P. 1
Iklan Politik Di Indonesia

Iklan Politik Di Indonesia

|Views: 140|Likes:
Published by fitria_syamsiah

More info:

Published by: fitria_syamsiah on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2015

pdf

text

original

Iklan Politik di Indonesia Kurang Berani

By Republika Newsroom Kamis, 19 Maret 2009 pukul 04:16:00 Font Size A A A EMAIL PRINT Facebook

JAKARTA -- Pakar Marketing Politik dari Universitas Indonesia (UI), Firmanzah, menilai, partai politik peserta Pemilu 2009 kurang berani dalam membuat iklan-iklan politiknya. Parpol hanya berani memaparkan ide-ide atau gagasan-gagasan politik internal mereka dan cenderung mengumbar klaim politik sepihak. Akibatnya, masyarakat hanya disuguhkan informasi yang klise dan fatamorgana politik. "Padahal iklan politik yang berani dan bergas mampu turut memancing masyarakat untuk menjatuhkan pilihannya," ujar Firmanzah dalam diskusi bertema Mendorong Kampanye Cerdas dan Menghindari Kampanye Negatif di gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/3). Dia melanjutkan, saat ini tak ada satu parpol pun yang meniru praktik iklan politik yang lazim digunakan parpol di negara-negara maju dalam demokrasi. Di negara-negara maju, kata Firmanzah, iklan politik sebuah partai yang menyerang serta membuka aib parpol lawan adalah pemandangan yang sudah biasa. Namun demikian, aib yang diungkapkan dalam iklan tentu didasarkan pada fakta-fakta yang benar-benar ada. "Bukan isapan jempol atau fitnah." Dengan membuat iklan yang berani mengumbar fakta untuk menjatuhkan lawan politik, sebenarnya parpol mempunyai keuntungan di mata publik. Dalam konteks kontestasi meraih simpati rakyat, pertarungan iklan politik menjadi wahana tersendiri untuk meyakinkan pemilih jika partainya adalah pilihan yang tepat untuk perjuangan aspirasi politik mereka. Firmanzah menduga, ketidakberanian parpol di Indonesia membuat iklan politik yang bergas dipicu ketakutan masing-masing elit partai yang umumnya masih terkait dengan Orde Baru. "Elit takut jika menyerang lawan maka dosa-dosa mereka semasa Orde Baru juga akan dibuka," imbuh Firmanzah. Dia mencontohkan, misalnya pimpinan parpol A membuka aib pimpinan parpol B, maka parpol B pun akan membuka aib parpol A. Dalam kondisi seperti itu, tentu mereka samasama tidak menginginkan aibnya diumbar ke publik. "Sadar akan hal ini, akhirnya mereka memilih untuk membuat iklan yang saling menjaga. Jadi sikap santunnya iklan politik disebabkan karena takut aibnya sendiri terbongkar," papar Firmanzah. Padahal, jika parpol mampu membuat iklan politik yang tegas, maka rakyat akan mendapat informasi yang benar tentang figur partai dan para tokoh yang ada di dalamnya. Selain itu, secara tidak langsung iklan politk juga menjadi paramater bagi sebuah partai untuk tidak

melakukan aib yang dihinanya dalam iklan. "Iklan politik menjadi alat serang terhadap lawan politk, sekaligus alat kontrol internal partai. Kalau dibiasakan, ini akan turut menciptakan kehidupan politik dan politisi yang semakin baik," tandas Firmanzah. - ade/ahi
http://koran.republika.co.id/berita/38470/Iklan_Politik_di_Indonesia_Kurang_Berani

Iklan Politik yang Mencerdaskan Sriwijaya Post - Kamis, 26 Maret 2009 13:36 WIB AMPANYE politik adalah suatu proses yang panjang yang menuntut konsistensi dan kontinuitas, bahkan dianjurkan untuk dilakukan setiap hari dan berulang-ulang. Sebagai sarana pendidikan politik seharusnya kampanye dilakukan atas dasar pencerdasan pemilih agar menjadi warga yang memiliki kesadaran dalam penentuan pemimpin negara ke depan, dengan berpatokan kepada prilaku rasional ketimbang emosional. Untuk mempengaruhi prilaku pemilih, strategi kampanye bisa dilakukan secara langsung melalui pengumpulan massa atau mendatangi langsung (face to face communication). Bisa juga melalui media seperti baliho, poster, bendera, dan famplet atau dengan menggunakan media massa, baik cetak, seperti surat khabar, majalah, maupun media elektronik seperti radio dan televisi. Kampanye melalui iklan politik di televisi merupakan fenomena menarik pasca runtuhnya rejim Orde Baru. Pada Pemilu 1999 dan 2004, sudah muncul kampanye partai atau kandidat melalui media televisi yang merupakan metode baru bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Parpol, calon legislatif, calon presiden-wakil presiden maupun calon kepala daerah kini mengandalkan iklan politik sebagai cara membentuk pencitraan melalui televisi. Media televisi dianggap cukup efektif untuk mendongrak perolehan suara dalam setiap Pemilu ataupun Pemilukada. Iklan politik memainkan peranan penting untuk merebut popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Begitu pula menjelang Pemilu 2009, di mana terjadi dua perubahan mendasar dalam teknik pemilihan, yaitu teknik pemilihan dengan suara terbanyak yang mengharuskan para caleg mempromosikan figur dirinya, dan teknik pencontrengan yang menuntut sosialisasi lebih efektif kepada masyarakat pemilih. Masa kampanye legislatif Pemilu 2009 dimulai pada minggu ini. Para caleg dan partai politik semakin gencar menayangkan iklan politik di beberapa stasiun televisi lokal maupun nasional dan radio swasta lokal maupun nasional. Konten kampanye caleg dan parpol di media televisi pada Pemilu kali ini sudah menunjukkan perubahan berarti. Tema kampanye iklan televisi sudah mulai mengangkat isu dan program jika sang caleg terpilih sebagai wakil rakyat. Berbagai isu yang diangkat seperti pemberantasan korupsi, peningkatan anggaran pendidikan, kemiskinan, lapangan kerja, refomasi agararia, dan isu ekonomi kerakyatan, kerap menghiasi iklan kampanye politik caleg maupun parpol di berbagai media televisi nasional dan lokal. Begitu pula dengan program parpol sudah mengarah kepada visi dan misi peningkatan kesejahteraan rakyat seperti, visi karya yang diangkat oleh partai Golkar dan visi profesional yang dikampanyekan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Substansi tema iklan kampanye politik yang lebih menonjolkan isu dan program parpol merupakan salah satu gaya kampanye yang mencerdaskan publik serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat pemilih. Melalui isu dan program yang ―dijual‖ paling tidak sudah menjanjikan kepada publik untuk ôberbuat sesuatuö jika dia terpilih sebagai

Tentu saja iklan ini cukup mengingatkan pemilih sebagai bagian dari pendidikan politik agar berhati-hati dalam menentukan pilihannya pada Pemilu mendatang. iklan politik PNBK di Palembang TV menarik untuk disimak. tidak mengembangkan iklan-iklan politik televisi yang berorientasi pada isu dan program yang unik dari caleg dan parpol. kebangggan. Namun demikian masih banyak pula caleg dan parpol yang menggunakan gaya lama dalam tema iklan di media televisi yang lebih menonjolkan figur caleg dan ajakan dalam memilih atau mencontreng dalam Pemilu mendatang. iklan politik televisi di AS telah lama didominasi oleh isu dan program serta bersifat menyerang kebijakan. 2009). Konten iklan politik partai Hanura ini cukup memberikan pencedarsan publik. Namun belakangan ini iklan negatif dan menyerang kebijakan sudah mulai muncul. Hal ini dilatar belakangi oleh faktor kultural yang lebih menonjolkan sikap santun dalam berpolitik. pendidikan murah. Tinggal lagi menunggu komitmen caleg terpilih untuk merealisasikan iklan kampanyenya sebagai bentuk akuntabilitas seorang wakil rakyat. Iklan-iklan politik kita masih lebih fokus untuk menjual kandidat atau parpol serta hanya sampai pada level meningkatkan awareness pemilih terhadap sang tokoh atau parpol yang bersangkutan (Danial. yang lebih disukai dan tegas.wakil rakyat. Menjelang Pemilu 2009. Iklan-iklan politik televisi di Indonesia. Iklan politik televisi di Indonesia lebih didominasi oleh iklan politik yang bersifat santun dan tidak berbentuk attack campaign. Iklan Negatif Konten iklan yang demikian kurang berdampak pada pendidikan politik rakyat dan hanya menekankan pada ajakan memilih figur dirinya. Wiranto. Iklan politik televisi di Indonesia lebih bernuansa emosional yang memakai gambar dan bahasa yang membangkitkan emosi tertentu. Iklan ini kemudian mengingatkan masih ada caleg yang murni memperjuangkan nasib rakyat jika dia terpilih. Iklan Macan Asia yang dibuat Prabowo sejak Pemilu 2004 hingga memasuki masa kampanye . karena pilihannya akan mempengaruhi nasib rakyat pada masa mendatang. Selanjutnya iklan tersebut berisi ajakan Wiranto untuk menciptakan 10 juta lapangan kerja. Pada tingkat lokal. Dalam iklan tersebut ditayangkan bagaimana rakyat sudah makan nasi aking. Hal ini terkait dengan kultur kebebasan dan tingkat pendidikan rakyat yang memadai. seperti rasa gembira. walaupun masih miskin kreativitas. sebuah gambaran kondisi kemiskinan dengan menampilkan data Bank Dunia tahun 2006. DA-PDIP dan Y-Golkar yang hanya menampilkan sosok dan harapan jika terpilih. Kondisi ini terjadi karena masyarakat Asia termasuk Indonesia masih ―alergi‖ untuk mencerna angka-angka dan data-data faktual. dan pendidikan murah berkualitas. Sebagai perbandingan. dan kesehatan berkualitas serta menumbuhkan ekonomi melalui pemerintahan yang kuat dan tegas. kedaerahan. walaupun masih mengangkat isu yang klasik. dalam iklaniklan politik televisi sudah mulai menyentuh isu dan program parpol. reformasi agararia. Seperti iklan politik RHA-Barnas. Iklan politik televisi di Indonesia sulit berkembang ke jenis iklan politik seperti hanya di Amerika Serikat. sekaligus sebagai bentuk kontrak politik antara rakyat sebagai konstituen dan caleg sebagai calon wakil rakyat di parlemen. Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mencoba mengenalkan bentuk iklan yang bersifat menyerang kebijakan pemerintah tentang masalah kemiskinan. serta tema pemberantasan korupsi dari partai Demokrat. karena harga beras yang mahal. Namun pada Pemilu 2009. sudah mengarah kepada muatan pendidikan politik yang mencerdaskan. partriotisme. sebagaimana dikritik banyak pihak selama ini. Keberanian mengangkat isu seperti dalam tema iklan politik tentang kemiskinan dari partai Hanura dan Gerindra. Iklan yang menampilkan gambar kartun juga menyerang caleg lain yang menggunakan politik uang dan membagi sembako kepada masyarakat. 49 persen penduduk Indonesia dalam kondisi miskin. Sebagai contoh isu yang diangkat oleh MHT-PAN tentang penegakan hukum. Konten iklan politik ini belum menyentuh isu dan program yang seharusnya lebih ditonjolkan.

bom kembali meledak mengguncang ibukota Jakarta meluluhlantakkan gedung-gedung pencakar langit sekitar jalan Kuningan di depan kedutaan besar Australia. In the age of image recently. Namun di sisi lain konten tayangan iklan politik ditelevisi masih didominasi oleh slogan dan jargon yang kurang mendidik masyarakat. Keywords: political ad. Lahirnya tema iklan politik yang mencerdaskan harus diikuti terlebih dahulu oleh kerja caleg atau partai yang ―berbuat‖ untuk publik. Shifting mass mobilitation from political machine party to the power of mass media machine is the consequences of it. iklan Gerindra adalah iklan politik televisi yang paling banyak ditonton pemirsa televisi yakni sebanyak 66 persen.249 responden berusia 17 tahun atau lebih di Indonesia.tribunnews. is the winner. Gambaran hasil survei diatas bukan berarti asumsi perolehan suara akan signifikan dimenangkan Gerindra pada Pemilu 2009 mendatang. miskin kreativitas dan belum dirancang secara sistematik dalam jangka waktu lama.com/view/8904/iklan_politik_yang_mencerdaskan_ December 16. Sembilan orang meninggal dunia dengan tubuh tercerai berai (mayoritas kaum Muslim seiman dengan para terorisnya) dan . Harapan akan munculnya iklan politik yang mencerdaskan melalui pemilihan isu dan program partai masih sebatas hal-hal yang bersifat kontemporer. Who takes the power by force of this factor. 2009). People has their own sovereignity to decide their own choice. candidate winning. mengindikasikan bagaimana iklan politik televisi memberikan pengaruh signifikan terhadap prilaku pemilih. Iklan politik Gerindra juga menempati status iklan yang paling banyak diingat dalam memori masyarakat (51 persen) dibandingkan iklan politik televisi partai-partai lainnya (Danial. Semoga. The victory of Susilo Bambang Yudhoyono and Jusuf Kalla to be president and vice president in general election September 20th 2004 is the evident of the thesis. http://palembang. Caleg dan parpol yang mengusung tema iklan politik melalui televisi harus berani mengambil sikap bahwa pendidikan politik bagi masyarakat adalah sebuah pilihan rasional untuk mencerdaskan masyarakat pemilih agar mampu menentukan lahirnya kepemimpinan nasional dan lokal yang negarawan dan mampu merubah nasib bangsa. Korban bergelimpangan bersimbah darah. PENDAHULUAN Tanggal 9 September 2004. sehingga apa yang diiklankan adalah sebuah fakta dan strategi dalam mengibarkan bendera pertarungan politik yang elegan di medan Pemilu. the power of mass media. 2009 | Academic Writing | 1 Oleh Bedjo Riyanto ABSTRACT The direct election of the president and vice president is succeed democratitation process. press and television broadcast have become a deciding factor of candidate winning.Pemilu 2009. image building. Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan antara tanggal 8-20 September 2008 terhadap 1. tetapi paling tidak. membangkitkan kebanggaan Indonesia akan masa lalu dinilai sebagai iklan paling mempengaruhi masyarakat.

ketakutan. yang sangat merugikan bagi stabilitas keamanan pemerintahan presiden Megawati. menjadi satu bentuk dari model kebulatan tekat dari setiap elemen organisasi masyarakat untuk mendukung kultus pembangunan rezim Suharto. dan paranoid akibat serangkaian teror bom yang memakan banyak korban itu. Mungkin timbul persepsi yang negatif dari publik atas miskinnya kepedulian sang presiden atas bencana yang dialami rakyatnya. Marriot Jakarta.W. kesedihan. PAN (Partai Amanat Nasional). Kebutuhan akan bentuk komunikasi politik yang lebih bersifat massal ini telah dimulai dan dianggap penting oleh partai-partai politik lama maupun baru sebagai sarana memobilisasi dukungan pemilih ketika bertarung memperebutkan suara pada Pemilu 1999. Partai Golkar. Dalam iklannya Megawati tampil dengan wajah melancholic dan senyum keibuannya diiringi backsound nyanyian paduan suara puja-puji beraroma kultus anak-anak dari berbagai suku bangsa yang melengking jernih. dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) telah banyak membelanjakan anggaran belanja kampanye dengan memasang iklan-iklan kampanye partai politik baik melalui media cetak maupun media televisi nasional waktu itu. Lagu Bapak Pembangunan diciptakan dan dinyanyikan oleh komposer sekaligus penyanyi legendaris Indonesia Titik Puspa yang gencar ditayangkan oleh TVRI dan televisi swasta. Kasus itu merupakan tamparan keras dan jelas semakin memerosotkan kredibilitas politiknya pada saat menghadapi pertarungan dalam putaran terakhir pemilihan presiden melawan rival beratnya pasangan Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla pada tanggal 20 September 2004. Meledaknya bom Kuningan melengkapi serangkaian teror bom dengan korban jiwa besar seperti bom di Sari Club Kuta Bali ataupun bom di depan hotel J. Iklan kampanye politik merupakan media komunikasi politik baru yang muncul akibat dinamika demokratisasi akibat cepatnya proses reformasi sejak lengsernya presiden Suharto. Dampak komunikasi dari iklan Megawati itu terasa paradoksal dengan situasi dan kondisi psikologis publik yang penuh keterancaman.ratusan orang menderita luka-luka berat dan ringan memenuhi ruang-ruang dan selasar rumah sakit ibukota. Partai-partai besar seperti PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). tampil dengan gencarnya memenuhi waktu-waktu prime time iklan kampanye sang presiden. Di sela-sela gencarnya breaking news beberapa stasiun televisi swasta yang banyak menampilkan tayangan isak tangis dan erangan kesakitan korban-korban yang luka parah. PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). . dengan lirik sebagai berikut: “Wahai Ibu kami Banyak yang telah Ibu lakukan Harus selalu Ibu jaga dan teruskan Bagi kami Putra-putri Negeri” Pendekatan kampanye ini agak mirip dengan maraknya upacara puja-puji kultus Bapak Pembangunan yang gencar ditayangkan televisi ketika Suharto terpilih sebagai presiden ketujuh kalinya pasca pemilu 1997 (rupanya menjadi jabatan terakhirnya).

Sebagai putri proklamator dan presiden pertama RI Bung Karno pewaris darah biru dinasti politik Indonesia. sejauh manakah konsep-konsep serta strategi kreatif mampu dirancang oleh para desainer ataupun pengarah kreatif periklanan kita di dalam mengkemas program-program serta pesan-pesan politik menjadi sajian iklan yang rasional. oleh tim kampanyenya. Triawan Munaf dari biro periklanan Adwork Euro sebagai koordinator tim kreatif iklan. Megawati. Berbagai pendekatan dan strategi kreatif dilancarkan oleh para pengarah dan perancang iklan untuk mendapatkan simpati publik. diiringi narasi sebagai backsound: “Di balik kelembutan Tak kenal lelah Tegas Selalu Peduli Demi Ibu Pertiwi” Dengan editing yang cepat mengalir rancak bak video klip. Akbar Tanjung. Pada satu versi iklan televisi yang ditayangkan pada saat kampanye putaran pertama pemilihan presiden ditampilkan dalam format medium close up wajah Megawati dengan senyum keibuannya dikerumuni anak-anak dengan wajah ceria. maka bentuk komunikasi persuasif iklan politik semakin mendapatkan lahan suburnya. Sosok Megawati banyak ditampilkan dalam upacara resmi kenegaraan yang berbau seremonial dalam kapasitasnya sebagai kepala negara. mendidik. ataupun Amien Rais menjadi ikon iklan-iklan politik dari partai-partai politik yang bersaing telah meramaikan dinamika kehidupan dunia periklanan Indonesia pada waktu itu. Meskipun keterbatasan waktu hanya memungkinkan tampilan iklan yang cenderung hard sell. Kemudian yang menjadi pertanyaan dalam tulisan ini.iklan politik PDI Perjuangan memanfaatkan keunggulan komparatif Megawati sebagai presiden yang sedang menjabat (incumbent) dengan pendekatan dokumenter dan humanistik yang diperkirakan mampu menarik simpati publik. artistik. iklan ini menampilkan potonganpotongan stock-shoot dokumenter seremoni kenegaraan yang memperlihatkan adegan- .Wajah dan sosok Abdurrachman Wahid (Gus Dur). dan komunikatif sehingga menjadi media penyadaran ataupun pembelajaran politik bagi warga bangsa? Apakah iklan-iklaniklan politik itu juga mampu mempengaruhi publik calon pemilih sehingga memberikan suaranya kepada para kandidat yang diiklankannya? KULTUS KEKUASAAN YANG GAGAL Image kemegahan dan kebesaran kekuasaan tampak menjadi tema sentral dalam eksekusi kreatif iklan-iklan politik pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi. sehingga mencitrakan kemapanan posisi politiknya. namun iklan-iklan politik PDIP baik sewaktu kampanye pemilihan umum legislatif maupun pemilihan langsung presiden dan wakilnya dinilai cukup artistik dan memikat dibanding kompetitornya. Dalam kampanye Pemilu 2004 yang menjadi tonggak penting proses demokratisasi dengan diselenggarakannya pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia. merupakan faktor genetik yang diangkat sebagai kekuatan positioning dan selling point untuk mendulang suara para pendukung fanatik yang diasumsikan merupakan mayoritas rakyat indonesia.

600. pendekatan statistikal yang bersifat kuantitatif yang dikemas untuk menyajikan prestasi pemerintahan Megawati. dan majalah Cakram edisi Juni 2004 (di halaman 20-21). Konsep perubahan Rekomendasi 5 diusung oleh pasangan kandidat Megawati-Hasyim Muzadi untuk menjanjikan keberhasilan dan perubahan jika mereka diberi kepercayaan oleh pemilih.900. sepatu Nike. dan lain-lainnya). stabilitas moneter. Pada versi-versi iklan yang lain. diikuti dengan teks caption Angka Kemiskinan Turun 45 % dan backsound narrator. Gambar kembali ke wajah Megawati yang menyatakan: “Kami akan tanamkan investasi kualitas sumber daya manusia”. melakukan inspeksi pasukan TNI diatas jeep terbuka pada upacara hari ulang tahun TNI.000 kesempatan kerja baru dalam kurun waktu 5 tahun”. Menurut hasil penelitian Transparency International Indonesia (TII) yang dikutip majalah Tempo edisi 21 Maret 2004 (di halaman 24-27). Fakta bahwa pemerintahan Megawati sudah melakukan perubahan-perubahan nyata dalam bidang stabilitas keamanan. fakta-fakta empirik yang disampaikan secara statistik pasangan Mega-Hasyim kurang dapat memenuhi ekspetasi rakyat pemilih. untuk melangsungkan kesinambungan kultus kekuasaan tim kampanye . mengunjungi korban bencana alam. dan laju perekonomian nasional kurang dapat terkomunikasikan secara bernas dan efektif dalam media kampanye politiknya. Lewat angka-angka target pembangunan yang justru dinilai publik kelewat optimistik dan over-convidence (kelewat percaya diri). Pada satu versi iklan pemadatan Rekomendasi 5. Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali yang dimuat pada majalah Cakram edisi bulan November 2004. beraudiensi dengan Sri Paus Johannes Paulus II. bersama para pekerja wanita yang sedang bekerja di pabrik.adegan Megawati sedang bersilaturahmi dengan para santri. “Dan akan menciptakan 12.000 orang per tahun sungguh bertolak belakang dengan realitas empirik yang tersaji lewat pemberitaan baik dimedia televisi maupun media cetak tentang banyaknya relokasi industri-industri multi nasional meninggalkan Indonesia (seperti pabrik elektronik Sony. melakukan ibadah sholat (sebagai counter atas isu melakukan sembahyang secara Hindu di suatu Pura di Bali). iklan-iklan politik versi ini justru kontra produktif dan semakin mendeligitimasikan posisi pasangan ini. serta PHK masal akibat bangkrutnya beberapa BUMN dan perusahaan swasta dilanda krisis moneter yang belum pulih sampai sekarang (contoh kasus PT. dan ditutup dengan closing adegan melepaskan burung merpati ke angkasa sebagai simbol perdamaian. Janji penciptaan lapangan kerja rata-rata 2. Megawati sebagai spoke-person menyampaikan hasil prestasi dan target-target politiknya: “Setelah 3 tahun berhasil memulihkan dasar-dasar ekonomi bangsa. halaman 44. disusul suara narator ”Agar kualitas kehidupan bangsa ini secara keseluruhan dapat ditingkatkan”. Dirgantara Indonesia). Sebagai closing slogan Pilih Mega – Hasyim. Melalui Rekomendasi 5 kami akan pangkas kemiskinan sebanyak 45%”. saya bersama pak Hasyim Muzadi akan bekerja keras. mengunjungi korban-korban bom di Kuta Bali yang mayoritas wisatawan manca negara kulit putih.

gesture tubuhnya yang santun dan mengayomi. komunikatif. pasangan SBY-JK tampil dalam strategi komunikasi yang simple. dengan tingkat pendidikan dan intelektualitas yang masih rendah. semakin memompa tingkat popularistasnya. Di era image. Postur tubuh SBY yang tinggi besar. Segmentasi publik calon pemilih dalam pemilihan umum presiden secara langsung yang bersifat heterogen. Menggandeng Subiakto Priosoedarsono presiden direktur Hotline Advertising sebagai kordinator kampanye politiknya. rational selling point. seorang bintang pujaan. sedangkan untuk kampanye putaran ke II menghabiskan dana sekitar 13 milyar rupiah. 84 milyar rupiah keseluruhan biaya kampanye dari pemilu legislatif sampai 2 kali putaran pemihan presiden langsung. figur SBY langsung diangkat sebagai brand name. sekaligus emotional selling point dengan mempertajam kekuatan personalitasnya. tingkat intelektualitasnya yang tinggi (meraih doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Teknologi Bogor). Slogan ―Bersama Kita Bisa‖ yang diangkat pada kampanye putaran I pemilihan presiden mengesankan bahwa SBY mengajak seluruh rakyat apapun pilihan partai politiknya untuk bersama bahu membahu mengatasi krisis dan membangun Indonesia. wajahnya yang ganteng. Mengusung konsep komunikasi ―brand building‖. kepiawaian tim kampanye yang dengan cerdik memanfaatkan kekuatan media masa sebagai pendukung publisitasnya. mayoritas tinggal di pedesaan. Subiakto dikenal sangat piawai mengemas keyword (kata kunci) sebagai kekuatan penyadaran akan keberadaan suatu merk di benak khalayak konsumen yang dibuktikan dengan sukses penjualan produk-produk yang menjadi client-nya seperti Xon Ce (dengann keyword ―Xon Ce nya Mana?‖). dan Sana Flu (dengan keyword ―Belum Tau Dia‖). IKON PERUBAHAN: SANG PENANTANG ”Bersama Kita Bisa” Pesan sederhana yang sangat kuat dan jelas dalam slogan yang menjadi kata kunci iklaniklan kampanye pasangan SBY-JK itu di tayangkan di media-media televisi nasional sehingga membentuk kesadaran di benak khalayak calon pemilihnya. Makna yang terkandung dari slogan ini adalah bersama-sama dengan rakyat apapun kesulitan yang di hadapi bangsa ini akan dapat di selesaikan. tutur kata yang sistematis dan ilmiah. dan efektif untuk mendongkrak citra dan membentuk opini positif publik calon pemilihnya.Megawati membelanjakan sekitar 104. Figur SBY merupakan jawaban akan kerinduan hadirnya seorang pemimpin. terasa cocok dengan gaya iklan-iklan Subiakto yang simple dengan pilihan bahasa yang sederhana mudah difahami dan bersifat single-minded (tafsir tunggal). sekaligus mitos seorang ―satrio piningit‖ dari publik masyarakat penontonnya. Apapun partai politiknya SBY presidennya. berpengalaman dalam birokrasi (mantan Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan). Untuk media televisi saja pada kampanye putaran I menghabiskan belanja iklan sekitar 40 milyar rupiah. Ini merupakan strategi . dan tidak boleh dilupakan sebagai mantan militer berpangkat Jenderal ia dianggap publik mampu memberikan jaminan stabilitas politik dan keamanan nasional yang sangat labil pada masa reformasi dewasa ini.

Perubahan menjadi positioning sekaligus brand image pasangan SBY-JK yang kuat melekat di benak publik calon pemilihnya. paket acara keagamaan seperti yang diasuh Aa Gym. Lewat kemasan iklan-iklan testimonial dan versi-versi yang menonjolkan pasangan dwitunggal SBY-JK sebagai tali pemersatu perbedaan dari partai-partai yang gagal mengantarkan calon presidennya pada pemilihan putaran I. Pelangi Di Matamu pada malam grand-final AFI 2 berhasil mengundang simpati kalangan pemilih muda. Televisi sebagai primadona media komunikasi masa dimanfaatkan secara cermat. pemanfaatan event-event strategis. tidak sabaran.Jusuf Kalla. Ketika berhadapan langsung dengan Megawati presiden yang masih menjabat pada pemilihan presiden putaran ke II. dan mudah kecewa merupakan lahan empuk bagi janji-janji perubahan. debat kandidat. dimanfaatkan dengan prima pasangan ini. Sejarah telah ditorehkan. Faktor terpenting lainnya adalah kesadaran tim kampanye untuk mengeksplorasi kegiatan public-relations (kehumasan) sebagai media pengelola isu (issues management) baik yang berdampak positif maupun negatif (black campaign) agar menguntungkan bagi pembentukan citra positif dan popularitas pasangan ini. dan periklanan merupakan rangkaian dari komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) yang dilakukan oleh tim kampanye SBY-JK ternyata terbukti sangat menguntungkan dalam meng-endorce (mendorong) tercapainya brand awareness pasangan ini. konsep perubahan yang dijanjikan lebih relevan dengan harapan masyarakat luas yang mendambakan perubahan lebih cepat dari kondisi stagnasi reformasi dan krisis multi dimensi ini. pasangan ini mendulang sukses berhasil tampil sebagai ikon perubahan (Cakram. ERA IMAGE DAN TIRANI MEDIA Pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat Indonesia merupakan suatu prestasi yang membanggakan dari segala carut marut reformasi dan proses . bahkan sampai program reality show yang sedang booming digandrungi segenap lapisan masyarakat seperti Akademi Fantasi (AFI) di stasiun TV Indosiar.yang tepat karena pada riil politiknya sang calon presiden hanya didukung oleh Partai Demokrat yang meraih suara lebih kurang 8 juta pemilih pada pemilihan legislatif. wawancara. Kegiatan publisitas (PR). Kondisi psikologis publik pemilih yang mudah berubah (swingers voter). Hampir setiap hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh berbagai lembaga penyelenggara dimenangkan oleh pasangan SBY-JK. Tampilnya SBY (bersama Wiranto kandidat dari partai Golkar) menyanyikan lagu hit band Jamrud. Juga lembaga-lembaga penyelenggara jajak pendapat (polling centre) baik di media cetak maupun televisi mempunyai andil yang sangat penting dalam mendongkrak kemenangan pasangan SBY-JK.Hasyim Muzadi pada pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung pada tanggal 20 September 2004. tim kampanye SBY-JK mengangkat slogan ―Perubahan Kini Semakin Dekat‖ sebagai kontras atas posisi Mega yang berada pada status-quo kekuasaan. Sebagai penantang. mengalahkan pasangan Megawati. November 2004: 46-48). Hampir setiap acara yang melibatkan publik yang bernilai rating tinggi apakah itu berbentuk talk show. Hasil akhirnya lebih kurang 60 % suara kemenangan diraih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono. panel diskusi. sehingga memberi kesan seolah-olah pasangan ini telah menang sebelum bertanding.

mengakibatkan wakil presiden Prof. dan PDS mengusung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Berganti masa kekuasaan Orde baru. PPP. Akibat krisis Bulog-gate maka MPR melakukan sidang istimewa dan mencopot jabatan presiden dari Gus Dur dan mengangkat Megawati (semula wakil presiden) sebagai penggantinya. BJ. pers. ataupun kedaulatan birokrasi tidak berjalan efektif dengan gagalnya Koalisi Kebangsaan yang dimotori partai-partai besar pemenang Pemilu 2004 seperti Golkar. Bung Karno diangkat sebagai presiden seumur hidup Pemimpin Besar Revolusi oleh lembaga MPRS. ataupun media cyberinteraktif internet. DPR.demokratisasi di negeri ini. menjadi lembaga demokrasi semu (demokrasi seolah-olah menurut istilah Gus Dur) yang hanya berperan sebagai mesin mobilisasi politik kekuasaan tunggal sang patron.Habibie diangkat dan dilantik oleh Suharto sebagai presiden penggantinya. Dahulu para raja memegang puncak kuasanya secara turun temurun karena dianggap sebagai titisan para dewa. Dalam Pemilu pertama pasca Orde Baru tahun 1999 yang dinilai paling demokratis selama ini. kedaulatan partai. Siklus kedaulatan elit baru terputus dengan terpilihnya pasangan SBY-JK sebagai presiden dan wakil presiden pilihan rakyat secara langsung pada 20 September 2004 yang menjadi tonggak emas perjalanan kehidupan politik bangsa ini. Sebagai primadona televisi tumbuh sebagai kekuatan raksasa pembangun dan pembentuk opini publik yang paling berpengaruh dalam kehidupan politik kita. Era kedaulatan rakyat benar-benar terwujud menggeser era kedaulatan elit yang hadir sepanjang sejarah kehidupan politik negeri ini sejak jaman Majapahit sampai Orde Baru. PDIP. Televisi bak monster dengan dua kutub wajah seperti tokoh Dr Jeckyll dan Mr. Hyde yaitu mampu sebagai kekuatan paedagogis yang positif juga sekaligus dapat sebagai mesin pembunuh dan ajang pengadilan politik yang tak kenal kompromi. Sementara itu di sisi lain media televisi juga mampu bermetamorposis sebagai alat penghancur dan pembunuh karakter seorang aktor politik (carracter assasination) yang ganas tanpa ampun. Maka lembaga tertinggi negara seperti partai politik. terutama disaat menjelang peristiwa penting politik seperti pemilihan umum. siklus teratur lima tahunan penyelenggaraan Pemilu hanya untuk memilih anggota DPR dan MPR yang berfungsi sebagai stempel pengukuh pengangkatan Suharto sebagai presiden secara terus menerus selama 7 periode tanpa rival sama sekali. dan MPR. setelah membubarkan Konstituante (parlemen yang dipilih secara demokratis pada Pemilu 1955) dengan Dekrit Presiden pada tahun 1959. Televisi mampu mengangkat citra dan . dan kekuatan pengerahan sumber daya politik lebih banyak di gerakkan oleh mesin media komunikasi masa industri-industri media seperti televisi. Hegemoni budaya layar (screen-culture) dalam ruang-ruang publik kita telah memungkinkan televisi menjadi kekuatan utama media pendidikan politik sampai di ruang-ruang keluarga. dihasilkan anggota DPR dan MPR yang mengangkat Abdurrachman Wahid sebagai presiden RI ke 4 (padahal partai pemenang Pemilu adalah PDIP). Proses reformasi yang berujung pada lengser keprabon presiden Suharto 23 Mei 1998. Pada era kedaulatan rakyat mesin politik yang digerakkan oleh elit partai kurang berjalan efektif. Untuk melanggengkan kekuasaannya. Kedaulatan elit.Dr. Pada masa republik modern telah didirikan presiden RI yang pertama Bung Karno dipilih dan dikukuhkan oleh para tokoh elit perjuangan kemerdekaan yang tergabung dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

dan realitas yang ditampilkan merupakan realitas semu hasil proses suntingan (editing) dari realitas kehidupan sesungguhnya. Realitas tiruan ini mempunyai hukum. Perseteruannya dengan Taufik Kiemas suami presiden Megawati. menjadi semacam pertunjukan kesewenang-wenangan kekuasaan.kebijakan politiknya tidak memihak wong cilik sebagai pendukung utamanya (sering diplesetkan dengan jauh dari wong cilik dekat dengan wong licik). dan kebijakan. Megawati merupakan contoh yang menarik bagaimana nasib seorang aktor politik dilambungkan dan akhirnya dihempaskan oleh kekuatan media ini. 2004: 61-67). Akhirnya kehidupan politik yang ditampilkan dan dibentuk lewat layar media menjadi semacam hiperpolitik (hyper-politics) yaitu politik yang hidup dalam wujud simulasinya di dalam ruang-ruang citraan (terutama televisi). bintang-bintang pahlawan baru. menjadi kotak pandora yang semakin melambungkan pamornya sebagai ikon ketertindasan yang banyak menangguk simpati publik. Ia sering menjadi bulan-bulanan media seperti terlihat pada wawancara khususnya menjelang putaran kedua pemilihan presiden (seperti ketika tampil pada stasiun TV SCTV dan Metro). Popularitasnya terus meroket secara dramatis berkat dukungan suku-suku baru kontemporer (neotribal) penggemar opera sabun dan telenovela yang haus akan cerita-cerita dramatis. yang tidak lagi merepresentasikan politik sesungguhnya di dunia nyata (politics of discontinuity) (Garin Nugroho. antikritik. presiden Megawati menyindir kalangan pers yang dianggap kebablasan dan bersikap oposisi terhadap kebijakan dan program-program pemerintah. Sejak dirinya terpilih sebagai ketua umum PDI pada kongres di Medan yang tidak direstui oleh pemerintah ia diangkat media sebagai ikon perlawanan Orde Baru yang akhirnya mengantarkan kemenangan PDIP partai yang dipimpinnya dalam pemilihan umum 1999 dan akhirnya membuahkan kursi kepresidenan bagi dirinya. dan dunianya sendiri (second reality atau hyper-reality). Dalam beberapa pidato kenegaraan seperti saat menyambut hari ulang tahun Pers Indonesia. Sebaliknya sang penantang SBY dalam telenovela perpolitikan nasional diposisikan media sebagai tokoh protagonis baru. . Seperti lika-liku plot cerita opera sabun. Wawancara berubah menjadi arena pengadilan politik dengan pertanyaan-pertanyaan pemandu acara yang sering memojokkan dan memancing emosi Megawati sehingga menggerogoti image politiknya.quo kekuasaan. lamban.popularitas seorang aktor politik akan tetapi sekaligus juga mampu menjungkalkan serta memerosotkan kredibilitas dan legitimasinya sampai ke titik nadir. pada pemilihan presiden langsung yang baru lalu ia diposisikan dan dipersepsikan oleh kalangan pers dan media sebagai tokoh antagonis yang mewakili citra status. Gencarnya ekspose media masa baik cetak maupun televisi ketika SBY disingkirkan secara halus sebagai Menkopolkam dalam kabinet Gotong Royong dan menjadi keputusan pengunduran dirinya merupakan momentum penting. Megawati pernah meroket popularitasnya pada masa Orde Baru sebagai tokoh protagonis teraniaya oleh rezim kekuasaan yang otoriter Suharto. pelakon-pelakon yang teraniaya dan berakhir dengan kemenangan dramatis. Ucapan Taufik Kiemas yang menghina pribadi SBY sebagai ―Jenderal yang kayak anak kecil‖. logika. yang pada titik ekstrimnya di terima bahkan diyakini sebagai realitas sesungguhnya. Demikian sebaliknya. Dunia televisi merupakan dunia citraan. Di mata pers ia dianggap sulit berkomunikasi.

kultus. media buying. Popularitasnya dibentuk bersama oleh momentum sejarah. lembaga-lembaga jajak pendapat (polling centre). fanatisme. transaksi. . dengan kalkulasi yang cermat berkat pengetahuan yang memadai tentang kelayakan dan kepatutan kandidatnya. media masa. tawar menawar. efektif. dan model mobilisasi dari para pengikut (supporters). psikografi pemilih. Laku dan gagalnya ―penjualan‖ sang kandidat dalam pasar pemilihan umum tergantung pada kecanggihan dan kreativitas komunikasi pemasaran yang dilakukan. halaman 116-117. partisipasi. Teori-teori pemasaran dan komunikasi modern menjadi pilihan disamping mobilisasi lewat organisasi partai politik dan ideologi. Para pemilih dipandang sebagai konsumen unsur terpenting dalam siklus kegiatan pemasaran. dan rasionalitas dari para pemilih (voters) yang menggantikan emosionalitas. media planning. Menurut Newman. Mengacu pendapat Bruce I Newman dalam bukunya Handbook of Political Marketing (1999) yang dikutip oleh Eep Saefulloh Fatah pada esainya yang berjudul ―Dari Supporter ke Voter‖ (dimuat dalam Tempo 19 September 2004)0: pada zaman cyber-space ini pertarungan politik membutuhkan jurus-jurus pemasaran seperti pemetaan segmentasi pemilih. masyarakat penggemar penonton setia televisi. public-relations. Mereka mau memilih jika merasa yakin bahwa kandidat tersebut mampu memperjuangkan aspirasinya secara baik. demografi pemilih. pasar politik dalam lahan demokrasi yang sehat membutuhkan prasyarat kebebasan berkompetisi. Sumber dari esai Eep Saefulloh Fatah “ Dari Supporter ke Voter” dalam Tempo 19 September 2004. Publik yang dikategorikan sebagai pemilih (voters) menggunakan analisa rasional. brand positioning kandidat. Cepatnya perubahan konstelasi politik di Indonesia memaksa para pelaku dan aktor-aktor politik yang mendambakan kekuasaan untuk merancang strategi komunikasi dan penguasaan media masa secara tepat. dan kelemahan pemerintahan Megawati. dan efisien guna menjaring semaksimal mungkin perolehan suaranya. tim sukses kampanye. media placement. pengelolaan isu dan event-event penting. riset dan seterusnya. brand personality kandidat. melainkan lebih kepada teks personalnya sendiri yang memenuhi ekspetasi dan impian masyarakat penggemar yang cenderung eskapis.Dari analisis yang lebih cermat dapat disimpulkan bahwa kekuatan pencitraan sosok SBY sebagai ikon perubahan bukanlah semata-mata hanya bertumpu pada pengelolaan strategi periklanannya.

Belch &Michael A. merumuskan pilihannya. ataupun hubungan hierarki genealogis (hubungan silsilah kekeluargaan dengan para elit politik). . primordial. melainkan akan terus mengawal dan menuntut pertanggung jawaban dari pemimpin pilihannya selama masa jabatan yang ditentukan. Pemilih akan memposisikan dirinya setara dengan kandidatnya. dan efektif dalam membangun kepercayaan di benak calon pemilihnya. kultus. Pemilih adalah subyek partisipasi bukan obyek mobilisasi. Belch. track record. dan mengekspresikan pilihannya. dan memberikan pilihannya tidak secara gratis. below the line media (BTL). dan moralitas sang kandidat sebagai pengemban amanat rakyat. kesadaran. serta trough the line media (TTL) secara kreatif. Pada tahap awal perintisan membangun citra positif sang kandidat sebagai kegiatan brandbuilding. 2003: 2-4). Al Ries dan Laura Ries memperkenalkan era public relations (The Public Relations Cometh). dan kemampuan kontrol yang kritis terhadap kandidat pilihannya. sehingga ia mempunyai kemandirian dalam membangun kesadaran. advertising. rasionalitas. strategis. Mandat mereka bukanlah cek kosong belaka. personal selling. sales promotion.Pemilih memposisikan kandidat sebagai sosok historis tidak berdasarkan mitos. merupakan tahapan yang paling krusial dan menjadi fondasi yang menentukan kelangsungan dan keberhasilannya. pengelolaan dan penguasaan media komunikasi pemasaran modern merupakan ujung tombak aktivitasnya. yang meninggalkan ciri-ciri traditional voters yang fanatik. Menurutnya periklanan sebagai bentuk puffery communication telah kehilangan kredibilitasnya. Dalam bukunya yang berjudul: The Fall of Advertising and The Rise of Public Relations (2003). unik. Mereka menyerahkan kepercayaan berdasarkan pertimbangan prestasi. Penguasaan media menjadi kunci kemenangan atas posisi politiknya. Dalam bahasa yang lain para pemilih merupakan rational voters yang mempunyai tanggung jawab. Pemanfaatan berbagai bauran media seperti above the line media (ATL). Tim pemasar politik harus mampu mengintegrasikan berbagai bentuk aktivitas komunikasi pemasaran dengan beragam bauran medianya (media mix) yang sering disebut sebagai Integrated Marketing Communication (IMC) secara kreatif. 1998: 3-31). dan akurat merupakan kunci yang lain dalam memenangkan pertarungan media. direct marketing. kompetensi. Tugas pemilih tidak selesai begitu saja sesudah proses pencoblosan dilakukan. Bentuk-bentuk aktivitas IMC seperti. dan event atau sponsorship menjadi aneka pilihan untuk dapat dimanfaatkan secara tepat dan akurat dengan pertimbangan urgensi dan skala prioritasnya (George E. Dalam pemasaran politik. publicity/public-relations. Periklanan dianggap sebagai kebohongan dan suara manipulatif dari perusahaan atau pihak-pihak yang ingin menjual produk maupun gagasannya. sinergis. Ia akan selalu menuntut imbalan yaitu pelaksanaan janji-janji politik yang diberikan sang kandidat pada saat kampanye. dan janji politik harus diuji kebenaran pelaksanaannya oleh publik. yang menggantikan era positioning (The Positioning Cometh)(Al Ries & Laura Ries. serta berbeda dari swingers voters yang selalu ragu-ragu dan berpindah-pindah pilihan politiknya. dan irasional. kalkulasi.

Dari hasil jajak pendapat yang diselenggarakan lembaga riset Gallup terhadap persepsi publik atas kejujuran dan etika dari 32 macam profesi yang berbeda-beda. baru diikuti aktivitas komunikasi lainnya seperti periklanan. Kesimpulan dari pengamatannya periklanan tidak membangun kesadaran terhadap sebuah merek (brand). Penonjolan . 2003. Resep kunci dari Al Ries janganlah sekali-kali meluncurkan program periklanan sebelum kemungkinan-kemungkinan publisitas (PR program) dikembangkan dan dieksplorasi. iklan kampanye Energizer Bunny. periklanan dan praktisi periklanan menempati peringkat nyaris terbawah persis diantara penjual asuransi dan penjual mobil. The Fall of Advertising and The Rise of Public Relations. iklan Alka Seltzer. Sumber dari Al Ries & Laura Ries. Periklanan hanya bisa memelihara keberlangsungan merek (bersifat remindering) yang telah diciptakan oleh kegiatan publisitas (PR). iklan bertema ―Just Do It‖ dari Nike. Public Relations merupakan batu fondasi yang menentukan kokohnya kesadaran mereka ditanamkan di benak konsumen. dan masih banyak lagi. Jakarta: Gramedia. SIMPULAN Sebagai media komunikasi politik yang baru. melainkan publisitaslah yang membangun keberadaan sebuah merek.Melalui serangkaian kasus-kasus penelitiannya dibuktikan bahwa program-program kampanye periklanan yang dilakukan perusahaan-perusahaan raksasa multinasional itu justru berdampak menjatuhkan angka penjualan produk-produknya seperti: iklan bertema mobil mainan dari Nissan. halaman 2. iklan-iklan politik kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden baik pada putaran ke I maupun pada putaran ke II masih banyak yang menggunakan pendekatan emosional dalam mempengaruhi calon pemilih.

Eep Saefulloh Fatah. Acara-acara pembentuk opini publik yang ditayangkan televisi nasional seperti talk show. Michael A. & Belch. bahkan sampai bentuk-bentuk yang lebih longgar seperti program reality show yang banyak disukai kaum wanita dan anak muda banyak dimanfaatkan oleh tim kampanye para kandidat presiden dan wakil presiden. debat kandidat. KEPUSTAKAAN ———— . polling (jajak pendapat). serta konsep-konsep politik yang bersifat paradigmatik dan rasional dari setiap kandidat di dalam membangun bangsa Indonesia di masa depan setelah mereka terpilih. serta kharisma kelembutan keibuan Megawati mendominasi eksekusi iklan-iklan politik yang ditayangkan di media televisi maupun media pers nasional. Advertising and Promotion: An integrated Marketing Communications Perspective. Jakarta: Gramedia. Garin Nugroho. Pemilu 2004 ini telah memberikan kesadaran bagi para perancang komunikasi politik untuk menggunakan bauran berbagai media serta menerapkan komunikasi pemasaran terpadu (tidak hanya memanfaatkan iklan semata) demi keberhasilan program-program kampanye yang dilakukan untuk mendukung kandidatnya.figur kandidat dengan segala sentuhan emosionalitasnya seperti eksploitasi kegantengan SBY. George E. ———— . edisi 21 Maret 2004.com/iklan-politik-era-image-dan-kekuasaan-media/ Iklan Politik Berpotensi Ganggu Demokratik Media Massa Selasa. Belch. ―Iklan Sebagai Mesin Politik Baru‖ dalam Cakram edisi November 2004. 2004. Al & Ries. Opera Sabun SBY: Televisi dan Komunikasi Politik. ―Antara Pemilu dan Media‖ dalam Cakram edisi Juni 2004. Jakarta: Nastiti.. Kemenangan pasangan kandidat presiden dan wakil presiden Susilo Bambang YudhoyonoJusuf Kalla yang berhadapan dengan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dalam pemilihan umum presiden secara langsung 20 September 2004 menjadi titik balik akan kesadaran baru keberadaan mesin media komunikasi masa sebagai kekuatan pembentuk sikap calon pemilih. Ries. 1998. 19 September 2004 Edisi Khusus Pemilihan Presiden. disamping tentunya kekuatan mesin politik partai. ―Ingar-bingar Dana Kampanye‖ dalam Tempo. panel diskusi. ———— . http://dgi-indonesia. The Fall of Advertising and The Rise of Public Relations. 14 April 2009 . kolom ―Dari Supporter ke Voter‖ dalam Tempo. Publik kurang mendapatkan informasi mengenai program-program pembangunan. Laura. 2003. Boston: Irwin McGraw-Hill.

di Indonesia kecenderungan iklan politik jelang pemilihan umum (pemilu) 2009. Jakarta. mencerdaskan khalayak dan dewan kehormatan organisasi profesi harus bersikap tegas terhadap anggotanya.Jakarta (PWI News) . ia menilai. yang lepas dari bayang-bayang Orde Baru (Orba). termasuk menghadapi pemilik media yang aktivis parpol.Iklan politik di Indonesia berpotensi menganggu demokratik media massa. menurut dia. iklan politik di Indonesia agaknya muncul sejak 1999 saat Akbar Tanjung selaku Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) mempromosikan Golkar Baru. Hillary Clinton. . Selasa. ke arah gaya Amerika Serikat (AS)." katanya dalam Bedah Kasus di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Ia mengingatkan. sehingga kebijakan redaksi tidak dipengaruhi keinginan pemasang iklan. Zulkarimein mengemukakan. dan pesaingnya dari Partai Republik. "Oleh karena itu. ujarnya dalam Bedah Kasus bertopik "Banjir Advertorial dan Iklan Politik Dalam Pemilu". menegakkan akuntabilitas media. Setiap menjelang lima tahunan jelang pemilu rasanya wartawan dan pengelola media massa perlu diingatkan lagi mengenai etika jurnalistik menghadapi iklan politik. John Mcain. kata pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI). media massa harus mempertegas dinding api (firewall) antara berita yang menjunjung kode etik jurnalistik dengan iklannya. saat berkampanye melawan teman sekaligus saingannya di Partai Demokrat. memperkokoh pengawasan internal. di berbagai media massa. Hanya saja. dan pemberitaan media menjadi bias tidak berpihak ke parpol kecil yang tidak mampu memasang iklan. Zulkarimein Nasution MA. media berupaya menyenangkan pemasang iklan. bila pihak media berketergantungan ke pemasang iklan. media massa perlu meneguhkan ketaatan terhadap kode etik jurnalistik. terutama meniru fenomena Presiden Barrack Hussein Obama Jr. Drs.

. Menanggapi posisi pemilik media yang juga aktivis parpol. menurut dia. memang satu hal yang sulit. Saur menilai. Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar sekaligus pemilik Media Grup. parpol gurem sulit untuk menggoyahkan idealisme pers untuk bertahan terhadap kode etiknya. Menanggapi kecenderungan pemilu 2014. Ia menilai." ujarnya. iklan parpol yang nilainya besar dari Partai Demokrat. bakal banyak parpol menjadi merasa miskin untuk beriklan secara total di media massa. parpol besar pun belum tentu bisa." ujarnya."Hanya saja. tidak ada koran atau media massa yang mampu bertahan atau mempertahankan kredibilitasnya dengan hanya mengandalkan "durian runtuh" berupa iklan partai politik (parpol) setiap lima tahun sekali. Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Bahkan. Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu ditelaah lebih jauh berkaitan dengan perolehan suara dalam pemilu 2009. tetapi kebijakan pemberitaan media massa harus menempatkan idealisme jurnalisme di atas kepentingan iklan parpol yang sesaat. Saur menilai. saat itu tarif iklan pasti sudah jauh lebih mahal dari sekarang. "Oleh karena. sedangkan di Indonesia politisi yang berkampanye lebih sering diselingi penampilan penyanyi dangdut. maka harus memiliki pula nilai berita." katanya menambahkan. Ia juga mengemukakan. ada indikasi rakyat datang ke kampanye untuk menonton penyanyi dangdutnya dibanding dngarkan pidato politik. Kredibilitas media Sementara itu. rakyat Amerika betah mendengarkan pidato kampanye Obama. Bahkan. Belum tentu masih ada parpol berani beriklan layaknya Prabowo dari Partai Gerindra. Saur Hutabarat dari Media Indonesia dan Metro TV (Media Grup) mengemukakan. jika tampil di medianya dalam kemasan berita.

lebih dominan ke daerah pemilihannya. . Dalam hal inilah wartawan dan organisasi." ujarnya. ketiga pilar lainnya dibiayai negara. setelah legislatif. kredibilitas jurnalisme kalau harus dikorbankan. harus tegas untuk menjaga independensi terhadap godaan semacam iklan parpol yang memang bisa meroboh dinding tersebut. ia mengemukakan." katanya. "Di situ tidak ada kritik balik. karena menampilkan sesuatu yang dilebih-lebihkan. "Itu sebabnya iklan besaran uangnya ke individu caleg secara 'out door'.Selain itu. dan bukan ke dana parpol sebagai prioritas. ia menegaskan. Bukan ke arah media massa. seperti PWI perlu berperan menyampaikan kritik publik. menurut dia. ia menilai. Apalagi. Rikard pun menilai. Rikard Bagun selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompas." ujarnya. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa calon legislator (caleg) yang dapat lolos ke parlemen berdasarkan suara terbanyak mengakibatkan uang beredar ke arah individu caleg. Dinding api orientasi industri pers. Dalam beberapa tahun ini. eksekutif dan yudikatif. ia menilai. maka habis pula bisnis media massa bersangkutan." ujar Rikard. Padahal. di Indonesia senantiasa digaungkan bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi. iklan parpol di media massa lebih sering menipu. "Padahal. ada pergeseran dari produksi ke konsumsi sehingga politisi berkejaran memasang iklan konsumtif. nilai pemberitaan politik media massa jauh lebih besar nilainya dibanding besaran iklan parpol. di spanduk dan baliho caleg. mempertanyakan: "Siapa bilang ada banjir uang di media massa dari iklan parpol?" Oleh karena. jauh dari realitas (hyper realita). dan bukan memperlihatkan produktivitasnya. Dalam forum yang sama. sedangkan pilar keempat yang namanya pers atau media massa harus membiayai dirinya sendiri. "Ada dua hal. yang menyangkut uang dan 'hyper realita' ini harus diuji akuntabilitasnya. dan masyarakat atau publik tidak diberi kesempatan menyampaikan kritik.

Sofyan Lubis(Pos Kota).Ia pun menolak anggapan bahwa iklan parpol adalah banjir uang bagi media massa. Tetapi usaha tersebut tidak berhasil mempengaruhi para pemilih. Bush sendiri belum dapat menyelesaikan masalah terorisme. .or. Tribuana Said (Waspada). Jim Webb.html Menyongsong pemilu sela 7 November. Rusdy Effendi (Banjarmasin Post) dan Syafik Umar (Pikiran Rakyat).id/index. Republik berusaha menyerang Demokrat dengan mengatakan Demokrat tidak bersikap tegas dan keras terhadap permasalahan imigran ilegal. (*) http://pwi. Iklan-iklan yang dikeluarkan oleh Republik menjadi bukti bahwa ancaman tidak selalu dapat mengarahkan perhatian. karena George W. Tapi pada pemilu kali ini kubu Demokrat lebih baik dalam mengatasi iklan-iklan serangan dari kubu Republik. Tetapi itu juga tidak berhasil karena Bush sendiri juga bersikap ―ramah‖ terhadap masalah imigrasi. karena sering ada tokoh yang risau dan sulit menerima kenyataan bila dirinya dikritik media massa lantaran dirinya merasa sudah merasa memasang iklan. Margiono (Ketua PWI Pusat). Pertama-tama. serta H. Partai Demokrat maupun Republik mengerahkan semua daya dan upaya untuk meraih simpati pemilih. pembaca pornografi. Kedua kubu menggunakan iklan sebagai cara untuk saling menjatuhkan. kubu Republik membuat iklan yang mengatakan kalau Demokrat akan menaikkan tarif pajak. Kemudian Republik kembali mengeluarkan iklan yang lebih keras lagi yaitu iklan yang menggambarkan Demokrat sebagai gila seks. karena para pemilih memfokuskan perhatian mereka kepada masalah Irak dan Mark Foley. Beberapa minggu menjelang pemilu sela. yang juga seorang penulis novel disebut sebagai penulis cerita-cerita porno yang menyesatkan. itu dihadiri pula para tokoh pers nasional. Marah Sakti Siregar. antara lain DH Assegaff (Media Grup). orang-orang Republik yang ada di kongres juga gagal membuat persyaratan yang keras mengenai keimigrasian. Bedah kasus Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang dipandu Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat. karena Demokrat dianggap terlalu lembut dalam mengatasi masalah terorisme." demikian Rikard Bagun. tetapi media massa memang harus mampu mempertahankan idealisme pemberitaannya. Namun cara seperti itu tidak berhasil. dan dalam kasus salah satu kandidat senat dari Demokrat. "Hal ini bukan perkara mudah. keputusasaan. dan selain itu. Lalu selanjutnya.php/Berita-PWI/Iklan-Politik-Berpotensi-Ganggu-Demokratik-MediaMassa. pendukung homoseksual. kubu Republik berusaha menyerang kubu Demokrat dengan menyinggung masalah keamanan nasional. Terkadang iklan-iklan seperti itu hanya mengarah kepada kegilaan.

000 orang ke pesta Super Bowl yang disponsori oleh Majalah Playboy tahun lalu. Tetapi Schumer belajar sesuatu dari perjalanannya ke kursi senat yang ia lakukan pada tahun 1998 dimana ia bersaing melawan Alfonse D’Amato. dan berbisik. Kesalahan Ford yang menjadi sasaran kubu Republik adalah kedatangannya. pada tahun 2004 yang bertindak lambat ketika berespon terhadap serangan Republik. ―Iklan seperti ini berhasil mengalahkan kami pada tahun 2002 dan 2004. Dengan munculnya iklan itu. pada masalah keamanan nasional dengan menampilkan Gedung World Trade Canter dalam kedaan diserang teroris.Banyak media yang memusatkan perhatian pada kandidat senat dari Demokrat yang berasal dari Tennessee.‖ Respon yang cepat kepada serangan Republik menjadi kunci keberhasilan Ford untuk mendapatkan kekuatan suara di Tennessee. ―Fonzi menyerang saya karena saya dianggap tidak tegas terhadap kejahatan. Ford tidak tinggal diam dan segera memberi respon dengan iklan yang menampilan penduduk Tennesse yang mengekspresikan kejijikan mereka atas kubu Republik. Respon yang cepat adalah peraturan yang saya buat bagi seluruh kandidat pada tahun ini. Pada awal bulan Oktober ini. anda harus memberi respon dalam 24 jam setelah anda diserang. Seorang wanita bernama Maura Satchell mengatakan. wanita itu mengecupkan bibirnya. seorang dewan direksi Komite Kampanye Kesenatoran Demokrat.‖ karena ucapannya yang mendukung pernikahan gay dan pendistribusian pil pencegah kehamilan bagi para remaja. Hal ini menginspirasikan kubu Republik untuk membuat iklan yang menampilkan seorang wanita berpakaian seksi yang mengaku bertemu dengan Ford di pesta itu dan lalu. dan mereka memasang iklan ini hanya untuk mengecoh perhatian kita saja.B. Ford segera memberi respon dengan membuat iklan yang mengklaim Perusahaan Konstruksi milik Corker telah mempekerjakan imigran asing. Bob Corker. dan kami kembali menyerang dia dengan serangkaian iklan yang keras dengan kalimat: Alfonse D’Amato: terlalu banyak kebohongan selama ini.‖ ujar J. sebagai contoh. Poersch. Harold Ford Jr. ―Jika anda menginginkan dukungan finansial dari kami. dan berkulit hitam. bersama-sama 3. menarik. pada kalimat terakhir dalam iklan itu. menuduh Ford mendukung pemberian keringanan hukuman bagi para imigran. ―Para kandidat kami merasa kuatir mengatasi kubu Republik yang mengungkit masalah kemanan nasional. kubu Demokrat telah belajar dari kesalahan yang dilakukan kandidiat presiden dari Demokrat. Republik menggunakan iklan seperti itu karena Brown adalah orang yang selalu berulang-ulang kali memilih tidak menaikkan dana bagi keintelijenan. Dia masih muda.‖ Sungguh jelas. Namun kubu Demokrat telah dapat memprediksi iklan seperti itu. mengedipkan matanya.‖ Schumer mengatakan bahwa iklan terpenting yang dibuat oleh Demokrat pada tahun ini adalah iklan yang muncul pada bulan Juli dalam persaingan perebutan kursi Senat di Ohio.‖Hidup anak saya sedang dipertaruhkan di Irak. direktur eksekutif Komite Kampanye Kesenatoran Demokrat.‖ ujar Senator Charles Schumer dari New York. Kandidat Republik. Kandidiat dari Republik.‖ Iklan Republik berikutnya menyerang Ford dengan mengatakan Ford memiliki ―nilai-nilai Hollywood. telepon aku. ―Harold. John Kerry.‖ . Sherrod Brown. Mike DeWine. memasang iklan yang intinya mempertanyakan catatan kandidat dari Demokrat.

kita akan semakin bahagia. Ford kemudian berkata." Selanjutnya . namun berdasarkan pengalaman sebelumnya. meskipun setelah ribuan orang kehilangan pekerjaan dan pemindahan sejumlah teknologi militer yang sensitif…‖ Hasilnya polling menunjukkan iklan itu memiliki pengaruh yang menyebar. "Lawan politikku berpesta bersama 'kelinci' model playboy yang berpakaian dalam! Dan kemudian pergi ke Gereja!" Kalimat di atas adalah pesan iklan politik yang menyerang kandidat senat kubu Demokrat dari Tennessee. Kubu Republik membuat iklan balasan: "Orang seperti apa yang pergi berpesta dengan model playboy berpakaian dalam dan kemudian membuat iklan di antara kursi-kursi Gereja? Iklan ini menyindir Ford yang beberapa bulan lalu pergi ke pesta yang diadakan oleh Majalah Playboy. "…Kita akan semakin bahagia!" Mike DeWine dari kubu Republik suka berkata: "Kita semua harus bekerja sama: Demokrat dan Republik. kecuali pemilu presiden tahun 2004 di mana jumlah pemilih mencapai 63 persen. DAP. Pemilu sela tahun ini tampaknya sedikit "istimewa" karena banyak yang menganggapnya sebagai "referendum" terhadap kepemimpinan Bush sebab rakyat AS telah menanggung serangkaian kekecewaan terhadap pemerintahan Bush. Iklan ini kemudian dibalas lagi oleh iklan dari kubu Demokrat yang menunjukkan kekayaan yang dimiliki Corker tetapi tidak memberi apa-apa kepada polisi dan pemadam kebakaran. Iklan ini dimulai dengan sebuah kalimat: "Senator DeWine menghabiskan 92% waktunya dengan Presiden Bush. Tiga Iklan Politik 'Terpanas' 1. Iklan Demokrat sebelumnya itu menampilkan Ford sedang berjalan di antara kursi-kursi Gereja. Kemudian Ford menjelaskan mengenai lawan politiknya dari kubu Republik. "Di sini saya belajar mengenai mana yang benar dan mana yang salah. Iklan ini merupakan iklan balasan dari kubu Republik terhadap iklan kubu Demokrat sebelumnya. Lebih dari 200 juta warga AS berhak memilih dalam pemilu kali ini. Sebagai hasilnya.MLP (Berita Indonesia 25) Rakyat Amerika Memilih Rakyat Amerika Serikat Selasa (7/11) memberikan suaranya dalam pemilihan umum sela untuk mengisi 435 kursi di DPR (House of Representatives) dan 33 kursi Senat. yang berkata hal-hal bohong mengenai dirinya.Tetapi Brown memberikan perlawanan dengan iklan yang dimulai dengan kalimat: ―Sungguh menyedihkan. Harold Ford. fenomena iklan politik pada tahun 2006 ini merupakan serangan balik kubu Demokrat. Kemudian kubu Demokrat membuat iklan yang menyinggung perkataan DeWine tersebut. Corker." ucapnya dengan menampilkan wajah yang tulus." Kemudian diikuti dengan paduan suara anak-anak yang bernyanyi: "Semakin kita bekerja sama.‖ ujar Poersch. 2. ―Kandidat kami yang lain melihat keberhasilan Brown. ―dan sekarang mereka percaya diri kalau mereka dapat mengatasi Republik apabila mereka kembali menggunakan isu keamanan nasional. Mike DeWine mengeksploitasi peristiwa 9/11 untuk memfitnah Sherrod Brown…‖ dan selanjutnya iklan itu beralih pada topik yang menjadi kesukaan Brown: (DeWine) mendukung perjanjian dagang dengan Cina. jumlah pemilih yang datang ke TPS kurang dari 50 persen.

beritaindonesia.id/mancanegara/saling-menjatuhkan-lewat-iklan-politik . Arcuri sebenarnya ingin menelepon Departemen Keadilan. dan diakhiri dengan: Mike DeWine senang dapat bekerja sama dengan George Bush. Pemotongan Pajak Bagi Perusahaan Yang Bekerja di Luar Negeri. http://www. yang secara kebetulan bernomor sama dengan layanan telepon fantasi tapi berbeda kode area. Pemotongan Pajak Bagi Perusahaan Minyak. dan sebenarnya panggilan tersebut terjadi karena Arcuri salah menekan nomor. Siapa yang menelepon percakapan fantasi dan membebani pembayar pajak? Lalu terdengar suara penari seronok: "Telepon nakal!" Apa yang tidak dikatakan oleh iklan itu adalah bahwa panggilan telepon itu hanya berlangsung kurang dari semenit. Kemudian terdengar suara yang berkata: "Nomor telepon layanan percakapan fantasi muncul di dalam tagihan telepon Michael Arcuri ketika ia menginap di Hotel New York untuk keperluan bisnis. 3. "Hi.co. seksi!" Sebuah bayangan penari seronok yang kemudian disusul dengan gambar Michael Arcuri sedang tersenyum. seorang kandidat dari kubu Demokrat.tampak wajah DeWine sedang merangkul Presiden Bush yang disertai tulisan: Hutang Negara Meningkat 9 Triliun Dollar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->