Modul Matematika SD Program Bermutu

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD

Penulis: Supinah Ismu Tri Parmi Penilai: Sri Wardhani Sutriari Astati Editor: Astuti Waluyati Layouter: Muhammad Fauzi

Kementerian Pendidikan Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika 2011

i

 

DAFTAR JUDUL MODUL
I. PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

II. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

iii

.

meliputi widyaiswara dan staf PPPPTK Matematika. Modul-modul ini disusun untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru SD dan SMP di forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). dan guru SMA dari berbagai propinsi. harmonisasi. Semoga dua puluh modul tersebut bermanfaat secara optimal dalam peningkatan kompetensi para guru SD dan SMP dalam mengelola pembelajaran matematika. Penyusunan modul diawali dengan kegiatan workshop yang menghasilkan kesepakatan tentang daftar judul modul. khususnya KKG dan MGMP yang dikelola melalui program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). sistematika penulisan modul. atas limpahan nikmat dan rahmat-Nya PPPPTK Matematika dapat mewujudkan kembali modul pengelolaan pembelajaran matematika untuk guru SD dan SMP. guru SMP.org. dan layouting modul.  KATA PENGANTAR Segala bentuk pujian dan rasa syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT.p4tkmatematika. penilaian. juga dapat diunduh melalui laman PPPPTK Matematika dengan alamat www. dan lima judul untuk guru SD maupun SMP. guru SD. Pada tahun 2011 ini telah tersusun sebanyak dua puluh judul. Selanjutnya secara berurutan dilakukan kegiatan penulisan. editing. dan garis besar isi tiap judul modul. dosen LPTK. terdiri dari tujuh judul untuk guru SD. widyaiswara LPMP. delapan judul untuk guru SMP. Untuk itu. v . kami sampaikan terima kasih dan teriring doa semoga menjadi amal sholih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya modul tersebut. selain didistribusikan dalam jumlah terbatas ke KKG dan MGMP yang dikelola melalui program BERMUTU. Modul yang telah disusun. sehingga dapat meningkat kualitas dan kuantitas hasil belajar matematika siswa SD dan SMP di seluruh Indonesia. Penyusunan modul melibatkan berbagai unsur.

Akhir kata. Kepala vi . Yogyakarta. Juni 2011 Plh. kami ucapkan selamat membaca dan menggunakan modul ini dalam mengelola pembelajaran matematika di sekolah.Kata Pengantar  Kami sangat mengharapkan masukan dari para pembaca untuk penyempurnaan modul-modul ini demi peningkatan mutu layanan kita dalam upaya peningkatan mutu pendidikan matematika di Indonesia.

.. C..... Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ………………………………………………………………………. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ……………………………………………………………………….. Kegiatan Belajar 2... Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah …………………………… i iii v vii 1 1 3 3 5 5 I. Kegiatan Belajar 3. Umpan Balik ………………………………………………………………… Daftar Pustaka …………………………………………………………………. C. Kegiatan Belajar 1.. E. Kegiatan Belajar 2. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR ……………………………………………………… 19 31 48 51 51 54 55 A. PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA ………. KATA PENGANTAR …………………………………………………………... DAFTAR ISI …………………………………………………………………… PENDAHULUAN ……………………………………………………………… A. D. B. F...... D. 9 B... Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa ………………… 58 B.  DAFTAR ISI Halaman KOVER DALAM ……………………………………………………………… DAFTAR JUDUL ……………………………………………………………...... Kegiatan Belajar 3. Peta Kompetensi ……………………………………………………………. Latihan/Tugas ………………………………………………………………. Ruang Lingkup Penulisan …………………………………………………… E... Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ………. Tujuan ……………………………………………………………………….. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ……………………………………………………. Ringkasan Isi Rangkuman Materi ………………………………………….. Latar Belakang ……………………………………………………………. C.. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD …………………………… D. 7 A. Kegiatan Belajar 1. II. Ringkasan …………………………………………………………………… 73 80 83 vii .

84 85 86 87 87 88 viii . B. Latihan/Tugas ………………………………………………………………... PENUTUP ……………………………………………………………………… A.. Umpan Balik ………………………………………………………………… Daftar Pustaka ………………………………………………………………….Daftar Isi  E.. F. Rangkuman …………………………………………………………………. Penilaian ……………………………………………………………………..

PENDAHULUAN .

.

maka Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan untuk mengembangkan pendidikan nasional di Indonesia. Januari 2011). Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. UUD 1945 dan kebudayaan kebangsaan Indonesia. dalam Puskurbuk. mandiri. sehat. memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah. ancaman disintegrasi bangsa. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan. dengan berlandaskan pada Pancasila. dan melemahnya kemandirian bangsa (Buku Induk Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa 2010-2025. “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Semangat itu secara implisit ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. di mana pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional. cakap. Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini.  PENDAHULUAN A. dengan tujuan dapat berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu. kreatif. Pembangunan karakter yang merupakan upaya perwujudan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini. keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila. berilmu. seperti: disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila. yaitu “mewujudkan 1 . berakhlak mulia. bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara sosiologis dan psikologis. berbudaya. serta sosial berbicara tentang persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar dan lokakarya. dan para pengamat pendidikan.Pendahuluan  masyarakat berakhlak mulia. Masyarakat menilai bahwa potret dunia pendidikan kita semakin buram. Untuk itu. baik di tingkat lokal. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi nilai-nilai etika dan moral di kalangan remaja. Januari 2011). yang mengesampingkan nilai-nilai moral budaya dan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa. komunitas yang paling mudah terkena pengaruh fenomena global adalah kalangan generasi muda. disamping ia juga sedang mencari identitas dirinya sebagai remaja. selain berdampak pada masyarakat luas. Media massa. dimana pada fase ini remaja sedang memasuki kehidupan masa peralihan dari anakanak ke masa remaja yang relatif masih labil kondisi emosinya. dan tentunya juga menjadi tantangan bangsa Indonesia. Rasa kepedulian ini didasarkan pada kenyataan bahwa dewasa ini ada kecenderungan semakin merebaknya sikap perilaku remaja yang menyimpang 2 . baik di keluarga. Jati diri bangsa Indonesia kini sedang diuji keampuhannya. nasional maupun internasional. persoalan budaya dan karakter bangsa tersebut kini menjadi sorotan tajam masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu. para pemuka masyarakat. Dengan terus bergulirnya proses globalisasi yang diiringi dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh pada pola pikir dan pola tindak masyarakat di berbagai pelosok kota maupun desa. Dalam proses pendidikan. khususnya para remaja. sehingga menghasilkan siswa yang pintar tetapi tidak bermoral. Pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini dinilai sarat dengan muatan-muatan intelektualistik dan materialistik. bermoral. sekolah dan masyarakat. dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila” (Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter Bangsa: Puskurbuk. beretika. para ahli. guru maupun para praktisi pendidikan. Fenomena ini sesungguhnya menjadi tantangan bagi para pendidik. penanaman nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pendidikan merupakan pilar penyangga demi tegaknya pendidikan di Indonesia. Apakah proses globalisasi ini akan berakibat pada merosotnya nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada generasi muda yang menjadi aset bangsa di masa depan. Kita semua menyadari bahwa pendidikan sesungguhnya bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) melainkan sekaligus juga transfer nilai (transfer of value).

maka PPPPTK Matematika perlu menulis modul ‘Pengembangan Pendidikan Budaya dan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar’. Melakukan penilaian pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. sosial dan profesional seperti berikut. 2. Peta Kompetensi Standar kompetensi guru yang dikembangkan terkait dengan modul ini adalah kompetensi pedagogik. diharapkan Anda memiliki kompetensi berikut. Melaksanakan pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. dan sesuai tanggung jawabnya dalam program BERMUTU yaitu mengembangkan modul-modul diklat terakreditasi yang akan digunakan dalam kegiatan di KKG dan MGMP. C. Menjelaskan tentang konsep dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa. B. 4. 1. Tujuan Modul ini disusun dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya guru SD yang sedang mengikuti program kegiatan Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) di KKG. Oleh karena itu kemajuan suatu bangsa juga akan tergantung bagaimana karakter orang-orangnya. Setelah mempelajari modul ini. keunggulan berpikir warganya. Karakter Bangsa melalui 3 . secara otomatis akan membantu keberhasilan membangun karakter bangsa. sinergi para pemimpinnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah penting dalam membangun moral dan kepribadian bangsa. Keberhasilan dalam membangun karakter siswa. Merancang pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. 5. kemampuan intelegensinya. Berdasarkan permasalahan di atas. 3. untuk mendukung program pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. yang akhirnya membawa remaja tersebut tersesat hidupnya. kepribadian.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  dari tatanan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Menjelaskan tentang maksud Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam proses pembelajaran di SD. dan lain sebagainya.

6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.7 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. 4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. 4 .2 Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. jenis kelamin. tulisan. maupun lapangan. dan/atau bentuk lain.1 Berperilaku jujur.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. dan gender. 3.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik. dan manusiawi.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. baik untuk kegiatan di dalam kelas. 3.2 Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. sosial-emosional.3 Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. 21. adatistiadat.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. spiritual.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. intelektual. 8. 16. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. suku. dan santun. teman sejawat.Pendahuluan  PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Kompetensi Pedagogik: 1.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. moral.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. 21. 8.4 Memilih materi yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. empatik.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.1 Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 6. 12. 12.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. tegas.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif. 12. 8.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. laboratorium. hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.1 Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik. 7. dan latar belakang sosial budaya. 3. 3.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 11. 22. Kompetensi Kepribadian: 11. 4. 3. Kompetensi Sosial: 16.1 Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. latar belakang keluarga. daerah asal. 3. 8. 22. dan status sosial-ekonomi.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. 8. Kompetensi Profesional: 21. secara lisan. suku. 3.

dan Kegiatan belajar 3. Ruang Lingkup dan Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah. tentang Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. dan kegiatan 3. Kegiatan Belajar 2. Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah Modul ini sebagai bahan suplemen bagi para guru SD dalam mempelajari tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa dan bagaimana penerapan nilai-nilainya dalam pembelajaran matematika SD. E. Modul ini terdiri dari berikut ini. Modul 2 berisi tentang Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. tentang Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Namun demikian. 4. dilanjutkan dengan Ringkasan Isi dan Latihan/Tugas. yang meliputi 3 kegiatan yaitu: Kegiatan Belajar 1 tentang Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. tentang Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. tentang Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD. 3. yang meliputi 3 kegiatan yaitu: Kegiatan Belajar 1. yang berisi Rangkuman dan Tugas. Modul 1 berisi tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pendahuluan yang berisi tentang: Latar Belakang. 1.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  D. modul ini juga dimungkinkan dapat digunakan para guru yang sedang tidak 5 . 2. Penutup. Kegiatan Belajar 2. dilanjutkan dengan Ringkasan Isi dan Latihan/Tugas. Peta Kompetensi. Tujuan. Modul ini dipelajari secara mandiri oleh guru yang sedang mengikuti program kegiatan BERMUTU di KKG. Ruang Lingkup Penulisan Modul ini membahas hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan budaya karakter bangsa dan bagaimana sebaiknya guru mengatur urutan kegiatan pembelajaran matematika SD berbasis pada nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

Waktu yang diperkirakan untuk mempelajari modul ini 8 jam tatap muka @ 45 menit. Setelah Anda merasa cukup paham terhadap isi modul.id. Bacalah masing-masing kegiatan belajar dengan seksama agar Anda dapat memahami isi modul. 885725 pesawat 248.p4tkmatematika. (0274) 881717. Latihan tersebut bukan tes. 247 atau drismutripar-mi_yahoo. 2. (0293) 364195. melainkan bagian dari proses belajar Anda.co. jawablah atau kerjakan tugas atau latihan yang ada pada akhir modul.id. Jika Anda mengalami kesulitan atau merasa perlu melakukan klarifikasi.com. 4. Pengawas ataupun Guru Pemandu di KKG Anda. 3.com atau melalui faks: (0274) 885752. Apabila Anda masih perlu konfirmasi lebih lanjut ataupun memberikan saran dan kritik yang membangun silahkan Anda mengomunikasikannya kepada: • Penulis dengan alamat email supinah_p4tkmat@yahoo. 1. Modul ini hanya menuliskan beberapa contoh alternatif penerapan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika SD. Sebelum mengerjakan tugas/latihan Anda diharapkan terlebih dahulu mencermati dan mencoba untuk merenungkan atau mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Cocokkan hasil jawaban tugas atau latihan tersebut dengan kunci jawaban yang telah tersedia pada setiap modul sebagai bahan refleksi.Pendahuluan  mengikuti program BERMUTU. website: www. 6 . atau • PPPPTK Matematika melalui surat ke: Kotak Pos 31 YKBS Yogyakarta atau melalui email: p4tkmatematika@yahoo.co. terhadap isi modul ini berdiskusilah dengan teman sejawat di sekolah atau KKG atau berkonsultasi dengan nara sumber yang ada seperti Kepala Sekolah. dengan harapan guru dapat merencanakan alternatif penerapan yang lain atau mengembangkan lebih lanjut. maka untuk mengetahui pencapaian pemahaman Anda terhadap uraian pada masing-masing kegiatan belajar.

I PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA .

.

Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik.2) 14. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik. (11. PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Kompetensi Guru: 1.1) 13. 10. Pendidikan karakter disebutkan sebagai pendidikan nilai. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik.1) Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut.3) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. (16. pendidikan watak yang 7 . tegas.1) Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. spiritual. 5. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. intelektual. 8. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. (1.1) 11.2) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. suku. Berbicara tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa tentunya tidak terlepas dari pengertian pendidikan. budaya. (4. adat-istiadat. daerah asal. hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat. (3. 7.2) Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. sosial-emosional. (21. dan manusiawi. (11. (12. pendidikan budi pekerti. (21. akan diuraikan tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa.1) Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. dan status sosial-ekonomi. 9. suku. (16.3) 2. (12. (12. jenis kelamin. 4. 6. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. teman sejawat. maka pembahasan dalam modul ini.2) Berperilaku jujur. 3.1) Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.2) 12. moral. dan latar belakang sosial budaya. dan gender.3) Untuk membantu Anda menguasai kompetensi tersebut. (3. latar belakang keluarga.  I. pendidikan moral. dan karakter. (21. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati (Puskurbuk. berikut akan dibahas tentang konsep dasar pendidikan budaya bangsa dan pengembangannya dalam pembelajaran. KB 2: Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. memelihara apa yang baik. dan “perilaku yang baik (moral action)”. akan dikemukakan pula pembelajarannya secara terintegrasi dalam proses pembelajaran di SD. dan pembelajarannya secara terintegrasi di SD. Melihat peranan pendidikan budaya dan karakter bangsa. KB 3: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD. Dengan kata lain. akan tetapi juga “merasakan dengan baik feeling)”. Cermati uraian pada masing-masing KB. konsep tersebut dapat dipahami dan dapat digunakan guru SD dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. Apabila Anda masih ragu terhadap jawaban yang Anda buat atau hal-hal lain yang ingin diklarifikasi.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk. kemudian selesaikan tugas atau latihan yang ada. lakukan refleksi terkait dengan pemahaman Anda tentang konsep dasar pendidikan bangsa. maka diskusikan dengan teman sejawat. atau loving good (moral 8 . pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. atau peserta lain. lebih dari itu. Diharapkan. Untuk mengawali pembahasan pendidikan budaya dan karakter bangsa. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Januari 2011). Setelah itu. Pembahasan dalam modul ini dibagi dalam 3 kegiatan belajar (KB) yang dilanjutkan dengan tugas sebagai latihan. pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik (moral knowing)”. KB 1: Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. atau nara sumber Anda.

hormat terhadap ibu-bapak dan orang lain.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  A. akhir-akhir ini banyak terjadi di lingkungan siswa. Kegiatan Belajar 1 Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Perhatikan ilustrasi gambar berikut! Kejadian semacam ini. demikian seterusnya. bersih badan dan pakaiannya. Januari 2011). jangan berteriak-teriak agar tidak mengganggu anak lain. serta prinsip dan pendekatan pengembangannya. fungsi. 1. Ini semua sudah merupakan pengajaran budi pekerti. 2010) yang berjudul ‘Pengembangan Budaya dan Karakter Bangsa’ dan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter Bangsa (Puskurbuk. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Menurut Ki Hadjar Dewantara (1967: 484-489). landasan pedagogis. dan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. menolong teman yang perlu ditolong. 9 . Menganjurkan atau kalau perlu menyuruh anak untuk: duduk yang baik. tujuan. maka pada kegiatan belajar 1 ini diuraikan tentang pengertian. Rujukan utama tulisan dalam kegiatan 1 ini adalah buku dari Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan (Jakarta. Apa yang salah dengan dunia pendidikan kita? Taat pada Agama Memiliki disiplin pribadi Berbudi Luhur Apa yang dapat kita lakukan agar siswasiswa kita menjadi anak yang ……??? Memiliki etos kerja yang baik Memiliki Toleransi Sosial Jawabannya ada di: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Memiliki rasa tanggung jawab Nilai-nilai kebaikan atau positif yang lain Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas secara lengkap. yang dimaksud pengajaran budi pekerti atau pendidikan karakter adalah upaya untuk membantu perkembangan jiwa yang sifatnya umum.

dilihat. mulai dari kecil sampai masa dewasa. Demikian juga untuk anak dewasa. maka pendidikan karakter akan diteruskan oleh sekolah. sedangkan bagi anak yang sudah dapat berfikir. Pendidikan atau pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak dalam kandungan atau ketika masih kecil atau usia Taman Kanak-kanak. 10 . Setelah anak mulai memasuki usia sekolah. dan dicontoh langsung oleh anak. agar mereka dapat pengertian serta keinsyafan tentang kebaikan dan keburukan pada umumnya. Itulah maksud dan tujuan pemberian pengajaran budi pekerti untuk membentuk karakter anak. sehingga apa yang sudah diberikan dalam keluarga oleh orangtuanya tidak terputus di jalan karena anak memasuki usia sekolah. dan sikap perilaku ibu dan bapaknya dalam kehidupan sehari-hari dirumah. dan orangtua terus mengikuti perkembangan karakter anaknya. orangtua cukup membiasakan mereka untuk bertingkah laku yang baik. yang dihubungkan dengan tingkatan-tingkatan perkembangan jiwa yang ada di dalam hidup anak. yang akan dijabarkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kongkrit. adalah proses penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. menginsyafi. Dengan begitu maka syarat pendidikan budi pekerti atau pendidikan karakter oleh Ki Hadjar Dewantara biasa disebut metode ngerti-ngroso-nglakoni (menyadari. baik yang berupa mata pelajaran maupun mata kegiatan yang akan dirancang dalam bentuk kurikulum khusus sesuai dengan mata pelajaran atau mata kegiatan yang akan dikembangkan di sekolah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Terhadap anak kecil. diberikan anjuran untuk melakukan berbagai perilaku yang baik dengan cara disengaja. melalui pembiasaanpembiasaan. dan melakukan) harus dilaksanakan. anak lebih peka terhadap apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. seyogyanya diberikan keterangan yang perlu-perlu saja. Sikap itu akan dirasakan. Pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam tulisan ini.

Kebudayaan Nasional Menurut Ki Hadjar Dewantara (1967: 93-98). dan karenanya baik yang bersifat lahir maupun batin selalu mengandung sifat-sifat keluhuran. jadi masih sangat sederhana dan hanya mengenai pokok keperluannya. etika dan estetika yang ada pada hidup manusia pada umumnya. Kebudayaan selalu mengandung sifat keluhuran dan kehalusan budi manusia yang berada dalam satu kesatuan dengan negara dan bangsa. Untuk membentuk karakter suatu bangsa. b. etika dan estetika dalam kehidupan manusia. itu berupa pemeliharaan terhadap anak. demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya. Landasan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Budaya Bangsa a. Sebagai laku-kodrat maka pendidikan itu masih bersifat laku atau kejadian (sebelum merupakan perbuatan berdasarkan kemauan). Kebudayaan nasional merupakan buah budi manusia yang mengandung sifat-sifat keluhuran dan kehalusan. pendidikan dalam hidup segala makhluk terdapat sebagai laku-kodrat (instinct). Pendidikan dan Kebudayaan Menurut Ki Hadjar Dewantara (1961: 342-347). Pendidikan yang berlaku sebagai instinct. dalam hidup manusia yang beradab bersifat usaha kebudayaan. Sebagai usaha-kebudayaan. kebudayaan adalah merupakan sifat utuhnya bangsa yang berkaitan dengan derajat kemanusiaannya. serta latihan tingkah laku yang kelak perlu untuk kehidupannya.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  2. kebudayaan yang bersifat nasional adalah mutlak diperlukan untuk membingkai dan membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam arti umum. maka pendidikan itu bermaksud memberi tuntunan didalam tumbuhnya badan dan jiwa anak-anak. agar kelak dalam garis kodrat pribadinya dan pengaruh lingkungan yang mengelilingi lahir 11 . kebudayaan berarti buah budi manusia. Tanah air Indonesia merupakan satu kesatuan. baik lahir maupun batin. baik geografis maupun historis dan kultural.

Sebagai buah perjuangan hidup manusia. yang berarti keluhuran dan kehalusan budi manusia. yaitu nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan. yang hidup di dalam hati rakyat yang berkebudayaan. Pendidikan adalah salah satu usaha untuk memberikan segala nilai-nilai kebatinan. Keluhuran dan kehalusan budi manusia adalah hasil dari proses pendidikan dan kebudayaan.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   dan batinnya menuju ke arah adab kemanusiaan. dalam hal mana keluhuran dan kehalusan hidup manusia selalu sebagai ukuran. kepada tiap keturunan baru (penyerahan kultur). Proses kebudayaan dan pendidikan hanya dapat terjadi didalam hubungan antar manusia dalam masyarakat. tidak hanya berupa pemeliharaan. mengandung arti kesanggupan dan kemampuan manusia serta keinsyafan akan keharusan manusia menuntut kecerdasan. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat. 12 . artinya keduanya menekankan pada hal yang sama. yang dilandasi oleh nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan. dan nilai-nilai moral. sehingga terciptalah manusia yang beradab dan berbudaya. Tiap-tiap kebudayaan menunjukkan rendah tingginya adab- kemanusiaan dalam hidupnya masing-masing bangsa yang memilikinya. yaitu dengan menanamkan nilainilai yang terkandung dalam kebudayaan. yakni alam dan jaman (kodrat dan masyarakat). Kebudayaan yang berarti buah budi manusia. maka kebudayaan itu selalu bersifat kebangsaan (nasional) dan mewujudkan kepribadian bangsa (kemerdekaan hidup kebangsaan). sehingga anak akan tumbuh dan berkembang secara seimbang antara intelek dan emosinya. Untuk itu lembaga pendidikan (sekolah) hendaknya melaksanakan. adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh yang kuat. jangan hanya mendidik dan mengajar inteleknya saja. Adab kemanusiaan. tetapi juga mendidik dan mengajar emosinya. tetapi juga dengan maksud memajukan serta mengembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan. keluhuran dan kehalusan budi pekerti bagi dirinya. adat-istiadat.

yaitu budaya yang hidup di dalam masyarakat kebangsaan Indonesia. 1) Bahwa kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pendidikan. 13 . dan pendidikan budi pekerti. dengan memisahkan proses pendidikan dari proses kebudayaan perlu diperbaiki. yaitu mendasarkan pendidikan nasional kepada kebudayaan nasional. Kekeliruan yang telah terjadi selama ini. Dengan demikian kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayan yang riil. Dalam hal ini Ki Hadjar Dewantara bukan berbicara mengenai kebudayaan Jawa. bahasa dan sastra. 2) Kebudayaan yang menjadi landasan pendidikan tersebut haruslah bersifat kebangsaan. tetapi kebudayaan nasional Indonesia. tetapi kebudayaan sebagai keseluruhan. artinya kebudayaan yang akan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Hal paling mendasar adalah perlunya kembali kepada paradigma semula mengenai pendidikan nasional kita. disini dikatakan bukan hanya pendidikan itu dialaskan kepada suatu aspek kebudayaan. Dalam Konggres Tamansiswa pertama tahun 1930. seperti pendidikan seni.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  c. Di samping memberikan pendidikan kebudayaan dalam arti terbatas. Rumusan ini sungguh menjangkau jauh kedepan. Kebudayaan dalam Pendidikan Menurut Ki Hadjar Dewantara (30 Tahun Tamansiswa). agar dapat bersama-sama dengan bangsa lain untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia. Ki Hadjar Dewantara telah menyodorkan konsep pendidikan sebagai berikut: pendidikan beralaskan garis hidup dari bangsanya (kultural nasional) yang ditujukan untuk keperluan perikehidupan yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya. bahkan kebudayaan merupakan alas atau dasar pendidikan. Apabila kebudayaan kebangsaan Indonesia itu belum terwujud. Dari rumusan tersebut dapat dilihat butir-butir yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara seperti berikur ini. maka ini adalah tugasnya pendidikan nasional untuk mewujudkan kebudayaan kebangsaan yang dimaksud. telah meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional yang berorientasi budaya.

kebersihan. akan mencerminkan kehalusan dan keluhuran budi manusia. disamping anak jadi pintar. kesetiaan. kehalusan. Keluhuran dan kehalusan budi. kemerdekaan. kejujuran. 14 . Sikap perilaku dan tutur kata yang nampak pada manusia. mereka perlu diajarkan tentang keTuhanan. serta sifat-sifat lainnya yang menyebabkan bedanya manusia dengan hewan. ketertiban. yang kesemuanya itu secara langsung akan membentuk watak dan budi pekerti anak. kesopanan. Pembelajaran adab dan kesusilaan merupakan kunci dalam membentuk budi pekerti anak. d. cinta-kasih. Secara filosofi guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar. dan lain-lain. kesucian. keadilan. sehingga para generasi muda Indonesia dapat lebih mencintai kebudayaan bangsanya sendiri. juga harus berpribadi. sebagai istilah perkataan adab dipakai dalam arti keluhuran budi manusia sedangkan susila dipakai dalam arti kehalusan budi manusia. seperti misalnya keinsyafan tentang kesucian. Adab dan Kesusilaan Adab sama artinya dengan susila. Oleh karena itu dalam membentuk sikap dan perilaku anak-anak.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Pendidikan nasional harus benar-benar dapat menyiapkan generasi muda yang berkarakter. kedamaian. keindahan. Sedangkan kesusilaan atau kehalusan itu menunjukkan sifat hidup lahirnya manusia yang serba halus dan indah (kebudayaan). halus dan indah yang dipakai untuk menunjukkan sifat manusia yang luhur budinya. makhluk yang memiliki kekuatan atau makhluk sempurna. inilah dua sifat yang nampak dalam hidup manusia sebagai makhluk yang terpilih. berkepribadian. dan lain sebagainya melalui sekolah. keluhuran. beradab dan berbudaya. dan hak-haknya sebagai manusia. Perkataanperkataan yang etis. kesetiaan. juga punya tugas untuk membentuk watak dan kepribadian anak. kedamaian. kewajiban. artinya guru disamping menyampaikan ilmu pengetahuan. sebagai makhluk yang berbudi. Adab atau keluhuran budi manusia itu menunjukkan sifat hidup batinnya manusia. cinta kasih. kemerdekaan. keTuhanan.

serta setia kepada perjuangan bangsa. dan untuk mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia menuju adab dan budaya serta persatuan dan kesatuan lebih tinggi. memutarkan lagu-lagu kebangsaan di sekolah saat belum masuk 15 . bahasa dan semangat kebangsaan untuk bergerak bulat guna berbakti untuk kepentingan bangsa dan negara. dengan tidak menolak unsur kebudayaan asing yang dapat memperkaya kebudayaan nasional Indonesia. menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan. Wawasan kebangsaan akan menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh sebagai tali pengikat dan sumber kekuatan bagi kelangsungan hidup bangsa. budaya. kegiatan bela negara. 2) Wawasan kejuangan Wawasan kejuangan adalah cara pandang bangsa yang pantang menyerah dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan tanah air. yaitu pantang menyerah dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.  3) Wawasan kebudayaan Wawasan kebudayaan adalah cara pandang bangsa dalam menghayati ketinggian kebudayaan nasional dengan tidak menolak unsur kebudayaan asing yang dapat memperkaya kebudayaan nasional dan mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia untuk menuju ke arah kemajuan adab. mendahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  e. Wawasan kejuangan dikembangkan untuk menanamkan nilai-nilai jiwa kejuangan yang tinggi. Nasionalisme Kebangsaan 1) Wawasan kebangsaan Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa dalam satu keutuhan rasa. seperti cinta tanah air. yang dilandasi oleh semangat kejuangan bangsa Indonesia 1945. Wawasan kebudayaan dikembangkan agar para siswa mampu menghayati keluhuran budaya bangsa Indonesia. dan persatuan bangsa. dan sebagainya. Unsur-unsur materi yang dapat menunjang penumbuhan jiwa nasionalisme kebangsaan antara lain seperti: peringatan hari-hari besar nasional.

Maka masa peka ini sangat penting untuk menjadi perhatian dalam keluarga. Mudah dimengerti bahwa budi pekerti tiap orang itu selain dipengaruhi dasar pembawaannya. Hancurnya keluarga menyebabkan hidup anak-anak menjadi terlantar. Hendaknya perlu diketahui. lebih-lebih di dalam waktu masa peka. Dalam “masa peka” ini anak belum memiliki bentuk jiwa yang pasti dan tetap. tetapi tidak mampu merubah dasar jiwa. Dalam masa itu anak mudah menerima kesan serta pengaruh dari luar jiwanya. dan Maria Montessori) menetapkan bahwa segala pengalaman kanak-kanak umur 3. bahwa yang masuk ke dalam jiwa anak sesudah umur 3. Masa peka adalah waktu yang sangat penting dalam hidup anak-anak. Hugo de Vries. ahli ilmu hayat. Maka kesan tersebut bersatu dengan segala dasar dan tabiat anak yang menjadi pembawaan diri.5 sampai 7 tahun akan menjadi dasar pembentukan jiwanya. Dengan demikian terjadi sejenis kekosongan (vacuum) moral di dalam perkembangan hidup anak. saat istirahat dan dalam momentum-momentum tertentu yang dapat membangkitan semangat nasionalisme pada diri anak. masih berjiwa “global” yang bertingkat sederhana. belum memiliki “budi pekerti” yang tertentu. Masa peka ini. boleh dinamakan masa “terbukanya jiwa” anak. f. Melemahnya ikatan keluarga. 16 . Keluarga Pengaruh hidup keluarga itu terus menerus dialami oleh anak-anak.5 sampai 7 tahun. yang akan terus mempengaruhi hidup dan tumbuhnya jiwa. Proses inilah yang menyebabkan para ahli ilmu jiwa. yang secara tradisional merupakan guru pertama dari setiap anak mulai kehilangan fungsinya.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   kelas. yaitu antara umur 3. dan ahli ilmu anak diantaranya (Karl Groos. sebagian besar dipengaruhi pula oleh segala pengalaman hidup dalam keluarga masing-masing sewaktu ia masih di dalam “masa peka”. sungguhpun menambah menjadi “isi” jiwa.5 sampai 7 tahun.

Tujuan Penanaman Nilai-Nilai Budaya dan Karakter Bangsa Dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkwalitas. d. Fungsi penanaman. 4. yaitu untuk: 17 . dan berperilaku baik. berpikiran baik. Fungsi pengembangan. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. maka tahapan pengembangan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah sebagai berikut. kejuangan dan kebudayaan. adalah tahap untuk menanamkan nilai-nilai dasar dalam rangka pembentukan sikap mental dan perilaku sesuai nilai-nilai karakter yang dikehendaki. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pendidikan karakter berfungsi (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. Fungsi pemantapan. Puskur. Untuk mencapai kualifikasi hasil didik yang diharapkan. 2011:3). 3. adalah tahap untuk memantapkan ketiga wawasan tersebut agar mampu menerapkannya secara langsung dalam sikap dan perilakunya seharihari. kejuangan dan kebudayaan. a.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Para orangtua harus mendorong tumbuhnya moralitas dasar tersebut dengan jalan mengajarkan kepada anak. b. Fungsi penumbuhan. kejujuran. baik secara langsung maupun tidak langsung agar supaya mereka dapat menghormati nilai-nilai seperti: saling percaya mempercayai. adalah tahap pengembangan untuk mengembangkan penghayatan terhadap wawasan kebangsaan. rasa solidaritas sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan lainnya. c. (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia (Kemendiknas. adalah tahap untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wawasan kebangsaan. tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa menjadi sangat penting. Balitbang.

Menyiapkan agar setelah lulus nanti anak memiliki kemampuan dan kecakapan. dan melestarikan adat dan budaya bangsa Indonesia demi kelangsungan hidup bangsa dan negara. cerdas spiritualnya. dan satu bahasa yang akan selalu tertanam dalam hati sanubari anak-anak Indonesia. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. baik untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk langsung terjun ke masyarakat. Sehingga lulusannya nanti diharapkan dapat memiliki wawasan kebangsaan. satu bangsa. wawasan kejuangan. sehingga diharapkan nanti menjadi anak-anak Indonesia yang cerdas inteleknya. yaitu wawasan kebangsaan. Membentuk manusia Indonesia yang berkualitas. dan daya pisik yang seimbang. d. bangsa dan negara. sehingga dikemudian hari diharapkan lulusan sekolah mampu menjadi warga masyarakat dan warga negara yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. berkarakter dan berbudaya. c. dan daya karsa (psikomotorik) yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   a. serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. daya rasa (afektif). Menyiapkan anak didik dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. 18 . Dengan harapan dikelak kemudian hari dapat menjadi kader-kader calon pemimpin bangsa yang berkualitas. daya pikir. dan wawasan kebudayaan. dan kreatif serta mandiri. sehingga diharapkan mereka mampu menangkap sinyal-sinyal yang diperlukan oleh masyarakat demi kesejahteraan hidup masyarakat. mempertahankan. Membentuk pola sikap. baik dari daya pikir (kognitif). yang dilandasi oleh tiga wawasan. serta dikokohkan dengan semboyan satu nusa. pola laku dan pola tindak pada siswa. wawasan kejuangan. dan mampu menjunjung tinggi peradaban dan budaya bangsanya sendiri. daya rasa. Menyiapkan agar siswa memiliki rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi. dan wawasan kebudayaan yang tinggi. e. b. serta mampu menjaga. cinta terhadap tanah air dan bangsanya. cerdas hati nuraninya.

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  f. kompetitif. serta kesehatan lahir dan batin. Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh. bergotong royong. B. berjiwa patriotik. berakhlak mulia. Kegiatan Belajar 2 Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai apa yang perlu dikembangkan agar siswa Anda menjadi anakanak yang berkarakter dan berbudaya? Bagaimana anak yang berkarakter dan berbudaya? Perhatikan ilustrasi gambar berikut! 19 . Menyiapkan agar anak memiliki kesiapan mental dan fisik untuk menghadapi tantangan jaman yang selalu berobah dan berkembang sesuai dengan kemajuan IPTEK. memiliki moralitas yang luhur. memiliki kecakapan dan profesionalisme yang memadai. Menyiapkan agar anak memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dalam menghadapi kemajuan ilmu dan teknologi di dunia global. memiliki kepekaan terhadap sosial budaya masyarakat bangsanya. 2011:3). bertoleransi. g. Menyiapkan agar kelak anak memiliki kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945. berkembang dinamis. Balitbang. bermoral. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila (Kemendiknas. h. Puskur.

Nilai-nilai dasar Nilai-nilai dasar adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. etika dan etiket. yaitu bahwa setiap sikap atau tindakan yang dilakukan hendaknya selalu dijiwai oleh nilai-nilai yang terdapat pada sila-sila dalam Pancasila dan UUD 1945. Bila nilai-nilai ini telah 20 . perlu kiranya kita sebagai guru mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Nilai-nilai kemasyarakatan Nilai-nilai kemasyarakatan adalah nilai-nilai yang terdapat dalam hidup dan kehidupan yang berupa nilai moral. b.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Siswa yang Berbudaya dan Berkarakter Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut di atas. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa a. 1.

PPKN. baik dalam kegiatan di kelas. pemutaran lagu-lagu kebangsaan pada saat istirahat atau pagi-pagi sebelum masuk kelas (disesuaikan dengan kondisi sekolah). Nilainilai ini dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mencakup kegiatan keagamaan. kesemangatan. Seperti kejujuran. dapat menghargai orang lain. kepedulian dengan lingkungan. disiplin. kerja keras. dan kepemimpinan dan lain-lain. mampu menghargai budaya bangsanya sendiri dan juga mampu menghargai budaya bangsa lain. yang memuat tentang kejujuran. 21 .  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  terinternalisasi dalam diri anak. c. d. kegiatan sosial. Dengan penanaman nilai-nilai kemasyarakatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak ditinjau dari aspek hidup dan kehidupan. Nilai-nilai ini dapat ditanamkan dalam bentuk kegiatan seperti upacara bendera. tanggung jawab. kemandirian. atau boleh disebut anak yang berkepribadian. dan sebagainya. baik dalam bentuk teori (penanaman nilai-nilai melalui mata pelajaran sejarah. maka akan terbentuklah karakter anak yang memiliki adab dan budaya serta susila. penghormatan kepada bendera merah putih. Nilai-nilai kenegaraan Nilai-nilai kenegaraan adalah nilai-nilai yang menyangkut kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya. peringatan harihari besar nasional. kreatif. kerja keras. toleransi. Nilai-nilai Kehidupan Nilai-nilai kehidupan adalah nilai-nilai yang berlaku dan tumbuh dalam kegiatan keseharian. kreatif. Dengan penanaman nilai kecintaan terhadap tanah air dalam berbagai bentuk kegiatan yang bernuansa kebangsaan dan nasionalisme diharapkan akan mampu menggugah rasa kebangsaan dan nasionalisme pada diri anak sehingga anak memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan bangsanya. geografi dan sosiologi) maupun praktek dalam kehidupan nyata. di sekolah dan di rumah atau masyarakat. toleransi. Nilai-nilai ini dapat dikembangkan melalui kegiatan yang bernuansa nasionalisme kebangsaan. pengajaran etika dan etiket. disiplin. pemasangan bendera merah putih di setiap ruang kelas.

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Dengan penanaman. a. Dapat mengembangkan etos kerja yang baik. inilah mungkin yang dimaksud dengan “Pendidikan Pembentukan Karakter dan Budaya Bangsa”. Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. adalah perilaku yang menunjukkan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya. d. Memiliki rasa tanggung jawab. Tumbuhnya rasa kejujuran. pemahaman. h. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. b. Tumbuh rasa cinta kasih sayang. p. Memiliki rasa menghargai diri sendiri dan orang lain. Memiliki tata karma dan sopan santun. Tumbuh rasa kebersamaan dan gotong royong. o. r. m. Mampu berpikir positif. 2. g. f. k. q. dan pengembangan nilai-nilai tersebut di atas. Harapan terhadap siswa melalui pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa ini sebagai berikut. maka akan terbentuklah anak yang berkarakter dan berbudaya. Mampu mengendalikan diri. Menghargai tatanan hidup bersama secara positif. Memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Religius. e. Taat kepada ajaran agama yang dianutnya. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa yang Dikembangkan Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan adalah sebagai berikut. b. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Memiliki rasa malu. j. adalah 22 . Memiliki toleransi sosial. konsisten terhadap ucapan dan tindakan sesuai dengan hati nurani. Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara baik dan benar. Jujur. l. Tumbuhnya disiplin pribadi. c. i. Memiliki rasa kesetiakawanan sosial. a. adalah sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. n.

f. sikap atau pendapat dirinya dengan orang lain. Cinta damai. didengar. h. Kreatif. adalah cara berpikir. k. Toleransi. l. adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan. Bersahabat/komunikatif. bersikap dan bertindak dengan menempatkan hak dan kewajiban yang sama antara dirinya dengan orang lain. baik perbedaan agama. Semangat kebangsaan. adalah cara berpikir.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  c. Disiplin. m. adalah sikap dan perilaku yang mendorong dirinya untuk secara ikhlas mengakui keberhasilan orang lain atau dirinya. adalah sikap perilaku. e. Kerja keras. Menghargai prestasi. perkataan atau perbuatan yang membuat orang lain merasa senang. tentram dan damai. dan dipelajari. olah rasa dan pola tindak yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan inovatif. g. bekerja atau bergaul bersama dengan orang lain. Cinta tanah air. adalah tindakan yang menunjukkan adanya kepatuhan. ketertiban terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku. adalah kemampuan olah pikir. adalah sikap dan perilaku dalam bertindak yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan suatu masalah atau tugas. n. Demokratis. i. d. suku. 23 . adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam menghadapi dan mengatasi berbagai hambatan belajar. adalah cara berpikir. Rasa ingin tahu. ras. j. tugas atau yang lainnya dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Mandiri. bertindak dan cara pandang yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok. adalah tindakan yang mencerminkan atau memperlihatkan rasa senang dalam berbicara. bersikap dan bertindak yang menunjukkan rasa kesetiaan yang tinggi terhadap bangsa dan negara. adalah sikap dan tindakan yang menunjukkan upaya untuk mengetahui lebih dalam tentang sesuatu hal yang dilihat.

rumah. 3. p. secara rinci dapat ditunjukkan dalam tabel berikut ini. Tanggung jawab. 2. r. adalah sikap dan perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. ngan segala ciptaannya yang ada di dunia. Bersyukur kepada Tuhan karena karena ia telah dilahirkan ke memiliki keluarga yang menyaReligius dunia. baik untuk kepentingan sendiri atau orang lain. Mengemukakan ketidak nyamadak nyamanan suasana belajar nan dirinya dalam belajar di di kelas. melestarikan dan memperbaiki lingkungan hidup. adalah sikap perlaku dan tindakan untuk menjaga. Deskripsi nilai budaya dan karakter bangsa tersebut. 1. dialami 3. Nilai 24 . q. Gemar membaca. Mengatakan dengan sesungguhberdasarkan sesuatu yang nya sesuatu yang telah terjadi/ diketahuinya. adalah sikap dan tindakan yang selalu memperhatikan kepentingan orang lain dalam hidup dan kehidupan. Mengagumi kebesaran Tuhan 2. Tidak meniru pekerjaan teman ketika ulangan/mengerjakan ketika mengerjakan tugas di tugas.5. yanginya. Tidak meniru jawaban teman 1. Mengenal dan mensyukuri diri 1. Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman. Mengemukakan pendapat tensesuai dengan yang diketatang sesuatu sesuai dengan yang huinya. 4. Menjawab pertanyaan guru 2. Mengagumi dan mensyukuri sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Merasakan kekuasaan Tuhan demaha pencipta alam seisinya. Peduli sosial. 2. dirinya dalam menerima penJujur dapat temannya. Tabel 1 Deskripsi Nilai Budaya dan Karakter Bangsa untuk SD Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1. Mengagumi kekuasaan Tuhan 3. adalah sikap atau kebiasaan meluangkan waktu untuk membaca buku-buku yang bermanfaat dalam hidupnya. Mau bercerita tentang kesulitan 3. diyakininya. Peduli lingkungan. 5. sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Mau menyatakan tentang keti. Menceritakan suatu kejadian 4.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   o. sekolah.

berbeda pendapat. 2. 3. Saling menjaga antar teman agar yang menjadi tanggung jawabsemua tugas-tugas kelas terlaknya. Mencari informasi dari sumber 2.3. Bersahabat dengan teman yang berbeda dari pendapat dirinya. 5. suku dan dalam agama. Mau bertegur sapa dengan 2. kan guru. Menaati peraturan sekolah dan 4. waktunya. 4. Menyatakan perasaannya dalam 3. Fokus pada tugas-tugas yang di kelas untuk belajar. Tidak mengganggu teman yang 1. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang ditugassungguh sesuatu yang dibaca. nakan ajaran agamanya. Menyelesaikan PR pada waktu. Mencari informasi dari sumberdi luar buku pelajaran. 2. Mematuhi aturan sekolah. Membuat berbagai kalimat baru bahan yang tersedia di kelas. 5. bentuk-bentuk baru tapi terkait dengan materi 25 . Duduk pada tempat yang sudah 3. 4. 6. Membuat suatu karya dari 1. Menjaga hak teman yang berlainan agama dalam beribaberbeda agama untuk melaksadah. 3. Berpakaian sopan dan rapi. 4. Membantu teman yang mengala. Menyelesaikan tugas tepat pada kelas tepat pada waktunya. 2. sana dengan baik. Berpakaian rapi. Mengerjakan semua tugas kelas 1. 2. Bertanya tentang sesuatu yang baru di kelas. Menerima pendapat teman yang 4. etnis dalam kegiatan di kelas maupun sekolah. Datang ke sekolah dan masuk 1. Mengerjakan tugas-tugas dari nya. Mengingatkan teman yang mekelas langgar peraturan dengan katakata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan 5. 1. 3. 1. sumber di luar sekolah. diamati dan didengar untuk kegiatan kelas. guru pada waktunya. Selalu mengajak teman menjaga ditetapkan ketertiban kelas. berkenaan dengan pelajaran tetapi di luar cakupan materi pelajaran. diberikan guru di kelas.3. 1. Mencatat dengan sungguh.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Nilai Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1. dan rapi. berbeda sebagai suatu yang alami dan insani. Menghargai pendapat yang teman yang berbeda pendapat. seni. Mematuhi aturan permainan 6. Melaksanakan tugas-tugas kelas 2. Membuat karya tulis tentang hal gambar. Bekerjasama dengan teman mi kesulitan walaupun berbeda yang berbeda agama. suku dan etnis. dari sebuah kata. Mengusulkan suatu kegiatan 2. 3. Menggunakan sebagian waktu 4. Mengerjakan tugas dengan teliti dengan sungguh-sungguh.5.

dan teknologi yang baru didengar. Membiasakan diri bermusyaberdasarkan suara terbanyak. 5. Mengemukakan pikiran tentang 3. Turut serta dalam panitya peringatan hari-hari besar nasional.2. Menerima arahan dari ketua 5. warah dengan teman-teman. sosial. tang teman yang jadi pemimDemopinnya. terjadi. Mencari sumber untuk menyeyang menjadi tanggung jawablesaikan tugas sekolah tanpa nya. ngat 3. Menyanyikan lagu Indonesia 3. Menerima kekalahan dalam lihan di kelas dan di sekolah. bantuan pustakawan sekolah. kratis 4. Melaksanakan kegiatan yang kelas. saan 4.4. Mengemukakan pendapat tenteman-teman sekelas. atau televisi. di luar yang dibahas di kelas. Memberi kesempatan kepada program ketua kelas. Mengakui persamaan hak dan 5. 2. sesuatu yang nyaman. ketika berbicara didepan kelas. Bertanya sesuatu yang terkait tiwa yang dibaca dari media dengan materi pelajaran tetapi cetak. 2.2. ekonomi. 2. politik. Bekerjasama dengan teman lain kewajiban antara dirinya dan yang berbeda suku. 4. 1. ketua kelompok belajar. ngatan hari-hari besar nasional. Bertanya kepada seseorang ten. pelajaran. budaya. 1. Turut serta dalam upacara peri. 3. 1. Memberikan suara dalam pemi. Bertanya kepada guru tentang 3. 5. Menggunakan bahasa Indonesia Semadengan baik dan benar. Mengerjakan PR sendiri. Bertanya tentang beberapa Tahu sesuatu yang didengar dari radio peristiwa alam. Mandiri 2. Ikut membantu melaksanakan 4. Bertanya kepada guru dan 1. Melakukan sendiri tugas kelas 1.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 komunikasi lisan dan tulis. Menyanyikan lagu-lagu perjukebangRaya dan lagu-lagu wajib. angan. 1. Melakukan tindakan-tindakan 4. Rasa Ingin 3. 2.4. 4. Menerima ketua kelas terpilih 1. di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. tidak mencontoh.1. dirancang oleh teman yang ketua OSIS dan lain-lain. teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. menjadi pemimpinnya. Bertanya atau membaca sumber teman tentang materi pelajaran. Mengagumi banyaknya keraga. Melakukan penghijauan atau untuk membuat kelas menjadi penyegaran halaman sekolah. Mengerjakan PR sendiri. Membaca atau mendiskusikan tang gejala alam yang sedang gejala alam yang baru terjadi. Bertanya tentang berbagai peris. Menerima berbagai ragam man bahasa di Indonesia upacara adat di Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia 2. etnis dan Nilai 26 . pemilihan dengan ikhlas.

Menghargai terhadap sesuatu 3. 5. 6. tinggi. untuk mengembangkan potensi dirinya di sekolah. berbagai suku di Indonesia. Menyenangi keragaman suku 3. Mengagumi posisi geografis grafis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia dalam perhuwilayah Indonesia. 6. Mengagumi sumbangan produk pertanian. Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya. pin yang telah mensejahterakan masyarakat dan bangsa. Menghargai kerja keras guru. Berlatih keras untuk berprestasi 2.1. dan TU. Menyadari bahwa setiap perjusuku bangsa dan etnis yang angan mempertahankan kemerberjuang bersama dalam dekaan dilakukan bersama oleh mempertahankan kemerdekaan. 3. 1. Berlatih keras untuk jadi pemedalam berbagai bidang kegiatan nang dalam berbagai kegiatan di sekolah. Menyenangi keragaman budaya 2. bahasa sebagai keungdimiliki Indonesia. bangsa lain di dunia. Menghargai upaya orangtua telah dicapai kepada orangtua. usaha/personalia. dan seni di Indonesia. 6. Mengerjakan tugas baru dengan 1. fauna Indonesia bagi dunia. Mengagumi keragaman hasil 4. Mengagumi laut serta perannya 6. 4. 5. sosial. bangsa dan bahasa daerah yang etnis. Mengagumi kekayaan budaya dan seni di Indonesia. flora. Rajin belajar agar berprestasi sebaik-baiknya.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Nilai Cinta tanah air Menghargai prestasi Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 teman sebangsa dari berbagai budaya berdasarkan persamaan suku. Menghargai hasil kerja pemim. Menghargai hasil temuan karya masyarakat di sekitarnya. 1. Mengagumi keunggulan geo. 2. flora dan pertanian. Menghargai tradisi dan hasil 6. Mengagumi peran laut dan hasil dalam kehidupan bangsa laut Indonesia bagi bangsaIndonesia. 5. bungan laut dan udara dengan Negara lain. perikanan. nesia bagi bangsa-bangsa lain. di sekolah dan di luar sekolah 3. 4. perikanan. Menceriterakan prestasi yang 4. yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah dan bagian tata guru. manusia dalam bidang Iptek.5. 27 . Mengagumi keragaman suku. etnis dan budaya. gulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. Membaca buku-buku mengenai 6. fauna Indonesia. Mengagumi kekayaan hutan 5. kepala sekolah. Mengagumi peran hutan IndoIndonesia. seni dan budaya. hak dan kewajiban.

Mengumpulkan uang dan 4. Membaca buku dan tulisan yang diwajibkan guru. sosial. Menggunakan kata-kata yang Cinta yang tidak mengundang amarah menyejukkan emosi teman damai teman. yang terkait dengan mata pelajaran. Tidak menggunakan kekuatan 1. Aktif dalam kegiatan sosial dan Bersaketika istirahat. 1. katif 4. 4. budaya. Nilai 28 . sosial 4. 2. sekolah. Bergaul dengan teman sekelas 2. Berbicara dengan guru. habat 3. Berbicara dengan guru. 1. 3. fauna dan tang alam. merusak. seni alam. Berbicara dengan kata-kata 2. Menghormati petugas-petugas kebersihan sekolah. Mencari bahan bacaan dari yang ada di perpustakaan perpustakaan daerah. Membaca buku yang ada di 4. Gemar sekolah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1. Mengunjungi rumah yatim. Meminjamkan alat kepada 3. /personalia. Membagi makanan dengan 1. teman. Membaca koran atau majalah 3. kepala sekolah dan pegawai/tata usaha sekolah dan pegawai lainnya. 3. Ikut menjaga keamanan barang di kelas. budaya di kelas. Membaca buku-buku cerita 2. Mendamaikan teman yang sefisik dalam berselisih dengan dang berselisih dengan teman. cerita pendek. sosial. Memberikan pendapat dalam di kelas. seni. Mengucapkan salam atau 4. kepala 4. kerja kelompok di kelas 2. Aktif dalam kegiatan organidan luar kelasnya. dan teknologi. Menyumbang darah untuk barang untuk korban bencana Palang Merah Indonesia. teman. Membantu teman yang sedang teman yang tidak membawa memerlukan bantuan. Bergaul dengan teman lain di 3. Membaca buku atau tulisan tenrumah tentang flora. 1. membaca 3. alam. Tidak mengambil barang teman. 3. Menjaga keselamatan teman di selamat ketika bertemu teman kelas dari perbuatan jahil yang untuk pertama kalinya. Berterimakasih kepada petugas 2. Membaca buku novel atau dinding. 2. Menbaca buku atau tulisan 1. 4. sasi sekolah. orang jompo. yang sedang marah. 2. Bekerjasama dalam kelompok 1. Peduli atau tidak punya. dan komunibudaya sekolah.

hati-hati untuk mencapai hasil yang optimal. 5. 3. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan rutin sehari-hari di sekolah. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. teliti. Kedua. Melihat kembali. artinya perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. untuk mencapai hasil yang optimal. guru. Mengerjakan tugas dengan teliti. Buang air besar dan air kecil pada tempatnya. 1. 1. Tidak memetik bunga di -an halaman sekolah. dan personalia sekolah dalam merencanakan. mengoreksi kembali. tempat buang air dan lain-lain. 2. 3. Membersihkan lingkungan sekolah. atau bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Mengerjakan tugas dengan sabar. 3. sabar. Membersihkan tempat mandi. meneliti kembali tugas dari guru yang sudah dikerjakan. meneliti kembali tugas-tugas guru dan tugas sekolah yang sudah dikerjakan. Membersihkan tempat sampah. 4. Membersihkan halaman Peduli sekolah. Peta Nilai dan Indikator Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Ada 2 (dua) jenis indikator. Ikut memelihara taman dan tanaman di halaman sekolah. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang siswa berkenaan dengan mata pelajaran yang diajarkan. yaitu pertama. lingkung 4. 6. Teliti Tekun Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa tersebut bersifat progresif. Memperindah kelas dan sekolah. Tidak menginjak rumput di taman sekolah. 6. 1. Menjaga kebersihan rumah. hati-hati. 1. indikator untuk mata pelajaran. melaksanakan dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Melihat kembali.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Indikator Untuk Kelas 1-3 1. indikator untuk sekolah dan kelas. Nilai Indikator Untuk Kelas 4-6 1. 5. Membuang sampah pada tempatnya. mengoreksi kembali. 2. Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku siswa di kelas atau sekolah yang dapat diamatai oleh guru ketika seorang siswa melakukan suatu 29 .

kemandirian. Teliti. jujur. adalah sikap sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Rasa ingin tahu. Pantang menyerah. dalam mengerjakan pekerjaan rumah. a. percaya diri. kerja keras. hasil tulisan. demokratis. ketelitian. tangguh. 30 . kesungguhan dalam mengerjakan tugas. Karakter pokok meliputi religius. kehati-hatian. Sebagai contoh indikator untuk karakter adalah sebagai berikut: 1) Keingintahuan memiliki indikator: bertanya kepada guru atau teman tentang materi pembelajaran. Kerja keras. kecermatan dalam mengerjakan tugas. keingintahuan. cerdas. dan lain-lain. d. dan aktif dalam mencari informasi. g. adalah suatu sikap kehati-hatian. seperti dalam menerima tugas dari guru. dengan segala tantangan. didengar dan dipelajari. c. kritis. adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang sesuatu hal yang sedang dilihat. b. dalam pembelajaran matematika yang dapat membentuk siswa memiliki nilai budaya dan karakter bangsa meliputi sebagai berikut.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   tindakan atau kegiatan. adalah suatu sikap kesabaran. berupaya untuk mencari masalah yang lebih menantang. Karakter utama untuk pelajaran Matematika meliputi berpikir logis. rintangan dan hambatan untuk mencapai kesuksesan dalam belajar. Nilai-nilai lain yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran matematika. e. antara lain sebagai berikut. Sementara itu. kecermatan. adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. peduli. berupaya mencari dari sumber belajar tentang dan konsep/masalah yang dipelajari/dijumpai. f. Tekun.

Yang ideal. pendidikan karakter sebenarnya sudah dilaksanakan oleh para guru. pada saat pembelajaran materi ajar maupun dalam keseharian siswa di sekolah. Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk menyusun instrumen/observasi nilai karakter yang diharapkan. Perhatikan ilustrasi gambar berikut! 31 . Tanpa kerja sama dari semua pihak. Kegiatan Belajar 3 Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD Sejak jaman dahulu. maka pendidikan karakter tidak akan berhasil dengan baik. Pada saat guru menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut yang relevan dengan nilai-nilai kehidupan. lingkungan sekolah. C. dan memiliki kemampuan akan dirinya. orangtua. memiliki keyakinan diri dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  2) Kemandirian memiliki indikator: melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya. pendidikan karakter diajarkan dan dibantukan secara sinergis melalui semua mata pelajaran. media dan masyarakat.

andal. tetapi tumbuh dari Bagaimanakah kesadaran masing-masing personil yang terlibat di dalamnya? pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan secara terpadu dalam proses pembelajaran di SD? Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentunya tidak terlepas dari proses pendidikan budaya dan karakter itu sendiri. dan dalam mata pelajaran. determinative. kritis. Untuk itu dalam kegiatan belajar 3 ini akan diuraikan tentang proses pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran. peduli. produktif. psikomotorik) dan fungsi totalitas sosiokultural dalam konteks interaksi dalam keluarga. satuan pendidikan. kooperatif. dinamis. Bagan 2: Ruang Lingkup Pendidikan Karakter 32 . saling menghargai. Ramah. dan beretos kerja Olah Rasa /Karsa Olah Raga Bersih dan sehat. Bagaimana kita bisa mewujudkan hal-hal tersebut tanpa dengan tekanan. kerja keras. toleran. kompetitif. mengutamakan kepentingan umum. afektif. inovatif. rela berkorpan. kosmopolit. berempati. disiplin. gigih. 1. jujur. bertang gung jawab. sportif. amanah. berpikir terbuka. Proses Pendidikan Karakter Proses pendidikan karakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. Totalitas psikologis dan sosiokultural dapat dikelompokkan sebagaimana yang digambarkan dalam bagan berikut: Ruang Lingkup Pendidikan Cerdas. dalam KTSP. danberjiwa patriotik. nasionalis. berdaya tahan. bersahabat. tangguh. ceria. berani mengambil resiko pantang menyerah. Olah Pikir Olah Hati Beriman dan bertakwa. berorientasi Ipteks.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Gambaran di atas sudah terwujud di banyak lingkungan sekolah kita. dan reflektif. gotong royong. suka menolong. ingin tahu. bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia. dan masyarakat.

dan psikomotorik) dan fungsi totalitas sosialkultural dalam konteks interaksi (dalam keluarga. serta masing-masing secara konseptual merupakan gugus nilai luhur yang di dalamnya terkandung sejumlah nilai sebagaimana dapat di lihat pada bagan di atas (Desain Induk Pendidikan Karakter. (2) olah pikir (intellectual development). dan masyrakat) dan berlangsung sepanjang hayat. 2011).  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Berdasarkan gambar tersebut di atas. afektif. 2010: 8-9. (3) olah raga dan kinestetik (physical & kinesthetic development). Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam: (1) olah hati (spiritual & emotional development). dan (4) olah rasa dan karsa (affective and creativity development). Sebagai contoh. Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi. perhatikan bagan berikut! Rumah Diolah Pikirnya Diolah Hatinya Anak Berbudaya dan Berkarakter Diolah Rasa dan Karsanya Sekolah Diolah Raganya Masyarakat Bagan 3 Pembentukan Anak yang Berbudaya dan 33 . pengategorian nilai didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. dalam Puskurbuk. satuan pendidikan.

Pengintegrasian dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kelas. yang akan membantu anak-anak berkembang dengan baik nilai-nilai moralnya sesuai dengan perkembangan usianya. di sekolah dan luar sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan lainnya. atau dalam pergaulan 34 . Segalanya seolah-olah diserahkan secara keseluruhan kepada gurunya. Bagaimana sekolah dapat menjadi bagian dalam pembentukan budaya dan karakter anak atau siswa tersebut? Sekolah menjadi pengganti keluarga di dalam memperkenalkan nilai-nilai moral yang tidak diperoleh lagi oleh anak dalam keluarganya. Di sinilah orang lupa bahwa anakanak di sekolah hanya lebih kurang 5 jam saja. tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi juga tanggung jawab rumah dalam hal ini orang tua dan masyarakat. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin. sangatlah keliru sekali apabila orang mengira bahwa sudah cukup jika anak itu disekolahkan. keluarga. sedang sebagian besar dari harinya dialami di luar sekolah. Namun demikian. Sekolah yang menjalankan pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas. 2. Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan. yaitu di dalam rumah. insidental dan kegiatan terproyek (direncanakan). Pelaksanaan program pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. sekolah perlu mewujudkan suatu masyarakat moral dalam kehidupan sekolah. dan tidak perlu lagi di dalam rumah atau keluarga diadakan syarat-syarat pendidikan. Oleh karena itu. untuk melanjutkan pendidikan karakter atau budi pekerti yang sudah dilaksanakan dalam keluarga maupun masyarakat.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Dalam menjadikan anak berbudaya dan berkarakter. Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan tersebut harus tercermin dengan jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. dengan anak-anak yang lain.

Pada prinsipnya. Berkelanjutan Prinsip ini mengandung makna. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar yang berkarakter dan berbudaya.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Sebagai contoh sekolah dapat memperkenalkan nilai-nilai moral kepada siswa lewat Visi. seperti berikut. Silabus dan RPP yang sudah ada. a. peserta didik belajar melalui proses berfikir. yang dimulai dari awal siswa masuk sekolah sampai selesai dari satuan pendidikan. bersikap dan berbuat. Dengan prinsip ini. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. dan ia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. guru dan sekolah dalam pembelajarannya perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter dan budaya bangsa ke dalam KTSP. Misi. Oleh karena itu. bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang. pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan. Tujuan. dan/atau dalam slogan-slogan maupun tata tertib/aturan yang diberlakukan sekolah. adalah guru mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima serta menginternalisasi nilai-nilai yang sudah ditanamkan menjadi milik pribadinya. 35 . tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran.

tetapi menggunakan materi pokok itu untuk mengembangkan nilainilai budaya dan karakter bangsa. dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. c. dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku (Kemendiknas. juga dirancang dan dan dilakukan untuk menjadikan siswa mengenal. Oleh karena itu. 2010: 34). Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan Prinsip ini mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar artinya nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang disampaikan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep atau teori. Pendidikan Karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD Pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. menyadari atau peduli. Pengembangan nilai-nilai tersebut dalam silabus ditempuh dengan cara sebagai berikut. 4. Guru hendaknya menerapkan prinsip “tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan siswa. Materi pelajaran digunakan sebagai bahan atau media dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   b. guru tidak perlu mengubah materi ajar yang sudah ada. 3. selain untuk menjadikan siswa menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan. 36 . Dengan demikian kegiatan pembelajaran. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinasi. Dijen Menpendasmen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Proses pendidikan dilakukan siswa secara aktif dan menyenangkan Prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh siswa sendiri. Pengintegrasian dalam Mata Pelajaran Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa diintegrasikan dalam setiap SK/KD. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP.

c. Dirjen Menpendasmen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. dan bahan ajar yang dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya memfasilitasi atau berwawasan pendidikan karakter. Berikut contoh silabus. Pengintegrasian ini dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. dengan menambahkan kegiatan pembelajaran yang bersifat memfasilitasi dikenalnya nilai-nilai. a. e.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  a. Kompetensi Dasar (KD). dan sumber belajar (Permendiknas nomor 22 tahun 2006). Berikut adalah deskripsi singkat cara integrasi yang dimaksud. kegiatan pembelajaran. Membuat tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan. materi pembelajaran. disadarinya pentingnya nilai-nilai. d. dan bahan ajar yang telah dibuat atau ada. dan diinternalisasinya nilai-nilai. Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran meliputi silabus. dan bahan ajar yang mengintregasikan pendidikan karakter ke dalamnya (Kemendiknas. Cara yang mudah untuk membuat perencanaan pembelajaran yang berwawasan pendidikan karakter adalah dengan mengadaptasi silabus. 1) Silabus Silabus memuat Standar Kompetensi (SK). Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam ke dalam silabus. penilaian. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. RPP. RPP. RPP. Mengembangkan proses pembelajaran siswa secara aktif agar siswa memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai-nilai tersebut dan tercermin dalam perilakunya. 2010: 45-61). alokasi waktu. b. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. indikator pencapaian. pelaksanaan. Komponen-komponen yang dirumuskan dalam silabus tersebut pada dasarnya ditujukan untuk memfasilitasi 37 . Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP.

Contoh: Siswa menentukan …… (sesuai dengan kompetensi yang diharapkan) dengan jujur. mengamati lingkungan dan lain-lain. dan lain-lain. tujuan pemb lah dikembangkan oleh sekolah. ag ar RPP memberi pet unjuk bagi guru dalam menciptakan karakter RPP tersebut perlu diadaptasi. RPP elajaran. alokasi waktu. • indikator pencapaian. melaksanakan wawancara dengan nara sumber. Adaptasi yang dimaksud yaitu penambahan dan/atau 38 . sehingga ada kegiatan pembelajaran yang mengembangkan karakter. dan/atau mengukur perkembangan karakter. materi pembelajaran. menanamkan nilai kejujuran. Contoh: diskusi. sumber belajar dan penilaian. Oleh karena itu. sehingga ada indikator yang terkait dengan pencapaian siswa dalam hal karakter. sehingga ada kegiatan pembelajaran yang mengembangkan karakter.Pendidikan Budaya dan   Bangsa   siswa menguasai SK/KD. KD. 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP disusun berdasarkan silabus yang te memuat SK. • teknik penilaian. komponen-komponen yang dikembangkan dalam RPP pada dasarnya dipilih untuk me nciptakan proses pembelajaran untuk mencapai SK dan KD. Seperti halnya dalam sila bus. sehingga ada tekni k penilaian yang dapat mengembangkan Contoh: menilai antar teman. metode pembelajaran. adalah berupa perubahan pada komponen RPP modifikasi pada: • kegiatan pembelajaran. Penambahan dan/atau modifikasi ketig a komponen tersebut harus memperhatikan kesesuaiannya dengan SK dan KD yang harus dicapai siswa dan harus bersifat lebih memperkuat pencapaian SK dan KD tetapi sekaligus mengembangkan karakter. langkah-langkah pembelajaran . indikator. Agar juga memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter. setidak-tidaknya dilakukan perubahan pada tiga komponen silabus yaitu berupa penambahan dan/atau modifikasi: • kegiatan pembelajaran.

sehingga ada indikator yang terkait dengan pencapaian siswa dalam hal karakter.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  • Indikator pencapaian. baik secara eksplisit atau implisit terbentuk atas enam komponen berikut: (1) tujuan. seperti kejujuran. grafik. model. Sebuah kegiatan pembelajaran. chart. (5) peran guru. bahan ajar perlu disesuaikan. rasa percaya diri. guru perlu menambah orientasi tujuan setiap atau sejumlah kegiatan belajar dengan pencapaian sikap atau nilai tertentu. dan sebagainya. Dengan demikian. gambar. Cara lainnya adalah dengan mengadaptasi atau mengubah kegiatan belajar pada buku ajar yang dipakai. benda sesungguhnya. (3) aktivitas. 3) Bahan Ajar Sejalan dengan apa yang telah dirancang dalam silabus dan RPP yang berwawasan pendidikan karakter. kerja keras. Penyesuaian yang paling mungkin dilaksanakan oleh guru adalah dengan cara menambah kegiatan belajar yang sekaligus dapat mengembangkan karakter. • Input Input yang dimaksud di sini. Secara umum. kegiatan belajar yang potensial dapat mengembangkan karakter siswa memenuhi prinsip-prinsip atau kriteria berikut. Input yang dapat memperkenalkan nilai-nilai adalah yang tidak hanya menyajikan 39 . saling menghargai. film. (4) pengaturan (setting). Oleh karenanya. • teknik penilaian. adalah bahan/rujukan sebagai titik tolak dilaksanakan aktifitas belajar oleh siswa. dan (6) peran siswa. Input dapat berupa teks lisan maupun tertulis. tetapi juga sikap. dan sebagainya. sehingga ada teknik penilaian yang dapat mengembangkan dan/ atau mengukur perkembangan karakter. diagram. perubahan/adaptasi kegiatan pembelajaran yang dimaksud menyangkut perubahan pada komponen-komponen tersebut. • Tujuan Tujuan kegiatan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. (2) input.

akan menjadikan siswa terbiasa kerja dengan cepat sehingga menghargai waktu dengan baik. dan pemberi umpan balik. saling menghargai. Pembelajaran yang memfasilitasi belajar mandiri dan berpusat pada siswa secara otomatis akan membantu siwa memperoleh banyak nilai. Sebagai 40 . dan lain-lain. Aktifitas belajar yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai adalah aktivitas-aktivitas yang antara lain mendorong terjadinya belajar mandiri dan berpusat pada siswa. sedangkan (2) kerja kelompok dapat menjadikan siswa memperoleh kemampuan bekerja sama. guru yang dengan efektif dan efisien mengembangkan karakter siswa adalah mereka yang ing ngarsa sung tuladha (di depan guru berperan sebagai teladan/memberi contoh). Sebagai contoh: (1) pengaturan waktu penyelesaian tugas yang pendek (sedikit). dan mengerjakan proyek. • Pengaturan (Setting) Pengaturan pembelajaran berkaitan dengan kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan. motivator. partisipan. • Aktivitas Aktivitas pembelajaran adalah apa yang dilakukan oleh siswa (bersama dan/atau tanpa guru) dengan input pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Masing-masing pengaturan berimplikasi terhadap nilai-nilai yang terdidik. Contohcontoh aktivitas belajar tersebut antara lain: diskusi. pengamatan/observasi. debat. eksperimen. ing madya mangun karsa (di tengah-tengah peserta didik. berapa lama. berpasangan atau dalam kelompok. • Peran Guru Peran guru yang memfasilitasi diinternalisasinya nilai-nilai siswa antara lain guru sebagai fasilitator. tut wuri handayani (di belakang guru memberi daya semangat dan dorongan bagi peserta didik).Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   materi/pengetahuan tetapi juga menguraikan nilai-nilai yang terkait dengan materi/pengetahuan tersebut. presentasi oleh siswa. mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara. apakah secara individu. Masingmasing pengaturan berimplikasi terhadap nilai-nilai yang terdidik. guru membangun prakarsa dan bekerjasama dengan mereka).

Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan pelaksanaan dari tahapan kegiatan pendahuluan. • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. inti. dan sebagainya. Pada pelaksanaan pembelajaran. siswa harus diberi peran aktif dalam pembelajaran. Pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses (2007: 6-8) disebutkan bahwa pada kegiatan pembelajaran berisi kegiatan pendahuluan. Kegiatan Inti: ‐ Eksplorasi ‐ Elaborasi ‐ Konfirmasi Pendahuluan Penutup 1) Kegiatan Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 41 . pelaksana proyek. b. dan menginternalisasi nilainilai karakter budaya bangsa. • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari (apersepsi). penyaji hasil-hasil diskusi dan eksperimen. guru sebagai fasilitator untuk menanamkan nilai rasa ingin tahu. tanggung jawab. dalam kegiatan pendahuluan guru: • menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. dipilih dan dan dilaksanakan agar siswa mempraktikkan nilai-nilai karakter yang ditargetkan. • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. menjadi peduli.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  contoh. Pada pelaksanaan pembelajaran tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram sebagai berikut. • Peran Siswa Agar siswa terfasilitasi dalam mengenal. antara lain: sebagai partisipan diskusi. dan penutup. siswa ditugaskan membaca buku. kegiatan inti dan kegiatan penutup. pelaku eksperimen. guru juga membaca buku.

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Sejumlah contoh yang dapat dilakukan guru untuk mengenalkan nilai. guru: melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang1 jadi guru dan belajar dari aneka sumber (mandiri. • Dengan merujuk pada silabus. • Guru datang tepat waktu (disiplin). menantang. • Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (santun.  1 42 . menyenangkan. • Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (religius. dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. kreatif. membangun kepedulian akan nilai. santun. peduli). kreativitas. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan bahan ajar. • Eksplorasi. • Berdoa sebelum membuka pelajaran (religius). dan membantu internalisasi nilai atau karakter pada tahap pendahuluan adalah sebagai berikut.  Alam takambang dapat diartikan belajar dari pengalaman atau belajar dari apa yang ada di sekitar kita. peduli). dan kemandirian sesuai dengan bakat. minat. • Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (disiplin. RPP. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. dalam kegiatan eksplorasi. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. berfikir logis. • Mengecek kehadiran siswa (disiplin). yang potensial dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter. inspiratif. dan peduli). Berikut ini contoh nilai yang ditanamkan dari proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD. elaborasi. dan konfirmasi. • Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (disiplin). • Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter. kerjasama).

peduli lingkungan). logis). saling menghargai. memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (percaya diri. serta produk yang dihasilkan (percaya diri. kerjasama). memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas. saling menghargai. dan bertindak tanpa rasa takut (kreatif. menyelesaikan masalah. kerja keras). kerjasama. mandiri). secara individual maupun kelompok (jujur. kritis). saling menghargai. dan sumber belajar lainnya (kerja sama. percaya diri. dan sumber belajar lain (kreatif. kreatif. kerja keras). kerja keras. kerjasama). mandiri. mandiri. memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (jujur. melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (rasa percaya diri. baik secara lisan maupun tertulis (kreatif. tanggung jawab). dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru. memfasilitasi siswa melakukan pameran.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. disiplin. saling menghargai. memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa (percaya diri. menghargai). • Elaborasi. memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. kerjasama). percaya diri. mandiri. studio. memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (kerjasama. saling menghargai. menganalisis. 43 . kritis. saling menghargai. kerjasama). diskusi. percaya diri. saling menghargai. turnamen. guru: membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (cinta ilmu. festival. santun). memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antara siswa dengan guru. mandiri. dalam kegiatan elaborasi. lingkungan. bertanggung jawab. atau lapangan (mandiri. dan memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium. memberi kesempatan untuk berpikir. media pembelajaran.

proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. Pendekatan pembelajaran yang berbasis kontekstual antara lain: (a) pembelajaran berbasis masalah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   • Konfirmasi. tulisan. o membantu menyelesaikan masalah (peduli). rasa. saling menghargai. o memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (kritis). apabila guru dapat memilih suatu pendekatan pembelajaran dimana peserta didik memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir). (d) pembelajaran pelayanan. guru: memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. tetapi pada tataran afektif (olah hati. isyarat. Salah satu pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan kontekstual. o memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (peduli. (c) pembelajaran berbasis proyek. yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter ini dapat terwujud. elaborasi. Pada pelaksanaan pembelajaran. maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa (percaya diri. kritis. santun. memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri) memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar antara lain dengan guru: o berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan. dan karsa). dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (peduli dan santun). o memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (cinta ilmu). kritis. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber (percaya diri. percaya diri). dan (e) pembelajaran berbasis kerja. Kelima pembelajaran tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan 44 . (b) pembelajaran kooperatif. dalam kegiatan konfirmasi. logis). dan konfirmasi. serta psikomotor (olah raga). logis).

rasa ingin tahu. umpan balik. yaitu sebagai berikut. 3) Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan. • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (saling menghargai. • melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (jujur. layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa (disiplin. harus menyangkut baik 45 . seperti: karakter cerdas. mengetahui kelebihan dan kekurangan). Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan lebih intensif selama tahap penutup. • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (rasa ingin tahu. program pengayaan. siswa difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut. tanggung jawab. mandiri. penilaian dan refleksi. • merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. santun. kritis dan logis). berprestasi. tanggung jawab). Untuk menanamkan kejujuran penilaian dapat dilakukan antar teman (peer assesment). Dalam kegiatan penutup guru: • bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran. percaya diri. • Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan. tanggung jawab. • Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan. berpikir terbuka. dan tindak. tetapi juga pada perkembangan karakter mereka. kerja keras).  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  karakter siswa. • Umpan balik yang terkait dengan produk maupun proses.

• Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab. Reward dan punishment yang dimaksud dapat berupa ungkapan verbal dan non verbal. layanan konseling. inovatif. kritis. Ketiga. dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilai-nilai karakter yang hendak ditanamkannya. • Berdoa pada akhir pelajaran. Beberapa hal lain yang perlu dilakukan oleh guru untuk mendorong dipraktikkannya nilai-nilai. program pengayaan. dan sebagainya. • Karya-karya siswa yang dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai karya orang lain dan rasa percaya diri. kartu ucapan selamat atau catatan peringatan. guru harus merupakan seorang model dalam karakter. rasa percaya diri dan sebagainya. kreatif. tetapi juga kepribadian. Kedua. Kebiasaan mengolok-olok terhadap siswa yang lain harus dijauhi. Guru memulainya dengan memberi penghargaan pada hal-hal yang telah baik dengan ungkapan verbal dan/atau non verbal dan baru kemudian menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ‘hati’. setiap kali guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa. harus dihindari olok-olok ketika ada siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. dan/atau sikap siswa. Selain itu. guru harus menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selam proses pembelajaran. sikap. Untuk itu. dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang ditunjukkan oleh siswa. dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual. tutur kata. empati.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   kompetensi maupun karakter. Pertama. Dari awal hingga akhir pelajaran. 46 . guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat. karya. pemberian reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang dikehendaki dan memberikan punishment kepada mereka yang tidak menunjukkan karakter yang dikehendaki.

Evaluasi Pencapaian Belajar/Penilaian hasil belajar. Penilaian dilakukan secara terus menerus. hal ini dapat dilakukan guru setiap saat. MT = Mulai Terlihat (apabila siswa sudah mulai memperlihatkan adanya tandatanda awal perilaku seperti yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). catatan anekdotal. tugas. atau dirasakan” kemudian guru mengamati dengan berbagai cara. b. dan sebagainya akan tumbuh subur. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu nilai. Dari hasil pengamatan. 47 . dipelajari. BT = Belum Terlihat (apabila siswa belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator). kritis. diamati. c. Mungkin saja siswa menyatakan perasaannya itu secara lisan atau tertulis. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. Teknik dan instrumen penilaian yang dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. setiap saat baik guru sedang berada dalam kelas atau di sekolah. seperti misalnya indikator untuk nilai jujur atau kejujuran. a. santun. percaya diri.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Dengan cara ini. dan kreatif. sikap-sikap saling menghargai dan menghormati. Dalam suatu semester guru merumuskan agar siswa “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat timbulnya perilaku siswa yang berkenaan dengan nilai yang sedang dikembangkan). Kesimpulan atau pertimbangan tersebut dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut. laporan dan sebagainya. Perlu diupayakan bahwa teknik penilaian yang diaplikasikan mengembangkan kepribadian siswa sekaligus. guru bisa mengamati dan menilainya. Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan. guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya yang sesuai dengan indikator nilai yang sedang dikembangkan. atau bahkan dengan bahasa tubuh. apakah yang dikatakan siswa itu jujur mewakili perasaan dirinya. Selain itu.

yang akan dijabarkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kongkrit. nasionalis. sehingga guru memperoleh profil siswa dalam satu semester tentang nilai yang terkait dengan kejujuran. Jadi apabila pada awal semester siswa masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir semester yang bersangkutan sudah berada pada posisi MB maka untuk nilai di rapot digunakan status MB. Kemudian mereka akan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan pribadinya. Ringkasan Isi/Rangkuman Materi Pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam tulisan ini. Posisi nilai yang dimiliki siswa adalah posisi siswa di akhir semester. dan sebagainya sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dikembangkan. d. baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai warga negara yang religius. kerja keras. MK = Menjadi Kebiasaan (apabila siswa secara terus menerus telah memperlihatkan perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). Ini untuk membedakan penilaian antara nilai hasil belajar pengetahuan dengan nilai keterampilan. baik yang berupa mata pelajaran maupun mata kegiatan yang akan dirancang dalam bentuk kurikulum khusus sesuai dengan mata pelajaran atau mata kegiatan yang akan dikembangkan di sekolah. D. bukan hasil tambah atau akumulasi dari berbagai kesempatan atau tindakan penilaian selama satu semester tersebut. Pernyataan kualitatif tersebut dapat digunakan ketika guru melakukan penilaian pada setiap kegiatan pembelajaran. 48 . kepedulian.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   c. Pendidikan budaya dan karakter bangsa juga dimaknai sebagai usaha untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa melalui pendidikan. MB = Mulai Berkembang (apabila siswa sudah memperlihatkan berbagai tandatanda perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai bagian dari jati dirinya. produktif dan kreatif. adalah proses penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia.

sehingga para generasi muda Indonesia dapat lebih mencintai kebudayaan bangsanya sendiri. bermoral. Tujuan pendidikan karakter pada intinya membentuk bangsa yang tangguh. adalah: (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. berbudi pekerti luhur. dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi oleh wawasan kebangsaan. dan berperilaku baik. wawasan kejuangan. berakhlak mulia. bertoleran. baik lahir maupun batin. Kebudayaan adalah merupakan sifat utuhnya bangsa yang berkaitan dengan derajat kemanusiaannya. Guru berkewajiban untuk mengajar dan mendidik. menuntun gerak pikiran serta melatih kecakapan atau kepandaian anakanak. Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa ini. berpengetahuan dan cerdas. berpikiran baik. beradab dan berbudaya. Kebudayaan nasional merupakan buah budi manusia yang mengandung sifat-sifat keluhuran dan kehalusan. Kebudayaan selalu mengandung sifat keluhuran dan kehalusan budi manusia yang berada dalam satu kesatuan dengan negara dan bangsa. berjiwa 49 . Mengajar berarti memberi ilmu pengetahuan. agar kelak mereka menjadi manusia yang berpribadi. kompetitif. beradab serta susila.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Untuk membentuk karakter suatu bangsa. mempunyai jati diri bangsa yang kuat. demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan nasional harus benar-benar dapat menyiapkan generasi muda yang berkarakter. bermoral. kebudayaan yang bersifat nasional adalah mutlak diperlukan untuk membingkai dan membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa. dan wawasan kebudayaan. Dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kebangsaan ini diharapkan anak-anak didik kita akan memiliki wawasan kebangsaan dan rasa nasionalisme yang tinggi. berkepribadian. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. sehingga kelak menjadi anak yang pandai. bergotong royong. rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya. Sedangkan mendidik adalah menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam kehidupan anak-anak. etika dan estetika dalam kehidupan manusia. sehingga dapat (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

adalah: (1) nilai-nilai dasar. Pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. (6) cinta tanah air. bersikap dan berbuat. dan ia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. dan budaya sekolah. (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan). (3) nilai-nilai kenegaraan. (3) nilai-nilai tidak diajarkan tetapi dikembangkan. Prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan. (16) toleransi. (5) semangat kebangsaan. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. berkembang dinamis. (14) kerja keras. (7) menghargai prestasi. (10) gemar membaca. (2) nilai-nilai kemasyarakatan. kepribadian. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. Sementara itu. (15) disiplin. (13) tanggung jawab. dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan. (9) cinta damai. adalah guru mengusahakan agar siswa mengenal dan menerima serta menginternalisasi nilai-nilai yang sudah ditanamkan menjadi milik pribadinya. (4) rasa ingin tahu. muatan lokal. (11) peduli lingkungan. dan (18) mandiri. (12) peduli sosial. 50 . Pengintegrasian ini dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. (2) jujur. Dengan prinsip ini.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   patriotik. Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan. (3) demokratis. (4) nilai-nilai kehidupan. (17) kreatif. pelaksanaan. adalah: (1) religius. dan penginternalisasian nilai-nilai kedalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. siswa belajar melalui proses berfikir. (8) bersahabat/komunikatif. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP.

Bagaimana cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah? 10. yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika? 9. Apa yang dimaksud dengan pendidikan dan karakter? 2. Nilai-nilai apa yang perlu dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa? 5. Prinsip-prinsip apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan budaya dan karakter bangsa? 6. Indikator-indikator apa yang dikembangkan dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa disekolah? 8.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Teknik dan instrumen penilaian yang dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. Latihan/Tugas 1. Apa fungsi dan tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa dikembangkan di sekolah? 4. E. Umpan Balik Jawaban Soal Latihan/Tugas 1. Pendidikan adalah suatu proses untuk menumbuh kembangkan siswa dalam aspek kognitif (cipta). Apa yang dimaksud dengan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa? 3. perilaku dan tutur katanya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa apa. Bagaimana cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran? F. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. 51 . Bagaimana cara merencanakan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah? 7. afektif (rasa) dan psikomotorik (karsa) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. Sedangkan karakter adalah watak atau kepribadian seseorang yang tercermin dalam sikap.

4. nilai-nilai kemasyarakatan. dan bahan ajar yang dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajaran memfasilitasi atau berwawasan pendidikan karakter. di sekolah dan di masyarakat. 8. 5. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika adalah: teliti. Fungsi dan tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa dikembangkan di sekolah adalah untuk membentuk karakter atau kepribadian anak. nilai-nilai dasar. menumbuhkan. Cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah dengan teknik dan instrumen penilaian yang 52 . yaitu nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945. di rumah. kemudian kedua indikator untuk mata pelajaran. Pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah suatu proses penanaman nilainilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. nilai-nilai kenegaraan dan nilai-nilai kehidupan. kerja keras. (c) dan proses pendidikan dilakukan secara aktif dan menyenangkan. 9. 6. artinya bahwa pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ini merupakan sebuah proses panjang dan berkelanjutan. RPP. 3. Nilai-nilai yang perlu dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah nilai-nilai keagamaan. mengembangkan dan memantapkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa melalui proses pendidikan. Indikator-indikator yang dikembangkan dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah pertama indikator sekolah dan kelas. tekun. (b) nilai tidak diajarkan saja tapi juga dikembangkan. dengan cara menanamkan. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: (a) prinsip berkelanjutan. Caranya dengan membuat perencanaan pembelajaran yang berwawasan pendidikan karakter dengan mengadaptasikan silabus. Cara merencanakan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah dengan membuat silabus.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   2. 7. baik melalui kegiatan keseharian di rumah maupun di sekolah. RPP dengan bahan ajar yang telah diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang akan dikembangkan. dan pantang menyerah. rasa ingin tahu.

Bila Anda ragu terhadap kebenaran jawaban Anda atau ada hal-hal yang perlu diklarifikasi terkait jawaban tugas atau latihan tersebut. Bila kebenaran jawaban Anda belum mencapai 75% atau belum mencapai skor7. 4. tidak hanya untuk mengukur pencapaian akademik/kognitif saja. tetapi juga untuk mengukur perkembangan kepribadian 10. Disarankan Anda menyampaikan jawaban tugas atau latihan Anda secara tertulis atau lisan kepada peserta lain untuk dinilai seberapa jauh pencapaiannya. Cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran adalah dengan mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilainilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. Adakah hal-hal tentang konsep pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa sebelumnya tidak dipahami. 5. 1. Bila tingkat kebenaran jawaban Anda sudah mencapai minimal 75% atau mencapai skor minimal 75% × 10 = 7. disarankan Anda mempelajari kembali modul ini dengan cermat dan jawablah tugas atau latihan pada modul 1. 6. ada 10 pertanyaan pada tugas atau latihan. 1. Untuk soal nomor 1 sampai dengan 10. renungkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai refleksi. 3. berdiskusilah dengan peserta lain atau dengan nara sumber/instruktur Anda.5. 2. ababila jawaban benar masing-masing nomor mendapat skor 10. perhatikan hal-hal sebagai berikut. Skor maksimal jawaban pertanyaan nomor 1 sampai dengan 10 adalah 100. Ketentuan penyekoran jawaban tes. namun sekarang menjadi paham? Hal-hal manakah itu? 53 .5 berarti Anda sudah memahami tentang pengertian masalah dan proses pemecahan masalah. Dalam hal ini dapat merujuk pada kunci jawaban yang ada pada lampiran untuk mencocokkannya.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  dipilih siswa. dan dilaksanakan. Setelah Anda mempelajari modul ini dan mengerjakan tugas yang ada di akhir modul. Setelah Anda mengerjakan Latihan/Tugas pada modul 1.

Jakarta. The University Michigan Press. Ki Hadjar Dewantara. apa rencana Anda untuk melaksanakannya? Daftar Pustaka Frankena. 1967. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian I Pendidikan. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Pertama. 2010. Jakarta.A. H. Jakarta: CV Haji Masagung. Strategi reformasi pendidikan nasional. 2010. Ki Mohamad Said. Adakah kegiatan lain yang perlu dimusyawarahkan oleh guru mata pelajaran matematika dalam rangka mengelola pembelajaran matematika terkait dengan nilai budaya dan karakter bangsa untuk SD? Sebutkan! Tingkatkan! Bila belum. Masalah pendidikan nasional. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Adakah hal-hal tentang mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika di SD yang belum Anda pahami? Bagian mana? 4. Adakah hal-hal yang terkait dengan nilai budaya dan karakter bangsa untuk SD yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 6. 1961. 1999 . Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum.R. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. William K . Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian II Kebudayaan. 54 . Adakah hal-hal tentang konsep pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 3. Thingking About Morality. Ki Hadjar Dewantara.Pendidikan. Tilaar. Adakah hal-hal tentang kegiatan atau tahap-tahap mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 5. dan masyarakat madani Indonesia.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   2.1984. Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. kebudayaan.

I CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR .

.

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

II. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Kompetensi Guru: 1. 2. 3. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. (3.1) Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. (3.2) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang diampu. (3.3) 4. Memilih materi yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran (3.4) 5. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik. (3.5) 6. 7. 8. 9. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. (3.6) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. (4.1) Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. (4.2) Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan. (4.3) 10. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. (6.1) 11. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain. (7.1) 12. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. (8.1) 13. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. (8.2) 14. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.3) 15. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.4) 16. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.7)

55

Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD 

17. Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adatistiadat, daerah asal, dan gender. (11.1) 18. Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat. (11.2) 19. Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi. (12.1) 20. Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. (12.2) 21. Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. (12.3) 22. Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. (16.1) 23. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. (21.1) 24. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. (21.2) 25. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. (21.3) 26. Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. (22.1) 27. Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. (22.2)

Orangtua menjadi pendidik karakter yang pertama dan utama bagi anak. Maka nilainilai mana yang mau ditekankan di sekolah, perlu dikomunikasikan dengan keluarga. Tidak kalah pentingnya peran masyarakat juga menjadi pendidik karakter, karena masyarakatlah yang akan mendukung implementasi apa yang sudah diberikan dalam keluarga dan sekolah akan dipraktekkan di masyarakat. Peran media masa dan media elektronik juga sangat penting dalam membentuk karakter anak, melalui siaran media mereka akan menangkap berbagai informasi, baik yang mendukung atau justru yang melemahkan nilai-nilai yang sudah ditanamkan oleh keluarga maupun sekolah. Oleh karena itu, media masa maupun elektronik juga harus berperan aktif dalam membangun karakter anak, dengan menyajikan informasi yang positif dan mendidik sehingga dapat mendukung proses pendidikan karakter.

56

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

Pada modul ini akan diuraikan tentang implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran matematika. Berbicara tentang implementasi

pendidikan budaya dan karakter bangsa pada pembelajaran matematika, tentunya tidak terlepas dari bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter, yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik, dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. Untuk mengawali pembahasan, berikut akan dibahas tentang bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi atau menilai suatu pembelajaran matematika dengan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa disertai contoh-contohnya. Diharapkan, konsep tersebut dapat dipahami dan dapat digunakan guru SD dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. Pembahasan dalam modul ini dibagi dalam 3 kegiatan belajar (KB) yang dilanjutkan dengan tugas sebagai latihan. KB 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. KB 2: Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan

Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. KB 3: Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilainilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Cermati uraian pada masing-masing KB, kemudian selesaikan tugas atau latihan yang ada. Apabila Anda masih ragu terhadap jawaban yang Anda buat atau hal-hal lain yang ingin diklarifikasi, maka diskusikan dengan teman sejawat, atau peserta lain, atau nara sumber Anda. Setelah itu, lakukan refleksi terkait dengan pemahaman Anda tentang implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika.

57

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan RPP. Perhatikan bagan berikut! Perencanaan Proses Pembelajaran • Silabus • Prinsip-prinsip Penyusunan Silabus • RPP • Prinsip-prinsip Penyusunan RPP Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pelaksanaan Proses Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pembelajaran Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Inti Penutup Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi Konfirmasi Paradigma baru pembelajaran kita adalah beralihnya bentuk pengajaran ke pembelajaran. Paradigma baru ini. Silabus Telah diketahui bersama bahwa komponen-komponen yang ada dalam silabus meliputi: Standar Kompetensi (SK).Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD  A. Bagan di atas merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan suatu pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak pada siswa saat berlangsungnya pembelajaran. memberikan peran lebih banyak kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya. Bagaimana membuat perencanaan pembelajaran matematika SD yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter bangsa? 1. Dengan melihat bagan di atas. materi pokok. Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. kegiatan 58 . maka dalam merencanakan pembelajaran matematika hendaknya dimasukkan pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dengan memperhatikan tahapan yang ada. Kompetensi Dasar (KD).

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian hasil belajar, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dibuat dalam bentuk format sebagai berikut. SK KD Materi Pokok Kegiatan Bembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

Pada format silabus di atas, belum tercantum nilai-nilai karakter.

Untuk dapat

memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter, maka perlu ditambahkan nilai-nilai karakter dalam silabus tersebut. Ada tiga alternatif penempatan nilai-nilai karakter dalam silabus, yaitu sebagai berikut.

SK

KD

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Nilai Karakter

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Nilai Karakter

Dapat terintegrasi didalam kegiatan

Dapat ditempatkan setelah kegiatan

pembelajaran

pembelajaran

Dapat ditempatkan setelah Sumber Belajar

Berikut ini contoh silabus pembelajaran matematika yang mengimplikasikan nilainilai karakter.

59

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Jumlah Pertemuan
SK KD 6.4: Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Materi Pokok Tingkat simetri putar pada bangun datar sederhana: - persegi - persegi panjang, - segitiga sama sisi - segitiga sama kaki - belah ketupat - jajar genjang - trapesium - layanglayang Kegiatan Pembelajaran • Mendiskusikan cara menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi panjang, segi-tiga sama sisi, segitiga sa-ma kaki, layang-layang, trapesium, dan jajar genjang.

: Sekolah Dasar Negeri Percobaan : V/2 : Matematika : 1 x pertemuan
Indikator Menentukan tingkat simetri putar pada bangun datar sederhana: - persegi - persegi panjang, - segitiga sama sisi - segitiga sama kaki - belah ketupat - jajar genjang - trapesium - layanglayang Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Contoh Instrumen Diskusikan tingkat simetri putar pada bangun datar seperti contoh. Alokasi Waktu 2 x 35 menit Sumber Belajar Model bangun datar sederhana. Kertas: HVS, bertitik, berpetak Lembar Tugas/ Soal Buku pelajaran matematika Kelas V Nilai Karakter - Kerja sama - Rasa percaya diri - Peduli sesama - Tanggung jawab - Tekun - Teliti - Kerja keras - Toleransi - Demokrasi - Rasa ingin tahu - Kreatif - Rasa percaya diri - Tanggung jawab - Toleransi - Rasa ingin tahu - Komunikatif - Menghargai prestasi - Mandiri

60
6. Memaham i sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD

• Secara kelompok dan/atau individu siswa dapat menjelaskan cara menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi panjang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, layang-layang, trapesium, jajar genjang

Lisan

Daftar pertanyaan Lembar kegiatan

Tertulis

Jelaskan kepada temanm u tingkat simetri putar pada bangun persegi

• Secara individu siswa dapat menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi pan-jang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, layang-layang, trapesium, dan jajar genjang.

Tertulis

Lembar Tugas

Terlampir

- Rasa percaya diri - Tanggung jawab - Tekun - Teliti - Mandiri,dan - Jujur.

Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD

61

Indikator Dengan kemandirian dan kejujuran siswa dapat: a. kegiatan pembelajaran. Menentukan tingkat simetri putar bangun peresegi. inspiratif. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Agar dalam pelaksanaan pembelajaran kegiatan eksplorasi.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     2. menyenangkan. Menentukan tingkat simetri putar bangun persegi panjang c. tujuan pembelajaran. metode pembelajaran. Standar Kompetensi 6. Standar Kompetensi (SK). d. kreativitas. materi ajar. Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi Dasar 6. Menentukan tingkat simetri putar bangun belah ketupat. Dalam RPP memuat identitas mata pelajaran. e. Menentukan tingkat simetri putar bangun segitiga sama kaki. dan sumber belajar. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun 2. elaborasi. contoh RPP pembelajaran matematika yang mengimplikasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. penilaian hasil belajar. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. alokasi waktu. b. dan konfirmasi dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter ini dapat terwujud. 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Model Investigasi Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kelas/Semester Mata Pelajaran : V/2 : Matematika Jumlah Pertemuan : 1 x pertemuan 1. indikator pencapaian kompetensi. menantang. 62 . guru harus dapat memilih suatu pendekatan pembelajaran yang dapat dilakukan secara interaktif.4: Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Menentukan tingkat simetri putar bangun segitiga sama sisi. dan kemandirian siswa. Berikut ini.

layang-layang. segitiga sama kaki. segitiga sama sisi. trapesium. trapesium. kreativitas. ketekunan. segitiga sama kaki. layang-layang. kerjasama). layang-layang. b. Tujuan a. Menyebutkan bangun datar sederhana: persegi. Siswa secara berkelompok mendiskusikan cara menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. persegi panjang. Dengan diskusi kelompok siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. tanggung jawab. segitiga sama sisi. persegi panjang. trapesium. Kemampuan Prasyarat a. 4. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. dan jajar genjang. kerja keras). kemandirian. layang-layang. Siswa secara kelompok dan/atau individu dapat menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. kerja keras. tanggung jawab. Alokasi Waktu 2 jam pelajaran (@ 35 menit) 7. persegi panjang. tanggung jawab. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. segitiga sama sisi. persegi panjang. Menentukan tingkat simetri putar bangun trapesium. kerjasama). h. trapesium. Menentukan tingkat simetri putar bangun jajar genjang. c. segitiga sama sisi. b. ketelitian. Menyebutkan sifat dan unsur-unsur bangun datar sederhana: persegi. Menentukan tingkat simetri putar bangun layang-layang. Media/Alat dan Sumber Belajar 63 . segitiga sama kaki. toleransi. toleransi. 5. trapesium. segitiga sama kaki. persegi panjang. segitiga sama kaki.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    f. segitiga sama sisi. kemandirian. dan jajar genjang. layang-layang. kerja keras. kreativitas. g. ketelitian. 6. kemandirian. ketekunan. kejujuran.

layang-layang. Inti Pada kegiatan inti ini dikembangkan fase-fase atau langkah-langkah kegiatan investigasi yang relevan. persegi panjang. sifat dan unsur-unsur bangun datar) yang menjadi prasyarat mempelajari materi yang akan dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     a. Model bangun datar sederhana: persegi. Metode Pembelajaran 1) Ceramah 2) Diskusi 3) Tanya jawab 4) Penugasan 9. b. Model Pembelajaran/Metode Pembelajaran a. segitiga sama kaki. b. trapesium. segitiga sama sisi. Buku Matematika untuk kelas V 8. dan jajar genjang. tanggung jawab) 3) Motivasi: guru menyampaikan pentingnya mempelajari materi dan relevansinya (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). berpetak atau bertitik c. Kertas HVS. Lembar Tugas/soal d. Tahap Pertama: Pembelajar berhadapan dengan situasi yang problematik 1) Guru menyajikan situasi bermasalah berikut ini 64 . Model Pembelajaran Investigasi b. Langkah-langkah Pembelajaran a. Pendahuluan 1) Penyampaian tujuan: siswa memperhatikan penyampaian guru tentang tujuan yang ingin dicapai dan materi yang akan dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu) 2) Apersepsi: dengan tanya jawab guru mengingatkan kembali pada siswa tentang materi yang sudah dipelajari (menyebutkan bangun datar sesuai bentuknya.

yaitu memantau kegiatan siswa apakah siswa dapat menempatkan persegi ke dalam bingkainya. kreativitas. 3) Siswa diminta untuk menandai dengan huruf masing-masing pojok dari persegi tersebut (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. tanggung jawab). toleransi. kemandirian. Tahap Kedua: Pembelajar melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematis itu 9) Guru membimbing proses eksplorasi. (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. kreativitas. kemandi-rian. kemandirian. tanggung jawab). dan menandai dengan huruf posisi yang diharapkan (contoh 65 . tanggung jawab). tanggung jawab). 6) Tugas berikutnya adalah siswa diminta memasukkan bangun persegi ke dalam bingkainya. (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. menggambarkan dengan menjiplak gambar. 8) Siswa mengamati permasalahan yang disampaikan guru. kemandirian. Pertanyaannya: Ada berapa cara bangun persegi dapat menempati bingkainya? (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. kemandirian. 4) Siswa diminta menjiplak bangun persegi pada selembar kertas dan menandai hasil jiplakan tersebut dengan huruf di pojok luar gambar (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. 5) Maka akan diperoleh bingkai dan bangun persegi yang masing-masing pojok bangun sudah ditandai (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). tanggung jawab). 7) Setiap kelompok diminta menggambarkan dengan menjiplak gambar dan menandai dengan huruf posisi setiap kemungkinan bangun persegi menempati bingkainya.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    A A D (a) (b) B C B A B A C (d) D B C D (c) C D 2) Setiap kelompok diberikan satu buah bangun persegi yang terbuat dari kertas yang tebal (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). kreatifitas.

Tahap Ketiga: Pembelajar merumuskan tugas-tugas belajar atau “learning tasks” dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu proses penelitian. kerjasama).Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     nilai yang ditanamkan: ketelitian. toleransi. ketekunan. kerja sama). toleransi. rasa ingin tahu. toleransi). Ketiga. kemandirian. guru membagikan/menyediakan kepada setiap kelompok bangun datar sederhana: persegi. tanggung jawab. kerja keras. kreativitas. ketekunan. maka kemungkinan siswa dapat menempatkan persegi ke dalam bingkainya adalah sebagai berikut (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. teliti. trapesium. 12) Guru memacu diskusi kelompok. segitiga sama kaki. toleransi. rasa percaya diri. maka bangun persegi mempunyai simetri putar tingkat empat” (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. Kedua. kreatif. kerja keras. kerja keras. kerja keras. 10) Siswa menjelajahi permasalahan dan menemukan kunci permasalahan. ketekunan. Dari hasil yang diperoleh siswa dapat dikatakan bahwa: ”Bangun persegi dapat menempati bingkainya dengan empat cara. layang-layang. Pertama. ketelitian. Dengan mengerjakan sendiri tanpa diberitahu guru. Pada tahap ini siswa belajar sampai pada konsep simetri putar. ketelitian. dan kerjasama). guru meminta setiap kelompok untuk menyelidiki berapa banyak bangun datar tersebut apabila diputar menempati bingkainya. dan jajar genjang yang terbuat dari kertas tebal. siswa diminta menuliskan hasil penyelidikannya ke dalam lembar tugas yang telah disediakan (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. kemandirian. kemandirian. persegi panjang. tanggung jawab. A A D B C B A D C C A B B A C C B D B A B A C D B D D D A C D C 11) Dari hasil eksplorasi diharapkan siswa dapat menemukan bahwa ada empat cara suatu persegi menempati bingkainya dengan cara memutar. serta kertas HVS/berkotak/bertitik. segitiga sama sisi. tanggung jawab. tanggung jawab. kreatifitas. 66 . demokratis. kreativitas.

dan kerjasama) Tahap Keempat: Pembelajar melakukan kegiatan belajar individu dan kelompok 14) Guru memantau kegiatan belajar. rasa percaya diri. rasa ingin tahu. setiap kelompok akan membagi tugas yang diberikan guru kepada masing-masing anggotanya. Apabila dalam kelompok mengalami kebuntuan. Ketiga. 15) Masing-masing anggota melakukan penyelidikan tentang banyaknya cara bangun datar (yang menjadi tugasnya) menempati bingkainya. toleransi). tanggung jawab. Secara bersama-sama setiap kelompok menjawab atau mengisi lembar tugas yang dibagikan guru (contoh nilai yang 67 . Dalam kegiatan ini. dan kerjasama). apabila anggota kelompok mengalami kesulitan maka dapat dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anggota kelompoknya. Pertama. Kedua. Selanjutnya. toleransi. teliti. setiap anggota kelompok menuliskan hasil penyelidikannya masing-masing ke dalam kertas yang disediakan berkaitan dengan banyaknya cara bangun datar yang diselidiki menempati bingkainya dan tingkat simetri putarnya. teliti. kerja keras. yaitu berkeliling ke setiap kelompok untuk mengikuti jalannya diskusi (contoh nilai yang ditanamkan: demokratis. setiap anggota kelompok harus menuliskan hasil penyelidikannya masing-masing ke dalam kertas yang disediakan berkaitan dengan banyaknya cara bangun datar yang diselidiki menempati bingkainya dan tingkat simetri putarnya (lembar kerja dan lembar tugas terlampir) (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    13) Siswa masing-masing kelompok merumuskan apa yang harus dilakukan dan pembagian tugas dalam kelompok. demokratis. 16) Setiap kelompok mengecek dan mendiskusikan hasil penyelidikan yang telah dilakukan anggota kelompoknya. masingmasing anggota diberi tugas melakukan penyelidikan tentang banyaknya cara bangun datar (yang menjadi tugasnya) menempati bingkainya. toleransi. kerja keras. rasa ingin tahu. kemandirian. kreatif. demokratis. rasa percaya diri. kreatif. tanggung jawab. siswa dapat mengomunikasikan kepada guru sebagai fasilitator (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. rasa ingin tahu.

santun. tanggung jawab. kritis) 18) Siswa wakil kelompok akan mempresentasikan atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru ataupun kelompok lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. yaitu dengan meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya atau menanyakan secara bergiliran hasil kerja kelompok beserta alasan atas jawaban siswa (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. dan jujur) 20) Guru akan memberikan tugas-tugas lanjutan atau pemberian soal-soal untuk mempertegas materi yang dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. Penutup 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang tingkat simetri putar pada bangun datar (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. rasa percaya diri. tanggung jawab. rasa percaya diri. kerja keras. rasa percaya diri. toleransi. toleransi. kritis) 19) Siswa akan melakukan tindak lanjut. toleransi. demokratis. rasa ingin tahu. demokratis. rasa ingin tahu. Tahap Kelima: Pembelajar menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian kelompok itu 17) Guru mengecek kemajuan belajar kelompok dan mendorong tindakan. tanggung jawab. kritis. tanggung jawab. demokratis. dan kerjasama). kemandirian. dan kejujuran). toleransi. santun. tanggung jawab. teliti. kerja keras. kreatif. rasa percaya diri. dan logis) 68 . dan logis) 2) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai. rasa percaya diri. rasa percaya diri. rasa percaya diri. kritis. teliti. rasa ingin tahu. tanggung jawab. yaitu apabila belum memahami materi yang dipelajari maka akan menanyakannya langsung dalam diskusi kelas (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. teliti. kemandirian. c.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     ditanamkan: kemandirian. kritis. demokratis.

Untuk itu. guru harus sudah menyiapkan dulu hasil penskoran/nilai awal dari hasil pretes siswa dan kunci jawaban penilaian (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. b. Selain penilaian hasil belajar juga dilakukan penilaian proses belajar. Memberikan Penghargaan a. Guru dapat membandingkan hasil pretes dan postes yang diperoleh siswa baik secara individu maupun kelompok. Penilaian a. Intinya : pertanyaan yang ingin dijawab adalah “Apakah anak-anak belajar?”. teliti. lembar kerja. kerjasama dan tanggung jawab). 1) instrumen lembar kerja. Dengan berdasar kunci jawaban guru dapat melibatkannya dalam pelaksanaan penskoran ataupun mengajak siswa memberikan nilai/skor hasil penyelesaian soal siswa yang lain (contoh nilai yang ditanamkan: jujur. disiplin.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    3) Guru memberikan tugas-tugas lanjutan atau pemberian soal-soal pemahaman lebih lanjut untuk dikerjakan secara berkelompok (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. c. b. Penghargaan dari hasil yang diperoleh kelompok atas kemajuan hasil yang diperoleh pada tes kemampuan awal. kerjasama dan tanggung jawab). 11. lembar tugas/soal/materi bahasan untuk tiap kelompok. dan penyelesaian soal-soal yang diberikan guru. Sebagai contoh adalah sebagai berikut. toleransi. lembar tugas. Penilaian hasil diperoleh dari hasil penyelesaian lembar permasalahan. bukan “Apa yang sudah diketahui?”. Jadi siswa dinilai kemampuanya dengan berbagai cara. dan tanggung jawab). 10. 69 .

maka akan diperoleh bingkai dan bangun persegi yang masing-masing pojok bangun sudah ditandai. 4) untuk model bangun-bangun datar seperti tersebut pada no B. B. segitiga sama kaki. 1 s. Kesimpulan 70 . Jiplaklah bangun persegi tersebut pada selembar kertas dan tandai hasil jiplakan tersebut dengan huruf di pojok luar gambar. 1. 2. persegipanjang. Ambillah peraga model persegi yang terbuat dari kertas yang tebal.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Lembar Kerja Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar A. A A B B A B A B C D D C C C D D 3. Pertanyaannya: Ada berapa cara bangun persegi dapat menempati bingkainya? 4. Gambarkan dengan menjiplak gambar dan menandai dengan huruf posisi setiap kemungkinan bangun persegi menempati bingkainya.d.trapesium. layanglayang. segitiga sama sisi. Lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah kegiatan seperti kegiatan di atas (kegiatan A. 1 . C. Uraian Kerjakan dan diskusikan secara berkelompok. Ambillah seperangkat peraga model bangun datar yang sudah disediakan (persegi.dan jajar genjang). Latihan 1. A D B C 2. Masukkan bangun persegi kedalam bingkainya. kemudian tandailah dengan huruf masing-masing pojok dari persegi tersebut.

...... ........ ...... ....... NO Gambar Bangun Datar Nama bangun datar Banyaknya Cara Menempati Bingkainya Tingkat Simetri Putar 1 Persegi ............ 71 ........... ..... 5 ………... ………. . 2....... 4 ........ 6 Layang-layang .... Nama Anggota: 1.......... ...... ... 8 Jajar genjang ........Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kalian lakukan......................................... . 3 .................. .... ...... ...................... 7 Trapesium .. 3.. 2 Persegi Panjang Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Belah Ketupat ........................................................ 2) Instrumen Lembar Tugas/Soal untuk Pretes dan Postes yang dikerjakan secara individu.................... Kelompok: ................................................ 4....

......... ..... Salah satu contoh instrumen penilaian afektif dalam diskusi kelompok Perilaku No Nama/ kelom pok Nina Dodi Tanggung Jawab 5 3 Rasa ingin tahu 5 4 Kerjasama 4 2 Ketelitian 5 3 Kerja keras 4 3 Ketekunan 4 2 Toleransi 4 3 Kejujuran 4 3 Nilai 35 23 Keterangan Amat baik Kurang 1 2 Dst Keterangan: a.... .... ... Lembar Tugas Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kamu lakukan.... ............... .. .......... 72 . 13.................... 3=cukup.... .... Skor maksimum = 40 c.......................... Nilai dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut... NO 1 2 3 4 5 6 7 8 12. Penilaian proses dapat dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati aktifitas yang dilakukan siswa dalam kelompok.. ..... Tingkat Simetri Putar ........./............. ....... ....... 5=amat baik b.................................... 4=baik. Kolom perilaku diisi dengan angka (skor) yang sesuai dengan kriteria berikut: 1= sangat kurang......... ... Nama bangun datar Persegi Persegi Panjang Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Belah Ketupat Layang-layang Trapesium Jajar genjang Banyaknya Cara Menempati Bingkainya ..... 2=kurang......Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Nama/Nomor: ................. ..

4.80 berarti baik Nilai 41 . Siswa secara individu menyelesaikan lembar tugas atau soal yang telah disiapkan guru (lembar tugas terlampir/pada instrumen). Kegiatan Belajar 2 Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan karakter Bangsa. B. Bagan 3: Tahapan Pengembangan Pendidikan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa 73 . 3.60 berarti cukup Nilai 21 . kejuangan. Perhatikan bagan berikut! Penanaman: Menanamkan nilai-nilai dasar dalam pembentukan sikap mental dan perilaku sesuai nilainilai karakter yang dikehendaki Penumbuhan: Menumbuhkan kesadaran terhadap wawasan kebangsaan.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Nilai = jumlah skor × 100 40 d. dan kebudayaan. 2. Dengan menggunakan hasil skor yang diperoleh siswa. dan kebudayaan Pemantapan: Memantapkan ketiga wawasan agar mampu menerapkannya secara langsung dalam sikap dan perilakunya sehari-hari. Nilai 81 – 100 berarti amat baik Nilai 61 . Sehari sebelumnya guru dapat melakukan Tes awal/Pre-test.40 berarti kurang Nilai 0 . Pengembangan: Mengembangkan Penghayatan terhadap wawasan kebangsaan. Keterangan diisi dengan deskripsi nilai seperti berikut. kejuangan. guru dapat membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil.20 berarti sangat kurang Catatan: 1. Hasil skor yang diperoleh pada tes awal dapat digunakan guru sebagai dasar dalam pembagian kelompok belajar.

sehingga anak tidak takut. mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik bila dilakukan. Anak diberi penjelasan apa konsekwensinya bila ia melanggar. guru dapat membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini. Sejumlah contoh yang dapat ditanamkan untuk mengenalkan nilai. tahap penanaman ini bisa dilakukan pada saat guru melaksanakan kegiatan pendahuluan. Terkait dengan RPP. dan (2) melakukan apersepsi. b. (4) mengecek kehadiran siswa (disiplin). Guru dapat menanamkan kedisiplinan. dan membantu internalisasi nilai atau karakter pada tahap pembelajaran adalah sebagai berikut. tanggung jawab. Guru dapat menanamkan kemandirian. seperti: (1) memastikan siswa selalu datang tepat waktu. karena ketakutan akan mematikan kreatifitas anak. dan (5) mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (religius. dan peduli). bila ia salah dibetulkan dengan cara yang baik. Tahap penanaman Pada tahap ini merupakan tahap penguasaan dasar. (3) berdoa sebelum membuka pelajaran (religius). membangun kepedulian akan nilai. 74 . dan apa hadiahnya bila ia melakukan tindakan yang terpuji. 1. peduli). (2) mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (santun. olah pikir yang mantik dan teratur. bagaimana melaksanakan pembelajaran matematika SD yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter? Tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa untuk membentuk karakter atau watak seseorang dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui empat tahapan yaitu sebagai berikut. Guru dapat memberikan contoh pada siswa. atau rasa ingin tahu siswa seperti: (1) menyampaikan tujuan. a. dan (3) jangan berteriak-teriak.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Dengan melihat bagan di atas. seperti: (1) datang tepat waktu (disiplin). (2) duduk yang baik. c. Pada tahap ini anak dikenalkan dengan contoh-contoh kongkrit tentang nilai-nilai moral yang berupa etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari yang berlaku di sekolah. bila benar diberi pujian. Dalam implementasinya dipantau guru.

Jadwal pelaksanaan tes e. Guru menciptakan kondisi yang mampu memberikan kesempatan yang merata kepada masing-masing anggota kelompok untuk memberikan pendapat. Guru selalu mengupayakan adanya interaksi antar siswa yang berada dalam kelompok. Tidak dibenarkan guru membiarkan seorang siswa terlalu mendominasi jalannya diskusi. Prosedur pemberian nilai dan penghargaan individu dan kelompok g. misal format presentasi Hal-hal seperti tersebut di atas harus selalu mendapat tekanan guru. mempertahankan pendapat.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Hal yang Perlu Diperhatikan Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Kelompok a. Guru mempunyai kewajiban untuk mengendalikan jalannya kegiatan belajar dalam kelompok. Apa saja yang harus dikerjakan siswa dalam kelompok c. Jadwal presentasi untuk kelompok f. kelompoknya. c. Batas waktu untuk penyelesaian tugas d. b. Guru menjelaskan pada kelompok bahwa masing-masing anggota harus: 1) membiasakan diri mendengarkan dengan baik pendapat anggota lain 2) belajar menerima pendapat orang lain. e. Guru dapat mengatur tugas masing-masing anggota kelompok sebagai pemimpin kelompok. Tujuan pembelajaran b. perumus hasil diskusi. jika pendapat orang lain itu lebih baik dari pendapat dirinya 3) siswa yang pandai dapat membantu teman lain yang menjadi anggota kelompoknya untuk ikut menyumbangkan pikirannya sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. guru dapat membuat siswa memaksa diri ikut berperan dalam a. memberi 75 . ataupun memberikan jalan keluar jika diskusi mengalami kemacetan. Guru harus mengupayakan masing-masing anggota kelompok terlibat dalam kegiatan pembelajaran. menyampaikan ringkasan. Hal yang Perlu Disampaikan pada Siswa dengan cara memberikan giliran yang telah diatur sebelumnya. Format yang digunakan. atau sebagai penyampai hasil diskusi. d.

yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter. maka anak dibiasakan melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang telah diketahui dan diinternalisasikan dalam dirinya menjadi sikap atau kebiasaan hidupnya. Terkait dengan RPP. (2) menyampaikan penekanan tujuan apa yang ingin dicapai dalam setiap langkah kegiatan. dan lain-lain. dan sebagainya. seperti pada saat diskusi kelompok guru melatih: kemandirian dan tanggung jawab (menjalankan dan menyelesaikan tugas). main peran. tahap penumbuhan ini bisa dilakukan pada saat guru melaksanakan kegiatan Inti. mendengarkan pendapat teman). proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. tertib. disiplin. dan konfirmasi. Dengan materi tentang etika dan etiket yang membahas tentang nilainilai moral dalam kehidupan masyarakat. elaborasi. memperhatikan penjelasan guru. Tahap penumbuhan Pada tahap ini. dan 76 . Dengan demikian konsep diri anak akan terbentuk sesuai dengan potensi masingmasing. mengerjakan tugas dengan baik. Seperti misalnya. menolong teman yang membutuhkan. sopan dan lain-lain. siswa diminta memerankan sehingga mereka sekaligus dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam dirinya. Pada saat pelaksanaan pembelajaran. Sikap ini sebagai persiapan untuk menerima pelajaran dan pengetahuan berikutnya. kreatifitas (memiliki berbagai cara dalam menyelesaikan tugas). anak dikenalkan dengan aturan-aturan yang ada. santun. berkomunikasi dengan baik dengan teman. melalui kegiatan-kegiatan yang kongkrit. tidak hanya dari sisi kognitif tetapi juga afektif. toleransi. 2. menghargai orang lain (mau berbagi ilmu. sebagai contoh: (1) guru melakukan apersepsi agar siswa memiliki tanggung jawab dalam belajar. Anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu dalam bentuk diskusi. Konsep nilai-nilai moral yang sudah ditanamkan pada diri anak dikembangkan. simulasi. kerjasama. peduli. elaborasi.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     informasi dan selalu mengingatkan pada siswa tentang hal-hal positif yang harus dilakukan. Anak diberikan tanggung jawab untuk melakukan suatu kegiatan yang sesuai dengan tingkatan perkembangan umurnya. rool playing. Tahap eksplorasi. taat pada aturan.

dan sumber belajar lainnya (kerja sama. percaya diri. kerjasama). mandiri). disiplin. saling menghargai. kerjasama). (9) tumbuh kebanggaan dan rasa percaya diri telah menyelesaikan tugas (percaya diri. Pada tahap ini. percaya diri. Tahap kedua. mandiri. (6) membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. kerjasama). kritis). menganalisis. logis). (8) menghasilkan produk (percaya diri. peduli lingkungan). 77 . saling menghargai. secara individual maupun kelompok (jujur. mandiri. kreatif. sedangkan tahap ketiga pembelajar merumuskan tugas-tugas belajar atau “learning tasks” dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu proses penelitian. (2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. (3) berpikir. dan bertindak tanpa rasa takut (kreatif. (7) menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (percaya diri. kritis. dan sumber belajar lain (kreatif. kerja keras). saling menghargai. tergambarkan di setiap tahapan pada kegiatan inti yang tertuang dalam RPP seperti berikut. kerjasama). b. yaitu tampak pada saat siswa: (1) melalui tugas-tugas yang diberikan guru. Dalam pelaksanaan tahap-tahap tersebut berlangsung proses eksplorasi. menghargai). (2) memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis pada saat diskusi menyelesaikan tugas (kreatif. a. kreatif. dan (4) melakukan percobaan (mandiri. menyelesaikan masalah. (3) melakukan interaksi antar teman. kerjasama). (5) berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (jujur. siswa terbiasa membaca dan menulis (cinta ilmu. bertanggung jawab. dengan guru. saling menghargai. yaitu tampak pada saat siswa: (1) mencari informasi dalam menyelesaikan tugas (mandiri. pembelajar melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematis itu. kerja keras. (4) berkooperatif dan berkolaboratif dengan teman yang lain (kerjasama. saling menghargai. mandiri. kerjasama. pembelajar berhadapan dengan situasi yang problematis. media pembelajaran. Tahap Pertama.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    konfirmasi ini. berfikir logis. santun). (3) secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran (rasa percaya diri. saling menghargai. saling menghargai. berlangsung proses elaborasi. percaya diri. kerja keras). lingkungan. Tahap keempat: pembelajar melakukan kegiatan belajar individu dan kelompok. tanggung jawab). mandiri.

disiplin. Tahapan-tahapan pada kegiatan inti tersebut di atas. produktif. logis). Tahap pengembangan Pada tahap ini. tepat waktu. Pada tahap ini. Guru dapat mengembangkan langkahlangkah pembelajaran dengan pendekatan yang lain. cermat. percaya diri. ulet. inovatif. Anak diberikan tugas dan tanggung jawab yang mendukung kegiatan belajar sesuai dengan tingkatan kelasnya. yaitu tampak pada saat siswa: (1) mempresentasikan atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru ataupun kelompok lainnya (percaya diri. (3) memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (kritis). percaya diri). (4) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (cinta ilmu). terkait dengan internalisasi nilai-nilai karakter guru juga perlu mengembangkannya. berlangsung proses konfirmasi. Dalam hal ini pendekatan yang dibuat contoh dalam RPP adalah pendekatan kooperatif dengan investigasi. kerja keras. tergantung dari pendekatan yang di pilih guru.merupakan tahap penguasaan pelajaran dan pengetahuan dalam hubungannya dengan bidang studi sebagai persiapan menghadapi tahap berikutnya. kritis. anak 78 . bekerjasama dengan teman. santun. tekun. mandiri dan lain-lain. Pada keiatan inti ini guru dapat: (1) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan. (5) memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (peduli. (2) menanyakannya langsung dalam diskusi kelas apabila belum memahami materi yang dipelajari (memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri). (2) membantu menyelesaikan masalah (peduli). tangguh. gigih. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (peduli dan santun). rajin. saling menghargai. sportif. Tahap kelima: pembelajar menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian kelompok itu. Selain apa yang sudah dilakukan siswa. Konsep moral yang sudah terbentuk dalam diri anak dimantapkan.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     c. Anak didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. 3. dengan cara anak diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan bersama teman-temannya dan anggota masyarakat. Misalnya mengerjakan tugas sesuai dengan aturan.

percaya diri. Anak diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk melaksanakan suatu kegiatan yang sesuai dan mendukung tugas belajarnya. berbicara. sportif. tekun. disiplin. tangguh. dan/atau refleksi terhadap. guru bersama guru dan/atau sendiri: (1) membuat rangkuman/simpulan pelajaran. di sini akan terlihat bagaimana ia memenuhi tanggung jawabnya.tanggung jawab. saling menghargai. disiplin. dalam bersikap. ulet. percaya diri. gigih. ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani) serta pendekatan keteladanan. kritis. produktif. Dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ini. (3) guru memberikan tugas- tugas lanjutan atau pemberian soal-soal pemahaman lebih lanjut untuk dikerjakan secara berkelompok dan siswa melaksanakan tugas yang diberikan guru (mengerjakan tugas sesuai dengan aturan. mengetahui kelebihan dan kekurangan. rajin. tanggung jawab. konsisten. 4. dan ber-etiket seperti yang diharapkan oleh masyarakat. jujur. tepat waktu. kritis dan logis). Pada tahap ini. tahan uji. dan lain sebagainya. khususnya untuk persiapan mengikuti pendidikan selanjutnya ke tingkat yang lebih tinggi. dan umpan balik kegiatan yang sudah dilaksanakan (jujur. kerjasama. ulet. Seperti misalnya punya komitmen. pantang menyerah. mandiri). menghargai waktu. sebagai orang yang bermoral. kerja keras. kerja keras. bertindak. bekerjasama dengan teman. 79 . teliti. tekun. bisa dilakukan guru pada saat melaksanakan kegiatan penutup. tindakan yang dilakukan oleh guru. tahap pengembangan ini. merupakan tahap penguasaan dalam bidang studi agar dapat digunakan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. Nilai-nilai yang sudah menjadi miliknya akan menjadi modal dalam mengembangkan dirinya. Oleh karena itu guru hendaknya punya komitmen dan konsisten terhadap komitmen yang telah dibuatnya. dalam hal ini tentang tingkat simetri putar pada bangun datar (mandiri. Tahap pemantapan Pada tahap ini. santun. tahap pemantapan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Sistem Among (ing ngarso sung tulodo. (2) melakukan penilaian. ber-etika. inovatif. cermat. dan logis). percaya diri. bertingkah-laku.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Terkait dengan RPP. Jadi dalam hal ini guru akan menjadi inspirasi anak-anak dalam segala ucapan.

Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Tahap pemantapan ini. yaitu berupa soal-soal untuk mengungkap aspek kognitif. Penilaian Hasil belajar Penilaian hasil belajar ini dapat diukur lewat instrumen tes. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. Uraian di bawah ini hanya akan menitik beratkan terkait dengan RPP yang telah dibuat. Sebagai contoh. C. Kegiatan Belajar 3 Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Penilaian pembelajaran yang mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa ini dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. Dengan kata lain penilaian yang dilakukan tidak hanya menilai hasil belajar. 1. tetapi tidak kalah penting adalah proses belajarnya. dipelajari. program pengayaan. dapat dilakukan guru pada kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. diamati. 80 . dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual. Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan. adalah lembar tugas yang telah disiapkan dalam RPP. tetapi juga kepribadian. atau dirasakan”? Telah diuraikan sebelumnya bagaimana melakukan penilaian terkait dengan pembelajaran yang mengaitkan dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. layanan konseling. Bagaimanakah Teknik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran matematika yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa? Bagaimana Supaya siswa dapat “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat.

Soal yang harus dijawab/diisi siswa 8 nomor dan masing-masing nomor ada 2 isian yang harus dijawab. Kelompok/Nama: ... Jadi........... pengukurannya sebagai berikut... Misal................ salah 2 skor 14....5 atau dibulatkan 63 16 16 81 ...... dan seterusnya.... Banyaknya Cara Tingkat NO Nama bangun datar Menempati Simetri Putar Bingkainya 1 Persegi ......... Sebagai contoh..... . 4 Segitiga sama kaki ........... .. dapat dihitung dari keseluruhan skor yang diperoleh dibagi 16 dan dikalikan 100.. b............... ...... maka apabila siswa dapat menjawab semua soal dan isian dan jawabannya benar mendapat skor 16............ c............ ... 3 Segitiga sama sisi ......... 7 Trapesium ..... 2 Persegi Panjang .............. apabila Prakosa dapat menjawab dengan benar 10 isian............. keseluruhan soal yang harus dijawab sebanyak 16 isian.. maka nilai yang diperolehnya adalah: Nilai yang diperoleh = 10 1000 × 100 = = 62........ .. .... setiap jawaban yang benar diberi skor 1............................ …………………… …………………….. salah 1 dalam mengisi jawaban skor 15..... Untuk menghitung berapa nilai yang diperoleh anak.. Sebagai contoh..Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Dari hasil jawaban siswa pada lembar tugas guru dapat menilai keberhasilan siswa dari sisi kognitif.. 5 Belah Ketupat 6 Layang-layang .. ... 8 Jajar genjang ... a.. Cara menentukan nilai tersebut dapat ditunjukkan dengan rumus: Nilai Akhir yang diperoleh = skor yang diperoleh × 100 16 Lembar Tugas Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kalian lakukan...

(3) Nilai 41 . Nilai dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut. Perilaku No Nama/ kelompok Nina Dodi Tanggung Jawab 5 3 Rasa ingin tahu 5 4 Kerjasama 4 2 Ketelitian 5 3 Kerja keras 4 3 Ketekunan 4 2 Toleransi 4 3 Kejujuran 4 3 Nilai 35 23 Keterangan Amat baik Kurang 1 2 Dst Dalam contoh di atas menggunakan kriteria sebagai berikut: a. Kolom perilaku diisi dengan angka (skor) yang sesuai dengan kriteria berikut: 1= sangat kurang. 3 = cukup. 5 = amat baik. adalah instrumen penilaian afektif dalam diskusi kelompok yang telah disiapkan dalam RPP seperti berikut. Penilaian proses dapat dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati aktifitas yang dilakukan siswa dalam kelompok. 82 .60 berarti cukup. (4) Nilai 21 . (2) Nilai 61 . tugas.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     d. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu nilai terkait proses pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran ini juga tergantung bagaimana guru membuatnya. yaitu berupa pernyataan-pernyataan untuk mengungkap aspek afektif termasuk mengungkap karakter siswa yang ingin diukur. Keterangan diisi dengan deskripsi nilai seperti berikut: (1) Nilai 81 – 100 berarti amat baik. Dari hasil pengamatan. Guru dapat memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya yang sesuai dengan indikator nilai yang sedang dikembangkan. laporan dan sebagainya. Penilaian Proses Belajar Penilaian proses belajar ini dapat diukur lewat instrumen non tes.20 berarti sangat kurang. Penilaian tersebut tentunya tergantung dari soal-soal yang dibuat atau dikembangkan guru.40 berarti kurang. 2. b. Nilai = jumlah skor × 100 40 d. (5) Nilai 0 .80 berarti baik. 2 = kurang. Skor maksimum = 40 c. 4 = baik. Sebagai contoh.

kesopanan. Untuk dapat memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter. c. yaitu mulai terlihat (apabila siswa sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku seperti yang dinyatakan dala indikator tetapi belum konsisten). D. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. siswa/kelompok siswa dapat terlihat atau belum dalam hal: tanggung jawab. kerjasama. meliputi pembuatan silabus dan RPP. menghargai teman. b. d.80 berarti baik. Sebagai contoh. maka nilai karakter mencapai MK. yaitu belum terlihat (apabila siswa belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator).60 berarti cukup. Pengimplementasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran matematika dilakukan dalam 3 tahapan. e. nilai 61 . Ringkasan Implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa pada pembelajaran matematika.40 berarti kurang. maka nilai karakter mencapai BT. tidak terlepas dari bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter. maka nilai karakter mencapai MB. yaitu sudah berkembang (apabila siswa telah sering memperlihatkan perilaku sesuai dengan sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). yaitu sudah menjadi kebiasaan (apabila siswa secara terus menerus telah memperlihatkan perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). dan kejujuran (nilai-nilai karakter yang dikembangkan) apabila perolehan nilai siswa antara: a. nilai 41 . yaitu mulai berkembang (apabila siswa sudah memperlihatkan berbagai tanda-tanda perilaku SB. maka komponen-komponen yang ada 83 . nilai 21 . guru dapat sekaligus melihat sejauh mana individu/kelompok tersebut terkait dengan nilainilai karakter yang dikembangkannya. nilai 0 . mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. maka nilai karakter mencapai yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten).Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Selain untuk melihat nilai afektif dari siswa secara individu dan/atau kelompok. yaitu pertama tahap perencanaan. kedisiplinan. nilai 81 – 100 berarti amat baik.20 berarti sangat kurang. maka nilai karakter mencapai MT.

inti. Kedua Tahap pelaksanaan. dan teknik penilaian pembelajaran perlu ditambahkan nilai-nilai karakter. sedangkan pada kegiatan inti mengembangkan kegiatan eksplorasi. bagaimana cara saudara menanamkan nilainilai budaya dan karakter bangsa saat mengajar di kelas? Buatlah suatu rancangan pembelajaran matematika dengan mengambil SK. tahap pengembangan. KD. yaitu berupa soal-soal untuk mengungkap aspek kognitif. Keempat tahapan tersebut diaplikasikan ke dalam kegiatan pendahuluan. 4. elaborasi. Sementara itu. penilaian proses belajar yang dapat diukur lewat instrumen non tes. dan konfirmasi. tahap penumbuhan. terbagi dalam 3 tahap. dan tahap pemantapan. Ketiga tahap penilaian pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter bangsa ini dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. yaitu berupa pernyataan-pernyataan untuk mengungkap aspek afektif termasuk mengungkap karakter siswa yang ingin diukur. dan penutup. dan penutup dengan menyesuaikan tahapan yang ada. dan indikator di kelas yang Anda ampu dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya karakter bangsa. Pencapaian nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan. inti.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     dalam silabus yaitu: kegiatan pembelajaran. Ada dua penilaian yang digunakan. yaitu pertama penilaian hasil belajar yang dapat diukur lewat instrumen tes. yaitu pendahuluan. E. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. indikator pencapaian kompetensi. Latihan/Tugas 1. 3. 84 . Kedua. tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa untuk membentuk karakter atau watak seseorang dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui empat tahapan yaitu: tahap penanaman. 2. Bagaimana cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika? Bagaimana cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika? Saudara sebagai guru matematika.

skor maksimal adalah 50 dan nilai maksimal adalah 100. Cara yang dapat dilakukan guru matematika dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa saat mengajar di kelas adalah dengan menerapkan tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. nilainya 40 2. 3. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. 2. inti. Dengan demikian skor dan nilai untuk masing-masing soal sebagai berikut. Setelah Anda mengerjakan Latihan/Tugas pada modul 1.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    F. sedangkan soal no 4 bobotnya 20. dan indikator yang Anda pilih sesuai kelas yang Anda ampu. Pertanyaan nomor 2: Jika jawaban benar diskor 20. Untuk semua pertanyaan. dan juga pada perkembangan karakter siswa (lihat halaman 47-48). dan 3: jika jawaban benar masing-masing diskor 10 dan masing-masing nilainya 20. Pengintegrasian ini dilakukan pada saat guru mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran. perhatikan hal-hal sebagai berikut. dan penutup. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. Cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika  adalah tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. Pertanyaan nomor 1. pada contoh pembuatan RPP. Soal no 1. Umpan Balik Jawaban Soal Latihan/Tugas Modul 2 1. yaitu penanaman. ada empat pertanyaan pada latihan atau tugas. b. KD. kegiatan belajar 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. 85 . Untuk rancangan pembelajaran sesuai SK. yaitu dengan kebiasaan (habituation) tentang pentingnya nilai-nilai budaya dan karakter. dan 3 masing-masing bobot sama yaitu 10. 2. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. penumbuhan. 1. Ketentuan penyekoran jawaban tes/latihan. pengembangan. 4. a. 2. dan pemantapan diintegrasikan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti pada kegiatan pendahuluan. Gunakan langkah pada modul 2. Penilaian tersebut didasarkan pada indikator yang telah ditentukan dengan mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan.

Bila Anda ragu terhadap kebenaran jawaban Anda atau ada hal-hal yang perlu diklarifikasi terkait jawaban tugas atau latihan tersebut.5 atau mencapai nilai 75. (2) Fakta-fakta yang teramati. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Pertama. renungkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai refleksi. berarti Anda sudah memahami tentang pengertian masalah dan proses pemecahan masalah. Jakarta. Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dalam hal ini dapat dirujuk di alternatif jawaban yang ada pada lampiran untuk mencocokkannya. Disarankan Anda menyampaikan jawaban latihan atau tugas Anda secara tertulis atau lisan kepada peserta lain untuk dinilai seberapa jauh pencapaiannya. 6. Daftar Pustaka Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum. Setelah Anda mempelajari bagian ini dan mengerjakan tugas yang ada pada bagian akhir.5 atau nilai 75. mengapa? Adakah kesulitan bagi Anda untuk menyusun RPP matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa? Jika ya. Jakarta. berdiskusilah dengan peserta lain atau dengan nara sumber/instruktur Anda. Adakah kesulitan bagi Anda untuk mencari nilai-nilai karakter yang akan Anda gunakan dalam pembelajaran matematika? Jika ya. 5. Bila tingkat kebenaran jawaban Anda sudah mencapai minimal 75% atau mencapai skor minimal 75% × 10 = 7. mengapa? Adakah kesulitan bagi Anda dalam menyusun penilaian dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di kelas Anda? Coba refleksikan kondisi kelas yang ada terkait: (1) nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa yang Anda kembangkan. pada bagian apa? Adakah kesulitan bagi Anda dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di kelas Anda? Jika ya.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     3. dan (3) kondisi ideal yang Anda harapkan. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. disarankan Anda mempelajari kembali modul ini dengan cermat dan jawablah tugas atau latihan pada modul 2. 2010. 2010. 4. Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama. 86 . Bila kebenaran jawaban Anda belum mencapai 75% atau belum mencapai skor 7.

PENUTUP .

.

87 . Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini. Dalam proses pendidikan. dengan berlandaskan pada Pancasila. aspek perasaan (afektif). yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah penting dalam membangun moral dan kepribadian bangsa. keunggulan berpikir warganya.  PENUTUP A. Keberhasilan dalam membangun karakter anak didik. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi nilai-nilai etika dan moral di kalangan remaja. sinergi para pemimpinnya. Oleh karena itu untuk membentuk karakter bangsa membutuhkan pendidikan karakter. yaitu pendidikan budi pekerti. Oleh karena itu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah. dan lain sebagainya. maka Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. dalam membangun karakter dan peradaban bangsa lewat pendidikan harus berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. UUD 1945 dan kebudayaan kebangsaan Indonesia. secara otomatis akan membantu keberhasilan membangun karakter bangsa. dan aspek tindakan atau aksi (psikomotorik). Rangkuman Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Di Indonesia. Oleh karena itu kemajuan suatu bangsa juga akan tergantung bagaimana karakter orang-orangnya. kemampuan intelegensinya.

berakhlak mulia. berjiwa patriotik. yaitu membentuk bangsa yang tangguh. kemudian lakukan refleksi terhadap praktik yang Anda lakukan untuk melihat kekurangan dan kelebihannya! 88 . B. Pilih indikator yang dapat diajarkan dalam satu kali pertemuan dan buatlah rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sesuai karakteristik siswa di SD. kemudian buatlah indikator pencapaiannya. bergotong royong. pengembangan. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. penumbuhan. dan pemantapan.Penutup  Pendidikan budaya dan karakter bangsa memiliki fungsi penanaman. berpikiran baik. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. kompetitif. Untuk mengimplementasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa tersebut melalui pembelajaran matematika. 2. Selain fungsi. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. sehingga dapat meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. pendidikan budaya dan karakter bangsa memiliki tujuan. Praktikkan RPP yang anda buat dalam pembelajaran di kelas yang Anda ampu. Diskusikan dengan teman sejawat untuk mengevaluasi pembelajaran yang sudah Anda laksanakan. yaitu bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter. dan berperilaku baik. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. Fungsi tersebut diantaranya mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. Penilaian 1. Pilih salah satu KD pembelajaran Matematika di SD. bertoleran. bermoral. berkembang dinamis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful