1

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

2

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

3

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO
SKRIPSI

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

Telah disetujui pada tanggl 29 Januari oleh Dosen Pembimbing

Drs. Bashori NIP 194905061982031004

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP 196512051994031003

M. 194905061982031004 Sekretaris Sidang Muhammad Walid. 196205071995031001 . 194905061982031004 Penguji Utama Drs. H.4 HALAMAN PENGESAHAN PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Faizah Usnida Rusdiyati (05110140) Telah dipertahankan di depan dewan penguji dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S. H. NIP. Muhammad. M. MA. M. Bashori NIP.Ag NIP. 197308232000031002 Pembimbing Drs. Pd.Ag NIP. 195712311986031028 : : : : Mengesahkan. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. Bashori NIP. I) Pada tanggal 8 Februari 2010 Ketua Sidang Drs. Zainuddin. Suaib H.

ku pasti selalu merindukan kalian semua. Sahabat-sahabatku yang telah mengenalkan aku pada makna perjalanan panjang kehidupan ini melalui ungkapan-ungkapan bijaknya (Mb. Rufi. Guru-guru ananda yang telah menjadi obor penerang jejak langkah ananda ”jasamu tidak akan pernah terlupakan” Tanpa kehadiran beliau semua ananda tidak akan tahu kemana kaki ini Harus melangkah menapaki dunia ini. segala puji syukur dan terima kasihku kepada Allah Yang telah memberikan aku kebahagiaan dengan memberikan orang-orang Yang selalu ada disampingku dan menyayangiku. Mbak Aini. Hima. Evy. Ida. Amin Ya Ilaihal Alamin. Vivy.kakak yang tersayang (Musthofa Syaifuddin Abrori dan Eva Nur Lailatul Fitriah) serta adikku tercinta (Masrur Muhtadi Muhtar) semoga cahaya ilmu. Teman-temanku di Wisma Melati tercinta (Mbak Umamah. Pipit) yang telah menjadi penyemangat dalam kebersamaan. motivasi serta dukungan baik moral..mbak Khusnul. mbak farida.. Kakak.. Bu Silvy) yang mengenalkan lagu-lagu keberanian di hatiku dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saatku berkecil hati. . dan amal kalian diterima oleh Allah serta menjadi ahli surga. Tria. Mustadjab) Bunda tersayang (Hj Syafa’atu Amanah) dan yang tanpa kenal lelah memberikan kasih sayang. Kalianlah orang pertama yang melekat di hati ananda. Karyaku ini ku persembahkan untuk orang-orang yang selalu hidup dijiwaku Ayah tercinta (H. material maupun spiritual demi keberhasilan putra-putrimu dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai ridho_Nya.5 PERSEMBAHAN Alhamdulillah.. hikmah dan irfani menjadi pelita yang menerangi setiap perjalanan kalian dimasa depan. Semoga kalian masuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan setiap anak manusia.

sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. 2004). Al-Ahzab 21)1 Departemen Agama RI.6 MOTTO ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. 595 1 . ô‰s)©9 #ZŽÏVx.” (QS. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. hlm. ©!$# tx.

bahasa maupun teknik penulisan.7 Drs. 29 Januari 2010 Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di Malang Assalamu’alaikum Wr. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama : Faizah Usnida Rusdiyati NIM : 05110140 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul skripsi : Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo.Wb. Wassalamu’alaikum Wr. Maka selaku pembimbing. mohon dimaklumi adanya. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Pembimbing Drs Bashori NIP 194905061982031004 . Demikian. baik dari segi isi. Bashori Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Faizah Usnida Rusdiyati Lamp: 4 (Lima) Eksemplar Malang. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan.Wb.

dan sepanjang pengetahuan saya. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.8 SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Januari 2010 Faizah Usnida Rusdiyati . bahwa dalam skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo” tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. Malang. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

telah banyak pihak yang membantu memberikan bimbingan dan motivasi maka penulis ingin menyampaikan ucapan terimaksih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada: 1. Bapak Prof. 4. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.Pd. Padil. Zainuddin. 2. Bapak Drs. MA. selaku Dekan fakultas Tarbiyah Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang 3. Bapak Dr.9 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulilllah ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat. karunia dan hidayah-Nya Akhir dengan kepada judul penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. M. M. Menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Moh. . Bapak Drs Bashori selaku Dosen Pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan keihklasan di tengah-tengah kesibukannya meluangkan waktu memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik dan rapi. Dr. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

10 5. Bapak Drs. 6. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua puhak demi mendorong untuk perbaikan Tugas akhir ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca Malang. 7. dan Drs. 29 Januari 2010 Penulis . 10. MA selaku waka kurikulum yang memberi pengarahan dan meluangkan waktunya untuk mencari data. yang selalu memberi motivasi baik moril maupun spirituil dalam menyelesaikan tugas ini. Ayahanda dan Ibunda yang paling kusayangi. M Arief Hariadi. Bapak Drs. Penulis menyadari bahwa hasil penyusunan Tugas Akhir ini masih belum sempurna. H.Pd selaku kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo yang banyak membantu terutama menjadi responden sehingga peneliti mendapat data dalam penyelesaian tugas akhir. 8. Agung Pramono. Bapak Imam Abrori. Sahabatku Yuni rahmawati yang dengan sabar dan tulus mendampingi peneliti dalam melakukan penelitian ini. Sunyoto. selaku guru PAI yang membantu memberikan data untuk penyelesaian skripsi ini. M. 9.

............................................................. 87 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ...................... 10 PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR ..... 92 TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ..... 90 TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 .... 65 RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS ...........11 DAFTAR TABEL TABEL I TABEL II JABARAN VARIABEL ....................................................................... 91 TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ....................................................................... 67 PENSKORAN ....................................... 69 DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X .................................... 76 TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ..... 73 UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI.... 64 TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI ....................... 96 ...................................... 78 TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009/2010 .................................................................................

...........................101 PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI ........... 100 TABEL XVII TABEL XVIII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA ...............................................................12 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ........................ 102 ........................................ 97 TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA ................... 100 TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA .....................................

...13 DAFTAR BAGAN BAGAN I BAGAN II BAGAN III RANCANGAN PENELITIAN .......... 67 STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO ...................... 86 ..................................................................... 63 PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL ..........................

................................................................................................................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... ii HALAMAN PEESETUJUAN....................................... ix DAFTAR TABEL ........ Hipotesis Penelitian ................................................................................................................................. 8 F..................................................................... PENDAHULUAN .......... 1 A............................................... 7 E................. vi HALAMAN NOTA DINAS ............................................................................................... 9 G...... xviii BAB I.......... xiv ABSTRAK .................................. xiii DAFTAR ISI.................................................................................... Rumusan Masalah ................................................................................................................................... i HALAMAN JUDUL ..........................................................................................14 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ......... Latar Belakang Masalah............. viii KATA PENGANTAR . Tujuan Penelitian .............................................. Definisi Operasional ................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... 11 ........ v HALAMAN MOTTO ........................................................ xi DAFTAR BAGAN .............. Manfaat Penelitian ................................................................................................................................ vii HALAMAN PERNYATAAN................................................................................................... 6 C...... 7 D........................................ 1 B........................... Ruang Lingkup Pembahasan...................................

........................................................ 38 B.......................... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ........... Pendidikan Agama Islam .... 23 3.. Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru PAI ................ 62 A...... 14 2......... KAJIAN PUSTAKA ..................................... 14 A...................................................................................................................... 59 3....................................... 57 1..................................... 42 C.......... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa ............ 40 2....... Prestasi Belajar Siswa .... Sistematika Pembahasan ..................................................... Lokasi Penelitian ... Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI . 56 D......... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ................................. 40 1................................................. Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI ............. 63 ..........................Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam ..................... 14 1. Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI ................................................................ 60 BAB III....................................................... Pengertian Prestasi Belajar Siswa ....... Kompetensi Kepribadian Guru PAI ........... 52 1........ Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ................... 11 BAB II...........Pengertian Pendidikan Agama Islam ................. Pendekatan dan Jenis Penelitian .....Tujuan Pendidikan Agama Islam .................... METODE PENELITIAN ...............15 H............................................. 57 2..... 52 2... 55 3... 62 B..............

................................................ Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo .................................. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ........... 64 D.......... 82 2................. 83 3..... Uji Validitas dan Reliabilitas ...... 76 BAB IV.......... Visi.............................................. 71 H.... 68 F.. Letak Geografis SMA BAKTI Ponorogo .................................................................................. 93 1. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ............................. Variabel Penelitian .......... Data dan Sumber Data .........16 C.... Teknik Pengumpulan Data .................. 82 A............... 102 ................. 68 G................... Populasi dan Sampel ......................................... Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo ............................................. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo .......................... 93 2............. Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo ........ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .. Teknik Analisis Data........................................... 84 4........................................................................... 87 B..................................... 82 1................ GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN ...... TEMUAN HASIL PENELITIAN ..... 86 5............................. 97 3.................. Keadaan Guru.. 65 E........................................... Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo ...............

................. 104 A............................................................................... Kesimpulan .............................................. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ....................................................... 110 B............ PENUTUP ...................................... 104 B......17 BAB V......... 110 A....................... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ................................ Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ................................ 111 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN .................................................................................... 106 C.............. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ................... 108 BAB VI................ Saran .....................................................

Jurusan Pendidikan Agama Islam. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. dan bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Terkait dengan hal tersebut akan dibahas tentang bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.18 ABSTRAK Rusdiyati. Guru yang terkait. Hal ini terbukti dari pengisian angket yang menghasilkan 10responden (31.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. karena secara langsung atau tidak langsung segala permasalahan tersebut bisa mempengaruhi prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Bashori Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian Guru. dalam keadaan atau kondisi seperti apa ajaran agama itu berikan.17 responden (53. Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam tidak hanya menyangkut transformasi ajaran dan nilai. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo memiliki kategori yang baik. serta apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. karena usaha seorang guru untuk tampil menjadi pribadi yang sesuai harapan anak didiknya. langsung dituntut untuk mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut. Untuk mengantisipasinya diperlukan adanya profil seorang guru PAI yang mampu menampilkan sosok kualitas personal atau pribadinya dalam menjalankan tugasnya. Fakultas Tarbiyah. yaitu 21 responden (65. yaitu pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) observasi. 2009. setiap kegiatan pembelajaran pendidikan agama akan berhadapan dengan permasalahan yang kompleks. Faizah Usnida. bagaimana cara atau pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran agama itu. 5 responden (15. dapat mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar PAI. Dalam arti. 3) dokumentasi. misalnya masalah peserta didik dengan berbagai latar belakangnya. 4) kuesioner atau angket.62%) termasuk kategori sangat . Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Prestasi Belajar Siswa. maka secara umum masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini.25%) pada kategori sangat baik. Skripsi. 2) wawancara. Sedangkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang paling tinggi berada pada kategori yang sangat baik.62%) pada kategori cukup dan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks. serta sikap seperti apa yang harus ditunjukkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas. Dosen Pembimbing: Drs.

Dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam penelitian ini.514 dan nilai r tabel 0. Jika r hitung > r tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. kurang dan sangat kurang. 11 responden (34. .05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar PAI siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak.34.19 baik. digunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel .003. Dan hasil dari rumusan Product Moment dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. P-value lebih kecil dari 0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo.

2 Kualitas pendidikan yang bagus adalah kunci untuk bersaing diera global. Media Pendidikan (Jakarata: PT. 5 3 2 . Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hlm.20 BAB I PENDAHULUAN A. Mulyasa. Guru yang profesional dan berkualitas adalah guru yang memiliki kompetensi. maka pendidikan menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalani jika ingin berhasil dalam persaingan global. Pendidikan sendiri pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. 2 E. Latar Belakang Dunia pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. 2007). dan latihan bagi peranannya dimasa akan datang. pengajaran. 2001) hlm. guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. Bumi Aksara.3 Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen Oemar hamalik. karena guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Terlebih dengan semakin pesatnya persaingan pendidikan diera global. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan. yang harus mendapat perhatian sentral. pertama dan utama.

5 Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. Op. keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya.21 “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. hlm. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet-3. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. hlm. Sebab. Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan.6 Mengacu kepada standar nasional pendidikan yaitu pasal 28 ayat 3 butir b. kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. 1990). menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Op. Cit. kompetensi kepribadian guru itu meliputi. 117 4 . 701 7 E Mulyasa. 2006). dewasa. dan berwibawa. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. dan stabil. kepribadian yang mantab. Jakarta: Balai Pustaka. 26 6 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm.4 Penguasaan empat kompetensi tersebut mutlak harus dimiliki oleh setiap guru untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional seperti yang disyaratkan Undang-undang guru dan dosen. Cit. kompetensi kepribadian. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. 9 5 E Mulyasa.7 Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbara. hlm. arif.

22 mempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. kompetensi guru yang termasuk didalamnya yaitu kompetensi kepribadian guru adalah indikator yang sangat penting dalam proses pembelajaran. yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas belajar dan prestasi belajar siswa. dalam beberapa kasus tidak jarang seorang guru yang mempunyai kemampuan mumpuni secara pedagogis dan profesional dalam mata pelajaran yang diajarkannya. Pribadi guru yang santun. ikhlas dan dapat diteladani. Hal ini boleh jadi disebabkan tidak terbangunnya jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dengan siswanya. Dalam hal prestasi belajar siswa. serta pembentukan pribadi siswa itu sendiri. tetapi implementasinya dalam pembelajaran kurang optimal. padahal banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. Kepribadian seorang guru. hal tersebut kurang menyentuh terhadap peningkatan kompetensi kepribadian guru. baik melalui pelatihan workshop maupun penataran guru mata pelajaran. Oleh karena itu. mengapa pendidikan kita masih kurang ada peningkatan hasil dan mutu yang lebih baik. seperti pribadi . respek terhadap siswa. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran yang mempengaruhi langsung pada prestasi belajar mereka. sehingga prestasi belajar mereka juga kurang adanya peningkatan. Akan tetapi. Jadi kita pantas bertanya. jujur. Seperti upaya dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru. baik di kelas maupun di luar kelas.

adil. yang akhirnya memberikan dorongan kesenangan siswa pada mata pelajaran guru tersebut. bijaksana. menarik. luwes. Padahal kompetensi kepribadian yang dicerminkan oleh guru melalui sifatnya yang terbuka. sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru dengan prestasi belajar siswa. arif dan sederhana termasuk sorotan utama yang bisa menciptakan suasana yang tenang. fenomena dunia pendidikan pada saat ini banyak sekali guru yang tidak faham dan mengerti akan kebutuhan ini. adil dan bijaksana merupakan sifat yang dibutuhkan siswa dalam diri seorang guru. simpatik dan menarik. dan menyenangkan yang dibutuhkan oleh siswa. serta keluwesan diabaikan oleh beberapa guru dengan alibi bahwa antara siswa dan guru harus ada batas yang memisah. meskipun bukan sesuatu yang mudah untuk mengukur dan menilai aspek-aspek kepribadian guru. untuk menambah kesemangatan mereka dalam proses belajar mengajar yang semua itu berpengaruh pula pada prestasi belajar siswa. Sementara itu. berwibawa. namun setidaknya usaha untuk . berwibawa.23 yang bersifat terbuka. artinya masih banyak guru yang beranggapan bahwasanya keluwesan. Pentingnya kualitas kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mendorong siswa untuk belajar dan untuk meningkatkan prestasi belajar dengan maksimal. luwes. sehingga kebutuhan akan keterbukaan. keterbukaan atau pribadi yang terbuka antara siswa dengan guru tidak harus terjadi karena hal itu akan merusak citra personalnya sebagai seorang guru.

khususnya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru di SMA BAKTI Ponorogo merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul: “PENGARUH KOMPETENSI BELAJAR KEPRIBADIAN SISWA DI GURU TERHADAP PRESTASI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO”. dan guru dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang diberikan secara lebih baik demi keberhasilan dalam mengembangkan dirinya secara optimal. Alasan mengapa peneliti ingin melakukan penelitian di SMA BAKTI Ponorogo adalah karena SMA BAKTI Ponorogo adalah termasuk salah satu SMA Favorit di Ponorogo. karena mutu SMA BAKTI Ponorogo yang sudah terpercaya. Sekolah ini menjadi pilihan para siswa dan orang tua siswa sebagai tempat menimba ilmu.24 mengungkap kompetensi kepribadian guru melalui tanggapan siswa merupakan salah satu usaha untuk memperoleh gambaran tentang kepribadian guru yang diharapkan siswa. tidak lepas dari kompetensi guru yang dimiliki dan hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian. Penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai posisi penting dan . Peneliti ingin mengetahui apakah kompetensi guru. yang telah menghasilkan output yang berprestasi memuaskan dan berkhlak baik. Dengan hasil penelitian ini guru diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya. Keberhasilan SMA BAKTI Ponorogo tersebut.

25

pengaruh yang besar terhadap prestasi siswa. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin, yang berjudul “pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“, menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. Maka dari itu perlu diadakan penelitian lapangan agar kebenaran dari teori-teori yang ada dalam buku-buku dapat diverifikasi dengan kenyataan di lapangan. Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat teori dan memberi informasi kepada kalangan akademisi bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar PAI mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap tercapainya prestasi belajar siswa dan membantu bagi tercapainya tujuan pendidikan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo? 3. Apakah terdapat pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo?

26

C. Tujuan Penelitian Tujuan pendidikan mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya pendidikan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kempetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo 2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo 3. Untuk membuktikan besarnya pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian skripsi ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas khasanah pengetahuan, sedangkan secara praktisi penelitian ini bermanfaat: 1. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya. 2. Bagi Guru Bidang Studi Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dalam proses belajar mengajar, sehingga

27

proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini memberi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka peningkatan pembinaan dan pengembangan mutu dan kualitas sekolah 4. Bagi Siswa Dengan mengetahui kompetensi kepribadian guru, maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan uantuk menyesuaikan cara belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. 5. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan pengalaman dan latihan dalam memecahkan masalah yang nyata serta memperoleh gambaran yang nyata tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar PAI siswa.

E. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara empiris (hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti dibawah dan “thesa” yang berarti kebenaran).8 Jadi hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban

M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 150

8

a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Rineka Cipta: Jakarta. Adapun ruang lingkup pembahasan ini meliputi : a. hlm. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dilakukanya penelitian. Ruang lingkup pembahasan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan arahan dan gambaran mengenai permasalahan inti yang akan diteliti dalam pembahasan skripsi agar lebih terfokus. 2006). Penelitian hanya dilakukan di kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo Suharsimi Arikunto.28 sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Ruang Lingkup Pembahasan 1. Penelitian ini dilakukan di SMA BAKTI Ponorogo 2.9 Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ha : Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Variabel Ada 2 variabel dalam penelitian ini. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). b. F. sekaligus menghindari timbulnya persepsi lain. Keterbatasan penelitian. 71 9 . Subyek penelitian Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo c.

Siswa .memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. arif.bisa menjadi teladan bagi peserta didik . Guru siswa afektif. Cece Wijaya. dan psikomotorik. dan dewasa . JABARAN VARIABEL No 1.Pd dan Drs. TABEL I. Tabrani Rusyan) Prestasi belajar . Penelitian tentang kompetensi kepribadian guru PAI merupakan hasil dari persepsi siswa dan hasil wawancara guru PAI dan Kepala Sekolah.memiliki kepribadian yang disiplin. M. Variabel Kompetensi kepribadian guru Indikator . pelajaran 2. stabil. Penelitian hanya untuk mengetahui bagaimana kompetensi kepribadian guru PAI dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo c.29 b. mata Dokumentasi .wawancara dalam bertindak.Kepala sekolah Metode .Angket .nilai rapor dari segi kognitif. luwes.memiliki kepribadian yang mantap. (dalam E.memiliki kepribadian yang adil. Mulyasa.memiliki sifat yang terbuka . bijaksana dan sederhana Sumber Data . jujur dan obyektif . dan berwibawa .Wawancara .Guru PAI .memiliki akhlak yang mulia. .

kepercayaan atau perbuatan seseorang. tujuan penelitian.10 2. hlm. Prestasi belajar adalah tingkat kemampuan atau hasil yang dicapai siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan belajar yang diukur melalui ulangan semester yang ditunjukan dengan angka yang berupa nilai rapor siswa. berwibawa. 3. Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa kepribadian yang mantab dan stabil. benda) yang ikut membentuk watak. definisi operasional. karakteristik Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hipotesis penelitian. Kajian pustaka meliputi landasan teori yang memuat pembahasan umum tentang kompetensi kepribadian guru PAI. 204 10 . Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang. maka sistematik penulisannya dapat dirinci sebagaimana berikut: Bab Pertama. ruang lingkup Pembahasan. manfaat penelitian.30 G. Definisi operasional Dalam penelitian ini terdapat definisi operasional sebagai berikut : 1. serta berakhlak mulia sehingga dapat memberi teladan bagi peserta didik. Uraian dalam bab I ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara umum tentang penelitian yang akan dikaji. Sistematika Pembahasan Agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh. dan sistematika pembahasan.1990). perumusan masalah. Merupakan bab pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah.dewasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. Bab Kedua. H.

visi. letak geografis SMA BAKTI Ponorogo.31 kompetensi kepribadian guru PAI. Dan yang terakhir yaitu kompetensi kepribadian guru PAI dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. meliputi gambaran umum obyek penelitian. keadaan karyawan. populasi dan sampel. Lalu akan dibahas juga tentang pengertian Pendidikan Agama Islam. keadaan siswa dan keadaan sarana prasarana di SMA BAKTI Ponorogo. ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. lokasi penelitian. terdiri dari: sejarah berdirinya SMA BAKTI Ponorogo. tujuan Pendidikan Agama Islam. data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI . prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. dan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Bab Keempat. Pada bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian. Bab Ketiga. Kemudian akan dibahas tentang pengertian prestasi belajar siswa. Kemudian penyajian data tentang: data kompetensi kepribadian guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo.misi dan tujuan SMA BAKTI Ponorogo. Merupakan bab yang menerangkan tentang metode penelitian yang digunakan peneliti dalam pembahasannya meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. keadaan guru. data dan sumber data. uji validitas dan reabilitas dan yang terakhir adalah teknik analisis data. dan pentingnya kompetensi kepribadian guru PAI. teknik pengumpulan data. variabel penelitian. struktur organisasi SMA BAKTI Ponorogo. yang meliputi: kompetensi kepribadian guru PAI pada mata pelajaran PAI.

Bab ini menjelaskan tentang pembahasan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti di lapangan. bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif. Bab Kelima. Bab Keenam. dan mempunyai arti penting bagi keseluruhan penelitian serta untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. dan data pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. . Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari hasil bab terdahulu.32 Ponorogo. Pada bab ini akan membahas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya.

dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. P dan M. dijelaskan bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. hlm. dihayati. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: ARLOKA. dan kemampuan. tt). Op.. kewenangan. 453 Pius A. Dahlan Al Barry. 4 13 . Op. 353 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 10 Tentang Guru dan Dosen.11 Dalam kamus ilmiah populer diartikan sebagai kecakapan. Cit. kewenangan. kekuasaan. kekuasaan dan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menentukan suatu tujuan.12 Jadi kompetensi merupakan suatu kemampuan. hlm. ketrampilan. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu.33 BAB II KAJIAN PUSTAKA A.13 Kompetensi guru mempunyai banyak makna. Kompetensi Kepribadian PAI 1. Pengertian kompetensi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Cit. dan perilaku yang harus dimiliki. Hal ini sesuai dengan beberapa pendapat diantaranya adalah sebagai berikut: Broke and Stone mengemukakan bahwa kompetensi guru sebagai descriptife of qualitative nature of teacher 11 12 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm.

“kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan. 1991). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Charles E. hlm. 38 18 Abdul Majid. Mulyasa. Mulyasa. 8 16 E Mulyasa. hlm. afektif. dan implementasi(Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cit. dalam (Mulyasa. Cit). 2007). dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. Tabrani Rusyan. menyatakan bahwa kompetensi atau kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan15. 25 Cece Wijaya. ketrampilan. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”17. Jhonsons.34 behavior appears to be entirely meaningful. hlm. 5 15 14 . Op. Abdul Majid menjelaskan “kompetensi adalah seperangkat tindakan intelagen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu18. E. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti14. Op. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”16. “kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. 38 17 Mc Ashan. hlm. karakteristik. ketrampilan. Mc Ashan. 2003). konsep. hlm.

tetapi mencakup sesuatu yang tidak kasat mata. nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. Op. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berifikir dan bertindak”19. Cit). kecakapan serta kewenangan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menyandang profesinya sebagai seorang guru mencakup pengetahuan dan perilaku yang mendukungnya dalam melaksanakan tanggung jawab atau tugasnya sebagai seorang guru secara baik dan professional. Kepribadian bahasa inggrisnya adalah “personality” yang berasal dari bahasa Yunani “per” dan “sconare” yang berarti topeng.35 Sedangkan Depdiknas merumuskan definisi “kompetensi sebagai pengetahuan. hlm. Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan. Kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu didalam pelaksanaan tugastugas pendidikan. ketrampilan. tetapi juga 19 20 Depdiknas. dalam (Abdul Majid. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati. 26 . hlm. Meski begitu. Mulyasa. tidak jarang diantara kita yang belum paham benar tentang pengertian kepribadian baik secara bahasa maupun pendapat dari beberapa ahli. Cit.20 Jadi penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa kompetensi guru adalah suatu kemampuan. Op. Sedangkan istilah kepribadian itu sendiri sudah tidak asing lagi dalam percakapan kita sehari-hari. Dari uraian diatas. 6 E.

Bahwa kepribadian seseorang itu bersifat dinamik dalam hubunganya dengan lingkungan c. dan mengalami perubahan-perubahan. makin jelas polanya. kepribadian diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. 209 21 . hlm. Makin dewasa orang itu. Op. Baharuddin. 701 23 Ngalim Purwanto. Landasan Psikologi (Cet-3. Pengertian stabil disini bukan berarti bahwa kepribadian itu tetap dan tidak berubah.23 Dalam bukunya Dr. 2007). Cit.36 berasal dari kata “personae” yang berarti pemain sandiwara. Bahwa kepribadian itu merupakan suatu kebetulan yang terdiri dari aspek-aspek jasmaniah dan rohaniah b. 2005).Pd. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Bahwa kepribadian seseorang itu berkembang dengan dipengaruhi faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar Nana Syaodih Sukmadinata. H. yaitu pemain yang memakai topeng tersebut.22 Kepribadian itu relative stabil. 155 24 Baharuddin. makin jelas adanya stabilitas. hlm. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena (Jogjakarta: ArRuzz Media. disebutkan inti mengenai kepribadian adalah sebagai berikut24: a. 2007). bandung: PT Remaja Rosdakarya. Didalam kehidupan manusia dari kecil sampai dewasa/ tua.I. M. hlm. kepribadian itu selalu berkembang.21 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. hlm. 136 22 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tetapi didalam perubahan itu terlihat adanya pola-pola tertentu yang tetap.

[kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang memberikan corak yang khas dalam caranya menyesuaikan diri dengan lingkunganya]25 Dalam bukunya Prof Dr.37 Definisi diatas mendekati apa yang dikemukakan oleh Gordon W. 138-139 . Nana Syadih Sukmadinata yang berjudul Landasan Psikologi Menyebutkan empat makna dari rumusan kepribadian menurut Allport. b. Didalam organisasi kepribadian itu memiliki sesuatu cara pengaturan atau pola hubungan tersebut adalah cara dan pola tingkah laku. mengandung banyak aspek. Kepribadian bersifat dinamis. Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system. Alport yang menyatakan. tidak berubah. tetapi kepribadian tersebut berkembang secara dinamis. that determines his unique adjustment to his environment. Kepribadian individu bukan sesuatu yang statis. Cit. yaitu26: a. hlm. hlm. yang menunjukan sesuatu pola hubungan fungsional. Organisasi juga punya makna bahwa sesuatu yang diorganisasi itu memiliki sesuatu cara atau sistem pengaturan. Op. menetap. 25 26 Ibid. Kepribadian merupakan suatu organisasi. 210 Nana Syaodih Sukmadinata. Keseluruhan pola tingkah laku individu membentuk satu aturan atau sistem tertentu yang harmonis. Pengertian organisasi merujuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks. banyak hal yang harus diorganisasi.

Demikian pula kalau individu itu berbicara. yang megikuti lingkaran tertutup. tetapi keduanya membentuk satu kesatuan. d. bukan saja dilatar belakangi oleh potensi-potensi yang dimilikinya. dan sebagainya. c. Kepribadian individu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. melamun. Kepribadian individu selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya.38 Perkembangan manusia berbeda dengan binatang yang statis. tetapi selalu dalam interaksi dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. lepas dari lingkungannya. berfikir. yang melakukan semua perbuatan itu adalah individu. Kepribadian meliputi aspek jasmaniah dan rohaniah. Meskipun pola-pola umumnya sama tetapi selalu terbuka kesempatan untuk pola-pola khusus baru. Lingkungan manusia juga selalu berada dalam perubahan dan perkembangan. tetapi sebagai makhluk sosial mansuai selalu berinteraksi dengan lingkunganya. Dinamika kepribadian individu ini. dengan manusia lain. Ia adalah bagian dari lungkungannya dan . Kalau individu berjalan. maka berjalan bukan hanya dengan kakinya tetapi dengan seluruh aspek kepribadiannya. Bukan kaki yang berjalan tetapi individu. perkembangan manusia dinamis membentuk suatu lingkaran terbuka atau spiral. yaitu suatu kesatuan antara aspek-aspek fisik dengan psikis. Kepribadian bukan hanya terdiri atas aspek psikis. Kepribadian adalah suatu sistem psikofisik.

288 29 Syaiful Bahri Djamarah.27 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu kebulatan yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang bersifat khas atau unik serta dinamis dalam hubungannya dengan kehidupan sosial. Aspekaspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seorang individu. baik secara individual ataupun klasikal.A. N. 225 28 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.28 Drs. Menurut tinjauan psikologi. Sedangkan pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya. Harus digugu artinya segala sesuatu yang Muhibbin Syah. sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap. 32 27 . baik disekolah ataupun diluar sekolah. Ametembun yang dikutip dalam bukunya Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid.A dalam pengantar wacana buku kiat menjadi guru professional menyatakan bahwa: Guru dalam bahasa jawa adalah seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua muridnya. perasaan. hlm. 2008). Interaksi atau penyesuaian diri individu dengan lingkungannya bersifat unik. atau khas. hlm. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta.29 Dr. Op. Ainurrofiq Dawam M. kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. profesinya) mengajar.39 berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). 2000). yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Cit. hlm.

40 disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. dalam arti mengembangkan ranah cipta. hingga cara berperilaku sehari-hari. rasa dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal mendidik. Mulai dari cara berfikir. Cit.31 Dari beberapa uraian pengertian diatas jelas bahwa guru pendidikan agama islam berarti orang pilihan yang pekerjaanya mengajarkan ilmu agama islam dengan memiliki pengetahuan serta perilaku yang dapat dipercaya dan diyakini kebenaranya juga menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya. kompetensi Muhammad Nurdin. kompetensi kepribadian. Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar Ruzz Media. Seorang guru juga harus ditiru yang artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. 2008). Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid.30 Guru adalah tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. 256 30 . hlm. cara bicara. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. Segala ilmu pengetahuan yang datangnya dari sang guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan dan diteliti lagi. Op. 17 31 Muhibbin Syah. hlm.

tetapi dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Mulyasa. Dalam hal ini. Op. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia33. Kompetensi kepribadian guru sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. bahkan kompetensi ini menjadi landasan bagi kompetensi-kompetensi lainnya. stabil. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”32. arif dan berwibawa. guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran. Cit. dewasa. kekuasaan. 9 33 . kewenangan yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran pendidikan agama islam yang semua itu 32 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. Apalagi seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik. kemampuan. pasal 28 ayat (3) butir b.41 sosial. Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. Cit. E. 117 hlm. Oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. Sedangkan pengertian kompetensi kepribadian sendiri dalam Standar Nasional Pendidikan. Op. karena sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya. hlm.

Cit. hlm. Memiliki kepribadian yang mantap. dewasa. hlm. dan berwibawa serta guru harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya dan juga berakhlak mulia. Seperti yang telah dijelaskan dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 ayat 3 butir b.34 Guru yang memiliki kompetensi kepribadian adalah guru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan 34 35 E. dikemukakan bahwa: seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap. 2. Cit. stabil. stabil. Op. dan dewasa Mantab berarti tetap. kukuh.42 terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dan khas (berbeda dengan orang lain). 558 . Mulyasa.35 Pribadi mantap berarti orang tersebut memiliki suatu kepribadian yang tidak tergoyahkan (tetap teguh dan kuat). kuat. arif. 120 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. Karena pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan khususnya dalam pembelajaran dan dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya.

dia berusaha untuk melakukan apa yang benar. perasaan. seorang guru PAI diharapkan memiliki kepribadian yang mantap. Dia adalah orang yang dapat meyakinkan. Ia dapat bersikap kompetitif. Namun demikian. Young disadur oleh Dwi Sunar P. hingga mengurangi sikap agresifnya dan memberi kesan menyenangkan. kekeraskepalaan ini dilunakkan oleh ketenangan dan kemampuannya untuk menyelami dan ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang lain. tapi dia melakukannya tidak berlagak dan bernada merendahkan. guru harus memiliki kepribadian yang mantap. teman. 215 36 . Kepribadian ini menghendaki bersikap ramah tamah dan dalam kebanyakan hal. sekalipun ia akan berusaha untuk menyadari kehadiran orang lain itu. profesional dan dapat dipertanggung jawabkan. dan kebutuhannya. Membaca Kepribadian Orang (Jogjakarta: THINK. Kepribadian yang mantap dan berkeyakinan ini menekankan pada tiga hal yang merupakan landasan gaya kepribadiannya : kebenaran. 2008). dan kehormatan. Kepribadian ini memperjuangkan hal-hal yang diyakini benar secara tenang. dan hubungan lainnya. tapi ulet bahkan secara keras kepala. ia memang ramah tamah. mahir dalam mendapatkan bantuan orang lain dan dalam mengejar cita-citanya.36 Jadi. berarti dia memiliki keteguhan dan kematangan dalam hal George G. hlm. tindakan kasar dan ketidak perdulian bukanlah gayanya. untuk bertanggung jawab dan mendapat kehormatan dari keluarga. Senantiasa dalam segala hal.43 baik. tanggungjawab.

39 Orang dewasa disini berarti ia telah mampu mandiri dan dapat mengatur dirinya sendiri karena akalnya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. kokoh. tidak goyah. 857 E. karena ketakutan menimbulkan kekuatiran untuk dimarahi dan hal ini membelokkan konsentrasi peserta didik38. akil. Op. Stabil bararti mantap. hlm. dan ketakutan mengakibatkan kurangnya minat untuk mengikuti pembelajaran serta rendahnya konsentrasi. 121 39 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. 203 . Kalau kita menelaah dari segi arti bahasanya bahwa pribadi ini sebenarnya sama halnya dengan pribadi yang mantap. Kestabilan emosi amat diperlukan. Untuk keperluan tersebut. 37 38 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Cit. dan memang diakui bahwa tiap orang mempunyai tempramen yang berbeda dengan orang lain. balig.37 Jadi pribadi yang stabil merupakan suatu kepribadian yang kokoh. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian ini adalah rangsangan yang sering memancing emosinya. Sedangkan dewasa secara bahasa berarti sampai umur. Op.44 kecakapan dan keterampilannya serta memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Cit. upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat berguna. namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan. Cit. hlm. hlm. Guru yang mudah marah akan membuat peserta didik takut. Mulyasa.

Guru harus terdiri dari orang-orang yang bertanggunga jawab atas segala perbuatannya. Cit. kebebasan tetapi disisi lain dari kebebasan adalah tanggung jawab. dan pembimbing dituntut memiliki kematangan atau kedewasaan pribadi.45 Guru sebagai pribadi. Op. . hidupnya. tetapi setelah berbuat ia dituntut tanggung jawab. hlm.40 Pertama. Lebih dari itu ia mampu bertindak sesuai dengan cara mana ia mencapainya. Perbuatan yang 40 41 Nana Syaodih Sukmadinata. perbuatannya. pendidik. Ia bebas menentukan arah. orang dewasa adalah orang yang telah bisa bertanggung jawab. 254 Ibid. Mampu melihat dirinya dan orang lain secara obyektif. pengajar. Orang dewasa adalah orang yang telah memliki kemerdekaan. melihat kelebihan dan kekurangan dirinya dan juga orang lain.42 Ketiga.41 Kedua. serta kesehatan jasmani dan rohani. orang yang telah dewasa memiliki tujuan dan pedoman hidup (philosophy of life). 42 Ibid. yaitu sekumpulan nilai yang ia yakini kebenarannya dan menjadi pegangan dan pedoman hidupnya. Seorang yang telah dewasa yang tidak mudah terombang-ambing karena telah mempunyai pegangan yang jelas. orang dewasa adalah orang yang mampu melihat segala sesuatu secara obyektif. Minimal ada tiga cirri kedewasaan. kemana akan pergi dan dengan cara mana ia mencapainya.

43 Dengan sifat kedewasaan yang dimiliki oleh seorang guru. hlm. Tabrani Rusyan. Op. Cit. dan berwibawa Disiplin bisa berarti ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. arif. b. 254-255 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sedangkan dalam pendidikan umumnya yang dimaksud dengan disiplin ialah keadaan tenang atau keteraturan sikap atau keteraturan tindakan. 18 46 Cece Wijaya.44 Menurut Pangab. 1991). Disiplin merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan46. disiplin adalah sesuatu yang terletak didalam jiwa seseorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yang berlaku45. maka siswa akan merasa terlindungi oleh sosok pengayom dan pembimbingnya dalam proses belajar mengajar. Op. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. Ibid. 208 45 Pangab dalam (Cece Wijaya. hlm.46 bertanggung jawab adalah perbuatan berencana. dan minat belajar siswapun akan meningkat yang itu semua akan berpengaruh pula pada prestasi belajar siswanya. Memiliki kepribadian yang disiplin. hlm.hlm. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. 18 44 43 . Cit. yang dikaji terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Tabrani Rusyan.

48 Guru yang berwibawa digambarkan dalam al-Qur’an surat alFurqon ayat 63 dan 75 sebagai berikut: ãΝßγt6sÛ%s{ #sŒÎ)uρ $ZΡöθyδ ÇÚö‘F{$# ’n?tã tβθà±ôϑtƒ šÏ%©!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ߊ$t7Ïãuρ ∩∉⊂∪ $Vϑ≈n=y™ (#θä9$s% šχθè=Îγ≈yfø9$# Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. Kemudian yang dimaksud dengan wibawa adalah pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. hlm. 48 Ibid. juga bisa berarti tahu. mengetahui. 2004).49 ∩∠∈∪ $¸ϑ≈n=y™uρ Zπ¨ŠÏtrB $yγŠÏù šχöθ¤)n=ãƒuρ (#ρçŽy9|¹ $yϑÎ/ sπsùöäóø9$# šχ÷ρt“øgä† šÍ×‾≈s9'ρé& Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. 1011 49 Departemen Agama RI. 510 48 47 . hlm. Berwibawa berarti mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi). Cit. berilmu. hlm. cerdik pandai. mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.47 Jadi seorang guru PAI yang arif berarti mengetahui dan pandai dalam mengajar dan mendidik siswanya kearah yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan.47 Sedangkan Arif dapat berarti bijaksana.

50 Dari terjemahan ayat-ayat diatas. berdisiplin dan tertib. jika ingin peserta didiknya memiliki sifat-sifat tersebut. Misalnya: 50 51 Ibid. Karena sikapnya itu orang akan selalu tunduk dan malu untuk melecehkannya serta selalu menghormatinya. Kewibawaan harus dimiliki oleh guru. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang merasa nyaman dan bahagia ketika dengannya karena mereka merasa diarahkan oleh guru yang berwibawa tersebut. dan berwibawa. karena gurulah yang harus memulainya. hlm. Tabrani Rusyan. 512 Cece Wijaya. Dia tidak akan takut dicerca orang. 21 . sebab dengan kewibawaan tersebut proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik. arif. melainkan siswa akan taat dan patuh pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Cit. karena masih banyak peserta didik yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap moral yang baik.51 Jadi guru PAI haruslah memiliki pribadi yang disiplin.48 Artinya: Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya. maka dapat disimpulkan bahwa sangat bangga sekali menjadi seorang guru yang memiliki wibawa yang sesungguhnya. bahkan selalu menampilkan perbuatan yang baik. Dengan demikian kewibawaan bukan berarti siswa harus takut kepada guru. Op. Kepribadian ini penting. hlm.

agar tidak terjadi penyimpangan perilaku atau tindakan yang 52 E. Op. arif. membolos. melawan guru. dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu sekaranglah saatnya kita membina disiplin peserta didik dengan pribadi guru yang disiplin. Kondisi tersebut menuntut guru untuk bersifat disiplin. tetapi lebih dari itu. bahkan tidakan yang menjerumus pada kriminalitas. dan kurang beribawa. arif. membuat keributan dikelas. terutama pada jam-jam sekolah. rambur dicat. 122-123 . Mulyasa.49 merokok. tidak mengerjakan PR. Dengan kata lain. mencegah timbulnya masalah disiplin. Dalam pendidikan. hlm. arif. dan berwibawa. rambut gerondong.52 Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran. mengatasi. dan berwibawa dalam segala tindakan dan perilakunya. guru harus senantiasa mengawasi perilaku peserta didik. masih banyak peserta didik yang tidak disiplin dan menghambat jalannya pembelajaran. Cit. kurang arif. berkelahi. mendisiplinkan peserta didik harus dimulai dengan pribadi guru yang disiplin. sehingga mereka menaati segala peraturan yang ditetapkan. dan berwibawa. Dalam hal ini disiplin harus ditunjukkan untuk membantu peserta didik menemukan diri. Kita tidak bisa berharap banyak akan terbentuknya peserta didik yang disiplin dari guru yang kurang disiplin. serta mendisiplinkan peserta didik untuk mendongkrak kualitas pembelajaran.

contoh atau teladan. dan menunjang pembelajaran. terutama pada jam-jam efektif sekolah. Untuk kepentingan tersebut. Dalam hal ini guru harus mampu secara efektif menggunakan alat pendidikan secara tepat sasaran. sudah 53 54 Ibid. dan jika siswa menyenangi gurunya. Sebagai contoh atau teladan guru harus memperlihatkan perilaku disiplin yang baik kepada peserta didik. pengawas dan pengendali seluruh perilaku peserta didik. guru harus senantiasa mengawasi seluruh perilaku peserta didik. Memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik.54 Seorang guru harus simpatik karena dengan sifat ini akan disenangi oleh para siswa. baik dalam memberikan hadiah maupun hukuman terhadap peserta didik. Sebagai pengendali guru harus mampu mengendalikan seluruh perilaku peserta didik disekolah. Op. c. Cit. 126 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena bagaimana peserta didik akan berdisiplin kalau gurunya tidak meunjukkan perilaku disiplin. dapat segera diatasi. Sebagai pengawas. 841 . hlm. bijaksana dan sederhana dalam bertindak Simpatik dapat berarti amat menarik hati (membangkitkan rasa simpati). dalam rangka mendisiplinkan peserta didik guru harus mampu menjadi pembimbing.53 Jadi sebagai pembimbing guru harus berusaha untuk nmembimbing dan mengarahkan perilaku peserta didik kearah yang positif. hlm. sehingga kalau terjadi pelanggaran terhadap disiplin.50 kurang disiplin. luwes.

Tabrani Rusyan. Kebijaksanaan dan kesederhanaan dalam bertindak. Cit. 792 . hlm. dan juga orang tua wali murid. Cit. 115 59 Ibid.59 Jadi guru yang bijaksana dan sederhana dalam bertindak adalah seorang guru yang selalu menggunakan akal budinya dalam bertindak dan tidak berlebihlebihan. Tabrani Rusyan.51 barang tentu pelajarannyapun mereka senangi pula. tidak kaku. Cit. tidak canggung. hlm. mudah disesuaikan. Cit. 539 57 Cece Wijaya.57 Kemudian kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuanya). Op.56 Seorang guru juga harus bersikap luwes terhadap siapapun termasuk peserta didiknya. fleksibel. Op. maka akan memberikan pengaruh tertentu pada siswa yaitu kesemangatan belajar siswa terus meningkat. Keluwesan merupakan faktor pendukung yang disenangi para siswa dalam proses belajar mengajar. guru harus menarik. Demikian pula dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 20 58 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena dengan daya tarik yang diungkapkan atau ditunjukkan oleh guru. Op. hlm.58 lalu kesederhanaan adalah sifat sederhana. hlm. Dengan adanya 55 56 Cece Wijaya. tidak berlebih-lebihan. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena dengan sifat ini guru akan mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan teman sejawat maupun dengan peserta didik. Op. akan menjalin keterkaitan batin guru dengan siswa. hlm. 55 Sedangkan luwes bisa diartikan pantas dan menarik.

tidak memihak. tidak pamrih sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Cit. hlm. tidak pilih kasih. Sedangkan arti dari obyektif adalah benarbenar menjalankan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Adil. dan emosional. Sifat-sifat ini memerlukan kematangan pribadi. berpihak kepada yang benar. Oleh karena itu. sesuai dengan peraturan yang berlaku.52 keterikatan tersebut. 367 63 Ibid. dan seterusnya. 6 62 Ibid. d. sedangkan jujur adalah tulus ikhlas dan menjalankan fungsinya sebagai guru. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. pengalaman hidup bermasyarakat. tidak memandang bahwa siswa itu familinya atau anak si A. ikhlas. khususnya pengalaman dalam praktik mengajar. dan pengalaman belajar yang memadai. 623 . jujur dan obyektif dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang 60 61 Cece Wijaya. tulus.61 Jujur bisa diartikan lurus hati.63 Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya. seorang guru harus menguasai benar semua hal yang berhubungan dengan sifat tersebut diatas. tidak curang. hlm. Cit. Tabrani Rusyan. Op. jujur dan obyektif Adil dapat diartikan tidak berat sebelah. si B. hlm. guru akan mampu mengendalikan proses belajar mengajar yang diselenggarakan60. kedewasaan sosial. Op.62 Sedangkan obyektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Memiliki kepribadian yang adil. hlm.

Ia diharapkan mampu menampung berbagai aspirasi dari berbagai pihak. hlm. baik dengan murid. hlm. sehingga sekolah menjadi agen pembangunan daerah 64 65 Cece Wijaya. harapan. 132 . Cit.65 Guru yang memiliki pribadi yang terbuka yaitu seseorang yang berterus terang dan tidak tertutup dalam bersikap serta mau menerima kritik dan saran yang membangun dari siapapun. merupakan salah satu tuntutan terhadap guru. ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah. Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja. teman sekerja.53 harus dilaksanakan oleh guru. tidak terbatas pada orang tertentu saja. Tabrani Rusyan. Sifat-sifat tersebut diatas harus dimiliki oleh guru guna mencapai hasil belajar mengajar yang sesuai dengan cita-cita. orang tua. Memiliki sifat yang terbuka Terbuka dapat diartikan tidak tertutup. Op. Op. Sifat-sifat ini harus ditunjang oleh penghayatan dan pengalaman nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosial budaya yang diperolehnya dari kehidupan dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya. 17 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. e. Cit. dan tujuan pendidikan sehingga mutu pendidikan yang diharapkan benar-benar tercapai64. tidak dirahasiakan.

Bisa menjadi teladan bagi peserta didik Teladan berarti dapat ditiru (perbuatan. maka demokrasi dalam proses belajar mengajar akan terlaksana. 917 . dsb). maknanya adalah untuk memuali sesuatu yang baik maka kita mulai dari diri sendiri. f. Ia akan terus berusaha meningkatkan serta memperbaiki suasana kehidupan sekolah. barang. sebagai berikut: 66 67 Ibid. hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 44. Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru. berdasarkan kebutuhan dan tuntutan berbagai pihak. hlm. hlm.54 dan guru bersedia menjadi pendukungnya. Sebab. baik untuk dicontoh.67 Bagi seorang guru PAI sebaiknya sebelum melakukan pendidikan dan pembinaan kepada peserta didinya. terus terang. tidak menutupi kesalahan. 21 Ibid. dan mau dikritik untuk perbaikan pada masa mendatang66. demokrasi dalam belajar akan mendidik dan melatih siswa untuk bersikap terbuka. artinya dia harus mampu mendidik dan membina dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswanya. diperlukan suatu pendidikan pribadi.

hlm.68 Nabi Muhammad adalah sosok pendidik yang sejati.69 Ayat di atas memberi penjelasan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat suri tauladan bagi kita semua. Fikih Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ©!$# tx. Op. ô‰s)©9 #ZŽÏVx. 595 70 Heri Jauhari Muchtar. hlm. beliau diutus Allah di dunia ini dengan diberi kesempurnaan akhlak sebagai suri tauladan bagi umatnya. Ayat tersebut juga berisi perintah kepada kita agar menjadikan Rasulullah sebagai acuan dalam berperilaku sehari-hari. Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an alAhzab ayat 21.70 68 69 Departemen Agama RI. sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.sŒuρ tÅzFψ$# Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?. 8 Ibid. 24 . Cit. hlm. 2005). yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. sebagai berikut: tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x.55 Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡à Ρr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhŽÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâ÷ß∆ù's?r& * ∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian.

Menjadi teladan merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran. tetapi setiap peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. jadi seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik yang bisa dijadikan panutan untuk membangun kepribadian peserta didik. Kesalahan perlu diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Harus atau tidak harus seorang guru itu hendaklah menunjukkan keteladanan terbaik dan moral yang sempurna. Oleh karena itu tugas guru adalah menjadikan peserta didik sebagai peserta didik. Peran dan fungsi ini patut dipahami. karena guru juga manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan. Perilaku seorang guru sangat mempengaruhi peserta didik. bukan memaksakan kehendak. bukan harus menjadi beban yang memberatkan.56 Guru PAI merupakan teladan bagi para peserta didik baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dengan kata . Sebagai teladan. jadi hanya dengan keterampilan dan kerendahan hati akan memperkaya arti pembelajaran. Guru yang baik adalah guru yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dimilikinya. tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai seorang guru. sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Guru harus berakhlak mulia.72 Mulia berarti tinggi (tentang kedudukan. hlm. juga berarti luhur (budi dsb) baik budi (hati dsb). kelakuan. Op. Mulyasa. yakni usaha sungguh-sungguh. Apalagi seorang guru PAI. Dalam hal ini mungkin setiap guru harus menempatkan dan meluruskan kembali niatnya. guru yang baik adalah guru yang sadar diri.73 Jadi akhlak mulia dapat diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan yang memiliki nilai tinggi dan luhur. dan senantiasa menghadapi situasi apapun hendaknya lebih mengutamakan doa. martabat) tertinggi. bahwa menjadi guru bukan semata-mata untuk urusan 71 72 E. hlm. Cit.57 lain. menyadari kelebihan dan kekurangannya (self consciousness)71. pangkat. Op. yang mengajar dan mendidikan agama islam pada peserta didik. dan menjadi panutan bagi peserta didiknya. kerja keras tanpa mengenal lelah dengan niat ibadah tentunya. 129 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Memiliki akhlak yang mulia Akhlak adalah budi pekerti. Dengan brakhlak mulia. hlm. 597 . terhormat. karena ia adalah seorang penasihat bagi peserta didiknya. Kompetensi kepribadian guru yang dilandasi akhlak mulia tentu saja tidak tumbuh dengan sendirinya begitu saja. guru dalam keadaan bagaimanapun harus memiliki kepercayaan diri yang istiqomah dan tidak tergoyahkan. Cit. tetapi memerlukan ijtihad yang mujahadah. g. haruslah berakhlak baik. 15 73 Ibid.

kita berharap pendidikan menjadi ajang pembentukan karakter bangsa. agar bisa ditiru dan diteladani oleh peserta didiknya. Cit.74 3. harus percaya diri. Mulyasa. Oleh karena itu guru harus berani tampil beda. Disinilah pentingnya kompetensi kepribadian guru. dan berbeda dari pribadi orang lain yang bukan guru. Penampilan seorang guru menjadi pesonal bagi peserta didiknya. bisa membuat murid betah dikelas. tetapi bisa juga membuat murid malas belajar bahkan malas masuk kelas seandainya penampilan gurunya acakacakan. Melalui guru yang demikianlah. Op. dan 74 E. Banyak peserta didik yang berharap bahwa guru bisa menjadi teladan bagi peserta didik baik dalam pergaulan disekolah maupun dimasyarakat. karena guru harus menampilkan sosok pribadi yang berbeda dengan yang lainnya. yang berakhlak mulia. hlm. 130-131 . karena pribadi yang ada dalam diri seorang guru selalu dilihat oleh peserta didiknya. Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru Kompetensi kepribadian guru sangatlah penting dan harus dimiliki oleh setiap guru. memakai baju yang tidak rapi. Beberapa sikap guru yang kurang disukai oleh seorang peserta didik antara lain guru yang sombong (yang tidak suka menegur atau tidak mau ditegur kalau bertemu diluar sekolah).58 duniawi dan memperbaiki ikhtiar dengan tetap bertawakal kepada Allah. sebab penampilan guru juga bisa membuat murid senang belajar. guru yang suka merokok. sering datang terlambat.

pribadi yang bisa dijadikan teladan dan pribadi yang memiliki akhlak yang mulia. agar dapat mendorong mereka untuk belajar. setiap calon guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik (ciri khas) kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya. Cit). karena ketidak tertarikan atas pribadi guru tersebut. B. Oleh karena itu. seorang psikolog terkemuka. Jadi guru harus berusaha untuk tampil sebagai pribadi yang menyenangkan bagi peserta didik. Oleh karena itu sangatlah penting seorang guru itu memiliki kompetensi kepribadian. 225-226 . Profesor Doktor Zakiah Darajat menegaskan bahwa: Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Prestasi Belajar Siswa 1. bagi seluruh peserta didiknya. dan itu semua pastinya akan menghambat belajar peserta didik. Pengertian Prestasi Belajar Siswa 75 Zakiyah Darajat. pribadi yang disiplin. Op. yang semuanya akan berpengaruh pada prestasi belajar mereka. Mengenai pentingnya kompetensi kepribadian guru. stabil dan dewasa. dan berwibawa. arif. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang mengalami keguncangan jiwa (tingkat menengah)75. Yaitu seorang guru yang memiliki karakteristik pribadi yang mantap. hlm.59 masih banyak lagi. dalam (Muhibbin Syah.

kata prestasi berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan. Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai “hasil yang dicapai oleh siswa didalam belajar. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. hlm. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”78. Cit. dikerjakan. “Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Dr. hlm. terutama nilai dari aspek kognitifnya. Mujiono. 12 78 Dimyati. salah satunya adalah agar siswa mendapatkan suatu prestasi yang baik. 79 79 Oemar hamalik. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”79. Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. Media Pendidikan (Jakarata: PT. bisa juga berarti berlatih. 2001) hlm. 36 . Op. 700 Ibid. Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta.77 Prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam proses pembelajaran disekolah menginginkan berbagai tujuan. hasil tersebut biasanya harus dilakukan dengan 76 77 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.60 Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan kata “belajar”.76 Sedangkan belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Bumi Aksara. 2002). Dengan prestasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi kemajuan siswa itu sendiri untuk kedepannya. hlm. dsb).

61 mengadakan penilaian atau pengukuran yang dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan”80 Sedangkan menurut Tu’u prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. serta proses belajar mengajar. analisis. sintesa. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukan melalui nilai atau angka dari ulangan atau ujian yang ditempuhnya81. Sedangkan hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri. Cit ) hlm. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa (Malang: Universitas Negeri Malang). dan evaluasi. aplikasi. c. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran disekolah. Op. hlm. b. sikap dan tingkah laku. yang merupakan suatu syarat terciptanya suatu prestasi belajar. 29 81 Tu’u (dalam Lindra Lestyo Dwi. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai dari aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. keterampilan. sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik Lindra Lestyo Dwi. dan prestasi belajar siswa itu bisa ditunjukkan melalui nilai yang dia dapatkan. 30 80 . Jadi dari beberapa pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar siswa adalah hasil yang dimiliki oleh seseorang atau siswa berupa pengetahuan. pemahaman. Prestasi juga menentukan keadaan kemampuan dan intelegensi siswa.

82 a. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. Agar prestasi belajar dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain.52 82 . Faktor Intern Slameto. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar merupakan tujuan akhir dari proses kegiatan belajar. Didalam pencapaian prestasi. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. sekolah. 1988). siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). masyarakat dan sebagainya.62 yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yang dilarang. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern). hlm. Semakin banyak faktorfaktor positif yang berpengaruh. maka semakin tinggi prestasi yang dicapai oleh siswa begitu juga sebaliknya. faktor-faktor tersebut ada yang bersifat mendukung (positif) dan ada yang menghambat (negatif).

63 . Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yang belajar. Mustaqim. dan alat tubuh yang lainnya. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswa FIP UGM Yogyakarta ternyata bahwa kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar anak. adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu83: 1. prestasinya juga kurang apabila dibandingkan dengan anak yang normal. 2. 1991). kurang penglihatan. Anak yang cacat misalnya kurang pendengaran.84 Adanya anak yang sakit maka prestasinya menurun. Keadaan jasmaniah dapat melatar belakangi aktivitas belajar. Abdul Wahib.63 Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. Faktor jasmaniah Faktor ini meliputi bawaan maupun yang diperoleh semenjak lahir seperti panca indera. Orang yang belajar tidak lepas dari kondisi fisiknya. hlm. Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. faktor psikologis tersebut antara lain: 1) Kecerdasan atau Intelegensi 83 84 Ibid. keadaan jasmaniah yang sehat akan berbeda dengan keadaan fisik yang kurang sehat. Faktor psikologis Faktor psikologis dalam belajar akan memeberikan pengaruh yang penting.

58 87 Muhibbin Syah. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ Slameto. Op. yang normal yaitu yang selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. 85 86 http://ridwan202. 134 . Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar85. Slameto mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. Op.64 Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya. Sebaliknya. sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”86 Muhibbin berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Cit. hlm.”87 Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajarnya untuk meningkatkan prestasi belajar.Cit.wordpress. hlm.

Cit. 70 Muhibbin Syah. Op.90” Slameto mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa 88 89 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996). dan ketrampilan lainnya. Op. 24 .88 Menurut Muhibbin Syah bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Dalam proses belajar terutama belajar keterampilan seperti bermusik. hlm.65 2) Bakat Bakat adalah dasar (kepandaian. 3) Minat Menurut Winkel minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. hlm. akan tetapi dengan pendidikan bakat pada seseorang tersebut bisa lebih tersalurkan. hlm. Cit. sifat dan bawaan) yang dibawa dari lahir. yang perkembangannya tidak bergantung pada upaya pendidikan. 136 90 Winkel. seni rupa. Psikologi Pengajaran (Jakarta: PT Gramedia. Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang ditentukan pula oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang-bidang studi tertentu. bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil prestasi yang baik.89 Jadi pada dasarnya bakat itu adalah kemampuan seseorang yang sudah ada semenjak lahir.

2004). Sedangkan menurut Muhibbin Syah “minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”95. semakin kuat keinginanya semakin kuat dan bertahan minat tersebut”93 Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang. 1990). Psikologi Belajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi 91 92 Slameto. 151 94 . 64 93 Elizabeth B. Perkembangan Anak Jilid 2 (Jakarta: Penerbit Erlangga. tanpa ada yang menyuruh”91.66 ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas. hlm. 262-263. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana. aktifitas atau situasi yang menjadi obyek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang”94. 2004). 114 Shaleh dan Wahab. Cit. 182 Ngalim Purwanto. Cit. Hlm. hlm. Op. Op. Hurlock. Sedangkan menurut Hurlock “minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Minat siswa terhadap mata pelajaran akan berpengaruh terhadap intensitas belajarnya. Purwanto mengemukakan bahwa “minat menggerakan perbuatan pada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi kegiatan itu”92. Dari uraian diatas minat dapat diartikan sebagai kecenderungan yang menetap sebagai bagian dari kondisi psikis yang menentukan seseoarang tertarik atau tidak untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. 95 Muhibbin Syah. hlm. hlm.

dan seterusnya. Op.97 Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seorang siswa yang mendorong siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. 593 Muhibbin Syah. 4) Motivasi Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. peraturan atau tata tertib sekolah. 136-137 98 Ibid.98 b. hlm. suri tauladan orang tua serta guru. Cit. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Cit. . hlm.96 Sedangkan motivasi dalam belajar itu adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan aktifitas belajar. Op.67 prestasi belajarnya. misalnya pujian dan hadiah. Faktor Ekstern 96 97 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. misalnya perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar.

99” 1) Faktor Keluarga Dalam hal ini Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. Menurut Slameto faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “faktor keluarga. hlm.dan nilai atau hasil belajar yang anak dapatkan tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya. sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.68 Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa. begitu juga hubungan antar anak dengan anggota keluarga lainnya. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan. lingkungan sekitarnya dan sebagainya. 64 100 . Orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya. hlm. keadaan keluarga. dapat menyebabkan anak tidak atau kurang berhasil dalam belajarnya.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ 101 Slameto. faktor sekolah dan faktor lingkungan masyarakat. Op.101 Hubungan antar anggota keluarga yang terpenting adalah hubungan antar anak dengan orang tua.wordpress. Cit.100 Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Cit. semua itu turut 99 Slameto. Op. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman. 62 http://ridwan202.

Begitu pula dengan suasana rumah. situasi rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. anak akan merasa diperhatikan dan akan merasa nyaman dalam belajarnya.102 Hubungan yang penuh kasih sayang. penuh perhatian dan pengertian akan berpengaruh positif pada belajar anak. Jadi faktor keluarga itu sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Jika faktor keluarga mendukung anak untuk belajar maka hasil belajar mereka akan memuaskan. dan pertengkaran yang terjadi antar anggota keluarga akan mengakibatkan anak bosan berada dirumah dan akibatnya belajarnya kacau. Ibid.69 mempengaruhi belajar anak. Sebaliknya jika hubungan anak dengan keluarganya dipenuhi dengan kebencian. 2) Faktor Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. dan kurang perhatian. ribut dan sering terjadi cekcok. sikap yang terlalu keras. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk 102 103 Ibid. 65 . maka perkembangan anak akan terhambat belajarnya terganggu dan bahkan anak akan menjadi anak yang brutal dan nakal. hlm. sikap acuh tak acuh. karena waktu terbanyak dari seorang anak untuk belajar adalah di rumah mereka.103 Suasana rumah yang tegang.

106 Jadi apabila hubungan guru dengan siswa terjalin dengan baik. Bahan pelajaran juga mempengaruhi belajar siswa. hlm. Karena cara belajar siswa dipengaruhi oleh hubungannya dengan gurunya. juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaikbaiknya. alat-alat pelajaran dan masih banyak lagi.105 Jadi dalam proses belajar mengajar guru harus mementingkan kebutuhan siswa dan guru juga perlu mendalami siswa dengan baik. hlm. Dalam proses belajar mengajar hubungan antara guru dan siswa haruslah terjalin dengan baik. kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar siswa.66 Ibid.70 belajar yang lebih giat. . menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang 104 105 Ibid. dan mempunyai perencanaan yang mendetail agar bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam belajarnya. diatas kemampuan siswa. Kurikulum yang kurang baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat. minat dan perhatian siswa. guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab. hubungan guru dengan siswa. tidak sesuai dengan bakat.104 Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Sebaliknya.68 106 Ibid. siswa akan menyukai gurunya. faktor sekolah ini meliputi metode mengajar. kurikulum. akibatnya siswa malas untuk belajar.

Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ . karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anakanak yang rajin belajar. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. terutama anak-anak yang sebayanya. maka akan segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar.107. 3) Faktor Lingkungan Masyarakat Disamping orang tua.wordpress.71 lancar. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka 107 http://ridwan202. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. Jadi siswa akan merasa jauh dari guru. Dalam hal ini Kartono berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. Oleh karena itu. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak.

Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: PT Bumi Aksara. dkk.110 Sedangkan dalam Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan Zakiyah darajat. Pendidikan (paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “pais” yang artinya anak. 2006). 25 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. hlm. (Jakarta: Rineka Cipta. Amin. 1992). hlm.72 kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita.109 Jadi pendidikan (paedagogie) artinya bimbingan yang diberikan pada anak. dan “again” yang artinya membimbing. yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. 1991). Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan dalam bahasa arab berarti “tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. C. Ilmu Pendidikan. Konsep Pendidikan Agama Islam 1. hlm. 69 110 Moh. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan pendidikan islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”108. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. 1 109 108 . Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “’allama”. Garoeda Buana Indah. Moh. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Pasuruan: PT. Pendidikan agama terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan agama. Amin berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan teratur serta sistematis.

memperbaiki. Zuhairini.112 2.73 terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. hlm. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah. 27 111 . 3 112 Zuhairini. pendidikan agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran islam. akhlak mulia. bangsa dan Negara. Kata pendidikan jika dikaitkan dengan kata agama. Menurut para ahli adalah sebagai berikut: 1. Rahman Saleh. dan memelihara) memajukan pertumbuhan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. maka dapat dipahami bahwa pengertian pendidikan secara umum adalah usaha sadar yang dilakukan si pendidik atau orang yang bertanggung jawab untuk (membimbing. memimpin. menguasai. kecerdasan. Abd. dkk. 1983). maka akan menjadi pendidikan agama. dkk. hlm. masyarakat. hal ini mempunyai banyak definisi. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pengendalian diri. menyebutkan bahwa pendidikan agama adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. kepribadian. 2003).111 Dengan demikian.

2004). agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang. 1993). hlm 2 115 Muhaimin.115 GBPP Pendidikan Agama Islam disekolah umum. hlm 7-8 114 113 . menghayati. dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Metodologi Pendidikan Agama (Solo: Ramadhani. (Malang: UM Press. dijelaskan bahwa pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan Zuhairini. Dalam pengertian lain menyatakan bahwa pendidikan agama berarti usaha untuk membimbing kea rah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam sehingga terjalin kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sedangkan Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. hlm. dkk. (Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005).113 Jadi pendidikan agama adalah proses atau usaha sadar yang dilakukan pendidik untuk membimbing secara sistematis dan pragmatis supaya menghasilkan orang yang beragama dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran agama. hingga mengimani.A. memahami.74 ajaran-ajaran agama islam.114 Pendidikan keislaman atau pendidikan agama Islam yaitu upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya. serta menjadikanya sebagai jalan kehidupannya. M. 10 Zuhairini. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. ajaran agama Islam. Abdul Ghofir.

116 2.Rosda Karya. berbangsa dan bernegara”. pendidikan agama islam bertujuan untuk “meningkatkan keimanan. tingkah laku. Tujuan akhir. baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan Pendidikan Agama Islam Secara umum. ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan. menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan. Tujuan umum. sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. penghayatan. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap. pamahaman. dan pengalaman peserta didik tentang ajaran agama islam. Op. kebiasaan. Zakiyah Darajat mengklasifikasikan tujuan pendidikan agama islam menjadi tiga yaitu117: a. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup didunia ini telah berakhir pula. Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim Muhaimin. pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Cit. penampilan. bermasyarakat. dan pandangan. 30-32 116 . Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. 76 117 Zakiyah Darajat.75 siswa dalam meyakini. hlm. hlm.2002). pendidikan islam itu berlangsung selama hidup. memahami. (Bandung: PT. b.

3. 79 . Tujuan operasional. hlm. Tujuan sementara. ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Akhlak. Muamalah. Keimanan. tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. serta Tarikh / sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama. ilmu pengetahuan dan kebudayaan118. M. dan Bimbingan Ibadah. Syariah. yaitu: al-Qur’an Hadis. Cit.A. Ibadah. Akhlak. Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI 1. Keimanan. Op.76 yang merupakan ujung dari taqwa. c. Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi guru adalah merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang pendidik dan pembimbing peserta didik didalam 118 Muhaimin. dan Tarikh (Sejarah Islam) yang menekankan pada perkembangan politik. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam maka ruang lingkup materi PAI (kurikulum 1994) pada dasarnya mencakup tujuh unsure pokok. d. dan sebagai akhir dari proses pendidikan itulah yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Pada kurikulum 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok yaitu: Al-Qur’an. D. Fiqih.

77

kelas. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar peserta didiknya dikelas. Kompetensi kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar sangat menjadi perhatian bagi para peserta didiknya. Guru yang memiliki kepribadian yang baik, adil, disiplin, arif, simpatik dan menarik, luwes, bijaksana, sederhana dalam bertindak,berwibawa dan berakhlak mulia serta bisa menjadi teladan adalah sosok guru yang diharapkan oleh peserta didik maupun masyarakat sekitar. Maka dari itu sangat penting seorang guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam memiliki kompetensi kepribadian yang tinggi dalam dirinya. Kompetensi kepribadian guru pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki andil terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Karena seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik, sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya, baik itu di lingkungan sekolah ataupun di masyarakat. Ini dimaklumi karena manusia adalah makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya dalam membentuk pribadinya. Guru PAI sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia, sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya, apakah sudah menjadi

78

teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten, sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan, kemampuan, kekuasaan, kewenangan, yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.

2. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dalam diri individu, yaitu perubahan tingkah laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajarnya. Sedangkan prestasi belajar siswa bisa juga dikatakan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru.

79

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI ditentukan pula pada kesemangatan dan antusias seorang siswa pada mata pelajaran tersebut. Jika antusias mereka tinggi dalam mempelajari pendidikan agama islam, maka akan tinggi pula prestasi yang akan siswa raih, lebih-lebih mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbeda dengan mata pelajaran lainnya, karena mata pelajaran ini selain mempelajari juga harus dimengerti dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan antusias atau kesemangatan seorang peserta didik itu biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti motivasi, minat belajar, guru yang mengajar, sarana prasarana, dan masih banyak lagi. Hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran, yakni mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri, sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yaitu yang dilarang. Didalam pencapaian prestasi, siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. 3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu komponen yang penting yang harus dimiliki. Seorang guru dituntut memiliki kepribadian yang baik apalagi seorang guru PAI, karena kepribadian seorang guru dijadikan contoh oleh peserta didiknya. Jadi seorang guru PAI harus

kecil juga kemungkinan sisawa untuk memperoleh prestasi belajar yang baik. Guru yang yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam dirinya. yaitu adanya kedekatan baik secara lahir maupun batin. arif dan berwibawa. Jadi bisa disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI itu memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran . Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. maka sangat berpengaruh pula terhadap proses belajar mengajar. stabil. Jadi kompetensi kepribadian guru PAI sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa yang menunjang pula untuk mendongkrak prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.80 memiliki kepribadian yang seperti telah disebutkan dalam Standar Pendidikan Nasional yaitu kepribadian yang mantap. dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru sangat berkaitan dengan proses pembelajaran. Karena tanpa adanya kompetensi kepribadian guru yang baik. karena akan memberikan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar. dewasa. yang semua itu memunculkan semangat tersendiri untuk peserta didik.“pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“. Dengan kompetensi kepribadian yang ada dalam diri seorang guru. menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya.

Dengan meningkatnya antusias belajar siswa tersebutlah bisa disimpulkan akan meningkat pula prestasi belajar yang diraih siswa.81 PAI. karena dengan adanya kompetensi kepribadian guru antusias belajar siswa menjadi meningkat. .

Penelitian kualitatif tidak mengadakan penghitungan. product moment. Pendekatan dan Jenis Penelitian Secara umum dalam bidang penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. hubungan antara dua perangkat data atau lebih. notanota. 293 120 119 . Sedangkan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sedangkan jenis penelitian kuantitatif adalah yang mencakup setiap penelitian yang berdasarkan perhitungan presentase. hlm.82 BAB III METODE PENELITIAN A. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. apakah terdapat hubungan antara variabel atau tidak. 1982). Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional. dengan jenis penelitian korelasi. 2005).120 Tujuan teknik korelasional adalah : (1) untuk mencari bukti berdasarkan hasil pengumpulan data. hlm. (2) untuk menjawab pertanyaan apakah hubungan antar Suharsimi Arikunto. yang mana derajat hubungannya bisa diukur dan digambarkan dengan koefisien korelasi. 247 Sanapiah Faisal. dan penghitungan statistik lainnya. tetapi digambarkan dengan katakata atau kalimat (deskriptif) terhadap data yang diperoleh guna mendapatkan suatu kesimpulan.119 Hal senada juga diungkapkan oleh Faisal “penelitian korelasional adalah hubungan dua atau lebih variabel yang berpasangan. Penelitian korelasi merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau beberapa variabel.

Pengantar Statistik Pendidikan.83 variabel tersebut kuat. dan (3) ingin memperoleh kepastian secara matematis apakah hubungan antar variabel merupakan hubungan yang meyakinkan (signifikan) atau hubungan yang tidak meyakinkan. baik dalam bidang akademik maupun non akademik (kegiatan ekstrakurikuler) dan dipenuhi dengan prestasi yang selalu memuaskan.121 Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI (X) sebagai variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. yaitu di SMA BAKTI Ponorogo yang berlokasi di Jalan Batorokatong No 24 Desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. 2004). Lokasi Penelitian Adapun lokasi yang dijadikan penelitian ini berada di Kabupaten Ponorogo. karena di SMA BAKTI Ponorogo terus mengalami perkembangan dan kemajuan kearah yang lebih baik pada setiap tahunnya. sedang atau lemah. Adapun rancangan penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut: BAGAN I RANCANGAN PENELITIAN Kompetensi Kepribadian Guru (Variabel X) Presatasi Belajar Siswa (Variabel Y) B. Peneliti mengambil lokasi di SMA BAKTI Ponorogo ini. 188 121 . Anas Sudijono.

UNMUH Ponorogo. arif. STKIP. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan variabel II prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). dan berwibawa . bijaksana dan sederhana dalam bertindak. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI. Kedua variabel tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa indikator berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli. TABEL II PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR Sumber Data . Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua variabel.memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. jujur dan obyektif . .memiliki kepribadian yang IPS disiplin. luwes.84 Selain itu SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. Variabel Kompetensi kepribadian guru Metode Angket . stabil. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi.memiliki kepribadian yang Siswa Indikator mantap. dan dewasa kelas XI No 1. STAIN Ponorogo.memiliki kepribadian yang adil. C.

M. dan psikomotorik. 72 . yang terbagi menjadi 4 kelas.122 Populasi adalah sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Mulyasa. hlm. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. 2007).memiliki sifat yang terbuka . Adapun rincian kelas dan jumlah siswa sebagai berikut: TABEL III JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI IPS Kelas XI IPS 1 122 123 Jenis Kelamin L 19 P 12 Jumlah Siswa 31 Suharsimi Arikunto. yang berjumlah 122 siswa. maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. (dalam E. Cece Wijaya. Op. Cit. Prestasi belajar siswa . Populasi dan Sampel 1.bisa menjadi teladan bagi peserta didik .memiliki akhlak yang mulia.123 Sesuai dengan pengertian tersebut.85 . Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. (Bandung: CV Alfabeta. hlm.nilai rapor dari segi kognitif.Pd dan Drs. pelajaran ntasi D. 130 Sugiyono. Guru mata Dokume afektif. Tabrani Rusyan) 2.

yang sudah barang tentu ini atas penghitungan dari waktu. karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek.124 Sedangkan menurut Mardalis sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi obyek penelitian. c. Jumlah 124 125 Suharsimi Arikunto. 2006). kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu. 131 Mardalis. tergantung dari : a.Cit.125 Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sampel pada hakikatnya hanya mengambil sebagian dari populasi yang akan diteliti. 55 126 Suharsimi Arikunto. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% atau lebih.86 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah 20 19 20 78 10 13 9 44 30 32 29 122 2. 134 . Op. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: BumiAksara. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. tenaga dan dana. tenaga. dan dana dari penelitian.Cit. Menurut Suharsimi Arikunto apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. hlm. hlm.126 Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebagai unit analisisnya dengan menggunakan teknik “Proportional Random Sampling”. hlm. b. Op.

sampel yang diambil 25% dari jumlah populasi yang ada.5. Adapun penghitungan jumlah sampel adalah : BAGAN II PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL 25 X 122 = 30. maka peneliti menetapkan jumlah sampel dibulatkan menjadi 32 siswa. Maka dalam penelitian ini.87 sampel yang digunakan adalah meliputi siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. yang dipilih secara acak.5 100 Jadi hasil penghitungan sampel 25% dari populasi siswa yang berjumlah 122 siswa adalah 30. Adapun rincian jumlah sampel yang diambil dari tiap kelas adalah sebagai berikut: TABEL IV RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS Kelas IX IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah Jumlah Siswa 31 30 32 29 122 Jumlah Sampel 8 8 8 8 32 .

Op. dan siswa struktur organisasi dan lain-lain di SMA BAKTI Ponorogo.127 Menurut cara memperolehnya. guru Pendidikan Agama Islam. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.88 E.128 Dalam hal ini.129 Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang namanama guru. 130 Suharsimi Arikunto. Data dan Sumber Data Menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.130 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Suharsimi Arikunto. hlm. Teknik pengumpulan data adalah alat Bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. dan siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. diolah dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal. hlm. diolah dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama. Data primer adalah data yang dikumpulkan. 182 129 Ibid. pegawai. hlm. 100-101 128 127 . yang termasuk data primer didalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah.Cit. 102 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan. Op.Cit. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik 2005/2006. data dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu data primer dan data sekunder. F.

89

1. Metode Kuesioner atau Angket Metode kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan-pertanyan langsung yang diajukan kepada responden yang dapat memberikan informasi masalah-masalah yang diselidiki. Menurut Mardalis, angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.131 Angket yang digunakan adalah angket dalam bentuk pilihan yaitu meminta responden untuk memilih salah satu jawaban dari sekian banyak jawaban-jawaban alternatif yang sudah disediakan.132 Penggunaan metode angket dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Pada pertanyaan angket yang kurang lebih terdiri dari 30 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan terdiri dari 4 skor yaitu: TABEL V PENSKORAN Skor 1 2 3 4 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik

131 132

Mardalis, Op.Cit, hlm. 67 Sutrisno Hadi, Metode Research II (Yogyakarta: Andi Offset, 1987), hlm. 160

90

2. Metode Interview Metode interview merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakapdan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.133 Menurut Suharsimi Arikunto interview atau wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.134 Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dari responden melalui percakapan langsung untuk memperoleh data-data tentang Kepribadian Guru PAI yang akan diperoleh dari Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, sebagai penguat dari pada angket yang telah disebarkan pada siswa sebagai respondenya. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari data, informasi yang sudah dicatat atau dipublikasikan seperti buku induk, raport, buku pribadi siswa, dan surat-surat keterangan yang lainnya. Sebagaimana diungkapkan Suharsimi Arikunto bahwa dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.135 Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, visi misi, struktur organisasi, sarana prasarana, data guru,
133 134

Mardalis, Op.Cit, hlm. 64 Suharsimi Arikunto, Op.Cit, hlm. 132 135 Ibid, hlm. 206

91

data karyawan, data siswa, denah lokasi penelitian dan sebagainya. Metode ini dipergunakan sebagai pelengkap dari metode lainnya, dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas data (score) yang diperoleh dari tiap-tiap item maka diadakan uji pendahuluan terhadap angket kepada para responden, kemudian data (score) yang diperoleh diuji reliabilitas dan validitasnya. Sebelum angket digunakan lebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah butir-butir soal yang digunakan sudah valid atau tidak. Uji coba dilakukan kepada siswa sebagai subyek penelitian. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk megetahui kualitas angket penelitian yang dapat dilihat dari tingkat validitas dan reliabilitas angket secara keseluruhan. Sugiyono menyatakan instrument pengumpul data dikatakan valid bila mampu dan dapat mengungkap data atau informasi dari suatu variabel yang diteliti secara tepat dan mampu mengukur apa yang diinginkan atas penelitian tersebut. Tinggi rendahnya koefisien validitas menggambarkan kemampuan mengungkap data atau informasi dari variabel tersebut.136

136

Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian ( Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 110

hlm.cit.00 for windows. op.137 Teknik yang dipakai untuk mengukur validitas adalah korelasi product moment angka kasar dari karl pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. 146 .92 Uji validitas terhadap instrumen penelitian menggunakan perhitungan product Moment. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy N = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY 137 15 Wijaya. deviasi standar. bahwa data yang berskala interval pengukuran statistiknya adalah mean. koefisien korelasi pearson (product moment) dan koefisien korelasi ganda. dengan alasan karena skala data dalam penelitian ini termasuk data interval. Untuk data interval perhitungan statistik yang sesuai adalah product moment. ) Suharsimi Arikunto. Statistika Non Parametric (Aplikasi Program SPSS) (Bandung: Alfabeta. hal ini sesuai dengan pendapat wijaya.

735 0.34 0.34 0.34 0.494 0.443 0.34 0.609 0. Untuk hasil uji kevalidan butir pertanyaan kuesioner dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL VI DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X No.614 0.674 0.544 0.512 0.34 0.611 0.34 0. Dalam survei pendahuluan.374 0.93 Pengujian validitas butir instrumen menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 10.34 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tabel Atau bisa dikatakan . Kriteria butir soal angket dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r valid jika r > dari 0.34 0.414 0.34 0.528 0. yang kesemuanya itu telah dianggap mewakili populasi yang ada.00 for windows. dimana 32 responden ini diambil dari kelas XI IPS yang terdiri dari 4 kelas.646 0. kuesioner diuji cobakan pada responden non sampel sebanyak 32 responden. dengan mengambil responden non sampel sebanyak 8 siswa pada tiap kelasnya.34 0.604 R Tabel 0.34.34 0.34 0.586 0.34 0.434 0.34 0. Butir Instrumen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pearson Correlation R Hitung 0.34 0.644 0.34 0.34 0.

94 18 0.512 26 0.598 20 0. Arikunto menjelaskan tentang reliabilitas bahwa reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.584 30 0.34 0.34 0.514 25 0.34 0.34 0. dan ketepatan suatu alat ukur atau uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran relative konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kamantapan.34 sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.519 28 0. dapat disimpulkan bahwa semua instrumen untuk variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) adalah valid.34 0.475 19 0. hal ini di buktikan dengan nilai masing-masing sari koefisien korelasi dari masingmasing item lebih dari 0.539 22 0.34 0.461 29 0.34 0. Dalam penelitian ini untuk mengetahui realibilitas alat ukur dilakukan .503 23 0.446 27 0.458 (Hasil Uji Kevalidan) 0.34 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel diatas. 2. Uji atau stabil dari waktu ke waktu.34 0. keajegan.34 0.449 24 0.34 0.34 0. Penghitungan realiabilitas dilakukan hanya pada item yang valid.34 0.551 21 0.

2008).95 dengan analisis uji keandalan butir dengan teknik alpha dari Cronbach. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang (Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim.00 for windows Husein Umar.139 Untuk memudahkan proses penghitungan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan computer program SPSS 10.138 Dengan rumus: 2  k   ∑σ b 1 − r11 =   k −1   σ t2       Dimana: r11 k = Reliabilitas instrumen = Banyak butir pertanyaan = Varian total 2 b σ t2 ∑σ = Jumlah varian butir Untuk menghitung varian tiap butir adalah sebagai berikut:19 σ = 2 ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 Dimana: n = Jumlah responden X = Nilai skor (dari butir pertanyaan) Menurut Malhotra jika koefisien alpha >0. 96 19 138 . Jadi kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari alpha cronbach lebih besar dari 0. 120 Ibid 139 Ummamah. hlm.6 maka variabel tersebut sudah dianggap reliabel (handal). hlm.6 maka dapat dikatakan bahwa item-item dalam kuesioner tersebut adalah reliabel. 2009). Metode Riset Komunikasi Organisasi (Jakarta: Gramedia.

Teknik Analisis Data 1. nilai r alpha > r tabel.6 Reliabel H. 0. Editing Editing adalah setelah daftar pertanyaan yang sudah diisi diterima kembali.9142 (Hasil Uji Reliabilitas) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini representatif dalam arti pengukuran datanya dapat dipercaya karena hasil perhitungan diatas adalah standar. Model tahapan analisis ini adalah sebagai berikut: a. langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data tersebut agar dapat digunakan untuk menjawab problematika atau permasalahan yang telah diajukan sebelumnya. yang kurang jelas diperbaiki.96 menggunakan Alpha Cronbach. Tahap Pertama Setelah data terkumpul dari lapangan. kalau masih ada yang belum sesuai dan belum konsisten jawaban dengan . Nilai korelasi (r) dan Alpha Cronbach dapat dilihat pada table dibawah ini : TABEL VII UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI Cronbachs Alpha r Tabel Keterangan 0. maka perlu dibaca kembali.

sedangkan skor total minimal = 30. 3: baik. kalimat pendek atau panjang ataupun hanya “ya” atau “tidak”. 348 Ibid. hlm. 1: kurang. Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia. Sedangkan untuk prestasi belajar peneliti mengambil dari nilai UAS tahun ajaran 2009-2010. Untuk memudahkan analisis. pengolahan data dilakukan dengan skor. hlm. 2: cukup.142 Adapun langkah-langkah peneliti dalam tabulasi ini adalah sebagai berikut: 1. skor total maksimal = 120. Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukkan data kedalam tabel-tabel.141 c. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya. untuk kompetensi kepribadian guru PAI mulai dari nilai 4-1 yaitu: 4: sangat baik. Coding Data yang dikumpulkan dapat berupa angka. 140 141 Muhammad Nasir. jika pengolahan data dilakukan dengan computer.140 b. maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode. dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. 348 142 Ibid. Skoring Setelah data terkumpul. Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban atau kode tertentu sehingga lebih mudah dan sederhana. 355 . Tabulati Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data.97 pertanyaan dikembalikan kepada peneliti atau penyidik untuk diperbaiki atau diisi kembali. Jumlah pertanyaan 30 item. 2003). hlm.

baik. atau kurang). 2.98 2. Rumus untuk mencari lebar intervalnya adalah sebagai berikut:32 i= Jarak Pengukuran ( skor tertinggi − skor terendah) Jumlah Interval Jadi jarak pengukurannya adalah (120 – 30 = 90) yang kemudian dibagi 4 karena intervalnya dikategorikan menjadi 4. cukup. 2001).5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 . hlm. maka 90 : 4= 22.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) 32 Sutrisno Hadi. Klasifikasi Setelah didapatkan skor pengisian kuesioner selanjutnya dilakukan klasifikasi dari skor tersebut (termasuk kategori sangat baik. Klasifikasi didapat dari pencarian lebar interval yakni dengan pengurangan antara skor harapan tertinggi dengan skor harapan terendah. 12 . Penjumlahan Setelah kuesioner diisi dan skor setiap responden didapat selanjutnya skor dijumlahkan. (Yogyakarta: Andi. Statistik.

. Tahap Kedua Adapun sistematika pelaksanaan analisis data pada tahap ini adalah menghitung pengaruh antara dua variabel yakni variabel X dan variabel Y dengan data berbentuk interval. Ho = Tidak ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Menentukan formulasi hipotesis yakni: Ha = Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. 3. Dengan rumus: Prosentase = Keterangan: frekuensi ( f ) X 100% jumlah total frekuensi ( N ) P = Angka Persentase f = Jumlah frekuensi responden /banyaknya individu N = Jumlah keseluruhan responden Cara ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo.99 Selanjutnya dilakukan penghitungan prosentase setiap kategori. Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut: a. Sedangkan untuk prestasi belajarnya peneliti menyesuaikan dengan rumus yang digunakan oleh guru di SMA Bakti Ponorogo.

Harga t hitung ini selanjutnya dikonsultasikan dengan t hitung tabel dengan signifikansi a 5% atau 0. dengan menggunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson. op. Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui Ho diterima dan menolak Ha atau justru sebaliknya.cit. 146 .100 b. Taraf signifikansi 5% berarti bahwa jika kita menerapkan 15 Suharsimi Arikunto.05 jika t > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY c. Uji Hipotesis Setelah t hitung dan t tabel diketahui. hlm. maka langkah terakhir adalah uji hipotesis. Menentukan nilai uji statistik (nilai t) untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.

Apabila peneliti menolak hipotesis atas dasar taraf signifikansi 5% berarti sama dengan menolak hipotesis taraf kepercayaan 95% atau kita yakin bahwa 95% dapat membuat keputusan yang tepat dan 5% membuat keputusan yang salah. .101 kesimpulan penelitian akan ada penyimpangan atau kesalahan sebanyak 5%.

Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo Tahun 1954 Yayasan Koperasi Batik Bakti mendidikan gedung yang merupakan cikal bakal SMA BAKTI sekarang ini. sedang gedung Koperasi Bakti belum dipergunakan. dengan kesepakatan bagi keluarga atau pegawai Batik Bakti yang anaknya ingin belajar di sekolah tersebut tidak dikenakan persyaratan apapun. yang telah disediakan oleh pemerintah. Nama Bakti merupakan sebuah akronim dari Batik Asli Kesenian Timur Indonesia.102 BAB IV HASIL PENELITIAN C. Bapak Dasuki meminta gedung tersebut digunakan untuk SMA Negeri Ponorogo. karena pada tahun 1957 SMA Negeri berdiri dan belum memiliki gedung sendiri. Pada saat itu tujuan didirikannya gedung ini belum konkrit. Tahun 1983 SMA Negeri pindah lokasi ke utara Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pada tanggal 1 . SMA BAKTI adalah sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Bakti yang berdiri sejak ditandatanganinya Akta Notaris SS. Melihat gedung dalam keadaan kosong. SH Nomor 37 Tanggal 19 April 1983 untuk batas waktu tidak ditentukan. Sinilingga. maka atas kesepakatan Bupati Ponorogo. Gambaran Umum Obyek Penelitian 6. namun ternyata banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya disekolah Ma’arif dan Muhammadiyah. maka dibuat kesepakatan oleh Yayasan Pendidikan Bakti untuk mendirikan SMA BAKTI.

722 meter persegi. 7. Demi tertibnya administrasi dan seiring dengan perkembangan zaman maka status SMA BAKTI mulai diperhatikan. Sejak pertama sekolah ini dibuka pada tahun 1983. Pada pendaftaran pertama ini SMA BAKTI telah menerima murid yang ditempatkan menjadi 11 kelas. Status SMA BAKTI Ponorogo adalah sama dengan SMA Negeri lainnya. hingga akhirnya pada tahun 1998 mendapat status Akreditasi dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 33/C. sekolah ini terus melakukan berbagai renovasi hingga tahun terakhir renovasi yaitu tahun 2006. Letak Geografis SMA Bakti Ponorogo SMA BAKTI Ponorogo beralamatkan di Jalan Batorokatong no 24 desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Sekolah ini adalah salah satu sekolah swasta di Ponorogo yang memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah Negeri di Kabupaten Ponorogo. yang tidak kalah juga dari sekolah lainnya. menghadap ke utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : SMP Ma’arif Sebelah Timur : Institut Sunan Giri (INSURI) . Gedung SMA BAKTI Ponorogo yang berdiri pada sebidang tanah seluas 5.103 Juli 1983 dibuka pendaftaran pertama. Awal berdirinya status sekolah tersebut masih terdaftar.C7/Kep/MIN/1998. serta mempunyai wewenang penuh untuk mengurusi rumah tangganya sendiri seperti pelaksanaan Ujian Negara disetiap akhir tahun. dan banyak pula prestasi yang telah diraih.

Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo a. Visi SMA BAKTI Ponorogo Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan iman. kreatif. Visi. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran katif. . 8. dan berwawasan kedepan. 5. dan efektif. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI.104 Sebelah Selatan : Departemen Pendidikan Nasional Sebelah Barat : Dinas Sosial SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. b. UNMUH Ponorogo. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar. 4. STAIN Ponorogo. mutakhir. dan nilai-nilai keagamaan. 3. Misi SMA BAKTI Ponorogo 1. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan berprestasi. serta menjunjung tinggi budaya bangsa. taqwa. STKIP. 6. Mewujudkan pendalaman dan pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap dan tangguh.

Menghasilkan tim olimpiade yang tangguh dan kompetitif. RPP lengkap. kompetensi dasar. Menghasilkan lulusan yang berprestasi sesuai kebutuhan berbagai sektor pembangunan. 2. 7.XI.105 7. Menghasilkan pencapaian standart isi. menghasilkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif. Menghasilkan peserta didik yang berbudi luhur. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. 8. 5. Menghasilkan pemetaan standart kompetensi. Mewujudkan potensi warga sekolah secara optimal terhadap budaya bangsa. 8. 11. . 10. dan aspek untuk semua kelas (X. c. kreatif. dan menyenangkan. 6. meliputi: telah dibuat/ disusun KTSP. Tujuan SMA BAKTI Ponorogo 1. Menghasilkan kondisi sekolah dalam situasi belajar. indikator. 9. 4. Menghasilkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif. Menghasilkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif. sistwm penilaian lengkap. efektif. Pencapaian standart pendidik dan kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1 yang mengajar sesuai bidang studinya.XII) dan semua mata pelajaran. 3. Mewujudkan pembelajaran yang mandiri. Silabus lengkap.

Pencapaian standart pencapaian kompetensi lulusan/ prestasi/ kelulusan. S Dian Avita. KESISWAAN WK. MA W. 13.S. Pencapaian standart proses pembelajaran meliputi : telah melaksanakan pembelajaran metode CTL. SARPRAS WK.106 12. meliputi: pencapaian standart pengelolaan. 14. Arifin Darwin Astuti WK. kurikulum. S. M.Herdiyanto.M. Abrori. Emy. dan administrasi. Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo BAGAN III STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO KEPALA SEKOLAH Drs. Bibid Diono Sugeng PENGELOLA SIM Drs. Pencapaian standart pengelolaan sekolah. S. SDM. KURIKULUM WK.Pd KOMITE SEKOLAH KEPALA TU Drs. pendekatan belajar tuntas dan pendekatan individual.Pd M.Pd Siswanto. sarana prasarana. pembelajaran. 9.Pd PUSTAKAWAN SEKOLAH LABORAN LAB KOMPUTER TEKNISI MEDIA UKS Sundari Diana Tri. Bibid Diono KOORDINATOR BK Dra. K Cholish M.Pd Drs. S.Pd Deny S. M. Darul F.Ag Dra. N. Ganis S WALI KELAS GURU SISWA Keterangan: : Garis Intruksi : Garis Koordinasi Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo . HUMAS I. Agung Pramono. S. kesiswaan.

S. H. H.Pd. M Arifin Decita.Pd MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend.Pd Zamroni. S. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo a. S. Arief Hariyadi Drs.H. S. Sunyoto Drs. Mulyadi Drs. M. S. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia .Pd Drs. Guru di SMA BAKTI Ponorogo ini berjumlah 56 orang. adapun nama-nama guru dan mata pelajaran yang diajarkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA GURU Drs.Pd H. M. M.Pd Hendriyanto.F Agus D Drs. Keadaan Guru Dengan perkembangan yang semakin maju.Windra Herdiyantho. Agung Pramono.107 10. SMA BAKTI Ponorogo selalu melakukan pembenahan yang salah satunya melalui penggunaan tenaga pendidik atau guru. Karena guru sebagai salah satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar yang keberadaanya sangat mempengaruhi proses belajar mengajar itu sendiri dan faktor penentu dalam tercapainya tujuan pendidikan. M. Disamping itu guru merupakan teladan bagi siswa yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk mencapai prsetasi yang memuaskan. Keadaan Guru.

M. S.Pd Dra.Pd Supriyanto. S. L. S. M.Pd Khoirul Huda. S. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni . S.Pd Drs. S. S.Pd Andri Wahyu Pradana. S. M.Pd Siswanto. S.Pd Fajar Riyanto. Fatchurdin Hendro Tri T. S.Pd Dra. S.Pd Nanik Dwi Rahayu. Siti Nurjannah Subhan Masruri. S. Rulio Eko Prapti Sariyono. S. S. Priyo Santoso Amin Hadi. Bibit Diono MATA PELAJARAN Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. Fathoni.Pd Eni Sedarningsih. Emi Sulistyani Nurmin. Surahmad Ariyanto Nugroho. S.Pd M.Pd Daryanto. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. S.S H.A Deny Siswiningsih. S. M. S.Pd Drs. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. S. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. S.Pd Agus Achmadi.108 KODE 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 NAMA GURU Drs. M.Pd Jatu Susilowati.Pd Achmad Junaidi.Pd Dra.Pd Edi Pramono.Pd Dra.Pd Dra.Pd Rohmat Jaenuri.Pd Drs. Darul Farokhi. S.Pd Drs.

Keadaan Karyawan Selain guru karyawan juga merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar. Daim Wibowo Hariyanto. S.Si Dian Evita Nurmalasari. S.Pd Cholis Mahmudah.T Noria Rahmayanti. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. tenang. S. nyaman. dan santai. karyawan yang ada di sekolah dapat menjadi motivator dalam proses pembelajaran. Jadi secara tidak langsung. Informasi dan Komunikasi Piket Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo b.Ag Dra. Sriani Kuntianah. Dengan adanya karyawan ataupun pegawai akan dapat memberikan sesuatu yang positif dalam terlaksananya pembelajaran di sekolah. Adapun nama-nama karyawan atau pegawai di SMA BAKTI Ponorogo dapat dilihat pada tabel dibawah ini: .Pd R. S. S.109 KODE 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Nanang Sudarminto. S.Pd Aris Nur Tantowi. Pembelajaran yang baik adalah berada di lingkungan yang bersih. S.Pd Drs. S. suasana yang kondusif.Pd MATA PELAJARAN Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek.

Siswa sebagai obyek pendidikan tentunya memiliki peranan yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran walaupun hal ini tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan pendidik atau guru dan faktor-faktor yang lainnya. .110 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo c. Keadaan Siswa Siswa dalam hal ini juga merupakan salah satu komponen yang terpenting dari sekian banyak komponen pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

kelas XI berjumlah 200 siswa. yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 299 siswa. Dari 598 siswa. dan kelas XII berjumlah 201 siswa. dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 299.111 Hasil dokumentasi yang peneliti dapatkan di SMA BAKTI Ponorogo jumlah keseluruhan siswa pada tahun ajaran 2009-2010 adalah 598 orang yang terdiri dari kelas X berjumlah 197 siswa. lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No Kelas Paralel Kelas 1 2 1 X 3 4 5 6 Jumlah L 9 19 20 18 17 23 106 P 23 14 13 14 16 11 91 Jumlah 32 33 33 32 33 34 197 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 14 9 19 20 19 20 101 P 24 31 12 10 13 9 99 Jumlah 38 40 31 30 32 29 200 2 XI Jumlah .

112 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 6 5 21 20 20 20 92 P 30 35 11 12 11 10 109 Jumlah 36 40 32 32 31 30 201 2 XII Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo 11. sarana prasarana bukan hanya termasuk komponen penting dalam pendidikan. Keadaan Sarana Prasarana SMA BAKTI Ponorogo Dalam dunia pendidikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Ruang Belajar (Kelas) Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Serba Guna Ruang UKS Koperasi Ruang BP / BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Jumlah 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 . melainkan keberadaanya sangat dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal dan maksimal.

artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. yang semuanya dalam kondisi baik. M.Pd.113 No 11 12 13 14 15 16 17 18 Ruang TU Ruang OSIS Uraian Jumlah 2 1 1 1 1 1 2 5 45 Ruang Multimedia Ruang Ibadah Rumah Penjaga Sekolah Gudang Kamar Mandi/ WC Guru Kamar Mandi/ WC Siswa Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo D. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan . Temuan Hasil Penelitian Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah pengungkapan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang ada didalam pembahasan skripsi ini. menyatakan bahwa guru agama di SMA tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan bidang yang diajarkannya. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo Bapak Drs. Agung Pramono. disini ada pengkhususan untuk guru agama. ada 5 guru agama di sekolah ini. Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau sebagai berikut: ”alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. Dan sesuai dengan data yang diperoleh peneliti maka dapat disajikan sebagai berikut: 1.

Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik”. dan terbuka. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. seperti sholat dan ngaji. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. termasuk juga tes ibadahnya. Kepribadian guru di SMA Bakti Ponorogo ini telah memenuhi syarat sebagai guru yang baik untuk siswanya. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. agar Visi. Jadi sudah jelas apa yang disampaikan oleh kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo diatas mengindikasikan bahwa para guru. . Bapak Sunyoto Menyatakan : ”seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. fatonah. Menyikapi kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud”. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. khususnya guru PAI yang ada di SMA Bakti Ponorogo ini telah memiliki standar kompetensi kepribadian yang baik. serta bisa mengerti kondisi siswanya”. seperti ungkapan kepala sekolah berikut : ”sepanjang pantauan saya. saling akrab. bapak Agung Pramono menyatakan sebagai berikut : ”Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. tabligh. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. amanah. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga”.114 jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an.

disiplin. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. hal ini sesuai juga dengan penjelasan UU RI no 14 pasal 8 tahun 2005. penuh kasih sayang. tanggung jawab. baik. penuh tanggung jawab. jujur. dimana seorang guru dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa-siswanya. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat . mendidik siswa dengan penuh kesabaran. Untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru PAI SMA Bakti Ponorogo ini. peneliti mambaginya menjadi empat kategori: sangat baik. kurang dengan memberikan skor standar terhadap masingmasing kategori. dan terbuka. maka diperoleh jumlah minimal yang didapat adalah 61 sedangkan jumlah maksimal yang didapat adalah 109. cukup. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. akrab. jujur. Menyikapi pentingnya kompetensi kepribadian guru. penuh kasih sayang. harus bisa menguasai siswa. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. Berdasarkan hasil angket mengenai kompetensi kepribadian guru yang disebarkan pada responden sebanyak 32 siswa. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. khususnya guru PAI. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu”. adil. kepala sekolah dan para guru di SMA Bakti Ponorogo sependapat bahwa hal itu sangat penting sekali bagi guru. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. Jadi kualifikasi kompetensi kepribadian guru PAI harus memiliki indikator seperti menjadi guru yang bisa dijadikan suri tauladan oleh siswanya.115 Ditambahkan pula oleh bapak Arif Hariadi sebagai berikut: ”mendidik siswa dengan penuh kesabaran. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. Hal ini dikarenakan guru adalah personifikasi dari sebuah nilai. adil. disiplin.

5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 .120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) Skor standar diatas. Dari nilai tersebut dicari lebar intervalnya adalah 120 – 30 = 90. Sedangkan skor harapan terendah adalah 30 (hasil perkalian 1 dengan 30) dan skor tertinggi adalah 120 (hasil perkalian 4 dengan 30). sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian.25%) pada kategori sangat baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian.62%) pada kategori cukup yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Karena intervalnya di kategorikan 4 maka maka 90 : 4= 22.116 penggolongan untuk melihat baik atau kurangnya kompetensi kepribadian guru. menghasilkan 17 responden (53. Seperti yang terlihat pada tabel berikut: . 10responden (31. 5 responden (15.

seperti yang diungkapkan dari hasil wawancara dengan guru PAI Bapak Sunyoto: ”Prestasi siswa disini cukup bervariasi.25% 53.62 % 0 Total (Penghitungan persentase) 30 100 % Dari hasil wawancara dan juga hasil analisa kuesioner diatas.117 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Interval 99 . Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi. 2. dapat diketahui bahwa secara keseluruhan guru PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki aspek kompetensi kepribadian yang baik. dan masih tetap memenuhi standar yang telah ditentukan. ada yang sesuai dengan standar minimal.12 % 16. 14 tahun 2005.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 Frekuensi 10 17 5 0 Persentase (%) 31. ada pula yang sangat memuaskan. karena semua itu . bahwa hasil prestasi belajar yang didapat oleh siswa bervariasi. artinya masih memenuhi kualifikasi kompetensi guru PAI yang diharapkan oleh semua pihak dan sesuai juga dalam UU RI no. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan”. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Prestasi siswa di SMA Bakti Ponorogo semuanya memiliki hasil yang bervariasi.

guru adalah sosok uswatun hasanah. Menurut para guru di SMA Bakti Ponorogo ini. semua itu dilakukan untuk memberantas buta huruf al-Qur’an. yang bekerjasama pula dengan yayasan Qurrota A’yun. dan untuk siswa perempuanya diadakan pengajian. maka pihak sekolah SMA Bakti Ponorogo ini mengadakan berbagai bimbingan sekolah yang tertuang pada muatan lokal ibadah dan al-Qur’an. dan juga beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhinya. Dalam semua kegiatan yang diadakan di SMA Bakti ini. jadi jika bukan guru . seperti yang telah diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi yaitu : ”Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga”. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. sholat jumat berjamaah untuk siswa laki-laki.118 tergantung dari bagaimana suasana belajar itu tercipta. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. semua guru juga ikut serta didalamnya. dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi presatasi belajar siswa. seperti sholat dhuhur berjamaah setiap hari. Dari pernyataan itu bapak Sunyoto menambahkan. dan khusus untuk hari jumat semua siswa diwajibkan memakai seragam panjang dan memakai jilbab. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. Selain itu ada kegiatan rutinitas juga. Selain itu faktor lingkungan juga. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap nilai-nilai agama. khusus hari jumat. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu sangat menentukan prestasi belajar siswa.

pribadi guru yang mereka harapkan itu ada. Dengan adanya semua kegiatan serta rutinitas yang ada. bahwa antara guru dengan siswa memang harus terjalin jembatan hati satu sama lain. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rata-rata KD/Ulangan Harian + Nilai UAS 2 Pembobotan = Nilai Rata-rata Ulangan Harian/Blok + Nilai UAS 3 Adapun keterangan terhadap angka-angka yang ada pada daftar nilai adalah sebagai berikut: .119 yang memberikan contoh terlebih dahulu. peneliti melakukan interview dengan bapak Arif Hariadi selaku guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Dari data prestasi belajar yang peneliti dapat di SMA Bakti Ponorogo memang bervariasi. sehingga berpengaruh langsung pada antusias siswa serta kesenangan siswa terhadap apapun yang mereka pelajari. sudah jelas seorang guru itu mampu mencerminkan kepribadiannya dengan baik. nilai minimal yang didapat siswa adalah 70 sedangkan nilai maksimal yang didapat oleh siswa adalah 96. maka siswapun kurang antusias untuk melaksanakanya. Karena dengan kegiatan itu mampu terjalin kedekatan serta keterbukaan antara siswa dengan guru. dan semua itu tergantung pada kepribadian guru masing-masing. kemudian untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa di SMK Bakti Ponorogo. sehingga prestasi belajarnyapun bisa meningkat. Bisa terlihat jelas.

120

TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Skor
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Berdasarkan skor diatas, diperoleh 21 responden (65.62%) termasuk kategori sangat baik, 11 responden (34.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Persentasenya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Interval
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Frekuensi
21 11 0 0 0

Persentase (%)
65.62% 34.37 % 0% 0% 0%

Total
(Penghitungan persentase)

32

100%

Dari hasil analisis diatas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki prestasi belajar ditingkat yang sangat baik.

121

Adapun penyajian data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dari seluruh sampel yang peneliti ambil adalah sebagai berikut:

TABEL XVII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA No Nama 1 Anita Andriani 2 Cherry Rahayu 3 Erry Lusiana 4 Frendi Pratama Aditya 5 Januar Christianto 6 Luki Dwi Susanto 7 Titho Dwi Jatmiko 8 Veri Aditya 9 Deny Priyanto Putra 10 Fandi Tri Saputro 11 Hendrik Bayu Prayogo 12 Luky Ariantama 13 M. Fajar Eko S 14 Ratna Ayu Febrianti 15 Ria Ayu Wijayanti 16 Tony Budiarto 17 Alfian Widya Permana 18 Bayu Ranantyo Bismoko 19 Dhani Widya Kristiawan 20 Eva Lustiviana Mency 21 Farid Mashudi 22 Laras Wulan Pratiwi 23 Lendra Wahyu Wijaya 24 Novita Dwi Purnawati 25 Deva Citra Sari 26 Eva Ayu R.S 27 Khasuna Kartika Dewi 28 Ovy Ruhinda Esty 29 Riko Dian Wijaya 30 Vito Angga Endrianto 31 Wika Krisna Arifandi 32 Yogik Bagus JUMLAH NILAI RATA-RATA L/P P P P L L L L L L L L L L P P L L L L P L P L P P P P P L L L L Kelas XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 Prestasi Belajar 75 70 74 75 80 90 72 73 80 70 82 90 80 80 86 70 75 94 90 92 70 92 90 92 80 96 70 95 90 85 90 95 2643 82.59

Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo

122

Mengenai data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas XI SMA Bakti Ponorogo yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa yang nilai keseluruhan dari sampel tersebut adalah 2643. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa dibagi dengan jumlah responden, yakni 2643:32= 82.59.

3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo
Untuk membuktikan pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo, peneliti melakukan analisis dengan bantuan komputer program SPSS 10.00 For Windows, tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, yang diketahui sebagai berikut:

TABEL XVIII PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
Correlations X Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X 1.000 . 32 .514** .003 32 Y .514** .003 32 1.000 . 32

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

514 dan nilai r tabel 0. P-value lebih kecil dari 0. dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0.. bahwa aspek tertentu kompetensi kepribadian guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.003. Kemudian untuk taraf signifikansi pvalue = 0. .05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keselarasan antara teori dengan fakta yang ditemukan dilapangan.123 Dari hasil penghitungan diatas.34.

dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan.124 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. apakah sudah menjadi teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten. Dalam PP no 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu kompetensi yang terpenting dari beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. arif. dan berakhlak mulia. menjadi teladan bagi peserta didik. dan berwibawa. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya. Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia. Dari beberapa pengertian diatas. stabil. dewasa. sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantab. kemampuan. pada penjelasan pasal 28 ayat 3 butir b. kekuasaan. kewenangan. sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu .

hlm. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Op. 701 . kemudian skor cukup antara 53-75 dengan frekuensi sebanyak 5 responden. Kepribadian adalah faktor yang sangat penting dalam kesuksesan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Oleh karena itu keberhasilan kegiatan belajar mengajar tergantung pada kompetensi guru yang mencakup empat kompetensi tersebut terutama kompetensi kepribadian guru yang mempengaruhi kompetensi guru yang lainnya. Cit.143 Melalui penyebaran angket dengan sampel sebanyak 32 siswa menunjukkan suatu hasil skor yang bagus. Dari 32 responden tersebut menilai dengan skor sangat baik antara 99-120 dengan frekuensi sebanyak 10 responden. dan yang terakhir yaitu skor kurang antara 30-52 dengan frekuensi 0 responden. yang lebih banyak memerlukan pengalaman langsung. Posisi guru PAI dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Agama Islam. 143 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. kemudian diikuti skor baik antara 76-98 dengan frekuensi sebanyak 17 responden.125 kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.

Cit. Dr.144 Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. Op. memiliki kompetensi kepribadian guru yang mencapai taraf baik. Syaiful Bahri Djamarah juga menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid 144 145 yang Dimyati. Mujiono. terutama nilai dari aspek kognitifnya.126 Sedangkan hasil dari distribusi angket dalam kategori pengklasifiasinya dalam prosentase. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. hlm. kompetensi kepribadian guru PAI di lembaga tersebut berada pada taraf yang baik.12 %. Jadi prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. hlm. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”145. 36 .62 % sebagai kategori sangat baik dan cukup. yaitu dengan jumlah frekuensi sebesar 53. Cit. sisanya frekuensi sebesar 31. B. 79 Oemar hamalik. Op.25% dan 16. Prestasi Belajar Siswa Ponorogo pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Prestasi belajar dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. Dari hasil pengkategorian ini dikatakan bahwasanya guru PAI yang mengajar pada lembaga pendidikan ini.

37 % dari semua sampel yang ada. Berdasarkan prosentase diatas. 1994). dan untuk kategori baik terdapat 11 siswa dengan prosentase 34. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional. maka terbukti bahwa nilai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa di SMA Bakti Ponorogo berada pada kategori sangat baik. jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dibagi dengan jumlah responden.127 berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum. karena memiliki nilai pada interval 80 sampai dengan 100. maka penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo ini memiliki prestasi yang sangat baik.59. dan hasil dari jumlah nilai keseluruhan responden mencapai 2643. Dari hasil rata-rata yang telah ditemukan yakni 82. yakni 2643 : 32 = 82. Syaiful Bahri Djamarah.62% dari semua sampel yang ada. 21 146 . maka peneliti memperoleh hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo yang menunjukkan nilai rata-rata dalam kategori sangat baik. Hal ini terbukti dari penghitungan data yang didapatkan. karena uasaha siswa dalam meraih prestasi belajarnya telah mencapai kompetensi kelulusan minimal yang telah ditentukan.59. hlm. untuk kategori sangat baik terdapat 21 siswa dengan prosentase 65.146 Dari data yang diperoleh setelah melakukan penelitian.

kemampuan.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI diSekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih.128 C.514 dan p-value = 0.003. Sebab.00 For Windows hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) dengan variabel Y (prestasi belajar siswa). maka peneliti mengolah data tersebut dan kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Product Moment dari Karl Pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. profesional. hal ini dapat diketahui melalui nilai r hitung sebesar 0. Dari perolehan data melalui penyebaran angket mengenai kompetensi kepribadian guru PAI dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam proses penelitian. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai seorang pendidik. dan memenuhi kualifikasi yang cukup dalam mendukung profesinya. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Dalam menjalankan tugasnya guru harus memiliki suatu kecakapan. kepribadian. Diantaranya adalah kompetensi paedagofik. dan sosial. Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. P-value lebih kecil dari 0. .

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI. yang menggunakan pendekatan kuantitatif diketahui hasil yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI yang dimilikinya dengan prestasi belajar PAI yang mereka dapatkan. sudah dapat menjawab rumusan masalah yang ketiga dari skripsi ini yang menanyakan tentang adanya pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa di SMA Bakti Ponorogo.129 Sesuai dengan penelitian yang dilakukan di SMA Bakti Ponorogo. . disamping kompetensi yang dimiliki guru lainnya memiliki peran dan fungsi serta berpengaruh secara signifikan dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI yang didapatkan oleh siswa di sekolah. Bukti adanya pengaruh ini.

59. 2.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) atau tidak satupun responden pada kategori cukup. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. yaitu 21 responden (65. kurang dan sangat kurang. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis. .62%) pada kategori cukup. 5 responden (15. Hal ini terbukti dari 32 responden yang diteliti terdapat 10responden (31.130 BAB VI PENUTUP A.12%) pada kategori baik.17 responden (53.25%) pada kategori sangat baik. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo menunjukkan bahwa sebagian besar rata-rata prestasi belajar yang mereka raih berada pada kategori sangat baik. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah 82.62%) termasuk pada kategori sangat baik. 11 responden (34. Kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian yang berada pada taraf yang baik.

dengan selalu mengadakan evaluasi pembelajaran. Terus mengembangkan mutu serta kualitas yang sudah dimiliki oleh guru. seyogyanya untuk: 1. Kompetensi kepribadian guru PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo.514 dan 0.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Saran Sesuai hasil penelitian yang ada. B. karena seorang guru harus memiliki integritas kepribadian yang baik dan komitmen yang tinggi. 2. peneliti menyarankan kepada pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo.131 3.34. sehingga antara apa yang diajarkannya sudah tercermin pada sosok guru tersebut. atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan secara intern. P- value lebih kecil dari 0. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai r nilai r tabel hitung sebesar 0. Mempertahankan kompetensi yang sudah dimiliki oleh setiap guru. baik itu kompetensi profesional. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. karena mutu serta kualitas guru lebih diutamakan. yang langsung berpengaruh pula pada hasil prestasi belajar siswa yang juga menentukan masa depan Sumber Daya Manusia. Terutama kompetensi kepribadian. paedagogik. kepribadian maupun sosial. . terutama aspek guru yang merupakan aspek penentu yang dominan dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar.003.

Jakarta: BumiAksara . Belajar dan Pembelajaran.132 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena. 2000. Bumi Aksara Hadi. Moh. Iqbal. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa. M. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Darajat. Jakarta: Ghalia Indonesia Hamalik. Malang: UM Press Hurlock. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. 2001 Media Pendidikan. 2004. Lindra. 1987. Skripsi. Yogyakarta: Andi Offset Lestyo Dwi. 1982. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Suharsimi. 2008. Metode Research II. Abdul. Rineka Cipta: Jakarta _______ 2005. 2002 Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30. Pasuruan: PT. Sanapiah . 2006. Jakarata: PT. Jakarta: Rineka Cipta Amin. 2002. Jakarta: Rineka Cipta Faisal. Oemar. Surabaya: MEKAR Djamarah. 2004 Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Surabaya: Usaha Nasional Ghofir. 2006Ilmu Pendidikan Islam. Garoeda Buana Indah Baharuddin. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Bumi Aksara Dimyati. Manajemen Penelitian. Elizabeth. Perkembangan Anak Jilid 2. Mujiono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Zakiyah dkk. Malang: Universitas Negeri Malang Mardalis. 1990. 2007. 1992. Jakarta: Penerbit Erlangga Hasan. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Sutrisno . Zuhairini. Syaiful Bahri .

2004. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono.Rosda Karya Majid. Metode Penelitian. E. Winarno. Dahlan Al Barry. Bandung: PT. Psikologi Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya . Muhammad . 2006.A. Jakarta: Raja Grafindo Persada Syah. Jakarta: Ghalia Indonesia Pius A. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: ARLOKA. Bandung: CV Alfabeta _______ 2007. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Purwanto. Landasan Psikologi Cet-3. Anas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Mulyasa. Jogjakarta: Ar Ruzz Media Nasir. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. 2007. Lexy. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Slameto. Bandung: PT. 2005. 1980. 2004. 2007. Statistik Untuk Penelitian. Muhibbin. 2004. 2003. Remaja Rosdakarya Muhaimin. 2005. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nurdin. Bandung: CV Alfabeta Surakhmad. M. 2008. Bandung: Tarsito Sudijono. P dan M. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. Psikologi Pendidikan. Abdul . Jakarta: Rineka Cipta Sukmadinata. Muhammad. Metode Penelitian Kualitatif . Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. 1988.133 Moleong. Ngalim . Kiat Menjadi Guru Profesional. Pengantar Statistik Pendidikan. Nana Syaodih. Jakarta: Raja Grafindo Persada _______ 2002. 2007.

Bandung: Citra Umbara. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah . Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim Wijaya. Muhibbin. Nur. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Wahib. Rineka Cipta Winkel. Abdul Mustaqim. Jakarta: Kencana Young. 2005/2006. 2008. George G. Ilmu Pendidikan. 1991. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Metodologi Pendidikan Agama. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik Umar. Jakarta: PT Gramedia Wahab. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang. Solo: Ramadhani _______ 1983. 2006 Uhbiyati. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam.134 Syah. Membaca Kepribadian Orang. Jakarta: PT. 2009.Jakarta: Balai Pustaka. Shaleh. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. disadur oleh Dwi Sunar P. Psikologi Pengajaran. Tabrani Rusyan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Abu Ahmadi. Psikologi Pendidikan. 2004. 2008. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: Gramedia Ummamah. 1991. Jakarta: Rineka Cipta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Jogjakarta: THINK Zuhairini. dkk. Cece. Husein. 1991. 1993. Cet-3. 1990. 1996. 2008.

135 .

LAMPIRAN III Tabel I DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pertanyaan Guru bersemangat dan energik saat pelajaran berlangsung Penjelasan guru dalam menerangkan pelajaran mudah dimengerti Guru mampu menahan amarah jika ada murid yang gaduh dikelas Guru mampu menahan emosi jika perasaanya tersinggung Guru mampu menempatkan diri (tidak membawa masalah pribadi kesekolah) Guru bersikap dewasa (memberi nasihat dan membantu kesulitan siswanya saat pelajaran berlangsung) Guru memulai pelajaran dengan berdo’a Guru masuk kelas tepat pada waktunya Guru memiliki ilmu pengetahuan yang luas Guru memberikan pengarahan dan membimbing siswa untuk berbuat baik. dan disiplin Guru memiliki jiwa kepemimpinan yang patut disegani Guru memiliki perilaku yang berpengaruh positif bagi peserta didik (bertutur kata dengan santun dan lemah lembut) Guru berpenampilan sopan dan rapi di sekolah Gaya / cara mengajar guru membuat peserta didik tertarik dan senang Guru mampu bersosialisasi dengan para guru dan karyawan Guru mampu menyampaikan pelajaran dengan luwes dan baik Guru mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah Guru memiliki sikap yang sederhana dan rendah hati Guru mampu bersikap adil dalam menangani masalah peserta didiknya Guru tidak membeda-bedakan terhadap semua peserta didiknya Guru memberikan nilai sesuai kemampuan peserta didik Guru berkata dan bersikap jujur dalam segala hal Guru menegur siapapun peserta didiknya yang melakukan kesalahan Cara guru dalam menyampaikan pelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Guru mau menerima kritik dan saran dari peserta didiknya Guru mampu bersikap terbuka terhadap peserta didik Guru mampu menunjukkan moral yang baik Guru mampu menunjukkan sikap yang dapat diteladani Guru bersikap sabar dalam membimbing dan membina peserta didik Guru mampu menunjukkan akhlakul karimah / akhlak mulia dilingkungan sekolah SL SR KD JR : Selalu : Sering : Kadang-kadang : Jarang Pilihan Jawaban SL SR KD JR Keterangan: . jujur. sabar.

Data siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo . Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 2.LAMPIRAN IV PEDOMAN DOKUMENTASI 1. Visi. Data karyawan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 6. Struktur organisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 4. misi dan tujuan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 3. Data guru Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 5.

Pd Drs. S. Fatchurdin Hendro Tri T. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi .Pd BIDANG STUDI Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. S.Pd Dra. Emi Sulistyani Nurmin. S. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati.Pd Fajar Riyanto.Pd. S.Pd H. Arief Hariyadi Drs. S.LAMPIRAN V TABEL II DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA GURU Drs.Pd Drs. M. H.Pd Agus Achmadi. S. S. M. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. M. Mulyadi Drs. L.S H. H.Windra Herdiyantho. S.Pd Drs. S. M Arifin Decita.Pd Drs. S. S.A Deny Siswiningsih.Pd Jatu Susilowati.Pd Edi Pramono. S.Pd Drs.Pd Hendriyanto. S.F Agus D Drs. M.Pd Zamroni.Pd Supriyanto. S. S. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. Sunyoto Drs. Agung Pramono.H. Surahmad Ariyanto Nugroho. M. M. M. Fathoni.Pd Nanik Dwi Rahayu. M. S.Pd Dra. Priyo Santoso Amin Hadi.

S.KODE 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Daryanto.Si Dian Evita Nurmalasari. S. S.Pd Siswanto.Pd Khoirul Huda. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. Siti Nurjannah Subhan Masruri.Pd Dra. M. S. S.Pd R.Pd Drs.Pd Dra. S.Pd Rohmat Jaenuri.Pd BIDANG STUDI Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. S. S. S. S.Pd Dra. S. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. S. S.Pd Eni Sedarningsih.Pd Aris Nur Tantowi. Bibit Diono Nanang Sudarminto.Pd Drs.Pd M.T Noria Rahmayanti. Informasi dan Komunikasi Piket . Daim Wibowo Hariyanto.Pd Andri Wahyu Pradana. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek.Pd Cholis Mahmudah.Pd Achmad Junaidi.Ag Dra. S. Darul Farokhi. S. S. S. Sriani Kuntianah. S. Rulio Eko Prapti Sariyono.

LAMPIRAN VI TABEL III DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - .

LAMPIRAN VII TABEL IV NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 1 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11201 2 11203 3 11205 4 11222 5 11227 6 11231 7 11233 8 11236 9 11238 10 11242 11 11243 12 11247 13 11262 14 11264 15 11276 16 11277 17 11312 18 11292 19 11293 20 11298 21 11310 22 11314 23 11331 24 11342 25 11346 26 11350 27 11370 28 11376 29 11377 30 11381 31 11386 XI IPS 1 Nama Siswa Ana Saritin Anita Andriani Andriani Sartika Cherry Rahayu Desy Dwi Hidayanti Devi Ragina Setiyaningrum Dewi Prasetyowati Diah Dwi Subekti Diana Mayasari Diyonna Nur Faid Donni Setyawan Dwi Ratnawati Erna Rahmawati Erry Lusiana Frandy T. Mustamiin Novan Alifudin Rahmad Mardani Rangga Mei Sandra Ricky Dwi Prasetya Suprio Hadi Dinata Titho Dwi Jatmiko Tomy Nur Ulinnuha Trimo Diatmiko Veri Aditya . Wardana Frendi Pratama Aditya Gelar Predik Heru Suyoko Ihfan Ayoga Januar Christianto Luki Dwi Susanto M.

LAMPIRAN VIII TABEL V NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 2 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11219 2 11224 3 11225 4 11232 5 11409 6 11254 7 11269 8 11271 9 11278 10 11283 11 11289 12 11294 13 11309 14 11311 15 11313 16 11321 17 11323 18 11333 19 11344 20 11348 21 11237 22 11363 23 11367 24 11369 25 11373 26 11378 27 11382 28 11394 29 11398 30 11402 XI IPS 2 Nama Siswa Bella Eka Nugraheni Dedi Irawan Deny Priyanto Putra Dewi Ayu Wulandari Dimas Adi Saputra Elinda Pamungkas Evi Dwi Jayanti Fandi Tri Saputro Frida Ratnasari Guntur Priyo Wicaksono Hendrik Bayu Prayogo Ika Setyowati Lisa Putri Anggraini Luky Ariantama M. Fajar Eko S Miky Yoan A.P Muhtar Arifin Nugroho Rhomadhoni Ratna Ayu Febrianti Ria Ayu Wijayanti Rudi Prasetyo Setyo Budi Sri Ani Lestari Subangkit Hadi P Syamsul Ghofur Tony Budiarto Tunjung Redianto Widianto Winda Harum Nur C Yophi T .

LAMPIRAN IX TABEL VI NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11188 2 11195 3 11196 4 11197 5 11198 6 11209 7 11211 8 11212 9 11214 10 11216 11 11217 12 11234 13 11244 14 11249 15 11252 16 11258 17 11267 18 11272 19 11274 20 11291 21 11299 22 11303 23 11306 24 11307 25 11312 26 11316 27 11318 28 11332 29 11360 30 11371 31 11380 32 11389 XI IPS 3 Nama Siswa Aan Febrian Pratama Ahmad Dedy Ardiansyah Akuan Fiki Ferdiana Alex Devi Adi S Alfian Widya Permana Asep Dwi Pamungkas Bachtiar Afandy Bagus Prasetyo Wibowo Bayu Kuncoro Aji Bayu Ranantyo Bismoko P Bayu Suwandra Dhani Widya Kristiawan Dony Tanagar Eftik Nurdhianti Ekka Ayu Wulansari Elyph Bayu Setyo Utomo Eva Lustiviana Mency Farid Mashudi Febriyanti Heri Kurniawan Juwita Mwilasari Kresna Bernadi Laras Wulan Pratiwi Lendra Wahyu Wijaya Luluk Wardhani May Venty Vivi Ariska Mega pristian N Novita Dwi Purnawati Santi Rubiani Susi Irianawati Tri Endah Oktaviani Vivi Novitasari .

S Galih Kukuh R Khasuna Kartika Dewi Muhammad Tri Atmja Noor Muhammad S Ovy Ruhinda Esty Priyo Utomo Puji Rianto Purqon Maulana Riko Dian Wijaya Riska Khusnul Khotimah Sam Brayura Wikan Siti Asyiah Trahu Tomijati Vito Angga Endrianto Widyo Jiwandani Wika Krisna Arifandi Widi Setyawan Yogik Bagus Yopi W .LAMPIRAN X TABEL VII NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11190 2 11193 3 11194 4 11208 5 11215 6 11221 7 11225 8 11226 9 11228 10 11266 11 11281 12 11301 13 11324 14 11330 15 11337 16 11338 17 11339 18 11341 19 11351 20 11352 21 11359 22 11364 23 11379 24 11408 25 11395 26 11396 27 11397 28 11393 29 11399 XI IPS 4 Nama Siswa Adibyo Tri Susilo Agus Irawan Agustina Herlinawati Arum Nurwitasari Bayu Mardyan Saktyo Budi Siswono Debby Agung Prihananto Desy Alifati Mustafida Deva Vitra Sari Eva Ayu R.

Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Apakah kepribadian seorang guru PAI berpengaruh pada prestasi belajar PAI siswa? . Menurut anda seharusnya seperti apa profil seorang guru.LAMPIRAN XI TABEL VIII DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA No 1 Nara Sumber Kepala Sekolah Pertanyaan 1. Bagaimana kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 5. khususnya pada mata pelajaran PAI? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini memiliki kompetensi kepribadian yang baik? 4. Sepanjang pantauan anda apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini sudah memenuhi kualifikasi kompetensi seorang guru yang diharapkan? 3. khususnya pada pelajaran PAI? 3. Bagaimana keadaan guru PAI Di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Menurut anda factor apa saja yang mempengaruhi kepribadian seorang guru? 6. Menurut anda pentingkah kepribadian guru itu? Alasanya! 4. Menurut anda bagaimana kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 2 Guru PAI 1. khususnya guru PAI? 5.

. amanah. Seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. (jika bernuansa islami. guru digugu lan ditiru.35 – 10. Semua perkataan seorang guru di percaya dan tingkah laku guru ditiru oleh siswa. Sunyoto _ Guru PAI : Ruang Perpustakaan : Jumat/13 November 2009 : 10. dari segi masyarakat. tabligh. 3.55 WIB 1. karena kedekatan guru dengan anak-anak dan faktor yang lainnya juga. 5. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan 2. ada yang sesuai dengan standar minimal. Jadi jika keduanya itu bisa terbangun dengan baik pasti jadi seorang guru yang profesional. Kondisi latar belakang keluarga. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga. pembinaan dari pihak sekolah (faktor intern. Prestasi siswa disini cukup bervariasi. 4. Jadi uswatun hasanah buat anak-anak.LAMPIRAN XII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. fatonah. semangat religi dari keluarga yang kurang. 6. Jelas sangat berpengaruh. lingkungan. mereka akan menyesuaikan dilingkungannya. dan teman bergaul yang juga mewarnai prestasi belajar mereka. dan ekstern). ada pula yang sangat memuaskan. itu juga akan membentuk karakter guru itu). Sangat penting.

5. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga. Selain itu faktor lingkungan juga. cukup baguslah kalau melihat latar belakang mereka yang bermacammacam. Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. karena guru selain mengajar juga menjadi suri tauladan bagi siswa. adil.45 – 10. sehingga memicu anak untuk berbuat hal yang sama. jujur. . misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. Sangat penting juga. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. Mendidik siswa dengan penuh kesabaran. Arief Hariadi _ Guru PAI : Ruang Guru : Selasa/10 November 2009 : 09. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. karena dalam mata pelajaran PAI diajarkan nilai-nilai agama yang menuntut guru itu untuk mempraktikan nilai-nilai itu. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. Pribadi seorang guru yang disukai siswa pasti akan menumbuhkan semangat belajar siswa.LAMPIRAN XIII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. tanggung jawab. Sangat berpengaruh yang pasti.10 WIB 1. 4. 3. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. apalagi seorang guru agama. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. disiplin. Mungkin faktor pendidikan dan sosial keagamaan serta lingkungan yang kuat pada ajaran agama pastilah jauh lebih memiliki pribadi yang baik. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. 6. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. 2. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. penuh kasih sayang. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu.

serta bisa mengerti kondisi siswanya . guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. agar Visi. Selama ini guru agama disini sangat mencerminkan kepribadian yang baik kepada warga dilingkungan sekolah ini. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik 3. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. saling akrab. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. Selain itu guru agama juga harus bisa menjadi contoh baik di sekolah maupun di masyarakat. seperti penguasaan materi / bahan ajar. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud 2. dan memiliki kompetensi guru. memiliki kecakapan.Pd _ Kepala Sekolah : Ruang Kepala Sekolah : Kamis/19 November 2009 : 09. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. ada 5 guru agama di sekolah ini. yang semuanya dalam kondisi baik. disini ada pengkhususan untuk guru agama. 5.LAMPIRAN XIV DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. Alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. Guru PAI haruslah bisa memenuhi kompetensi yang telah ditentukan. Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab.35 WIB 1. Agung Pramono. seperti sholat dan ngaji. 4. M. Sepanjang pantauan saya. artinya sesuai dengan syarat-syarat yang ada dalam undang-undang guru itu. dan terbuka. termasuk juga tes ibadahnya.15 – 09. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. kreatif.

000 .003 32 1. . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.514** . (2-tailed) N X 1.000 .003 32 Y .01 level (2-tailed).Correlations Correlations X Pearson Correlation Sig. 32 Y **. Correlation is significant at the 0. 32 .514** .

9142 32.0 N of Items = 30 .LAMPIRAN XXI Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .

6773 .1563 Std Dev .0 32.0000 2.7666 Cases 32.7620 .7666 . 25. 5.8750 3.8032 . 2.0 32.9063 3. 15.8799 . 27.0 32. 30.0 32.8750 2.0313 3.0 32.0 32.7822 .0 32.0 32. 21.0 32.2500 3.0 32.0 32.0 32.9375 3.9375 3.8561 . 12. 20.8007 . 16.0 32.6949 . 29. 3.0 32.2500 3. 28.0 32.1563 3.0 32.8799 .8032 . 8. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 2.0 32.0 32.6949 . 10. 7.3438 3.7184 .LAMPIRAN XXII Reliability ****** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean 1. 13.0 32. 4. 24.1563 2. 26.0 .8750 2.0313 3.0 32. 19.6016 .7500 3. 11. 22.0938 2.7931 . 9.7344 .8930 . 6. 14.0 32.8707 .2500 3.7666 .0 32.8707 .0 32.9375 3.0 32.0 32. 18. 17. 23.7594 .0313 3.7822 .0000 2.7594 .9755 .8400 .8032 .8750 2.0313 2.0625 2.0 32.0 32.1563 2.2500 3.8400 .7399 .9063 3.1563 3.9688 2.0 32.9375 3.8466 .0 32.

5938 Item Variances Max/Min Variance 2.0213 Mean 3.0 Statistics for Scale Mean 91.0146 Mean .1875 Variance 163.1757 Maximum .8676 - .7500 Maximum 3.3438 Range .2629 Minimum -.0247 Mean .9377 .0968 Maximum .6330 Minimum .2540 Std Dev 12.0108 Mean .3619 Maximum .5897 Inter-item Covariances Max/Min Variance 5.R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) N of Cases = 32.1658 Minimum -.2159 .5806 - Inter-item Correlations Max/Min Variance 3.6295 .0000 .7771 N of Variables 30 Item Means Max/Min Variance 1.6919 Range .4839 Range .9516 Range .0396 Minimum 2.

.6069 .7742 155.9137 X2 . .3208 . .2188 88.2813 88.5688 .1250 88.2500 88.5718 .3959 .3125 88.0313 88.9375 Deleted Correlation if Item Total Multiple Scale Variance Corrected Item- Squared 154.9104 X20 . .3861 150. .1875 88.9130 X6 .9113 X10 .1563 87.5065 .9120 X3 .3387 152. .4375 88.6355 .9090 X4 .4476 154.1603 156.9096 X17 . .1573 150.4971 .9103 X18 .5958 152.2500 88.9121 X14 .9375 87.9116 X12 .9081 X16 .R E L I A B I L I T Y H A) A N A L Y S I S - S C A L E (A L P Item-total Statistics Scale Mean Alpha if Item if Item Correlation X1 . .1683 150.0313 88. . .9112 X21 .4806 . .8458 152.9102 X13 . .7052 .9128 X11 .9125 X19 . . . .5574 .3853 .6411 153. . .6070 . .1563 87.9114 Deleted Deleted 88.3125 88.9106 X7 .9139 X15 .9375 88.4022 152.1895 151. .6411 150. .4237 .5467 .9022 154.0313 88.4922 .3551 .1875 88.5504 .3125 88.2813 87. .9101 X5 .5806 149.4468 .8347 .5696 .9097 X9 .9102 X8 .3508 155.7893 151.8024 152.9375 88.4587 .5121 149.9315 151.

2500 88.9125 X29 .4774 .0313 87.9145 .1563 88.4194 154.9119 X25 .3871 154.9126 88.3910 . .5554 151. . . .9990 156.8700 . . .X22 .9117 X28 .7329 151. .4521 .5383 .4086 .4623 . Reliability Coefficients Alpha = .7167 152.8438 88.5232 155.1563 88.4626 .9124 X26 .9119 X23 .4100 .3125 88.9131 X27 .0938 88.4476 154.9142 30 items Standardized item alpha = . .9106 X30 .4163 .9126 X24 .0313 154.2500 88.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful