P. 1
Bacaan Qunut Dalam Sholat Menurut Perspektif Fiqih

Bacaan Qunut Dalam Sholat Menurut Perspektif Fiqih

|Views: 261|Likes:
Published by aastriyuniarsih

More info:

Published by: aastriyuniarsih on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2014

pdf

text

original

“Bacaan Qunut Dalam Sholat Menurut Perspektif Fiqih” Oleh : Astri Yuniarsih1 Permasalahan qunut sebenarnya telah dijawab

pada keputusan Muktamar Tarjih Wiradesa dan sudah termaktub dalam buku Himpunan Putusan Tarjih hal. 366-367, dan telah dijawab oleh Tim PP. Muhammadiyah Majlis Tarjih dalam buku Tanya Jawab Agama Jilid 22. Pengertian qunut secara ُ definitif adalah tunduk pada Allah dengan penuh kebaktian dan juga bisa berarti tulul qiyam ( ُ ‫طو‬ ‫ُ ل‬ ُِ‫ ) ْالقِيَام‬atau berdiri lama untuk membaca dan berdoa di dalam shalat sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dan ini termasuk ada tuntutannya (masyru’), berdasarkan hadis Nabi saw: ُ ُ ‫عَنُْ جَ ابِ ُ أَ ُ النبِ ُ صَلى ُ ُ علَ ْي ُ وسَل ُ قا ُ: أَفض ُ الصالَُ طو ُ ْالقُنو ُ. [رواه مسلم وأحممد وابن ماجه والترمذى‬ ‫ة ُ ل ُ ت‬ ‫للا َ ه َ م َ ل ْ َ ل‬ ‫ر ن ي‬ ِ ِ ِ َ َ ]‫وصححه‬ Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Nabi saw bersabda: Shalat yang paling utama adalah berdiri lama (untuk membaca doa qunut).” [HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi]. Di indonesia, terjadi suatu permasalahan sosial yang menyebabkan perselisihan pendapat mengenai pelaksanaan bacaan qunut dalam sholat tersebut, terutama dalam sholat subuh. Aliran Nahdatul Ulama yang menganut mazhab Syafi’i memakai bacaan qunut ketika melaksanakan sholat subuh. Bacaan qunut ini dibaca ketika terjadi musibah. Aliran ini didukung dengan hadis berikut. Bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, “Sesungguhnya ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mendoakan kecelakaan atas seseorang atau berdoa untuk kebaikan seseorang, beliau membaca doa qunut setelah ruku’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Namun ada yang tidak sependapat dengan aliran ini, yaitu aliran Muhammadiyah yang menganut mazhab Hanafi. Muhammadiyah menganggap bahwa bacaan qunut hanya dilakukan nabi pada saat perang saja atau hanya ketika sedang terjadi musibah saja. Tidak di hari-hari biasa. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan pandangan di antara kedua aliran ini. Perbedaan pandangan ini menjadi sebuah permasalahan sosial, Yang menjadi permasalahannya adalah seperti sering terjadinya perpecahan di suatu desa yang damai, dikarenakan perselisihan saling menyalahkan atau menjelekkan aliran mereka masing-masing. Yang paling parah mereka saling bermusuhan karena perbedaan aliran mereka. sedangakan menurut saya NU menganggap doa qunut tidak hanya dilakukan pada saat perang saja, karena setiap hari manusia berperang, dianalogikan perang disini yang bukan hanya perang melawan penjajah atau perang-perang yang terjadi pada masa nabi dahulu, tetapi perang yang dimaksud juga perang melawan hawa nafsu, juga dinamakan perang. Di Indonesia juga sekarang lagi banyak terkena bencana. Karena hal ini lah saya mengambil bahan bacaan mengenai qunut. Ada juga mayoritas ulama ahli fiqih berpendapat qunut itu di anjurkan di baca dalam shalat-shalat fardhu lima waktu ketika terjadi musibah. Ketika sedang tidak ada musibah mereka sepakat bahwa qunut tidak perlu dibaca, kecuali dalam shalat shubuh3. Kata An-Nawawi dalam Al-Majmu’,”menurut pendapat kami, qunut itu dibaca dalam shalat shubuh. Demikian pula pendapat sebagian besar ulama salaf dan ulama-ulama yang hidup sesudah mereka.”
1 2

Mahasiswa IKS.B nim: 10250038 C:\Users\User\Downloads\muhammadiyah-tidak-bemadzhab-dan.html 3 Ayyub, Syaikh Hasan.Fikih Ibadah.Jakarta:Pustaka al kautsar, 2006, h. 261.

Muhammadiyah memiliki dalil-dalil yang kuat mengapa mereka tidak menggunakan bacaan qunut, yang dijadikan landasan dasar hukum untuk tidak mengerjakannya, mereka memiliki keyakinan bahwa qunut itu tidak ada tuntutannya jadi menganggap hal ini bid’ah4. Sedangkan di dalam NU sendiri. Hukum Membaca Qunut Subuh Di dalam madzab syafii sudah disepakati bahwa membaca doa qunut dalam shalat subuh pada I’tidal rekaat kedua adalah sunnah ab’ad. Sunnah Ab’ad artinya diberi pahala bagi yang mengerjakannya dan bagi yang lupa mengerjakannya disunnahkan menambalnya dengan sujud syahwi. (Tersebut dalam Al majmu’ syarah muhazzab jilid III/504 )5 untuk memperjelas digunakannya bacaan qunut dalam sholat. Dalam riwayat beberapa imam dijelaskan sebagai berikut.

ِ ِ ِ ِ ِ .ُ ‫ما رو ُ اْلَط ُ م خُ طَر ُِ قَ خي ُِ بخ ُ الربِي ُِ ع خُ عاص ُِ بخ ُ سلَخيمان، ق لخنَا ِلَنَ ُ: َُّ قَوما يَ خزعمو َُ أ َُّ النِ ُ صلَّى ُ علَيخُ وسلَّ ُ َُخ يَزخُ يَقن ُ ِ ُ الخفج‬ ‫ن َن َّب َ الل َ و َ َ م ل َل خ ت ف َ خ ر‬ َ َ ‫َ ََاه خ ِ يب ِ ن ِيق س ن َّ ع َن َ ِ م ن‬ َّ ً ‫س إن خ‬ َ Artinya: “Khatib meriwayatkan dari jalan Qais bin Rabi’ dari Ashim bin Sulaiman, kami berkata kepada Anas: Sesungguhnya suatu kaum menganggap Nabi saw itu tidak putus-putus berqunut di (shalat) subuh. [HR. al-Khatib] Kesimpulan Sebenarnya kita tidak harus meributkan hal-hal yang seperti ini. Karena selain bacaan qunut, masih banyak permasalahan-permasalahan yang berbeda dalam suatun aliran seperti tahlilan.

4 5

file:///C:/Users/User/Downloads/bacaan-qunut.htm C:\Users\User\Downloads\subuh.htm

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->