1

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

2

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Februari, 2010

3

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO
SKRIPSI

Oleh :

Faizah Usnida Rusdiyati 05110140

Telah disetujui pada tanggl 29 Januari oleh Dosen Pembimbing

Drs. Bashori NIP 194905061982031004

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP 196512051994031003

Muhammad. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. 194905061982031004 Penguji Utama Drs. I) Pada tanggal 8 Februari 2010 Ketua Sidang Drs. M.4 HALAMAN PENGESAHAN PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Faizah Usnida Rusdiyati (05110140) Telah dipertahankan di depan dewan penguji dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S. 197308232000031002 Pembimbing Drs. 195712311986031028 : : : : Mengesahkan. M. MA. 194905061982031004 Sekretaris Sidang Muhammad Walid.Ag NIP. 196205071995031001 . H. H.Ag NIP. Zainuddin. Suaib H. Bashori NIP. Pd. M. NIP. Bashori NIP.

segala puji syukur dan terima kasihku kepada Allah Yang telah memberikan aku kebahagiaan dengan memberikan orang-orang Yang selalu ada disampingku dan menyayangiku.. Amin Ya Ilaihal Alamin. Karyaku ini ku persembahkan untuk orang-orang yang selalu hidup dijiwaku Ayah tercinta (H. Mustadjab) Bunda tersayang (Hj Syafa’atu Amanah) dan yang tanpa kenal lelah memberikan kasih sayang.. dan amal kalian diterima oleh Allah serta menjadi ahli surga. Pipit) yang telah menjadi penyemangat dalam kebersamaan. . Teman-temanku di Wisma Melati tercinta (Mbak Umamah. material maupun spiritual demi keberhasilan putra-putrimu dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai ridho_Nya. Sahabat-sahabatku yang telah mengenalkan aku pada makna perjalanan panjang kehidupan ini melalui ungkapan-ungkapan bijaknya (Mb. Vivy. Hima. Evy. Mbak Aini. Kakak. Rufi. Semoga kalian masuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan setiap anak manusia. ku pasti selalu merindukan kalian semua. Ida. Guru-guru ananda yang telah menjadi obor penerang jejak langkah ananda ”jasamu tidak akan pernah terlupakan” Tanpa kehadiran beliau semua ananda tidak akan tahu kemana kaki ini Harus melangkah menapaki dunia ini.5 PERSEMBAHAN Alhamdulillah.. Tria.mbak Khusnul. motivasi serta dukungan baik moral. hikmah dan irfani menjadi pelita yang menerangi setiap perjalanan kalian dimasa depan.. Kalianlah orang pertama yang melekat di hati ananda. mbak farida. Bu Silvy) yang mengenalkan lagu-lagu keberanian di hatiku dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saatku berkecil hati.kakak yang tersayang (Musthofa Syaifuddin Abrori dan Eva Nur Lailatul Fitriah) serta adikku tercinta (Masrur Muhtadi Muhtar) semoga cahaya ilmu.

sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.6 MOTTO ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. Al-Ahzab 21)1 Departemen Agama RI. 2004).” (QS. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. 595 1 . ô‰s)©9 #ZŽÏVx. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. ©!$# tx. hlm.

Wb. 29 Januari 2010 Kepada Yth. bahasa maupun teknik penulisan. Maka selaku pembimbing. mohon dimaklumi adanya. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di Malang Assalamu’alaikum Wr. Wassalamu’alaikum Wr. Bashori Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Faizah Usnida Rusdiyati Lamp: 4 (Lima) Eksemplar Malang. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama : Faizah Usnida Rusdiyati NIM : 05110140 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul skripsi : Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo.7 Drs. Demikian. baik dari segi isi.Wb. Pembimbing Drs Bashori NIP 194905061982031004 .

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. dan sepanjang pengetahuan saya. Januari 2010 Faizah Usnida Rusdiyati . Malang. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. bahwa dalam skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo” tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi.8 SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan.

Bapak Dr. karunia dan hidayah-Nya Akhir dengan kepada judul penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo. 4. Zainuddin. Padil. 2. selaku Dekan fakultas Tarbiyah Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang 3.Pd.9 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulilllah ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat. Moh. Dr. M. Bapak Drs Bashori selaku Dosen Pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan keihklasan di tengah-tengah kesibukannya meluangkan waktu memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik dan rapi. MA. Menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini. M. telah banyak pihak yang membantu memberikan bimbingan dan motivasi maka penulis ingin menyampaikan ucapan terimaksih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada: 1. Bapak Drs. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bapak Prof. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islan Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. .

M Arief Hariadi. Sahabatku Yuni rahmawati yang dengan sabar dan tulus mendampingi peneliti dalam melakukan penelitian ini. Bapak Drs. selaku guru PAI yang membantu memberikan data untuk penyelesaian skripsi ini. H. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo yang banyak membantu terutama menjadi responden sehingga peneliti mendapat data dalam penyelesaian tugas akhir. 29 Januari 2010 Penulis . 10. Bapak Drs.10 5. MA selaku waka kurikulum yang memberi pengarahan dan meluangkan waktunya untuk mencari data. Agung Pramono. Penulis menyadari bahwa hasil penyusunan Tugas Akhir ini masih belum sempurna. Sunyoto. Bapak Imam Abrori. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua puhak demi mendorong untuk perbaikan Tugas akhir ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca Malang. Ayahanda dan Ibunda yang paling kusayangi. M. 8.Pd selaku kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo. dan Drs. 9. 6. 7. yang selalu memberi motivasi baik moril maupun spirituil dalam menyelesaikan tugas ini.

......................................... 92 TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ............... 69 DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X ............................... 67 PENSKORAN ................. 96 ....... 91 TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 .......... 65 RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS ................................................................................................................................. 64 TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI .............................................................................................. 78 TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009/2010 ...............11 DAFTAR TABEL TABEL I TABEL II JABARAN VARIABEL .............. 10 PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR .................. 76 TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ............................................. 73 UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI..... 87 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ............. 90 TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 ......................

......... 102 ........................ 100 TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA ................................101 PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI ....................................................... 100 TABEL XVII TABEL XVIII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA .......................................................................................12 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU ............. 97 TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA .

...................................... 86 ....................................................................... 63 PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL . 67 STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO ...................13 DAFTAR BAGAN BAGAN I BAGAN II BAGAN III RANCANGAN PENELITIAN .

........................... xi DAFTAR BAGAN ......................................... Manfaat Penelitian . Ruang Lingkup Pembahasan.............. ii HALAMAN PEESETUJUAN......................................................................................................................................................................................................... i HALAMAN JUDUL .................................................... 1 B........... Latar Belakang Masalah................................................................................ Tujuan Penelitian ......... xviii BAB I....................... v HALAMAN MOTTO ........................................................................... vi HALAMAN NOTA DINAS .................................................................................................. 7 E........... xiv ABSTRAK ... 8 F..................................................................... vii HALAMAN PERNYATAAN....................................................................................................................... 9 G................................... Definisi Operasional .......... ix DAFTAR TABEL ...... iii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................................................................................... Rumusan Masalah .............................................................................................................................................................. viii KATA PENGANTAR .................................. 1 A....... 7 D................................................ 11 ..................................... 6 C....................................................... PENDAHULUAN ................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................ xiii DAFTAR ISI..................................................................................... Hipotesis Penelitian ....14 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ......................................................................

..................................................................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa ........................................ 14 1..... Prestasi Belajar Siswa ....... KAJIAN PUSTAKA ..................... METODE PENELITIAN ... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ................15 H.. 55 3.............................................................. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI .......... 14 2.... Pendidikan Agama Islam ........................................ Pendekatan dan Jenis Penelitian ............................... Pengertian Prestasi Belajar Siswa .......................... 62 B...................... Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI ..................................... 59 3............................................................................................ 52 1......................... 11 BAB II................... 38 B......... Kompetensi Kepribadian Guru PAI ... 60 BAB III. 57 1............................................................ 63 ............................... 42 C............ 57 2............................................ 62 A. Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI . Sistematika Pembahasan ..................... 40 2..................................Tujuan Pendidikan Agama Islam ....Pengertian Pendidikan Agama Islam . Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI ......................... 52 2............... 40 1........................................... 23 3.... Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI ........... Lokasi Penelitian ...................... 56 D....Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam . Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru PAI .. 14 A.........................

Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo ............................. 87 B..................................... Teknik Analisis Data.............................................................. 97 3. 71 H........................ Teknik Pengumpulan Data ........ 84 4... 68 G... Uji Validitas dan Reliabilitas ..... 64 D....... 83 3......... 65 E.................................................................. 82 A............................................... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ..................... Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo ............................ 82 1......................................................... GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN ........... Variabel Penelitian .... TEMUAN HASIL PENELITIAN .. Keadaan Guru........ Visi........................................ 86 5.......... 102 ............................ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....... 93 2.......................................................................... Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ...................................................16 C................................... Letak Geografis SMA BAKTI Ponorogo ................................ Populasi dan Sampel ............. Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo . 93 1................................. 82 2. 76 BAB IV......... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo ...... Data dan Sumber Data ............ 68 F....................... Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo ..............

..................................................... 111 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................. 104 A........ 106 C...... PENUTUP .......................... Kesimpulan .... Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ................................ 104 B.........................................................17 BAB V............ Saran ................................................................................... 110 A...... PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN .............. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo ...... 108 BAB VI........................................................................... Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo .............................................................. 110 B..........

2) wawancara.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. Skripsi. Dalam arti. Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam tidak hanya menyangkut transformasi ajaran dan nilai. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas BAKTI Ponorogo.62%) pada kategori cukup dan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo.18 ABSTRAK Rusdiyati. Hal ini terbukti dari pengisian angket yang menghasilkan 10responden (31. yaitu pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. 3) dokumentasi. Terkait dengan hal tersebut akan dibahas tentang bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Fakultas Tarbiyah. tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) observasi. yaitu 21 responden (65. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sedangkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang paling tinggi berada pada kategori yang sangat baik. misalnya masalah peserta didik dengan berbagai latar belakangnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI di SMA Bakti Ponorogo memiliki kategori yang baik. Faizah Usnida. Untuk mengantisipasinya diperlukan adanya profil seorang guru PAI yang mampu menampilkan sosok kualitas personal atau pribadinya dalam menjalankan tugasnya. Jurusan Pendidikan Agama Islam.17 responden (53. Guru yang terkait. maka secara umum masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini. dapat mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar PAI. dan bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Berdasarkan uraian diatas. 5 responden (15. bagaimana cara atau pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran agama itu.25%) pada kategori sangat baik. Dosen Pembimbing: Drs. dalam keadaan atau kondisi seperti apa ajaran agama itu berikan. 2009. Bashori Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian Guru. Prestasi Belajar Siswa. karena secara langsung atau tidak langsung segala permasalahan tersebut bisa mempengaruhi prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. karena usaha seorang guru untuk tampil menjadi pribadi yang sesuai harapan anak didiknya. serta apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. 4) kuesioner atau angket.62%) termasuk kategori sangat . langsung dituntut untuk mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut. serta sikap seperti apa yang harus ditunjukkan dalam proses pembelajaran. setiap kegiatan pembelajaran pendidikan agama akan berhadapan dengan permasalahan yang kompleks.

514 dan nilai r tabel 0.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup.003. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. Dan hasil dari rumusan Product Moment dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0. Dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam penelitian ini. 11 responden (34.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar PAI siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. digunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di sekolah SMA Bakti Ponorogo. P-value lebih kecil dari 0. . kurang dan sangat kurang. Jika r hitung > r tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.19 baik.34.

20 BAB I PENDAHULUAN A. 2 E. 2001) hlm. Mulyasa.3 Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Pendidikan sendiri pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Bumi Aksara. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen Oemar hamalik. Terlebih dengan semakin pesatnya persaingan pendidikan diera global. guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. dan latihan bagi peranannya dimasa akan datang. karena guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. 5 3 2 . pertama dan utama. Latar Belakang Dunia pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Media Pendidikan (Jakarata: PT.2 Kualitas pendidikan yang bagus adalah kunci untuk bersaing diera global. maka pendidikan menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalani jika ingin berhasil dalam persaingan global. 2007). hlm. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. yang harus mendapat perhatian sentral. Guru yang profesional dan berkualitas adalah guru yang memiliki kompetensi. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik. pengajaran.

dewasa. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Sebab.6 Mengacu kepada standar nasional pendidikan yaitu pasal 28 ayat 3 butir b. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Op.21 “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. 1990). Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan.7 Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbara.5 Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. 2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet-3. dan berwibawa. 117 4 . hlm.4 Penguasaan empat kompetensi tersebut mutlak harus dimiliki oleh setiap guru untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional seperti yang disyaratkan Undang-undang guru dan dosen. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. Jakarta: Balai Pustaka. kompetensi kepribadian guru itu meliputi. hlm. Cit. kepribadian yang mantab. hlm. kompetensi kepribadian. dan stabil. kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. 26 6 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 701 7 E Mulyasa. arif. keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya. Cit. Op. 9 5 E Mulyasa. hlm.

dalam beberapa kasus tidak jarang seorang guru yang mempunyai kemampuan mumpuni secara pedagogis dan profesional dalam mata pelajaran yang diajarkannya. hal tersebut kurang menyentuh terhadap peningkatan kompetensi kepribadian guru. Oleh karena itu. serta pembentukan pribadi siswa itu sendiri. ikhlas dan dapat diteladani. tetapi implementasinya dalam pembelajaran kurang optimal. baik di kelas maupun di luar kelas. baik melalui pelatihan workshop maupun penataran guru mata pelajaran. mengapa pendidikan kita masih kurang ada peningkatan hasil dan mutu yang lebih baik. Akan tetapi. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran yang mempengaruhi langsung pada prestasi belajar mereka. Hal ini boleh jadi disebabkan tidak terbangunnya jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dengan siswanya. Pribadi guru yang santun. Dalam hal prestasi belajar siswa. respek terhadap siswa.22 mempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas belajar dan prestasi belajar siswa. padahal banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. seperti pribadi . sehingga prestasi belajar mereka juga kurang adanya peningkatan. Kepribadian seorang guru. Seperti upaya dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru. kompetensi guru yang termasuk didalamnya yaitu kompetensi kepribadian guru adalah indikator yang sangat penting dalam proses pembelajaran. jujur. Jadi kita pantas bertanya.

Pentingnya kualitas kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mendorong siswa untuk belajar dan untuk meningkatkan prestasi belajar dengan maksimal. keterbukaan atau pribadi yang terbuka antara siswa dengan guru tidak harus terjadi karena hal itu akan merusak citra personalnya sebagai seorang guru. serta keluwesan diabaikan oleh beberapa guru dengan alibi bahwa antara siswa dan guru harus ada batas yang memisah. namun setidaknya usaha untuk . berwibawa. adil dan bijaksana merupakan sifat yang dibutuhkan siswa dalam diri seorang guru. sehingga kebutuhan akan keterbukaan. arif dan sederhana termasuk sorotan utama yang bisa menciptakan suasana yang tenang. menarik. luwes. bijaksana. Padahal kompetensi kepribadian yang dicerminkan oleh guru melalui sifatnya yang terbuka. Sementara itu. luwes. sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru dengan prestasi belajar siswa. simpatik dan menarik.23 yang bersifat terbuka. untuk menambah kesemangatan mereka dalam proses belajar mengajar yang semua itu berpengaruh pula pada prestasi belajar siswa. meskipun bukan sesuatu yang mudah untuk mengukur dan menilai aspek-aspek kepribadian guru. dan menyenangkan yang dibutuhkan oleh siswa. artinya masih banyak guru yang beranggapan bahwasanya keluwesan. adil. berwibawa. yang akhirnya memberikan dorongan kesenangan siswa pada mata pelajaran guru tersebut. fenomena dunia pendidikan pada saat ini banyak sekali guru yang tidak faham dan mengerti akan kebutuhan ini.

karena mutu SMA BAKTI Ponorogo yang sudah terpercaya. yang telah menghasilkan output yang berprestasi memuaskan dan berkhlak baik. Dengan hasil penelitian ini guru diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya.24 mengungkap kompetensi kepribadian guru melalui tanggapan siswa merupakan salah satu usaha untuk memperoleh gambaran tentang kepribadian guru yang diharapkan siswa. tidak lepas dari kompetensi guru yang dimiliki dan hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian. Keberhasilan SMA BAKTI Ponorogo tersebut. Peneliti ingin mengetahui apakah kompetensi guru. dan guru dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang diberikan secara lebih baik demi keberhasilan dalam mengembangkan dirinya secara optimal. khususnya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru di SMA BAKTI Ponorogo merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Alasan mengapa peneliti ingin melakukan penelitian di SMA BAKTI Ponorogo adalah karena SMA BAKTI Ponorogo adalah termasuk salah satu SMA Favorit di Ponorogo. Penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai posisi penting dan . Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul: “PENGARUH KOMPETENSI BELAJAR KEPRIBADIAN SISWA DI GURU TERHADAP PRESTASI SEKOLAH MENENGAH ATAS BAKTI PONOROGO”. Sekolah ini menjadi pilihan para siswa dan orang tua siswa sebagai tempat menimba ilmu.

25

pengaruh yang besar terhadap prestasi siswa. Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin, yang berjudul “pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“, menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. Maka dari itu perlu diadakan penelitian lapangan agar kebenaran dari teori-teori yang ada dalam buku-buku dapat diverifikasi dengan kenyataan di lapangan. Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat teori dan memberi informasi kepada kalangan akademisi bahwa kepribadian guru agama dalam kegiatan belajar mengajar PAI mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap tercapainya prestasi belajar siswa dan membantu bagi tercapainya tujuan pendidikan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat kompetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo? 2. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo? 3. Apakah terdapat pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo?

26

C. Tujuan Penelitian Tujuan pendidikan mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya pendidikan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kempetensi kepribadian guru di SMA BAKTI Ponorogo 2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo 3. Untuk membuktikan besarnya pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian skripsi ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas khasanah pengetahuan, sedangkan secara praktisi penelitian ini bermanfaat: 1. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya. 2. Bagi Guru Bidang Studi Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru dalam proses belajar mengajar, sehingga

27

proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini memberi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka peningkatan pembinaan dan pengembangan mutu dan kualitas sekolah 4. Bagi Siswa Dengan mengetahui kompetensi kepribadian guru, maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan uantuk menyesuaikan cara belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. 5. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan pengalaman dan latihan dalam memecahkan masalah yang nyata serta memperoleh gambaran yang nyata tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar PAI siswa.

E. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara empiris (hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti dibawah dan “thesa” yang berarti kebenaran).8 Jadi hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban

M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 150

8

sekaligus menghindari timbulnya persepsi lain. Ruang Lingkup Pembahasan 1. b. Ruang lingkup pembahasan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan arahan dan gambaran mengenai permasalahan inti yang akan diteliti dalam pembahasan skripsi agar lebih terfokus. Subyek penelitian Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo c. Variabel Ada 2 variabel dalam penelitian ini. a. hlm. Keterbatasan penelitian.9 Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ha : Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA BAKTI Ponorogo. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Rineka Cipta: Jakarta. Penelitian hanya dilakukan di kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo Suharsimi Arikunto. 2006). Penelitian ini dilakukan di SMA BAKTI Ponorogo 2. Adapun ruang lingkup pembahasan ini meliputi : a. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dilakukanya penelitian. F. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).28 sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. 71 9 .

Cece Wijaya. arif. Tabrani Rusyan) Prestasi belajar . Variabel Kompetensi kepribadian guru Indikator . M. TABEL I. luwes. dan berwibawa .wawancara dalam bertindak.memiliki kepribadian yang mantap. bijaksana dan sederhana Sumber Data . dan dewasa . dan psikomotorik.bisa menjadi teladan bagi peserta didik . jujur dan obyektif . stabil.Pd dan Drs.Guru PAI .29 b. Mulyasa. Penelitian hanya untuk mengetahui bagaimana kompetensi kepribadian guru PAI dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo c. Guru siswa afektif. . (dalam E.memiliki akhlak yang mulia.memiliki kepribadian yang disiplin.memiliki kepribadian yang adil.Wawancara . mata Dokumentasi . pelajaran 2.Angket .memiliki sifat yang terbuka .Siswa . JABARAN VARIABEL No 1. Penelitian tentang kompetensi kepribadian guru PAI merupakan hasil dari persepsi siswa dan hasil wawancara guru PAI dan Kepala Sekolah.nilai rapor dari segi kognitif.Kepala sekolah Metode .memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik.

definisi operasional.dewasa. 204 10 . Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. Prestasi belajar adalah tingkat kemampuan atau hasil yang dicapai siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan belajar yang diukur melalui ulangan semester yang ditunjukan dengan angka yang berupa nilai rapor siswa. kepercayaan atau perbuatan seseorang. Definisi operasional Dalam penelitian ini terdapat definisi operasional sebagai berikut : 1. hlm. Bab Kedua.30 G. karakteristik Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.10 2. manfaat penelitian. tujuan penelitian. Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa kepribadian yang mantab dan stabil. serta berakhlak mulia sehingga dapat memberi teladan bagi peserta didik.1990). Kajian pustaka meliputi landasan teori yang memuat pembahasan umum tentang kompetensi kepribadian guru PAI. berwibawa. maka sistematik penulisannya dapat dirinci sebagaimana berikut: Bab Pertama. 3. benda) yang ikut membentuk watak. hipotesis penelitian. Merupakan bab pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah. dan sistematika pembahasan. Sistematika Pembahasan Agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh. perumusan masalah. ruang lingkup Pembahasan. Uraian dalam bab I ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara umum tentang penelitian yang akan dikaji. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang. H.

visi. lokasi penelitian. letak geografis SMA BAKTI Ponorogo. yang meliputi: kompetensi kepribadian guru PAI pada mata pelajaran PAI. meliputi gambaran umum obyek penelitian. keadaan siswa dan keadaan sarana prasarana di SMA BAKTI Ponorogo. terdiri dari: sejarah berdirinya SMA BAKTI Ponorogo. teknik pengumpulan data. Kemudian akan dibahas tentang pengertian prestasi belajar siswa. uji validitas dan reabilitas dan yang terakhir adalah teknik analisis data. ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. struktur organisasi SMA BAKTI Ponorogo. populasi dan sampel. dan pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. dan pentingnya kompetensi kepribadian guru PAI. Kemudian penyajian data tentang: data kompetensi kepribadian guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo. keadaan guru. Merupakan bab yang menerangkan tentang metode penelitian yang digunakan peneliti dalam pembahasannya meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. Bab Ketiga. Lalu akan dibahas juga tentang pengertian Pendidikan Agama Islam.misi dan tujuan SMA BAKTI Ponorogo.31 kompetensi kepribadian guru PAI. dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. data dan sumber data. tujuan Pendidikan Agama Islam. keadaan karyawan. variabel penelitian. prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Bab Keempat. Pada bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian. data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI . Dan yang terakhir yaitu kompetensi kepribadian guru PAI dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.

Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari hasil bab terdahulu.32 Ponorogo. Bab Keenam. dan data pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. dan mempunyai arti penting bagi keseluruhan penelitian serta untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Pada bab ini akan membahas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya. Bab Kelima. Bab ini menjelaskan tentang pembahasan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti di lapangan. bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif. .

kekuasaan dan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menentukan suatu tujuan. Op. Hal ini sesuai dengan beberapa pendapat diantaranya adalah sebagai berikut: Broke and Stone mengemukakan bahwa kompetensi guru sebagai descriptife of qualitative nature of teacher 11 12 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. ketrampilan. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. hlm. dijelaskan bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. hlm. dan perilaku yang harus dimiliki. Cit. hlm. P dan M..33 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: ARLOKA. tt). 453 Pius A.11 Dalam kamus ilmiah populer diartikan sebagai kecakapan. Pengertian kompetensi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dihayati. kewenangan. Kompetensi Kepribadian PAI 1. 353 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 10 Tentang Guru dan Dosen. dan kemampuan. 4 13 . kewenangan. Cit.13 Kompetensi guru mempunyai banyak makna. Dahlan Al Barry.12 Jadi kompetensi merupakan suatu kemampuan. kekuasaan. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu.

hlm. 8 16 E Mulyasa. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”17. dalam (Mulyasa. hlm. Mulyasa. 5 15 14 . hlm. 25 Cece Wijaya. Charles E. dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. Tabrani Rusyan. 2007). karakteristik. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”16. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.34 behavior appears to be entirely meaningful. Op. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ketrampilan. 38 17 Mc Ashan. 2003). Mc Ashan. hlm. Cit). ketrampilan. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Abdul Majid menjelaskan “kompetensi adalah seperangkat tindakan intelagen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu18. dan implementasi(Bandung: PT Remaja Rosdakarya. menyatakan bahwa kompetensi atau kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan15. Op. “kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan. afektif. konsep. hlm. 1991). sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. Mulyasa. Jhonsons. 38 18 Abdul Majid. Cit. kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti14. “kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. E.

6 E. kecakapan serta kewenangan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menyandang profesinya sebagai seorang guru mencakup pengetahuan dan perilaku yang mendukungnya dalam melaksanakan tanggung jawab atau tugasnya sebagai seorang guru secara baik dan professional. Op. Cit. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berifikir dan bertindak”19. Meski begitu. nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan.35 Sedangkan Depdiknas merumuskan definisi “kompetensi sebagai pengetahuan. Dari uraian diatas. Sedangkan istilah kepribadian itu sendiri sudah tidak asing lagi dalam percakapan kita sehari-hari. tidak jarang diantara kita yang belum paham benar tentang pengertian kepribadian baik secara bahasa maupun pendapat dari beberapa ahli. Mulyasa. 26 . dalam (Abdul Majid. tetapi mencakup sesuatu yang tidak kasat mata. Kepribadian bahasa inggrisnya adalah “personality” yang berasal dari bahasa Yunani “per” dan “sconare” yang berarti topeng. Cit). Op. hlm. Kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu didalam pelaksanaan tugastugas pendidikan. tetapi juga 19 20 Depdiknas. hlm.20 Jadi penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa kompetensi guru adalah suatu kemampuan. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati. ketrampilan. Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan.

21 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. hlm. dan mengalami perubahan-perubahan. Bahwa kepribadian seseorang itu bersifat dinamik dalam hubunganya dengan lingkungan c. 155 24 Baharuddin. Makin dewasa orang itu. makin jelas adanya stabilitas.Pd. M. Tetapi didalam perubahan itu terlihat adanya pola-pola tertentu yang tetap. Pengertian stabil disini bukan berarti bahwa kepribadian itu tetap dan tidak berubah. hlm.I. 209 21 . Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Bahwa kepribadian seseorang itu berkembang dengan dipengaruhi faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar Nana Syaodih Sukmadinata. yaitu pemain yang memakai topeng tersebut. 701 23 Ngalim Purwanto. kepribadian itu selalu berkembang. disebutkan inti mengenai kepribadian adalah sebagai berikut24: a. Baharuddin. Cit. hlm. Bahwa kepribadian itu merupakan suatu kebetulan yang terdiri dari aspek-aspek jasmaniah dan rohaniah b. Didalam kehidupan manusia dari kecil sampai dewasa/ tua. 2007).36 berasal dari kata “personae” yang berarti pemain sandiwara. hlm. 2005). Landasan Psikologi (Cet-3.23 Dalam bukunya Dr.22 Kepribadian itu relative stabil. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena (Jogjakarta: ArRuzz Media. 2007). kepribadian diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. 136 22 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. bandung: PT Remaja Rosdakarya. makin jelas polanya. Op. H.

Alport yang menyatakan. menetap. hlm.37 Definisi diatas mendekati apa yang dikemukakan oleh Gordon W. Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system. Didalam organisasi kepribadian itu memiliki sesuatu cara pengaturan atau pola hubungan tersebut adalah cara dan pola tingkah laku. Pengertian organisasi merujuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks. banyak hal yang harus diorganisasi. yang menunjukan sesuatu pola hubungan fungsional. Cit. that determines his unique adjustment to his environment. tidak berubah. yaitu26: a. Nana Syadih Sukmadinata yang berjudul Landasan Psikologi Menyebutkan empat makna dari rumusan kepribadian menurut Allport. tetapi kepribadian tersebut berkembang secara dinamis. Kepribadian merupakan suatu organisasi. mengandung banyak aspek. b. Kepribadian individu bukan sesuatu yang statis. [kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang memberikan corak yang khas dalam caranya menyesuaikan diri dengan lingkunganya]25 Dalam bukunya Prof Dr. Keseluruhan pola tingkah laku individu membentuk satu aturan atau sistem tertentu yang harmonis. 210 Nana Syaodih Sukmadinata. hlm. Kepribadian bersifat dinamis. Organisasi juga punya makna bahwa sesuatu yang diorganisasi itu memiliki sesuatu cara atau sistem pengaturan. 25 26 Ibid. 138-139 . Op.

bukan saja dilatar belakangi oleh potensi-potensi yang dimilikinya. Kepribadian individu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. c. berfikir. Kepribadian meliputi aspek jasmaniah dan rohaniah. Ia adalah bagian dari lungkungannya dan . tetapi sebagai makhluk sosial mansuai selalu berinteraksi dengan lingkunganya. Kepribadian adalah suatu sistem psikofisik. Meskipun pola-pola umumnya sama tetapi selalu terbuka kesempatan untuk pola-pola khusus baru. Kalau individu berjalan. d. maka berjalan bukan hanya dengan kakinya tetapi dengan seluruh aspek kepribadiannya. Dinamika kepribadian individu ini. Kepribadian bukan hanya terdiri atas aspek psikis. yaitu suatu kesatuan antara aspek-aspek fisik dengan psikis. yang melakukan semua perbuatan itu adalah individu. tetapi selalu dalam interaksi dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. Bukan kaki yang berjalan tetapi individu. dengan manusia lain. Lingkungan manusia juga selalu berada dalam perubahan dan perkembangan. Demikian pula kalau individu itu berbicara. tetapi keduanya membentuk satu kesatuan. lepas dari lingkungannya. yang megikuti lingkaran tertutup. dan sebagainya. perkembangan manusia dinamis membentuk suatu lingkaran terbuka atau spiral. melamun. Kepribadian individu selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya.38 Perkembangan manusia berbeda dengan binatang yang statis.

288 29 Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). Aspekaspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seorang individu. Harus digugu artinya segala sesuatu yang Muhibbin Syah. 32 27 . 2000). hlm. baik disekolah ataupun diluar sekolah. profesinya) mengajar. Ainurrofiq Dawam M. N. Menurut tinjauan psikologi.27 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu kebulatan yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang bersifat khas atau unik serta dinamis dalam hubungannya dengan kehidupan sosial. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta. Interaksi atau penyesuaian diri individu dengan lingkungannya bersifat unik. Sedangkan pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya.29 Dr.39 berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. perasaan. 225 28 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. atau khas. sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap. hlm.28 Drs. hlm. yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. 2008). Cit. Ametembun yang dikutip dalam bukunya Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. baik secara individual ataupun klasikal.A dalam pengantar wacana buku kiat menjadi guru professional menyatakan bahwa: Guru dalam bahasa jawa adalah seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua muridnya.A. Op. kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran.

2008). Segala ilmu pengetahuan yang datangnya dari sang guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan dan diteliti lagi. dalam arti mengembangkan ranah cipta. kompetensi kepribadian.31 Dari beberapa uraian pengertian diatas jelas bahwa guru pendidikan agama islam berarti orang pilihan yang pekerjaanya mengajarkan ilmu agama islam dengan memiliki pengetahuan serta perilaku yang dapat dipercaya dan diyakini kebenaranya juga menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya. Op. 256 30 .40 disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.30 Guru adalah tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. hingga cara berperilaku sehari-hari. hlm. rasa dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal mendidik. Seorang guru juga harus ditiru yang artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. kompetensi Muhammad Nurdin. Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar Ruzz Media. hlm. cara bicara. Berdasarkan Undang-undang RI nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen “kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru meliputi kompetensi pedagogik. 17 31 Muhibbin Syah. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. Cit. Mulai dari cara berfikir.

dewasa. Kompetensi kepribadian guru sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. bahkan kompetensi ini menjadi landasan bagi kompetensi-kompetensi lainnya. Mulyasa. Op. karena sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya. Sedangkan pengertian kompetensi kepribadian sendiri dalam Standar Nasional Pendidikan. guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran. Oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai. kekuasaan. kewenangan yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran pendidikan agama islam yang semua itu 32 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. Cit. Dalam hal ini. tetapi dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. 117 hlm. Apalagi seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik. Cit.41 sosial. stabil. hlm. E. pasal 28 ayat (3) butir b. arif dan berwibawa. Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. kemampuan. 9 33 . Op. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”32. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia33.

Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan 34 35 E. stabil.34 Guru yang memiliki kompetensi kepribadian adalah guru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. 2. Op. Seperti yang telah dijelaskan dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 ayat 3 butir b. dewasa. Karakteristik Kompetensi Kepribadian Guru PAI Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Cit. 558 . hlm. dan berwibawa serta guru harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya dan juga berakhlak mulia. stabil. hlm. Memiliki kepribadian yang mantap. kuat. arif. Cit. Mulyasa. Karena pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan khususnya dalam pembelajaran dan dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya. Op. dan dewasa Mantab berarti tetap. kukuh.35 Pribadi mantap berarti orang tersebut memiliki suatu kepribadian yang tidak tergoyahkan (tetap teguh dan kuat).42 terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dan khas (berbeda dengan orang lain). dikemukakan bahwa: seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap. 120 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

tindakan kasar dan ketidak perdulian bukanlah gayanya. 215 36 . profesional dan dapat dipertanggung jawabkan. Membaca Kepribadian Orang (Jogjakarta: THINK. berarti dia memiliki keteguhan dan kematangan dalam hal George G. tapi dia melakukannya tidak berlagak dan bernada merendahkan. Senantiasa dalam segala hal. Young disadur oleh Dwi Sunar P. Kepribadian yang mantap dan berkeyakinan ini menekankan pada tiga hal yang merupakan landasan gaya kepribadiannya : kebenaran. seorang guru PAI diharapkan memiliki kepribadian yang mantap. dan kehormatan. Kepribadian ini menghendaki bersikap ramah tamah dan dalam kebanyakan hal. hlm. guru harus memiliki kepribadian yang mantap. sekalipun ia akan berusaha untuk menyadari kehadiran orang lain itu. teman. perasaan. mahir dalam mendapatkan bantuan orang lain dan dalam mengejar cita-citanya.43 baik. hingga mengurangi sikap agresifnya dan memberi kesan menyenangkan. ia memang ramah tamah. kekeraskepalaan ini dilunakkan oleh ketenangan dan kemampuannya untuk menyelami dan ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kepribadian ini memperjuangkan hal-hal yang diyakini benar secara tenang. Namun demikian. 2008). dia berusaha untuk melakukan apa yang benar. tanggungjawab.36 Jadi. Dia adalah orang yang dapat meyakinkan. untuk bertanggung jawab dan mendapat kehormatan dari keluarga. dan hubungan lainnya. dan kebutuhannya. tapi ulet bahkan secara keras kepala. Ia dapat bersikap kompetitif.

Stabil bararti mantap. 203 . Op. Cit. Cit. Sedangkan dewasa secara bahasa berarti sampai umur. Op. hlm. akil.37 Jadi pribadi yang stabil merupakan suatu kepribadian yang kokoh. Untuk keperluan tersebut. Ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian ini adalah rangsangan yang sering memancing emosinya. Guru yang mudah marah akan membuat peserta didik takut. Op. kokoh. 857 E. 39 Orang dewasa disini berarti ia telah mampu mandiri dan dapat mengatur dirinya sendiri karena akalnya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. 121 39 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm.44 kecakapan dan keterampilannya serta memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. tidak goyah. dan memang diakui bahwa tiap orang mempunyai tempramen yang berbeda dengan orang lain. 37 38 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat berguna. hlm. balig. namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan. karena ketakutan menimbulkan kekuatiran untuk dimarahi dan hal ini membelokkan konsentrasi peserta didik38. Kalau kita menelaah dari segi arti bahasanya bahwa pribadi ini sebenarnya sama halnya dengan pribadi yang mantap. dan ketakutan mengakibatkan kurangnya minat untuk mengikuti pembelajaran serta rendahnya konsentrasi. Cit. Kestabilan emosi amat diperlukan. Mulyasa.

42 Ketiga. Ia bebas menentukan arah. Perbuatan yang 40 41 Nana Syaodih Sukmadinata.45 Guru sebagai pribadi. Orang dewasa adalah orang yang telah memliki kemerdekaan. pendidik. melihat kelebihan dan kekurangan dirinya dan juga orang lain. Op. Minimal ada tiga cirri kedewasaan. orang dewasa adalah orang yang mampu melihat segala sesuatu secara obyektif. . Mampu melihat dirinya dan orang lain secara obyektif. perbuatannya.40 Pertama.41 Kedua. 42 Ibid. tetapi setelah berbuat ia dituntut tanggung jawab. yaitu sekumpulan nilai yang ia yakini kebenarannya dan menjadi pegangan dan pedoman hidupnya. hidupnya. hlm. Guru harus terdiri dari orang-orang yang bertanggunga jawab atas segala perbuatannya. pengajar. orang dewasa adalah orang yang telah bisa bertanggung jawab. kebebasan tetapi disisi lain dari kebebasan adalah tanggung jawab. orang yang telah dewasa memiliki tujuan dan pedoman hidup (philosophy of life). Lebih dari itu ia mampu bertindak sesuai dengan cara mana ia mencapainya. serta kesehatan jasmani dan rohani. 254 Ibid. Seorang yang telah dewasa yang tidak mudah terombang-ambing karena telah mempunyai pegangan yang jelas. Cit. dan pembimbing dituntut memiliki kematangan atau kedewasaan pribadi. kemana akan pergi dan dengan cara mana ia mencapainya.

b.hlm. hlm. Tabrani Rusyan. yang dikaji terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. dan berwibawa Disiplin bisa berarti ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. arif. 18 46 Cece Wijaya. disiplin adalah sesuatu yang terletak didalam jiwa seseorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yang berlaku45. Op. 18 44 43 . Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. 208 45 Pangab dalam (Cece Wijaya. 1991).44 Menurut Pangab. Cit. Sedangkan dalam pendidikan umumnya yang dimaksud dengan disiplin ialah keadaan tenang atau keteraturan sikap atau keteraturan tindakan.43 Dengan sifat kedewasaan yang dimiliki oleh seorang guru. Disiplin merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan46.46 bertanggung jawab adalah perbuatan berencana. hlm. Tabrani Rusyan. dan minat belajar siswapun akan meningkat yang itu semua akan berpengaruh pula pada prestasi belajar siswanya. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Cit. hlm. Ibid. Memiliki kepribadian yang disiplin. 254-255 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. maka siswa akan merasa terlindungi oleh sosok pengayom dan pembimbingnya dalam proses belajar mengajar. Op.

49 ∩∠∈∪ $¸ϑ≈n=y™uρ Zπ¨ŠÏtrB $yγŠÏù šχöθ¤)n=ãƒuρ (#ρçŽy9|¹ $yϑÎ/ sπsùöäóø9$# šχ÷ρt“øgä† šÍ×‾≈s9'ρé& Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 48 Ibid. mengetahui. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30 (Surabaya: MEKAR. Kemudian yang dimaksud dengan wibawa adalah pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. cerdik pandai. mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. hlm.47 Jadi seorang guru PAI yang arif berarti mengetahui dan pandai dalam mengajar dan mendidik siswanya kearah yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan. juga bisa berarti tahu. Cit. 1011 49 Departemen Agama RI. Op. Berwibawa berarti mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi).48 Guru yang berwibawa digambarkan dalam al-Qur’an surat alFurqon ayat 63 dan 75 sebagai berikut: ãΝßγt6sÛ%s{ #sŒÎ)uρ $ZΡöθyδ ÇÚö‘F{$# ’n?tã tβθà±ôϑtƒ šÏ%©!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ߊ$t7Ïãuρ ∩∉⊂∪ $Vϑ≈n=y™ (#θä9$s% šχθè=Îγ≈yfø9$# Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. berilmu. 510 48 47 .47 Sedangkan Arif dapat berarti bijaksana. 2004). hlm. hlm.

Dengan demikian kewibawaan bukan berarti siswa harus takut kepada guru. bahkan selalu menampilkan perbuatan yang baik.48 Artinya: Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya. Karena sikapnya itu orang akan selalu tunduk dan malu untuk melecehkannya serta selalu menghormatinya. Kepribadian ini penting. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang merasa nyaman dan bahagia ketika dengannya karena mereka merasa diarahkan oleh guru yang berwibawa tersebut.50 Dari terjemahan ayat-ayat diatas.51 Jadi guru PAI haruslah memiliki pribadi yang disiplin. 21 . hlm. Misalnya: 50 51 Ibid. Cit. Kewibawaan harus dimiliki oleh guru. Op. arif. maka dapat disimpulkan bahwa sangat bangga sekali menjadi seorang guru yang memiliki wibawa yang sesungguhnya. hlm. sebab dengan kewibawaan tersebut proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik. berdisiplin dan tertib. karena gurulah yang harus memulainya. Tabrani Rusyan. melainkan siswa akan taat dan patuh pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Dia tidak akan takut dicerca orang. 512 Cece Wijaya. karena masih banyak peserta didik yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap moral yang baik. jika ingin peserta didiknya memiliki sifat-sifat tersebut. dan berwibawa.

mencegah timbulnya masalah disiplin. berkelahi. bahkan tidakan yang menjerumus pada kriminalitas. terutama pada jam-jam sekolah. membolos. rambut gerondong. 122-123 . arif. dan kurang beribawa. Oleh karena itu sekaranglah saatnya kita membina disiplin peserta didik dengan pribadi guru yang disiplin. tetapi lebih dari itu.52 Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran. kurang arif. sehingga mereka menaati segala peraturan yang ditetapkan. melawan guru. mendisiplinkan peserta didik harus dimulai dengan pribadi guru yang disiplin. dan berwibawa. arif. dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. arif. serta mendisiplinkan peserta didik untuk mendongkrak kualitas pembelajaran.49 merokok. tidak mengerjakan PR. rambur dicat. Dalam pendidikan. masih banyak peserta didik yang tidak disiplin dan menghambat jalannya pembelajaran. Kondisi tersebut menuntut guru untuk bersifat disiplin. Mulyasa. membuat keributan dikelas. dan berwibawa dalam segala tindakan dan perilakunya. Cit. Op. Kita tidak bisa berharap banyak akan terbentuknya peserta didik yang disiplin dari guru yang kurang disiplin. hlm. guru harus senantiasa mengawasi perilaku peserta didik. Dengan kata lain. dan berwibawa. agar tidak terjadi penyimpangan perilaku atau tindakan yang 52 E. mengatasi. Dalam hal ini disiplin harus ditunjukkan untuk membantu peserta didik menemukan diri.

baik dalam memberikan hadiah maupun hukuman terhadap peserta didik. guru harus senantiasa mengawasi seluruh perilaku peserta didik. c. Sebagai pengawas.54 Seorang guru harus simpatik karena dengan sifat ini akan disenangi oleh para siswa. 841 . dalam rangka mendisiplinkan peserta didik guru harus mampu menjadi pembimbing. Op. Dalam hal ini guru harus mampu secara efektif menggunakan alat pendidikan secara tepat sasaran. sudah 53 54 Ibid. sehingga kalau terjadi pelanggaran terhadap disiplin. hlm. Sebagai pengendali guru harus mampu mengendalikan seluruh perilaku peserta didik disekolah. Untuk kepentingan tersebut. terutama pada jam-jam efektif sekolah. dan jika siswa menyenangi gurunya. Memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. pengawas dan pengendali seluruh perilaku peserta didik. Cit. hlm. 126 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dapat segera diatasi. bijaksana dan sederhana dalam bertindak Simpatik dapat berarti amat menarik hati (membangkitkan rasa simpati). karena bagaimana peserta didik akan berdisiplin kalau gurunya tidak meunjukkan perilaku disiplin.53 Jadi sebagai pembimbing guru harus berusaha untuk nmembimbing dan mengarahkan perilaku peserta didik kearah yang positif. Sebagai contoh atau teladan guru harus memperlihatkan perilaku disiplin yang baik kepada peserta didik. contoh atau teladan.50 kurang disiplin. dan menunjang pembelajaran. luwes.

115 59 Ibid. hlm. Op.59 Jadi guru yang bijaksana dan sederhana dalam bertindak adalah seorang guru yang selalu menggunakan akal budinya dalam bertindak dan tidak berlebihlebihan. 20 58 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Op. Cit. hlm. mudah disesuaikan. karena dengan daya tarik yang diungkapkan atau ditunjukkan oleh guru. dan juga orang tua wali murid. Cit. tidak kaku. 539 57 Cece Wijaya. Tabrani Rusyan. Cit. tidak canggung. Keluwesan merupakan faktor pendukung yang disenangi para siswa dalam proses belajar mengajar. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tabrani Rusyan. guru harus menarik. Dengan adanya 55 56 Cece Wijaya.56 Seorang guru juga harus bersikap luwes terhadap siapapun termasuk peserta didiknya. tidak berlebih-lebihan.51 barang tentu pelajarannyapun mereka senangi pula. Op. Demikian pula dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Cit. hlm. karena dengan sifat ini guru akan mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan teman sejawat maupun dengan peserta didik.57 Kemudian kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuanya). Kebijaksanaan dan kesederhanaan dalam bertindak. 792 . 55 Sedangkan luwes bisa diartikan pantas dan menarik.58 lalu kesederhanaan adalah sifat sederhana. hlm. fleksibel. akan menjalin keterkaitan batin guru dengan siswa. Op. maka akan memberikan pengaruh tertentu pada siswa yaitu kesemangatan belajar siswa terus meningkat. hlm.

63 Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya. sedangkan jujur adalah tulus ikhlas dan menjalankan fungsinya sebagai guru. pengalaman hidup bermasyarakat. Cit. guru akan mampu mengendalikan proses belajar mengajar yang diselenggarakan60. 367 63 Ibid. seorang guru harus menguasai benar semua hal yang berhubungan dengan sifat tersebut diatas. Adil. Oleh karena itu. Tabrani Rusyan.52 keterikatan tersebut. tidak memihak. tulus. khususnya pengalaman dalam praktik mengajar. Sifat-sifat ini memerlukan kematangan pribadi. Sedangkan arti dari obyektif adalah benarbenar menjalankan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. kedewasaan sosial. Cit. berpihak kepada yang benar. dan seterusnya. ikhlas. 6 62 Ibid. Memiliki kepribadian yang adil.62 Sedangkan obyektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. tidak pilih kasih. dan emosional. 20 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dan pengalaman belajar yang memadai. tidak pamrih sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Op. jujur dan obyektif dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang 60 61 Cece Wijaya. tidak memandang bahwa siswa itu familinya atau anak si A. 623 . tidak curang. Op. si B.61 Jujur bisa diartikan lurus hati. hlm. hlm. hlm. sesuai dengan peraturan yang berlaku. d. hlm. jujur dan obyektif Adil dapat diartikan tidak berat sebelah.

orang tua. dan tujuan pendidikan sehingga mutu pendidikan yang diharapkan benar-benar tercapai64. 132 . teman sekerja. Cit. Tabrani Rusyan. Op. hlm. Op.65 Guru yang memiliki pribadi yang terbuka yaitu seseorang yang berterus terang dan tidak tertutup dalam bersikap serta mau menerima kritik dan saran yang membangun dari siapapun.53 harus dilaksanakan oleh guru. Memiliki sifat yang terbuka Terbuka dapat diartikan tidak tertutup. Ia diharapkan mampu menampung berbagai aspirasi dari berbagai pihak. Sifat-sifat tersebut diatas harus dimiliki oleh guru guna mencapai hasil belajar mengajar yang sesuai dengan cita-cita. e. tidak dirahasiakan. harapan. merupakan salah satu tuntutan terhadap guru. baik dengan murid. hlm. tidak terbatas pada orang tertentu saja. Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja. 17 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Cit. Sifat-sifat ini harus ditunjang oleh penghayatan dan pengalaman nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosial budaya yang diperolehnya dari kehidupan dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya. ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah. sehingga sekolah menjadi agen pembangunan daerah 64 65 Cece Wijaya.

barang. hlm. 917 . Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru.67 Bagi seorang guru PAI sebaiknya sebelum melakukan pendidikan dan pembinaan kepada peserta didinya. Bisa menjadi teladan bagi peserta didik Teladan berarti dapat ditiru (perbuatan. demokrasi dalam belajar akan mendidik dan melatih siswa untuk bersikap terbuka. artinya dia harus mampu mendidik dan membina dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswanya. maka demokrasi dalam proses belajar mengajar akan terlaksana. f.54 dan guru bersedia menjadi pendukungnya. hlm. dsb). hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 44. sebagai berikut: 66 67 Ibid. tidak menutupi kesalahan. maknanya adalah untuk memuali sesuatu yang baik maka kita mulai dari diri sendiri. berdasarkan kebutuhan dan tuntutan berbagai pihak. baik untuk dicontoh. Ia akan terus berusaha meningkatkan serta memperbaiki suasana kehidupan sekolah. terus terang. diperlukan suatu pendidikan pribadi. 21 Ibid. Sebab. dan mau dikritik untuk perbaikan pada masa mendatang66.

70 68 69 Departemen Agama RI. sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri. hlm. Cit. Fikih Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya.55 Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡à Ρr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhŽÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâ÷ß∆ù's?r& * ∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian.68 Nabi Muhammad adalah sosok pendidik yang sejati.69 Ayat di atas memberi penjelasan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat suri tauladan bagi kita semua. Ayat tersebut juga berisi perintah kepada kita agar menjadikan Rasulullah sebagai acuan dalam berperilaku sehari-hari. hlm. 2005). Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an alAhzab ayat 21. padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?.sŒuρ tÅzFψ$# Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. beliau diutus Allah di dunia ini dengan diberi kesempurnaan akhlak sebagai suri tauladan bagi umatnya. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. 24 . Op. 595 70 Heri Jauhari Muchtar. hlm. ©!$# tx. sebagai berikut: tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. 8 Ibid. ô‰s)©9 #ZŽÏVx.

tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai seorang guru. Perilaku seorang guru sangat mempengaruhi peserta didik. Harus atau tidak harus seorang guru itu hendaklah menunjukkan keteladanan terbaik dan moral yang sempurna. Kesalahan perlu diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. karena guru juga manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan. Oleh karena itu tugas guru adalah menjadikan peserta didik sebagai peserta didik. jadi hanya dengan keterampilan dan kerendahan hati akan memperkaya arti pembelajaran. Sebagai teladan.56 Guru PAI merupakan teladan bagi para peserta didik baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Menjadi teladan merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran. sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. bukan memaksakan kehendak. Guru yang baik adalah guru yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dimilikinya. jadi seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik yang bisa dijadikan panutan untuk membangun kepribadian peserta didik. tetapi setiap peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Peran dan fungsi ini patut dipahami. Dengan kata . bukan harus menjadi beban yang memberatkan. kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah.

Kompetensi kepribadian guru yang dilandasi akhlak mulia tentu saja tidak tumbuh dengan sendirinya begitu saja. kerja keras tanpa mengenal lelah dengan niat ibadah tentunya.73 Jadi akhlak mulia dapat diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan yang memiliki nilai tinggi dan luhur. juga berarti luhur (budi dsb) baik budi (hati dsb). guru yang baik adalah guru yang sadar diri. dan menjadi panutan bagi peserta didiknya. terhormat. hlm. yakni usaha sungguh-sungguh. 15 73 Ibid. bahwa menjadi guru bukan semata-mata untuk urusan 71 72 E. Op. g. Op. hlm. kelakuan. Cit. haruslah berakhlak baik. Apalagi seorang guru PAI. hlm. dan senantiasa menghadapi situasi apapun hendaknya lebih mengutamakan doa. Dalam hal ini mungkin setiap guru harus menempatkan dan meluruskan kembali niatnya. Memiliki akhlak yang mulia Akhlak adalah budi pekerti. karena ia adalah seorang penasihat bagi peserta didiknya.72 Mulia berarti tinggi (tentang kedudukan. guru dalam keadaan bagaimanapun harus memiliki kepercayaan diri yang istiqomah dan tidak tergoyahkan. Mulyasa. menyadari kelebihan dan kekurangannya (self consciousness)71.57 lain. Cit. martabat) tertinggi. tetapi memerlukan ijtihad yang mujahadah. Dengan brakhlak mulia. Guru harus berakhlak mulia. 597 . pangkat. 129 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. yang mengajar dan mendidikan agama islam pada peserta didik.

Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru Kompetensi kepribadian guru sangatlah penting dan harus dimiliki oleh setiap guru. agar bisa ditiru dan diteladani oleh peserta didiknya. Banyak peserta didik yang berharap bahwa guru bisa menjadi teladan bagi peserta didik baik dalam pergaulan disekolah maupun dimasyarakat. yang berakhlak mulia. dan 74 E. Penampilan seorang guru menjadi pesonal bagi peserta didiknya. 130-131 . bisa membuat murid betah dikelas. Op.58 duniawi dan memperbaiki ikhtiar dengan tetap bertawakal kepada Allah. karena pribadi yang ada dalam diri seorang guru selalu dilihat oleh peserta didiknya. Melalui guru yang demikianlah. kita berharap pendidikan menjadi ajang pembentukan karakter bangsa. sebab penampilan guru juga bisa membuat murid senang belajar. karena guru harus menampilkan sosok pribadi yang berbeda dengan yang lainnya. guru yang suka merokok. Oleh karena itu guru harus berani tampil beda. Disinilah pentingnya kompetensi kepribadian guru. dan berbeda dari pribadi orang lain yang bukan guru. memakai baju yang tidak rapi. Cit. Mulyasa. harus percaya diri. tetapi bisa juga membuat murid malas belajar bahkan malas masuk kelas seandainya penampilan gurunya acakacakan. sering datang terlambat. hlm. Beberapa sikap guru yang kurang disukai oleh seorang peserta didik antara lain guru yang sombong (yang tidak suka menegur atau tidak mau ditegur kalau bertemu diluar sekolah).74 3.

pribadi yang disiplin. Yaitu seorang guru yang memiliki karakteristik pribadi yang mantap. 225-226 . karena ketidak tertarikan atas pribadi guru tersebut. Jadi guru harus berusaha untuk tampil sebagai pribadi yang menyenangkan bagi peserta didik. bagi seluruh peserta didiknya.59 masih banyak lagi. seorang psikolog terkemuka. pribadi yang bisa dijadikan teladan dan pribadi yang memiliki akhlak yang mulia. Profesor Doktor Zakiah Darajat menegaskan bahwa: Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Op. dan berwibawa. Oleh karena itu. Cit). Oleh karena itu sangatlah penting seorang guru itu memiliki kompetensi kepribadian. setiap calon guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik (ciri khas) kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya. dalam (Muhibbin Syah. yang semuanya akan berpengaruh pada prestasi belajar mereka. B. Mengenai pentingnya kompetensi kepribadian guru. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang mengalami keguncangan jiwa (tingkat menengah)75. Prestasi Belajar Siswa 1. dan itu semua pastinya akan menghambat belajar peserta didik. stabil dan dewasa. Pengertian Prestasi Belajar Siswa 75 Zakiyah Darajat. hlm. arif. agar dapat mendorong mereka untuk belajar.

36 . dsb). Dr. 2002). hlm.76 Sedangkan belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Media Pendidikan (Jakarata: PT. Cit. 2001) hlm.60 Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan kata “belajar”. 79 79 Oemar hamalik. Bumi Aksara. bisa juga berarti berlatih. Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”79. 700 Ibid. Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai “hasil yang dicapai oleh siswa didalam belajar. kata prestasi berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan. 12 78 Dimyati. Mujiono. hlm. Op. terutama nilai dari aspek kognitifnya. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”78. Dengan prestasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi kemajuan siswa itu sendiri untuk kedepannya. hlm. hasil tersebut biasanya harus dilakukan dengan 76 77 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. salah satunya adalah agar siswa mendapatkan suatu prestasi yang baik. “Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Dalam proses pembelajaran disekolah menginginkan berbagai tujuan. Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta. dikerjakan.77 Prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

yang merupakan suatu syarat terciptanya suatu prestasi belajar. 30 80 . Jadi dari beberapa pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar siswa adalah hasil yang dimiliki oleh seseorang atau siswa berupa pengetahuan. serta proses belajar mengajar. aplikasi. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukan melalui nilai atau angka dari ulangan atau ujian yang ditempuhnya81. sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik Lindra Lestyo Dwi. sintesa. c. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa (Malang: Universitas Negeri Malang). pemahaman. analisis. 29 81 Tu’u (dalam Lindra Lestyo Dwi. sikap dan tingkah laku.61 mengadakan penilaian atau pengukuran yang dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan”80 Sedangkan menurut Tu’u prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. dan evaluasi. keterampilan. Sedangkan hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai dari aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. hlm. Prestasi juga menentukan keadaan kemampuan dan intelegensi siswa. dan prestasi belajar siswa itu bisa ditunjukkan melalui nilai yang dia dapatkan. Cit ) hlm. Op. b. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran disekolah.

faktor-faktor tersebut ada yang bersifat mendukung (positif) dan ada yang menghambat (negatif). 2. Faktor Intern Slameto.62 yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yang dilarang. hlm.82 a. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar merupakan tujuan akhir dari proses kegiatan belajar.52 82 . maka semakin tinggi prestasi yang dicapai oleh siswa begitu juga sebaliknya. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern). masyarakat dan sebagainya. 1988). Agar prestasi belajar dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Didalam pencapaian prestasi. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. sekolah. Semakin banyak faktorfaktor positif yang berpengaruh. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula.

Orang yang belajar tidak lepas dari kondisi fisiknya. Rineka Cipta. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yang belajar. kurang penglihatan. Mustaqim. Abdul Wahib. Anak yang cacat misalnya kurang pendengaran. Faktor jasmaniah Faktor ini meliputi bawaan maupun yang diperoleh semenjak lahir seperti panca indera. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswa FIP UGM Yogyakarta ternyata bahwa kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar anak. keadaan jasmaniah yang sehat akan berbeda dengan keadaan fisik yang kurang sehat. Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. Faktor psikologis Faktor psikologis dalam belajar akan memeberikan pengaruh yang penting. 2.84 Adanya anak yang sakit maka prestasinya menurun. dan alat tubuh yang lainnya. faktor psikologis tersebut antara lain: 1) Kecerdasan atau Intelegensi 83 84 Ibid. prestasinya juga kurang apabila dibandingkan dengan anak yang normal.63 Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. Keadaan jasmaniah dapat melatar belakangi aktivitas belajar. hlm. adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu83: 1. 1991). 63 .

Cit. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar85. Op. 134 . Op.”87 Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajarnya untuk meningkatkan prestasi belajar. Slameto mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya.”86 Muhibbin berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ Slameto. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi. yang normal yaitu yang selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.wordpress. Cit. hlm. Sebaliknya. hlm. 85 86 http://ridwan202. sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya.58 87 Muhibbin Syah.64 Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya.

hlm.90” Slameto mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa 88 89 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Cit. Dalam proses belajar terutama belajar keterampilan seperti bermusik. Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang ditentukan pula oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar siswa pada bidang-bidang studi tertentu. seni rupa. Op. 70 Muhibbin Syah. bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil prestasi yang baik.89 Jadi pada dasarnya bakat itu adalah kemampuan seseorang yang sudah ada semenjak lahir. dan ketrampilan lainnya. 136 90 Winkel. 3) Minat Menurut Winkel minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Op. sifat dan bawaan) yang dibawa dari lahir. 1996). hlm.88 Menurut Muhibbin Syah bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Psikologi Pengajaran (Jakarta: PT Gramedia. 24 . Cit. hlm. yang perkembangannya tidak bergantung pada upaya pendidikan.65 2) Bakat Bakat adalah dasar (kepandaian. akan tetapi dengan pendidikan bakat pada seseorang tersebut bisa lebih tersalurkan.

Op. Cit. hlm. semakin kuat keinginanya semakin kuat dan bertahan minat tersebut”93 Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang. 262-263. Cit. aktifitas atau situasi yang menjadi obyek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang”94. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana. hlm. tanpa ada yang menyuruh”91. Perkembangan Anak Jilid 2 (Jakarta: Penerbit Erlangga. 64 93 Elizabeth B. hlm. 95 Muhibbin Syah. 114 Shaleh dan Wahab. Dari uraian diatas minat dapat diartikan sebagai kecenderungan yang menetap sebagai bagian dari kondisi psikis yang menentukan seseoarang tertarik atau tidak untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. Hurlock. 182 Ngalim Purwanto. hlm. Sedangkan menurut Muhibbin Syah “minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”95. Minat siswa terhadap mata pelajaran akan berpengaruh terhadap intensitas belajarnya. 2004). Psikologi Belajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi 91 92 Slameto. Sedangkan menurut Hurlock “minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Purwanto mengemukakan bahwa “minat menggerakan perbuatan pada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi kegiatan itu”92. Hlm.66 ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas. 151 94 . 1990). 2004). Op.

Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Op. Cit. Op. dan seterusnya. peraturan atau tata tertib sekolah.96 Sedangkan motivasi dalam belajar itu adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan aktifitas belajar. hlm. Faktor Ekstern 96 97 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.67 prestasi belajarnya. misalnya perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. hlm. suri tauladan orang tua serta guru. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. 593 Muhibbin Syah.98 b. . Cit.97 Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seorang siswa yang mendorong siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. 136-137 98 Ibid. 4) Motivasi Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. misalnya pujian dan hadiah. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik.

Orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan.dan nilai atau hasil belajar yang anak dapatkan tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya. Op. faktor sekolah dan faktor lingkungan masyarakat. Menurut Slameto faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “faktor keluarga.wordpress.100 Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anak.101 Hubungan antar anggota keluarga yang terpenting adalah hubungan antar anak dengan orang tua. Cit. lingkungan sekitarnya dan sebagainya. 64 100 . keadaan keluarga. semua itu turut 99 Slameto. Op.68 Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa.99” 1) Faktor Keluarga Dalam hal ini Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. hlm. hlm. begitu juga hubungan antar anak dengan anggota keluarga lainnya.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ 101 Slameto. dapat menyebabkan anak tidak atau kurang berhasil dalam belajarnya. 62 http://ridwan202. Cit. sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman.

dan kurang perhatian. 2) Faktor Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya jika hubungan anak dengan keluarganya dipenuhi dengan kebencian. karena waktu terbanyak dari seorang anak untuk belajar adalah di rumah mereka. hlm.69 mempengaruhi belajar anak. dan pertengkaran yang terjadi antar anggota keluarga akan mengakibatkan anak bosan berada dirumah dan akibatnya belajarnya kacau. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk 102 103 Ibid. anak akan merasa diperhatikan dan akan merasa nyaman dalam belajarnya. situasi rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. Ibid.102 Hubungan yang penuh kasih sayang. ribut dan sering terjadi cekcok. 65 . Jika faktor keluarga mendukung anak untuk belajar maka hasil belajar mereka akan memuaskan.103 Suasana rumah yang tegang. sikap acuh tak acuh. maka perkembangan anak akan terhambat belajarnya terganggu dan bahkan anak akan menjadi anak yang brutal dan nakal. sikap yang terlalu keras. Begitu pula dengan suasana rumah. penuh perhatian dan pengertian akan berpengaruh positif pada belajar anak. Jadi faktor keluarga itu sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak.

faktor sekolah ini meliputi metode mengajar.104 Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. akibatnya siswa malas untuk belajar. Sebaliknya. dan mempunyai perencanaan yang mendetail agar bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam belajarnya. . Dalam proses belajar mengajar hubungan antara guru dan siswa haruslah terjalin dengan baik. Bahan pelajaran juga mempengaruhi belajar siswa. siswa akan menyukai gurunya. guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab. Kurikulum yang kurang baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat. kurikulum.66 Ibid. alat-alat pelajaran dan masih banyak lagi.106 Jadi apabila hubungan guru dengan siswa terjalin dengan baik. tidak sesuai dengan bakat.68 106 Ibid. hlm. hubungan guru dengan siswa.70 belajar yang lebih giat. hlm. kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar siswa. diatas kemampuan siswa. Karena cara belajar siswa dipengaruhi oleh hubungannya dengan gurunya.105 Jadi dalam proses belajar mengajar guru harus mementingkan kebutuhan siswa dan guru juga perlu mendalami siswa dengan baik. minat dan perhatian siswa. menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang 104 105 Ibid. juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaikbaiknya.

apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka 107 http://ridwan202.71 lancar. Jadi siswa akan merasa jauh dari guru. maka akan segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anakanak yang rajin belajar.107. Oleh karena itu. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.wordpress. Dalam hal ini Kartono berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. 3) Faktor Lingkungan Masyarakat Disamping orang tua. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. terutama anak-anak yang sebayanya.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ . maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan.

hlm. Pendidikan (paedagogie) secara etimologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “pais” yang artinya anak. untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita. 1991). 69 110 Moh. Ilmu Pendidikan.72 kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. hlm. dan “again” yang artinya membimbing. (Jakarta: Rineka Cipta. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Pasuruan: PT.109 Jadi pendidikan (paedagogie) artinya bimbingan yang diberikan pada anak. 2006). Garoeda Buana Indah. 25 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati.110 Sedangkan dalam Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan Zakiyah darajat. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: PT Bumi Aksara. Moh. 1992). 1 109 108 . C. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “’allama”. Konsep Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan dalam bahasa arab berarti “tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. hlm. dkk. Amin. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan pendidikan islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”108. Pendidikan agama terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan agama. yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Amin berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan teratur serta sistematis.

memimpin. kecerdasan. 3 112 Zuhairini. dan memelihara) memajukan pertumbuhan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Menurut para ahli adalah sebagai berikut: 1. pengendalian diri. menguasai.73 terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Abd. maka akan menjadi pendidikan agama. Rahman Saleh. hlm. dkk. hal ini mempunyai banyak definisi. maka dapat dipahami bahwa pengertian pendidikan secara umum adalah usaha sadar yang dilakukan si pendidik atau orang yang bertanggung jawab untuk (membimbing. 2003). hlm. memperbaiki. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah.111 Dengan demikian. 1983). bangsa dan Negara. menyebutkan bahwa pendidikan agama adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. dkk. akhlak mulia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.112 2. Zuhairini. pendidikan agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran islam. Kata pendidikan jika dikaitkan dengan kata agama. masyarakat. kepribadian. 27 111 .

Metodologi Pendidikan Agama (Solo: Ramadhani. dkk. 10 Zuhairini. hlm 2 115 Muhaimin.A.115 GBPP Pendidikan Agama Islam disekolah umum. Abdul Ghofir.74 ajaran-ajaran agama islam. 2004). ajaran agama Islam. hlm. Dalam pengertian lain menyatakan bahwa pendidikan agama berarti usaha untuk membimbing kea rah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam sehingga terjalin kebahagiaan di dunia dan di akhirat. dijelaskan bahwa pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan Zuhairini. Sedangkan Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal.113 Jadi pendidikan agama adalah proses atau usaha sadar yang dilakukan pendidik untuk membimbing secara sistematis dan pragmatis supaya menghasilkan orang yang beragama dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran agama. menghayati. (Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005). hlm 7-8 114 113 . memahami.114 Pendidikan keislaman atau pendidikan agama Islam yaitu upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. serta menjadikanya sebagai jalan kehidupannya. 1993). M. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. hingga mengimani. dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. (Malang: UM Press. agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang.

76 117 Zakiyah Darajat. memahami. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup didunia ini telah berakhir pula. hlm.Rosda Karya. tingkah laku. dan pengalaman peserta didik tentang ajaran agama islam. pendidikan islam itu berlangsung selama hidup. penghayatan. bermasyarakat. Tujuan Pendidikan Agama Islam Secara umum. berbangsa dan bernegara”. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. Tujuan umum.75 siswa dalam meyakini.2002). Cit. hlm. ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan. 30-32 116 . baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. pamahaman. Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim Muhaimin. pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. kebiasaan. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap. menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan. sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. penampilan.116 2. (Bandung: PT. Tujuan akhir. dan pandangan. b. Op. pendidikan agama islam bertujuan untuk “meningkatkan keimanan. Zakiyah Darajat mengklasifikasikan tujuan pendidikan agama islam menjadi tiga yaitu117: a.

76 yang merupakan ujung dari taqwa. M. Tujuan operasional.A. c. 3. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam maka ruang lingkup materi PAI (kurikulum 1994) pada dasarnya mencakup tujuh unsure pokok. dan Bimbingan Ibadah. yaitu: al-Qur’an Hadis. hlm. ilmu pengetahuan dan kebudayaan118. Kompetensi Kepribadian Guru PAI pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi guru adalah merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang pendidik dan pembimbing peserta didik didalam 118 Muhaimin. Kompetensi Kepribadian Guru PAI dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI 1. ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. D. dan sebagai akhir dari proses pendidikan itulah yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Akhlak. Keimanan. tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. 79 . Muamalah. d. Pada kurikulum 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok yaitu: Al-Qur’an. Tujuan sementara. Op. Ibadah. dan Tarikh (Sejarah Islam) yang menekankan pada perkembangan politik. serta Tarikh / sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama. Syariah. Keimanan. Cit. Fiqih. Akhlak.

77

kelas. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar peserta didiknya dikelas. Kompetensi kepribadian seorang guru dalam proses belajar mengajar sangat menjadi perhatian bagi para peserta didiknya. Guru yang memiliki kepribadian yang baik, adil, disiplin, arif, simpatik dan menarik, luwes, bijaksana, sederhana dalam bertindak,berwibawa dan berakhlak mulia serta bisa menjadi teladan adalah sosok guru yang diharapkan oleh peserta didik maupun masyarakat sekitar. Maka dari itu sangat penting seorang guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam memiliki kompetensi kepribadian yang tinggi dalam dirinya. Kompetensi kepribadian guru pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki andil terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Karena seorang guru Pendidikan Agama Islam sudah tentu kepribadiannya sangat berperan penting dalam membentuk pribadi yang baik, sudah pasti juga kepribadian guru itu akan menjadi tuntunan bagi paserta didiknya, baik itu di lingkungan sekolah ataupun di masyarakat. Ini dimaklumi karena manusia adalah makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya dalam membentuk pribadinya. Guru PAI sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia, sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya, apakah sudah menjadi

78

teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten, sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan, kemampuan, kekuasaan, kewenangan, yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.

2. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dalam diri individu, yaitu perubahan tingkah laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajarnya. Sedangkan prestasi belajar siswa bisa juga dikatakan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru.

79

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI ditentukan pula pada kesemangatan dan antusias seorang siswa pada mata pelajaran tersebut. Jika antusias mereka tinggi dalam mempelajari pendidikan agama islam, maka akan tinggi pula prestasi yang akan siswa raih, lebih-lebih mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbeda dengan mata pelajaran lainnya, karena mata pelajaran ini selain mempelajari juga harus dimengerti dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan antusias atau kesemangatan seorang peserta didik itu biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti motivasi, minat belajar, guru yang mengajar, sarana prasarana, dan masih banyak lagi. Hasil dari pembelajaran yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku yang dimiliki oleh seorang siswa yang telah melaksanakan pembelajaran, yakni mempunyai suatu perubahan perbedaan tersendiri, sebagai contohnya mereka bisa membedakan mana yang baik yang boleh dilakukan dan yang tidak baik yaitu yang dilarang. Didalam pencapaian prestasi, siswa perlu ada dorongan yang bersifat positif. Sehingga dari dorongan itu nanti akan mendapatkan hasil yang tertentu pula. 3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu komponen yang penting yang harus dimiliki. Seorang guru dituntut memiliki kepribadian yang baik apalagi seorang guru PAI, karena kepribadian seorang guru dijadikan contoh oleh peserta didiknya. Jadi seorang guru PAI harus

menjelaskan bahwasanya kepribadian guru pendidikan agama islam memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswanya. yaitu adanya kedekatan baik secara lahir maupun batin. karena akan memberikan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar. Jadi bisa disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI itu memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran . Seperti dalam kajian skripsi terdahulu yang dibahas oleh Fiatin. stabil.“pengaruh kepribadian guru pendidikan agama islam terhadap minat belajar siswa“. dewasa. maka sangat berpengaruh pula terhadap proses belajar mengajar. Guru yang yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam dirinya.80 memiliki kepribadian yang seperti telah disebutkan dalam Standar Pendidikan Nasional yaitu kepribadian yang mantap. Jadi kompetensi kepribadian guru PAI sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa yang menunjang pula untuk mendongkrak prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Karena tanpa adanya kompetensi kepribadian guru yang baik. dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru sangat berkaitan dengan proses pembelajaran. kecil juga kemungkinan sisawa untuk memperoleh prestasi belajar yang baik. arif dan berwibawa. Dengan kompetensi kepribadian yang ada dalam diri seorang guru. yang semua itu memunculkan semangat tersendiri untuk peserta didik. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

karena dengan adanya kompetensi kepribadian guru antusias belajar siswa menjadi meningkat.81 PAI. Dengan meningkatnya antusias belajar siswa tersebutlah bisa disimpulkan akan meningkat pula prestasi belajar yang diraih siswa. .

Sedangkan jenis penelitian kuantitatif adalah yang mencakup setiap penelitian yang berdasarkan perhitungan presentase. Sedangkan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.120 Tujuan teknik korelasional adalah : (1) untuk mencari bukti berdasarkan hasil pengumpulan data. hlm. Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional. notanota. 1982). 2005). Pendekatan dan Jenis Penelitian Secara umum dalam bidang penelitian dikenal adanya dua jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. hlm. Penelitian korelasi merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau beberapa variabel. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. hubungan antara dua perangkat data atau lebih. apakah terdapat hubungan antara variabel atau tidak.119 Hal senada juga diungkapkan oleh Faisal “penelitian korelasional adalah hubungan dua atau lebih variabel yang berpasangan. 293 120 119 . dengan jenis penelitian korelasi. product moment. tetapi digambarkan dengan katakata atau kalimat (deskriptif) terhadap data yang diperoleh guna mendapatkan suatu kesimpulan. dan penghitungan statistik lainnya.82 BAB III METODE PENELITIAN A. yang mana derajat hubungannya bisa diukur dan digambarkan dengan koefisien korelasi. (2) untuk menjawab pertanyaan apakah hubungan antar Suharsimi Arikunto. Penelitian kualitatif tidak mengadakan penghitungan. 247 Sanapiah Faisal.

hlm. karena di SMA BAKTI Ponorogo terus mengalami perkembangan dan kemajuan kearah yang lebih baik pada setiap tahunnya. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Peneliti mengambil lokasi di SMA BAKTI Ponorogo ini. 2004).121 Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI (X) sebagai variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat.83 variabel tersebut kuat. 188 121 . sedang atau lemah. Pengantar Statistik Pendidikan. yaitu di SMA BAKTI Ponorogo yang berlokasi di Jalan Batorokatong No 24 Desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Adapun rancangan penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut: BAGAN I RANCANGAN PENELITIAN Kompetensi Kepribadian Guru (Variabel X) Presatasi Belajar Siswa (Variabel Y) B. baik dalam bidang akademik maupun non akademik (kegiatan ekstrakurikuler) dan dipenuhi dengan prestasi yang selalu memuaskan. dan (3) ingin memperoleh kepastian secara matematis apakah hubungan antar variabel merupakan hubungan yang meyakinkan (signifikan) atau hubungan yang tidak meyakinkan. Anas Sudijono. Lokasi Penelitian Adapun lokasi yang dijadikan penelitian ini berada di Kabupaten Ponorogo.

Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua variabel. jujur dan obyektif .memiliki kepribadian yang simpatik dan menarik. stabil. . luwes. variabel I yaitu kompetensi kepribadian guru (X) sebagai variabel bebas (independen) dan variabel II prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). STKIP. bijaksana dan sederhana dalam bertindak.memiliki kepribadian yang Siswa Indikator mantap. UNMUH Ponorogo. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. dan berwibawa . Kedua variabel tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa indikator berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli. C. STAIN Ponorogo. TABEL II PENJABARAN VARIABEL PENELITIAN KEDALAM INDIKATOR Sumber Data . Variabel Kompetensi kepribadian guru Metode Angket . dan dewasa kelas XI No 1.84 Selain itu SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. arif.memiliki kepribadian yang IPS disiplin.memiliki kepribadian yang adil.

Pd dan Drs. pelajaran ntasi D. Guru mata Dokume afektif.85 . (dalam E. Cit. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo.bisa menjadi teladan bagi peserta didik .123 Sesuai dengan pengertian tersebut.122 Populasi adalah sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.nilai rapor dari segi kognitif. Op. Tabrani Rusyan) 2.memiliki sifat yang terbuka . Cece Wijaya. 130 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. 2007). Prestasi belajar siswa . hlm. yang terbagi menjadi 4 kelas. Populasi dan Sampel 1. Mulyasa. dan psikomotorik. yang berjumlah 122 siswa. hlm. Adapun rincian kelas dan jumlah siswa sebagai berikut: TABEL III JUMLAH POPULASI SISWA KELAS XI IPS Kelas XI IPS 1 122 123 Jenis Kelamin L 19 P 12 Jumlah Siswa 31 Suharsimi Arikunto. (Bandung: CV Alfabeta. M. 72 .memiliki akhlak yang mulia.

Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% atau lebih. yang sudah barang tentu ini atas penghitungan dari waktu. Jumlah 124 125 Suharsimi Arikunto. hlm. Op. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.86 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah 20 19 20 78 10 13 9 44 30 32 29 122 2. kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu. hlm. tenaga. dan dana dari penelitian. 2006). karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. 131 Mardalis.Cit. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: BumiAksara. Menurut Suharsimi Arikunto apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. 55 126 Suharsimi Arikunto. b.124 Sedangkan menurut Mardalis sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi obyek penelitian. tenaga dan dana. hlm. c.125 Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sampel pada hakikatnya hanya mengambil sebagian dari populasi yang akan diteliti.126 Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebagai unit analisisnya dengan menggunakan teknik “Proportional Random Sampling”. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek. Op. tergantung dari : a. 134 .Cit.

5 100 Jadi hasil penghitungan sampel 25% dari populasi siswa yang berjumlah 122 siswa adalah 30. sampel yang diambil 25% dari jumlah populasi yang ada. Maka dalam penelitian ini. maka peneliti menetapkan jumlah sampel dibulatkan menjadi 32 siswa. Adapun penghitungan jumlah sampel adalah : BAGAN II PENGHITUNGAN JUMLAH SAMPEL 25 X 122 = 30.5.87 sampel yang digunakan adalah meliputi siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. yang dipilih secara acak. Adapun rincian jumlah sampel yang diambil dari tiap kelas adalah sebagai berikut: TABEL IV RINCIAN JUMLAH SAMPEL TIAP KELAS Kelas IX IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah Jumlah Siswa 31 30 32 29 122 Jumlah Sampel 8 8 8 8 32 .

yang termasuk data primer didalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah. diolah dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik 2005/2006. Data dan Sumber Data Menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Teknik pengumpulan data adalah alat Bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. dan siswa struktur organisasi dan lain-lain di SMA BAKTI Ponorogo.128 Dalam hal ini. 130 Suharsimi Arikunto. dan siswa kelas XI IPS SMA BAKTI Ponorogo. Op.Cit.Cit. data dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.129 Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang namanama guru. hlm. F. hlm. 182 129 Ibid. Data primer adalah data yang dikumpulkan.127 Menurut cara memperolehnya. diolah dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama.88 E. 102 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan. 100-101 128 127 . pegawai. guru Pendidikan Agama Islam. hlm.130 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Suharsimi Arikunto. Op.

89

1. Metode Kuesioner atau Angket Metode kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan-pertanyan langsung yang diajukan kepada responden yang dapat memberikan informasi masalah-masalah yang diselidiki. Menurut Mardalis, angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.131 Angket yang digunakan adalah angket dalam bentuk pilihan yaitu meminta responden untuk memilih salah satu jawaban dari sekian banyak jawaban-jawaban alternatif yang sudah disediakan.132 Penggunaan metode angket dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Pada pertanyaan angket yang kurang lebih terdiri dari 30 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan terdiri dari 4 skor yaitu: TABEL V PENSKORAN Skor 1 2 3 4 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik

131 132

Mardalis, Op.Cit, hlm. 67 Sutrisno Hadi, Metode Research II (Yogyakarta: Andi Offset, 1987), hlm. 160

90

2. Metode Interview Metode interview merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakapdan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.133 Menurut Suharsimi Arikunto interview atau wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.134 Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan keterangan dari responden melalui percakapan langsung untuk memperoleh data-data tentang Kepribadian Guru PAI yang akan diperoleh dari Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, sebagai penguat dari pada angket yang telah disebarkan pada siswa sebagai respondenya. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari data, informasi yang sudah dicatat atau dipublikasikan seperti buku induk, raport, buku pribadi siswa, dan surat-surat keterangan yang lainnya. Sebagaimana diungkapkan Suharsimi Arikunto bahwa dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.135 Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, visi misi, struktur organisasi, sarana prasarana, data guru,
133 134

Mardalis, Op.Cit, hlm. 64 Suharsimi Arikunto, Op.Cit, hlm. 132 135 Ibid, hlm. 206

91

data karyawan, data siswa, denah lokasi penelitian dan sebagainya. Metode ini dipergunakan sebagai pelengkap dari metode lainnya, dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas data (score) yang diperoleh dari tiap-tiap item maka diadakan uji pendahuluan terhadap angket kepada para responden, kemudian data (score) yang diperoleh diuji reliabilitas dan validitasnya. Sebelum angket digunakan lebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah butir-butir soal yang digunakan sudah valid atau tidak. Uji coba dilakukan kepada siswa sebagai subyek penelitian. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk megetahui kualitas angket penelitian yang dapat dilihat dari tingkat validitas dan reliabilitas angket secara keseluruhan. Sugiyono menyatakan instrument pengumpul data dikatakan valid bila mampu dan dapat mengungkap data atau informasi dari suatu variabel yang diteliti secara tepat dan mampu mengukur apa yang diinginkan atas penelitian tersebut. Tinggi rendahnya koefisien validitas menggambarkan kemampuan mengungkap data atau informasi dari variabel tersebut.136

136

Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian ( Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 110

00 for windows. hal ini sesuai dengan pendapat wijaya. ) Suharsimi Arikunto. koefisien korelasi pearson (product moment) dan koefisien korelasi ganda.92 Uji validitas terhadap instrumen penelitian menggunakan perhitungan product Moment. Untuk data interval perhitungan statistik yang sesuai adalah product moment. deviasi standar. hlm. bahwa data yang berskala interval pengukuran statistiknya adalah mean.137 Teknik yang dipakai untuk mengukur validitas adalah korelasi product moment angka kasar dari karl pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. dengan alasan karena skala data dalam penelitian ini termasuk data interval.cit. op. Statistika Non Parametric (Aplikasi Program SPSS) (Bandung: Alfabeta. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy N = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY 137 15 Wijaya. 146 .

34 0.34 0.34 0.34 0.34 0.604 R Tabel 0.735 0.544 0.443 0.34 0.34 0.611 0. Untuk hasil uji kevalidan butir pertanyaan kuesioner dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL VI DATA UJI KEVALIDAN VARIABEL X No.674 0. dimana 32 responden ini diambil dari kelas XI IPS yang terdiri dari 4 kelas. Kriteria butir soal angket dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r valid jika r > dari 0.494 0.34 0.414 0.609 0.34 0.528 0.512 0.34 0. Butir Instrumen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pearson Correlation R Hitung 0.34 0.93 Pengujian validitas butir instrumen menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 10.34 0.34 0.00 for windows. yang kesemuanya itu telah dianggap mewakili populasi yang ada.644 0.434 0. dengan mengambil responden non sampel sebanyak 8 siswa pada tiap kelasnya.586 0. Dalam survei pendahuluan.614 0.34 0.646 0.34 0.34 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tabel Atau bisa dikatakan .374 0.34 0.34. kuesioner diuji cobakan pada responden non sampel sebanyak 32 responden.

34 0.34 0. Uji atau stabil dari waktu ke waktu.34 0. dan ketepatan suatu alat ukur atau uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran relative konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang.551 21 0.34 0. dapat disimpulkan bahwa semua instrumen untuk variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) adalah valid.475 19 0.503 23 0.34 0.34 0. Dalam penelitian ini untuk mengetahui realibilitas alat ukur dilakukan .34 0. hal ini di buktikan dengan nilai masing-masing sari koefisien korelasi dari masingmasing item lebih dari 0. keajegan.584 30 0.598 20 0. Arikunto menjelaskan tentang reliabilitas bahwa reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.519 28 0.34 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel diatas. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kamantapan. Penghitungan realiabilitas dilakukan hanya pada item yang valid.34 0.34 sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.458 (Hasil Uji Kevalidan) 0.94 18 0.461 29 0.34 0.34 0.34 0.446 27 0.514 25 0.512 26 0. 2.539 22 0.449 24 0.34 0.

hlm. 96 19 138 . Metode Riset Komunikasi Organisasi (Jakarta: Gramedia. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang (Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim. Jadi kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari alpha cronbach lebih besar dari 0.6 maka dapat dikatakan bahwa item-item dalam kuesioner tersebut adalah reliabel.00 for windows Husein Umar.95 dengan analisis uji keandalan butir dengan teknik alpha dari Cronbach.139 Untuk memudahkan proses penghitungan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan computer program SPSS 10. 2008).6 maka variabel tersebut sudah dianggap reliabel (handal). hlm.138 Dengan rumus: 2  k   ∑σ b 1 − r11 =   k −1   σ t2       Dimana: r11 k = Reliabilitas instrumen = Banyak butir pertanyaan = Varian total 2 b σ t2 ∑σ = Jumlah varian butir Untuk menghitung varian tiap butir adalah sebagai berikut:19 σ = 2 ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 Dimana: n = Jumlah responden X = Nilai skor (dari butir pertanyaan) Menurut Malhotra jika koefisien alpha >0. 2009). 120 Ibid 139 Ummamah.

Model tahapan analisis ini adalah sebagai berikut: a. Teknik Analisis Data 1.96 menggunakan Alpha Cronbach. nilai r alpha > r tabel. Editing Editing adalah setelah daftar pertanyaan yang sudah diisi diterima kembali.9142 (Hasil Uji Reliabilitas) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini representatif dalam arti pengukuran datanya dapat dipercaya karena hasil perhitungan diatas adalah standar.6 Reliabel H. 0. Nilai korelasi (r) dan Alpha Cronbach dapat dilihat pada table dibawah ini : TABEL VII UJI RELIABILITAS KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI Cronbachs Alpha r Tabel Keterangan 0. yang kurang jelas diperbaiki. maka perlu dibaca kembali. Tahap Pertama Setelah data terkumpul dari lapangan. kalau masih ada yang belum sesuai dan belum konsisten jawaban dengan . langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data tersebut agar dapat digunakan untuk menjawab problematika atau permasalahan yang telah diajukan sebelumnya.

hlm. Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukkan data kedalam tabel-tabel.141 c. dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. 3: baik. Skoring Setelah data terkumpul. Sedangkan untuk prestasi belajar peneliti mengambil dari nilai UAS tahun ajaran 2009-2010. skor total maksimal = 120. Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia. pengolahan data dilakukan dengan skor. 140 141 Muhammad Nasir. 348 Ibid. Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban atau kode tertentu sehingga lebih mudah dan sederhana. 348 142 Ibid. sedangkan skor total minimal = 30. Jumlah pertanyaan 30 item. hlm.97 pertanyaan dikembalikan kepada peneliti atau penyidik untuk diperbaiki atau diisi kembali. hlm.142 Adapun langkah-langkah peneliti dalam tabulasi ini adalah sebagai berikut: 1. Coding Data yang dikumpulkan dapat berupa angka. untuk kompetensi kepribadian guru PAI mulai dari nilai 4-1 yaitu: 4: sangat baik. 2: cukup. kalimat pendek atau panjang ataupun hanya “ya” atau “tidak”. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya. Untuk memudahkan analisis. maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode. Tabulati Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data.140 b. 355 . 1: kurang. jika pengolahan data dilakukan dengan computer. 2003).

Statistik. (Yogyakarta: Andi. 12 .98 2. baik. hlm. atau kurang). maka 90 : 4= 22. 2001).120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) 32 Sutrisno Hadi. Rumus untuk mencari lebar intervalnya adalah sebagai berikut:32 i= Jarak Pengukuran ( skor tertinggi − skor terendah) Jumlah Interval Jadi jarak pengukurannya adalah (120 – 30 = 90) yang kemudian dibagi 4 karena intervalnya dikategorikan menjadi 4. cukup.5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL VIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 . 2. Penjumlahan Setelah kuesioner diisi dan skor setiap responden didapat selanjutnya skor dijumlahkan. Klasifikasi Setelah didapatkan skor pengisian kuesioner selanjutnya dilakukan klasifikasi dari skor tersebut (termasuk kategori sangat baik. Klasifikasi didapat dari pencarian lebar interval yakni dengan pengurangan antara skor harapan tertinggi dengan skor harapan terendah.

Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut: a. 3. Menentukan formulasi hipotesis yakni: Ha = Ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo.99 Selanjutnya dilakukan penghitungan prosentase setiap kategori. Ho = Tidak ada pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo. Sedangkan untuk prestasi belajarnya peneliti menyesuaikan dengan rumus yang digunakan oleh guru di SMA Bakti Ponorogo. Dengan rumus: Prosentase = Keterangan: frekuensi ( f ) X 100% jumlah total frekuensi ( N ) P = Angka Persentase f = Jumlah frekuensi responden /banyaknya individu N = Jumlah keseluruhan responden Cara ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi kepribadian guru PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo. Tahap Kedua Adapun sistematika pelaksanaan analisis data pada tahap ini adalah menghitung pengaruh antara dua variabel yakni variabel X dan variabel Y dengan data berbentuk interval. .

maka langkah terakhir adalah uji hipotesis. 146 .cit.05 jika t > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Menentukan nilai uji statistik (nilai t) untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. dengan menggunakan metode analisis statistik Product Moment Karl Pearson. Adapun formula Product Moment adalah sebagai berikut:15 rxy= [N ∑ X N N ∑ XY −(∑ X ) (∑ Y ) 2 −(∑ X ) 2 ] [N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ] dimana: rxy = Koefisien korelasi product moment = Jumlah kasus = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai tiap item = Jumlah nilai total item = Jumlah nilai total item = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y ∑X ∑Y ∑X 2 ∑Y 2 ∑ XY c. Taraf signifikansi 5% berarti bahwa jika kita menerapkan 15 Suharsimi Arikunto.100 b. Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui Ho diterima dan menolak Ha atau justru sebaliknya. op. Uji Hipotesis Setelah t hitung dan t tabel diketahui. Harga t hitung ini selanjutnya dikonsultasikan dengan t hitung tabel dengan signifikansi a 5% atau 0. hlm.

.101 kesimpulan penelitian akan ada penyimpangan atau kesalahan sebanyak 5%. Apabila peneliti menolak hipotesis atas dasar taraf signifikansi 5% berarti sama dengan menolak hipotesis taraf kepercayaan 95% atau kita yakin bahwa 95% dapat membuat keputusan yang tepat dan 5% membuat keputusan yang salah.

102 BAB IV HASIL PENELITIAN C. dengan kesepakatan bagi keluarga atau pegawai Batik Bakti yang anaknya ingin belajar di sekolah tersebut tidak dikenakan persyaratan apapun. Pada tanggal 1 . Sejarah Berdirinya SMA BAKTI Ponorogo Tahun 1954 Yayasan Koperasi Batik Bakti mendidikan gedung yang merupakan cikal bakal SMA BAKTI sekarang ini. maka atas kesepakatan Bupati Ponorogo. Bapak Dasuki meminta gedung tersebut digunakan untuk SMA Negeri Ponorogo. Nama Bakti merupakan sebuah akronim dari Batik Asli Kesenian Timur Indonesia. Tahun 1983 SMA Negeri pindah lokasi ke utara Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Gambaran Umum Obyek Penelitian 6. Sinilingga. SMA BAKTI adalah sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Bakti yang berdiri sejak ditandatanganinya Akta Notaris SS. sedang gedung Koperasi Bakti belum dipergunakan. yang telah disediakan oleh pemerintah. Pada saat itu tujuan didirikannya gedung ini belum konkrit. karena pada tahun 1957 SMA Negeri berdiri dan belum memiliki gedung sendiri. SH Nomor 37 Tanggal 19 April 1983 untuk batas waktu tidak ditentukan. namun ternyata banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya disekolah Ma’arif dan Muhammadiyah. maka dibuat kesepakatan oleh Yayasan Pendidikan Bakti untuk mendirikan SMA BAKTI. Melihat gedung dalam keadaan kosong.

dan banyak pula prestasi yang telah diraih. Awal berdirinya status sekolah tersebut masih terdaftar. sekolah ini terus melakukan berbagai renovasi hingga tahun terakhir renovasi yaitu tahun 2006.103 Juli 1983 dibuka pendaftaran pertama. Demi tertibnya administrasi dan seiring dengan perkembangan zaman maka status SMA BAKTI mulai diperhatikan. 7. Gedung SMA BAKTI Ponorogo yang berdiri pada sebidang tanah seluas 5. Status SMA BAKTI Ponorogo adalah sama dengan SMA Negeri lainnya. Sekolah ini adalah salah satu sekolah swasta di Ponorogo yang memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah Negeri di Kabupaten Ponorogo. serta mempunyai wewenang penuh untuk mengurusi rumah tangganya sendiri seperti pelaksanaan Ujian Negara disetiap akhir tahun. Sejak pertama sekolah ini dibuka pada tahun 1983. yang tidak kalah juga dari sekolah lainnya. Letak Geografis SMA Bakti Ponorogo SMA BAKTI Ponorogo beralamatkan di Jalan Batorokatong no 24 desa Nologaten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Pada pendaftaran pertama ini SMA BAKTI telah menerima murid yang ditempatkan menjadi 11 kelas.722 meter persegi. hingga akhirnya pada tahun 1998 mendapat status Akreditasi dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 33/C.C7/Kep/MIN/1998. menghadap ke utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : SMP Ma’arif Sebelah Timur : Institut Sunan Giri (INSURI) .

Misi dan Tujuan SMA BAKTI Ponorogo a. serta menjunjung tinggi budaya bangsa. Mewujudkan pendalaman dan pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Misi SMA BAKTI Ponorogo 1.104 Sebelah Selatan : Departemen Pendidikan Nasional Sebelah Barat : Dinas Sosial SMA BAKTI Ponorogo memiliki letak geografis yang strategis. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar. dan berwawasan kedepan. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan berprestasi. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap dan tangguh. UNMUH Ponorogo. taqwa. 6. sehingga siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi akan lebih mudah mengakses keperguruan tinggi. 4. kreatif. Visi SMA BAKTI Ponorogo Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan iman. STAIN Ponorogo. 5. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran katif. dan efektif. 2. dan nilai-nilai keagamaan. . Visi. mutakhir. b. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. 3. STKIP. 8. yang letaknya berdekatan dengan perguruan tinggi yang ada di Ponorogo yaitu INSURI.

Menghasilkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif. Menghasilkan tim olimpiade yang tangguh dan kompetitif. 2. 3. 8. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. sistwm penilaian lengkap. menghasilkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif. kreatif. 10. Menghasilkan kondisi sekolah dalam situasi belajar. 11. Tujuan SMA BAKTI Ponorogo 1. 8. Menghasilkan lulusan yang berprestasi sesuai kebutuhan berbagai sektor pembangunan. 7. indikator. 6. kompetensi dasar. 9. Pencapaian standart pendidik dan kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1 yang mengajar sesuai bidang studinya.XII) dan semua mata pelajaran. Menghasilkan pemetaan standart kompetensi. meliputi: telah dibuat/ disusun KTSP. c. Menghasilkan pencapaian standart isi. . RPP lengkap. Menghasilkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif. Mewujudkan pembelajaran yang mandiri. dan aspek untuk semua kelas (X. efektif.105 7. 4. Menghasilkan peserta didik yang berbudi luhur.XI. 5. dan menyenangkan. Silabus lengkap. Mewujudkan potensi warga sekolah secara optimal terhadap budaya bangsa.

SDM. S.M. Abrori. SARPRAS WK. S Dian Avita. N. K Cholish M. Agung Pramono. S. KESISWAAN WK. Pencapaian standart pencapaian kompetensi lulusan/ prestasi/ kelulusan. kesiswaan. pembelajaran. Darul F. sarana prasarana. S.Herdiyanto.Pd PUSTAKAWAN SEKOLAH LABORAN LAB KOMPUTER TEKNISI MEDIA UKS Sundari Diana Tri.106 12. Pencapaian standart pengelolaan sekolah.Pd Drs. dan administrasi. Ganis S WALI KELAS GURU SISWA Keterangan: : Garis Intruksi : Garis Koordinasi Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo .Pd KOMITE SEKOLAH KEPALA TU Drs. M. KURIKULUM WK. Pencapaian standart proses pembelajaran meliputi : telah melaksanakan pembelajaran metode CTL. 9. kurikulum. Bibid Diono KOORDINATOR BK Dra. 14. Struktur Organisasi SMA BAKTI Ponorogo BAGAN III STRUKTUR ORGANISASI DEWAN SMA BAKTI PONOROGO KEPALA SEKOLAH Drs. Arifin Darwin Astuti WK.Pd Deny S.Pd Siswanto.Pd M. S.Ag Dra. 13. M. HUMAS I. Bibid Diono Sugeng PENGELOLA SIM Drs.S. pendekatan belajar tuntas dan pendekatan individual. meliputi: pencapaian standart pengelolaan. MA W. Emy.

M Arifin Decita. S.F Agus D Drs. adapun nama-nama guru dan mata pelajaran yang diajarkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL IX DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA GURU Drs. SMA BAKTI Ponorogo selalu melakukan pembenahan yang salah satunya melalui penggunaan tenaga pendidik atau guru. S. M. H. Arief Hariyadi Drs. M. S. H.Windra Herdiyantho.Pd Zamroni.Pd H. Karena guru sebagai salah satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar yang keberadaanya sangat mempengaruhi proses belajar mengajar itu sendiri dan faktor penentu dalam tercapainya tujuan pendidikan. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia . Sunyoto Drs.H.Pd Hendriyanto. Agung Pramono. Keadaan Guru. S.107 10. Disamping itu guru merupakan teladan bagi siswa yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk mencapai prsetasi yang memuaskan.Pd Drs. S. M. Guru di SMA BAKTI Ponorogo ini berjumlah 56 orang. M. Keadaan Guru Dengan perkembangan yang semakin maju. Karyawan dan Siswa SMA BAKTI Ponorogo a.Pd.Pd MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. Mulyadi Drs.

Pd Drs.Pd Drs. M. M.Pd Agus Achmadi. S.Pd Jatu Susilowati. Bibit Diono MATA PELAJARAN Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. S.Pd Dra.108 KODE 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 NAMA GURU Drs.Pd Siswanto.Pd Dra. S.Pd Achmad Junaidi. S.Pd Nanik Dwi Rahayu.Pd Daryanto. Rulio Eko Prapti Sariyono. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. Surahmad Ariyanto Nugroho.A Deny Siswiningsih.Pd Dra. Emi Sulistyani Nurmin.Pd Khoirul Huda. S.Pd Rohmat Jaenuri.Pd Dra.Pd Drs.Pd Drs. M.Pd Edi Pramono. S. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono.Pd Dra. Darul Farokhi. S. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. L. S. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati.Pd Supriyanto. S. Fatchurdin Hendro Tri T.Pd Andri Wahyu Pradana. S. M. S. S. Priyo Santoso Amin Hadi.Pd Fajar Riyanto. S.Pd Eni Sedarningsih. Fathoni. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni . S. M. S. Siti Nurjannah Subhan Masruri. S. S. S. S.S H. S.Pd M. S.

nyaman.T Noria Rahmayanti. S. Keadaan Karyawan Selain guru karyawan juga merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar. karyawan yang ada di sekolah dapat menjadi motivator dalam proses pembelajaran.Pd MATA PELAJARAN Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. S. Sriani Kuntianah.Pd Drs. S. dan santai. Informasi dan Komunikasi Piket Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo b. Dengan adanya karyawan ataupun pegawai akan dapat memberikan sesuatu yang positif dalam terlaksananya pembelajaran di sekolah. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. S. tenang. Adapun nama-nama karyawan atau pegawai di SMA BAKTI Ponorogo dapat dilihat pada tabel dibawah ini: .Pd Cholis Mahmudah. S. Pembelajaran yang baik adalah berada di lingkungan yang bersih. S. S.Pd R.109 KODE 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Nanang Sudarminto.Ag Dra.Pd Aris Nur Tantowi. suasana yang kondusif.Si Dian Evita Nurmalasari. Daim Wibowo Hariyanto. Jadi secara tidak langsung. S.

.110 TABEL X DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo c. Siswa sebagai obyek pendidikan tentunya memiliki peranan yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran walaupun hal ini tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan pendidik atau guru dan faktor-faktor yang lainnya. Keadaan Siswa Siswa dalam hal ini juga merupakan salah satu komponen yang terpenting dari sekian banyak komponen pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 299. kelas XI berjumlah 200 siswa. dan kelas XII berjumlah 201 siswa. lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XI DATA SISWA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No Kelas Paralel Kelas 1 2 1 X 3 4 5 6 Jumlah L 9 19 20 18 17 23 106 P 23 14 13 14 16 11 91 Jumlah 32 33 33 32 33 34 197 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 14 9 19 20 19 20 101 P 24 31 12 10 13 9 99 Jumlah 38 40 31 30 32 29 200 2 XI Jumlah . Dari 598 siswa. yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 299 siswa.111 Hasil dokumentasi yang peneliti dapatkan di SMA BAKTI Ponorogo jumlah keseluruhan siswa pada tahun ajaran 2009-2010 adalah 598 orang yang terdiri dari kelas X berjumlah 197 siswa.

Keadaan Sarana Prasarana SMA BAKTI Ponorogo Dalam dunia pendidikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: TABEL XII DATA SARANA PRASARANA DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Ruang Belajar (Kelas) Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Serba Guna Ruang UKS Koperasi Ruang BP / BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Jumlah 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 . melainkan keberadaanya sangat dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal dan maksimal. sarana prasarana bukan hanya termasuk komponen penting dalam pendidikan.112 No Kelas Paralel Kelas IPA 1 2 1 IPS 2 3 4 L 6 5 21 20 20 20 92 P 30 35 11 12 11 10 109 Jumlah 36 40 32 32 31 30 201 2 XII Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo 11.

113 No 11 12 13 14 15 16 17 18 Ruang TU Ruang OSIS Uraian Jumlah 2 1 1 1 1 1 2 5 45 Ruang Multimedia Ruang Ibadah Rumah Penjaga Sekolah Gudang Kamar Mandi/ WC Guru Kamar Mandi/ WC Siswa Jumlah Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo D. Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau sebagai berikut: ”alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. Dan sesuai dengan data yang diperoleh peneliti maka dapat disajikan sebagai berikut: 1. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo Bapak Drs. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. Temuan Hasil Penelitian Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah pengungkapan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang ada didalam pembahasan skripsi ini. menyatakan bahwa guru agama di SMA tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan bidang yang diajarkannya. disini ada pengkhususan untuk guru agama. M. ada 5 guru agama di sekolah ini.Pd. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. Agung Pramono. yang semuanya dalam kondisi baik. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan . dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya.

dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. Bapak Sunyoto Menyatakan : ”seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. . fatonah. Menyikapi kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI. tabligh. dan terbuka. agar Visi. Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. khususnya guru PAI yang ada di SMA Bakti Ponorogo ini telah memiliki standar kompetensi kepribadian yang baik. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. serta bisa mengerti kondisi siswanya”. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. Jadi sudah jelas apa yang disampaikan oleh kepala sekolah SMA Bakti Ponorogo diatas mengindikasikan bahwa para guru. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. seperti ungkapan kepala sekolah berikut : ”sepanjang pantauan saya. Kepribadian guru di SMA Bakti Ponorogo ini telah memenuhi syarat sebagai guru yang baik untuk siswanya. amanah. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. saling akrab. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik”. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. seperti sholat dan ngaji. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga”. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud”. bapak Agung Pramono menyatakan sebagai berikut : ”Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya.114 jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. termasuk juga tes ibadahnya.

kepala sekolah dan para guru di SMA Bakti Ponorogo sependapat bahwa hal itu sangat penting sekali bagi guru. penuh tanggung jawab. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. disiplin. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat . jujur. adil. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya.115 Ditambahkan pula oleh bapak Arif Hariadi sebagai berikut: ”mendidik siswa dengan penuh kesabaran. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. dan terbuka. penuh kasih sayang. tanggung jawab. Berdasarkan hasil angket mengenai kompetensi kepribadian guru yang disebarkan pada responden sebanyak 32 siswa. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu”. disiplin. penuh kasih sayang. adil. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. baik. Untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru PAI SMA Bakti Ponorogo ini. jujur. cukup. harus bisa menguasai siswa. Hal ini dikarenakan guru adalah personifikasi dari sebuah nilai. mendidik siswa dengan penuh kesabaran. hal ini sesuai juga dengan penjelasan UU RI no 14 pasal 8 tahun 2005. dimana seorang guru dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa-siswanya. maka diperoleh jumlah minimal yang didapat adalah 61 sedangkan jumlah maksimal yang didapat adalah 109. kurang dengan memberikan skor standar terhadap masingmasing kategori. peneliti mambaginya menjadi empat kategori: sangat baik. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. khususnya guru PAI. akrab. Jadi kualifikasi kompetensi kepribadian guru PAI harus memiliki indikator seperti menjadi guru yang bisa dijadikan suri tauladan oleh siswanya. Menyikapi pentingnya kompetensi kepribadian guru.

116 penggolongan untuk melihat baik atau kurangnya kompetensi kepribadian guru.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 (penghitungan lebar interval) Skor standar diatas. Seperti yang terlihat pada tabel berikut: . 5 responden (15.62%) pada kategori cukup yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. Sedangkan skor harapan terendah adalah 30 (hasil perkalian 1 dengan 30) dan skor tertinggi adalah 120 (hasil perkalian 4 dengan 30). Dari nilai tersebut dicari lebar intervalnya adalah 120 – 30 = 90. menghasilkan 17 responden (53.5 kemudian peneliti bulatkan menjadi 23 sehingga didapat data sebagai berikut: TABEL XIII KATEGORI SKOR KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor 99 . Karena intervalnya di kategorikan 4 maka maka 90 : 4= 22.12%) pada kategori baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian. 10responden (31.25%) pada kategori sangat baik yang mengatakan guru PAI SMA Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian.

ada pula yang sangat memuaskan.117 TABEL XIV DATA PERSENTASE KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Interval 99 . bahwa hasil prestasi belajar yang didapat oleh siswa bervariasi. Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Prestasi siswa di SMA Bakti Ponorogo semuanya memiliki hasil yang bervariasi. karena semua itu . Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi.25% 53. 14 tahun 2005. artinya masih memenuhi kualifikasi kompetensi guru PAI yang diharapkan oleh semua pihak dan sesuai juga dalam UU RI no.62 % 0 Total (Penghitungan persentase) 30 100 % Dari hasil wawancara dan juga hasil analisa kuesioner diatas.120 76 – 98 53– 75 30 – 52 Frekuensi 10 17 5 0 Persentase (%) 31. 2. dan masih tetap memenuhi standar yang telah ditentukan. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan”. seperti yang diungkapkan dari hasil wawancara dengan guru PAI Bapak Sunyoto: ”Prestasi siswa disini cukup bervariasi. dapat diketahui bahwa secara keseluruhan guru PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki aspek kompetensi kepribadian yang baik.12 % 16. ada yang sesuai dengan standar minimal.

Menurut para guru di SMA Bakti Ponorogo ini. Selain itu faktor lingkungan juga. khusus hari jumat. dan untuk siswa perempuanya diadakan pengajian. seperti yang telah diungkapkan oleh bapak Arif Hariadi yaitu : ”Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. guru adalah sosok uswatun hasanah. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. jadi jika bukan guru . seperti sholat dhuhur berjamaah setiap hari.118 tergantung dari bagaimana suasana belajar itu tercipta. Selain itu ada kegiatan rutinitas juga. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama. maka pihak sekolah SMA Bakti Ponorogo ini mengadakan berbagai bimbingan sekolah yang tertuang pada muatan lokal ibadah dan al-Qur’an. dan khusus untuk hari jumat semua siswa diwajibkan memakai seragam panjang dan memakai jilbab. dan juga beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhinya. dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi presatasi belajar siswa. semua itu dilakukan untuk memberantas buta huruf al-Qur’an. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga”. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu sangat menentukan prestasi belajar siswa. sholat jumat berjamaah untuk siswa laki-laki. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap nilai-nilai agama. Dari pernyataan itu bapak Sunyoto menambahkan. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. yang bekerjasama pula dengan yayasan Qurrota A’yun. Dalam semua kegiatan yang diadakan di SMA Bakti ini. semua guru juga ikut serta didalamnya.

kemudian untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa di SMK Bakti Ponorogo. Dari data prestasi belajar yang peneliti dapat di SMA Bakti Ponorogo memang bervariasi. sehingga berpengaruh langsung pada antusias siswa serta kesenangan siswa terhadap apapun yang mereka pelajari. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rata-rata KD/Ulangan Harian + Nilai UAS 2 Pembobotan = Nilai Rata-rata Ulangan Harian/Blok + Nilai UAS 3 Adapun keterangan terhadap angka-angka yang ada pada daftar nilai adalah sebagai berikut: . bahwa antara guru dengan siswa memang harus terjalin jembatan hati satu sama lain. dan semua itu tergantung pada kepribadian guru masing-masing. Bisa terlihat jelas. nilai minimal yang didapat siswa adalah 70 sedangkan nilai maksimal yang didapat oleh siswa adalah 96. sudah jelas seorang guru itu mampu mencerminkan kepribadiannya dengan baik.119 yang memberikan contoh terlebih dahulu. peneliti melakukan interview dengan bapak Arif Hariadi selaku guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. sehingga prestasi belajarnyapun bisa meningkat. pribadi guru yang mereka harapkan itu ada. maka siswapun kurang antusias untuk melaksanakanya. Karena dengan kegiatan itu mampu terjalin kedekatan serta keterbukaan antara siswa dengan guru. Dengan adanya semua kegiatan serta rutinitas yang ada.

120

TABEL XV KATEGORI SKOR PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Skor
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Berdasarkan skor diatas, diperoleh 21 responden (65.62%) termasuk kategori sangat baik, 11 responden (34.37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) pada kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Persentasenya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

TABEL XVI DATA PERSENTASE PRESTASI BELAJAR SISWA No
1 2 3 4 5

Kategori
Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Interval
80 - 100 70 - 79 60 - 69 50 – 59 <50

Frekuensi
21 11 0 0 0

Persentase (%)
65.62% 34.37 % 0% 0% 0%

Total
(Penghitungan persentase)

32

100%

Dari hasil analisis diatas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo rata-rata memiliki prestasi belajar ditingkat yang sangat baik.

121

Adapun penyajian data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dari seluruh sampel yang peneliti ambil adalah sebagai berikut:

TABEL XVII DATA PRESTASI BELAJAR PAI SISWA No Nama 1 Anita Andriani 2 Cherry Rahayu 3 Erry Lusiana 4 Frendi Pratama Aditya 5 Januar Christianto 6 Luki Dwi Susanto 7 Titho Dwi Jatmiko 8 Veri Aditya 9 Deny Priyanto Putra 10 Fandi Tri Saputro 11 Hendrik Bayu Prayogo 12 Luky Ariantama 13 M. Fajar Eko S 14 Ratna Ayu Febrianti 15 Ria Ayu Wijayanti 16 Tony Budiarto 17 Alfian Widya Permana 18 Bayu Ranantyo Bismoko 19 Dhani Widya Kristiawan 20 Eva Lustiviana Mency 21 Farid Mashudi 22 Laras Wulan Pratiwi 23 Lendra Wahyu Wijaya 24 Novita Dwi Purnawati 25 Deva Citra Sari 26 Eva Ayu R.S 27 Khasuna Kartika Dewi 28 Ovy Ruhinda Esty 29 Riko Dian Wijaya 30 Vito Angga Endrianto 31 Wika Krisna Arifandi 32 Yogik Bagus JUMLAH NILAI RATA-RATA L/P P P P L L L L L L L L L L P P L L L L P L P L P P P P P L L L L Kelas XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 XI IPS 4 Prestasi Belajar 75 70 74 75 80 90 72 73 80 70 82 90 80 80 86 70 75 94 90 92 70 92 90 92 80 96 70 95 90 85 90 95 2643 82.59

Sumber: Data Dokumentasi SMA BAKTI Ponorogo

122

Mengenai data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas XI SMA Bakti Ponorogo yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa yang nilai keseluruhan dari sampel tersebut adalah 2643. Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa dibagi dengan jumlah responden, yakni 2643:32= 82.59.

3. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo
Untuk membuktikan pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo, peneliti melakukan analisis dengan bantuan komputer program SPSS 10.00 For Windows, tentang pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, yang diketahui sebagai berikut:

TABEL XVIII PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
Correlations X Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X 1.000 . 32 .514** .003 32 Y .514** .003 32 1.000 . 32

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0.123 Dari hasil penghitungan diatas.. P-value lebih kecil dari 0. Kemudian untuk taraf signifikansi pvalue = 0.003. .514 dan nilai r tabel 0.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keselarasan antara teori dengan fakta yang ditemukan dilapangan. bahwa aspek tertentu kompetensi kepribadian guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.34.

Dari beberapa pengertian diatas. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantab. Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dan pendidik sudah selayaknya memiliki kepribadian yang mulia. kewenangan. dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kompetensi kepribadian guru PAI adalah seperangkat kecakapan. kekuasaan. sebab kepribadian guru yang baik merupakan kunci bagi kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar. menjadi teladan bagi peserta didik. sehingga proses belajar mengajar siswa mendapatkan hasil prestasi yang memuaskan. dewasa. yang dimiliki oleh seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang semua itu terorganisir dalam suatu . pada penjelasan pasal 28 ayat 3 butir b. kemampuan. arif. dan berwibawa. apakah sudah menjadi teladan baik dalam tingkah laku sehari-hari dan mampu menjadi guru yang berkompeten. dan berakhlak mulia. Dalam hal ini guru perlu mengintropeksi dirinya. stabil.124 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Kompetensi Kepribadian Guru PAI di SMA BAKTI Ponorogo Kompetensi kepribadian guru adalah salah satu kompetensi yang terpenting dari beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. Dalam PP no 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

143 Melalui penyebaran angket dengan sampel sebanyak 32 siswa menunjukkan suatu hasil skor yang bagus. Oleh karena itu keberhasilan kegiatan belajar mengajar tergantung pada kompetensi guru yang mencakup empat kompetensi tersebut terutama kompetensi kepribadian guru yang mempengaruhi kompetensi guru yang lainnya. 143 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. yang lebih banyak memerlukan pengalaman langsung. Posisi guru PAI dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Agama Islam. kemudian skor cukup antara 53-75 dengan frekuensi sebanyak 5 responden. 701 . kemudian diikuti skor baik antara 76-98 dengan frekuensi sebanyak 17 responden. Op. Dari 32 responden tersebut menilai dengan skor sangat baik antara 99-120 dengan frekuensi sebanyak 10 responden. hlm. dan yang terakhir yaitu skor kurang antara 30-52 dengan frekuensi 0 responden. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain.125 kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan bersifat dinamis dank has (berbeda dengan orang lain) yang akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. Kepribadian adalah faktor yang sangat penting dalam kesuksesan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Cit.

Op. Jadi prestasi belajar siswa merupakan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. 36 . Mujiono. Cit.62 % sebagai kategori sangat baik dan cukup. Syaiful Bahri Djamarah juga menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid 144 145 yang Dimyati. yaitu dengan jumlah frekuensi sebesar 53. B.126 Sedangkan hasil dari distribusi angket dalam kategori pengklasifiasinya dalam prosentase. Op.144 Sedangkan prestasi belajar menurut Oemar Hamalik “adalah suatu proses. sisanya frekuensi sebesar 31. biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dari segi pengetahuannya. kompetensi kepribadian guru PAI di lembaga tersebut berada pada taraf yang baik.25% dan 16. Prestasi Belajar Siswa Ponorogo pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Prestasi belajar dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. hlm. Dari hasil pengkategorian ini dikatakan bahwasanya guru PAI yang mengajar pada lembaga pendidikan ini. Cit. hlm. memiliki kompetensi kepribadian guru yang mencapai taraf baik. 79 Oemar hamalik.12 %. Dr. terutama nilai dari aspek kognitifnya. suatu kegiatan dan hasil atau suatu tujuan”145.

Berdasarkan prosentase diatas. dan hasil dari jumlah nilai keseluruhan responden mencapai 2643.127 berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum. 21 146 . maka penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo ini memiliki prestasi yang sangat baik. yakni 2643 : 32 = 82. untuk kategori sangat baik terdapat 21 siswa dengan prosentase 65. karena memiliki nilai pada interval 80 sampai dengan 100.62% dari semua sampel yang ada.59.146 Dari data yang diperoleh setelah melakukan penelitian. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional. hlm.59. jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah jumlah seluruh nilai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dibagi dengan jumlah responden. dan untuk kategori baik terdapat 11 siswa dengan prosentase 34.37 % dari semua sampel yang ada. Syaiful Bahri Djamarah. Dari hasil rata-rata yang telah ditemukan yakni 82. maka terbukti bahwa nilai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa di SMA Bakti Ponorogo berada pada kategori sangat baik. karena uasaha siswa dalam meraih prestasi belajarnya telah mencapai kompetensi kelulusan minimal yang telah ditentukan. Hal ini terbukti dari penghitungan data yang didapatkan. maka peneliti memperoleh hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo yang menunjukkan nilai rata-rata dalam kategori sangat baik. 1994).

kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai seorang pendidik. maka peneliti mengolah data tersebut dan kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Product Moment dari Karl Pearson dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 10.00 For Windows hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) dengan variabel Y (prestasi belajar siswa). Diantaranya adalah kompetensi paedagofik. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMA BAKTI Ponorogo Dalam menjalankan tugasnya guru harus memiliki suatu kecakapan. dan sosial. kepribadian.003. . dan memenuhi kualifikasi yang cukup dalam mendukung profesinya. P-value lebih kecil dari 0. Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. profesional. hal ini dapat diketahui melalui nilai r hitung sebesar 0.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI diSekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak.128 C. kemampuan. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. Dari perolehan data melalui penyebaran angket mengenai kompetensi kepribadian guru PAI dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam proses penelitian.514 dan p-value = 0. Sebab.

disamping kompetensi yang dimiliki guru lainnya memiliki peran dan fungsi serta berpengaruh secara signifikan dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI yang didapatkan oleh siswa di sekolah. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru PAI. sudah dapat menjawab rumusan masalah yang ketiga dari skripsi ini yang menanyakan tentang adanya pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa di SMA Bakti Ponorogo.129 Sesuai dengan penelitian yang dilakukan di SMA Bakti Ponorogo. Bukti adanya pengaruh ini. yang menggunakan pendekatan kuantitatif diketahui hasil yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI yang dimilikinya dengan prestasi belajar PAI yang mereka dapatkan. .

37 %) pada kategori baik dan 0 responden (0%) atau tidak satupun responden pada kategori cukup. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis. kurang dan sangat kurang. 11 responden (34.12%) pada kategori baik. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo menunjukkan bahwa sebagian besar rata-rata prestasi belajar yang mereka raih berada pada kategori sangat baik.62%) termasuk pada kategori sangat baik. . Jadi nilai rata-rata yang didapatkan responden dalam sampel ini adalah 82.62%) pada kategori cukup. sedangkan tidak satupun responden yang mengatakan dalam kategori kurang untuk kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI di SMA Bakti Ponorogo. 2. Kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru PAI yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo memiliki kompetensi kepribadian yang berada pada taraf yang baik. 5 responden (15.130 BAB VI PENUTUP A.17 responden (53. yaitu 21 responden (65. Hal ini terbukti dari 32 responden yang diteliti terdapat 10responden (31.59.25%) pada kategori sangat baik. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1.

Mempertahankan kompetensi yang sudah dimiliki oleh setiap guru.003. karena mutu serta kualitas guru lebih diutamakan. Saran Sesuai hasil penelitian yang ada. Kompetensi kepribadian guru PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Bakti Ponorogo. dengan selalu mengadakan evaluasi pembelajaran. B. P- value lebih kecil dari 0. Kemudian untuk taraf signifikansi p-value = 0. terutama aspek guru yang merupakan aspek penentu yang dominan dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar. karena seorang guru harus memiliki integritas kepribadian yang baik dan komitmen yang tinggi. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai r nilai r tabel hitung sebesar 0. . kepribadian maupun sosial. yang langsung berpengaruh pula pada hasil prestasi belajar siswa yang juga menentukan masa depan Sumber Daya Manusia. Terutama kompetensi kepribadian.514 dan 0.05 sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel kompetensi kepribadian guru PAI terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo atau dengan kata lain bahwa Ho ditolak. paedagogik. peneliti menyarankan kepada pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo.34. atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan secara intern. seyogyanya untuk: 1.131 3. sehingga antara apa yang diajarkannya sudah tercermin pada sosok guru tersebut. 2. Terus mengembangkan mutu serta kualitas yang sudah dimiliki oleh guru. baik itu kompetensi profesional.

2006Ilmu Pendidikan Islam. Oemar. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Pasuruan: PT. Zakiyah dkk. Surabaya: Usaha Nasional Ghofir. Malang: UM Press Hurlock. Jakarta: Rineka Cipta Faisal. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Terhadap Presatasi Belajar Siswa. Lindra. Jakarta: BumiAksara . 2004 Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 2002 Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Al-Qur’an dan Terjemahannya Juz 1-30. 2001 Media Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang Mardalis. Belajar dan Pembelajaran. Garoeda Buana Indah Baharuddin. Skripsi. Sutrisno . Bumi Aksara Hadi. 1987. Abdul. Mujiono. 2008. Moh. Jakarta: Ghalia Indonesia Hamalik. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Darajat. 2007. 1990. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. 1982. Jakarta: Penerbit Erlangga Hasan. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena. M. Manajemen Penelitian. Suharsimi. 2000. Perkembangan Anak Jilid 2. Metodologi Penelitian Pendidikan. Elizabeth. 2004. Metode Research II. Syaiful Bahri . 2002. Jakarta: PT Rineka Cipta Departemen Agama RI.132 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Zuhairini. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara Dimyati. 2006. Jakarta: Rineka Cipta Amin. Yogyakarta: Andi Offset Lestyo Dwi. Jakarata: PT. Iqbal. Sanapiah . Rineka Cipta: Jakarta _______ 2005. 1992. Surabaya: MEKAR Djamarah.

Jakarta: Raja Grafindo Persada _______ 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono. 2005. Jogjakarta: Ar Ruzz Media Nasir. Ngalim . Winarno. Kamus Ilmiah Populer. 2004. 2004. 2003. Bandung: PT. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Disekolah. 2006. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nurdin. 1980. Psikologi Pendidikan. 1988. 2007. Kiat Menjadi Guru Profesional. Bandung: CV Alfabeta _______ 2007. Nana Syaodih.133 Moleong. 2005. Landasan Psikologi Cet-3. Remaja Rosdakarya Muhaimin. 2008. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Surabaya: ARLOKA. Bandung: PT. Abdul . Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Sukmadinata. Dahlan Al Barry. Psikologi Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Mulyasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya . Bandung: CV Alfabeta Surakhmad. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.Rosda Karya Majid. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. P dan M. Lexy. Metode Penelitian. Bandung: Tarsito Sudijono. Muhammad. Jakarta: Ghalia Indonesia Pius A. Jakarta: Raja Grafindo Persada Syah. M. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Purwanto. Anas. Metode Penelitian Kualitatif . E. Muhibbin. 2007.A. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Muhammad . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Slameto. Statistik Untuk Penelitian. 2007. 2004.

Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Wahib. 1991. Metode Riset Komunikasi Organisasi.Jakarta: Balai Pustaka. Muhibbin. Cet-3. 1991. 1996. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. George G. 2008. Jakarta: Rineka Cipta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. 1991. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Gramedia Ummamah. disadur oleh Dwi Sunar P. Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah . Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru MAN Sekota Malang. 2008. Metodologi Pendidikan Agama. Cece. Nur. Pedoman Pendidikan Tahun Akademik Umar. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Jakarta: PT Gramedia Wahab. Bandung: Citra Umbara. Abu Ahmadi. 2004.134 Syah. Jogjakarta: THINK Zuhairini. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Solo: Ramadhani _______ 1983. Jakarta: PT. Rineka Cipta Winkel. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Psikologi Pengajaran. Husein. Thesis: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahim Wijaya. Abdul Mustaqim. 1990. 1993. Psikologi Pendidikan. dkk. 2005/2006. 2009. Jakarta: Kencana Young. Ilmu Pendidikan. Membaca Kepribadian Orang. 2006 Uhbiyati. Shaleh. Tabrani Rusyan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

135 .

jujur. sabar. dan disiplin Guru memiliki jiwa kepemimpinan yang patut disegani Guru memiliki perilaku yang berpengaruh positif bagi peserta didik (bertutur kata dengan santun dan lemah lembut) Guru berpenampilan sopan dan rapi di sekolah Gaya / cara mengajar guru membuat peserta didik tertarik dan senang Guru mampu bersosialisasi dengan para guru dan karyawan Guru mampu menyampaikan pelajaran dengan luwes dan baik Guru mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah Guru memiliki sikap yang sederhana dan rendah hati Guru mampu bersikap adil dalam menangani masalah peserta didiknya Guru tidak membeda-bedakan terhadap semua peserta didiknya Guru memberikan nilai sesuai kemampuan peserta didik Guru berkata dan bersikap jujur dalam segala hal Guru menegur siapapun peserta didiknya yang melakukan kesalahan Cara guru dalam menyampaikan pelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Guru mau menerima kritik dan saran dari peserta didiknya Guru mampu bersikap terbuka terhadap peserta didik Guru mampu menunjukkan moral yang baik Guru mampu menunjukkan sikap yang dapat diteladani Guru bersikap sabar dalam membimbing dan membina peserta didik Guru mampu menunjukkan akhlakul karimah / akhlak mulia dilingkungan sekolah SL SR KD JR : Selalu : Sering : Kadang-kadang : Jarang Pilihan Jawaban SL SR KD JR Keterangan: .LAMPIRAN III Tabel I DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pertanyaan Guru bersemangat dan energik saat pelajaran berlangsung Penjelasan guru dalam menerangkan pelajaran mudah dimengerti Guru mampu menahan amarah jika ada murid yang gaduh dikelas Guru mampu menahan emosi jika perasaanya tersinggung Guru mampu menempatkan diri (tidak membawa masalah pribadi kesekolah) Guru bersikap dewasa (memberi nasihat dan membantu kesulitan siswanya saat pelajaran berlangsung) Guru memulai pelajaran dengan berdo’a Guru masuk kelas tepat pada waktunya Guru memiliki ilmu pengetahuan yang luas Guru memberikan pengarahan dan membimbing siswa untuk berbuat baik.

Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 2.LAMPIRAN IV PEDOMAN DOKUMENTASI 1. misi dan tujuan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 3. Struktur organisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 4. Data guru Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 5. Data karyawan Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo 6. Data siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) BAKTI Ponorogo . Visi.

H. S. M. S. S.Pd Drs. Emi Wardaningsih Ima Nurhidayati.Pd Zamroni.Pd Supriyanto. S. M. Emi Sulistyani Nurmin.Pd Nanik Dwi Rahayu.H. S. S. M. H. M.Pd Drs. Agama Islam/ Al-Qur’an Bahasa Inggris Ibadah Kimia Penjaskes Bahasa Indonesia Biologi Kimia Matematika Pendidikan Seni/ Seni Batik Bahasa Inggris Bimbingan dan Konseling Bahasa Inggris/ Conversation Matematika Bimbingan dan Konseling Sosiologi Tek. Surahmad Ariyanto Nugroho. L. S.Pd Edi Pramono.Pd Drs.Pd Dra. M. S. S. S. Rudi Heriyanto Ikhwanul Abrori. Priyo Santoso Amin Hadi. S.Pd Fajar Riyanto.Pd BIDANG STUDI Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Islam Ibadah Pend. S.Pd Jatu Susilowati.Pd H. Fatchurdin Hendro Tri T.Pd Agus Achmadi.F Agus D Drs.A Deny Siswiningsih. S. M. M. S. Agung Pramono.Pd Hendriyanto. M.Pd. S. Fathoni. S. Informasi dan Komunikasi Penjaskes Ekonomi Fisika Matematika Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Fisika Geografi . Sunyoto Drs. S.S H.LAMPIRAN V TABEL II DATA GURU DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA GURU Drs.Pd Drs.Windra Herdiyantho. M Arifin Decita.Pd Drs. Arief Hariyadi Drs.Pd Dra. Mulyadi Drs.

Pd Cholis Mahmudah.Pd Drs.Pd Siswanto. M. Ganis Sulistyorini Ichwan Wahono. Saiful rizal Rustiani Widiastuti. S. S.Pd R. S. S. Siti Nurjannah Subhan Masruri. Informasi dan Komunikasi Piket .Pd Aris Nur Tantowi. Informasi dan Komunikasi Biologi Bahasa Indonesia/ Jurnalistik Biologi Biologi Conversation/ Bahasa Inggris Pendidikan Seni Sejarah/ Sosiologi Sosiologi Jurnalistik Bahasa Korea Penjaskes Kimia Al-Qur’an Geografi Ekonomi/ Akuntansi Tek. S. S.Pd Drs. S. S. Daim Wibowo Hariyanto.KODE 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA GURU Daryanto.Pd M.Ag Dra.Si Dian Evita Nurmalasari. S. S.Pd Dra.Pd BIDANG STUDI Bahasa Inggris Matematika Fisika Bimbingan dan Konseling Fisika Fisika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Tek. Darul Farokhi. Sriani Kuntianah. S. S. S.Pd Rohmat Jaenuri. S.Pd Dra.Pd Khoirul Huda.Pd Eni Sedarningsih. S. S.Pd Dra. S.T Noria Rahmayanti.Pd Achmad Junaidi. S. Rulio Eko Prapti Sariyono.Pd Andri Wahyu Pradana. Bibit Diono Nanang Sudarminto.

LAMPIRAN VI TABEL III DATA KARYAWAN DI SMA BAKTI PONOROGO TAHUN 2009-2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Darwin Astuti Sri Wahyuningsih Titik Indahyani Heni Purwanti Dyah Stiowati Nurhadi Suroyo Dana Sundari Diana Tri Kusumastuti Suharno Agus Supriyanto Imam Subandi Sumadi Suyani NO NUPTK 2837 7366 3830 0022 6639 7466 4930 0002 2449 7466 4930 0013 4037 7566 5930 0003 9047 7506 5130 0003 9245 7426 4420 0003 5449 7456 4920 0003 9949 7406 4120 0002 9241 7436 4930 0013 4651 7516 5330 0012 8849 7376 4020 0002 2849 7436 4720 0012 6962 7426 4420 0002 8050 7316 3320 0003 - .

Wardana Frendi Pratama Aditya Gelar Predik Heru Suyoko Ihfan Ayoga Januar Christianto Luki Dwi Susanto M. Mustamiin Novan Alifudin Rahmad Mardani Rangga Mei Sandra Ricky Dwi Prasetya Suprio Hadi Dinata Titho Dwi Jatmiko Tomy Nur Ulinnuha Trimo Diatmiko Veri Aditya .LAMPIRAN VII TABEL IV NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 1 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11201 2 11203 3 11205 4 11222 5 11227 6 11231 7 11233 8 11236 9 11238 10 11242 11 11243 12 11247 13 11262 14 11264 15 11276 16 11277 17 11312 18 11292 19 11293 20 11298 21 11310 22 11314 23 11331 24 11342 25 11346 26 11350 27 11370 28 11376 29 11377 30 11381 31 11386 XI IPS 1 Nama Siswa Ana Saritin Anita Andriani Andriani Sartika Cherry Rahayu Desy Dwi Hidayanti Devi Ragina Setiyaningrum Dewi Prasetyowati Diah Dwi Subekti Diana Mayasari Diyonna Nur Faid Donni Setyawan Dwi Ratnawati Erna Rahmawati Erry Lusiana Frandy T.

Fajar Eko S Miky Yoan A.LAMPIRAN VIII TABEL V NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 2 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11219 2 11224 3 11225 4 11232 5 11409 6 11254 7 11269 8 11271 9 11278 10 11283 11 11289 12 11294 13 11309 14 11311 15 11313 16 11321 17 11323 18 11333 19 11344 20 11348 21 11237 22 11363 23 11367 24 11369 25 11373 26 11378 27 11382 28 11394 29 11398 30 11402 XI IPS 2 Nama Siswa Bella Eka Nugraheni Dedi Irawan Deny Priyanto Putra Dewi Ayu Wulandari Dimas Adi Saputra Elinda Pamungkas Evi Dwi Jayanti Fandi Tri Saputro Frida Ratnasari Guntur Priyo Wicaksono Hendrik Bayu Prayogo Ika Setyowati Lisa Putri Anggraini Luky Ariantama M.P Muhtar Arifin Nugroho Rhomadhoni Ratna Ayu Febrianti Ria Ayu Wijayanti Rudi Prasetyo Setyo Budi Sri Ani Lestari Subangkit Hadi P Syamsul Ghofur Tony Budiarto Tunjung Redianto Widianto Winda Harum Nur C Yophi T .

LAMPIRAN IX TABEL VI NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11188 2 11195 3 11196 4 11197 5 11198 6 11209 7 11211 8 11212 9 11214 10 11216 11 11217 12 11234 13 11244 14 11249 15 11252 16 11258 17 11267 18 11272 19 11274 20 11291 21 11299 22 11303 23 11306 24 11307 25 11312 26 11316 27 11318 28 11332 29 11360 30 11371 31 11380 32 11389 XI IPS 3 Nama Siswa Aan Febrian Pratama Ahmad Dedy Ardiansyah Akuan Fiki Ferdiana Alex Devi Adi S Alfian Widya Permana Asep Dwi Pamungkas Bachtiar Afandy Bagus Prasetyo Wibowo Bayu Kuncoro Aji Bayu Ranantyo Bismoko P Bayu Suwandra Dhani Widya Kristiawan Dony Tanagar Eftik Nurdhianti Ekka Ayu Wulansari Elyph Bayu Setyo Utomo Eva Lustiviana Mency Farid Mashudi Febriyanti Heri Kurniawan Juwita Mwilasari Kresna Bernadi Laras Wulan Pratiwi Lendra Wahyu Wijaya Luluk Wardhani May Venty Vivi Ariska Mega pristian N Novita Dwi Purnawati Santi Rubiani Susi Irianawati Tri Endah Oktaviani Vivi Novitasari .

LAMPIRAN X TABEL VII NAMA SISWA-SISWI KELAS XI IPS 3 SMA BAKTI PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2009-2010 Nomor Urut Induk 1 11190 2 11193 3 11194 4 11208 5 11215 6 11221 7 11225 8 11226 9 11228 10 11266 11 11281 12 11301 13 11324 14 11330 15 11337 16 11338 17 11339 18 11341 19 11351 20 11352 21 11359 22 11364 23 11379 24 11408 25 11395 26 11396 27 11397 28 11393 29 11399 XI IPS 4 Nama Siswa Adibyo Tri Susilo Agus Irawan Agustina Herlinawati Arum Nurwitasari Bayu Mardyan Saktyo Budi Siswono Debby Agung Prihananto Desy Alifati Mustafida Deva Vitra Sari Eva Ayu R.S Galih Kukuh R Khasuna Kartika Dewi Muhammad Tri Atmja Noor Muhammad S Ovy Ruhinda Esty Priyo Utomo Puji Rianto Purqon Maulana Riko Dian Wijaya Riska Khusnul Khotimah Sam Brayura Wikan Siti Asyiah Trahu Tomijati Vito Angga Endrianto Widyo Jiwandani Wika Krisna Arifandi Widi Setyawan Yogik Bagus Yopi W .

Apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini memiliki kompetensi kepribadian yang baik? 4. khususnya pada mata pelajaran PAI? 2. Sepanjang pantauan anda apakah guru PAI Di SMA BAKTI ini sudah memenuhi kualifikasi kompetensi seorang guru yang diharapkan? 3. Menurut anda seharusnya seperti apa profil seorang guru. Apakah kepribadian seorang guru PAI berpengaruh pada prestasi belajar PAI siswa? . Bagaimana kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 5. khususnya pada pelajaran PAI? 3. Bagaimana keadaan guru PAI Di SMA BAKTI Ponorogo? 2.LAMPIRAN XI TABEL VIII DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA No 1 Nara Sumber Kepala Sekolah Pertanyaan 1. Menurut anda bagaimana kompetensi kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru PAI? 2 Guru PAI 1. khususnya guru PAI? 5. Menurut anda pentingkah kepribadian guru itu? Alasanya! 4. Apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA BAKTI. Menurut anda factor apa saja yang mempengaruhi kepribadian seorang guru? 6. Bagaimana prestasi belajar siswa di SMA BAKTI.

fatonah. tabligh. Semua perkataan seorang guru di percaya dan tingkah laku guru ditiru oleh siswa. Jadi uswatun hasanah buat anak-anak. Jadi jika keduanya itu bisa terbangun dengan baik pasti jadi seorang guru yang profesional.35 – 10. karena kedekatan guru dengan anak-anak dan faktor yang lainnya juga.LAMPIRAN XII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. dan teman bergaul yang juga mewarnai prestasi belajar mereka. 6. amanah. Jelas sangat berpengaruh. dan ekstern). 5. Prestasi siswa disini cukup bervariasi. karena guru adalah uswatun hasanah bagi anak didiknya. mereka akan menyesuaikan dilingkungannya. 3. Sunyoto _ Guru PAI : Ruang Perpustakaan : Jumat/13 November 2009 : 10. (jika bernuansa islami.55 WIB 1. Seorang guru agama harus bisa meneladani sifat-sifat nabi muhammad yaitu shiddiq. ada pula yang sangat memuaskan. Sangat penting. jadi supaya anak didik bisa mencontoh sifatsifat itu juga. itu juga akan membentuk karakter guru itu). semangat religi dari keluarga yang kurang. lingkungan. Tapi kalau dilihat dari ratarata nilainya prestasi siswa khusunya untuk PAI ada di atas standar minimal yang telah ditentukan 2. 4. ada yang sesuai dengan standar minimal. pembinaan dari pihak sekolah (faktor intern. guru digugu lan ditiru. . dari segi masyarakat. Kondisi latar belakang keluarga.

apalagi seorang guru agama. misalnya dari bawaan lingkungan keluarga. Mendidik siswa dengan penuh kesabaran. jadi mandidik anak dengan memberi contoh. jujur. adil. disiplin. karena guru selain mengajar juga menjadi suri tauladan bagi siswa. Pribadi seorang guru yang disukai siswa pasti akan menumbuhkan semangat belajar siswa. karena dalam mata pelajaran PAI diajarkan nilai-nilai agama yang menuntut guru itu untuk mempraktikan nilai-nilai itu. Mungkin faktor pendidikan dan sosial keagamaan serta lingkungan yang kuat pada ajaran agama pastilah jauh lebih memiliki pribadi yang baik. berusaha menjadi pendidik sebaik mungkin.45 – 10. Sangat penting juga. Arief Hariadi _ Guru PAI : Ruang Guru : Selasa/10 November 2009 : 09. Sangat berpengaruh yang pasti. 3. faktor keluarga inilah yang menurut saya sangat berperan besar pada prestasi maupun akhlak seorang siswa. cukup baguslah kalau melihat latar belakang mereka yang bermacammacam. untuk sifat-sifat yang harus dimiliki. karena guru itu contoh bagi anak didiknya. 4.10 WIB 1. tanggung jawab. karena anak juga belajar dengan melihat contoh itu. dan bisa juga dari faktor ekonomi keluarga. sepertinya semua akhlak mulia harus dimiliki oleh seorang guru. sehingga memicu anak untuk berbuat hal yang sama. . 2. Selain itu faktor lingkungan juga. kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi prestasi siswa khusunya untuk pelajaran PAI. dan kepedulian yang tinggi pada siswanya. penuh kasih sayang. bisa menyebabkan anak kurang bisa membaca al-Qur’an. akhlak yang kurang sesuai dengan nilainilai agama.LAMPIRAN XIII DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs. seperti kurangnya semangat religi dalam keluarga. 6. 5.

agar Visi. yang semuanya dalam kondisi baik. jadi menurut saya ini salah satu wujud kepribadian yang baik yang bisa dicontohkan pada anak didik 3. satunya ini merangkap menjadi guru al-Qur’an. seperti penguasaan materi / bahan ajar. serta bisa mengerti kondisi siswanya . Alhamdulilah slama ini semua guru telah mencerminkan kepribadian yang baik kepada sluruh warga di lingkungan sekolah. Alhamdulillah guru agama islam di SMA ini sudah cukup memadai. seperti sholat dan ngaji. dan memiliki kompetensi guru. kreatif. padahal sekolah tidak pernah mewajibkannya.LAMPIRAN XIV DATA HASIL WAWANCARA Nara sumber Tempat Hari/Tanggal Waktu : Drs.Pd _ Kepala Sekolah : Ruang Kepala Sekolah : Kamis/19 November 2009 : 09. termasuk juga tes ibadahnya. Untuk guru PAI menurut saya semua pribadi yang dimiliki haruslah bisa dijadikan suri tauladan dan panutan oleh siswanya. artinya sesuai dengan syarat-syarat yang ada dalam undang-undang guru itu. disini ada pengkhususan untuk guru agama. artinya sudah memiliki gelar sarjana dan sesuai dengan jurusannya. saling akrab. Selain itu guru agama juga harus bisa menjadi contoh baik di sekolah maupun di masyarakat. diantaranya ada dua guru yang mengajar mata pelajaran PAI. memiliki kecakapan. Selain itu guru PAI juga harus bisa menguasai siswa. guru agama disini sudah memenuhi kualifikasi seorang guru yang diharapkan. ada 5 guru agama di sekolah ini. Agung Pramono. Guru PAI haruslah bisa memenuhi kompetensi yang telah ditentukan. dan dua guru khusus untuk mata pelajaran ibadah. Selama ini guru agama disini sangat mencerminkan kepribadian yang baik kepada warga dilingkungan sekolah ini. Karena latar belakang mereka yang berbeda itulah SMA ini menambahkan jam mata pelajaran ibadah dan al-Qur’an. Misi dan tujuan dari SMA ini bisa terwujud 2. 5.35 WIB 1. Yang sedikit membedakan dengan SMA lain.15 – 09. artinya bisa membawa siswa pada suasana belajar yang menyenangkan. dan terbuka. karena setiap guru yang masuk disekolah ini ada berbagai tes kompetensi guru. dan semua guru perempuan disini memakai jilbab. M. Sepanjang pantauan saya. ditambah satu lagi khusus untuk guru al-Qur’an. 4.

000 .514** .514** .Correlations Correlations X Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.003 32 Y .01 level (2-tailed). 32 Y **. .000 .003 32 1. (2-tailed) N X 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. 32 .

0 N of Items = 30 .9142 32.LAMPIRAN XXI Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .

1563 2. 20. 28.0 32.0 32.7594 .8400 .1563 3.0313 3.0 32. 11. 27.0 32.0 32.7822 . 5. 26.0 32.7620 .0 32.7344 . 7.0 32.0 32.8466 .9688 2.0 32.1563 3. 6. 16.7399 .0 32.0 32.0625 2.0 32.9375 3.7594 .0 32.2500 3.0938 2.8707 . 14.0000 2.6949 . 2. 3.8930 . 9.8400 .0313 3. 8. 4.2500 3.8032 .LAMPIRAN XXII Reliability ****** Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Mean 1.8032 .3438 3. 25.0 32.0 .0 32.9063 3.7666 .0 32.7931 .8032 .0 32.2500 3.0 32.0 32.0 32. 18.0 32.8750 2. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 2.6773 .7822 .0 32.8561 .7666 Cases 32.9755 . 22.7666 .7500 3. 15.8707 . 10.8799 .0 32.1563 2.0 32. 13.8007 .2500 3. 17.8799 . 29. 23.9375 3.1563 Std Dev .9375 3.6949 .0000 2. 21. 19.0 32.0 32.0 32.8750 3. 12.0313 2.0313 3. 30.9375 3.7184 .6016 .8750 2.9063 3.0 32.8750 2. 24.

9377 .8676 - .5806 - Inter-item Correlations Max/Min Variance 3.0 Statistics for Scale Mean 91.5938 Item Variances Max/Min Variance 2.7500 Maximum 3.2159 .5897 Inter-item Covariances Max/Min Variance 5.6919 Range .0968 Maximum .3619 Maximum .0108 Mean .0000 .0247 Mean .1875 Variance 163.0396 Minimum 2.1658 Minimum -.0146 Mean .7771 N of Variables 30 Item Means Max/Min Variance 1.0213 Mean 3.3438 Range .R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) N of Cases = 32.9516 Range .4839 Range .6295 .2629 Minimum -.6330 Minimum .1757 Maximum .2540 Std Dev 12.

7893 151.6070 . .4587 .5718 .6355 . .5688 .0313 88.5696 .4022 152.9022 154.1875 88.9102 X13 .3125 88. .9120 X3 .4468 .2813 87.9130 X6 . .5467 . .5121 149.9137 X2 .9315 151. .9097 X9 .9375 88.3125 88.8024 152. .9125 X19 . .3125 88.5958 152.4971 .9104 X20 .9116 X12 . .3508 155.0313 88.9375 Deleted Correlation if Item Total Multiple Scale Variance Corrected Item- Squared 154.5504 .1895 151.5574 .2813 88. .4375 88.0313 88.3387 152.5065 .2188 88.9101 X5 .5806 149.1250 88.4806 .3853 .9102 X8 .1603 156.R E L I A B I L I T Y H A) A N A L Y S I S - S C A L E (A L P Item-total Statistics Scale Mean Alpha if Item if Item Correlation X1 . .9103 X18 . .8347 .9106 X7 .4922 .7052 . . .7742 155.1573 150.9112 X21 .1875 88.2500 88. .1683 150. .9090 X4 .6411 150. .9081 X16 .1563 87.9139 X15 .2500 88.9096 X17 .9121 X14 . .9375 87.4476 154.8458 152.1563 87.6069 .4237 .3861 150.3959 . . .3208 .3551 .9128 X11 .9114 Deleted Deleted 88.6411 153.9375 88.9113 X10 . .

4086 .9125 X29 . . .9124 X26 . .1563 88.4623 . Reliability Coefficients Alpha = .7167 152.4194 154.5383 .3125 88.1563 88.7329 151.2500 88.9119 X23 .4774 .9145 . .8438 88. .2500 88.4163 .5232 155.5554 151.9126 X24 .0313 87.4100 .9131 X27 .9990 156.X22 .0938 88. .9119 X25 . .8700 .9117 X28 . .3871 154.9106 X30 .4626 .3910 .0313 154.9142 30 items Standardized item alpha = .9126 88.4521 .4476 154.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful