P. 1
ilusi

ilusi

|Views: 138|Likes:
Published by rajagukgukwinda

More info:

Published by: rajagukgukwinda on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2012

pdf

text

original

Psikologi Komunikasi

Edwi Arief Sosiawan, SIP, MSi

1

Kuliah - 4 ………………………………………………..……lanjutan unsur komunikasi intrapersonal

Penyimpangan dalam persepsi.
Melakukan persepsi kadang kala manusia melakukan kesalahan interpretasi atau penyimpangan (ketidaktepatan dalam mempersepsi) suatu stimulus. Terdapat dua penyimpangan dalam persepsi yaitu :

Halusinasi (gambaran khayal)

Bila rangsang dari luar terhadap indra itu tidak nyata, tetapi penderita yakin kalau itu ada, maka keadaan seperti itu dinamakan halusinasi (Soewadi, 1999). Sedangkan menurut Maramis (1986) menyatakan Halusinasi ialah: pencerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seorang pasien, yang terjadi dalam keadaan sadar/bangun, dasarnya mungkin organik, fungsional, psikotik ataupun histerik. Sehingga dapat dikatakan yang disebut dengan halusinasi adalah sangkaan dari organisme seolah-olah melihat, mendengar, padahal objek tidak ada atau individu merasa melakukan persepsi padahal individu tersebut tidak dikenai stimulus, jadi ini merupakan persepsi subjektif dari individu. Contoh orang mabuk kadang melihat sesuatu yang objeknya tidak ada karena terganggu indera dan sensorisnya. Keadaan ini merupakan kondisi yang tidak normal dan umumnya merupakan pertanda bahwa jiwanya telah mengalami gangguan. Halusinasi merupakan salah satu gejala yang sering muncul dan ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi sering diidentikan dengan schizofrenia.

Ilusi
Yaitu salah menafsirkan rangsang, Jadi persepsi tidak sesuai kenyataan atau dengan kata lain ilusi adalah kesalahan dalam memaknai stimulus yang datang. Perbedaannya dengan hakusinasi adalah bila halusinasi tidak terdapat stimulus sedangkan ilusi stimulusnya ada hanya disalah persepsikan. Ilusi terjadi karena otak merasakan berbagai perbedaan pendapat pokok dari kualitas yang sebenarnya yang terdapat pada stimulus atau objek yang diamati. Ilusi bisa terjadi pada indera penglihatan, pendengaran, perasa dan penciuman. Ilusi bukanlah kelainan dalam jiwa seseorang. Ilusi adalah umum terjadi dalam persepsi yang normal dan itu merupakan konsekwensi alami dari sistem kerja yang berhubungan dengan perasaan manusia. Psikologi mempelajari ilusi karena dalam ilusi terdapat petunjuk penting tentang fungsi sistem perceptual. Tukang sulap bersandar pada muslihat ilusi penonton yang mereka hibur. Bagaimanapun ukuran kesalahan dalam persepsi dapat dikatakan sebagai ilusi jika sebagian besar orang mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, jika anda adalah satu-satunya orang yang salah membaca suatu kalimat, maka tidak dapat disebut sebagai ilusi. Namun jika kesalahan baca tersebut terjadi pada sejumlah banyak orang maka mungkin saja hal tersebut dipertimbangkan sebagai suatu ilusi.

www.edwias.com

edwias@yahoo.com

Psikologi Komunikasi
Edwi Arief Sosiawan, SIP, MSi

2

Kuliah - 4

Orang-Orang sering mengacaukan istilah ilusi, halusinasi, dan khayalan, tetapi psikolog menggunakan istilah tersebut dengan makna/arti yang jelas berbeda. Suatu ilusi terjadi ketika seseorang melakukan salah interprestasi bentuk fisik dari stimulus. Sedangkan halusinasi, adalah kondisi seseorang yang mempersepsi adanya stimulus namun secara fisik stimulus tersebut tidak ada. contoh, mendengar suara namun tak ada seorangpun yang ada di sekeliling. Sedangkan delusi ( khayalan ) adalah keyakinan yang keliru yang dipertahankan walaupun fakta-faktanya tidak terbukti atau keliru. Ilusi terjadi pada orangorang yang normal kondisi kejiwaannya, sementara halusinasi dan delusi terjadi pada umumnya terjadi karena efek yang diderita orang akibat demam, sakit ingatan, atau narkoba. Suatu ilusi terjadi ketika otak merasakan perbedaaan hakekat kualitas yang nyata dari suatu obyek atau stimulus. Ilusi bisa terjadi dalam pikiran sehat manusia yang mencakup visi, tatap muka, sentuhan, bau, dan perasa. Di dalam kenyataannya ilusi yang paling sering dilakukan manusia adalah ilusi visual atau ilusi yang berhubungan dengan indera penglihatan. Ilusi visual tersebut terdiri dari : Ilusi Panjang (illusions of length) Adalah kondisi salah persepsi pada diri manusia berkenaan dengan konteks panjang suatu bidang. Salah satu bentuk ilusi jenis ini yang terkenal adalah the Müller-Lyer illusion, yang diciptakan oleh Franz Müller-Lyer Dokter jiwa Jerman pada 1889. Ilusi ini terjadi ketika dua bidang garis mendatar yang sama panjang tetapi salah satunya nampak lebih panjang,

Pada contoh diatas garis AB nampak lebih panjang daris garis CD, padahal ke dua garis tersebut panjangnya adalah sama. Bentuk miring dari dua garis yang membentuk sudut yang berada di ujung garis tadi yang menyebabkan terjadinya ilusi, Jika garis yang membentuk sudut tadi dipindahkan maka bisa dengan mudah menilai bahwa dua garis mendatar tersebut adalah sama. Penjelasan proses terjadinya ilusi Müller-Lyer adalah bahwa manusia secara tidak tepat menggunakan pengalaman perseptual mereka tentang objek tiga dimensi pada objek dua dimensi. Garis pembatas yang berbentuk sudut keluar menyebabkan sistem perseptual menginterpretasikan garis AB terlihat lebih
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Psikologi Komunikasi
Edwi Arief Sosiawan, SIP, MSi

3

Kuliah - 4 jauh sementara garis yang membentuk sudut ke dalam menyebabkan sistem perseptual dalam melihat garis CD lebih dekat. Ini terjadi sebab manusia akan mengambil jarak ketika akan menentukan suatu ukuran,. Prinsip ini bisa menjelaskan mengapa interprestasi pada garis AB lebih panjang dibanding garis CD. Bentuk Ilusi yang kedua disebut sebagai ilusi Ponzo, yang mengambil nama dari psikolog Itali Mario Ponzo. Seperti pada Müller-Lyer illusion, dua garis mendatar tidak nampak sama panjangnya. Penjelasan untuk ilusi ini juga melibatkan persepsi kedalaman. Manusia menginterpretasikan garis sudut menandakan suatu kedalaman, yang menuntun untuk mempersepsi garis horizontal bagian bagian atas terlihat lebih jauh dibanding garis horizontal di bawah. Walaupun gambaran yang dibentuk pada retina mata terhadap dua garis horizontal adalah sama panjang, namun mata manusia merasa garis yang di atas terlihat lebih panjang karena terlihat lebih jauh.
Ilusi Bentuk (illusions of shape) Manusia tidak hanya mengalami ilusi panjang, tetapi dapat juga mengalami ilusi bentuk. Pada ilusi " Zöllner." Terlihat bahwa suatu bujursangkar nampak seperti bentuk trapezoidal yaitu bagian puncak terlihat lebih luas dibanding yang di bawah. Mengapa ini terjadi sekali lagi karena ilusi yang muncul disebakan garis miring pembentuk sudut yang mengarahkan pada bentuk ke kedalaman.

Ilusi Ukuran (illusions of size) Ketika manusia didorong ke arah salah persepsi karena jarak, manusia tidak hanya salah menilai panjang dan bentuknya, tetapi juga salah menilai ukurannya. Ilusi ukuran ini dapat terlihat pada ilusi yang disebut sebagai “moon illusion” yaitu peristiwa mata kita melihat bulan nampak seperti lebih besar ketika ketika berada di garis cakrawala dibandingkan ketika berada di ats kepala kita. Ilusi ini telah menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Ptolemy seorang ahli falak berteori bahwa yang menyebabkan ilusi tersebut adalah debu atmosfir dan teori ini kemudian dibantah. Penjelasan yang modern menyatakan bahwa manusia mempersepsi bulan lebih besar karena ketika bulan berada di cakrawala kedudukannya dengan manusia jaraknya lebih jauh daripada ketika
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Psikologi Komunikasi
Edwi Arief Sosiawan, SIP, MSi

4

Kuliah - 4 berada di titik kuliminasi kepala manusia. Inilah mengapa yang menyebabkan bulan nampak lebih besar di cakrawala daripada di titik kulminasi. Penjelasan yang lain memperkirakan bahwa manusia membandingkan ukuran bulan di kaki langit dengan objek jauh lainnya, seperti pohon, bukit, dan bangunan. Ketika dibandingkan ke objek tersebut, bulan kelihatan besar. Sampai hari ini para psikolog tetap tidak sepakat terhadap pada penyebab ilusi bulan itu.
Bentuk Khayalan ( illusory contours) Pada gambar di bawah hampir bisa dipastikan bahwa terlihat suatu segi tiga putih melapisi pada tiga lingkaran biru dan segi tiga bergaris batas. Tetapi jika diperhatikan bentuk segitiga tersebut sebenarnya tidak ada. Dengan cara yang sama gambar di sisi kanan juga terlihat sebuah kurva sungguhpun tidak ada benar-benar ada. Penjelasan dari fenomena adalah penafsiran dari Gestalt psikologi yang menyatakan bahwa manusia cenderung melengkapi/menyempurnakan bentuk yang tidak sempurna dalam satu kesatuan utuh ingat hukum closure (pengakhiran) pada kuliah ke tiga,

Bentuk Yang Mustahil (impossible figure) Format lain tentang fenomena ilusi terjadi ketika manusia mempersepsi suatu obyek sebagai bentuk yang rasional, walaupun sebenarnya mustahil untuk dibentuk. Jika melihat dengan cermat ilustrasi di bawah maka kedua figur tidak mungkin ada ada. Mengapa ini bisa terjadi ? penjelasannya adalah sebagai berikut bahwa manusia tidak melihat suatu obyek dalam konteks keseluruhan tetapi kadang-kadang hanya melihat satu bagiannya saja.

Gerakan Khayalan (illusory motion)
www.edwias.com edwias@yahoo.com

Psikologi Komunikasi
Edwi Arief Sosiawan, SIP, MSi

5

Kuliah - 4 Ketika menonton film di bioskop bioskop atau televisi seseungguhnya manusia sedang benar-benar mengalami suatu ilusi, karena sesungguhnya tidak ada gerakan yang nyata pada layar bioskop atau tv. Suatu gambar menjadi hidup karena satu rangkaian gambar “mati” diproyeksikan secara cepat sebanyak 24 bingkai per detik sehingga terlihat bergerak. Dengan cara yang sama jika di telivisi terdiri dari 30 rangkaian gambar per detik. Dari gambar mati ini, otak manusia merasa dan mempersepsi gerakan yang berubah-ubah yang dikenal sebagai gerakan stroboscopic atau stroboscopic movement. Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia dapat mempersepsi suatu objek terlihat bergerak meskipun sebenarnya objek yang terlihat tidak bergerak atau mati

Bentuk Yang Dapat Dibalik ( reversible figures) Beberapa gambar dan bentuk dapat dipersepsi dalam beberapa prepektif atau cara. Ini dikenal sebagai bentuk yang dapat dibalik atau bentuk yang rancu. Bentuk yang dapat dibalik bukanlah ilusi, sebab tidak menunjukkan kesalahan persepsi yang terjadi. Manusia mempertimbangkan penafsiran stimulus lebih dari satu makna yang masing-masing bersifat akurat. Sebagai contoh, pada ilustrasi di bawah dapat diinterpretasikan dalam dua makna yaitu sebagai jambangan putih atau sebagai dua wajah.

www.edwias.com

edwias@yahoo.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->