KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wb.wr. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya kepada hambaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul: “KOLOID” Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui maksud dari sistem koloid serta komponen – komponen didalamnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dari berbagai sumber. Selain mengetahui sistem koloid ini secara lengkap, pembaca juga bisa mendapatkan ilmu yang sumbernya dari kehidupan sehari-hari. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak terkait yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Semoga makalah ini bermanfaat dan memberikan wawasan yang luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki banyak kekurangan, karena kelebihan hanya milik Allah SWT . Penulis sangat berharap atas saran dan kritiknya nanti. Terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb.

Padang, 24 April 2012

Penulis

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................................................... a) Latar Belakang....................................................................................................................... b) Tujuan dan Manfaat.............................................................................................................. BAB II. LANDASAN TEORI ................................................................................................................... BAB III. PEMBAHASAN........................................................................................................................ BAB VI. KESIMPULAN .........................................................................................................................

1 2 3 3 3 4 6 20

BAB I

PENDAHULUAN

2

Untuk mengetahui sistem koloid. Pengetahuan tentang sistem koloid ini penting sekali. Misalnya. Tujuan dan Manfaat Tujuan dan manfaat pembuatan makalah ini adalah: 1. tidak tahu penerapannya. 2. B. Untuk itu. kita juga bisa tahu apa itu sistem koloid dalam kehidupan sehari – hari. pemutihan gula. Latar Belakang Latar belakang pembuatan makalah tentang koloid ini adalah : Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). karena selain tahu apa itu sistem koloid menurut teori. Tetapi banyak dari kita yang tidak mengetahui ini. Selain itu.A. Kita hanya tahu teorinya saja. Untuk menerapkan teori sistem koloid dalam kehidupan. di makalah ini dikupas satu per satu tentang penerapan sistem koloid dalam kehidupan ini. penggumpalan darah. seperti industry makanan. Seperti penggumpalan pada darah yang ada dalam tubuh kita dalam kehidupan sehari-hari. Akan rugi rasanya jika kita tahu apa itu sistem koloid tapi kita tidak tahu penerapannya. BAB II LANDASAN TEORI 3 . sistem koloid juga dimanfaatkan dalam beberapa kegiatan industri . dan penjernihan air. Mungkin kita tidak begitu tahu maksud dari sistem koloid ini. Banyak kejadian dalam kehidupan sehari – hari yang melibatkan sistem koloid. Padahal sistem koloid itu sendiri ada disekitar kita.

atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran. lebar. hairspray. panjang. Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. campuran tersebut akan mengendap ke bawah. Selain tinta. Contohnya larutan gula atau larutan garam. Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat. Ciri – cirinya: 1.Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). dll. Misalnya. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut. seperti mayones. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut. tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat. masih terdapat banyak sistem koloid yang lain. yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). contohnya air dan minyak. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid.Koloid (Dispersi Koloid) a) 2 fase 4 . sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. jelly. Larutan (Dispersi Molekuler) a) 1 fase b) Jernih c) Homogeny d) diameter partikel: <1 nm e) tidak dapat disaring f) tidak memisah jika didiamkan 2. kemudian pasir dan semen. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter. maupun tebal dari suatu partikel. contohnya larutan gula dan hujan.

molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. melainkan dengan penyaring ultra f) tidak memisahkan jika didiamkan 3. Partikel dapat terdiri atas atom. Pengelompokan koloid 5 . Suspensi(Dispersi Kasar) a) 2 fase b) Keruh c) Heterogen d) diameter partikel: >100 nm e) dapat disaring dengan kertas saring biasa f) memisah jika didiamkan Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Berat molekul dari molekul ini 66800 s. yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut.m. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran. BAB III PEMBAHASAN 1.b) Keruh c) antara homogen dengan heterogen d) diameter partikel: 1 nm<d<100 nm e) tidak dapat disaring dengan penyaring biasa. Besaran partikel yang terdispersi.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.

yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya. Sol (fase terdispersi padat) a. Larutan. tepung dalam air. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. jika fase terdispersi dan medium pendispersi sama . Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Di dalam larutan koloid secara umum. tapi akan memisah setelah waktu tertentu). tinta. Koloid. ada 2 zat sebagai berikut : . tanah liat c. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. krim tangan c. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat.Zat pendispersi. Emulsi (fase terdispersi cair) a. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. Buih (fase terdispersi gas) a. larutan bersifat stabil. mayones.sama berupa gas. Koloid berbeda dengan larutan. campurannya tergolong larutan.Zat terdispersi. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung. b. 2. yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid . dan Suspensi Tabel Perbandingan 6 . Styrofoam b. nasi b.Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil. marshmallow. sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. karet busa. keju. mentega. busa sabun Untuk pengelompokan buih. gelas warna. asap pembakaran 2. yaitu: 1. intan hitam b.

Dalam industri modern. philia=cinta). lebar atau tebal) kurang dari 1 nm Satu fase Stabil Tidak dapat disaring Secara makroskopis bersifat homogen tetapi heterogen jika diamati Partikelnya berdimensi antara 1 nm sampai 100 nm heterogen Salah satu atau semua dimensi partikelnya lebih besar dari 100 nm Dua fase Pada umumnya stabil Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra Dua fase Tidak stabil Dapat disaring 3. Penggunaan koloid dalam industry 1. 2. banyak sediaan insektisida dan kosmetika yang diproduksi dalam bentuk aerosol.Larutan (Dispersi Molekuler) Contoh: larutan gula dalam air Koloid (Dispersi Koloid) Contoh: Campuran susu dengan air Suspensi (Dispersi Kasar) Contoh: Campuran tepung terigu dengan air Homogen. Sol liofil. Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel padat terhadap cairan pendispersi. lio=cairan. awan. dan sering kita sebut sebagai obat semprot. a. Sol liofil yang setengah padat disebut gel. sehingga terbentuk suatu selubung di sekeliling partikel padat itu. Aerosol yang dapat kita saksikan di alam adalah kabut. Contoh gel antara lain selai dan gelatin. Sol Sol adalah sistem koloid di mana partikel padat terdispersi dalam cairan. tak dapat dibedakan walaupun menggunakan mikroskop ultra semua partikelnya berdimensi (panjang. dimana partikel-partikel padat akan mengadsorpsi molekul cairan. dan debu di udara. deodorant dan obat nyamuk. Contohnya antara lain adalah hair spray. Liofil artinya “cinta cairan” (Bahasa Yunani. 7 . kita mengenal dua macam sol. Aerosol Aerosol adalah sistem koloid di mana partikel padat atau cair terdispersi dalam gas.

Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Ionion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan. Liofib artinya “takut cairan” (phobia=takut). sabun. harus ditambahkan zat pengemulsi (emulgator). Oleh karena itu. dan gelatin. Obat-obatan yang tidak larut dalam air banyak yang dibuat dan dipanaskan dalam bentuk emulsi. Jika terjadi luka. 4. 6. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih. lem. 5. dimana partikel-partikel padat tidak mengadsorpsi molekul cairan. Sol liofob. Susu merupakan emulsi lemak dalam air.b. Contohnya emulsi minyak ikan. Contoh koloid hidrofil adalah kanji. Emulsi Emulsi adalah suatu system koloid di mana zat terdispersi dan medium pendispersi sama-sama merupakan cairan. 3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+ 8 . Agar terjadi suatu campuran koloid. protein. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. dengan kasein sebagai emulgatornya. maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. kedua macam koloid di atas masing-masing disebut koloid hidrofil (cinta air) dan koloid liofob (takut air). Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan.lumpur. Emulsi yang dalam bentuk semipadat disebut krim. Dengan melarutkan gula ke dalam air. Jika medium pendispersinya berupa air. kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. untuk menjadikannya layak untuk diminum. Adapun contoh koloid hidrofob adalah sol-sol sulfide dan sol-sol logam.

Mg+2.Setelah itu. maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Sehingga. Pembentukan delta di muara sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. dan Ca+2 yang bermuatan positif. Berikut ini adalah skema proses penjernihan air secara lengkap: 4. 9 . terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+. Ketika air sungai bertemu di laut. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.

digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. sabun 4. Tabel aplikasi koloid Jenis Industri Industri makanan Industri kosmetika dan perawatan Tubuh Industri cat Industri kebutuhan rumah tangga Industri pertanian Industri farmasi Cat Sabun. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. pensilin untuk suntikan Contoh Aplikasi Keju. pasta gigi. hal itu terjadi 10 . larutan tersebut tidak pada akan sistem menghamburkan sedangkan koloid (gambar kanan). mentega. deterjen Peptisida dan insektisida Minyak ikan. maka cahaya. saus salad Krim. Pengambilan endapan pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid.5. Efek Tyndall Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893). cahaya akan dihamburkan. susu. Sifat koloid 1. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya. Untukmemisahkan pengotor ini. seorang ahli fisika Inggris.

Adsorpsi koloid 11 . Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. Demikian pula sebaliknya. gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas. maka gerak Brown semakin lambat. semakin rendah suhu system koloid. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Sebaliknya. maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. semakin cepat gerak Brown terjadi. Untuk system koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. pada larutan sejati. Semakin tinggi suhu system koloid. semakin besar ukuran partikel kolopid. 2. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. atau hanya bervibrasi di tempat seperti pada zat padat. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil. maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Akibatnya. Gerak Brown Jika kita amati system koloid dibawah mikroskop ultra. maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya.karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Pergerakan tersebut dijelaskan pada penjelasan berikut: Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam zat padat (suspensi). Demikian pula. Semakin kecil ukuran partikel koloid. semakin lambat gerak Brown yang terjadi. 3.

Proses Adsorpsi Proses adsorpsi ini merupakan peristiwa dimana partikel koloid menyerap partikel bermuatan dari fase pendispersinya. i. Semua partikel koloid pasti mempunyai muatan sejenis (positif atau negatif). melainkan di dalam sol padat tersebut. yaitu dengan proses adsorpsi dan proses ionisasi gugus permukaan partikel. Muatan Koloid Sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Jenis muatannya tergantung pada jenis partikel bermuatan yang diserap apakah anion atau kation. maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Beda halnya dengan absorpsi. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. Namun demikian. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Oleh karena muatannya sejenis. 4. Berikut ini adalah penjelasannya: a. Sumber Muatan Koloid Sol Partikel-partikel koloid mendapat muatan listrik melalui dua cara. system koloid secara keseluruhan bersifat netral karena partikel-partikel koloid yang bermuatan ini akan menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dalam medium pendispersinya.Apabila partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. Hal ini mengakibatkan partikel-partikel tersebut tidak mau bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. Sehingga partikel koloid menjadi bermuatan. Fenomena ini disebut adsorpsi. Sebagai contoh: partikel sol Fe(OH)3 (bermuatan positif) mempunyai kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendispersinya sehingga sol Fe(OH) 3 bermuatan 12 .

Pada konsentrasi relatif pekat. Hal itu tergantung pada muatan yang berlebih dari medium pendispersinya. Pada koloid sabun / deterjen Molekul sabun dan deterjen lebih kecil daripada molekul koloid. jika sol AgCl terdapat pada medium pendispersi dengan kation Ag+berlebih. sedangkan partikel sol As2S3 (bermuatan negatif) mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul-molekul protein. b.berlebih. maka AgCl akan bermuatan positif. gugus basa –NH2 akan menerima proton (H+) dan membentuk gugus –NH3+ NH2 + H+ -NH3+ –COO- Pada pH tinggi. maka sol AgCl akan bermuatan negatif. Pada titik pH isoelektrik.positif. partikel-partikel protein bermuatan netral karena muatan -NH3+ –COO.saling meniadakan menjadi netral. Pada koloid protein: Koloid ini adalah jenis sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan basa (-NH2). Pada pH rendah (konsentrasi H+ tinggi). -COOH akan mendonorkan proton H+ dan membentuk gugus COOH + H+ –COO- Maka. Proses Ionisasi Gugus Permukaan Partikel Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. kedua molekul ini dapat bergabung dan membentuk partikel-partikel berukuran 13 . Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen. Misalnya. Partikel koloid sol tersebut tidak selalu mengadsorpsi ion yang sama. ii. Sedangkan jika AgCl terdapat pada medium pendispersi dengan anion Cl. a. partikel sol protein bermuatan positif pada pH rendah dan bermuatan negatif pada pH tingi.

akan bergabung membentuk misel. Sabun adalah garam karboksilat dengan partikel R-COO-Na+. Elektroforesis Oleh karena partikel sol bermuatan listrik. Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. muatan koloidjuga berperan besar dalam menjaga kestabilan koloid. Pada gambar. Lapisan Bermuatan Ganda Pada awalnya.koloid yang disebut misel. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral. Untuk lebih jelas. Kestabilan Koloid Partikel-partikel koloid ialah bermuatan sejenis. selain gerak Brown. d. Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. Gugus R.tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. mari kita lihat tabung berikut di samping. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid. partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. terlihat bahwa partikel-partikel koloid bermuatan positif tersebut bergerak menuju elektrode dengan 14 .larut dalam air sehingga berada di permukaan yang bersentuhan dengan air. c. Maka terjadi gaya tolak-menolak yang mencegah partikel-partikel koloid bergabung dan mengendap akibat gaya gravitasi. maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda.+ Na+ Anion-anion R-COO. maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Di dalam air partikel ini akan terionisasi. sedangkan COO. Lalu zat-zat yang tergabung dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel-partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. Oleh karena itu. b. R-COO-Na+ R-COO. Pergerakan ini disebut elektroforesis.

maka partikel itu akan menuju elektrode positif. Akibatnya partikel tidak bermuatan. Koloid pelindung Sistem koloid di mana partikel terdispersinya mempunyai daya adsorpsi relatif besar disebut koloid liofil yang bersifat lebih stabil. maka disebut koloid liofob yang bersifat kurang stabil. Penetralan partikel koloid dapat dilakukan dengan 4 cara. Proses penggumpalan dan pengendapan ini disebut koagulasi. Menggunakan prinsip elektroforesis Proses elektroforesis adalah pergerakan partikel-partikel koloid yang bermuatan ke elektrode dengan muatan berlawanan. maka system koloid akan kehilangan muatannya dan bersifat netral. 2. maka terjadi proses koagulasi. Pendidihan Kenaikan suhu sistem koloid menyebabkan jumlah tumbukan antara partikel-partikel sol dengan molekul-molekul air bertambah banyak. Penambahan elektrolit Jika suatu elektrolit ditambahkan pada system koloid. 4. Koloid liofil dan liofob 15 . 5. Dari adsorpsi diatas. Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan Ketika koloid bermuatan positif dicampur dengan koloid bermuatan negatif. Ketika partikel ini mencapai elektrode. Jika sistem koloid bermuatan negatif. Hal ini melepaskan elektrolit yang teradsorpsi pada permukaan koloid. Begitu juga sebaliknya. Koagulasi Jika partikel-partikel koloid tersebut bersifat netral. maka muatan tersebut akan saling menghilang dan bersifat netral. partikel positif akan mengasorpsi ion negative (anion) dari elektrolit. Yang berfungsi sebagai koloid pelindung ialah koloid liofil. Sedangkan jika partikel terdispersinya mempunyai gaya absorpsi yang cukup kecil. 3. yaitu 1. maka akan terjadi penggumpalan dan pengendapan karena pengaruh gravitasi. yaitu elektrode negatif. f.muatan berlawanan. e. maka partikel koloid yang bermuatan negatif akan mengasorpsi ion positif (kation) dari elektrolit.

deterjen. Contoh. Sol liofob/ hidrofob mudah terkoagulasi dengan sedikit penambahan elektrolit. Sedangkan jika partikel terdispersinya mempunyai gaya absorpsi yang cukup kecil. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik Muatan partikel Adsorpsi medium pendispersi Viskositas (kekentalan) Penggumpalan Sifat reversibel Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan.Sistem koloid di mana partikel terdispersinya mempunyai daya adsorpsi relatif besar disebut koloid liofil yang bersifat lebih stabil. Tabel perbandingan Sifat-Sifat Pembuatan Sol Liofil Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. artinya fase Sol Liofob Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya Memiliki muatan positif atau negative Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. Irreversibel artinya sol liofob 16 . sabun. disperse kanji. - Koloid liofob (tidak suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang lemah atau bahkan tidak ada sama sekali antar fase terdispersi dan medium pendispersinya. Contoh. belerang dalam air. Terdapat proses solvasi/ hidrasi. yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit Reversibel. maka disebut koloid liofob yang bersifat kurang stabil. tetapi menjadi lebih stabil jika ditambahkan koloid pelindung yaiut koloid liofil. Berikut ini penjelasan yang lebih lengkap mengenai koloid liofil dan liofob: - Koloid liofil (suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang cukup besar antara fase terdispersi dan medium pendispersi. Yang berfungsi sebagai koloid pelindung ialah koloid liofil. disperse emas.

Cara Kondensasi Cara Kondensasi dilakukan melalui reaksi kimia seperti reaksi redoks. 2H2S (g) + SO2 (aq) → 2H2O (l) + 3S (s) b. Reaksi Dekomposisi Rangkap 17 . katode. Memberikan efek Tyndall yang lemah Dapat bermigrasi ke anode. a. Seperti reaksi Na2SO3 (aq) + 2HCl (aq) →2 NaCl (aq) + H2O (l) + S (s) d. maka akan terbentuk belerang. reaksi hidrolisis. Seperti reaksi : Na2SO3 (aq) + 2HCl (aq) →2 NaCl (aq) + H2O (l) + S (s) c. dan reaksi pergantian pelarut. Pembuatan koloid 1. Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H 2 S) dengan belerang dioksida (SO 2 ). Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Reaksi Substitusi Misalnya larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan asam klorida . Reaksi Hidrolisis Misalnya larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan asam klorida . Partikel belerang akan bergabung menjadi semakin besar sampai berukuran koloid sehingga terbentuk sel belerang. reaksi dekomposisi rangkap. kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya. tergantung jenis muatan partikel 6. maka akan terbentuk belerang. Partikel belerang akan bergabung menjadi semakin besar sampai berukuran koloid sehingga terbentuk sel belerang. yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2. atau tidak bermigrasi sama sekali yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol Memberikan efek Tyndall yang jelas Akan bergerak ke anode atau katode.Efek Tyndall Migrasi dalam medan listrik terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi.

1) Cara mekanik Dengan cara ini. sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elktrode yang dicelupkan kedalam medium dispersi. Reaksinya adalah sebagai berikut: 2H3AsO3 (aq) + 3H2S (aq) → As2S3 (s) + 6H2O (l) e. Asbut Berbagai masalah lingkungan terkait dengan koloid. 3) Cara busur bredig Cara busur bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Mula-mula atom logam akan terlempar kedalam air. Contoh pembuatan sol belerang dengan menggerus serbuk belerang bersama zat inert seperti gula pasir. kemudian diaduk dengan medium pendispersi. Jadi cara busur bredig ini merupakan gabungan cara disperse dan kondensasi 7. Asbut (smog) merupakan kombinasi dari asap (smoke) dan kabut (fog). lalu atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid.Contohnya adalah pembuatan sol As2S3 dengan mereaksikan larutan H3AsO3 dengan larutan H2S. peptisasi. Koloid yang mencemari lingkungan 1. Cara Dispersi Dengan cara dispersi partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik. Asbut adalah campuran yang rumit yang terdiri atas berbagai gas dan partikel-partikel zat cair dan zat padat. kemudian mencampur dengan air. 18 . 2) Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan zat pemecah (pemeptisasi). butir-butir kasar digerus dengan lumpang. 2. diantaranya adalah asbut. atu dengan loncatan bunga listrik(busur bredig). kemudian diberi loncatan listrik dikedua ujungnya. Penggantian Pelarut Cara ini dilakukan dengan menggnti medium pendispersi sehingga fase terdispersi yang semula larut menjadi berukuran koloid. Misalnya larutan jenuh kalsium asetat jika dicampur dengan alcohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel.

asap tetap berada di sekitar kita dan kita menghirupnya. Diantaranya yaitu: ozon. karena butiran ini merupakan salah satu komponen pembentuk awan. dan peroksiasetil nitrat (PAN). Limbah cair industri tepung makanan seperti susu bubuk. Jika asap bergabung dengan kabut. debu jalanan yang ditiup angin. Limbah cair dari rumah tangga atau restoran. Gas ini dapat bereaksi dengan oksigen dan uap air membentuk asam sulfat. Limbah cair dari industri penggalian bahan tambang berupa tailing. semen. lumpur cair dan lain-lain 4. Kabut terjadi jika udara panas yang mengandung uap air tiba-tiba mengalami pendinginan. dan limbah yang berasal dan pemukiman. Selain itu juga dapat memengaruhi cuaca. BAB IV KESIMPULAN 19 . seperti limbah detergen. Jenis koloid yang mencemari air adalah limbah yang berasal dari industri. Sedangkan jenis koloid yang mencemari tanah adalah limbah pertanian seperti pestisida dan pupuk. sehingga sebagian uap air mengalami kondensasi. asbut mengandung berbagai jenis gas yang terbentuk dari serentetan reaksi fotokimia (yaitu reaksi kimia yang berlangsung di bawah pengaruh sinar matahari). 7. Koloid aerosol padat Jenis koloid yang mencemari udara adalah koloid aerosol padat (berupa butiran/partikel padatan terdispersi dalam gas/udara). tepung tapioka atau makanan kering lainnya. misal pabrik gula. atau kapur. dapat menimbulkan seringnya hujan. polimer 5. Akibatnya. aldehida. 6. Limbah cair dari industri yang menggunakan bahan bakar untuk kiln. gangguan kesehatan (mengganggu pernapasan). sering kali debu dari cerobong dikumpulkan dan ikut terbawa dalam air buangan limbah. maka kabut menghalangi asap naik. Asap juga mengandung belerang dioksida (SO2). industri. berupa koloid butiran sisa makanan dan minyak 3. Pencemaran ini berasal dan asap kendaraan bermotor. seperti logam berat (misalnya logam Pb dan Hg). Limbah cair dari industri dan pabrik cat. 2.Kabut sendiri merupakan dispersi partikel air dalam udara. Asap mengandung partikel yang dapat mengiritasi paru-paru dan membuat kita batuk. Pencemaran ini dapat mengganggu daya pandang (visibilitas). Asam sulfat akan mengiritasi paru-paru sehingga menghasilkan banyak lendir. Selain itu.

emulsi ( fase terdispersi beruap zat cair). Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm. lumpur Pendispersi Nama koloid Contoh 20 . hair spray di udara Air santan. mayones Mentega. karena gas bercampur secara homogen Buih cair(Busa) Buihpadat Emulsi gas(Aerosol cair) Emulsi Emulsi padat(Gel) Sol gas(Aerosol padat) Sol cair Sol Padat Buih. Selanjutnya sol. tinta Tanah. yaitu sol ( fase terdispersi beruap zat paadt). emulsi dan buih dikelompokkan lagi berdasarkan medium pendispersinya. air susu. krim kocok Batu apung.Koloid merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil dari suspensi. Sistem Koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersinya menjadi tiga. gas knalpot. kaca. agar-agar Debu. asap Cat. Fase Terdispersi Gas Gas Gas Cair Cair Cair Padat Padat Padat Gas Cair Padat Gas Cair Padat Gas Cair Padat Bukan koloid. kasur busa Obat semprot. sabun. dan buih ( fase terdispersi berupa gas). kabut. ombak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful