P. 1
Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

|Views: 2,108|Likes:

More info:

Published by: Dwi Ayu Indaswary Nhb on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

NAMA NIM KELAS FAK/JUR

: DWI AYU INDASWARY NHB : 1144040068 :B : FIP/PPB ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Manusia lahir di dunia dalam keadaan hampa pengalaman, kecuali selama di dalam rahim. Perlahan namun pasti, ia mulai memiliki bangunan pengalaman yang diperolehnya dari berbagai sumber. Salah satunya, sekolah. Di sanalah, upaya mewariskan dan mentransformasi pengetahuan serta nilai kehidupan dilembagakan secara resmi. Dari realitas tersebut, tampaklah bahwa institusi pendidikan pun terikat ideologi tertentu, cerminan filsafat yang melandasinya. Karena berawal dari pemikiran manusia, aliran-aliran filsafat pendidikan pun beraneka ragam. Bisa dikatakan bahwa filsafat pendidikan merupakan filsafat terapan. Ia lahir untuk mencari jawab atas kebijakan dan tujuan pendidikan, teori kurikulum, dan proses perkembangan manusia melalui pendidikan. Dalam filsafat pendidikan dikenal beberapa aliran, antara lain Progresivisme, Esensialisme, Perenialisme, Rekonstruksionisme, Fundamentalisme, Intelektualisme, Liberalisme, dan Anarkisme 1. ALIRAN PROGRESIVISME Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus berpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan mengancam adanya manusia itu sendiri ( Barnadib, 1994:28 ). Oleh karena kemajuan atau progres ini menjadi suatu statemen progresivisme, maka beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian utama dari kebudayaan yang meliputi ilmu-ilmu hayat, antropologi, psikologi, dan ilmu alam. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal;menyala. Tidak pernah sampai pada yang paling eksterm, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kebudayaan. Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Progresivisme merupkan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar “naturalistik”, hasil belajar “dunia nyata”, dan juga pengalaman teman sebaya. Tokoh-tokoh Aliran Progresivisme

Dan dia menegaskan agar fungsi otak atau fikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. Sifat kurikulumnya adalah kurikulum yang dapat direvisi dan jenisnya yang memadai. Hans Vaihinger ( 1852-1933 ) Hans Vaihinger menurutnya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. dan “Cild Centered School”. Maka muncullah “Cild Centered Curiculum”. dan menempatkannya da atas dasar ilmu prilaku. 2. guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya. pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar untuk hidup sebagai pribadi-pribadi yang gembira menghadapi pelajaran. Filsafat progresivisme menghendaki jenis kurikulum yang bersifat luwes (fleksibel) dan terbuka. Persesuaian dengan objeknya mungkin dibuktikan. Jadi kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan zamannya. Pandangan Progresivisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan Anak didik diberikan kebebasan secara fisik maupun cara berpikir. Progresivisme tidak menghendaki adanya mata pelajaran yang diberikan terpisah. satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya untuk mempengaruhi kejadiankejadian didunia. John Dewey ( 1859-1952 ) Teori Dewey tentang sekolah adalah progresivisme yang lebih menekankan kepada anak didik dan minatnya dari pada mata pelajarannya sendiri. maupun psikomotor. seperti juga aspek dari eksistensi organik. Sebab. Dengan adanya mata pelajaran yang terintegrasi dalam unit. melainkan harus terintegrasi dalam unit. Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa prinsp-prinsip Esensialisme adalah : . Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas. Hakikat dan Prinsip Esensialisme Filsafat Esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awak peradaban umat manusia. Tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. Kurikulum Dipusatkan pada pengalaman atau kurikulum eksperimental didasarkan atas manusia dalam hidupnya selalu berinteraksi didalam lingkungan yang komplek. afektif.William James ( 1842-1910 ) James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran. yaitu yang bersifat eksperimental atau tipe Core Curriculum. Oleh karena itu aliran filsafat progresivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. ALIRAN ESENSIALISME A. Jadi James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa prakonsepsi teologis. diharapkan anak dapat berkembang secara fisik mauopun psikis dan dapat menjangkau aspek kognitif. harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas. Dan sekaligus mematikan daya kreasi baik secara fisik maupun psikis anak didik.

Jelaslah bila dikatakan bahwa pendidikan yang ada sekarang ini perlu kembali kepada masa lampau. karena dengan mengembalikan keadaan masa lampau ini. kemudian didukung dan dilanjutkan St.Esesialisme berakar pada ungkapn realisme objektif dan idealisme objektif yang modern. yaitu alam semesta diatur oleh hokum alam sehingga tugas manusia memahami hokum alam adalah dalam rangka penyesuaian diri dan pengelolaannya. Sikap ini . berhubungan antara gagasan fakta secara objektif. tetap dan stabil. Dari pendapat ini sangatlah tepat jika dikatakan bahwa perenialisme memandang pendidikan itu sebagai jalan kembali yaitu sebagai suatu proses mengembalikan kebudayaan sekarang ( zaman modern ) ini terutama pendidikan zaman sekarang ini perlu dikembalikan ke masa lampau . Perenialisme merupakan aliran filsafat yang susunannya mempunyai kesatuan. Untuk itulah pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya kepada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh. Pendidikan harus dibangun atas nilai-nilai yang kukuh. Bersifat konservatif ( pelestarian budaya ) dengan merfleksikan humanisme klasik yang berkembang pada zaman renaissance. B. 3. Perenialisme memandang bahwa kepercayaan-kepercayaan aksiomatis zaman kuno dan abad pertengahan perlu dijadikan dasar penyusunan konsep filsafat dan pendidikan zaman sekarang. maka perenialisme memberikan jalan keluar yaitu berupa kembali kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan teruji ketangguhannya. terutama dalam bidang pendidikan. Sasaran pendidikan adalah mengenalkan siswa pada karakter alam dan warisan budaya. Nilai kebenaran bersifat korespondensi. Thomas Aquinas sebagai pemburu dan reformer utama dalam abad ke-13. dan perenialisme berharap agar manusia kini dapat memahami ide dan cita filsafatnya yang menganggap filsafat sebagai suatu azas yang komprehensif perenialisme dalam makna filsafat sebagai satu pandangan hidup yang berdasarkan pada sumber kebudayaan dan hasilhasilnya. Tokoh-Tokoh Aliran Perealisme 1. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun peraktek bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang. Untuk mengembalikan keadaan krisis ini. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Pendiri utama dari aliran filsafat ini adalah Aristoteles sendiri.kebudayaan yang dianggap krisis ini dapat teratasi melalui perenialisme karena ia dapat mengarahkan pusat perhatiannya pada pendidikan zaman dahulu dengan sekarang. Tempat Asal Aliran Perenialisme Dikembangkan Di zaman kehidupan modern ini banyak menimbulkan krisis diberbagai bidang kehidupan manusia. Aristoteles Filsafat perenialisme terkenal dengan bahasa latinnya Philosofhia Perenis. Setelah perenialisme menjadi terdesak karena perkembangan politik industri yang cukup berat timbullah usaha untuk bangkit kembali. ALIRAN PERENIALISME A. Karena itulah perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat khususnya filsafat pendidikan . dimana susunannya itu merupakan hasil pikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap tegas dan lurus.

Dengan mengetahui tulisan yang berupa pikiran dari para ahli yang terkenal tersebut. ilmu pengetahuan alam dan lain-lainnya. Jadi epistimologi dari perenialisme. dan sebagai bahan pertimbangan pemikiran mereka pada zaman sekarang ini. Jadi dengan berpikir maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan melalui akal pikiran. ekonomi. matematika. Dengan pengetahuan. Anak didik yang diharapkan menurut perenialisme adalah mampu mengenal dan mengembangkan karya-karya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental. Menurut epistimologi thomisme sebagian besarnya berpusat pada pengolahan tenaga logika pada pikiran manusia. filsafat. orang akan mampu mengenal faktor-faktor dengan pertautannya masing-masing memahami problema yang perlu diselesaikan dan berusaha untuk mengadakan penyelesaian masalahnya. Hal inilah yang sesuai dengan aliran filsafat perenialisme tersebut. telah banyak yang mampu memberikan ilmunisasi zaman yang sudah lampau. karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif yang bersifat analisa. . Sekolah rendah memberiakn pendidikan dan pengetahuan serba dasar. maka anak-anak didik dapat mengetahui bagaimana pemikiran para ahli tersebut pada masa lampau. Jelaslah bahwa dengan mengetahui dan mengembangkan karya-karya buah pikiran para ahli tersebut pada masa lampau. Jika sikap untuk kembali kemasa lampau itu merupakan konsep bagi perenialisme dimana pendidikan yang ada sekarang ini perlu kembali kemasa lampau dengan berdasarkan keyakinan bahwa kepercayaan itu berguna bagi abad sekarang ini. 2. Karya-karya ini merupakan buah pikiran tokoh-tokoh besar dimasa lampau. yang dibuktikan dengan kebenaran yang ada pada diri sendiri dengan menggunakan tenaga pada logika melalui hukum berpikir metode deduksi. yang merupakan metode filsafat yang menghasilkan kebenaran hakiki. Pandangan Perealisme Dan Penerapanya Dibidang Pendidikan Ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi menurut perenialisme. Dengan demikian ia telah mampu mengembangkan suatu paham. Mereka telah memikirkan peristiwa-peristiwa dan karya-karya tokoh tersebut untuk diri sendiri dan sebagai bahan pertimbangan ( reverensi ) zaman sekarang. yang sesuai dengan bidangnya maka anak didik akan mempunyai dua keuntungan yakni : 1. maka dia dapat dipergunakan untuk menampilkan tenaganya secara penuh. C. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca. Jadi akal inilah yang perlu mendapat tuntunan ke arah kemasakan tersebut. maka anak-anak didik dapat mengetahui bagaimana peristiwa pada masa lampau tersebut sehingga dapat berguna bagi mereka sendiri. politik. menulis dan berhitung anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain. Masak dalam arti hidup akalnya. sejarah. harus memiliki pengetahuan tentang pengertian dari kebenaran yang sesuai dengan realita hakiki.bukanlah nostalgia ( rindu akan hal-hal yang sudah lampau semata-mata ) tetapi telah berdasarkan keyakinan bahwa kepercayaan-kepercayaan tersebut berguna bagi abad sekarang. Tugas utama pendidikan adalah mempersiapkan anak didik kearah kemasakan. Anak akan mengetahui apa yang terjadi pada masa lampau yang telah dipikirkan oleh orangorang besar. Berbagai buah pikiran mereka yang oleh zaman telah dicatat menonjol dalam bidang-bidang seperti bahasa dan sastra. Apabila pikiran itu bermula dalam keadaan potensialitas. bahan penerangan yang cukup.

Maka. Faktor keberhasilan anak dalam akalnya sangat tergantung kepada guru. B. yakni dengan kembali ke alam kebudayaan lama atau di kenal dangan regressive road culture yang mereka anggap paling ideal. Sedangkan sebagai tugas utama dalam pendidikan adalah guru-guru. Untuk mencapai tujuan tersebut. Ia memandang pendidikan sebagai proses regenerasi . 5. Sedangkan itu aliran rekonsruksinisme menempuhnya dengan jalan berupaya membina suatu konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia. untuk mencapai tujuan utama tersebut memerlukan kerjasama antar umat manusia. rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia. Kedua aliran tersebut. pada prinsipnya. Geaoge Count. Harold Rugg. Keduanya memepunyai visi dan cara yang berbeda dalam pemecahan yang akan ditempuh untuk mengembalikan kebudayaan yang serasi dalam kehidupan. Walaupun demikian. ALIRAN REKONSTRUKSIONISME A. di mana tugas pendidikanlah yang memberikan pendidikan dan pengajaran ( pengetahuan ) kepada anak didik. ALIRAN FUNDAMENTALISME Salah satu aliran-aliran filsafat pendidikan adalah aliran filsafat fundamentalisme. aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran fundamentalisme terpengaruh aliran konservatisme. Aliran perenialisme memilih cara tersendari. yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. 4. kebingungan dan kesimpangsiuran. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalahmasalah masyarakat yang ada sekarang. proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran. masyarakat yang pantas dan adil. Dalam konteks filsafat pendidikan . dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan.Sekolah sebagai tempat utama dalam pendidikan yang mempersiapkan anak didik ke arah kemasakan melalui akalnya dengan memberikan pengetahuan. Tokoh-Tokoh Rekonstruksionisme Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930. ingin membangun masyarakat baru. Beberapa tokoh dalam aliran ini : Caroline Pratt. prinsip yang dimiliki oleh aliran rekonstruksionisme tidaklah sama dengan prinsip yang dipegang oleh aliran perenialisme. sepaham dengan aliran perenialisme. Pendahuluan Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggris reconstruct yang berarti menyusun kembali. Aliran rekonstruksionisme. C. yakni agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme Rekonstruksionisme merupakn kelanjutan dari gerakan progresivisme.

Aliran fundamentalisme dihubungkan dengan gagasan G. menurut aliran ini.F. hafalan. sebagaimana realitas itu diwahyukan dalam al-Kitab. Bisa ditebak. ALIRAN LIBERALISME Aliran-aliran filsafat pendidikan liberalisme menyebutkan bahwa liberalisme pendidikan merupakan produk dari tradisi empirisme dalam filsafat. wewenang intelektual tertinggi di sekolah terletak pada kecerdasan intelektual. Begitu pula dengan perubahan atau pembaruan dalam berbagai bidang. Dengan begitu. terlihat dari karya Robert Maynard Hutchins dan Mortimer Adler. pembelajaran ditekankan hanya pada aspek kognitif. 6. Bagi kaum liberasionis. bahwa kebenaran bisa dipahami melalui proses penalaran. Aliran filsafat fundamentalisme ini terbagi menjadi dua kelompok. Max Rafferty dan Robert Welch. belajar dengan pengawasan ketat. Intelektualisme yang religius tertuang dalam karya William McGucken dan John Donahue. terhadap akal sehat yang disepakati mayoritas orang. 2. Hegel dan Emile Durkheim. yakni sebagai berikut. 7. Dalam sistem pendidikan demikian. dan diskusi terstruktur ketat. sekolah menjadi sarana penting untuk mengajarkan cara menalar dan menyalurkan kebijaksanaan yang tahan lama dari masa silam. Fundamentalisme Sekuler Ditandai dengan komitmen yang sama kakunya dengan fundamentalisme religius. melebihi aspek afektif dan sosial.moral sehingga menilai pengetahuan dan kurikulum sebagai alat untuk membangun kembali masyarakat dalam pola kesempurnaan moral. dengan penekanan kuat terhadap nasionalisme dan patriotisme. Paham intelektualisme masa lalu tersirat dari karya Plato dan Aristoteles. Caranya. metode pembelajaran yang diterapkan pun cenderung tradisional. yang meyakini bahwa sistem kebenaran bersifat terbuka. masa kini dan masa depan adalah dua hal yang sangat penting. Sementara penganutnya antara lain.W. ALIRAN INTELEKTUALISME Aliran-aliran filsafat pendidikan intelektualisme berpendapat bahwa setiap manusia adalah makhluk rasional. Semua itu demi memajukan kebebasan individual dan memaksimalkan potensi manusia seutuhnya. Oleh sebab itu. sasaran puncak pendidikan berupa pembangunan kembali masyarakat mengikuti alur humanistik. semisal ceramah. Tradisi ini menekankan jawaban yang diperoleh melalui tata cara rasional dan eksperimental. Maria Montessori dan John Dewey adalah beberapa pencetus liberalisme. . Sayangnya. Fundamentalisme Religius Dijumpai dalam metode pendidikan di berbagai gereja Kristen yang terikat cara pandang kaku tentang realitas. Bagi aliran fundamentalisme. demokrasi haruslah stabil dan kokoh. 1. pendidikan bertujuan untuk melestarikan dan memperbaiki tatanan sosial. dengan menekankan perkembangan dari potensi khas manusia. Semua itu harus dikendalikan oleh guru saja sebab siswa dianggap tak cukup tercerahkan untuk mengarahkan proses perkembangan intelektualnya sendiri. dengan mengajarkan penyelesaian masalah secara mandiri. Bagi aliran tersebut. Sementara di masa modern yang sekuler. kesamaan di antara anak didik lebih penting ketimbang perbedaan yang ada. Oleh karena itu. seperti yang ada di masa silam.

KESIMPULAN Setiap aliran-aliran filsafat ini mempunyai pengertian tersendiri yang dapat dipelajari. Selain itu. maka dari itu baik siswa maupun guru dapat menela’ah secara baik dan apa saja yang pantas untuk dipelajari dan dikembangkan. Menurut aliran tersebut. pendidikan bertujuan untuk membawa perombakan berskala besar dan segera dalam masyarakat dengan cara menghilangkan persekolahan wajib. tanpa kehilangan akar hakiki manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan yang bijak menyikapi perubahan zaman. yang terbaik adalah berusaha menciptakan sistem yang humanis dan membebaskan. Setiap aliran mempunyai makna yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membuat pendidikan yang lebih baik lagi. Beberapa aliran filsafat pendidikan yang diuraikan memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. agar mereka belajar efektif bagi diri mereka sendiri.Sekolah harus menyediakan informasi dan keterampilan bagi para siswa. . Artinya. Selain itu. pembelajaran tak hanya bersifat kognitif atau afektif semata. 8. Sekolah juga mesti membantu murid untuk mengenali dan menanggapi kebutuhan bagi perombakan atau perubahan yang merupakan tuntutan zaman. kesempatan belajar mandiri harus tercipta bagi siapa saja. dalam sebuah latar belakang sosial yang sehat dan humanis. Ivan Illich dan Paul Goodman adalah pencetus aliran anarkisme pendidikan. Paulo Freire adalah salah satu tokoh pendukung liberasionisme. ALIRAN ANARKISME Salah satu dari aliran-aliran filsafat pendidikan adalah aliran anarkisme. Dari uraian tersebut. Namun. sebagai jalan untuk mewujudkan potensi manusia seutuhnya. lalu diganti dengan pola belajar sukarela dan mengarahkan diri sendiri. namun menyeluruh secara total. Aliran ini juga mengajarkan kita dapat menghargai dan mengenal nilai-nilai budaya yang telah ada sejak peradaban umat manusia. Sistem sekolah formal yang ada sekarang harus dihapuskan. Siswa berhak menentukan sendiri metode belajar yang sesuai dengan tujuan dan rancangan pembelajarannya. tanpa sistem pengajaran wajib. Anarkisme adalah cara pandang yang membela pemusnahan seluruh kekangan kelembagaan terhadap kebebasan manusia. tampak jelas bahwa anarkisme menekankan pilihan bebas dan penentuan nasib sendiri. diamati bahkan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. akses yang bebas dan universal untuk memperoleh bahan atau materi pendidikan harus tersedia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->