BELERANG Belerang terdapat dalam dua bentuk alotrop (polimorf).

Kedua alotrop ini adalah belerang rombik, berwarna kuning yang disebut belerang – (titik leleh 112.8 ). Pada suhu 95.6 , belerang rombik berubah menjadi belerang monokolin yang disebut belerang – (titik leleh 119.25 ). Unsur ini mendidih pada 444.6 . Satuan struktur kedua bentuk alotrop dalam keadaan cair, mengerut menjadi lingkar S8. Jika belerang cair dipanaskan, viskositasnya berubah karena perubahan struktur dalam molekul belerang. Tabel perubahan cairan belerang dan titik leleh 119 sampai titik didih 445

Pada suhu agak di atas titik leleh, terbentuk cairan berwarna kuning muda yang mobile dan terdiri dari satuan S8. Jika suhu dinaikkan lagi, warna cairan menjadi gelap, dan pada kirakira 160 , berupa lingkar S8 putus menjadi rantai spiral panjang (belerang – ) dengan beberapa satuan S6 (belerang – maksimum dan tidak dapat dituang. Unsur belerang berupa campuran satuan S8,S6,S4 dan S2, komposisinya bergantung pada suhu. Jika cairn belerang (pada 250 dituang ke dalam air dingin, diperoleh . Jika dibiarkan, lama-kelamaan . Antara 160 dan 180 , viskositas cairan mencapai

belerang plastis, berupa serat yang terutama berbentuk berubah menjadi belerang rombik.

Belerang ditemukan sebagai unsur bebas, maupun sebagai bijih sulfida, FeS2, PbS, ZnS, dan sebagai sulfat CaSO4.2H2O dan MgSO4.7H2O. Belerang sebagai unsur biasanya terdapat dalam lapisan kurang lebih 150 m di bawah batu karang, pasir atau tanah liat. Oleh karena itu, belerang tidak dapat ditimbang seperti pada pertambangan lain. Pada tahun 1904 Franch berhasil mengembangkan cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan cara Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang terdapat 2 pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukkan melalui pipa luar, sehingga belerang meleleh. Kemudian dimasukkan udara bertekanan tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang dan terpompa ke atas melalui pipa ketiga. Kemurnian belerang yang keluar mencapai 99.5%. pada dewasa ini lima puluh persen belerang yang digunakan dalam industri diperoleh dengan proses Frasch. Selebihnya diperoleh dari gas alam dan minyak bumi.

sangat merangsang dan dapat merusak saluran pernapasan. atau “smog kelabu” terjadi dari campuran SOx. Perubahan belerang dan senyawa belerang serta tangga bilangan oksidasi belerang dapat dilihat dari kedua bagan berikut. SO2 dapat terbentuk dari pembakaran batu bara yang mengandung belerang dan pemanggangan bijih sulfida. namun telah dikenal garam hidrogen sulfit dan garam sulfit. +4. . London smog (smog berasal dari kata-kata smog fog). memerihkan mata. dan dapat merusak saluran pernapasan. berbau khas. Meskipun pada keadaan biasa SO3 sukar terbentuk. Sampai kini belum ditemukan spesi H2SO3 dalam larutan. Zat-zat dalam partikular dapat mengkatalisa pembentuk SO3 dari SO2 dan dengan udara lembab dapat menghasilkan kabut yang mengandung asam sulfat. pada keadaan tertentu SO2 dapat dioksidasi menjadi SO3. partikulat dan kabut). Diperkirakan setengah dari sulfur dioksida yang masuk ke atmosfir berasal dari pembangkit energi dan proses industri yang menggunakan bahan baku yang mengandung belerang. tidak kurang 4000 orang meninggal dunia. dan +6. dan dianggap bahwa jika SO2 dialirkan ke dalam air terbentuk satu hidrat. Turunan belerang Sulfur Dioksida (SO2) Sulfur dioksida (SO2) adalah gas tidak berwarna. SO2 dapat melarut dengan baik dalam air. Pada musibah London smog 1952.Gambar pompa Frasch Senyawa Belerang Senyawa belerang terdapat dalam berbagai macam bilangan oksidasi -2. Sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3) yang biasanya dinyatakan dengan SOx atau “sox”.

Sifat SO2 yang mudah larut dan menghasilkan asam seperti dijelaskan di atas mengakibatkan persoalan lingkungan di daerah di mana digunakan bahan bakar yang mengandung belerang. gas SO2 terlarut dalam air sehingga turun sebagai asam sulfit yang encer. Suatu cara untuk menghilangkan SO2 dari cerobong asap industri yaitu mengalirkan gas ini melalui kapur yang lembab. SO2 sangat stabil di udara. Pirit atau seng sulfida . patung. namun tanpa katalis reaksi ini sangat lambat. Asam sulfat. hujan asam ini akan merusak bangunan. Pabrik asam sulfat memerlukan belerang dioksida yang dapat diperoleh dari: a. Pembakaran belerang b. oksidasi SO2 menjadi SO3 segera berlangsung. dipedalaman merusak tumbuh-tumbuhan dan menyebabkan air danau menjadi asam sehingga mematikan ikan. Oleh karena itu. Dengan adanya katalis. Gas SO3 bereaksi dengan air membentuk H2SO4. sangat penting bagi kemakmuran suatu negara industri yang sangat erat kaitannya dengan berbagai-bagai industri. Sulfur trioksida dibuat dengan cara oksidasi belerang dioksida dengan oksigen. Meskipun secara termodinamika reaksi ini dapat berlangsung spontan. Padatan ini mudah menguap dan pada fasa gas SO3 terdiri dari molekul segitiga planar. Sulfur Trioksida (SO3) dan Asam Sulfat (H2SO4) Pada suhu kamar belerang trioksida berupa padatan yang terdiri dari satuan SO3 dengan struktur yang rumit. Jika turun hujan. Di kota.

sulfur dioksida direaksikan dengan udara bersih yang berlebih. gas harus digunakan dahulu sebelum mengalami konversi pada lapisan kedua. Anhidrit. kemudian setelah didinginkan sampai 400 . c. CaSO4 Hampir semua asam sulftt dibuat dengan proses kontak. gas-gas ini direaksikan pada 450 . Konversi SO2 menjadi SO3 Dengan menggunakan katalis. Oleh karena reaksi adalah reaksi eksoterm. Proses ini berlangsung dalam tiga tahap yaitu produksi SO2. Pekerjaan ini diulang sehingga sampai pada lapisan keempat. Gas yang dihasilkan mengandung kurang lebih 10% volume sulfur dioksida.Pada pemanggangan bijih-bijih logam ini. Bagan proses kontak 1.474 Gas yang panas ini dialirkan melalui sebuah konverter yang terdiri dari empat lapisan yang dicampur dengan katalis vanadium (V) oksida. dihasilkan sulfur dioksida sebagai hasil samping. 2. Oleh karena reaksinya adalah reaksi endoterm. 98% sulfur dioksida dirubah menjadi . Pada lapisan pertama 70% SO2 dapat diubah menjadi SO3. dimurnikan dengan cara pengendapan elektrostatik. Produksi SO2 Belerang dibakar dalam udara kering di ruang pembakar pada suhu 1000 . dan konversi SO3 menjadi H2SO4. konversi SO2 menjadi SO3. (biasanya vanadium (V) oksida).

1. didinginkan kemudian dilarutkan dalam asam sulfat 98% sampai 99%.5% konversi. Konversi SO3 menjadi H2SO4 Sulfur trioksida yang dihasilkan didinginkan kemudian dilarutkan dalam H2SO4 98% sehingga menghasilkan asam 98.belerang trioksida. Akan tetapi pada suhu di bawah 400 . Namun demikian. diperlukan waktu yang lama untuk mencapai kesetimbangan. Agar dapat mencapai 99. 3. pembentukan sulfur trioksida terjadi pada suhu rendah dan tekanan besar. Pembentukan SO2 Udara berlebih 2. Bagan tahap-tahap dalam proses kontak Jika hanya memperhatikan tekanan perlu diingat bahwa volume sulfur dioksida hasil pembakaran belerang dalam udara berlebih. Ditinjau dari asas Le Chatelier. adalah efesien memperoleh hasil rendah dengan cepat daripada hasil tinggi tapi lambat. sulfur trioksida yang dihasilkan. Pembentukan SO3 Dengan gas yang sisa Secara keseluruhan: 10 volume volume.5% yang kemudian diencerkan dengan air. (i) (ii) Reaksi seluruhnya adalah Tahap-tahap dalam pembuatan H2SO4 menurut proses kontak dapat dilihat pada bagan berikut. . kurang lebih 10% volume campuran semua gas.

dan alat tekanan tinggi. K = 1O9 + HS . Berbagai sifat asam sulfat : a) b) c) d) Sifat asam Sifat sebagai pengoksida Sifat dehidrasi Sifat sulfonasi Sifat asam H2SO4 (l) + H2O (l)  H3O+ (aq) + HS 2 H2SO4 (l)  H3S Sifat mengoksidasi S (s) + 2 H2S Sifat Dehidrasi H2SO4 (l)  H2SO4 (aq) . terutama pupuk fosfat Cat dan pigmen terutama dalam produksi titanium oksida Zat kimia termaksud plastik Detergen dan sabun Serat alam dan buatan Lain-lain termaksud metalurgi dan zat warna 30% 16% 16% 12% 10% 10% .7 x 10-4 (pada 10o C) 3SO2 (g) + 2 H2O (l)  3 SO2 (g) + 2H2O (l) = -7. Oleh karena itu proses ini dilakukan pada tekanan atmosfer. sehingga menghemat pompa.Jadi gas bertekanan tinggi hanya sedikit berpengaruh pada hasil akhir. katup.2 kJ mol-1 H2SO4 (l)  C6H5SO2OH (l) + H2O (l) Manfaat H2SO4 Penggunaan H2SO4 di Negara Industri sebagai berikut :       Pupuk. K = 1. (H2O)(l) C12H22O11 (s)  12 C (s) + 11 H2O (l) H2SO4 (l) Sifat sulfonasi C6H22 (l) + (l)  (aq) .

Rantai disulfide sangat penting dalam menjaga kedudukan asam amino dari enzim. .04 Peranan belerang dalam senyawa Karbon Semua protein mengandung karbon. protein mengalami hidrolisis dan pecah menjadi satuan struktur dasar yaitu asam amino.77 12.96 5.43 22.Penggunaan H2SO4 di suatu Negara industri sangat banyak untuk berbagai-bagai industri sehingga H2SO4 merupakan peringkat pertama zat yang dihasilkan industri kimia di seluruh dunia. Semua protein mempunyai struktur yang rumit dan massa molekulnya besar. enzim tidak dapat bekerja.60 5. Semua ikatan – S – S – dalam enzim dan protein lainnya berasal dari sistein. Ca(OH)2) Ammonia (NH3) Natrium Hidroksida (NaOH) Klor (Cl2) Asam Fosfat (H3PO4) Propilen (CH3CH2 =CH2) Natrium Karbonat (Na2CO3) Etilen diklorida (ClCH2CH2Cl) Asam Nitrat (HNO3) Urea (CO(NH2)2) Ammonium Nitrat (NH4NO3) Produksi Milliard (kg) 33.07 15. Asam Sulfat (H2SO4) Nitrogen (N2) Oksigen (O2) Etilen (CH2 = CH2) Kapur (CaO. hydrogen.36 7. Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino – NH2 dan gugus asam karboksilat –COOH.52 8. Dalam struktur protein terdapat ikatan hydrogen antara N – H dan oksigen dari guus karbonil yang berdekatan.90 13. Ada sejumlah protein yang mengandung belerang. 5.81 6. Lima Belas Peringkat Teratas zat yang dihasilkan Industri Kimia 1. 13. 14. 6.72 9. 10.48 5.99 9. 3. dan nitrogen. 2. Dalam protein asam-asam amino disambung dengan gugus amida. Dalam asam. NH2CH2COOH. 4. oksigen. Struktur protein sangat rumit. 12.00 14. 8. Ikatan amida dalam protein disebut ikatan peptide. Asam amino yang paling sederhana adalah glisin. 7. Ada asam amino yang juga mengandung belerang dan sistein. 9. Gugus SH dari dua macam molekul sistein dapat membentuk ikatan S-S atau rantai disulfide. Jika ikatan – S – S – putus. 15. 11.87 7.

maka karet ini menjadi elastic dan stabil. Karet alam tidak elastis dan mudah dioksidasi karena terdapat ikatan rangkap karbon-karbon. Jika karet yang telah divulkanisai ditarik rantai-rantai tidak menjadi kacau dan sambungan belerang menghalangi rantai-rantai bertindihan. tetapi saling bertindihan. Peranan lain dari ikatan belerang adalah pada vulkanisasi karet. Protein ini mengandung banyak rantai disulfide. . Proses ini disebut vulkanisasi. Rumus molekulnya dapat dinyatakan dengan (C5H8)n. Kemudian secara simultan terjadi penyusunan ulang ikatan –S-Smelalui ikatan tiol-sulfida.000 protein. Rambut yang sudah tidak teratur ditata kembali dengan alat pengeriting (rol rambut) dan ditambah oksidator seperti H2O2. Jika karet alam dipanaskan bersama sedikit belerang. Dalam molekul karet. Proses ini menyangkut penyusunan ulang ikatan disulfide. bulu. Pada pantalon atau rok dapat dibuat lipatan yang permanen. kuku atau wol. Menata rambut dengan cara ini adalah melalui proses kimia. rantai tidak menjadi lurus. diberi uap air kemudian disetrika. Rantai yang sangat panjang dari satuan isoprene tidak dapat tersusun rapih sehingga karet terdiri dari kumpulan yang kacau. Proses “permanent waving” rambut menyangkut pemutusan ikatan S-S oleh reduktor menghasilkan ikatan –SH. Protein dalam wol distabilkan oleh ikatan hydrogen yang menjembatani rantai polipeptida yang berdekatan. Salah satu protein adalah akeratin yang pada rambut.Dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 100. terdiri dari beberapa ribu “satuan isopren” yang bersambung. Karet segera kembali ke kedudukan semula jika gaya tarikan dihentikan. Tujuannya untuk membentuk kembali ikatan S-S tetapi antara asam amino yang lain menghasilkan tatanan rambut yang baru. Karet alam merupakan polimer alam yang terkenal. satuan isoprene saling bersambung membentuk rantai panjang. Bahan pakaian diberi zat pereduksi kemudian dipanaskan. Jika karet ditarik. Rantai yang terpisah disambung dengan atom belerang. Uap air memecah ikatan hydrogen dalam serat pakaian.