PROSES PEMBENTUKAN UU di DPR

Oleh: EDI HASKAR, SH, MH

DOSEN FAKULTAS HUKUM UMSB DAN STAIN BUKITITNGGI

2. 1. Rancangan Undang-Undang (RUU) dapat berasal dari: DPR.Setiap Rancangan Undang-Undang dibahas oleh DPR dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. . Masyarakat. 4. 3.. DPD. Presiden.

atau Rapat Panitia Khusus.TINGKAT PEMBICARAAN Ps. Rapat Badan Legislasi. (3) Sebelum dilakukan pembicaraan Tingkat I dan Tingkat II. sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tingkat I dalam Rapat Komisi. Tingkat Il dalam Rapat Paripurna. dan b. . (2) Dua tingkat pembicaraan. 2001-2002 (1) Pembahasan RUU dilakukan melalui dua tingkat pembicaraan. adalah: a. bersama-sama Pemerintah. 120 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. diadakan Rapat Fraksi. Rapat Panitia Anggaran.

2001-2002 • Apabila ada dua RUU yang diajukan mengenai hal yang sama dalam satu Masa Sidang. yang dibicarakan adalah RUU dari DPR. . sedangkan RUU dari Pemerintah atau masyarakat.RUU GANDA Pasal 118 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. dipergunakan sebagai bahan sandingan.

pemandangan umum Fraksi terhadap RUU yang berasal dari Pemerintah atau tanggapan Pemerintah terhadap RUU yang berasal dari DPR. pimpinan Badan Legislasi. jawaban Pemerintah atas pemandangan umum Fraksi atau jawaban pimpinan Komisi. . dan c.PEMBICARAAN TINGKAT I Pasal 121 (1) Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. atau pimpinan Panitia Khusus atas tanggapan Pemerintah. b. 20012002. Pembicaraan Tingkat I meliputi : a. pembahasan RUU oleh DPR dan Pemerintah dalam rapat kerja berdasarkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). pimpinan Panitia Anggaran.

diundang pimpinan lembaga tinggi negara atau lembaga-negara yang lain apabila ma'-eri RUU berkaitan dengan lembaga tinggi negara atau lembaganegara yang lain.Pasal 121 (2) Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. b. 2001-2002 Dalam Pembicaraan Tingkat I dapat : a. dan/atau! c. . diadakan Rapat Dengar Pendapat atau Rapat Dengar Pendapat Umum. diadakan rapat intern.

Pembicaraan Tingkat II meliputi pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna. . apabiia dipandang perlu. 20012002 a. dapat pula disertai dengan catatan tentang sikap fraksinya. 2) pendapat akhir Fraksi yang disampaikan oleh anggotanya.PEMBICARAAN TINGKAT II Pasal 122 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. penyampaian sambutan Pemerintah. yang didahului oleh: 1) laporan hasil pembicaraan Tingkat I. dan b.

paling lambat 7 (tujuh) hari kerja disampaikan oleh Pimpinan DPR kepada Presiden untuk disahkan menjadi undang-undang. RUU tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan. Apabila RUU yang sudah disetujui bersama tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak RUU tersebut disetujui bersama. 3.RUU yang sudah disetujui bersama antara DPR dengan Presiden 1. Apabila setelah 15 (lima belas) hari kerja. 2. RUU yang sudah disampaikan kepada Presiden belum disahkan menjadi undang-undang. . Pimpinan DPR mengirim surat kepada presiden untuk meminta penjelasan.

2001-2002 • RUU untuk memberikan persetujuan atas pernyataan perang. dan perjanjian dengan negara lain serta meratifikasi perjanjian internasional yang disampaikan oleh Presiden kepada DPR. Pasal 121. pembuatan perdamaian. dan Pasai 122. . Pasal 126 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. 2001-2002 RUU yang berasal dari Pemerintah dapat ditarik kembali sebelum pembicaraan Tingkat I berakhir. dibahas dan diselesaikan menurut ketentuan sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 120.Pasal 125 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th.

RUU DARI PEMERINTAH Pasal 123 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. menyebut juga Menteri yang mewakili Pemerintah dalam melakukan pembahasan RUU tersebut. 2001-2002 (1) RUU beserta penjelasan/keterangan. (2) Surat Pengantar Presiden. sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . dan/atau naskah akademis yang berasal dari Pemerintah disampaikan secara tertulis kepada Pimpinan DPR dengan Surat Pengantar Presiden.

setelah RUU diterima oleh Pimpinan DPR. dan Pasal 122. . ketua rapat memberitahukan kepada Anggota masuknya RUU tersebut. Pasal 121. kemudian membagikannya kepada seluruh Anggota. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. (3) Terhadap pembahasan dan penyelesaian selanjutnya berlaku ketentuan.Pasal 124 Peraturan Tata Tertib DPR-RI Th. (2) Pimpinan DPR menyampaikan RUU beserta penjelasan/keterangan. 20012002 (1) Dalam Rapat Paripurna berikutnya. dan/atau naskah akademis dari pengusul kepada media massa dan Kantor Berita Nasional untuk disiarkan kepada masyarakat.

dan sumber daya ekonomi lainnya. pembentukan. serta 5. hubungan pusat dan daerah. 2. yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. . 3. dan penggabungan daerah. pengelolaan sumber daya alam. pemekaran. 4.DPD dapat mengajukan RUU kepada DPR yang berkaitan dengan: 1. otonomi daerah.

dan atau naskah akademis disampaikan secara tertulis oleh Pimpinan DPD kepada Pimpinan DPR. setelah RUU diterima oleh DPR. 2. Selanjutnya Pimpinan DPR menyampaikan surat pemberitahuan kepada Pimpinan DPD mengenai tanggal pengumuman RUU yang berasal dari DPD tersebut kepada Anggota dalam Rapat Paripurna. kemudian membagikannya kepada seluruh Anggota.RUU YANG BERASAL DARI DPD: 1. 3. RUU beserta penjelasan/keterangan. Pimpinan DPR memberitahukan kepada Anggota masuknya RUU tersebut. . kemudian dalamRapat Paripurna berikutnya.

untuk membahas RUU Hasil pembahasannya dilaporkan dalam Rapat Paripurna. dan mengagendakan pembahasannya. Dalam waktu 60 (enam puluh) hari sejak diterimanya surat tentang penyampaian RUU dari DPR. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja. 5. Komisi atau Badan Legislasi mengundang anggota alat kelengkapan DPD sebanyak banyaknya 1/3 (sepertiga) dari jumlah Anggota alat kelengkapan DPR.4. . RUU yang telah dibahas kemudian disampaikan oleh Pimpinan DPR kepada Presiden dengan permintaan agar Presiden menunjuk Menteri yang akan mewakili Presiden dalam melakukan pembahasan RUU tersebut bersama DPR dan kepada Pimpinan DPD untuk ikut membahas RUU tersebut. 7.Presiden menunjuk Menteri yang ditugasi mewakili Presiden dalam pembahasan RUU bersama DPR. 6. Kemudian RUU dibahas dalam dua tingkat pembicaraan di DPR. Bamus selanjutnya menunjuk Komisi atau Baleg untuk membahas RUU tersebut.

khususnya dalam Pasal 54 ditegaskan bahwa "Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan Peraturan Daerah" .UU 10/2004.RUU berasal dar Masyarkat Dasar hukumnya adalah: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful