1

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

2

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

3

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO
SKRIPSI

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

Telah disetujui pada tanggl 29 Januari oleh Dosen Pembimbing

Drs. Bashori NIP 194905061982031004

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP 196512051994031003

196205071995031001 . 194905061982031004 Penguji Utama Drs.Ag NIP. MA. Muhammad.Ag NIP. I) Pada tanggal 8 Februari 2010 Ketua Sidang Drs. Suaib H. H.4 HALAMAN PENGESAHAN PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Faizah Usnida Rusdiyati (05110140) Telah dipertahankan di depan dewan penguji dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S. NIP. H. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. M. 195712311986031028 : : : : Mengesahkan. Zainuddin. Pd. 194905061982031004 Sekretaris Sidang Muhammad Walid. M. M. 197308232000031002 Pembimbing Drs. Bashori NIP. Bashori NIP.

Sahabat-sahabatku yang telah mengenalkan aku pada makna perjalanan panjang kehidupan ini melalui ungkapan-ungkapan bijaknya (Mb. motivasi serta dukungan baik moral. Rufi. Guru-guru ananda yang telah menjadi obor penerang jejak langkah ananda ”jasamu tidak akan pernah terlupakan” Tanpa kehadiran beliau semua ananda tidak akan tahu kemana kaki ini Harus melangkah menapaki dunia ini. dan amal kalian diterima oleh Allah serta menjadi ahli surga.. Semoga kalian masuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan setiap anak manusia. Evy.. material maupun spiritual demi keberhasilan putra-putrimu dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai ridho_Nya. Vivy. Karyaku ini ku persembahkan untuk orang-orang yang selalu hidup dijiwaku Ayah tercinta (H. Mbak Aini.. ku pasti selalu merindukan kalian semua..kakak yang tersayang (Musthofa Syaifuddin Abrori dan Eva Nur Lailatul Fitriah) serta adikku tercinta (Masrur Muhtadi Muhtar) semoga cahaya ilmu. segala puji syukur dan terima kasihku kepada Allah Yang telah memberikan aku kebahagiaan dengan memberikan orang-orang Yang selalu ada disampingku dan menyayangiku. Teman-temanku di Wisma Melati tercinta (Mbak Umamah. Mustadjab) Bunda tersayang (Hj Syafa’atu Amanah) dan yang tanpa kenal lelah memberikan kasih sayang. Ida. Bu Silvy) yang mengenalkan lagu-lagu keberanian di hatiku dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saatku berkecil hati. Pipit) yang telah menjadi penyemangat dalam kebersamaan. Kakak. Kalianlah orang pertama yang melekat di hati ananda. Hima. . Tria.mbak Khusnul.5 PERSEMBAHAN Alhamdulillah. mbak farida. hikmah dan irfani menjadi pelita yang menerangi setiap perjalanan kalian dimasa depan. Amin Ya Ilaihal Alamin.

©!$# tx.sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. 2004). hlm. 595 1 . Al-Ahzab 21)1 Departemen Agama RI. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. ô‰s)©9 #ZŽÏVx.6 MOTTO ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x.

mohon dimaklumi adanya. bahasa maupun teknik penulisan. baik dari segi isi. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di Malang Assalamu’alaikum Wr. Bashori Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Faizah Usnida Rusdiyati Lamp: 4 (Lima) Eksemplar Malang. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Demikian.7 Drs. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama : Faizah Usnida Rusdiyati NIM : 05110140 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul skripsi : Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. 29 Januari 2010 Kepada Yth.Wb. Pembimbing Drs Bashori NIP 194905061982031004 . Maka selaku pembimbing.Wb. Wassalamu’alaikum Wr.

8 SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Malang. Januari 2010 Faizah Usnida Rusdiyati . dan sepanjang pengetahuan saya. bahwa dalam skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo” tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

selaku Dekan fakultas Tarbiyah Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang 3. Bapak Drs Bashori selaku Dosen Pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan keihklasan di tengah-tengah kesibukannya meluangkan waktu memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik dan rapi. 2. Menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini. M. M. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. karunia dan hidayah-Nya Akhir dengan kepada judul penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Bapak Drs. 4. Moh. Bapak Prof.Pd. Bapak Dr.9 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulilllah ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat. Zainuddin. Dr. telah banyak pihak yang membantu memberikan bimbingan dan motivasi maka penulis ingin menyampaikan ucapan terimaksih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada: 1. . selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. MA. Padil.

selaku guru PAI yang membantu memberikan data untuk penyelesaian skripsi ini.10 5. Bapak Imam Abrori. Bapak Drs. yang selalu memberi motivasi baik moril maupun spirituil dalam menyelesaikan tugas ini. H. 9. Bapak Drs. 29 Januari 2010 Penulis . M Arief Hariadi. Penulis menyadari bahwa hasil penyusunan Tugas Akhir ini masih belum sempurna. 10. M.Pd selaku kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo. 7. Agung Pramono. Sahabatku Yuni rahmawati yang dengan sabar dan tulus mendampingi peneliti dalam melakukan penelitian ini. MA selaku waka kurikulum yang memberi pengarahan dan meluangkan waktunya untuk mencari data. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo yang banyak membantu terutama menjadi responden sehingga peneliti mendapat data dalam penyelesaian tugas akhir. Ayahanda dan Ibunda yang paling kusayangi. Sunyoto. 6. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua puhak demi mendorong untuk perbaikan Tugas akhir ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca Malang. dan Drs. 8.

.................... 96 ....11 DAFTAR TABEL TABEL I TABEL II JABARAN VARIABEL ............................... 90 TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 .... 91 TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ........................ 67 PENSKORAN ....................................................................................................... 92 TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU .......................... 65 RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS .......................................... 10 PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR . 64 TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI . 73 UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI...................................................... 69 DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X ......................................................................... 87 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ............... 76 TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ....... 78 TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009/2010 .......................................................................

......................101 PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI ..................................................... 102 ......12 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ...................... 100 TABEL XVII TABEL XVIII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA ............. 97 TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA .............................................................. 100 TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA ...........................................

...........13 DAFTAR BAGAN BAGAN I BAGAN II BAGAN III RANCANGAN PENELITIAN .......................................... 86 .............................. 67 STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO .................................. 63 PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL .............

........... xiv ABSTRAK .......................... ix DAFTAR TABEL ................ Rumusan Masalah ................. iii HALAMAN PENGESAHAN .............. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................. 7 D............ i HALAMAN JUDUL ........................... 1 A........................... 6 C............................................................. Ruang Lingkup Pembahasan............................................................................................................ Tujuan Penelitian ........................................................................ 7 E.......................................... ii HALAMAN PEESETUJUAN.......................14 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .................................................................................................................................................................................................................. Manfaat Penelitian ......................................................................... Latar Belakang Masalah.......................................................................................... Definisi Operasional ................................................................................................................................................................. v HALAMAN MOTTO ..... viii KATA PENGANTAR ............... 11 ...... vii HALAMAN PERNYATAAN.......................................... xi DAFTAR BAGAN .................................................................................................................... 8 F. xviii BAB I.............................. PENDAHULUAN ........................................................... xiii DAFTAR ISI.................................................................................................................................. Hipotesis Penelitian ...... 9 G.......................................................................................................................................................... 1 B.................. vi HALAMAN NOTA DINAS .........................

................... 23 3. 52 1.............. Pendidikan Agama Islam .................. 63 .......................... 56 D.................................... Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI ....................................... Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru PAI ............................. Pengertian Prestasi Belajar Siswa ................................... Pendekatan dan Jenis Penelitian .................................. 11 BAB II.........Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam ...................Pengertian Pendidikan Agama Islam ...................... 57 2....... METODE PENELITIAN . 38 B................................................................................... 55 3....... Sistematika Pembahasan ........ 62 A............. 40 1.... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa ................ 52 2. KAJIAN PUSTAKA .................. 57 1........... 14 A. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ....... Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ............ 14 1............................................................Tujuan Pendidikan Agama Islam ................................................... Prestasi Belajar Siswa .............................. Kompetensi Kepribadian Guru PAI ................... Lokasi Penelitian ............15 H............. 40 2.......... 14 2........... 62 B...................... Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI ......................................................................................... 60 BAB III....... 42 C................................ Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ...... 59 3................ Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI .....................................

..... 71 H. Keadaan Guru. Teknik Pengumpulan Data .............................................. Variabel Penelitian .. 83 3. Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo . 102 ................................................................................................................ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...... 82 2....................................................................................... 93 1.................................................................. 76 BAB IV..... Letak Geografis SMA BAKTI Ponorogo ........ 68 F... 65 E.................................. 97 3............................16 C................. GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN ................. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo .. 68 G.......... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ......................................... Visi................................ 82 A................................................ TEMUAN HASIL PENELITIAN .... 87 B................ 64 D..... Uji Validitas dan Reliabilitas .................................... Teknik Analisis Data................... 93 2......................... Data dan Sumber Data ...... 82 1.......... 86 5................... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ............ 84 4... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ..................................... Populasi dan Sampel ................................. Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo ................... Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo ....

.......... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ................................ 106 C....17 BAB V......................... 108 BAB VI.... 104 A..................................... 104 B... PENUTUP ....................................................................... Saran ................. Kesimpulan .................................................... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ..................................................... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ............ 111 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN ... PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ...................................... 110 B....................................................................................................................................................... 110 A.......................

Terkait dengan hal tersebut akan dibahas tentang bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.62%) termasuk kategori sangat . Sedangkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang paling tinggi berada pada kategori yang sangat baik. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. 5 responden (15.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) observasi. serta apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Prestasi Belajar Siswa.25%) pada kategori sangat baik. Jurusan Pendidikan Agama Islam. yaitu pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. karena usaha seorang guru untuk tampil menjadi pribadi yang sesuai harapan anak didiknya. maka secara umum masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini. Hal ini terbukti dari pengisian angket yang menghasilkan 10responden (31. Bashori Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian Guru. Fakultas Tarbiyah. karena secara langsung atau tidak langsung segala permasalahan tersebut bisa mempengaruhi prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Untuk mengantisipasinya diperlukan adanya profil seorang guru PAI yang mampu menampilkan sosok kualitas personal atau pribadinya dalam menjalankan tugasnya. Faizah Usnida. setiap kegiatan pembelajaran pendidikan agama akan berhadapan dengan permasalahan yang kompleks. 3) dokumentasi. serta sikap seperti apa yang harus ditunjukkan dalam proses pembelajaran. langsung dituntut untuk mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut. dalam keadaan atau kondisi seperti apa ajaran agama itu berikan. 2009. tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks.17 responden (53. 2) wawancara. 4) kuesioner atau angket. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo memiliki kategori yang baik. misalnya masalah peserta didik dengan berbagai latar belakangnya.62%) pada kategori cukup dan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Skripsi. Guru yang terkait. dan bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam tidak hanya menyangkut transformasi ajaran dan nilai. yaitu 21 responden (65. bagaimana cara atau pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran agama itu. Berdasarkan uraian diatas. Dalam arti. Dosen Pembimbing: Drs. dapat mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar PAI.18 ABSTRAK Rusdiyati.

Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0.514 dan nilai r tabel 0. . Jika r hitung > r tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam penelitian ini.34. kurang dan sangat kurang. digunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel .19 baik.003.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar PAI siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Dan hasil dari rumusan Product Moment dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. 11 responden (34. P-value lebih kecil dari 0.

5 3 2 . yang harus mendapat perhatian sentral. hlm.3 Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Mulyasa. dan latihan bagi peranannya dimasa akan datang.2 Kualitas pendidikan yang bagus adalah kunci untuk bersaing diera global. maka pendidikan menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalani jika ingin berhasil dalam persaingan global. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. karena guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. 2007). Pendidikan sendiri pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. Guru yang profesional dan berkualitas adalah guru yang memiliki kompetensi. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik. 2001) hlm.20 BAB I PENDAHULUAN A. 2 E. Media Pendidikan (Jakarata: PT. pertama dan utama. Bumi Aksara. guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. pengajaran. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen Oemar hamalik. Terlebih dengan semakin pesatnya persaingan pendidikan diera global. Latar Belakang Dunia pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia.

26 6 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Op.5 Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. kompetensi kepribadian guru itu meliputi. keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya.21 “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik.7 Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbara. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. hlm. Op. Sebab. Cit. dan berwibawa. hlm. kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. 701 7 E Mulyasa. 117 4 . Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet-3. Jakarta: Balai Pustaka. 2006). kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. kepribadian yang mantab. dan stabil. Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. hlm. 1990). kompetensi kepribadian. hlm. dewasa. arif.4 Penguasaan empat kompetensi tersebut mutlak harus dimiliki oleh setiap guru untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional seperti yang disyaratkan Undang-undang guru dan dosen. Cit. 9 5 E Mulyasa.6 Mengacu kepada standar nasional pendidikan yaitu pasal 28 ayat 3 butir b.

serta pembentukan pribadi siswa itu sendiri. baik di kelas maupun di luar kelas. Akan tetapi. dalam beberapa kasus tidak jarang seorang guru yang mempunyai kemampuan mumpuni secara pedagogis dan profesional dalam mata pelajaran yang diajarkannya. respek terhadap siswa. mengapa pendidikan kita masih kurang ada peningkatan hasil dan mutu yang lebih baik. hal tersebut kurang menyentuh terhadap peningkatan kompetensi kepribadian guru. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran yang mempengaruhi langsung pada prestasi belajar mereka. sehingga prestasi belajar mereka juga kurang adanya peningkatan. yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas belajar dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu. Kepribadian seorang guru. baik melalui pelatihan workshop maupun penataran guru mata pelajaran. ikhlas dan dapat diteladani. tetapi implementasinya dalam pembelajaran kurang optimal. jujur. Hal ini boleh jadi disebabkan tidak terbangunnya jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dengan siswanya. Seperti upaya dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru. Jadi kita pantas bertanya. seperti pribadi . Pribadi guru yang santun. kompetensi guru yang termasuk didalamnya yaitu kompetensi kepribadian guru adalah indikator yang sangat penting dalam proses pembelajaran. padahal banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. Dalam hal prestasi belajar siswa.22 mempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

luwes. arif dan sederhana termasuk sorotan utama yang bisa menciptakan suasana yang tenang. Sementara itu. luwes. Pentingnya kualitas kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mendorong siswa untuk belajar dan untuk meningkatkan prestasi belajar dengan maksimal. serta keluwesan diabaikan oleh beberapa guru dengan alibi bahwa antara siswa dan guru harus ada batas yang memisah. namun setidaknya usaha untuk . berwibawa. Padahal kompetensi kepribadian yang dicerminkan oleh guru melalui sifatnya yang terbuka.23 yang bersifat terbuka. dan menyenangkan yang dibutuhkan oleh siswa. menarik. sehingga kebutuhan akan keterbukaan. adil dan bijaksana merupakan sifat yang dibutuhkan siswa dalam diri seorang guru. yang akhirnya memberikan dorongan kesenangan siswa pada mata pelajaran guru tersebut. fenomena dunia pendidikan pada saat ini banyak sekali guru yang tidak faham dan mengerti akan kebutuhan ini. berwibawa. keterbukaan atau pribadi yang terbuka antara siswa dengan guru tidak harus terjadi karena hal itu akan merusak citra personalnya sebagai seorang guru. adil. bijaksana. untuk menambah kesemangatan mereka dalam proses belajar mengajar yang semua itu berpengaruh pula pada prestasi belajar siswa. meskipun bukan sesuatu yang mudah untuk mengukur dan menilai aspek-aspek kepribadian guru. simpatik dan menarik. sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru dengan prestasi belajar siswa. artinya masih banyak guru yang beranggapan bahwasanya keluwesan.

dan guru dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang diberikan secara lebih baik demi keberhasilan dalam mengembangkan dirinya secara optimal. Dengan hasil penelitian ini guru diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya. Alasan mengapa peneliti ingin melakukan penelitian di SMA BAKTI Ponorogo adalah karena SMA BAKTI Ponorogo adalah termasuk salah satu SMA Favorit di Ponorogo. Penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai posisi penting dan . Keberhasilan SMA BAKTI Ponorogo tersebut. yang telah menghasilkan output yang berprestasi memuaskan dan berkhlak baik. karena mutu SMA BAKTI Ponorogo yang sudah terpercaya. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul: “PENGARUH KOMPETENSI BELAJAR KEPRIBADIAN SISWA DI GURU TERHADAP PRESTASI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO”. tidak lepas dari kompetensi guru yang dimiliki dan hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian. Peneliti ingin mengetahui apakah kompetensi guru.24 mengungkap kompetensi kepribadian guru melalui tanggapan siswa merupakan salah satu usaha untuk memperoleh gambaran tentang kepribadian guru yang diharapkan siswa. khususnya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru di SMA BAKTI Ponorogo merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Sekolah ini menjadi pilihan para siswa dan orang tua siswa sebagai tempat menimba ilmu.

25

pengaruh yang besar terhadap prestasi siswa. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin, yang berjudul “pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“, menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. Maka dari itu perlu diadakan penelitian lapangan agar kebenaran dari teori-teori yang ada dalam buku-buku dapat diverifikasi dengan kenyataan di lapangan. Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat teori dan memberi informasi kepada kalangan akademisi bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar PAI mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap tercapainya prestasi belajar siswa dan membantu bagi tercapainya tujuan pendidikan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo? 3. Apakah terdapat pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo?

