KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

1. PENGERTIAN BADAN USAHA Badan Usaha atau perusahaan adalah sutau organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tujuan memproduksi atau menghasilkan barang-barang dan atau jasa untuk dijual (Dominick Salvatore, 1989). Dalam setiap perusahaan yang modern, ada 4 sistem yang saling berinteraksi dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut, yaitu : 1. Sistem Keuangan / Ekonomi 2. Sistem Teknik 3. Sistem Organisasi dan personalia 4. Sistem informasi Ditinjau dari sudut sistem yang saling berinteraksi dalam perusahaan tersebut, maka perusahaan dapat diartikan sebagai kombinasi dari manusia, asset-aset fisik dan nonfisik, informasi dan teknologi. Dengan demikian organisasi perusahaan adalah unit-unit ekonomi, dan karena itu, seluruh aktivtasnya dianalisis dengan model-model ekonomi. 2. MASALAH UTAMA YANG DIALAMI OLEH BADAN USAHA 1. Kesulitan pemasaran - permintaan menurun - tidak mampu menjual dengan harga pasar - tidak mampu bersaing dalam kualitas dan pelayanan 2. Kesulitan pengadaan bahan baku seperti: - harga naik terlalu tinggi - persediaan menurun 3. Kekurangan modal 4. Kesulitan membayar pekerja karena: - pendapatan/penghasilan menurun - UMR naik 5. Kekurangan energi seperti:

Sedangkan sebagai pemakai. Dengan mengaitkan kombinasi kerangka teori perusahaan. Manajemen koperasi 5. tujuan dan nilai perusahaan. teori ekonomi manajerial. dan teori manajemen keuangan dengan karakter khas koperasi. Sebagai konsekuensinya. teori laba. Dalam fungsinya sebagai badan usaha. Khusus yang menyangkut aspek perkoperasian. keterbatasan teori perusahaan. Permodalan koperasi 4. Organisasi koperasi.. maka perlu diuraikan lebih rinci koperasi sebagai badan usaha dengan segala karakteristiknya. maka keanggotaan koperasi menjadi basis utama bagi perkembangan dan kelanjutan hidup usaha koperasi. dan 6. Ditinjau dari sudut status.harga BBM dan gas naik 3. dan relevansinya dengan koperasi yang akan memasuki pasar global. KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA Setelah kita bahas secara teoritis pengertian badan usaha. Status dan motif anggota koperasi 2. anggota harus menggunakan secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi. Sebagai pemiliki. maka diharapkan dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan variable-variabel apa saja yang menjadi factor penghambat dan factor keberhasilan (key success factors) untuk mencapai tujuan koperasi. Sistem pembagian keuntungan (SHU) 1) STATUS DAN MOTIF ANGGOTA KOPERASI Status anggota koperasi sebagai suatu badan usaha adalah sebagai pemilik (owner) dan sebagai pemakai (users). fungsi laba itu sendiri. kewajiban anggota adalah melakukan investasi atau menanam modal di koperasinya. maka koperasi tetap tunduk pada prinsipprinsip ekonomi persuahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi.tarif listrik naik . Kegiatan usaha 3. ada 6 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha yaitu : 1. persyaratan .

setiap usaha dari koperasi baik yang bersifat bisnis tunggal (single-purpose cooperatives) harus dikaitkan dengan . Pada awalnya. maka proses dan dasar pembentukannya perlu dipelajari. Struktur permodalan koperasi akan tetap menjadi lemah dalam pengembangan usahanya. Konsekuensi logis dari criteria ini ialah bahwa orang yang menganggur (jobless) tidak layak menjadi anggota koperasi. kendatipun usaha tersebut memiliki prospek yang sangat potensial. Pada saat koperasi membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usahanya. Dampak dari persyaratan kualitas anggota tersebut adalah bahwa setiap orang yang akan menjadi anggota koperasi akan terdorong menjadikan kebutuhan ekonomi sebagai motif dasar.kenaggotaan koperasi harus lebih selektif dan ditetapkan kualitas minimal anggota. Namun demikian. maka seharusnya sumber permodalan yang pertama adalah dari para pemilik. atau orang tersebut paling tidak mempunyai potensi ekonomi ataupun kepentingan ekonomi yang sama. calon anggota koperasi haruslah mempunyai aktivitas ekonomi. persyaratan kualitas ini nampaknya juga bertentangan dengan prinsip-prinsip koperasi yang mengatakan bahwa keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. disadari bahwa kualitas persyaratan seperti diuraikan sebelumnya adalah suatu kondisi yang ideal di mana dalam kenyataanya—terutama di negera-negara berkembang seperti Indonesia—sebagian besar masyarakatnya belum memenuhi kualitas criteria tersebut. Calon anggota paling tidak harus memenuhi 2 kriteria :  Calon anggota tersebut tidak bagi berada pada tingkat kehidupan di bawah garis kemiskinan.  Calon anggota koperasi harus memiliki pendapatan (income) yang pasti. 2) KEGIATAN USAHA Untuk lebih memahami Koperasi sebagai badan usaha. koperasi dibentuk oleh beberapa orang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Selain itu. Implikasi dari persyaratan ini adalah bahwa anggota akan terdorong menjadi pengguna jasa koperasi yang baik. Oleh sebab itu. Ini berarti bahwa. Adalah sangat sulit koperasi berkembang dan mampu bersaing di pasar global apabila kedua criteria minimal di atas tidak dapat dipenuhi. sehingga dengan demikian mereka dapat dengan mudah melakukan investasi pada usaha koperasi yang mempunya prospek.

maka seluruh kegiatan usaha koperasi didasarkan pada maksimalisasi pelayanan atau pemenuhan kebutuhan ekonomi anggota. yaitu :  Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan bisnis dan kesejahteraanya. penetapan pengelola perusahaan. karena perusahaan koperasi yang mereka miliki merupakan alat untuk memperbaiki ataupun mengurusi ataupun mengurusi kepentingan ekonomi mereka.25/1992 . Anggota Koperasi SAMA K E B U T U H A N Kelompok Koperasi (Rapat Anggota) Sebagai Pemilik E K O N O M I Seba gai Pem akai Perusahaan Koperasi Pasar Dari diagram status ganda tersebut. Hal itu dapat dipahami. rencana kebutuhan anggaran. dapat dilihat bahwa anggota-anggota koperasi secara individu ataupun rumah tangga mempunyai kebutuhan ekonomi yang sama dan hal itulah factor utama yang mendasari mereka untuk mendirikan perusahaan koperasi. pasal 43. dan lain-lain yang sifatnya strategis ditetapkan dalam rapat anggota. lapangan usaha koperasi telah ditetapkan pada UU no. konsep . Apabila factor pembentukan tersebut acuan utama dalam mengembangkan usaha koperasi. Untuk koperasi di Indonesia. Kelompok koperasi ini terdiri dari anggotaanggota koperasi itu sendiri. Kegiatan pelayanan ini tentu sekaligus diharapkan dapat menjadi sumber keuntungan bagi perusahaan koperasi. yang dalam diagram disebut kelompok koperasi. Pada poin ini.kepentingan atau pun kebutuhan ekonomi anggota. Perumusan program pengembangan perusahaan.

Perlu digarisbawahi bahwa. Modal Pinjaman Modal sendiri bersumber dari : . untuk mengoptimalkan skala ekonomi (economies of scale) dalam arti memperbesar volume usaha dan menekaan biaya per unit yang memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota. peralatan kantor. Disebutkan bahwa modal koperasi terdiri dari : 1. Aktiva lancar adalah harta perusahaan yang dalam jangka paling lama setahun dapat dicairkan menjadi uang kas. dan uang kas.25/1992 Pasal 41. yang dimaksud dengan kelebihan kemampuan di sini adalah kapasitas dana dan daya yang dimiliki oleh koperasi untuk melayani anggotanya. seperti pengadaan bahan baku.  Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi masyarakat yang bukan anggota koperasi. Modal Kerja adalah sejumlah uang yang tertanam dalam aktiva lancar perusahaan atau yang dipergunakan untuk membiayai operasional jangka pendek perusahaan.  Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang keidunpan ekonomi rakyat. seperti deposito jangka pendek. persediaan barang. modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. 3) PERMODALAN KOPERASI Modal koperasi dibutuhkan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi. Modal Sendiri. mesin. pajak.ideal koperasi seperti digambarkan sebelumnya masih seirama dengan ketentuanketentuan dalam perundang-undangan. Modal Investasi adalah sejumlah uang yang ditanaman atau dipergunakan untuk pengadaan sarana operasional suatu perusahaan. piutang-piutang dagang. dan lain-lain. Ditinjau dari sudut neraca. dan lain-lain. yang bersifat tidak mudah diuangkan (unliquid) seperti tanah. bangunan. Adapun pengertian kedua istilah ini adalah sebagai berikut : 1. tenaga kerja. Yang menjadi acuan pembahasan permodalan koperasi di Indonesia adalah UU No. 2. dan 2. biaya listrik. Kelebihan kapasitas tersebut dimanfaatkan untuk berbisnis dengan nonanggota. Bab VII tentang perkoperasian. Modal Usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja.

besarnya simapan di dalam koperasi serta golongan mempunyai hak suara yang sama yaitu satu orang satu hak suara. Setiap orang dengan tidak memandang umur. Pengurus dan Badan Pemeriksa Pengurus dan badan pemeriksa adalah anggota yang diberikan kekuasaan oleh anggota koperasi untuk menggunakan kekayaan anggota yang telah dikumpulkan guna menjalankan usaha bersama itu. yaitu dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya berdasarkan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Landasan yang demikian diwujudkan pada sifat manajemen Koperasi yang bersifat demokrasi. pinjman dari koperasi lainnya dan atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerja sama antara koperasi.  Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya. Badan pemeriksa mewakili anggota untuk . b. ―Dinamika Koperasi‖) a.  Dana Cadangan. yaitu pinjaman dari anggota ataupun calon anggota koperasi yang bersangkutan  Koperasi lainnya dan atau anggotanya. Kekuasaan tertinggi Semua kebijakan dan keputusan-keputusan yang akan dilaksanakan di dalam suatu Koperasi ditentukan dalam forum Rapat Anggota berdasarkan hikmah kebijakan permusyawaratan.  Sumber lain yang sah. 4) MANAJEMEN KOPERASI Manajemen koperasi berdasarkan kekeluargaan dan kegotongroyongan yang lebih terkenal dengan landasan Pancasila. yaitu pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku.  Bank dan lembaga keuangan lainnya.  Donasi atau hibah Modal Pinjaman atau modal luar. bersumber dari :  Anggota.  Simpanan Wajib. Simpanan Pokok Anggota. yaitu : (Pandji Anoraga. pinjaman yang diperoleh dari bukan anggota yang dilakukan tanpa melalui penawaran secara hukum.

Perhitungan pembagian Sisa Hasil Usaha : Z X x SHU Y Keterangan : Z = Sisa Hasil Usaha yang akan diterima oleh anggota X = Jumlah pembelian (pengeluaran) anggota yang bersangkutan Y = Pembelian (pengeluaran) seluruh anggota dalam tahun yang bersangkutan Dengan demikian. Ini mengandung arti bahwa usaha dan organisasi koperasi diurus secara bersama-sama oleh anggota untuk kepentingan anggota itu sendiri. Pembagian Sisa Hasil Usaha Tujuan suatu koperasi ialah untuk menunjang usaha. Jika kebutuhan Koperasi bisa memperoleh sisa hasil usaha. 5) ORGANISASI KOPERASI Struktur organisasi koperasi dapat dilihat dari dua segi. setiap anggota tidak menerima bagian sisa hasil usaha menurut modalnya di dalam koperasi.mengawasi pengurus agar bekerja menurut kebijakan-kebijakan sebagaimana telah dituangkan di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi. Segi Ekstern organisasi Koperasi 1) Struktur Intern organisasi Koperasi Intern organisasi koperasi terdiri dari 3 unsur. yaitu : a. atau meningkatkan daya beli anggota khususnya dan masyarakat sekitarnya pada umumnya. Unsur alat-alat perlengkapan organisasi :    Rapat Anggota Pengurus Badan Pemeriksa . melainkan diukur dari banyaknya anggota dan masyarakat memperoleh pelayanan dari Koperasi. Segi intern organisasi Koperasi 2. c. yang menjadi ukuran bagi keberhasilan suatu koperasi bukan ditentukan berdasarkan besarnya sisa hasil usaha atau laba yang besar. Karena itu. sebagaimana yang berlaku di dalam bentuk usaha konsentrasi modal. yaitu : 1. maka itu pun akan dibagikan kepada anggota berdasarkan jasa-jasa anggota itu terhadap koperasi.

Jadi sebenarnya SHU tidak dibagi rata kepada seluruh anggotanya. dan kewajiban anggotanya ditetapkan dalam Anggaran Dasar. hak. yaitu manajer dan karyawan-karyawan koperasi lainnya 2) Struktur Ekstern Organisasi Koperasi Struktur Estern organisasi pada koperasi dapat dilihat dari UU No. Unsur Dewan Penasihat c.12/1967 tentang pokokpokok perkoperasian. 6) SISA HASIL USAHA Pembagian SHU tidak terlepas dari filosofi dasar koperasi. di mana asas keadilan menjadi hal yang paling penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan berkoperasi. 4. Unsur pelaksana. yaitu : Koperasi Primer. yang didalamnya terdapat tingkatan-tingkatan koperasi.  Pasal 19 (1) Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi . dan Koperasi Induk.b. (2) Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan. ALASAN MENJADI ANGGOTA KOPERASI UNDANG-UNDANG TENTANG KEANGGOTAAN KOPERASI  Pasal 17 (1) Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (2) Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota  Pasal 18 (1) Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negera Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar. melainkan berdasarkan jasa yang telah diberikan oleh masing-masing anggota. Koperasi gabungan. Koperasi Pusat.

dan memberikan suara dalam Rapat Anggota.  Pasal 20 (1) Setiap anggota mempunyai kewajiban : a. b.  Setiap anggota mempunyai hak : a. maka timbul suatu alasan-alasan anggota untuk bergabung di dalam koperasi. Memilih dan atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas. c. (3) Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan. . Memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota. Kegunaan (utility) yang dapat mereka peroleh dari koperasi lebih besar dari pada manfaat jika tidak menjadi anggota koperasi. Net adventage yang dapat diberikan oleh koperasi. yaitu : a. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas ketentuan dalam Anggaran Dasar. c. b. b. Berdasarkan Undang-Undang tersebut. Mengembangkan kekeluargaan. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. Menghadiri. f. Mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta. Instrumen bagi kebijaksanaan pemerintah dalam memajukan koperasi. c. menyatakan pendapat. (4) Setiap Anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap Koperasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar.(2) Keanggotaan Koperasi dapat diperboleh atau diakhiri setelah syarat sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dipenuhi. d. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota. e.

h. Rapat anggota koperasi (UU No 25 tahun 1992 pasal 23) menetapkan: a. dan usaha koperasi. rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keungan. Partisipasi Anggota Koperasi  Partisipasi anggota dalam demokrasi ekonomi koperasi.5. Partisipasi anggota dalam demokrasi ekonomi koperasi dapat dilakukan dalam rapat anggota baik rapat anggota tahunan maupun rapat–rapat anggota yang dilakukan sewaktu-waktu apabila diperlukan. peleburan. Dalam koperasi. g. 1983 : 63)  Partisipasi adalah suatu aktivitas untuk membangkitkan perasaan diikutsertakan dalam kegiatan organisasi dan ikut sertanya bawahan dalam kegiatan organisasi ( The Liang Gie. e. Pengertian Partisipasi Anggota :  Partisipasi adalah turut sertanya seseorang baik secara mental maupun emosional untuk memberikan sumbangsih kepada proses pembuatan keputusan. b). Anggaran Dasar b. pengangkatan. Pengertian Anggota : Anggota adalah orang atau badan yang menjadi bagian atau masuk di suatu golongan perserikatan. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi. tugasnya. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan f. . rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di mana dalam rapat ini semua anggota berhak menghadirinya. d. pembagian dan pembubaran koperasi. Pembagian sisa hasil usaha. 1990 :43). Pemilihan. dewan. 1968 : 189). terutama mengenai persoalan-persoalan di mana keterlibatan pribadi yang bersangkutan melaksanakan tanggung jawabnya melakukan hal tersebut (Winardi. dan pemberhentian pengurus dan pengawas. Manajemen. Penggabungan. panitia. PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI 1. dan sebagainya (KBBI. c. PENGERTIAN ANGGOTA & PARTISIPASI ANGGOTA a). Rencana kerja. 2).

untuk dapat melaksanakan dan mengembangkan usahanya memerlukan modal. simpanan wajib. Sisa hasil usaha e. Hal ini sangat berkaitan dengan fungsi ganda anggota sebagaipemilik sekaligus sebagai pelanggan dari koperasinya. prinsip kegiatan Koperasi adalah berorientasi pada kepentingan anggota (member oriented). Simpanan sukarela. salah satu tujuan pendidikan Koperasi yaitu mengubah perilaku dan kepercayaan serta menumbuhkan kesadaran pada masyarakat. c. Menurut Ignsukamdiyo (1996 :83) simpanan-simpanan tersebut antara lain : a. Fungsi ganda ini merupakan menjadi cirri khas suatu Koperasi yang membedakan lain dari perusahaan lain non Koperasi.Di dalam rapat anggota koperasi itulah para anggota koperasi dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya hak demokrasi ekonominyanya dan secara jujur dan demokratis mengemukakan pendapat dan gagasan-gagasannya demi perbaikan. khususnya para nggota Koperasi tentang arti penting atau manfaat untuk bergabung dan berpartisifasi aktif dalam kegiatan usaha dan pengambilan keputusan . penerbitan obligasi dan surat utang lainnya atau sumbersumber lain yang sah ( UU No 25 tahun 1992 pasal 41). bank. b. Permodalan koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. dana cadangan hibah. dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Simpanan wajib khusus. Fungsi ganda anggota ini harus simultan tidak boleh dipisah-pisah. Sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota. Menurut Iskandar Soesilo yang dikutip oleh Chairul Jamhari (1985 : 198). Bentuk partisipasi anggota dalam permodalan dapat dilakukan melalui berbagai simpanan yang ada dalam koperasi. Menurut Ign Sukamdiyo (1999:102). Simpanan pokok. Cadangan-cadangan  Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi. kemajuan dan perkembangan koperasi sebagai wahana yang terbaik untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.  Partisipasi anggota dalam permodalan Dalam kehidupan koperasi. koperasi lainnya dan/atau anggota. d. Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok.

gula. 3. maka lahirlah berbagai macam Koperasi.Koperasi sebagai perbaikan terhadap kondisi sosial ekonomi mereka. yaitu : 1. Contohnya : menyediakan barang-barang pangan (seperti beras. tekstil). Berdasarkan UU tersebut. dan lain sebagainya). yang secara umum dapat digolongkan menjadi 5. Bentuk partisifasi anggota dalam menggunakan jasa Koperasi dapat dilihat dari kesediaan mereka menggunakan berbagai macam jasa Koperasi yang disediakan. garam. minyak tanah. 2. Koperasi Simpan Pinjam Koperasi ini didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggotaanggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dengan ongkos (bunga) yang ringan. dan minyak kelapa).25/1992 Pasal 43. pedoman dasarnya ada pada UU No. Koperasi Konsumsi Koperasi Konsumsi mengusahakan kebutuhan sehari-hari bagi anggota dan juga masyarakat. KEGIATAN USAHA KOPERASI Mengenai Kegiatan usaha koperasi. Disini anggota selain sebagai pemilik koperasi juga berperan sebagai pengguna atau pelanggan dari setiap kegiatan usaha Koperasi. dan barang pembantu keperluan sehari-hari (seperti sabun. yaitu : (1) Usaha Koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk menginkatkan usaha dan kesejahteraan anggota (2) Kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota Koperasi (3) Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat. barang-barang sandang (seperti kain batik. Koperasi Produksi Kegiatan usaha koperasi produksi bergerak di dalam bidang pembuatan dan penjualan barang-barang. Contoh kegiatan usaha koperasi produksi adalah : 1) . 6.

William F. 5. 2) Koperasi Tahu Tempe. mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil tarakhir yang dicari organisasi melalui eksistensi dan operasinya. menyusun program aksinya. dsb). Koperasi Unit Desa Dalam rangka meningkatkan produksi dan kehidupan rakyat di daerah pedesaan. Beraneka ragam tujuan yang berbeda-beda dikejar oleh organisasi perusahaan. 2) Koperasi Perencanaan dan Konstruksi Bangunan. dan lain-lain. 2) Penyediaan dan penyaluran sarana-sarana produksi (seperti sarana sebelum dan sesudah panen. Contohnya : 1) Koperasi angkutan (menyediakan jasa angkutan. mutu produk. Glueck (1984). Teori perusahaan menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan. sehingga dengan demikian perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan. Selanjutnya. 3) Pengolahan dan Pemasaran hasil produksi anggota. menjadi pemimpin pasar (market leader). Prof. SIM.Koperasi peternak sapi perah (untuk memproduksi susu). 3) Koperasi Jasa untuk mengurus dokumen-dokumen seperti. dll). Koperasi Pertanian. Karena kebutuhan masyarakat yang beragam. serta strategi dan taktik apa yang harus dilaksanakan. Koperasi Jasa Kegiatan koperasi ini bergerak di dalam penyediaan jasa. pemerintah menganjurkan pembentukan KUD. menyusun indicator keberhasilannya. dsb. . menetapkan sasaranya. Paspor. seperti kesinambungan keuntungan. seperti : 1) Perkreditan (untuk keperluan produksi. 7) TUJUAN UMUM BADAN USAHA Model dasar dari suatu perusahaan bisnis diperoleh dari teori perusahaan (theory of firm). memberikan pelayanan atau jasa angkutan yang mengoperasikan kendaraan bermotor angkutan penumpang di Bogor). maka KUD sebagai pusat pelayanan memiliki berbagai macam kegiatan usaha. 3) Koperasi Batik. 2nd ed. misalnya Koperasi Angkutan Bogor. dan lain sebagainya. STNK. 4. efisiensi. sarana untuk keperluan industri/kerajinan. pakar manajemen terkemuka dari Universitas Georgia dalam bukunya Strategy Management And Bussines Policy. Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa perusahaan harus mempunyai tujuan. dsb.

Persoalannya kemudian adalah bagaimana mencapai nilai perusahaan pada tingkat yang telah ditetapkan oleh manajemen. Meminimumkan biaya 1) MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN Agar konsep tujuan perusahaan ini lebih mudah dipahami. Dalam merumuskan tujuan perusahaan. maka perusahaan akan menarik orang yang mengenali tujuan ini sehingga mau bekerja untuk mereka. Tujuan membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya. lingkungan. masyarakat. Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi. Tujuan perusahaan tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemen seperti memaksimumkan keuntungan ataupun efisiensi. pemasok (suppliers). Tanpa tujuan. Dengan menetapkan tujuan. 3.1. Tujuan dapat mengurangi pertentangan dalam membuat keputusan apabila semua karyawan mengetahui apa tujuannya. dan pemerintah. konsumen. Seperti diketahui . teori mengasumsikan bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan jangka pendek. maka pendekatan yang dilakukan adalah dari aspek ekonomi manajerial (managerial economics). organisasi tidak mempunyai dasar yang jelas untuk menilai keberhasilannya. yaitu : 1. pada perkembangannya disadari bahwa keuntungan jangka panjang lebih penting. perlu diperhatikan keseimbangan kepentingan dari berbagai pihak yang terlibat dalam perusahaan. 2. tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan pemilik modal. Meskipun demikian. Sehingga. Tujuan yang dinyatakan mengarahkan perhatian karyawan kepada norma perilaku yang dikehendaki. Memaksimumkan keuntungan 2. Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaan prestasi organisasi. yang dihitung pada masa sekarang pada suatu tingkat bunga tertentu. tujuan umumnya dapat dikelompokkan menjadi 3. yaitu nilai dari laba yand diharapkan pada masa yang akan datang. teori yang sekarang dianut mengatakan bahwa tujuan primer perusahaan adalah memaksimumkan nilai sekarang (net present value). Dalam banyak kasus perusahaan bisnis. Pada awalnya. Memaksimumkan nilai perusahaan 3. Tujuan merupakan norma terakhir bagi organisasi dalam menilai dirinya. Tujuan membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambilan keputusan. pekerja. 4.

bahwa keuntungan (profit = P) diperoleh dari penerimaan total (total revenue = TR) dikurangi dengan biaya total (total cost = TC). P = harga (price) Perlu diketahui bahwa penerimaan total tergantung dari aktivitas : 1) Penjualan atau permintaan atas output perusahaan 2) Harga Hal ini berarti. nilai sekarang (net present value) perusahaan ditulis sebagai berikut : . bahwa untuk memaksimumkan keuntungan maka variable yang utama diperhatikan adalah factor-faktor yang berkaitan dengan penerimaan itu sendiri. Kemudian. yang dihitung pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat resiko dan tingkat bunga yang tepat. Dengan menggunakan model matematika. hubungan tersebut dapat ditulis sebagai berikut : P = TR – TC Selanjutnya. maka tanggung jawab bagian pemasaran (marketing department) adalah sangat dominan dalam mencapai tujuan perusahaan dengan asumsi bahwa harga di pasar adalah bersaing sempurna. Nilai perusahaan (value of firm) adalah nilai dari laba yang diperoleh dan yang diharapkan pada masa yang akan datang. maka alternative memaksimumkan nilai perusahaan adalah tujuan yang tepat untuk jangka menengah atau jangka panjag. Penerimaan Total (TR) dapat ditulis sebagai berikut : TR = Q x P Di mana Q = jumlah (quantity). maka jumlah dan harga output perusahaan menjadi variable utama. bagian produksi dan personalia (production and personnel department)dapat merangsang penjualan (sales) dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan produk baru (memaksimumkan TR). 2) MEMAKSIMUMKAN NILAI PERUSAHAAN Apabila perusahaan lebih memilih untuk tidak memaksimumkan keuntungan karena hal tersebut bersifat jangka pendek. Dalam hal ini. Dilihat dari aspek ini. Menurut teori perusahaan atau teori investasi. Bagian pemasaran harus bekerja keras untuk dapat mengefisienkan biaya-biaya (mengoptimalkan biaya pemasaran).

maka bagian keuangan (finance department) lebih dominan dalam pengaturan ini. misalnya bagian akuntansi (accounting department) yang dapat memberikan informasi yang akurat atas jumlah penjualan dan biaya. rumusan biaya ini dapat diekspresikan sebagai berikut : TC = FC + VC Keterangan : TC = Biaya total (total cost) FC = Biaya tetap (fixed cost) VC = biaya variable (variable cost) Biaya total (TC) ini tergantung dari: . antara lain bahwa discount rate (r) tergantung atas :  Risiko yang diterima perusahaan  Biaya dari dana/modal pinjaman Selanjutnya. Secara matematis.TR t  TC t  (1  r ) t t 0 n Keterangan : TRt = Penerimaan Total pada tahun t TCt = Biaya Total pada tahun t t r = tahun = discounted factor atau discount rate persamaan di atas memberikan suatu makna dalam menganalisis keputusan manajerial. 3) MEMINIMUMKAN BIAYA Tujuan yang ketiga dari perusahaan secara umum adalah menyangkut efisiensi atau lebih dikenal dengan meminimumkan biaya. Tentunya hal ini saling terkait dan saling mempengaruhi dengan bagian lain. dipandang dari tanggung jawab sistem yang terdapat pada perusahaan tersebut.

Karena itu.25/1992 pasal 3). dapat dilihat factor-faktor yang mana yang harus diprioritaskan dalam suatu pengembangan organisasi. tanggung jawab utama dalam meminimasi biaya terletak pada bagian produksi (production department) yand didukung oleh bagian personalia (personnel department). 8) RELEVANSI KONSEP TUJUAN PERUSAHAAN TERHADAP TUJUAN KOPERASI Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-mata hanya pada orientasi laba (profit oriented). dalam banyak kasus koperasi. Dari ketiga kerangka teori tujuan perusahaan tersebut. Untuk koperasi di Indonesia. Teknologi produksi yang digunakan perusahaan  Harga sumber daya yang digunakan perusahaan Dilihat dari aspek teori organisasi. manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at a cost). tujuan badang usaha koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. melainkan juga pada orientasi manfaat (benefit oriented). Tujuan ini dijabarkan dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat anggota tahunan. .

. Undang-Undang Perkoprasian NO. DINAMIKA KOPERASI.DAFTAR PUSTAKA Arifin Sitio & Halomoan Tamba. Jakarta. Erlangga.25 tahun 1992. Pandji Anoraga & Ninik W. Jakarta. KOPERASI Teori dan Praktik. Rineka Cipta & Bina Adiaksara. 2001. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful