KESETIMBANGAN KIMIA

Drs. I Gusti Agung Gede Bawa, M.Si. JURUSAN KIMIA FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA

Kesetimbangan Kimia
• Kesetimbangan dinamis • Konstanta kesetimbangan (Kc dan Kp)  Kesetimbangan homogen  Kesetimbangan heterogen  Kesetimbangan berganda • Bentuk Kc , Kp dan persamaan kesetimbangan • Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan • Makna konstanta kesetimbangan

Kesetimbangan Ionik
• Kesetimbangan asam basa
• Asam lemah dan basa lemah • Hidrolisis garam • Larutan buffer

• Kesetimbangan kelarutan
 Ksp  Kelarutan molar (mol/L)  Kelarutan (g/L)

keadaan kesetimbangan .Kesetimbangan Kimia • Kesetimbangan dinamis  Kesetimbangan fisik H2O(l) H2O(g) A B C D D.

 Kesetimbangan Kimia N2O4(g) Tak berwarna 2NO2(g) Coklat [ ] [ ] N2O4 N2O4 NO2 NO2 [ ] N2O4 NO2 Waktu (t) Waktu (t) Waktu (t) .

0 0 2 22 .2 x 2 2 2 2-2 .22 Ratio Konsentrasi pada Kesetimbangan [NO2 ] [NO2 2 ] [N 2 2 O ] [N O ] 0 00 .2 2 [N2 2 O] 00 .2 2 2 22 .2 2 22 . NO2 murni atau campuran N2O4-NO2 Data eksperimental untuk reaksi ini pada 25oC disajikan dalam tabel berikut : Konsentrasi Awal [NO2 ] 22 .2 2 2 22 .2 2 2 22 .2 2 22 .2 2 [N2 2 O] 00 .2 2 22 .2 2 2 22 .0 0 22 .22 2 2 2-2 .2 2 22 . 22 22 .Kesetimbangan dapat dicapai baik dimulai dari N2O4 murni. 22 22 .2 2 2 22 .2 2 22 . 22 Konsentrasi Kesetimbangan [NO2 ] 0 00 . 22 22 .2 x 2 2 2 2-2 .2 x 2 2 2 .2 x 2 2 2 2-2 .00 2 22 . 00 22 .2 x 2 2 2 2-2 .2 2 00 .0 0 00 .0 0 22 .

2 x 2 [N 2 2 O ] K = konstanta kesetimbangan Rumusan konstanta kesetimbangan ini.Data eksperimental menunjukkan bahwa rasio konsentrasi produk pangkat koefisien reaksi dengan konsentrasi reaktan pangkat koefisien reaksi pada suatu sistem kesetimbangan memberikan suatu nilai yang konstan. sama dengan rumusan Hukum Aksi Massa yang diusulkan oleh Cato Guldberg dan Peter Waage tahun 1864.2 x 2 [NO 2 2 ] K= = 2 2 2− 2 . . [NO 2 2 ] [N 2 2 O ] = 2 2 2− 2 .

. tetapi ditingkat mikroskopis proses reaksi tetap berlangsung dengan kecepatan yang sama antara kecepatan reaksi maju dengan kecepatan reaksi balik.• Kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana tidak ada perubahan yang diamati (konsentrasi zat-zat yang bereaksi) dengan berjalannya waktu (tingkat makroskopis).

• Pedomannya adalah Hukum aksi massa aA + bB cC + dD [C]c [D]d K= [A]a [B]b .Konstanta Kesetimbangan • Konsep konstanta kesetimbangan sangat penting dalam ilmu kimia. karena menjadi kunci dalam memecahkan permasalahan-permasalahan stoikiometri dalam sistem kesetimbangan.

Karena konsentrasi reaktan dan produk dapat diungkapkan dalam beberapa jenis satuan. @. Kesetimbangan homogen Kesetimbangan homogen adalah reaksi-reaksi dimana semua spesies-spesies (zat-zat) yang terlibat dalam suatu reaksi berada dalam fase yang sama. maka ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyatakan nilai konstanta kesetimbangan untuk reaksi yang sama. serta species zat-zat yang bereaksi tidak selalu dalam fase yang sama. H2(g) + I2(g) HC2H3O2(aq) Sn4+(aq) + 2Fe2+(aq) 2HI(g) H+(aq) + C2H3O2– (aq) Sn2+(aq) + 2Fe3+ (aq) .

• Jika konsentrasi spesies-spesies yang bereaksi diungkapkan dengan satuan Molar (mol/liter). maka rumusan kostanta kesetimbangan reaksi di atas adalah : H2(g) + I2(g) [HI]2 K = c [H ][I ] 2 2 2HI(g) HC2H3O2(aq) H+(aq) + [H + ][C H O − ] 2 2 2 K = c [HC 2 2 2] HO Sn4+(aq) + 2Fe2+(aq) K = c [Sn 2+ ][Fe2+ ]2 [Sn 2+ ][Fe 2+ ]2 C2H3O2– (aq) Sn2+(aq) + 2Fe3+ (aq) .

R . PI 2 2HI(g) .• Konsentrasi reaktan dan produk dalam reaksi-reaksi yang melibatkan gas dapat diungkapkan dalam besaran “tekanan parsial (P)”. • Kita mengetahui bahwa pada temperatur konstan tekanan (P) suatu gas berbanding lurus dengan konsentrasi (mol/liter) gas tersebut. maka rumusan kostanta kesetimbangan reaksi : H2(g) + I2(g) P2 HI Kp = PH 2 . n P = ( ).T V • Jika spesies-spesies yang bereaksi diungkapkan dengan satuan tekanan parsial.

T)∆n ∆n = jumlah mol produk – jumlah mol reaktan . Kc tidak sama dengan Kp.0821 . karena tekanan parsial reaktan dan produk tidak sama dengan konsentrasi yang diungkapkan dalam molar (mol/liter). (0.• Pada umumnya. Hubungan antara Kp dan Kc dapat dirumuskan : Kp = Kc .

zat padat dan zat cair murni tidak terlibat dalam ungkapan konstanta kesetimbangan.@. Kesetimbangan heterogen Suatu reaksi reversibel yang melibatkan reaktanreaktan dan produk-produk yang fasenya berbeda dikatakan sebagai kesetimbangan heterogen. Contoh : CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) (NH4)2Se(s) 2NH3(g) + H2Se(g) AgCl(s) Ag+(aq) + Cl–(aq) P4(s) + 6Cl2(g) 4PCl3(l) Dalam mengungkapkan konstanta kesetimbangan pada kesetimbangan heterogen. .

CaCO3(s) (NH4)2Se(s) AgCl(s) P4(s) + 6Cl2(g) CaO(s) + Kc = [CO2] 2NH3(g) CO2(g) + H2Se(g) Kc = [NH3]2[H2Se] Ag+(aq) + Cl–(aq) Kc = [Ag+][Cl–] 4PCl3(l) 2 Kc = [Cl 2]2 .

Kesetimbangan berganda A C A + + + B D B C E C ' + + + D F D [C][D] Kc = [A][B] C + D [E][F] Kc = [C][D] '' E + F A C A + + + B D B C E E + + + D F F KC’ KC” Kc Kc = Kc’.@. Kc” .

Apabila persamaan suatu reaksi reversibel ditulis dalam arah yang berlawanan (persamaan dibalik).Bentuk K dan Persamaan Kesetimbangan 1. maka konstanta kesetimbangan menjadi seper persamaan awalnya. N2O4(g) 2NO2(g) 2NO2(g) K '= c N2O4(g) [N O ] 2 2 [NO 2 2 ] K = c [N O ] 2 2 [NO 2 2 ] '= 2 K c K c .

Nilai K juga bergantung pada bagaimana persamaan kesetimbangan ditulis.2. N2O4(g) 2NO2(g) ½N2O4(g) NO2(g) [NO 2 2 ] K = c [N O ] 2 2 ] ' = [NO 2 K c [N 2 222 O ]/ Kc = Kc ' .

• Variabel-variabel yang dapat mempengaruhi posisi kesetimbangan dalam suatu percobaan meliputi : * Konsentrasi * Tekanan * Volume * Temperatur * Katalis. • Perubahan dalam kondisi percobaan dapat mengganggu keseimbangan dan menggeser posisi kesetimbangan.Faktor yang mempengaruhi kesetimbangan • Kesetimbangan kimia menyatakan suatu keseimbangan antara reaksi maju dengan reaksi balik. sehingga produk yang diinginkan dapat lebih banyak atau lebih sedikit diperoleh. .

Kesetimbangan antara ion FeSCN2+ yang tak terdisosiasi dengan ion Fe3+ dan SCN– diberikan oleh persamaan : FeSCN2+(aq) merah Fe3+(aq) kuning + SCN–(aq) tak berwarna . dimana larutannya berwarna merah akibat adanya ion FeSCN2+. • Perubahan Konsentrasi Besi (III) tiosianat [Fe(SNC)3] larut dengan mudah dalam air. maka reaksi akan bergeser untuk memperkecil pengaruh luar tersebut.Azas Le Chatelier’s Bila suatu sistem kesetimbangan dikenai pengaruh luar.

maka kesetimbangan akan bergeser menuju spesies yang dikurangi tersebut. Pengurangan konsentrasi pada salah satu spesies zat-zat yang bereaksi. maka kesetimbangan akan bergeser meninggalkan spesies yang ditambahkan tersebut.Aksi yang diberikan : 1. Tambahkan H2C2O4 Penambahan konsentrasi pada salah satu spesies zat-zat yang bereaksi. . Tambahkan Fe(NO3)3 3. Tambahkan NaSCN 2.

T V • Jadi P dan V berbanding terbalik. P.V = nRT n P = ( ). karena zat cair dan zat padat sesungguhnya tak dapat ditekan. artinya lebih besar tekanan (P). konsentrasi gas sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan. • Pada sisi lain.R .Perubahan Volume dan Tekanan • Perubahan tekanan tidak mempengaruhi konsentrasi zatzat yang terlibat dalam reaksi yang berada dalam fase terkondensasi. . maka volume mengecil atau sebaliknya.

Penurunan tekanan (meningkatkan volume) menyebabkan reaksi bergeser ke jumlah total mol terbesar.Dalam suatu tabung silinder yang berisi gas N2O4 dan NO2 Kesetimbangan terjadi dengan persamaan : N2O4(g) Aksi yang diberikan : 1. Meningkatkan tekanan = memperkecil volume 2. Menurunkan tekanan = memperperbesar volume Peningkatan tekanan (menurunkan volume) menyebabkan reaksi bergeser ke jumlah total mol terkecil. 2NO2(g) .

Perubahan Temperatur • Perubahan konsentrasi. • Hanya perubahan temperatur dapat mengubah nilai konstanta kesetimbangan. sedangkan penurunan temperatur menyebabkan reaksi bergeser ke arah eksotermik. .0 kJ Aksi yang diberikan : 1. Menurunkan temperatur Peningkatan temperatur menyebabkan reaksi bergeser ke arah endotermik. tetapi tidak mengubah nilai konstanta kesetimbangan. Meningkatkan temperatur 2. tekanan dan volume dapat mengubah posisi kesetimbangan. N2O4(g) 2NO2(g) ∆Ho = +58.0 kJ 2NO2(g) N2O4(g) ∆Ho = -58.

Makna Konstanta Kesetimbangan • Menentukan arah suatu reaksi Q > Kc kesetimbangan bergerak ke reaktan Q = Kc Q < Kc kesetimbangan tercapai kesetimbangan bergerak ke produk • Menghitung konsentrasi kesetimbangan .

60 atm : .10 atm.00 + 0.0.2 .60 atm dan 1.10 1.2 Kp = = =22 .0.10 : 0. : 0. Hitunglah berapa nilai konstanta kesetimbangan reaksi ini ! Jawab : Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : CO(g) + Cl2(g) COCl2(g). 2 22 .1. 2 2 2 .10 0.10 atm Kp = PCOCl2 PCO x PCl2 22 . Gas COCl2 dibuat dengan mereaksikan gas CO dan gas Cl2 menurut reaksi : CO(g) + Cl2(g) COCl2(g).50 1.10 atm .10 atm.2 (000 . )(00 ) . Setelah mencapai kesetimbangan tekanan parsial COCl2 sebesar 0. Pada temperatur 600oC tekanan parsial mula-mula dari gas CO dan Cl2 masing-masing 0.

Pada saat kesetimbangan tercapai tekanan total gas menjadi 1.824 atm -x (0. Pada temperatur tertentu penambahan grafit (C) pada suatu bejana yang mengandung gas CO2 bertekanan 0.542 + 2x 2x 2CO(g).824 atm.824 + x x = 0.824 – x) + 2x 1.366 atm.366 = (0. Kesetimbangan : PT = PCO2 + PCO .824 – x) 1.366 = 0. Berapakah konstanta kesetimbangan pada temperatur ini ? Jawab : Reaksi : Mula-mula Bereaksi : : : C(s) + CO2(g) 0. mengakibatkan tekanan gas dalam bejana meningkat karena dihasilkan gas CO lewat persamaan : C(s) + CO2(g) 2CO(g).2.

084 atm PCO Kp = PCO 2 2 (2222 2 0 .282 atm PCO = 2 (0. Pada temperatur 1330 K. Kedua gas ini dapat membentuk dua kesetimbangan sebagai berikut : 2GeO(g) + W2O6(g) 2GeWO4(g) GeO(g) + W2O6(g) GeW2O7(g) Konstanta kesetimbangan kedua reaksi di atas masing-masing 7.00 Kp = = = 22 .542) = 1.22 3. germanium (II) oksida (GeO) dan tungsten (VI) oksida (W2O6) berupa gas.824 – 0. 2 . .0 x 103 dan 38 x 103. )2 .Tekanan parsial masing-masing pada kesetimbangan : PCO2 = 0.2 22 2 2 2 . Berapakah konstanta kesetimbangan untuk reaksi : GeO(g) + GeW2O7(g) 2GeWO4(g).542 = 0.

Jawab : 2GeO(g) + W2O6(g) GeO(g) + W2O6(g) GeO(g) + GeW2O7(g) 2GeO(g) + W2O6(g) GeW2O7(g) 2GeWO4(g) GeW2O7(g) 2GeWO4(g). 2GeWO4(g) K1 = 7 x 103 K2 = 38 x 103 K = …… ? K1 = 7 x 103 GeO(g) + W2O6(g) 2GeWO4(g).182 K = K1 x K2 .6 x 10-5 K = 0. K2 = 2 = 22x 2 − 2 . 2 2 2 x2 2 2 GeO(g) + GeW2O7(g) K = K1 x K2 K = 7 x 103 x 2.

2 T2 22 2 Untuk gas I2 P2 = P2 x T2 22 2 x 2 2 . Untuk gas H2 P2 P2 = T2 T2 P2 x T2 00 0 x 2 2 .6. Gas hidrogen dan gas iodida dengan tekanan parsial masingmasing 1. Untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan. Pada temperatur ini. 0 2 P2 = = = 22 atm . Konstanta kesetimbangan reaksi ini pada 600 K adalah 92.. 2 2 = = 22 atm . 2 T2 22 2 .140 atm dicampur pada temperatur 400 K. kedua gas bereaksi sangat lambat untuk menghasilkan gas HI.4.320 atm dan 1. maka campuran gas H2 da I2 dipanaskan sampai temperatur 600 K. Berapakah tekanan parsial masingmasing gas pada 600 K ? Jawab : Berdasarkan hukum …….

2 a − (−2 2 ± (-000 − 2 0 000 .98 . sehingga tekanan parsial masing-masing gas adalah : HI = 2x = 2(1.50) = 3.71 atm -x (1.98 – x) P2 HI Kp = PH2 x PI2 (2 2 x) 2. .2 2 = (000x)(222 . ) 2 ( )( .21 atm.48 atm.1. + 2x 2x X2 – 3.86x + 3. 22 ( ) X2 = 1.36 tidak mungkin.71 – x) = (1. .x) − b ± b2− 2 ac x22 = .1. H2 = (1. I2 = (1.71 . ) x22 = .50 X1 = 2.98 – x) = (1.54 = 0 1.50) = 0.50) = 0. .36 Nilai X1 = 2.2) . karena akan memberikan hasil negatif.71 – x) 2HI (g).0 atm.Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : : : : H2 (g) + I2 (g) 1.98 atm -x (1.

58% = 0.0642 [perahu] = 100% .42% molekul-molekul berada dalam konformasi kursi. Kesetimbangan diantara kedua bentuk konformasi dinyatakan lewat persamaan : kursi perahu Pada 580 K.3-di-tbutilsikloheksana pada temperatur ini ? Jawab : [kursi] = 6.3-di-t-butilsikloheksana berada dalam dua bentuk konformasi yaitu kursi (chair) dan perahu (boat). berapakah konstanta kesetimbangan senyawa 1. 6.00 Kc = = 2.9358 [perahu] Kc = [kursi] 0 00 .6.22 .5.42 % = 0. Senyawa 1.2 22 2 22 .42% = 93.

Berapakah tekanan parsial masing-masing gas pada saat kesetimbangan tercapai ? Jawab : Pawal isopropil : Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : : : : P= nRT V 0.2 2 2 (CH3)2CO(g) + H2(g) +x x +x x (CH3)2CHOH(g) Kp = P(CH 2) 2CO pH 2 P(CH 2) 2CHOH 22= .2 − .62 atm -x 0.00 gram isopropil alkohol ditempatkan dalam bejana 10.444. Jika 10. Isopropil alkohol dapat terdisosiasi menjadi aseton dan hidrogen lewat reaksi : (CH3)2CHOH(g) (CH3)2CO(g) + H2(g) Pada 179oC.00 L dan dipanaskan sampai 179oC. konstanta kesetimbangan untuk reaksi dehidrogenasi ini adalah 0.000 2 ) 2 P= 2 = 2 2atm .22 ( x)( x) (2 2 x ) .6.x 2 2 (0 )(00 .62 .

Hidrogen = x = 0. 2 ) x22 = . ) 2− ( )(.272 atm.444x – 0.62 – x) = 0.x2 + 0.275 = 0 − b ± b2− 2 ac x22 = . .348 x2 = -0. 22 ( ) x1 = 0. Isopropil alkohol = (0.792 Jadi tekanan parsial masing-masing gas adalah : Aseton = x = 0.. 2 a − 2 2 ± (2222 22 22 2 .348 atm.22 .348 atm.

8 x 10-5 pada 727oC.2 2 −2 K c 2 x2 .2 2 Kp = Kc’ (RT)∆n Kp = 2.07 . Jika konstanta kesetimbangan (Kc) untuk reaksi : I2(g) 2I(g) adalah 3.6 x 104 (0. berapakah konstanta kesetimbangan (Kp) untuk reaksi : 2I(g) I2(g) pada temperatur yang sama ? Jawab : I2(g) 2I(g) 2I(g) I2(g Kc = 3.8 x 10-5 Kc ' = 2 2 = = 2 x22 .7.082 x 1000)1-2 Kp = 317.

980 L. Pada 1600oC. 1. berapakah tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini pada temperatur 1600oC ? Jawab : Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : : : : Br2 (g) 2Br (g) 1.8.20 persen gas Br2 mengalami disosiasi.00 [ Br2] = =22 .0252 0.2 22 .2 22 .2 2 [ Br2] 20 .05 -0. Bila 1.22 2 00 .0) Kc = = = 2 x2 − 2 .22 [ Br ]2 (2 02 .0252 2 00 .0 .00 [ Br ] = =22 .05 mol Br2 dimasukkan ke dalam bejana 0.0126 1.0374 +0.

30 mol H2O dipanaskan sampai 700oC dalam wadah 10.2 Kc 2 2 .30 – x) (0.9.30 – x) Karena volume wadah = 10 L.30 -x +x x +x x (0.30 mol CO dan 0.0 L ? Jawab : H2(g) + CO2(g) H2O(g) + CO(g) Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : : : : H2O(g) + CO(g) H2(g) + CO2(g) H2O(g) + CO(g) Kc = 0.30 -x 0.22 H2(g) + CO2(g) 0.534. Berapa jumlah mol H2 yang terbentuk pada kesetimbangan jika campuran 0.2 − [H 2 ] = O 2 2 22 x . maka : 22 x .534 Kc ' = 2 2 = = 22 .2 − [CO ] = 2 2 x [ H 2] = 2 2 x [CO2] = 2 2 . Untuk reaksi : H2(g) + CO2(g) H2O(g) + CO(g) pada 700oC tetapan kesetimbangannya (Kc) adalah 0.

22 .2 = ( x)( x) (2 2 x)(2 2 x) . 2 .2 0.122x + 0. ) 2− ( . 2 a − (−2 2) ± (-2222 222 )(22 2 .12 Jadi jumlah mol hidrogen yang terbentuk = 0.2 − x2 22 2 . 2 X2 = 0.17 mol .2 = x −22+22 .168 = 0 − b ± b 2− 2 ac x22 = .87x2 – 1. 222 ) ( .17 X1 = 1.[ H 2][CO2] Kc ' = [ H 2 ][CO ] O 22 .2 x .2 − . 2 ) x22 = .

2 2.5 = 3.102 x 36.2 -x 0.73 Massa HCl = 0.2 – x +x x +x x x = 0. NH4Cl(s) NH3(g) + HCl(g).980 gram padatan ammonium klorida kedalam bejana tertutup yang bervolume 1. Reaksi : Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan K c = [NH 2 ][HCl] 1. Bila kita menempatkan 0. Konstanta kesetimbangan pada 275oC adalah 1.00 mol NH 2 = Cl = 2 2mol .10.102 x 17 = 1.2 2 g/mol : : : : NH4Cl(s) 0. Padatan ammonium klorida berada dalam kesetimbangan dengan gas ammonia dan gas hidrogen klorida .00 L dan dipanaskan sampai 275oC.72 .102 NH3(g) + HCl(g).04 x 10-2.04 x 10-2 = (x)(x) Massa NH3 = 0. berapa massa gas-gas yang dihasilkan pada kesetimbangan ? Jawab : 00 g .

dimana ionisasinya di dalam air dinyatakan oleh : HA + H2O H3O+ + A−  Sederhananya : HA H+ + A−  Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh : + − [H ][A ] Ka = [HA]  Lebih besar nilai Ka. yang berarti lebih besar konsentrasi ion H+ pada kesetimbangan.Kesetimbangan Asam-Basa  Perhatikan asam lemah monoprotik HA. maka kekuatan asamnya lebih kuat. .

αCa) H+ 0.Menghitung pH larutan dalam air  Jika konstanta ionisasi asam lemah (Ka). dengan derajat ionisasi (α) dan konsentrasi asam mula-mula (Ca). maka untuk asam lemah HA yang dilarutkan dalam air akan terjadi ionisasi sebagai berikut : Reaksi Mula-mula Bereaksi Kesetimbangan : : : : HA Ca -αCa (Ca.00 + αCa αCa + A− 0.00 + αCa αCa [H + ][A − ] Ka = [HA] (α Ca)(α Ca) α 2Ca 2 α 2Ca Ka = = = Ca (2 α) − Ca (2 α) (2 α) − − .

sehingga : Ka = α2 Ca. maka (1 . atau α= Ka Ca Kita mengetahui bahwa [H+] = α . dimana nilai Ka ≤ 10–4. Ca. sehingga : Ka [H ] = x Ca Ca + Ka [H ] = x Ca 2 Ca + [H + ] = Ka x Ca pH = − log Ka x Ca pH = ½ (– log Ka – log Ca) pH = – log H+ pH = – ½ log Ka – ½ log Ca pH = ½ (pKa – log Ca) . Untuk asam-asam lemah.α) = 1.

• Konstanta ionisasi basa lemah untuk reaksi : NH3 + H2O NH4+ + OH– + 2 [NH ][OH − ] K[H 2 = Kb = O] [NH 2 ] • Derajat ionisasi basa lemah : α= Kb Cb • pH larutan basa lemah : pOH = ½ (pKb – log Cb) pH = 14 – ½ pKb + ½ log Cb .

bereaksi dengan air menurut persamaan : CH3COO– + H2O CH3COOH + OH– [CH 2 COOH][OH − ] Kb = CH 2 COO − ] .Hubungan antara konstanta ionisasi asambasa konyugasi  Perhatikan Reaksi : CH3COOH H+ + CH3COO– [H + ][CH 2 COO − ] Ka = CH 2 COOH  CH3COO– merupakan basa konyugasi dari asam asetat.

Kb = [H + ][OH − ] Ka .• Hasil kali dari kedua konstanta ionisasi ini : [H + ][CH 2 COO − ] [CH 2 COOH][OH − ] Ka . maka lebih lemah basa konyugasinya (lebih kecil nilai Kb) atau sebaliknya. Kb = Kw • Jadi : Kw Ka = Kb atau Kw Kb = Ka • Lebih kuat asam (lebih besar nilai Ka). . Kb = x [CH 2 COOH] [CH 2 COO − ] Ka .

Asam-asam diprotik dan poliprotik • Penanganan asam-asam diprotik dan poliprotik lebih kompleks dibandingkan asam monoprotik. Contoh : H2CO3 H+ + HCO3– − HCO3− H+ + CO32− 2 − [H + ][HCO 2 ] Ka 2 = [H 2 2 CO ] [H + ][CO 2 ] Ka 2 = − [HCO 2 ] . • Ungkapan konstanta ionisasi dapat ditulis untuk masingmasing tahap ionisasi. • Asam-asam ini terionisasi secara bertahap. karena zat-zat ini dapat menghasilkan lebih dari satu ion hidrogen per molekulnya.

Contoh : NaCl. KBr dan KNO3 . • Hidrolisis garam biasanya mempengaruhi pH suatu larutan. CaCl2. Garam-garam yang menghasilkan larutan netral • Umumnya garam-garam yang mengandung ion logam alkali dan ion logam alkali tanah kecuali Be2+ dan basa konyugasinya berasal dari asam kuat seperti Cl−. Br−. NO3− tidak akan mengalami hidrolisis. sehingga larutannya bersifat netral.Hidrolisis Garam • Istilah hidrolisis garam menggambarkan reaksi suatu anion atau kation dari suatu garam atau keduanya dengan air.

• Apabila NaNO3 yang terbentuk dari reaksi NaOH dengan HNO3 dilarutkan dalam air. maka terjadi disosiasi sebagai berikut : NaNO3(aq) H2O Na+ (aq) + NO3− (aq) Kedua ion hasil disosiasi tidak dapat bereaksi dengan ion H+ dan ion OH− dari air. . Dengan demikian jumlah ion H+ dan OH− dari air menjadi tetap. sehingga larutan menjadi netral (pH = 7).

sehingga kita dapat menulis : [CH 2 COOH][OH − ] Kh = Kb = [CH 2 COO − ] .Garam-garam yang menghasilkan larutan basa • Disosiasi natrium asetat (CH3COONa) di dalam air diberikan oleh persamaan : CH3COONa (s) H O Na+ (aq) + CH3COO− (aq) 2 • Ion Na+ tidak mengalami hidrolisis. maka larutan natrium asetat akan bersifat basa. tetapi ion CH3COO− terhidrolisis menghasilkan : CH3COO−(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH−(aq) • Karena reaksi ini menghasilkan ion OH−. • Konstanta hidrolisis untuk reaksi ini sama dengan konstanta ionisasi basa.

maka konsentrasi ion OH− pada kesetimbangan sama dengan konsentrasi ion CH3COO−.• Kita telah mengetahui bahwa : Ka x Kb = Kw Kw Kb = Ka Kw Kh = Ka dimana Ka merupakan konstanta ionisasi asam (asam asetat). • Karena setiap 1 mol CH3COO− yang terhidrolisis menghasilkan satu mol ion OH−. • persen hidrolisis dapat dirumuskan : [CH 2 COO − ]terhidrolisis % hidrolisis = x 22 2% − [CH 2 COO ]mula − mula % hidrolisis = [OH − ]pada kesetimban gan [CH 2 COO ]mula − mula − x 22 2% .

][OH − ] Kh = = Ka [CH 2 COO − ] [OH − ] = − Kw x [CH 2 COO − ] Ka 2 2  Kw x [CH 2 COO − ]   − log [OH ] = −log    Ka   .• Karena [OH−] pada kesetimbangan = [CH3COO−] yang terhidrolisis. maka pH larutan dapat ditentukan dengan cara berikut : Kw [CH 2 COOH][OH − ] Kh = = Ka [CH 2 COO − ] dimana [CH3COOH] = [OH−] Kw [OH .

maka . pH = ½ pKw + ½ pKa + ½ log [garam] .pOH = − ½ log Kw − ½ log [CH3COO−] + ½ log Ka pOH = ½ pKw − ½ pKa − ½ log [garam] • Karena pKw = pH + pOH.

tetapi ion amonium (NH4+) adalah asam konyugasi dari basa lemah NH3 dan terhidrolisis sebagai berikut : NH4+ + H2O sederhananya : NH4+ NH3 + H+ NH3 + H3O+ . Contoh : NH4Cl (s) NH4+ (aq) + Cl− (aq) H2O • Ion Cl− tidak mengalami hidrolisis. maka larutan bersifat asam.Garam-garam yang menghasilkan larutan asam • Apabila garam-garam yang diturunkan dari asam kuat dan basa lemah dilarutkan dalam air.

Persen hidrolisisnya :

% hidrolisis =

[H + ]pada kesetimbangan [NH ]
+ 2 mula − mula

x 22 2%

Konstanta hidrolisisnya :

Kw [NH 2 + ] ][H Kh = Ka = = + Kb [NH 2 ]

dimana, Kb = konstanta ionisasi basa NH3

Dalam hidrolisis, [NH3] = [H+] pada saat kesetimbangan.
Kw [H + ][H + ] Kh = = + Kb [NH 2 ]

[H + ] =

Kw x [NH 2 ] Kb
2 2

+

+  Kw x [NH 2 ]   − log [H + ] = −log    Kb  

− log [H+] = − ½ log Kw − ½ log [NH4+] + ½ log Kb pH = ½ pKw − ½ pKb − ½ log [garam]

Garam-garam yang kation dan anionnya terhidrolisis • Untuk garam-garam yang dihasilkan dari asam lemah dan basa lemah, maka antara kation dan anionnya akan terhidrolisis. • Apakah larutan bersifat asam atau basa atau netral bergantung pada kekuatan relatif dari asam lemah dan basa lemah. • Jika nilai Ka = Kb, maka larutan bersifat netral. • Jika nilai Ka > Kb, maka larutan bersifat asam. • Jika nilai Ka < Kb, maka larutan bersifat basa. • Untuk menetukan pH larutan jenis ini, marilah kita perhatikan garam amonium asetat (CH3COONH4) yang diturunkan dari asam asetat (CH3COOH) sebagai asam lemah dan ammonia (NH3) sebagai basa lemah.

• Ammonium asetat tidak terionisasi secara sempurna. CH3COONH4 CH3COO− + NH4+

• Kedua ion hasil ionisasi ini akan terhidrolisis : CH3COO− + H2O CH3COOH + OH− NH4+ + H2O NH3 + H3O+ • Konstanta hidrolisis untuk ion asetat :

[CH 2 COOH][OH − ] Kh = [CH 2 COO − ]
• Konstanta hidrolisis untuk ion ammonium : [NH 2 2 + ] ][H O Kh = + [NH 2 ]

• Hidrolisis total untuk kedua ion adalah : CH3COO− + NH4+ + H2O CH3COOH + NH4OH [CH 2 COOH][NH 2 OH] Kh = + [CH 2 COO − ][NH 2 ] • Jika antara pembilang dan penyebut dikalikan dengan [OH–][H+]. maka akan diperoleh : [CH 2 COOH][NH 2 OH] [H + ][OH − ] Kh = x + − [H + ][OH − ] [CH 2 COO ][NH 2 ] Kh = [CH 2 COOH] [NH 2 OH x x [H + ][OH − ] + [CH 2 COO − ][H + ] [NH 2 ][OH − ] Kw Kh = Ka x Kb 2 2 Kh = x x Kw Ka Kb .

maka : [CH 2 COOH] 2 Kw Kh = = − 2 [CH 2 COO ] Ka x Kb [CH 2 COOH] = − [CH 2 COO ] Kw Ka x Kb • Kita mengetahui bahwa : [CH 2 COO − ][H + ] Ka = [CH 2 COOH] [H + ] = Ka x Kw = Ka x Kb [CH 2 COOH] [H ] = Ka x [CH 2 COO − ] + Kw x Ka 2 = Ka x Kb Ka x Kw Kb − log [H+] = − ½ log Kw – ½ log Ka + ½ log Kb pH = ½ pKw + ½ pKa − ½ pKb .• Jika konsentrasi asam lemah sama dengan konsentrasi basa lemah. [CH3COOH] = [NH4OH].

• Larutan ini mempunyai kemampuan menghambat perubahan pH pada penambahan sejumlah kecil asam atau basa. • Larutan buffer harus mengandung asam yang akan bereaksi dengan ion OH− yang ditambahkan. • Komponen asam dan basa dari larutan buffer harus tidak bereaksi satu dengan yang lainnya (tidak terjadi reaksi netralisasi diantara komponen larutan buffer). . • Salah satu buffer yang paling umum adalah buffer asam asetat-natrium asetat.Larutan Buffer (Dapar) • Larutan buffer adalah larutan asam atau basa lemah dengan garamnya.dan basa yang akan bereaksi dengan ion H+ yang ditambahkan.

. maka [CH3COO−] dianggap sama dengan [CH3COO−] hasil ionisasi garam saja.• Asam asetat dalam air akan terionisasi sebagai berikut : CH3COOH CH3COO− + H+ • Sedangkan natrium asetat akan terionisasi : CH3COONa H2O CH3COO− + Na+ [CH 2 COO − ][H + ] Ka = [CH 2 COOH] • [CH3COOH] merupakan konsentrasi asam yang tak terionisasi dan [CH3COO−] merupakan penjumlahan dari hasil ionisasi asam asetat dan ionisasi garam natrium asetat. • Karena [CH3COO−] yang dihasilkan dari ionisasi asam asetat sangat kecil dibandingkan [CH3COO−] dari ionisasi garam natrium asetat.

akan diperoleh : [Cg] pOH = pKb + log [Cb] . [CH 2 COOH] [H ] = [CH 2 COO − ] + − log [H + ] = −log Ka − log [CH 2 COOH] [CH 2 COO − ] [CH2 COOH] pH = pKa − log [CH2 COO − ] [Ca] pH = pKa − log [Cg] [Cg] pH = pKa + log [Ca] • Dengan cara yang sama.Ka .

5.1.44 = ½ pKa – ½ log 0.log Ka Ka = 3.0.44 = ½ pKa – ½ (-1.66 = log Ka .060 M yang memiliki pH sebesar 3.44 = ½ pKa + 0.44 ? Jawab : pH = ½ (pKa – log Ca) 3.44 .66 .61) 2 pKa = .22) pKa = (3.060) 3.61 pKa = 5. Berapakah tetapan ionisasi asam lemah monoprotik 0.

8 x 10-5 – ½ log 0.½ log 1.22 22 22 [asam asetat] = x =22 . Berapa pH larutan ini ? Jawab : [asam asetat] = g 22 22 x Mr V(mL) 22 . 0. sehingga diperoleh 50.7) pH = 3.74) – ½ (-1. kemudian diencerkan sampai tanda tera.2 M 2 2 2 2 pH = -½ log Ka – ½ log Ca) pH = .22 .02 pH = .0560 gram asam asetat dimasukan ke dalam labu ukur 50 mL.0 mL larutan asam asetat (Ka = 1.½ (-4.2.8 x 10-5).

5 gram CH3COOH dan 17.8 x 10-5) .8 gram CH3COONa. kemudian dilarutan dengan air sampai mencapai volume larutan 5.3. Hitunglah pH larutan buffer yang dibuat dengan cara mencampur 20.0 x 102 mL. (Ka Asam asetat = 1.

maka harga pH campuran tersebut kira-kira adalah sama dengan . 5.10 M H2CO3 dan 0. (H2CO3 : pKa = 6.01 mol HCl. . 7.37). 6.4.10 M NaHCO3 ditambahkan 0. Satu liter larutan 0. Berapakah pH antara larutan HCl (pH = 3) dan larutan KOH (pH = 10) ? Jika larutan A mempunyai pH = 9 dan larutan B pH = 10. maka konsentrasi ion hidroksida dalam larutan A dan larutan B berbanding sebagai : Berapa gram CH3COONa (Mr = 82) yang harus dilarutkan dalam air sampai volume larutan 2 dm3 dengan nilai pH = 9 (Kh = 10-9).

Pada kondisi yang sama. Tuliskan sistem kesetimbangan yang ada dlm larutan iii.8. Konsentrasi larutan NH3 yang anda peroleh ii. Pada kondisi ini. Ke dalam 1 L air anda melarutkan 6 liter gas NH3. Berapa pH larutan NH3 tersebut ? b. Apa jenis sistem larutan yang anda peroleh iv.8x10-5 Pertanyaan : a. pada larutan diatas anda alirkan gas SO3 sebanyak 1. Tentukan pH larutan ini . Tentukanlah : i.5 liter i. Tulislah reaksi yang terjadi ii. volume gas NH3 yang dialirkan tersebut sama dengan volume dari 6 gram gas C2H6 (30 g/mol). Bila nilai tetapan kesetimbangan dari : NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq) Kb = 1.

Pada suhu 20oC. 100 gram air melarutkan 1.04 g kristal perak asetat. Berapa pH larutan perak asetat jenuh pada 20oC ? (ion peraknya tidak terhidrolisis) d. Perak asetat (Mr = 168) adalah garam dari asam lemah (Ka asam asetat = 1. Kelarutan garam ini dapat dinaikkan dengan mengasamkan larutan tersebut (misalnya dengan asam nitrat) Pertanyaan : a.75 x 10-5) sedikit larut. Bandigkan bagaimana kelarutan perak asetat dalam air murni dan dalam asam nitrat 0. Hitunglah konsentrasi molar perak asetat dalam larutan jenuh pada 20oC jika densitas larutan ini adalah 1.10 M.01 g/mL. Hitunglah tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) untuk perak asetat c. b.9. .

P = 31. Berapa mol CO2 terlarut dalam 1 liter minuman cola pada STP.49 Vol. Tulislah persamaan ionisasinya ii.12 a. d. Dengan terlarutnya CO2 dalam minuman ini.10. adakah perubahan nilai pH pada minuman cola ini. Tabel berikut ini adalah informasi tentang minuman cola Flavour yang ditambahkan Cola Ekstrak cola nut Asam yang ditambahkan H3PO4 Konsentrasi asam (gram) 0. CO2 terlarut (STP). Anggaplah asam pospat ini bertindak sebagai asam monoprotik yang kuat i. Hitunglah konsentrasi dalam M H3PO4 yang terkandung dalam minuman cola b. Hitunglah pH minuman cola ini c. beri penjelasan ! Catatan : Ar H = 1. L 1. O = 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful