P. 1
3 Hari Menjelajah Osaka (Yamada Ryosuke Fan Fiction)

3 Hari Menjelajah Osaka (Yamada Ryosuke Fan Fiction)

|Views: 433|Likes:
Published by Amel Chan
aku dan Morimoto Ryutaro memutuskan untuk bertualang di Osaka. kami pergi tanpa sepengetahuan manajer dan rekan –rekan ku.
aku dan Morimoto Ryutaro memutuskan untuk bertualang di Osaka. kami pergi tanpa sepengetahuan manajer dan rekan –rekan ku.

More info:

Published by: Amel Chan on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2012

pdf

text

original

Yamada Ryosuke Fanfiction 2012 Hey! Say!

JUMP Lounge Production Full Credit to the Author Tachikawa Gita Kinomoto Edited by Amel Chan

Title Categories Genre Rating

: 3 Hari Menjelajah Osaka : Fanfiction – OneShot : Adventure : G ~ General

Theme song : YUI - We Will Go Author Name Address Phone Number Age Reason Indonesia :Tachikawa Gita Kinomoto : Komp. Pasir Indah Jl. Harumanis 23b Serang – Banten : 083813381391 : 21 : I want to celebrated Yamada Ryosuke’bday with JUMPers

Cast : 1. Yamada Ryosuke 2. Morimoto Ryutaro

Synopsis : aku dan Morimoto Ryutaro memutuskan untuk bertualang di Osaka. kami pergi tanpa sepengetahuan manajer dan rekan –rekan ku.

Kata – kata penulis : fanfic ini aku bikin untuk merayakan ulang tahun my 1ban Yamada Ryosuke yang jatuh tanggal 9 mei. Semoga semua yang kau impikan dapat tercapai Ryo chan ^^

Selamat Membaca

Hari yang aku nantikan akhirnya tiba, hari dimana ku bisa bertualang menjelajahi kota Osaka yang terkenal dengan kastilnya. Terakhir aku mengunjungi kota ini saat syuting shonen club dan konser terakhir dan pada saat itu tak ada waktu bagi ku untuk mengelilingi dan mengenal lebih dekat kota ini. Aku langsung menghubungi rekan seperjalanan ku Morimoto Ryutaro setelah mempersiapkan barang-barang yang akan ku bawa. “moshi - moshi (1) ryuu chan, kau ada dimana? aKu udah siap” kata ku di telpon “baka!(2) Aku masih di sekolah” jawab Ryuu dan memutuskan panggilan ku. “oh ternyata memang belum waktunya murid Horikoshi pulang, aku tidak sabar menikmati perjalanan yang akan aku tempuh dengan ryuu chan” kata ku melihat jam yang ada di tangan ku itu. Dengan sabar aku menanti kabar dari member termuda JUMP itu. Sesekali aku membaca manga kesukaan ku. Drett drett ponsel ku bergetar dengan segera aku ambil ponsel yang ada di meja yang bersebalah dengan kasur aku itu.

Aku menuju rumah mu. Kau bersiap-siap lah. Jangan sampe kita ketinggalan kereta -Morimoto Ryutaro-

Setelah membaca pesan dari ryuu, ku langsung membereskan manga yang tadi ku baca. Ting Tong bel pintu rumah pun berbunyi dengan semangat aku turun dari kamar ku yang berada di lantai dua dan membuka pintu. Ryutaro sudah siap dengan 1 tas ransel besar di pundaknya. “ikou yo(3). ittekimasu (4)” kata ku menarik Ryuu untuk segera pergi menuju osaka. Kami memutuskan menggunakan trasportasi shinkasen karena kami ingin mencoba berjelajah ala backpacker. Selama perjalanan seperti biasa ku menghabiskannya dengan membaca manga yang ku bawa dari rumah dan tentu saja dengan tidur sedangkan Ryutaro yang duduk bersebelahan dengan aku membuka buku pelajarannya dan akhirnya tertidur pulas sama dengan diriku. Perjalanan yang cukup melelahkan bagi kami akhirnya berakhir dengan selamat. Bermodal dengan buku panduan dan desas – desus dari beberapa kerabat untuk mencari tempat penginapan yang murah meriah. aKu kenakan topi untuk penyamaran ku selama di Osaka sementara Ryu tidak menggunakan apa – apa untuk penyamarannya sehingga beberapa gadis yang mengenali sosok Ryutaro Morimoto member Hey!Say! JUMP yang sedang vakum itu berteriak histeris ketika kami melewati mereka.

Setelah melewati beberapa rintangan akhirnya kami sampai juga di sebuah penginapan yang bagus dan sesuai dengan situasi kami saat ini. Aku dan Ryuu 1 kamar. Kamarnya tidak begitu besar dan tidak terlalu kecil cukuplah untuk dihuni oleh aku dan Ryuu. Hal pertama yang ku tuju adalah beddo. Tanpa basa – basi lagi ku langsung menjatuhkan diriku ke beddo. “aaa, kimochii(5).” kata ku terbaring di kasur yang empuk itu. Ryuu tampak sibuk membereskan barang – barang pribadinya dan membuka jendela kamar agar ada udara segar memenuhi ruangan kami. “ne yama chan. Kita kan di sini selama 3 hari saja. Kau sudah punya planning mau ke tempat apa dan mau ngapain di sana?” tanya Ryuu yang sekarang sudah duduk di samping ku. aKu terdiam sejenak memikirkan apa yang ditanyakan Ryuu pada ku. “hemp, belum. Kau sendiri bagaimana? Jadi hari ini kita kemana?” tanya ku pada Ryuu. “sudah kuduga. Bagaimana kalau malam ini kita ke daerah Namba dan Shinsaibashi?” tanya Ryuu padaku dengan memperlihatkan photo daerah yang akan kita tuju di buku panduan. “setuju! Tapi karena kita baru sampai kita harus istirahat dulu. Ok aku duluan yang bersih – bersih diri. Setelah itu kau” kata ku menyetujui ide Ryuu. Aku langsung mengeluarkan peralatan mandi yang ada di tas ku. . . . . Daerah namba dan Shinsaibashi merupak tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Di daerah ini terdapat restoran dan toko – toko yang menjadi ciri khas tempat ini. aKu dan Ryuu memutuskan untuk makan malam di daerah ini. Pilihan kami jatuh di sebuah restoran dengan papan reklame berbentuk kepiting raksasa. “setelah ini, kita ke Osaka Castle” kata ku bersemangat setelah semua energi ku kembali penuh dan siap menjelajahi daerah osaka yang lain. “sebaiknya kita istirahat dahulu, masih ada hari esok untuk ke osaka castle kan?” kata Ryuu yang memang terlihat lelah karena perjalanan kami dari tokyo ke osaka. “ok. Besok sesudah sarapan kita ke tennouji zoo dan aquarium kaiyukan. Malamnya kita ke Osaka castle.” Kata ku bersemangat mengingat indahnya kastil osaka di malam hari dengan terangya lampu – lampu di kastil dan terang bulan saat itu. Ryuu pun menyetujui rencana ku ini dan memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat. . . .

Sesuai dengan rencana kita sebelumnya, aku menggunakan kaos dan jeans siap menjelajah daerah Osaka. aKu membuka kembali buku panduan yang ku bawa. “pertama, kita ke sini” kata ku menunjukan lokasi yang akan kita tuju ke Ryutaro. Ryutaro yang hari ini menggunakan kaos dan jeans tersenyum melihat ku begitu bersemangat. Selama perjalanan kami beberapa kali mampir ke jajanan yang ada di sepanjang jalan menuju tennoji zoo. Di tennoji zoo kami melihat beraneka macam hewan – hewan unik tentu saja ku mengunjungi tempat dimana panda merah dan koala berada. 2 hewan yang menjadi kebanggaan tempat ini. Setelah puas menjelajah tennoji zoo ku langsung mengajak Ryuu ke tempat selanjutnya aquarium Kaiyukan. chotto matte (6) yama chan” kata Ryuu yang merasa lelah mengimbangi semangat ku yang sepertinya tidak ada habisnya. “doushita (7)?” tanya ku melihat Ryuu. “kita istirahat dulu yu. aKu sudah lapar nih. Kau ini bersemangat sekali sih” kata Ryuu “baiklah kita isi perut dahulu. Kita makan takoyaki” kata ku bersemangat menghampiri pedagang takoyaki tak jau dari lokasi kita berada. Ryuu hanya geleng – geleng kepala melihat ku seperti itu. Akhirnya kita makan takoyaki dan okonomiyaki sebagai makan siang kita dan langsung melanjutkan perjalanan ke aquarium kaiyukan. Salah satu tempat wisata yang ada di Osaka yang memelihara ikan Paus raksasa dan bermacam – macam jenis satwa laut yang ada di asia pasifik. aKu hanya bisa takjub dengan keindahan satwa – satwa laut yang ada di akuarium kaiyukan. Tak terasa matahari mulai terbenam. aKu dan Ryuu memutuskan kembali ke penginapan kami untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas kembali. . . . Setelah puas dengan istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Osaka castle yang sangat terkenal. Suasana di kastil begitu indah dengan gemerlap lampu kastil dan bunga – bunga sakura yang bermekaran menambah keindahan kastil itu. aKu membuka tas yang ku bawa mencari – cari kamera yang sengaja aku bawa untuk mengabadikan perjalanan ku dan Ryuu ke Oosaka. “Ryuu, kita poto di sini yu” ajak ku pada Ryuu yang masih memandang Osaka castle yang begitu indah. “setuju, tapi siapa yang mau potoin kita?” pertanyaan Ryuu membuat ku berfikir. Akhirnya aku meminta seseorang yang sedang berjalan melintasi kami untuk mengambil foto kami di depan istana osaka. Aku dan Ryuu pun menghabiskan malam di kastil itu dengan berfoto – foto.

. . Hari terakhir di Osaka kami memutuskan ke kuil shitennoji dan kuil Sumiyoshitaisha dan membeli souvenir sebagai buah tangan dari Osaka di pusat perbelanjaan tenjinbashi. Selama perjalanan ponsel ku terus berdering banyaknya email dan telephon masuk yang sengaja ku abaikan.

Yama chan, kamu dimana? Sudah 3 hari ini susah sekali dihubungin. Ingat besok kita ada syuting dan pemotretan buat single NYC -Chinen Yuri-

Yama chan, kenapa tidak membalas email ku dan menjawab telephon ku? Kita besok latihan untuk mempersiapkan asia tour. Balas email ku segera! -Yabu Kota-

“mereka mencari mu kan?” tanya Ryuu membuatku terkejut. Aku tersenyum menjawab pertanyaan Ryuu “ikou” kata ku mengajak Ryuu untuk ke 2 kuil yang akan kita tuju. Di kuil itu kami berdoa untuk masa depan kami. Setelah dari kuil kami ke pusat perbelanjaan Tennoji. Cuaca hari itu tidak terlalu panas dan dingin karena sudah memasuki musim semi. Di sebuah toko, aku memutuskan untuk berpisah dengan Ryuu. Tak terasa hari sudah mulai gelap ku mencari – cari sosok Ryutaro tapi tidak ku temukan. Ku panik dan mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban. “sudah jam 10 malam. Mungkin dia sudah di penginapan” kata ku melihat jam tangan ku. Ku memutuskan untuk kembali ke penginapan dengan membawa barang – barang belanjaan untuk oleh – oleh. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Aku tidak melihat sosok Ryutaro di kamar penginapan. Aku terus mencoba menghubungi Ryuu tapi tetap tidak ada jawaban. “apa jangan – jangan kejadian kemari terjadi lagi” pikir ku mengingat Ryuu pernah di culik oleh fans nya yang membuat kami member JUMP panik. Pikiran ku semakin tidak menentu mengingat Ryuu yang sampai jam 11.30 malam masih di luar di kota Osaka dimana dia pun tidak tau arah. Dengan terus memikirkan Ryuu ku putuskan untuk bersih – bersih diri sebelum kembali mencari dan melaporkan hilangnya Ryuu ke pihak yang berwajib.

Ting tong “sepertinya bukan Ryuu. Siapa sih tengah malam bertamu?” kata ku melihat jam yang ada di dinding. Dengan rasa lelah dan kantuk yang berat aku buka pintu kamar. “Otanjoubi Omedetou (8)” kata Ryuu membawa strawberry shortcake di tangannya. “Morimoto Ryutaro. Kau ini kemana aja?! Aku panik saat kau menghilang dan hampir saja ku melapor ke pihak berwajib” kata ku sedikit kesal dengan tingkah anak ini yang membuatku panik. Ryuu tertawa melihat dan mendengar ucapan ku itu. Membuatku memukul pelan kepala anak itu dan memeluknya. “arigatou (9)” kata ku setelah meniup lilin yang ada di atas kue yang dibawa Ryuu. Kami berbincang sampai lupa waktu. “ayo, tidur besok kita harus kembali ke tokyo pagi – pagi” kata Ryuu mengingatkan ku. Aku kembali ke kasur empuk yang sudah menunggu ku dan kembali terlelap. . . . Sampai Tokyo, sesuai dengan perkiraan ku, chinen dkk marah – marah karena “menghilangnya” aku selama 3 hari dan hanya membawa souvernir serta makanan khas Osaka; awa-okoshi dan konbu. Mereka pun mengucapkan selamat ulang tahun padaku.

THE END Glosarium 1. moshi - moshi = halo yang dicapkan hanya untuk telepon 2. Baka = bodoh 3. ikou yo = ayo pergi 4. ittekimasu = aku berangkat 5.kimochii = nyamanyan/ enaknya 6. chotto matte = tunggu sebentar 7. doushita = ada apa/ kenapa 8. otanjoubi omedetou = selamat ulang tahun 9. arigatou = terimakasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->