P. 1
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru

Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru

|Views: 4,202|Likes:
Published by XhaAlma Yuemu

More info:

Published by: XhaAlma Yuemu on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

1

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

2

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

3

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO
SKRIPSI

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

Telah disetujui pada tanggl 29 Januari oleh Dosen Pembimbing

Drs. Bashori NIP 194905061982031004

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP 196512051994031003

Ag NIP. H. M. M. Bashori NIP. NIP. 196205071995031001 . Zainuddin. M. MA. Suaib H. 195712311986031028 : : : : Mengesahkan. I) Pada tanggal 8 Februari 2010 Ketua Sidang Drs.Ag NIP. H. Pd. 194905061982031004 Penguji Utama Drs. Bashori NIP.4 HALAMAN PENGESAHAN PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Faizah Usnida Rusdiyati (05110140) Telah dipertahankan di depan dewan penguji dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. Muhammad. 197308232000031002 Pembimbing Drs. 194905061982031004 Sekretaris Sidang Muhammad Walid.

Semoga kalian masuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan setiap anak manusia. dan amal kalian diterima oleh Allah serta menjadi ahli surga.. ku pasti selalu merindukan kalian semua. Evy.. segala puji syukur dan terima kasihku kepada Allah Yang telah memberikan aku kebahagiaan dengan memberikan orang-orang Yang selalu ada disampingku dan menyayangiku. material maupun spiritual demi keberhasilan putra-putrimu dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai ridho_Nya.kakak yang tersayang (Musthofa Syaifuddin Abrori dan Eva Nur Lailatul Fitriah) serta adikku tercinta (Masrur Muhtadi Muhtar) semoga cahaya ilmu. . Kakak. Pipit) yang telah menjadi penyemangat dalam kebersamaan. Ida. motivasi serta dukungan baik moral. Teman-temanku di Wisma Melati tercinta (Mbak Umamah. Karyaku ini ku persembahkan untuk orang-orang yang selalu hidup dijiwaku Ayah tercinta (H. Mustadjab) Bunda tersayang (Hj Syafa’atu Amanah) dan yang tanpa kenal lelah memberikan kasih sayang. Amin Ya Ilaihal Alamin. mbak farida.mbak Khusnul. Guru-guru ananda yang telah menjadi obor penerang jejak langkah ananda ”jasamu tidak akan pernah terlupakan” Tanpa kehadiran beliau semua ananda tidak akan tahu kemana kaki ini Harus melangkah menapaki dunia ini. Kalianlah orang pertama yang melekat di hati ananda. Bu Silvy) yang mengenalkan lagu-lagu keberanian di hatiku dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saatku berkecil hati. Vivy. hikmah dan irfani menjadi pelita yang menerangi setiap perjalanan kalian dimasa depan.. Rufi. Mbak Aini. Tria..5 PERSEMBAHAN Alhamdulillah. Hima. Sahabat-sahabatku yang telah mengenalkan aku pada makna perjalanan panjang kehidupan ini melalui ungkapan-ungkapan bijaknya (Mb.

sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. 2004). Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. hlm. ©!$# tx.6 MOTTO ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. ô‰s)©9 #ZŽÏVx. 595 1 . yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. Al-Ahzab 21)1 Departemen Agama RI.

Demikian.7 Drs. baik dari segi isi. mohon dimaklumi adanya. Wassalamu’alaikum Wr. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama : Faizah Usnida Rusdiyati NIM : 05110140 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul skripsi : Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Maka selaku pembimbing. Pembimbing Drs Bashori NIP 194905061982031004 . bahasa maupun teknik penulisan.Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. 29 Januari 2010 Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di Malang Assalamu’alaikum Wr. Bashori Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Faizah Usnida Rusdiyati Lamp: 4 (Lima) Eksemplar Malang. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan.Wb.

juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Januari 2010 Faizah Usnida Rusdiyati . kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. dan sepanjang pengetahuan saya. bahwa dalam skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo” tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi.8 SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Malang.

MA. Zainuddin. Padil.Pd. selaku Dekan fakultas Tarbiyah Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang 3. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bapak Drs Bashori selaku Dosen Pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan keihklasan di tengah-tengah kesibukannya meluangkan waktu memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik dan rapi. telah banyak pihak yang membantu memberikan bimbingan dan motivasi maka penulis ingin menyampaikan ucapan terimaksih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada: 1. 4. Moh. M. Bapak Drs. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. 2. Menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini.9 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulilllah ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat. M. Bapak Dr. . Dr. karunia dan hidayah-Nya Akhir dengan kepada judul penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Bapak Prof.

Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua puhak demi mendorong untuk perbaikan Tugas akhir ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca Malang. dan Drs. Bapak Drs. Sahabatku Yuni rahmawati yang dengan sabar dan tulus mendampingi peneliti dalam melakukan penelitian ini. H. Agung Pramono. selaku guru PAI yang membantu memberikan data untuk penyelesaian skripsi ini. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo yang banyak membantu terutama menjadi responden sehingga peneliti mendapat data dalam penyelesaian tugas akhir. 8. 10. Bapak Imam Abrori. 9.Pd selaku kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo. Bapak Drs. M Arief Hariadi. MA selaku waka kurikulum yang memberi pengarahan dan meluangkan waktunya untuk mencari data. Sunyoto. M. yang selalu memberi motivasi baik moril maupun spirituil dalam menyelesaikan tugas ini.10 5. 6. Ayahanda dan Ibunda yang paling kusayangi. 29 Januari 2010 Penulis . Penulis menyadari bahwa hasil penyusunan Tugas Akhir ini masih belum sempurna. 7.

.... 69 DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X ................................ 73 UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI.................................................................................... 78 TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009/2010 ............................................................... 91 TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ................................. 65 RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS .................................................. 92 TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ................. 87 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ...... 90 TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 .................. 96 .....11 DAFTAR TABEL TABEL I TABEL II JABARAN VARIABEL .................................................................................................. 76 TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU .......... 10 PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR ............................................. 67 PENSKORAN ........ 64 TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI ...

........................................ 102 ..................... 100 TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA .............................................. 97 TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA ...12 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ............101 PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI .................................................................................................. 100 TABEL XVII TABEL XVIII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA .

..........................................................13 DAFTAR BAGAN BAGAN I BAGAN II BAGAN III RANCANGAN PENELITIAN ... 86 .... 63 PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL .......................................... 67 STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO .......................

....................................... ix DAFTAR TABEL .................................................................................. iii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................................................ 6 C.... Latar Belakang Masalah..14 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .......................................................................................... xi DAFTAR BAGAN ................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... xiii DAFTAR ISI............................................................................................................................... 7 E............ 11 ...................................... Manfaat Penelitian ......................................................................... vi HALAMAN NOTA DINAS ......................................................................................................................................... Hipotesis Penelitian .......................... Rumusan Masalah ......................... i HALAMAN JUDUL ...................................................................... viii KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................. vii HALAMAN PERNYATAAN............... PENDAHULUAN ....... xviii BAB I............ v HALAMAN MOTTO ................................................ 9 G........................... Definisi Operasional ..... ii HALAMAN PEESETUJUAN................................................................................................................... xiv ABSTRAK ....................... Tujuan Penelitian ............................. 7 D........................................................................... 1 A.... Ruang Lingkup Pembahasan.................................. 1 B............................................................................................................................... 8 F...

............ 57 1............................ 23 3...................... 57 2.................................... Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI .Tujuan Pendidikan Agama Islam ............................. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI .... 11 BAB II........ 63 ................................. 55 3............ 14 2................... Pendidikan Agama Islam ........... 14 A............... 38 B............... 62 B....... Pengertian Prestasi Belajar Siswa ........ 52 2................................................................ 59 3.................................................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa ....................................... Kompetensi Kepribadian Guru PAI ........................................... 42 C..............15 H. METODE PENELITIAN ........................ Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ............................... Sistematika Pembahasan ........ 52 1.................... KAJIAN PUSTAKA ............ Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 40 1.............................................Pengertian Pendidikan Agama Islam ........... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ..................... 14 1.......................... 60 BAB III.................... Lokasi Penelitian ...................................................... 56 D.......... Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru PAI ......... Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI .......... Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI ................................ Prestasi Belajar Siswa ............ 62 A.................................... 40 2..........................Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam ......................

................ TEMUAN HASIL PENELITIAN ........................................................................................................... 82 A.. 83 3.... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo .......... Variabel Penelitian ........ Uji Validitas dan Reliabilitas .... 76 BAB IV..................................................... Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo ................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ........... 68 G............................ 86 5........... Teknik Analisis Data.............................. 68 F...... 93 2............ Populasi dan Sampel ............................................ 82 2... 97 3...................................... Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo ........... 64 D................... 71 H.... 102 ......... Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo .......................................... Teknik Pengumpulan Data ......... Data dan Sumber Data ........... Visi................................................ 84 4................................... Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo ........ 87 B................... Letak Geografis SMA BAKTI Ponorogo ..... 93 1...........16 C............. Keadaan Guru.............................. 65 E.......................... GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN ......... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ....................................... 82 1...............................................

........... 110 A.................................... 110 B...................................................................................... PENUTUP .... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ........... Saran ................................ Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ..................................17 BAB V........ 104 B.. 104 A................................................. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ......................................................................... Kesimpulan ................................................................ Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo .................... 111 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................... 108 BAB VI................................................................ 106 C...............

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam tidak hanya menyangkut transformasi ajaran dan nilai.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. dan bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. 2) wawancara.62%) termasuk kategori sangat . tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks. karena secara langsung atau tidak langsung segala permasalahan tersebut bisa mempengaruhi prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Bashori Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian Guru. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) observasi. Prestasi Belajar Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. maka secara umum masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini. Dalam arti. Faizah Usnida. Dosen Pembimbing: Drs. bagaimana cara atau pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran agama itu. dalam keadaan atau kondisi seperti apa ajaran agama itu berikan. 2009. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo memiliki kategori yang baik. yaitu 21 responden (65. serta apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. Guru yang terkait. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan uraian diatas. langsung dituntut untuk mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut. Sedangkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang paling tinggi berada pada kategori yang sangat baik. Skripsi. Fakultas Tarbiyah. misalnya masalah peserta didik dengan berbagai latar belakangnya. dapat mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar PAI. Untuk mengantisipasinya diperlukan adanya profil seorang guru PAI yang mampu menampilkan sosok kualitas personal atau pribadinya dalam menjalankan tugasnya. Hal ini terbukti dari pengisian angket yang menghasilkan 10responden (31. 4) kuesioner atau angket. karena usaha seorang guru untuk tampil menjadi pribadi yang sesuai harapan anak didiknya. yaitu pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. Terkait dengan hal tersebut akan dibahas tentang bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.17 responden (53.18 ABSTRAK Rusdiyati. setiap kegiatan pembelajaran pendidikan agama akan berhadapan dengan permasalahan yang kompleks.62%) pada kategori cukup dan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. 3) dokumentasi.25%) pada kategori sangat baik. serta sikap seperti apa yang harus ditunjukkan dalam proses pembelajaran. 5 responden (15.

05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar PAI siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. Dan hasil dari rumusan Product Moment dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. kurang dan sangat kurang.003. . digunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel . P-value lebih kecil dari 0.514 dan nilai r tabel 0.34. 11 responden (34. Dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam penelitian ini. Jika r hitung > r tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.19 baik.

Latar Belakang Dunia pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Media Pendidikan (Jakarata: PT. hlm. 2007). Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik.3 Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Bumi Aksara. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen Oemar hamalik. Terlebih dengan semakin pesatnya persaingan pendidikan diera global. Guru yang profesional dan berkualitas adalah guru yang memiliki kompetensi. maka pendidikan menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalani jika ingin berhasil dalam persaingan global. guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan.2 Kualitas pendidikan yang bagus adalah kunci untuk bersaing diera global. karena guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Pendidikan sendiri pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. 5 3 2 . Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. pengajaran. pertama dan utama. dan latihan bagi peranannya dimasa akan datang. 2001) hlm.20 BAB I PENDAHULUAN A. Mulyasa. yang harus mendapat perhatian sentral. 2 E.

kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. kompetensi kepribadian guru itu meliputi. 26 6 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta: Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet-3. kompetensi kepribadian. 1990). Sebab.6 Mengacu kepada standar nasional pendidikan yaitu pasal 28 ayat 3 butir b.21 “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. Cit. hlm. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.5 Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. dan berwibawa. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan. Cit. dewasa. hlm. Op. arif. 117 4 . hlm. 701 7 E Mulyasa.7 Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbara. 9 5 E Mulyasa. hlm. Op. 2006). kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. dan stabil. keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya.4 Penguasaan empat kompetensi tersebut mutlak harus dimiliki oleh setiap guru untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional seperti yang disyaratkan Undang-undang guru dan dosen. kepribadian yang mantab.

baik di kelas maupun di luar kelas. Pribadi guru yang santun. Kepribadian seorang guru. mengapa pendidikan kita masih kurang ada peningkatan hasil dan mutu yang lebih baik. Jadi kita pantas bertanya. kompetensi guru yang termasuk didalamnya yaitu kompetensi kepribadian guru adalah indikator yang sangat penting dalam proses pembelajaran.22 mempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas belajar dan prestasi belajar siswa. Akan tetapi. tetapi implementasinya dalam pembelajaran kurang optimal. jujur. hal tersebut kurang menyentuh terhadap peningkatan kompetensi kepribadian guru. Dalam hal prestasi belajar siswa. Hal ini boleh jadi disebabkan tidak terbangunnya jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dengan siswanya. Seperti upaya dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru. Oleh karena itu. seperti pribadi . mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran yang mempengaruhi langsung pada prestasi belajar mereka. dalam beberapa kasus tidak jarang seorang guru yang mempunyai kemampuan mumpuni secara pedagogis dan profesional dalam mata pelajaran yang diajarkannya. ikhlas dan dapat diteladani. padahal banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. serta pembentukan pribadi siswa itu sendiri. sehingga prestasi belajar mereka juga kurang adanya peningkatan. baik melalui pelatihan workshop maupun penataran guru mata pelajaran. respek terhadap siswa.

artinya masih banyak guru yang beranggapan bahwasanya keluwesan. berwibawa. luwes. dan menyenangkan yang dibutuhkan oleh siswa. yang akhirnya memberikan dorongan kesenangan siswa pada mata pelajaran guru tersebut. berwibawa. sehingga kebutuhan akan keterbukaan. namun setidaknya usaha untuk . Pentingnya kualitas kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mendorong siswa untuk belajar dan untuk meningkatkan prestasi belajar dengan maksimal. arif dan sederhana termasuk sorotan utama yang bisa menciptakan suasana yang tenang. sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru dengan prestasi belajar siswa. adil. luwes. keterbukaan atau pribadi yang terbuka antara siswa dengan guru tidak harus terjadi karena hal itu akan merusak citra personalnya sebagai seorang guru. bijaksana. serta keluwesan diabaikan oleh beberapa guru dengan alibi bahwa antara siswa dan guru harus ada batas yang memisah. meskipun bukan sesuatu yang mudah untuk mengukur dan menilai aspek-aspek kepribadian guru. Sementara itu. untuk menambah kesemangatan mereka dalam proses belajar mengajar yang semua itu berpengaruh pula pada prestasi belajar siswa. simpatik dan menarik. fenomena dunia pendidikan pada saat ini banyak sekali guru yang tidak faham dan mengerti akan kebutuhan ini. adil dan bijaksana merupakan sifat yang dibutuhkan siswa dalam diri seorang guru. Padahal kompetensi kepribadian yang dicerminkan oleh guru melalui sifatnya yang terbuka. menarik.23 yang bersifat terbuka.

karena mutu SMA BAKTI Ponorogo yang sudah terpercaya. Sekolah ini menjadi pilihan para siswa dan orang tua siswa sebagai tempat menimba ilmu.24 mengungkap kompetensi kepribadian guru melalui tanggapan siswa merupakan salah satu usaha untuk memperoleh gambaran tentang kepribadian guru yang diharapkan siswa. Dengan hasil penelitian ini guru diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya. Keberhasilan SMA BAKTI Ponorogo tersebut. khususnya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru di SMA BAKTI Ponorogo merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. yang telah menghasilkan output yang berprestasi memuaskan dan berkhlak baik. Alasan mengapa peneliti ingin melakukan penelitian di SMA BAKTI Ponorogo adalah karena SMA BAKTI Ponorogo adalah termasuk salah satu SMA Favorit di Ponorogo. Peneliti ingin mengetahui apakah kompetensi guru. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul: “PENGARUH KOMPETENSI BELAJAR KEPRIBADIAN SISWA DI GURU TERHADAP PRESTASI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO”. Penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai posisi penting dan . dan guru dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang diberikan secara lebih baik demi keberhasilan dalam mengembangkan dirinya secara optimal. tidak lepas dari kompetensi guru yang dimiliki dan hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian.

25

pengaruh yang besar terhadap prestasi siswa. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin, yang berjudul “pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“, menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. Maka dari itu perlu diadakan penelitian lapangan agar kebenaran dari teori-teori yang ada dalam buku-buku dapat diverifikasi dengan kenyataan di lapangan. Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat teori dan memberi informasi kepada kalangan akademisi bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar PAI mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap tercapainya prestasi belajar siswa dan membantu bagi tercapainya tujuan pendidikan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo? 3. Apakah terdapat pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo?

