P. 1
Asuransi Takaful Keluarga

Asuransi Takaful Keluarga

|Views: 162|Likes:
Published by Tara Ambekan

More info:

Published by: Tara Ambekan on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

Asuransi Takaful Keluarga, Indonesia Brand Champion 2011 Written by Rusni on at 23:05

PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi syari’ah pilihan masyarakat Indonesia dengan diraihnya penghargaan “INDONESIA BRAND CHAMPION 2011″ Kategori The Best Customer Choice of Islamic Life Insurance yang diberikan oleh MarkPlus, Inc. Takaful adalah perusahaan asurasi syari’ah yang berkomitmen tinggi terhadap kehalalan transaksi keuangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, dengan hanya memasarkan produk-produk asuransi syariah sejak 24 Februari 1994 hingga saat ini. Categories: Artikel Menarik, asuransi syariah, Asuransi Takaful Keluarga, Asuransi Takaful Umum, PT Asuransi Takaful Indonesia Share this post - Email This

PT Asuransi Takaful Indonesia
Assalamu'alaikum wr wb & salam kenal.

Dengan berlandaskan Al Qur’an surat Al Maidah ayat 2. Kami bertekad memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa TAKAFUL dan keuangan syariah yang dikelola secara PROFESSIONAL, ADIL, TULUS dan AMANAH. Semua jenis asuransi SYARIAH ada di TAKAFUL Asuransi untuk pendidikan anak, investasi, pensiun DENGAN atau TANPA LINK, asuransi untuk kumpulan (kesehatan karyawan, pensiun). asuransi umum (kendaraan bermotor, rumah/ruko/apartement, pengangkutan, cargo, kebakaran dll) ada di Takaful. Maka mulailah sekarang juga BERHIJRAH ke TAKAFUL, asuransi pertama dan terbaik SYARIAH. Lebih Berpengalaman lebih Menguntungkan . . . Terima kasih & wassalam.
rusni_takaful@yahoo.com Ph : 081315256839 / 021 98615909

www.takaful99.blogspot.com, Www.asuransi-terbaik-syariah.blogspot.com dengan syariah hidup menjadi lebih berkah

Tentang PT Asuransi Takaful Keluarga
PT Asuransi Takaful Keluarga, asuransi pertama dan terbaik syariah Sekarang banyak asuransi berlabelkan syariah bermunculan, HATI2, jangan terjebak. Karena HANYA Takaful yang benar2 murni syariah : dari mulai pemilik modal, sumber dana, perusahaan, jenis/ragam asuransi, management s/d agent semua benar2 murni syariah, Islami. TAKAFUL, AMANAH dan PROFFESSIONAL, dengan niat memajukan perekonomian islam, pengemban amanah, dan tetap mengutamakan professional, semua jenis asuransi di kelola secara syariah, baik untuk pendidikan anak (yg tradisional & modern), asuransi kesehatan (untuk kumpulan, keluarga ataupun individu), asuransi jiwa, tabungan untuk hari tua, haji, dll TAKAFUL, asuransi syariah yang paling berpengalaman, dengan budaya islam sebagai culture dan agen2 yang amanah dan professional

Related Categories di JAKARTA
        
Asuransi Asuransi jiwa asuransi syariah investasi Jasa keuangan

Kategori Yang Berkaitan
           
Asuransi Asuransi jiwa Asuransi kesehatan syariah asuransi syariah asuransisyariah investasi -

Jasa keuangan

Apakah ini perusahaan anda? Ubah Sekarang Print halaman ini Link sponsor Mencari Jodoh Pria Asing Mencari Wanita Indonesia Untuk Menikah, Coba Sekarang. www.IndonesianCupid.com Hemat BBM, Kurangi Polusi Kewajiban kita menghemat perjalanan Cek info lalu lintas sebelum pergi lewatmana.com Info jaminan kerja asuransi Ratusan lowongan Kerja tersedia, Temukan Posisi impianmu sekarang! www.berniaga.com [23355525] Link sponsor Trading Forex yg Aman? Pilihlah yg benar & berijin Pialang Awas terjebak dgn regulasi Palsu! www.GainScope.com Cari program studi Anda Universitas, college dan sekolah di Perth, Australia www.pertheducationcity.com.au/id Bursa motor baru & bekas Merek, tipe, kondisi mulus Cek dan pilih sekarang! motor.tokobagus.com Rate Jual Beli LR Terbaik Bandingkan dengan changer lainnya Kami memiliki rate terbaik utk anda wsschanger.com "Menurut saya, listing di HotFrog adalah media yang ideal untuk seluruh perusahaan yang ingin mempromosi produk dan layanannya melalui internet" Gary Bryant, Accuweigh, Australia

Asuransi Takaful Indonesia

Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak, Dana Sakit Kritis, Dana Haji, Rawat Inap (Cashless), dan asuransi jiwa

Skip to content

  

   

Home Produk Dana Pendidikan (Takafulink Salam Cendekia)Dana PensiunDana Pendidikan (Fulnadi)Takafulink SALAMTakaful KeluargaTakaful Kecelakaan DiriTakaful UkhuwahTakaful Al KhairatTakaful Kecelakaan DiriTakaful Kecelakaan SiswaTakaful Wisata & PerjalananTakaful PembiayaanFulMedicareAsuransi Takaful Co-BrandingTakaful SafariTakaful Investa CendekiaFulprotekTakafulink Salam Dana AliaLandasan Konsultasi Landasan HukumFatwa MUITabarru Asuransi SyariahTips Memilih AsuransiTips Memilih Unit LinkTipe-tipe InvestorDisclaimer Simulasi Pendaftaran Agen Hubungi Kami

Sedekah Setiap Hari dan Puasa Senin-Kamis
Posted on 30 January 2012 by administrator

Republika, 24 Januari 2012 Sedekah Setiap Hari dan Puasa Senin-Kamis “Ada joke di Asuransi Takaful Keluarga. Setiap kali mau menunaikan shalat Zuhur dan Ashar berjamaah, para jamaah melihat dulu apakah dirut ada atau tidak. Kalau dirut tidak ke luar kantor atau ke luar kota, berarti dirut yang menjadi imam.” Hal itu diungkapkan Dirut Asuransi Takaful Keluarga Trihadi Deriyanto saat berbincang dengan wartawan Republika, Irwan Kelana, di kantornya, Jakarta, Rabu (18/1). Bagaimana lelaki yang akrab dipanggil Deri itu membangun roh spiritual di perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia itu? Apa hikmah yang sudah dipetiknya? Berikut penuturannya. Ada pemandangan yang menyejukkan hati setiap kali shalat Zuhur dan

Ashar berjamaah di kantor pusat Asuransi Takaful Keluarga, Mampang Prapatan, Jakarta. Yang menjadi imamnya adalah sang direktur utama, Trihadi Deriyanto. Barulah pada shalat Maghrib dan Isya berjamaah, yang memimpin adalah imam rawatib dan dirut menjadi orang kedua yang berada di belakang imam. “Kami ingin menjadi role model bisnis syariah. Dan, hal itu kami mulai dari diri sendiri

Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT PT. Asuransi Bringin Sejahtera Arthamakmur (BSAM) yang lebih di kenal dengan nama Bringin General Insurance adalah sebuah perusahaan Asuransi Umum Nasional yang didirikan oleh Yayasan Dana Pensiun PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) . Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 17 April 1989 berdasarkan akta notaris Muhaini Salim SH. Di Jakarta dengan no 121 dan disahkan dengan penetapan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 3 Mei 1989 No.C2.4160.HT.01.01 Tahun 1989. Pada Tanggal 26 Agustus 1989 perusahaan memperoleh ijin lisensi Dagang dari Menteri Keuangan RI dengan pengesahan NO.KEP 128 /ILM/ 13/1989 tanggal 26 agustus 1989. Pada mulanya tujuan didirikannya Perusahaan Ansuransi Umum yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh dana pensiun PT Bank Rakyat Indonesia tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asset PT. Bank Rakyat Indonesia beserta nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia yang menjadi agunan. Namun dalam perkembanganya , Bringin General Insurance telah memperluas pangsa pasarnya tidak sekedar di area pasar sendiri (Bank Rakyat Indonesia dan sekitarnya) melainkan juga melayani masyarakat luas, para pengusaha, perorangan , BUMN/D , Perusahaan Swasta asing/nasional maupun pemerintah.Pada Tanggal 8 Januari 1998 , Anggaran dasar perusahaan perseroan telah dirubah oleh notaris Siti Rubiah Zulhaimi , SH di Jakarta , dengan nomor perubahan 8 dan telah disahkan oleh Menteri kehakiman RI No.C2.4162.HT.01.04 Tahun 1998. pada tanggal 23 April 1998.
Kategori: Bank & Finansial / Asuransi

15 Nomor Telepon: +62213840001 Nomor Fax: +62213457037. baik untuk keperluan menyimpan uang maupun untuk keperluan meminjam uang. +62213442482 I. 2003:2). Dalam hal ini orang yang menyimpan uang disebut nasabah. Veteran II No. alasan nasabah menyimpan uangnya di bank antara lain keamanan uangnya lebih terjamin dari pada disimpan sendiri di dalam rumah.Alamat: D. Dengan berbagai alasan inilah maka banyak orang yang menjadi nasabah bank. (Dahlan Siamat dalam Mashudi dan Moch Chidir Ali.P BRI Building 4 th Floor. alasan nasabah meminjam di bank antara lain bunga yang relatif kecil dibanding jika nasabah meminjam uang pada lintah darat yang banyak terdapat di dalam masyarakat. selain itu nasabah mempunyai keuntungan berupa bunga. . yang diterima nasabah setiap periode sesuai dengan besarnya uang yang di tabung di bank. Jl. Latar Belakang dan Masalah Dalam kehidupan sehari-hari. PENDAHULUAN A. baik nasabah penyimpan maupun nasabah peminjam. Ditinjau dari segi nasabah peminjam. Banyak alasan yang membuat orang jadi nasabah bank. masyarakat sering berhubungan dengan lembaga perbankan. Ditinjau dari segi nasabah penyimpan (penabung).

perampokan dan risiko–risiko lain yang setiap saat dapat mengancam uang tunai tersebut. Dalam hubungannya dengan penyediaan uang tunai ini bank senantiasa menghadapi resiko. kecurian. baik yang berasal dari bunga pinjaman nasabah maupun yang berasal dari uang nasabah yang di tabung di bank yang kemudian dipinjamkan ulang oleh bank kepada nasabah lain.Keberadaan nasabah bagi pihak bank menjadi suatu kebutuhan karena sumber keuntungan bank berasal dari nasabah. keperluan memenuhi penarikan uang tunai yang dilakukan oleh nasabah serta untuk biaya operasional usahanya. setiap saat bank dituntut untuk menyediakan uang tunai. maka bank akan mengalami kerugian. Uang tunai ini diperlukan untuk keperluan peminjaman uang kepada nasabah. Lembaga Penjamin Simpanan. Sumber dana berasal dari bank itu sendiri (dana Intern). Untuk itu bank berusaha mengalihkan risiko-risiko itu kepada pihak lain yang bersedia untuk itu. resiko kehilangan. Dalam hal ini bank tidak mau menanggung kerugian itu sendirian. Dalam operasional usahanya dalam pinjam meminjam uang. masyarakat luas (dana ekstern) dan dari lembaga lainnya. Hal ini disebabkan bank yang melakukan kegiatan usaha adalah sebagai . Dalam hal bank tidak dapat melanjutkan usahanya dan harus dicabut izin usahanya. akan diselesaikan melalui proses likuidasi bank. selanjutnya disingkat LPS yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 7 Tahun 2009. Apabila risiko ini menjadi kenyataan. Adapun sisa simpanan yang tidak dijamin. LPS bertanggung jawab membayar simpanan setiap nasabah bank tersebut sampai jumlah tertentu. yang berupa pailit atau dilikuidasi. Adapun pihak lain yang bersedia menanggung kerugian itu adalah Lembaga Penjamin Simpanan dan perusahaan asuransi. Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan LPS bersifat terbatas tetapi dapat mencakup sebanyak-banyaknya nasabah.

maka jika terjadi kerugian atas uang tunai milik bank. diunduh tanggal 30 Juli 2009) Berdasarkan latar belakang diatas. bank harus menjadi tertanggung dari perusahaan asuransi yang menyelenggarakan asuransi uang tersebut. Untuk itu . Untuk program asuransi uang. khususnya pada Bank Rakyat Indonesia. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian dijelaskan ada 3 jenis asuransi yaitu asuransi kerugian. (sumber: www.peserta penjaminan. Adapun caranya dengan mengadakan penutupan asuransi uang. maka akan mendapatkan penggantian dari perusahaan yang bersangkutan. Di dalam Pasal 3 Undang-Undang No. penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai asuransi uang dalam praktek perbankan. maka akan mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. asuransi jiwa dan reasuransi. Dengan ditutupnya asuransi uang. Salah satu contoh kasusnya adalah perampokan mesin ATM Bank Rakyat Indonesia di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung pada tanggal 17 Juni 2009 pukul 03. Dengan adanya pembayaran premi oleh bank kepada Lembaga Penjamin Simpanan maka telah terjadi peralihan risiko dari bank kepada Lembaga Penjamin Simpanan. Jenis-jenis asuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi bermacam-macam. Adapun caranya dengan mengadakan penutupan asuransi uang. maka jika terjadi kerugian atas uang tunai milik bank. Pihak lain yang menjamin uang nasabah selain LPS adalah perusahaan asuransi. Dengan ditutupnya asuransi uang. bank harus menjadi nasabah perusahaan asuransi yang menyelenggarakan asuransi uang tersebut. diantaranya asuransi uang. yang merupakan jenis asuransi yang menyediakan diri untuk menanggung kerugian yang menimpa uang tunai. Asuransi uang termasuk dalam asuransi kerugian. yang merupakan jenis asuransi yang menyediakan diri untuk menanggung kerugian yang menimpa uang tunai.com.00 WIB. Untuk program asuransi uang.suaramerdeka.

penulis akan mengadakan penelitian akan hal tersebut dan menuliskan hasilnya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul Pelaksanaan Perjanjian Asuransi Uang Pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur Perwakilan Lampung Oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Teluk Betung. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 2. 3. Sedangkan lingkup bidang ilmu ialah bidang hukum keperdataan khususnya hukum ekonomi. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur? Untuk itu pokok bahasan penelitian ini meliputi: 1. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini meliputi lingkup bidang ilmu dan lingkup pembahasan. Pelaksanaan pemenuhan klaim ganti rugi yang berhubungan dengan uang. Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup Penelitian 1. 2. Hak dan kewajiban pihak-pihak dalam perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Asuransi Bringin Sejahtera Arta Makmur. . Syarat dan prosedur perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Asuransi Bringin Sejahtera Arta Makmur. Lingkup pembahasan dalam penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum terhadap uang tunai di bank oleh perusahaan asuransi.

Untuk menganalisis pelaksanaan pemenuhan klaim ganti rugi yang berhubungan dengan uang.C. b. Kegunaan Penelitian a. Untuk menganalisis hak dan kewajiban pihak-pihak dalam perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur. 2. Untuk menyumbangkan hasil penelitian kepada Universitas Lampung. Untuk memenuhi sebagian syarat yang diperlukan guna meraih gelar Sarjana di Fakultas Hukum Universitas Lampung. c. Untuk menganalisis syarat dan prosedur perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur. khususnya yang berhubungan dengan bidang hukum perasuransian dalam praktek perbankan. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Maksud dan tujuan diadakannya penelitian adalah: 1. Advertisement           Home Personal Business Engineering Marine Liability Quotes News Laws Clauses . b. Tujuan Penelitian a.

20:22 Insurance News 6 comments JAKARTA (Bisnis. . sekitar 98.500 kami optimistis bisa.000.    Learn More Training Claims Directory Home » Insurance News » AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum    Tuesday. Asosiasi asuransi mencatatkan jumlah agen asuransi jiwa yang dari awal Januari telah mengantongi lisensi penuh (FLC) baru berkisar 41. 2010. Saat ini. tetapi kalau 10. Sektor asuransi umum terus mengejar ketertinggalannya dari sektor asuransi jiwa dalam hal penanganan agen. dalam waktu dekat AAUI akan kembali menggelar ujian keagenan di Jakarta. Berikut-berikutnya kan kita bisa isi mereka dan setiap perusahaan sebenarnya mempunyai tanggung jawab untuk itu. “Kalau 7. AAUI mulai tahun lalu menggenjot ujian keagenan yang hingga akhir tahun sudah berhasil menghasilkan 2. Regulator dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bahkan memberlakukan penghapusan lisensi sementara. Ketua Bidang Pendidikan.” katanya di Jakarta. dan Palembang. February 16. Pontianak. namun asosiasi optimistis angka itu akan segera ditekan dengan kebijakan penghapusan lisensi sementara tersebut. Di sektor asuransi jiwa.000 agen asuransi jiwa masih memegang sertifikat sementara (TLC). Selain Jakarta dan Semarang. hari ini.com): Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) terus menggenjot sertifikasi agen asuransi umum dengan menggelar ujian di Jakarta dan Semarang dalam waktu dekat ini. penataan agen sebagai ujung tombak industri jasa keuangan itu sudah semakin matang.000 sepertinya kami perlu tenaga tambahan.500 orang yang kemudian direvisi menjadi 10.000 orang. Pengembangan dan Keagenan AAUI Budi Hartono mengatakan tahun 2010 regulator sempat meminta asosiasi untuk mencetak 7. “Paling tidak tahap awal ini dia mempunyai bahan ilmu pengenalan asuransi. jangan semua dibebankan ke asosiasi. Makasar. Ketua AAUI Kornelius Simanjuntak mengatakan lisensi agen ini akan dilakukan bertahap.” tuturnya.800 agen berlisensi.

Tahap kedua yakni setiap agen baru yang mulai direkrut dan berpraktik sejak 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2009 berhak atas lisensi sementara dengan masa berlaku 3 bulan. HP saya : 0858-40000-467. Namun. lisensi sementara dihapuskan. Agen Asuransi About the Author IMAM MUSJAB has written 349 stories on this site.Tahapan pertama penghapusan lisensi agen yaitu setiap agen baru atau rookie agen yang mulai direkrut dan berpraktik sejak 1 Januari 2008 sampai 31 Desember 2008 berhak atas lisensi sementara dengan masa berlaku selama 6 bulan. apa syaratnya dan mohon informasi kapan ujian sertifikasi keagenan dilaksanakan di jakarta atau di palembang. tapi biasanya agen dikirim dan dibiayai oleh perusahaan asuransinya masing-masing . 20:37 saya berminta mengikuti ujian sertifikasi keagenan. pemerintah memperkenankan para agen memegang lisensi sementara dengan masa tenggang hingga 31 Maret 2010.html  Share Tags: AAUI. 2010. Industri sudah melewati tahap ketiga atau tahap terakhir yakni terhitung sejak 1 Januari 2010. 6 Comments on “AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum”  purwati wrote on 26 March. 15/02/2010 17:44:44 WIBOleh: Hanna Prabandari http://web.bisnis.com/keuangan/asuransi/1id161666.(yn) Senin. No. IMAM MUSJAB: hampir setiap bulan ada ujian ibu. terimakasih.

 marsudi wrote on 26 February. 15:43 klu di Pontianak dimana pak pelatihannya ? Terima kash  deli nofianti wrote on 23 February.thanks  Lukman wrote on 19 May. 2011. 2012.. 2012.asuransi yang mengeluarkan produk unit link yang sekarang menjadi andalan dalam . 19:54 sekarang memang menjadi agen asuransi mempunyai prospek yang cerah. 23:36 Maaf pak. tapi ujiannya bayar sendir (ada juga yang perusahaan asuransinya yang bayarin)  korindo wrote on 31 March. tks IMAM MUSJAB : Ujian berikutnya bulan April Pak. 9:08 sy mau nanya jadwal ujian sertifikaasi agenn asuransi umum utk thn 2011. nanti semua persyaratan administrasinya mereka urusin. 2011. Rais wrote on 18 January. 2011.sama dengan teman-teman yg lain. Silakan Bapak daftar ke perusahaan dimana bapak menjadi agennya.. apalagi banyak PT..saya juga ingin menanyakan jadwal ujian sertifikasi agen asuransi di tahun 2011. 2:10 saya berminat mengikuti ujian sertifikasi keagenan yang dilaksanakan dipalembang atau jakarta. mohon jadwal ujiannya 2012 atau kemana saya bisa mendapatkan info lebih lanjut? mohon petunjuk.

Anggaran dasar perusahaan perseroan telah dirubah oleh notaris Siti Rubiah Zulhaimi . BUMN/D .selain memang karena manfaat asuransi jiwanya. Asuransi Bringin Sejahtera Arthamakmur (BSAM) yang lebih di kenal dengan nama Bringin General Insurance adalah sebuah perusahaan Asuransi Umum Nasional yang didirikan oleh Yayasan Dana Pensiun PT. \» Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur. dengan nomor perubahan 8 dan telah disahkan oleh Menteri kehakiman RI No.01 Tahun 1989. Pada mulanya tujuan didirikannya Perusahaan Ansuransi Umum yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh dana pensiun PT Bank Rakyat Indonesia tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asset PT. Bank Rakyat Indonesia yang menjadi agunan.P BRI Building 4 th Floor. Namun dalam perkembanganya . Bank Rakyat Indonesia (persero) .promosi mereka. Bringin General Insurance telah memperluas pangsa pasarnya tidak sekedar di area pasar sendiri (Bank Rakyat Indonesia dan sekitarnya) melainkan juga melayani masyarakat luas. Di Jakarta dengan no 121 dan disahkan dengan penetapan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 3 Mei 1989 No. para pengusaha. Jl. SH di Jakarta .04 Tahun 1998.KEP 128 /ILM/ 13/1989 tanggal 26 agustus 1989.Pada Tanggal 8 Januari 1998 . Veteran II No. +62213442482 Homepage URL: http://www.karena produk unit link konvensional ataupun syariah memberikan keuntungan investasi juga. Perusahaan Swasta asing/nasional maupun pemerintah. Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 17 April 1989 berdasarkan akta notaris Muhaini Salim SH.4160. Bank Rakyat Indonesia beserta nasabah PT.01.4162.01.HT. Pada Tanggal 26 Agustus 1989 perusahaan memperoleh ijin lisensi Dagang dari Menteri Keuangan RI dengan pengesahan NO.C2.com/ Peta: . Kategori: Bank & Finansial / Asuransi Alamat: D. pada tanggal 23 April 1998. 15 Nomor Telepon: +62213840001 Nomor Fax: +62213457037.HT.bringininsurance. perorangan . PT PT.C2.

Jl. Veteran II No. 15 Petunjuk Arah: . PT D.Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur.P BRI Building 4 th Floor.

wakaf. Perjanjian menurut Prof. danAr-Ra'yu (Ijtihad) yang mengatur tentang hubungan antara dua orang atau lebih menge-nai suatu benda yang dihalalkan menjadi objek suatu transaksi. Dr.5 Walaupun dalam bentuk tradisional. SH. kontrak kerja dan sebagainya. dalam pengertian Hukum Perikatan Islam di sini juga dimaksudkan sebagai cakupan yang lebih luas dari sekadar "Hukum Perjanjian" . Pengertian Hukum Perikatan Islam Hukum Perikatan Islam yang dimaksud di sini. namun pada materi Hukum Perikatan Islam di buku ini hanya mencakup perikatan yang berhubungan dengan bidang perniagaan atau kegiatan usaha (bisnis).3 Sedangkan digunakan Hukum Perikatan untuk menggambarkan bentuk abstrak dari terjadinya keterikatan para pihak yang mengadakan transaksi tersebut. Subekti. adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Di sini tampak. orang juga sering menyebutnya sebagai Hukum Kontrak. Ada yang menggunakan istilah "Hukum Perutangan". Masing-masing istilah tersebut memiliki titik tekan yang berbeda satu dengan lainnya. Tidak berbeda dengan Hukum Perdata Barat tersebut. PENDAHULUAN Dalam literatur Ilmu Hukum. materi bahasan tentang Hukum Perikatan Islam ini merupakan bagian dari bidang Hukum muamalah dalam Kitab-kitab Fiqih yang biasanya bahkan meliputi cakupan yang lebih luas. Penger¬tian Hukum Perikatan Islam menurut Prof.2 Apabila pengaturan hukum tersebut mengenai perjanjian dalam bentuk tertulis. As-Sunnah (Al-Hadits).6 1. bahwa Hukum Perikatan memiliki pengertian yang lebih luas dari sekadar Hukum Perjanjian. M. adalah merupakan seperangkat kaidah hukum yang bersumber dari Al-Qur'an. "Hukum Perjanjian" ataupun "Hukum Kontrak". SH. bahwa kaidah-kaidah hukum yang berhubungan langsung dengan . Istilah Hukum Perutangan biasanya diambil karena suatu transaksi mengakibatkan adanya konsekuensi yang berupa suatu peristiwa tuntut-menuntut. terdapat berbagai istilah yang sering dipakai sebagai rujukan di samping istilah "Hukum Perikatan" untuk menggambarkan ketentuan hukum yang meng-atur transaksi dalam masyarakat. H.Dasar Berlakunya Hukum Perikatan Islam di Indonesia Bab 1 Dasar Berlakunya Hukum Perikatan Islam di Indonesia A. yang tidak hanya timbul dari adanya perjanjian antara para pihak. termasuk bidang perkawinan (akad nikah). Tahir Azhary. namun juga dari ketentuan yang berlaku di luar perjanjian tersebut yang menyebabkan terikatnya para pihak untuk melaksanakan tindakan hukum tertentu.7 Lebih lanjut beliau menerangkan. adalah bagian dariHukurr^ Islam bidang muamalah yarig mengatur perilaku manusia di dalam menjalankan hubungan ekonominya..1 Hukum Perjanjian digunakan apabila melihat bentuk nyata dari adanya transaksi. Istilah Hukum Perikatan Islam dipakai dalam buku ini. dimaksudkan sebagai padanan pengertian dari Hukum Perikatan dalam Hukum Perdata Barat yang dikaji berdasarkan ketentuan Hukum Islam.

Walaupun secara formal yuridis hingga saat ini belum ada pengaturan tersendiri tentang Hukum Perikatan Islam di Indonesia. tapi juga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (Allah SWT) dan dengan alam lingkungannya. Sebagai cerminan dari ketentuan yang bersumber dari Tuhan YME. b. Hal ini menunjukkan adanya sifat "religius transendental" yang terkandung pada aturan-aturan yang melingkupi Hukum Perikatan Islam itu sendiri yang merupakan pencerminan otoritas Allah SWT.. Dari pengertian tersebut di atas. Hal ini dapat dilihat dari keter-kaitan antara Hukum Perikatan itu sendiri dengan Hukum Islam yang melingkupinya yang tidak semata-mata mengatur hubungan antara manusia dengan manusia saja. di samping Hukum Perikatan Adat dan Hukum Perikatan menurut KUH Perdata. Alasan Sosiologis . diperlukan wawasan yang luas bagi para calon ahli hukum yang kelak akan bertugas dalam penyusunan kontrak. bentuk ijtihad di lapangan Hukum Perikatan ini dilaksanakan secara kolektif oleh para ulama yang berkompeten di bidangnya. Sehingga hubungan tersebut merupakan Hubu¬ngan Vertikal dart Horizontal. umat Islam di mana pun berada dapat mempraktikkan kegiatan usahanya dalam kehidupan sehari-hari. yaitu bersifat "terbuka" yang berarti segala sesuatu di bidang muamalah boleh diadakan modifikasi selama tidak bertentangan 2. umat Islam dapat menjalankan ketentuan perikatan . antara lain sebagai berikut: a.8 Pada masa sekarang ini. penyele-saian perkara yang berhubungan dengan kebendaan. yaitu dimaksudkan untuk memberi perlindungan-perlindungan kepada manusia. terhadap kelemahan sifat-sifat manusia yang berpotensi untuk saling menguasai atau melampaui batas-batas hak orang lain. Mayoritas penduduk Indonesia mengaku beragama Islam. Hukum Perikatan Islam sebagai bagian dari Hukum Islam di bidang muamalah/juga memiliki sif at yang sama dengan induknya.9 Dari ketiga sumber tersebut. ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang perikatan dalam Hukum Perikatan Islam ini mengandung pjroteksi. namun berdasarkan ketentuan Pasal 29 UUD 1945. Tuhan Yang Maha Mengetahui segala tindak tanduk manusia dalam hubungan antarsesamanya. tampak adanya kaitan yang erat antara Hukum Perikatan (yang bersifat hubungan perdata) dengan prinsip kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama Islam yang ketentuannya terdapat dalam sumber-sumber Hukum Islam tersebut. Sedangkan kaidah-kaidah fiqih berfungsi sebagai pemahaman dari syariah yang dilakukan oleh manusia (para ulama mazhab) yang merupakan suatu benruk dari ijtihad. Untuk melayani kebutuhan umat Islam Indonesia dalam menjalankan muamalah mereka di bidang perikatan. Untuk itu. Alasan-alasan tersebut.konsep Hukum Perikatan Islam ini adalah yang bersumber darj Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW (As-Sunnah). dapat disimpulkan bahwa substansi dari Hukum Perikatan Islam lebih luas dari materi yang terdapat pada Hukum Perikatan Perdata Barat. Alasan Hukum Perikatan Islam Diajarkan di Fafcultas Hukum Ada beberapa alasan mengapa Hukum Perikatan Islam perlu diajarkan di Fakultas Hukum.10 Oleh karena itu. khu-susnya dalam perniagaan dan kegiatan usaha.11 Secara skematis dapat digambarkan seperti pada gambar 1 di halaman berikut ini. maupun pelaksanaan pendirian kegiatan usaha agar tidak menyimpang dari ketentuan ajaran Islam yang mereka yakini. Alasan Yuridis Hukum Perikatan Islam merupakan salah satu sumber dari hukum nasional di bidang perikatan.

H. Sedangkan dimensi lainnya adalah dimensi horizontal yang dikenal dengan sebutan "hablum-minan-naas" yang mengatur interaksi sosial di antara manusia. seperti Pasal 1 butir 13 UU No. Dimensi transendental ini dikenal dengan sebutan "hablum-mina-llah" yang merupakan pertanggungjawaban individu maupun kolektif kepada Allah. yaitu dimensi "transendental" atau vertikal. kita. norma ikut mengatur dan merekayasa agar masyarakat mengikuti norma tersebut. jika berbohong. Keberlakuan Hukum Perikatan dalam kehidupan umat Islam seperti yang digambarkan di atas. maka Hukum Perikatan Islam pun perlu dipelajari dan dikembangkan secara ilmiah pada Fakultas Hukum.. maka secara normatif Hukum Perikatan Islam juga telah berlaku di tanah air . sepanjang mengenai norma atau aturan-aturan hukum yang mem-punyai dua dimensi. yang pada Pasal 29 memberikan kebebasan pelaksanaan ajaran agama bagi tiap penduduk negara. ada_dua hal besar yang mendasari berlakunya Hukum Perikatan Islam. Contohnya dapat kita lihat pada transaksi jual beli yang terjadi di desa-desa yang menggunakan cara ijab kabul dan bersalaman yang menandakan adanya saling ridha antara kedua belah pihak. 4: 29). Penerapan Hukum Perikatan Islam ini merupakan pelaksanaan ibadah dalam arti luas bagi pemeluk . Dalam tata urutan peraturan perundang-undangan nasional sudah tampak pasal-pasal undang-undang yang mengatur tentang berlakunya Hukum Perikatan Islam. dan dasar kedua adalah Syariah. B. Dalam praktik di masyarakat. karena perikatan Islam juga muncul di masya-rakat dalam praktik kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh atas berlakunya kedua dimensi tersebut dalam penerapannya di masyarakat muslim Indonesia. maka pada saat interaksi terjadi. Abdul Gani Abdullah. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU No. yaitu "Ketuhanan Yang Maha Esa". diakui dan dihargai oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara kita. Untuk pemenuhan pembentukan tatanan Hukum Nasional kita. misalnya dalam jual beli. Kedua dimensi inilah yang memengaruhi perilaku umat Islam dalam aktivitas transaksi-nya sehari-hari. Sebagai konsekuensi dari terlaksana-nya kedua dimensi tersebut. maka telah pula menjadi kebutuhan praktis bagi para mahasiswa di Fakultas Hukum untuk mempelajari salah satu sistem transaksi yang kini berkembang dalam praktik perniagaan di tanah air dan dunia internasional. Contoh. yaitu keyakinan yang memaksa pelak-sanaannya dalam bertransaksi. secara normatif Hukum Perikatan Islam telah dilaksanakan. Hal ini terutama dilandasi oleh Sila Pertama Panrasila sebagai dasar falsafah negara kita. Hal ini merupakan pelaksanaan Hukum Perikatan Islam mengenai asas "suka sama suka" (antaradhin) yang bcrsumber dari ketentuan al-Qur'an surat an-Nisaa (4) ayat 29 (QS. DASAR FILOSOFIS BERLAKUNYA HUKUM PERIKATAN ISLAM DI INDONESIA Menurut Prof. SH. Di samping itu.14 Pada ayat ini juga tampak adanya kesertaan Tuhan dalam tiap transaksi yang dilakukan hamba-Nya. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.atas dasar keyakinan agama mereka. maka akan ber-tanggung jawab kepada Allah. c. Dr.13 Dasar pertama adalah Akidah. 48: 10. Sehingga dalam produk legislasi nasional pun Hukum Perikatan Islam sudah diakui dan dapat dipraktikan. para pihak harus jujur. cara perjanjian dengan bersalaman atau peletakan tangan satu di atas yang lain ini juga merupakan pe-nerapan sunnah Nabi SAW sebagaimana dilakukan beliau dalam "bai'atur-ridwan" sebelum peristiwa perjanjian Shulhul Hudaibiyah yang digambarkan dalam QS. Alasan Praktis Dengan telah banyak berdirinya bank-bank atau lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan yang menggunakan sistem Islam dalam bentuk-bentuk transaksi mereka dengan para nasabahnya serta majunya perdagangan dengan negara-negara Timur Tengah yang menggunakan sistem Islam dalam bertransaksi.

dan seharusnya tidak terdapat perbedaan pendapat. dilihat dari pemahaman (fiqih) berbedabeda. melalui aturan-aturan yang tidak bertentangan dengan agama. KEDUDUKAN HUKUM PERIKATAN ISLAM DALAM TATA HUKUM INDONESIA Sebelum kita membicarakan mengenai kedudukan Hukum Perikatan Islam di Indonesia. yang berarti siyasah yang bersifat adil. ada baiknya kita melihat kedudukan Hukum Islam di Indonesia berdasarkan periode sejarah. Siyasah yang adil adalah siyasah yang haq (benar). Khallaf dibagi atas dua macam. berarti kita hams mengkaji kerangka dasar dinul-Islam yang terdiri dari akidah. Pasal 29 UUD 1945 dan Pasal 1338 KUH Perdata tentang asas kebebasan berkontrak. memilih. Salah satu sistem dalam bidang muamalah adalah hukum. yakni siyasah yang adil dan siyasah yang zalim. Di lingkungan masyarakat Islam berlaku tiga kategori hukum. yaitu 1) Syariat. Definisi-definisi di atas dapat diberikan penegasan berikut. apakah peraturan itu bersumber dari syariat atau bersumber dari manusia sendiri dan lingkungannya. Syariat adalah hukum-hukum yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya yang secara jelas terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits. Musyawarah yang dilihat dari prinsip-prinsipnya adalah syariat. fiqih adalah ilmu atau pemahaman tentang hukum-hukum syarak yang bersifat perbuatan yang dipahami dari dalil-dalilnya yang rinci. Pada bagian syariah terbagi menjadi dua bidang. atau penghalang. syariah.18 Jadi. yaitu ibadah dan muamalah. bila dilaksanakan sesuai syariat Islam. yaitu sebagai berikut. c.16 Dilihat dari keabsahannya. yaitu peraturan perundang-undangan buatan manusia yang bertentangan dengan agama. Perbedaan kondisi dan perkembangan zaman berpengaruh ter¬hadap Siyasah Syar'iyah. Membicarakan mengenai Hukum Perikatan Islam. meskipun tidak ada dalil ter-tentu. dan kemampuan yang menyusun dan melaksanakannya.19 .agama Islam sebagaimana ditetapkan dalam ajaran Islam (addin-al-Islam) sesuai dengan bunyi Pasal 29 UUD 1945 dan Sila Pertama dari Pancasila dasar negara kita tersebut. Ijtihad dan pemahaman ulama terhadap dalil-dalil hukum (terutama ayat Al-Qur'an dan Hadits) melahirkan fiqih. untuk mengatur rincian dan pelaksanaan musyawarah pasti lebih berbeda-beda lagi. baik karena pengaruh kondisi tempat dan zaman. Demikian pula musyawarah dan bersikap adil sebagai prinsip adalah syariat. yaitu berupa melakukan suatu perbuatan. 2) Ficjih.17 Tolok ukur keabsahan ini adalah wahyu (agama). yang mempunyai sifat berkembang dan menerima perbedaan pendapat. setiap ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang perikatan yang berlaku di Indonesia dapat dikategorikan sebagai siyasah syar'iyah bila perundang-undangan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Yaitu peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan agama. maka merupakan Siyasah Syar'iyah.15 Syariat atau hukum syarak adalah ketentuan Allah yang ber-kaitan dengan perbuatan subjek hukum. Sedangkan Siyasah Syar'iyah merupakan kewenangan pemerintah untuk melakukan kebijakan yang dikehendaki kemaslahatannya. Zakat. Puasa Ra-madhan. sebab. Dilihat dari kebijakan umara. siyasah (peraturan buatan manu-sia) oleh Prof. dan 3) Siyasah Syariyah. Siyasah Syar'iyah adalah al qawanin (peraturan perundang-undang-an yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dalam negara yang sejalan atau tidak bertentangan dengan syariat (agama). A.W. tidak berubah. Fiqih adalah hukum-hukum hasil pemahaman ulama mujtahid dan dalil-dalilnya yang rinci (terutama ayat-ayat AlQur'an dan Hadits). Syariat mempunyai sifat tetap. karena secara jelas di-perintahkan Allah dalam firman-Nya. atau menentukan sesuatu sebagai syarat. maupun karena kecenderungan. dan Haji adalah syariat. Misalnya. Siyasah yang zalim adalah siyasah yang batil. Shalat. Siyasah Syar'iyah lebih terbuka dari fiqih dalam menerima perkembangan dan perbedaan pendapat. dan akhlak.

Hukum Islam sebagai hukum yang berdiri sendiri telah ada dalam masyarakat. bahwa hukum mengikuti agama yang dianut seseorang. dan kebiasaan itu tidak bertentangan dengan asas kepatutan dan keadilan umum. peranan saudagar di-gantikan oleh para ulama sebagai guru dan pengawal Hukum Islam. D. 152. karena dalam praktiknya susunan badan peradilan yang disandarkan pada Hukum Belanda tidak dapat berjalan. Pendapat ini menyebabkan: Pasal 75 KR/Regering Reglement menjadi dasar bagi Pemerintahan Belanda menjalankan kekuasaannya di Indonesia. Freijer menyusun kompendium yang memuat Hukum Perkawinan dan Kewaris-an Islam yang digunakan oleh pengadilan dalam menyelesaikan sengketa di kalangan umat Islam (Compendium Freijer). 3) Setelah Indonesia kembali pada Belanda. Kemudian diperkuat oleh Lodewijk Willem Christian Van Den Berg berpendapat. Raffles (1811-1816) juga terdapat anggapan bahwa "Hukum yang berlaku di kalangan rakyat adalah Hukum Islam". 2) Pada masa Pemerintahan Inggris/Thomas S. M. VOC membiarkan lembaga-lembaga asli yang ada dalam masyarakat berjalan terus seperti keadaan sebelumnya. Pasal 78 (2) RR mendorong Pemerintah Hindia Belanda men-dirikan Pengadilan Agama (Pries terrad/Pengadilan Pendeta) di Jawa dan Madura yang direalisasikan pada tahun 1882 dengan dikeluarkannya S. Scholten Van Oud Haarlem menyesuaikan Undang-Undang Belanda dengan keadaan istimewa di Hindia Belanda. lembaga-lembaga. ada kitab Hukum Mogharaer yang digunakan pada Pengadil¬an Negeri Semarang. 1882 No. dan Pepakem Cirebon. la berpendapat bahwa "untuk mencegah timbulnya keadaan yang tidak menyenangkan bahkan mungkin juga perlawanan. maka harus diikhtiarkan agar mereka dapat tetap dalam lingkungan Hukum Agama serta adat istiadat mereka". Setelah Kedatangan Belanda a. 4) Untuk mengekalkan kekuasaannya. b. Belanda melaksanakan politik hukum yang dengan sadar hendak menata dan mengubah kehidupan hukum di Indonesia dengan hukum Belanda. berfungsi sebagai pedagang dan badan pemerintahan. jika diadakan pelanggaran terhadap orang Bumiputra & agama Islam. 2. sikap terhadap hukum Islam mulai berubah secara perlahan dan sistematis. Jika orang itu memeluk agama Islam. dengan menginstruksikan pengadilan untuk menggunakan Undang-Undang Agama. Masa VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) (1602-1800). R. tumbuh dan berkembang di samping kebiasaan atau adat penduduk yang mendiami kepulauan nusantara ini. Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. W. bahwa di Indonesia berlaku Hukum Islam. Selain itu. Sebelum Kedatangan Belanda Awal proses islamisasi kepulauan Indonesia dilakukan oleh para saudagar melalui perdagangan dan perkawinan. 5) Pada masa abad ke-19 berkembang pendapat. yaitu antara lain dikemuka-kan oleh Salomon Keyzer.1. yaitu sebagai berikut: 1) Pada masa Pemerintahan Belanda/Deandels (1808-1811) terdapat pemahaman umum bahwa "Hukum Islam adalah hukum asli orang pribumi". Pendapatnya dikenal dengan teori Receptio in Complexu yaitu orang Islam Indonesia telah melakukan resepsi hukum Islam dalam keseluruhannya dan sebagai satu kesatuan. hukum Islamlah yang berlaku bagi-nya. . ada usaha Belanda untuk menghilangkan pengaruh Islam dari sebagian besar orang Indonesia. lembaga-lembaga dan kebiasaan mereka bila golongan Bumiputra yang bersengketa selama Undang-Undang Agama. Setelah agama Islam berakar dalam masyarakat.

bukan sekadar sumber persuasif. Sejak ditandatanganinya kesepakatan antara para pemimpin nasionalis sekuler dan nasionalis Islami pada tanggal 22 Juni 1945 sampai dengan saat diundangkannya Dekrit Presiden RI pada tanggal 5 Juli 1959. dasar hukum yang di-tetapkan oleh suatu Undang-Undang Dasar yang sudah tidak berlaku. 3. "Segala badan negara dan peraturan yang ada masih berlangsung berlaku. dasar hukum teori resepsi adalah Pasal 134 (2) Indische Slants Regeling (IS). bahwa Hukum Adat baru berlaku biL: tidak bertentangan dengan Hukum Islam (Receptio a Contrario). bukan karena ia telah diterima oleh Hukum Adat. Menurut Hazairin. UUD 1945. dan berpendapat. bahwa yang berlaku bagi orang Islam bukanlah Hukum Islam tetapi Hukum Adat. Sumber persuasif ialah sumber yang terhadapnya orang hams yakin dan menerimanya. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini". sedangkan dengan berlakunya UUD 1945.20 ad. ketentuan "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" adalah sumber persuasif. Pendapat ini dikenal dengan Theorie Receptie yang diikuti oleh Cornells Van Vollenhoven dan Bertrand Ter Haar. maka Piagam Jakarta yang mengandung penerimaan terhadap Hukum Islam menjadi sumber otoritah/dalam hukum tata negara Indonesia. Hukum Islam berlaku bagi bangsa Indonesia yang beragama Islam karena kedudukan Hukum Islam itu sendiri. Namun demikian. Hal ini juga diperkuat dengan Pasal 29 UUD 1945. b) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber otoritatif Barulah dengan ditempatkannya Piagam Jakarta dalam Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959. a) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber persuasif Dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan berlakunya UUD 1945—walaupun di dalamnya tidak dimuat tujuh kata Piagam Jakarta—maka teori resepsi kehilangan dasar hukum-nya.Cristian Snouck Hourgronje menentang teori Receptio in Complexu. dengan jalan mengeluarkan Hukum Islam bidang perikatan dari aktivitas perdagangan karena dianggap tidak lagi berlaku di Indonesia. perlu dipelajari dasar hukum pendahuluan dalam suatu konstitusi dan konside- . Setelah Indonesia Merdeka Kedudukan Hukum Islam dalam ketatanegaraan Indonesia terbagi dalam dua periode yaitu: a) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber persuasif. Dalam Hukum Adat telah masuk pengaruh Hukum Islam tetapi pengaruh itu baru mempunyai kekuatan hukum bila telah benar-benar diterima oleh Hukum Adat (berdasarkan penelitiannya di Aceh dan Gayo). IS tidak berlaku lagi. Aturan Peralihan Pasal II memang menyatakan. Sebab. maka Piagam Jakarta sebagai salah satu hasil sidang BPUPKI juga merupakan sumber persuasif UUD 1945. tidak dapat dijadikan dasar hukum suatu Undang-Undang Dasar baru. Teori ini mendapat kritikan dari para ahli Hukum Islam di Indonesia. Untuk mengetahui dasar hukum Piagam Jakarta dalam konsiderans Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. sedang sumber otoritatif ialah sumber yang mempunyai kekuatan (autority). Setelah berlakunya UUD 1945. Melalui Theorie Receptie ini Belanda mulai membiasakan penggunaan Hukum Belanda di Indonesia terutama di bidang hukum perikatan. antara lain oleh Hazairin dan Sajuti Thalib21 yang berpendapat. Sebagai-mana halnya semua hasil sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sumber persuasif bagi UUD 1945. b) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber otoritatif. ad. teori resepsi bertujuan politik yaitu: untuk menghapuskan Hukum Islam di Indonesia dan mematahkan perlawanan bangsa Indonesia terhadap kekuasaan pemerintah kolonial yang dijiwai oleh Hukum Islam.

Dalam Hukum Nasional Indonesia yang berdasarkan Pancasila. sistem Hukum Nasional yang berlaku sekarang ini berasal dari beberapa sistem hukum. sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 29 Ayat (1). "Bahwa kami berkeyakinan Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dalam konstitusi tersebut". dan keragaman golongan masyarakat Indonesia.26 Namun. maka diberlakukan norma hukum yang dapat berlaku bagi seluruh masyarakat karena adanya ketiga hal tersebut. berbangsa. Pancasila sebagai Falsafah Negara. sistem diferensiasi masih digunakan untuk Hukum Nasional karena adanya pluralitas agama .. syariat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dapat dijadikan peraturan perundang-undangan Indonesia sehingga orang Islam mempunyai sistem syariat yang sesuai dengan kondisi Indonesia. dan Negara.22 seperti pada gambar di bawah ini. Mohammad Hatta.kan ajaran dan Hukum Agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. mengemukakan teori "lingkaran Konsentris" yang menunjukkan betapa eratnya hubungan antara agama. Hal ini disebabkan karena adanya ke-ragaman etnik dalam masyarakat yang mengakibatkan adanya keragaman hukum. Tahir Azhary. Gani Abdullah. H. 2) Hukum produk kolonial.23 Pancasila adalah sumber hukum dari Hukum Nasional Indonesia24. salah seorang the founding fathers RI. me-lindungi agama dan penganut agama. atau ketentuan sendiri. Dr. menyatakan bahwa dalam pengaturan negara hukum Republik Indonesia. 3) Hukum adat. semula Piagam Jakarta adalah pembuka-an rancangan UUD 1945 yang dibuat oleh Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. berlaku Hukum Agama dan toleransi antar-umat beragama dalam bermasyarakat. dan Hukum Dasar mendudukkan agama dan Hukum Agama pada kedudukan fundamental. bahkan berusaha memasuk. dan 4) Hukum produk legislasi nasional. yaitu: 1) Hukum Islam. ibadah agama. dan bernegara me-nyangkut keyakinan agama. keragaman keyakinan (penundukan hukum sesuai agama). Karenanya. Hukum. Politik hukum negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila menghendaki berkembangnya kehidupan beragama dan Hukum Agama dalam kehidupan Hukum Nasional. SH.rans (pertimbangan) dalam suatu peraturan perundang-undangan. Dengan berpangkal pada teori Friederich Julius Stahl dan Hazairin. Teori ini dapat dipakai sebagai teropong untuk melihat negara Republik Indonesia sebagai negara berdasarkan atas hukum yang bercita hukum Pancasila pada masa mendatang. Negara ber¬dasarkan atas hukum yang berfalsafah negara Pancasila. sistem pem-bentukan hukum nasional yang dipilih adalah sistem unifikasi daripada sistem diferensiasi. Dalam konsiderans Dekrit Presiden ditetapkan. Unifikasi hukum dalam Hukum Nasional hanya dapat diwujudkan dalam bidang-bidang tertentu. Menurut Prof.25 Menurut Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. dan agama tidak memberikan ajaran. Dasar Negara. Sila Pertama Pancasila. dan Hukum Agama. A. Sebagaimana kita ketahui. menunjuk-kan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia meletakkan "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai hukum dasar yang dijunjung tinggi dan dijadikan pedoman dalam bernegara.

10 Tahun 1998. datang ke Indonesia. d) UU No. 1 Tahun 1974: Perkawinan berlaku sah jika dilakukan menurut kepercayaan agama masing-masing. menjelaskan tentang pengertian Prinsip Syariah dalam No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 1 Keadaan Telah lama ada di Setelah Islam Bersamaan Indonesia.yang dianut. Dilihat dari UU ini. c) PP No. yaitu Islam. tidak dapat ditentukan dengan pasti. Kedatangan Islam ke Indonesia ada berdagang di Nusantara ini. hal-hal mengenai wakaf dalam Hukum Islam diakui. yaitu Abad ke -1 Hijriah atau ke -7 Hijriah. merupakan PP yang mengatur menge¬nai wakaf. 5 Tahun 1960: Badan-badan agama diakui haknya. dua pendapat. golongan warga negara Indonesia terdiri dari: (1) golongan Islam (2) golongan Non-Islam e) Bab I ketentuan Umum. Pasal 1 butir 13 UU No. . 28 Tahun 1977. dan diatur oleh Peraturan Pemerintah. Ketentuan perundang-undangan yang membenarkan sistem diferensiasi adalah: a) Pasal 2 Ayat (1) UU No. b) Pasal 49 Ayat (3) UU No. Hukum Islam diikuti dan dilaksanakan oleh dengan kedatangan orang-orang Belanda untuk para pemeluknya. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dibuat untuk golongan masyarakat tertentu.

Dipatuhi masyarakat Islam karena kesadaran Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tidak mempunyai kekuatan dan keyakinan mereka. mengikat seperti undang-undang. Tidak tertulis dalam bentuk Tertulis dalam bahasa Belanda.2' Bentuk Hukum yang tidak tertulis. Dalam praktik di Indonesia. Hukum Perdata Barat telah menjadi hukum tidak tertulis secara tidak . perundang-undangan.

Menurut Abu Kepastian dan Keadilan Hukum. Ishaq as Shatibi. dan sejahtera. yaitu: memelihara agama. Untuk melaksanakan perintah dan kehendak Allah serta menjauhi larangannya. 3 Tujuan Untuk menyelenggara-kan kehidupan masyarakat yang aman. No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 4 umber a) Sumber a)Sumber a) Sumber . keturunan dan harta benda. jiwa.dinyatakan dengan sadar. lima tujuan Hukum Islam. tenteram. akal.

perundang- Penguasa b)Sumber isi: undangan sejak Adat. . Kemauan Allah zaman kolonial 2) Menurut (AI Qur'an). (Staatsblad). peraturan Keputusan Kitab-kitab Fiqih.Pengenal: Pengenal: Pengenal: 1) Menurut Al-Qur'an dan Segala Ter Haar: kitab Hadits.

.Koesno: Sunnah Rasul :>) Somber Isi: Apa yang (Kitab Hadits). lalu. syarat untuk Belanda di masa Hukum berijtihad. Kemauan benar-benar dan akal pikiran pembentuk terlaksana orang yang undang undang di dalam memenuhi di negeri pergaulan.

dalam c)Sumbei Peiigikat c) Sumber masyarkat iman dan tingkat Pengikat: yang ketakwaan Kekuasaan bersangSeorang muslim. negara yang kutan membentuk (konsep undang-undang Hukum yang melalui .

Adat itu aturan peralihan sendiri). hidup dalam masyarakat . UUD 1945 b)Sumber isi: masih Kesadarandilanjutkan hukum yang hingga kini.

c) Sumber Perigikat: Kesadaran hukum anggota masyarakat .adat.

Keputusan Hakim Istiadat. dibuat olch adat. Adat dan lembaga legislatif. Amalan . Adat pelaksanaannya. Sunnah undang yang Adat nan sabana Rasul. Hasil Ijtihad. Qur'an. pusaka. Adat nan dan. 5 Struktur Contoh: di Terdiii dari AlKilab Undang- Minangkabau.adat tersebut.

namun juga mengatur hubungan antar -manusia dengan Allah. Jaiz. Hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. Prohibere (Larangan).teradat. Tidak hanya mengatur hubungan antara ' manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. rtari diadatkan. Sunnat (anjuran). No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 6 Lingkup Masalah Hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. dan Adat Keputusan. Permittere (yang dibolehkan) . Makruh (celaan). Mubah (kebolehan). 7 Pembidangan Tidak mengenal pembidangan hukum perdata dan hukum publik Terdapat Pembidangan antara Ibadah dan muamalah Dikenal pembidangan perdata dan hukum publik 8 Hak dan Kewajiban Kewajiban lebih diutamakan dari-pada Hak Hak didahulukan dari Kewajiban 9 Norma atau Kaidah Hukum Fard (kewajiban). dan Haram (larangan) Impere (Perintah).

dan lingkungan (horizontal) Hanya hubungan manusia dengan manusia. Halal (1320 BW) 1. Persetujuan.29 Perbedaan Perikatan Islam Perikatan Barat Perikatan Adat Landasan Filosofis :leligius Transedental (ada nilai agama. Perbedaan pokok antara Hukum Perikatan Islam (HPI). maka kita lebih mudah memahami perbedaannya di bidang Hukum Perikatan yang merupakan bagian dari masing-masing sistem hukum tersebut. Ijab & Kabul l.Sepakat 3.Haltertentu 4. Cakap 4. Undang-undang (1233 BW) . Perbuatan simbolis. Persetujuan yang tidak melanggar Syariat 1 .Bila kita telah mempelajari dan memahami perbedaan pokok antara Hukum Adat.Sepakat 2. ^ '***Individual Proporsional Individual/liberal Komunal Ruang lingkup (Substansi) Hubungan bidimensional manusia dengan Allah (vertikal). manusia dengan manusia.Halal 2.Tunai Sumber 1 . Cakap S. 3: 76: QS 5:1) Adanya pengertian perjanjian (overeenkomst) dan perikatan (verbintebsis) (1313 dan 1233 BW) Perjanjian. benda. berasal dari ketentuan Allah) Sekuler (tidak ada nilai agama) Religo-magis (ada nilai kepercayaan yang dituangkan dalam simbol-simbol) Sifat V^a^V^ ^ S. dan Hukum Perdata Barat tersebut di atas. Hukum Islam. Persetujuan 2. Hukum Perikatan Perdata Barat (HPPB). manusia dengan benda (horizontal) Hubungan horizontal saja Proses Terbentuknya Adanya pengertian al-Ahdu (perjanjian)-persetujuan-fl/-afcdw (perikatan) (QS. Sikap tindak yang didasarkan Syariat 2. Perikatan Sahnya Perikatan l. dan Hukum Perikatan Adat dalam beberapa aspek dapat digambarkan pada tabel di halaman berikut ini. Terang 2.TanpaPaksaan 5.

Hukum Islam mencakup Hukum Ibadat dan Hukum Muamalat. baik bangsa penganut agama ahlulkitab maupun kaum penyembah berhala (paganis). Salah satu bidang yang diatur adalah hukum. Sedangkan Hukum Muamalat yang mengatur hubung¬an manusia dengan manusia lain. hukum dalam Islam juga mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT (Hukum Ibadat) yang tidak diatur dalam hukum lainnya. Hukum Islam pun cen-derung kepada kemudahan dan keringanan yang dapat sesuai dengan setiap situasi dan kondisinya di setiap zaman dan tempat. seperti berikut ini: la [hukum. dan ia tidak pula ditetapkan hanya untuk satu bangsa secara terpisah dari bangsa-bangsa dunia yang lainnya. perceraian. Penyelewengan . Menurut Yusuf Qardhawi. gotong royong) 3. dan sebagainya.] tidak ditetapkan hanya untuk seorang individu tanpa keluarga. Mushthafa Ahmad Az-Zarqa. Hukum Ibadat mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Selain itu. Perjanjian 2. Hukum-hukum yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah. faktor yang memengaruhi hukum. puasa. membagi aspek-aspek hukum Islam dalam tujuh kelompok. Hal itu dapat dilihat dalam sejarahnya. pidana. 2.3 Karakteristik hukum lainnya adalah realisms dinyatakan oleh Yusuf Qardhawi. Sikap tindak tertentu (tolong-menolong. benda. Hukum ini tidak terdapat pada hukum positif yang lain. seperti: shalat. bukan pula untuk satu masyarakat secara terpisah dari masyarakat lainnya dalam lingkup umat Islam. dan seluruh umat manusia. Perdata Bab 2 Karafcteristik Hukum Perikatan Islam Islam merupakan ajaran Allah SWT yang mengatur seluruh bidang kehidupan manusia yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW. bahwa pemberlakuan suatu ketentuan dilaksanakan secara bertahap. dan yang terpengaruh oleh hukum. dan alam semesta mencakup bidang keluarga. yaitu:6 1. Hukum dalam Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lain dan benda dalam masyarakat (Hukum Muamalat).1 . pen. Komprehensivitas Hukum Islam pun dapat terlihat dalam implikasi hukumnya yang menyentuh sampai pada inti terdalam berbagai permasalahan. Karakteristik hukum dalam Islam berbeda dengan hukum-hukum lain yang berlaku di masyarakat. dan internasional. Hukum Ibadat. yaitu seperti yang dikemukakan oleh Yusuf Qardhawi berikut ini: la [hukum.4 Penghalalan dan pengharaman (pembolehan dan pelarang-an) ini merupakan hal yang sangat memerhatikan untuk ke-pentingan manusia itu sendiri.] tidak mengabaikan kenyataan (realita) dalam setiap apa yang dihalalkan dan yang diharamkannya dan juga tidak mengabaikan realita ini dalam setiap apa yang ditetapkan-nya dari peraturan dan hukum bagi individu. Hukum Keluarga (Al-Ahwal Asy-Syakhshiyah). karakteristik hukum dalam Islam adalah komprehensivitas dan realisme} Komprehensivitas dapat terlihat dari keberlakuan hukum dalam Islam di masyarakat. seperti: perkawinan. sipil dan perdata. ASPEK-ASPEK HUKUM ISLAM Konsep hukum antara hukum dalam Islam berbeda dengan hukum lainnya. haji. dan bukan ditetapkan hanya untuk satu keluarga tanpa masyarakat. Hukum-hukum yang berhubungan dengan tata kehidupan keluarga. hubungan keturunan. keluarga. nafkah ke¬luarga. bersuci dari hadas.2 Dari segi materi.5 A. pen. negara. kepemerintahan. Namun. masya-rakat. kewajiban . seperti yang diatur dalam Hukum Barat.

7 Ahkamu'l-mu'amalat terbagi ke dalam tujuh macam hukum. Penetapan Hukum Muamalat dalam Islam tidak bersifat lahiriah atau duniawi saja. pengangkatan kepala negara. Hukum Pidana (Al-Jinayat). Rasjidi dan juga Mohammad Daud Ali.9 Narnun. seperti: hubungan penguasa dengan rakyat. Pendapat lain dari Abdul Wahab Khalaf. 4. Hukum ekonomi dan harta benda (ahkamu'l-Iqtihadiyah wa'l-maliyah). mengatur hubungan keuangan antara pihak kaya dan pihak miskin. yaitu:8 1. Hal ini berkaitan dengan kejahatan dan sanksinya. berkai¬tan dengan aturan undang-undang dan dasar-dasarnya yang memberikan ketentuan kctentuan bagi hakim dan terdakwa.). Hukum-hukum yang ber¬hubungan dengan budi pekerti. bahwa ahkam 'amaliyah (hukum-hukum amal) yang berkaitan dengan seluruh tindakan atau perbuatan mukallaf. perbedaan ini tidak menjadi suatu masalah yang perlu diperdebatkan. gadai. 7. 4. baik ucapan. dan hak masyarakat. 6. kehormat-an. berkaitan dengan hubungan antara negara Islam dan negara Non Islam. utang piutang. perjanjian (akad). makan minum dengan tangan kanan. Hukum acara (ahkamu'l-murafa'at). mendamaikan orang yang berselisih. kepatutan. nilai baik. sewa menyewa. dan buruk. mcngatur hubungan individu dan masyarakat dalarn kaitannya dengan urusan kekayaan dan memelihara hak-hak masing-masing. 3. dan hak kewajiban. Hukum pidana (ahkamu'l-Jinaiyah). perbuatan. rneng-atur hubungan suami istri dan famili scrta antara satu dengan lainnya. seperti: macammacam perbuatan pidana dan ancaman pidana. seperti: perjanjian jual beli. Seperti halnya yang dilakukan oleh H. Hukum Sopan Santun (Al-Adab). dan masalah belanja terbagi atas dua bagian. yang terdiri dari aturan-aturan hubungan pada waktu damai dan pada waktu perang. 5. dan sebagainya. Meskipun Hukum Muamalat mengatur . 6. dan sebagainya. Hukum-hukum yang berhubungan dengan pergaulan hidup dalam masya-rakat mengenai kebendaan dan hak-hak serta penyelesaian persengketaanpersengketaan. hibah. dan sebagainya. dan sebagainya. 3. 2. serta aturan pergaulan antara umat Islam dengan Non Islam di dalam negara Islam. Hukum keluarga (ahkamu'lahwali asy-syakhshiyyah). atau antara negara dan individu. berkaitan dengan tata aturan tentang kesanggupan melaksanakan prinsip keadilan antarumat manusia. Hukum-hukum yang berhubungan dengan tata kehidupan bernegara. Hukum Antarnegara (As-Siyar). 5.anak terhadap orang tua. M. Hukum Muamalat (dalam arti sempit. Masih banyak lagi para ahli fiqih melakukan pengelompok-kan hukum dalam Islam dengan cara yang berbeda. Hukum ketatanegaraan (ahkamu'd-dauliyah). seperti: mengeratkan hubungan persaudaraan. Hukum-hukum yang berhubung¬an dengan kepidanaan. Hukum perundang-undangan (ahkamu'd-dus turiyah). yaitu ahkamu 'l-'ibadat (hukum-hukum ibadah) dan ahkamu'lmu'amalat (hukum-hukum muamalat). pen. Hukum Tata Negara dan Tata Pemerintahan (Al-Ahkam As-Sulthaniyah atau As-Siyasah Asy-Syar'iyah). Hukum dalam Islam didasarkan pada kemaslahatan dunia dan kemaslahatan akhirat. 7. Hukum perdata (ahkamu'l-madaniyah). hak dan kewajiban penguasa dan rakyat timbal balik. serta penetapan hakhak pribadi. Hukurn-hukum yang mengatur hubungan antara negara Islam dengan negara-negara lain. mengatur pemeliharaan ketenteraman hidup manusia dan harta kekayaan.

maka hukumnya adalah sunnah. basis. tanggung jawab kepada diri sendiri.12 Bagian yang dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai Hu¬kum Muamalat (dalam arti sempit) atau ahkamu'l-madaniyah (istilah yang digunakan oleh Abdul Wahab Khalaf). asas adalah dasar atau sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat. Secara batiniah."17 Kegiatan muamalat. Bentuk dan isi perikatan tersebut ditentukan oleh para pihak. jual beli merupakan pertukaran hak milik atas suatu benda dengan harga atas benda tersebut.18 2. Asas Kebebasan (Al-Hurriyah) Islam memberikan kebebasan kepada para pihak untuk melakukan suatu perikatan. ka-rena segala perbuatannya akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Menurut Faturrahman Djamil. mengartikan asas apabila dihubungkan dengan kata hukum adalah kebenaran yang dipergunakan sebagai tumpuan berpikir dan alasan pendapat. dan tanggung jawab kepada Allah SWT. ASAS-ASAS HUKUM PfiRIKATAN ISLAM Asas berasal dari bahasa Arab asasun yang berarti dasar. yaitu dasar atau kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir. asas kejujuran dan kebenaran.16 Namun. dalam penegakan dan pelaksanaan hukum. jual beli dapat menjadi wajib hukumnya apabila dalam keadaan terpaksa. Tanggung jawab kepada masyarakat.10 Sebagai contoh adalah jual beli. misalnya wali yang terpaksa menjual harta anak yatim. Secara terminologi. 1. asas keadilan. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. asas persamaan atau kesetaraan. B.14 Mohammad Daud Ali. Sepanjang tidak bertentangan dengan syariah Islam. Jual beli dapat menjadi haram hukumnya apabila objeknya adalah barang najis. bangkai. bahwa "Syariah Islam memberikan kebebasan kepada setiap orang yang melakukan akad sesuai dengan . Jual beli adalah hal yang tidak dilarang dalam Islam. maka perikatan itu mengikat para pihak yang menyepakatinya dan harus dilaksanakan segala hak dan kewajibannya. dan fondasi. manu-sia memiliki tanggung jawab akan hal ini. yaitu hal-hal yang mengatur mengenai hubungan antara manusia dengan manusia lain dalam masyarakat yang berkaitan dengan kebendaan dan hak dan kewajibannya. Secara lahiriah. kebebasan ini tidaklah absolut. termasuk per-buatan muamalat. hukum ini juga bersifat spiritual atau akhirat. dan asas tertulis. asas kerelaan. ber-tindak. termasuk perbuatan perikatan.15 Dalam kaitannya dengan Hukum Perikatan Islam.11 Apabila jual beli itu dilakukan kepada orang yang membutuhkan barang itu.hubungan manusia dengan manusia lain. benda dalam masyarakat dan alam semesta. dan sebagainya. manusia tidak akan berbuat sekehendak hatinya. seperti minuman keras.13 Istilah lain yang memiliki arti sama dengan kata asas adalah prinsip. dan babi. ada asas utama yang mendasari setiap perbuatan manusia. atau kadi yang menjual harta muflis (orang yang lebih banyak utangnya daripada harta-nya). maka perikatan tersebut boleh dilaksanakan. yaitu asas ilahiah atau asas tauhid. Namun. bahwa "Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Asas Ilahiah Setiap tingkah laku dan perbuatan manusia tidak akan luput dari ketentuan Allah SWT. tidak akan pernah lepas dari nilai-nilai ketauhidan. Seperti yang disebutkan dalam QS. Apabila telah disepakati bentuk dan isinya. Dengan demikian. al-Hadid (57): 4. terutama. Fathur-rahman Djamil mengemukakan enam asas. tanggung jawab kepada pihak kedua. yaitu asas kebebasan. Akibatnya.

Daruquthni."25 Sedangkan di bidang ibadat dapat dilihat dalam QS. bahwa Allah berfirman "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al- . sesungguhnya Kami men-ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. al-Hujuraat (49): 13."21 Dalam bidang muamalat ini terdapat kaidah fiqih yang ber-isikan bahwa "asal sesuatu adalah boleh. bahwa "Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki. Tidak boleh ada suatu kezaliman yang dilakukan dalam perikatan tersebut. HR."27 Hal ini menunjukkan.23 b. yang terjemahannya adalah "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?". asy-Syura (42): 21. tetapi yang menentukan akibat hukumnya adalah ajaran agama. Asas Persamaan atau Kesetaraan (AI-Musawati) Suatu perbuatan muamalah merupakan salah saru jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada-mu. penuhilah akadakad itu."28 4. para pihak menentukan hak dan kewajiban masing-masing didasarkan pada asas persamaan atau kesetaraan ini. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."19 Dasar hukumnya antara lain terdapat dalam QS. Kaidah ini berlaku untuk bidang muamalat. Oleh karena itu. Sungguh Allah itu tidak melupakan sesuatu pun."22 Kaidah fiqih ini bersumber pada dua Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini: a. Bering kali terjadi. Untuk itu. HR. dan Allah telah meng-haramkan sesuatu. maka janganlah kamu pertengkarkan dia. bahwa segala sesuatu-nya adalah boleh atau mubah dilakukan. al-Hadid (57): 25 disebutkan. Kebolehan ini dibatasi sampai ada dasar hukum yang melarangnya. dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku."20 Dan QS. Dalam melakukan perikatan ini.24 Isi kaidah fiqih tersebut menunjukkan. Dia tidak lupa. Seperti yang ter-cantum dalam QS. Asas Keadilan (Al-'Adalah) Dalam QS. al-Bazar dan at-Thabrani Apa-apa yang dihalalkan Allah adalah halal dan apa-apa yang diharamkan Allah adalah haram dan apaapa yang didiamkan dimaafkan.26 3. Dalam QS. setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk me-lakukan suatu perikatan.yang diinginkan. maka janganlah kamu langgar dia. terimalah dari Allah pemaafan-Nya. bahwa seseorang memiliki kelebihan dari yang lainnya. sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Maka. bahwa di antara sesama manusia masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. dan Allah telah memberikan beberapa batas. maka jangan kamu sia-siakan dia. al-Maidah (5): 1 "Hai orang-orang yang beriman. "Hai manusia. tetapi tidak berlaku untuk bidang ibadat. maka janganlah kamu perbincangkandia. antara manusia satu dengan yang lain hendaknya saling melengkapi atas ke¬kurangan yang lain dari kelebihan yang dimilikinya. Kebolehan di bidang muamalat ini dapat terlihat dari Hadits Rasulullah bahwa "Kamu sekalian adalah lebih mengetahui dengan urusan keduniaanmu. dihasankan oleh an-Nawawi Sesungguhnya Allah telah mcwajibkan beberapa kewajiban. an-Nahl (16): 71. al-Hijr (15): 29 "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya.

Hal ini disebut juga dengan kezaliman."29 Adil adalah merupakan salah satu sifat Allah SWT yang sering kali disebutkan dalam Al-Qur'an. Dan bertakwalah kepada Allah.. al-A'raaf (7): 29. Riba adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT seperti yang tercantum dalam QS. an-Nahl (16): 90. pada suatu hari yang besar. antara individu dan masyarakat. dan mengabaikan aspek perikemanusiaan demi penghasilan materi. al-Mu'minuun (23): 8-11 berikut ini.34 Dalam QS. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. berpendapat sebagai berikut: Riba adalah memakan harta orang lain tanpa jerih payah dan kemungkinan mendapatkan risiko. Dasar hukumnya antara lain terdapat dalam QS. kemungkaran. dan dalam peperangan. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Danjanganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. Menurut Yusuf Qardhawi. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. penderitaan. dan antara masyarakat satu dengan lainnya yang berlandaskan pada syariah Islam. Allah SWT berfirman "Sesung¬guhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ke-bajikan. menjilat orang-orang kaya dengan mengorbankan kaum miskin.Kitab dan Neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan memenuhi semua kewajibannya. bahwa sesungguh-nya mereka akan dibangkitkan. Islam mengatur hal-hal yang bertentangan dengan sikap adil yang tidak boleh dilakukan oleh manusia. hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. memberi kepada kaum kerabat. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. dan permusuhan. menjadi saksi dengan adil. al-Muthaffifiin (83): 1-6 berikut ini.31 Istilah keadilan tidaklah dapat disamakan dengan suatu persamaan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). al-Maidah (5): 8."30 Dan dalam QS.38 Mereka yang menakar atau menimbang dengan tidak adil mendapat ancaman dari Allah SWT seperti yang tercantum dalam QS. antara lain adalah perbuatan riba. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. disebutkan bahwa "Katakanlah: "Tuhanku menyuruh supaya berlaku adil". dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. al-Baqarah (2): 275.32 Dalam asas ini. mendapatkan harta bukan sebagai imbalan kerja atau jasa."37 Yusuf Qardhawi. keadilan adalah ke-seimbangan antara berbagai potensi individu. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. karena . (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain minta dipenuhi. mereka mengurangi. baik moral ataupun materiil. penangguhan pembayaran utang bagi yang mampu. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil."35 Sikap adil harus tercermin dalam perbuatan muamalat. Dalam QS. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. Berlaku adillah. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.36 Beberapa hal yang termasuk dalam kezaliman. para pihak yang melakukan perikatan dituntut untuk berlaku benar dalam pengungkapan kehendak dan keadaan. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam ?39 Penangguhan pembayaran utang bagi mereka yang mampu adalah suatu perbuatan zalim pula. Mereka kekal di dalamnya. Bersikap adil sering kali Allah SWT tekankan kepada manusia dalam melakukan perbuatan. bahwa "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. al-Baqarah (2): 177 berikut ini. Hai orang-orang yang beriman. disebutkan berikut ini.33 Dan juga dalam QS. Tidaklah orang-orang itu menyangka. karena adil menjadikan manusia lebih dekat kepada takwa. . memenuhi perjanjian yang telah mereka buat. dan Allah melarang dari perbuatan keji. dan masih banyak lagi perbuatan zalim lainnya. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Oleh karena itu. timbangan yang tidak adil..

43 Ayat di atas menunjukkan. pemborosan ini dapat memberikan madharat kepada yang mclakukannya. Jika hal ini tidak terpenuhi. an-Nisa (4): 29. SUMBER-SUMBER HUKUM PERIKATAN ISLAM Sumber Hukum Islam berasal dari tiga sumber hukum. Selain itu."4Perbuatan muamalat dapat dikdtakan benar apabila memiliki manfaat bagi para pihak yang melakukan perikatan dan juga bagi masyarakat dan lingkungannya. Ibnu Majah. Sedangkan perbuatan muamalat yang mendatangkan madharat adalah dilarang. Dalam QS.42 Berikut isi dari QS. dan katakanlah perkataan yang benar. maka dapat dipegang suatu benda sebagai jaminannya. Hai orang-orang yang beriman. Adanya tulisan."45 Pernborosan adalah suatu hal yang menyia-nyiakan harta yang membuat harta tersebut menjadi tidak bermanfaat. jika terdapat ketidakjujuran dalam perikatan. dan/atau benda jaminan ini menjadi alat bukti atas terjadinya perikatan tersebut. dan Ahmad Mengundur-undur pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah menghalalkan harga dirinya (untuk dihinakan) dan hukuman kepadanya. Akibatnya. tidak boleh ada tekanan. maka akan merusak legalitas perikalan itu sendiri. Asas Kejujuran dan Kebenaran (Ash-Shidq) Kejujurari rnerupakan hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam segala bidang kchidupan. akan mcnimbulkan perselisihan di antara para pihak. Dalam dua Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini terlihat bahwa Allah tidak menyukai atas perbuatan ini. bahwa dalam melakukan suatu perdagangan hendaklah atas dasar suka sama suka atau sukarela. dinyatakan bahwa segala transaksi yang dilakukan harus atas dasar suka sama suka atau kerelaan antara masing-masing pihak.41 5. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. dapat membatalkan perbuatan tersebut. Asas Kerelaan (AI-Ridha) Dalam QS. paksaan. Selain itu. Jamaah dari Abu Hurairah Penangguhan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman. a. C.40 b. saksi. Tidaklah dibenarkan bahwa suatu perbuatan muamalat. disebutkan bahwa Allah SWT menganjurkan kepada manucia hendaknya suatu perikatan dilakukan secara tertulis. termasuk dalam pelaksanaan muamalat. dan misstatement. an-Nisa (4): 29. 6. penipuan. Nasa'i Abu Dawud. Dalam QS. HR. HR. al-Ahzab (33): 70. perdaga¬ngan misalnya. dilakukan dengan pemaksaan ataupun penipuan. al-Isra (17): 27. 1. dihadiri oleh saksi-saksi. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Jika kejujuran ini tidak ditcrapkan dalam perikatari. Asas Tertulis (Al-Kitabzh) Dalam QS. yaitu Al-Qur'an dan Hadits (sebagai dua sumber . Unsur sukarela ini menunjukkan keikhlasan dan iktikad baik dari para pihak. bertakwalah kamu kepada Allah. Allah SWT berfirman "Sesungguh-nya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. maka transaksi tersebut dilakukan dengan cara yang batil (al-akl bil bathil). al-Baqarah (2): 282-283. dan yang menjadi saksi. disebutkan bahwa "Hai orang-orang yang beriman. Jika hal ini terjadi. dianjurkan pula bahwa apabila suatu perikatan dilaksanakan tidak secara runai. dan dibcrikan tanggung jawab individu yang melakukan perikatan.ia telah mengingkari janji (pelunasan) dan menahan hak orang lain yang menjadi kewajiban bagi dirinya.

QS. lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. kecualijika muamalah itu perdagangan tunai yang kamujalankan di antara kamu. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai. maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. QS. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Jika tak ada dua orang lelaki. maka seorang lagi mengingatkannya. Yang demikian itu. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya. Al-Hadits. an-Nisaa (4): 59. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. Hal tersebut antara lain dapat dilihat dari isi ayat-ayat Al-Qur'an berikut ini: a. al-Baqarah (2): 188 Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu denganjalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. As-Sunnah. Dan bertakwalah kepada Allah. bahwa sumber Hukum Islam adalah Al-Qur'an. danjanganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Jika kamu lakukan (yang demikian). Akan tetapi jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain. maka hendaklah ia menulis. Hal ini berdasarkan pada Hadits Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Hadits Mu'az. Dan barangsiapa yang tnenyembunyi-kannya.48 QS. dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. dalam Hukum Perikatan Islam ini. (jika) kamu tidak menulisnya.49 d. padahal kamu mengetahui. al-Baqarah (2): 275 Padahal Allah telah menghalalkan jual belidan mengharamkan riba. dan janganlah penulis dan saksi saling'sulit-menyulitkan. hendaklah kamu menuliskannya. al-Baqarah (2): 283 Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penults.utama). Dan persaksi-kanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). supaya jika seorang lupa. dan Ijtihad. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah mengajarmu. serta ar-ra'yu atau akal pikiran manusia yang terhimpun dalam ijtihad. apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. sebagian besar Al-Qur'an hanya mengatur mengenai kaidah-kaidah umum.46 Terdapat pula pendapat lain mengenai sumber Hukum Islam ini yang didasarkan pada QS. Dalam tulisan ini. dan janganlah kamu jemu menulis utang itu. (Tulislah muamalahmu itu). 1. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. al-Baqarah (2): 282 Hai orang-orang yang beriman. Ijtihad. Al-Qur'an Sebagai salah satu sumber Hukum Islam utama yang pertama. diuraikan sumber Hukum Perikatan Islam berasal dari Al-Qur'an.47 QS. maka . supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan. maka tak ada dosa bagi kamu. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. dan Qiyas. dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya.

mereka hancurkan lemak itu sampai menjadi minyak. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa.53 h. "56 b. Hadits Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah Rasulullah SAW telah bersabda.51 f. al-Jumu'ah (62): 9 Hai orang-orang yang beriman. tiba-tiba di dalamnya jarinya beliau meraba yang basah. dan minyak lampu. dan berhala." Jawab beliau. apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari ]umat. "Apakah ini?" Jawab yang puny a . a. Tidaklah orang-orang itu menyangka. Rasulullah SAW berkata. "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual arak dan bangkai. ya Rasulullah? Karena lemak itu berguna buat cat perahu. "Tidak boleh."57 c.50 e. buat minyak kulit. lantas beliau memasukkan tangan beliau ke dalam onggokan itu. begitu juga babi. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. (yaitu) orang-orangyang apabila menerima takaran dari orang lain minta dipenuhi. kemudian mereka jual minyaknya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Muslim dari Abu Hurairah Bahwasanya Rasulullah SAW pernah melalui suatu onggokan makanan yang bakal dijual. dan apabila mereka menakaratau menimbang untuk orang lain." Pendengar bertanya. Hadits Dalam hadits. pada suatu hari yang besar. Beliau keluarkan jari beliau yang basah itu seraya berkata. al-Maidah (5): 1 Hai orang-orang yang beriman. Namun. celakalah orang Yahudi tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai. semua itu haram. "Bagaimana dengan lemak bangkai. kecuali dengan jalan per-niagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Hadits Nabi Muhammad SAW Dari Jabir bin Abdullah. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. "Janganlah di antara kamu menjual sesuatu yang sudah dibeli oleh orang lain. mereka mengurangi. HR. Apabila salah seorang di antara keduanya berkhianat. bahwa sesungguh-nya mereka akan dibangkitkan. tetap dalam jalur kaidah-kaidah umum. Hadits-hadits tersebut antara lain dapat terlihat di bawah ini. perincian ini tidak terlalu mengatur hal-hal yang sangat mendetail. an-Nisa (4): 29 Hai orang-orang yang beriman. QS. 'Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah seorang di antaranya tidak berkhianat terhadap temannya. QS.sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. al-Muthaffifiin (83): 1-6 Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. penuhilah akad-akad itu. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?55 Masih banyak lagi ayat-ayat lainnya dalam Al-Qur'an yang mengatur mengenai perbuatan muamalat secara umum. maka Aku keluar dari perserikatan keduamja. ketentuan-ketentuan mengenai muamalat lebih terperinci daripada Al-Qur'an.54 i. "58 d. QS.52 g. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Abu Dawud dan Hakim Allah SWT telah berfirman (dalam Hadits Qudsi-Nya). dan pelang-garan. HR. 2. lalu mereka makan uangnya. QS. al-Maidah (5): 2 Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.

HR. Thabrani. dcngan berpedoman kepada kaidah hukum yang telah ada dalam AlQur'an dan Sunnah Rasul. bahwa sebagian besar ketentuan-ketentuan muamalat yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits bersifat umum. akal tidak dapat berjalan dengan baik tanpa ada petunjuk.62 3."59 e. Sedangkan dalam pelaksanaannya di masyarakat. Posisi akal dalam ajaran Islam memiliki kedudukan yang sangat penting. Namun demikian. Dcwan Syariah Nasional ini adalah dewan yang menangani . "Mengapa tidak engkau taruh di bagian atas supaya dapat dilihat orang? Barangsiapa yang menipu. Petun-juk itu telah diatur oleh Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits. "Basah karena hujan. yaitu sebagai berikut:66 a." Beliau bersabda. kegiatan muamalat selalu berkembang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ijtihad dapat pula dilakukan terhadap hal-hal yang tidak terdapat ketentuannya di dalam Al-Qur'an dan Hadits dan juga mengenai masalah hukum baru yang timbul dan berkembang di masyarakat. bahkan juga terdapat dalam ketentuan QS. Mohammad Daud Ali memberikan definisi ijtihad adalah sebagai berikut: Ijtihad adalah usaha atau ikhtiar yang sungguh-sungguh dengan meng¬gunakan segenap kernampuan yang ada dilakukan oleh orang (ahli hukum) yang memenuhi syarat untuk merumuskan garis hukum yang belumjelas atau tidak ada ketentuannya di dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Abu Ya'la. Berwujud pemilihan atau penunjukan garis hukum yang setepat-tepatnya untuk diterapkan pada suatu perkara atau kasus tertentu yang mungkin langsung diambil dari ayat-ayat hukum dalam AlQur'an. dan Tarmidzi Berilah upah/jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringatnya. dalam hal ini adalah ketentuan-ketentuan dalam Islam. HR. Ahmad dan Baihaqi Orang yang mampu membayar utang. HR. bahwa ketentuan yang berasal dari ijtihad ulil amri terbagi dua. Hal ini disebabkan. Ijtihad Sumber Hukum Islam yang ketiga adalah ijtihad yang dilaku-kan dengan menggunakan akal atau arra'yu. Ibnu Majah. Allah SWT menciptakan akal untuk manusia agar dipergunakan untuk mema-hami. maka lakukanlah dalam ukuran (takaran) tertentu. Penggunaan akal untuk berijtihad telah dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti yang terdapat pada Hadits Mu'az bin Jabal. an-Nisa (4): 59.60 f. maka ia bukan umatku. mengembangkan dan menyempurnakan sesuatu. Ketentuan yang berwujud penciptaan atau pembentukan garis hukum baru bagi keadaan-keadaan baru menurut tempat dan waktu. apabila salah seorang di antara kamu memindahkan utangnya kepada orang lain. Oleh karena itu. mungkin pula ditimbulkan dari perkataan (penjelasan) atau teladan yang diberikan oleh Nabi Muhammad. pemindahan itu hendaklah diterima. timbangan tertentu dan waktu tertentu. pada bulan April 2000 tclah terbcntuk Dewan Syariah Nasional (DSN) yang merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). dan b.61 g. haram atasnya melalaikan utangnya. ayat dan hadits hukum yang rnenjadi objek ijtihad hanyalah yangzhanni64 sifamya. asal yang lain itu mampu membayar.65 Hazairin berpendapat. Maka. ya Rasulullah.63 Kedudukan ijtihad dalam bidang muamalat memiliki peran yang sangat penting. Bukhari dan Muslim Siapa saja yang melakukan jual beli Salam (salaf).makanan. Di Indonesia.

3. al-Maidah (5): 1. Tugas DSN di antaranya adalah mengeluarkan fatwa atas jenis-jenis kegiatan keuangan. dan jasa keuangan syariah. 2. hal ini menjadi salah satu langkah dalam melaksanakan dan mengembangkan syariat Islam di Indonesia. Dikatakan ikatan (al-rabth) maksudnya adalah menghimpun atau mengumpulkan dua ujung tali dan mengikatkan salah satunya pada yang lainnya hingga keduanya bersambung dan menjadi seperti seutas tali yang satu. Ketentuan-ketentuan dari masing-masing pendapat di-uraikan dalam bab-bab berikutnya. Syafi'i. Al 'Ahdu (perjanjian). seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. alMaidah (5): 1. yaitu al-'aqdu (akad) dan al-'ahdu (janji). dan Hanbali. ijtihad mengenai Hukum Perikatan Islam dila-kukan oleh para Imam Mazhab. Persetujuan tersebut harus sesuai dengan janji pihak pertama. yaitu "sebenarnya siapa yang menepati janji [huruf tebal dari penulis] (yang dibuat)nya dan bertakwa. yaitu suatu pernyataan dari seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan orang lain. Selain itu pula. Maka."4 Para ahli Hukum Islam (jumhur ulama) memberikan definisi akad sebagai: "pertalian antara Ijab dan Kabul yang dibenarkan oleh syara' yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya. Maliki. yang mengikat masing-masing . mengikat.masalah-masalah yang berhubungan dengan aktivitas lembaga keuangan syariah. Persetujuan. produk.1 Kata al-'aqdu terdapat dalam QS. Bab 3 Konsep Perikatan (Akad) dalam Hukum Islam A. maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. seperti Hanafi. PENGERTIAN PERIKATAN (AKAD) Setidaknya ada 2 (dua) istilah dalam Al-Qur'an yang berhubungan dengan perjanjian. yaitu pernyataan dari seseorang untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dan tidak ada sangkut pautnya dengan kemauan orang lain. Ali Imran (3): 76."5 Abdoerraoef mengemukakan terjadinya suatu perikatan (al-'acjdu) melalui tiga tahap. Apabila dua buah janji dilaksanakan maksudnya oleh para pihak. yaitu pernyataan setuju dari pihak kedua untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagai reaksi terhadap janji yang dinyatakan oleh pihak pertama. fatwa yang telah diterbitkan oleh DSN sudah lebih dari 35 buah. maka terjadilah apa yang dinamakan 'akdu' oleh Al-Qur'an yang terdapat dalam QS. Ali Imran (3): 76. Janji ini mengikat orang yang menyatakannya untuk melaksanakan janjinya tersebut. Tentunya. istilah al-'aqdu ini dapat disamakan dengan istilah verbintenis dalam KUH Perdata. yaitu sebagai berikut:6 1.67 Hingga tulisan ini dibuat.2 Sedangkan istilah al-'ahdu dapat disamakan dengan istilah perjanjian atau overeenkomst. bahwa manusia diminta untuk memenuhi akadnya. Menurut Fathurrahman Djamil. Pengertian akad secara bahasa adalah ikatan.3 Istilah ini terdapat dalam QS.

Sedangkan pada KUH Perdata. yaitu sebagai berikut:10 1. Apabila merek mobil dan harga mobil disepakati oleh kedua pihak. perjanjian antara pihak pertama dan pihak kedua adalah satu tahap yang kemudian menimbulkan perikatan di antara mereka. dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. mengakibatkan tidak sahnya suatu perikatan menurut Hukum Islam. Sebagai contoh."7 Sedangkan. 2. Pelaksanaan akad. maka terjadi persetujuan. Perbedaan yang terjadi dalam proses perikatan antara Hukum Islam dan KUH Perdata adalah pada tahap perjanjiannya. maupun objek akad tidak boleh bertentangan dengan syariah. bahwa definisi akad adalah pertalian antara ijab dan kabul yang dibenarkan oleh syara' yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya. Dengan demikian. 3.pihak sesudah pelaksanaan perjanjian itu bukan lagi perjanjian atau 'ahdu itu. Dari definisi tersebut dapat diperoleh tiga unsur yang terkandung dalam akad. Jika bertentangan. Proses perikatan ini tidak terlalu berbeda dengan proses perikatan yang dikemukakan oleh Sybekti yang didasarkan pada KUH Perdata. Pertalian ijab dan kabul Ijab adalah pernyataan kehendak oleh satu pihak (mujiV) untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Adanya akad menimbulkan akibat hukum terhadap objek hukum yang diperjanjikan oleh para pihak dan juga mem-berikan konsekuensi hak dan . Jika dua janji tersebut dilaksanakan. maka terjadi perikatan atau 'akdu di antara keduanya. berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain. Pada Hukum Perikatan Islam. Menurut A. Bentuk dari ijab dan kabul ini beraneka ragam dan diuraikan pada bagian rukun akad. Seperti yang tercantum dalam Pasal 1233 KUH Perdata. Sebagai contoh. Ijab dan kabul ini hams ada dalam melaksanakan suatu perikatan. dalam Hukum Perikatan Islam titik tolak yang paling membedakannya adalah pada pentingnya unsur ikrar (ijab dan kabul) dalam tiap transaksi. Subekti memberi pengertian perikatan adalah "suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak."8 Peristiwa perjanjian ini menimbulkan hubung-an di antara orang-orang tersebut yang disebut dengan perikatan. Kabul adalah pernyataan menerima atau menyetujui kehendak mujib tersebut oleh pihak lainnya (qaabil). suatu perikatan yang mengan-dung riba atau objek perikatan yang tidak halal (seperti minuman keras). baru kemudian lahir perikatan. janji pihak pertama terpisah dari janji pihak kedua (merupakan dua tahap). tujuan akad. pengertian perjanjian menurut Subekti adalah "suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksana-kan sesuatu hal. UNSUR-UNSUR AKAD Telah disebutkan sebelumnya. Dibenarkan oleh syara' Akad yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan syariah atau hal-hal yang diatur oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits.9 B. misalnya dengan membayar uang tanda jadi terlebih dahulu oleh A. akan mengakibatkan akad itu tidak sah. Gani Abdullah. bahwa perjanjian merupakan salah satu sumber perikatan. hubungan antara perikatan dengan perjanjian adalah perjanjian menerbitkan perikatan. maka terjadilah 'aqdu (perikatan). maka A dan B berada pada tahap 'ahdu. Mempunyai akibat hukum terhadap objeknya Akad merupakan salah satu dari tindakan hukum (tasharruf). jika A menyatakan janji untuk membeli sebuah mobil kemudian B menyatakan janji untuk menjual sebuah mobil. Apabila dua janji antara para pihak tersebut disepakati dan dilanjutkan dengan ikrar (ijab dan kabul). tetapi 'akdu.

Ia meru¬pakan bagian dari shalat itu sendiri. C. tetapi ia berada di luar hukum itu sendiri. Di kalangan mazhab Hanafi berpendapat. kedua tasharrufini tetap termasuk dalam tasharrufyang bersifat akad. Tasharruf fi'li adalah usaha yang dilakukan manusia dari tenaga dan badannya. tidak sah. Wudhu merupakan bagian di luar shalat. seperti ikrar wakaf. Musthafa Az-Zarqa. tetapi merupakan suatu perbuatan hukum. maka shalat itu batal. Jika tidak ada rukuk dan sujud dalam shalat. yaitu dengan melakukan penuntutan hak atau dengan perkataan yang menyebabkan adanya akibat hukum. rukun. Pendapat mengenai rukun perikatan atau sering disebut juga dengan rukun akad dalam Hukum Islam beraneka ragam di kalangan para ahli fiqih. Secara definisi."15 Definisi syarat adalah "sesuatu yang tergantung padanya keberadaan hukum syar'i dan ia berada di luar hukum itu sendiri. terdapat rukun dan syarat yang harus dipenuhi. sedangkan syarat merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum. (b) Perkataan yang berupa perwujudan. bahwa rukun akad . yaitu sebagai berikut:12 a. • Akad adalah salah satu bentuk perbuatan hukum atau disebut dengan tasharruf. sehingga tidak dapat dikatakan akad. Tasharruf fi'li (perbuatan). yaitu pengadaan suatu hak atau mencabut suatu hak (ijab saja). Namun. Tidak semua perkataan manusia digolongkan pada suatu akad. pemberian hibah. petunjuk) yang harus di-indahkan dan dilakukan. ada juga yang tidak sependapat mengenai hal ini. Meskipun pemberian wakaf dan hibah hanya ada pernyataan ijab saja tanpa ada pernyataan kabul. rukuk dan sujud adalah rukun shalat. Tindakan tersebut tidak bersifat mengikat. mendefinisikan tasharruf adalah "segala sesuatu (perbuatan) yang bersumber dari kehendak seseorang dan syara' menetapkan atasnya sejumlah akibat hukum (hak dan kewajiban). Tasharruf qauli (perkataan). pengakuan di depan hakim. 2) Tasharruf qauli ghairu aqdi merupakan perkataan yang tidak bersifat akad atau tidak ada ijab dan kabul. yang ketiadaannya menyebabkan hukum pun tidak ada. Sebagai contoh."13 sedangkan syarat adalah "ketentuan (peraturan. rukun adalah "yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan. Secara bahasa. gugatan. dan syarat sama-sama menentukan sah atau tidaknya suatu transaksi.kewajiban yang mengikat para pihak. yaitu dengan mengucapkan ijab dan kabul. tasharruf me-miliki dua bentuk. ijab dan kabul yang dilakukan para pihak ini disebut dengan akad yang kemudian akan melahirkan suatu perikatan di antara mereka. rukun adalah "suatu unsur yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu perbuatan atau lembaga yang menentukan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dan ada atau tidak adanya sesuatu itu. shalat menjadi tidak sah.11 Menurut Mustafa azZarqa. Syarat shalat salah satunya adalah wudhu. tetapi termasuk perbuatan hukum. tetapi dengan tidak adanya wudhu. bahwa ikrar wakaf dan pemberian hibah bukanlah suatu akad. Ada juga perkataan yang bukan akad. Tasharruf qauli adalah usaha yang keluar dari lidah manusia."14 Dalam syari'ah. ikrar talak. sumpah.17 Sebagai contoh. yaitu sebagai berikut: 1) Tasharruf qauli aqdi adalah sesuatu yang dibentuk dari dua ucapan dua pihak yang saling bertalian. b. (a) Perkataan yang berupa pernyataan. bahwa rukun merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum dan ia termasuk dalam hukum itu sendiri. RUKUN DAN SYARAT PERIKATAN ISLAM Dalam melaksanakan suatu perikatan. Perkataan ini ada yang berupa pernyataan dan ada yang berupa perwujudan. Pada bentuk ini."16 Perbedaan antara rukun dan syarat menurut ulama Ushul Fiqh. Tasharruf qauli terbagi dalam dua bentuk. seperti mengelola tanah yang tandus atau mengelola tanah yang dibiarkan kosong oleh pemiliknya.

Manusia Manusia sebagai subjek Hukum Perikatan adalah pihak yang sudah dapat dibebani hukum yang disebut dengan mukallaf. Kata "Mukallaf" berasal dari bahasa Arab yang berarti "yang dibebani hukum". Berikut penjelasan mengenai manusia dan badan hukum dalam kaitannya dengan ketentuan dalam hukum Islam. janin disebut "Ahliyyah Al-Wujub Al-Naqisah". Marhalah al-Tamyiz (Discernment Stage) Tahapan ini dimulai sejak seorang berusia 7 (tujuh) tahun hingga masa pubertas (Acjil-Baligh). Mukallaf adalah orang yang telah mampu bertindak secara hukum. Selain ketiga rukun ter¬sebut. Kedua hal tersebut berada di luar perbuatan akad. dari sudut hukum adalah se-bagai subjek hukum. Dalam Hukum Islam. para ahli Ushul Fiqh telah membagi kapasitas hukum seseorang ke dalam 4 (empat) tahap Subjek Hukum (Stages of Legal Capacity):22 1. Hak dan kewajiban yang menyangkut harta miliknya dilaksanakan melalui wali-nya (guardian).20 l. Menurut Abdurrahman Raden Aji Haqqi. tetapi dengan muqawimat 'aqd (unsur-unsur penegak akad). kapasitas hukum seseorang dapat dilihat dari tahapan-tahapan dalam kehidupannya (the stages of legal capacity). yaitu ijab dan kabul. 2. mahallul 'aqd. Pada tahap ini seseorang disebut "Al-Sabiy Ghayr Al-Mumayyiz". Alasannya adalah al-'aqidain dan mahallul 'aqd bukan merupakan bagian dari tasharruf aqad (perbuatan hukum akad). Berbeda halnya dengan pendapat dari kalangan mazhab Syafi'i termasuk Imam Ghazali dan kalangan mazhab Maliki termasuk Syihab al-Karakhi. Sebagai pelaku dari suatu tindakan hukum tertentu. bahwa al-'aqidain dan mahallul 'aqd termasuk rukun akad karena kedua hal tersebut merupakan salah satu pilar utama dalam tegaknya akad. baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun dalam kehidupan sosial. Pada . Misalnya mengenai pengelolaan harta tersebut dan pembayaran zakatnya. a. bahwa rukun akad adalah al-'aqidain. yang dalam hal ini tindakan hukum akad (perikatan). yang dalam hal ini adalah orang-orang yang telah dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT baik yang terkait dengan perintah maupun larangan-larangan-Nya. janin dapat memperoleh hak. 3. Subjek hukum ini terdiri dari dua macam yaitu manusia dan badan hukum.18 Jumhur ulama berpendapat. Marhalah al-Janin (Embryonic Stage) Tahap ini dimulai sejak masa janin sudah berada dalam kandungan hingga lahir dalam keadaan hidup. Sedangkan syarat akad adalah al-'aqidain (subjek akad) dan mahallul 'aqd (objek akad). Musthafa az-Zarqa menambah maudhu'ul 'aqd (tujuan akad). ada tahapan untuk dapat melihat apakah seseorang telah dapat dibebani hukum. Marhalah al-Saba (Childhood Stage) Tahap ini dimulai sejak manusia lahir dalam keadaan hidup hingga ia berusia 7 (tujuh) tahun. dapat menerima hibah. keempat hal tersebut meru¬pakan komponenkomponen yang harus dipenuhi untuk terben-tuknya suatu akad. M.19 Sedangkan menurut T.21 Pada kehidupan seseorang. Subjefc Perifcatan (Al-'Aqidain) Al-'aqidam adalah para pihak yang melakukan akad. Sebagai subjek hukum. Hasbi Ash-Shiddiqy. namun tidak meng-emban kewajiban hukum. la tidak menyebut keempat hal tersebut dengan rukun.hanya sighat al-'aqd. Dalam tahap ini. Subjek hukum sebagai pelaku perbuatan hukum sering kali diartikan sebagai pihak pengemban hak dan kewajiban. dan sighat al-'aqd. Misalnya janin dapat hak waris pada saat orang tuanya meninggal dunia. dan sebagainya.

se¬bagian ulama kontemporer. misalnya menghibahkan atau berwasiat. 20. Kapari seseorang dianggap telah baligh ini tcrdapat perbcdaan pendapat dari para ulama. perempuan telah datang bulan (haid) dan laki-laki telah inenga-lami perubahan-perubahan suara dan fisiknya. Marhalah al-Bulugh (Stage of Puberty) Pada tahap ini seseorang telah mencapai Aqil Baligh dan dalam keadaan normal ia dianggap telah menjadi Mukallaf.tahap ini seseorang disebut "Al-Sabiy Al-Mumayyiz" (telah bisa membedakan yang baik dan buruk). Oleh karena itu. Diperkirakan tahapan ini dapat diperoleh setelah seseorang mencapai usia 19. Tindakan hukum seseorang yang telah baligh dapat dinyatakan tidak sah atau dapat dibatalkan apabila dapat dibuktikan adanya halangan-halangan (impediments) sebagai berikut: 1. yaitu untuk yang telah memenuhi syarat-syarat mukallaf. Menurut Imam Muhammad Abu Zahrah. ada yang memudahkan perkiraan baligh ini dengan melihat tandatanda fisik. bila telah memiliki sifat-sifat kecakapan berdasarkan pendidikan atau persiapan tertentu untuk kepentingan bisnis. anak kecil yang belum . b. Manusia yang dapat melakukan akad tertentu. usaha atau transaksi yang akan dilakukannya tersebut. Minors (masih di bawah umur) atau safih. Daur al-Rushd (Stage of Prudence) Pada tahap ini kapasitas seseorang telah sempurna sebagai subjek hukum.24 Jadi. Namun. adalah "non-valid" kecuali mendapat izin atau pengesahan dari walinya. Manusia yang tidak dapat melakukan akad apa pun. seperti anak yang sudah mumayyiz. Sehingga tindakan hukum atau transaksi yang dilakukan oleh seorang anak yang mumayyiz ini dapat dianggap sah selama tidak dibatalkan oleh walinya. kecuali ada halangan-halangan yang dapat dibuktikan. Orang yang telah mencapai tahapan Daur ar-Rushd ini disebut orang yang Rasyid. manusia dapat terbagi atas tiga bentuk:25 a. . Seseorang yang sudah pada tahap ini disebut "Ahliyyah Al-Ada Al Kamilah". 4. c. kecuali terbukti sebaliknya. dikarenakan telah mampu bersikap tindak demi keamanan dalam mengelola dan mengontrol harta dan usaha/ bisnisnya dengan bijaksana. menambahkan persyaratan satu tahapan atau kondisi seseorang lagi sebagai tahapan ke-5 (lima) yaitu: 5. Manusia yang dapat melakukan seluruh akad. misalnya menerima hibah atau sedekah.23 seorang mumayyiz sudah memiliki kecakapan bertindak hukum meski-pun masih kurang atau lemah sehingga dapat disebut ahliyyah al-ada' an-naqisah. tetapi belum mencapai baligh. Pada dasarnya kebijaksanaan (rushd/pnidence) seseorang dapat dicapai secara bersamaan. atau 21 tahun. Seseorang yang mencapai tahap ini dapat memperoleh separuh kapasitasnya sebagai subjek hukum (tanpa izin dari walinya). dari segi kecakapan untuk melakukan akad. Intelektualitasnya telah matang dan dianggap cakap. Orang tersebut telah memperoleh kapasitas penuh sebagai subjek hukum. sedangkan sebagian kecil ulama mazhab Maliki menyebutkan 18 tahun. Mayoritas ulama menyebutkan usia 15 tahun. segala aktivitas/ transaksi penerimaan hak yang dilakukan oleh anak yang mumayyiz ini adalah sah (valid). seperti manusia yang cacat jiwa. yaitu ketika seorang. Pada prinsipnya tindakan hukum seseorang akan dianggap sah. sebelum atau sesudah baligh. niumayyiz. Mengenai tahap cakapnya seseorang dalam bertransaksi. Sedangkan transaksi yang mungkin merugikan/ mengurangi haknya. cacat mental.

Acquired Defects/'Awarid Muktasabah (memiliki kekurangan. Seseorang yang gila. Oleh karena itu. selain dilihat dari tahapan kedewasaan sese-orang. 5. 7. Unconsciousness/Ighma (kehilangan kesadaran). dan 8. Ukuran baligh seseorang adalah telah bermimpi (ihtilam) bagi laki-laki dan telah haid bagi perempuan. at-Tirmi/i. kondisi psikologis seseorang perlu juga diperhatikan untuk mencapai sahnya suatu akad. Nabi Muhammad SAW bersabda. menurut Imam Muhammad Abu Zahrah. Error/Khata dan Forgetfulness/Nisyan (kesalahan dan terlupa). Ibnu Majah. Prodigality/Safah (royal. kerusakan (akal) atau kehilangan). yaitu ahliyah (kecakap¬an). ataupun kurang akalnya karena masih di bawah umur. dan ivakalah (perwakilan). Kerusakan atau terganggu-nya akal seseorang dapat dikarenakan oleh intoxication/sukr Islam (mabuk. mengemukakan syarat-syarat subjek akad adalah sebagai berikut:26 a) Aqil (berakal) Orang yang bertransaksi haruslah berakal sehat. tidak dapat menjadi subjek hukum yang sempurna. Ketika usianya mencapai 15 tahun. 3.27 -Terhadap orang yang sudah baligh sudah dapat dibebani hukum to/ch/ atau sudah dapat bertindak hukum karena. Baligh juga dapat diukur dari usia seseorang. 4. sedang sakit. dalam kaitannya dengan al-'aqidain terdapat tiga hal yang harus diperhatikan. Hamzah Ya'cub. seperti yang tercantum dalam Hadits dari Ibnu Umar yaitu 15 tahun. sedang marah. Dengan akal sehat.30 1) Ahliyah . sebagai pertanda ke-sadarannya sewaktu bertransaksi. untuk ikut berperang (Perang Uhud) ketika usianya 14 tahun. ia diizin-kan untuk turut berperang (Perang Khandaq). 6. dan sebagainya) atau karena igno¬rance! jahl (ketidaktahuan atau kelalaian). keracunan obat. anak kecil sampai ia baligh. an-Nasa'i. b) Tamyiz (dapat membedakan) Orang yang bertransaksi haruslah dalam keadaan dapat mem¬bedakan yang baik dan yang buruk. Idiocy/'Atah (idiot). c) Mukhtar (bebas dari paksaan) Syarat ini didasarkan oleh ketentuan QS. al-Bukhari. bukan orang gila. lepas dari paksaan. Seseorang yang melakukan perikatan harus me¬miliki akal yang sehat. ia akan memahami segala perbuatan hukum yang dilakukan dan akibat hukum terhadap dirinya maupun orang lain. wilayah (kewenangan). boros). dan orang gila sampai ia sembuh" (HR. sehingga dapat mempertanggung-jawabkan transaksi yang dibuatnya. an-Nisaa (4): 29 dan Hadits Nabi SAW yang mengemukakan prinsip an-taradhin (rela-sama rela). 2) Berakal sehat. dan tekanan. Abu Dawud. Hal ini berarti para pihak harus bebas dalam bertransaksi.28 ia sudah berakal dan memiliki kecakapan bertindak hukum secara sempurna (ahliyyah al-ada' al-kamilah).29 Selain hal tersebut di atas. atau sedang tidur. Sleep/Naum (tertidur dalam keadaan tidur gelap). bahwa Ibnu Umar tidak diizinkan Nabi Muham¬mad SAW. bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai mukallaf adalah sebagai berikut: 1) Baligh. "Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (jenis orang): orang tidur sampai ia bangun.2. dalam suatu akad. Dari uraian di atas dapat disimpulkan. terganggu akalnya. dan ad-Daruqutni dari Aisyah binti Abu Bakar dan Ali bin Abi Talib). Dalam Hadits tersebut diceritakan. Insanity/Junun (kehilangan kesadaran atau gila).

harus jelas objek dan tujuan akad tersebut. Dengan demikian. Dengan demikian. yaitu kecakapan bertindak yang tidak sempurna yang terdapat pada mumayyiz dan berakal sehat. (4) Mempunyai sifat amanah. yaitu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan kepada pihak lain yang mempunyai kecakapan sempurna untuk melakukan tasharruf atas nama orang lain (biasanya disebut dengan wali). perempuan dalam melakukan pernikahan. wakil. meskipun pengurus . Biasanya hal ini terjadi karena maula 'alaih tidak memiliki kecakapan ber-tasharruf yang sempurna. kewajiban-kewajiban. yaitu pengalihan kewenangan perihal harta dan perbuatan tertentu dari seseorang kepada orang lain untuk mengambil tindakan tertentu dalam hidupnya. b. Manusia dapat memiliki hak sejak dalam kan-dungan untuk hak tertentu. Dalam wakalah ini. dan muwakil (yang diwakili) harus memiliki kecakapan ber-tasharruf yang sempurna dan dilaksanakan dalam bentuk akad berupa ijab dan kabul. la dapat ber-tas/zarra/tetapi tidak cakap melakukan akarl (2) Ahliyah ada' al kamilah. dan perhubungan hukum terhadap orang lain atau badan lain. 3) Wakalah (perwakilan). yaitu istiqamah dalam menjalan-kan ajaran agama dan berakhlak mulia. (2) Memiliki agama yang sama (Islam) antara wali dan maula 'alaihi (yang diwakili). Badan Hukum Badan hukum adalah badan yang dianggap dapat bertindak dalam hukum dan yang mempunyai hakhak. Sedangkan orang yang kecakap¬an bertindaknya tidak sempurna tidak memiliki wilayah. dapat dipercaya. baik berupa hak Allah SWT atau hak manusia. yaitu kecakapan seseorang untuk me¬miliki hak dan dikenai kewajiban atasnya dan kecakapan me¬lakukan tasharruf. Biasanya. Ahliyah ada' terbagi lagi atas dua macam berikut ini: (1) Ahliyah ada' al naqishah. yaitu hak waris.33 Badan hukum ini memiliki kekayaan yang terpisah dari perseorangan. (3) Mempunyai sifat adil. la dapat ber-tasharrufdan cakap untuk melakukan akad. baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain untuk melakukan tasharruf. Kewenangan ini dapat di-dasarkan pada ikhtiyariyah (memilih menentukan sendiri) atau pada ijbariyah (keputusan hakim). wakil memiliki hak'untuk mendapatkan upah (ketentuan wakalah ini dapat dilihat lebih lanjut pada bab tentang bentuk-bentuk akad). Syarat seseorang untuk mendapatkan wilayah akad adalah orang yang cakap ber-tasharruf secara sempurna. (5) Menjaga kepentingan orang yang ada dalam perwaliannya. b) Ahliyah ada' adalah kecakapan memiliki tasharruf dan dikenai tanggung jawab atau kewajiban. seperti anak kecil. yaitu kekuasaan hukum yang pemilik-nya dapat ber-tasharruf dan melakukan akad dan menunaikan segala akibat hukum yang ditimbulkan.31 a) Niyabah ashliyah. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh wali dalam mendapatkan wilayah ini adalah sebagai berikut:32 (1) Mempunyai kecakapan yang sempurna dalam melaku¬kan tasharruf. yaitu kecakapan bertindak yang sempurna yang terdapat pada aqil baligh dan berakal sehat. b) Niyabah al-Syar'iyyah atau wilayah niyabiyah. Ahliyah terbagi atas dua macam: a) Ahliyah wujub adalah kecakapan untuk memiliki suatu hak kebendaan. 2) Wilayah (kewenangan). yaitu seseorang yang mempunyai kecakapan sempurna dan melakukan tindakan hukum untuk kepenting-an dirinya sendiri. Hak ini akan selalu ada selama manusia hidup.(kecakapan).

"36 Pada Hadits Qudsi riwayat Abu Dawud dan al-Hakim dari Abu Hurairah. QS. dan Hadits Qudsi. daerah otonom.. seperti yang tercantum dalam QS. sepanjang salah seorang dari keduanya tidak berkhianat terhadap lainnya. dan musyaqah (bentuk akad ini diuraikan . Syarat. tidak berkembang. Objek perikatan telah ada ketika akad dilangsungkan Suatu perikatan yang objeknya tidak ada adalah batal. TM Hasbi Ash Shiddieqy. Kedudukan negara. bahwa sebab hukum dan akibat akad tidak mungkin bcrgantung pada sesuatu yang belum ada. terlihat pada beberapa dalil menunjukkan adanya badan hukum dengan menggunakan istilah al-syirkah. Adanya kerja sama di antara beberapa orang menimbulkan kepentingan-kepentingan dari syirkah tersebut terhadap pihak ketiga. seperti salam. 2) Badan hukum tidak hilang dengan meninggalnya pengurus badan hukum. dan lain-lain.. 6) Badan hukum tidak dapat dijatuhi hukuman pidana. maka Aku keluar dari keduanya. an-Nisaa (4): 12. kepala negara atau pegawai-pegawai pemerintah dapat melakukan tindakan hukum atas nama negara sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan. perusahaan. Pada QS. disebut dengan istilah syakhshisyah daulah. Badan hukum akan hilang apabila syarat-syaramya tidak terpenuhi lagi.syarat yang harus dipenuhi dalam mahallul 'aqd adalah sebagai berikut:39 a. tetapi hanya dapat dijatuhi hukuman perdata. ia tetap memiliki kekayaan tersendiri. an-Nisaa (4): 12. 3) Badan hukum diperlukan adanya pengakuan hukum.. maupun benda tidak berwujud.. kecuali orang-orang yang beriman . atau yayasan. 5.badan hukum berganti-ganti. Alasannya. Dalam hubungannya dengan pihak ketiga inilah timbul bentuk baru dari subjek hukum yang disebut dengan badan hukum. maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu . seperti. Namun demikian. Wirjono Prodjodikoro34 adalah dapat berupa negara.."37 (huruf tebal dari penulis). menjual anak hewan yang masih di dalam perut induknya atau menjual tanaman sebelum tumbuh. 5) Tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh badan hukum adalah tetap. 'Aku (Allah) adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat."35 Pada QS. Dalam hal negara sebagai badan hukum. bahwa "Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain.38 menyatakan bahwa badan hukum berbeda dengan manusia sebagai subjek hukum dalam hal-hal sebagai berikut: 1) Hak-hak badan hukum berbeda dengan hak-hak yang dimiliki manusia. Namun. terdapat pengc cualian terhadap bentuk akad akad tertentu. Objek Perifcatan (Mahallul 'Aqd) Mahallul 'aqd adalah sesuatu yang dijadikan objek akad dan dikenakan padanya akibat hukum yang ditimbulkan. hak pusaka. Shaad (38): 24. Yang dapat menjadi badan hukum menurut R. 4) Ruang gerak badan hukum dalam bertindak hukum dibatasi oleh ketentuan-ketentuan hukum dan dibatasi dalam bidang-bidang tertentu. Shaad (38): 24. disebutkan "Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang. badan hukum tidak diatur secara khusus.. seperti mobil dan rumah. Bentuk objek akad dapat berupa benda berwujud. perkumpulan orangorang. istishna. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda. dapat menjadi subjek hukum pula. Apabila seseorang berkhianat terhadap lainnya. seperti manfaat. seperti hak berkeluarga. Dalam Islam. menurut TM Hasbi Ash Shiddieqy.

Ahmad Azhar Basyir berpendapat bahwa. Kecuali benda-benda yang secara jelas dinyatakan dalam nash. Objek dapat diserahterimakan Benda yang menjadi objek perikatan dapat diserahkan pada saat akad terjadi. seperti bangkai. batal. dan kepandaiannya dalam bidang tersebut. disarankan bahwa objek perikatan berada dalam kekuasaan pihak pertama agar mudah untuk menyerahkan-nya kepada pihak kedua. tetap harus diberitahukan agar masing-masing pihak memahaminya. maka perikatan tersebut haram hukumnya. fungsi. Dalam Hadits riwayat Imam Lima dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW melarang jual beli gharar (penipuan) dan jual beli hassah (jual beli dengan syarat tertentu. Dengan demikian.pada bab tentang bentuk-bentuk akad) yang objek akadnya diperkira kan akan ada di masa yang akan datang. seperti. benda-benda yang menjadi objek perikatan haruslah memiliki nilai dan manfaat bagi manusia. Menurut ulama fiqih. keterampil-an. minuman keras. atau darah dianggap tidak memiliki nilai dan tidak me¬miliki manfaat bagi manusia. Jika objek tersebut berupa jasa. Jika terdapat cacat pada benda tersebut pun harus diberitahu-kan. Hal ini tidak dibenarkan dalam syari'ah. harus jelas bahwa pihak yang memiliki keahlian sejauh mana kemampuan. sesuai dengan kesepakatan. Jika pihak tersebut belum atau kurang ahli. A menjual anggur kepada B. benda yang bukari milik seseorang pun tidak boleh dijadikan objek perikatan. Pengecualian ini di-dasarkan pada istishsan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam kegiatan muamalat. A dan B melakukan perikatan kerja sama untuk melakukan pembunuhan atau perampokan. Tujuan Perikatan (Maudhu'ul 'Aqd) Maudhu'ul 'aqd adalah tujuan dan hukum suatu akad disyariat-kan untuk tujuan tersebut. A mengetahui. seperti penjual akan menjual bajunya apabila lempar-an batu dari penjual mengenai baju itu). dan keadaannya. Menurut kalangan Hanafiyah. Jika objek tersebut berupa benda.42 d. maka pihak pertama harus melaksanakan tindakan (jasa) yang manfaatnya dapat dirasakan oleh pihak kedua. maka hukumnya tidak sah. maka perikatan itu pun haram hukumnya. ikan di laut. Oleh karena itu. dalam tasharruf akad tidak mensyaratkan adanya kesudan objek akad. bangkai. pembunuhan. Apabila para pihak melakukan perikatan dengan tujuan yang berbeda. Sebagai contoh. atau pada waktu yang telah disepakati. Burung di udara. dan darah. seperti pelacuran. khamar. 3. tujuan akad ditentukan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits. Untuk objek perikatan yang berupa manfaat. Dalam Hukum Islam. jual beli kulit bangkai diboleh-kan sepanjang memiliki manfaat. maka benda tersebut harus jelas bentuk. tidaklah dapat diserahkan karena tidak ada dalam kekuasaannya. Selain itu. Benda-benda yang sifatnya tidak suci. Objek akad harus jelas dan dikenali Suatu benda yang menjadi objek perikatan harus memiliki kejelasan dan diketahui oleh 'aqid. Apabila tidak sesuai. babi. jika objek perikatan itu dalam bentuk manfaat yang bertentangan dengan ketentuan syariah. terampil.40 adalah tidak dapat dibenarkan pula. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara para pihak yang dapat menimbulkan sengketa. mampu. daging babi. bahwa tujuan B membeli .41 c. b. Objek perikatan dibenarkan oleh syariah Pada dasarnya. namun salah satu pihak memiliki tujuan yang bertentangan dengan Hukum Islam dengan diketahui pihak lainnya.43 Sebagai contoh. maupun pandai. tujuan akad dapat dilakukan apabila sesuai dengan ketentuan syari'ah tersebut.

cakupan hukum Islam di situ bukan menjadikan kitab fikih tersebut menjadi undang-undang (a corpus of legislation). kendatipun Pengadilan Agama telah lama diakui eksistensinya namun hakimnya masih belum memiliki buku standar yang dapat dijadikan rujukan secara bersama layaknya KUHP. tidak cukup hanya berbekal pada doktrin hukum (fikih) semata.45 Ahmad Azhar Basyir menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu tujuan akad dipandang sah dan mempunyai akibat hukum. apalagi kewenangan di bidang ekonomi syari’ah adalah kewenangan yang baru. yaitu sebagai berikut:46 1) Tujuan akad tidak merupakan kewajiban yang telah ada atas pihak-pihak yang bersangkutan tanpa akad yang diadakan. 1993. maka perikatan tersebut tidak haram. 2). maka para pihak yang berperkara dalam kesempatan yang diberikan oleh Majelis Hakim bisa saja mengajukan dalih dan . hal. apabila Abenar-benar tidak mengetahui tujuan B membeli anggur tersebut. 2) Tujuan harus berlangsung adanya hin HUKUM PERIKATAN (AKAD) ISLAM DI INDONESIA (Studi Komparatif Antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)) Oleh: Hermanto Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan lembaga-lembaga ekonomi yang berbasis syari’ah perlu payung hukum yang cukup memadai dalam mengatur perilaku bisnis yang berlandaskan syari’ah. jual beli tersebut haram hukumnya. alMaidah (5): 2. Apabila A tetap menjual anggur tersebut kepada B berarti A turut andil dalam membuat barang haram tersebut. Padahal menurut Joseph Schacht kitab-kitab fikih madzhab yang diakui mempunyai otoritas yang mapan bukan merupakan kitab hukum.anggur tersebut untuk diolah menjadi minuman keras dan dijual untuk dikonsumsi. akibatnya banyak putusan yang berbeda dari kasus yang sama dari masing-masing hakim antar Pengadilan Agama. Dari sudut teori hukum berarti produkproduk putusan Pengadilan Agama bertentangan dengan prinsip kepastian hukum (Munawir Sadzali. tetapi dapat dibatalkan. Apabila putusan Pengadilan Agama selalu didasarkan pada doktrin fikih. karena minuman keras adalah haram untuk dikonsumsi manusia. tetapi merupakan hasil yang hidup dari ilmu hukum. Jual beli tersebut tidak boleh di¬lakukan."44 Namun. Sesuai dengan dasar hukum yang terdapat dalam QS. sehingga muncul ungkapan “different judge different sentence” (lain Hakim lain pendapat dan putusannya). praktis Hakim Pengadilan Agama masih mengandalkan kitab-kitab fikih produk ijtihad para Imam Madzhab sebagai bahan rujukan utama. Tanpa suatu standarisasi atau keseragaman landasan hakim dalam menyelesaikan sengketa. Dengan demikian. bahwa "dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sebab sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syari’ah.

terdiri atas 3 bab (pasal 1-19) 2. Tentang Zakat dan Hibah yang terdiri atas 4 bab (pasal 674-734) 4. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan sengketa dibidang ekonomi syari’ah. ia begitu mentah. mengadili. Ketika UU No. zakat. tentang Akuntansi Syariah yang terdiri atas 7 bab (pasal 735-796) (PERMA Mahkamah Agung RI No. Kodifikasi Hukum Islam yang berlaku di Turki yang dikenal dengan sebutan Majalat al ahkam al adillah. dan menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan ekonomi syariah. sehingga dengan demikian ia merupakan tindak lanjut dari adanya Undang-Undang No.dalil ikhtilafi dan mereka menuntut hakim untuk mengadili menurut pendapat dan doktrin madzhab tertentu yang diikutinya. Untuk itu dibutuhkan sebuah Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). 3 Tahun 2006 disahkan pada Maret 2006. ternyata hukum materiil dimaksud belum ada. dari 796 pasal. Tanggal 10 September 2008 Ketua Mahkamah Agung telah menetapkan Peraturan Mahkamah Agung RI No. Atau. mempunyai wewenang baru sebagai bagian dari yurisdiksi absolutnya. Tentang Subjek Hukum dan Amwal. Fatwa-fatwa tersebut menjadi rujukan bagi BI untuk menyusun Peraturan BI atau Surat Edaran BI. Tak sekedar soal perbankan syariah. sejumlah 653 pasal (80 %) adalah berkenaan dengan akad atau perjanjian. Kalaupun ada. fungsinya adalah sebagai “Pedoman” bagi para Hakim dalam lingkungan Peradilan Agama dalam memeriksa. Tentang Akad terdiri dari 29 bab (pasal 20-673) 3. Mahkamah Agung (MA) pun menyadari perlunya mengolah bahan-bahan itu menjadi hukum positif agar bisa diterapkan di Pengadilan Agama. 02 Tahun 2008. Substansi materi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dirangkum dari berbagai bahan referensi baik dari beberapa kitab fikih terutama Fikih Muamalah. Wewenang baru tersebut bisa dikatakan sebagai tantangan dan sekaligus peluang bagi lembaga Peradilan Agama. tapi juga soal wakaf. Misalnya Fikih Muamalah yang dapat dijumpai di kitab kuning. Pengadilan Agama sebagai salah satu dari empat lembaga peradilan yang ada di Indonesia. maka bagi lembaga Peradilan Agama ini mesti mencari dan mempersiapkan diri dengan seperangkat peraturan perundangan maupun norma hukum yang terkait dengan persoalan ekonomi syari’ah.com Artikel yang berjudul: Menguntit Jejak Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah). 3 Tahun 2006 yang menetapkan adanya kewenangan baru dari Peradilan Agama untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Dilihat dari kandungan isi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah di atas. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah adalah merupakan perangkat peraturan yang menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Mahkamah Agung RI N0. dan praktik ekonomi syariah lainnya (http://hukumonline. fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional dan hasil studi banding pada berbagai Negara yang menerapkan ekonomi syariah. ada juga yang setengah matang. yaitu fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Karena berbentuk kompilasi. yaitu kewenangan untuk menerima. Dikatakan sebagai tantangan karena selama ini bagi Pengadilan Agama belum ada pengalaman apa pun dalam menyelesaikan sengketa di bidang ekonomi syari’ah. semenjak diundangkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama. sehingga kalau pun sekiranya datang suatu perkara tentang sengketa ekonomi syari’ah . 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah). 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Secara sistematik Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) terbagi dalam 4 buku masing-masing: 1. aturan itu harus mencakup banyak ragam ekonomi syariah. dengan demikian materi terbanyak dari .

Dr. yang tidak hanya timbul dari adanya perjanjian antara pihak. kontrak kerja dan sebagainya. Penggunaan bahan hukum ini dapat dimaklumi karena pada masa-masa sebelumnya transaksi-transaksi perbankan dan keuangan lainnya menggunakan KUHPerdata sebagai rujukannya disamping belum diterapkannya Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dalam transaksi dimaksud. Materi bahasan tentang Hukum Perikatan Islam ini merupakan bagian dari bidang hukum muamalah dalam kitab-kitab fikih yang biasanya bahkan meliputi cakupan yang lebih luas. Dalam praktiknya ketentuan KUHPerdata ini juga dipergunakan dalam berbagai transaksi syariah seperti dalam perbankan syariah di Indonesia. Tidak berbeda dengan Hukum Perdata Barat tersebut. dalam pengertian Hukum Perikatan Islam di sini juga dimaksud sebagai cakupan yang lebih luas dari sekedar Hukum Perjanjian. Apabila pengaturan hukum tersebut mengenai perjanjian dalam bentuk tertulis. SH. adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal (Subekti.ketentuan-ketentuan tentang ekonomi syariah adalah berkenaan dengan hukum perikatan (akad). M. Sedangkan digunakan Hukum Perikatan untuk menggambarkan bentuk abstrak dari terjadinya keterikatan para pihak yang mengadakan transaksi tersebut. Tahir Azhary. Hukum Perjanjian digunakan apabila melihat bentuk nyata dari adanya transaksi. Hal ini menunjukkan adanya sifat . orang juga sering menyebutnya sebagai Hukum Kontrak. 2001: 3). Subekti. at. dan Ar-Ra’yu (ijtihad) yang mengatur tentang hubungan antara dua orang atau lebih mengenai suatu benda yang dihalalkan menjadi objek suatu transaksi (Gemala Dewi. Ada yang menggunakan istilah “Hukum Perutangan”. As-Sunnah (Al-Hadits). Dalam literatur ilmu hukum. H. Namun yang dimaksud dengan Hukum Perikatan (akad) Islam dalam penulisan tesis ini adalah bagian dari Hukum Islam bidang Muamalah yang mengatur perilaku manusia di dalam menjalankan hubungan ekonominya. al. termasuk bidang perkawinan (akad nikah). Istilah Hukum Perutangan biasanya diambil karena suatu transaksi mengakibatkan adanya konsekuensi yang berupa suatu peristiwa tuntut-menuntut. Dalam sistem hukum Indonesia berlaku pula Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang merupakan peninggalan pemerintah Hindia-Belanda yang dahulu disebut “Burgerlijk Wetboek” (BW). Perjanjian menurut Prof. Yang secara formal masih diterapkan dalam praktik terutama Buku ke III tentang “perikatan” (Verbintenissen). Pembahasan mengenai Hukum perikatan inilah yang menjadi pembahasan mendasar pada penelitian ini.. namun juga dari ketentuan yang berlaku diluar perjanjian tersebut yang menyebabkan terikatnya para pihak untuk melaksanakan tindakan hukum tertentu. tampak adanya kaitan yang erat antara Hukum Perikatan (yang bersifat hubungan perdata) dengan prinsip kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama Islam yang ketentuannya terdapat dalam sumber-sumber Hukum Islam tersebut. wakaf. Dari pengertian tersebut di atas. di sini tampak bahwa hukum perikatan memiliki pengertian yang lebih luas dari sekedar hukum perjanjian (Subekti. 2006: 3).. 2001: 1). SH adalah merupakan seperangkat kaidah hukum yang bersumber dari Al-Qur’an. “Hukum Perjanjian” ataupun “Hukum Kontrak”. Masing-masing istilah tersebut memiliki titik tekan yang berbeda satu dengan lainnya. terdapat berbagai istilah yang sering dipakai sebagai rujukan disamping istilah “Hukum Perikatan” untuk menggambarkan ketentuan hukum yang mengatur transaksi dalam masyarakat. Pengertian Hukum Perikatan Islam menurut Prof.. Istilah Hukum Perikatan Islam dipakai dalam penulisan ini adalah dimaksudkan sebagai padanan pengertian dari Hukum Perikatan dalam Hukum Perdata Barat (BW) yang dikaji berdasarkan hukum Islam.

Memberi pedoman praktis kepada para praktisi hukum dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses penyelesaian sengketa ekonomi syariah khususnya yang berkaitan dengan Perikatan (Akad) di Indonesia .“religius transendental” yang terkandung pada aturan-aturan yang melingkupi Hukum Perikatan Islam itu sendiri yang merupakan pencerminan otoritas Allah SWT. Rumusan Masalah 1. khususnya para pelaku bisnis syari’ah tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Manfaat sosial (social value). Hal ini dapat dilihat dari keterkaitan antara Hukum Perikatan itu sendiri dengan hukum Islam yang melingkupinya yang semata-mata tidak mengatur hubungan antara manusia dengan manusia saja. 2. Apa Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah norma hukum positif dan hukum Islam yang mengatur perikatan (Akad) dalam Islam. b. Untuk itu penelitian ini membahas tentang: “Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif Antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dengan Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KHUPerdata)). yaitu: 1. serta dapat memberikan penjelasan mengenai: 1. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa substansi dari Hukum Perikatan Islam lebih luas materi yang terdapat pada Hukum Perikatan Perdata Barat. Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Oleh sebab itu pada penelitian ini penulis tertarik membahas masalah Hukum Perikatan (Akad) dalam Islam yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) yang nantinya akan dikomparasikan dengan KUHPerdata. Manfaat Penelitian Penelitian tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) ini diharapkan memiliki manfaat tertentu. sehingga hubungan tersebut merupakan hubungan Vertikal dan Horizontal. Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Bagaimana Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)? 2. sehingga dapat mencapai pengetahuan dan pemahaman tentang perikatan (Akad) dalam Islam yang didasarkan metode ilmiah. Memberi informasi kepada masyarakat muslim Indonesia pada umumnya. tetapi juga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta Allah SWT dan dengan alam lingkungannya. yang diharapkan berguna untuk : a. Manfaat tersebut sekurang-kurangnya meliputi dua aspek.

dalam tulisan ini menjelaskan konsep akad menurut Islam yang dimuat dalam buku Fikih Muamalah. diantaranya adalah: Buku yang ditulis oleh Gemala Dewi. Dalam buku ini hanya menjelaskan konsep perikatan atau akad dalam tatanan hukum Islam yang merupakan intisari dari pendapat beberapa ulama fikih. Namun demikian hal-hal yang masih ada relevansinya dengan pembahasan ini dapat dijumpai pada beberapa karya ilmiyah.M et al. jual beli. sewa menyewa. bahwa Muamalah tidak terbatas hanya pada masalah jual beli. Dalam buku ini tidak ada sedikitpun menyentuh tatanan hukum tentang konsep hukum perikatan (Akad) yang telah diatur dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Diharapkan penulisan tesis tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)) ini dapat dijadikan sebagai pemenuhan salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Hukum Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. 2. Dalam tulisan ini masalah akad merupakan permasalahan sentral yang ditulis oleh penulis yang semuaya pada tatanan hukum Islam murni dan belum membahasnya dalam Bingkai Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Tulisan yang berjudul “Bentuk-Bentuk Perikatan (Akad) dalam Ekonomi Syariah” yang ditulis oleh: Hasanudin (hal: 138-169) dalam Buku yang berjudul: Kapita Selekta Perbankan Syariah Menyongsong Berlakunya UU.. Hal ini bisa pahami karena persoalan ini relatif masih baru. Asuransi Syariah. dan diahir pembahasan buku ini dijelaskan juga bagaimana kedudukan hukum perikatan Islam dalam lembaga-lembaga syariah di Indonesia seperti Perbankan Syariah. Manfaat akademik (academic value) a. Muhammad . hiwalah (pengalihan hutang) dan sebagainya. Sementara ulama lain berpendapat. Pasar Modal Syariah. Manfaat lain dari penulisan tesis ini diharapkan bisa menambah khazanah keilmuan dalam bidang ekonomi syari’ah. 3 Tahun 2006 tentang perubahan UU. SH. Dalam Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah yang memuat 12 judul dan salah satunya buku yang ke 12 berjudul: “Cara Mudah Memahami Akad-akad Syariah”. namun mencakup semua bidang hukum yang mengatur hubungan antar manusia yang berkaitan dengan benda atau mal seperti. Yang berjudul “Hukum Perikatan Islam Di Indonesia”. apalagi pembahasan yang berkaitan dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). hal ini dapat dipahami bahwa permasalahan tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) merupakan permasalahan yang sangat baru. 7 Tahun 1989 (Perluasan Wewenang Peradilan Agama) buku ini diterbitkan oleh PUSDIKLAT TEKNIS PERADILAN BALITBANG DIKLAT KUMDIL MA-RI TAHUN 2008. b. rahn.menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Pembahasannya lebih banyak mengulas tentang pendapat para ulama fikih dan perbedaan pendapat dari para ulama fikih tersebut yang selanjutnya disebut dengan mazahib. hibah. No. Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa masalah Muamalah hanyalah membahas masalah Kitab Buyu’ atau masalah jual beli. Dengan Tim Penyunting: Dr. wakaf. Tinjauan Pustaka Dari penelusuran referensi yang ada belum banyak dijumpai karya-karya ilmiyah yang membahas persoalan Hukum Perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang ditinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Reksa Dana Syariah dan Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS). LL. Kesemua pembahasan tersebut merupakan hasil paparan dari Dewan Syariah Nasional yang telah membahas persoalan tersebut.. No.

Dengan demikian. peristiwa. buku ini merupakan buku pedoman untuk memahami konsep ekonomi syariah yang dipecah menjadi 12 judul dan buku. Jika dirumuskan. b. akad adalah segala sesuatu yang dikerjakan seseorang berdasarkan keinginan sendiri. et al. membayar hutang pewaris dan sebagainya. misalnya perikatan untuk mewakili badan hukum oleh pengurusnya.. perikatan adalah hubungan hukum yang terjadi antara orang yang satu dengan orang yang lain karena perbuatan. Di sini dijelaskan dengan gamblang permasalahan akad dan dilengkapi dengan pendapat para ulama fikih. Melainkan akan dibatasi pada perikatan yang terdapat dalam bidang hukum harta kekayaan. baik ikatan secara nyata maupun ikatan secara abstrak dari satu sisi atau dari dua sisi (Firdaus NH. Hal yang mengikat itu menurut kenyataannya dapat berupa perbuatan. pembebasan atau sesuatu yang pembentukannya membutuhkan keinginan dua orang seperti jual beli. Dalam bidang hukum keluarga. perniagaan atau kegiatan usaha (bisnis) saja. talak. (Mujahidin. sewa menyewa. Dalam bidang hukum kekayaan. pada sisi lain akad diartikan sebagai “janji”. Lebih spesifik akad adalah perikatan yang ditetapkan dengan ijab dan qabul berdasarkan ketentuan syara’ yang berdampak pada objeknya (Firdaus NH. Mimbar Hukum: Journal of Islamic Law. 2005: 12). wakil tanpa kuasa (zaakwaarneming). Perikatan artinya hal yang mengikat orang yang satu terhadap orang yang lain. atau keadaan. Perikatan yang terdapat dalam bidang hukum ini disebut perikatan dalam arti luas. 2005: 13). sehingga bersambung kemudian keduanya menjadi satu benda. dalam bidang hukum keluarga (family law). matinya orang. NH. dalam bidang hukum pribadi (personal law). d. misalnya perikatan untuk mawaris karena kematian pewaris. Sedangkan menurut M. pembayaran tanpa utang. Perikatan adalah terjemahan dari istilah aslinya dalam bahasa Belanda “verbintenis”. dapat berupa peristiwa misalnya lahirnya seorang bayi. yang menurut sistematika Kitab Undang- . Dari rumusan ini dapat diketahui bahwa perikatan itu terdapat dalam bidang hukum harta kekayaan (law of property). misalnya perikatan jual beli. c. Dalam bidang hukum waris.bidang hukum tersebut di atas dapat dikemukakan contohnya sebagai berikut: a. Dan di sini juga belum ada pembahsan tentang akad atau hukum perikatan menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Sedangkan menurut terminologi (istilah) umum. Misalnya jual beli barang. perwakilan dan gadai. yaitu ikatan antara ujung sesuatu (dua perkara). perikatan yang terjadi antara orang yang satu dengan yang lain itu disebut hubungan hukum( legal relation). Hasbi Ashiddieqy adalah “mengikat” yaitu mengumpulkan dua ujung tali dan mengikat salah satu yang lain. sewa menyewa. Definisi Operasional Akad secara bahasa berarti “ikatan”. dan sebagainya (Gemala Dewi. Perikatan yang terdapat dalam bidang. Dalam bidang hukum pribadi. Perikatan yang dibicarakan dalam tesis ini tidak akan meliputi semua perikatan dalam bidang-bidang hukum tersebut. Dalam buku yang ke 12 ini dibahas masalah konsep akad menurut Islam yang isinya tidak jauh berbeda dari buku-buku yang telah ada. Istilah perikatan ini lebih umum dipakai dalam literature hukum di Indonesia. dalam bidang hukum waris (law of succession). 2006: 47).Firdaus. maka oleh pembentuk undang-undang atau oleh masyarakat sendiri diakui dan diberi akibat hukum. perbuatan melawan hukum yang merugikan orang lain. seperti wakaf. karena lahirnya anak dan sebagainya. 2008: 89). karena hal yang mengikat itu selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. misalnya perikatan karena perkawinan.

50 Tahun 2009 yang menetapkan adanya kewenangan baru dari Peradilan Agama untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Sumber Data Mengingat penelitian ini memusatkan pada penelitian hukum yang menganalisis peraturan perundangundangan yang mengatur tentang hukum perikatan (akad) syariah di Indonesia maka data yang dibutuhkan adalah data yang bersifat kualitatif yang sepenuhnya akan diperoleh dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) serta buku-buku lain yang memuat masalah hukum perikatan (akad). kemudian Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Fikih Muamalah. serta literaturliteratur lainnya yang membahas dan mengatur tentang perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan yang dijelaskan dalam Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KUHPerdata). Metode Pengumpulan Data Adapun data yang diperoleh dari studi kepustakaan. 3. 02 Tahun 2008. Metode Penelitian 1. peraturan perundang-undangan. 2.Undang hukum Perdata diatur dalam buku III di bawah judul tentang Perikatan sedangkan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) terdapat dalam buku II tentang akad. mengadili. fungsinya adalah sebagai “Pedoman” bagi para Hakim dalam lingkungan Peradilan Agama dalam memeriksa. adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur yang membahas tentang akad atau hukum perikatan dalam Islam dan buku-buku teks lainnya serta peraturan-peraturan yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dan diklasifikasikan akan dianalisis melalui sistem induktif yakni menguraikan data dari bentuk data umum menjadi khusus. Dalam proses pelaksanaannya dilakukan . Jenis Penelitian Jenis penelitian hukum yang dilakukan ini adalah yuridis normatif. 4. Data Sekunder. dan menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) adalah kitab berisikan undang-undang yang merupakan pedoman bagi para Hakim (hukum materiil) untuk menyelesaikan sengketa keperdataan dan buku ini merupakan peninggalan pemerintah Hindia-Belanda yang dahulu disebut “Burgerlijk Wetboek” (BW). kemudian Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) sendiri. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) adalah perangkat peraturan yang menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Mahkamah Agung RI N0. Seluruh data tersebut akan dikumpulkan dan ditelaah kemudian akan diklasifikasikan sesuai dengan pembahasan masing-masing. dan merupakan tindak lanjut dari adanya Undang-Undang No. yaitu penelitian hukum yang bertitik tolak pada analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang membahas dan mengatur tentang perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan yang dijelaskan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Oleh karena itu sumber data Primernya adalah: yang diperoleh dari Al-Qur’an dan al-Hadist sebagai sumber hukum tertinggi bagi hukum Islam.

Metode Penelitian serta Sistematika Penulisan. Penyelesaian Perselisihan. Dalam sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). Bab Ketiga. maka dalam kajian ini penulis menyusun sistematika pembahasan dalam V (Lima) Bab yang didalamnya terdapat sub bab. Pada bab ini secara umum akan memberikan Kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada bab-bab terdahulu serta saran-saran yang menunjang dari hasil penelitian ini. Sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). Rumusan Masalah. Bab Kedua. Manfaat Penelitian. Unsur-Unsur Akad. . Penyelesaian Perselisihan. pada Bab ini akan dibahas Konsep Perikatan (Akad) Syariah menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). dan Berakhirnya Akad. dan Berakhirnya Akad. Tinjauan Pustaka. Defenisi Operasional. Pada bagian ini merupakan inti atau pembahasan yang paling utama pada penulisan tesis ini. merupakan Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang Masalah. Unsur-Unsur Akad. Unsur-Unsur Akad. Bab Keempat. Sistematika Pembahasan Supaya lebih terarahnya dalam penulisan ini. seperti yang dijelaskan berikut: Bab Pertama. Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Hak dan Kewajiban para Pihak. Penyelesaian Perselisihan. pada Bab ini akan dibahas Konsep Perikatan (Akad) menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH-Perdata). Ijab dan Qabul (Sighat al-Aqd). Tujuan Penelitian. Dalam sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). dan Berakhirnya Akad. Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Syariah dalam sub bahasan ini akan dijelaskan mengenai Subjek Perikatan (Al-Aqidain). Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Hak dan Kewajiban para Pihak.dengan motede Content Analisis yaitu menganalisa pesan-pesan yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) serta literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia serta Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia. Tujuan Perikatan (Maudhu’ul Aqd). Bab Kelima. yaitu melihat persamaan dan perbedaan konsep perikatan (Akad) dalam perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH-Perdata). Objek Perikatan Mahallul Aqdi). selanjutnya akan dibahas Hak dan Kewajiban para Pihak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->