1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Ilmu pengukuran listrik merupakan bagian integral dari ilmu fisika. Umummnya di dalam pengukuran dibutuhkan instrumen sebagai suatu cara fisis untuk menentukan suatu besaran (kuantitas) atau variabel. Instrumen tersebut membantu peningkatan ketrampilan manusia dan dalam banyak hal memungkinkan seseorang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang tidak diketahui. Tanpa bantuan instrumen tersebut, manusia tidak dapat menentukannya. Dengan demikian, sebuah instrumen dapat didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau besaran dari suatu kuantitas atau variabel ( Cooper, Wiliam David : 1999 ). Instrumen elektronik didasarkan pada prinsip-prinsip listrik atau elektronika dalam pemakaiannya sebagai alat ukur elektronik. Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), hambatan listrik (R), daya listrik (P), dan lain-lain. Alat ukur listrik ini ada yang berupa alat ukur analog dan ada juga yang berupa alat ukur digital. Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian, dibutuhkan beda potensial. Satu cara untuk menghasilkan beda potensial adalah dengan baterai. George Simon Ohm ( 1787-1854 ) menentukan dengan eksperimen bahwa arus pada kawat logam sebanding dengan beda potensial V yang diberikan ke ujung-ujungnya : I  V. ( Giancoli, Douglas C. : 2001 ). Setiap benda mempunyai tahanan, yaitu suatu kemampuan untuk menahan mengalirkan arus listrik di dalam benda itu. Arus listrik yang mengalir melalui kawat pijar di dalam lampu dan kawat-kawat penghantar listrik lainnya juga mengalami hambatan atau tahanan. Dengan adanya hambatan ini maka arus yang mengalir berkurang. Makin tinggi hambatan ini, makin kecil arus untuk suatu tegangan V. Maka hambatan berbanding terbalik dengan

1

2

arus yang mengalir. Ketika digabungkan hal ini dan kesebandingan di atas, maka,

di mana R adalah hambatan kawat atau suatu alat lainnya, V adalah beda potensial yang melintasi alat tesebut, dan I adalah arus yang mengalir padanya. Hubungan ini dapat di tulis V = IR dan dikenal sebagai hukum Ohm. ( Giancoli, Douglas C. : 2001 ). Alat yang digunakan untuk mengukur hambatan disebut Ohmmeter. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohmmeter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm. Ohmmeter yang beredar di pasaran umumnya tergabung pada multimeter (dengan voltmeter dan ammeter) yang digunakan untuk mengukur resistansi suatu komponen. Ada dua jenis multimeter yang beredar di psaran yaitu jenis analog dan digital. Jika pengukuran dilakukan dengan multimeter analog, hasil pengukuran dapat dilihat melalui pergerakan jarum meter di atas skala yang sesuai dengan selektor yang dipilih. Usahakan jarum positif dan jarum negatif pada multimeter analog jangan sampai terbalik saat pengukuran tegangan DC (Direct Current), disamping itu pemilihan selektor dan skala pun harus tepat karena dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut. Multimeter digital, meskipun lebih mahal tetapi relatif lebih aman saat probe terbalik atau saat selektor berada pada nilai terendah. Hasil pengukuran pun lebih mudah terlihat karena tampil pada display 7 segment seperti halnya kalkulator.

B. BATASAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, ternyata permasalahan yang ada masih kompleks. Oleh karena itu, ada

3

pembatasan masalah yang akan diuraikan dalam laporan ini, yaitu sebagai berikut : 1. Alat ukur Ohmmeter yang dibahas disini adalah salah satu bentuk aplikasi dari kumparan putar magnet permanen (PMMC) yang mana komponen tersebut terdiri dari kumparan, magnet, serta pegas spiral. 2. Alat ukur ohmmeter yang dibuat oleh penyusun adalah Ohmmeter analog dengan tipe rangkaian seri.

C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana desain dan perancangan dari alat ukur Ohmmeter analog tipe seri? 2. Bagaimana prinsip kerja alat ukur Ohmmeter dan output yang dihasilkan?

D. TUJUAN Penulisan laporan ini bertujuan untuk: 1. Mendesain dan merancang sebuah alat ukur elektronik untuk mengukur tahanan hambatan listrik suatu rangkaian dimana penunjukkan hasil ukur ditunjukkan secara analog. 2. Menjelaskan keseluruhan urutan prinsip kerja dari rangkaian ohmmeter dan output yang dihasilkan.

E. MANFAAT Penulisan laporan ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Penyusun, dapat mengetahui ohmmeter, baik desainnya, cara pembuatan, prinsip kerjanya, bagian–bagiannya maupun manfaatnya dalam

kehidupan sehari–hari. 2. Tenaga pendidik, memudahkan dalam pembelajaran mengenai fisika, salah satunya pada bahasan tentang alat ukur listrik, khususnya alat ukur hambatan listrik yaitu ohmmeter.

Manfaat secara umum adalah untuk menambah pengetahuan tentang pemanfaatan berbagai komponen elektronika dalam pembuatan alat ukur listrik. . Sebagai penarik minat dan perhatian peserta didik dalam materi fisika berkenaan dengan alat ukur. khususnya alat ukur hambatan listrik yaitu ohmmeter.4 3. 4.

ohmmeter juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi suatu komponen semikonduktor seperti dioda dan transisitor. b. yaitu: a. Usahakan jarum positif dan jarum negatif pada ohmmeter analog tidak terbalik saat pengukuran tegangan DC (Direct Current). Jenis yang lebih akurat dari ohmmeter memiliki sirkuit elektronik yang melewati arus konstan (I) melalui perlawanan. nilai resistansi (R). dan lain sirkuit yang mengukur tegangan (V) di perlawanan. Ohmmeter membentuk sirkuit sendiri. Desain asli dari ohmmeter menggunakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. Skala dari galvanometer ditandai pada ohm. Selain itu. 5 . Ohmmeter analog Ohmmeter analog adalah ohmmeter yang hasil pengukurannya ditunjukkan oleh penunjuk di skala yang tertera. ohmmeter banyak digunakan di toko dan di laboraturium untuk mengukur resistansi dari komponen dan untuk menentukan kesalahan pada suatu rangkaian. Walaupun punya batasan. Menurut persamaan yang berasal dari Hukum Ohm. karena itu mereka tidak dapat digunakan dalam sebuah sirkuit yang dirakit.5 BAB II LANDASAN TEORI A. Alat ukur Ohmmeter dikelompokkan menjadi 2. Ini menggunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik melalui hambatan. karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwa hambatan menurun. Pengertian Ohmmeter Ohmmeter adalah suatu alat listrik yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik. arus yang melalui galvanometer akan meningkat. Ohmmeter digital Ohmmeter digital adalah ohmmeter yang hasil pengukurannya ditunjukkan langsung pada angka ( display 7 segmen ). disamping itu pemilihan selektor dan skala pun harus tepat karena dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut.

dengan persyaratan kalibrasi diperhitungkan. Tanda skala diantara 0 dan ∞ dapat ditentukan dengan menghubungkan beberapa tahanan Rx yang berbeda. Jika Rx = 0. Meskipun ohmmeter tipe seri ini digunakan secara luas. yang nilainya sudah diketahui. dan arus didalam rangkaian menjadi nol. Jika Rx = ∞. Pada kondisi ini tahanan shunt R2 diatur sampai jarum penunjuk menunjukkan skala penuh ( arus Idp ) dan posisi ini ditandai dengan “ 0 “ ohm. R2 = tahanan pengatur nol. Ohmmeter Tipe Seri Ohmmeter tipe seri. sehingga jarum menunjukkan arus nol dan posisi ini ditandai dengan ∞ pada skala.1 Rangkaian ohmmeter tipe seri Di mana R1 = tahanan pembatas arus. terminal A dan B hubungan terbuka. E = Baterai dalam alat ukur Rm = tahanan dalam d‟Arsonval Rx = tahanan yang tidak diketahui. terminal A dan B dihubung singkat dan arus paling besar mengalir dalam rangkaian. terdiri dari sebuah gerakan d‟Arsonval yang dihubungkan seri dengan sebuah tahanan dan baterai ke sepasang terminal dan dihubungkan dengan tahanan yang tidak diketahui.6 B. Rangkaian Dasar Ohmmeter Rangkaian dasar ohmmeter dikelompokkan dalam dua jenis. R1 R2 E Gambar 2. Arus yang melalui alat ukur sebanding dengan tahanan yang tidak diketahui. yaitu : 1. tetapi memiliki Rx Rm .

Tahanan shunt R2 digunakan untuk mengatasi pengaruh perubahan baterai. tahanan antara terminal A dan B didefinisikan Rh sebagai tahanan pada posisi tahanan setengah skala. (Cooper. dan arus baterai yang dibutuhkan untuk memberikan defleksi setengah skala : Untuk menghasilkan defleksi skala penuh ( It ) : Arus shunt melalui tahanan R2 adalah : Tegangan shunt ( Esh ) sama dengan tahanan gerakan ( Em ). maka tahanan yang tidak diketahui harus sama dengan dengan tahanan dalam total ohmmeter. Jika Rh menyatakan arus ½ Idp. maka nilai R1 dan R2 dapat diketahui. Jika arus skala penuh Idp . diantaranya yang penting adalah : tegangan baterai yang berkurang secara perlahan-lahan karena waktu dan umur. yaitu : Tahanan total ke baterai adalah 2 Rh. tegangan baterai. Perencanaan Rx untuk defleksi setengah skala ohmmeter tipe seri Pada posisi ini. yang menyebabkan arus skala penuh berkurang dan alat ukur tidak membaca “ 0 “ pada saat terminal A dan B dihubung singkat. tahanan Rm. jadi : Esh = Em atau I2 R2 = Idp Rm . Wiliam David : 1999). dan nilai tahanan Rh yang diinginkan diketahui.7 beberapa kekurangan.

dan jika Rx = ∞ terminal A dan B hubungan terbuka. maka arus melalui gerak d‟Arsonval adalah nol.8 Subsitusikan persamaan ( 4 ) kedalam persamaan ( 5 ). maka arus hanya mengalir ke gerak d‟Arsonval. Pada gambar dibawah ini ditunjukkan rangkaian sebuah ohmmeter tipe shunt R1 Rm Gambar 2. Rx . diperoleh : 2. menghasilkan : Subsitusikan persamaan ( 6 ) kedalam persamaan ( 7 ). Analisis ohmmeter tipe shunt sama seperti ohmmeter tipe seri. Ohmmeter Tipe Shunt Ohmmeter tipe shunt sesuai untuk pengukuran tahanan-tahanan yang sangat rendah dan tidak lazim digunakan. diperoleh : Selesaikan persamaan ( 1 ) untuk harga R1.2 Rangkaian ohmmeter tipe shunt Di mana E = tegangan baterai / sumber R1 = tahanan pembatas arus Rm = tahanan dalam gerakan Jika tahanan Rx = 0 terminal A dan B dihubung singkat.

arus melalui alat ukur berkurang sebesar : [ ] { ( ) } ( ) ( ) Arus melalui alat ukur Im pada setiap harga Rx dibandingkan terhadap arus skala penuh Idp : ( ( ) ) Perdefinisi : Subsitusikan persamaan ( 13 ) kedalam persamaan ( 12 ). diperoleh : . maka arus skal penuh Idp : Idp R1 + Idp Rm = E atau Idp R1 = E .9 Jika Rx = ∞.Idp Rm Untuk setiap nilai Rx yang dihubungkan ke terminal.

dan ohmmeter bisa rusak. Kemudian nilai resistansinya akan ditampilkan. diperoleh : (Cooper. 2. dapat diperoleh dengan membagi persamaan (9) dengan persamaan ( 15 ). lepaskan semua suplay daya dari rangkaian atau komponen yang Gambar 2. berikuti caranya: 1. persamaan ( 11 ) Dimana Rh adalah tahanan luar yang mengakibatkan defleksi setengah skala.10 Jika persamaan ( 14 ) digunakan. Ketika menggunakan ohmmeter untuk mengukur resistansi suatu komponen pada suatu rangkaian yang beroperasi. Untuk menentukan nilai skala relatif pada nilai R1 yang diketahui pembacaan setengah skala.4. Pada pembacaan setengah skala ( Im = menjadi: ( ) 0. C. seperti ditunjukkan pada gambar 2.5 Idp ). alat ukur dapat dikalibrasi dengan menentukan S yang dinyatakan dalam Rx dan Rp.3 akan diukur. ohmmeter dipasangkan melintang dari komponen yang akan diukur. Wiliam David : 1999). maka komponen yang akan diukur harus “diasingkan” dari rangkaian tersebut dengan cara memutuskan minimal satu terminal . Seperti pada gambar 2.3. Mengukur Resistansi dengan Ohmmeter Untuk mengukur resistansi komponen atau rangkaian yang terisolasi. Jika hanya ingin mengukur resistansi dari satu komponen saja pada suatu rangkaian. maka pengukuran ini akan menjadi sia-sia. Bila langkah ini tidak dilakukan.

4 (b). Untuk yang analog. Pastikan bahwa skala range pembcaan ohmmeter dipilih secara tepat.11 komponen tersebut dari rangkaian. Karena ohmmeter menggunakan baterai internal untuk . Ketika anda telah selesai menggunakan ohmmeter. hubungkan kedua probe (penunjuk) dari ohmmeter melintasi komponen yang diukur. Seperti tampak pada gambar 2. matikan ohmmeter tersebut. 4. sehingga hasil pembacaannya akurat. 5. ohmmeter yang sama akan memperoleh pembacaan digit yang lebih akurat (detail) sehingga pembacaannya lebih presisi ketika dipilih skala range 2-kΩ. Misal. akurasi pembacaan yang terbaik diperoleh apabila jarum penunjuknya berada di tengah-tengah skala pembacaan. (a) Lepaskan sumber tegangan Atau arus dari rangkaian (b) asingkan dan ukur komponen Gambar 2. Namun ada beberapa ohmmeter dimana posisi penjepit merah dan hitamnya mempengaruhi pembacaan nilai resistansi. Penjepit hitam dan merah dari ohmmeter boleh ditukar-tukar posisinya untuk mengukur resistor tersebut. namun resistansi gabungan dari komponen komponen pada rangkaian itu. Bila cara ini tidak dilakukan. maka hasil pembacaan dari ohmmeter bukanlah menunjukkan resistansi dari komponen yang anda maksud. walaupun multimeter digital (DMM) dapat membaca niai resistor yang mempunyai nilai resistansi sebesar 1.2 kΩ pada skala range 2 MΩ.4 3.

Banyak ohmmeter digital yang modern bisa mengeluarkan bunyi untuk mengindikasikan bahwa suatu rangkaian terputus dari suatu titik ke titik yang lain.5 Selain untuk mengukur resistansi. Seperti tampak pada gambar 2. maka baterai multimeter anda akan “tersedot”. Umumnya ohmmeter berguna sebagai alat yang dapat mendeteksi suatu rangkaian dalam keadaan terhubung singkat (short circuit) atau terbuka (open circuit). Karena resistansi yang rendah inilah hubung singkat terjadi. Hubung singkat (short circuit) terjadi ketika konduktor yang lazimnya mempunyai resistansi yang sangat rendah terhubung dengan konduktor lain diantara dua titik pada suatu rangkaian. (a) hubung singkat (b) rangkaian terbuka Gambar 2. Ohmmeter akan menunjukkan nilai resistansi yang sangat rendah .5 (a). ohmmeter digital yang bisa mengeluarkan suara membantu penggunanya untuk mendeteksi suatu sambungan pada suatu rangkaian tanpa melihat langsung menggunakan mata. apabila kedua probe tidak sengaja bersentuhan. ohmmeter bisa juga digunakan untuk mengetes kekontinuan/sambungan suatu rangkaian (continuity test). arus akan melangkahi (bypass)rangkaian yang seharusnya dilewati karena arus ini akan memilih jalur yang terhubung singkat tadi.12 mendeteksi arus.