26

C. Tujuan Penelitian Tujuan pendidikan mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya pendidikan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kempetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo 2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo 3. Untuk membuktikan besarnya pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian skripsi ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas khasanah pengetahuan, sedangkan secara praktisi penelitian ini bermanfaat: 1. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya. 2. Bagi Guru Bidang Studi Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dalam proses belajar mengajar, sehingga

27

proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini memberi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka peningkatan pembinaan dan pengembangan mutu dan kualitas sekolah 4. Bagi Siswa Dengan mengetahui kompetensi kepribadian guru, maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan uantuk menyesuaikan cara belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. 5. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan pengalaman dan latihan dalam memecahkan masalah yang nyata serta memperoleh gambaran yang nyata tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar PAI siswa.

E. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara empiris (hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti dibawah dan “thesa” yang berarti kebenaran).8 Jadi hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban

M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 150

8

F. Adapun ruang lingkup pembahasan ini meliputi : a. 71 9 . Variabel Ada 2 variabel dalam penelitian ini. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). sekaligus menghindari timbulnya persepsi lain. Penelitian ini dilakukan di SMA BAKTI Ponorogo 2. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Rineka Cipta: Jakarta. Ruang lingkup pembahasan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan arahan dan gambaran mengenai permasalahan inti yang akan diteliti dalam pembahasan skripsi agar lebih terfokus. Keterbatasan penelitian.28 sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. b.9 Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ha : Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dilakukanya penelitian. a. 2006). Penelitian hanya dilakukan di kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo Suharsimi Arikunto. hlm. Subyek penelitian Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo c. Ruang Lingkup Pembahasan 1.

memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. Tabrani Rusyan) Prestasi belajar .bisa menjadi teladan bagi peserta didik . dan dewasa . dan berwibawa .nilai rapor dari segi kognitif.Guru PAI .Kepala sekolah Metode . Cece Wijaya. mata Dokumentasi . (dalam E. stabil. dan psikomotorik. luwes. arif.memiliki sifat yang terbuka .memiliki kepribadian yang mantap. M. jujur dan obyektif .wawancara dalam bertindak. Penelitian hanya untuk mengetahui bagaimana kompetensi kepribadian guru PAI dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo c. bijaksana dan sederhana Sumber Data .Pd dan Drs.memiliki kepribadian yang adil.memiliki akhlak yang mulia. TABEL I.Wawancara . Penelitian tentang kompetensi kepribadian guru PAI merupakan hasil dari persepsi siswa dan hasil wawancara guru PAI dan Kepala Sekolah.memiliki kepribadian yang disiplin. Guru siswa afektif.29 b. Variabel Kompetensi kepribadian guru Indikator . JABARAN VARIABEL No 1.Siswa . Mulyasa.Angket . . pelajaran 2.

Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa kepribadian yang mantab dan stabil. perumusan masalah. Merupakan bab pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah. hlm. benda) yang ikut membentuk watak. maka sistematik penulisannya dapat dirinci sebagaimana berikut: Bab Pertama. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. Prestasi belajar adalah tingkat kemampuan atau hasil yang dicapai siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan belajar yang diukur melalui ulangan semester yang ditunjukan dengan angka yang berupa nilai rapor siswa. hipotesis penelitian.30 G. Sistematika Pembahasan Agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh. manfaat penelitian. tujuan penelitian. berwibawa. karakteristik Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang. ruang lingkup Pembahasan. definisi operasional.1990). Bab Kedua. serta berakhlak mulia sehingga dapat memberi teladan bagi peserta didik. Kajian pustaka meliputi landasan teori yang memuat pembahasan umum tentang kompetensi kepribadian guru PAI.dewasa. 204 10 . H.10 2. 3. Uraian dalam bab I ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara umum tentang penelitian yang akan dikaji. dan sistematika pembahasan. Definisi operasional Dalam penelitian ini terdapat definisi operasional sebagai berikut : 1.

keadaan siswa dan keadaan sarana prasarana di SMA BAKTI Ponorogo. prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. struktur organisasi SMA BAKTI Ponorogo. yang meliputi: kompetensi kepribadian guru PAI pada mata pelajaran PAI.31 kompetensi kepribadian guru PAI. data dan sumber data. data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI . Kemudian akan dibahas tentang pengertian prestasi belajar siswa. letak geografis SMA BAKTI Ponorogo. terdiri dari: sejarah berdirinya SMA BAKTI Ponorogo.misi dan tujuan SMA BAKTI Ponorogo. populasi dan sampel. tujuan Pendidikan Agama Islam. Lalu akan dibahas juga tentang pengertian Pendidikan Agama Islam. keadaan guru. visi. variabel penelitian. uji validitas dan reabilitas dan yang terakhir adalah teknik analisis data. Merupakan bab yang menerangkan tentang metode penelitian yang digunakan peneliti dalam pembahasannya meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. lokasi penelitian. meliputi gambaran umum obyek penelitian. dan pentingnya kompetensi kepribadian guru PAI. dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Bab Keempat. Pada bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian. teknik pengumpulan data. Kemudian penyajian data tentang: data kompetensi kepribadian guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Bab Ketiga. keadaan karyawan. ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. Dan yang terakhir yaitu kompetensi kepribadian guru PAI dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. dan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.

. Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari hasil bab terdahulu. Bab Keenam. Pada bab ini akan membahas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya. Bab ini menjelaskan tentang pembahasan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti di lapangan.32 Ponorogo. bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif. Bab Kelima. dan mempunyai arti penting bagi keseluruhan penelitian serta untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. dan data pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo.

Cit. kekuasaan. dan kemampuan..11 Dalam kamus ilmiah populer diartikan sebagai kecakapan. tt). 353 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 10 Tentang Guru dan Dosen. Hal ini sesuai dengan beberapa pendapat diantaranya adalah sebagai berikut: Broke and Stone mengemukakan bahwa kompetensi guru sebagai descriptife of qualitative nature of teacher 11 12 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dijelaskan bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. kewenangan. 4 13 .33 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. kekuasaan dan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menentukan suatu tujuan. P dan M. dihayati. Kompetensi Kepribadian PAI 1. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu. hlm. Cit. Op. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Op. kewenangan. hlm. Dahlan Al Barry. dan perilaku yang harus dimiliki.13 Kompetensi guru mempunyai banyak makna. hlm. 453 Pius A. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: ARLOKA. Pengertian kompetensi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. ketrampilan.12 Jadi kompetensi merupakan suatu kemampuan.

Mulyasa. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”16. 38 17 Mc Ashan. konsep. kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti14. “kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. “kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan. Cit). 2007). Mc Ashan. hlm. 8 16 E Mulyasa. ketrampilan. dan implementasi(Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Charles E. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. Cit. 1991). Abdul Majid menjelaskan “kompetensi adalah seperangkat tindakan intelagen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu18. Mulyasa. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”17. karakteristik. menyatakan bahwa kompetensi atau kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan15. ketrampilan.34 behavior appears to be entirely meaningful. hlm. hlm. 2003). hlm. Tabrani Rusyan. hlm. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. afektif. Op. E. dalam (Mulyasa. Jhonsons. Op. dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. 25 Cece Wijaya. 5 15 14 . 38 18 Abdul Majid.

Op. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berifikir dan bertindak”19.35 Sedangkan Depdiknas merumuskan definisi “kompetensi sebagai pengetahuan. 6 E. Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan. tetapi juga 19 20 Depdiknas. Kepribadian bahasa inggrisnya adalah “personality” yang berasal dari bahasa Yunani “per” dan “sconare” yang berarti topeng. ketrampilan. 26 . Dari uraian diatas. Mulyasa. Meski begitu. tetapi mencakup sesuatu yang tidak kasat mata. hlm. Op. hlm. nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. dalam (Abdul Majid.20 Jadi penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa kompetensi guru adalah suatu kemampuan. Sedangkan istilah kepribadian itu sendiri sudah tidak asing lagi dalam percakapan kita sehari-hari. tidak jarang diantara kita yang belum paham benar tentang pengertian kepribadian baik secara bahasa maupun pendapat dari beberapa ahli. Cit). Cit. kecakapan serta kewenangan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menyandang profesinya sebagai seorang guru mencakup pengetahuan dan perilaku yang mendukungnya dalam melaksanakan tanggung jawab atau tugasnya sebagai seorang guru secara baik dan professional. Kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu didalam pelaksanaan tugastugas pendidikan. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati.

Pengertian stabil disini bukan berarti bahwa kepribadian itu tetap dan tidak berubah. kepribadian diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. 2007). M. hlm. disebutkan inti mengenai kepribadian adalah sebagai berikut24: a.Pd. H.22 Kepribadian itu relative stabil. Tetapi didalam perubahan itu terlihat adanya pola-pola tertentu yang tetap. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Makin dewasa orang itu. 2007). hlm. Landasan Psikologi (Cet-3.23 Dalam bukunya Dr. Baharuddin. hlm. hlm. 2005). yaitu pemain yang memakai topeng tersebut. bandung: PT Remaja Rosdakarya. makin jelas polanya. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena (Jogjakarta: ArRuzz Media. Bahwa kepribadian seseorang itu berkembang dengan dipengaruhi faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar Nana Syaodih Sukmadinata. 701 23 Ngalim Purwanto.I. 155 24 Baharuddin. 136 22 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Cit. Bahwa kepribadian itu merupakan suatu kebetulan yang terdiri dari aspek-aspek jasmaniah dan rohaniah b. Op. Bahwa kepribadian seseorang itu bersifat dinamik dalam hubunganya dengan lingkungan c.21 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Didalam kehidupan manusia dari kecil sampai dewasa/ tua.36 berasal dari kata “personae” yang berarti pemain sandiwara. 209 21 . makin jelas adanya stabilitas. kepribadian itu selalu berkembang. dan mengalami perubahan-perubahan.

Cit. Op. banyak hal yang harus diorganisasi. [kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang memberikan corak yang khas dalam caranya menyesuaikan diri dengan lingkunganya]25 Dalam bukunya Prof Dr. tidak berubah. hlm. Keseluruhan pola tingkah laku individu membentuk satu aturan atau sistem tertentu yang harmonis. Organisasi juga punya makna bahwa sesuatu yang diorganisasi itu memiliki sesuatu cara atau sistem pengaturan. 25 26 Ibid. yaitu26: a. 210 Nana Syaodih Sukmadinata. Didalam organisasi kepribadian itu memiliki sesuatu cara pengaturan atau pola hubungan tersebut adalah cara dan pola tingkah laku. that determines his unique adjustment to his environment. tetapi kepribadian tersebut berkembang secara dinamis. Pengertian organisasi merujuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks.37 Definisi diatas mendekati apa yang dikemukakan oleh Gordon W. b. 138-139 . Nana Syadih Sukmadinata yang berjudul Landasan Psikologi Menyebutkan empat makna dari rumusan kepribadian menurut Allport. hlm. Kepribadian individu bukan sesuatu yang statis. menetap. Alport yang menyatakan. yang menunjukan sesuatu pola hubungan fungsional. mengandung banyak aspek. Kepribadian merupakan suatu organisasi. Kepribadian bersifat dinamis. Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system.

Kepribadian bukan hanya terdiri atas aspek psikis. tetapi selalu dalam interaksi dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. Bukan kaki yang berjalan tetapi individu. dan sebagainya. melamun. Kepribadian adalah suatu sistem psikofisik. Lingkungan manusia juga selalu berada dalam perubahan dan perkembangan. berfikir. dengan manusia lain. Dinamika kepribadian individu ini. Kalau individu berjalan. Demikian pula kalau individu itu berbicara. yang melakukan semua perbuatan itu adalah individu. c. Kepribadian individu selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya. Kepribadian individu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. lepas dari lingkungannya. Ia adalah bagian dari lungkungannya dan .38 Perkembangan manusia berbeda dengan binatang yang statis. perkembangan manusia dinamis membentuk suatu lingkaran terbuka atau spiral. Kepribadian meliputi aspek jasmaniah dan rohaniah. bukan saja dilatar belakangi oleh potensi-potensi yang dimilikinya. d. maka berjalan bukan hanya dengan kakinya tetapi dengan seluruh aspek kepribadiannya. yang megikuti lingkaran tertutup. yaitu suatu kesatuan antara aspek-aspek fisik dengan psikis. tetapi sebagai makhluk sosial mansuai selalu berinteraksi dengan lingkunganya. Meskipun pola-pola umumnya sama tetapi selalu terbuka kesempatan untuk pola-pola khusus baru. tetapi keduanya membentuk satu kesatuan.

Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. hlm.39 berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. baik disekolah ataupun diluar sekolah. atau khas. 288 29 Syaiful Bahri Djamarah. Harus digugu artinya segala sesuatu yang Muhibbin Syah. hlm. Aspekaspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seorang individu. 225 28 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. 32 27 . N. 2000). Ainurrofiq Dawam M.27 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu kebulatan yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang bersifat khas atau unik serta dinamis dalam hubungannya dengan kehidupan sosial. Interaksi atau penyesuaian diri individu dengan lingkungannya bersifat unik. Cit. sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap. yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). Menurut tinjauan psikologi. Sedangkan pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. perasaan. kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran.A dalam pengantar wacana buku kiat menjadi guru professional menyatakan bahwa: Guru dalam bahasa jawa adalah seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua muridnya.28 Drs. profesinya) mengajar. Ametembun yang dikutip dalam bukunya Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. hlm.A. 2008).29 Dr. baik secara individual ataupun klasikal.

kompetensi Muhammad Nurdin. Op. Mulai dari cara berfikir. cara bicara. Cit. kompetensi kepribadian. hlm. hlm. Seorang guru juga harus ditiru yang artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. Segala ilmu pengetahuan yang datangnya dari sang guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan dan diteliti lagi. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. hingga cara berperilaku sehari-hari. rasa dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal mendidik. 2008).30 Guru adalah tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. 17 31 Muhibbin Syah. dalam arti mengembangkan ranah cipta. 256 30 .31 Dari beberapa uraian pengertian diatas jelas bahwa guru pendidikan agama islam berarti orang pilihan yang pekerjaanya mengajarkan ilmu agama islam dengan memiliki pengetahuan serta perilaku yang dapat dipercaya dan diyakini kebenaranya juga menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar Ruzz Media.40 disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.

kemampuan. pasal 28 ayat (3) butir b. dewasa. E. Kompetensi kepribadian guru sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Op. hlm. karena sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya. bahkan kompetensi ini menjadi landasan bagi kompetensi-kompetensi lainnya. Cit.41 sosial. kekuasaan. Sedangkan pengertian kompetensi kepribadian sendiri dalam Standar Nasional Pendidikan. 9 33 . arif dan berwibawa. Op. Oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai. Dalam hal ini. Mulyasa. 117 hlm. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”32. stabil. guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. Apalagi seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia33. tetapi dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. kewenangan yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran pendidikan agama islam yang semua itu 32 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. Cit.

42 terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dan khas (berbeda dengan orang lain). 2.35 Pribadi mantap berarti orang tersebut memiliki suatu kepribadian yang tidak tergoyahkan (tetap teguh dan kuat). Cit. Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia.34 Guru yang memiliki kompetensi kepribadian adalah guru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. kuat. hlm. Karena pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan khususnya dalam pembelajaran dan dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya. dewasa. 120 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Memiliki kepribadian yang mantap. Mulyasa. dikemukakan bahwa: seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap. stabil. arif. dan dewasa Mantab berarti tetap. Op. dan berwibawa serta guru harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya dan juga berakhlak mulia. kukuh. Op. stabil. Cit. Seperti yang telah dijelaskan dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 ayat 3 butir b. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan 34 35 E. hlm. 558 .

sekalipun ia akan berusaha untuk menyadari kehadiran orang lain itu. tapi ulet bahkan secara keras kepala. hlm. 2008). Young disadur oleh Dwi Sunar P. dan kehormatan. Kepribadian ini menghendaki bersikap ramah tamah dan dalam kebanyakan hal.43 baik. Ia dapat bersikap kompetitif. 215 36 . dia berusaha untuk melakukan apa yang benar. teman. tapi dia melakukannya tidak berlagak dan bernada merendahkan. guru harus memiliki kepribadian yang mantap. kekeraskepalaan ini dilunakkan oleh ketenangan dan kemampuannya untuk menyelami dan ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang lain. dan kebutuhannya. Namun demikian. Kepribadian ini memperjuangkan hal-hal yang diyakini benar secara tenang. untuk bertanggung jawab dan mendapat kehormatan dari keluarga. tindakan kasar dan ketidak perdulian bukanlah gayanya. dan hubungan lainnya. seorang guru PAI diharapkan memiliki kepribadian yang mantap. Kepribadian yang mantap dan berkeyakinan ini menekankan pada tiga hal yang merupakan landasan gaya kepribadiannya : kebenaran. Membaca Kepribadian Orang (Jogjakarta: THINK.36 Jadi. perasaan. berarti dia memiliki keteguhan dan kematangan dalam hal George G. mahir dalam mendapatkan bantuan orang lain dan dalam mengejar cita-citanya. Dia adalah orang yang dapat meyakinkan. tanggungjawab. Senantiasa dalam segala hal. ia memang ramah tamah. hingga mengurangi sikap agresifnya dan memberi kesan menyenangkan. profesional dan dapat dipertanggung jawabkan.

Op. Sedangkan dewasa secara bahasa berarti sampai umur. Cit. namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan. kokoh. akil. Untuk keperluan tersebut. 39 Orang dewasa disini berarti ia telah mampu mandiri dan dapat mengatur dirinya sendiri karena akalnya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. hlm. Cit. hlm. Op. balig.44 kecakapan dan keterampilannya serta memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. dan ketakutan mengakibatkan kurangnya minat untuk mengikuti pembelajaran serta rendahnya konsentrasi. 37 38 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena ketakutan menimbulkan kekuatiran untuk dimarahi dan hal ini membelokkan konsentrasi peserta didik38. 121 39 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 857 E. Kalau kita menelaah dari segi arti bahasanya bahwa pribadi ini sebenarnya sama halnya dengan pribadi yang mantap. upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat berguna. 203 . Guru yang mudah marah akan membuat peserta didik takut. Kestabilan emosi amat diperlukan. Mulyasa. hlm. Cit.37 Jadi pribadi yang stabil merupakan suatu kepribadian yang kokoh. Stabil bararti mantap. tidak goyah. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian ini adalah rangsangan yang sering memancing emosinya. Op. dan memang diakui bahwa tiap orang mempunyai tempramen yang berbeda dengan orang lain.

kebebasan tetapi disisi lain dari kebebasan adalah tanggung jawab. Seorang yang telah dewasa yang tidak mudah terombang-ambing karena telah mempunyai pegangan yang jelas. Perbuatan yang 40 41 Nana Syaodih Sukmadinata. hidupnya. 42 Ibid. .40 Pertama. tetapi setelah berbuat ia dituntut tanggung jawab. serta kesehatan jasmani dan rohani. Cit.45 Guru sebagai pribadi.41 Kedua. perbuatannya. kemana akan pergi dan dengan cara mana ia mencapainya. melihat kelebihan dan kekurangan dirinya dan juga orang lain. Minimal ada tiga cirri kedewasaan. 254 Ibid. Op.42 Ketiga. pendidik. Guru harus terdiri dari orang-orang yang bertanggunga jawab atas segala perbuatannya. pengajar. dan pembimbing dituntut memiliki kematangan atau kedewasaan pribadi. Orang dewasa adalah orang yang telah memliki kemerdekaan. orang yang telah dewasa memiliki tujuan dan pedoman hidup (philosophy of life). orang dewasa adalah orang yang telah bisa bertanggung jawab. orang dewasa adalah orang yang mampu melihat segala sesuatu secara obyektif. Lebih dari itu ia mampu bertindak sesuai dengan cara mana ia mencapainya. Ia bebas menentukan arah. hlm. Mampu melihat dirinya dan orang lain secara obyektif. yaitu sekumpulan nilai yang ia yakini kebenarannya dan menjadi pegangan dan pedoman hidupnya.

18 44 43 . 1991). 18 46 Cece Wijaya. 208 45 Pangab dalam (Cece Wijaya. Sedangkan dalam pendidikan umumnya yang dimaksud dengan disiplin ialah keadaan tenang atau keteraturan sikap atau keteraturan tindakan. yang dikaji terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Op. dan minat belajar siswapun akan meningkat yang itu semua akan berpengaruh pula pada prestasi belajar siswanya. b. hlm. disiplin adalah sesuatu yang terletak didalam jiwa seseorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yang berlaku45. Tabrani Rusyan. Memiliki kepribadian yang disiplin. hlm. 254-255 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Cit. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Cit. Op.hlm. dan berwibawa Disiplin bisa berarti ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. Disiplin merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan46.44 Menurut Pangab. Ibid. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. hlm.46 bertanggung jawab adalah perbuatan berencana. Tabrani Rusyan. arif.43 Dengan sifat kedewasaan yang dimiliki oleh seorang guru. maka siswa akan merasa terlindungi oleh sosok pengayom dan pembimbingnya dalam proses belajar mengajar.

mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.49 ∩∠∈∪ $¸ϑ≈n=y™uρ Zπ¨ŠÏtrB $yγŠÏù šχöθ¤)n=ãƒuρ (#ρçŽy9|¹ $yϑÎ/ sπsùöäóø9$# šχ÷ρt“øgä† šÍ×‾≈s9'ρé& Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.48 Guru yang berwibawa digambarkan dalam al-Qur’an surat alFurqon ayat 63 dan 75 sebagai berikut: ãΝßγt6sÛ%s{ #sŒÎ)uρ $ZΡöθyδ ÇÚö‘F{$# ’n?tã tβθà±ôϑtƒ šÏ%©!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ߊ$t7Ïãuρ ∩∉⊂∪ $Vϑ≈n=y™ (#θä9$s% šχθè=Îγ≈yfø9$# Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. Berwibawa berarti mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi). berilmu. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. Op. Cit. Kemudian yang dimaksud dengan wibawa adalah pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. hlm. mengetahui. cerdik pandai. hlm.47 Jadi seorang guru PAI yang arif berarti mengetahui dan pandai dalam mengajar dan mendidik siswanya kearah yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan. 1011 49 Departemen Agama RI. hlm. 48 Ibid. juga bisa berarti tahu. 2004).47 Sedangkan Arif dapat berarti bijaksana. 510 48 47 .

karena gurulah yang harus memulainya. hlm.48 Artinya: Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya. sebab dengan kewibawaan tersebut proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik. Karena sikapnya itu orang akan selalu tunduk dan malu untuk melecehkannya serta selalu menghormatinya. 512 Cece Wijaya. Cit. jika ingin peserta didiknya memiliki sifat-sifat tersebut. dan berwibawa.51 Jadi guru PAI haruslah memiliki pribadi yang disiplin. Misalnya: 50 51 Ibid. melainkan siswa akan taat dan patuh pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Op. Kepribadian ini penting. Tabrani Rusyan.50 Dari terjemahan ayat-ayat diatas. Dengan demikian kewibawaan bukan berarti siswa harus takut kepada guru. Dia tidak akan takut dicerca orang. maka dapat disimpulkan bahwa sangat bangga sekali menjadi seorang guru yang memiliki wibawa yang sesungguhnya. arif. karena masih banyak peserta didik yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap moral yang baik. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang merasa nyaman dan bahagia ketika dengannya karena mereka merasa diarahkan oleh guru yang berwibawa tersebut. bahkan selalu menampilkan perbuatan yang baik. 21 . Kewibawaan harus dimiliki oleh guru. hlm. berdisiplin dan tertib.

kurang arif. melawan guru. Kondisi tersebut menuntut guru untuk bersifat disiplin. Cit. hlm. membuat keributan dikelas. dan berwibawa. Kita tidak bisa berharap banyak akan terbentuknya peserta didik yang disiplin dari guru yang kurang disiplin. rambut gerondong. bahkan tidakan yang menjerumus pada kriminalitas. arif. Dalam pendidikan. membolos. 122-123 . dan kurang beribawa. rambur dicat. mengatasi. arif. masih banyak peserta didik yang tidak disiplin dan menghambat jalannya pembelajaran. dan berwibawa. tetapi lebih dari itu.52 Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran. Mulyasa. Dengan kata lain. agar tidak terjadi penyimpangan perilaku atau tindakan yang 52 E. mendisiplinkan peserta didik harus dimulai dengan pribadi guru yang disiplin. dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. terutama pada jam-jam sekolah. mencegah timbulnya masalah disiplin. Op.49 merokok. sehingga mereka menaati segala peraturan yang ditetapkan. guru harus senantiasa mengawasi perilaku peserta didik. dan berwibawa dalam segala tindakan dan perilakunya. berkelahi. tidak mengerjakan PR. arif. Oleh karena itu sekaranglah saatnya kita membina disiplin peserta didik dengan pribadi guru yang disiplin. serta mendisiplinkan peserta didik untuk mendongkrak kualitas pembelajaran. Dalam hal ini disiplin harus ditunjukkan untuk membantu peserta didik menemukan diri.

Cit.53 Jadi sebagai pembimbing guru harus berusaha untuk nmembimbing dan mengarahkan perilaku peserta didik kearah yang positif. karena bagaimana peserta didik akan berdisiplin kalau gurunya tidak meunjukkan perilaku disiplin. Op. bijaksana dan sederhana dalam bertindak Simpatik dapat berarti amat menarik hati (membangkitkan rasa simpati). dapat segera diatasi. dan jika siswa menyenangi gurunya.50 kurang disiplin. contoh atau teladan. Untuk kepentingan tersebut. Sebagai pengawas. sudah 53 54 Ibid. guru harus senantiasa mengawasi seluruh perilaku peserta didik. luwes. hlm. baik dalam memberikan hadiah maupun hukuman terhadap peserta didik. Dalam hal ini guru harus mampu secara efektif menggunakan alat pendidikan secara tepat sasaran. dan menunjang pembelajaran. Sebagai pengendali guru harus mampu mengendalikan seluruh perilaku peserta didik disekolah. dalam rangka mendisiplinkan peserta didik guru harus mampu menjadi pembimbing. 841 . hlm. Sebagai contoh atau teladan guru harus memperlihatkan perilaku disiplin yang baik kepada peserta didik. pengawas dan pengendali seluruh perilaku peserta didik.54 Seorang guru harus simpatik karena dengan sifat ini akan disenangi oleh para siswa. terutama pada jam-jam efektif sekolah. c. Memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. sehingga kalau terjadi pelanggaran terhadap disiplin. 126 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

hlm. Op. 55 Sedangkan luwes bisa diartikan pantas dan menarik. Cit. Keluwesan merupakan faktor pendukung yang disenangi para siswa dalam proses belajar mengajar. Cit. 115 59 Ibid. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena dengan daya tarik yang diungkapkan atau ditunjukkan oleh guru. Cit. tidak canggung. Cit.57 Kemudian kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuanya). hlm.51 barang tentu pelajarannyapun mereka senangi pula. Dengan adanya 55 56 Cece Wijaya. 792 .56 Seorang guru juga harus bersikap luwes terhadap siapapun termasuk peserta didiknya. tidak berlebih-lebihan. 20 58 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dan juga orang tua wali murid.59 Jadi guru yang bijaksana dan sederhana dalam bertindak adalah seorang guru yang selalu menggunakan akal budinya dalam bertindak dan tidak berlebihlebihan. fleksibel. karena dengan sifat ini guru akan mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan teman sejawat maupun dengan peserta didik. hlm. akan menjalin keterkaitan batin guru dengan siswa. Op. Op. Demikian pula dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 539 57 Cece Wijaya. maka akan memberikan pengaruh tertentu pada siswa yaitu kesemangatan belajar siswa terus meningkat. Kebijaksanaan dan kesederhanaan dalam bertindak. Tabrani Rusyan. tidak kaku. hlm.58 lalu kesederhanaan adalah sifat sederhana. Tabrani Rusyan. hlm. mudah disesuaikan. guru harus menarik. Op.

tidak memandang bahwa siswa itu familinya atau anak si A. si B. tidak pilih kasih. hlm. guru akan mampu mengendalikan proses belajar mengajar yang diselenggarakan60. hlm. sesuai dengan peraturan yang berlaku. jujur dan obyektif Adil dapat diartikan tidak berat sebelah. dan seterusnya. Op. tidak memihak. dan pengalaman belajar yang memadai.52 keterikatan tersebut. tidak pamrih sesuai dengan norma-norma yang berlaku. ikhlas.62 Sedangkan obyektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Tabrani Rusyan. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. d. jujur dan obyektif dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang 60 61 Cece Wijaya.63 Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya. seorang guru harus menguasai benar semua hal yang berhubungan dengan sifat tersebut diatas. Sifat-sifat ini memerlukan kematangan pribadi. hlm. khususnya pengalaman dalam praktik mengajar. kedewasaan sosial. Cit. pengalaman hidup bermasyarakat. berpihak kepada yang benar. Adil. 6 62 Ibid.61 Jujur bisa diartikan lurus hati. hlm. dan emosional. Cit. Oleh karena itu. Sedangkan arti dari obyektif adalah benarbenar menjalankan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. tulus. Op. sedangkan jujur adalah tulus ikhlas dan menjalankan fungsinya sebagai guru. Memiliki kepribadian yang adil. tidak curang. 367 63 Ibid. 623 .

merupakan salah satu tuntutan terhadap guru. tidak terbatas pada orang tertentu saja. 17 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sifat-sifat ini harus ditunjang oleh penghayatan dan pengalaman nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosial budaya yang diperolehnya dari kehidupan dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya. Op. Memiliki sifat yang terbuka Terbuka dapat diartikan tidak tertutup. hlm. ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah. Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja. orang tua. tidak dirahasiakan. Tabrani Rusyan. Op. teman sekerja.53 harus dilaksanakan oleh guru. Cit. hlm. 132 . dan tujuan pendidikan sehingga mutu pendidikan yang diharapkan benar-benar tercapai64. sehingga sekolah menjadi agen pembangunan daerah 64 65 Cece Wijaya. e. harapan. baik dengan murid. Ia diharapkan mampu menampung berbagai aspirasi dari berbagai pihak. Cit.65 Guru yang memiliki pribadi yang terbuka yaitu seseorang yang berterus terang dan tidak tertutup dalam bersikap serta mau menerima kritik dan saran yang membangun dari siapapun. Sifat-sifat tersebut diatas harus dimiliki oleh guru guna mencapai hasil belajar mengajar yang sesuai dengan cita-cita.

f. dsb). hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 44. barang. 21 Ibid. Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru. sebagai berikut: 66 67 Ibid. Sebab. berdasarkan kebutuhan dan tuntutan berbagai pihak. Bisa menjadi teladan bagi peserta didik Teladan berarti dapat ditiru (perbuatan. 917 . baik untuk dicontoh. hlm.54 dan guru bersedia menjadi pendukungnya. maknanya adalah untuk memuali sesuatu yang baik maka kita mulai dari diri sendiri. tidak menutupi kesalahan. terus terang. dan mau dikritik untuk perbaikan pada masa mendatang66. hlm. Ia akan terus berusaha meningkatkan serta memperbaiki suasana kehidupan sekolah.67 Bagi seorang guru PAI sebaiknya sebelum melakukan pendidikan dan pembinaan kepada peserta didinya. diperlukan suatu pendidikan pribadi. artinya dia harus mampu mendidik dan membina dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswanya. maka demokrasi dalam proses belajar mengajar akan terlaksana. demokrasi dalam belajar akan mendidik dan melatih siswa untuk bersikap terbuka.

24 . padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?. Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an alAhzab ayat 21. hlm.68 Nabi Muhammad adalah sosok pendidik yang sejati. hlm. hlm.55 Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡à Ρr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhŽÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâ÷ß∆ù's?r& * ∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian. 8 Ibid. sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.sŒuρ tÅzFψ$# Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.69 Ayat di atas memberi penjelasan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat suri tauladan bagi kita semua. ©!$# tx. 2005). beliau diutus Allah di dunia ini dengan diberi kesempurnaan akhlak sebagai suri tauladan bagi umatnya.70 68 69 Departemen Agama RI. Fikih Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. sebagai berikut: tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. Ayat tersebut juga berisi perintah kepada kita agar menjadikan Rasulullah sebagai acuan dalam berperilaku sehari-hari. 595 70 Heri Jauhari Muchtar. ô‰s)©9 #ZŽÏVx. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. Op. Cit.

Sebagai teladan. Kesalahan perlu diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Guru yang baik adalah guru yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dimilikinya. Perilaku seorang guru sangat mempengaruhi peserta didik. Peran dan fungsi ini patut dipahami. kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Dengan kata . Oleh karena itu tugas guru adalah menjadikan peserta didik sebagai peserta didik. jadi seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik yang bisa dijadikan panutan untuk membangun kepribadian peserta didik. jadi hanya dengan keterampilan dan kerendahan hati akan memperkaya arti pembelajaran. sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.56 Guru PAI merupakan teladan bagi para peserta didik baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. bukan memaksakan kehendak. Menjadi teladan merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran. Harus atau tidak harus seorang guru itu hendaklah menunjukkan keteladanan terbaik dan moral yang sempurna. tetapi setiap peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. bukan harus menjadi beban yang memberatkan. karena guru juga manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan. tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai seorang guru.

hlm. Dalam hal ini mungkin setiap guru harus menempatkan dan meluruskan kembali niatnya. terhormat. yakni usaha sungguh-sungguh. Cit. Cit. Apalagi seorang guru PAI. 15 73 Ibid. tetapi memerlukan ijtihad yang mujahadah. dan senantiasa menghadapi situasi apapun hendaknya lebih mengutamakan doa. Op. Op. martabat) tertinggi. menyadari kelebihan dan kekurangannya (self consciousness)71. Kompetensi kepribadian guru yang dilandasi akhlak mulia tentu saja tidak tumbuh dengan sendirinya begitu saja. hlm. Dengan brakhlak mulia. kerja keras tanpa mengenal lelah dengan niat ibadah tentunya. 597 . dan menjadi panutan bagi peserta didiknya. haruslah berakhlak baik. juga berarti luhur (budi dsb) baik budi (hati dsb).57 lain. hlm. Guru harus berakhlak mulia.73 Jadi akhlak mulia dapat diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan yang memiliki nilai tinggi dan luhur. g. pangkat. 129 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. yang mengajar dan mendidikan agama islam pada peserta didik. guru dalam keadaan bagaimanapun harus memiliki kepercayaan diri yang istiqomah dan tidak tergoyahkan. guru yang baik adalah guru yang sadar diri. Memiliki akhlak yang mulia Akhlak adalah budi pekerti. bahwa menjadi guru bukan semata-mata untuk urusan 71 72 E. Mulyasa.72 Mulia berarti tinggi (tentang kedudukan. karena ia adalah seorang penasihat bagi peserta didiknya. kelakuan.

agar bisa ditiru dan diteladani oleh peserta didiknya.58 duniawi dan memperbaiki ikhtiar dengan tetap bertawakal kepada Allah. 130-131 . dan 74 E. Melalui guru yang demikianlah. memakai baju yang tidak rapi. yang berakhlak mulia. bisa membuat murid betah dikelas.74 3. Mulyasa. dan berbeda dari pribadi orang lain yang bukan guru. Oleh karena itu guru harus berani tampil beda. Penampilan seorang guru menjadi pesonal bagi peserta didiknya. Disinilah pentingnya kompetensi kepribadian guru. tetapi bisa juga membuat murid malas belajar bahkan malas masuk kelas seandainya penampilan gurunya acakacakan. harus percaya diri. Beberapa sikap guru yang kurang disukai oleh seorang peserta didik antara lain guru yang sombong (yang tidak suka menegur atau tidak mau ditegur kalau bertemu diluar sekolah). hlm. Op. Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru Kompetensi kepribadian guru sangatlah penting dan harus dimiliki oleh setiap guru. sebab penampilan guru juga bisa membuat murid senang belajar. sering datang terlambat. karena guru harus menampilkan sosok pribadi yang berbeda dengan yang lainnya. karena pribadi yang ada dalam diri seorang guru selalu dilihat oleh peserta didiknya. Cit. Banyak peserta didik yang berharap bahwa guru bisa menjadi teladan bagi peserta didik baik dalam pergaulan disekolah maupun dimasyarakat. kita berharap pendidikan menjadi ajang pembentukan karakter bangsa. guru yang suka merokok.

yang semuanya akan berpengaruh pada prestasi belajar mereka. setiap calon guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik (ciri khas) kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya. Jadi guru harus berusaha untuk tampil sebagai pribadi yang menyenangkan bagi peserta didik. Oleh karena itu. stabil dan dewasa. Yaitu seorang guru yang memiliki karakteristik pribadi yang mantap. Mengenai pentingnya kompetensi kepribadian guru. Cit). Pengertian Prestasi Belajar Siswa 75 Zakiyah Darajat. agar dapat mendorong mereka untuk belajar. pribadi yang bisa dijadikan teladan dan pribadi yang memiliki akhlak yang mulia. dan berwibawa.59 masih banyak lagi. pribadi yang disiplin. 225-226 . B. Oleh karena itu sangatlah penting seorang guru itu memiliki kompetensi kepribadian. seorang psikolog terkemuka. dalam (Muhibbin Syah. Profesor Doktor Zakiah Darajat menegaskan bahwa: Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang mengalami keguncangan jiwa (tingkat menengah)75. karena ketidak tertarikan atas pribadi guru tersebut. bagi seluruh peserta didiknya. hlm. arif. Prestasi Belajar Siswa 1. Op. dan itu semua pastinya akan menghambat belajar peserta didik.

Dalam proses pembelajaran disekolah menginginkan berbagai tujuan. Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai “hasil yang dicapai oleh siswa didalam belajar. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”79. Op. salah satunya adalah agar siswa mendapatkan suatu prestasi yang baik.77 Prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. bisa juga berarti berlatih. 2001) hlm. Dengan prestasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi kemajuan siswa itu sendiri untuk kedepannya. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. 12 78 Dimyati. 700 Ibid. Mujiono. terutama nilai dari aspek kognitifnya. Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta. hlm.76 Sedangkan belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. hlm. hlm.60 Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan kata “belajar”. 36 . 79 79 Oemar hamalik. Bumi Aksara. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”78. dikerjakan. Cit. dsb). hasil tersebut biasanya harus dilakukan dengan 76 77 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2002). kata prestasi berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan. Dr. Media Pendidikan (Jakarata: PT. “Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses.

30 80 . Prestasi juga menentukan keadaan kemampuan dan intelegensi siswa. dan evaluasi. dan prestasi belajar siswa itu bisa ditunjukkan melalui nilai yang dia dapatkan. Jadi dari beberapa pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar siswa adalah hasil yang dimiliki oleh seseorang atau siswa berupa pengetahuan. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai dari aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. serta proses belajar mengajar. c. sikap dan tingkah laku. yang merupakan suatu syarat terciptanya suatu prestasi belajar. keterampilan. Sedangkan hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri.61 mengadakan penilaian atau pengukuran yang dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan”80 Sedangkan menurut Tu’u prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. 29 81 Tu’u (dalam Lindra Lestyo Dwi. Op. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukan melalui nilai atau angka dari ulangan atau ujian yang ditempuhnya81. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran disekolah. Cit ) hlm. hlm. aplikasi. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa (Malang: Universitas Negeri Malang). b. sintesa. pemahaman. analisis. sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik Lindra Lestyo Dwi.

siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Semakin banyak faktorfaktor positif yang berpengaruh.52 82 . faktor-faktor tersebut ada yang bersifat mendukung (positif) dan ada yang menghambat (negatif). dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).82 a. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. sekolah. Faktor Intern Slameto. maka semakin tinggi prestasi yang dicapai oleh siswa begitu juga sebaliknya. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. 1988). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar merupakan tujuan akhir dari proses kegiatan belajar. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. masyarakat dan sebagainya. Agar prestasi belajar dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Didalam pencapaian prestasi. hlm. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain. 2. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern).62 yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yang dilarang.

2. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yang belajar. Anak yang cacat misalnya kurang pendengaran. 1991). hlm. Orang yang belajar tidak lepas dari kondisi fisiknya. faktor psikologis tersebut antara lain: 1) Kecerdasan atau Intelegensi 83 84 Ibid.63 Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. keadaan jasmaniah yang sehat akan berbeda dengan keadaan fisik yang kurang sehat. Faktor jasmaniah Faktor ini meliputi bawaan maupun yang diperoleh semenjak lahir seperti panca indera. dan alat tubuh yang lainnya.84 Adanya anak yang sakit maka prestasinya menurun. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswa FIP UGM Yogyakarta ternyata bahwa kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar anak. Keadaan jasmaniah dapat melatar belakangi aktivitas belajar. prestasinya juga kurang apabila dibandingkan dengan anak yang normal. 63 . Abdul Wahib. Faktor psikologis Faktor psikologis dalam belajar akan memeberikan pengaruh yang penting. Mustaqim. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. kurang penglihatan. adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu83: 1. Rineka Cipta.

Slameto mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. hlm. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya. Op. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar85.”86 Muhibbin berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses.wordpress.64 Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. 134 . hlm.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ Slameto. semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses. yang normal yaitu yang selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Op. Sebaliknya. Cit.”87 Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajarnya untuk meningkatkan prestasi belajar.58 87 Muhibbin Syah. 85 86 http://ridwan202.Cit. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi. sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya.

3) Minat Menurut Winkel minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Psikologi Pengajaran (Jakarta: PT Gramedia. Dalam proses belajar terutama belajar keterampilan seperti bermusik. 24 .89 Jadi pada dasarnya bakat itu adalah kemampuan seseorang yang sudah ada semenjak lahir. yang perkembangannya tidak bergantung pada upaya pendidikan. Cit.90” Slameto mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa 88 89 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. seni rupa. 70 Muhibbin Syah.65 2) Bakat Bakat adalah dasar (kepandaian. Op. akan tetapi dengan pendidikan bakat pada seseorang tersebut bisa lebih tersalurkan. Cit. dan ketrampilan lainnya. 1996). Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang ditentukan pula oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang-bidang studi tertentu.88 Menurut Muhibbin Syah bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil prestasi yang baik. Op. hlm. hlm. sifat dan bawaan) yang dibawa dari lahir. hlm. 136 90 Winkel.

hlm. 95 Muhibbin Syah. tanpa ada yang menyuruh”91. Cit. 262-263. 1990). aktifitas atau situasi yang menjadi obyek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang”94. Psikologi Belajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Perkembangan Anak Jilid 2 (Jakarta: Penerbit Erlangga. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana. 2004). Op. Hlm. semakin kuat keinginanya semakin kuat dan bertahan minat tersebut”93 Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang. 64 93 Elizabeth B. hlm. Hurlock. 114 Shaleh dan Wahab. Sedangkan menurut Muhibbin Syah “minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”95. Op. Minat siswa terhadap mata pelajaran akan berpengaruh terhadap intensitas belajarnya. 2004). 182 Ngalim Purwanto. 151 94 . Sedangkan menurut Hurlock “minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Cit. Dari uraian diatas minat dapat diartikan sebagai kecenderungan yang menetap sebagai bagian dari kondisi psikis yang menentukan seseoarang tertarik atau tidak untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. hlm. hlm. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi 91 92 Slameto. Purwanto mengemukakan bahwa “minat menggerakan perbuatan pada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi kegiatan itu”92.66 ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas.

Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar.96 Sedangkan motivasi dalam belajar itu adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan aktifitas belajar. Faktor Ekstern 96 97 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. peraturan atau tata tertib sekolah. hlm. 4) Motivasi Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. . Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. 593 Muhibbin Syah.98 b. dan seterusnya.67 prestasi belajarnya. misalnya pujian dan hadiah. hlm. 136-137 98 Ibid. suri tauladan orang tua serta guru. misalnya perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut.97 Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seorang siswa yang mendorong siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. Cit. Op. Cit. Op. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya.

100 Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anak. hlm. Op.wordpress. begitu juga hubungan antar anak dengan anggota keluarga lainnya. Cit. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Cit. Orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya. semua itu turut 99 Slameto.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ 101 Slameto.68 Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa.99” 1) Faktor Keluarga Dalam hal ini Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. dapat menyebabkan anak tidak atau kurang berhasil dalam belajarnya.101 Hubungan antar anggota keluarga yang terpenting adalah hubungan antar anak dengan orang tua.dan nilai atau hasil belajar yang anak dapatkan tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya. 62 http://ridwan202. hlm. keadaan keluarga. lingkungan sekitarnya dan sebagainya. Op. faktor sekolah dan faktor lingkungan masyarakat. 64 100 . sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Menurut Slameto faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “faktor keluarga. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman.

anak akan merasa diperhatikan dan akan merasa nyaman dalam belajarnya. Jadi faktor keluarga itu sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. hlm. penuh perhatian dan pengertian akan berpengaruh positif pada belajar anak. karena waktu terbanyak dari seorang anak untuk belajar adalah di rumah mereka. Jika faktor keluarga mendukung anak untuk belajar maka hasil belajar mereka akan memuaskan. dan pertengkaran yang terjadi antar anggota keluarga akan mengakibatkan anak bosan berada dirumah dan akibatnya belajarnya kacau. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk 102 103 Ibid. ribut dan sering terjadi cekcok. sikap yang terlalu keras. maka perkembangan anak akan terhambat belajarnya terganggu dan bahkan anak akan menjadi anak yang brutal dan nakal. sikap acuh tak acuh.103 Suasana rumah yang tegang. 2) Faktor Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya jika hubungan anak dengan keluarganya dipenuhi dengan kebencian. situasi rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. dan kurang perhatian.102 Hubungan yang penuh kasih sayang. Begitu pula dengan suasana rumah. 65 .69 mempengaruhi belajar anak. Ibid.

juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaikbaiknya.104 Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. alat-alat pelajaran dan masih banyak lagi. tidak sesuai dengan bakat.106 Jadi apabila hubungan guru dengan siswa terjalin dengan baik. akibatnya siswa malas untuk belajar. kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar siswa. hlm. Sebaliknya.66 Ibid.70 belajar yang lebih giat. kurikulum. hlm. Kurikulum yang kurang baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat. diatas kemampuan siswa. minat dan perhatian siswa. Karena cara belajar siswa dipengaruhi oleh hubungannya dengan gurunya. siswa akan menyukai gurunya. Bahan pelajaran juga mempengaruhi belajar siswa. dan mempunyai perencanaan yang mendetail agar bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam belajarnya.68 106 Ibid. menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang 104 105 Ibid. . guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab. faktor sekolah ini meliputi metode mengajar. hubungan guru dengan siswa.105 Jadi dalam proses belajar mengajar guru harus mementingkan kebutuhan siswa dan guru juga perlu mendalami siswa dengan baik. Dalam proses belajar mengajar hubungan antara guru dan siswa haruslah terjalin dengan baik.

Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak. 3) Faktor Lingkungan Masyarakat Disamping orang tua. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka 107 http://ridwan202.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ . Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anakanak yang rajin belajar. Jadi siswa akan merasa jauh dari guru. terutama anak-anak yang sebayanya. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula.107.71 lancar. maka akan segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Oleh karena itu. maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Dalam hal ini Kartono berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya.wordpress. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan.

1991). Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: PT Bumi Aksara. Moh. 69 110 Moh. hlm.110 Sedangkan dalam Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan Zakiyah darajat. Ilmu Pendidikan.109 Jadi pendidikan (paedagogie) artinya bimbingan yang diberikan pada anak. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita. dan “again” yang artinya membimbing. 1992). hlm. 1 109 108 . Konsep Pendidikan Agama Islam 1. 25 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Pendidikan agama terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan agama. C. yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Pendidikan (paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “pais” yang artinya anak.72 kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Amin berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan teratur serta sistematis. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “’allama”. 2006). (Jakarta: Rineka Cipta. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan pendidikan islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”108. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan dalam bahasa arab berarti “tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Pasuruan: PT. Garoeda Buana Indah. hlm. dkk. Amin.

Zuhairini. dan memelihara) memajukan pertumbuhan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. kepribadian. memperbaiki. Rahman Saleh. 3 112 Zuhairini. maka akan menjadi pendidikan agama.73 terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 1983). serta keterampilan yang diperlukan dirinya. akhlak mulia. kecerdasan. masyarakat. dkk. menguasai. Abd. pengendalian diri. menyebutkan bahwa pendidikan agama adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. maka dapat dipahami bahwa pengertian pendidikan secara umum adalah usaha sadar yang dilakukan si pendidik atau orang yang bertanggung jawab untuk (membimbing. pendidikan agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran islam. hlm.112 2. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah. 27 111 .111 Dengan demikian. Menurut para ahli adalah sebagai berikut: 1. Kata pendidikan jika dikaitkan dengan kata agama. bangsa dan Negara. hal ini mempunyai banyak definisi. hlm. 2003). memimpin. dkk.

Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang. 10 Zuhairini. dkk.A.74 ajaran-ajaran agama islam. M. serta menjadikanya sebagai jalan kehidupannya. Metodologi Pendidikan Agama (Solo: Ramadhani. (Malang: UM Press. dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. (Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005). 2004). hingga mengimani. Dalam pengertian lain menyatakan bahwa pendidikan agama berarti usaha untuk membimbing kea rah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam sehingga terjalin kebahagiaan di dunia dan di akhirat. ajaran agama Islam. dijelaskan bahwa pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan Zuhairini.114 Pendidikan keislaman atau pendidikan agama Islam yaitu upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya. 1993).113 Jadi pendidikan agama adalah proses atau usaha sadar yang dilakukan pendidik untuk membimbing secara sistematis dan pragmatis supaya menghasilkan orang yang beragama dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. menghayati. hlm 7-8 114 113 . memahami. Abdul Ghofir. hlm. Sedangkan Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal.115 GBPP Pendidikan Agama Islam disekolah umum. hlm 2 115 Muhaimin.

Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap. dan pandangan.2002). tingkah laku. penghayatan. kebiasaan. penampilan. baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. (Bandung: PT. Tujuan umum.116 2. hlm. Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim Muhaimin. Zakiyah Darajat mengklasifikasikan tujuan pendidikan agama islam menjadi tiga yaitu117: a. pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. bermasyarakat. hlm. pendidikan islam itu berlangsung selama hidup. b. Op. pendidikan agama islam bertujuan untuk “meningkatkan keimanan. menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan. Tujuan akhir.Rosda Karya. Cit. dan pengalaman peserta didik tentang ajaran agama islam. memahami. pamahaman. Tujuan Pendidikan Agama Islam Secara umum. 30-32 116 . 76 117 Zakiyah Darajat. berbangsa dan bernegara”. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan.75 siswa dalam meyakini. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup didunia ini telah berakhir pula.

tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Op. yaitu: al-Qur’an Hadis. Tujuan sementara. hlm. ilmu pengetahuan dan kebudayaan118. dan Bimbingan Ibadah. serta Tarikh / sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama. Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI 1. M. Syariah.76 yang merupakan ujung dari taqwa. dan Tarikh (Sejarah Islam) yang menekankan pada perkembangan politik. dan sebagai akhir dari proses pendidikan itulah yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Tujuan operasional.A. Ibadah. 79 . Muamalah. Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi guru adalah merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang pendidik dan pembimbing peserta didik didalam 118 Muhaimin. D. Cit. Akhlak. d. Keimanan. Akhlak. c. ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Pada kurikulum 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok yaitu: Al-Qur’an. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam maka ruang lingkup materi PAI (kurikulum 1994) pada dasarnya mencakup tujuh unsure pokok. Fiqih. Keimanan. 3.

77

kelas. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar peserta didiknya dikelas. Kompetensi kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar sangat menjadi perhatian bagi para peserta didiknya. Guru yang memiliki kepribadian yang baik, adil, disiplin, arif, simpatik dan menarik, luwes, bijaksana, sederhana dalam bertindak,berwibawa dan berakhlak mulia serta bisa menjadi teladan adalah sosok guru yang diharapkan oleh peserta didik maupun masyarakat sekitar. Maka dari itu sangat penting seorang guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam memiliki kompetensi kepribadian yang tinggi dalam dirinya. Kompetensi kepribadian guru pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki andil terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Karena seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik, sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya, baik itu di lingkungan sekolah ataupun di masyarakat. Ini dimaklumi karena manusia adalah makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya dalam membentuk pribadinya. Guru PAI sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia, sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya, apakah sudah menjadi

78

teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten, sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan, kemampuan, kekuasaan, kewenangan, yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.

2. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dalam diri individu, yaitu perubahan tingkah laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajarnya. Sedangkan prestasi belajar siswa bisa juga dikatakan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru.

79

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI ditentukan pula pada kesemangatan dan antusias seorang siswa pada mata pelajaran tersebut. Jika antusias mereka tinggi dalam mempelajari pendidikan agama islam, maka akan tinggi pula prestasi yang akan siswa raih, lebih-lebih mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbeda dengan mata pelajaran lainnya, karena mata pelajaran ini selain mempelajari juga harus dimengerti dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan antusias atau kesemangatan seorang peserta didik itu biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti motivasi, minat belajar, guru yang mengajar, sarana prasarana, dan masih banyak lagi. Hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran, yakni mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri, sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yaitu yang dilarang. Didalam pencapaian prestasi, siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. 3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu komponen yang penting yang harus dimiliki. Seorang guru dituntut memiliki kepribadian yang baik apalagi seorang guru PAI, karena kepribadian seorang guru dijadikan contoh oleh peserta didiknya. Jadi seorang guru PAI harus

menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. dewasa. Dengan kompetensi kepribadian yang ada dalam diri seorang guru. Karena tanpa adanya kompetensi kepribadian guru yang baik. yaitu adanya kedekatan baik secara lahir maupun batin. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin. Jadi bisa disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI itu memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran . menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. arif dan berwibawa. dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru sangat berkaitan dengan proses pembelajaran.“pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“. Guru yang yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam dirinya. Jadi kompetensi kepribadian guru PAI sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa yang menunjang pula untuk mendongkrak prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. yang semua itu memunculkan semangat tersendiri untuk peserta didik. kecil juga kemungkinan sisawa untuk memperoleh prestasi belajar yang baik. karena akan memberikan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar. maka sangat berpengaruh pula terhadap proses belajar mengajar.80 memiliki kepribadian yang seperti telah disebutkan dalam Standar Pendidikan Nasional yaitu kepribadian yang mantap. stabil.

karena dengan adanya kompetensi kepribadian guru antusias belajar siswa menjadi meningkat. . Dengan meningkatnya antusias belajar siswa tersebutlah bisa disimpulkan akan meningkat pula prestasi belajar yang diraih siswa.81 PAI.

119 Hal senada juga diungkapkan oleh Faisal “penelitian korelasional adalah hubungan dua atau lebih variabel yang berpasangan. (2) untuk menjawab pertanyaan apakah hubungan antar Suharsimi Arikunto. Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional. 1982). apakah terdapat hubungan antara variabel atau tidak. hubungan antara dua perangkat data atau lebih. Sedangkan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kualitatif tidak mengadakan penghitungan. 2005).120 Tujuan teknik korelasional adalah : (1) untuk mencari bukti berdasarkan hasil pengumpulan data. hlm. Pendekatan dan Jenis Penelitian Secara umum dalam bidang penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. product moment. notanota. hlm. yang mana derajat hubungannya bisa diukur dan digambarkan dengan koefisien korelasi. Penelitian korelasi merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau beberapa variabel. 293 120 119 . Sedangkan jenis penelitian kuantitatif adalah yang mencakup setiap penelitian yang berdasarkan perhitungan presentase. dan penghitungan statistik lainnya. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. dengan jenis penelitian korelasi. tetapi digambarkan dengan katakata atau kalimat (deskriptif) terhadap data yang diperoleh guna mendapatkan suatu kesimpulan. 247 Sanapiah Faisal.82 BAB III METODE PENELITIAN A.

188 121 .121 Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI (X) sebagai variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat.83 variabel tersebut kuat. yaitu di SMA BAKTI Ponorogo yang berlokasi di Jalan Batorokatong No 24 Desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. baik dalam bidang akademik maupun non akademik (kegiatan ekstrakurikuler) dan dipenuhi dengan prestasi yang selalu memuaskan. dan (3) ingin memperoleh kepastian secara matematis apakah hubungan antar variabel merupakan hubungan yang meyakinkan (signifikan) atau hubungan yang tidak meyakinkan. Peneliti mengambil lokasi di SMA BAKTI Ponorogo ini. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Adapun rancangan penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut: BAGAN I RANCANGAN PENELITIAN Kompetensi Kepribadian Guru (Variabel X) Presatasi Belajar Siswa (Variabel Y) B. Pengantar Statistik Pendidikan. Lokasi Penelitian Adapun lokasi yang dijadikan penelitian ini berada di Kabupaten Ponorogo. 2004). hlm. karena di SMA BAKTI Ponorogo terus mengalami perkembangan dan kemajuan kearah yang lebih baik pada setiap tahunnya. sedang atau lemah. Anas Sudijono.

memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. UNMUH Ponorogo. Variabel Kompetensi kepribadian guru Metode Angket . bijaksana dan sederhana dalam bertindak. . STKIP. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi.memiliki kepribadian yang Siswa Indikator mantap. C. arif. dan berwibawa . Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua variabel. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI. dan dewasa kelas XI No 1. TABEL II PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR Sumber Data . STAIN Ponorogo.memiliki kepribadian yang IPS disiplin.memiliki kepribadian yang adil. Kedua variabel tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa indikator berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli. stabil. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan variabel II prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). jujur dan obyektif . luwes.84 Selain itu SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis.

122 Populasi adalah sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. pelajaran ntasi D. M. (Bandung: CV Alfabeta. Cit.bisa menjadi teladan bagi peserta didik . maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo.123 Sesuai dengan pengertian tersebut. 2007). yang terbagi menjadi 4 kelas. hlm. Mulyasa. Op.memiliki akhlak yang mulia. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. dan psikomotorik. Tabrani Rusyan) 2.memiliki sifat yang terbuka . Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.Pd dan Drs. Populasi dan Sampel 1. (dalam E.nilai rapor dari segi kognitif. 72 . yang berjumlah 122 siswa. Cece Wijaya. Guru mata Dokume afektif.85 . hlm. Adapun rincian kelas dan jumlah siswa sebagai berikut: TABEL III JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI IPS Kelas XI IPS 1 122 123 Jenis Kelamin L 19 P 12 Jumlah Siswa 31 Suharsimi Arikunto. 130 Sugiyono. Prestasi belajar siswa .

kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu. hlm.126 Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebagai unit analisisnya dengan menggunakan teknik “Proportional Random Sampling”. hlm.125 Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sampel pada hakikatnya hanya mengambil sebagian dari populasi yang akan diteliti. Op. tergantung dari : a. c. tenaga. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% atau lebih. 55 126 Suharsimi Arikunto.Cit. 131 Mardalis. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. 134 . Menurut Suharsimi Arikunto apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Op.86 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah 20 19 20 78 10 13 9 44 30 32 29 122 2. yang sudah barang tentu ini atas penghitungan dari waktu. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: BumiAksara.Cit. b. karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.124 Sedangkan menurut Mardalis sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi obyek penelitian. hlm. 2006). Jumlah 124 125 Suharsimi Arikunto. dan dana dari penelitian. tenaga dan dana. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek.

yang dipilih secara acak. Adapun penghitungan jumlah sampel adalah : BAGAN II PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL 25 X 122 = 30. Maka dalam penelitian ini.5 100 Jadi hasil penghitungan sampel 25% dari populasi siswa yang berjumlah 122 siswa adalah 30.87 sampel yang digunakan adalah meliputi siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo.5. maka peneliti menetapkan jumlah sampel dibulatkan menjadi 32 siswa. sampel yang diambil 25% dari jumlah populasi yang ada. Adapun rincian jumlah sampel yang diambil dari tiap kelas adalah sebagai berikut: TABEL IV RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS Kelas IX IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah Jumlah Siswa 31 30 32 29 122 Jumlah Sampel 8 8 8 8 32 .

88 E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan.130 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Suharsimi Arikunto. hlm.Cit. 100-101 128 127 .Cit. data dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu data primer dan data sekunder.128 Dalam hal ini. dan siswa struktur organisasi dan lain-lain di SMA BAKTI Ponorogo. Data dan Sumber Data Menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. hlm.127 Menurut cara memperolehnya. Teknik pengumpulan data adalah alat Bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. dan siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. guru Pendidikan Agama Islam. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik 2005/2006. pegawai. diolah dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama. diolah dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal. hlm. Data primer adalah data yang dikumpulkan. 102 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Op. yang termasuk data primer didalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah. Op. 182 129 Ibid.129 Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang namanama guru. 130 Suharsimi Arikunto. F.

89

1. Metode Kuesioner atau Angket Metode kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan-pertanyan langsung yang diajukan kepada responden yang dapat memberikan informasi masalah-masalah yang diselidiki. Menurut Mardalis, angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.131 Angket yang digunakan adalah angket dalam bentuk pilihan yaitu meminta responden untuk memilih salah satu jawaban dari sekian banyak jawaban-jawaban alternatif yang sudah disediakan.132 Penggunaan metode angket dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Pada pertanyaan angket yang kurang lebih terdiri dari 30 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan terdiri dari 4 skor yaitu: TABEL V PENSKORAN Skor 1 2 3 4 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik

131 132

Mardalis, Op.Cit, hlm. 67 Sutrisno Hadi, Metode Research II (Yogyakarta: Andi Offset, 1987), hlm. 160

90

2. Metode Interview Metode interview merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakapdan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.133 Menurut Suharsimi Arikunto interview atau wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.134 Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dari responden melalui percakapan langsung untuk memperoleh data-data tentang Kepribadian Guru PAI yang akan diperoleh dari Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, sebagai penguat dari pada angket yang telah disebarkan pada siswa sebagai respondenya. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari data, informasi yang sudah dicatat atau dipublikasikan seperti buku induk, raport, buku pribadi siswa, dan surat-surat keterangan yang lainnya. Sebagaimana diungkapkan Suharsimi Arikunto bahwa dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.135 Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, visi misi, struktur organisasi, sarana prasarana, data guru,
133 134

Mardalis, Op.Cit, hlm. 64 Suharsimi Arikunto, Op.Cit, hlm. 132 135 Ibid, hlm. 206

91

data karyawan, data siswa, denah lokasi penelitian dan sebagainya. Metode ini dipergunakan sebagai pelengkap dari metode lainnya, dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas data (score) yang diperoleh dari tiap-tiap item maka diadakan uji pendahuluan terhadap angket kepada para responden, kemudian data (score) yang diperoleh diuji reliabilitas dan validitasnya. Sebelum angket digunakan lebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah butir-butir soal yang digunakan sudah valid atau tidak. Uji coba dilakukan kepada siswa sebagai subyek penelitian. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk megetahui kualitas angket penelitian yang dapat dilihat dari tingkat validitas dan reliabilitas angket secara keseluruhan. Sugiyono menyatakan instrument pengumpul data dikatakan valid bila mampu dan dapat mengungkap data atau informasi dari suatu variabel yang diteliti secara tepat dan mampu mengukur apa yang diinginkan atas penelitian tersebut. Tinggi rendahnya koefisien validitas menggambarkan kemampuan mengungkap data atau informasi dari variabel tersebut.136

136

Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian ( Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 110

hlm. deviasi standar. hal ini sesuai dengan pendapat wijaya.137 Teknik yang dipakai untuk mengukur validitas adalah korelasi product moment angka kasar dari karl pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. op. koefisien korelasi pearson (product moment) dan koefisien korelasi ganda. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy N = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY 137 15 Wijaya. ) Suharsimi Arikunto. bahwa data yang berskala interval pengukuran statistiknya adalah mean.00 for windows. dengan alasan karena skala data dalam penelitian ini termasuk data interval.92 Uji validitas terhadap instrumen penelitian menggunakan perhitungan product Moment.cit. 146 . Untuk data interval perhitungan statistik yang sesuai adalah product moment. Statistika Non Parametric (Aplikasi Program SPSS) (Bandung: Alfabeta.

644 0.34 0.34 0.414 0.34 0.614 0.34 0.34 0.735 0.34 0.611 0.512 0. Untuk hasil uji kevalidan butir pertanyaan kuesioner dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL VI DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X No.34 0.34 0. dimana 32 responden ini diambil dari kelas XI IPS yang terdiri dari 4 kelas.34 0. kuesioner diuji cobakan pada responden non sampel sebanyak 32 responden. Kriteria butir soal angket dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r valid jika r > dari 0.34.34 0. dengan mengambil responden non sampel sebanyak 8 siswa pada tiap kelasnya.34 0.646 0.93 Pengujian validitas butir instrumen menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 10.34 0.34 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tabel Atau bisa dikatakan .443 0.674 0.544 0.34 0.34 0.609 0.34 0.604 R Tabel 0.528 0. Butir Instrumen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pearson Correlation R Hitung 0.434 0. yang kesemuanya itu telah dianggap mewakili populasi yang ada.34 0.374 0.586 0. Dalam survei pendahuluan.494 0.00 for windows.

449 24 0.34 0.94 18 0.34 0.34 0.551 21 0. Uji atau stabil dari waktu ke waktu.34 0.34 0.446 27 0.458 (Hasil Uji Kevalidan) 0. Penghitungan realiabilitas dilakukan hanya pada item yang valid.539 22 0. Arikunto menjelaskan tentang reliabilitas bahwa reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.461 29 0.514 25 0. Dalam penelitian ini untuk mengetahui realibilitas alat ukur dilakukan .503 23 0.519 28 0.598 20 0.34 0.475 19 0.34 0.34 0.34 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel diatas. keajegan.512 26 0.34 0. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kamantapan.34 0. hal ini di buktikan dengan nilai masing-masing sari koefisien korelasi dari masingmasing item lebih dari 0. 2.584 30 0. dapat disimpulkan bahwa semua instrumen untuk variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) adalah valid.34 0.34 0. dan ketepatan suatu alat ukur atau uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran relative konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang.34 sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.

139 Untuk memudahkan proses penghitungan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan computer program SPSS 10. 120 Ibid 139 Ummamah. Jadi kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari alpha cronbach lebih besar dari 0.6 maka variabel tersebut sudah dianggap reliabel (handal). 2008). Metode Riset Komunikasi Organisasi (Jakarta: Gramedia.95 dengan analisis uji keandalan butir dengan teknik alpha dari Cronbach. hlm.00 for windows Husein Umar.6 maka dapat dikatakan bahwa item-item dalam kuesioner tersebut adalah reliabel. 96 19 138 . Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang (Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim.138 Dengan rumus: 2  k   ∑σ b 1 − r11 =   k −1   σ t2       Dimana: r11 k = Reliabilitas instrumen = Banyak butir pertanyaan = Varian total 2 b σ t2 ∑σ = Jumlah varian butir Untuk menghitung varian tiap butir adalah sebagai berikut:19 σ = 2 ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 Dimana: n = Jumlah responden X = Nilai skor (dari butir pertanyaan) Menurut Malhotra jika koefisien alpha >0. 2009). hlm.

yang kurang jelas diperbaiki. kalau masih ada yang belum sesuai dan belum konsisten jawaban dengan . nilai r alpha > r tabel. Editing Editing adalah setelah daftar pertanyaan yang sudah diisi diterima kembali. Teknik Analisis Data 1.9142 (Hasil Uji Reliabilitas) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini representatif dalam arti pengukuran datanya dapat dipercaya karena hasil perhitungan diatas adalah standar.6 Reliabel H. langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data tersebut agar dapat digunakan untuk menjawab problematika atau permasalahan yang telah diajukan sebelumnya. Nilai korelasi (r) dan Alpha Cronbach dapat dilihat pada table dibawah ini : TABEL VII UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI Cronbachs Alpha r Tabel Keterangan 0. maka perlu dibaca kembali.96 menggunakan Alpha Cronbach. Tahap Pertama Setelah data terkumpul dari lapangan. Model tahapan analisis ini adalah sebagai berikut: a. 0.

140 141 Muhammad Nasir. Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukkan data kedalam tabel-tabel. hlm.97 pertanyaan dikembalikan kepada peneliti atau penyidik untuk diperbaiki atau diisi kembali.141 c.142 Adapun langkah-langkah peneliti dalam tabulasi ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk memudahkan analisis. Jumlah pertanyaan 30 item. dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. 355 . Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban atau kode tertentu sehingga lebih mudah dan sederhana. 3: baik. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya. hlm. 1: kurang. Tabulati Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data. skor total maksimal = 120. Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia. pengolahan data dilakukan dengan skor. kalimat pendek atau panjang ataupun hanya “ya” atau “tidak”. jika pengolahan data dilakukan dengan computer. Sedangkan untuk prestasi belajar peneliti mengambil dari nilai UAS tahun ajaran 2009-2010. sedangkan skor total minimal = 30. Coding Data yang dikumpulkan dapat berupa angka.140 b. maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode. untuk kompetensi kepribadian guru PAI mulai dari nilai 4-1 yaitu: 4: sangat baik. 348 Ibid. 2: cukup. Skoring Setelah data terkumpul. 348 142 Ibid. hlm. 2003).

(Yogyakarta: Andi. 2001).98 2. 12 . maka 90 : 4= 22.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) 32 Sutrisno Hadi. Klasifikasi Setelah didapatkan skor pengisian kuesioner selanjutnya dilakukan klasifikasi dari skor tersebut (termasuk kategori sangat baik. Klasifikasi didapat dari pencarian lebar interval yakni dengan pengurangan antara skor harapan tertinggi dengan skor harapan terendah.5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 . cukup. Penjumlahan Setelah kuesioner diisi dan skor setiap responden didapat selanjutnya skor dijumlahkan. atau kurang). baik. Rumus untuk mencari lebar intervalnya adalah sebagai berikut:32 i= Jarak Pengukuran ( skor tertinggi − skor terendah) Jumlah Interval Jadi jarak pengukurannya adalah (120 – 30 = 90) yang kemudian dibagi 4 karena intervalnya dikategorikan menjadi 4. Statistik. hlm. 2.

Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut: a. Sedangkan untuk prestasi belajarnya peneliti menyesuaikan dengan rumus yang digunakan oleh guru di SMA Bakti Ponorogo. . Ho = Tidak ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Dengan rumus: Prosentase = Keterangan: frekuensi ( f ) X 100% jumlah total frekuensi ( N ) P = Angka Persentase f = Jumlah frekuensi responden /banyaknya individu N = Jumlah keseluruhan responden Cara ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo. 3. Tahap Kedua Adapun sistematika pelaksanaan analisis data pada tahap ini adalah menghitung pengaruh antara dua variabel yakni variabel X dan variabel Y dengan data berbentuk interval. Menentukan formulasi hipotesis yakni: Ha = Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo.99 Selanjutnya dilakukan penghitungan prosentase setiap kategori.

hlm. Taraf signifikansi 5% berarti bahwa jika kita menerapkan 15 Suharsimi Arikunto. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY c. Menentukan nilai uji statistik (nilai t) untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Uji Hipotesis Setelah t hitung dan t tabel diketahui. 146 . Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui Ho diterima dan menolak Ha atau justru sebaliknya.cit. dengan menggunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson. Harga t hitung ini selanjutnya dikonsultasikan dengan t hitung tabel dengan signifikansi a 5% atau 0. op. maka langkah terakhir adalah uji hipotesis.100 b.05 jika t > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.

101 kesimpulan penelitian akan ada penyimpangan atau kesalahan sebanyak 5%. Apabila peneliti menolak hipotesis atas dasar taraf signifikansi 5% berarti sama dengan menolak hipotesis taraf kepercayaan 95% atau kita yakin bahwa 95% dapat membuat keputusan yang tepat dan 5% membuat keputusan yang salah. .

yang telah disediakan oleh pemerintah. karena pada tahun 1957 SMA Negeri berdiri dan belum memiliki gedung sendiri. maka dibuat kesepakatan oleh Yayasan Pendidikan Bakti untuk mendirikan SMA BAKTI. Nama Bakti merupakan sebuah akronim dari Batik Asli Kesenian Timur Indonesia. Melihat gedung dalam keadaan kosong. sedang gedung Koperasi Bakti belum dipergunakan. Gambaran Umum Obyek Penelitian 6. maka atas kesepakatan Bupati Ponorogo. SMA BAKTI adalah sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Bakti yang berdiri sejak ditandatanganinya Akta Notaris SS. Sinilingga. Bapak Dasuki meminta gedung tersebut digunakan untuk SMA Negeri Ponorogo.102 BAB IV HASIL PENELITIAN C. Pada saat itu tujuan didirikannya gedung ini belum konkrit. SH Nomor 37 Tanggal 19 April 1983 untuk batas waktu tidak ditentukan. namun ternyata banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya disekolah Ma’arif dan Muhammadiyah. dengan kesepakatan bagi keluarga atau pegawai Batik Bakti yang anaknya ingin belajar di sekolah tersebut tidak dikenakan persyaratan apapun. Tahun 1983 SMA Negeri pindah lokasi ke utara Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pada tanggal 1 . Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo Tahun 1954 Yayasan Koperasi Batik Bakti mendidikan gedung yang merupakan cikal bakal SMA BAKTI sekarang ini.

C7/Kep/MIN/1998. sekolah ini terus melakukan berbagai renovasi hingga tahun terakhir renovasi yaitu tahun 2006. Pada pendaftaran pertama ini SMA BAKTI telah menerima murid yang ditempatkan menjadi 11 kelas. serta mempunyai wewenang penuh untuk mengurusi rumah tangganya sendiri seperti pelaksanaan Ujian Negara disetiap akhir tahun. Sekolah ini adalah salah satu sekolah swasta di Ponorogo yang memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah Negeri di Kabupaten Ponorogo.103 Juli 1983 dibuka pendaftaran pertama. Gedung SMA BAKTI Ponorogo yang berdiri pada sebidang tanah seluas 5. Sejak pertama sekolah ini dibuka pada tahun 1983.722 meter persegi. Letak Geografis SMA Bakti Ponorogo SMA BAKTI Ponorogo beralamatkan di Jalan Batorokatong no 24 desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Demi tertibnya administrasi dan seiring dengan perkembangan zaman maka status SMA BAKTI mulai diperhatikan. 7. dan banyak pula prestasi yang telah diraih. menghadap ke utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : SMP Ma’arif Sebelah Timur : Institut Sunan Giri (INSURI) . yang tidak kalah juga dari sekolah lainnya. Status SMA BAKTI Ponorogo adalah sama dengan SMA Negeri lainnya. Awal berdirinya status sekolah tersebut masih terdaftar. hingga akhirnya pada tahun 1998 mendapat status Akreditasi dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 33/C.

Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran katif. 3. Misi SMA BAKTI Ponorogo 1. taqwa. serta menjunjung tinggi budaya bangsa. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. 8. Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo a. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap dan tangguh. 2. . 4. kreatif. dan nilai-nilai keagamaan. 6. STKIP.104 Sebelah Selatan : Departemen Pendidikan Nasional Sebelah Barat : Dinas Sosial SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. Visi SMA BAKTI Ponorogo Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan iman. mutakhir. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar. b. dan efektif. STAIN Ponorogo. Visi. Mewujudkan pendalaman dan pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. UNMUH Ponorogo. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI. dan berwawasan kedepan. 5. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan berprestasi.

menghasilkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif. 2. efektif. 8. 8. indikator. . meliputi: telah dibuat/ disusun KTSP. c. 5.XII) dan semua mata pelajaran. Pencapaian standart pendidik dan kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1 yang mengajar sesuai bidang studinya. 3. Menghasilkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif. Menghasilkan kondisi sekolah dalam situasi belajar. dan menyenangkan. Mewujudkan pembelajaran yang mandiri. Menghasilkan pemetaan standart kompetensi.105 7. Silabus lengkap. RPP lengkap. 6. kreatif. 11. dan aspek untuk semua kelas (X. 10.XI. Menghasilkan lulusan yang berprestasi sesuai kebutuhan berbagai sektor pembangunan. kompetensi dasar. Tujuan SMA BAKTI Ponorogo 1. 9. 7. Menghasilkan peserta didik yang berbudi luhur. 4. sistwm penilaian lengkap. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Menghasilkan pencapaian standart isi. Menghasilkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif. Menghasilkan tim olimpiade yang tangguh dan kompetitif. Mewujudkan potensi warga sekolah secara optimal terhadap budaya bangsa.

S. Arifin Darwin Astuti WK. S. M. Pencapaian standart proses pembelajaran meliputi : telah melaksanakan pembelajaran metode CTL. Abrori. kurikulum. dan administrasi. HUMAS I. Pencapaian standart pengelolaan sekolah. KESISWAAN WK. 13. KURIKULUM WK. kesiswaan.Herdiyanto.Pd KOMITE SEKOLAH KEPALA TU Drs. K Cholish M. sarana prasarana.M. N. Emy. S. Ganis S WALI KELAS GURU SISWA Keterangan: : Garis Intruksi : Garis Koordinasi Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo . pendekatan belajar tuntas dan pendekatan individual. SARPRAS WK. Bibid Diono Sugeng PENGELOLA SIM Drs.Pd Deny S.Pd Drs. Darul F. M. meliputi: pencapaian standart pengelolaan.Ag Dra.Pd Siswanto. Pencapaian standart pencapaian kompetensi lulusan/ prestasi/ kelulusan. Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo BAGAN III STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO KEPALA SEKOLAH Drs. Bibid Diono KOORDINATOR BK Dra. pembelajaran.Pd M. SDM. MA W. 9.Pd PUSTAKAWAN SEKOLAH LABORAN LAB KOMPUTER TEKNISI MEDIA UKS Sundari Diana Tri.106 12. 14. S.S. Agung Pramono. S Dian Avita.

S. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo a. SMA BAKTI Ponorogo selalu melakukan pembenahan yang salah satunya melalui penggunaan tenaga pendidik atau guru.H. Mulyadi Drs. Agung Pramono. Arief Hariyadi Drs.107 10. M.Windra Herdiyantho. Karena guru sebagai salah satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar yang keberadaanya sangat mempengaruhi proses belajar mengajar itu sendiri dan faktor penentu dalam tercapainya tujuan pendidikan. S. S. Keadaan Guru. Keadaan Guru Dengan perkembangan yang semakin maju. M Arifin Decita.Pd Hendriyanto. Disamping itu guru merupakan teladan bagi siswa yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk mencapai prsetasi yang memuaskan.Pd Drs.Pd H.Pd Zamroni. H. S. H. M. M. Guru di SMA BAKTI Ponorogo ini berjumlah 56 orang. Sunyoto Drs. S.Pd. adapun nama-nama guru dan mata pelajaran yang diajarkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA GURU Drs.Pd MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. M.F Agus D Drs. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia .

S H. Fathoni.Pd Dra. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. Darul Farokhi. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek.Pd Achmad Junaidi. Fatchurdin Hendro Tri T.Pd Dra.Pd Jatu Susilowati. S.Pd Drs.A Deny Siswiningsih. S. S. Priyo Santoso Amin Hadi. S.Pd M.Pd Eni Sedarningsih. L. Rulio Eko Prapti Sariyono. Bibit Diono MATA PELAJARAN Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. S.Pd Dra. S. M.Pd Daryanto.Pd Nanik Dwi Rahayu. Emi Sulistyani Nurmin. M. S. S. S.Pd Dra.Pd Fajar Riyanto. S. Surahmad Ariyanto Nugroho. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni .Pd Drs.Pd Drs.Pd Agus Achmadi.108 KODE 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 NAMA GURU Drs. M. S. Siti Nurjannah Subhan Masruri. S. M. S.Pd Drs.Pd Rohmat Jaenuri.Pd Supriyanto. S. S. S. S.Pd Dra.Pd Khoirul Huda.Pd Siswanto.Pd Andri Wahyu Pradana. S. S. S. S. M.Pd Edi Pramono. S.

S. S. Jadi secara tidak langsung. S. Adapun nama-nama karyawan atau pegawai di SMA BAKTI Ponorogo dapat dilihat pada tabel dibawah ini: . S. S. S. suasana yang kondusif.T Noria Rahmayanti. S.Pd Drs.Si Dian Evita Nurmalasari. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. Keadaan Karyawan Selain guru karyawan juga merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar. Informasi dan Komunikasi Piket Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo b.Ag Dra. tenang. Daim Wibowo Hariyanto. Dengan adanya karyawan ataupun pegawai akan dapat memberikan sesuatu yang positif dalam terlaksananya pembelajaran di sekolah. dan santai.Pd Cholis Mahmudah.Pd R. S.Pd Aris Nur Tantowi. Pembelajaran yang baik adalah berada di lingkungan yang bersih. nyaman.Pd MATA PELAJARAN Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. karyawan yang ada di sekolah dapat menjadi motivator dalam proses pembelajaran. Sriani Kuntianah.109 KODE 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Nanang Sudarminto.

110 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo c. Siswa sebagai obyek pendidikan tentunya memiliki peranan yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran walaupun hal ini tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan pendidik atau guru dan faktor-faktor yang lainnya. . Keadaan Siswa Siswa dalam hal ini juga merupakan salah satu komponen yang terpenting dari sekian banyak komponen pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No Kelas Paralel Kelas 1 2 1 X 3 4 5 6 Jumlah L 9 19 20 18 17 23 106 P 23 14 13 14 16 11 91 Jumlah 32 33 33 32 33 34 197 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 14 9 19 20 19 20 101 P 24 31 12 10 13 9 99 Jumlah 38 40 31 30 32 29 200 2 XI Jumlah .111 Hasil dokumentasi yang peneliti dapatkan di SMA BAKTI Ponorogo jumlah keseluruhan siswa pada tahun ajaran 2009-2010 adalah 598 orang yang terdiri dari kelas X berjumlah 197 siswa. Dari 598 siswa. kelas XI berjumlah 200 siswa. dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 299. dan kelas XII berjumlah 201 siswa. yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 299 siswa.

melainkan keberadaanya sangat dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal dan maksimal. Keadaan Sarana Prasarana SMA BAKTI Ponorogo Dalam dunia pendidikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Ruang Belajar (Kelas) Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Serba Guna Ruang UKS Koperasi Ruang BP / BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Jumlah 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 . sarana prasarana bukan hanya termasuk komponen penting dalam pendidikan.112 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 6 5 21 20 20 20 92 P 30 35 11 12 11 10 109 Jumlah 36 40 32 32 31 30 201 2 XII Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo 11.

Dan sesuai dengan data yang diperoleh peneliti maka dapat disajikan sebagai berikut: 1. Agung Pramono. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan . disini ada pengkhususan untuk guru agama. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. M. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo Bapak Drs. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an.Pd.113 No 11 12 13 14 15 16 17 18 Ruang TU Ruang OSIS Uraian Jumlah 2 1 1 1 1 1 2 5 45 Ruang Multimedia Ruang Ibadah Rumah Penjaga Sekolah Gudang Kamar Mandi/ WC Guru Kamar Mandi/ WC Siswa Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo D. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. Temuan Hasil Penelitian Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah pengungkapan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang ada didalam pembahasan skripsi ini. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. menyatakan bahwa guru agama di SMA tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan bidang yang diajarkannya. ada 5 guru agama di sekolah ini. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. yang semuanya dalam kondisi baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau sebagai berikut: ”alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai.

serta bisa mengerti kondisi siswanya”. dan terbuka. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik”. agar Visi. . Jadi sudah jelas apa yang disampaikan oleh kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo diatas mengindikasikan bahwa para guru. Bapak Sunyoto Menyatakan : ”seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga”.114 jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. khususnya guru PAI yang ada di SMA Bakti Ponorogo ini telah memiliki standar kompetensi kepribadian yang baik. amanah. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud”. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. saling akrab. seperti sholat dan ngaji. Menyikapi kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI. termasuk juga tes ibadahnya. fatonah. bapak Agung Pramono menyatakan sebagai berikut : ”Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. tabligh. seperti ungkapan kepala sekolah berikut : ”sepanjang pantauan saya. Kepribadian guru di SMA Bakti Ponorogo ini telah memenuhi syarat sebagai guru yang baik untuk siswanya. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya.

peneliti mambaginya menjadi empat kategori: sangat baik. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. adil. adil. penuh kasih sayang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat . jujur. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. Berdasarkan hasil angket mengenai kompetensi kepribadian guru yang disebarkan pada responden sebanyak 32 siswa. khususnya guru PAI. Untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru PAI SMA Bakti Ponorogo ini. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. mendidik siswa dengan penuh kesabaran. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. kepala sekolah dan para guru di SMA Bakti Ponorogo sependapat bahwa hal itu sangat penting sekali bagi guru. dimana seorang guru dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa-siswanya. hal ini sesuai juga dengan penjelasan UU RI no 14 pasal 8 tahun 2005. Hal ini dikarenakan guru adalah personifikasi dari sebuah nilai. disiplin. cukup. disiplin. Menyikapi pentingnya kompetensi kepribadian guru. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. baik. Jadi kualifikasi kompetensi kepribadian guru PAI harus memiliki indikator seperti menjadi guru yang bisa dijadikan suri tauladan oleh siswanya. akrab. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. penuh kasih sayang. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. jujur. maka diperoleh jumlah minimal yang didapat adalah 61 sedangkan jumlah maksimal yang didapat adalah 109. dan terbuka. penuh tanggung jawab. harus bisa menguasai siswa.115 Ditambahkan pula oleh bapak Arif Hariadi sebagai berikut: ”mendidik siswa dengan penuh kesabaran. kurang dengan memberikan skor standar terhadap masingmasing kategori. tanggung jawab. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu”.

Seperti yang terlihat pada tabel berikut: . menghasilkan 17 responden (53. 5 responden (15.62%) pada kategori cukup yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Sedangkan skor harapan terendah adalah 30 (hasil perkalian 1 dengan 30) dan skor tertinggi adalah 120 (hasil perkalian 4 dengan 30).25%) pada kategori sangat baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Dari nilai tersebut dicari lebar intervalnya adalah 120 – 30 = 90. Karena intervalnya di kategorikan 4 maka maka 90 : 4= 22. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. 10responden (31.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) Skor standar diatas.5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 .12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian.116 penggolongan untuk melihat baik atau kurangnya kompetensi kepribadian guru.

25% 53. ada yang sesuai dengan standar minimal. seperti yang diungkapkan dari hasil wawancara dengan guru PAI Bapak Sunyoto: ”Prestasi siswa disini cukup bervariasi.12 % 16. dan masih tetap memenuhi standar yang telah ditentukan. 2. karena semua itu .62 % 0 Total (Penghitungan persentase) 30 100 % Dari hasil wawancara dan juga hasil analisa kuesioner diatas. dapat diketahui bahwa secara keseluruhan guru PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki aspek kompetensi kepribadian yang baik. artinya masih memenuhi kualifikasi kompetensi guru PAI yang diharapkan oleh semua pihak dan sesuai juga dalam UU RI no. bahwa hasil prestasi belajar yang didapat oleh siswa bervariasi.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 Frekuensi 10 17 5 0 Persentase (%) 31. 14 tahun 2005. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan”. ada pula yang sangat memuaskan. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Prestasi siswa di SMA Bakti Ponorogo semuanya memiliki hasil yang bervariasi.117 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Interval 99 .

Selain itu ada kegiatan rutinitas juga. maka pihak sekolah SMA Bakti Ponorogo ini mengadakan berbagai bimbingan sekolah yang tertuang pada muatan lokal ibadah dan al-Qur’an. seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap nilai-nilai agama. khusus hari jumat. dan khusus untuk hari jumat semua siswa diwajibkan memakai seragam panjang dan memakai jilbab. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. Dalam semua kegiatan yang diadakan di SMA Bakti ini. dan juga beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhinya. dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi presatasi belajar siswa. seperti yang telah diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi yaitu : ”Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. Menurut para guru di SMA Bakti Ponorogo ini. dan untuk siswa perempuanya diadakan pengajian. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu sangat menentukan prestasi belajar siswa.118 tergantung dari bagaimana suasana belajar itu tercipta. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. yang bekerjasama pula dengan yayasan Qurrota A’yun. Selain itu faktor lingkungan juga. semua guru juga ikut serta didalamnya. jadi jika bukan guru . guru adalah sosok uswatun hasanah. Dari pernyataan itu bapak Sunyoto menambahkan. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. sholat jumat berjamaah untuk siswa laki-laki. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. semua itu dilakukan untuk memberantas buta huruf al-Qur’an. seperti sholat dhuhur berjamaah setiap hari. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga”.

Karena dengan kegiatan itu mampu terjalin kedekatan serta keterbukaan antara siswa dengan guru. sudah jelas seorang guru itu mampu mencerminkan kepribadiannya dengan baik. bahwa antara guru dengan siswa memang harus terjalin jembatan hati satu sama lain. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rata-rata KD/Ulangan Harian + Nilai UAS 2 Pembobotan = Nilai Rata-rata Ulangan Harian/Blok + Nilai UAS 3 Adapun keterangan terhadap angka-angka yang ada pada daftar nilai adalah sebagai berikut: . pribadi guru yang mereka harapkan itu ada. kemudian untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa di SMK Bakti Ponorogo. Dengan adanya semua kegiatan serta rutinitas yang ada. nilai minimal yang didapat siswa adalah 70 sedangkan nilai maksimal yang didapat oleh siswa adalah 96. sehingga prestasi belajarnyapun bisa meningkat. maka siswapun kurang antusias untuk melaksanakanya. Bisa terlihat jelas. dan semua itu tergantung pada kepribadian guru masing-masing. Dari data prestasi belajar yang peneliti dapat di SMA Bakti Ponorogo memang bervariasi. peneliti melakukan interview dengan bapak Arif Hariadi selaku guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. sehingga berpengaruh langsung pada antusias siswa serta kesenangan siswa terhadap apapun yang mereka pelajari.119 yang memberikan contoh terlebih dahulu.

120

TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Skor
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Berdasarkan skor diatas, diperoleh 21 responden (65.62%) termasuk kategori sangat baik, 11 responden (34.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Persentasenya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Interval
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Frekuensi
21 11 0 0 0

Persentase (%)
65.62% 34.37 % 0% 0% 0%

Total
(Penghitungan persentase)

32

100%

Dari hasil analisis diatas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki prestasi belajar ditingkat yang sangat baik.

121

Adapun penyajian data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dari seluruh sampel yang peneliti ambil adalah sebagai berikut:

TABEL XVII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA No Nama 1 Anita Andriani 2 Cherry Rahayu 3 Erry Lusiana 4 Frendi Pratama Aditya 5 Januar Christianto 6 Luki Dwi Susanto 7 Titho Dwi Jatmiko 8 Veri Aditya 9 Deny Priyanto Putra 10 Fandi Tri Saputro 11 Hendrik Bayu Prayogo 12 Luky Ariantama 13 M. Fajar Eko S 14 Ratna Ayu Febrianti 15 Ria Ayu Wijayanti 16 Tony Budiarto 17 Alfian Widya Permana 18 Bayu Ranantyo Bismoko 19 Dhani Widya Kristiawan 20 Eva Lustiviana Mency 21 Farid Mashudi 22 Laras Wulan Pratiwi 23 Lendra Wahyu Wijaya 24 Novita Dwi Purnawati 25 Deva Citra Sari 26 Eva Ayu R.S 27 Khasuna Kartika Dewi 28 Ovy Ruhinda Esty 29 Riko Dian Wijaya 30 Vito Angga Endrianto 31 Wika Krisna Arifandi 32 Yogik Bagus JUMLAH NILAI RATA-RATA L/P P P P L L L L L L L L L L P P L L L L P L P L P P P P P L L L L Kelas XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 Prestasi Belajar 75 70 74 75 80 90 72 73 80 70 82 90 80 80 86 70 75 94 90 92 70 92 90 92 80 96 70 95 90 85 90 95 2643 82.59

Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo

122

Mengenai data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas XI SMA Bakti Ponorogo yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa yang nilai keseluruhan dari sampel tersebut adalah 2643. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa dibagi dengan jumlah responden, yakni 2643:32= 82.59.

3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo
Untuk membuktikan pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo, peneliti melakukan analisis dengan bantuan komputer program SPSS 10.00 For Windows, tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, yang diketahui sebagai berikut:

TABEL XVIII PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
Correlations X Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X 1.000 . 32 .514** .003 32 Y .514** .003 32 1.000 . 32

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

. .514 dan nilai r tabel 0.003.34. P-value lebih kecil dari 0.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keselarasan antara teori dengan fakta yang ditemukan dilapangan. bahwa aspek tertentu kompetensi kepribadian guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kemudian untuk taraf signifikansi pvalue = 0.123 Dari hasil penghitungan diatas. dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0.

Dari beberapa pengertian diatas. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya. pada penjelasan pasal 28 ayat 3 butir b.124 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantab. sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. kemampuan. stabil. dan berwibawa. Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia. menjadi teladan bagi peserta didik. dewasa. kekuasaan. dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu kompetensi yang terpenting dari beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. apakah sudah menjadi teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten. yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu . Dalam PP no 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. kewenangan. arif. dan berakhlak mulia.

Oleh karena itu keberhasilan kegiatan belajar mengajar tergantung pada kompetensi guru yang mencakup empat kompetensi tersebut terutama kompetensi kepribadian guru yang mempengaruhi kompetensi guru yang lainnya. Op. Dari 32 responden tersebut menilai dengan skor sangat baik antara 99-120 dengan frekuensi sebanyak 10 responden. 701 . 143 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. kemudian diikuti skor baik antara 76-98 dengan frekuensi sebanyak 17 responden.125 kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. Cit. yang lebih banyak memerlukan pengalaman langsung. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Posisi guru PAI dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Agama Islam. dan yang terakhir yaitu skor kurang antara 30-52 dengan frekuensi 0 responden. kemudian skor cukup antara 53-75 dengan frekuensi sebanyak 5 responden. hlm.143 Melalui penyebaran angket dengan sampel sebanyak 32 siswa menunjukkan suatu hasil skor yang bagus. Kepribadian adalah faktor yang sangat penting dalam kesuksesan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia.

karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. 79 Oemar hamalik. Jadi prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dari hasil pengkategorian ini dikatakan bahwasanya guru PAI yang mengajar pada lembaga pendidikan ini. B.126 Sedangkan hasil dari distribusi angket dalam kategori pengklasifiasinya dalam prosentase. sisanya frekuensi sebesar 31.25% dan 16. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”145. memiliki kompetensi kepribadian guru yang mencapai taraf baik. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. 36 . hlm.62 % sebagai kategori sangat baik dan cukup. Dr. Mujiono.144 Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses.12 %. Cit. yaitu dengan jumlah frekuensi sebesar 53. kompetensi kepribadian guru PAI di lembaga tersebut berada pada taraf yang baik. hlm. Cit. Op. terutama nilai dari aspek kognitifnya. Prestasi Belajar Siswa Ponorogo pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Prestasi belajar dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Op. Syaiful Bahri Djamarah juga menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid 144 145 yang Dimyati.

maka terbukti bahwa nilai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa di SMA Bakti Ponorogo berada pada kategori sangat baik. untuk kategori sangat baik terdapat 21 siswa dengan prosentase 65. maka penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo ini memiliki prestasi yang sangat baik. Berdasarkan prosentase diatas. Dari hasil rata-rata yang telah ditemukan yakni 82. karena memiliki nilai pada interval 80 sampai dengan 100. jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dibagi dengan jumlah responden. Syaiful Bahri Djamarah. maka peneliti memperoleh hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo yang menunjukkan nilai rata-rata dalam kategori sangat baik. yakni 2643 : 32 = 82. karena uasaha siswa dalam meraih prestasi belajarnya telah mencapai kompetensi kelulusan minimal yang telah ditentukan. Hal ini terbukti dari penghitungan data yang didapatkan.59. hlm. dan hasil dari jumlah nilai keseluruhan responden mencapai 2643.146 Dari data yang diperoleh setelah melakukan penelitian.37 % dari semua sampel yang ada. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional.62% dari semua sampel yang ada. 21 146 .127 berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum. 1994). dan untuk kategori baik terdapat 11 siswa dengan prosentase 34.59.

hal ini dapat diketahui melalui nilai r hitung sebesar 0. Sebab.00 For Windows hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) dengan variabel Y (prestasi belajar siswa). kemampuan. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. dan sosial.128 C. Diantaranya adalah kompetensi paedagofik. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai seorang pendidik. dan memenuhi kualifikasi yang cukup dalam mendukung profesinya.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI diSekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak.003. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Dalam menjalankan tugasnya guru harus memiliki suatu kecakapan. . Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. maka peneliti mengolah data tersebut dan kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Product Moment dari Karl Pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. profesional. kepribadian. P-value lebih kecil dari 0.514 dan p-value = 0. Dari perolehan data melalui penyebaran angket mengenai kompetensi kepribadian guru PAI dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam proses penelitian.

129 Sesuai dengan penelitian yang dilakukan di SMA Bakti Ponorogo. Bukti adanya pengaruh ini. yang menggunakan pendekatan kuantitatif diketahui hasil yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI yang dimilikinya dengan prestasi belajar PAI yang mereka dapatkan. disamping kompetensi yang dimiliki guru lainnya memiliki peran dan fungsi serta berpengaruh secara signifikan dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI yang didapatkan oleh siswa di sekolah. . sudah dapat menjawab rumusan masalah yang ketiga dari skripsi ini yang menanyakan tentang adanya pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa di SMA Bakti Ponorogo. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI.

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo menunjukkan bahwa sebagian besar rata-rata prestasi belajar yang mereka raih berada pada kategori sangat baik.12%) pada kategori baik. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis.17 responden (53. 5 responden (15. . Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah 82.62%) pada kategori cukup. Kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian yang berada pada taraf yang baik.62%) termasuk pada kategori sangat baik. kurang dan sangat kurang. Hal ini terbukti dari 32 responden yang diteliti terdapat 10responden (31. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. yaitu 21 responden (65.130 BAB VI PENUTUP A.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) atau tidak satupun responden pada kategori cukup. 11 responden (34. 2.59.25%) pada kategori sangat baik.

.34. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. paedagogik. Saran Sesuai hasil penelitian yang ada.003. Kompetensi kepribadian guru PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo. kepribadian maupun sosial. karena seorang guru harus memiliki integritas kepribadian yang baik dan komitmen yang tinggi. Mempertahankan kompetensi yang sudah dimiliki oleh setiap guru. sehingga antara apa yang diajarkannya sudah tercermin pada sosok guru tersebut. Terus mengembangkan mutu serta kualitas yang sudah dimiliki oleh guru. Terutama kompetensi kepribadian. 2. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai r nilai r tabel hitung sebesar 0. dengan selalu mengadakan evaluasi pembelajaran. atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan secara intern. baik itu kompetensi profesional. terutama aspek guru yang merupakan aspek penentu yang dominan dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar.514 dan 0. karena mutu serta kualitas guru lebih diutamakan.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. B. peneliti menyarankan kepada pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo. P- value lebih kecil dari 0.131 3. yang langsung berpengaruh pula pada hasil prestasi belajar siswa yang juga menentukan masa depan Sumber Daya Manusia. seyogyanya untuk: 1.

132 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2006. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: BumiAksara . Jakarta: PT Rineka Cipta Departemen Agama RI. 2007. Lindra. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Zakiyah dkk. Garoeda Buana Indah Baharuddin. Jakarta: Ghalia Indonesia Hamalik. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena. Jakarta: Rineka Cipta Amin. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif. Malang: Universitas Negeri Malang Mardalis. Jakarta: Penerbit Erlangga Hasan. 2006Ilmu Pendidikan Islam. Pasuruan: PT. Skripsi. Surabaya: MEKAR Djamarah. Metode Research II. Malang: UM Press Hurlock. 2001 Media Pendidikan. 2002 Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Zuhairini. Sutrisno . Moh. Iqbal. 2004. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Faisal. Jakarta: PT Bumi Aksara Dimyati. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa. Syaiful Bahri . Abdul. 1992. Surabaya: Usaha Nasional Ghofir. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Yogyakarta: Andi Offset Lestyo Dwi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Darajat. Sanapiah . Jakarata: PT. 1982. 1987. 2004 Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30. Oemar. 2000. Suharsimi. 2002. 2008. Bumi Aksara Hadi. Mujiono. Rineka Cipta: Jakarta _______ 2005. Belajar dan Pembelajaran. 1990. M. Metodologi Penelitian Pendidikan. Perkembangan Anak Jilid 2. Elizabeth.

Psikologi Pendidikan. Muhammad. Muhammad . 2008. Pengantar Statistik Pendidikan. 2004. Kamus Ilmiah Populer. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Slameto.133 Moleong. Surabaya: ARLOKA. P dan M. Bandung: PT. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Muhibbin. Jakarta: Ghalia Indonesia Pius A. 1988. Dahlan Al Barry. Remaja Rosdakarya Muhaimin. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Anas. Statistik Untuk Penelitian. 2007. 2004. Bandung: CV Alfabeta Surakhmad. Kiat Menjadi Guru Profesional. Nana Syaodih.A. Ngalim . Jogjakarta: Ar Ruzz Media Nasir. Lexy. 2005. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Bandung: Tarsito Sudijono. 2004. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Abdul . Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nurdin. Metode Penelitian. Purwanto. 2003. Jakarta: Raja Grafindo Persada Syah. Metode Penelitian Kualitatif . Winarno.Rosda Karya Majid. 2007. Jakarta: Rineka Cipta Sukmadinata. Psikologi Belajar. 2006. 1980. 2007. E. Landasan Psikologi Cet-3. 2005. M. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Mulyasa. Bandung: CV Alfabeta _______ 2007. Jakarta: Raja Grafindo Persada _______ 2002. Bandung: PT Remaja Rosdakarya . Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. Bandung: PT. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono.

Bandung: Citra Umbara. Membaca Kepribadian Orang. Jogjakarta: THINK Zuhairini. 2006 Uhbiyati. 2008. Abu Ahmadi. Jakarta: Gramedia Ummamah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Psikologi Pendidikan. Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah . Muhibbin. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Wahib. Tabrani Rusyan.Jakarta: Balai Pustaka.134 Syah. Rineka Cipta Winkel. dkk. 2004. Psikologi Pengajaran. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik Umar. Metodologi Pendidikan Agama. Ilmu Pendidikan. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Solo: Ramadhani _______ 1983. Cet-3. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Shaleh. 1996. 2009. Abdul Mustaqim. George G. Nur. Jakarta: Kencana Young. Metodik Khusus Pendidikan Agama. 2008. Cece. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. disadur oleh Dwi Sunar P. 2005/2006. Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim Wijaya. Jakarta: PT Gramedia Wahab. Husein. 1991. Jakarta: PT. 1990. Metode Riset Komunikasi Organisasi. 1993. Jakarta: Rineka Cipta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. 1991. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1991.

135 .

LAMPIRAN III Tabel I DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pertanyaan Guru bersemangat dan energik saat pelajaran berlangsung Penjelasan guru dalam menerangkan pelajaran mudah dimengerti Guru mampu menahan amarah jika ada murid yang gaduh dikelas Guru mampu menahan emosi jika perasaanya tersinggung Guru mampu menempatkan diri (tidak membawa masalah pribadi kesekolah) Guru bersikap dewasa (memberi nasihat dan membantu kesulitan siswanya saat pelajaran berlangsung) Guru memulai pelajaran dengan berdo’a Guru masuk kelas tepat pada waktunya Guru memiliki ilmu pengetahuan yang luas Guru memberikan pengarahan dan membimbing siswa untuk berbuat baik. jujur. dan disiplin Guru memiliki jiwa kepemimpinan yang patut disegani Guru memiliki perilaku yang berpengaruh positif bagi peserta didik (bertutur kata dengan santun dan lemah lembut) Guru berpenampilan sopan dan rapi di sekolah Gaya / cara mengajar guru membuat peserta didik tertarik dan senang Guru mampu bersosialisasi dengan para guru dan karyawan Guru mampu menyampaikan pelajaran dengan luwes dan baik Guru mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah Guru memiliki sikap yang sederhana dan rendah hati Guru mampu bersikap adil dalam menangani masalah peserta didiknya Guru tidak membeda-bedakan terhadap semua peserta didiknya Guru memberikan nilai sesuai kemampuan peserta didik Guru berkata dan bersikap jujur dalam segala hal Guru menegur siapapun peserta didiknya yang melakukan kesalahan Cara guru dalam menyampaikan pelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Guru mau menerima kritik dan saran dari peserta didiknya Guru mampu bersikap terbuka terhadap peserta didik Guru mampu menunjukkan moral yang baik Guru mampu menunjukkan sikap yang dapat diteladani Guru bersikap sabar dalam membimbing dan membina peserta didik Guru mampu menunjukkan akhlakul karimah / akhlak mulia dilingkungan sekolah SL SR KD JR : Selalu : Sering : Kadang-kadang : Jarang Pilihan Jawaban SL SR KD JR Keterangan: . sabar.

misi dan tujuan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 3. Data karyawan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 6. Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 2.LAMPIRAN IV PEDOMAN DOKUMENTASI 1. Struktur organisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 4. Data guru Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 5. Data siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo . Visi.

S. M. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi . M Arifin Decita. S.Pd Drs.Pd Drs. Mulyadi Drs. Priyo Santoso Amin Hadi. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek.Windra Herdiyantho. S.LAMPIRAN V TABEL II DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA GURU Drs.Pd Agus Achmadi. S. L.Pd Jatu Susilowati.Pd Edi Pramono.S H. S.F Agus D Drs. S.Pd Drs.Pd BIDANG STUDI Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. S.Pd Nanik Dwi Rahayu. Fatchurdin Hendro Tri T. M. S. S. S. M. S.Pd Zamroni. S. H.Pd Drs.Pd Fajar Riyanto. S.Pd Hendriyanto. M. M. Fathoni.Pd Dra. S. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. S.Pd.Pd H. Sunyoto Drs. M. Arief Hariyadi Drs.H. M. S. H.Pd Supriyanto.A Deny Siswiningsih. M. Agung Pramono. Emi Sulistyani Nurmin. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati.Pd Dra. Surahmad Ariyanto Nugroho.Pd Drs.

Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. Informasi dan Komunikasi Piket . Sriani Kuntianah. Siti Nurjannah Subhan Masruri. S. S. S. Bibit Diono Nanang Sudarminto.Pd Rohmat Jaenuri.KODE 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Daryanto. S.Pd Dra. S.Pd Andri Wahyu Pradana. S. S.Pd Khoirul Huda. S.Pd Dra. S. S.Pd M.Pd BIDANG STUDI Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. Darul Farokhi. S. S. S.Pd R. S. S.Pd Achmad Junaidi. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. Rulio Eko Prapti Sariyono. S.Pd Drs. Daim Wibowo Hariyanto.Ag Dra.Pd Aris Nur Tantowi.Si Dian Evita Nurmalasari. S.Pd Dra.T Noria Rahmayanti. S.Pd Cholis Mahmudah.Pd Siswanto. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. M.Pd Eni Sedarningsih.Pd Drs.

LAMPIRAN VI TABEL III DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - .

LAMPIRAN VII TABEL IV NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 1 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11201 2 11203 3 11205 4 11222 5 11227 6 11231 7 11233 8 11236 9 11238 10 11242 11 11243 12 11247 13 11262 14 11264 15 11276 16 11277 17 11312 18 11292 19 11293 20 11298 21 11310 22 11314 23 11331 24 11342 25 11346 26 11350 27 11370 28 11376 29 11377 30 11381 31 11386 XI IPS 1 Nama Siswa Ana Saritin Anita Andriani Andriani Sartika Cherry Rahayu Desy Dwi Hidayanti Devi Ragina Setiyaningrum Dewi Prasetyowati Diah Dwi Subekti Diana Mayasari Diyonna Nur Faid Donni Setyawan Dwi Ratnawati Erna Rahmawati Erry Lusiana Frandy T. Wardana Frendi Pratama Aditya Gelar Predik Heru Suyoko Ihfan Ayoga Januar Christianto Luki Dwi Susanto M. Mustamiin Novan Alifudin Rahmad Mardani Rangga Mei Sandra Ricky Dwi Prasetya Suprio Hadi Dinata Titho Dwi Jatmiko Tomy Nur Ulinnuha Trimo Diatmiko Veri Aditya .

P Muhtar Arifin Nugroho Rhomadhoni Ratna Ayu Febrianti Ria Ayu Wijayanti Rudi Prasetyo Setyo Budi Sri Ani Lestari Subangkit Hadi P Syamsul Ghofur Tony Budiarto Tunjung Redianto Widianto Winda Harum Nur C Yophi T .LAMPIRAN VIII TABEL V NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 2 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11219 2 11224 3 11225 4 11232 5 11409 6 11254 7 11269 8 11271 9 11278 10 11283 11 11289 12 11294 13 11309 14 11311 15 11313 16 11321 17 11323 18 11333 19 11344 20 11348 21 11237 22 11363 23 11367 24 11369 25 11373 26 11378 27 11382 28 11394 29 11398 30 11402 XI IPS 2 Nama Siswa Bella Eka Nugraheni Dedi Irawan Deny Priyanto Putra Dewi Ayu Wulandari Dimas Adi Saputra Elinda Pamungkas Evi Dwi Jayanti Fandi Tri Saputro Frida Ratnasari Guntur Priyo Wicaksono Hendrik Bayu Prayogo Ika Setyowati Lisa Putri Anggraini Luky Ariantama M. Fajar Eko S Miky Yoan A.

LAMPIRAN IX TABEL VI NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11188 2 11195 3 11196 4 11197 5 11198 6 11209 7 11211 8 11212 9 11214 10 11216 11 11217 12 11234 13 11244 14 11249 15 11252 16 11258 17 11267 18 11272 19 11274 20 11291 21 11299 22 11303 23 11306 24 11307 25 11312 26 11316 27 11318 28 11332 29 11360 30 11371 31 11380 32 11389 XI IPS 3 Nama Siswa Aan Febrian Pratama Ahmad Dedy Ardiansyah Akuan Fiki Ferdiana Alex Devi Adi S Alfian Widya Permana Asep Dwi Pamungkas Bachtiar Afandy Bagus Prasetyo Wibowo Bayu Kuncoro Aji Bayu Ranantyo Bismoko P Bayu Suwandra Dhani Widya Kristiawan Dony Tanagar Eftik Nurdhianti Ekka Ayu Wulansari Elyph Bayu Setyo Utomo Eva Lustiviana Mency Farid Mashudi Febriyanti Heri Kurniawan Juwita Mwilasari Kresna Bernadi Laras Wulan Pratiwi Lendra Wahyu Wijaya Luluk Wardhani May Venty Vivi Ariska Mega pristian N Novita Dwi Purnawati Santi Rubiani Susi Irianawati Tri Endah Oktaviani Vivi Novitasari .

LAMPIRAN X TABEL VII NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11190 2 11193 3 11194 4 11208 5 11215 6 11221 7 11225 8 11226 9 11228 10 11266 11 11281 12 11301 13 11324 14 11330 15 11337 16 11338 17 11339 18 11341 19 11351 20 11352 21 11359 22 11364 23 11379 24 11408 25 11395 26 11396 27 11397 28 11393 29 11399 XI IPS 4 Nama Siswa Adibyo Tri Susilo Agus Irawan Agustina Herlinawati Arum Nurwitasari Bayu Mardyan Saktyo Budi Siswono Debby Agung Prihananto Desy Alifati Mustafida Deva Vitra Sari Eva Ayu R.S Galih Kukuh R Khasuna Kartika Dewi Muhammad Tri Atmja Noor Muhammad S Ovy Ruhinda Esty Priyo Utomo Puji Rianto Purqon Maulana Riko Dian Wijaya Riska Khusnul Khotimah Sam Brayura Wikan Siti Asyiah Trahu Tomijati Vito Angga Endrianto Widyo Jiwandani Wika Krisna Arifandi Widi Setyawan Yogik Bagus Yopi W .

Apakah kepribadian seorang guru PAI berpengaruh pada prestasi belajar PAI siswa? . Menurut anda factor apa saja yang mempengaruhi kepribadian seorang guru? 6. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Sepanjang pantauan anda apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini sudah memenuhi kualifikasi kompetensi seorang guru yang diharapkan? 3. khususnya pada pelajaran PAI? 3. Bagaimana keadaan guru PAI Di SMA BAKTI Ponorogo? 2. khususnya guru PAI? 5. Apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini memiliki kompetensi kepribadian yang baik? 4.LAMPIRAN XI TABEL VIII DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA No 1 Nara Sumber Kepala Sekolah Pertanyaan 1. khususnya pada mata pelajaran PAI? 2. Menurut anda pentingkah kepribadian guru itu? Alasanya! 4. Bagaimana kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 5. Menurut anda bagaimana kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 2 Guru PAI 1. Menurut anda seharusnya seperti apa profil seorang guru.

6. dan teman bergaul yang juga mewarnai prestasi belajar mereka. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan 2. lingkungan. Kondisi latar belakang keluarga. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. (jika bernuansa islami. Prestasi siswa disini cukup bervariasi. Jadi jika keduanya itu bisa terbangun dengan baik pasti jadi seorang guru yang profesional. karena kedekatan guru dengan anak-anak dan faktor yang lainnya juga. 5. Jadi uswatun hasanah buat anak-anak. semangat religi dari keluarga yang kurang. pembinaan dari pihak sekolah (faktor intern. ada pula yang sangat memuaskan. Semua perkataan seorang guru di percaya dan tingkah laku guru ditiru oleh siswa. amanah. . Sunyoto _ Guru PAI : Ruang Perpustakaan : Jumat/13 November 2009 : 10.55 WIB 1. guru digugu lan ditiru. dan ekstern).LAMPIRAN XII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. dari segi masyarakat. 3. fatonah. 4. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga. itu juga akan membentuk karakter guru itu). ada yang sesuai dengan standar minimal. tabligh. Sangat penting. mereka akan menyesuaikan dilingkungannya. Seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. Jelas sangat berpengaruh.35 – 10.

10 WIB 1. Pribadi seorang guru yang disukai siswa pasti akan menumbuhkan semangat belajar siswa. 6. .LAMPIRAN XIII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. 2. 5. apalagi seorang guru agama. adil. 4. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu. Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. Mendidik siswa dengan penuh kesabaran. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. cukup baguslah kalau melihat latar belakang mereka yang bermacammacam. sehingga memicu anak untuk berbuat hal yang sama. Arief Hariadi _ Guru PAI : Ruang Guru : Selasa/10 November 2009 : 09. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. karena dalam mata pelajaran PAI diajarkan nilai-nilai agama yang menuntut guru itu untuk mempraktikan nilai-nilai itu. disiplin. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. Sangat penting juga. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. karena guru selain mengajar juga menjadi suri tauladan bagi siswa. penuh kasih sayang. Mungkin faktor pendidikan dan sosial keagamaan serta lingkungan yang kuat pada ajaran agama pastilah jauh lebih memiliki pribadi yang baik. 3. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. jujur. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. tanggung jawab. Sangat berpengaruh yang pasti. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. Selain itu faktor lingkungan juga. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an.45 – 10.

padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. dan terbuka. memiliki kecakapan. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. 5. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. yang semuanya dalam kondisi baik. ada 5 guru agama di sekolah ini. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu guru agama juga harus bisa menjadi contoh baik di sekolah maupun di masyarakat. Selama ini guru agama disini sangat mencerminkan kepribadian yang baik kepada warga dilingkungan sekolah ini. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. termasuk juga tes ibadahnya. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. serta bisa mengerti kondisi siswanya . seperti penguasaan materi / bahan ajar. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. kreatif. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik 3.15 – 09. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru.LAMPIRAN XIV DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs.Pd _ Kepala Sekolah : Ruang Kepala Sekolah : Kamis/19 November 2009 : 09. saling akrab. agar Visi. artinya sesuai dengan syarat-syarat yang ada dalam undang-undang guru itu. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. Alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. 4. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. Sepanjang pantauan saya. seperti sholat dan ngaji. disini ada pengkhususan untuk guru agama. dan memiliki kompetensi guru. M. Guru PAI haruslah bisa memenuhi kompetensi yang telah ditentukan.35 WIB 1. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud 2. Agung Pramono.

(2-tailed) N X 1.003 32 1.000 .514** . Correlation is significant at the 0.003 32 Y .01 level (2-tailed). 32 Y **. . 32 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .Correlations Correlations X Pearson Correlation Sig.514** .

9142 32.0 N of Items = 30 .LAMPIRAN XXI Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .

8.0 32.1563 Std Dev .0 32. 14.2500 3.8400 .8007 . 4.0 32. 20.9688 2.8400 .7822 .7594 .6949 .0 32.0 . 9.7666 Cases 32.9375 3.8750 2.7344 .0 32.0 32.8561 .0 32.0938 2.8799 .9063 3.0 32.7666 .0000 2.9755 .7184 .0625 2.3438 3.7620 .0 32. 10. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 2.8930 .8750 2. 12. 17.7931 . 3. 21.0313 3.0 32.7666 .9375 3. 27.1563 3.0 32. 11.9375 3.0 32. 28.0000 2.0 32.0313 3.0 32.0 32.1563 3.1563 2.2500 3. 15. 16. 25.7399 .2500 3.8466 . 22. 5. 2. 19.8750 3. 6.7500 3. 26.0 32.0 32.0 32.1563 2.0 32.0 32.0 32.0313 2.8750 2.0 32.7594 . 24. 13. 18.2500 3.8032 .0 32.8707 .8032 . 7.6016 .0 32.0 32.0313 3.7822 .LAMPIRAN XXII Reliability ****** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean 1. 23. 30.6949 .0 32.8799 .0 32.9063 3.0 32.0 32.8707 .8032 .9375 3. 29.6773 .

0 Statistics for Scale Mean 91.2159 .9377 .7771 N of Variables 30 Item Means Max/Min Variance 1.4839 Range .6295 .0108 Mean .2540 Std Dev 12.1757 Maximum .5938 Item Variances Max/Min Variance 2.0146 Mean .0396 Minimum 2.5897 Inter-item Covariances Max/Min Variance 5.0000 .6919 Range .8676 - .1875 Variance 163.7500 Maximum 3.9516 Range .5806 - Inter-item Correlations Max/Min Variance 3.0968 Maximum .0213 Mean 3.R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) N of Cases = 32.6330 Minimum .3619 Maximum .0247 Mean .1658 Minimum -.2629 Minimum -.3438 Range .

9090 X4 . .4922 .4022 152.2813 88.0313 88.5504 .9022 154. .9375 88.R E L I A B I L I T Y H A) A N A L Y S I S - S C A L E (A L P Item-total Statistics Scale Mean Alpha if Item if Item Correlation X1 .1875 88. .1683 150. .9101 X5 .9137 X2 .5688 .3125 88.2188 88.3387 152. .1573 150. .2500 88.4476 154.4806 . .4237 .1895 151.2500 88.1875 88.7742 155.1603 156.9120 X3 . . .5958 152. .6355 . .6069 .5696 .4971 .6070 .5806 149.5574 . .9112 X21 .4468 .9128 X11 . .8458 152.6411 150.4375 88.3551 . .8347 .3125 88.9130 X6 .5121 149.1563 87.7052 .9116 X12 .9121 X14 .5065 .9096 X17 .0313 88.3125 88.9375 88. .2813 87.9375 Deleted Correlation if Item Total Multiple Scale Variance Corrected Item- Squared 154.3508 155.9102 X13 . .9113 X10 . .3861 150.9104 X20 .9315 151.9139 X15 . .9375 87. .5467 .9106 X7 .3853 .9097 X9 .9103 X18 .9125 X19 .0313 88. .1563 87.3959 .4587 .5718 .9114 Deleted Deleted 88.7893 151.9102 X8 .9081 X16 .6411 153. .1250 88.8024 152.3208 .

3871 154.9125 X29 .9131 X27 .4521 .2500 88.1563 88.4163 .9106 X30 .2500 88. .5232 155.7329 151.9119 X23 .3125 88.9117 X28 .0313 87. .X22 .0313 154.4774 . . .4100 .4626 .9145 .1563 88.9990 156.5383 .9142 30 items Standardized item alpha = .9126 88.8700 .9126 X24 .3910 .4194 154.5554 151. .4086 .7167 152.4476 154. . .9124 X26 . .8438 88.0938 88.9119 X25 .4623 . Reliability Coefficients Alpha = .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->