26

C. Tujuan Penelitian Tujuan pendidikan mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya pendidikan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kempetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo 2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo 3. Untuk membuktikan besarnya pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian skripsi ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas khasanah pengetahuan, sedangkan secara praktisi penelitian ini bermanfaat: 1. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya. 2. Bagi Guru Bidang Studi Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dalam proses belajar mengajar, sehingga

27

proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini memberi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka peningkatan pembinaan dan pengembangan mutu dan kualitas sekolah 4. Bagi Siswa Dengan mengetahui kompetensi kepribadian guru, maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan uantuk menyesuaikan cara belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. 5. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan pengalaman dan latihan dalam memecahkan masalah yang nyata serta memperoleh gambaran yang nyata tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar PAI siswa.

E. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara empiris (hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti dibawah dan “thesa” yang berarti kebenaran).8 Jadi hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban

M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 150

8

Ruang lingkup pembahasan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan arahan dan gambaran mengenai permasalahan inti yang akan diteliti dalam pembahasan skripsi agar lebih terfokus. sekaligus menghindari timbulnya persepsi lain. Keterbatasan penelitian.28 sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Penelitian hanya dilakukan di kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo Suharsimi Arikunto. Penelitian ini dilakukan di SMA BAKTI Ponorogo 2. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). 2006). b. 71 9 . Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dilakukanya penelitian. a. Adapun ruang lingkup pembahasan ini meliputi : a. hlm. Ruang Lingkup Pembahasan 1. Subyek penelitian Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo c. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Rineka Cipta: Jakarta. F.9 Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ha : Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Variabel Ada 2 variabel dalam penelitian ini.

jujur dan obyektif . dan dewasa .memiliki akhlak yang mulia. dan psikomotorik. bijaksana dan sederhana Sumber Data . arif. Cece Wijaya. Variabel Kompetensi kepribadian guru Indikator .wawancara dalam bertindak.bisa menjadi teladan bagi peserta didik . Penelitian tentang kompetensi kepribadian guru PAI merupakan hasil dari persepsi siswa dan hasil wawancara guru PAI dan Kepala Sekolah.Guru PAI . M.nilai rapor dari segi kognitif. dan berwibawa .memiliki sifat yang terbuka .Angket . Tabrani Rusyan) Prestasi belajar .memiliki kepribadian yang adil.Pd dan Drs.memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik.Wawancara .memiliki kepribadian yang mantap.Kepala sekolah Metode . Mulyasa.Siswa . JABARAN VARIABEL No 1.29 b. Penelitian hanya untuk mengetahui bagaimana kompetensi kepribadian guru PAI dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo c. stabil. (dalam E. luwes. mata Dokumentasi . TABEL I. pelajaran 2.memiliki kepribadian yang disiplin. . Guru siswa afektif.

serta berakhlak mulia sehingga dapat memberi teladan bagi peserta didik. kepercayaan atau perbuatan seseorang. H. Kajian pustaka meliputi landasan teori yang memuat pembahasan umum tentang kompetensi kepribadian guru PAI. benda) yang ikut membentuk watak.10 2. hipotesis penelitian. definisi operasional. ruang lingkup Pembahasan. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang. Uraian dalam bab I ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara umum tentang penelitian yang akan dikaji. tujuan penelitian. manfaat penelitian. Bab Kedua. dan sistematika pembahasan.30 G. berwibawa. Merupakan bab pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah. hlm. Sistematika Pembahasan Agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh. 204 10 . karakteristik Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1990). perumusan masalah. Prestasi belajar adalah tingkat kemampuan atau hasil yang dicapai siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan belajar yang diukur melalui ulangan semester yang ditunjukan dengan angka yang berupa nilai rapor siswa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. maka sistematik penulisannya dapat dirinci sebagaimana berikut: Bab Pertama. Definisi operasional Dalam penelitian ini terdapat definisi operasional sebagai berikut : 1.dewasa. Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa kepribadian yang mantab dan stabil. 3.

Bab Ketiga. struktur organisasi SMA BAKTI Ponorogo. keadaan guru. Lalu akan dibahas juga tentang pengertian Pendidikan Agama Islam. keadaan siswa dan keadaan sarana prasarana di SMA BAKTI Ponorogo. visi. keadaan karyawan. terdiri dari: sejarah berdirinya SMA BAKTI Ponorogo.misi dan tujuan SMA BAKTI Ponorogo. data dan sumber data. letak geografis SMA BAKTI Ponorogo. teknik pengumpulan data. dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. lokasi penelitian. ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. Merupakan bab yang menerangkan tentang metode penelitian yang digunakan peneliti dalam pembahasannya meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. tujuan Pendidikan Agama Islam. data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI . dan pentingnya kompetensi kepribadian guru PAI. uji validitas dan reabilitas dan yang terakhir adalah teknik analisis data. variabel penelitian. yang meliputi: kompetensi kepribadian guru PAI pada mata pelajaran PAI. populasi dan sampel. Bab Keempat. dan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.31 kompetensi kepribadian guru PAI. Dan yang terakhir yaitu kompetensi kepribadian guru PAI dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Pada bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian. prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Kemudian akan dibahas tentang pengertian prestasi belajar siswa. meliputi gambaran umum obyek penelitian. Kemudian penyajian data tentang: data kompetensi kepribadian guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo.

dan mempunyai arti penting bagi keseluruhan penelitian serta untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Bab Kelima. bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif. dan data pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari hasil bab terdahulu. Bab Keenam. . Pada bab ini akan membahas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya. Bab ini menjelaskan tentang pembahasan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti di lapangan.32 Ponorogo.

Dahlan Al Barry. tt). kekuasaan dan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menentukan suatu tujuan. hlm.11 Dalam kamus ilmiah populer diartikan sebagai kecakapan.13 Kompetensi guru mempunyai banyak makna. 453 Pius A. hlm. Pengertian kompetensi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Op. kewenangan. Op. dijelaskan bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. P dan M.33 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hal ini sesuai dengan beberapa pendapat diantaranya adalah sebagai berikut: Broke and Stone mengemukakan bahwa kompetensi guru sebagai descriptife of qualitative nature of teacher 11 12 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dan perilaku yang harus dimiliki. dihayati. hlm. Cit. Kompetensi Kepribadian PAI 1. kewenangan. 353 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 10 Tentang Guru dan Dosen. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu. dan kemampuan. 4 13 . Cit. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: ARLOKA. ketrampilan.. kekuasaan.12 Jadi kompetensi merupakan suatu kemampuan. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”16. ketrampilan. Abdul Majid menjelaskan “kompetensi adalah seperangkat tindakan intelagen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu18. Op. hlm. hlm. Cit). hlm. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”17. hlm. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. Tabrani Rusyan. 8 16 E Mulyasa. dalam (Mulyasa. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 25 Cece Wijaya. afektif. 1991). Kurikulum Berbasis Kompetensi. ketrampilan. dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. konsep. Mc Ashan. “kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Charles E. Jhonsons. hlm. menyatakan bahwa kompetensi atau kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan15. 2007). Op. dan implementasi(Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2003). sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. Mulyasa. E. karakteristik. “kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan. Mulyasa. 5 15 14 . kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti14. 38 17 Mc Ashan. 38 18 Abdul Majid.34 behavior appears to be entirely meaningful. Cit.

20 Jadi penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa kompetensi guru adalah suatu kemampuan. Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan. Op. Meski begitu. dalam (Abdul Majid. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berifikir dan bertindak”19. tidak jarang diantara kita yang belum paham benar tentang pengertian kepribadian baik secara bahasa maupun pendapat dari beberapa ahli. tetapi mencakup sesuatu yang tidak kasat mata.35 Sedangkan Depdiknas merumuskan definisi “kompetensi sebagai pengetahuan. Sedangkan istilah kepribadian itu sendiri sudah tidak asing lagi dalam percakapan kita sehari-hari. Cit. 26 . tetapi juga 19 20 Depdiknas. nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. ketrampilan. kecakapan serta kewenangan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menyandang profesinya sebagai seorang guru mencakup pengetahuan dan perilaku yang mendukungnya dalam melaksanakan tanggung jawab atau tugasnya sebagai seorang guru secara baik dan professional. Dari uraian diatas. Kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu didalam pelaksanaan tugastugas pendidikan. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati. Op. Mulyasa. 6 E. hlm. Cit). hlm. Kepribadian bahasa inggrisnya adalah “personality” yang berasal dari bahasa Yunani “per” dan “sconare” yang berarti topeng.

Bahwa kepribadian seseorang itu bersifat dinamik dalam hubunganya dengan lingkungan c. kepribadian diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. disebutkan inti mengenai kepribadian adalah sebagai berikut24: a.21 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. 2007). 155 24 Baharuddin. hlm.Pd. hlm. makin jelas polanya. bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tetapi didalam perubahan itu terlihat adanya pola-pola tertentu yang tetap. Bahwa kepribadian itu merupakan suatu kebetulan yang terdiri dari aspek-aspek jasmaniah dan rohaniah b. Landasan Psikologi (Cet-3. 701 23 Ngalim Purwanto.36 berasal dari kata “personae” yang berarti pemain sandiwara. hlm. 136 22 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.22 Kepribadian itu relative stabil. Cit. Bahwa kepribadian seseorang itu berkembang dengan dipengaruhi faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar Nana Syaodih Sukmadinata. kepribadian itu selalu berkembang. 209 21 . Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Didalam kehidupan manusia dari kecil sampai dewasa/ tua. Pengertian stabil disini bukan berarti bahwa kepribadian itu tetap dan tidak berubah.23 Dalam bukunya Dr. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena (Jogjakarta: ArRuzz Media.I. Op. makin jelas adanya stabilitas. 2005). H. dan mengalami perubahan-perubahan. Baharuddin. Makin dewasa orang itu. M. yaitu pemain yang memakai topeng tersebut. hlm. 2007).

Op. Didalam organisasi kepribadian itu memiliki sesuatu cara pengaturan atau pola hubungan tersebut adalah cara dan pola tingkah laku. banyak hal yang harus diorganisasi. hlm. menetap. Cit. Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system. Nana Syadih Sukmadinata yang berjudul Landasan Psikologi Menyebutkan empat makna dari rumusan kepribadian menurut Allport. Kepribadian individu bukan sesuatu yang statis. tidak berubah.37 Definisi diatas mendekati apa yang dikemukakan oleh Gordon W. tetapi kepribadian tersebut berkembang secara dinamis. 210 Nana Syaodih Sukmadinata. Kepribadian merupakan suatu organisasi. yaitu26: a. that determines his unique adjustment to his environment. Keseluruhan pola tingkah laku individu membentuk satu aturan atau sistem tertentu yang harmonis. 25 26 Ibid. yang menunjukan sesuatu pola hubungan fungsional. Alport yang menyatakan. Kepribadian bersifat dinamis. Organisasi juga punya makna bahwa sesuatu yang diorganisasi itu memiliki sesuatu cara atau sistem pengaturan. Pengertian organisasi merujuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks. mengandung banyak aspek. hlm. 138-139 . b. [kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang memberikan corak yang khas dalam caranya menyesuaikan diri dengan lingkunganya]25 Dalam bukunya Prof Dr.

Meskipun pola-pola umumnya sama tetapi selalu terbuka kesempatan untuk pola-pola khusus baru. perkembangan manusia dinamis membentuk suatu lingkaran terbuka atau spiral. tetapi selalu dalam interaksi dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. bukan saja dilatar belakangi oleh potensi-potensi yang dimilikinya. berfikir.38 Perkembangan manusia berbeda dengan binatang yang statis. yang melakukan semua perbuatan itu adalah individu. maka berjalan bukan hanya dengan kakinya tetapi dengan seluruh aspek kepribadiannya. melamun. Kepribadian individu selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya. Bukan kaki yang berjalan tetapi individu. dan sebagainya. Kalau individu berjalan. Dinamika kepribadian individu ini. yaitu suatu kesatuan antara aspek-aspek fisik dengan psikis. Kepribadian meliputi aspek jasmaniah dan rohaniah. d. tetapi keduanya membentuk satu kesatuan. dengan manusia lain. Demikian pula kalau individu itu berbicara. c. Kepribadian individu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari lungkungannya dan . tetapi sebagai makhluk sosial mansuai selalu berinteraksi dengan lingkunganya. Kepribadian bukan hanya terdiri atas aspek psikis. yang megikuti lingkaran tertutup. Kepribadian adalah suatu sistem psikofisik. lepas dari lingkungannya. Lingkungan manusia juga selalu berada dalam perubahan dan perkembangan.

39 berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. hlm. baik secara individual ataupun klasikal. yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Aspekaspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seorang individu. Ainurrofiq Dawam M.27 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu kebulatan yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang bersifat khas atau unik serta dinamis dalam hubungannya dengan kehidupan sosial.A. 2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hlm. Op. 32 27 . 288 29 Syaiful Bahri Djamarah. profesinya) mengajar. Cit. 225 28 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.29 Dr. atau khas. kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran. 2000). dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). hlm. Harus digugu artinya segala sesuatu yang Muhibbin Syah. N. Sedangkan pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya. baik disekolah ataupun diluar sekolah.28 Drs. Ametembun yang dikutip dalam bukunya Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. Menurut tinjauan psikologi. sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap. perasaan.A dalam pengantar wacana buku kiat menjadi guru professional menyatakan bahwa: Guru dalam bahasa jawa adalah seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua muridnya. Interaksi atau penyesuaian diri individu dengan lingkungannya bersifat unik. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta.

Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. hlm. Op. cara bicara.30 Guru adalah tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. kompetensi kepribadian. Seorang guru juga harus ditiru yang artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. hlm. 256 30 . Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar Ruzz Media. hingga cara berperilaku sehari-hari. Segala ilmu pengetahuan yang datangnya dari sang guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan dan diteliti lagi. Cit. 2008). rasa dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal mendidik. dalam arti mengembangkan ranah cipta. 17 31 Muhibbin Syah. kompetensi Muhammad Nurdin.31 Dari beberapa uraian pengertian diatas jelas bahwa guru pendidikan agama islam berarti orang pilihan yang pekerjaanya mengajarkan ilmu agama islam dengan memiliki pengetahuan serta perilaku yang dapat dipercaya dan diyakini kebenaranya juga menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya. Mulai dari cara berfikir. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid.40 disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.

41 sosial. stabil. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”32. Kompetensi kepribadian guru sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Sedangkan pengertian kompetensi kepribadian sendiri dalam Standar Nasional Pendidikan. 9 33 . hlm. 117 hlm. Op. Cit. Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. E. arif dan berwibawa. karena sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya. Apalagi seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik. Dalam hal ini. tetapi dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. Mulyasa. guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia33. Op. kekuasaan. kemampuan. Cit. dewasa. kewenangan yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran pendidikan agama islam yang semua itu 32 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. bahkan kompetensi ini menjadi landasan bagi kompetensi-kompetensi lainnya. pasal 28 ayat (3) butir b.

arif. dan dewasa Mantab berarti tetap. Mulyasa. 558 . dewasa. Cit. Seperti yang telah dijelaskan dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 ayat 3 butir b. Karena pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan khususnya dalam pembelajaran dan dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan 34 35 E. 2. hlm. kukuh.42 terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dan khas (berbeda dengan orang lain). kuat.35 Pribadi mantap berarti orang tersebut memiliki suatu kepribadian yang tidak tergoyahkan (tetap teguh dan kuat). Cit. Op. dikemukakan bahwa: seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap.34 Guru yang memiliki kompetensi kepribadian adalah guru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Memiliki kepribadian yang mantap. dan berwibawa serta guru harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya dan juga berakhlak mulia. stabil. stabil. Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. 120 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. Op.

Kepribadian yang mantap dan berkeyakinan ini menekankan pada tiga hal yang merupakan landasan gaya kepribadiannya : kebenaran. Dia adalah orang yang dapat meyakinkan. teman. Kepribadian ini memperjuangkan hal-hal yang diyakini benar secara tenang. berarti dia memiliki keteguhan dan kematangan dalam hal George G. Ia dapat bersikap kompetitif. untuk bertanggung jawab dan mendapat kehormatan dari keluarga. kekeraskepalaan ini dilunakkan oleh ketenangan dan kemampuannya untuk menyelami dan ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang lain. dia berusaha untuk melakukan apa yang benar. tapi ulet bahkan secara keras kepala. mahir dalam mendapatkan bantuan orang lain dan dalam mengejar cita-citanya. ia memang ramah tamah. Young disadur oleh Dwi Sunar P. dan kebutuhannya. 2008). perasaan. dan hubungan lainnya. hingga mengurangi sikap agresifnya dan memberi kesan menyenangkan. Kepribadian ini menghendaki bersikap ramah tamah dan dalam kebanyakan hal.36 Jadi. tapi dia melakukannya tidak berlagak dan bernada merendahkan. hlm. 215 36 . Namun demikian. sekalipun ia akan berusaha untuk menyadari kehadiran orang lain itu. Membaca Kepribadian Orang (Jogjakarta: THINK. Senantiasa dalam segala hal. seorang guru PAI diharapkan memiliki kepribadian yang mantap.43 baik. profesional dan dapat dipertanggung jawabkan. guru harus memiliki kepribadian yang mantap. tanggungjawab. dan kehormatan. tindakan kasar dan ketidak perdulian bukanlah gayanya.

hlm. karena ketakutan menimbulkan kekuatiran untuk dimarahi dan hal ini membelokkan konsentrasi peserta didik38.37 Jadi pribadi yang stabil merupakan suatu kepribadian yang kokoh. 857 E. kokoh. Untuk keperluan tersebut. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian ini adalah rangsangan yang sering memancing emosinya. Op. upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat berguna. Cit. 203 . hlm. Stabil bararti mantap. 121 39 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. akil. hlm. Kestabilan emosi amat diperlukan. Guru yang mudah marah akan membuat peserta didik takut. tidak goyah. dan memang diakui bahwa tiap orang mempunyai tempramen yang berbeda dengan orang lain. Mulyasa. 37 38 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 39 Orang dewasa disini berarti ia telah mampu mandiri dan dapat mengatur dirinya sendiri karena akalnya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Op. dan ketakutan mengakibatkan kurangnya minat untuk mengikuti pembelajaran serta rendahnya konsentrasi. balig.44 kecakapan dan keterampilannya serta memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan. Cit. Kalau kita menelaah dari segi arti bahasanya bahwa pribadi ini sebenarnya sama halnya dengan pribadi yang mantap. Sedangkan dewasa secara bahasa berarti sampai umur. Op. Cit.

hidupnya. Perbuatan yang 40 41 Nana Syaodih Sukmadinata.41 Kedua. Op. Ia bebas menentukan arah. Guru harus terdiri dari orang-orang yang bertanggunga jawab atas segala perbuatannya. Seorang yang telah dewasa yang tidak mudah terombang-ambing karena telah mempunyai pegangan yang jelas. kebebasan tetapi disisi lain dari kebebasan adalah tanggung jawab. perbuatannya. dan pembimbing dituntut memiliki kematangan atau kedewasaan pribadi. kemana akan pergi dan dengan cara mana ia mencapainya.42 Ketiga. melihat kelebihan dan kekurangan dirinya dan juga orang lain. pendidik. serta kesehatan jasmani dan rohani. yaitu sekumpulan nilai yang ia yakini kebenarannya dan menjadi pegangan dan pedoman hidupnya. Mampu melihat dirinya dan orang lain secara obyektif. hlm. 254 Ibid. Orang dewasa adalah orang yang telah memliki kemerdekaan.45 Guru sebagai pribadi. orang dewasa adalah orang yang mampu melihat segala sesuatu secara obyektif. orang yang telah dewasa memiliki tujuan dan pedoman hidup (philosophy of life). Lebih dari itu ia mampu bertindak sesuai dengan cara mana ia mencapainya.40 Pertama. Cit. 42 Ibid. Minimal ada tiga cirri kedewasaan. pengajar. tetapi setelah berbuat ia dituntut tanggung jawab. . orang dewasa adalah orang yang telah bisa bertanggung jawab.

Tabrani Rusyan. hlm. 18 44 43 . Cit.46 bertanggung jawab adalah perbuatan berencana. arif.hlm. hlm. 1991).43 Dengan sifat kedewasaan yang dimiliki oleh seorang guru. 18 46 Cece Wijaya. 208 45 Pangab dalam (Cece Wijaya. Disiplin merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan46. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. Memiliki kepribadian yang disiplin. Op. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. disiplin adalah sesuatu yang terletak didalam jiwa seseorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yang berlaku45. hlm. yang dikaji terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Op. dan minat belajar siswapun akan meningkat yang itu semua akan berpengaruh pula pada prestasi belajar siswanya. Ibid. Tabrani Rusyan. Cit.44 Menurut Pangab. dan berwibawa Disiplin bisa berarti ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. 254-255 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sedangkan dalam pendidikan umumnya yang dimaksud dengan disiplin ialah keadaan tenang atau keteraturan sikap atau keteraturan tindakan. maka siswa akan merasa terlindungi oleh sosok pengayom dan pembimbingnya dalam proses belajar mengajar. b.

48 Ibid. berilmu.48 Guru yang berwibawa digambarkan dalam al-Qur’an surat alFurqon ayat 63 dan 75 sebagai berikut: ãΝßγt6sÛ%s{ #sŒÎ)uρ $ZΡöθyδ ÇÚö‘F{$# ’n?tã tβθà±ôϑtƒ šÏ%©!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ߊ$t7Ïãuρ ∩∉⊂∪ $Vϑ≈n=y™ (#θä9$s% šχθè=Îγ≈yfø9$# Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. Cit.47 Jadi seorang guru PAI yang arif berarti mengetahui dan pandai dalam mengajar dan mendidik siswanya kearah yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan. hlm. Op.47 Sedangkan Arif dapat berarti bijaksana. Berwibawa berarti mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi). Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. juga bisa berarti tahu. hlm. hlm.49 ∩∠∈∪ $¸ϑ≈n=y™uρ Zπ¨ŠÏtrB $yγŠÏù šχöθ¤)n=ãƒuρ (#ρçŽy9|¹ $yϑÎ/ sπsùöäóø9$# šχ÷ρt“øgä† šÍ×‾≈s9'ρé& Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kemudian yang dimaksud dengan wibawa adalah pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. 2004). mengetahui. cerdik pandai. 510 48 47 . 1011 49 Departemen Agama RI.

jika ingin peserta didiknya memiliki sifat-sifat tersebut.51 Jadi guru PAI haruslah memiliki pribadi yang disiplin. Tabrani Rusyan. hlm. karena gurulah yang harus memulainya. berdisiplin dan tertib. dan berwibawa. Kewibawaan harus dimiliki oleh guru. Kepribadian ini penting. melainkan siswa akan taat dan patuh pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Misalnya: 50 51 Ibid. Dengan demikian kewibawaan bukan berarti siswa harus takut kepada guru. maka dapat disimpulkan bahwa sangat bangga sekali menjadi seorang guru yang memiliki wibawa yang sesungguhnya.50 Dari terjemahan ayat-ayat diatas. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang merasa nyaman dan bahagia ketika dengannya karena mereka merasa diarahkan oleh guru yang berwibawa tersebut. Karena sikapnya itu orang akan selalu tunduk dan malu untuk melecehkannya serta selalu menghormatinya. karena masih banyak peserta didik yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap moral yang baik. 512 Cece Wijaya. hlm. Dia tidak akan takut dicerca orang. Cit.48 Artinya: Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya. 21 . bahkan selalu menampilkan perbuatan yang baik. arif. sebab dengan kewibawaan tersebut proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik. Op.

dan berwibawa. Dalam pendidikan. membolos. arif. mendisiplinkan peserta didik harus dimulai dengan pribadi guru yang disiplin. dan kurang beribawa. serta mendisiplinkan peserta didik untuk mendongkrak kualitas pembelajaran.52 Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran. melawan guru. mengatasi. Kondisi tersebut menuntut guru untuk bersifat disiplin. Mulyasa. Cit.49 merokok. guru harus senantiasa mengawasi perilaku peserta didik. arif. dan berwibawa. masih banyak peserta didik yang tidak disiplin dan menghambat jalannya pembelajaran. tetapi lebih dari itu. agar tidak terjadi penyimpangan perilaku atau tindakan yang 52 E. tidak mengerjakan PR. Kita tidak bisa berharap banyak akan terbentuknya peserta didik yang disiplin dari guru yang kurang disiplin. rambur dicat. terutama pada jam-jam sekolah. kurang arif. Oleh karena itu sekaranglah saatnya kita membina disiplin peserta didik dengan pribadi guru yang disiplin. hlm. sehingga mereka menaati segala peraturan yang ditetapkan. rambut gerondong. Dalam hal ini disiplin harus ditunjukkan untuk membantu peserta didik menemukan diri. Op. bahkan tidakan yang menjerumus pada kriminalitas. membuat keributan dikelas. mencegah timbulnya masalah disiplin. 122-123 . dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. dan berwibawa dalam segala tindakan dan perilakunya. berkelahi. arif. Dengan kata lain.

Sebagai pengawas. c. 841 . bijaksana dan sederhana dalam bertindak Simpatik dapat berarti amat menarik hati (membangkitkan rasa simpati).50 kurang disiplin. Sebagai pengendali guru harus mampu mengendalikan seluruh perilaku peserta didik disekolah. hlm. Cit. karena bagaimana peserta didik akan berdisiplin kalau gurunya tidak meunjukkan perilaku disiplin. Untuk kepentingan tersebut. sehingga kalau terjadi pelanggaran terhadap disiplin. Dalam hal ini guru harus mampu secara efektif menggunakan alat pendidikan secara tepat sasaran.53 Jadi sebagai pembimbing guru harus berusaha untuk nmembimbing dan mengarahkan perilaku peserta didik kearah yang positif. sudah 53 54 Ibid. luwes. dan jika siswa menyenangi gurunya. Op.54 Seorang guru harus simpatik karena dengan sifat ini akan disenangi oleh para siswa. Sebagai contoh atau teladan guru harus memperlihatkan perilaku disiplin yang baik kepada peserta didik. baik dalam memberikan hadiah maupun hukuman terhadap peserta didik. contoh atau teladan. terutama pada jam-jam efektif sekolah. Memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. guru harus senantiasa mengawasi seluruh perilaku peserta didik. dan menunjang pembelajaran. 126 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. pengawas dan pengendali seluruh perilaku peserta didik. dapat segera diatasi. dalam rangka mendisiplinkan peserta didik guru harus mampu menjadi pembimbing.

Demikian pula dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 539 57 Cece Wijaya. Dengan adanya 55 56 Cece Wijaya. hlm. Cit. 115 59 Ibid. hlm.58 lalu kesederhanaan adalah sifat sederhana. Op. tidak canggung.51 barang tentu pelajarannyapun mereka senangi pula. 792 . karena dengan sifat ini guru akan mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan teman sejawat maupun dengan peserta didik. Op. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. mudah disesuaikan. Cit. Cit. karena dengan daya tarik yang diungkapkan atau ditunjukkan oleh guru. Kebijaksanaan dan kesederhanaan dalam bertindak. Op. fleksibel. hlm. hlm. akan menjalin keterkaitan batin guru dengan siswa. Tabrani Rusyan.56 Seorang guru juga harus bersikap luwes terhadap siapapun termasuk peserta didiknya. 20 58 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.59 Jadi guru yang bijaksana dan sederhana dalam bertindak adalah seorang guru yang selalu menggunakan akal budinya dalam bertindak dan tidak berlebihlebihan. tidak kaku. Keluwesan merupakan faktor pendukung yang disenangi para siswa dalam proses belajar mengajar. Tabrani Rusyan.57 Kemudian kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuanya). maka akan memberikan pengaruh tertentu pada siswa yaitu kesemangatan belajar siswa terus meningkat. Cit. dan juga orang tua wali murid. tidak berlebih-lebihan. 55 Sedangkan luwes bisa diartikan pantas dan menarik. hlm. guru harus menarik. Op.

Sedangkan arti dari obyektif adalah benarbenar menjalankan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. tidak curang. jujur dan obyektif Adil dapat diartikan tidak berat sebelah. Tabrani Rusyan. dan seterusnya. tidak pilih kasih.62 Sedangkan obyektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. tidak memandang bahwa siswa itu familinya atau anak si A. sesuai dengan peraturan yang berlaku. sedangkan jujur adalah tulus ikhlas dan menjalankan fungsinya sebagai guru. tidak memihak. tidak pamrih sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sifat-sifat ini memerlukan kematangan pribadi. hlm.52 keterikatan tersebut.63 Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya. Cit. d. Op. Op. dan pengalaman belajar yang memadai. ikhlas. 623 . tulus. 367 63 Ibid. jujur dan obyektif dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang 60 61 Cece Wijaya. hlm. Oleh karena itu. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. seorang guru harus menguasai benar semua hal yang berhubungan dengan sifat tersebut diatas. dan emosional. kedewasaan sosial. khususnya pengalaman dalam praktik mengajar. pengalaman hidup bermasyarakat. berpihak kepada yang benar. Cit. 6 62 Ibid. si B. hlm. guru akan mampu mengendalikan proses belajar mengajar yang diselenggarakan60.61 Jujur bisa diartikan lurus hati. Adil. Memiliki kepribadian yang adil. hlm.

53 harus dilaksanakan oleh guru. baik dengan murid. tidak terbatas pada orang tertentu saja. Tabrani Rusyan. merupakan salah satu tuntutan terhadap guru. hlm. hlm. Cit. 132 . sehingga sekolah menjadi agen pembangunan daerah 64 65 Cece Wijaya.65 Guru yang memiliki pribadi yang terbuka yaitu seseorang yang berterus terang dan tidak tertutup dalam bersikap serta mau menerima kritik dan saran yang membangun dari siapapun. Op. Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja. harapan. Sifat-sifat tersebut diatas harus dimiliki oleh guru guna mencapai hasil belajar mengajar yang sesuai dengan cita-cita. Op. dan tujuan pendidikan sehingga mutu pendidikan yang diharapkan benar-benar tercapai64. e. Sifat-sifat ini harus ditunjang oleh penghayatan dan pengalaman nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosial budaya yang diperolehnya dari kehidupan dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya. tidak dirahasiakan. Memiliki sifat yang terbuka Terbuka dapat diartikan tidak tertutup. Cit. 17 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. orang tua. ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah. teman sekerja. Ia diharapkan mampu menampung berbagai aspirasi dari berbagai pihak.

21 Ibid. Bisa menjadi teladan bagi peserta didik Teladan berarti dapat ditiru (perbuatan. dan mau dikritik untuk perbaikan pada masa mendatang66. diperlukan suatu pendidikan pribadi. hlm. f. maknanya adalah untuk memuali sesuatu yang baik maka kita mulai dari diri sendiri. berdasarkan kebutuhan dan tuntutan berbagai pihak.54 dan guru bersedia menjadi pendukungnya. artinya dia harus mampu mendidik dan membina dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswanya. dsb). Ia akan terus berusaha meningkatkan serta memperbaiki suasana kehidupan sekolah. maka demokrasi dalam proses belajar mengajar akan terlaksana. sebagai berikut: 66 67 Ibid.67 Bagi seorang guru PAI sebaiknya sebelum melakukan pendidikan dan pembinaan kepada peserta didinya. demokrasi dalam belajar akan mendidik dan melatih siswa untuk bersikap terbuka. hlm. hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 44. Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru. tidak menutupi kesalahan. Sebab. barang. 917 . baik untuk dicontoh. terus terang.

70 68 69 Departemen Agama RI. Fikih Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hlm. hlm. 8 Ibid. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x.sŒuρ tÅzFψ$# Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. 595 70 Heri Jauhari Muchtar. 2005). beliau diutus Allah di dunia ini dengan diberi kesempurnaan akhlak sebagai suri tauladan bagi umatnya. Ayat tersebut juga berisi perintah kepada kita agar menjadikan Rasulullah sebagai acuan dalam berperilaku sehari-hari. ô‰s)©9 #ZŽÏVx. hlm. Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an alAhzab ayat 21. ©!$# tx. sebagai berikut: tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.69 Ayat di atas memberi penjelasan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat suri tauladan bagi kita semua. Cit. padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?. Op.68 Nabi Muhammad adalah sosok pendidik yang sejati.55 Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡à Ρr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhŽÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâ÷ß∆ù's?r& * ∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian. 24 .

Sebagai teladan. sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. bukan harus menjadi beban yang memberatkan.56 Guru PAI merupakan teladan bagi para peserta didik baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai seorang guru. Kesalahan perlu diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. jadi seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik yang bisa dijadikan panutan untuk membangun kepribadian peserta didik. Oleh karena itu tugas guru adalah menjadikan peserta didik sebagai peserta didik. Harus atau tidak harus seorang guru itu hendaklah menunjukkan keteladanan terbaik dan moral yang sempurna. jadi hanya dengan keterampilan dan kerendahan hati akan memperkaya arti pembelajaran. Guru yang baik adalah guru yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dimilikinya. Menjadi teladan merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran. tetapi setiap peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Peran dan fungsi ini patut dipahami. karena guru juga manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan. bukan memaksakan kehendak. Perilaku seorang guru sangat mempengaruhi peserta didik. Dengan kata .

pangkat. dan menjadi panutan bagi peserta didiknya. dan senantiasa menghadapi situasi apapun hendaknya lebih mengutamakan doa. Dengan brakhlak mulia. juga berarti luhur (budi dsb) baik budi (hati dsb). bahwa menjadi guru bukan semata-mata untuk urusan 71 72 E. Dalam hal ini mungkin setiap guru harus menempatkan dan meluruskan kembali niatnya. Guru harus berakhlak mulia.72 Mulia berarti tinggi (tentang kedudukan. martabat) tertinggi.73 Jadi akhlak mulia dapat diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan yang memiliki nilai tinggi dan luhur. Op. terhormat.57 lain. 15 73 Ibid. Op. kelakuan. hlm. Apalagi seorang guru PAI. yang mengajar dan mendidikan agama islam pada peserta didik. karena ia adalah seorang penasihat bagi peserta didiknya. 129 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. g. Memiliki akhlak yang mulia Akhlak adalah budi pekerti. Mulyasa. hlm. guru dalam keadaan bagaimanapun harus memiliki kepercayaan diri yang istiqomah dan tidak tergoyahkan. yakni usaha sungguh-sungguh. Cit. guru yang baik adalah guru yang sadar diri. kerja keras tanpa mengenal lelah dengan niat ibadah tentunya. haruslah berakhlak baik. Kompetensi kepribadian guru yang dilandasi akhlak mulia tentu saja tidak tumbuh dengan sendirinya begitu saja. 597 . menyadari kelebihan dan kekurangannya (self consciousness)71. hlm. tetapi memerlukan ijtihad yang mujahadah. Cit.

Op. hlm. Penampilan seorang guru menjadi pesonal bagi peserta didiknya. tetapi bisa juga membuat murid malas belajar bahkan malas masuk kelas seandainya penampilan gurunya acakacakan. dan berbeda dari pribadi orang lain yang bukan guru. kita berharap pendidikan menjadi ajang pembentukan karakter bangsa.58 duniawi dan memperbaiki ikhtiar dengan tetap bertawakal kepada Allah. bisa membuat murid betah dikelas. memakai baju yang tidak rapi. Banyak peserta didik yang berharap bahwa guru bisa menjadi teladan bagi peserta didik baik dalam pergaulan disekolah maupun dimasyarakat. sering datang terlambat. Beberapa sikap guru yang kurang disukai oleh seorang peserta didik antara lain guru yang sombong (yang tidak suka menegur atau tidak mau ditegur kalau bertemu diluar sekolah). dan 74 E. Oleh karena itu guru harus berani tampil beda. Disinilah pentingnya kompetensi kepribadian guru. 130-131 . Mulyasa. karena pribadi yang ada dalam diri seorang guru selalu dilihat oleh peserta didiknya. karena guru harus menampilkan sosok pribadi yang berbeda dengan yang lainnya. sebab penampilan guru juga bisa membuat murid senang belajar. agar bisa ditiru dan diteladani oleh peserta didiknya. Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru Kompetensi kepribadian guru sangatlah penting dan harus dimiliki oleh setiap guru. harus percaya diri.74 3. guru yang suka merokok. Cit. yang berakhlak mulia. Melalui guru yang demikianlah.

pribadi yang bisa dijadikan teladan dan pribadi yang memiliki akhlak yang mulia. dan berwibawa. Prestasi Belajar Siswa 1. agar dapat mendorong mereka untuk belajar. arif. B. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang mengalami keguncangan jiwa (tingkat menengah)75. yang semuanya akan berpengaruh pada prestasi belajar mereka. hlm. karena ketidak tertarikan atas pribadi guru tersebut. dalam (Muhibbin Syah. Mengenai pentingnya kompetensi kepribadian guru. Oleh karena itu. Oleh karena itu sangatlah penting seorang guru itu memiliki kompetensi kepribadian. seorang psikolog terkemuka. bagi seluruh peserta didiknya. Pengertian Prestasi Belajar Siswa 75 Zakiyah Darajat. 225-226 . Yaitu seorang guru yang memiliki karakteristik pribadi yang mantap. Op. Cit). Jadi guru harus berusaha untuk tampil sebagai pribadi yang menyenangkan bagi peserta didik. stabil dan dewasa. setiap calon guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik (ciri khas) kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya. pribadi yang disiplin. Profesor Doktor Zakiah Darajat menegaskan bahwa: Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya.59 masih banyak lagi. dan itu semua pastinya akan menghambat belajar peserta didik.

700 Ibid. salah satunya adalah agar siswa mendapatkan suatu prestasi yang baik. terutama nilai dari aspek kognitifnya. bisa juga berarti berlatih. Op. 79 79 Oemar hamalik. hasil tersebut biasanya harus dilakukan dengan 76 77 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Media Pendidikan (Jakarata: PT. hlm. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”79. hlm. “Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai “hasil yang dicapai oleh siswa didalam belajar. Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. 36 . Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta. Bumi Aksara.76 Sedangkan belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. hlm. Dr. 2001) hlm. dsb).77 Prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. 12 78 Dimyati. Dalam proses pembelajaran disekolah menginginkan berbagai tujuan. dikerjakan. Dengan prestasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi kemajuan siswa itu sendiri untuk kedepannya. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. 2002). biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”78. Cit. kata prestasi berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan.60 Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan kata “belajar”. Mujiono.

aplikasi. b. sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik Lindra Lestyo Dwi. 30 80 . Cit ) hlm. Jadi dari beberapa pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar siswa adalah hasil yang dimiliki oleh seseorang atau siswa berupa pengetahuan. c. Op. yang merupakan suatu syarat terciptanya suatu prestasi belajar. Sedangkan hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri.61 mengadakan penilaian atau pengukuran yang dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan”80 Sedangkan menurut Tu’u prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. hlm. dan prestasi belajar siswa itu bisa ditunjukkan melalui nilai yang dia dapatkan. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukan melalui nilai atau angka dari ulangan atau ujian yang ditempuhnya81. serta proses belajar mengajar. keterampilan. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran disekolah. pemahaman. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai dari aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. 29 81 Tu’u (dalam Lindra Lestyo Dwi. sintesa. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa (Malang: Universitas Negeri Malang). Prestasi juga menentukan keadaan kemampuan dan intelegensi siswa. analisis. dan evaluasi. sikap dan tingkah laku.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar merupakan tujuan akhir dari proses kegiatan belajar. hlm. siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Faktor Intern Slameto.52 82 . Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). sekolah. 1988). faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern). maka semakin tinggi prestasi yang dicapai oleh siswa begitu juga sebaliknya. masyarakat dan sebagainya. Agar prestasi belajar dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. 2. Semakin banyak faktorfaktor positif yang berpengaruh. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. faktor-faktor tersebut ada yang bersifat mendukung (positif) dan ada yang menghambat (negatif).82 a. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula.62 yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yang dilarang. Didalam pencapaian prestasi. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga.

adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu83: 1. prestasinya juga kurang apabila dibandingkan dengan anak yang normal. Keadaan jasmaniah dapat melatar belakangi aktivitas belajar. 1991). Rineka Cipta. kurang penglihatan. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswa FIP UGM Yogyakarta ternyata bahwa kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar anak. Anak yang cacat misalnya kurang pendengaran. faktor psikologis tersebut antara lain: 1) Kecerdasan atau Intelegensi 83 84 Ibid. Orang yang belajar tidak lepas dari kondisi fisiknya.63 Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. 63 . 2.84 Adanya anak yang sakit maka prestasinya menurun. hlm. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yang belajar. keadaan jasmaniah yang sehat akan berbeda dengan keadaan fisik yang kurang sehat. Mustaqim. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. dan alat tubuh yang lainnya. Abdul Wahib. Faktor jasmaniah Faktor ini meliputi bawaan maupun yang diperoleh semenjak lahir seperti panca indera. Faktor psikologis Faktor psikologis dalam belajar akan memeberikan pengaruh yang penting.

Slameto mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. Sebaliknya. hlm.58 87 Muhibbin Syah.”87 Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajarnya untuk meningkatkan prestasi belajar. hlm. sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. yang normal yaitu yang selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.Cit. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar85. Op. semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”86 Muhibbin berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ Slameto. 85 86 http://ridwan202.wordpress. Op. 134 .64 Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi. Cit.

akan tetapi dengan pendidikan bakat pada seseorang tersebut bisa lebih tersalurkan. Op. hlm. sifat dan bawaan) yang dibawa dari lahir. dan ketrampilan lainnya. 3) Minat Menurut Winkel minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. yang perkembangannya tidak bergantung pada upaya pendidikan. Op. Psikologi Pengajaran (Jakarta: PT Gramedia.90” Slameto mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa 88 89 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.89 Jadi pada dasarnya bakat itu adalah kemampuan seseorang yang sudah ada semenjak lahir.88 Menurut Muhibbin Syah bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang ditentukan pula oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama belajar keterampilan seperti bermusik.65 2) Bakat Bakat adalah dasar (kepandaian. 136 90 Winkel. 1996). hlm. 70 Muhibbin Syah. seni rupa. Cit. bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil prestasi yang baik. hlm. 24 . Cit.

hlm. Op. Cit. 262-263. tanpa ada yang menyuruh”91. Op. Cit. Hlm. hlm. semakin kuat keinginanya semakin kuat dan bertahan minat tersebut”93 Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang. aktifitas atau situasi yang menjadi obyek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang”94. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi 91 92 Slameto. 182 Ngalim Purwanto. 2004). Sedangkan menurut Hurlock “minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. 151 94 . hlm. Minat siswa terhadap mata pelajaran akan berpengaruh terhadap intensitas belajarnya. 114 Shaleh dan Wahab.66 ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas. Sedangkan menurut Muhibbin Syah “minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”95. Hurlock. 1990). hlm. 95 Muhibbin Syah. Perkembangan Anak Jilid 2 (Jakarta: Penerbit Erlangga. 64 93 Elizabeth B. Dari uraian diatas minat dapat diartikan sebagai kecenderungan yang menetap sebagai bagian dari kondisi psikis yang menentukan seseoarang tertarik atau tidak untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. Purwanto mengemukakan bahwa “minat menggerakan perbuatan pada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi kegiatan itu”92. Psikologi Belajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2004). Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana.

misalnya perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. Faktor Ekstern 96 97 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. 4) Motivasi Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. suri tauladan orang tua serta guru. dan seterusnya. Op.97 Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seorang siswa yang mendorong siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. Op. Cit.67 prestasi belajarnya. misalnya pujian dan hadiah. 136-137 98 Ibid. Cit. hlm. . Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. 593 Muhibbin Syah. peraturan atau tata tertib sekolah. hlm.96 Sedangkan motivasi dalam belajar itu adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan aktifitas belajar.98 b.

62 http://ridwan202. Op. sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Op. keadaan keluarga.68 Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa.99” 1) Faktor Keluarga Dalam hal ini Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. 64 100 .wordpress.dan nilai atau hasil belajar yang anak dapatkan tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya. dapat menyebabkan anak tidak atau kurang berhasil dalam belajarnya. Orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya. faktor sekolah dan faktor lingkungan masyarakat.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ 101 Slameto. Menurut Slameto faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “faktor keluarga. lingkungan sekitarnya dan sebagainya. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman. hlm. begitu juga hubungan antar anak dengan anggota keluarga lainnya. semua itu turut 99 Slameto. hlm. Cit.101 Hubungan antar anggota keluarga yang terpenting adalah hubungan antar anak dengan orang tua. Cit.100 Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anak. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan.

sikap yang terlalu keras.69 mempengaruhi belajar anak. Sebaliknya jika hubungan anak dengan keluarganya dipenuhi dengan kebencian. Begitu pula dengan suasana rumah. karena waktu terbanyak dari seorang anak untuk belajar adalah di rumah mereka. Jika faktor keluarga mendukung anak untuk belajar maka hasil belajar mereka akan memuaskan. sikap acuh tak acuh. penuh perhatian dan pengertian akan berpengaruh positif pada belajar anak. dan pertengkaran yang terjadi antar anggota keluarga akan mengakibatkan anak bosan berada dirumah dan akibatnya belajarnya kacau.103 Suasana rumah yang tegang. situasi rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. 2) Faktor Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa.102 Hubungan yang penuh kasih sayang. 65 . dan kurang perhatian. Jadi faktor keluarga itu sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. hlm. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk 102 103 Ibid. ribut dan sering terjadi cekcok. anak akan merasa diperhatikan dan akan merasa nyaman dalam belajarnya. Ibid. maka perkembangan anak akan terhambat belajarnya terganggu dan bahkan anak akan menjadi anak yang brutal dan nakal.

Bahan pelajaran juga mempengaruhi belajar siswa. akibatnya siswa malas untuk belajar.106 Jadi apabila hubungan guru dengan siswa terjalin dengan baik. hlm. alat-alat pelajaran dan masih banyak lagi. tidak sesuai dengan bakat. Kurikulum yang kurang baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat. faktor sekolah ini meliputi metode mengajar. .70 belajar yang lebih giat. hlm.66 Ibid.105 Jadi dalam proses belajar mengajar guru harus mementingkan kebutuhan siswa dan guru juga perlu mendalami siswa dengan baik. hubungan guru dengan siswa. diatas kemampuan siswa.104 Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab. Sebaliknya. kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar siswa. minat dan perhatian siswa. Karena cara belajar siswa dipengaruhi oleh hubungannya dengan gurunya. kurikulum. siswa akan menyukai gurunya. menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang 104 105 Ibid. dan mempunyai perencanaan yang mendetail agar bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam belajarnya.68 106 Ibid. juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaikbaiknya. Dalam proses belajar mengajar hubungan antara guru dan siswa haruslah terjalin dengan baik.

107. maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ . 3) Faktor Lingkungan Masyarakat Disamping orang tua. Jadi siswa akan merasa jauh dari guru. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan.71 lancar. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka 107 http://ridwan202. Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anakanak yang rajin belajar.wordpress. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. terutama anak-anak yang sebayanya. Oleh karena itu. Dalam hal ini Kartono berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. maka akan segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak.

110 Sedangkan dalam Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan Zakiyah darajat. 1992). Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “’allama”. yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Pendidikan agama terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan agama. hlm. 1991). (Jakarta: Rineka Cipta. Garoeda Buana Indah. Konsep Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan dalam bahasa arab berarti “tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita. Amin. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan pendidikan islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”108.109 Jadi pendidikan (paedagogie) artinya bimbingan yang diberikan pada anak. 1 109 108 . hlm. dan “again” yang artinya membimbing. 69 110 Moh. C. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Pasuruan: PT. dkk.72 kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. 25 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Pendidikan (paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “pais” yang artinya anak. Amin berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan teratur serta sistematis. 2006). Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: PT Bumi Aksara. hlm. Moh. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.

maka dapat dipahami bahwa pengertian pendidikan secara umum adalah usaha sadar yang dilakukan si pendidik atau orang yang bertanggung jawab untuk (membimbing.112 2. pengendalian diri. menguasai. kecerdasan. Zuhairini. bangsa dan Negara. 1983). 27 111 . Metodik Khusus Pendidikan Agama (Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah. Kata pendidikan jika dikaitkan dengan kata agama. hlm. dan memelihara) memajukan pertumbuhan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. 3 112 Zuhairini. dkk. 2003). dkk. hal ini mempunyai banyak definisi. masyarakat. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. hlm. akhlak mulia. memimpin. maka akan menjadi pendidikan agama.111 Dengan demikian. menyebutkan bahwa pendidikan agama adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. kepribadian. Menurut para ahli adalah sebagai berikut: 1. Abd. Rahman Saleh. memperbaiki. pendidikan agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran islam.73 terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

hlm 2 115 Muhaimin.114 Pendidikan keislaman atau pendidikan agama Islam yaitu upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya. (Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005). M. Metodologi Pendidikan Agama (Solo: Ramadhani. hingga mengimani. memahami. agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang. serta menjadikanya sebagai jalan kehidupannya.A. Abdul Ghofir. hlm. 1993). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam.74 ajaran-ajaran agama islam.113 Jadi pendidikan agama adalah proses atau usaha sadar yang dilakukan pendidik untuk membimbing secara sistematis dan pragmatis supaya menghasilkan orang yang beragama dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran agama. ajaran agama Islam. 10 Zuhairini. Sedangkan Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. dkk. Dalam pengertian lain menyatakan bahwa pendidikan agama berarti usaha untuk membimbing kea rah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam sehingga terjalin kebahagiaan di dunia dan di akhirat. menghayati. dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. (Malang: UM Press. 2004). hlm 7-8 114 113 . Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. dijelaskan bahwa pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan Zuhairini.115 GBPP Pendidikan Agama Islam disekolah umum.

Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. Zakiyah Darajat mengklasifikasikan tujuan pendidikan agama islam menjadi tiga yaitu117: a. dan pengalaman peserta didik tentang ajaran agama islam. bermasyarakat. (Bandung: PT. sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan. hlm. pamahaman. hlm. pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan. dan pandangan. b. Tujuan akhir.116 2.75 siswa dalam meyakini. penghayatan. berbangsa dan bernegara”. memahami.2002). kebiasaan. 30-32 116 . Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim Muhaimin. Tujuan Pendidikan Agama Islam Secara umum. 76 117 Zakiyah Darajat. Op. baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. penampilan. pendidikan agama islam bertujuan untuk “meningkatkan keimanan. pendidikan islam itu berlangsung selama hidup. Cit. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup didunia ini telah berakhir pula. Tujuan umum.Rosda Karya. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap. tingkah laku.

d. Keimanan. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam maka ruang lingkup materi PAI (kurikulum 1994) pada dasarnya mencakup tujuh unsure pokok. Cit. dan sebagai akhir dari proses pendidikan itulah yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. dan Bimbingan Ibadah. Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI 1. Akhlak. ilmu pengetahuan dan kebudayaan118. Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi guru adalah merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang pendidik dan pembimbing peserta didik didalam 118 Muhaimin. Ibadah. 79 . 3. Syariah. Fiqih. Tujuan sementara. Pada kurikulum 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok yaitu: Al-Qur’an. Tujuan operasional. c.A. Muamalah. ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. yaitu: al-Qur’an Hadis. hlm. serta Tarikh / sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama. dan Tarikh (Sejarah Islam) yang menekankan pada perkembangan politik. D. Keimanan.76 yang merupakan ujung dari taqwa. tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. M. Akhlak. Op.

77

kelas. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar peserta didiknya dikelas. Kompetensi kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar sangat menjadi perhatian bagi para peserta didiknya. Guru yang memiliki kepribadian yang baik, adil, disiplin, arif, simpatik dan menarik, luwes, bijaksana, sederhana dalam bertindak,berwibawa dan berakhlak mulia serta bisa menjadi teladan adalah sosok guru yang diharapkan oleh peserta didik maupun masyarakat sekitar. Maka dari itu sangat penting seorang guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam memiliki kompetensi kepribadian yang tinggi dalam dirinya. Kompetensi kepribadian guru pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki andil terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Karena seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik, sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya, baik itu di lingkungan sekolah ataupun di masyarakat. Ini dimaklumi karena manusia adalah makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya dalam membentuk pribadinya. Guru PAI sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia, sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya, apakah sudah menjadi

78

teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten, sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan, kemampuan, kekuasaan, kewenangan, yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.

2. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dalam diri individu, yaitu perubahan tingkah laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajarnya. Sedangkan prestasi belajar siswa bisa juga dikatakan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru.

79

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI ditentukan pula pada kesemangatan dan antusias seorang siswa pada mata pelajaran tersebut. Jika antusias mereka tinggi dalam mempelajari pendidikan agama islam, maka akan tinggi pula prestasi yang akan siswa raih, lebih-lebih mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbeda dengan mata pelajaran lainnya, karena mata pelajaran ini selain mempelajari juga harus dimengerti dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan antusias atau kesemangatan seorang peserta didik itu biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti motivasi, minat belajar, guru yang mengajar, sarana prasarana, dan masih banyak lagi. Hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran, yakni mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri, sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yaitu yang dilarang. Didalam pencapaian prestasi, siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. 3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu komponen yang penting yang harus dimiliki. Seorang guru dituntut memiliki kepribadian yang baik apalagi seorang guru PAI, karena kepribadian seorang guru dijadikan contoh oleh peserta didiknya. Jadi seorang guru PAI harus

dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru sangat berkaitan dengan proses pembelajaran. Guru yang yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam dirinya. Jadi kompetensi kepribadian guru PAI sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa yang menunjang pula untuk mendongkrak prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.80 memiliki kepribadian yang seperti telah disebutkan dalam Standar Pendidikan Nasional yaitu kepribadian yang mantap. yang semua itu memunculkan semangat tersendiri untuk peserta didik. Karena tanpa adanya kompetensi kepribadian guru yang baik. menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. Dengan kompetensi kepribadian yang ada dalam diri seorang guru.“pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“. dewasa. stabil. kecil juga kemungkinan sisawa untuk memperoleh prestasi belajar yang baik. Jadi bisa disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI itu memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran . yaitu adanya kedekatan baik secara lahir maupun batin. maka sangat berpengaruh pula terhadap proses belajar mengajar. karena akan memberikan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin. arif dan berwibawa.

Dengan meningkatnya antusias belajar siswa tersebutlah bisa disimpulkan akan meningkat pula prestasi belajar yang diraih siswa. karena dengan adanya kompetensi kepribadian guru antusias belajar siswa menjadi meningkat. .81 PAI.

yang mana derajat hubungannya bisa diukur dan digambarkan dengan koefisien korelasi. Sedangkan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sedangkan jenis penelitian kuantitatif adalah yang mencakup setiap penelitian yang berdasarkan perhitungan presentase. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. hubungan antara dua perangkat data atau lebih. dan penghitungan statistik lainnya. Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional. tetapi digambarkan dengan katakata atau kalimat (deskriptif) terhadap data yang diperoleh guna mendapatkan suatu kesimpulan. Penelitian korelasi merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau beberapa variabel. 247 Sanapiah Faisal. dengan jenis penelitian korelasi. 1982). product moment. 293 120 119 . Penelitian kualitatif tidak mengadakan penghitungan. apakah terdapat hubungan antara variabel atau tidak. hlm. hlm.82 BAB III METODE PENELITIAN A.120 Tujuan teknik korelasional adalah : (1) untuk mencari bukti berdasarkan hasil pengumpulan data. (2) untuk menjawab pertanyaan apakah hubungan antar Suharsimi Arikunto. 2005). notanota. Pendekatan dan Jenis Penelitian Secara umum dalam bidang penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.119 Hal senada juga diungkapkan oleh Faisal “penelitian korelasional adalah hubungan dua atau lebih variabel yang berpasangan.

Anas Sudijono. hlm. Pengantar Statistik Pendidikan. Peneliti mengambil lokasi di SMA BAKTI Ponorogo ini.121 Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI (X) sebagai variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat. Lokasi Penelitian Adapun lokasi yang dijadikan penelitian ini berada di Kabupaten Ponorogo. dan (3) ingin memperoleh kepastian secara matematis apakah hubungan antar variabel merupakan hubungan yang meyakinkan (signifikan) atau hubungan yang tidak meyakinkan. karena di SMA BAKTI Ponorogo terus mengalami perkembangan dan kemajuan kearah yang lebih baik pada setiap tahunnya. yaitu di SMA BAKTI Ponorogo yang berlokasi di Jalan Batorokatong No 24 Desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. baik dalam bidang akademik maupun non akademik (kegiatan ekstrakurikuler) dan dipenuhi dengan prestasi yang selalu memuaskan. 188 121 . Adapun rancangan penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut: BAGAN I RANCANGAN PENELITIAN Kompetensi Kepribadian Guru (Variabel X) Presatasi Belajar Siswa (Variabel Y) B. 2004). sedang atau lemah.83 variabel tersebut kuat. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.

luwes. jujur dan obyektif . C. dan berwibawa . bijaksana dan sederhana dalam bertindak. STKIP. arif. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI.84 Selain itu SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. stabil. Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua variabel. UNMUH Ponorogo. . TABEL II PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR Sumber Data . Kedua variabel tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa indikator berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli.memiliki kepribadian yang IPS disiplin.memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik.memiliki kepribadian yang adil. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan variabel II prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).memiliki kepribadian yang Siswa Indikator mantap. STAIN Ponorogo. Variabel Kompetensi kepribadian guru Metode Angket . dan dewasa kelas XI No 1.

dan psikomotorik. Adapun rincian kelas dan jumlah siswa sebagai berikut: TABEL III JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI IPS Kelas XI IPS 1 122 123 Jenis Kelamin L 19 P 12 Jumlah Siswa 31 Suharsimi Arikunto. Cit.Pd dan Drs. Mulyasa. Op. (Bandung: CV Alfabeta. hlm. yang terbagi menjadi 4 kelas. Prestasi belajar siswa . Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Guru mata Dokume afektif. 72 . hlm. Populasi dan Sampel 1.memiliki akhlak yang mulia. 2007). Cece Wijaya.122 Populasi adalah sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.memiliki sifat yang terbuka . yang berjumlah 122 siswa.nilai rapor dari segi kognitif. (dalam E. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Tabrani Rusyan) 2.85 . 130 Sugiyono.bisa menjadi teladan bagi peserta didik . M. maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. pelajaran ntasi D.123 Sesuai dengan pengertian tersebut.

tergantung dari : a. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: BumiAksara. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% atau lebih. Op.Cit. Op. dan dana dari penelitian. tenaga. hlm.124 Sedangkan menurut Mardalis sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi obyek penelitian. 55 126 Suharsimi Arikunto. 131 Mardalis.125 Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sampel pada hakikatnya hanya mengambil sebagian dari populasi yang akan diteliti. hlm. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.86 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah 20 19 20 78 10 13 9 44 30 32 29 122 2. kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu. 2006). hlm. 134 . yang sudah barang tentu ini atas penghitungan dari waktu. tenaga dan dana. karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. Menurut Suharsimi Arikunto apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti.126 Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebagai unit analisisnya dengan menggunakan teknik “Proportional Random Sampling”. c. Jumlah 124 125 Suharsimi Arikunto. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek.Cit. b.

maka peneliti menetapkan jumlah sampel dibulatkan menjadi 32 siswa.87 sampel yang digunakan adalah meliputi siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. sampel yang diambil 25% dari jumlah populasi yang ada. Adapun penghitungan jumlah sampel adalah : BAGAN II PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL 25 X 122 = 30. yang dipilih secara acak.5.5 100 Jadi hasil penghitungan sampel 25% dari populasi siswa yang berjumlah 122 siswa adalah 30. Adapun rincian jumlah sampel yang diambil dari tiap kelas adalah sebagai berikut: TABEL IV RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS Kelas IX IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah Jumlah Siswa 31 30 32 29 122 Jumlah Sampel 8 8 8 8 32 . Maka dalam penelitian ini.

dan siswa struktur organisasi dan lain-lain di SMA BAKTI Ponorogo.Cit. 182 129 Ibid. guru Pendidikan Agama Islam. Op. hlm. Teknik pengumpulan data adalah alat Bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. diolah dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama. Op. pegawai.129 Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang namanama guru.127 Menurut cara memperolehnya. hlm. Data primer adalah data yang dikumpulkan. diolah dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal.Cit. F. data dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Data dan Sumber Data Menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.130 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Suharsimi Arikunto. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik 2005/2006. yang termasuk data primer didalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah. 102 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. 100-101 128 127 . Data sekunder adalah data yang dikumpulkan.128 Dalam hal ini.88 E. 130 Suharsimi Arikunto. hlm. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. dan siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo.

89

1. Metode Kuesioner atau Angket Metode kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan-pertanyan langsung yang diajukan kepada responden yang dapat memberikan informasi masalah-masalah yang diselidiki. Menurut Mardalis, angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.131 Angket yang digunakan adalah angket dalam bentuk pilihan yaitu meminta responden untuk memilih salah satu jawaban dari sekian banyak jawaban-jawaban alternatif yang sudah disediakan.132 Penggunaan metode angket dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Pada pertanyaan angket yang kurang lebih terdiri dari 30 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan terdiri dari 4 skor yaitu: TABEL V PENSKORAN Skor 1 2 3 4 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik

131 132

Mardalis, Op.Cit, hlm. 67 Sutrisno Hadi, Metode Research II (Yogyakarta: Andi Offset, 1987), hlm. 160

90

2. Metode Interview Metode interview merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakapdan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.133 Menurut Suharsimi Arikunto interview atau wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.134 Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dari responden melalui percakapan langsung untuk memperoleh data-data tentang Kepribadian Guru PAI yang akan diperoleh dari Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, sebagai penguat dari pada angket yang telah disebarkan pada siswa sebagai respondenya. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari data, informasi yang sudah dicatat atau dipublikasikan seperti buku induk, raport, buku pribadi siswa, dan surat-surat keterangan yang lainnya. Sebagaimana diungkapkan Suharsimi Arikunto bahwa dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.135 Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, visi misi, struktur organisasi, sarana prasarana, data guru,
133 134

Mardalis, Op.Cit, hlm. 64 Suharsimi Arikunto, Op.Cit, hlm. 132 135 Ibid, hlm. 206

91

data karyawan, data siswa, denah lokasi penelitian dan sebagainya. Metode ini dipergunakan sebagai pelengkap dari metode lainnya, dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas data (score) yang diperoleh dari tiap-tiap item maka diadakan uji pendahuluan terhadap angket kepada para responden, kemudian data (score) yang diperoleh diuji reliabilitas dan validitasnya. Sebelum angket digunakan lebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah butir-butir soal yang digunakan sudah valid atau tidak. Uji coba dilakukan kepada siswa sebagai subyek penelitian. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk megetahui kualitas angket penelitian yang dapat dilihat dari tingkat validitas dan reliabilitas angket secara keseluruhan. Sugiyono menyatakan instrument pengumpul data dikatakan valid bila mampu dan dapat mengungkap data atau informasi dari suatu variabel yang diteliti secara tepat dan mampu mengukur apa yang diinginkan atas penelitian tersebut. Tinggi rendahnya koefisien validitas menggambarkan kemampuan mengungkap data atau informasi dari variabel tersebut.136

136

Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian ( Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 110

00 for windows. bahwa data yang berskala interval pengukuran statistiknya adalah mean. ) Suharsimi Arikunto. 146 . Statistika Non Parametric (Aplikasi Program SPSS) (Bandung: Alfabeta. koefisien korelasi pearson (product moment) dan koefisien korelasi ganda. deviasi standar. dengan alasan karena skala data dalam penelitian ini termasuk data interval. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy N = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY 137 15 Wijaya. hlm.137 Teknik yang dipakai untuk mengukur validitas adalah korelasi product moment angka kasar dari karl pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10.92 Uji validitas terhadap instrumen penelitian menggunakan perhitungan product Moment. hal ini sesuai dengan pendapat wijaya.cit. Untuk data interval perhitungan statistik yang sesuai adalah product moment. op.

00 for windows. Dalam survei pendahuluan.34 0.34 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tabel Atau bisa dikatakan .586 0.34 0. yang kesemuanya itu telah dianggap mewakili populasi yang ada.735 0.614 0.34 0.34 0.512 0.443 0.434 0.34 0.528 0.93 Pengujian validitas butir instrumen menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 10.34 0.34 0. Kriteria butir soal angket dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r valid jika r > dari 0.414 0.374 0.34 0.34 0.604 R Tabel 0.34 0.611 0.34 0.544 0.609 0.34 0. dimana 32 responden ini diambil dari kelas XI IPS yang terdiri dari 4 kelas.34 0. dengan mengambil responden non sampel sebanyak 8 siswa pada tiap kelasnya.494 0.34.646 0.34 0. Untuk hasil uji kevalidan butir pertanyaan kuesioner dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL VI DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X No.34 0. kuesioner diuji cobakan pada responden non sampel sebanyak 32 responden.34 0. Butir Instrumen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pearson Correlation R Hitung 0.644 0.674 0.

34 sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.34 0.34 0.598 20 0.34 0.34 0.34 0.34 0.461 29 0. hal ini di buktikan dengan nilai masing-masing sari koefisien korelasi dari masingmasing item lebih dari 0.34 0. 2.449 24 0.94 18 0. keajegan.551 21 0.584 30 0.446 27 0.34 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel diatas.34 0. Arikunto menjelaskan tentang reliabilitas bahwa reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. dan ketepatan suatu alat ukur atau uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran relative konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang.34 0.34 0.34 0.475 19 0. Dalam penelitian ini untuk mengetahui realibilitas alat ukur dilakukan .458 (Hasil Uji Kevalidan) 0.514 25 0.519 28 0.503 23 0. Uji atau stabil dari waktu ke waktu. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kamantapan. dapat disimpulkan bahwa semua instrumen untuk variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) adalah valid.512 26 0. Penghitungan realiabilitas dilakukan hanya pada item yang valid.34 0.539 22 0.

96 19 138 . Jadi kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari alpha cronbach lebih besar dari 0. 120 Ibid 139 Ummamah. Metode Riset Komunikasi Organisasi (Jakarta: Gramedia. 2009). Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang (Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim.95 dengan analisis uji keandalan butir dengan teknik alpha dari Cronbach. 2008). hlm.6 maka dapat dikatakan bahwa item-item dalam kuesioner tersebut adalah reliabel.00 for windows Husein Umar. hlm.6 maka variabel tersebut sudah dianggap reliabel (handal).138 Dengan rumus: 2  k   ∑σ b 1 − r11 =   k −1   σ t2       Dimana: r11 k = Reliabilitas instrumen = Banyak butir pertanyaan = Varian total 2 b σ t2 ∑σ = Jumlah varian butir Untuk menghitung varian tiap butir adalah sebagai berikut:19 σ = 2 ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 Dimana: n = Jumlah responden X = Nilai skor (dari butir pertanyaan) Menurut Malhotra jika koefisien alpha >0.139 Untuk memudahkan proses penghitungan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan computer program SPSS 10.

Nilai korelasi (r) dan Alpha Cronbach dapat dilihat pada table dibawah ini : TABEL VII UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI Cronbachs Alpha r Tabel Keterangan 0. langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data tersebut agar dapat digunakan untuk menjawab problematika atau permasalahan yang telah diajukan sebelumnya. nilai r alpha > r tabel. Editing Editing adalah setelah daftar pertanyaan yang sudah diisi diterima kembali. maka perlu dibaca kembali. Model tahapan analisis ini adalah sebagai berikut: a. Tahap Pertama Setelah data terkumpul dari lapangan.9142 (Hasil Uji Reliabilitas) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini representatif dalam arti pengukuran datanya dapat dipercaya karena hasil perhitungan diatas adalah standar.96 menggunakan Alpha Cronbach. yang kurang jelas diperbaiki. 0. kalau masih ada yang belum sesuai dan belum konsisten jawaban dengan .6 Reliabel H. Teknik Analisis Data 1.

Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukkan data kedalam tabel-tabel. Skoring Setelah data terkumpul. 348 142 Ibid. 3: baik. Sedangkan untuk prestasi belajar peneliti mengambil dari nilai UAS tahun ajaran 2009-2010. 348 Ibid. maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode.140 b. hlm. skor total maksimal = 120. hlm. Jumlah pertanyaan 30 item. Tabulati Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data. Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia. 2: cukup.141 c. pengolahan data dilakukan dengan skor. dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. 2003). Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban atau kode tertentu sehingga lebih mudah dan sederhana. jika pengolahan data dilakukan dengan computer. 140 141 Muhammad Nasir.97 pertanyaan dikembalikan kepada peneliti atau penyidik untuk diperbaiki atau diisi kembali. sedangkan skor total minimal = 30. 355 . untuk kompetensi kepribadian guru PAI mulai dari nilai 4-1 yaitu: 4: sangat baik.142 Adapun langkah-langkah peneliti dalam tabulasi ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk memudahkan analisis. 1: kurang. hlm. kalimat pendek atau panjang ataupun hanya “ya” atau “tidak”. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya. Coding Data yang dikumpulkan dapat berupa angka.

2. 12 . hlm.98 2. (Yogyakarta: Andi. baik. Klasifikasi didapat dari pencarian lebar interval yakni dengan pengurangan antara skor harapan tertinggi dengan skor harapan terendah.5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 . cukup. Statistik. Klasifikasi Setelah didapatkan skor pengisian kuesioner selanjutnya dilakukan klasifikasi dari skor tersebut (termasuk kategori sangat baik. atau kurang). Rumus untuk mencari lebar intervalnya adalah sebagai berikut:32 i= Jarak Pengukuran ( skor tertinggi − skor terendah) Jumlah Interval Jadi jarak pengukurannya adalah (120 – 30 = 90) yang kemudian dibagi 4 karena intervalnya dikategorikan menjadi 4. Penjumlahan Setelah kuesioner diisi dan skor setiap responden didapat selanjutnya skor dijumlahkan.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) 32 Sutrisno Hadi. 2001). maka 90 : 4= 22.

Ho = Tidak ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Dengan rumus: Prosentase = Keterangan: frekuensi ( f ) X 100% jumlah total frekuensi ( N ) P = Angka Persentase f = Jumlah frekuensi responden /banyaknya individu N = Jumlah keseluruhan responden Cara ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo. Tahap Kedua Adapun sistematika pelaksanaan analisis data pada tahap ini adalah menghitung pengaruh antara dua variabel yakni variabel X dan variabel Y dengan data berbentuk interval. Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut: a. Menentukan formulasi hipotesis yakni: Ha = Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. 3. Sedangkan untuk prestasi belajarnya peneliti menyesuaikan dengan rumus yang digunakan oleh guru di SMA Bakti Ponorogo. .99 Selanjutnya dilakukan penghitungan prosentase setiap kategori.

hlm. Taraf signifikansi 5% berarti bahwa jika kita menerapkan 15 Suharsimi Arikunto. Harga t hitung ini selanjutnya dikonsultasikan dengan t hitung tabel dengan signifikansi a 5% atau 0. Uji Hipotesis Setelah t hitung dan t tabel diketahui.05 jika t > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui Ho diterima dan menolak Ha atau justru sebaliknya. dengan menggunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson. 146 .cit. maka langkah terakhir adalah uji hipotesis. Menentukan nilai uji statistik (nilai t) untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. op. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY c.100 b.

. Apabila peneliti menolak hipotesis atas dasar taraf signifikansi 5% berarti sama dengan menolak hipotesis taraf kepercayaan 95% atau kita yakin bahwa 95% dapat membuat keputusan yang tepat dan 5% membuat keputusan yang salah.101 kesimpulan penelitian akan ada penyimpangan atau kesalahan sebanyak 5%.

yang telah disediakan oleh pemerintah. Gambaran Umum Obyek Penelitian 6. Pada tanggal 1 . namun ternyata banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya disekolah Ma’arif dan Muhammadiyah. Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo Tahun 1954 Yayasan Koperasi Batik Bakti mendidikan gedung yang merupakan cikal bakal SMA BAKTI sekarang ini. SH Nomor 37 Tanggal 19 April 1983 untuk batas waktu tidak ditentukan. dengan kesepakatan bagi keluarga atau pegawai Batik Bakti yang anaknya ingin belajar di sekolah tersebut tidak dikenakan persyaratan apapun. Bapak Dasuki meminta gedung tersebut digunakan untuk SMA Negeri Ponorogo.102 BAB IV HASIL PENELITIAN C. maka atas kesepakatan Bupati Ponorogo. karena pada tahun 1957 SMA Negeri berdiri dan belum memiliki gedung sendiri. Melihat gedung dalam keadaan kosong. Tahun 1983 SMA Negeri pindah lokasi ke utara Universitas Muhammadiyah Ponorogo. sedang gedung Koperasi Bakti belum dipergunakan. Pada saat itu tujuan didirikannya gedung ini belum konkrit. Nama Bakti merupakan sebuah akronim dari Batik Asli Kesenian Timur Indonesia. Sinilingga. maka dibuat kesepakatan oleh Yayasan Pendidikan Bakti untuk mendirikan SMA BAKTI. SMA BAKTI adalah sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Bakti yang berdiri sejak ditandatanganinya Akta Notaris SS.

Demi tertibnya administrasi dan seiring dengan perkembangan zaman maka status SMA BAKTI mulai diperhatikan. Awal berdirinya status sekolah tersebut masih terdaftar. serta mempunyai wewenang penuh untuk mengurusi rumah tangganya sendiri seperti pelaksanaan Ujian Negara disetiap akhir tahun. Status SMA BAKTI Ponorogo adalah sama dengan SMA Negeri lainnya. sekolah ini terus melakukan berbagai renovasi hingga tahun terakhir renovasi yaitu tahun 2006. menghadap ke utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : SMP Ma’arif Sebelah Timur : Institut Sunan Giri (INSURI) .722 meter persegi.103 Juli 1983 dibuka pendaftaran pertama. Letak Geografis SMA Bakti Ponorogo SMA BAKTI Ponorogo beralamatkan di Jalan Batorokatong no 24 desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Gedung SMA BAKTI Ponorogo yang berdiri pada sebidang tanah seluas 5. 7. Sejak pertama sekolah ini dibuka pada tahun 1983. dan banyak pula prestasi yang telah diraih.C7/Kep/MIN/1998. hingga akhirnya pada tahun 1998 mendapat status Akreditasi dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 33/C. yang tidak kalah juga dari sekolah lainnya. Pada pendaftaran pertama ini SMA BAKTI telah menerima murid yang ditempatkan menjadi 11 kelas. Sekolah ini adalah salah satu sekolah swasta di Ponorogo yang memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah Negeri di Kabupaten Ponorogo.

8. Mewujudkan pendalaman dan pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. STKIP. 5. kreatif. 4. 6.104 Sebelah Selatan : Departemen Pendidikan Nasional Sebelah Barat : Dinas Sosial SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. serta menjunjung tinggi budaya bangsa. dan berwawasan kedepan. UNMUH Ponorogo. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan berprestasi. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. dan efektif. Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo a. mutakhir. taqwa. STAIN Ponorogo. Visi. b. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap dan tangguh. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran katif. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. dan nilai-nilai keagamaan. Misi SMA BAKTI Ponorogo 1. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI. 2. 3. . Visi SMA BAKTI Ponorogo Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan iman.

7. Menghasilkan lulusan yang berprestasi sesuai kebutuhan berbagai sektor pembangunan. RPP lengkap.105 7. 5. 9. 6.XI. Menghasilkan pencapaian standart isi. Menghasilkan kondisi sekolah dalam situasi belajar. dan aspek untuk semua kelas (X. Menghasilkan pemetaan standart kompetensi. sistwm penilaian lengkap. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. kreatif.XII) dan semua mata pelajaran. 10. Silabus lengkap. Mewujudkan potensi warga sekolah secara optimal terhadap budaya bangsa. 11. Tujuan SMA BAKTI Ponorogo 1. Menghasilkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif. efektif. 3. kompetensi dasar. 2. Menghasilkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif. Pencapaian standart pendidik dan kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1 yang mengajar sesuai bidang studinya. 8. c. meliputi: telah dibuat/ disusun KTSP. Menghasilkan tim olimpiade yang tangguh dan kompetitif. Menghasilkan peserta didik yang berbudi luhur. indikator. dan menyenangkan. menghasilkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif. Mewujudkan pembelajaran yang mandiri. 8. . 4.

Pencapaian standart proses pembelajaran meliputi : telah melaksanakan pembelajaran metode CTL. MA W. Darul F. S. dan administrasi. sarana prasarana. KESISWAAN WK.Ag Dra. SARPRAS WK.Pd Drs. KURIKULUM WK. kurikulum. Bibid Diono Sugeng PENGELOLA SIM Drs. HUMAS I. pendekatan belajar tuntas dan pendekatan individual. S Dian Avita.Pd M.Pd PUSTAKAWAN SEKOLAH LABORAN LAB KOMPUTER TEKNISI MEDIA UKS Sundari Diana Tri. kesiswaan. Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo BAGAN III STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO KEPALA SEKOLAH Drs.M. 9. Bibid Diono KOORDINATOR BK Dra. pembelajaran. meliputi: pencapaian standart pengelolaan. Ganis S WALI KELAS GURU SISWA Keterangan: : Garis Intruksi : Garis Koordinasi Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo . 13.Herdiyanto.S. K Cholish M. S. M. Abrori. 14. Emy.Pd Siswanto. M. Pencapaian standart pencapaian kompetensi lulusan/ prestasi/ kelulusan. Arifin Darwin Astuti WK.106 12. SDM. S.Pd KOMITE SEKOLAH KEPALA TU Drs. N.Pd Deny S. S. Pencapaian standart pengelolaan sekolah. Agung Pramono.

SMA BAKTI Ponorogo selalu melakukan pembenahan yang salah satunya melalui penggunaan tenaga pendidik atau guru. Sunyoto Drs. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia .F Agus D Drs. Keadaan Guru.Pd MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. M. M. M.Pd H. M Arifin Decita.Pd Zamroni. Guru di SMA BAKTI Ponorogo ini berjumlah 56 orang.Pd. S. M.Pd Drs. Arief Hariyadi Drs. S. Karena guru sebagai salah satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar yang keberadaanya sangat mempengaruhi proses belajar mengajar itu sendiri dan faktor penentu dalam tercapainya tujuan pendidikan. H. Mulyadi Drs. S. Disamping itu guru merupakan teladan bagi siswa yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk mencapai prsetasi yang memuaskan. H. S.Pd Hendriyanto. Keadaan Guru Dengan perkembangan yang semakin maju.H. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo a. adapun nama-nama guru dan mata pelajaran yang diajarkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA GURU Drs. S. Agung Pramono.107 10.Windra Herdiyantho.

Pd Daryanto. S.Pd Khoirul Huda.Pd Achmad Junaidi. Rulio Eko Prapti Sariyono. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni .Pd Dra. S.Pd Supriyanto.Pd Jatu Susilowati. S.Pd Dra. S. S. Bibit Diono MATA PELAJARAN Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. S. M. Surahmad Ariyanto Nugroho. L.Pd Siswanto. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. S.108 KODE 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 NAMA GURU Drs. S. Emi Sulistyani Nurmin. S. S. Fatchurdin Hendro Tri T.Pd Drs. Priyo Santoso Amin Hadi.Pd Drs. M. Darul Farokhi. M. Siti Nurjannah Subhan Masruri.Pd Dra.Pd M.Pd Drs.Pd Andri Wahyu Pradana.Pd Dra. Fathoni. S. S.Pd Agus Achmadi.Pd Nanik Dwi Rahayu. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. S. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono.Pd Rohmat Jaenuri.A Deny Siswiningsih. S. S.Pd Eni Sedarningsih.Pd Fajar Riyanto. M. S.Pd Edi Pramono. S.Pd Dra. S. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati. M. S. S. S. S.Pd Drs.S H.

karyawan yang ada di sekolah dapat menjadi motivator dalam proses pembelajaran. S. tenang. S.Pd Cholis Mahmudah. dan santai. nyaman. S. S. Adapun nama-nama karyawan atau pegawai di SMA BAKTI Ponorogo dapat dilihat pada tabel dibawah ini: .Pd MATA PELAJARAN Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. S. S.Ag Dra.T Noria Rahmayanti. Sriani Kuntianah. S.Pd Drs.109 KODE 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Nanang Sudarminto. suasana yang kondusif. Daim Wibowo Hariyanto. Jadi secara tidak langsung. Informasi dan Komunikasi Piket Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo b. Saiful rizal Rustiani Widiastuti.Si Dian Evita Nurmalasari. Pembelajaran yang baik adalah berada di lingkungan yang bersih. Keadaan Karyawan Selain guru karyawan juga merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar.Pd R. S.Pd Aris Nur Tantowi. Dengan adanya karyawan ataupun pegawai akan dapat memberikan sesuatu yang positif dalam terlaksananya pembelajaran di sekolah.

. Keadaan Siswa Siswa dalam hal ini juga merupakan salah satu komponen yang terpenting dari sekian banyak komponen pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa sebagai obyek pendidikan tentunya memiliki peranan yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran walaupun hal ini tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan pendidik atau guru dan faktor-faktor yang lainnya.110 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo c.

lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No Kelas Paralel Kelas 1 2 1 X 3 4 5 6 Jumlah L 9 19 20 18 17 23 106 P 23 14 13 14 16 11 91 Jumlah 32 33 33 32 33 34 197 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 14 9 19 20 19 20 101 P 24 31 12 10 13 9 99 Jumlah 38 40 31 30 32 29 200 2 XI Jumlah . dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 299. Dari 598 siswa. yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 299 siswa. kelas XI berjumlah 200 siswa. dan kelas XII berjumlah 201 siswa.111 Hasil dokumentasi yang peneliti dapatkan di SMA BAKTI Ponorogo jumlah keseluruhan siswa pada tahun ajaran 2009-2010 adalah 598 orang yang terdiri dari kelas X berjumlah 197 siswa.

melainkan keberadaanya sangat dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal dan maksimal. sarana prasarana bukan hanya termasuk komponen penting dalam pendidikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Ruang Belajar (Kelas) Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Serba Guna Ruang UKS Koperasi Ruang BP / BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Jumlah 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 . Keadaan Sarana Prasarana SMA BAKTI Ponorogo Dalam dunia pendidikan.112 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 6 5 21 20 20 20 92 P 30 35 11 12 11 10 109 Jumlah 36 40 32 32 31 30 201 2 XII Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo 11.

Pd. Agung Pramono. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo Bapak Drs. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. menyatakan bahwa guru agama di SMA tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan bidang yang diajarkannya. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. disini ada pengkhususan untuk guru agama. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan . yang semuanya dalam kondisi baik.113 No 11 12 13 14 15 16 17 18 Ruang TU Ruang OSIS Uraian Jumlah 2 1 1 1 1 1 2 5 45 Ruang Multimedia Ruang Ibadah Rumah Penjaga Sekolah Gudang Kamar Mandi/ WC Guru Kamar Mandi/ WC Siswa Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo D. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. M. Temuan Hasil Penelitian Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah pengungkapan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang ada didalam pembahasan skripsi ini. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau sebagai berikut: ”alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. ada 5 guru agama di sekolah ini. Dan sesuai dengan data yang diperoleh peneliti maka dapat disajikan sebagai berikut: 1. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah.

dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. serta bisa mengerti kondisi siswanya”. .114 jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga”. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud”. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik”. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. Kepribadian guru di SMA Bakti Ponorogo ini telah memenuhi syarat sebagai guru yang baik untuk siswanya. bapak Agung Pramono menyatakan sebagai berikut : ”Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. seperti sholat dan ngaji. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. dan terbuka. agar Visi. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. saling akrab. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. khususnya guru PAI yang ada di SMA Bakti Ponorogo ini telah memiliki standar kompetensi kepribadian yang baik. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. Menyikapi kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI. fatonah. amanah. Jadi sudah jelas apa yang disampaikan oleh kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo diatas mengindikasikan bahwa para guru. seperti ungkapan kepala sekolah berikut : ”sepanjang pantauan saya. tabligh. Bapak Sunyoto Menyatakan : ”seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. termasuk juga tes ibadahnya.

dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. Hal ini dikarenakan guru adalah personifikasi dari sebuah nilai. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. Jadi kualifikasi kompetensi kepribadian guru PAI harus memiliki indikator seperti menjadi guru yang bisa dijadikan suri tauladan oleh siswanya. cukup. adil. kurang dengan memberikan skor standar terhadap masingmasing kategori. Berdasarkan hasil angket mengenai kompetensi kepribadian guru yang disebarkan pada responden sebanyak 32 siswa. khususnya guru PAI. Untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru PAI SMA Bakti Ponorogo ini. peneliti mambaginya menjadi empat kategori: sangat baik. disiplin. dimana seorang guru dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa-siswanya. Menyikapi pentingnya kompetensi kepribadian guru. maka diperoleh jumlah minimal yang didapat adalah 61 sedangkan jumlah maksimal yang didapat adalah 109. mendidik siswa dengan penuh kesabaran. dan terbuka. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. kepala sekolah dan para guru di SMA Bakti Ponorogo sependapat bahwa hal itu sangat penting sekali bagi guru. jujur. penuh kasih sayang. adil. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. disiplin. akrab. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. penuh kasih sayang. jujur. hal ini sesuai juga dengan penjelasan UU RI no 14 pasal 8 tahun 2005.115 Ditambahkan pula oleh bapak Arif Hariadi sebagai berikut: ”mendidik siswa dengan penuh kesabaran. penuh tanggung jawab. tanggung jawab. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat . baik. harus bisa menguasai siswa. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu”.

5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 .25%) pada kategori sangat baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) Skor standar diatas. 5 responden (15. 10responden (31.116 penggolongan untuk melihat baik atau kurangnya kompetensi kepribadian guru. Seperti yang terlihat pada tabel berikut: .12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. menghasilkan 17 responden (53. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.62%) pada kategori cukup yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Dari nilai tersebut dicari lebar intervalnya adalah 120 – 30 = 90. Sedangkan skor harapan terendah adalah 30 (hasil perkalian 1 dengan 30) dan skor tertinggi adalah 120 (hasil perkalian 4 dengan 30). Karena intervalnya di kategorikan 4 maka maka 90 : 4= 22.

dapat diketahui bahwa secara keseluruhan guru PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki aspek kompetensi kepribadian yang baik. dan masih tetap memenuhi standar yang telah ditentukan. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Prestasi siswa di SMA Bakti Ponorogo semuanya memiliki hasil yang bervariasi. seperti yang diungkapkan dari hasil wawancara dengan guru PAI Bapak Sunyoto: ”Prestasi siswa disini cukup bervariasi.12 % 16. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan”.62 % 0 Total (Penghitungan persentase) 30 100 % Dari hasil wawancara dan juga hasil analisa kuesioner diatas. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 Frekuensi 10 17 5 0 Persentase (%) 31.117 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Interval 99 . bahwa hasil prestasi belajar yang didapat oleh siswa bervariasi. 14 tahun 2005. artinya masih memenuhi kualifikasi kompetensi guru PAI yang diharapkan oleh semua pihak dan sesuai juga dalam UU RI no. 2. ada pula yang sangat memuaskan. ada yang sesuai dengan standar minimal. karena semua itu .25% 53.

Menurut para guru di SMA Bakti Ponorogo ini. dan untuk siswa perempuanya diadakan pengajian. maka pihak sekolah SMA Bakti Ponorogo ini mengadakan berbagai bimbingan sekolah yang tertuang pada muatan lokal ibadah dan al-Qur’an. Dalam semua kegiatan yang diadakan di SMA Bakti ini. seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap nilai-nilai agama. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. yang bekerjasama pula dengan yayasan Qurrota A’yun. dan juga beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhinya. semua itu dilakukan untuk memberantas buta huruf al-Qur’an. Selain itu ada kegiatan rutinitas juga. semua guru juga ikut serta didalamnya. seperti yang telah diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi yaitu : ”Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu sangat menentukan prestasi belajar siswa. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. dan khusus untuk hari jumat semua siswa diwajibkan memakai seragam panjang dan memakai jilbab. Dari pernyataan itu bapak Sunyoto menambahkan. dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi presatasi belajar siswa. Selain itu faktor lingkungan juga. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga”. khusus hari jumat. seperti sholat dhuhur berjamaah setiap hari. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. guru adalah sosok uswatun hasanah. jadi jika bukan guru .118 tergantung dari bagaimana suasana belajar itu tercipta. sholat jumat berjamaah untuk siswa laki-laki.

sudah jelas seorang guru itu mampu mencerminkan kepribadiannya dengan baik. sehingga prestasi belajarnyapun bisa meningkat. sehingga berpengaruh langsung pada antusias siswa serta kesenangan siswa terhadap apapun yang mereka pelajari. Karena dengan kegiatan itu mampu terjalin kedekatan serta keterbukaan antara siswa dengan guru.119 yang memberikan contoh terlebih dahulu. pribadi guru yang mereka harapkan itu ada. maka siswapun kurang antusias untuk melaksanakanya. Dari data prestasi belajar yang peneliti dapat di SMA Bakti Ponorogo memang bervariasi. Bisa terlihat jelas. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rata-rata KD/Ulangan Harian + Nilai UAS 2 Pembobotan = Nilai Rata-rata Ulangan Harian/Blok + Nilai UAS 3 Adapun keterangan terhadap angka-angka yang ada pada daftar nilai adalah sebagai berikut: . peneliti melakukan interview dengan bapak Arif Hariadi selaku guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. nilai minimal yang didapat siswa adalah 70 sedangkan nilai maksimal yang didapat oleh siswa adalah 96. Dengan adanya semua kegiatan serta rutinitas yang ada. kemudian untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa di SMK Bakti Ponorogo. bahwa antara guru dengan siswa memang harus terjalin jembatan hati satu sama lain. dan semua itu tergantung pada kepribadian guru masing-masing.

120

TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Skor
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Berdasarkan skor diatas, diperoleh 21 responden (65.62%) termasuk kategori sangat baik, 11 responden (34.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Persentasenya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Interval
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Frekuensi
21 11 0 0 0

Persentase (%)
65.62% 34.37 % 0% 0% 0%

Total
(Penghitungan persentase)

32

100%

Dari hasil analisis diatas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki prestasi belajar ditingkat yang sangat baik.

121

Adapun penyajian data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dari seluruh sampel yang peneliti ambil adalah sebagai berikut:

TABEL XVII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA No Nama 1 Anita Andriani 2 Cherry Rahayu 3 Erry Lusiana 4 Frendi Pratama Aditya 5 Januar Christianto 6 Luki Dwi Susanto 7 Titho Dwi Jatmiko 8 Veri Aditya 9 Deny Priyanto Putra 10 Fandi Tri Saputro 11 Hendrik Bayu Prayogo 12 Luky Ariantama 13 M. Fajar Eko S 14 Ratna Ayu Febrianti 15 Ria Ayu Wijayanti 16 Tony Budiarto 17 Alfian Widya Permana 18 Bayu Ranantyo Bismoko 19 Dhani Widya Kristiawan 20 Eva Lustiviana Mency 21 Farid Mashudi 22 Laras Wulan Pratiwi 23 Lendra Wahyu Wijaya 24 Novita Dwi Purnawati 25 Deva Citra Sari 26 Eva Ayu R.S 27 Khasuna Kartika Dewi 28 Ovy Ruhinda Esty 29 Riko Dian Wijaya 30 Vito Angga Endrianto 31 Wika Krisna Arifandi 32 Yogik Bagus JUMLAH NILAI RATA-RATA L/P P P P L L L L L L L L L L P P L L L L P L P L P P P P P L L L L Kelas XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 Prestasi Belajar 75 70 74 75 80 90 72 73 80 70 82 90 80 80 86 70 75 94 90 92 70 92 90 92 80 96 70 95 90 85 90 95 2643 82.59

Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo

122

Mengenai data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas XI SMA Bakti Ponorogo yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa yang nilai keseluruhan dari sampel tersebut adalah 2643. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa dibagi dengan jumlah responden, yakni 2643:32= 82.59.

3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo
Untuk membuktikan pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo, peneliti melakukan analisis dengan bantuan komputer program SPSS 10.00 For Windows, tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, yang diketahui sebagai berikut:

TABEL XVIII PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
Correlations X Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X 1.000 . 32 .514** .003 32 Y .514** .003 32 1.000 . 32

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

003. Kemudian untuk taraf signifikansi pvalue = 0.34.123 Dari hasil penghitungan diatas. P-value lebih kecil dari 0.514 dan nilai r tabel 0.. .05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. bahwa aspek tertentu kompetensi kepribadian guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keselarasan antara teori dengan fakta yang ditemukan dilapangan. dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0.

sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. pada penjelasan pasal 28 ayat 3 butir b. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu kompetensi yang terpenting dari beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya.124 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. kemampuan. sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Dalam PP no 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia. Dari beberapa pengertian diatas. arif. dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. dan berakhlak mulia. dewasa. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantab. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya. menjadi teladan bagi peserta didik. apakah sudah menjadi teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten. yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu . kewenangan. stabil. dan berwibawa. kekuasaan.

dan yang terakhir yaitu skor kurang antara 30-52 dengan frekuensi 0 responden. Op. yang lebih banyak memerlukan pengalaman langsung. kemudian skor cukup antara 53-75 dengan frekuensi sebanyak 5 responden.125 kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. 701 . Dari 32 responden tersebut menilai dengan skor sangat baik antara 99-120 dengan frekuensi sebanyak 10 responden. Cit. Oleh karena itu keberhasilan kegiatan belajar mengajar tergantung pada kompetensi guru yang mencakup empat kompetensi tersebut terutama kompetensi kepribadian guru yang mempengaruhi kompetensi guru yang lainnya. 143 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.143 Melalui penyebaran angket dengan sampel sebanyak 32 siswa menunjukkan suatu hasil skor yang bagus. Posisi guru PAI dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Agama Islam. kemudian diikuti skor baik antara 76-98 dengan frekuensi sebanyak 17 responden. hlm. Kepribadian adalah faktor yang sangat penting dalam kesuksesan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain.

126 Sedangkan hasil dari distribusi angket dalam kategori pengklasifiasinya dalam prosentase. 79 Oemar hamalik. Op. yaitu dengan jumlah frekuensi sebesar 53. Cit. Jadi prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. hlm.12 %. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”145. kompetensi kepribadian guru PAI di lembaga tersebut berada pada taraf yang baik. B. Dari hasil pengkategorian ini dikatakan bahwasanya guru PAI yang mengajar pada lembaga pendidikan ini. Prestasi Belajar Siswa Ponorogo pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Prestasi belajar dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran.62 % sebagai kategori sangat baik dan cukup. Op.25% dan 16. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.144 Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. hlm. Cit. memiliki kompetensi kepribadian guru yang mencapai taraf baik. 36 . sisanya frekuensi sebesar 31. Dr. terutama nilai dari aspek kognitifnya. Mujiono. Syaiful Bahri Djamarah juga menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid 144 145 yang Dimyati. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya.

dan hasil dari jumlah nilai keseluruhan responden mencapai 2643. maka terbukti bahwa nilai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa di SMA Bakti Ponorogo berada pada kategori sangat baik. hlm. maka peneliti memperoleh hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo yang menunjukkan nilai rata-rata dalam kategori sangat baik. karena memiliki nilai pada interval 80 sampai dengan 100. Berdasarkan prosentase diatas.59. untuk kategori sangat baik terdapat 21 siswa dengan prosentase 65.59. Syaiful Bahri Djamarah.146 Dari data yang diperoleh setelah melakukan penelitian. jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dibagi dengan jumlah responden. karena uasaha siswa dalam meraih prestasi belajarnya telah mencapai kompetensi kelulusan minimal yang telah ditentukan. 1994). yakni 2643 : 32 = 82. 21 146 . Dari hasil rata-rata yang telah ditemukan yakni 82. dan untuk kategori baik terdapat 11 siswa dengan prosentase 34. maka penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo ini memiliki prestasi yang sangat baik. Hal ini terbukti dari penghitungan data yang didapatkan.62% dari semua sampel yang ada.127 berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional.37 % dari semua sampel yang ada.

Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Dalam menjalankan tugasnya guru harus memiliki suatu kecakapan.514 dan p-value = 0.128 C. profesional. kemampuan. Diantaranya adalah kompetensi paedagofik. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai seorang pendidik. Sebab. hal ini dapat diketahui melalui nilai r hitung sebesar 0. Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. P-value lebih kecil dari 0. Dari perolehan data melalui penyebaran angket mengenai kompetensi kepribadian guru PAI dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam proses penelitian. maka peneliti mengolah data tersebut dan kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Product Moment dari Karl Pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10.003.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI diSekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak.00 For Windows hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) dengan variabel Y (prestasi belajar siswa). . kepribadian. dan memenuhi kualifikasi yang cukup dalam mendukung profesinya. dan sosial.

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI. Bukti adanya pengaruh ini. disamping kompetensi yang dimiliki guru lainnya memiliki peran dan fungsi serta berpengaruh secara signifikan dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI yang didapatkan oleh siswa di sekolah. yang menggunakan pendekatan kuantitatif diketahui hasil yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI yang dimilikinya dengan prestasi belajar PAI yang mereka dapatkan. .129 Sesuai dengan penelitian yang dilakukan di SMA Bakti Ponorogo. sudah dapat menjawab rumusan masalah yang ketiga dari skripsi ini yang menanyakan tentang adanya pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa di SMA Bakti Ponorogo.

2. . Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo menunjukkan bahwa sebagian besar rata-rata prestasi belajar yang mereka raih berada pada kategori sangat baik. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1.12%) pada kategori baik. kurang dan sangat kurang. Hal ini terbukti dari 32 responden yang diteliti terdapat 10responden (31. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.17 responden (53.130 BAB VI PENUTUP A. 11 responden (34. 5 responden (15. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah 82. yaitu 21 responden (65. Kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian yang berada pada taraf yang baik. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) atau tidak satupun responden pada kategori cukup.62%) pada kategori cukup.25%) pada kategori sangat baik.59.62%) termasuk pada kategori sangat baik.

seyogyanya untuk: 1. Kompetensi kepribadian guru PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo. kepribadian maupun sosial. terutama aspek guru yang merupakan aspek penentu yang dominan dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar. P- value lebih kecil dari 0. baik itu kompetensi profesional. Terutama kompetensi kepribadian. . paedagogik. sehingga antara apa yang diajarkannya sudah tercermin pada sosok guru tersebut.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0.131 3. 2. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai r nilai r tabel hitung sebesar 0. yang langsung berpengaruh pula pada hasil prestasi belajar siswa yang juga menentukan masa depan Sumber Daya Manusia. B.514 dan 0. karena mutu serta kualitas guru lebih diutamakan.34. Mempertahankan kompetensi yang sudah dimiliki oleh setiap guru. dengan selalu mengadakan evaluasi pembelajaran. Terus mengembangkan mutu serta kualitas yang sudah dimiliki oleh guru.003. atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan secara intern. peneliti menyarankan kepada pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo. karena seorang guru harus memiliki integritas kepribadian yang baik dan komitmen yang tinggi. Saran Sesuai hasil penelitian yang ada.

132 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif. Malang: Universitas Negeri Malang Mardalis. 2007. Yogyakarta: Andi Offset Lestyo Dwi. 2002 Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Sutrisno . Jakarta: Ghalia Indonesia Hamalik. Jakarta: Rineka Cipta Faisal. 2006. Jakarta: Rineka Cipta Amin. 2002. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Lindra. Moh. Suharsimi. Surabaya: MEKAR Djamarah. 2004 Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta Departemen Agama RI. Belajar dan Pembelajaran. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30. Jakarata: PT. Perkembangan Anak Jilid 2. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: BumiAksara . 2008. Skripsi. 2001 Media Pendidikan. Malang: UM Press Hurlock. Manajemen Penelitian. Jakarta: Penerbit Erlangga Hasan. Iqbal. Zuhairini. Bumi Aksara Hadi. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena. Jakarta: PT Bumi Aksara Dimyati. 1982. 1987. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Darajat. 2000. M. Surabaya: Usaha Nasional Ghofir. Pasuruan: PT. Sanapiah . Elizabeth. 2006Ilmu Pendidikan Islam. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Zakiyah dkk. 1992. Rineka Cipta: Jakarta _______ 2005. 2004. Oemar. Syaiful Bahri . Garoeda Buana Indah Baharuddin. 1990. Metode Research II. Mujiono. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa. Abdul.

Kamus Ilmiah Populer. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Mulyasa. Jakarta: Rineka Cipta Sukmadinata. Pengantar Statistik Pendidikan. 2008. Ngalim .A. Muhibbin. 2003. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono. Bandung: CV Alfabeta Surakhmad. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Surabaya: ARLOKA. Psikologi Belajar. Bandung: PT. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nurdin. Lexy. 2004. Bandung: CV Alfabeta _______ 2007. E. P dan M. 2005. Jakarta: Raja Grafindo Persada Syah. Psikologi Pendidikan. 2007. Anas. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Slameto.Rosda Karya Majid. Dahlan Al Barry.133 Moleong. Metode Penelitian. 2006. 1988. Landasan Psikologi Cet-3. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. 2004. Jogjakarta: Ar Ruzz Media Nasir. Muhammad . Bandung: PT. 1980. Abdul . Jakarta: Ghalia Indonesia Pius A. Jakarta: Raja Grafindo Persada _______ 2002. Winarno. Bandung: PT Remaja Rosdakarya . Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. Metode Penelitian Kualitatif . Remaja Rosdakarya Muhaimin. 2007. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Tarsito Sudijono. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 2007. Nana Syaodih. Kiat Menjadi Guru Profesional. Purwanto. 2005. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. 2004. Muhammad. M.

2008. Rineka Cipta Winkel. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Abu Ahmadi. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Ilmu Pendidikan. dkk. 2006 Uhbiyati. 1991. 2009. 2008. Tabrani Rusyan. Nur. disadur oleh Dwi Sunar P.134 Syah. Husein. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik Umar. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang. Jakarta: Gramedia Ummamah. Bandung: Citra Umbara. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. George G. 1993. Metodik Khusus Pendidikan Agama. 1990. Jakarta: Rineka Cipta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Wahib. Membaca Kepribadian Orang. Jogjakarta: THINK Zuhairini.Jakarta: Balai Pustaka. Muhibbin. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia Wahab. Solo: Ramadhani _______ 1983. Metodologi Pendidikan Agama. 1991. Psikologi Pendidikan. Abdul Mustaqim. Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah . Psikologi Pengajaran. 2008. 2004. Cet-3. 1991. Jakarta: Kencana Young. 2005/2006. Shaleh. Jakarta: PT. 1996. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Cece. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim Wijaya.

135 .

jujur. dan disiplin Guru memiliki jiwa kepemimpinan yang patut disegani Guru memiliki perilaku yang berpengaruh positif bagi peserta didik (bertutur kata dengan santun dan lemah lembut) Guru berpenampilan sopan dan rapi di sekolah Gaya / cara mengajar guru membuat peserta didik tertarik dan senang Guru mampu bersosialisasi dengan para guru dan karyawan Guru mampu menyampaikan pelajaran dengan luwes dan baik Guru mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah Guru memiliki sikap yang sederhana dan rendah hati Guru mampu bersikap adil dalam menangani masalah peserta didiknya Guru tidak membeda-bedakan terhadap semua peserta didiknya Guru memberikan nilai sesuai kemampuan peserta didik Guru berkata dan bersikap jujur dalam segala hal Guru menegur siapapun peserta didiknya yang melakukan kesalahan Cara guru dalam menyampaikan pelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Guru mau menerima kritik dan saran dari peserta didiknya Guru mampu bersikap terbuka terhadap peserta didik Guru mampu menunjukkan moral yang baik Guru mampu menunjukkan sikap yang dapat diteladani Guru bersikap sabar dalam membimbing dan membina peserta didik Guru mampu menunjukkan akhlakul karimah / akhlak mulia dilingkungan sekolah SL SR KD JR : Selalu : Sering : Kadang-kadang : Jarang Pilihan Jawaban SL SR KD JR Keterangan: .LAMPIRAN III Tabel I DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pertanyaan Guru bersemangat dan energik saat pelajaran berlangsung Penjelasan guru dalam menerangkan pelajaran mudah dimengerti Guru mampu menahan amarah jika ada murid yang gaduh dikelas Guru mampu menahan emosi jika perasaanya tersinggung Guru mampu menempatkan diri (tidak membawa masalah pribadi kesekolah) Guru bersikap dewasa (memberi nasihat dan membantu kesulitan siswanya saat pelajaran berlangsung) Guru memulai pelajaran dengan berdo’a Guru masuk kelas tepat pada waktunya Guru memiliki ilmu pengetahuan yang luas Guru memberikan pengarahan dan membimbing siswa untuk berbuat baik. sabar.

misi dan tujuan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 3.LAMPIRAN IV PEDOMAN DOKUMENTASI 1. Data siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo . Data karyawan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 6. Data guru Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 5. Visi. Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 2. Struktur organisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 4.

Pd BIDANG STUDI Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. M. S.Pd Dra. S. Sunyoto Drs.Pd Drs.Pd Zamroni.Pd Hendriyanto. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi . Agung Pramono. S.Pd H. S. Surahmad Ariyanto Nugroho. Mulyadi Drs. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek.Pd Fajar Riyanto. M. L. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati.Pd Drs. S. Priyo Santoso Amin Hadi. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori.A Deny Siswiningsih. Emi Sulistyani Nurmin.Pd Nanik Dwi Rahayu. S. Fathoni. S. S.Pd Edi Pramono. M. S.Pd Dra.Pd Jatu Susilowati.Windra Herdiyantho. S.S H. M.Pd Agus Achmadi. S. S. H. M.Pd Drs. Fatchurdin Hendro Tri T.Pd. S.Pd Supriyanto.LAMPIRAN V TABEL II DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA GURU Drs.H. M. M Arifin Decita. H.Pd Drs. M. Arief Hariyadi Drs. S.F Agus D Drs. S. S. M.Pd Drs.

Pd Dra. S. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. S. S. S.Pd BIDANG STUDI Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek.Pd Drs. S. S. Sriani Kuntianah. S. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. Rulio Eko Prapti Sariyono.T Noria Rahmayanti. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. S.Pd Rohmat Jaenuri. M. S.Pd R.KODE 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Daryanto. S. Darul Farokhi. Siti Nurjannah Subhan Masruri.Pd Drs.Pd Khoirul Huda. S.Pd M.Si Dian Evita Nurmalasari.Pd Cholis Mahmudah.Ag Dra. S.Pd Aris Nur Tantowi. Bibit Diono Nanang Sudarminto.Pd Dra.Pd Andri Wahyu Pradana. S.Pd Dra. S.Pd Achmad Junaidi. S. S.Pd Siswanto.Pd Eni Sedarningsih. Daim Wibowo Hariyanto. Informasi dan Komunikasi Piket . S. S.

LAMPIRAN VI TABEL III DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - .

LAMPIRAN VII TABEL IV NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 1 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11201 2 11203 3 11205 4 11222 5 11227 6 11231 7 11233 8 11236 9 11238 10 11242 11 11243 12 11247 13 11262 14 11264 15 11276 16 11277 17 11312 18 11292 19 11293 20 11298 21 11310 22 11314 23 11331 24 11342 25 11346 26 11350 27 11370 28 11376 29 11377 30 11381 31 11386 XI IPS 1 Nama Siswa Ana Saritin Anita Andriani Andriani Sartika Cherry Rahayu Desy Dwi Hidayanti Devi Ragina Setiyaningrum Dewi Prasetyowati Diah Dwi Subekti Diana Mayasari Diyonna Nur Faid Donni Setyawan Dwi Ratnawati Erna Rahmawati Erry Lusiana Frandy T. Wardana Frendi Pratama Aditya Gelar Predik Heru Suyoko Ihfan Ayoga Januar Christianto Luki Dwi Susanto M. Mustamiin Novan Alifudin Rahmad Mardani Rangga Mei Sandra Ricky Dwi Prasetya Suprio Hadi Dinata Titho Dwi Jatmiko Tomy Nur Ulinnuha Trimo Diatmiko Veri Aditya .

P Muhtar Arifin Nugroho Rhomadhoni Ratna Ayu Febrianti Ria Ayu Wijayanti Rudi Prasetyo Setyo Budi Sri Ani Lestari Subangkit Hadi P Syamsul Ghofur Tony Budiarto Tunjung Redianto Widianto Winda Harum Nur C Yophi T . Fajar Eko S Miky Yoan A.LAMPIRAN VIII TABEL V NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 2 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11219 2 11224 3 11225 4 11232 5 11409 6 11254 7 11269 8 11271 9 11278 10 11283 11 11289 12 11294 13 11309 14 11311 15 11313 16 11321 17 11323 18 11333 19 11344 20 11348 21 11237 22 11363 23 11367 24 11369 25 11373 26 11378 27 11382 28 11394 29 11398 30 11402 XI IPS 2 Nama Siswa Bella Eka Nugraheni Dedi Irawan Deny Priyanto Putra Dewi Ayu Wulandari Dimas Adi Saputra Elinda Pamungkas Evi Dwi Jayanti Fandi Tri Saputro Frida Ratnasari Guntur Priyo Wicaksono Hendrik Bayu Prayogo Ika Setyowati Lisa Putri Anggraini Luky Ariantama M.

LAMPIRAN IX TABEL VI NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11188 2 11195 3 11196 4 11197 5 11198 6 11209 7 11211 8 11212 9 11214 10 11216 11 11217 12 11234 13 11244 14 11249 15 11252 16 11258 17 11267 18 11272 19 11274 20 11291 21 11299 22 11303 23 11306 24 11307 25 11312 26 11316 27 11318 28 11332 29 11360 30 11371 31 11380 32 11389 XI IPS 3 Nama Siswa Aan Febrian Pratama Ahmad Dedy Ardiansyah Akuan Fiki Ferdiana Alex Devi Adi S Alfian Widya Permana Asep Dwi Pamungkas Bachtiar Afandy Bagus Prasetyo Wibowo Bayu Kuncoro Aji Bayu Ranantyo Bismoko P Bayu Suwandra Dhani Widya Kristiawan Dony Tanagar Eftik Nurdhianti Ekka Ayu Wulansari Elyph Bayu Setyo Utomo Eva Lustiviana Mency Farid Mashudi Febriyanti Heri Kurniawan Juwita Mwilasari Kresna Bernadi Laras Wulan Pratiwi Lendra Wahyu Wijaya Luluk Wardhani May Venty Vivi Ariska Mega pristian N Novita Dwi Purnawati Santi Rubiani Susi Irianawati Tri Endah Oktaviani Vivi Novitasari .

LAMPIRAN X TABEL VII NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11190 2 11193 3 11194 4 11208 5 11215 6 11221 7 11225 8 11226 9 11228 10 11266 11 11281 12 11301 13 11324 14 11330 15 11337 16 11338 17 11339 18 11341 19 11351 20 11352 21 11359 22 11364 23 11379 24 11408 25 11395 26 11396 27 11397 28 11393 29 11399 XI IPS 4 Nama Siswa Adibyo Tri Susilo Agus Irawan Agustina Herlinawati Arum Nurwitasari Bayu Mardyan Saktyo Budi Siswono Debby Agung Prihananto Desy Alifati Mustafida Deva Vitra Sari Eva Ayu R.S Galih Kukuh R Khasuna Kartika Dewi Muhammad Tri Atmja Noor Muhammad S Ovy Ruhinda Esty Priyo Utomo Puji Rianto Purqon Maulana Riko Dian Wijaya Riska Khusnul Khotimah Sam Brayura Wikan Siti Asyiah Trahu Tomijati Vito Angga Endrianto Widyo Jiwandani Wika Krisna Arifandi Widi Setyawan Yogik Bagus Yopi W .

Apakah kepribadian seorang guru PAI berpengaruh pada prestasi belajar PAI siswa? . khususnya pada mata pelajaran PAI? 2. khususnya pada pelajaran PAI? 3. Menurut anda pentingkah kepribadian guru itu? Alasanya! 4.LAMPIRAN XI TABEL VIII DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA No 1 Nara Sumber Kepala Sekolah Pertanyaan 1. Bagaimana keadaan guru PAI Di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Menurut anda bagaimana kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 2 Guru PAI 1. Apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini memiliki kompetensi kepribadian yang baik? 4. Bagaimana kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 5. Menurut anda seharusnya seperti apa profil seorang guru. Menurut anda factor apa saja yang mempengaruhi kepribadian seorang guru? 6. Sepanjang pantauan anda apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini sudah memenuhi kualifikasi kompetensi seorang guru yang diharapkan? 3. khususnya guru PAI? 5.

Jadi jika keduanya itu bisa terbangun dengan baik pasti jadi seorang guru yang profesional. ada pula yang sangat memuaskan. Sangat penting. Seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. ada yang sesuai dengan standar minimal. Prestasi siswa disini cukup bervariasi. itu juga akan membentuk karakter guru itu).35 – 10. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. lingkungan. 6. dan ekstern). 4. mereka akan menyesuaikan dilingkungannya. semangat religi dari keluarga yang kurang.55 WIB 1. . Jadi uswatun hasanah buat anak-anak. 3. 5. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan 2.LAMPIRAN XII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. dari segi masyarakat. Kondisi latar belakang keluarga. karena kedekatan guru dengan anak-anak dan faktor yang lainnya juga. pembinaan dari pihak sekolah (faktor intern. fatonah. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga. guru digugu lan ditiru. (jika bernuansa islami. Sunyoto _ Guru PAI : Ruang Perpustakaan : Jumat/13 November 2009 : 10. tabligh. Semua perkataan seorang guru di percaya dan tingkah laku guru ditiru oleh siswa. dan teman bergaul yang juga mewarnai prestasi belajar mereka. amanah. Jelas sangat berpengaruh.

jadi mandidik anak dengan memberi contoh. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin.LAMPIRAN XIII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. sehingga memicu anak untuk berbuat hal yang sama. Selain itu faktor lingkungan juga. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya.45 – 10. Mendidik siswa dengan penuh kesabaran. adil. Sangat penting juga. disiplin. penuh kasih sayang. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. jujur. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. 4. 6. . Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. karena guru selain mengajar juga menjadi suri tauladan bagi siswa. karena dalam mata pelajaran PAI diajarkan nilai-nilai agama yang menuntut guru itu untuk mempraktikan nilai-nilai itu. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu. cukup baguslah kalau melihat latar belakang mereka yang bermacammacam. 5.10 WIB 1. Pribadi seorang guru yang disukai siswa pasti akan menumbuhkan semangat belajar siswa. apalagi seorang guru agama. 3. tanggung jawab. Sangat berpengaruh yang pasti. Mungkin faktor pendidikan dan sosial keagamaan serta lingkungan yang kuat pada ajaran agama pastilah jauh lebih memiliki pribadi yang baik. Arief Hariadi _ Guru PAI : Ruang Guru : Selasa/10 November 2009 : 09. 2. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga.

Sepanjang pantauan saya. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an.Pd _ Kepala Sekolah : Ruang Kepala Sekolah : Kamis/19 November 2009 : 09. 5.LAMPIRAN XIV DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. 4. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. dan terbuka. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. agar Visi. termasuk juga tes ibadahnya. Alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik 3. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. dan memiliki kompetensi guru. yang semuanya dalam kondisi baik. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud 2. seperti sholat dan ngaji. Agung Pramono.35 WIB 1. M. memiliki kecakapan. seperti penguasaan materi / bahan ajar. Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. saling akrab. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. disini ada pengkhususan untuk guru agama.15 – 09. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. serta bisa mengerti kondisi siswanya . dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. kreatif. artinya sesuai dengan syarat-syarat yang ada dalam undang-undang guru itu. Guru PAI haruslah bisa memenuhi kompetensi yang telah ditentukan. ada 5 guru agama di sekolah ini. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. Selama ini guru agama disini sangat mencerminkan kepribadian yang baik kepada warga dilingkungan sekolah ini. Selain itu guru agama juga harus bisa menjadi contoh baik di sekolah maupun di masyarakat. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI.

000 .003 32 Y .514** .01 level (2-tailed). (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X 1. . Correlation is significant at the 0.514** .Correlations Correlations X Pearson Correlation Sig.000 .003 32 1. 32 . 32 Y **.

LAMPIRAN XXI Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 N of Items = 30 .9142 32.

7500 3.0 32. 2.1563 2.0 32.6949 .8032 . 7.7822 . 23.9063 3.0 32.1563 Std Dev . 20.0 32.1563 3.8707 . 12.0 32.9375 3.0 32. 6.8400 .0 32.7620 .2500 3.0938 2. 18. 21.1563 2.7344 .8007 .8930 .0 32.0 32. 17. 22.1563 3.0 32.7399 .0 32. 3. 26.6773 . 15.8707 .7931 .0 32.2500 3.7666 Cases 32.7666 . 29.0 32. 4. 25. 5.2500 3. 28.8400 .6949 . 19.0 32.8799 .0 32.0625 2.0000 2. 8.8032 . 14.0 32.8799 . 10.0 32.7666 .0000 2. 27. 16.6016 .7822 . 30.9063 3.0 32.0 32.0 32.0 32.LAMPIRAN XXII Reliability ****** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean 1.9375 3.0 32.0 32.9375 3.0 32.2500 3.7594 . X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 2. 11.8750 2.8032 .0 .0313 3. 24.9755 .0 32.8750 2.9688 2.9375 3.0313 3.0313 2.7184 .8466 .0 32.0 32.8561 . 9.8750 3.0 32.7594 . 13.0 32.3438 3.0313 3.8750 2.

3438 Range .0213 Mean 3.5938 Item Variances Max/Min Variance 2.5897 Inter-item Covariances Max/Min Variance 5.9516 Range .2540 Std Dev 12.2629 Minimum -.7771 N of Variables 30 Item Means Max/Min Variance 1.4839 Range .6919 Range .3619 Maximum .0968 Maximum .1757 Maximum .0000 .0 Statistics for Scale Mean 91.1658 Minimum -.0146 Mean .0247 Mean .1875 Variance 163.0108 Mean .2159 .8676 - .0396 Minimum 2.7500 Maximum 3.6330 Minimum .6295 .R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) N of Cases = 32.9377 .5806 - Inter-item Correlations Max/Min Variance 3.

3508 155.9097 X9 .9315 151.3125 88.1573 150.3861 150. .7052 . .7893 151.0313 88.4468 .9113 X10 .R E L I A B I L I T Y H A) A N A L Y S I S - S C A L E (A L P Item-total Statistics Scale Mean Alpha if Item if Item Correlation X1 .9096 X17 .8024 152.1603 156.9375 88.8458 152.6069 .4237 .9125 X19 .9101 X5 .9137 X2 .4022 152.9375 Deleted Correlation if Item Total Multiple Scale Variance Corrected Item- Squared 154. .1875 88.5806 149.9375 87.4375 88.9102 X8 . .0313 88. .5065 .1895 151.9130 X6 .9139 X15 .9081 X16 .9121 X14 .5574 .3125 88. . .1683 150. .3387 152. . .4922 . .3208 .2188 88.3853 .8347 . .9128 X11 . . .9112 X21 .9022 154.4476 154.5958 152.5718 .3959 .1250 88. .2500 88. .9375 88. .5121 149. .6411 153. .7742 155.9102 X13 .6355 .4971 .4806 .2813 87.1563 87.0313 88.5504 .9090 X4 .9104 X20 . .4587 .3551 .6070 .3125 88.6411 150.9114 Deleted Deleted 88.5696 .9120 X3 .9106 X7 .5467 .2500 88.1875 88.1563 87.9103 X18 .2813 88. .9116 X12 .5688 .

1563 88.8700 .9124 X26 .4476 154.5554 151. .9119 X23 .9131 X27 .8438 88.4774 .4163 . .4623 . .4086 . . .9990 156.4100 . Reliability Coefficients Alpha = .5383 .0313 154. .3871 154.9106 X30 .X22 .1563 88.7167 152.3125 88. .7329 151.9142 30 items Standardized item alpha = .4626 .3910 .4521 .4194 154. .0938 88.5232 155.9126 X24 .9126 88.9125 X29 .9117 X28 .2500 88.0313 87.9145 .2500 88.9119 X25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful