Beberapa waktu yang lalu di awal tahun 2007, ibukota Jakarta ditimpa musibah banjir karena curah hujan

yang sangat tinggi sehingga banyak menenggelamkan perumahan penduduk. Mensikapi kondisi banjir yang lumayan tinggi tersebut, pihak PLN segera mengambil tindakan cepat dengan segera memutuskan aliran listrik yang menuju ke arah transformeter (trafo) yang terendam air banjir. Tahukah Anda mengapa pihak PLN mengambil tindakan tersebut? Apakah air dapat menghantarkan arus listrik sehingga dapat membahayakan penduduk? Menurut pemikiran Anda, kira-kira kriteria air (larutan) yang bagaimana yang dapat menghantarkan arus listrik? Apakah semua larutan dapat menghantarkan arus listrik? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, coba Anda perhatikan data ekperimen uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan di bawah ini. 1. Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik. 2. Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah. 3. Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik. Berdasarkan keterangan di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan elektrolit. Contoh: larutan asam sulfat, natrium hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida. 2. Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit. Contoh: larutan gula dan larutan urea.

DAYA HANTAR LISTRIK SUATU LARUTAN DAN REAKSI REDUKSI OKSIDASI A. Daya Hantar Listrik Suatu Larutan Larutan adalah campuran homogen dari dua jenis atau lebih zat. Uatu larutan terdiri atas zat pelarut ( solvent ) dan zat terlarut ( solute ). Dilihat dari kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik larutan dibedakan menjadi 2 : 1. Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ditandai lampu menyala pada alat uji elektrolit dan timbulnya gelembung gas pada salah satu atau kedua elektrodanya. Larutan elektrolit dibedakan menjadi 2 : a. Elektrolit kuat : Lampu menyala terang, dan pada permukaan elektroda terdapat banyak gelembung gas. Contoh : H2SO4, HCl, HNO3, HBr, HI, HClO4, NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2, Sr(OH)2, NaCl. KCl, Mg(NO3)2, dsb b. Elektrolit lemah : Lampu menyala redup/ tidak menyala dan pada permukaan elektroda terdapat sedikit gelembung gas. Contoh : HF, HNO2, HCN, H2S, CH3COOH, NH3, Al(OH)3, Fe(OH)3 dsb 2. Larutan Non Elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini ditandai lampu tidak menyala pada alat uji elektrolit dan tidak terdapat gelembung gas pada permukaan elektrodanya. Contoh : larutan gula, larutan UREA, larutan alkohol dsb.

REAKSI OKSIDASI REDUKSI 1. maka tidaka ada lelehan senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik walaupun bersifat polar. Konsep reaksi Oksidasi-Reduksi Konsep reaksi redoks mengalami perkembangan. Senyawa kovalen polar : Molekul senyawa kovalen polar dapat diuraikan oleh air membentuk ion. Contoh : Na(s) → Na+ + eMg(s) → Mg+2 + 2eAl(s) → Al+3 + 3eFe+2 → Fe+3 + e2Cl. seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. larutan elektrolit mengandung ion yang bergerak bebas. Sebelum mempelajari pengertian redoks menurut kenaikan dan penurunan biloks lebih dahulu dipelajari tentang BILANGAN OKSIDASI.5O2 → 2CO2 + 3H2O Reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen oleh suatu zat. Contoh : Br2 + 2e. Jika senyawa ion dilarutkan dalam air maka ion dapat bergerak bebas dan larutan dapat menghantarkan arus listrik . Contoh : 4Fe + 3O2 → 2Fe2O3 4Na + O2 → 2Na2O 2Mg + O2 → 2MgO C2H6 + 3. Redoks diartikan sebagai reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen Oksidasi adalah reaksi suatu zat dengan oksigen. Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa.(s) → Cl2 +2eReduksi adalah reaksi penerimaan elektron oleh suatu zat. Harga biloks sama . B. Ion inilah yang menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Harga biloks menunjukkan banyaknya elektron yang diterima atau dilepaskan. kovalen polar. Redoks diartikan sebagai penerimaan dan pelepasan elektron. Redoks diartikan sebagai kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. a.→ 2BrO2 + 4e.→ 2O2Sn4+ + 2e. Padatan / kristal senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus listrik . teatapi lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik. Perkembangan penegertian reaksi Redoks digolongkan menjadi 3 yaitu : a. Cirinya elektron ada di sebelah kiri tanda panah. Contoh : 2CuO+ 2H2 → 2Cu + 2H2O Ag2O + H2 → 2Ag + H2O Fe2O3 + 3H2 → 2Fe + 3H2O Al2O3 + 3H2 → 2Al + 3H2O b.→ Sn2+ c. tetapi lelehan senyawa kovalen terdiri atas molekul netral. Senyawa ion : terdiri atas ion . Cirinya elektron ada di sebelah kanan tanda panah. Biloks adalah ukuran kemampuan suatu atom untuk melepaskan atau menerima elektron dalam pembentukan suatu senyawa. b. Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron oleh suatu zat. Elektrolit jenis ini meliputi asam dan basa.Menurut Arrhenius.

Cu2SO3 24. kecuali dalam senyawa hidrida biloks H = -1. Pb(NO3)4 23. Senyawa hidrida adalah senyawa yang terbentuk antara suatu unsur logam dengan hidrogen 8. As2O3 20. H2MnO4 Redoks diartikan sebagai kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi Oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. NaClO4 27. 3. Biloks O dalam senyawa = -2. As2O5 18. Mg3(PO4)2 11. SO32. 4. HNO2 19.F2O biloks O = +2 LATIHAN Tentukanlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa / ion berikut ini : 1. Aturan penentuan biloks unsur-unsur adalah sbb : 1. BaSO3 15. Na2O2. Ni(SO4)2 12. Biloks H dalam senyawa = +1.22. Biloks fluorin dalam senyawa = -1. SnSO3 3. HgO 9. Jumlah biloks unsur-unsur dalam suaru ion poliatomik = muatannya. Biloks unsur bebas = 0. 6. Jumlah biloks unsur-unsur dalam senyawa netral = 0. BO33. NaO2. KNO3 17.Peroksida H2O2. kecuali dalam senyawa : . tetapi pada biloks harus menggunakan tanda positif atau negatif.Superoksida KO2. Biloks O = -1/2 . CrO427.21. Biloks logam dalam senyawa selalu bertanda positif. Al2(SiO3)3 5. bilos suatu ion monoatomik = muatannya 5. NH3 13. KMnO4 10. F2O 6. Cr2(SO4)3 14. MnS 16. 7. Reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi. BaO2 biloks O = -1 . Mg(ClO3)2 26. K2Cr2O7 2. Oksidator atau pengoksidasi adalah zat yang dalam reaksi redoks mengalami reduksi Reduktor atau pereduksi adalah zat yang dalam reaksi redoks mengalami oksidasi . SbO434. MgBr2 25. SnO2 8.dengan harga valensi. 2. Dalam pengertian ini reaksi reduksi dan oksidasi selalu berlangsung bersamaan.

Terselenggaranya kegiatan praktikum yang sistematis.Fokus dari penelitian ini yaitu untuk melihat apakah pengelolaan laboratorium Multimedia Educati . Agar kita mengetahui bagaimana proses dan pentingnya keselamatan kerja siswa dalam laboratorium Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo Mempunyai Tujuan : Terwujudnya suasana yang kondusif dalam penyelenggaraan kegiatan akademik.. Juga ada beberapa format-format pengelolaan yang diusulkan agar pengelolaan laboratorium ini lebih bersinergi dengan KTSP sebagai orientasinya. tujuan dan prinsip pengembangan dari KTSP itu sendiri. penelitian dan pengabdian pada masyarakat. dan meningkatkan pemacuan kegiatan penelitian. 1. . agar dapat sepenuhnya mendukung pembelajaran. laboratorium Multimedia Education di SMK Negeri 10 Surabaya sudah sesuai dengan KTSP atau belum.. Terwujudnya keberhasilan proses belajar dan mengajar dengan menumbuhkembangkan 2. pengelolaan yang baik dan sesuai dengan standar nasional dan landasan pembelajaran (KTSP) yang berlaku. teknologi dan pengembangan masyarakat. integratif dan 3.. serta memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. operasional pengelolaan laboratorium. dapat disarankan agar melakukan pembenahan terhadap pengelolaan laboratorium yang diorie . memberdayakan segenap potensi.. Terwujudnya kegiatan tri dharma perguruan tinggi secara koordinatif dengan 4. berkesinambungan.. koordinatif. Agar kita mengetahui pentingnya laboratorium serta kelengkapan fasilitas dalam mendukung dan menunjang pembelajaran sains bagi siswa SMA 2. inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. sehingga mempengaruhi beberapa aspek dari fungsi sumber belajar ini..Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sebenarnya laboratorium bagi siswa : 1. yang mana KTSP menjadi landasan dalam pembelajaran dan berpengaruh .. Tersosialisasikan hasil temuan/inovasi yang bisa menjadi public. landasan pembelajaran (KTSP) yang berlaku. Terwujud peran aktif dan kemandirian mahasiswa dalam kegiatan tri dharma perguruan 6.Fokus dari penelitian ini yaitu untuk melihat apakah pengelolaan laboratorium Multimedia Education di SMK Negeri 10 Surabaya sudah sesuai dengan KTSP atau bel . tinggi.domain secara terbuka 5. agar dapat sepenuhnya mendukung pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian ini..

Nurista PurnamasariABSTRAK Dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. peningkatan dan perombakan komponen pendidikan terus dilakukan. yaitu .Fokus dari penelitian ini yaitu untuk melihat apakah pengelolaan laboratorium Multimedia Education di SMK Negeri 10 Surabaya sudah sesuai dengan KTSP atau belum. dan hal apa saja yang perlu ditingkatkan. Berbagai program dan kebijakan digulirkan baik oleh pemerintah maupun sekolah.langsung terhadap fungsi laboratorium Multimedia Education sebagai sarana pendukung p . Selain pemenuhan tersebut juga harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik dan sesuai dengan standar nasional dan landasan pembelajaran (KTSP) yang berlaku. yang mana KTSP menjadi landasan dalam pembelajaran dan berpengaruh langsung terhadap fungsi laboratorium Multimedia Education sebagai sarana pendukung pembelajaran.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mana hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif untuk melihat seperti apa pengelolaan laboratorium ME yang berorientasi pada KTSP di SMK Negeri 10 Surabaya..Secara singkat penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan (organisasi dan personil) sebuah laboratorium komputer dengan basis multimedia (Laboratorium Multimedia Education) di SMK Negeri 10 Surabaya yang berorientasi pada kurikulum (KTSP). Dimana laboratorium Multimedia Education sendiri termasuk salah satu komponen sistem instruksional. agar dapat sepenuhnya mendukung pembelajaran. dikembangkan maupun dibenahi dalam pengelolaan laboratorium agar orientasinya benar-benar sesuai dengan kurikulum yang berlaku.Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data. Begitu pula dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful