P. 1
Laporan Mikrobiologi (Pengaruh Lingkungan Terhadp Lingkungan

Laporan Mikrobiologi (Pengaruh Lingkungan Terhadp Lingkungan

5.0

|Views: 1,406|Likes:
Published by Dina Crownia

More info:

Published by: Dina Crownia on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2014

pdf

text

original

Laporan Praktikum Mikrobiologi Pangan

Tanggal Praktikum: Kamis, 15 Maret 2012 PJ Praktikum : Lukie Trianawati, STP, Msi.

Asisten

: Mariska Pratami P, A.Md

PENGARUH LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA Kelompok 2/BP1 Putra Mahardiman Dian Mawarni Dina Crownia Niken Indah C. Rosi Rizki R. J3E111078 J3E111027 J3E111087 J3E111081 J3E111034

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

Pengaruh pH Pada Pertumbuhan Mikroba C.2. Pengaruh Aw Pada Pertumbuhan Mikroba 1.BAB I METODOLOGI 1.3 Media Pengamatan Khamir A. Pengaruh Aw Pada Pertumbuhan Mikroba 1.2 Media Pengamatan Bakteri A.1 Alat dan Bahan 1. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Mikroba B. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Mikroba B. Pengaruh pH Pada Pertumbuhan Mikroba C. Pengaruh pH Pada Pertumbuhan Mikroba C.1 Media Pengamatan Kapang A.2 Prosedur Kerja 1. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Mikroba B.2.2. Pengaruh Aw Pada Pertumbuhan Mikroba .

2 Hasil Tidak terdapat kontaminan Tidak terdapat kontaminan Terdapat kontaminan / gumpalan (gumpalan = kapang) Tabel 1.1. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Kapang Media PDA pH 3 PDA pH 8 Perlakuan inkubasi 30⁰C. 2 hari 30 ⁰C. tidak keruh dan warna kuning cerah. 7 hari Hasil Tidak ada endapan. 7 hari 30⁰C.1 Pengamatan Kapang Media APDA APDA APDA Perlakuan 5⁰C.1 Hasil 2. 2 hari Agak keruh Tidak ada perubahan Tabel 4. NB NB 55⁰C. 2 hari Hasil Tidak terdapat gumpalan Tabel 3.1.2. Pengaruh pH Pada Pertumbuhan Kapang Media APDA + NaCl 10% Perlakuan inkubasi 30⁰C.BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 2. 2 hari Hasil Terdapat gumpalan Terdapat gumpalan Tabel 2. Pengaruh Aw Pada Pertumbuhan Kapang 2. 2 hari inkubasi 30⁰C. Pengamatan Bakteri Media NB Perlakuan Refrigerator. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Bakteri . 2 hari 55⁰C .

Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Khamir Media PDA Perlakuan inkubasi pada Hasil suhu Pertumbuhan (+) suhu Pertumbuhan (++) khamir khamir 30⁰C selama2 hari PDA glass dengan cover inkubasi pada 30⁰C selama2 hari Tabel 8.Media PCA miring pH 3 Perlakuan Inkubasi 30⁰C. 2 hari Hasil Tidak ada perubahan dan bentuk cairan kental. Pengaruh pH Pada Pertumbuhan Bakteri Media LB kuning BGLBB hijau Perlakuan Inkubasi 30⁰C. Pengaruh Aw Pada Pertumbuhan Bakteri 2.3 Pengamatan Khamir Media SB 5% Perlakuan Hasil inkubasi pada suhu 30⁰C selama 7 Terdapat endapan (+++) hari SB 20% inkubasi pada suhu 30⁰C selama 7 Terdapat endapan (++) hari SB 40% inkubasi pada suhu 30⁰C selama 7 Terdapat endapan (+) hari Tabel 7. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Khamir .1. 2 hari Terdapat kontaminan Tabel 5. 2 hari Inkubasi 30⁰C. 2 hari Hasil Terdapat endapan Terdapat endapan dan gelembung udara. PCA miring pH 8 Inkubasi 30⁰C. Tabel 6.

APDA (Acidified Potato Dextrose Agar) Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan kapang yang terdapat dalam suatu sampel. b. Apabila kondisi makanan dan lingkungan cocok untuk mikroorganisme tersebut. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya. Pertumbuhan pada umumnya tergantung pada kondisi bahan makanan dan juga lingkungan. Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh media pertumbuhannya. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.2. Media pertumbuhan yang digunakan pada praktikum mikrobiologi ini adalah sebagai berikut: a. Khamir dan kapang akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekulmolekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. PDA (Potato Dextrose Agar) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi khamir dan kapang. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata.2 Pembahasan Pertumbuhan merupakan proses perubahan bentuk yang semula kecil kemudian menjadi besar. . agar dilelehkan dalam 500 ml air. maka mikroorganisme akan tumbuh dengan waktu yang relatif singkat dan sempurna (Budiyanto 2012). PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Dapat juga digunakan untuk enumerasi kahmir dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Pertumbuhan menyangkut pertambahan volume dari individu itu sendiri.

Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. f. SB (Sucrose Broth) Sucrose broth adalah media yang digunakan untuk isolasi bakteri yang memfermentasikan sukrosa.c. hanya saja tidak memiliki agar-agar. e. PDB memiliki komposisi yang sama seperti PDA. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Pada produk pangan biasanya BGLBB digunakan pada susu yang banyak mengandung bakteri asam laktat. NB (Nutrient Broth) Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair dan memiliki fungsi yang sama dengan nutrient agar. PDB (Potato Dextrose Broth) Potato Dextrose Broth adalah media yang digunakan untuk membudidayakan khamir. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. h. d. PCA (Plate Count Agar) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Selain itu juga berfungsi sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen kompleks lainnya serta ekstrak khamir untuk mensuplai vitamin B kompleks. LB (Lactose Broth) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. BGLBB (Brilliant Green Lactose Bile Broth) Medium BGLBB merupakan medium selektif yang menghambat pertumbuhan bakteri gram positif sehingga bakteri koliform yang merupakan bakteri gram negatif dapat tumbuh (Nengsih 2010). Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.5% laktosa. g.3% ekstrak beef. makanan dan produk susu.5% pepton dan 0. 0. .

Kapang mempunyai miselium atau filamen dan pertumbuhannya dalam bahan makanan mudah sekali dilihat. pertumbuhan bakteri juga dipengaruhi oleh waktu. khamir. potensial reduksi oksidiasi (redoks). pertumbuhan kapang dilakukan dengan 3 uji yaitu dengan pengaruh suhu pertumbuhan. Pada praktikum kali ini. Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan berdasarkan pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan kapang. pH. dan senyawa penghambat pertumbuhan (Fardiaz 1992).1 Pengamatan Kapang Kapang (mould atau filamentous fungi) merupakan mikroorganisme anggota kingdom fungi yang membentuk hifa (Carlile & Watkinson 1994). oksigen. dan aktifitas air. Pertumbuhan fungi mula-mula berwarna putih. pH. 2. Ascomycota. Pada praktikum ini. Spora kapang tahan terhadap pemanasan selama 1 menit pada 920C dalam kondisi asam atau pada makanan yang diasamkan. sehingga anggotaanggota dari kapang tersebar ke dalam filum Glomeromycota. dan faktor pengolahan (Buckle 1987). Kapang bukan merupakan kelompok taksonomi yang resmi. kapang juga memerlukan suhu yang optimum untuk pertumbuhannya. dan pengaruh penambahan garam (NaCl). Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat makanan. 2007). kapang tersebut memerlukan waktu untuk membentuk spora. dan Basidiomycota (Hibbett et al. a. Pengaruh suhu pertumbuhan Sama seperti dengan mikroorganisme lain. Selain zat makanan.Selain media pertumbuhan. struktur biologi. pengaruh pH. yakni seperti kapas. dan bakteri.2. suhu. air. dilakukan uji pertumbuhan kapang terhadap pengaruh suhu pertumbuhan dengan media APDA (Acidified Potato Dextrose . aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktorfaktor lingkungannya. Akan tetapi untuk mencapai konsistensi yang seperti ini. Sifat-sifat kapang baik penampakan mikroskopik ataupun makroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang. tetapi bila telah momproduksi spora maka akan terbentuk berbagai warna tergantung dari jenis kapang (Alfi 2010).

Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan pH inkubasi.0 sampai 8. Pengaruh larutan NaCl Pada praktikum kali ini.5. tetapi biasanya pertumbuhannya akan baik bila pada kondisi asam atau pH rendah (Alfi 2010). Gumpalan inilah yang menandakan adanya kapang yang tumbuh pada media tersebut. Kebanyakan kapang dapat tumbuh baik pada pH yang luas. dilakukan uji pertumbuhan kapang terhadap pengaruh pH pertumbuhan dengan media yang sama yaitu media PDA (Potato Dextrose Agar) namun diberi perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil percobaan dapat dilihat bahwa kapang tumbuh pada pH 3 dan pH 8. dilakukan uji pertumbuhan kapang terhadap pengaruh larutan NaCl dengan media APDA (Acidified Potato Dextrose Agar). Dengan hal ini dapat dilihat bahwa suhu optimum kapang pada pengujian kali ini adalah sekitar 55C. c. diantaranya adalah pH optimum kapang untuk tumbuh. Pengaruh pH Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kapang untuk pertumbuhannya. Garam memberi sejumlah pengaruh bila ditambahkan pada media untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pada medium perlakuan suhu 5C selama 7 hari diinkubasi tidak terlihat adanya kontaminan. Pertumbuhan mikroorganisme akan terpengaruh walau dengan .5. Hasil ini sesuai dengan literatur bahwa pH optimum kapang terdapat pada kisaran 2.Agar) yang diberi perlakuan yang berbeda. Pada praktikum kali ini. hal tersebut karena NaCl merupakan garam. Sedangkan pada perlakuan terakhir dengan perlakuan suhu 550C yang diinkubasi selama 2 hari baru terlihat adanya kontaminan dan memiliki gumpalan. Setelah diinkubasi dapat dilihat bahwa media PDA + NaCl 10% tidak ditumbuhi kapang. Garam akan berperan sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme.0-8. Pada media APDA ditambahkan larutan NaCl 10% kemudian diinkubasi selama 2 hari pada suhu 30C. yaitu 2. Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan suhu dan lama inkubasi. b. Hasil ini juga diperoleh pada perlakuan kedua dengan perlakuan suhu 300C yang diinkubasi selama 2 hari.

2. Pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Menurut Anonim (2012). tidak mengandung klorofil. prokariota/prokariot.kadar garam yang rendah sekalipun (sampai 6%). suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.2. . Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. pengaruh suhu pertumbuhan. pengaruh pH dan pengaruh Aw. Hal ini disebabkan garam akan meningkatkan tekanan osmotik substrat yang menyebabkan terjadinya penarikan air dari dalam bahan pangan sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh. serta berukuran mikroskopik (sangat kecil). a. termasuk juga bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. Dalam pertumbuhannya setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi yang mencukupi serta kondisi lingkungan yang mendukung demi proses pertumbuhan tersebut. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:  Bakteri psikrofil. pertumbuhan bakteri di uji cobakan dengan 3 uji yaitu. ionisasi garam juga akan menghasilkan ion khlor yang bersifat racun bagi mikroorganisme. Pada praktikum ini. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal). dengan suhu optimum 15 °C. (Anonim 2009) 2. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbeda (Darkuni 2001). Pengaruh suhu pertumbuhan Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. Pengamatan Bakteri Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Khususnya bagi bakteri.

c. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Beberapa bakteri tumbuh pada pH 6. dilakukan uji pertumbuhan bakteri berdasarkan pembentukan gas dengan media BGLBB dan media LB.114 °C. Dan pada perlakuan terakhir dengan suhu 300C yang diinkubasi selama 2 hari terlihat bahwa tidak adanya perubahan sebelum dan sesudah inkubasi. Pada praktikum kali ini. Kebanyakan bakteri tidak tumbuh dalam kondisi terlalu basa. Bakteri dapat tumbuh pada pH 8 karena medium harus mempunyai pH yang tepat yaitu tidak terlalu asam atau basa. Bakteri mesofil. Kekeruhan pada perlakuan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri. Pengaruh Aw Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pada praktikum kali ini. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Pengaruh pH Terhadap Pertumbuhan Bakteri Dalam praktikum dapat dilihat bahwa bakteri dapat tumbuh pada pH 8 sedangkan bakteri tidak dapat tumbuh pada pH 3.65 °C  Bakteri hipertermofil.  Bakteri termofil. dengan suhu optimum 50 . tidak keruh. Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan suhu dan lama inkubasi. Hal ini menandakan bakteri tersebut memerlukan suhu yang optimal pada pertumbuhannya. dan tidak terdapat endapan. Media LB biasanya . Sangat jarang bakteri ditemukan pada pH dibawah 4 karena banyak bakteri menghasilkan produk metabolisme yang bersifat asam atau basa (Volk&Wheeler. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . b. dilakukan uji pertumbuhan bakteri pengaruh suhu pertumbuhan dengan media yang sama yaitu media NB namun diberi perlakuan yang berbeda. dengan suhu optimum 88 °C. Pada dasarnya tidak satupun yang dapat tumbuh baik pada pH lebih dari 8. Bakteri yang diuji pada praktikum kali ini adalah jenis bakteri termofil. Pada hasil pengamatan perlakuan kedua yaitu pada suhu 550C yang diinkubasi selama 2 hari terlihat medianya agak keruh. karena setelah diinkubasi dengan suhu 550C terlihat kekeruhan pada media yang menandakan adanya pertumbuhan bakteri pada suhu tersebut. 1993). Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bakteri pada medium perlakuan suhu refrigerator selama 7 hari diinkubasi memiliki warna kuning cerah.

2. namun tidak diikuti oleh fermentasi laktosa. Inkubasi di lakukan pada suhu 35C selama 24-48 jam dan tabung di nyatakan positif bila terebentuk gas sebanyak 10 % atau lebih dari volume di dalam tabung (Nengsih 2010). makanan. dan produk-produk susu (Widiyanti 2004). Koliform merupakan bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air. yang terperangkap dalam tabung durham sehingga menghasilkan gelembung udara. sedangkan media BGLBB biasanya pada produk pangan yang banyak mengandung bakteri asam laktat. Khamir juga lebih efektif dalam memecah komponen kimia dibandingkan dengan kapang karena mempunyai perbandingan luas permukaan dengan volume yang lebih besar. 2. misalnya bakteri koliform. Hasil perlakuan kedua ini menunjukkan adanya bakteri pemecah laktosa. khamir tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibandingkan dengan kapang yang tumbuh dengan pembentukan filamen.3 Pengamatan Khamir Khamir termasuk fungi tetapi dibedakan dari kapang karena bentuknya yang terutama uniseluler.digunakan untuk analisis air. diperoleh hasil bahwa tidak adanya gelembung yang dihasilkan namun memiliki endapan. Sedangkan pada perlakuan pertama. Pada hasil pengamatan perlakuan kedua yaitu dengan media GLBB pada suhu 550C yang diinkubasi selama 2 hari terlihat adanya endapan dan gelembung udara. misalnya susu. . susu. Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa terdapat endapan pada media LB yang diinkubasi pada suhu 30C selama 2 hari. dan berbeda dari protozoa karena karena mempunyai dinding sel yang tegar. Khamir nuga berbeda denga ganggang karena tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Reproduksi vegetatif pada khamir terutama dengan cara pertunasan. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri. Kedua media sama-sama digunakan untuk mengamati pertumbuhan bakteri pemecah laktosa. Hal ini ditandai dengan adanya gas CO2 yang dihasilkan oleh fermentasi laktosa. Sebagai sel tunggal.

(Fardiaz 1992) a. Sedangkan bakteri berukuran 0. Hal tersebut dikarenakan khamir mampu tumbuh dalam kondisi media yang pekat .0 x 2. Penyimpangan tersebut dimungkinkan karena adanya kesalahan dalam pengamatan maupun kesalahan dalam melakukan praktikum karena pengamatan pertumbuhan mikroba dibutuhkan ketelatenan yang baik dan kehati-hatian dalam melakukan prosedur praktikum. b. Perlakuan tersebut dilakukan selam tujuh hari dalam suhu ruang. yaitu dengan panjang 1-5 milimikron sampai dengan 20-50 milimikron. Pengaruh Suhu Pada Pertumbuhan Khamir Dalam praktikum yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin sedikit endapan yang dihasilkan. .5-1. Pengaruh Suhu dan Perlakuan Pada Pertumbuhan Khamir Dalam praktikum pengamatan pertumbuhan khamir yang dipengaruhi oleh suhu dan perlakuan mendapatkan hasil bahwa khamir lebih banyak mengalami pertumbuhan dengan perlakuan media PDA yang ditambahkan dengan cover glass. Endapan tersebut menandakan adanya kontamian atau pertumbuhan khamir. Sel khamir mempunya ukuran yang bervariasi.0-5. Hasil praktikum tersebut mengalami penyimpangan karena seharusnya semakin tinggi konsentrasi media SB maka semakin banyak khamir yang akan tumbuh. terlebih media tersebut merupakan media yang mengandung gula.Khamir mudah dibedakan dari bakteri karena ukurannya yang lebih besar dan morfologinya yang berbeda. Adanya cover glass lebih membantu pertumbuhan khamir karena sifat khamir yang memiliki pertumbuhan yang cepat. Terlebih cover glass tersebut membantu praktikan untuk memudahkan dalam menentukan banyak tidaknya khamir yang tumbuh.0 milimikron. dan lebar 1-10 milimikron.

Selain itu bakteri dapat tumbuh pada pH 8 sedangkan bakteri tidak dapat tumbuh pada pH 3. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri. Pada pengamatan bakteri dapat dilihat bahwa bakteri memerlukan suhu yang optimal pada pertumbuhannya. Selain itu berdasarkan hasil percobaan dapat dilihat bahwa kapang tumbuh pada pH 3 dan pH 8. . hal tersebut karena NaCl merupakan garam. karena setelah diinkubasi dengan suhu 550C terlihat kekeruhan pada media yang menandakan adanya pertumbuhan bakteri pada suhu tersebut. Pada pengamatan khamir dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi media SB maka semakin banyak khamir yang akan tumbuh. Sedangkan pada perlakuan pertama. Kapang juga tidak bisa tumbuh pada media yang diinkubasi yakni PDA + NaCl 10% tidak ditumbuhi kapang. namun tidak diikuti oleh fermentasi laktosa. Garam memberi sejumlah pengaruh bila ditambahkan pada media untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Hasil perlakuan kedua ini menunjukkan adanya bakteri pemecah laktosa. diperoleh hasil bahwa tidak adanya gelembung yang dihasilkan namun memiliki endapan.BAB III KESIMPULAN Pada praktikum pengamatan pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroba dapat dilihat pada kapang bahwa suhu optimum kapang adalah sekitar 55C. terlebih media tersebut merupakan media yang mengandung gula dan pertumbuhan khamir yang dipengaruhi oleh suhu dan perlakuan mendapatkan hasil bahwa khamir lebih banyak mengalami pertumbuhan dengan perlakuan media PDA yang ditambahkan dengan cover glass. Pada pengamatan dengan media GLBB pada suhu 550C yang diinkubasi selama 2 hari terlihat adanya endapan dan gelembung udara. Hal tersebut dikarenakan khamir mampu tumbuh dalam kondisi media yang pekat . Bakteri yang diuji pada praktikum kali ini adalah jenis bakteri termofil.

DAFTAR PUSTAKA .

Media Pertumbuhan Khamir  Perhitungan media (volume) o Sukrose broth 5% = 2 tabung x 9 ml = 18 ml o Sukrose broth 20% = 2 tabung x 9 ml = 18 ml o Sukrose broth 40% = 2 tabung x 9 ml = 18 ml Total media yang dibutuhkan = 54 ml ~ 60 ml (ditambahkan cadangan lagi sebanyak 20 ml) sehingga total media = 80 ml  Perhitungan media (gram) PDB = 24 gram/L = 0.08 L x 24 gram/L = 1.92 gram = 78.15 ml 2.85 gram  Perhitungan Aquades Aquades = 150 ml – 5.85 gram = 144. Media Pertumbuhan Kapang  Perhitungan Media (Volume) o APDA miring = 3 tabung x 9 ml = 27 ml o PDA cawan = 2 cawan x 15 ml = 30 ml o PDA pH 3 = 2 tabung x 9 ml = 18 ml o PDA pH 8 = 2 tabung x 9 ml = 18 ml o PDA + NaCl 10% = 2 tabung x 9 ml = 18 ml Total media yang dibutuhkan = 111 ml ~ 150 ml  Perhitungan Media (Gram) PDA = 39 g/L = 39 gram / 1000 ml x 150 ml = 5.08 ml .LAMPIRAN 1.92 gram  Perhitungan Aquades Aquades = 80 ml – 1.

Penngaruh Suhu yang Mempengaruhi Pertumbuhan Khamir Gambar 2.Gambar 1. Pengaruh Perbedaan Perlakuan Pada Pertumbuhan Khamir Gambar 3. Pertumbuhan Kapang .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->