P. 1
PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN

PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN

|Views: 4,736|Likes:
Published by -Lusia Weni Heri-

More info:

Published by: -Lusia Weni Heri- on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. ANTITUKAK
  • 2. ANTIPASMODIK
  • 3. ANTIDIARE
  • Penggolongan obat anti-diare
  • Loperamida
  • Zat Aktif
  • Kode
  • 4. PENCAHAR
  • Penggolongan obat pencahar
  • 5. ANTIHEMOROID
  • 1. Sediaan Pelembut
  • 2. Sediaan Kombinasi dengan Kortikosteroid
  • 3. Sklerosan Rektal
  • TIPS MENGATASI WASIR
  • 6.Gangguan Sekresi Pencernaan lain
  • 1. Kandung Empedu atau Batu Empedu
  • CHENOFALK SOFT KAPSUL
  • Komposisi
  • Uraian
  • Indikasi
  • Kontra-lndikasi
  • Efek-samping
  • Posologi
  • Anjuran penting
  • Kandungan
  • Kontra-Indikasi
  • Efek Samping
  • Dosis
  • Kemasan
  • Kapsul 250 mg x 5 x 6 butir
  • Penyajian
  • URDAFALK
  • GOLONGAN
  • INDIKASI
  • KONTRA INDIKASI
  • PERHATIAN
  • EFEK SAMPING
  • KEMASAN
  • DOSIS
  • 1. Enzim pankreas
  • 2. Pepsin
  • 3. Empedu
  • Contoh obatnya adalah :
  • a. Enzymfort
  • ENZYMFORT
  • TABLET SALUT ENTERIK
  • KOMPOSISI
  • KHASIAT
  • PENYAJIAN
  • ZAT AKTIF
  • FARMAKOLOGI
  • KONTRA-INDIKASI
  • PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • PENYIMPANAN

PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN

Sistem pencernaan manusia terdiri atas saluran dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan. Kelenjar pencernaan adalah bagian yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Ada banyak sekali penyakit yang dapat menyerang saluran pencernaan, baik dari sumber biologi seperti makanan yang mengandung virus atau bakteri atau mikroorganisme lain, sumber kimia seperti kelebihan dosis obat, maupun akibat mekanik seperti suhu dan lingkungan. Dari banyak penyakit saluran cerna, ada beberapa penyakit yang bisa kami promosikan kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengobati dan mencegah penyakit tersebut. 1. ANTITUKAK a. Pengertian Tukak Lambung adalah suatu kondisi patologis pada lambung, duodenum esophagus bagian bawah dan stoma gastroenterostomi (setelah bedah lambung). Ada semacam lubang (erosi) pada beberapa bagian dari saluran cerna. Jenis yang paling umum adalah tukak duodenum, yaitu yang terjadi pada usus duodenum (usus 12 jari), kira-kira sekitar 12 inci setelah lambung. Tukak yang terjadi pada lambung itu sendiri disebut tukak gastrik atau tukak peptic (gastric ulcer).

b. Penyebab Penyebab langsung tukak lambung adalah adanya kerusakan pada mukosa lambung atau usus halus akibat adanya asam lambung, yang normalnya ada di dalam lambung pada proporsi tertentu. Selain itu, infeksi bakteri Helicobacter pylori juga berperan penting menyebabkan tukak lambung maupun duodenum. Bakteri ini mungkin ditularkan dari orang lain melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Pengobatan yang paling efektif adalah menggunakan antibiotika. Cedera pada permukaan mukosa lambung dan lemahnya pertahanan pada mukosa

1|Page

lambung juga berperan menyebabkan tukak lambung. Sekresi asam lambung yang berlebihan, faktor genetik, dan stress psikologis juga termasuk faktor yang menyebabkan terjadinya dan memberatnya tukak lambung. Sama seperti gastritis, penggunaan obat-obat seperti aspirin atau NSAID lainnya secara kronis juga menyebabkan tukak lambung.

c. Gejala Gejala utama tukak lambung adalah panas dan seperti digerogoti pada daerah lambung yang terjadi sekitar 30 min sampai 3 jam. Rasa nyerinya sering ditafsirkan spt rasa terbakar, salah cerna, atau lapar. Nyerinya umumnya terjadi di usus bagian atas, tetapi kadang dapat juga terjadi di bawah tulang dada. Pada beberapa individu, nyeri dapat terjadi segera setelah makan. Pada orang lain, nyeri mungkin tidak terjadi sampai beberapa jam setelah makan. Nyerinya kadang bisa membangunkan orang pada saat tidur malam. Gejala lainnya adalah kehilangan nafsu makan dan turun berat badan. Tapi penderita tukak duodenum mungkin malah akan naik berat badannya, karena ia akan lebih banyak makan untuk mengatasi gejala yang tidak enak di perut. Selain itu, penderita tukak peptik dapat pula mengalami muntah yang berulang, tinja berwarna kehitaman, atau darah pada tinja karena ada perdarahan di lambung, atau anemia karena kekurangan darah, dll.

d. Terapi Strategi terapi untuk tukak lambung meliputi terpi non-farmakologis dan farmakologis. Terapi non- farmakologi dapat dilakukan dengan menghentikan penggunaan NSAIDs dan obat-obat lain yang yang memiliki efek samping tukak lambung, menghindari stress yang berlebihan, menghindari makanan dan minuman yang dapat memperburuk gejala tukak lambung dan menjaga sanisitas,baik diri sendiri ataupun lingkungan .

2|Page

e. Tujuan Terapi Tujuan terapi tukak lambung adalah meringankan atau menghilangkan gejala, mempercepat penyembuhan, mencegah komlikasi yang serius (hemoragi, perforasi, obstruksi) dan mencegah penyakit datang kembali atau kambuh.

f. Golongan Obat yang Dapat Digunakan 1. Antasid Obat ini umumnya berisi Al hidroksida dan Mg hidroksida, ada juga yang berisi CaCO3 yang bersifat basa, dengan tujuan menetralkan keasaman lambung. Obatnya ada yang berupa suspensi (cairan) dan ada yang berupa tablet kunyah. Untuk obat bentuk suspensi, jangan lupa kocok dahulu sebelum diminum supaya homogen. Untuk tablet kunyah, kunyah hingga halus sebelum ditelan agar efeknya lebih cepat. Sebaiknya tidak dipakai lebih dari 2 minggu, jika nyeri masih berlanjut, periksakan ke dokter. 2. Antagonis histamin H2 Golongan berikutnya adalah yang bekerja memblok reseptor histamin. Histamin adalah senyawa dari dalam tubuh yang bisa memicu sekresi asam lambung. Jika reseptornya diblokade, maka histamin tidak bisa bekerja, dan produksi asam lambung berkurang. Contoh obatnya adalah : simetidin, ranitidin, famotidin, dan nizatidin. 3. Penghambat pompa proton Obat ini bekerja pada pompa proton yang merupakan tempat keluarnya proton (ion H) yang akan membentuk asam lambung. Karena bekerja langsung di pompa proton, obat ini lebih poten daripada golongan antagonis H2, contohnya adalah: omeprazol, lansoprazol, dan pantoprazol. Obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter. 4. Pelindung mukosa lambung dan duodenum Ada obat yang bekerja melapisi permukaan mukosa lambung, sehingga melindunginya dari asam lambung. Contoh obatnya adalah sukralfat.

3|Page

5. Analog prostaglandin Obat ini merupakan analog prostaglandin, suatu senyawa yang dibutuhkan untuk perlindungan mukosa lambung. Obat ini menyerupai prostaglandin sehingga meningkatkan pertahanan mukosa lambung. Contohnya

adalah: misoprostol.

2. ANTIPASMODIK a. Pengertian Antispasmodik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis, tukak peptik dan sebagainya Antispasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot polos. Termasuk dalam kelas ini adalah senyawa yang memiliki efek antikolinergik (lebih tepatnya antimuskarinik) dan antagonis reseptordopamin tertentu. Anti pasmodik diindikasikan pada gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan spasme otot polos untuk dismenore.

b. Golongan obat yang dapat digunakan
1. Hyoscine

Obat ini beraksi pada sistem saraf otonom dan mencegah kejang otot. Obat ini biasa digunakan untuk pra pengobatan untuk mengosongkan secresi paru-paru. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan tukak lambung.
2. Clidinium

Kombinasi chlordiazepoxide dan clidinium bromide digunakan untuk mengobati lambung yang luka dan teriritasi. Obat ini membantu mengobati kram perut dan abdominal. Chlordiazepoxide dapat menyebabkan kecanduan. Meskipun demikian, sewaktu mengkonsumsi chlordiazepoxide dan clidinium bromide, jangan minum dengan dosis besar atau minum lebih lama dari yang dokter resepkan. Toleransi mungkinterjadi karena pemakaian jangka panjang atau

4|Page

berlebihan yang membuat pengobatan kurag efektif. Obat ini harus dikonsumsi secara teratur agar pengobatannya efektif. Jangan lewatkan dosis walaupun anda pikir anda tak membutuhkannya. Jangan konsumsi kombinasi obat ini lebih dari 4 bulan atau menghentikan pengobatan tanpa konsultasi ke doakter anda terlebih dahlu. Penghentian obat yang mendadak akan memeperparah kondisi penyakit anda dan menimbulkan gejala withdrawal symptoms (anxiousness, sleeplessness, and irritability).
3. Mebeverine

Obat ini digolongkan sebagai obat antispasmodic. Mebeverine digunakan untuk mengobati kram dan kejang pada perut dan usus. Mebeverine khususnya digunakan dalam pengobatan irritable bowel syndrome (IBS) dan konsisi sejenis. Di Indonesia Mebeverine hanya tersedia dalam bentuk tablet.
4. Papaverine

Papaverine digunakan untuk meningkatkan peredaran darah pada pasien dengan masalah sirkulasi darah. Papaverine bekerja dengan merelaksasi saluran darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah ke jantung dan seluruh tubuh. Papaverine adalah golongan alkaloid opium yang diindikasikan untuk kolik kandungan empedu dan ginjal dimana dibutuhkan relaksasi pada otot polos, emboli perifer dan mesenterik. Sediaannya selain tunggal juga ada yang dikombinasi dengan obat Metamizole
5. Timepidium

Timepidium diindikasikan untuk sakit akibat spasme/kejang otot halus yang disebabkan oleh gastritis (radang lambung), ulkus peptikum, pankreatitis, penyakit kandung empedu dan saluran empedu, lithangiuria. Di Indonesia ada dalam bentuk sediaan oral tablet dan injeksi.
6. Pramiverine

Pramiverine diindikasikan untuk spasme/kejang dan kolik yang terasa sangat sakit pada saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih, dismenore (nyeri perut pada saat haid), nyeri setelah operasi. Di Indonesia ada dalam bentuk sediaan oral tablet dan injeksi.

5|Page

biliary colic. Diare adalah defekasi yang sering dalam sehari dengan feses yang lembek atau cair. ANTIDIARE a. terjadi karena chymus yang melewati usus kecil dengan cepat. Bakteri-bakteri yang biasanya selalu ada mencernakan lagi sisa-sisa tersebut. 3. dan uterus. (Tan & Rahardja. rectum dan anus untuk menguatkan refleks defekasi intrinsik pleksus mienterikus.7. Pengertian Diare adalah peristiwa buang-buang air seringkali sehari dengan banyak cairan dan merupakan gejala-gejala tertentu dari penyakit atau gangguan-gangguan lainnya. Tiemonium mengurangi kejang otot pada usus. Dalam keadaan normal defekasi ditimbulkan oleh pergerakan feses ke dalam rektum desenden. 1991). disentri. Diare osmotik terjadi bila cairan usus tertahan karena zat-zat dalam usus tersebut kurang terabsorpsi. Tiemonium diindikasikan untuk nyeri pada penyakit gastrointestinal dan biliary and seperty gastroenteritis. ke medula spinalis dan kemudian kembali ke kolom sigmoid. Hal ini disebabkan oleh malabsorpsi. hal dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. cholecystitis. alergi. bilari. Penyebab diare sebagian besar adalah bakteri dan parasit disamping sebab lain seperti racun. dilanjutkan ke usus besar. kandung kemih. Setelah terjadi resorpsi sisa bubur tersebut yang terdiri dari 90% air dan sisa-sisa makanan sukar dicernakan.dan dispepsi (Djamhuri. 1992). Didalam lambung makanan dicerna menjadi bubur kemudian diteruskan ke dalam usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim. colonopathies. Sehingga besar daripada sisa-sisa tersebut dapat diserap lagi selama perjalanan melalui usus besar. enterocolitis. Tiemonium Tiemonium Methylsulfate adalah obat antispasmodic antikolinergik sintetis. diare. kemudian feses melewati usus besar dengan cepat pula sehingga tidak cukup waktu untuk absorpsi. ini menyebabkan 6|Page .

Penyebab dan Gejala Diare ditandai dengan seringnya pengeluaran tinja cair dan tak terbentuk sering disertai kejang atau nyeri perut. yang juga akan membunuh bakteri usus normal yang bermanfaat disamping membunuh infeksi itu sendiri. Gejala diare biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti mual. 1989). ion-ion divalent.intoleransi laktosa. misalnya antasida atau karbohidrat yang sukar diabsorpsi.coli yang dapat menyebabkan sekresi sekret gastrointestinal berlebih bakteri. rasa tidak enak di perut. demam dan lemas karena dehidrasi (Adnyana. Diare ini biasanya akan sembuh apabila pasien tersebut berpuasa (Koiman. Diare sekretori disebabkan oleh pembentukan sekresi gastrointestinal bertambah yang dipengaruhi oleh peningkan sekresi air dan elektrolit dari mukosa usus yang disebabkan oleh peningkatan tekanan hidrostatik dan tekanan jaringan atau akibat rangsangan tertentu. Diare akut biasanya dapat berhenti dengan sendirinya dan berlangsung tidak lebih dari 1 sampai 3 hari. muntah. Pada diare yang dialami orang yang sedang dalam perjalanan. Puasa tidak dapat menghentikan diare ini (Koiman. haus. Sering kali diare terjadi ketika pasien sedang diobati dengan antibiotika. toksin garam empedu berlebih. mules. Diare osmotik terjadi karena adanya kumulasi bahan yang sukar dan yang tidak dapat diserap usus yang tekanan osmotik dalam lumen usus menyebabkan peningkatan sehingga absorpsi air menjadi berkurang bahkan cenderung menarik air dari plasma ke usus yang diikuti pula oleh natrium dan klorida. misalnya kolera toksin dari E. 7|Page . b. 1984). kesetimbangan bakteri usus normal akan diubah oleh makanan dan minuman yang mengandung mikroorganisme asing (Harkness. 1989). dan tersebut adalah lemak makanan yang tidak terabsorpsi. Diare ini dapat disebabkan infeksi virus atau bakteri atau makanan rusak yang mengandung Salmonella atau bakteri lain. 2008).

contohnya Campylobacter. coli). yaitu suatu larutan dari NaCl 3.  Parasit Parasit dapat memasuki tubuh melalui makanan atau minuman dan menetap di dalam sistem pencernaan.5 g dan glukosa 20 g dalam 1 liter air masak. cytomegalovirus. WHO telah menganjurkan Oralit. Beberapa hal yang dapat menyebabkan diare antara lain:  Infeksi Bakteri Beberapa jenis bakteri dikonsumsi bersama dengan makanan atau minuman. penurun tekanan darah. and Escherichia coli (E. KCl 1.Diare akut umumnya berkaitan dengan bakteri.  reaksi atau efek samping pengobatan Antibiotik. virus atau infeksi oleh parasit. and virus hepatitis.  intoleransi makanan Beberapa orang tidak mampu mencerna semua bahan makanan seperti pemanis buatan dan laktosa. Dalam keadaan darurat ternyata juga efektif larutan 8|Page . termasuk rotavirus Norwalk virus.  infeksi virus Beberapa virus menyebabkan diare.5 g. Pengobatan Diare 1. terutama pada anakanak kecil. dan Cryptosporidium. Shigella. Rehidrasi Oral Rehidrasi oral penting sekali pada tindakan awal guna mencegah atau mengatasi keadaan dehidrasi dan kekurangan garam. Untuk tujuan ini.  gangguan intestinal  kelainan fungsi usus besar c.5 g. obat kanker dan antasida mengandung magnesium yang mampu memicu diare. Diare kronis umumnya berkaitan gangguan fungsi misalnya terjadi iritasi atau pembengkakan di usus besar. Entamoeba histolytica. Na-bikarbonat 2. Parasit yang menyebabkan diare misalnya Giardia lamblia. Salmonella. herpes simplex virus.

alumunium hidroksida. Menurut laporan. dan virus dan toksin perlu dikeluarkan secepat mungkin dari 9|Page . Obat-obat Diare viral dan akibat enterotoksin pada dasarnya akan sembuh dengan sendirinya sesudah lebih kurang 5 hari.anak. Pada anak. 1991). diet ini dapat mempercepat sembuhnya diare (Tan & Rahardja. garam dan 3 tetes kecap. Tindakan-tindakan Umum Guna menghindari terbukanya luka-luka usus dan perdarahan. Maka pada dasarnya tidak perlu pemberian obat. larutan-larutan tersebut sebaiknya diberikan sesendok demi sesendok teh. guna mencegah mual dan muntah-muntah dengan jumlah lebih kurang 20 mL/kg bobot badan sejamnya selama 3 jam pertama. sayur yang dihaluskan. Rehidrasi sempurna baru dicapai bila pasien mulai berkemih normal lagi. 2. maka Oralit harus diberikan secara parenteral (infus) (Tan & Rahardja. kemudian separuhnya sejam hingga total 200 mL/kg sehari. dengan gula putih 20 g dalam 1 liter air masak. Air susu ibu biasanya tidak memperburuk diare dan dapat diberikan bersama larutan Oralit. Perlu juga dilakukan diet berupa bahan makanan yang tidak merangsang dan mudah dicernakan. Zat-zat yang menekan peristaltik sebenarnya tidak baik. dan karbo adsorbens (arang halus). setelah sel-sel epitel mukosa yang rusak diganti oleh sel-sel baru. 3. hanya apabila terjadi diare hebat dapat digunakan obat untuk menguranginya seperti asam samak. pada hari ke-2 sampai hari ke-5 nasi tim dengan kaldu ayam. 1991).garam dapur (NaCl) 2 g. maka sebaiknya pasien diare harus beristirahat lengkap (bedrest). Jika pasien sudah terlalu banyak kehilangan air dan elektrolit yang terlihat dari penurunan bobot lebih dari 8-10%. karena pada waktu diare pergerakan usus ternyata sudah banyak berkurang. atau campuran air teh dengan susu sapi (1:1). Suatu diet baik adalah sebagai berikut: pada hari pertama bubur encer dengan 3 tetes kecap dengan minuman air teh agak pekat.

sulfa-usus. Zat penekan peristaltik usus Obat golongan ini bekerja memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Pembawa basil semikian perlu diobati terus hingga tinjanya bebas kuman pada dua penelitian berturut-turut. ada beberapa pada diare pengecualian dimana obat antimikroba diperlukan yag disebabkan oleh infeksi beberapa bakteri dan protozoa. terlebih jika ia bekerja di rumah makan. Obat-obat ini seharusnya tidak diberikan lebih dari 7-10 hari. Pemberian antimikroba dapat mengurangi parah dan lamanya diare dan mungkin mempercepat pengeluaran toksin. karena tidak mempercepat sembuhnya penyakit (Tan & Rahardja. industri bahan makanan atau sebagai tukang daging (Tan & Rahardja. Kemoterapeutika Walaupun pada umumnya obat antibiotik tidak digunakan pada diare. kecuali jika setelah sembuh mencretnya si pasien masih tetap mengeluarkan bakteri dalam tinja. 10 | P a g e . seperti amoksisilin dan tetrasiklin. Contoh: candu dan alkaloidnya. 1980). Hanya pada infeksi dengan bakteri-bakteri invasif perlu diberikan suatu kemoterapeutik yang sebaiknya bersifat mempenetrasi baik ke dalam jaringan. amoksisilin. 1991).usus. Kemoterapi digunakan untuk terapi kausal. Dari zat-zat ini mungkin loperamid adalah pengecualian. derivat petidin (definoksilat dan loperamin). kliokinol dan furazolidon. Penggolongan obat anti-diare A. dan antikolinergik (atropin dan ekstrak beladona). dan kuinolon) (Schanack et. 1991). kloramfenikol. furazolidin. yaitu memberantas bakteri penyebab diare dengan antibiotika (tetrasiklin. al. daya kerjanya dapat menormalisasi keseimbangan resorpsi-sekresi dari sel-sel mukosa. sulfonamida.. B. Antibiotika pada jenis-jenis diare ini tidak berguna.

(Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Adsorben mengikat bakteri dan toksin sehingga dapat dibawa melalui usus dan dikeluarkan bersama tinja. Loperamida Pemberian: serbuk putih sampai agak kuning. Adsorben yang digunakan dalam sediaan diare antara lain attapulgit aktif. pektin. Obat ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. melebur pada suhu lebih kurang 225o C disertai peruraian. kaolin dan pektin (Harkness. 2007). kadar puncak pada plasma dicapai dalam waktu empat jamsesudah makan obat. Obat ini sama efektifnya dengan difenoksilat untuk pengobatan diare kronik. Obat-obat yang termasuk kedalam golongan ini adalah karbon. 1984). Pada sukarelawan yang mendapatkan dosis besar loperamid. Adsorbensia Adsorben memiliki daya serap yang cukup baik. Efek dijumpai adalah kolik abdomen. Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben atau gabungan antara adsorben dengan penghilang nyeri (paregorik). garam-garam bismut. garam bismuth. Masa laten yang lama ini disebabkan oleh 11 | P a g e . 1995) Obat ini memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. mucilago. dan garam-garam alumunium (Departemen Farmakologi dan Terapi UI. Khasiat obat ini adalah mengikat atau menyerap toksin bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi permukaan mukosa usus sehingga toksin dan mikroorganisme tidak dapat merusak serta menembus mukosa usus. Kelarutan: sukar larut dalam air dan asam encer.C. karbon aktif. mudah larut dalam metanol dan kloroform. kaolin. sedangkan samping yang sering efek toleransi terhadap konstipasi jarang sekali terjadi.

Kemungkinan disalahgunakannya obat ini lebih kecil dari difenoksilat karena tidak menimbulkan euphoria seperti morfin dan kelarutannya rendah. Antimotilitas Codein Co-Fenotrop Loperamid Hidroklorida 4. Pengobatan Diare Kronis Kolesteramin Hidrokortison d. Golongan dari Antidiare adalah sebagai berikut: Zat Aktif No 1. Waktu paruhnya adalah 7-14 jam. Hal yang dapat dilakukan keluarga agar terhindar dari diare menurut Sunoto (1990) adalah sebagai berikut: • Questran 6-200 Morfin Sulfasalazin 6-501 6-105 6-502 7-352 7-351 Kaolin. Adsorben dan Obat Pembunuh Massa Attapulgit Karbo Absorben 3. Sebagian besar obat diekskresikan bersama tinja. sifat-sifat ini menunjang selektifitas kerja loperamid. ringan • Bioralit • Neo Diaform • Neo Kaolana • Neo Entrostop • Neo Koniform • Tapulrae • Karbo Absorben • Norit • Lomotil • Imomed • Lodia • Lomodium • Sulcolon 12 | P a g e . Loperamid tidak diserap dengan baik melalui pemberian oral dan penetrasinya ke dalam otak tidak baik.penghambatan motilitas saluran cerna dan karena obat mengalami sirkulasi enterohepatik. Pencegahan dan Pengobatan Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi keparahan penyakit bila balita sedang menderita diare. Golongan Oralit (Nama Generic) Oralit Kode ICOPIM Brand Name • Alphatrolit • Aqualyte 2.

Banyak menggunakan air bersih Air bersih merupakan barang yang mahal saat sekarang karena dibeberapa daerah banyak yang mengalami krisis air bersih. Memperbaiki makanan sapihan Penyapihan adalah proses seorang anak secara bertahap mulai dibiasakan dengan susunan makanan orang dewasa. Namun penyediaan air bersih yang memadai penting untuk secara efektif membersihkan tempat dan peralatan 13 | P a g e . ASI mempunyai khasiat pencegahan secara imunologik dan turut memberikan perlindungan terhadap diare pada bayi yang mendapat makanan tercemar. disimpan di tempat dingin dan dihangatkan sebelum diberikan. c. Susu. Pemberian ASI selama diare dapat mengurangi akibat negatif terhadap pertumbuhan dan keadaan gizi bayi serta mengurangi keparahan diare. Flora usus bayi yang disusui mencegah tumbuhnya bakteri penyebab diare. Bayi yang diberi ASI secara penuh mempunyai daya lindung 4 kali lebih besar terhadap diare daripada pemberian ASI yang disertai dengan susu formula. terutama ASI tetap merupakan bagian penting dalam susunan makanannya khususnya sampai usia 2 tahun. Pada umur 1 tahun semua jenis makanan yang mudah disiapkan dapat diberikan sebanyak 4-6 kali sehari. Oleh karena itu sampai usia 6 bulan bayi dianjurkan hanya untuk minum ASI saja tanpa tambahan makanan lain kecuali kalau sudah lebih dari 6 bulan dengan tambahan bubur. Makanan dimasak dan direbus dengan baik. b. ASI tersedia dalam bentuk yang ideal dan seimbang untuk dicerna dan diserap secara optimal oleh bayi. murah dan juga terjaga kebersihannya. Pemberian ASI ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi karena selain komposisinya tepat.a. ASI eksklusif diberikan sampai bayi berumur 6 tahun setelah itu cara bertahap dikenalkan makanan tambahan yang lunak.

d. makan. tandon penampung tinja sekurang-kurangnya sedalam 1 meter. berjarak sekurang-kurangnya 20 meter dari sumber air dan pemukiman. Mencuci tangan Mencuci tangan dengan sabun. Hal ini memungkinkan untuk mengurangi tertelannya bakteri patogen pada balita. Demikian juga peralatan sumber air untuk bayi. demikian pula untuk mencuci tangan. serta teratur dalam membersihkan dan menyikat jamban. dan memberikan makanan kepada anak. (Sutomo. Cuci tangan dengan bersih dilakukan setelah membersihkan anak yang buang air besar. e.Sedangkan karakteristik jamban yang baik sebagai berikut: dapat digunakan oleh semua anggota keluarga. Kita juga harus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan mencuci tangan dan sabun ketika mau makan atau setelah memegang benda yang kotor. 14 | P a g e . Anak juga secara bertahap diajarkan kebiasaan mencuci tangan. serta tidak memungkinkan lalat/serangga hinggap di tampungan tinja (dengan sistem leher angsa). tempat yang digunakan dan lainnya harus bersih untuk mencegah terjadinya diare. terutama setelah buang air besar dan sebelum memegang makanan dan makan merupakan salah satu cara mencegah terjadinya diare.memasak serta makanan. 1995). dan buang air besar. membuang tinja anak. Cuci tangan juga perlu dilakukan sebelum menyiapkan makanan. Penggunaan jamban Penggunaan jamban yang baik adalah apabila tidak ada tinja yang tertinggal (menempel) di sekitar jamban. Keluarga dan setiap individu harus paham fungsi dan manfaat mencuci tangan dengan sabun.

Pencahar juga bermanfaat pada konstipasi kerena obat. karena sinar matahari dapat membunuh bakteri dan kuman-kuman dalam tinja tersebut. untuk meningkatkan resiko pendarahan rektal 15 | P a g e . 4. Oleh karena itu balita diusahakan untuk mendapatkan imunisasi campak segera setelah berumur sembilan bulan. Imunisasi campak Pemberian imunisasi campak berkorelasi terhadap kejadian diare. maka dibuang di tempat yang terkena sinar matahari. Apabila tinja terpaksa dibuang di udara terbuka. Obat pencahar biasanya diminum oleh mereka yang mengalami sembelit (konstipasi) dimana defekasi terhenti atau berlangsung tidak lancar atau tidak teratur. g. kecuali bila ketegangan akan memperparah suatu kondisi (seperti pada angina) atau (seperti pada hemoroid). Hal ini dilakukan pada balita yang sedang menderita campak dan selama dua atau tiga bulan setelah penyakit campak menunjukkan kasus diare dengan angka lebih tinggi dan lebih parah daripada balita yang sama tanpa campak. Zat-zat ini mempengaruhi atau merangsang susunan syaraf otonom parasimpatis untuk melakukan gerak peristaltaltik di usus dan mendorong isinya keluar. Setelah buang air besar balita segera dibersihkan kemudian tangan keluarga yang membuang tinja dan tangan balita dicuci dengan sabun sampai bersih. Pengertian Pencahar adalah obat yang digunakan untuk memudahkan pelintasan dan pengeluaran tinja dari kolon dan rektum.f. PENCAHAR a. Cara yang benar membuang tinja bayi Tinja harus dibungkus dengan kertas atau daun kemudian dibuang dengan cepat ke dalam jamban atau lubang di tanah. Pencahar umumnya harus dihindari.

glukosida antrakinon. diasatinum. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit (konstipasi) antara lain:  Kurang Minum  Kurang makan makanan yang mengandung serat  Ketegangan saraf dan emosi (stress)  Efek samping dari obat-obatan Selain untuk menyembuhkan sembelit. Obat yang merangsang usus kecil ( oleum ricini.drastika. Penggolongan obat pencahar berdasarkan mekanisme kerjanya atau sifat kimiawi senyawa obatnya: Obat atau zat perangsang dinding usus. serta untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi. obat pencahar dibagi menjadi laksansia .purgativa .pengeluaran parasit setelah pemberian antelmenti. kandung kemih dll. antara lain. sebab penggunaan obat pencahar yang terlalu sering dapat mengakibatkan beberapa efek yang tidak diingikan. penderita yang akan menjalani dengan sinar rontgen pada saluran usus. Penyelahgunaan pencahar dapat menyebabkan hipokalemia dan atonia kolon sehingga tidak berfungsi. obat pencahar juga biasa digunakan untuk membantu penyembuhan keracunan obat atau makanan yang akut. Penggolongan obat pencahar berdasarkan waktu kerja. dibagi menjadi obat yang merangsang usus besar (dioksiantrakinon. ginjal. kalomel) 16 | P a g e . yaitu  Absorpsi zat yang diperlukan tubuh pada usus dapat terganggu  Sintesa vitamin dalam usus juga bisa terganggu  Garam-garam natrium dan kalium tidak diserap dalam usus sehingga dapat menyebabkan kelemahan otot. fenolfthalein. bisakodil. Penggolongan obat pencahar Obat pencahar dapat digolongkan berdasarkan beberapa kategori. Namun demikian penggunaan obat pencahar harus sesuai kebutuhan. yaitu zat-zat yang langsung merangsang saluran usus sehingga mempertinggi peristaltiknya. sebelum dan sesudah minum obat cacing.katartika .

contohnya paraffin liquidum. suppositoria dengan gliserin dan lain-lain. Zat yang tidak dapat dicerna contohnya buah yang banyak mengandung serat. CMC. Tylose). gliserol). magnesium sulfat/garam inggris. Zat Aktif No 1. Zat pelicin. karena serat susah untuk dicerna maka akan merangsang peristaltik usus besar. magnesium sitrat. Natrium fosfat. obat yang dapat mengembang dalam usus (agar-agar. Golongan Pencahar Pembentuk 2. 4. Pelunak Tinja Pencahar Osmotik Pikosulfat Parafin Liquidum Laktulosa Magnesium Sulfat 7-321 7-339 7-330 • Proconsti • • Triolax Laxoberon • Laxadin • Duphalac • Garam Inggris Cap Gajah 17 | P a g e . dibagi menjadi tiga golongan yaitu obat yang menaham osmosis isi dalam usus (natrium sulfat. Massa Pencahar Stimulan Dantron Natrium Dokusat Glyserin 7-319 Bisakodil 7-319 (Nama Generic) Ishaghula Sekam Kode ICOPIM 7-331 Brand Name • Metamucil • Mucofalk • • Mulax Dulcolax • Laxamex • Melaxan • Laxatab • Glyserin Cap Gajah Natrium 3.Obat yang memperbesar isi usus.

b.5. Wasir bisa terjadi karena peregangan berulang selama buang air besar. tidak semua penderita wasir menunjukkan adanya keluhan.  Kendati tanda-tanda wasir mudah dikenali. wasir mudah dikenali terutama jika penderita menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:  Gatal dan nyeri di permukaan dubur. timbul benjolan besar disertai rasa nyeri hingga perderita sulit duduk. c. Wasir yang tetap berada di anus disebut hemoroid internal (wasir dalam) dan wasir yang keluar dari anus disebut hemoroid eksternal (wasir luar). adanya BAB darah dan atau hanya teraba benjolan di anusnya. Pada kasus yang berat. Penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah pada vena portal dan kadang-kadang menyebabkan terbentuknya wasir. Faktor Pencetus Pada dasarnya wasir ditimbulkan oleh tekanan rongga perut (abdomen) berkepanjangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan 18 | P a g e . ANTIHEMOROID a.  Tetesan darah segar dari dubur. dan sembelit (kesulitan buang air besar.  Keluarnya lendir atau darah bersama kotoran. Pada umumnya. Pengertian Hemoroid (Wasir) adalah pembengkakan jaringan yang mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dan anus. Tanda dan gejala Gejala dan tanda dapat berupa nyeri di daerah anus yang hebat.  Benjolan lunak di permukaan dubur. konstipasi) bisa membuat peregangannya bertambah buruk.

yang berpotensi menderita wasir.pembengkakan jaringan di dinding dubur. proses penuaan. tekanan rongga perut meningkat lantaran ada janin dalam kandungan. Kondisi ini lambat laun dapat memicu timbulnya wasir. diare berkepanjangan dan anal seks adalah faktor-faktor lain yang dapat memicu timbulnya wasir. Suntikan skleroterapi diberikan kepada penderita wasir yang mengalami perdarahan. Dalam keadaan hamil. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang sering mengejan. Wasir dalam yang besar dan tidak bereaksi terhadap suntikan skleroterapi. vena digantikan oleh jaringan parut. disebut ligasi pita karet. Dengan suntikan ini. Kondisi yang sama dapt dialami oleh wanita pasca melahirkan karena mengejan. Mungkin 3-6 kali pengobatan. 19 | P a g e . wasir tidak membutuhkan pengobatan kecuali bila menyebabkan gejala. meyebabkan wasir menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit. diantaranya: Sembelit (konstipasi). Kegemukan. Pengobatan dilakukan dengan selang waktu 2 minggu atau lebih. Cara ini. Wanita hamil. Beberapa faktor pencetus timbulnya wasir. Kotoran yang keras menyebabkan seseorang sering mengejan saat buang air besar. Tak jarang diikuti konstipasi. wanita hamil dan pekerja berat (angkat-angkat berat). Obat pelunak tinja atau psilium bisa mengurangi sembelit dan peregangan yang menyertainya. Pengobatan Hemoroid/Wasir Biasanya. diikat dengan pita karet. d.

Bismut digunakan dalam memproduksi besi yang mudah dibentuk. Logam dengan kristal trivalen ini memiliki sifat kimia mirip dengan arsen dan antimoni. Bismut adalah magnet permanen yang terbuat dari MnBi dan diproduksi oleh US Naval Surface Weapons Center. kadmium. Golongan obat dari Antihemoroid adalah sebagai berikut: 1. logam yang rapuh dengan campuran sedikit bewarna merah jambu.22% jika dipadatkan. sinar infra merah (fotokoagulasi infra merah) atau dengan arus listrik (elektrokoagulasi). Unsur ini merupakan kristal putih. Logam ini juga digunakan sebagai bahan thermocouple. Ia memiliki resitansi listrik yang tinggi dan memiliki efek Hall yang tertinggi di antara logam (kenaikan yang paling tajam untuk resistansi listrik jika diletakkan di medan magnet). Garamnya yang mudah larut membentuk garam basa 20 | P a g e . unsur ini paling bersifat diamagnetik dan merupakan unsur kedua setelah raksa yang memiliki konduktivitas termal terendah. Ia muncul di alam tersendiri. Senyawa bismut bebas timbal sering digunakan sebagai bahan kosmetik dan dalam bidang medis.Wasir juga bisa dihancurkan dengan menggunakan laser (perusakan laser). Dengan logam lainnya seperti seng. Bismut mengembang 3. bismut membentuk campuran logam yang mudah cair yang banyak digunakan untuk peralatan keselamatan dalam deteksi dan sistim penanggulangan kebakaran. Dari semua jenis logam. dan memiliki aplikasi sebagai pembawa bahan bakar U235 dan U233 dalam reaktor nuklir. Sediaan Pelembut  Bismut Bismut adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Bi dan nomor atom 83. dsb. Sifat ini membuat campuran logam bismut cocok untuk membuat cetakan tajam barang-barang yang dapat rusak karena suhu tinggi. Pembedahan mungkin digunakan bila pengobatan lain gagal.

protein. otot dan resistensi tubuh. kadar gula darah. Penggunaan kortikosteroid sebagai antiinflamasi merupakan terapi paliatif. Hormon ini dapat mempengaruhi volume dan tekanan darah. hanya gejalanya yang dihambat. Sebenarnya hal inilah yang menyebabkan obat ini banyak digunakan untuk berbagai penyakit.(1) Kerja obat ini sangat rumit dan bergantung pada kondisi hormonal seseorang. Khasiat (1) retensi Na diperlihatkan dan kuat oleh mineralokortikoid. Bismut oksiklorida banyak digunakan di kosmetik. efek terhadap keseimbangan air dan elektrolit dan efek terhadap pemeliharaan fungsi berbagai system dalam tubuh. maka pada penggunaan 21 | P a g e . dalam hal ini penyebab penyakit tetap ada. sedangkan khasiat antiinflamasi glukoneogenesis merupakan ciri glukokortikoid. Umumnya efek antiinflamasi sejalan dengan efek terhadap metabolisme karbohidrat sehingga pengelompokan kortikosteroid didasarkan atas potensi untuk menimbulkan retensi Na (efek mineralokortikoid) dan efek antiinflamasi (efek glukokortikoid). Namun secara umum efeknya dibedakan atas efek resistensi Na. Kelompok obat ini memiliki aktifitas glukokortikoid dan mineralokortikoid sehingga memperlihatkan efek yang sangat beragam meliputi efek terhadap metabolisme karbohidrat.yang tidak terlarut jika ditambah air. bahkan sering disebut “life saving drug”. 2. tetapi juga mungkin menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Bismut subnitrat dan subkarbonat diguanakan di bidang kedokteran. dan lipid. Sediaan Kombinasi dengan Kortikosteroid  Kortikosteroid Kortikosterioid adalah hormon yang dihasilkan oleh korteks adrenal. suatu sifat yang kadang-kadang digunakan dalam deteksi. karena gejala inflamasi ini sering digunakan sebagai dasar evaluasi terapi inflamasi. efek terhadap metabolisme karbohidrat (glukoneogenesis) dan efek antiinflamasinya.

Kortikosteroid topikal dipakai khusus untuk mengobati penyakit radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi. misalnya efek glukoneogenesis. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan simtom atau penekanan tanda-tanda penyakit bila cara lain yang kurang berbahaya tidak efektif. Kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan. Dengan adanya kemajuan-kemajuan yang pesat dalam bidang kedokteran dan farmasi. redistribusi lemak. khususnya penyakit dermatitis atau eksim. dan bila pengobatan dihentikan. kondisi semula mungkin akan timbul kembali.glukokortikoid kadang-kadang terjadi “masking effect”. Protein yang terakhir inilah yang akan mengubah fungsi seluler organ target sehingga diperoleh. Seperti telah diceritakan di pendahuluan bahwa kortikosteroid umumnya dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu : a. sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air 22 | P a g e . Glukokortikoid Efek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan efek antiinflamasinya juga nyata. dan efek antiinflamasi. dari luar penyakit nampaknya sudah sembuh tetapi infeksi di dalam masih terus menjalar. KORTIKOSTEROID TOPIKAL Kortikosteroid bekerja melalui interaksinya dengan protein reseptor yang spesifik di organ target. meningkatnya asam lemak. meningkatnya reabsorbsi Na. untuk mengatur suatu ekspresi genetik yang selanjutnya akan menghasilkan perubahan dalam sintesis protein lain. maka pengobatan penyakit kulit juga ikut berkembang pesat. meningkatnya reaktivitas pembuluh terhadap zat vasoaktif. Yang menarik perhatian ialah kemajuan dalam bidang pengobatan topikal yang berupa perubahan dari cara pengobatan nonspesifik dan empirik menjadi pengobatan spesifik dengan dasar yang rasional.

Banyak kemasan yang dapat dipilih : krem. b. glukokortikoid masuk ke dalam inti sel lesi dan berikatan dengan kromatin gen tertentu. semprot (spray). sedangkan pengaruhnya terhadap penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Selama periode stres. Kortisol adalah glukokortikoid yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal yang membantu memelihara homeostasis dengan mengatur banyak enzim di seluruh tubuh. salep berlemak (fatty ointment). 4. Ada beberapa faktor yang menguntungkan pemakaiannya yaitu : 1.dan elektrolit kecil. Sel ini dapat menghasilkan protein baru yang dapat membentuk dan menggantikan sel yang telah tidak berfungsi. Prototip pada golongan ini ialah desoksikortikosteron. meskipun demikian sediaan ini tidak pernah 23 | P a g e . Secara klinis kortisol dan derivatnya sering digunakan untuk sifat imunosupresannya. Obat ini juga penting untuk pasien dengan defisiensi adrenal. 3. Umumnya golongan mineralokortikoid tidak mempunyai khasiat antiinflamasi yang berarti kecuali 9 alfa-fluorokortisol. pemakaiannya dapat dikatakan aman. 2. Dalam konsentrasi relatif rendah dapat tercapai efek anti radang yang cukup memadai. losio. kortisol memainkan peran penting dalam meningkatkan kadar glukosa darah dan meningkatkan tekanan darah. Jarang terjadi dermatitis kontak alergik maupun toksik. salep. Bila pilihan glukokortikoid tepat. Prototip untuk golongan ini adalah kortisol. Khasiat glukokortikoid yang lain adalah sebagai anti radang setempat dan antiproliferatif melalui proses penetrasi. sehingga aktivitas sel tersebut mengalami perubahan. menghambat mitosis (antiproliferatif). gel. bergantung pada jenis dan stadium proses radang. Mineralokortikoid Golongan mineralokortikoid efek utamanya terhadap keseimbangan air dan elektrolit. Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan sering dipakai.

penguapan. sedangkan di kulit tidak terjadi proses itu. kapiler dan kelenjar lemak subkutis serta terjadinya pembentukan depo.  Antiinflamasi akibat rangsangan mekanis. Jelas ada hubungan dengan struktur kimiawi.  Antiproliferatif pada lapisan basal. radiasi. pH. kapiler dan fibroblast Tahapan absorbsi perkutan kortikosteroid topikal meliputi difusi melalui stratum korneum. zat ini menahan natrium (dan kemudian air) dalam darah. bahan pemacu penetrasi). karena kortison di dalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihydrokortison. epidermis. Khasiat yang diharapkan pada pemakaian kortikosteroid topikal sendiri adalah sebagai antiinflamasi. Hidrokortison efektif secara topikal pada konsentrasi 1%. aplikasi. dan bentuk molekul partikel). kimia. reaksi imunologi dan infeksi pada kulit.digunakan sebagai obat antiinflamasi karena efeknya pada keseimbangan air dan elektrolit terlalu besar. Potensi kortikosteroid ditentukan berdasarkan kemampuan menyebabkan vasokonstriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia. ukuran. Karakteristik fisikokimia kortikosteroid (modifikasi molekul. Kortison misalnya. dermis. Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. konsentrasi. tidak berkhasiat secara topikal. Zat ini dirangsang dalam jalur renin-angiotensin. 24 | P a g e .  Efek vehikulum (viskositas. imunosupresif dan antiproliferatif atau anti mitosis. Aldosteron adalah mineralokortikoid yang utama. Mekanisme kerja dari kortikosteroid topikal ini antara lain :  Vasokonstriksi pembuluh darah dermis bagian atas sehingga mengurangi eritem pada berbagai dermatosis. Tahapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :   Kondisi kulit (variabel biologi dan variabel eksentrik). durasi.

05% II Potensi tinggi Amcionide 0.1% Betamethasone dipropionate 0.05% Mometasone fuorate 0. Pembagian kortikosteroid topikal menurut Cornell dan Stoughton menjadi tujuh golongan. vehikulum serta penetrasi dapat mempengaruhi efektifitas klinis suatu kortikosteroid topikal. yaitu stadium penyakit.Begitu beragamnya kortikosteroid topikal yang ada. luas atau tidaknya lesi. aman. maka dilakukan penggolongan potensinya mulai dari sangat kuat atau sangat poten konsentrasinya.05% Halobetasol propionate 0. dalam atau dangkalnya lesi. PEMILIHAN JENIS KORTIKOSTEROID Dipilih kortikosteroid yang sesuai. jenis vehikulum. Perlu juga dipertimbangkan umur penderita. efek samping minimal dan harganya murah. kondisi penyakit. Di samping itu ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu jenis penyakit kulit. dan lokalisasi lesi.05% Clobetasol propionate 0.01% Diflurasone diacetate 0. berdasarkan potensi antiinflamasi dimana efektifitas ini dinilai berdasarkan kemampuan vasokonstriksi untuk menimbulkan blanching pada kulit.05% Diflurasone diacetate 0. I Super poten Betamethasone dipropionate 0.05% 25 | P a g e .

1% Fluacinolone acetonide 0.2% V Potensi medium Flurandrenolide 0.25% III Potensi tinggi Triamcinolone acetonide 0.05% Fluocinonide 0.01% IV Potensi medium Triamcinolone acetonide 0.05% Desoximetasone 0.1% 26 | P a g e .01% Fluocinonide 0.1% Fluticasone propionate 0.05% Diflurasone diacetate 0.Halcinonide 0.05% Betamethasone valerate 0.05% Fluticasone propionate 0.05% Prednicarbate 0.025% Hydrocortisone valerate 0.005% Amcinonide 0.05% dan 0.1% Flurandrenolide 0.05% Desoximetasone 0.1% Betamethasone dipropionate 0.05% Mometasone furoate 0.

05% Triamcinolone acetonide 0. sedangkan yang kerja sedang mempunyai waktu paruh antara 12-36 jam. a.05% Betamethasone valerate 0.1% Hydrocortisone butyrate 0.1% Fluocinolone acetonide 0. Sediaan masa kerja singkat mempunyai waktu paruh biologis kurang dari 12 jam.1% Hydrocortisone valerate 0. glumetalon. sediaan kerja lama mempunyai waktu paruhnya lebih dari 36 jam.05% Betamethasone valerate 0.1% Hydrocortisone butyrate 0.05% Triamcinolone acetonide 0.1% VII Potensi lemah Obat topikal dengan hidrokortison.025% Desonide 0. deksametason.Betamethasone dipropionate 0.2% VI Potensi medium Aclometasone 0. Kerja singkat : Kortisol atau hidrokortison Kortison 27 | P a g e .1% Fluocinolone acetonide 0.01% Desonide 0. prednisolon. dan metilprednisolon Sediaan kortikosteroid dapat juga dibedakan menjadi tiga golongan berdasarkan masa kerjanya.

vitiligo. Harus selalu diingat bahwa kortikosteroid bersifat paliatif dan supresif terhadap penyakit kulit dan bukan merupakan pengobatan kausal. dermatitis atopik dan kontak. Kortikosteroid dengan potensi kuat belum tentu merupakan obat pilihan untuk suatu penyakit kulit. Kerja lama : Parametason Betametason Deksametason Kortikosteroid potensi lemah biasanya lebih aman untuk pemakaian lama. dermatitis statis. sarkoidosis. granuloma anulare. Sedangkan dermatosis yang kurang responsif terhadap kortikosteroid ialah : lupus eritematosus diskoid. dan bila sangat diperlukan dapat diberikan dengan bebat oklusi. psoriasis di telapak tangan dan kaki. untuk daerah muka dan intertriginous. liken planus. 28 | P a g e . bayi dan anak-anak. dermatitis seboroik. dermatitis sirkumskripta. eksantema fikstum. dermatitis venenata. nekrobiosis lipoidika diabetikorum.Kortikosteron Fludrokortison b. dermatitis intertriginosa dan dermatitis solaris (fotodermatitis). dermatitis numularis. pemfigoid. Kerja sedang : 6-alfa-metilprednisolon Prednison Prednisolon Triamsinolon c. Dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid ialah : psoriasis.

area lesi tidak luas Tidak boleh dengan bebat oklusi Pilihan formulasi :     Krim larut air :lesi lembab atau eksudatif Salep :Lesi kering.Kortikosteroid dengan potensi sangat kuat atau kuat sebaiknya diberikan untuk :     Pengganti kortikosteroid sistemik Lesi kronik dan menebal (likenifikasi) Waktu singkat. likenifikasi/bersisik atau efek oklusif bila perlu Lotion : Aplikasi minimal untuk daerah luas atau luka eksudatif Penambahan urea atau asam salisilat : meningkatkan penetrasi kortikosteroid  Perban ekslusif polythene : memperbesar absorbsi untuk daerah kulit yang sangat tebal (telapak tangan dan kaki). Potensi rendah-medium : 29 | P a g e . Berikut ini adalah besar kemasan sediaan kortikosteroid yang tepat untuk peresepan bagi daerah tubuh tertentu :        Wajah dan leher Tangan Kulit kepala Lengan Kaki Badan : 15-30 g : 15-30 g : 15-30 g : 30-60 g : 100 g : 100 g Sela paha dan kelamin : 15-30 g INDIKASI KORTIKOSTEROID 1. jangka waktu pendek dan dengan pengawasan.

Sarkoidosis .Pemfigoid .Alopesia areata Liken straitus .Pemfigus .Dermatitis eksfoliatif atau numular Liken planus . Potensi medium-kuat : . Perlu dipertimbangkan adanya gejala takifilaksis.Psoriasis .Gigitan serangga .Otitis eksterna (alergi) 2. berupa toleransi akut yang berarti efek vasokonstriksinya 30 | P a g e .Keloid . Takifilaksis ialah menurunnya respons kulit terhadap glukokortikoid karena pemberian obat yang berulang-ulang.Granuloma anulare .. Cara aplikasi Pada umunya dianjurkan pemakaian salep 2-3x/hari sampai penyakit tersebut sembuh.Ptiriasis rosea APLIKASI KLINIS 1.Disidrosis .Xerosis pada fase inflamasi Liken planus .Dermatitis atopik atau kontak Intertrigo .Diskoid lupus eritematosus Luka baker .Pruritus anogenital atau senilis .Nekrobiasis lipoidika diabetikum Lupus eritematosus .Eksema .

PRINSIP PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID Berikut ini beberapa prinsip yang harus dipegang : 1. anak-anak. Hindarkan penggunaan injeksi 7. Gunakan dosis efektif terkecil. terutama bila diperlukan untuk jangka panjang 2. kurangi asupan garam. kecuali bila diberika antibiotika sistemik. Kalau mungkin berikan pengobatan berselang (alternating). Dosis tinggi tidak boleh lebih dari 1 bulan 5. diabetes 9. dalam keadaan stres dosis dapat dinaikkan 2-3 kali lipat 8. KONTRAINDIKASI  Infeksi sistemik. juga tergantung pada konsentrasi dan kemampuan penetrasi ke dalam epidermis.akan menghilang. Sering peningkatan konsentrasi tidak sebanding dengan peningkatan efektifitas misalnya losio Hidrokortison 1% ditingkatkan menjadi 25% ternyata peningkatan konsentrasi 10 kali hanya menyebabkan peningkatan absorbsi sebanyak 4 kali. Penurunan dosis secara bertahap dalam beberapa minggu atau bulan tergantung besarnya dosis dan lamanya terapi 6. hindari vaksinasi dengan virus aktif pada pasien yang menerima dosis imunosupresive. gizi buruk. Hati-hati pada pasien usia lanjut. Konsentrasi ini dapat mempengaruhi efektifitas klinik hanya dalam batas tertentu. setelah diistirahatkan beberapa hari efek vasokonstriksi akan timbul kembali dan akan menghilang lagi bila pengolesan obat tetap dilanjutkan. Penggunaan lebih singkat lebih aman 3. pemberian demikian dapat dipertahankan bertahun-tahun 4. 31 | P a g e . Efektifitas klinik kortikosteroid topikal selain tergantung pada jenis kortikosteroid yang dipakai.

lama dan pemakaian dengan oklusi 3. 32 | P a g e . EFEK SAMPING Efek-efek yang merugikan seringkali muncul oleh karena penggunaan yang kurang tepat. Penggunaan kortikosteroid yang lama dan berlebihan 2. Keadaan dan luasnya lesi 4. Penggunaan kortikosteroid dengan potensi kuat atau sangat kuat atau pengguanaan secara oklusif Harus diingat bahwa makin tinggi potensi kortikosteroid makin cepat terjadinya efek samping.  Rosasea. lokasi lesi Efek samping terjadi bila : 1. Gejala efek samping : 1. Faktor-faktor penderita : usia. dan akibat terbentuknya reservoir pada dermis dan epidermis karena penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan penurunan sintesis kolagen. Cara penggunaannya : frekuensi. Penderita hipersensitif terhadap kortikosteroid dapat menimbulkan dermatitis kontak alergi. Jenis kortikosteroid dan vehikulum 2.  Dermatosis pada anak-anak dibawah satu tahun termasuk dermatitis dan ruam popok. jerawat dan dermatitis perioral. Infeksi pada kulit karena virus (misalnya herpes simpleks. Efek samping lokal : o Atrofi Kerusakan kulit akibat kortikosteroid topikal disebabkan oleh khasiat anti mitosis yang kuat. cacar air). Kemungkinan efek samping yang ditimbulkan tergantung pada : 1.

 Infeksi Pemakaian kortikosteroid topikal memudahkan timbulnya infeksi bakteri. Pemakaian sediaan kombinasi kortikosteroid dan antibiotik sebaiknya hanya digunakan dalam jumlah sedikit dan waktu singkat.  Gangguan penyembuhan luka Pemakaian kortikosteroid topikal dapat menghambat penyembuhan luka yang sudah ada karena khasiat antiinflamasinya melalui efek vasokonstriksi pembuluh 33 | P a g e . papul dan pustula akibat pemakaian kortikosteroid kuat topikal untuk waktu yang lama. terutama akibat pemakaian kortikosteroid potensi kuat. Penetrasi dari pemakaian kortikosteroid topikal pada daerah muka atau kepala akan meningkatkan akibat adanya folikel kelenjar sebasea sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping. pemberian kortikosteroid topikal menyebabkan gambaran klinis tidak jelas sehingga menyukarkan diagnosis disebut Tinea Inkognito.perubahan jaringan ikat dan jaringan penyangga pembuluh darah menyebabkan atrofi dermis.  Dermatitis perioral Dermatitis perioral merupakan papul eksematosa dengan skuama sekitar bibir yang gatal dan panas. telengiektasis.  Rosasea Berupa lesi eritematosa dimuka yang menetap disertai dengan telangiektasis. pustula dan peningkatan penetrasi kortikosteroid sehingga menambah kerusakan kulit. striae. purpura. Superinfeksi dengan candida albicans akan mempererat penyakitnya. papula. Patogenesisnya sampai sekarang belum diketahui pasti. dan bila sudah ada infeksi jamur sebelumnya. hambatan penyembuhan luka. jamur dan virus karena turunnya mekanisme pertahanan tubuh setempat.

darah kecil yang menghambat ekstravasasi leukosit dan eksudasi plasma.  Hipertrikhosis Pemakaian kortikosteroid topikal jangka panjang terutama yang berpotensi kuat merangsang pertumbuhan rambut setempat sehingga terbentuk hipertrikosis lokalisata.  Glaukoma Pemakaian kortikosteroid topikal pada mata lebih dari tiga minggu dapat menyebabkan kenaikan tekanan intra okuler akibat adanya timbunan mukopolisakarida di sudut kamera okuli anterior yang menghalangi jalan keluar aqueus humour. penurunan reaktivitas jaringan ikat dan terjadi hambatan pada pembentukan fibroblas dan granulasi. menurunkan jumlah leukosit di tempat radang. Keadaan ini karena efek androgenik dari kortikosteroid juga terjadi pada pemakaian topikal hormon androgen. 34 | P a g e . sehingga untuk menghindari terjadinya takifilaksis dan mendapatkan hasil pengobatan optimal.  Katarak Pemakaian topikal pada mata jangka panjang dapat menimbulkan katarak di kapsul posterior lensa.  Takifilaksis Fenomena dimana penggunaan kortikosteroid topikal secara terus menerus menimbulkan toleransi akut dengan berkurangnya kemajuran atau khasiat sediaan tersebut. Mekanisme timbulnya yang pasti belum diketahui. pada pemakaian kortikosteroid potensi kuat jangka panjang sesudah lima hari pemakaian harus diselingi dengan golongan kortikosteroid yang lebih lemah selama beberapa hari. diduga akibat perubahan biokimia aqueus humour karena pengaruh kortikosteroid.

kelopak mata dan kulit kepala . Efek samping sistemik Efek samping sistemik dapat timbul. sehingga terjadi insufisiensi adrenal. sindroma Cushing dan sebagainya. Faktor resiko untuk terjadinya efek sistemik meliputi : . Selain penekanan HPA axis.Kortikosteroid topikal potensi kuat jangka panjang.Pada orang tua. Gangguan pertumbuhan khususnya pada anak-anak. dapat pula terjadi hipertensi.Bahan pemabawa bentuk salep sehingga penetrasi lebih besar . osteoporosis. dimana parameter yang tampak adalah penurunan kadar kortisol plasma. . jika kortikosteroid topikal diabsorbsi secara sistemik atau diabsorbsi dalam jumlah mencukupi ke dalam sirkulasi.Pada lipatan paha.Oasis besar karena dioleskan pada daerah luas . Dampak secara sistemik ini dapat terjadi pada semua penggunaan kortikosteroid topikal. yang mengakibatkan tidak disekresinya aderenokortikosteroid endogen.Bebat oklusi (polyethylene occlusive dressing) . ketiak. bayi Salah satu efek yang sangat mengkhawatirkan adalah penekanan sumbu Hypothalamic Pituitary Adrenal (HPA). hiperglikemia.      Striae atrofise Telangiektasis Purpura Dermatosis akneiformis Hipopigmentasi Gambaran klinis penyakit infeksi menjadi kabur 1. 35 | P a g e .

Kepada penderita diberitahu cara pengobatan yang benar.Pencegahan efek samping : Mengingat penggunaan kortikosteroid topikal yang semakin luas. 2. maka untuk mencegah terjadinya efek samping dan penyalahgunaannya perlu diperhatikan hal-hal dibawah ini yaitu : 1. Skleroterapi berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengerasan yang merupakan metode pembesaran pembuluh darah dengan menginjeksikan larutan kimia yang disebut larutan sclerosing ke dalam pembuluh darah. dosis total untuk anak tidak lebih dari 15 g seminggu     Hati-hati bila digunakan pada daerah dengan penetrasi tinggi Perlu diselingi dengan potensi lemah untuk menghindari takifilaksis Bila perlu periksa fungsi hipotalamus-pituitary-adrenal Jangan gunakan bebat oklusi 3. Pada pemakaian kortikosteroid potensi kuat :  Waktu pemakaian sependek mungkin. sehingga larutan tersebut menyebabkan pembuluh darah mengalami inflamasi yang akan memicu pembentukan jaringan fibrosis dan menutup lumen atau saluran utama pembuluh darah. Bila derajat III dan IV dapat dilakukan tindakan invasif tipe eksisi. yaitu sesudah mandi. 36 | P a g e . Sklerosan Rektal Skleroterapi merupakan salah satu metode terapi invasif tipe fiksasi. glaukoma dan diabetes. pada bayi kulit masih tipis. dioleskan tipis dan diterangkan bahayanya. Hati-hati pemakaian pada bayi. Dijaga dengan seksama jumlah total yang telah digunakan 3. hendaknya dipakai kortikosteroid yang lemah. Karena dilakukan pada hemoroid derajat I dan II. 4. daerah dengan penetrasi yang tinggi dan penderita dengan penyakit hati.

Metode ini menggunakan zat sklerosan yang disuntikan para vasal. endotel dan dinding pembuluh darah. Patogenesis perusakan vena dengan menggunakan bahan-bahan sklerosan yaitu dengan menyebabkan koagulasi yang terlokalisir. Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan dengan jarum yang panjang melalui anoskop. aman dan memberikan hasil baik.Skleroterapi berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengerasan yang merupakan metode pembesaran pembuluh darah dengan menginjeksikan larutan kimia yang disebut larutan sclerosing ke dalam pembuluh darah. sehingga larutan tersebut menyebabkan pembuluh darah mengalami inflamasi yang akan memicu pembentukan jaringan fibrosis dan menutup lumen atau saluran utama pembuluh darah. dan reaksi hipersensitivitas terhadap obat yang disuntikan. Sklerosan yang dipakai adalah 5% phenol in almond oil dan 1% polidocanol. perdarahan berhenti. Efeknya pada mekanisme koagulasi. Metode ini mudah dilaksanakan.Terapi suntikan bahan sklerotik bersama nasehat tentang makanan merupakan terapi yang efektif untuk hemoroid interna derajat I dan II. tidak tepat untuk hemoroid yang lebih parah atau prolaps. Dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Akibatnya. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri. Setelah itu. Mekanismenya terdiri dari beberapa tahap. Penyulit penyuntikan termasuk infeksi. 37 | P a g e . sklerosan merangsang pembentukan jaringan parut sehingga sehingga menghambat aliran darah ke vena-vena hemoroidalis. Penyuntikan diberikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang longgar di bawah hemoroid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut. prostatitis akut jika masuk dalam prostat.

Lisis ini diaktivitasi oleh plasminogen yang dilepas oleh subendhotelial. limfosit dan makrofag. Fibroblast mengembangkan aktivitasnya sehingga menimbulkan suatu fibrin seluler yang mengandung trombus. 38 | P a g e . Hasilnya adalah trombus dengan sklerosing fibrin yang minimal. dimana belum dibutuhkan tindakan bedah. Indikasi utama skleroterapi pada hemoroid adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang berlebih. Hal ini tidak hanya pada tunika intima saja tetapi juga pada tunika media ikut dirusak setelah kerusakan endotel dengan bahan sklerosan (fase ini terjadi selama kurang lebih 24 jam) Fase III : terjadinya stasis darah yang lengkap diantara are yang terpengaruh oleh bahan sklerosing. Protein plasma menembus ke dalam dinding pembuluh darah yang rusak dimana bagian-bagian pembuluh darah tersebut telah dirusak secara langsung oleh bahan-bahan sklerosan. (Fase ini terjadi 5-7 hari) Fase IV : terjadi perubahan jaringan secara lengkap disertai dengan hilangnya struktur anatomis vena ( fase ini terjadi selama 4-6 bulan).Ada 4 fase skleroterapi pada skleroterapi menurut L. Fase II : Ditandai dengan lisis dan pecahnya fibrin yang rusak. rasa terbakar dan terutama untuk hemoroid derajat I dan II. Lalu dilanjutkan dengan perkembangan trombus koagulasi. Hasilnya pembentukkan fibrin berkembang di dalam dinding pembuluh darah yang juga melibatkan infiltrasi seluler yang terutama terlibat adalah neutrofil.Rusciani dan P. Robins yaitu: Fase I : Bahan-bahan sklerosan yang diinjeksikan mengarah pada suatu koagulasi darah intravaskuler dengan kombinasi adanya spasme dan kerusakan selektif endotelium.

   Olah raga teratur. Hindari menggosok-gosok daerah dubur agar tidak terjadi perlukaan. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong 39 | P a g e .  Mengkonsumsi makanan berserat agar kotoran (feces) menjadi lunak.TIPS MENGATASI WASIR Agar tidak bertambah berat. Minum dalam jumlah yang cukup.5 liter dalam sehari. Gunakan obat antihemoroid sesuai anjuran dokter tison dan lidokain dalam bentuk krim. 6. setidaknya 2-3 kali dalam sehari.Gangguan Sekresi Pencernaan lain 1. sedikitnya 1.     Menghindari minuman beralkohol agar kotoran tidak keras. karena kebiasaan ini akan meningkatkan tekanan di daerah dubur. Kandung Empedu atau Batu Empedu Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu.  Hindari berlama-lama nongkrong di toilet saat buang air besar. misalnya sambil membaca. Jangan membiasakan menahan buang air besar dan jangan pula memaksa untuk buang air besar. misalnya: buah-buahan dan sayur mayur. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis. Batu empedu biasanya terbentuk di dalam kantong empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. para penderita wasir perlu memperhatikan beberapa tips sebagai berikut:  Usahakan berendam air hangat untuk mengurangi nyeri dan menjaga kebersihan dubur selama sekitar 15 menit.

Batu empedu juga bisa disebabkan oleh tumpukan pigmen bilirubin dan garam kalsium yang membentuk partikel seperti kristal padat. Cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan bertugas dalam proses penyerapan lemak dan vitamin A. Karena itu. dan K. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya. infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. sedangkan dari tumpukan pigmen bilirubin berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua. Terkadang batu juga muncul pada saluran empedu. Bentuknya seperti buah pir dan bisa 40 | P a g e . Itu karena adanya pecahan batu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit berlebihan. Cairan empedu penting dalam proses pencernaan. tetapi rapuh. Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis). cirinya berbeda. Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol.empedu dan di saluran lain apabila batu keluar dari kantong empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain. maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Gejala dan Tanda Konsumsi lemak yang berlebihan akan menyebabkan penumpukan di dalam tubuh sehingga sel-sel hati dipaksa bekerja keras untuk menghasilkan cairan empedu. Jika saluran empedu tersumbat. terutama lemak. Batu empedu dapat menyebabkan berbagai masalah apabila masuk ke saluran pencernaan atau usus halus. maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Cairan empedu disimpan di kantong empedu yang terletak di bawah organ hati. Batu empedu dari tumpukan kolesterol berwarna kekuningan dan tampak mengilap seperti minyak. sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Apabila batu ini terdapat pada kandung empedu bisa terjadi peradangan kolestitis akut. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol. E. D.

Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi. Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu. menggigil dan sakit kuning (jaundice). jaundice dan mungkin juga infeksi. nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu utama. nyeri. "Pada orang yang memiliki bakat kolesterol tinggi. maka penderita akan merasakan nyeri. Bila kadar kolesterol dalam tubuh meningkat dan hati tak bisa lagi mengeluarkannya bisa terbentuk batu empedu. kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik. 41 | P a g e . Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat. lalu biasanya terjadi penebalan dinding empedu. Lokasi nyeri berlainan. Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. maka akan timbul demam. Kantong sepanjang 7-10 sentimeter ini terhubung dengan hati dan usus 12 jari melalui saluran empedu. Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu. Timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul. Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis). dan sangat bisa mencetuskan batu empedu.menampung 50 ml cairan empedu. Selanjutnya akan terjadi perubahan kimiawi pada empedu yang disebut batu empedu”. Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut). tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan. bisa berlangsung sampai beberapa jam. ada lebih banyak lagi tumpukan kolesterol. Awalnya kolesterol mengendap. Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran.

cairan empedu lewat jenuh dengan kolesterol dan mengendap dari larutan 42 | P a g e . apabila batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan. Uraian CHENOFALK® terdiri atas chenodeoxycholic acid bebas (a. Bisa juga dilakukan foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium. Asam ini merupakan asam empedu primer seperti yang dihasilkan secara fisiologis di dalam hati manusia. Namun harus diperhatikan pula. sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan. Pada penderita batu empedu. Cara Mengatasi Batu Empedu Penegakan diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan USG. Selain itu juga bisa dengan pemberian obat yang bekerja pada kandung empedu. diantaranya :  Pemberian obat chenofalk : CHENOFALK SOFT KAPSUL chenodeoxycholic acid kapsul lunak Komposisi Tiap soft capsule mengandung : chenodeoxycholic acid 250 mg.Pencegahan Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol. Perawatan dengan mengistirahatkan kantong empedu. maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi).-7a-dihydroxy5b-cholanoic acid) yang dibuat secara semi sintetik dari cairan empedu sapi.

cirrhosis hati.pembentuk batu empedu kolesterol. Pengobatan CHENOFALK pada wanita dalam usia subur hanya dianjurkan jika bersamaan dengan kontraseptif oral atau mempergunakan alat kontraseptif. tetapi pada umumnya akan hilang dengan segera. CHENOFALK® yang diberikan secara oral. Indikasi Batu empedu tembus sinar X dengan diameter tidak lebih dari 2 cm. penyakit hati kronis. ini hanya mungkin jika ductus cycticus terbuka. 43 | P a g e . dan batu kolesterol larut sedikit demi sedikit. Kontra-indiaksi tambahan adalah kolik empedu berulang. Cairan empedu yang diperkaya dengan CHENOFALK® harus bersentuhan dengan permukaan batu untuk waktu yang lama: dalam hal batu empedu yang berada dalam kandung empedu. Proses melarutnya batu empedu kolesterol berkisar antara 6 bulan sampai 2 tahun. Melarutnya batu akan juga memakan waktu lama jika seluruh kandung empedu sangat padat dengan batu-batu. Efek-samping Kadang-kadang terjadi diare lemah. tukak lambung atau usus serta peradangan usus. penyumbatan saluran empedu sebagian atau seluruhnya. dosis harian untuk sementara dikurangi hingga 2 sampai 1 soft capsule sehari. Kontra-lndikasi Kontra-indikasi utama adalah batu tidak tembus sinar X atau kandung empedu yang tidak berfungsi. Kolestiramin atau antasida dapat menganggu penyerapan CHENOFALK . Kandung empedu harus terlihat dengan jelas pada kolesistografi oral. Jika diare berlangsung lama. pada penderita yang menurut pendapat dokter memerlukan pengobatan intervensi dan jika operasi menimbulkan resiko besar atau yang menolak untuk operasi kandung empedu. mengurangi kadar kolesterol empedu.

Dihentikannya pemberian CHENOFALK selama beberapa minggu saja. berarti bahwa penderita harus memulai lagi pengobatan dari awal. Maka dianjurkan. 1 2 75 kg.Posologi Pada dasarnya dosis CHENOFALK® disesuaikan dengan bobot badan {15 mg chenic acid/kg bobot badan/hari).4 soft capsule CHENOFALK® pada malam hari. 2 3 90 kg. Untuk memperoleh hasil yang memuaskan. CHENOFALK® harus diberikan secara teratur. Bobot chenodeoxycholicCHENOFALK® badan Pagi sampai dengan sampai dengan sampai dengan lebih dari acid Malam soft capsule 60 kg. 1000 mg. Anjuran penting 1. 1500 mg. sekurang-kurangnya dengan alasan teoritis . 44 | P a g e . Pengobatan teratur. 750 mg. Berdasarkan fakta keadaan lewat jenuh cairan empedu dengan kolesterol mencapai puncaknya pada rnaiam hah. 2 4 Soft capsule ini harus diminum sewaktu makan. yaitu 2 . 1 3 90 kg. 1250 mg.untuk minum jumlah terbesar.

Kontra-Indikasi o Batu yang terbentuk dari pengerasan kalsium pada kolesterol. Pemeriksaan laboratorium. Melarutnya batu kandung empedu kolesterol murni berkisar antara 6 bulan sampai 2 tahun. Efek terapi harus dikontrol dengan kolesistografi tiap 6 bulan sekali. Pasien dengan peningkatan resiko tinggi atau yang menolak operasi kandung empedu.2. Jangka waktu pengobatan. 3.  Pemberian obat estazor : ESTAZOR 250 MG @ 30 Kandungan Asam ursodeoksikolat 250 mg/kapsul Indikasi Batu empedu tembus radiolusen dengan diameter tidak lebih dari 20 mm. Dianjurkan untuk memeriksa kadar transaminase setelah pengobatan dengan CHENOFALK selama 4 minggu dan mengadakan pemeriksaan ulang tiap 3 bulan sekali. 45 | P a g e . maka pengobatan selanjutnya dengan CHENOFALK® tidak berguna lagi. batu rodioopak atau radiolusen. Apabila setelah 2 tahun pengobatan tidak teramati tanda-tanda mengecilnya batu atau terlarutnya batu secara sempurna. yang telh berusia lanjut atau dengan reksi idiosinkrasi (kepekaan abnormal) terhadap anestesi umum yang menolak penanganan dengan pembedahan.

46 | P a g e .  Pemberian obat urdafalk : URDAFALK GOLONGAN Ursodeoxycholic acid/Asam Ursodeoksikolat. Kemasan Kapsul 250 mg x 5 x 6 butir. penyumbatan pada kantung empedu. Penyajian Dikonsumsi bersamaan dengan makanan. atau fistula empedu-lambung-usus. pankreatitis. Dosis 8-10 mg/kg BB dalam 2-3 dosis terbagi. Efek Samping Diare. koalngitis. hepatitis aktif kronis (sirosis empedu primer. o Alergi asam empedu. INDIKASI Hepatitis kolestatis.o Kolesistitis akut yang tidak sembuh-sembuh. gatal-gatal. kolangitis sklerosis primer). Batu kandung empedu kolesterol radiolusent yang diameternya tidak melebihi 20mm.

nyeri pada punggung. Selain dari obat-obat yang telah disebutkan di atas. kolangitis. # Alergi terhadap asam empedu. rinitis. kolesistitis. depresi. pusing. susah buang air besar. Obat itu adalah obat digestan. kelelahan. nyeri sendi. Digestan adalah obat pencernaan yang membantu proses pencernaan berisi enzim-enzim 47 | P a g e . DOSIS 8-10 mg/kg berat badan dalam 2 atau 3 dosis terbagi. muntah. fistula saluran empedu. gangguan pencernaan. Interaksi obat : Kolestiramin atau Al(OH)3 memblok absorpsi Asam Ursodeoksikolat. # Kolesistitis akut yang tidak kambuh. batuk. PERHATIAN Hamil. kembung. rasa pengecapan seperti logam. kulit kering. atau batu pigmen empedu radiolusent. kecemasan. urtikaria (biduran/kaligata). KEMASAN Kapsul keras 250 mg x 30 biji. batu radiopag. nyeri otot. nyeri perut. menyusui. gangguan tidur. mual. sumbatan empedu. EFEK SAMPING Jarang : diare. gatal-gatal. rambut rontok. keringat dingin. stomatitis (radang rongga mulut). atau pankreatitis. gangguan sekresi pencernaan juga dapat diatasi atau ditangani dengan pemberian obat yang golongannya dari enzim pencernaan.KONTRA INDIKASI # Batu kolesterol kalsifikasi.

Enzim pankreas sedikit sekali menyebabkan efek samping. tripsin (protease) dan lipase. enzim pencernaan dan empedu. Dosis tinggi dapat menyebabkan mual dan diare dan juga hiperurisemia. Kedua zat tersebut mengandung amilase. Enzim pankreas Enzim pankreas dalam sediaan dikenal sebagai pankreatin dan pankrelipase. Ennzim ini dirusak asam lambung sehingga harus dibuat dalam bentuk tablet enteral. Pankrelipase berasal dari pankreas hewan. Adapun secara garis besar sediaan digestan yang bermanfaat adalah sebagai berikut : 1.atau campurannya yang berguna untuk memperbaiki fungsi pencernaan. aktivitas lipasenya relatif lebih tinggi daripada pankreatin. Pepsin Pepsin adalah enzim proteolitik yang kurang penting dibanding dengan enzim pankreas. Pankrelipase diindikasikan pada keadaan defesiensi sekret pankreas misalnya pada pankreatitis dan mukovisidosis. Pada defisiensi pepsin. sering terjadi pada pasien anemia pernisiosa dan karsinoma lambung. tidak ditemukan gejala yang serius. Digestan bermanfaat pada defisiensi satu atau lebih zat yang berfungsi mencerna makanan di saluran cerna. Kegagalan lambung untuk mensekresi pepsin dan asam dengan rangsangan yang adekuat disebut akilia gastrika. 2. 48 | P a g e . Defisiensi pepsin total ditemukan pada pasien aklorhidria. Proses pencernaan makanan dipengaruhi oleh HCl (asam lambung).

49 | P a g e . Dalam jumlah besar. Asam-asam empedu meningkatkan sekresi empedu dan disebut zat koleretik. Kira-kira 85 % empedu diabsorpsi pada usus kecil bagian bawah (sirkulasi enterohepatik). Zat empedu yang penting untuk manusia ialah garam natrium asam kolat dan asam kenodeoksikolat. D. maka larutan empedu yang tadinya jenuh kolesterol menjadi tidak jenuh. Empedu Empedu mengandung asam empedu dan konjugatnya. Asam dehidrokolat suatu kolat semisintetik terutama aktif untuk merangsang empedu dengan BM (Berat molekul) rendah karena itu dinamakan zaat hidrokoleretik. garam empedu dapat menetralkan asam lambung yang masuk ke duodenum. empedu juga penting untuk absorpsi zat larut lemak misalnya vitamin A. garam empedu kurang memperlihatkan aktivitas koleretik. Pada keadaan normal hati mensekresi ± 24 g garam empedu atau 700 1000 ml cairan empedu/hari. Bila kadar asam kenodeoksikolat mencapai 70 % empedu total. asam kenodeoksikolat menurunkan kadar kolesterol dalam empedu. Zat ini hanya merangsang pengeluaran empedu dan bukan prosuksi empedu. Obat ini berguna untuk mengatasi batu kolesterol kandung empedu pada pasien tertentu. Selain penting untuk penyerapan lemak. Asam kenodeoksikolat bekerja dengan menurunkan absorpsi kolesterol dari usus dan menurunkan sintesis kolesterol. sehingga hanya 80 mg garam empedu yang harus disintesis perharinya. Berbeda dengan asam kolat. E dan K.3.

25 mg 7. yaitu biokatalisator biokatalisator yang tidak boleh tidak harus ada untuk menjamin pencernaan yang baik dan optimal.5 mg 50 | P a g e . Kenyataan ini diduga mempunyai implikasi terhadap terjadinya gastritis. KOMPOSISI Tiap tablet mengandung : Pancreatinum N.F. serta untuk mempermudah resorpsi lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. tkak peptik dan refluks esofagus. Contoh obatnya adalah : a. Enzymfort ENZYMFORT TABLET SALUT ENTERIK ENZYMFORT memperkuat dan menggantikan enzim alamiah.Graam empedu menurunkan resistensi mukosa saluran cerna terhadap asam lambung. Triple Strength Ekstrak empedu Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B6 Nikotinamid 150 mg 25 mg 2 mg 2 mg 0.

sukar tidur. INDIKASI . 51 | P a g e . atau tidur disertai mimpi-mimpi buruk.Mencegah dan mengobati gangguan-gangguan yang disebabkan oleh makanan yang terlalu banyak mengandung lemak dan protein. dengan demikian menjamin stabilitas dari enzim-enzim yang sangat esensial. . Vitamin B kompleks sengaja ditambahkan untuk mengisi kekurangan yang timbul sebagai akibat dari pencernaan yang semula tidak sempurna.Memperbaiki dan menyempurnakan pencernaan dari makanan sehari-hari. Triple Strength yang sangat aktif karena adanya protease (pencerna protein). yang mengakibatkan perasaan tertekan pada jantung. Dengan demikian lemak mudah dicernakan dan diresorpsi. lipase (pencerna lemak) dan amilase (pencerna karbohidrat).Mengatasi defisiensi enzim dalam saluran cerna. hati dan pankreas. . . yang semuanya berkekuatan 3 kali lipat dibandingkan dengan pankreatin biasa. . sebagaimana tercantum dalam National Formulary. yaitu Pancreatinum N.F. Tablet ENZYMFORT dilapisi dengan suatu zat pelindung khusus (salut enterik) terhadap penguraian oleh asam lambung.KHASIAT ENZYMFORT mengandung enzim-enzim pencernaan khusus.Mengatasi kesukaran dalam mencernakan makanan yang disebabkan oleh penyakit-penyakit pada empedu.Meniadakan perasaan perut kembung sesudah makan. Dalam ENZYMFORT terdapat pula ekstrak empedu yang berfungsi mengemulsikan lemak.

: DBL0408511916A1. Reg. No.. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan). INDIKASI Sebagai terapi pengganti (replacement therapy) pada defisiensi enzim pankreas.0 – 9. KONTRA-INDIKASI  Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen obat. 52 | P a g e .Mengatasi ketidaklancaran pencernaan pada usia lanjut dan gejala-gejala defisiensi vitamin-vitamin yang disebabkan oleh gangguan tersebut.0. Pancreatin mencernakan karbohidrat. b. Librozym ZAT AKTIF Tiap tablet mengandung Diastase 200 mg dan Pancreatin 100 mg. lemak dan protein pada pH 7. Kemasan & No Reg LIBROZYM® tablet (1 box berisi 10 strip @ 10 tablet salut gula). DOSIS 3 kali sehari 1-2 tablet sesudah makan (menurut petunjuk dokter). FARMAKOLOGI Setiap enzim bekerja mencerna terhadap masing-masing makanan di saluran pencernaan :   Diastase mencernakan karbohidrat di dalam usus halus.

53 | P a g e . PENYIMPANAN Simpan dalam wadah tertutup rapat. DOSIS Dewasa 3 kali sehari 1 tablet EFEK SAMPING  Hipersensitif jarang terjadi. ekstrak pancreatin mengandung sejumlah kecil purin yang dalam dosis besar mendorong terjadinya hiperurisemia dan hiperurikosuria. pada sedikit kasus menyebabkan inflamasi. kemerahan pada kulit dapat terjadi pada penderita yang hipersensitif. PERINGATAN DAN PERHATIAN  Hiperurisemia dan hiperurikosuria dilaporkan pernah terjadi pada penderita fibrosis sistik.  Keamanan pemberian pada wanita hamil belum terbukti.  Pemberian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi bukal dan perianal. suhu kurang dari 30oC. Penderita dengan kerusakan pada saluran empedu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->