P. 1
upah tenaga kerja

upah tenaga kerja

|Views: 160|Likes:
Published by adigt

More info:

Published by: adigt on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Permasalahan Bekerja merupakan sumber satu-satunya untuk membangun bumi dan mengeruk perbendaharaannya, sekaligus sarana utama untuk menjamin penghidupan atau rezeki manusia dan stabilitas kehidupannya. Seandainya manusia tidak bekerja dan berusaha dalam memperoleh rezekinya, niscaya mustahil manusia dapat bertahan hidup di muka bumi. 4 Untuk memperoleh rezeki atau nafkah banyak cara dan jalan yang dapat ditempuh, tentunya dengan cara yang benar dan halal, salah satu diantaranya adalah: mencari nafkah dengan jalan bekerja, menyerahkan kepandaian dan tenaga, menjadi pegawai atau karyawan atau buruh kepada yang memerlukan manakala suatu saat tenaga itu diperlukan orang lain untuk suatu pekerjaan. Islam telah mewajibkan kerja atas setiap lengan tangan yang berkemampuan, dan menganggap pekerjaan adalah fardhu yang mesti dilakukan demi mendapatkan keridhaan Allah SWT dan rejeki-Nya yang baik-baik. Manusia dituntut untuk bersungguh-sungguh untuk kepentingan pribadinya dengan tidak merugikan orang lain. Ia boleh mencari rejeki dan mendapatkan sesuatu yang dapat dicarinya. Ia mendapat manfaat dari orang lain dan sebaliknya memberi manfaat kepada mereka. 4 Baqir Sharief Qorashi, Keringat Buruh, Al-Huda, Jakarta, 2007, hlm. 40. Universitas Sumatera UtaraRezeki yang diperoleh dapat berupa barang dan dapat pula berupa upah yang mana penerimaannya bisa dalam bentuk upah nominal, minimum, upah nyata, upah biaya hidup dan upah wajar. Dua permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai upah

Karena mereka menganggap hal . 1. 6 Abdul Hakim. Aspek Hukum pengupahan. Karena itu kepentingannya menjadi perhatian utama. Indahnya Ekonomi Islam. 5 Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan apabila tidak professional dalam menangani pengupahan tidak jarang menjadi potensi perselisihan serta mendorong timbulnya mogok kerja atau unjuk rasa. membawa sebuah gambaran dimana kebenaran dan kesalahan saling tumpang tindih di dalamnya. Dan juga memberikan kebebasan untuk menuntut haknya. hlm. PT Citra Aditya Bakti. Terdapat penyimpangan dan kelalaian yang melebihi batas. Dalam ekonomi Islam pekerja adalah mitra kerja. apabila hak mereka dimiliki orang lain. Bandung. meskipun untuk melakukan pekerjaan yang dapat membantu masyarakat. 2007. Universitas Sumatera UtaraDalam Islam. Rasulullah saw telah menyuruh umatnya yang mempunyai bisnis dengan tenaga kerja agar membayar upahnya sebelum keringat tenaga kerja mengalir. Bandung. kejujuran dan kecurangan menjadi samar. 6 5 Hasan Aedy. yang merupakan hak asasi bagi manusia. bahwa dalam pembayaran upah supaya ditentukan sesuai dengan upah yang pantas dan baik. 16. bukan sekedar faktor pruduksi. Permasalahan kedua yaitu mengenai pekerja perempuan. hlm. 2006. Islam memberikan jalan. sebagian kelompok berpendapat untuk mengunci perempuan di dalam rumah dan melarangnya keluar.dan pekerja perempuan. Alfabeta.

Islam tidak menyetujui kedua pendapat di atas. 7 Perempuan adalah separuh bagian dari sebuah masyarakat yang merupakan partner laki-laki dalam memakmurkan bumi. putri. B. 1. Bagaimana perbandingan pengaturan upah menurut Hukum Islam dan . ibu. Perumusan Masalah Adapun masalah yang diangkat dalam tulisan ini adalah: 1. Islam menjunjung tinggi kehormatan perempuan sebab status kemanusiaan yang telah dianugerahkan Allah swt kepadanya melebihi makhluk yang lain. istri. Pertama. masyarakat dapat berkembang dan panji-panji keadilan serta kebaikan pun berkibar. Jawa Timur. Islam adalah jalan tengah dan metode moderat yang menjunjung derajat dan kehormatan perempuan sesuai karakternya. Mashun. Mereka menilai bahwa kesalehan perempuan bisa dibuktikan ketika dia hanya keluar rumah dua kali. kedua. hlm. dan anggota masyarakat. Dengan adanya kerja Kelompok lain berpendapat untuk membukakan pintu secara bebas kepada perempuan untuk keluar rumah dan melepaskan pengawasan terhadapnya agar dia bisa berbuat sesuai dengan kehendaknya tanpa syarat dan batasan. Universitas Sumatera Utarasama antara keduanya kehidupan bisa berlangsung dan berjalan lurus. Muslimah Karier. dari rumah suaminya menuju kuburannya. Padahal AlQur’an menjadikan kurungan rumah untuk perempuan sebagai hukuman bagi mereka yang telah melakukan tindakan zina dengan disaksikan oleh empat orang saksi. yaitu sebagai perempuan. 2009. dan dapat menyebabkannya lepas dari tanggung jawab rumah tangga dan bisa menghancurkan keutuhan keluarga. saat dia keluar dari rumah ayahnya menuju rumah suaminya.tersebut telah keluar dari kodrat dan fitrah yang telah Allah swt ciptakan pada diri seorang perempuan. 7 Asyraf Muhammad Dawabah.

keselamatan dan mental dengan standar yang tinggi selama bekerja di perusahaan-perusahaan dan ditegaskan juga atas dasar persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. para tenaga kerja. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena mengakui pentingnya upah bagi pekerja/ buruh dan bagi perempuan untuk dapat menikmati kesehatan. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Bagaimana perbandingan konsep pekerja perempuan menurut Hukum Islam dan UU No.UU No. Keaslian Penulisan . para pengusaha serta pemerintah agar tidak lepas tangan terhadap upah dan kehidupan pekerja perempuan. D. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan? 2. Manfaat Penulisan Manfaat yang dapat diperoleh dari skripsi ini adalah: Universitas Sumatera Utaraa. para praktisi. b. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 2. Tujuan Penulisan Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan skripsi ini dapat diuraikan sebagai berikut: a. b. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan? C. Secara Praktis Pembahasan dalam permasalahan yang diangkat ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pembaca. Untuk mengetahui perbandingan mengenai pengaturan upah menurut Hukum Islam dan UU No. Untuk mengetahui perbandingan mengenai konsep pekerja perempuan menurut Hukum Islam dan UU No. Secara Teoritis Pembahasan dalam masalah-masalah yang sudah dirumuskan mudahmudahan dapat memberikan kontribusi pemikiran-pemikiran serta pandanganpandangan yang baru mengenai upah dan pekerja perempuan berdasarkan Hukum Islam dan bagaimana perbandingannya dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam skripsi ini penulis mengambil judul tentang “Perbandingan Pengaturan Upah Dan Pekerja Perempuan Dalam Ajaran Islam Dan UndangUndang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan”.Berdasarkan penelusuran dan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis di Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Dengan demikian penelitian ini dapat penulis pertanggungjawabkan kebenarannya. Jakarana Tama Tanjung Morawa”. penulis menemukan judul tentang “Eksistensi Perlindungan Hukum Jaminan Sosial Bagi Pekerja Wanita Studi pada PT. Metode Penelitian Suatu karya tulis ilmiah haruslah disusun berdasarkan data yang benar dan bersifat objektif sehingga dapat diuji kebenarannya. E. “Sistem Pengupahan pada Pekerja Buruh Tetap dan Pekerja Buruh Harian Lepas Ditinjau dari Permenakertrans No. melalui pemikiran. Data adalah kumpulan keterangan-keterangan baik tulisan maupun lisan untuk membantu dan menunjang penelitian. Tulisan ini belum pernah ditulis sebelumnya dan oleh karena itu tulisan ini adalah asli dan tidak merupakan ciplakan dari karya orang lain. “Sistem Pengupahan Menuju Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Kasus di PT Universitas Sumatera UtaraEcogreen Oleohemicals Belawan)”. Perbandingan Konsep Upah Dan Pekerja Perempuan Dalam Ajaran Islam Dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang diangkat menjadi judul skripsi ini merupakan hasil karya yang ditulis secara objektif. ilmiah. Universitas Sumatera UtaraPenelitian merupakan suatu sarana pokok dalam pengembangan ilmu . dan referensi dari buku-buku. 17 tahun 2005 tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Pengupahan PT Arwana Mas Indonesia) dan “Perlindungan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Wanita di PT Pacipic Medan Industri”. Dan judul ini belum pernah ada sebelumnya.

Penelitian Hukum Normatif adalah penelitian hukum yang menggunakan sumber data sekunder. 2007. peraturan perundang-undangan. 9 2. maka penulis menggunakan metode Penelitian Hukum Kepustakaan atau Penelitian Hukum Normatif. 9 Soejono dan Abdurrahman. dengan mengadakan analisa dan konstruksi. Sumber Data Dengan metode penelitian hukum kepustakaan penulis mendapat masukan dengan mencari dan menelusuri bahan-bahan yang ada di perpustakaan. Dengan menggunakan tiga macam bahan hukum yang meliputi: . 2003. Bahan hukum sebagai data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari bahan-bahan pustaka melalui perpustakaan. metodologis dan konsisten. Metode Pengumpulan Data Untuk melengkapi bahan-bahan bagi penulisan skripsi ini supaya mendapatkan hasil yang seoptimal mungkin. himpunan Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan langsung dengan objek pembahasan skripsi ini. 8 1. hlm. Penelitian Hukum Normatif. dokumen-dokumen. 56. hlm. oleh karena penelitian bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara sistematis. dan karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan 8 Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Universitas Sumatera Utarapermasalahan yang diteliti. seperti sejumlah buku.pengetahuan dan teknologi. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada. Metode Penelitian Hukum. 20. Jakarta. PT Rineka Cipta.

13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskiriminasi Terhadap Wanita (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women). Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang bersifat mengikat terdiri dari: 1. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan atau keterangan lanjutan mengenai bahan hukum primer yang terdiri dari: 1. 10. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP231/MEN/2003 tentang Tata Cara Penangguhan Pelaksanaan Upah Minimum. Undang-Undang Republik Indonesia No. Universitas Sumatera Utara9. . Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. Dan lain-lain peraturan yang terkait. 3. 4. Al-Qur’an dan Hadist. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention Nomor 111 Concerning Discrimination in Respect of Employment and Occupation (Konvensi ILO mengenai Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan). Berbagai bahan pustaka atau literatur. Undang-Undang Nomor 80 Tahun 1957 tentang Persetujuan Konvensi ILO Nomor 100 mengenai Pengupahan bagi Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya. 8. b). 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. 5. 2. Undang-undang No. 6. 7.a).

penggunaan kedua metode tersebut adalah tergantung dengan objek dan tujuan dari penelitian yang bersangkutan. Ada pihak yang menyatakan bahwa hanya metode kualitatif saja yang paling cocok untuk Metode Penelitian Hukum. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. 3. Akan tetapi tidak sedikit orang yang menggunakan metode kuantitif. yaitu penelitian kualitatif yang tidak membutuhkan populasi Universitas Sumatera Utaradan sampel. 3. Namun. Black Law Dictionary. yang terdiri dari: 1. 3. Kamus Hukum. 11 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Kamus Bahasa Indonesia. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. dan penelitian kuantitatif yang menggunakan populasi dan sampel dalam pengumpulan data. 2. 10 Persoalan mengenai metode kuantitatif dan metode kualitatif banyak diperbincangkan orang dalam pelaksanaan penelitian.2. Bahan hukum tertier yaitu bahan-bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Bahan-bahan dari hasil penelitian sebelumnya. c). . Bahan-bahan dari hasil seminar dan artikel yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. dikelompokkan dalam dua model. Analisa Data Metode penelitian hukum di kalangan para ahli hukum.

org/wiki/Penelitian_kualitatif. Hipotesis yang terbentuk berasal dari pola pengamatan yang dilakukan. Jakarta.wikipedia. Setelah dilakukan berulang-ulang. Reinard. teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. 98. 14 Selain pendekatan induktif. 2009. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis. Pendekatan deduktif adalah pendekatan secara teoritik untuk mendapatkan konfirmasi . Pendekatan induktif adalah pendekatan yang dilakukan untuk membangun sebuah teori berdasarkan hasil pengamatan atau observasi. hlm. “Penelitian Kualitatif”. Metode Penelitian Hukum. 12 John C. Sinar Grafika.12 Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. barulah diperoleh sebuah teori. cit. Universitas Sumatera Utaramemberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. 11 Soejono dan Abdurrahman. juga ada pendekatan deduktif. Dari pola tersebut akan lahir hipotesis sementara atau hipotesis tentatif. 13 Untuk penelitian kualitatif biasanya digunakan pendekatan induktif. http://id. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini 10 Zainuddin Ali. op. Suatu observasi yang dilakukan berkali-kali akan membentuk sebuah pola tertentu. hlm. 1 September 2010. Langkah penelitian seperti ini disebut sebagai pendekatan’dari bawah ke atas’. 49.

Hal ini bisa dilihat dengan tidak adanya penggunaan populasi dan sampel. Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode kualitatif. Universitas Sumatera UtaraPenelitian hukum kepustakaan dilakukan dengan jalan sebagai berikut: a) Dilakukan pengumpulan bahan-bahan yang meliputi bahan hukum primer. http://id. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini dibagi atas 5 bab.org/wiki/Penelitian_kuantitatif. 15 13 John W. serta sumber data yang diperoleh dari penelitian hukum kepustakaan.wikipedia.berdasarkan hipotesis dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan c) Dilakukan analisis terhadap berbagai bahan hukum tersebut. dipilih dan dihimpun asas-asas hukum dan kaedah hukum dan ketentuan-ketentuan hukum positif yang mendasari tentang Pandangan Islam Mengenai Upah dan Tenaga Kerja Perempuan serta Perbedaannya dengan UU No.googleusercontent.com/2010/03/bagianpendekataninduktif. 1 September 2010 14 http://webcache. dan tertier. Langkah penelitian seperti ini biasa juga disebut pendekatan ‘dari atas ke bawah’. urutan bab tersusun secara sistematis dan saling . lalu hipotesis ini diuji dengan dengan melakukan beberapa observasi.com/2010/03/bagianpendekataninduktif.com/wordpress. Hasil dari observasi ini akan dapat memberikan konfirmasi tentang sebuah teori yang semula dipakai untuk menghasilkan hipotesis. Suatu hipotesis lahir dari sebuah teori. Creswell. F. 15 http://webcache.com/wordpress. “Penelitian kuantitatif”. sekunder. dimana masingmasing bab dibagi atas beberapa sub bab yang disesuaikan dengan kebutuhan pembahasan dalam bab tersebut. b) Dilakukan pengelompokkan.googleusercontent.

prinsip non-diskriminasi antara pekerja perempuan dan laki-laki. BAB III: Upah dan Pekerja Perempuan dalam UU No. alasan perempuan boleh bekerja. metode penelitian dan sistematika penulisan. dan pekerja perempuan meliputi alasan perempuan boleh bekerja. upah dalam Islam meliputi pengertian dan bentuk upah. pekerjaan yang dilarang untuk perempuan. dan syarat-syarat untuk perempuan bekerja. tinjauan kepustakaan.berkaitan satu dengan yang lainnya. serta syarat-syarat untuk perempuan pekerja. Sistematika penulisan ini terdiri dari 5 bab yaitu sebagai berikut: BAB I: Pendahuluan Bab ini menguraikan tentang beberapa sub bab yakni latar belakang permasalahan. pekerjaan yang dilarang untuk perempuan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Bab ini menguraikan tentang perbandingan konsep upah dan . bentuk upah. BAB IV: Perbandingan Konsep Upah dan Pekerja Perempuan antara Islam dan UU No. keaslian penulisan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pada bab ini menguraikan tentang upah dan pekerja perempuan menurut UU No. prinsip non-diskriminasi antara pekerja perempuan dan pekerja laki-laki. perumusan masalah. BAB II: Upah dan Pekerja Perempuan dalam Islam Universitas Sumatera UtaraDalam bab ini penulis memaparkan tentang upah dan pekerja perempuan menurut Islam. upah dalam perjanjian kerja. serta upah dalam perjanjian. tujuan penulisan dan manfaat penulisan. yang membahas mengenai pengertian upah.

BAB V: Penutup Universitas Sumatera UtaraBab ini merupakan bab terakhir di mana di dalamnya terdapat kesimpulan dan saran. Universitas Sumatera Utara . 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.pekerja perempuan antara Islam dan UU No.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->