P. 1
Hubungan Pancasila Dengan Agama

Hubungan Pancasila Dengan Agama

|Views: 227|Likes:

More info:

Published by: Hiskia Ulinuha Annisa on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

HUBUNGAN PANCASILA DENGAN AGAMA

BAB I PENDAHULUAN Sejarah perkembangan kehidupan kenegaraan Indonesia mengalami suatu perubahan dan perkembangan yang sangat besar terutama yang berkaitan dengan gerakan reformasi. Namun demikian setelah kurang lebih sembilan tahun bangsa Indonesia melakukan reformasi disegala bidang, fakta menunjukkan bahwa terjadinya carut marut dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Meskipun masa pacsa reformasi rakyat seakan-akan mengenyam kebebasan, namun dalam kenyataannya kebebasan itu bersifat semu. Karena dalam kenyataannya, kalangan elit politiklah yang mengenyam kebebasan. Fakta menunujukkan bahwa untuk berpatisipasi dalam kekuasaan politik baik eksekutif ataupun legislatif, nampaknya berkorelasi tinggi dengan biaya yang sangat tinggi sehingga kondisi seperti ini rakyat kecil sulit ikut berpartisipasi. Dewasa ini masyarakat Indonesia merasakan betapa sangat rapuhnya nasionalisme Indonesia. Banyak anak-anak bangsa Indonesia mengembangkan organisasai swadaya masyarakat, namun dalam kenyataannya loyalitasnya lebih kuat pada kekuatan internasional atau bahkan transnasional, sehingga dukungan internasional sangat dominan. Akibatnya persoalan-persoalan bangsa terutama yang menyangkut persatuan dan kesatuan tidak mendapat perhatian yang berujung pada rasa nasionalisme yang semakin pudar. Hal ini berdasarkan pada kenyataan di seluruh dunia bahwa kesadaran demokrasi serta implementasinya harus senantiasa dikembangkan dengan basis filsafat bangsa, identitas nasional, kenyataan dan pengalaman sejarah bangsa tersebut. Dengan makalah ini diharapkan intelektual mahasiswa memiliki dasar kepribadian sebagai warga negara yang demokratis, religius, perikemanusiaan dan beradab.

BAB II Hubungan Negara dengan Agama Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu sifat dasar negara, sehingga negara sebagai manifestasi kodrat manusia secara horizontal dalam hubungan dengan manusia lain untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu negara memiiliki sebab akibat langsung dengan manusia karena manusia adalah sebagai pendiri negara untuk mencapai tujuan manusia itu sendiri. Namun perlu disadari bahwa manusia sebagai warga hidup bersama,berkedudukan kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.sebagai makhluk pribadi ia dikaruniai kebebasan atas segala sesuatu kehendak kemanusiaannya.Sehingga hal inilah yang merupakan suatu kebebasan asasi yang merupakan karunia dari Tuhan yang Maha Esa.Sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa ia memiliki hak dan kewajiban untuk memenuhi harkat kemanusiaannya yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa.Manifestasi hubungan manusia

Oleh karena berikut ini perlu dibahas sebagai bahan komparasi dalam memahami hubungan negara dengan agama dalam Pancasila atau negara Kebangsaan yang Berketuhanan yang Maha Esa.sedangkan dalam negara manusia memilik hak-hak dan kewajiban secara horizontal dalam hubungannya dengan manusia lain. 1. Konsekuensinya setiap warga memiliki hak asasi untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.dengan Tuhannya adalah terwujud dalam agama. bahwa negara adalah berdasar atas Ketuhanan yan Maha Esa.Dalam kaitannya dengan pengertian negara yang melindungi seluruh agama di seluruh wilayah tumpah darah. . Hubungan Negara dengan Agama Menurut Pancasila Menurut Pancasila negara adalah berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa atas dasar Kemanusiaan adil dan Beradab. Bilamana dirinci makna hubungan negara dengan agama menurut negara Pancasila adalah sebagai berikut: (1) Negara adalah berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa (2) Bangsa Indonesia adalah sebagai bangsa yang Berketuhanan yang Maha Esa. sosial dan manusia adalah sebagai pribadi dan makhluk Tuhan yang Maha Esa. Rumusan yang demikian ini menunjukkan pada kita bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah bukan negara sekuler yang memisahkan negara dengan agama.antar dan inter pemeluk agama serta antar pemeluk agama.golongan agama. sedangkan agama adalah bersumber pada wahyu Tuhan yang sifatnya mutlak. (4) Tidak ada tempat bagi pertentangan agama. Hal ini termuat dalam Penjelasan Pembukaan UUD 1945 yaitu Pokok Pikiran keempat. Demikian pula makna yang terkandung dalam Pasal 29 ayat (1) tersebut juga mengandung suatu pengertian bahwa negara Indonesia adalah negara yang bukan hanya mendasarkan pada suatu agama tertentu atau bukan negara agama dan juga bukan negara Theokrasi. Nilainalai yang berasal dari Tuhan yang pada hakikatnya adalah merupakan Hubungan Tuhan adalah merupakan sumber material bagi segala norma. karena hal ini tercantum dalam pasal 29 ayat (1). Negara kebangsaan yang berketuhanan yang Maha Esa adalah negara yang merupakan penjelmaan dari hakikat kodrat manusia sebagai individu makhluk. Berdasarkan pangertian kodrat manusia tersebut maka terdapat berbagai macam konsep tentang negara dan agama. Dalam hidup keagamaan manusia memiliki hak-hak dan kewajiban yang didasarkan atas keimanan dan ketakwaanya terhadap Tuhannya. terutana bagi hukum positif di Indonesia. negara adalah merupakan produk manusia sehingga merupakan hasil budaya manusia. Konsekuensinya segala aspek dalam pelaksanan dan penyelenggaraan negara harus sesuai dengan hakikat nilai-nilai yang derasal dari Tuhan. Negara Pancasila pada hakikatnya mengatasi segala agama dan menjamin segala kehidupan agama dan umat beragama.dan hal ini sangat ditentukan oleh dasar ontologis manusia masing-masing. Hal ini berarti bahwa negara sebagai persekutuan hidup adalah Berketuhanan yang Maha Esa. karena beragama adalah hak asasi yang bersifat mutlak. (3) Tidak ada tempat bagi atheisme dan sekulerisme karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan. Pasal 29 ayat (2) memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan ketakwaan masing-masing.

rakyat jepang rela mati demi Kaisarnya. a. dalam arti seluruh sistem negara dan norma-norma adalah merupakan otoritas langsung dari Tuhan melaui wahyu. Negara Theokrasi Tidak Langsung Negara Theokrasi tidak langsung menyatakan bahwa pemerintahan bukan diperintah langsung oleh Tuhan. Negara Theokrasi Langsung Dalam sistem negara theokrasi langsung. Doktrin-doktrin dan ajaran-ajaran berkembang dalam negara theokarasi langsung. Dalam praktek kenegaraan terdapat dua macam pengertian negara theokrasai. Hubungan Negara Dengan Agama Menurut Sekulerisme Faham sekulerisme membedakan dan memisahkan antara agama dengan Negara. Raja mengemban tugas suci dari Tuhan untuk memakmurkan rakyatnya. (6) Oleh karena itu harus memberikan toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dalam negara. dan yang memerintah adalah Tuhan. Dengan demikian agama menguasai masyarakat politis.60). Kekuasaan dalam negara merupakan suatu karunia dari Tuhan. dan oleh karena itu kekuasaan Raja dalam suatu negara adalah kekuasaan yang berasal dari Tuhan maka sistem dan norma-norma dalam negara dirumuskan berdasarkan firman-firman Tuhan. yaitu negara theokrasi langsung dan tak langsung. Dalam sistem negara yang demikian maka agama menyatu dengan negara. Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Theokrasi Hubungan Negara dengan agama menurut paham theokrasi bahwa antara agama dengan negara tidak dapat dipisahkan. 1975) 2. adalah sebagai penjelmaan otoritas Tuhan dalam negara dunia. Dalam sejarah perang dunia II. Negara Tibet dimana pernah terjadi perebutan kekuasan antara Pancen lama dan Dalai lama. (7) Segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa terutama norma-norma Hukum positif maupun norma moral baik moral negara maupun moral para penyelenggara negara. pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. norma agama serta otoritas Tuhan menyatu dengan negara. Demikianlah kedudukan agama dalam negara Theokrasi di mana firman Tuhan. b. adanya negara di dunia ini adalah atas kehendak Tuhan. 1995. 63). kekuasaan adalah ototritas Tuhan. yang memiliki otoritas ats nama Tuhan (semuanya memerintah atas kehendak Tuhan). karena menurut menurut kepercayaan kaisar adalah anak Tuhan. Oleh karena itu . negara menyatu dengan agama. Kerajaan Belanda mendapat amanat dari Tuhan untuk bertindak seagai wali dari wilayah jajahan Indonesia (Kusnadi. sebagai upay untuk memperkuat dan meyakinkan rakyat terhadap kekuasaan Tuhan dalam negara (Kusnadi. Politik yang demikian inilah yang diterapkan Belanda terhadap wilayah jajahannya sehingga dikenal dengan nama politik etis (Ethische Politik). melainkan kepala Negara atau Raja. Negara merupakan penjelmaan dari kekuasaan Tuhan.(5) Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama karena ketaqwaan itu bukan hasil paksaan bagi siapapun juga. 1995. 3. (8) Negara pada hakikatnya merupakan “…berkat rahmat Allah Yang Maha Esa. segala tata kehidupan dalam masyarakat. (Bandingkan dengan Notonagoro.bangsa dan negara didasarkan atas firman-firman Tuhan.

Sebagai negara yang berkemanusiaan. oleh karena itu bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah sebagai bagian dari umat manusia. dan berkemanusiaan yang adil dan beradab. maka negara”…melindungi seluruh warganya serta seluruh tumpah darahnya. rakyat dan bangsa (lihat Notonagoro. (3) organisasi negara. lembaga kemasyarakatan yang bertujuan demi tercapainya harkat dan martabat manuia serta kesejahteraan lahir maupun bathin. sehingga manusia sebagai asal usul negara dan kekuasaan negara. Sekulerisme berpandangan bahwa negara adalah hubungan keduniawian atau masalah-masalah keduniawian ( hubungan manusia dengan manusia ). 29.. Konsekuensinya dalam aspek penyelenggara negara. Kebangsaan Indonesia adalah kebangsaan yang berkemanusiaan. Maka dalam pergaulan tata dunia internasional maka bangsa mengembangkan suatu pergaulan antar bangsa dalam masyarakat internasional berdasarkan atas kodrat manusia. Konsekuensinya hukum positif sangat di tentukan oleh komitmen warga negara sebagai pendukunng pokok negara. Adapun agama adalah urusan akhirat yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan.di dalam suatu negara yang berfaham sekulerisme bentuk. Negara adalah lembaga kemanusiaan. namun lazimnya warga negara di berikan kebebasaan dalam memeluk agama masing-masing. 1975). (5) penguasa negara. (2) tujuan negara. system. yang merupakan suatu penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sosial serta sebagai makhluk Tuhan yang maha Esa.”. Negara Pancasila Adalah Negara Kebangsaan Yang Berkemanusiaan Yang Adil dan Beradab. 28. Negara adalah urusan hubungan horizontal antar manusia dalam mencapai tujuannya. Sifat-sifat dan keadaan negara tersebut adalah meliputi (1) bentuk negara. terutama dalam pembangunan negara. serta mewujudkannya dalam suatu sistem peraturan perundang-undangan negara. 30 dan 31. Negara dalam pengertian ini menempatkan manusia sebagai dasar ontologis. bukan suatu kebangsaan yang Chauvinistic. mendasarkan nasionalisme berdasarkan hakikat kodrat manusia. Dalam Negara yang berpaham sekulerisme sistem norma-norma terutama norma-norma hukum positif di pisahkan dengan nilai-nilai norma agama. Negara pancasila sebagai negara kebangsaan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. Walaupun dalam agama sekuler membedakan antara agama dengan negara. Oleh karena itu Negara adalah suatu negara kebangsaan yang berketuhanan yang Maha Esa. serta segala aspek kenegaraan tidak ada hubungannya dengan agama. Manusia adalah merupakan paradigma sentral dalam setiap aspek pennyelenggaraan negara. negara berkewajiban mengembangkan harkat dan martabat manusia. sereta mengakui kemerdekaan bangsa sebagai . Sehingga tidak mengherankan jikalau manusia adalah merupakan subjek pendukung pokok negara. Hal ini berarti bagi bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa adalah sebagai penjelmaan kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Oleh karena itu negara harus melindungi hak-hak asasi manusia. Kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila mengakui kebangsaan yang berkemanusiaan. bahkan negara harus menempatkan moral kemannusiaan sebagai moral negara dan penyelenggara pemerintahan negara. (6) warga negara masyarakat. sifat-sifat dan keadaan negara harus sesuai dengan hakikat manusia. (4) kekuasaan negara. adapun agama adalah menjadi urusan umat masing-masing agama. hal ini berarti negara melindungi seluruh manusia sebagai warganya tidak terkecuali. Negara pada hakikatnya menurut pandangan filsafat pancasila adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia. Hal ini sebagaimana termuat dalam UUD 1945 pasal 27.

(2) menjunjung dan memperkokoh persatuan dan kestuan bangsa. Negara Pancasila adalah negara Kebangsaan yang berkeadilan sosial Negara Pancasila adalah negara kebangsaan yang berkeadilan sosial. (5) Keputusan diusahakan ditentukan secara musywarah. serta (3) disertai dengan tujuan untuk mewujudkan suatu keadilan sosial. Oleh karena itu dalam menggunakan hak-hak demokrasi dalam negara kebangsaan yang berkerakyatan adalah hak-hak demokrasi yang (1) disertai tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa. (4) Sebelum mengambil keputusan.  Negara pancasila adalah negara kebangsaan yang berkerakyatan Negara menurut filsafat pancasila adalah dari oleh dan untuk rakyat. yang berarti bahwa negara sebagai penjelmaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. hak serta kewajiban yang sama maka pada dasarnya tidak dibenarkan memaksakan kehendak pada pihak lain. (Suhadi. Rakyat adalah merupakan suatu penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social. 1998). Oleh karena itu penjajahan atas bangsa adalah pelanggaraaaaan hak asasi atau kodrat manusia sebagai bangsa dan tidak sesuai dengan keadilan. (3) Karena mempunyai kedudukan. Rakyat adalah sebagai pendukdung pokok dan sebagai pendukung pokok dan sebagai asal mula kekuasaan negara. Demokrasi monodualis yang mendasarkan individu dan makhluk sosial bukanlah demokrasi liberal yang hanya mendasarkan pada kodrat manusia sebagai individu saja. . terlebih dahulu diadakan musyawarah. Oleh karena itu negara harus sesuai dengan hakikat rakyat. dan bukan pula demokrasi klass yang hanya mengakui manusia sebagai makhluk sosial belaka. sifat kodrat individu dan makhluk sosial bertujuan untuk mewujudkan suatu keadialn dalam kehidupan bersama (Keadilan . diliputi oleh suasana semangat kebersamaan. artinya sebagai makhluk individu memilki hak dan sebagai makhluk sosial harus disertai tanggungjawab. berdasarkan asas kekeluargaan kebebasn individu diletakan dalam rangka tujuan atas kesejahteraan bersama. Oleh karena itu demokrasi menurut kerakyatan adalah demokrasi „monodualis‟. Oleh karena itu negara yang berkedaulatan rakyat adalah suatu negara demokrasi.hak yang di miliki oleh hakikat manusia sebagai makhluk individu dan social. yaitu kesejahteraan dalam hidup bersama. Hakikatnya rakyat adalah sekelompok manusia yang bersatu yang memiliki tujuan tertentu dan hidup dalam satu wilayah negara. Pokok-pokok „Kerakyatan‟ yang terkandung dalam sila keempat dalam penyelenggaraan negara dapat dirinci sebagai berikut : (1) Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Demokrasi monodualis mengembangkan demokrasi kebersamaan. Negara kebangsaan yang berkedaulatan rakyat yang berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi ditangan rakyat dan dalam sistem kenegaraan dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat(MPR). (2) Dalam menggunakan hak-haknya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat. (6) Musyawarah untuk mencapai mufakat.

demikian pula dalam pergaulan masyarakat Internasional berprinsip dasar pada kemedekaan serta keadilan dalam hidup masyarakat Realisasi dan perlindungan keadilan dalam hidup bersama dalam suatu negara untuk menciptakan suatu peraturan perundang-undangan. Namun Tuhan atau atheis. Sehingga sebagai suatu negara hukum harus terpenuhi adanya tiga syarat pokok yaitu: (1) pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia. adil terhadap Tuhannya. psal 29 ayat (2). Paham liberalisme dalam pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh paham rasionalisa yang mendasarkan atas kebenaran rasio. Dalam pengertian inilah maka negara kebangsaan yang berkeadilan sosial harus merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Kitab Suci bahkan Tuhan sekalipun. Rasul.sehingga masalah agama dalam negara sangat ditentukan oleh kebebasan individu. yaitu negara terhadap warganya. Keadialan sosial tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia sebagai makhluk yang beradab (sila II). Pasal 28. Dalam pengertian ini maka negara Indonesia sebagai negara kebangsaan adalah berkeadilan sosial dalam mensejahterakan warganya. bangsa dan negara harus terwujud suatu keadilan(Keadilan Sosial). memajukan kesejahteraan umum. . bertujuan untuk melindungi segenap warganya dan seluruh tumpah daarh. serta mencerdaskan warganya (tujuan khusus). Manusia pada hakikatnya adalah adil dan beradab yang berarti manusia harus adil terhadap diri sendiri. (2) peradilan yang bebas. Materialisme yang berdasar kan atas hakikat materi . Demikianlah sebagai suatu negara yang berkeadilan maka warga negara berkewajiban mentaati peraturan perundang undangan sebagai manifestasi keadilan legal dalam hidup bersama Dalam realisainya pembangunan nasional adalah merupakan sutu upaya untuk mencapai tujuan negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial). bahkan negara liberal memberi kebebasan untuk menilai dan mengkritik agama misalnya tentang Nabi. 1989:185) Negara memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya nasing-masing. Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Liberalis Negara liberal hakikatnya mendasarkan pada kebebasan individu. pasal 31 ayat (1). dan (3) keadilan komutatif (keadilan antar sesama warga negara). dan (3)legalitas dalam arti hukum dalam segalanya.Sosial). (2) keadilan legal (keadilan bertaat). 1975) Sebagai suatu negara berkeadilan sosial maka negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan. Misalnya Salman Rusdi yang mengkritik kitab suci dengan tulisan ayat-ayat setan. Karena menurut paham liberal bahwa kebenaran individu adalah sumber kebenaran tertinggi. emperisme yang mendasarkan atas kebenaran pengalaman indra serta individualisme atas kebebasan individu (Soeryanto. adil terhadap orang lain dan masyarakat serta adil terhadap lingkungan alamnya. 4. Dalam hidup bersama baik dalam masyarakat. Konsekuensinya sebagai suatu negara hukum yang berkeadilan sosial maka negara Indonesia harus mengakui dan melindungi hak-hak asasi manusia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (1) dan (2). yaitu warga terhadap negaranya untuk mentaati peraturan perundangan. Adapun tujuan dalam pergaulan antar bangsa di masyarakat internasional bertujuan : (“ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. yang meliputi tiga hal yaitu : (1) keadilan distributif (keadialn membagi). yaitu hubungan keadilan antara warga satu dengan yang lainnya secara tumbal balik (Notonegoro.sehingga pembangunan nasional harus senantiasa meletakkan asas keadilan sebagai dasar operasional serta dalam penentuan berbagai macam kebijaksanaan dalam pemerintahan negara.

Menurut komunisme ideologi adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas. Berkembangnya paham individualisme liberalisme yang berakibat munculnya masyarakat kapitalis menurut paham ini mengakibatkan penderitaan rakyat. keputusan dan ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu-individu sebagai warga negaranya. Oleh karena tidak adanya hak individu. Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah hanya makluk sosial saja. Manusia pada hakikatnya adalah merupakan sekumpulan relasi. Oleh karena itu hak milik individual harus diganti sosialisme komunis. Kelas kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas buruh proletar. Hal inilah yan merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu perubahan terhadap masyarakat secara revolusioner infrastruktur masyarakat. Demikian juga hak . Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berinteraksi secara berinteraksi secara dialektis. yaitu kelas kapitalis dan kelas proletar. Mengubah masyarakat secara revolusioner harus berakhir dengan kemenangan pada pihak kelas proletar. buruh. sehingga komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. Walaupun kedua hal tersebut bertentangan namun saling membutuhkan. karena UU tersebut merupakan hasil referendum. oleh karena itu segala cara dapat dihalalkan. Sehingga pada gilirannya pemerintahahan negara harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Hak milik pribadi tidak ada karena hal ini akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan pada kaum proletar. Ideologi Sosialisme Komunis Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham komunismelah sebagai paham yang paling jelas dan lengkap.Nilai-nilai agama dalam negara dipisahkan dan dibedakan dengan negara. maka komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran Karl Mark memandang bahwa hakikat. Walaupun ketentuan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. bahwa negara adalah sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk komunal. Bertolak belakang dengan paham liberalisme individualisme. Oleh karena itu harus dilenyapkan. Misalnya UU aborsi di Negara Irlandia tetap diberlakukan walaupun ditentang oleh gereja dan agama lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individualisme merupakan sumber penderitaan rakyat. Dalam kaitannya dengan negara. Atas dasar inilah maka komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan yang relatif demi keuntungan kelasnya. maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komunisme bahwa demokrasi individualis itu tidak ada yang ada adalah hak komunal. sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individulitas. Paham ini adalah sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis sebagai hasil dari edeologi liberal. Berdasarkan pandangan filosopis tersebut hampir dapat dipastikan bahwa dalam sistem negara liberal membedakan dan memisahkan antara negara dengan agama atau bersifat sekuler. Hal ini dapat dilakukan hanya denan melalui suatu revolusi. kebebasan dan hak individu itu tidak ada.

1992:97.asasi dalam negara hanya berpusat pada hakikatnya adalah tidak ada. Dalam pengertian ini maka komunisme berpaham ethis. yaitu dengan suatu kegiatan-kegiatan yang paling material yaitu fenomena-fenomena ekonomis. Oleh karena itu menurut komunisme Marxis. karena manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. menyatakan bahwa manusia adalah merupakan suatu hakekat yang menciptakan dirinya sendiri yang menghasilkan sarana-sarana kehidupan sehingga menentukan dalam perubahan sosial. Atas dasar pengertian inilah maka sebenarnya komunisme adalah komunisme adalah anti demokrasi dan hak asasi manusia. . Hakekat kenyataan tertinggi menurut paham komunisme adalah materi. Dalam pengertian inilah menurut komunisme yang di pelopori oleh K. agama adalah keluhan makhluk tertindas. ekonomi. 5. Marx. melarang dan menekan kehidupan agama. dalam Louis Leahy. politik. Namun materi menurut komunisme berada pada ketegangan intern secara dinamis bergerak dari keadaan (tesis) kekeadaan lain (antitesis) kemudian menyatukan (sintesis) ke tingkat yang lebih tinggi.Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Komunis Paham komunisme dalam memandang hakikat hubungan negara dengan agama mendasarkan pada pandangan filosofis materialisme dialektis dan materialisme histories. Negara yang berpaham komunisme adalah bersifat etheis bahkan bersifat antitheis. agama adalah merupakan candu masyarakat (Marx. Selanjutnya sejarah bagaimana berlangsungnya suatu proses sangat ditentukan oleh fenomina-fenomena dasar. Nilai yang tertinggi dalam negara adalah materi sehingga nilai manusia ditentukan oleh materi. 98). kebudayaan dan bahkan agama. Agama menurut komunisme adalah realisasi fanatis makhluk manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->