P. 1
Filsafat Ketuhanan Dalam Islam

Filsafat Ketuhanan Dalam Islam

|Views: 492|Likes:
Published by Irend Eka Andhika

More info:

Published by: Irend Eka Andhika on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

. Filsafat Ketuhanan dalam Islam Siapakah Tuhan itu?

Perkataan ilah, yang diterjemahkan “Tuhan”, dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23, yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38, perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: “Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.” (Irwans yah, 2008). Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun), ganda (mutsanna:ilaahaini), dan banyak (jama’: aalihatun). Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat, berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. Tercakup di dalamnya yang dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan, dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian (Nur, 2010). Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri di hadapannya, takut, dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdoa, dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M.Imaduddin, 1989:56) Atas dasar definisi ini, Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan manusia. Yang pasti, manusia tidak mungkin ateis, tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Berdasarkan logika Al-Quran, setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Dengan begitu, orang-orang komunis pada hakikatnya berTuhan juga. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka (Nur, 2010).

Oleh karena itu. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap . Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah. Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut: Dinamisme Menurut paham ini.Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya (Rifai. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh (Rifai. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. Lubbock dan Javens. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. yaitu Allah. dan syakti (India). Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Dalam literatur sejarah agama. seperti mana (Melanesia). roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. dikenal teori evolusionisme. Meskipun nama tidak dapat diindera. 2008). yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. manusia harus menyediakan kebutuhan roh. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. 2008). manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. tuah (Melayu). Menurut kepercayaan ini. mempunyai rasa senang. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. Robertson Smith. yaitu “tidak ada Tuhan”. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Setiap benda yang dianggap benda baik. Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. mempunyai roh. Oleh masyarakat primitif. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius.

panteisme. Ilmu Kalam. Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. 1993:26-27). 2008). ada yangmembidangi masalah air. Mereka mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. tetapi dengan relevansi atau wahyu. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. Taylor (1877). 2008). karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. 2. yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. yaitu: deisme. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. ada aliran yang bersifat liberal. ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. dan teisme (Rifai. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional) (Rifai. namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW.cahaya. Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. tradisional. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf. Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan . Secara garis besar. 2008). Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya (Rifai.

Orang islam yang berbuat dosa besar.tradisional. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). b. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya (Shiahab. Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. d. tidak akan benar. sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij (Shiahab. umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah (Shiahab. 2007). Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. Dalam menganalisis ketuhanan. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan (Shiahab. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. 2007). Sebab Tuhan merupakan sesuatu yang ghaib. sehingga informasi tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia biarpun dinyatakan sebagai hasil renungan maupun pemikiran rasional. . c. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya. 2007). tidak kafir dan tidak mukmin. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah. Aliran tersebut yaitu: a. Qodariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu Pengkajian manusia tentang Tuhan. yang hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia. tidak akan pernah benar. 2007). Mu’tazilah yang merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim.

Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi. Melalui Rasul-rasul-Nya. karena dianggap sebagai isim musytaq. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama. 3. yang tidak berasal dari bagian-bagiandan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. dan Shad ayat 4. sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas. QS 21 (Al-Anbiya): 92. maka menurut informasi al-Quran. tetapi mereka telah berpecah belah. yaitu agama Tauhid.Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam: 1. Adam sebagai Rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. Yang Maha Esa. QS 5 (Al-Maidah):72. Thaha ayat 98. Kata Allah adalah nama isim jumid atau personal name. merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar (Shiahab. maka pasti mengharamkan kepadanya syurga. Esa menurut al-Quran adalah esa yang sebenar-benarnya esa. Dalam al-quran diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan yang diberikan kepada Nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga. Ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada manusia bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu.” Dari ungkapan ayat-ayat tersebut. Merupakan suatu pendapat yang keliru. “Katakanlah. 2007). Tuhan Allah adalah esa sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Ankabut ayat 46. Perhatikan antara lain surat Hud ayat 84 dan surat al-Maidah ayat 72. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya. jelas bahwa Tuhan adalah Allah. surat Shad 35 dan 65. Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaranNya. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka. Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agamaagama adalah karena perbuatan manusia. dan tempat mereka adalah neraka (Shiahab. jika nama Allah diterjemahkan dengan kata “Tuhan”. dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Tuhan yang haq dalam konsep al-Quran adalah Allah. yang dibawa para Rasul. QS 112 (Al-Ikhlas): 1-4. surat Muhammad ayat 19. Dia-lah Allah. 2007). 2. “Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhaku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. . “Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu.

. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya. energi.Keesaan Allah adalah mutlak. Suatu percobaan dipandang sebagai kenyataan ilmiah. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa itu: “Gaya. tidak hanya karena percobaan itu dapat diamati secara langsung. Konsepsi kalimat La ilaaha illa Allah yang bersumber dari al-quran memberi petunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal itu akan kelihatan dalam sikap dan praktik menjalani kehidupan (Shiahab. Metode ini mengenal hakikat melalui percobaan dan pengamatan. Hal inilah yang menyebabkan menurut metode ini agama batal. Hal ini disebut dengan “analogi ilmiah” dan dianggap sama dengan percobaan empiris. “alam” (nature). Demikian pula suatu analogi tidak dapat dianggap salah. sebab juga tidak mempunyai landasan ilmiah. Metode baru tidak mengingkari wujud sesuatu. Di samping itu metode ini juga tidak menolak analogi antara sesuatu yang tidak terlihat dengan sesuatu yang telah diamati secara empiris. Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern. Sebagai umat Islam. dan “hukum alam”. sebab agama tidak mempunyai landasan ilmiah (Shiahab. hanya karena dia analogi. Metode Pembuktian Ilmiah Tantangan zaman modern terhadap agama terletak dalam masalah metode pembuktian. 2007). sedang akidah agama berhubungan dengan alam di luar indera. walaupun belum diuji secara empiris. Kemungkinan benar dan salah dari keduanya berada pada tingkat yang sama. Sarjana tersebut tidak mampu memberikan penjelasan terhadap kata-kata tersebut secara sempurna. Keduanya percaya sesuai dengan bidangnya pada sebab-sebab yang tidak diketahui. “Energy”. Oleh karena itu banyak sarjana percaya padanya hakikat yang tidak dapat diindera secara langsung. dan hukum alam”. 2007). karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada persoalan yang dapat diamati dengan hanya penelitian secara empiris saja. Percobaan dan pengamatan bukanlah metode sains yang pasti. hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. Sebenarnya sebagian ilmu modern juga batal. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. yang tidak mungkin dilakukan percobaan (agama didasarkan pada analogi dan induksi). Pembuktian Wujud Tuhan 1. sama seperti ahli teologi yang tidak mampu memberikan penjelasan tentang sifat Tuhan. alam. Teori yang disimpulkan dari pengamatan merupakan hal-hal yang tidak punya jalan untuk mengobservasi. Sarjana mana pun tidak mampu melangkah lebih jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: “Gaya” (force).

Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya. baik agama maupun ilmu pengetahuan kedua-duanya berlandaskan pada keimanan pada yang ghaib. tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya.Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah “iman kepada yang ghaib” dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada “pengamatan ilmiah”. pernyataan ini telah kehilangan landasan berpijak. tetapi justru merupakan interpretasi yang terbaik terhadap kenyataan yang tidak dapat diamati oleh para sarjana. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang demikian luasnya. Tetapi setelah ditemukan “hukum kedua termodinamika” (Second law of Thermodynamics). Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup “penentuan hakikat” terakhir dan asli. Sebab. Belum pernah diketahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya “ada” dan percaya pula bahwa alam ini “ada”. Mereka tidak dapat mengatakan: Kenyataan yang diamati adalah satu-satunya “ilmu” dan semua hal yang berada di luar kenyataan bukan ilmu. Hal ini tidak berarti satu kepercayaan buta. berarti ilmu pengetahuan telah menempuh jalan iman kepada yang ghaib. yang sebenarnya adalah bidang agama. sebab tidak dapat diamati. Para sarjana masih menganggap bahwa hipotesis yang menafsirkan pengamatan tidak kurang nilainya dari hakikat yang diamati. tetapi menolak adanya Khaliq>> adalah suatu pernyataan yang tidak benar. pasti ada penyebabnya. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri (alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik. ada dengan sendirinya tanpa pencipta? 3. 2. yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak . Kalau ilmu pengtahuan memasuki bidang penentuan hakikat. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan. Jika percaya tentang eksistensi alam. suatu “Akal” yang tidak ada batasnya. adalah iman kepada hakikat yang tidak dapat diamati. Sedang kebalikannya tidak mungkin. Sebenarnya apa yang disebut dengan iman kepada yang ghaib oleh orang mukmin. Oleh sebab itu harus ditempuh bidang lain. sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan ciri-ciri luar saja. Hukum tersebut yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Pernyataan yang mengatakan: <<Percaya adanya makhluk.

kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan. Seandainya alam ini azali. Di samping bumi terdapat gugus sembilan planet tata surya. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung. Perubahan energi panas dikendalikan oleh keseimbangan antara “energi yang ada” dengan “energi yang tidak ada”. 4. bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut.000 tahun cahaya.000 mil setiap setahun sekali.000. termasuk bumi. serta kehidupan tetap berjalan. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan (Shiahab.000. yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa. Di samping itu Ibnu Rusyd juga menggunakan metode lain yaitu “dalil inayah”. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan. Hal itu membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali.000. sesuai dengan hukum tersebut dan tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini.panas menjadi panas. 1996:78-80). Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu.000 mil per jam. 2007). Logika manusia dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti. maka sejak dulu alam sudah kehilangan energinya. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita. Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”.000. beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain “sistem tata surya” kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri. tetapi ia beredar bersamasama dengan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190. yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama dua puluh sembilan hari sekali. akan berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. Dalil ‘inayah adalah metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan manusia (Zakiah Daradjat. yang jaraknya dari bumi sekitar 240. Demikian pula bumi yang terletak 93.000 mil. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->