Dengan menambah rangkaian penyearah bisa digunakan juga . sehingga penunjuk lurus pada 0 .5 menggambarkan rangkaian yang mempunyai hubung singkat dan rangkaian terbuka.6 Kalibrasi pada ohmmater analog E. Voltmeter DC dan Ohmmeter. D.13 (secara teori sama dengan nol) ketika digunakan untuk mengukur rangkaian yang terhubung singkat ini. Rangkaian terbuka (open circuit) terjadi ketika suatu konduktor rusak diantara kedua titik yang diukur. Ohmmeter akan menunjukkan pembacaan nilai resistansi yang sangat besar sekali (secara teori tak hingga) ketika mengukur rangkaian yang terbuka. Kalibrasi pada Ohmmeter Kalibrasi perlu dilakukan agar nilai yang terbaca akurat. Alat ukur PMMC terdiri dari magnet tetap dan kumparan yang bila dialiri arus akan timbul gaya untuk menggerakkan pointer yang mengindikasikan level arus pada skala yang terkalibrasi. Alat Ukur PMMC (Permanent Magnet Moving Coil ) Disebut juga gerak d‟Arsonval. terutama di Ohmmeter Analog. Aplikasinya pada Amperemeter DC. Gambar 2. cara untuk melakukan kalibrasi adalah sebagai berikut: Hubung singkat kaki meter merah dan hitam dan putar pengatur nol ohm. Komponen-Komponen yang Digunakan 1. Gambar 2.

berdasarkan hukum Ohm: Resistor merupakan komponen elektronika berjenis pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik. Ohmmeter yang akan di desain menggunakan baterai 3 volt untuk menjalankan sebuah ohmmeter. Satuan nilai dari resistor adalah ohm. nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir. Sebuah baterai biasanya terdiri dari 3 komponen yaitu batang karbon sebagai anoda ( kutub posistif ). 2.14 sebagai Amperemeter AC dan Voltmeter AC. Hanya perlu tegangan DC sehingga tidak perlu menggunakan sebuah catu daya AC. Baterai Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Dengan adanya baterai ini maka pada saat di kalibrasikan penunjukkan skala penuh ke kanan. Fungsi dari baterai ini sebagai sumber tegangan dan menahan arus listrik. biasa disimbolkan Ω. seng sebagai katode ( kutub negatif ) dan pasta sebagai elektrolit ( penghantar ). untuk menghasilkan medan magnet yang homogen dalam celah udara antara kutub-kutub tersebut. Konstruksi PMMC terdiri dari magnet tetap berbentuk sepatu kuda dengan potongan besi lunak menempel padanya dan antara kedua kutub magnet tersebut ditempatkan silinder besi lunak. karena melawan arus. Daya baterai bekerja dengan baik untuk ohmmeters. Baterai digunakan dalam pembuatan alat ukur ohmmeter. Resistor Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya. . 3.

Resistor Tetap (Fixed) adalah Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap. Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu : a. Resistor variabel dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu 1) Trimpot yaitu resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan menggunakan obeng.15 Fungsi dari Resistor adalah sebagai pembagi arus. Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Trimpot : Gambar 2.9 Resistor jenis potensio .8 Resistor jenis trimpot Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Potensio : Gambar 2. sebagai penurun tegangan. dan lain-lain. 2) Potensiometer yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser. Secara fisik bentuk resistor tetap adalah sebagai berikut : Gambar 2. Resistor Variabel adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah.7 Resistor tetap b. sebagai pembagi tegangan dan sebagai penghambat aliran arus listrik.

Gambar 2. Saklar-saklar ini digunakan untuk menyambungkan satu jalur ke salah satu diantara beberapa jalur lain yang ada. Resistor non linier yaitu resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.16 c. . Bentuk resistor non linier misalnya PTC. LDR dan NTC. untuk memilih kisaran pengukuran.10 Resistor jenis potensio 4. Saklar putar digunakan dalam pembuatan desain ohmmeter ini. Saklar Putar Saklar putar merupakan jenis saklar yang dioperasikan dengan cara diputar.

Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan rangkaian Ohmmeter tipe seri sebagai berikut : 1. Bahan  Papan rangkaian ( PCB / Breadbroad)  Kabel penghubung  Resistor  Resistor variabel  Potensiometer  Penjepit buaya  Saklar puntir  Baterai B.17 BAB III METODOLOGI A. Satu cara untuk menghasilkan beda potensial adalah baterai. Alat  Multimeter  Solder ( sebagai pemanas pada penempelan tenol)  Tenol  Cutter  Gunting  Lem bakar 2. George Simon Ohm ( 1787-1854) menentukan dengan eksperimen bahwa arus pada kawat logam sebanding dengan beda potensial V yang diberikan keujungujungnya: IV (Giancoli. dibutuhkan beda potensial.1998: 67) 17 . Desain Ohmmeter Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian.

Bila tegangan baterai menurun. Diagram Blok Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri Gambar 3. Salah satu masalah utama dengan desain ini adalah ketergantungan pada tegangan baterai yang stabil untuk membaca resistensi akurat. Gambar rangkaian alat ukur Ohmmeter tipe seri yang dirancang sebagai berikut: RA RB R1 Rm Rc E B A Rx Gambar 3.2 Diagram blok rangkaian ohmmeter tipe seri .18 Desain ohmmeter ini menggunakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. PMMC tidak akan lagi membelokkan skala penuh ke kanan ketika di uji. skala ohmmeter akan kehilangan akurasi. Jika tegangan baterai menurun (karena semua baterai kimia dengan usia dan penggunaan).1 Desain Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri C.

Skala yang diinginkan 1000  ( Rh ) Arus total pada defleksi skala penuh 19 . Prinsip Kerja Ohmmeter Jika Rx = 0. terminal A dan B hubungan terbuka. Hasil Pemotretan Ohmmeter Gambar 4.1 Ohmmeter rakitan B. terminal A dan B dihubung singkat dan arus paling besar mengalir dalam rangkaian. dan arus didalam rangkaian menjadi nol. Pada kondisi ini tahanan shunt R2 diatur sampai jarum penunjuk menunjukkan skala penuh ( arus Idp ) dan posisi ini ditandai dengan “ 0 “ ohm.4 mA V =3V a. sehingga jarum menunjukkan arus nol dan posisi ini ditandai dengan ∞ pada skala.19 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Tanda skala diantara 0 dan ∞ dapat ditentukan dengan menghubungkan beberapa tahanan Rx yang berbeda. Perhitungan Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri Rm = 640  Idp = 0. yang nilainya sudah diketahui. C. Jika Rx = ∞.

20 Arus melalui tahanan pengatur nol ( R2 ) Tahanan paralel gerakan dan shunt (Rp ) Jadi nilai tahanan pembatasnya adalah b. Skala yang diinginkan 100  ( Rh ) Arus total pada defleksi skala penuh Arus melalui tahanan pengatur nol ( R2 ) Tahanan paralel gerakan dan shunt (Rp ) Jadi nilai tahanan pembatasnya adalah c. Skala yang diinginkan 10  ( Rh ) Arus total pada defleksi skala penuh Arus melalui tahanan pengatur nol ( R2 ) .

21 Tahanan paralel gerakan dan shunt (Rp ) Jadi nilai tahanan pembatasnya adalah D.2 Penunjukkan skala pada pengukuran resistor 330  Resistor yang diukur 1000  Gambar 4. Hasil Pengukuran dalam Beberapa Skala Ukur 1. Pada skala 1000   Resistor yang diukur 330  Gambar 4.3 Penunjukkan skala pada pengukuran resistor 100 0 .

6 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 10000  .5 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 5000   Resistor yang diukur 10000  Gambar 4.4 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 2000   Resistor yang diukur 5000  Gambar 4.22  Resistor yang diukur 2000  Gambar 4.

9 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 1000  .7 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 150   Resistor yang diukur 330  Gambar 4.8 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 330   Resistor yang diukur 1000  Gambar 4. Pada skala 100   Resistor yang diukur 150  Gambar 4.23 2.

Kemungkinan belum terlihatnya skala kecil ini karena tahanan dalam d‟arsonal ( Rm ) yang digunakan sangat besar yaitu 640 . karena perubahan skalanya sangat kecil. Dari hasil pengamatan di dapat bahwa ohmmeter yang dibuat sudah bisa digunakan untuk mengukur nilai hambatan. .67 . Pada pengujian ohmmeter dengan pengali 1000  dapat mengukur nilai hambatan dari 330  sampai 10.24 E. Tahanan dalam d‟arsonal yang digunakan adalah untuk pengukuran voltmeter.15 . Ohmmeter tipe seri yang dibuat menggunakan tiga pengali.47 . Tahanan R2 yaitu pengatur nolnya menggunakan resistor variabel jenis potensio dengan nilai hambatan maksimumnya 10 k. Tahanan R1 menggunakan resistor varibel jenis trimpot.000 . Pengali kedua atau tahanan pembatas arus R1 pada skala yang diinginkan (Rh) 100  adalah 91. Pembahasan Desain ohmmeter yang dibuat adalah ohmmeter tipe seri yang mengandung sebuah gerak d‟arsonal yang dihubungkan dengan sebuah tahanan dan baterai ke sepasang terminal untuk hubungan ke tahanan yang tidak diketahui ( Cooper. Tetapi untuk pengukuran nilai hambatan yang kecil belum bisa terlihat. Wiliam David : 1999 ). Pengali pertama atau tahanan pembatas arus R1 pada skala yang diinginkan (Rh) 1000  adalah 914. Pengali ketiga atau tahanan pembatas arus R1 untuk skala yang diinginkan ( Rh ) 10  adalah 9. Setelah ohmmeter selesai dibuat dilakukan pengujian terhadap ohmmeter ini. karena tahanan dalam d‟arsonal khusus untuk ohmmeter tidak tersedia di pasaran. Pada pengali 100  alat ini bisa untuk mengukur 150  sampai 1000 .

Dalam penentuan untuk mencari tahanan pembatas arus harus benar-benar teliti agar hasil yang diperoleh juga teliti. Dalam pengukuran dengan resistor yang nilai hambatannya kecil jarum masih menunjukkan pada angka nol ( „0‟ ) atau belum terlihat.25 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa desain alat ukur ohmmeter belum layak untuk digunakan dalam pengukuran. Sedangkan untuk resistor dengan nilai hambatan besar ohmmeter sudah bisa di ukur. Faktor yang mempengaruhi penunjukkan ini disebabkan oleh hambatan dalam d‟arsonalnya yang terlalu besar. karena di dalam pasarannya tidak ada skala untuk ohmmeter sendiri. Kami menggunakan skala voltmeter. B. Saran Dari kesimpulan maka kami menyarankan agar menggunakan hambatan dalam d‟arsonalnya yang kecil. 25 .

.shvoong.26 DAFTAR PUSTAKA Cooper.mediabali. Wiliam D. 1999. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Fisika Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga http://id. Jakarta: Erlangga Giancoli. Douglas.html .com/exact-sciences/physics/2144298-hambatan-listrik-dan pengukuran http://www.net/listrik_dinamis/voltmeter. 2001.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter. C.html http://www.sisilain.com/article/detail/45/multimeter http://www.alatuji.

27 LAPORAN DESAIN ALAT UKUR OHMMETER Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Desain Alat Ukur Dosen Pengampu: Didik Aryanto. 4. 3. 2.si Oleh : 1. M. Affan Fathor Ayu Mustikasari Dwiyana Novita 08330166 08330171 08330175 Okki Febriliani Isaura 08330191 Sri Yuliana 08330199 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM IKIP PGRI SEMARANG 2012 . 5.

Pengali pertama atau tahanan pembatas arus R1 pada skala yang diinginkan (Rh) 1000  adalah 914. Pengujiannya menggunakan resistor 150  . Laporan. Tahanan R1 menggunakan resistor varibel jenis trimpot. Dosen pengampu : Didik Aryanto. Laporan Desain Alat Ukur Ohmmeter. Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI SEMARANG. Setelah ohmmeter selesai dibuat dilakukan pengujian terhadap ohmmeter ini.000 . 2000 . 330 . 1000 . baterai dan saklar putar. M.15 . karena dalam pengoperasiannya lebih mudah dan dapat mengukur nilai hambatan yang besar. Pengali kedua atau tahanan pembatas arus R1 pada skala yang diinginkan (Rh) 100  adalah 91. Alat ukur. namun untuk pengukuran nilai hambatan yang kecil belum bisa terlihat. dkk. resistor variabel.28 ABSTRAK Affan Fathor. Hasil dari desain alat ini berupa ohmmeter analog yang mempunyai tiga pengali. 2012. ii . Ohmmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur hambatan. karena perubahan skalanya sangat kecil. Pengujian alat ini yaitu dibandingkan dengan alat yang sudah ada yaitu multimeter analog. Pengali ketiga atau tahanan pembatas arus R1 untuk skala yang diinginkan ( Rh ) 10  adalah 9. analog. Laporan ini bertujuan untuk mendesain dan merancang sebuah alat ukur elektronik untuk mengukur tahanan hambatan listrik suatu rangkaian dimana penunjukkan hasil ukur ditunjukkan secara analog dan menjelaskan keseluruhan urutan prinsip kerja dari rangkaian ohmmeter dan output yang dihasilkan. 5000  dan 10. Desain ohmmeter yang dibuat bertipe seri. Komponen yang digunakan adalah alat ukur PMMC.47 .si Kata Kunci : Ohmmeter. Hasil ini sudah sesuai dengan alat yang sudah ada untuk pengukuran bilai hambatan yang besar.67 . Tahanan R2 yaitu pengatur nolnya menggunakan resistor variabel jenis potensio.

.................................. E..................................................................... B........................................................................................ Pengertian Ohmmeter ........................................................ Batasan Masalah ..................................... Daftar Pustaka .............................. Kesimpulan............................ C................................ Hasil Pemotretan Ohmmeter . Rumusan Masalah ............................................................................................ A........................ Tujuan...................................................................... C.................... Bab II Landasan Teori .............................. A..... BabV Penutup ............................................................... C............ E................................ B................... Rangkaian Dasar Ohmmeter ..................................... C...........29 DAFTAR ISI Halaman Judul....................................................... Mengukur Resistansi Ohmmeter .......................................................................... Saran ................. A... i ii iii iv 1 1 2 3 3 3 5 5 6 10 13 13 17 17 17 18 19 19 19 19 21 24 25 25 25 26 iii ..................................................................................................................................... Manfaat ........ B................................ Diagram Blok Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri ....................................................................................................................................................................... Latar Belakang ................ Bab III Metodologi ................ B......................................................................... Bab I Pendahuluan .......................................................................................................................... Kalibrasi Ohmmeter ......................................................... Prinsip Kerja Ohmmeter.......................... A.............................................................................. Daftar Gambar ... A........ D.......................................... Pembahasan ....................... Desain Ohmmeter . Komponen-komponen Rangkaian Ohmmeter ..................................................... Daftar Isi....................................................................................................... D...................... B............... Perhitungan Ohmmeter Tipe Seri ..... E............................................................................................................................... Abstrak ............ Bab IV Hasil dan Pembahasan ................................. D....................................................... Hasil Pengukuran dalam Beberapa Skala Ukur ..................................................................................................................... Alat dan Bahan .........

... Gambar 3........2 Diagram Blok Rangkaian Ohmmeter .......................................................... Gambar 4...........10 Resistor Non Linier ................ Gambar 4. Gambar 4............................7 Resistor Tetap ....................... Gambar 2.................. Gambar 2.2 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 330  ....1 Ohmmeter Rakitan .........3 ................................... 6 8 10 11 12 13 15 15 15 16 18 18 19 21 21 22 22 22 23 23 23 iv .................................... Gambar 4...............................................9 Resistor Jenis Potensio .......................................................... Gambar 2...... Gambar 2................................ Gambar 2..... Gambar 4.........................................1 Desain Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri ...................9 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 1000  ....6 Kalibrasi Ohmmeter Analog .............................................................................5 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 5000  ............................ Gambar 2........................ Gambar 2....1 Rangkaian Ohmmeter Tipe Seri ................................................................................2 Rangkaian Ohmmeter Tipe Shunt ........... Gambar 3.........4 .................................6 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 10000  ..... Gambar 4. Gambar 4...8 Resistor Jenis Trimpot........30 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.......8 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 330  ................................................. Gambar 4.............................3 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 1000  .........................................7 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 150  ............ Gambar 4........4 Penunjukkan Skala pada pengukuran resistor 2000  ............................................................................................... Gambar 2.........................................................5 ........... Gambar 2..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful