurnaan hipotesa. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi. TEKNIK INVESTIGASI Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal. 1 . 2. dipilah-pilah sebagai berikut: 1. aturan main. Pelaporan Fase terakhir. sebab-sebab terjadinya tindakan melawan hukum. peraturan normatif. penetapan dan penghitungan tentative kerugian keuangan. dampak kerugian keuangan akibat penyimpangan/tindakan melawan hukum.

misalnya. Pulomas. dalam hal ini adalah korupsi. meliputi Gambir. Jakarta Timur ini terbakar. dan selayaknya seorang fraud auditor adalah seorang auditor yang telah diakui kecakapannya dengan mengantongi CFE (Certified Fraud Examiner) yang dikeluarkan Instute of Internal Auditor (IIA) melalui tahapan penguasaan beberapa modul yang telah dipersyaratakan secara internasional. Pekerjaan fraud auditor mirip dengan pekerjaan penyelidikan atau penyidikan kepolisian. bukti. Cawang. E. Gardu induk PLN yang terletak di Cawang yang merupakan pusat pengaturan dan penyaluran beban wilayah listrik Jawa-Bali Region Jakarta dan Banten. jika nanti ditemukan human error maka akan diambil tindakan berupa disiplin bagi karyawan atau bisa diberi tindakan kepada yang bertanggung jawab. Audit investigasi adalah sebuah pekerjaan profesional atau expert works. agar auditee mengerti sejauh mana investigasi dan eksaminasi dilakukan dan hasil yang didapatkan.Teknik wawancara. Menneg BUMN Sofyan Djalil menginstruksikan agar PLN melakukan audit investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab ledakan travo tersebut. apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain. Menurutnya. secara teori gardu induk meledak bisa saja terjadi kapan pun. bohong atau jujur. Manggarai.  Mengerti bahasa tubuh. Masing-masing travo memiliki kapasitas 500. lengkap dengan semua berkas. “Untuk sementara hanya masalah teknikal saja. Fraud auditor dapat melakukan pembacaan data atau penyitaan berkas yang diduga mempunyai kaitan dengan fraud yang sedang diselidiki atau dengan memotret ruangan atau benda yang diduga memiliki kaitan dengan peristiwa. dalam membaca posisi si auditee. Oleh karena itu.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. Timur dan Selatan. orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee.  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi. Selasa (29/9) dan tidak jauh dari pusat grosir Cililitan (PGC). foto. lanjutnya. 2  . di mana hasil ini biasanya telah diklarifikasi dan dibacakan ulang kepada si auditee. KASUS JAKARTA – Pasca meledaknya travo dalam gardu induk atau Gas Insulated Switchgear (GIS) PT PLN (Persero) di Cawang. dalam laporan awalnya. sebaliknya jika teknical force sebaiknya dijadikan pelajaran. Apabila seorang audit BPK. sesuai dengan maksud audit forensik tersebut. Cikini. Kuningan. bukti material. Ledakan menyebabkan dua dari enam trafo terbakar yang berdampak pada padamnya listrik di wilayah Jakarta Pusat. Cililitan. Disebut keperluan internal karena sang auditor terikat dengan audit metodologi dengan melaporkan apa adanya suatu hasil investigasi dan auditor free to comment kepada atasannya dalam mengemukakan pendapatnya sebagai seorang auditor berdasarkan temuan dan dikategorikan preliminary summary (hasil sementara). seorang fraud auditor harus mempunyai pengetahuan yang cukup.000 volt. apabila akan menghadapi sang auditee. D. Mampang. atau opini. Di sarankan oleh Sofyan Djalil unuk melakukan audit investigasi secara menyeluruh biar diketahui pasti penyebabnya. dan lain sebagainya. Hasil atau kesimpulan sementara ini akan disikusikan dengan bos sang auditor sebelum dibuatkan keputusan final dan keputusan final hasil audit yang disebut executive summary akan dibuat oleh kepala audit kepada siapa sang auditor bertanggung jawab. HASIL INVESTIGASI Hasil audit investigasi tidak boleh dibocorkan kepada pihak yang tidak berhak mengetahuinya. Hasil audit investigasi dapat dianggap dan digunakan sebagai bukti awal untuk menunjang suatu pembuatan BAP oleh kepolisian atau kejaksaan atau bukti pendahuluan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi bila memang suatu fraud diduga terjadi yang mengarah kepada suatu peristiwa kriminal atau crime acts. dan Jatinegara.” terangnya. Tapi. di mana penyidikan kepolisian dipakai untuk suatu projustisia. PLN hanya mengindikasikan adanya kesalahan teknis sebagai penyebab kejadian tersebut. seperti CAAT (computer assisted audit tools). hasil wawancara. sedangkan fraud audit investigasi digunakan untuk keperluan internal. ia harus melaporkan hasil audit investigasi kepada Ketua BPK dalam bentuk laporan rahasia yang memuat kesimpulan hasil audit. Menurut Sofyan Djalil.

Untuk mendapatkan hasil investigasi yang maksimal.  Teknik wawancara. bohong atau jujur.  Dapat dilakukan dengan bantuan software. apakah dengan memakai kesanggupan sendiri atau dengan bantuan orang lain. antara lain:  Teknik penyamaran atau teknik penyadapan. dalam membaca posisi si auditee. orang-orang yang diduga memiliki info yang dibutuhkan atau bahkan sang bosnya si auditee.F. seperti CAAT (computer assisted audit tools).  Mengerti bahasa tubuh. apabila akan menghadapi sang auditee. seorang fraud auditor harus juga menguasai beberapa teknik investigasi. KESIMPULAN Menurut saya audit investigasi sangat perlu dilakukan karena suatu masalah bisa diselesaikan dengan audit investigasi dan tahu apa penyebab permasalahan yang terjadi. 3 .  Teknik merayu untuk mendapatkan informasi.

Mengacu ke berbagai kasus baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa kecurangan dapat terjadi di mana saja dan termasuk yang cukup besar ada di sektor usaha. Oleh karena itu. Proses Fraud. Kategori Fraud (Fraud Tree): Corruption. Audit Investigatif di satu sisi adalah untuk mencegah dan mengungkap indikasi kecurangan pada internal perusahaan. ternyata juga terlibat. di sisi lain adalah untuk memahami pihak-pihak yang melakukan audit investigatif yang berkaitan dengan perusahaan dalam konteks penegakan hukum. Dengan audit investigasi. Fraud Triangle. Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terkait. Terkait dengan tindaklanjut secara hukum atas kecurangan yang ditemukan. Selanjutnya agar memiliki dampak efek jera maka perlu diambil tindakan baik administratif maupun hukum terhadap pelaku kecurangan. Jamsostek. Mengacu pada uraian di atas maka pelatihan “Audit Investigasi: Kecurangan (Fraud) dan Aspek Legal Tindak Lanjut Temuannya Pada Korporasi” akan memberikan pemahaman tentang kecurangan. Pada gilirannya. Fraudulent Financial Statement. perusahaan yang memiliki risiko kerugian keuangan karena tindakan kecurangan yang terjadi dapat mengungkapkan siapa pihak yang melakukan kecurangan tersebut yang selanjutnya akan dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti kerugian perusahaan. tindakan ini akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan karena akan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki management dengan peningkatan kinerja perusahaan baik dari aspek ekonomisnya pengadaan. pejabat teras dan direksi bahkan Dewan Komisaris juga pemilik rentan terhadap konsekwensi hukum sebagai dampak dari kecurangan ini. dalam rangka mengungkapkan berbagai indikasi kecurangan yang merugikan perusahaan maka Audit Investigatif yang diinisiasi oleh perusahaan merupakan salah upaya efektif menuju peningkatan nilai perusahaan dari sisi kinerja. pengelola perusahaan dan pegawai untuk meningkatkan kinerja tidak akan pernah tercapai jika dalam perusahaan masih bercokol tindakan-tindakan kecurangan. Dengan demikian. Dalam rangka memberikan suatu efek jera. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. dan Resiko Fraud.AUDIT INVESTIGASI (2) Seiring dengan berkembangnya kompleksitas bisnis dan semakin terbukanya peluang usaha dan investasi menyebabkan risiko terjadinya kecurangan pada perusahaan semakin tinggi. Berbagai Perusahaan Swasta. maka perusahaan harus memiliki pertimbangan yang menyeluruh mencakup aspek keuangan perusahaan dan aspek legal terkait dengan regulasi terhadap karyawan maupun terhadap perusahaan. ketika terungkap ada kasus Tindak Pidana Korupsi. penyempurnaan sistem pengendalian dan menjadikan pelaku potensial lainnya urung melakukan kecurangan. mulai dari pegawai. bagaimana mengungkapkannya dengan Audit Investigatif serta memahami konsekwensi hukum atas kecurangan yang terjadi pada perusahaan secara internal. perusahaan diharapkan mengambil action yang tepat dengan melakukan audit investigatif. memperkecil kerugian akibat kecurangan dan memperbaiki sistem pengendalian maka jika ada indikasi kuat terjadi suatu kecurangan. efektifitas pengungkapan kecurangan yang terjadi pada perusahaan akan memberikan nilai tambah terutama untuk recovery kerugian yang terjadi. Asset Misappropriation. 4 . Misalnya kasus yang terjadi pada PT Sarijaya Sekuritas di sektor swasta dan juga di BUMN seperti PLN. effisiennya proses bisnis dan efektifitasnya program kerja perusahaan. Konsep Dasar Kecurangan (Fraud)   Definisi dan Unsur-Unsur Fraud.

Menyusun Telaah Kasus dalam Bentuk Hypotesa Awal atas Kecurangan. 5 . Penanganan Tindak Pidana/Kecurangan pada BUMN. Konsep Keuangan Negara pada BUMN serta Kerugian Negara. Struktur Laporan Hasil Audit Investigatif. Penerapan Peraturan Perundang-Undangan dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi      Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Observasi. Resiko dan Aspek Hukum yang Melekat pada Jabatan. Investigatif Auditor sebagai Saksi dalam Proses Hukum. Identifikasi Bukti dan Pihak-Pihak yang Terkait. Teknik-Teknik Audit Investigatif      Pengujian Dokumen. Metodologi Audit Investigatif. Interview. Penguatan Pengendalian Internal. Evaluasi Aspek Legal Laporan dan Bukti Pendukung. Distribusi Laporan Hasil Audit Investigatif. Entrapment. Pengujian Bukti. Menyiapkan Prediksi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif      Identifikasi Bentuk Kecurangan dan Indikasi Kerugian.Konsep Dasar Audit Investigatif    Perspektif dan Definisi Audit Investigatif. Covert Operation: Surveillance. Pengujian Fisik. Penyusunan Laporan Hasil Audit Investigatif dan Tindak Lanjut Temuannya        Karakteristik Kualitatif Laporan Hasil Audit Investigatif. Aksioma dalam Audit Investigatif. Menyusun Program Audit Investigatif. Recovery Kerugian Keuangan. Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi.

Pendekatan Audit Investigasi Sebagaimana halnya penyelidikan dan penyidikan. REAKTIF. jika memiliki kewenangan. seperti pengintaian dan penggeledahan Auditor sebagai pelaksana Audit Investigasi Audit investigatif terhadap indikasi korupsi bisa dilaksanakan oleh auditor di lembaga negara dan lembaga pemerintah serta auditor di lembaga non-pemerintah. Kualifikasi Auditor Audit investigatif seharusnya dilaksanakan oleh orang-orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam melaksanakan audit investigatif. auditor yang akan melaksanakan audit investigatif juga harus mempunyai pemahaman yang cukup tentang ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit maupun ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan pengungkapan kejahatan misalnya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP. atau karena adanya permintaan dari aparat penegak hukum. Sementara itu. prosedur dan teknik-teknik yang umumnya digunakan dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan. Dalam audit investigatif. audit investigatif bisa dilaksanakan secara REAKTIF atau PROAKTIF. akan mempengaruhi siapa yang akan diwawancarai terlebih dahulu atau dokumen apa yang harus dikumpulkan terlebih dahulu. seorang auditor memulai suatu audit dengan praduga/ indikasi akan adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan yang akan diidentifikasi dan diungkap melalui audit yang akan dilaksanakan. di Indonesia misalnya Institut Akuntan Publik Indonesia atau standar pemeriksaan yang lain tergantung kepada keterikatan antara auditor dengan pemberi mandat audit. Auditor investigatif juga perlu mempunyai pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang akan diaudit terutama menyangkut peraturan yang berlaku serta proses bisnis yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit. Audit investigatif dikatakan bersifat reaktif apabila auditor melaksanakan audit setelah menerima atau mendapatkan informasi dari pihak lain mengenai kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan. maka pendekatan. Auditor yang belum memiliki pengalaman dan keahlian harus mendapat bimbingan dari auditor lain yang memiliki pengalaman dan keahlian audit investigatif. dalam audit investigatif. misalnya. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit investigatif relatif berbeda dengan pendekatan. pelaksanaan audit investigatif oleh auditor di lembaga non-pemerintah dapat mengacu kepada standar pemeriksaan yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan standar seperti itu. 1. Karena sifatnya yang reaktif maka auditor tidak akan melaksanakan audit jika tidak tersedia informasi tentang adanya dugaan atau indikasi kecurangan dan kejahatan.AUDIT INVESTIGATIF (3) Audit investigatif merupakan suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan dengan menggunakan pendekatan. Audit investigatif yang bersifat reaktif umumnya dilaksanakan setelah auditor menerima atau mendapatkan informasi dari berbagai sumber informasi misalnya dari auditor lain yang melaksanakan audit reguler. Pelaksanaan audit investigatif di lembaga negara dan lembaga pemerintah terikat kepada ketentuan yang terdapat di dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau SPKN. Karena tujuan audit investigasi adalah untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan. audit kinerja atau audit dengan tujuan tertentu lainnya. Secara khusus. auditor dapat menggunakan prosedur dan teknik yang umumnya digunakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kejahatan. prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit keuangan. dari pengaduan masyarakat. 6 . Selain itu. Kondisi tersebut.

Terdapat sejumlah besar data dan informasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi adanya indikasi kecurangan dan kejahatan. Mekanisme Audit Mekanisme dalam melakukan Audit Investigasi. Melaksanakan audit untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung hipotesis Dalam melaksanakan audit investigatif maka auditor harus menerapkan pendekatan yang relatif berbeda dengan pendekatan yang dilaksanakan dalam audit non investigative. data kekayaan orangorang yang menjadi key person di perusahaan. Audit yang bersifat proaktif dapat menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan secara lebih dini sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kecurangan atau kejahatan yang lebih besar. Auditor juga harus mampu mengidentifikasi dan mengungkap adanya indikasi/ keberadaan fraud dengan pengungkapkan mengenai:  What/ Apa yang menjadi masalah indikasi fraud dalam perusahaan?  Who/ Siapa yang diduga/ terindikasi melakukan fraud?  Where/ Dimana indikasi suatu fraud terjadi?  When/ Kapan pelaku melakukan fraud tersebut?  Why/ Mengapa fraud bisa terjadi di perusahaan?  How(how much)/ Bagaimana fraud bisa terjadi? dan berapa besar kerugian akibat fraud tersebut? 7 . diantaranya: Lakukan analisis terhadap perkembangan produk perusahaan di pasaran. yaitu: 1.2. baik yang bersifat reaktif maupun proaktif dapat digunakan sebagai dasar penyelidikan dan penyidikan kejahatan oleh aparat penegak hukum. PROAKTIF. dll 3. diantaranya adalah:  Auditor melaksanakan wawancara terhadap saksi yang mendukung audit dan menganalisa dokumen yang tersedia. Berdasarkan hasil audit tersebut. 2. Selanjutnya berbagai data dan informasi tersebut dianalisis sesuai dengan tujuan dari audit investigatif yang akan dilaksanakan. informasi dari media massa. analisis rugi karena apa? Dapatkan informasi mengenai siapa yang berwenang/ melakukan otorisasi uang keluar dengan nominal yang signifikan. Mengumpulkan data dan informasi serta menganalisis adanya indikasi korupsi Audit investigatif yang bersifat proaktif dimulai dengan pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diaudit. Selain itu Audit investigatif yang bersifat proaktif juga dapat menemukan kejahatan yang sedang atau masih berlangsung sehingga pengumpulan bukti untuk penyelidikan. audit investigatif dikatakan bersifat proaktif apabila auditor secara aktif mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan sebelum melaksanakan audit investigatif.  Auditor menggunakan bukti tidak langsung yang tersedia untuk meyakinkan saksi-saksi agar bisa mendapatkan bukti-bukti yang secara langsung menunjukkan terjadinya kecurangan atau kejahatan. (misalnya data aliran dana keluar perusahaan. bandingkan dengan perusahaan sejenis. mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi-informasi yang diperoleh untuk menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan. Auditor secara aktif mencari. Mengembangkan hipotesis kejahatan dan merencanakan audit. dsb). Hasil dari suatu audit investigatif. Audit investigatif yang bersifat proaktif perlu dilakukan pada area atau bidang-bidang yang memiliki potensi kecurangan atau kejahatan yang tinggi. aparat penegak hukum akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku untuk kepentingan penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. penyidikan dan penuntutan kejahatan tersebut lebih mudah dilaksanakan. auditor dapat mewawancarai orangorang yang diduga melakukan kecurangan atau kejahatan terutama untuk membuktikan adanya unsur niat atau kesengajaan.  Jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang cukup.

Sementara itu. v. Jika auditor telah melaksanakan program kerja pemeriksaan yang diperlukan dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjawab pertanyaan 5W+H yang ada maka auditor dapat menghentikan audit dan menyusun Laporan Hasil Audit Investigatif 4.Dokumentasi Audit. Relevan dalam arti bahwa laporan hanya mengungkap informasi yang berkaitan langsung dengan kecurangan atau kejahatan yang terjadi. termasuk penyebutan nama. ii. Jelas dalam arti bahwa laporan harus disampaikan secara sistematik dan setiap informasi yang disampaikan mempunyai hubungan yang logis. yang disusun dengan memperhatikan ketentuan penyusunan laporan audit investigatif sebagai berikut: i. Tepat waktu dalam arti bahwa laporan harus disusun segera setelah pekerjaan lapangan selesai dilaksanakan dan segera disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Akurat dalam arti bahwa seluruh materi laporan misalnya menyangkut kecurangan atau kejahatan yang terjadi serta informasi penting lainnya. Penyusunan Laporan Hasil Audit Setelah selesai melaksanakan audit maka Ketua Tim Audit menyusun laporan audit investigatif. tempat atau tanggal adalah benar sesuai dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan. auditor harus mendokumentasikan hasil auditnya dalam kertas kerja audit. Laporan hanya memuat fakta-fakta dan tidak memuat opini atau pendapat pribadi auditor iv. istilah-istilah yang bersifat teknis harus dihindari dan kalau tidak bisa dihindari harus dijelaskan secara memadai. kertas kerja akan direview team leader dan manajer audit (Partner in Charge) dan dikumpulkan serta disusun secara sistematis di dalam suatu tempat penyimpanan dokumen Penyelesaian Pelaksanan Audit. Berimbang dalam arti bahwa laporan tidak mengandung bias atau prasangka dari auditor yang menyusun laporan atau pihak-pihak lain yang dapat mempengaruhi auditor. 8 . iii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful