P. 1
Suku Sunda

Suku Sunda

|Views: 260|Likes:
Published by Firdha Listiwardani

More info:

Published by: Firdha Listiwardani on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

Suku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat.

Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya. Macam macam seni dan budaya masyarakat Sunda, Jawa Barat : 1. Pakaian Adat/Khas jawa Barat Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional. 2. Kesenian Khas Jawa Barat a. Wayang Golek Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung. b. Jaipong Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong. Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong. c. Degung Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya. d. Rampak Gendang Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.

dengan memakai pakaian yang serba hitam. g. Bajidoran Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern. Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Kuda Lumping Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain. f. menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih. Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca. Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus. Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta. calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas. karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Pencak Silat Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat. Jenglong serta Terompet. Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri.e. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Sisingaan Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. j. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah. h. cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan. karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya. Calung Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung. Kacapi. yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet. Cianjuran . Goong. yang kini sudah menjadi kesenian Nasional. Bonang. i. serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket. Rebab. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang. Saron.

Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa.Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Seperti pernikahan adat Sunda ini. PERNIKAHAN ADAT SUNDA Susunan (Tata Cara) Upacara Nikah Adat Sunda. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon. serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Di beberapa daerah di wilayah pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan. kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran. k. sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau atau masih (belum punya pacar) Pihak orang tua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya penuh dengan benyolan penuh dengan siloka Walapun sudah sepakat diantara kedua orang tua itu. Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya. mulai dari lamaran dan lainnya. Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis. yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi. seperti berikut ini :     Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Reog Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog. l. Kacapi Suling Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan. maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu . Pernikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. Ada Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu. pada jaman dahulu kadangkadang anak-anak mereka tidak tahu. dan yang ribet karena menggunakan upacara adat.

Cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan sayang tidak ada putusnya Pakaian perempuan. yang merupakan awal kesepakatan untuk menjalin hubungan lebih jauh. Property yang digunakan: o Palika atau pelita atau menggunakan lilin yang berjumlah tujuh buah. yaitu Ngebakan atau Siraman.siam (binih waluh siam). mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada perempuan Beubeur tameuh. gambir. seperti yaitu :      Lemareun. selama tujuh hari dalam seminggu harus wangi yang artinya baik. sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman. mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua belah pihak Tunangan : Pada tunangan dilakukan patukeur beubeur tameuh. bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. apu ) Pakaian perempuan Cincin meneng Beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah melahirkan Uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari simbol dan makna seperti :     Sirih. Apu rasanya pahit. Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum resepsi pernikahan. yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos pada si gadis. (seperti daun sirih. Gambir rasanya pahit dan kesat. makanan dan lainnya. pakaian. yang mengandung makna niat suci o Bunga tujuh rupa. Narosan (Lamaran) : Dilaksanakan oleh orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. Seminggu atau 3 hari menjelang peresmian pernikahan. acara ini terlebih dahulu diawali dengan pengajian. Seserahan : Dilakukan 3-7 hari sebelum pernikahan. perabot rumah tangga. perabot dapur. mengandung makna bahwa perilaku kita. Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat menyehatkan tubuh dan mencegah bau mulut. sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua calon pengantin. Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong (disimpan ucapannya). Berupa acara memandikan calon pengantin agar bersih lahir dan batin. Tahapan acara siraman adalah:  Ngecagkeun Aisan. acara berlangsung siang hari di kediaman masing-masing calon mempelai. di rumah calon mempelai berlangsung sejumpah persiapan yang mengawali proses pernikahan. Calon pengantin wanita keluar dari kamar dan secara simbolis digendong oleh sang ibu. yaitu calon pengantin pria membawa uang. . Bagi umat muslim. Pada pelaksanaannya orang tua anak laki-laki biasanya sambil membawa barang-barang. Hal ini mengandung makna yaitu rukun iman dan jumlah hari dalam seminggu o Kain putih.

payung besar. 9 dan paling banyak 11 orang. disusul oleh para sesepuh. dadas keur hidep sorangan geulis" Selanjutnya kedua orang tua calon pengantin perempuan membawa anaknya ke tempat siraman untuk melaksanakan upacara siraman. Perlengkapan yang diperlukan adalah air bunga setaman (7 macam bunga wangi). kemudian ayah. Jumlah penyiram ganjil. satu helai selendang batik. Rehing dina dinten enjing pisan sim abdi seja nohonan sunah rosul. hapunten Bapa hibar pangdu'a ti salira. Pada siraman terakhir biasanya dilakukan dengan malafalkan jangjawokan (mantra) seperti berikut: . Siraman. baju kebaya. satu helai handuk. Pelaksaannya sebagai berikut: Calon pengantin perempuan bersujud dipangkuan orang tuanya sambil berkata: "Ema.   Pencampuran air siraman. Ayah calon pengantin langsung menyiramkan air dimulai dari atas kepala hingga ujung kakunya. Sesudah membaca doa. Diawali musik kecapi suling. pedupaan. Dan dilanjutkan oleh kerabat yang harus sudah menikah. dan lilin." Orang tua calon perempuan menjawab sambil mengelus kepala anaknya: "Anaking. Langkah-langkah upacara ini adalah:     Orang tua calon pengantin perempuan keluar dari kamar sambil membawa lilin/ palika yang sudah menyala. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu. Kedua orangtua menuangkan air siraman ke dalam bokor dan mengaduknya untuk upacara siraman. disuhunkeun wening galihnya. pidu'a sareng pangampura. calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. dua helai kain sarung. Hapunten Ema. hidep sieun teu tinemu bagja ti Ema sareng ti Bapa mah. 7. titipan Gusti yang Widi. 2. Secara terpisah. Bapa. Ngaras Permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orangtua pelaksanaan upacara ini dilaksanakan setelah upacara ngecagkeun aisan. Ngahapunteun kana sugrining kalepatan sim abdi. Ulah salempang hariwang. jembar manah ti salira.o Bunga hanjuang. Kemudian di belakangnya diikuti oleh calon pengantin peremupan sambil dililit (diais )oleh ibunya. upacara yang sama dilakukan di rumah calon mempelai pria. Setelah sampai di tengah rumah kemudian kedua orang tua calon pengantin perempuan duduk dikursi yang telah dipersiapkan Untuk menambah khidmatnya suasana biasanya sambil diiring alunan kecapi suling dalam lagu ayun ambing. mengandung makna bahawa kedua calon pengantin akan memasuki alam baru yaitu alam berumah tangga. Setelah itu diteruskan oleh Ibunya sama seperti tadi. Pelaksanaan upacara siraman seperti berikut: 1.

yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah. Tanam rambut. kuduk. Ketiga sifat itu selalu tampak dalam berbagai upacara adat atau ritual terutama acara ngeuyeuk seureuh. membuat godeg. Perlengkapan yang dibutuhkan: pisau cukur. saling menyayangi dan sebisa mungkin menghindari perselisihan. dan mengajari. dilanjutkan dengan menyuapi sang anak untuk terakhir kali masing-masing sebanyak tiga kali. gunting rambut. Tata cara Ngeuyeuk Sereuh: . Acara ini biasanya dihadiri oleh kedua calon pengantin beserta keluarganya yang dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah. Dilanjutkan prosesi ngeningan (dikerik dan dirias). Biasanya sambil dilantunkan jangjawokan juga: Peso putih ninggang kana kulit putih Cep tiis taya rasana Mangka mumpung mangka melung Maka eunteup kana sieup Mangka meleng ka awaking. Suapan terakhir. Lewat prosesi ini pula orangtua memberikan nasihat lewat lambang benda-benda yang ada dalam prosesi. ngeunyeuk seureuh    Rebutan Parawanten. dan kembang turi. Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkan sebuah peribahasa kawas gula jeung peuet (bagaikan gula dengan nira yang sudah matang) artinya hidup yang rukun. silih asuh. dilaksanakan bersamaan dengan prosesi seserahan dan dipimpin oleh Nini Pangeuyeuk (juru rias). pinset. Kedua calon mempelai meminta restu pada orangtua masing-masing dengan disaksikan sanak keluarga. dan kain mori/putih. lilin atau pelita. membentuk amis cau/sinom. Juga dilakukan acara pembagian air siraman. Calon mempelai wanita dipotong rambutnya oleh kedua orangtua sebagai lambing memperindah diri lahir dan batin. dan silih asah atau secara literal diartikansebagai saling menyayangi. air bunga setaman. Kata ngeuyeuk seureuh sendiri berasal dari ngaheuyeuk yang ngartinya mengolah. Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita. Kedua orangtua menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan. sisir. Lazimnya. para tamu undangan menikmati acara rebutan hahampangan danbeubeutian. Sambil menunggu calon mempelai dirias. Pandangan hidup orang Sunda senantiasa dilandasi oleh tiga sifat utama yakni silih asih.cai suci cai hurip cai rahmat cai nikmat hayu diri urang mandi nya mandi jeung para Nabi nya siram jeung para Malaikat kokosok badan rohani cur mancur cahayaning Allah cur mancur cahayaning ingsun cai suci badan suka mulih badan sampurna sampurna ku paraniam  Potong rambut atau Ngerik. padupaan. Lalu dilanjutkan dengan Ngeuyeuk Seureuh. saling menjaga.

gentong (gerabah untuk menyimpan beras). simbolisasi membuang yang buruk dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hidup baru. sebuah kosmologi Sunda akan jumlah hari yang diterangi matahari dan harapan akan kejujuran dalam mebina kehidupan rumah tangga. Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai. dalam acara ini biasanya dilaksanan upacara mapag. kedua calon pengantin dan tamu berebut uang yang berada di bawah tikar sambil disawer. 2. 5. Menggotong dua perangkat pakaian di atas kain pelekat. 6. Selain membawa mas kawin. Yang mewakili pemasrahan calon pengantin pria biasanya adalah orang yang dituakan dan ahli berpidato. Membuat lungkun. Mengalungkan untaian bunga melati 3. Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeuyeuk seureuh ke perempatan jalan. Gunting pita  Penyerahan calon Pengantin Pria: 1. 7. Pada hari yang telah ditetapkan oleh kedua keluarga calon pengantin. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal yang sama. diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping yang dipegang oleh calon pengantin wanita. buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga. 2. Penyambutan calon pengantin Pria. simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai. Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. 8.1. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang. 2. 9. kedua mempelai meminta izin untuk menikah kepada orangtua mereka. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita yang halus. Menyalakan tujuh buah pelita. perabotan kamar tidur. lalu diikat benang. Rombongan keluarga calon pengantin Pria datang ke kediaman calon pengantin perempuan. Yang menerima dari perwakilan wanita juga diwakilkan  Akad Nikah: . Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga. Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi. susunan acara upacara akad nikah biasanya sebagai berikut:  Pembukaan: 1. Kain putih penutup pangeuyeukan dibuka. kayu bakar. biasanya juga membawa peralatan dapur. Diaba-abai oleh pangeuyeuk. melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan. Di daerah Priangan. 3. yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang. melambangkan rumah tangga yang bersih dan tak ternoda. 4.

kunyit. hadirin yang menyaksikan berebut memunguti uang receh dan permen. kembang gula. irisan kunyit tipis. beras yang mengandung symbol kemakmuran. beras. Mungkin kata sawer ini diambil dari tempat berlangsungnya upacara adat tersebut yaitu panyaweran. seperti : 1. Calon mempelai pria disambut oleh ibu calon mempelai wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. sebagai symbol kejayaan mudah-mudahan dalam hidup berumah tangga bisa meraih kejayaan. uang recehan mengandung symbol kemakmuran maksudnya apabila kita mendapatkan kemakmuran kita harus ikhlas berbagi dengan Fakir dan yatim 3. masih dilakukan beberapa upacara. artinya mudah-mudah dalam melaksanakan rumah tangga mendapatkan manisnya hidup berumah tangga. Bahan-bahan yang diperlukan dan digunakan dalam upacara sawer ini tidaklah lepas dari simbol dan maksud yang hendak disampaikan kepada pengantin baru ini. seiring kidung selesai di lantunkan. Melambangkan Mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan. isi bokor di tabur. permen. Kedua Mempelai duduk berdampingan dengan dinaungi payung.1. 4. menggunakan bokor yang diisi uang logam. Syair-syair yang dinyanyikan pada upacara adat nyawer adalah sebagai berikut : KIDUNG SAWER Pangapunten kasadaya Kanu sami araya Rehna bade nyawer heula Ngedalkeun eusi werdaya Dangukeun ieu piwulang Tawis nu mikamelang Teu pisan dek kumalancang Megatan ngahalang-halang Bisina tacan kaharti Tengetkeun masing rastiti Ucap lampah ati-ati Kudu silih beuli ati Lampah ulah pasalia Singalap hayang waluya Upama pakiya-kiya . artinya kita harus bersifat dermawan. Biasanya diserahkan pada KUA 2. yang dalam bahasa Sunda berarti tempat jatuhnya air dari atap rumah atau ujung genting bagian bawah. Kedua orang tua menyawer mempelai dengan diiringi kidung. Setelah akad nikah. Kemudian semua bahan dan kelengkapan itu dilemparkan.Berlangsung di panyaweran (di teras atau halaman). disambut acara Mapag Penganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser. Pada hari pernikahan. yaitu: Saweran. Kata sawer berasal dari kata panyaweran . Merupakan upacara memberi nasihat kepada kedua mempelai yang dilaksanakan setelah acara akad nikah. Maksudnya mudah-mudah setelah berumah tangga pengantin bisa hidup makmur 2. calon pengantin pria beserta para pengiring menuju kediaman calon pengantin wanita. Selanjutnya upacara nikah sesuai agama dan dilanjutkan dengan sungkeman dan sawer. Untuk menyawer.

Huap Lingkung (Suapan) 1.ketrok kana panto Laki-laki : Geuning bet jadi kitu Api-api kawas nu pangling Apan ieu teh engkang Hayang geura tepung Tambah teu kuat ku era Da diluar seueur tamu nu ningali Istri : Euleuh karah panutan Nincak Endog (Menginjak Telur) Mempelai pria menginjak telur di baik papan dan elekan (Batang bambu muda). me ngelapnya sampai kering lalu kendi dipecahkan berdua. Kedua mempelai saling menyuapi. Ngaleupas Japati ( Melepas Merpati ) Ibunda kedua mempelai berjalan keluar sambil masing masing membawa burung merpati yang kemudian dilepaskan terbang di halaman. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan . Buka pintu Diawali mengetuk pintu tiga kali. Tersedia 7 bulatan nasi punar ( Nasi ketan kuning ) diatas piring. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Melambang kan bahwa peran orang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.. Melambangkan pengabdian istri kepada suami yang dimulai dari hari itu. diangkat kembali dan dipatahkan lalu di buang jauh jauh. 2. kemudian mempelai wanita mencuci kaki mempelai pria dengan air di kendi. Fungsi istri dengan memegang kendi berisi air adalah untuk mendinginkan setiap persoalan yang membuat pikiran dan hati suami tidak nyaman.Dialog pengantin perempuan dengan pengantin laki-laki seperti berikut ini : KENTAR BAYUBUD Istri : Saha eta anu kumawani Taya tata taya bemakrama Ketrak. Pasangan mempelai disuapi oleh kedua orang tua. Setelah kalimat syahadat dibacakan. Pengantin masuk menuju pelaminan. pintu dibuka.Ahirna matak pasea Meuleum Harupat ( Membakar Harupat ) Mempelai pria memegang batang harupat. Melambangkan nasihat kepada kedua mempelai untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan dalam rumah tangga. Dimulai oleh para Ibunda yang dilanjutkan oleh kedua Ayahanda. . Harupat yang sudah menyala kemudian di masukan ke dalam kendi yang di pegang mempelai wanita.pengantin wanita membakar dengan lilin sampai menyala.

Melambangkan suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga. kemudian pemandu acara memberi aba . Pabetot Bakakak (Menarik Ayam Bakar) Kedua mempelai duduk berhadapan sambil tangan kanan mereka memegang kedua paha ayam bakakak di atas meja. kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->